MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b. 5 . Departemen lain. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Umum. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. koordinasi kegiatan Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Biro Keuangan. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kementerian Negara. b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. dan lembaga lain yang terkait. e. d. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. d. c.

sosialisasi kebijakan pembangunan. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. 6 . menengah dan tahunan. d. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. k. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. c. b. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. b. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. e. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. perumusan kebijakan pembangunan. Bagian Kerja Sama. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. rencana dan program kerja dan anggaran. Bagian Perencanaan Anggaran. evaluasi kebijakan pembangunan. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta kerja sama. rencana dan program kerja. i.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta perumusan akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. serta rencana strategis. rencana anggaran. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. dan rencana anggaran. j. serta pengelolaan kerja sama Departemen. l. rencana pembangunan jangka panjang. c. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. f. penyusunan harga satuan. terdiri dari: a. serta pengelolaan kerja sama Departemen. g. h. Bagian Analisis dan Evaluasi. d. rencana kerja dan anggaran. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

b. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. 7 . b. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penelaahan. d. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penelaahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan rumusan norma. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. penyusunan rumusan RK-KL. Inspektorat Jenderal. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. standar dan kriteria rencana kerja. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penelaahan. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. f. Menengah dan Tahunan Departemen. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. e. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja.

dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. d. norma. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. kriteria perencanaan anggaran. penelaahan. dan Badan Geologi. f. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. e. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. b. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. dan 8 . Subbagian Penganggaran Penunjang. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen.

RKA-KL. tahunan dan rencana strategis. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. g. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. e. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. kriteria akuntabilitas kinerja. norma. b. 9 . c. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. d. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. f. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. menengah. h. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penelaahan. Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan sidang. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen.

evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. f. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. dan Badan Geologi. serta kerja sama asosiasi. norma. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. 10 . serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. h. penelaahan. g. Batubara. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Inspektorat Jenderal. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. b. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. e.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. d. kriteria kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Panas Bumi. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. penyiapan. penelaahan.

disiplin. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. pemensiunan. pembinaan mutasi. pengadaan. dan penilaian kinerja pegawai. 11 . penelaahan. dan kesejahteraan pegawai. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. e. perencanaan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c. Subbagian Kerja Sama Bilateral. kepangkatan. b. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). terdiri dari: a. pengembangan organisasi dan tata laksana. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. jabatan struktural dan fungsional. penempatan dan pengembangan pegawai. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. d.

d. g. penyiapan rumusan standar. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bagian Mutasi Pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. b. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). penyusunan rencana formasi. penyiapan rumusan rencana. pengadaan. d. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. c. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengelolaan sistem informasi pegawai. f. g. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. c. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. e.f. e. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. serta standardisasi kompetensi jabatan. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. serta kartu PNS. k. i. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. evaluasi pembinaan kepegawaian. Bagian Data dan Informasi Pegawai. norma. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pola dan pengembangan karir pegawai. 12 . j. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.

dan penugasan pegawai ke luar negeri. pemberhentian dan disiplin. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. i. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. terdiri dari: a. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. penelaahan. 13 . serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penyiapan. Subbagian Pengembangan Karir. serta kesejahteraan pegawai Departemen. b. urusan tugas belajar dan izin belajar. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. kompetensi pegawai. kepangkatan. j. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. dan Kartu PNS Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. penelaahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. penyiapan. c. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pengelolaan administrasi tugas belajar. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan.h. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis. pemindahan.

dan penarikan kembali pegawai. pemindahan. cuti. pelaksanaan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. kepangkatan. serta kesejahteraan pegawai. g. dan Bapertarum. pemindahan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dipekerjakan. e. k. 14 . penelaahan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. kepangkatan. pengangkatan kembali. i.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pemberhentian. serta kesejahteraan pegawai Departemen. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. c. h. dan penilaian angka kredit. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. j. d. Askes. c. f. penyiapan standar. terdiri dari: a. penarikan kembali. serta Kartu Istri. pembebasan sementara. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. Taspen. pelaksanaan disiplin pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. pelaksanaan pemindahan pegawai. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan kepangkatan. kriteria mutasi pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. Kartu Suami. b. pemberhentian. norma. b. pemindahan. pemberhentian dan disiplin. dipekerjakan. pelaksanaan kesejahteraan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. perbantuan. perbantuan. dan penilaian prestasi pegawai.

dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Daftar Urut Kepangkatan. disiplin. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Kartu Suami. g. penyusunan laporan kekuatan pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. 15 . b. jabatan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penghargaan. pengadaan pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. penggajian. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Kartu Istri. penghargaan. pemberhentian dan pemensiunan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penelaahan. penilaian angka kredit. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pemindahan. kepangkatan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pelaksanaan. pemberhentian. penyiapan. pelayanan kesehatan. i. f. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. penelaahan. Bapertarum pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. Askes. dan administrasi lembaga tripartit. h. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. dan daftar riwayat hidup pegawai. Taspen. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian.

pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. d. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelaksanaan. pelaksanaan. norma. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penelaahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. jabatan. penghargaan. pemindahan. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pengembangan organisasi. 16 . pelaksanaan. penelaahan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. pemberhentian. kepangkatan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi. c. penggajian. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengadaan pegawai. b. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penyiapan rumusan standar. e. klasifikasi dan peta jabatan. terdiri dari: a. c.

Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kelembagaan. standardisasi kompetensi jabatan. analisis beban kerja.f. penelaahan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pola hubungan kerja. c. penelaahan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pengembangan. pengembangan. penelaahan. pengembangan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. perbendaharaan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. peta jabatan. Subbagian Tata Laksana. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. g. h. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. 17 . (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

laporan realisasi anggaran. i. Bagian Pendapatan dan Belanja. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. h. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. j. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. serta pelaksanaan akuntansi. e. serta bimbingan teknis perbendaharaan. g. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. b. penyelesaian kerugian negara. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. c. e. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. 18 . k. terdiri dari: a. Bagian Perbendaharaan. pembinaan inventarisasi. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. d. Bagian Kekayaan Negara. l. Pasal 49 Biro Keuangan.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. Bagian Akuntansi. perbendaharaan. serta Neraca Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. dan implementasi sistem akuntansi. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. d. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. administrasi keuangan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. kekayaan negara dan akuntansi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pembinaan perbendaharaan. serta nota keuangan. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. c.

Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. c. evaluasi tarif dan revisi PNBP. norma. penyiapan. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan target. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. pelaksanaan. terdiri dari: a. f. k. Subbagian Anggaran Belanja. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penelaahan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. Subbagian Anggaran Pendapatan. i. e. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. h. d. j. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. c. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. 19 . g.

mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. d. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. 20 . Badan Geologi. b. c.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. f. Inspektorat Jenderal. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. dan pengelolaan SPM. b. g. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. c. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penelaahan.

b. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. 21 . dan bidang minyak dan gas bumi. c. penelaahan. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. b. terdiri dari: a. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. e. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. g. norma. tuntutan perbendaharaan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. ganti rugi. penelaahan. f.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. c.

c. e. Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. rekonsiliasi. norma. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. f. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. b. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 22 . b. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. c. Pasal 64 Bagian Akuntansi. penyiapan rumusan standar. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Badan Geologi. d. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. terdiri dari: a. g.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. pelaksanaan verifikasi. penelaahan. Subbagian Penyiapan Neraca. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT).

penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. bantuan hukum. Neraca. h. d. g. dan implementasi SAI Departemen. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. konsolidasi. f. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. equitas dana. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA).Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan bantuan hukum. dan implementasi SAAT Departemen. b. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan penyelesaian kasus hukum. penelaahan. c. pengelolaan dokumentasi. 23 . serta evaluasi atas pembukuan aset. pelaksanaan. pelaksanaan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. bantuan hukum dan kehumasan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. rekonsialiasi. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta kehumasan. kewajiban. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta hubungan masyarakat Departemen. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. serta program legislasi dan regulasi. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. e. serta pelaksanaan kehumasan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). verifikasi anggaran.

terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. c. evaluasi peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. d.i. j. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. d. 24 . Bagian Bantuan Hukum. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. e. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. c. Bagian Hubungan Masyarakat. b. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. dan bantuan hukum. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Penelaahan Hukum. penelaahan. b. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. e. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan.

penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan rumusan standar. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penelaahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. h. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. penyiapan. kriteria kontrak atau perjanjian. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. f. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. d. 25 . g. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. dan unsur unit penunjangnya. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi.

Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. penyiapan. b. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. e. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. b. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. dan unsur unit penunjangnya. c. penelaahan. penyiapan. f. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. norma. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 26 .

pelaksaaan. norma. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. f. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. serta monitoring dan analisis berita. d. penelaahan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. pelaksaaan. c. c. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. pelaksaaan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. konferensi pers. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. 27 . Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. penelaahan. e. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. dan unsur unit penunjangnya. b. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

rumah tangga Sekretariat Jenderal. monitoring dan analisis berita Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. Subbagian Publikasi. peliputan dan perekaman kegiatan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. j. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penerbitan.g. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. konferensi pers. b. pelaksanaan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. c. pameran Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. h. i. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. penelaahan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. abstrak peraturan perundang-undangan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. 28 . Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. dan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan peliputan.

penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. pengelolaan keamanan dan keselamatan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Staf Ahli. d. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Bagian Tata Usaha. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. c. h. perlengkapan dan pengadaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. g. j. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. tugas 29 . tata persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. e. c. Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. d. b. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. terdiri dari: a. f. Pasal 87 Biro Umum. Bagian Perlengkapan. i. pengadaan. tata persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. pengelolaan rumah tangga. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. f. e. tata usaha dan kearsipan.

pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. c. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. c. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. f. b. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. d. terdiri dari: a. pelantikan. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyiapan penyelenggaraan rapat. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Medan Merdeka Selatan 18. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. b. e. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen.

(3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penjadwalan kegiatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. f. 31 . Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. norma. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. dan ekspedisi surat dinas. c. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. penelaahan. persuratan dinas. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. b. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. c. Subbagian Kearsipan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen.

Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. b. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. 32 . dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. keselamatan. d. Kepala Biro dan Kepala Pusat. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. c. f. M. keamanan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. b.H. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. c. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. keselamatan. e. Jakarta Pusat). distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan.

e. kriteria perlengkapan. norma. d. c. Subbagian Pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. f. b. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. g. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Rencana Kebutuhan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengadaan. inventarisasi. penelaahan penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. serta pengadaan. penyiapan bahan rumusan standar. dan kearsipan Staf Ahli. 33 . penyiapan kegiatan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa.

yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. pedoman. penyusunan standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. c. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. kriteria. b. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. 35 . Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

b. Kelompok Jabatan Fungsional. e. satuan kerja. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. b. i. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. 36 .Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. d. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. pelaporan. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. h. Bagian Keuangan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. e. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. kearsipan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

e. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. j. WP & B). perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. l. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. m. penelaahan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. i. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. d. c. pelaksanaan. n. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. implementasi Sipeg. rencana dan program. perumusan pengaturan. 41 . perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. f. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. b. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. k. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. serta perhitungan bagi hasil. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja.

42 . norma. terdiri dari: a. b. e. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. f.o. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. c. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. penyusunan statistik. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. e. p. serta pencadangan strategis. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. h. b. g. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. c. serta data kebutuhan. d. d. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. f.

(2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan pelaksanaan sosialisasi. dan terms of condition KKS. penelaahan. pengumpulan data potensi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. g. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. penelaahan. c. b. norma. permasalahan iklim usaha. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. f. terdiri dari: a. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. serta penyediaan informasi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. 43 . Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama.

penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. b. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. j. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. pajak. tugas serta induk. pemeriksaan dan pengujian. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). retribusi. f. 44 . serta biaya operasi. penelaahan. c. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. norma. d. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. i. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. tugas serta induk. pelaksanaan pencatatan. g. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. h. penyiapan rumusan standar. e. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta bagi hasil daerah. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP.

penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan. b. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. harga minyak mentah Indonesia. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. tenaga kerja asing. g. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pajak. penelaahan. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. 45 . serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. c. tenaga kerja asing.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. e. lifting dan target penerimaan. penyiapan rumusan. d. PNBP dan tarif iuran. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. f. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. retribusi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing.

pelaksanaan. i. 46 . pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penyiapan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. fasilitasi lembaga tripartit. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. b. penyiapan. b. rencana impor barang operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. k. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penggunaan barang operasi. pelaksanaan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. serta pengaturan tenaga kerja asing. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi.h. dan kerja sama dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. rencana penggunaan tenaga kerja asing. j. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. terdiri dari: a. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan.

b. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi.c. Seksi Multilateral dan Regional. penelaahan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. f. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. e. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. serta kerja sama Pemerintah Daerah. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. g. d. penelaahan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. 47 . Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyiapan. c. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. pelaksanaan. terdiri dari: a.

l. f. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. i. pengelolaan WK. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). f. h. e. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. norma. 48 . penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pengelolaan WK. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan rumusan standar. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. g. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. h. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. k. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. d. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. c. c. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. d. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengumuman WK. Kelompok Jabatan Fungsional. f.d. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. Subdirektorat Wilayah Kerja. b. e. e. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja.

Seksi Penawaran Wilayah Kerja. b. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penelaahan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. 49 .Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. terdiri dari: a. c. pelaksanaan. d. norma. b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. kriteria usaha eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. e. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. f. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penilaian. b.

c. j. b. kriteria. i. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. f. norma.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. pelaksanaan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penelaahan. e. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. 50 . pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. penelaahan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. d. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. b. penyiapan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. h. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi.

serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penelaahan. e. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. c. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penyiapan. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. b. 51 . pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. d. norma. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. penelaahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan rumusan standar. g. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. b.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. kriteria usaha eksploitasi. tumpang tindih lahan.

penyiapan rumusan standar. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. c. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. h. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 . norma. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. penyiapan. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. d. i. b. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. g. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan pembinaan teknis.

perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. i. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. bahan bakar lain. f. c. b. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. 53 . pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan Penugasan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Penyediaan. pelaksanaan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. bahan bakar gas. hasil olahan dan bahan bakar lain. d. penelaahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Light Petroleoum Gas (LPG). Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Light Natural Gas (LNG). g. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. penelaahan. e. perumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h.

i. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. b. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. LNG. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. e. f. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. d. penyiapan rumusan standar. penyiapan perizinan usaha pengolahan. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. bahan bakar lain. 54 . d. h. bahan bakar gas. j. l. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. c. norma. k. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. b. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak.j. LPG. terdiri dari: a. f. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. c. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. g.

penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. b. c. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. e. f. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. d. penelaahan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. g. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. h. norma. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 55 .

hasil olahan dan bahan bakar lain. norma. b. bahan bakar gas dan LPG. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. j. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 56 . b. serta penyiapan penetapan P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penelaahan. penyiapan rumusan formulasi harga. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi.i. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. e. d. penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penyiapan rumusan standar. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kriteria harga bahan bakar. c. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi.

f. penyiapan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. kriteria usaha niaga. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. pelaksanaan. b. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. norma. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. i. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. gas bumi. c. penyiapan perizinan usaha niaga. d. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. LNG. pengelolaan data. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. e. penyiapan. h. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. b.f. g. g. h. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. LPG. 57 .

penelaahan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. terdiri dari: a. Seksi Niaga Minyak Bumi. LNG. pelumas. biodiesel. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. f. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan norma. hasil olahan dan bahan bakar lain. kriteria usaha non bahan bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. penelaahan. d. petrokimia. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. LPG. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. tugas 58 . c. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. dan non bahan bakar lainnya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. b. b.

perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. kelaikan teknis. penyiapan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. produk. kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. e. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. g. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. usaha penunjang. h. dan non bahan bakar lainnya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. dan non bahan bakar lainnya. profesi personil. biodiesel. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. lindungan lingkungan. b. penelaahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. petrokimia. penyiapan. 59 . biodiesel. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. serta penggunaan tenaga teknik. petrokimia. c.

e. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. j. g. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. c. e. d. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. d. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. f. 60 . Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. f. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. h. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait.i. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. c. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.

61 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan. keselamatan operasi. instrumentasi. c. penelaahan. b. f. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. K3. d. e. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. g. terdiri dari: a. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. dan kalibrasi alat ukur. b. instalasi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.

penyiapan rumusan standar. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. b. 62 . c. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengangkutan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instalasi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. e. dan penggunaan tenaga teknik. terdiri dari: a.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. K3. norma. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. instrumentasi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pelaksanaan.

penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penjaminan pasca operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. b. terdiri dari: a. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. b. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. g. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. pengangkutan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. 63 .f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. pengangkutan. Penyimpanan. Penyimpanan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f.d. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. pengangkutan. b. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. 64 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. norma. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan kriteria usaha penunjang.

pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. g. b. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 65 . Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. f. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e.d. produk. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. profesi personil.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. pedoman. c. norma. d. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. e. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. 67 . pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. b. kriteria. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. e. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. c. g. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. kearsipan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. f. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. e. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 68 . b. b. satuan kerja. i.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara.

penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. g. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. Bagian Keuangan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. 69 . akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. b. c. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. f. b. b. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. rapat koordinasi. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. c. situs. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. e. c. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. akuntabilitas kinerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.

Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. terdiri dari: a. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. b. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. d. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Perbendaharaan. satuan kerja. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. PBI Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. 70 . serta pengurusan revisi anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. b. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penyiapan. e.

Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan informasi. d. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. c. dokumentasi dan sosialisasi hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelayanan konsultasi hukum. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. penyiapan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. b. pelaksanaan. f. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. 71 . (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. b. laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. serta kehumasan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Subbagian Informasi Hukum. pertimbangan hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi.

pelaksanaan urusan kesekretariatan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan. pengadaan pegawai. c. perlengkapan dan rumah tangga. 72 . Subbagian Tata Usaha. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. b. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. dan Implementasi Sipeg.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. b. penelaahan. keamanan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. kebersihan. mutasi. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. c. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. f. perlengkapan dan rumah tangga. g. dan kearsipan. ekspedisi persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pemberhentian. pertamanan dan perparkiran. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. telepon. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.

penelaahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. rencana dan program. pelaksanaan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. e. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. f. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. evaluasi kebijakan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. b. 73 . d. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. rencana pengadaan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. h. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. c. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. persuratan dinas dan kearsipan. implementasi Sipeg.

evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. c. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. b. e. serta rencana strategis dan RUKN. f. d. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. b. 74 . penyiapan rumusan rencana jangka panjang. serta program pengembangan jaringan transmisi. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. c.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. menengah dan tahunan tenaga listrik. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. b. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. g. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. d. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a.

penyiapan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan. d. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. b. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. 75 . Seksi Investasi Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penyiapan. b. penelaahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan.

penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. f. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. 76 . Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. b. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. d. b. penyiapan. penelaahan. c. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. norma. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258.

77 . program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyusunan dokumen perjanjian. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. lembaga sertifikasi. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. multilateral dan regional. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. c. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. b. evaluasi pelaksanaan rencana. Seksi Multilateral dan Regional. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri.

serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penelaahan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. pengolahan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. e. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. d. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. b. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. b. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan. 78 . pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. pelaksanaan pengelolaan data. c.

Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. b. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. b.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. c. c. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. f. e. serta perlindungan konsumen. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. d. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. h. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. 79 . Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. i. g. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik.

serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . serta penetapan wilayah usaha. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta efisiensi dan transparansi usaha. pelaksanaan. penelaahan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d.c. penelaahan. d. penyiapan. b. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik.

penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. f. 81 . penelaahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian sanksi. norma. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. b. terdiri dari: a. b. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. c. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penyiapan rumusan standar. kriteria harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan. penelaahan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta.

Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. e. penyiapan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. f. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. kriteria hubungan komersial. terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. 82 . pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. d. norma. c. b. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan rumusan standar. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. b. penyiapan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. mempunyai tugas 83 . e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan. pelaksanaan. b. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. norma. kriteria perlindungan konsumen listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. d.

pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. Kelompok Jabatan Fungsional. keselamatan dan K3. b. i. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. serta pembinaan teknis. produk. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. 84 . profesi personil. terdiri dari: a. serta penggunaan tenaga teknik. kelaikan teknis. e. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. c. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. lindungan lingkungan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. f. d. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. d. h. b. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c.

b. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. f. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. b. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. d. serta Rancangan SNI. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. c. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penelaahan. e. 85 . (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jenis dan mutu tenaga listrik. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan.

penyiapan. e. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pelaksanaan. c. f. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. penelaahan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. keselamatan operasi. instrumentasi.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. kalibrasi alat ukur. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan. norma. kelaikan peralatan. b. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. 86 . dan K3. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. e. d. b. g. 87 . b. penelaahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. f.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal.

penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. e. c. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. 88 . pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. d. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b.

89 . profesi personil. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. c. produk. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. b. penyiapan rumusan standar. f. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. d. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. e. g. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. norma. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. dan kriteria usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b.

Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. serta rencana dan program energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. b. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan kebijakan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. 90 . energi alternatif. h. c. energi perdesaan dan konservasi energi. f. d. f. d. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Energi Perdesaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. terdiri dari: a. c. norma. e. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. c. b. e. program dan pengaturan pemanfaatan energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. g. energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. kriteria pemanfaatan energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. b. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi.

Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. e. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. b. penelahaan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. b. penyiapan. penelahaan. terdiri dari: a. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b.d. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. d. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. 91 . norma. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi.

penelahaan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. b. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. e. penyiapan. terdiri dari: a. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 92 . Seksi Penerapan Konservasi Energi. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. Seksi Program Konservasi Energi. d. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program.

serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. Seksi Program Energi Perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. penelahaan. penelahaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. terdiri dari: a. penyiapan. serta pedoman pengembangan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. 93 . dan kriteria pengembangan energi perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. norma. pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. rencana dan program energi perdesaan.. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. rencana dan program. e. c.

energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. penelahaan. terdiri dari: a. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 94 . Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. penyiapan. c. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

dan prosedur di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. dan panas bumi. 96 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. batubara dan panas bumi. batubara. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. b. kriteria. e. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. d. norma. c. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. penyusunan standar. batubara dan panas bumi. pedoman. Batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. h. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. i. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. d. e. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Batubara dan Panas Bumi. f. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 97 . Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. g. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. satuan kerja. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. c.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. f. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. ketatalaksanaan. Subbagian Laporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. rapat koordinasi. c. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. d. pelaporan. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. e. c. pelaporan. pengelolaan sistem. c. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. b. akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. 98 . g. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan.

99 . (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. jaringan. Subbagian Kekayaan Negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. Subbagian Perbendaharaan. terdiri dari: a. situs. serta penyelesaian kerugian negara. PBI Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. satuan kerja. c. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. e. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. f. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penelaahan. c. b. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 354 Bagian Keuangan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

pemberian telaahan dan bantuan hukum. penyelesaian kerugian negara. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. b. c. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pertimbangan hukum. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penelaahan. f. terdiri dari: a. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. 100 . serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. pelaksanaan informasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. d. b. dokumentasi dan sosialisasi hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. Subbagian Informasi Hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta kehumasan. penelaahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum.

g. mutasi. perlengkapan dan rumah tangga. dan kearsipan. pengadaan pegawai. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. 101 . serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pengurusan formasi. kebersihan. pertamanan dan perparkiran. c. d. ekspedisi persuratan dinas. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. perlengkapan dan rumah tangga. pemberhentian. dan Implementasi Sipeg. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. keamanan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. panas bumi dan air tanah. penelaahan. pelaksanaan. batubara. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. penelaahan. e. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. telepon. f. penyiapan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.

dan produksi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. b. b. neraca sumber daya wilayah kerja.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. batubara. wilayah kerja. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. serta penetapan wilayah kerja. rencana pengadaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan kebijakan pengembangan usaha. penelaahan. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 102 . panas bumi dan air tanah. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. persuratan dinas dan kearsipan. rencana dan program di bidang mineral. c. Subbagian Kepegawaian. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Pembinaan Program Mineral. cadangan atau potensi. d. investasi dan pendanaan. implementasi Sipeg. terdiri dari: a. dan produksi.

perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. panas bumi dan air tanah. f. e. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. batubara. menengah dan tahunan berbasis kinerja. g. e. terdiri dari: a. lembaga sertifikasi dan asosiasi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. d. perumusan perencanaan. pencatatan dan perhitungan PNBP. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. pengelolaan data. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. h. batubara. Batubara dan Panas Bumi. i. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. 103 . penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. d. b. c. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. eksplorasi dan operasi produksi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. j. Batubara dan Panas Bumi. batubara. serta perhitungan bagi hasil. Batubara. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah.e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi.

f. Batubara dan Panas Bumi. g. panas bumi dan air tanah. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. 104 . b. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. panas bumi dan pengelolaan air tanah. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. h. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. c. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyiapan. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. asosiasi dan lembaga sertifikasi. b. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. terdiri dari: a. Seksi Program Mineral dan Batubara. serta kerja sama di bidang mineral. serta pemantauan pelaksanaan investasi. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara.

Kontrak Karya (KK). d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Mineral. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penelaahan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. batubara. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. 105 . batubara dan pemanfaatan panas bumi. rencana dan program investasi pertambangan mineral. terdiri dari: a. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. pelaksanaan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). b. penelaahan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi.

Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. kriteria pencadangan wilayah kerja. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. b. b. penyiapan rumusan standar. f. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. batubara. norma. penyiapan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 106 . penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. d. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi.e. serta pengelolaan informasi bidang mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. (2) Seksi Informasi Mineral. batubara.e. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. terdiri dari: a. neraca sumber daya. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. batubara dan panas bumi. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. penelaahan. pencadangan dan potensi di bidang mineral. serta penetapan wilayah kerja. g. statistik. batubara. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. h. Seksi Informasi Mineral. penelaahan. f. panas bumi dan air tanah. b. batubara. penyiapan. cadangan dan wilayah kerja. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Batubara. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan. 107 . serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. penyiapan penetapan potensi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. panas bumi dan air tanah.

serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. batubara dan panas bumi. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pencatatan. penyiapan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. terdiri dari: a.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta bagi hasil daerah. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. penelaahan. b. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. 108 . penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. e. Seksi Penerimaan Negara Batubara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

b.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. 113 . evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. f. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. c. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

f. 114 . c. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. terdiri dari: a. pembinaan hubungan komersial panas bumi. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. h. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. b. Seksi Hubungan Komersial Batubara. b. g. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. perumusan pengaturan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Hubungan Komersial Mineral. i. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. e. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. pelaksanaan. d. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410.

Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. norma. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan.j. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. d. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. g. f. penyiapan rumusan standar. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. k. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. l. serta pengelolaan air tanah. b. g. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. b. e. 115 . d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi.

pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. b. Seksi Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. c. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. studi kelayakan dan eksploitasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. b. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. 116 . Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah.h. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. i. pelaksanaan. penelaahan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. d. pelaksanaan fasilitasi.

d. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. f. penelaahan. b. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. b. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. e.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 117 . c. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. g. serta pengendalian air tanah. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi.

Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. b.h. i. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. b. pelaksanaan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. penelaahan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan. c. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. 118 . penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. penelaahan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.g. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. h. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. f. d. terdiri dari: a. penelaahan. 119 . penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi.

penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta air tanah. b. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. 120 . Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta ketatausahaan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. terdiri dari: a. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. Seksi Konservasi Air Tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. panas bumi dan air tanah. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. e. dan panas bumi. g. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. batubara dan panas bumi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. kelaikan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. h.d. b. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi. c. 121 . f. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara. lindungan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. i. j. lindungan lingkungan. f. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. K3. Subdirektorat Standardisasi Mineral. produk. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. profesi personil. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. e. d. batubara.

g. b. profesi personil. penelaahan. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pemurnian. e. serta konservasi mineral dan batubara. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. jenis dan mutu produk. 122 . dan panas bumi. Seksi Standardisasi Mineral. Batubara. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan Panas Bumi. penyiapan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. produk. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan.c. batubara. penyiapan. d. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait.

Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi.b. dan konservasi mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. terdiri dari: a. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. 123 . (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. d. pelaksanaan. penelaahan. batas wilayah kerja. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penyiapan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. c. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan.

penyiapan penetapan jaminan reklamasi. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. d. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.c. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. dan panas bumi. b. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. penelaahan. pelaksanaan. Batubara. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. i. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan. terdiri dari: a. 124 . g. h. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. f.

batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. b. penyiapan rumusan standar. kalibrasi alat ukur. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara. pengangkutan. penimbunan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. batubara. norma. instrumentasi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. keamanan instalasi. f. b. e. panas bumi dan air tanah. penyiapan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penelaahan. Batubara. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyimpanan. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 125 . dan panas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Seksi Keselamatan Batubara. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi.

e. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. batubara. b. Seksi Usaha Penunjang Batubara. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. c. dan kriteria usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan standar. dan Panas Bumi. Batubara. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. pelaksanaan. d. norma. terdiri dari: a. 126 . Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. f. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 127 .Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat II. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. d. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. Inspektorat IV. Inspektorat I. c. Inspektorat III. e. c. d. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan laporan hasil pengawasan. 128 . b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b.

serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. Bagian Umum dan Keuangan. keprotokolan dan rumah tangga. d. c. perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. i. b. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. g. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. k. pengelolaan jaringan dan situs informasi. j. pengelolaan urusan tata usaha. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. Bagian Rencana dan Laporan. e. h. 129 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. e. f. Bagian Hukum dan Kepegawaian.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. keamanan. kearsipan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. d.

(2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program kerja. c. terdiri dari: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. dan rencana kerja. penelaahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. e. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. h. penelaahan. situs. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. d. rapat koordinasi. b. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Subbagian Penyiapan Rencana. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. penyajian informasi. j. pelaporan. satuan kerja. f. b. Subbagian Penyiapan Laporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. 130 . pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaksanaan. penyiapan. g. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. jaringan dan situs informasi.

terdiri dari: a. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pelaksanaan analisis. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. 131 . Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal. b. pelaksanaan. c. d. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. analisis hasil pengawasan. e.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pengolahan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Badan Geologi. penelaahan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Direktorat Jenderal Mineral. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. penyiapan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II.

serta pemberian pertimbangan hukum. dan implementasi Sipeg. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. d. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penelaahan. b. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dokumentasi hukum. penelaahan. penyiapan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. c. perpustakaan. Subbagian Hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kepegawaian. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. masyarakat dan yustisia. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. 132 . pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penyuluhan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. penyiapan koordinasi urusan hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemberian pertimbangan hukum. dokumentasi hukum. pelaksanaan. terdiri dari: a. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. pertimbangan hukum.

serta pengurusan administrasi keuangan. dan implementasi Sipeg. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. g. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. 133 . dokumentasi dan tata naskah. f. b. pengurusan penganggaran. perlengkapan. kebersihan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. e. k. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. d. b. c. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perlengkapan. keprotokolan dan kehumasan. j. pelayanan kesekretariatan. dan kearsipan. terdiri dari: a. serta pengurusan administrasi keuangan. Subbagian Rumah Tangga.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. persuratan dinas. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. pelaksanaan keamanan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. perbendaharaan. h. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. i.

pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. perencanaan kebutuhan. serta evaluasi atas urusan keamanan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perlengkapan dan pengadaan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. 134 . perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan administrasi keuangan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). persuratan dinas. d. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. e. c. penelaahan. perumusan laporan hasil pengawasan. keprotokolan dan kehumasan. kearsipan. kebersihan. pemeriksaan. penelaahan. b. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 139 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan.

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. terdiri dari: a. e. f. e. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. pelayanan survei geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. d. Pusat Lingkungan Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. penelitian dan pelayanan. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. d. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. c. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 140 . b. Sekretariat Badan Geologi. g. dan geologi lingkungan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pusat Survei Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. c. b. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. h.

koordinasi pelayanan administratif Badan. ketatalaksanaan. f. j. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. i. Bagian Keuangan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. pengelolaan urusan ketatausahaan. h. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. d. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Kepegawaian. c. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. b. penganggaran dan kegiatan satuan kerja.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pelaporan. g. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum. d. c. 141 . penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. informasi hukum. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. e. e. kearsipan.

serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. situs. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. f. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. c. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. b. Subbagian Laporan. satuan kerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyajian informasi. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. 142 . serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. e. terdiri dari: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penyiapan. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pelaporan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. penelaahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. jaringan dan situs informasi. d.

penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. kepangkatan. pengangkatan. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. penggajian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengembangan. e. penyiapan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dan analisis jabatan. kepangkatan. c. penyiapan. pelaksanaan. penggajian. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta evaluasi atas mutasi. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. c. pemberhentian. 143 . penelaahan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kesejahteraan. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg Badan. pemberhentian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. kesejahteraan. b. serta implementasi Sipeg. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengadaan. d. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perencanaan. b. pengembangan.

serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. PBI Badan. f. b. Subbagian Akuntansi. kearsipan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. c. Subbagian Perbendaharaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengurusan revisi anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. dan rumah tangga. serta penyelesaian kerugian negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan revisi anggaran Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. b. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. e. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyelesaian kerugian negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 517 Bagian Keuangan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Neraca. perlengkapan. penelaahan. 144 . penelaahan.

penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. c. penyiapan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. Pasal 521 Bagian Umum. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dan rumah tangga. perpustakaan. penelaahan. b. kehumasan. serta pengurusan perlengkapan. pengadaan. Subbagian Tata Usaha. f. pelayanan kesekretariatan. persuratan dinas. b. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. kebersihan dan keamanan Badan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. perlengkapan. kesekretariatan. rencana kebutuhan dan pengadaan. kearsipan. 145 . distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. d. e. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. distribusi penggunaan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. informasi dan dokumentasi hukum. c. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Hukum. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. dan pemeliharaan barang inventaris. bantuan hukum. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. f. b. Bidang Program dan Kerja Sama. penyelidikan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. administrasi keuangan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. j. Kelompok Jabatan Fungsional. serta rancang bangun dan pemodelan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. penyusunan neraca sumber daya geologi. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. keuangan. batubara. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penyelidikan. mineral. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. d. Bidang Sarana Teknik. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. h. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. i. bitumen padat. dan kepegawaian Pusat. c. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. 146 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. perumusan rencana dan program. serta pemetaan tematik potensi. e. dan panas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Informasi. e. rekayasa teknologi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. gambut. d.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan.

pengurusan perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. keamanan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. terdiri dari: a. serta akuntansi. keuangan. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pengangkatan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. 147 . kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530.

(2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.d. f. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. e. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. 148 . Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. serta rencana strategis berbasis kinerja. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. b. b. pelaksanaan.

dokumentasi dan publikasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. d. c. 149 . serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. Subbidang Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan perpustakaan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penganggaran. serta operasi perangkat lunak informasi. jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan sosialisasi. terdiri dari: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. Pasal 540 Bidang Informasi. penyiapan. b. Subbidang Program. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538.

e. rumah tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja. sistem. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta pos pengamatan gunung api. i. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. b. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. dan rekayasa teknologi. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah. serta rancang bangun. penelaahan. penyelidikan. tsunami. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan gerakan tanah h. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perpustakaan. gempa bumi. g. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pelaksanaan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. tsunami. pelaksanaan. j. c. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. f. penelaahan. gempa bumi. serta sesar aktif. pemodelan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. operasi perangkat lunak. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. dokumentasi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. d. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 150 .Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan ketatausahaan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. sosialisasi.

pelaksanaan pengelolaan sarana. keuangan. serta perpustakaan. l. pemelaahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. evaluasi pelaksanaan penelitian. keuangan. pengurusan perencanaan. 151 . pengembangan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.k. pengangkatan. penyelidikan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. e. c. b. d. keamanan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. d. b. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kearsipan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kebersihan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. pengurusan.

pelaksanaan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. pengurusan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. geokimia dan deformasi. b. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. 152 . Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. penelaahan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. d. terdiri dari: a. c. b. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pemelaahan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. penetapan status.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.

Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. penelaahan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d. 153 . c. b.

serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. b.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penelaahan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. b. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. 154 . penyelidikan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. terdiri dari: a. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. penyiapan. penelaahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. e. c. d. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. gerakan tanah dan tsunami. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian.

h. g. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rekayasa teknologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. pengembangan. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. geologi teknik dan air tanah. dan kepegawaian Pusat. b. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. i. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. j. keuangan. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. pengurusan perencanaan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. 155 . penyelidikan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. c. e. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. pengangkatan. administrasi keuangan. k. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Sarana Teknik. d. Bagian Tata Usaha. b. f. rumah tangga. Bidang Informasi. Bidang Program dan Kerja Sama. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. dan pengelolaan tata ruang. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. d. geologi teknik dan air tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e.

e. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. 156 . Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. c. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. keselamatan kerja dan keprotokolan.c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi. keuangan. keamanan. f. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. terdiri dari: a. d. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kebersihan.

Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. b. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. e. Subbidang Program. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. 157 . penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. d. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. penelaahan. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. c. serta kerja sama pelayanan jasa. serta rencana strategis berbasis kinerja. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. dokumentasi dan publikasi. penelaahan. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pengelolaan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta pemutakhiran basis data. 158 . serta operasi perangkat lunak informasi. penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelaksanaan sosialisasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. Pasal 578 Bidang Informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penganggaran.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

m. penelitian dan penyelidikan geologi. pelayanan jasa survei. perpustakaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. dokumentasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pemetaan. administrasi keuangan. d. tektonik. pemetaan dan penelitian geologi. 159 . (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. rekayasa teknologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. b. i. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. inventarisasi hasil survei. pelaksanaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. penelaahan. k. perumusan pedoman dan prosedur kerja. sosialisasi. rumah tangga. c. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. j. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. l. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. sistem. dan kepegawaian Pusat. penelaahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. operasi perangkat lunak. penyelidikan dan survei di bidang geologi. geomorfologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. geokimia. g. f. geofisika. pemetaan geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pengangkatan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. kebersihan. Bidang Informasi. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta akuntansi. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengembangan. keuangan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. keuangan. Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. d. 160 . c.

Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. terdiri dari: a. f. pelaksanaan. 161 . pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Laboratorium. d. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. b. penelaahan.

Subbidang Kerja Sama.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. c. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. Subbidang Program. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. b. e. penyusunan akuntabilitas kinerja. d. pengelolaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 162 .

operasi perangkat lunak. serta pemutakhiran basis data. dokumentasi dan publikasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. dokumentasi. pelaksanaan. perpustakaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 597 Bidang Informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. b. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. b. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta pengelolaan perpustakaan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. c. 163 . sistem. serta operasi perangkat lunak informasi. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa. 164 . serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Teknisi Litkayasa. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. 165 . pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. d. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. f. b. mineral batubara. pembinaan pelayanan jasa teknologi. panas bumi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. e. perumusan kebijakan penyelenggaraan. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan.

Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. c. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. koordinasi pelayanan administratif Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta perencanaan kerja. h. b. informasi hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. d. d. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. kearsipan. 166 . e. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. b. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. f. terdiri dari: a. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.

Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. pengelolaan sistem. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. f. c. g. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. j. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Keuangan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Bagian Kepegawaian. e. 167 . e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. b. terdiri dari: a. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. ketatalaksanaan. jaringan dan situs informasi. akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. b. Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. pelaporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.i. d. Subbagian Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaporan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Umum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.

Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta penyempurnaan organisasi Badan. situs. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. e. c. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. pemberhentian. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pengembangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. 168 . pelaksanaan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. kesejahteraan. jaringan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. satuan kerja. b. c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. kepangkatan. penggajian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta implementasi Sipeg. pengurusan perencanaan. penelaahan. penyiapan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penelaahan. d. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. b. penyajian informasi. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural.

serta evaluasi atas mutasi. pelaksanaan. e. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. penyiapan. penyiapan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. penelaahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan pemberhentian. pengembangan. serta evaluasi atas perencanaan. pelaksanaan. penyiapan. kesejahteraan. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta pengurusan revisi anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. b. PBI Badan. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. penelaahan. pengangkatan. Pasal 618 Bagian Keuangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg Badan. 169 . Subbagian Akuntansi. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. penggajian. f. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c.

Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Pasal 622 Bagian Umum. terdiri dari: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perhitungan pelaksanaan anggaran. perpustakaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengadaan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan rumah tangga. kearsipan. Subbagian Hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Neraca. dan pemeliharaan barang inventaris. f. informasi dan dokumentasi hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. distribusi penggunaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kearsipan. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. c. perlengkapan. penelaahan. pelaksanaaan bantuan hukum. d. b. penyelesaian kerugian negara. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaan. kehumasan. pelayanan kesekretariatan. e. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan. dan rumah tangga. pelaksanaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pengurusan perlengkapan. perlengkapan. dan revisi anggaran Badan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas. 170 . c.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. penyiapan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. 171 . bantuan hukum. g. penelaahan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pelaksanaan. d. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. kebersihan dan keamanan Badan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. rencana kebutuhan dan pengadaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta keprotokolan dan upacara Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kesekretariatan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. pengangkatan. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. terdiri dari: a. keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan. Kelompok Fungsional. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. c. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. i. rumah tangga. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. 172 . pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Program. perbendaharaan dan akuntansi.h. b. e. b. administrasi keuangan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. c. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. b. Bidang Afiliasi. pengembangan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan operasi penggunaan. b. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta pengadaan. terdiri dari: a. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 173 . pemeliharaan sarana kerja. penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. c. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan kebersihan Pusat. penyediaan bahan baku.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. keamanan. d.

terdiri dari: a. Pasal 637 Bidang Program. c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 174 . penyediaan bahan baku. serta analisis. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan.

(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 175 . Subbidang Informasi dan Publikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan. b. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. e. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. Pasal 641 Bidang Afiliasi.

d. e. b. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi. 176 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. h. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. f. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. i. administrasi keuangan. jaringan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengadaan. c. d. pelaksanaan pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. terdiri dari: a. pengangkatan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. dan kebersihan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengembangan. b. d. b. serta pelaksanaan keamanan. Bidang Afiliasi. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. 177 . e. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan. Bidang Program. keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a.

terdiri dari: a. d. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 178 . pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. penelaahan. c. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. b. penyediaan bahan baku. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. penyediaan bahan baku.

Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. serta analisis. c. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 656 Bidang Program. b. 179 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.

e. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Informasi dan Publikasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan. b. pelayanan jasa teknologi. b. d. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. jaringan. 180 . c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem.

perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. terdiri dari: a. i. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. e. Bidang Afiliasi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Kelompok Fungsional.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. administrasi keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. 181 . serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Tata Usaha. g. e. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. dan kepegawaian Pusat. h. pengelolaan ketatausahaan. b. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. c. d. f. rumah tangga.

organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. pengembangan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. c. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengangkatan. serta pelaksanaan keamanan. 182 . pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengadaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dan kebersihan Pusat. pengurusan perencanaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keamanan.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. 183 . pelaksanaan. b. penelaahan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. d. b. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. e.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. terdiri dari: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan operasi penggunaan. c.

Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 675 Bidang Program. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. c. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. 184 . rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta analisis. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 679 Bidang Afiliasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Informasi dan Publikasi. situs dan penyebarluasan informasi. d. penelaahan. penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi. b. 185 . serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelaksanaan. c. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. geokimia. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dan kepegawaian Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. pengelolaan ketatausahaan. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. rumah tangga. h. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. e. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. d. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Program. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Bidang Afiliasi. d. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. administrasi keuangan. i. 186 . c. keuangan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. j. terdiri dari: a.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. dan geofisika kelautan. Kelompok Fungsional. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bagian Tata Usaha. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja.

b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. perencanaan. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. 187 . pengembangan. dan kebersihan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keamanan. e.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. c. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

188 . b. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan.c. penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pengelolaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia.

d. penyiapan.c. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. 189 . Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Pasal 694 Bidang Program. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan.

Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. b. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. penelaahan. terdiri dari: a. situs dan penyebarluasan informasi. e. pelaksanaan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. pelayanan jasa teknologi. jaringan. 190 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. 191 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. batubara. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. e.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. c. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. g. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. d. geologi. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. 192 . pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. mineral. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. f. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. b. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan.

serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. d. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. e. 193 . f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. c. g. i. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. d. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. e. b. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. satuan kerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kerja sama. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.

ketatalaksanaan. e. serta perencanaan kerja.j. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. g. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. c. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaporan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. terdiri dari: a. b. h. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. d. Bagian Kepegawaian. kearsipan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penganggaran. f. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. dan rumah tangga. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Umum. k. l. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b. 194 . Bagian Keuangan.

b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. b. akuntabilitas kinerja. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. perencanaan kerja. Subbagian Kerja Sama. penganggaran. serta implementasi Sipeg. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. prosedur kerja. penyiapan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. jaringan dan situs informasi Badan. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. pengadaan. penelaahan. dan analisis jabatan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. 195 . d. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kepangkatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pemberhentian. penggajian. penyiapan. kesejahteraan. dan sistem. pelaksanaan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. e. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi atas laporan berkala. pengembangan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

produk kilang. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. d. pelayanan jasa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. penelaahan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. penyiapan. 200 . Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kontrol kualitas. c. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. b. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

penyediaan dan pemanfaatan. penyiapan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan. Subbidang Laboratorium. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelayanan jasa. penelaahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbidang Bengkel. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 201 . pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. b.

kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. f. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. 202 . Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. pedoman. d. Subbidang Penyiapan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. standar. penelaahan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. b. pengelolaan kepustakaan. e. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. c. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. g. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. norma. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta kepustakaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknis. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberian pelayanan jasa. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Batubara. e. norma. Bagian Tata Usaha. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. e. i. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. c. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Kelompok Jabatan Fungsional. d. perlengkapan. g. d. c.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. 203 . b. h. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. f. prosedur.

Pasal 749 Bagian Tata Usaha. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kearsipan. d. c. e. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. terdiri dari: a. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perbendaharaan. dokumentasi dan tata naskah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. b. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta hukum. perlengkapan. 204 .

b. penelaahan. pelaksanaan pemeliharaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. b.c. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penggunaan. c. penyiapan rumusan standar. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. d. e. rencana pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. 205 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. norma. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara.

c. penelaahan. Subbidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. 206 . Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. b. pedoman. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama dan sistem. dan prosedur.d. penyiapan rumusan standar. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. d. kriteria. norma. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. f. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pedoman. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan.

c. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penelaahan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. prosedur. pedoman. pemberian pelayanan jasa. f. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 207 . norma. penyiapan penyelenggaraan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. norma. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. d. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyusunan standar. penyusunan standar. terdiri dari: a. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pedoman. norma. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. pedoman. pelaksanaan. kriteria dan prosedur. penyiapan penyelenggaraan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. b. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

Pasal 768 Bagian Tata Usaha. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. e. 208 . Bagian Tata Usaha. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. perlengkapan. perbendaharaan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.g. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. d. Subbagian Kepegawaian dan Umum. organisasi dan ketatalaksanaan. d. akuntansi. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. h.

kerja sama.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. akuntabilitas kinerja. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. jaringan dan situs informasi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. penyiapan. e. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pedoman. d. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. dan sistem. b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. 209 . Subbidang Perencanaan. norma. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.

Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. b. penelaahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pedoman. c. kriteria dan prosedur. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan. Subbidang Pelatihan. promosi. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. kerja sama. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 210 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. terdiri dari: a. penyiapan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan kerja sama. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

d. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 211 . h. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. c. prosedur. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. kriteria pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan. pemberian pelayanan jasa. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. b.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. e. Kelompok Jabatan Fungsional. g. norma. d. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. f. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778.

b. d. c. hukum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. perlengkapan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. 212 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. e. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. kehumasan dan keprotokolan. akuntansi. kearsipan.

serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. d. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. 213 . pedoman. kerja sama. c. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. penelaahan. pelaksanaan. b. penyiapan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. norma dan kriteria. b. serta evaluasi atas standar. pelaksanaan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. norma. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. Subbidang Perencanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

pelaksanaan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelatihan. penelaahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Sarana dan Prasarana. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. d. penelaahan. pelaksanaan. 214 . penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan kerja sama. e. c. kerja sama. b. promosi. b.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

216 . Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. c. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal dan Badan. b. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. d. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. e. Direktorat Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen.

b. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. i. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. k. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. 217 . dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. h. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. f. d. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. e. serta neraca energi dan sumber daya mineral. g.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. c. j. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. perumusan pedoman sistem informasi Departemen.

b. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha. terdiri dari: a. Bidang Kajian Strategis. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. dan persuratan dinas. dukungan operasi kerja. pelaporan dan tata persuratan. serta kearsipan Pusat. b. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. rumah tangga. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. c. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. e. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Bagian Tata Usaha. c. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. 218 . Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta kearsipan Bakoren. d. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Bakoren. b. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. d.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Tata Usaha Data Nasional.

j. b. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan norma. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. 219 . Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. b. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. k. l. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. g. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. i.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. terdiri dari: a. h. f. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. d. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. terdiri dari: a. b. c. penelaahan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan data dan informasi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penelaahan. batubara dan panas bumi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. 220 . penyusunan rumusan norma. e. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. d. penyiapan. pelaksanaan. ketenagalistrikan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penelahaan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. b. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. f.

221 . Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. air tanah dan kegeologian. pelaksanaan. pelaksanaan. c. f.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pelaksanaan. b. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. penelahaan. b. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gambut. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bitumen padat. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. penelahaan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. e. d. terdiri dari: a. pelaksanaan kajian kebijakan strategis.

pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. 222 . (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing.

(6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. 223 . peraturan perundang-undangan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. perencanaan kerja. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. regulasi ekonomi dan keteknikan. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). organisasi. dengan lingkup meliputi personil.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. penganggaran. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dan keselamatan umum. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dokumentasi. peralatan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya.a kepada pejabat eselon I. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. standardisasi teknis. dan akuntabilitas kinerja Departemen.

Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Inspektur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur Jenderal.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.b. 224 . Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal.a. Direktur. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Pusat. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (4) Kepala Bagian. Inspektur.BAB XIV ESELON.a. (5) Kepala Subbagian. (3) Kepala Biro. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Sekretaris Direktorat Jenderal.a.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. X. 225 .

(5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. 226 . fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. susunan organisasi.

PURNOMO YUSGIANTORO 227 . b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. maka: a. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful