MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Departemen lain. Biro Keuangan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Kementerian Negara. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. d. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi kegiatan Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. terdiri dari: a. e. b. c. Biro Umum. dan lembaga lain yang terkait. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. 5 .

Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program kerja. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. k. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Bagian Perencanaan Anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. serta rencana strategis. evaluasi kebijakan pembangunan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. d. Bagian Analisis dan Evaluasi. l. Bagian Kerja Sama. Kelompok Jabatan Fungsional. e. j. rencana pembangunan jangka panjang. serta perumusan akuntabilitas kinerja. f. terdiri dari: a. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. menengah dan tahunan. i. serta pengelolaan kerja sama Departemen. e. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. dan rencana anggaran. rencana kerja dan anggaran. c. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. g. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. b. 6 . analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. sosialisasi kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. perumusan kebijakan pembangunan. penyusunan harga satuan. h. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. b. serta kerja sama. rencana anggaran. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. d. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja.

b. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penelaahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan Badan Geologi. e. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. penelaahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. f. d. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Perencanaan Penunjang. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. dan urusan tata usaha Biro. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penyiapan rumusan norma. c. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. 7 .Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. penyusunan rumusan RK-KL. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar dan kriteria rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Menengah dan Tahunan Departemen.

Subbagian Penganggaran Penunjang. norma. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. penyiapan. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. dan Badan Geologi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). kriteria perencanaan anggaran. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. c. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penelaahan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan 8 . d. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penelaahan.

RKA-KL. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. rencana pembangunan jangka panjang. g. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. 9 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. kriteria akuntabilitas kinerja. b. h. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. tahunan dan rencana strategis. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. norma. penelaahan. c. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. f. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. d. e. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. menengah. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan sidang.

penyiapan. c. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Badan Geologi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal. norma. kriteria kerja sama. h. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta kerja sama asosiasi. Panas Bumi. f. penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. d. 10 . (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Batubara. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. g. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan.

penempatan dan pengembangan pegawai. pengembangan organisasi dan tata laksana. e. dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. b. pembinaan mutasi. 11 . dan kesejahteraan pegawai. penelaahan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Bilateral. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. kepangkatan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. penelaahan. b. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. d. serta penyiapan penetapan pemberhentian. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. perencanaan. disiplin.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. penelaahan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan struktural dan fungsional. pengadaan. pemensiunan. terdiri dari: a. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral.

Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. e. c. d. c.f. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. k. f. penyiapan rumusan standar. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. norma. b. g. g. 12 . Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. h. evaluasi pembinaan kepegawaian. penyusunan rencana formasi. b. terdiri dari: a. Bagian Mutasi Pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. i. pengadaan. Pegawai Negeri Sipil (PNS). pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pengelolaan sistem informasi pegawai. j. d. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Data dan Informasi Pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta standardisasi kompetensi jabatan. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). serta kartu PNS. penyiapan rumusan rencana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai.

evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. 13 . serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. penelaahan. penelaahan. pemindahan. penyiapan.h. terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Karir. serta kesejahteraan pegawai Departemen. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian dan disiplin. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. j. c. bimbingan teknis. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. kepangkatan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. i. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kompetensi pegawai. dan penugasan pegawai ke luar negeri. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. pengelolaan administrasi tugas belajar. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. penelaahan. b. dan Kartu PNS Departemen. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. urusan tugas belajar dan izin belajar. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur.

penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. pelaksanaan kesejahteraan. pelaksanaan pemindahan pegawai. c. f. dan penarikan kembali pegawai. kepangkatan. norma. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. c. pembebasan sementara. dan penilaian prestasi pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. kepangkatan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. perbantuan. pengangkatan kembali. 14 . serta Kartu Istri. dipekerjakan. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Askes.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. perbantuan. Subbagian Mutasi Jabatan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. penyiapan standar. kriteria mutasi pegawai. pemindahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. dipekerjakan. e. i. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pemindahan. b. penelaahan. pelaksanaan kepangkatan. pelaksanaan disiplin pegawai. pemberhentian. j. penarikan kembali. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemindahan. pemberhentian. pelaksanaan. Taspen. g. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. dan Bapertarum. terdiri dari: a. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. pemberhentian dan disiplin. d. h. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. serta kesejahteraan pegawai. k. b. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. dan penilaian angka kredit. Kartu Suami. cuti. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.

disiplin. dan administrasi lembaga tripartit. penelaahan. penghargaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. Askes. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Kartu Suami. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. g. 15 .(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan. penyiapan. f. kepangkatan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. e. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Daftar Urut Kepangkatan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pemberhentian dan pemensiunan. penggajian. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. h. Taspen. pelaksanaan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pelayanan kesehatan. penilaian angka kredit. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penyusunan laporan kekuatan pegawai. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. Bapertarum pegawai Departemen. i. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pendidikan dan pelatihan pegawai. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelaksanaan. jabatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. b. Kartu Istri. pemberhentian. dan daftar riwayat hidup pegawai. penghargaan.

Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pendidikan dan pelatihan pegawai. terdiri dari: a. penelaahan. b. kriteria pengembangan organisasi. penggajian. penelaahan. penghargaan. pengadaan pegawai. jabatan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengembangan organisasi dan jabatan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. norma. 16 . pelaksanaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. klasifikasi dan peta jabatan. kepangkatan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP).Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. penelaahan. pemberhentian. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pemindahan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelaksanaan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. d. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. e. serta evaluasi. c. penyiapan rumusan standar. serta pedoman penyempurnaan organisasi. pelaksanaan.

pengembangan. penelaahan. pola hubungan kerja. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pengembangan. h. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen.f. pengembangan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. 17 . peta jabatan. terdiri dari: a. Subbagian Kelembagaan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. administrasi keuangan. perbendaharaan. standardisasi kompetensi jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. b. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. analisis beban kerja. g. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. Subbagian Tata Laksana. c.

Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. perbendaharaan. Bagian Perbendaharaan. 18 . berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. i. h. d. terdiri dari: a. b. serta pembinaan perbendaharaan. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. administrasi keuangan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. laporan realisasi anggaran. serta nota keuangan. e. serta Neraca Departemen. k. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Bagian Pendapatan dan Belanja. Bagian Akuntansi. l. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pembinaan inventarisasi. serta bimbingan teknis perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Kekayaan Negara. b. c. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. j. penyelesaian kerugian negara. kekayaan negara dan akuntansi. g. e. Pasal 49 Biro Keuangan. dan implementasi sistem akuntansi.

penyiapan target. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyusunan rumusan standar. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan. penelaahan. e. pelaksanaan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. k. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. dan urusan tata usaha Biro. i. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. terdiri dari: a. f. h. c. g. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbagian Anggaran Pendapatan. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. b. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. Subbagian Anggaran Belanja. c. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. j. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. 19 . penelaahan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. d. norma. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen.

kriteria pelaksanaan perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. f. terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. pelaksanaan. norma. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. 20 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. b. Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. Badan Geologi. penelaahan. penelaahan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. e. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan pengelolaan SPM. g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pembagian iuran sumber daya alam. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. d.

21 . dan bidang minyak dan gas bumi. c. d. kriteria pengelolaan kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tuntutan perbendaharaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. g. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. norma. c. b. ganti rugi. e. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. f. terdiri dari: a. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan.

b. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. c. Subbagian Penyiapan Neraca. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). pelaksanaan. Pasal 64 Bagian Akuntansi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. penelaahan. pelaksanaan. c. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Inspektorat Jenderal. f. rekonsiliasi. Badan Geologi. pelaksanaan verifikasi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. b. d. g. penyiapan rumusan standar.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. 22 . serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. e. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. norma.

d. rekonsialiasi. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). dan implementasi SAI Departemen. serta hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan. serta program legislasi dan regulasi. penelaahan. verifikasi anggaran. dan bantuan hukum. serta evaluasi atas pembukuan aset. penelaahan. serta kehumasan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan. bantuan hukum. konsolidasi. equitas dana. penelaahan. dan implementasi SAAT Departemen. 23 . serta pelaksanaan kehumasan. pengelolaan dokumentasi. penelaahan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum dan kehumasan. f. g. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. b. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penyelesaian kasus hukum. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. pelaksanaan. Neraca. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. h. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. kewajiban.

Bagian Hubungan Masyarakat. e. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. b. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Bagian Bantuan Hukum. serta program legislasi dan regulasi Departemen. e. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. c. j. terdiri dari: a. b. c. dan bantuan hukum. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. c. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. d. d. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan.i. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. penelaahan. evaluasi peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. 24 . Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi.

dan unsur unit penunjangnya. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. h. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. kriteria kontrak atau perjanjian. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. g. c. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. penelaahan. penyiapan. f. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. d. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. 25 . b. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian.

penelaahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. 26 . penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. norma. b. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. penelaahan. terdiri dari: a. f. penyiapan rumusan standar. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. e. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi.

Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. 27 . pelaksaaan. serta monitoring dan analisis berita. c. pelaksaaan. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. b. penelaahan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. terdiri dari: a. f. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. e. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. c. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. penyiapan rumusan standar. konferensi pers. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. d. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. dan unsur unit penunjangnya.

(3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. konferensi pers. abstrak peraturan perundang-undangan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. penelaahan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. monitoring dan analisis berita Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. pelaksanaan. dan urusan tata usaha Biro. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. c. pelaksanaan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Publikasi. penerbitan. pameran Departemen. j. Subbagian Hubungan Kelembagaan. terdiri dari: a. i. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. 28 . serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum.g. pelaksanaan peliputan. b. h. penelaahan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat.

f. Kelompok Jabatan Fungsional. penyediaan sarana dan prasarana kerja. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. Bagian Tata Usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 87 Biro Umum. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. perlengkapan dan pengadaan. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perlengkapan. b. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengadaan. d. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. tata usaha dan kearsipan. c. g. Staf Ahli. rumah tangga Sekretariat Jenderal. j. e. Sekretaris Jenderal. d. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. h. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. f. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. pengelolaan rumah tangga. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. e. tugas 29 . i. tata persuratan dinas dan kearsipan.

kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. penyiapan penyelenggaraan rapat. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. d. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . f. b.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. c. e. c. Jakarta Pusat). pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. persuratan dinas. pelantikan. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. terdiri dari: a.

Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. 31 . (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. persuratan dinas. Subbagian Kearsipan. d. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. terdiri dari: a. f. c. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penjadwalan kegiatan. penelaahan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelaksanaan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. b. Subbagian Tata Usaha Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penelaahan. norma. c. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. e. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. penyiapan rumusan standar. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. dan ekspedisi surat dinas. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.

serta pengadaan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.H. e. c. M. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. keamanan. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Kepala Biro dan Kepala Pusat. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. c. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Thamrin 1. b. d. 32 . keselamatan. Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. terdiri dari: a. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. keselamatan.

dan kearsipan Staf Ahli. e. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. g. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. penelaahan penyiapan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. 33 . penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. c. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. inventarisasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Pengadaan. penyiapan bahan rumusan standar. c. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. norma. terdiri dari: a.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. b. serta pengadaan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. f. penyiapan kegiatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Rencana Kebutuhan. pelaksanaan pengadaan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. e. penyusunan standar. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. kriteria. 35 . d. d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. norma. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pedoman. c.

serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. pengelolaan urusan ketatausahaan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. h. f. satuan kerja. i. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. kearsipan. e. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan rumah tangga. Bagian Umum dan Kepegawaian. g. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. e. b.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. c. terdiri dari: a. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Rencana dan Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja. d. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. d. b. 36 .

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. d. j. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan pengaturan. g. m. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. k. WP & B). 41 . b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana dan program. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. c. i. implementasi Sipeg. h. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. n. pelaksanaan. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP).(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. f. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. l. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting.

g. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. b. e. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. ketersediaan dan infrastruktur sektor. c. e. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. p. pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.o. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. b. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. 42 . Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. menengah dan tahunan berbasis kinerja. d. c. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyusunan statistik. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. f. serta pencadangan strategis. d. evaluasi kebijakan. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. serta data kebutuhan. h. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. f. penyiapan rumusan. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan.

serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. dan terms of condition KKS. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. b.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta penyediaan informasi. e. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. 43 . d. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. f. permasalahan iklim usaha. pengumpulan data potensi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyiapan rumusan. b. penyiapan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. norma. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan pelaksanaan sosialisasi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. g.

h. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. e. d. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta bagi hasil daerah. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). penelaahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. tugas serta induk. f. g. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. retribusi. penelaahan. penyiapan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. i. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. j. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). pajak. tugas serta induk. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pemeriksaan dan pengujian. c. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. serta biaya operasi. pelaksanaan pencatatan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. 44 . serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. norma.

pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. tenaga kerja asing. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. b. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. f. lifting dan target penerimaan. PNBP dan tarif iuran. pelaksanaan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. c. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tenaga kerja asing. pelaksanaan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. 45 . Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. harga minyak mentah Indonesia. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. pajak. retribusi. g. b. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. norma. d.

pemberdayaan produksi dalam negeri. dan kerja sama dalam negeri. rencana penggunaan tenaga kerja asing. serta pengaturan tenaga kerja asing. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. b. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. rencana impor barang operasi. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. i.h. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. fasilitasi lembaga tripartit. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. j. 46 . penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. terdiri dari: a. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penggunaan barang operasi. k.

penelaahan. g. pelaksanaan. d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. penyiapan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. c. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. b. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. 47 . terdiri dari: a. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. b. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. e. penelaahan. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan.c. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. f. f. c. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. d. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. norma. k. f. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. i. e. g. g. e.d. b. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan rumusan standar. kriteria pengelolaan WK. j. pengelolaan WK. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. d. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. pelaksanaan pengumuman WK. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. h. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. c. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. 48 . serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. b. h. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

b. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 49 . norma. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan standar. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. penelaahan. c. terdiri dari: a. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. f. b. b. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penelaahan. penilaian. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. kriteria usaha eksplorasi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. e. d.

penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. kriteria. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. h. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. j. norma. b. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. 50 .Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. penelaahan. g. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. pelaksanaan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. i. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. e. d. b.

pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. norma. penyiapan rumusan standar. g. penyiapan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. b. f. d. kriteria usaha eksploitasi. c. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 51 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. penelaahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penelaahan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. e. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan. tumpang tindih lahan. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. rencana kerja dan anggaran KKS. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi.

i. penelaahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. norma. b. d. h. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan teknis. f. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. c. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. b. 52 . pelaksanaan. e. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. i. b. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Light Petroleoum Gas (LPG). serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. c. Light Natural Gas (LNG). hasil olahan dan bahan bakar lain. g. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. f. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. perumusan pengaturan Penugasan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. bahan bakar lain. d.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. 53 . Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. penelaahan. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Penyediaan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. bahan bakar gas. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. perumusan jenis bahan bakar minyak. e. h. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. d. penyiapan perizinan usaha pengolahan. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. b. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. h. pengelolaan data. bahan bakar lain. e. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. pengelolaan data.j. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar gas. k. e. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan standar. l. f. LNG. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. c. 54 . Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. LPG. d. f. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. j. i.

serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. d. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. f. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. terdiri dari: a. penyiapan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. h. penyiapan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengolahan Gas Bumi.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. 55 . b. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. e. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. pengelolaan data. g. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.

Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. j. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. d. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. c. penelaahan. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan. norma. b. bahan bakar gas dan LPG. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. 56 .i. serta penyiapan penetapan P3JBT. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. kriteria harga bahan bakar. penyiapan rumusan formulasi harga. e. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi.

serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. LPG. f. b. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. kriteria usaha niaga. c. penyiapan. e. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. g. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. i. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan data. penelaahan. b. LNG. d. h. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penyiapan perizinan usaha niaga. pelaksanaan. norma. penelaahan. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. 57 . Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. gas bumi. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. penyiapan. terdiri dari: a. g.f. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. h.

hasil olahan dan bahan bakar lain. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. dan non bahan bakar lainnya. Seksi Niaga Minyak Bumi. d. b. biodiesel. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. penyiapan. petrokimia. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. LNG. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. pelumas. penyiapan norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. kriteria usaha non bahan bakar. penyiapan. b. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. tugas 58 .Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Seksi Niaga Gas Bumi. terdiri dari: a. LPG. e. penelaahan.

pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan non bahan bakar lainnya. 59 . produk.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. kelaikan teknis. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. biodiesel. penelaahan. h. profesi personil. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. f. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. biodiesel. petrokimia. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. e. b. g. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. usaha penunjang. lindungan lingkungan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan. petrokimia. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi.

e. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. f. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.i. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. j. d. h. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. f. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. 60 . b. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. g. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. c. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . e.

instrumentasi. 61 . e. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penelaahan.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. dan penggunaan tenaga teknik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur. K3. c. keselamatan operasi. b. instalasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. f. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. penelaahan. norma. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan.

kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan penggunaan tenaga teknik. norma. K3. b. d. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. keselamatan operasi. e. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. 62 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instrumentasi. pengangkutan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. b. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. c. instalasi. penelaahan.

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. c. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan.f. penelaahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. g. Penyimpanan. pengangkutan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan. terdiri dari: a. pengangkutan. 63 . Penyimpanan. Penyimpanan. Seksi Keselamatan Pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pengangkutan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. serta penjaminan pasca operasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.

evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. terdiri dari: a. 64 . serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pengangkutan. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. dan kriteria usaha penunjang. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. c. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan.d. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. norma. g. b. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. f.

b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. terdiri dari: a. produk. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. g. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. f. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. 65 . pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.d. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. profesi personil. pelaksanaan. penelaahan.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. c. penyusunan standar. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. 67 . Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. kriteria.

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. kearsipan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. c. g. h. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. satuan kerja. b. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. c. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. i. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. d. 68 . Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum.

serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. jaringan. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. b. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. Bagian Umum dan Kepegawaian. g. Subbagian Laporan. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. b. pengelolaan sistem. pelaporan. ketatalaksanaan. d. terdiri dari: a. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. jaringan dan situs informasi.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. 69 . b. situs. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. rapat koordinasi. Bagian Keuangan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. akuntabilitas kinerja. pelaksanaan.

Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. e. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. PBI Direktorat Jenderal. d. terdiri dari: a. b. Pasal 237 Bagian Keuangan. penyiapan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. 70 . evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan. pelaksanaan. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. satuan kerja. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. f. serta penyelesaian kerugian negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelaksanaan informasi. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. c. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pemberian telaahan dan bantuan hukum.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Informasi Hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. penelaahan. c. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan. serta kehumasan. pertimbangan hukum. terdiri dari: a. b. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. f. e. dan Neraca Direktorat Jenderal. laporan pertanggungjawaban keuangan. b. penelaahan. 71 .

dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha. mutasi. c. pertamanan dan perparkiran. 72 . f. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pengurusan formasi. ekspedisi persuratan dinas. telepon. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Subbagian Kepegawaian. g. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan pegawai. pelaksanaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. kebersihan. pemberhentian. c. b. b. e. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. penelaahan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. keamanan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. d. dan Implementasi Sipeg. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.

serta rencana dan program pembangunan berjangka. e. b. evaluasi kebijakan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. rencana pengadaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. persuratan dinas dan kearsipan. h. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. rencana dan program. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). pelaksanaan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. d. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. f. g. rencana dan program. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. 73 . implementasi Sipeg.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi dan asosiasi.

Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. 74 . Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. e. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. b. f. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. e. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. d. serta program pengembangan jaringan transmisi. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. b. c. serta rencana strategis dan RUKN. d.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. g. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250.

c.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. b. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penelaahan. d. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. 75 . b. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. pelaksanaan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik.

penyiapan. penelaahan. penelaahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. pelaksanaan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. b. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. d. f. 76 . serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. b. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. kriteria tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan bahan rumusan standar. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. e. c.

Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rencana. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. d. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. c. 77 . asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penelaahan. penyusunan dokumen perjanjian. Seksi Multilateral dan Regional. multilateral dan regional. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. b. b. penyiapan rumusan rencana dan program. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. lembaga sertifikasi. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

penelaahan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. statistik dan pemetaan tenaga listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. c. e. penyiapan. d. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. b. pelaksanaan pengelolaan data. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. pengolahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. 78 .

i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. c. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. e. c. pembinaan. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. 79 . Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. e. d. serta perlindungan konsumen. f. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. b. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. h. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. g.

evaluasi pelaksanaan pengaturan. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. d. b. b. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.c. d. tugas 80 . serta efisiensi dan transparansi usaha. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta penetapan wilayah usaha. c. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. b. Seksi Pelayanan Izin Usaha. pelaksanaan. norma. penelaahan. f. b. 81 . penyiapan. c. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. b. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. pemberian sanksi. Seksi Pengawasan Izin Usaha.

Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. penyiapan rumusan standar. norma.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penelaahan. terdiri dari: a. d. 82 . Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. e. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. b. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penelaahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. kriteria hubungan komersial. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.

e. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. mempunyai tugas 83 . norma. c. kriteria perlindungan konsumen listrik. penelaahan. penelaahan. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. d. b. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik.

Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. profesi personil. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. g. f. c. lindungan lingkungan. 84 . Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. b. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. kelaikan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. terdiri dari: a. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. i. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. lindungan lingkungan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta pembinaan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. produk. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. d. d. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. f. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. c. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. b. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. h. e. serta penggunaan tenaga teknik. keselamatan dan K3.

penelaahan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. b. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. jenis dan mutu tenaga listrik. b. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. f. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta Rancangan SNI. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. 85 . g. e. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis.

Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. dan K3. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. g. f. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. norma. d. instrumentasi. kalibrasi alat ukur. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. kelaikan peralatan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. 86 . pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. keselamatan operasi. b.

g. c. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penelaahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penelaahan. terdiri dari: a. b. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. d. b. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 87 . Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik.

penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. d. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. c. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. b. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. e. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. 88 . Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308.

e. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. dan kriteria usaha penunjang. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. 89 . Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. produk. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. norma. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. profesi personil. f. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penelaahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

c. e. 90 . energi perdesaan dan konservasi energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Energi Perdesaan. g. f.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. f. Subdirektorat Bimbingan Teknis. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. h. serta rencana dan program energi baru terbarukan. program dan pengaturan pemanfaatan energi. d. b. b. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Konservasi Energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. terdiri dari: a. kriteria pemanfaatan energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. energi alternatif. energi perdesaan dan konservasi energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. c. d. norma.

penyiapan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan. terdiri dari: a. d. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelahaan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Program Pemanfaatan Energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelahaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. 91 . norma. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi.d. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. terdiri dari: a. e. b. b. rencana dan program pengembangan usaha. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. c.

b. rencana dan program. terdiri dari: a. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. e. penyiapan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. d. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. 92 . c.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penelahaan. serta evaluasi atas program konservasi energi. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penelahaan. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penyiapan rumusan standar. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. b. Seksi Penerapan Konservasi Energi. pelaksanaan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma dan kriteria konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. penyiapan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi.

evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Seksi Program Energi Perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. terdiri dari: a. 93 . Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. norma. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pemberdayaan masyarakat. c.. rencana dan program energi perdesaan. rencana dan program. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. penelahaan. b. penelahaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. serta pedoman pengembangan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. b. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.

Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. 94 . serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. c. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. penelahaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. penyiapan. terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi. b. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. b. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penyiapan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. penyusunan standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. batubara. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. batubara dan panas bumi. e. pedoman.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. (2) Direktorat Jenderal Mineral. norma. 96 . pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. kriteria. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara. dan prosedur di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. b. Batubara dan Panas Bumi.

serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. b. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. d. c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. terdiri dari: a. b. e. satuan kerja. 97 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. f. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan urusan ketatausahaan. i.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. dan rumah tangga.

c. akuntabilitas kinerja. e. ketatalaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. d. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan. 98 . Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. f. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. rapat koordinasi. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. pelaporan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. e. terdiri dari: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. g. d. b. pengelolaan sistem. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang.

penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. PBI Direktorat Jenderal. pelaksanaan. situs. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 354 Bagian Keuangan. terdiri dari: a. c. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. 99 . penelaahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan. jaringan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Kekayaan Negara. d. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. f. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. satuan kerja. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352.

pelaksanaan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. laporan pertanggungjawaban keuangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. pelayanan konsultasi hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. c. terdiri dari: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pertimbangan hukum. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan informasi. d. dan Neraca Direktorat Jenderal. 100 . perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta kehumasan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. e. b. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. penelaahan. c. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan.

serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keamanan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penelaahan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. mutasi. pengurusan formasi. g. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. dan Implementasi Sipeg. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penyiapan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. dan kearsipan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. f. 101 . perlengkapan dan rumah tangga. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga. pertamanan dan perparkiran. panas bumi dan air tanah. pengadaan pegawai. kebersihan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. ekspedisi persuratan dinas. d. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. c. pemberhentian. b. telepon. batubara. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penelaahan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan. e. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan.

rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. c. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. panas bumi dan air tanah. batubara. implementasi Sipeg. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subbagian Kepegawaian. wilayah kerja. dan produksi. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. neraca sumber daya wilayah kerja. rencana pengadaan. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. 102 . serta evaluasi atas urusan kepegawaian. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. perumusan kebijakan pengembangan usaha. investasi dan pendanaan. b. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. pelaksanaan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. penelaahan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. dan produksi. serta penetapan wilayah kerja. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. cadangan atau potensi. c. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. b. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. d.

serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. batubara. perumusan perencanaan. batubara. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. f. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan data. pencatatan dan perhitungan PNBP. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. panas bumi dan air tanah. j. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Batubara. d. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. b. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. evaluasi kebijakan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. c. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. rencana dan program di bidang mineral. g. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. c. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. eksplorasi dan operasi produksi. h. panas bumi dan air tanah. e. 103 . d. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. i.

Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. c. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. 104 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan. g. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. batubara. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. b. e. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. serta kerja sama di bidang mineral. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. h. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. batubara. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. b.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Seksi Program Mineral dan Batubara. serta pemantauan pelaksanaan investasi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a.

serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Kontrak Karya (KK). penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. b. penelaahan. panas bumi dan air tanah. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. c. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. d.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Kerja Sama Mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. 105 . batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. penyiapan. batubara. penyiapan rumusan standar. b. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. kriteria pencadangan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. norma. batubara. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. penyiapan. terdiri dari: a.e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. c. f. 106 . penelaahan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral.

Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. panas bumi dan air tanah.e. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Batubara. neraca sumber daya. cadangan dan wilayah kerja. 107 . batubara dan panas bumi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. serta penetapan wilayah kerja. penelaahan. batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. statistik. Batubara. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penelaahan. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. terdiri dari: a. b. Panas Bumi dan Air Tanah. g. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. h. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. f. (2) Seksi Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan potensi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. Seksi Informasi Mineral.

penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. b. d. Batubara dan Panas Bumi. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta bagi hasil daerah. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Seksi Penerimaan Negara Batubara. c. pemeriksaan dan pengujian PNBP. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. 108 . penelaahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan. penyiapan. pelaksanaan pencatatan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. batubara dan panas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. pelaksanaan. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 113 . Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. d. c. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. e. g. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. b. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. f. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. terdiri dari: a.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara.

Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. i. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pengaturan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. h. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. e. pembinaan hubungan komersial panas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Hubungan Komersial Batubara. c. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pelaksanaan. d. g. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. b. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. 114 . serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. b. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. f. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

d. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. b. l. norma. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. k. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. g. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. 115 . Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. b. f. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan rumusan standar. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. terdiri dari: a.j. dan perubahan batas wilayah kerja. serta pengelolaan air tanah. e. f. e. c. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. g.

bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. penelaahan. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi. i. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. c. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. penelaahan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. 116 . e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan fasilitasi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan.

penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. e. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. g. b. f. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. b. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. pelaksanaan. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. 117 . serta pengendalian air tanah. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta pengendalian air tanah. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. c. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. d. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. pelaksanaan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. penelaahan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. c. pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. serta pengelolaan air tanah. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. e. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. b. serta pengendalian air tanah. i. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. d. 118 . Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengendalian Air Tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi.h. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. b. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. penelaahan. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi.

pelaksanaan. 119 . f. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. c. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b. b. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. h.g. e. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Seksi Konservasi Air Tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta ketatausahaan. 120 . Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. batubara dan panas bumi. penelaahan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. b.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan.

j. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. batubara. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. f. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.d. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. e. g. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. serta penggunaan tenaga teknik. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. i. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. K3. terdiri dari: a. lindungan lingkungan. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. d. Batubara dan Panas Bumi. produk. dan panas bumi. profesi personil. h. batubara. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. 121 . kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi.

c. e. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan panas bumi. serta konservasi mineral dan batubara. dan Panas Bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. d. produk. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. profesi personil. penyiapan. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. 122 . (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. pemurnian. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Seksi Standardisasi Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. penelaahan. jenis dan mutu produk. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. f. batubara. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan. Batubara. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. batas wilayah kerja. 123 . Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan konservasi mineral. e. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. f. penyiapan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. b. b. terdiri dari: a.b. serta konservasi mineral dan batubara. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penyiapan. penelaahan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara.

Batubara dan Panas Bumi. e. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. d. Batubara. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. 124 . serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. batubara dan panas bumi. Batubara. batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. i. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan. h. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. f. g. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral.c.

batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. terdiri dari: a. penelaahan. dan Panas Bumi. b. d. pengangkutan. b. c. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. norma. penyimpanan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. f. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keamanan instalasi. 125 . (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan panas bumi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penyiapan. kalibrasi alat ukur. instrumentasi. penyiapan rumusan standar. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Keselamatan Batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Batubara. penimbunan. penelaahan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. panas bumi dan air tanah.

serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. norma. batubara. c. d. f. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. dan Panas Bumi. Batubara. e. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. terdiri dari: a. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 126 . serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. b. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. panas bumi dan air tanah.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 127 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. 128 . d. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat II. e. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. terdiri dari: a. penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. b. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Inspektorat III. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. d. keuangan. Inspektorat IV.

i.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. 129 . koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. k. pengelolaan jaringan dan situs informasi. h. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. e. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. b. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan rumah tangga. pengelolaan urusan tata usaha. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian. kearsipan. g. f. b. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengurusan kepegawaian dan organisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. keamanan. d. j. Kelompok Jabatan Fungsional. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. Bagian Umum dan Keuangan. perlengkapan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan.

penyiapan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. ketatalaksanaan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi. penelaahan. penyajian informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. satuan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. situs. pelaksanaan pengelolaan sistem. rapat koordinasi. pelaporan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pelaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. dan rencana kerja. h. i. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana. Subbagian Penyiapan Laporan. jaringan. pelaporan. g. program kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. b. f. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. c. j. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. e. penelaahan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. 130 . d. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang.

b. Badan Geologi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pelaksanaan analisis. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pelaksanaan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pengolahan. penyiapan. e. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. b. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. analisis hasil pengawasan. d. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. terdiri dari: a. 131 . serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. penelaahan.

c. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Subbagian Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dokumentasi hukum. dan implementasi Sipeg. pertimbangan hukum. pelaksanaan. d. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. bantuan hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penyuluhan. Subbagian Hukum. 132 . serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. b. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan hukum. e. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penyiapan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. terdiri dari: a.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. perpustakaan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. masyarakat dan yustisia. serta pemberian pertimbangan hukum. dokumentasi dan tata naskah. b. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. dokumentasi hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen.

pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. persuratan dinas. j. penelaahan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. perlengkapan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan kehumasan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan implementasi Sipeg. pengurusan penganggaran. g. pelaksanaan keamanan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. pelaksanaan. b. perbendaharaan. perbendaharaan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. i. rumah tangga dan kehumasan. perlengkapan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. b. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. h. d. pelayanan kesekretariatan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan administrasi keuangan. f. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan. serta pengurusan administrasi keuangan. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. dan kearsipan. e. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. c. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. 133 . serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. k.

dan administrasi keuangan. pemeriksaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perumusan laporan hasil pengawasan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. kebersihan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. e. penelaahan. d. perencanaan kebutuhan. 134 .Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. persuratan dinas. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). b. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perlengkapan dan pengadaan. keprotokolan dan kehumasan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas urusan keamanan. pelaksanaan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

139 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

b. terdiri dari: a. c. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan geologi lingkungan. g. c. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. h. Sekretariat Badan Geologi. penelitian dan pelayanan. d. f. b. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pelayanan survei geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. e. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. Pusat Survei Geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. 140 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. d.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pusat Sumber Daya Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei.

Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 141 . serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Keuangan. pelaporan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta perencanaan kerja. c. Bagian Umum. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. d. j. h. b. Bagian Rencana dan Laporan. koordinasi pelayanan administratif Badan. dan rumah tangga. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. ketatalaksanaan. serta pelaksanaan bantuan hukum. e. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. c. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja. d. b.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Bagian Kepegawaian. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. informasi hukum. g. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. f. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. i.

Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. b. penyajian informasi. situs. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. ketatalaksanaan. 142 . c. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penelaahan. satuan kerja. Subbagian Laporan. pelaporan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. f. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengembangan organisasi Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. akuntabilitas kinerja. penyiapan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pengelolaan sistem. penyiapan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. jaringan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. e. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. kepangkatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dan analisis jabatan. e. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. b. kesejahteraan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pelaksanaan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. kepangkatan. serta pengembangan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. pelaksanaan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pemberhentian. serta implementasi Sipeg Badan. pemberhentian. penelaahan. terdiri dari: a. penggajian. kesejahteraan. serta evaluasi atas mutasi. serta implementasi Sipeg. penggajian. serta evaluasi atas perencanaan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengadaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkatan. 143 . serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengurusan perencanaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. b. penyiapan. penyiapan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. d. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai.

Neraca.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penyelesaian kerugian negara. PBI Badan. c. f. dan rumah tangga. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta pengurusan revisi anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. 144 . penelaahan. pelaksanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perlengkapan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. e. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. b. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 517 Bagian Keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Akuntansi. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kearsipan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan.

145 . d. b. Pasal 521 Bagian Umum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penelaahan. bantuan hukum. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. informasi dan dokumentasi hukum. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pengadaan. perlengkapan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. c. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengurusan perlengkapan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Hukum. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. kehumasan. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. terdiri dari: a. distribusi penggunaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan kearsipan. pelayanan kesekretariatan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kesekretariatan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaaan bantuan hukum.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. kebersihan dan keamanan Badan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. dan rumah tangga. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. persuratan dinas. kearsipan. penyiapan. f. perpustakaan. b. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. rencana kebutuhan dan pengadaan.

inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. e. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. dan kepegawaian Pusat.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. c. penyelidikan. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. 146 . i. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. b. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga. j. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. gambut. d. c. pengelolaan ketatausahaan. dan panas bumi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pemetaan tematik potensi. batubara. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penyelidikan. mineral. serta rancang bangun dan pemodelan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. Bidang Informasi. penyusunan neraca sumber daya geologi. e. Bagian Tata Usaha. h. Bidang Sarana Teknik. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. d. Bidang Program dan Kerja Sama. b. keuangan. rekayasa teknologi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. g. bitumen padat. perumusan rencana dan program. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi.

pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keuangan. keamanan. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. pengembangan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. 147 . e. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta akuntansi. pengangkatan.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. 148 . pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. penelaahan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. f. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama pelayanan jasa.d. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. b. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pelaksanaan. c.

serta pemutakhiran basis data. penganggaran. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Kerja Sama. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 149 . penelaahan. dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan sosialisasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. Pasal 540 Bidang Informasi. jaringan dan situs informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. penelaahan. d. b.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Program. terdiri dari: a. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. b. serta pengelolaan perpustakaan.

dokumentasi. j. dan kepegawaian Pusat. pelaksanaan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. operasi perangkat lunak. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. sistem. administrasi keuangan. dan rekayasa teknologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan gerakan tanah. i. g. gempa bumi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. rumah tangga. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pemodelan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. b. pelaksanaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. dan gerakan tanah h. f.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan ketatausahaan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sesar aktif. serta pos pengamatan gunung api. perpustakaan. 150 . d. penelaahan. gempa bumi. serta rancang bangun. tsunami. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. sosialisasi. tsunami. e.

Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. l. terdiri dari: a. b. pemelaahan. 151 . dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta perpustakaan. pengembangan. pengurusan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.k. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. d. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi pelaksanaan penelitian. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. e. keuangan. Bagian Tata Usaha. kearsipan. penyelidikan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. d. c. pelaksanaan pengelolaan sarana. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. c. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. kebersihan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengangkatan. Kelompok Jabatan Fungsional. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah.

terdiri dari: a. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pemelaahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. pengurusan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penetapan status. penelaahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. administrasi keuangan. d. pelaksanaan penyelidikan geofisika. c. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. geokimia dan deformasi. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan. b. 152 . (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api.

Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. c. d. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. b. b. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. 153 .Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gerakan tanah dan tsunami.

c. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. 154 . f. terdiri dari: a. gerakan tanah dan tsunami. penyiapan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelidikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penelaahan. e. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. d. b. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penelaahan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyiapan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara.

k. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. j. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. rekayasa teknologi. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. g. Bidang Informasi. administrasi keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi penyelenggaraan penelitian. keuangan. penyelidikan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengurusan perencanaan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengembangan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. Bidang Sarana Teknik. Kelompok Jabatan Fungsional. pengangkatan. e. h. terdiri dari: a. d. d. 155 . pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. b. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. c. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. e.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. f. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. i. geologi teknik dan air tanah. b. dan pengelolaan tata ruang. geologi teknik dan air tanah. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian Pusat.

penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. f. terdiri dari: a. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 156 . penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. b.c. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta akuntansi. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. b. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. keamanan. keuangan. d.

Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. d. b. pelaksanaan. 157 . serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Sarana Penyelidikan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. penelaahan. e. terdiri dari: a. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Laboratorium.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. b. Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program.

Pasal 578 Bidang Informasi. b. c. d. pelakanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. penelaahan. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta operasi perangkat lunak informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. jaringan dan situs informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 . penganggaran. dokumentasi dan publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.

pengelolaan ketatausahaan. 159 . dokumentasi. sosialisasi. k.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. geofisika. l. inventarisasi hasil survei. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. sistem. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. e. b. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. c. rumah tangga. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. geokimia. d. operasi perangkat lunak. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pelaksanaan. penelitian dan penyelidikan geologi. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. g. dan kepegawaian Pusat. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. geomorfologi. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. pemetaan. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rekayasa teknologi. m. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pemetaan dan penelitian geologi. penelaahan. pelayanan jasa survei. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. h. tektonik. pemetaan geologi. j. evaluasi pelaksanaan penelitian. perpustakaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. i.

terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. c. Bidang Sarana Teknik. pengangkatan. serta akuntansi. Bidang Program dan Kerja Sama. keuangan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keuangan. 160 . Pasal 585 Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. Bagian Tata Usaha. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bidang Informasi. pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. e. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

e. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. d. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. Subbidang Sarana Penyelidikan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Laboratorium. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. 161 . pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. f. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

penyiapan. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. Subbidang Program. b. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. pengelolaan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. d. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. 162 . serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. c. serta rencana strategis berbasis kinerja.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. e. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penganggaran.

Pasal 597 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 163 . Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dokumentasi dan publikasi. b. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. d. jaringan dan situs informasi. sosialisasi. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. dokumentasi. operasi perangkat lunak. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta pengelolaan perpustakaan. perpustakaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. b. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta operasi perangkat lunak informasi. sistem.

serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Perekayasa. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. 164 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

perumusan kebijakan penyelenggaraan. f. c. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. g. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. b. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. 165 . serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. e. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. mineral batubara. panas bumi.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. kearsipan. informasi hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. e. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. serta perencanaan kerja. dan rumah tangga. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. g.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. h. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. f. d. 166 . penganggaran dan kegiatan satuan kerja. e. b. d. terdiri dari: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. serta pelaksanaan bantuan hukum.

penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. pelaporan. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. e. j. jaringan dan situs informasi.i. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. terdiri dari: a. Subbagian Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. ketatalaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. 167 . Bagian Keuangan. c. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem. b. e. ketatalaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Umum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Kepegawaian. pelaporan. g. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional.

pengembangan. dan analisis jabatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. satuan kerja. b. 168 . penelaahan. penelaahan. d. pemberhentian. terdiri dari: a. serta implementasi Sipeg. penyajian informasi. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c. serta penyempurnaan organisasi Badan. pengadaan. pengurusan perencanaan. situs. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Subbagian Pengembangan Pegawai. kesejahteraan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penggajian. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. penyiapan. penyiapan. c. pelaksanaan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. jaringan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta pengembangan organisasi Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. e.

kesejahteraan. penelaahan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. serta penyelesaian kerugian negara. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. perhitungan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas perencanaan. pengembangan. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. f. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta pengurusan revisi anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PBI Badan. Subbagian Akuntansi. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 618 Bagian Keuangan. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. Subbagian Perbendaharaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas mutasi. pengangkatan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta implementasi Sipeg Badan. penelaahan. e. penelaahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan pemberhentian. 169 . implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan.

(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. Neraca. penelaahan. b. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta pengurusan perlengkapan. pelayanan kesekretariatan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pengadaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. c. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. pelaksanaaan bantuan hukum. kehumasan. penelaahan. dan rumah tangga. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. b. c. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 622 Bagian Umum. pelaksanaan. d. dan kearsipan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan revisi anggaran Badan. Subbagian Hukum. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. persuratan dinas.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan. penyelesaian kerugian negara. 170 . dan pemeliharaan barang inventaris. distribusi penggunaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. f. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan rumah tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. perpustakaan. kearsipan. informasi dan dokumentasi hukum. kearsipan.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. 171 . penyiapan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta keprotokolan dan upacara Badan. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kesekretariatan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. kebersihan dan keamanan Badan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. g. b. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. bantuan hukum. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. persuratan dinas dan kearsipan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. d. f. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rencana kebutuhan dan pengadaan. penelaahan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624.

Kelompok Fungsional. Bidang Program. kebersihan. terdiri dari: a. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. serta pelaksanaan keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. c. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. c. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. administrasi keuangan. terdiri dari: a. 172 . pengelolaan ketatausahaan. b. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. i. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Afiliasi. Bagian Tata Usaha. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. d. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.h. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. serta pengadaan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana. d. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. keamanan. 173 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. e. penyediaan bahan baku. dan kebersihan Pusat. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeliharaan sarana kerja. b. Subbidang Pengembangan Sarana.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta analisis. evaluasi. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. b. penyiapan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. 174 . Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. c. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 637 Bidang Program.

b. 175 . Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. d. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan kepegawaian Pusat. e.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi keuangan. h. i. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. 176 . pelaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f.

177 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. b. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. keamanan. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengurusan perencanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. keuangan. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. serta pengadaan. Bidang Program. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. d. Bagian Tata Usaha. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. keuangan. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi. pengangkatan. pengembangan. d.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". e.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 178 . (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. penyiapan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. c. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. d. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. e. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana.

penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 656 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. evaluasi. penyiapan. 179 . rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654.

dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengelolaan sistem. e. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. pelaksanaan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. terdiri dari: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 180 . pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. penelaahan. d. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Informasi dan Publikasi.

terdiri dari: a. Bidang Afiliasi. pengelolaan ketatausahaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Kelompok Fungsional. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. 181 . h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. c. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. i. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. dan kepegawaian Pusat. f. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. rumah tangga. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. d. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. g. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. b.

pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. perbendaharaan dan akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta pengadaan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keamanan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pengembangan. keuangan. e. serta pelaksanaan keamanan. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemeliharaan sarana kerja. pengangkatan. dan kebersihan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. d. 182 . b.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. penelaahan. d. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. 183 .

b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. c.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. penelaahan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 675 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta analisis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. 184 . penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. evaluasi. b. terdiri dari: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi.

administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 185 . pelaksanaan pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelaksanaan. pelaksanaan. jaringan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. e. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. d. pelayanan jasa teknologi. penelaahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. b. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. g. j. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. e. i. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. b. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Program. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. h. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. geokimia. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. keuangan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Bidang Afiliasi. dan geofisika kelautan. rumah tangga. administrasi keuangan. terdiri dari: a. c. Kelompok Fungsional. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. 186 . serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. f. c. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat.

b. keamanan. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengadaan. b. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengangkatan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. perbendaharaan dan akuntansi. serta pelaksanaan keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. pemeliharaan sarana kerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. dan kebersihan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 187 . pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. c. perencanaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran.

jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. penyediaan bahan baku. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. terdiri dari: a. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 188 . pengelolaan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyediaan bahan baku. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. e. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pengelolaan.c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

d. serta analisis. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.c. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Pasal 694 Bidang Program. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 189 . rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. b. evaluasi. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. terdiri dari: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. terdiri dari: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. 190 .d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. pelaksanaan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. penelaahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelayanan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. e. b. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Perekayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

h. d. geologi. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. b. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. batubara. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. perumusan kebijakan penyelenggaraan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. f. g.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. c. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. 192 . e.

penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. 193 . serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. h. i. b. g. c. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. e. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. e. pembinaan kerja sama. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. satuan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. d.

penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta perencanaan kerja. kearsipan. h. k. d. akuntabilitas kinerja. c. dan rumah tangga. Bagian Kepegawaian. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. l.j. b. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Bagian Umum. Pasal 708 Sekretariat Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. penganggaran. pelaporan. d. g. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. akuntabilitas kinerja. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Keuangan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Rencana dan Laporan. 194 . terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. e. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. f. pelaporan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan.

Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. d. pengadaan. pengurusan perencanaan. kesejahteraan. pemberhentian. penyiapan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penganggaran. pelaksanaan. e. b. penggajian.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. b. 195 . kepangkatan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. akuntabilitas kinerja. serta pengembangan organisasi Badan. c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Kerja Sama. c. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. jaringan dan situs informasi Badan. terdiri dari: a. pengembangan. dan sistem. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. perencanaan kerja. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. serta implementasi Sipeg. penyiapan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. prosedur kerja. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. dan analisis jabatan. serta evaluasi atas laporan berkala. penelaahan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Subbidang Kilang.. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penyiapan. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. produk kilang. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. b. pelaksanaan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. c. d. 200 . kontrol kualitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Subbidang Utilitas. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan. Subbidang Bengkel. d. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. 201 . pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan dan pemanfaatan. pelayanan jasa. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. Subbidang Laboratorium. b. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. c. b. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel.

Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. kriteria dan prosedur. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. pelaksanaan. g. norma. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pedoman. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta kepustakaan. pelaksanaan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kerja sama. b. standar. e. 202 . pengelolaan kepustakaan. f. penyiapan penyelenggaraan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

pemberian pelayanan jasa. e. pengelolaan ketatausahaan. Batubara. norma. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. pedoman. i. f. e. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. h. g. d. d. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. 203 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. b. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. kearsipan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Sarana Teknis. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. c.

organisasi. dokumentasi dan tata naskah. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. kehumasan dan keprotokolan. perbendaharaan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. kearsipan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. d. kearsipan. c. serta hukum. ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. akuntansi. 204 . (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

pelaksanaan. c. rencana pengembangan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penggunaan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. e. b. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. penelaahan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penelaahan. 205 . d. pelaksanaan. norma. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.c. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Subbidang Pengembangan Sarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemeliharaan. penyiapan rumusan standar. Subbidang Pengoperasian Sarana. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.

penelaahan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. terdiri dari: a. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 206 . pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. penyiapan rumusan standar. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. d. dan prosedur. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. f. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.d. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pedoman. penyiapan. kerja sama dan sistem. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. norma. pelaksanaan.

pemberian pelayanan jasa. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. prosedur. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penyusunan standar. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pedoman. norma. terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. norma. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. c. penyiapan penyelenggaraan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penyusunan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 207 . serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pedoman. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. f. penyiapan penyelenggaraan. penelaahan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. penelaahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. kriteria dan prosedur. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur. e. pelaksanaan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. perbendaharaan. Bagian Tata Usaha. d. organisasi dan ketatalaksanaan. d. 208 . dokumentasi dan tata naskah serta hukum. kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. b. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. b. e. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. kehumasan dan keprotokolan. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. pengelolaan ketatausahaan.g. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766.

penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. 209 . akuntabilitas kinerja. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. e. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. kerja sama. terdiri dari: a. norma. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. dan sistem. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. d. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. c. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Perencanaan. penyiapan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. jaringan dan situs informasi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

d. terdiri dari: a. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. 210 . penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. promosi. kriteria dan prosedur. Subbidang Sarana dan Prasarana. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan. c. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Subbidang Pelatihan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama. pedoman. pelaksanaan. kerja sama. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. norma. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pelaksanaan. g. d. Bidang Pelatihan dan Sarana. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. prosedur. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pedoman. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. h. d. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. e. 211 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. f. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pemberian pelayanan jasa. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. norma.

b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. b. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. hukum. organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. e. c. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan. 212 . dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perbendaharaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kehumasan dan keprotokolan. akuntansi. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. d.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781.

kerja sama. norma. norma dan kriteria. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. d. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penelaahan. pelaksanaan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. e. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas standar. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Perencanaan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. 213 . penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. b. c. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

Subbidang Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. d. 214 . (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. terdiri dari: a. e. penelaahan. b. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. kerja sama. b. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan. promosi.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

terdiri dari: a. c. 216 . Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. d. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. e. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. b. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan.

dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. h. b. 217 . perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. c. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. i. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. k. f. d. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. j. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta neraca energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. g. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral.

d. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta kearsipan Bakoren. dukungan operasi kerja. b. Subbagian Tata Usaha Bakoren. c.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. c. e. serta kearsipan Pusat. c. pelaksanaan urusan tata usaha. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. rumah tangga. Bidang Kajian Strategis. terdiri dari: a. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. 218 . d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaporan dan tata persuratan. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. b. Subbagian Tata Usaha Data Nasional.

penyiapan norma. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. b. 219 . standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. k. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. i. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. e. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. h. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. l.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. g. persuratan dinas dan kearsipan. j. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. c.

d. penyusunan rumusan norma. b. penelaahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penyiapan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. e. c. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. b. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. penelahaan. ketenagalistrikan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. f. 220 . pelayanan data dan informasi.

d. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. b. f. Subbidang Kajian Strategis Energi. pelaksanaan. penelahaan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. bitumen padat. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. c. 221 . serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. gambut. e. air tanah dan kegeologian.

serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. 222 . (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing.

yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. dengan lingkup meliputi personil. 223 . organisasi. dan akuntabilitas kinerja Departemen. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dan keselamatan umum. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dokumentasi. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. peralatan. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. peraturan perundang-undangan. penganggaran. regulasi ekonomi dan keteknikan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. standardisasi teknis.a kepada pejabat eselon I. perencanaan kerja. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan.

Direktur. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.a. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.a. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Kepala Bagian. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.b. Inspektur. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Direktorat Jenderal. 224 . Kepala Pusat.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur Jenderal. Direktur Jenderal. (3) Kepala Biro.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XIV ESELON. Inspektur Jenderal.

diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.d. 225 . (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. X. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

susunan organisasi. 226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. b. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. c. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful