MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Kementerian Negara. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. d.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Departemen lain. e. Lembaga Pemerintah Non Departemen. d. terdiri dari: a. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. c. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. koordinasi kegiatan Departemen. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. 5 . Biro Umum. c. b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Keuangan. b. Biro Kepegawaian dan Organisasi. dan lembaga lain yang terkait. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen.

d. dan rencana anggaran. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. c. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. serta kerja sama. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kebijakan pembangunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. b. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. rencana dan program kerja. Bagian Perencanaan Anggaran. b. f. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. e. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. rencana anggaran. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. perumusan kebijakan pembangunan. g. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Bagian Analisis dan Evaluasi. rencana dan program kerja dan anggaran. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. k. i. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta perumusan akuntabilitas kinerja. l. serta rencana strategis. c. menengah dan tahunan. penyusunan harga satuan. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. rencana kerja dan anggaran. h. serta pengelolaan kerja sama Departemen. sosialisasi kebijakan pembangunan. 6 . Bagian Kerja Sama. d. j. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja.

7 . c. penelaahan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. b. dan urusan tata usaha Biro. penyusunan rumusan RK-KL. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. d. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Inspektorat Jenderal. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. terdiri dari: a. f. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. standar dan kriteria rencana kerja. penyiapan rumusan norma. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. b. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. c. Subbagian Perencanaan Penunjang. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Menengah dan Tahunan Departemen. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. dan Badan Geologi. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. penelaahan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Subbagian Penganggaran Penunjang. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. dan 8 . penyiapan rumusan satuan harga pokok.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. c. f. d. penelaahan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). kriteria perencanaan anggaran. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. penyiapan rumusan standar. b. dan Badan Geologi. e. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. norma. penyiapan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

f. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. terdiri dari: a. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. e. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria akuntabilitas kinerja. c. Inspektorat Jenderal. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. 9 . b. d. c. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. norma. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penelaahan. h. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. tahunan dan rencana strategis. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. penyiapan rumusan standar. b. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. penyiapan bahan sidang. RKA-KL. menengah. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja.

rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. g. 10 . pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. serta kerja sama asosiasi. Inspektorat Jenderal.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. kriteria kerja sama. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. b. serta pengelolaan kerja sama Departemen. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan. d. penyiapan rumusan standar. Panas Bumi. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. h. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. e. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. f. dan Badan Geologi. Batubara. penyiapan. penelaahan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. serta penyiapan penetapan pemberhentian. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). disiplin. 11 . Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. b. jabatan struktural dan fungsional. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. kepangkatan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. dan penilaian kinerja pegawai. pemensiunan. c.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. pengadaan. penelaahan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan mutasi. penempatan dan pengembangan pegawai. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. penelaahan. perencanaan. Subbagian Kerja Sama Bilateral. c. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. e. pengembangan organisasi dan tata laksana. d. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. terdiri dari: a.

pengadaan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. evaluasi pembinaan kepegawaian. norma. b. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. serta standardisasi kompetensi jabatan. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. h. e. f. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. i. Bagian Mutasi Pegawai. b. e. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. serta administrasi penugasan ke luar negeri. pengelolaan sistem informasi pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pegawai Negeri Sipil (PNS).f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. k. g. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. serta kartu PNS. j. c. 12 . terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan rencana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. c. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). g. d. penyusunan rencana formasi.

terdiri dari: a. b. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 13 . Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. penyiapan. penelaahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengembangan Karir. pemindahan. dan Kartu PNS Departemen. c. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. bimbingan teknis. penyiapan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. kepangkatan. i. urusan tugas belajar dan izin belajar. dan penugasan pegawai ke luar negeri. pengelolaan administrasi tugas belajar. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. kompetensi pegawai. pemberhentian dan disiplin. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penelaahan.h. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur.

pelaksanaan pemindahan pegawai. e. j. pemberhentian. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. kepangkatan. pelaksanaan disiplin pegawai. dipekerjakan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. cuti. c. dipekerjakan. Taspen. kriteria mutasi pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pengangkatan kembali. k. dan penilaian prestasi pegawai. penarikan kembali. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. kepangkatan. b. d. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. pemindahan. pelaksanaan kepangkatan. pemindahan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. penyiapan standar. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. dan penilaian angka kredit. dan penarikan kembali pegawai. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Kartu Suami. 14 .Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. perbantuan. serta Kartu Istri. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemberhentian dan disiplin. g. serta kesejahteraan pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. Askes. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. dan Bapertarum. penelaahan. pelaksanaan kesejahteraan. terdiri dari: a. c. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemindahan. pembebasan sementara. pemberhentian. h. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. f. perbantuan. norma. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. b. i.

pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pemberhentian dan pemensiunan. disiplin. kepangkatan. Kartu Suami. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. g. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penggajian. penyiapan. e. pengadaan pegawai. penelaahan. Kartu Istri. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan administrasi lembaga tripartit. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. penelaahan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penilaian angka kredit. 15 . serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. b. h. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bapertarum pegawai Departemen. Daftar Urut Kepangkatan. pelaksanaan. i. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. d. pendidikan dan pelatihan pegawai. f. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pelaksanaan. dan daftar riwayat hidup pegawai. Askes. pelayanan kesehatan. jabatan. pemindahan. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. Taspen. pemberhentian. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. penghargaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. norma.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta pengembangan organisasi dan jabatan. klasifikasi dan peta jabatan. kriteria pengembangan organisasi. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. terdiri dari: a. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta evaluasi. 16 . penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. c. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pemindahan. pelaksanaan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. c. kepangkatan. e. pelaksanaan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penggajian. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). d. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pengadaan pegawai. b. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. pemberhentian. penelaahan. jabatan.

c.f. g. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. h. evaluasi dan klasifikasi jabatan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. b. Subbagian Kelembagaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. pola hubungan kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 17 . pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. Subbagian Tata Laksana. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pengembangan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. perbendaharaan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan. standardisasi kompetensi jabatan. pengembangan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. terdiri dari: a. administrasi keuangan. pengembangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. peta jabatan. analisis beban kerja.

penyelesaian kerugian negara. b. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. administrasi keuangan. perbendaharaan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Bagian Akuntansi. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Perbendaharaan. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pembinaan inventarisasi. Bagian Kekayaan Negara. laporan realisasi anggaran. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. kekayaan negara dan akuntansi. c. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta Neraca Departemen. c.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. 18 . dan implementasi sistem akuntansi. serta nota keuangan. g. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. k. j. e. e. i. Bagian Pendapatan dan Belanja. h. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. Pasal 49 Biro Keuangan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. b. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. l. serta pelaksanaan akuntansi. d. serta pembinaan perbendaharaan.

dan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan. penyiapan target. penyusunan rumusan standar. penelaahan. Subbagian Anggaran Belanja. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. k.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. 19 . penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. c. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. b. penelaahan. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. f. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. d. j. i. Subbagian Anggaran Pendapatan. g. penelaahan. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. b. norma. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. h. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a.

norma. e. dan pengelolaan SPM. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. g. penelaahan. serta pembagian iuran sumber daya alam. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. f. c. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Geologi. penyiapan rumusan standar. d. 20 . Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Inspektorat Jenderal.

Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. b. ganti rugi. terdiri dari: a. e. g. pelaksanaan. b. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. penyiapan rumusan standar. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penelaahan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. c. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. kriteria pengelolaan kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. norma. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. c. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. dan bidang minyak dan gas bumi. tuntutan perbendaharaan. 21 .(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara.

implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. penelaahan. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Neraca. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. c.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Batubara dan Panas Bumi. f. c. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. 22 . penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Pasal 64 Bagian Akuntansi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan verifikasi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. e. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. norma. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rekonsiliasi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Badan Geologi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.

equitas dana. pengelolaan dokumentasi. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. 23 . perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. dan bantuan hukum. serta hubungan masyarakat Departemen. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bantuan hukum. h. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. kewajiban. konsolidasi. serta program legislasi dan regulasi. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan kehumasan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan penyelesaian kasus hukum. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. verifikasi anggaran. serta kehumasan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). dan implementasi SAAT Departemen. Neraca. penelaahan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. g. rekonsialiasi. d. b. pelaksanaan. c. penelaahan. penelaahan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. f. pelaksanaan. bantuan hukum. bantuan hukum dan kehumasan. dan implementasi SAI Departemen. pelaksanaan. e.

penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Bagian Bantuan Hukum. j. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. penelaahan. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. c. c. b. Bagian Penelaahan Hukum. Bagian Hubungan Masyarakat. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. dan bantuan hukum. serta program legislasi dan regulasi Departemen. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. terdiri dari: a. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. 24 . d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. b. e. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi.i. evaluasi peraturan perundang-undangan. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral.

penyiapan. d. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. penelaahan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. b. kriteria kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. norma. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. g. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. 25 . penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. f. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. c.

serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penelaahan. b. c. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 26 . penyiapan. f. penyiapan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. c. Batubara dan Panas Bumi. b. e. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. d. penelaahan.

penyiapan rumusan standar. b. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. norma. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta monitoring dan analisis berita. pelaksaaan. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. terdiri dari: a. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. pelaksaaan. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. pelaksaaan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. 27 . konferensi pers. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. dan unsur unit penunjangnya. f. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. c. d.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum.

Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Publikasi. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. peliputan dan perekaman kegiatan. penelaahan. monitoring dan analisis berita Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. konferensi pers. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. abstrak peraturan perundang-undangan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. penerbitan. pameran Departemen. pelaksanaan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. dan urusan tata usaha Biro. c. 28 . b. Subbagian Hubungan Kelembagaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan peliputan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. i. pelaksanaan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. h. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas hubungan dengan media.g. penelaahan. j.

e. f. tata persuratan dinas dan kearsipan. perlengkapan dan pengadaan. Staf Ahli. tata usaha dan kearsipan.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. penyediaan sarana dan prasarana kerja. d. c. b. c. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. pengadaan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. g. tata persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 87 Biro Umum. Sekretaris Jenderal. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. e. b. h. rumah tangga Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. terdiri dari: a. Bagian Perlengkapan. i. j. Bagian Tata Usaha. d. tugas 29 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Kepala Biro dan Kepala Pusat. f. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen.

serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. c.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. b. d. c. Jakarta Pusat). pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelantikan. b. Subbagian Urusan Dalam Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. e. terdiri dari: a. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. f. persuratan dinas. penyiapan penyelenggaraan rapat. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen.

e. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. 31 . penjadwalan kegiatan. penyiapan rumusan standar.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. c. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. d. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. terdiri dari: a. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. Subbagian Tata Usaha Departemen. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. penelaahan. penyiapan. penelaahan. dan ekspedisi surat dinas. persuratan dinas. Subbagian Kearsipan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. b. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.

M. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen.H. keselamatan. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. d. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. e. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. c. 32 . keselamatan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. c. Staf Ahli. Kepala Biro dan Kepala Pusat. f. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. serta pengadaan. b.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. Subbagian Pengadaan. kriteria perlengkapan. terdiri dari: a. penyiapan kegiatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Staf Ahli. d. c. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta pengadaan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. f. penelaahan penyiapan. b. e. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Rencana Kebutuhan. g. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. penyiapan bahan rumusan standar. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. inventarisasi. norma. 33 . evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. 34 . Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. d. b. e. c. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. pedoman.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. penyusunan standar. 35 . kriteria. b. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108.

d. e. Bagian Rencana dan Laporan. i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. 36 . Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. h. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. c. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. b. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pelaporan. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan pengaturan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. d. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). i. 41 . perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. k. n.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. c. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. h. pelaksanaan. implementasi Sipeg. f. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. penelaahan. l. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. e. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. j. m. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. WP & B). perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. g. b. serta perhitungan bagi hasil. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130.

Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. pelaksanaan sosialisasi program sektor. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. e. p. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. serta data kebutuhan. d. f. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. 42 . b. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan statistik. terdiri dari: a. c. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. serta pencadangan strategis. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. h. g. b.o. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. norma. ketersediaan dan infrastruktur sektor. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. f. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. d. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. e. b.

pengumpulan data potensi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. f. b. penyiapan rumusan. norma. terdiri dari: a. d. dan pelaksanaan sosialisasi. 43 . b.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. e. dan terms of condition KKS. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. permasalahan iklim usaha. g. penyiapan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. c. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta penyediaan informasi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

f. penelaahan. serta bagi hasil daerah. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. tugas serta induk. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. c. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyiapan rumusan standar. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. g. h. norma. pemeriksaan dan pengujian. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penelaahan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. d. 44 . e. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. pelaksanaan pencatatan. pajak. tugas serta induk. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. serta biaya operasi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. j. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. i. retribusi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP.

Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. c. d. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. norma. penyiapan rumusan. b. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. penelaahan. 45 . e. pajak. pelaksanaan. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PNBP dan tarif iuran. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. b. tenaga kerja asing. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. g. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. harga minyak mentah Indonesia. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. lifting dan target penerimaan. f. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. tenaga kerja asing. retribusi. terdiri dari: a. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.

serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. k. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. penggunaan barang operasi. terdiri dari: a. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penyiapan. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. fasilitasi lembaga tripartit. 46 . dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pemberdayaan produksi dalam negeri. rencana penggunaan tenaga kerja asing. i. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. j. dan kerja sama dalam negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta pengaturan tenaga kerja asing. Seksi Pengelolaan Barang Operasi.h. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. b.

(2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 47 . c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. e. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. f. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. b. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. d. penelaahan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. b. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penyiapan.c. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. g.

h. h. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. k. g. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pengelolaan WK. f. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. kriteria pengelolaan WK. d. terdiri dari: a.d. c. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. l. pelaksanaan pengumuman WK. d. i. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. penyiapan rumusan standar. g. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. e. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. 48 . f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. b. c. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. j. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. b. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif.

Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. kriteria usaha eksplorasi. b. c. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. norma. e. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. f. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. penilaian. penyiapan rumusan standar. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. 49 . pelaksanaan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. b. penelaahan.

g. h. d. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. pelaksanaan. e. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. penyiapan. norma. c. b. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. j. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. b. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. f. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. kriteria. 50 . i. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi.

Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan rumusan standar. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. penelaahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. f. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyiapan. e. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. tumpang tindih lahan. kriteria usaha eksploitasi. b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. 51 . pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. b. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. g. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. c. d. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi.

penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. i. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. b. c. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. e. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. pelaksanaan pembinaan teknis. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. penelaahan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. b. g. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. norma. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. 52 . penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

f. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. i.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan jenis bahan bakar minyak. perumusan pengaturan Penugasan. d. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). penelaahan. e. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan. 53 . pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. penelaahan. c. Light Petroleoum Gas (LPG). Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. Penyediaan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. bahan bakar gas. bahan bakar lain. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. hasil olahan dan bahan bakar lain. Light Natural Gas (LNG). serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

54 . Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. h. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar gas. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. c. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan.j. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. e. i. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. b. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. g. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. penyiapan rumusan standar. pengelolaan data. b. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. LPG. l. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. d. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. f. bahan bakar lain. j. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. pengelolaan data. d. e. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. penyiapan perizinan usaha pengolahan. norma. LNG. k.

Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. terdiri dari: a. penelaahan. 55 . h. c. norma. b. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. g. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan. d. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. f. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. e. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. pengelolaan data.

Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187.i. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. bahan bakar gas dan LPG. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. kriteria harga bahan bakar. penyiapan rumusan standar. penelaahan. d. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan formulasi harga. e. hasil olahan dan bahan bakar lain. c. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. 56 . Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. serta penyiapan penetapan P3JBT. j. b. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penelaahan.

pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. b. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. g. penyiapan perizinan usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. pelaksanaan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. 57 . d. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. norma. h. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi.f. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. pelaksanaan. penelaahan. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. f. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan data. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan. g. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. b. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. i. LNG. LPG. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. kriteria usaha niaga. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. gas bumi. e. h. penyiapan. penelaahan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. dan non bahan bakar lainnya. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. d. terdiri dari: a. e. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. tugas 58 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. b. c. Seksi Niaga Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. petrokimia. LNG. penyiapan norma. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. LPG. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. b. pelumas. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. f. b. Seksi Niaga Minyak Bumi. penyiapan.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. biodiesel. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. kriteria usaha non bahan bakar.

Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. e. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. h. serta penggunaan tenaga teknik. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. petrokimia. g. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan. penyiapan. biodiesel. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. lindungan lingkungan. c. d. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kelaikan teknis. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. petrokimia. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. penelaahan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). biodiesel. dan non bahan bakar lainnya. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 59 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. produk. dan non bahan bakar lainnya. usaha penunjang. profesi personil. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. penelaahan.

b.i. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. f. j. c. 60 . e. c. d. terdiri dari: a. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. d. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . h. b. f. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 61 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. c. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. dan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. norma. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. keselamatan operasi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. g. b. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. K3. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penelaahan. instalasi. d. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. penyiapan. f. terdiri dari: a.

Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. b. penyiapan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. b. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. dan kalibrasi alat ukur. pengangkutan. dan penggunaan tenaga teknik. instalasi. e. instrumentasi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. d. terdiri dari: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. K3. norma. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. 62 . penyiapan. keselamatan operasi.

penelaahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. b. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penelaahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta penjaminan pasca operasi. 63 . penyiapan. pelaksanaan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. c. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.f. pengangkutan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. g. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan.

Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. 64 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. norma. penelaahan. penelaahan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria usaha penunjang. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang.d. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. f. b. b. c. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.

serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. profesi personil. produk. pelaksanaan. 65 . penelaahan. b. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. f. penelaahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. g. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.d. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 66 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

norma. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. e. penyusunan standar. 67 . yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. kriteria. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pedoman.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. e. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. h. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. d. 68 . Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. dan rumah tangga. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. kearsipan. g. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. i.

b. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. f. b. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. situs. pelaksanaan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. g. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. c. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. d. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. Bagian Keuangan. d. ketatalaksanaan. e. b. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. rapat koordinasi. Subbagian Laporan. 69 . Bagian Hukum dan Perundang-undangan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. terdiri dari: a. jaringan. pelaporan. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaporan. pengelolaan sistem. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. 70 . satuan kerja. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. e. PBI Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. penyiapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 237 Bagian Keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. terdiri dari: a. Subbagian Kekayaan Negara. perhitungan pelaksanaan anggaran.

terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. b. f. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. d. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penelaahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pertimbangan hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta kehumasan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pelaksanaan informasi. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. Subbagian Informasi Hukum. c. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. dan Neraca Direktorat Jenderal. c. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. pelayanan konsultasi hukum. 71 .

pertamanan dan perparkiran. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. d. pelaksanaan. mutasi. kebersihan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. telepon. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. ekspedisi persuratan dinas. keamanan. c. b. f. Subbagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perlengkapan dan rumah tangga. pengadaan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. b. 72 . dan Implementasi Sipeg. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. dan kearsipan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. pengurusan formasi. c. pemberhentian.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. e. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan.

serta pengelolaan kerja sama luar negeri. h. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. rencana pengadaan. b. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. rencana dan program. penelaahan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. 73 . c. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). implementasi Sipeg. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. f. evaluasi kebijakan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja. lembaga sertifikasi dan asosiasi. rencana dan program.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. e. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. g. d. serta rencana dan program pembangunan berjangka. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon.

serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. e. b. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. c. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. menengah dan tahunan tenaga listrik. d. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. b. c. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. g. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. 74 . serta program pengembangan jaringan transmisi. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. e. d. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. f. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. serta rencana strategis dan RUKN. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penelaahan. d. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. b. 75 . Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. c. penyiapan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penyiapan. pelaksanaan. b. penelaahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan.

Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. norma. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. 76 . penelaahan. c. penyiapan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penelaahan. d. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. b. kriteria tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan rumusan standar. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. b. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penyiapan. pelaksanaan. f. e. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 77 . serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. b. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. multilateral dan regional. asosiasi dan lembaga lainnya. penelaahan. lembaga sertifikasi. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi pelaksanaan rencana. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. d. penyusunan dokumen perjanjian. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Seksi Multilateral dan Regional. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. b. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.

Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan data. d. pengolahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. penelaahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. c. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. e. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. 78 . Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. b. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan. b.

b. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. pembinaan. b. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. d. c. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta perlindungan konsumen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. 79 . e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. h. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. i. e. g. f. c. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik.

Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. tugas 80 . serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta efisiensi dan transparansi usaha. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. d. c. d. b. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta penetapan wilayah usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277.c. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penyiapan.

e. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. kriteria harga jual tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. f. b. b. norma. penelaahan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. terdiri dari: a. b. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 81 . penyiapan rumusan standar. Seksi Pengawasan Izin Usaha. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian sanksi. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. c. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik.

Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. kriteria hubungan komersial. terdiri dari: a. d. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. e. pelaksanaan. c. penyiapan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penelaahan. 82 . b. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. f. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal.

Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. norma. b. penyiapan. e. pelaksanaan. mempunyai tugas 83 . Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. d. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. c. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar.

sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. keselamatan dan K3. terdiri dari: a. d. kelaikan teknis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. h. f. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta pembinaan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. c. profesi personil. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. c. g. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. e. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. i. lindungan lingkungan. b. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. 84 . produk.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. kelaikan teknis. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. f. e. d. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. b. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.

serta Rancangan SNI. b. jenis dan mutu tenaga listrik. penelaahan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. b. e. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. c. pelaksanaan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. f. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. d. 85 . Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. d. instrumentasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. 86 . kelaikan peralatan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kalibrasi alat ukur. dan K3. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. f. e. c. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. pelaksanaan. penelaahan. g. pelaksanaan.

b. 87 . d. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. terdiri dari: a.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. g. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan.

Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. c. penelaahan. b. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 88 . Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. e. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. d. penyiapan.

penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. 89 . Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria usaha penunjang. e. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. norma. terdiri dari: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. f. d. b. produk. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penelaahan. c. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. g. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. b. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. profesi personil.

perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. d. kriteria pemanfaatan energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. c. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. b. norma. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi alternatif.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. c. 90 . Subdirektorat Konservasi Energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. b. energi perdesaan dan konservasi energi. d. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. f. energi perdesaan dan konservasi energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. g. e. c. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan. f. serta rencana dan program energi baru terbarukan. h. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi.

d. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Seksi Program Pemanfaatan Energi. rencana dan program pengembangan usaha. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penyiapan. b. e. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. e. terdiri dari: a. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penelahaan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. terdiri dari: a. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. b. b. penyiapan rumusan standar. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. 91 . c. penyiapan. kriteria usaha energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan.

penyiapan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta evaluasi atas program konservasi energi. penelahaan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. 92 . penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. rencana dan program. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Seksi Program Konservasi Energi. e. terdiri dari: a. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. b. penyiapan. d. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. pelaksanaan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penyiapan. penelahaan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

d. 93 . penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. Seksi Program Energi Perdesaan. terdiri dari: a. serta pedoman pengembangan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. e. rencana dan program. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. b. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. b. rencana dan program energi perdesaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. norma. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. pemberdayaan masyarakat.. penyiapan rumusan kebijakan. c. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan.

penyiapan. penyiapan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. c. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. 94 . penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. b. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

batubara dan panas bumi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. dan prosedur di bidang mineral. b. d. kriteria. (2) Direktorat Jenderal Mineral. pedoman. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. penyusunan standar. Direktorat Jenderal Mineral. norma. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. dan panas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara. e. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. 96 .

Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. b. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. h. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Batubara dan Panas Bumi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. satuan kerja. dan rumah tangga. g. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 97 . f. b. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. c. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. e. Batubara dan Panas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. c.

pengelolaan sistem. Batubara dan Panas Bumi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. e. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. f. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. c. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan. c. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. c. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. rapat koordinasi. 98 . jaringan dan situs informasi. pelaporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. b. Bagian Keuangan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. b. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. akuntabilitas kinerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. ketatalaksanaan. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja.

satuan kerja. situs. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. c. Subbagian Kekayaan Negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. jaringan. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penelaahan. b. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan revisi anggaran. b. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 354 Bagian Keuangan. pelaksanaan. penyiapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. f. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. e. c.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 99 . pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan.

pelaksanaan informasi. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. 100 . e. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. b. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian kerugian negara. pertimbangan hukum. penelaahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pelayanan konsultasi hukum. c. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pemberian telaahan dan bantuan hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. b. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta kehumasan. penelaahan. Subbagian Informasi Hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. d. penelaahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. f. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. d. serta urusan keprotokolan dan upacara. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. keamanan. pemberhentian.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. g. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan. f. program legislasi dan regulasi bidang mineral. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan. b. panas bumi dan air tanah. ekspedisi persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. e. dan Implementasi Sipeg. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. telepon. pengurusan formasi. c. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mutasi. pertamanan dan perparkiran. 101 . serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pengadaan pegawai. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. kebersihan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. penelaahan. penelaahan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. batubara. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan kearsipan. pelaksanaan urusan kesekretariatan.

dan produksi. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta kebijakan pengelolaan air tanah. b. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha. serta penetapan wilayah kerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Direktorat Pembinaan Program Mineral. c. c. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. batubara. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. implementasi Sipeg. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. cadangan atau potensi. d. rencana pengadaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. neraca sumber daya wilayah kerja. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan produksi. investasi dan pendanaan. panas bumi dan air tanah. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. pelaksanaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. wilayah kerja. penelaahan. rencana dan program di bidang mineral. terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. 102 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. b.

serta pemantauan perencanaan program di daerah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. f. c. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. panas bumi dan air tanah. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. batubara. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara dan Panas Bumi. e. j. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. batubara. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. f. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. b. g. d. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. d. h. Batubara dan Panas Bumi.e. Batubara. 103 . batubara. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi. c. serta perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. evaluasi kebijakan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. terdiri dari: a. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. i. Batubara dan Panas Bumi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan data. panas bumi dan air tanah. perumusan perencanaan. rencana dan program di bidang mineral. eksplorasi dan operasi produksi.

e. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. 104 . f. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penelaahan. serta kerja sama di bidang mineral. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. b. Seksi Program Mineral dan Batubara. panas bumi dan pengelolaan air tanah. g. b. penyiapan. panas bumi dan air tanah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. h. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. c.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. batubara. d. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan investasi.

Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. d. Seksi Kerja Sama Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. batubara. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). rencana dan program investasi pertambangan mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kontrak Karya (KK). terdiri dari: a. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. penelaahan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. 105 . (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. b.

Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. b. serta pengelolaan informasi bidang mineral. 106 . Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. batubara. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. panas bumi dan air tanah. kriteria pencadangan wilayah kerja. f. batubara. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c.e. norma. penyiapan.

statistik. panas bumi dan air tanah. neraca sumber daya. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. panas bumi dan air tanah. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Batubara. pelaksanaan. batubara. (2) Seksi Informasi Mineral. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. 107 . cadangan dan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. batubara dan panas bumi. penelaahan. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi.e. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Panas Bumi dan Air Tanah. penelaahan. Panas Bumi dan Air Tanah. batubara. g. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Informasi Mineral. pencadangan dan potensi di bidang mineral. b. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. serta penetapan wilayah kerja. terdiri dari: a. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. f. penyiapan penetapan potensi. h.

dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Batubara dan Panas Bumi. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. c. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. pelaksanaan pencatatan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penelaahan. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pemeriksaan dan pengujian PNBP. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. d. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. 108 . terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. penelaahan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. penyiapan. b. serta bagi hasil daerah.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. d. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. b. g. f. pelaksanaan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. b. terdiri dari: a. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. c. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. 113 . serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. b. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. d. terdiri dari: a. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan hubungan komersial panas bumi. h.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. perumusan pengaturan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. 114 . pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. Seksi Hubungan Komersial Batubara. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. g. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. i. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pelaksanaan. e. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. f.

d. e. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. g. g. c. penyiapan rumusan pengaturan usaha. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. b. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subbagian Tata Usaha. terdiri dari: a. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. norma. dan perubahan batas wilayah kerja. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. k. 115 .j. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. f. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. b. penyiapan rumusan standar. f. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. l. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan.

Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. b. c. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi.h. pelaksanaan. d. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. e. i. pelaksanaan fasilitasi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 116 .

(2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. b. terdiri dari: a. d. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. penelaahan. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. serta pengendalian air tanah. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. b. g. e. c. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. 117 . penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi.

b. e. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. d. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. penelaahan. pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. pelaksanaan. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi.h. c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. b. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. penelaahan. i. 118 . pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. serta pengendalian air tanah.

Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. h. d. pelaksanaan. b. c. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. b. e. 119 . (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan.g. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. batubara dan panas bumi. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. penelaahan. b. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. pelaksanaan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. b. serta ketatausahaan. serta air tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. 120 . persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Seksi Konservasi Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

lindungan lingkungan. panas bumi dan air tanah. K3. g. e. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. f. h. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.d. batubara dan panas bumi. c. j. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. terdiri dari: a. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. d. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. profesi personil. f. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. kelaikan teknis. b. produk. Batubara dan Panas Bumi. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. i. batubara. 121 . dan panas bumi. serta penggunaan tenaga teknik. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral.

b. g. penelaahan. e. d. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 122 . sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara. penyiapan. dan Panas Bumi. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan.c. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. pemurnian. norma. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. produk. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. profesi personil. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. jenis dan mutu produk. Seksi Standardisasi Mineral. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. serta konservasi mineral dan batubara. dan panas bumi. penelaahan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis.

b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. serta konservasi mineral dan batubara. pelaksanaan. d. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. e. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan. batas wilayah kerja. 123 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penyiapan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. dan konservasi mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. b.

124 . dan panas bumi. batubara dan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. i. g. f. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. pelaksanaan. Batubara. d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. penelaahan. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral.c. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. h. e. batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. b. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara.

b. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. norma. 125 . d. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. pelaksanaan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. kalibrasi alat ukur. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. dan panas bumi. dan Panas Bumi. pengangkutan. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan. keamanan instalasi. penelaahan. penyimpanan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. batubara. penimbunan. c. penyiapan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. terdiri dari: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. Seksi Keselamatan Batubara. penelaahan. Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. f.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. instrumentasi. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan standar.

norma. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. 126 . Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. batubara. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. c. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. d. b. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Batubara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. dan kriteria usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. dan Panas Bumi. e. penelaahan.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 127 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Inspektorat II. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. pelaksanaan pengawasan kinerja. b. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. d. c. e. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. c. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat I. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. 128 . d. b. penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat IV. Inspektorat III. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Inspektorat Jenderal. keuangan.

d. keprotokolan dan rumah tangga. g. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. keamanan. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. pengurusan kepegawaian dan organisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. h. pengelolaan urusan tata usaha. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. i. k. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. 129 . terdiri dari: a. b. kearsipan. b. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. perlengkapan. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. j. Bagian Umum dan Keuangan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. e. f. d. Bagian Rencana dan Laporan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.

130 . j. penyiapan. pelaporan. penelaahan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rencana kerja. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. i. ketatalaksanaan. f. Subbagian Penyiapan Rencana. d. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. rapat koordinasi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. jaringan dan situs informasi. g. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pelaksanaan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. program kerja. satuan kerja. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. situs. Subbagian Penyiapan Laporan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. c. pelaporan. ketatalaksanaan. penelaahan. b. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. h. akuntabilitas kinerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. penyajian informasi.

penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. c. b. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. penyiapan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. e. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. d. pelaksanaan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. analisis hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. penelaahan. b. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Badan Geologi. 131 . pelaksanaan analisis. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pengolahan.

c. dokumentasi hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. b. serta urusan organisasi dan analisis jabatan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi urusan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. dokumentasi hukum. penyiapan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penelaahan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. e. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. penyuluhan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. bantuan hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. d. serta pemberian pertimbangan hukum. dan implementasi Sipeg. masyarakat dan yustisia. Subbagian Hukum. pelaksanaan. pertimbangan hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 132 . serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. perpustakaan. penyiapan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Subbagian Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan hukum. dokumentasi dan tata naskah. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal.

terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Rumah Tangga. perbendaharaan. k. perbendaharaan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan kesekretariatan. serta pengurusan administrasi keuangan. penelaahan. h. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. c. persuratan dinas. rumah tangga dan kehumasan. i. pelaksanaan keamanan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pengurusan penganggaran. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. j. b. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. keprotokolan dan kehumasan. pelaksanaan. kebersihan. rumah tangga dan kehumasan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. d. perlengkapan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. 133 . pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. g. dan implementasi Sipeg. perlengkapan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. e. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. dan kearsipan. f. dokumentasi dan tata naskah. b. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha.

dan administrasi keuangan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). keprotokolan dan kehumasan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. perlengkapan dan pengadaan. e. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). persuratan dinas. serta evaluasi atas urusan keamanan. pemeriksaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan. 134 . perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. kearsipan. d. perencanaan kebutuhan. c. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. b.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. 139 . (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

h. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. Pusat Survei Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. c. e. terdiri dari: a. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. d. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Sekretariat Badan Geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pelayanan survei geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. penelitian dan pelayanan. b. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. g. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. b. e. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. 140 .BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. f. perumusan kebijakan di bidang geologi. dan geologi lingkungan. Pusat Lingkungan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. d.

b. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. j. f. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Bagian Umum. h. d. 141 . pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. dan rumah tangga. d. Bagian Kepegawaian. c. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan. kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. g. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perencanaan kerja. informasi hukum. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. b. akuntabilitas kinerja. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. e. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaporan. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. i. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi.

penelaahan. penyajian informasi. akuntabilitas kinerja. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. situs. jaringan dan situs informasi. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. satuan kerja. penelaahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. Subbagian Pengelolaan Informasi. f. Subbagian Laporan. penyiapan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengembangan organisasi Badan. e. pengelolaan sistem. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan. c. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. b. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. 142 . (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaporan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. jaringan.

pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. serta evaluasi atas mutasi. penggajian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta pengembangan organisasi Badan. penggajian. kesejahteraan. b. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. b. e. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pengembangan. penelaahan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengangkatan. 143 . penelaahan. pemberhentian. kepangkatan. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. dan analisis jabatan. pemberhentian. pengurusan perencanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. c. kesejahteraan. d. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas perencanaan. serta implementasi Sipeg. pengadaan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pengembangan. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan.

pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Subbagian Kekayaan Negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan revisi anggaran Badan. c. Neraca. penyelesaian kerugian negara. d. kearsipan. b. e. penelaahan. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan rumah tangga. PBI Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Akuntansi. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 517 Bagian Keuangan. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. 144 . dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. b. serta pengurusan revisi anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perlengkapan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. penelaahan. f.

persuratan dinas dan kearsipan. pelayanan kesekretariatan. 145 . Pasal 521 Bagian Umum. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Hukum. bantuan hukum. pelaksanaaan bantuan hukum. kesekretariatan. distribusi penggunaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. c. penyiapan. serta pengurusan perlengkapan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta keprotokolan dan upacara Badan. dan kearsipan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. persuratan dinas. kearsipan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. kebersihan dan keamanan Badan. d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. f. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. terdiri dari: a. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perlengkapan. c. b. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. b. rencana kebutuhan dan pengadaan. kehumasan. perpustakaan. penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pengadaan. dan pemeliharaan barang inventaris. e. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

rekayasa teknologi. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. c. keuangan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. serta pemetaan tematik potensi. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. perumusan rencana dan program. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. mineral. b.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelidikan. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. f. i. b. e. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. bitumen padat. serta rancang bangun dan pemodelan. e. 146 . d. Bidang Informasi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. gambut. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyusunan neraca sumber daya geologi. dan kepegawaian Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bidang Sarana Teknik. evaluasi penyelenggaraan penelitian. g. administrasi keuangan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. j. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. batubara. d. pengelolaan ketatausahaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Bidang Program dan Kerja Sama. rumah tangga. penyelidikan. c.

b. d. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 147 . b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. keuangan. pengurusan perencanaan. pengangkatan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. 148 . Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Laboratorium. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. b. penelaahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. f. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. e. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. terdiri dari: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan publikasi. penyiapan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. d. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Subbidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pemutakhiran basis data. serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. jaringan dan situs informasi. 149 . penyiapan. terdiri dari: a. b. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelakanaan pengelolaan sistem.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. penganggaran. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja.

pemodelan. serta sesar aktif. g. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. serta rancang bangun. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pengelolaan ketatausahaan. 150 . rumah tangga. dan gerakan tanah. gempa bumi. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. administrasi keuangan. gempa bumi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. dan gerakan tanah h. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. j. penyelidikan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. tsunami. operasi perangkat lunak. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. b. i. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dokumentasi. penelaahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. perpustakaan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. sistem. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta pos pengamatan gunung api. dan rekayasa teknologi. f. tsunami. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. sosialisasi. dan kepegawaian Pusat. e.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengurusan perencanaan. pelaksanaan pengelolaan sarana. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. l. kearsipan. terdiri dari: a. pengembangan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. d. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. keuangan. c. Bagian Tata Usaha. b. serta perpustakaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pengangkatan. kebersihan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. pemelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.k. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. terdiri dari: a. penyelidikan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. d. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. 151 . keamanan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. evaluasi pelaksanaan penelitian. pengurusan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat.

Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pengurusan. c. b. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. administrasi keuangan. 152 . serta evaluasi atas pengamatan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. b. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemelaahan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. penelaahan. geokimia dan deformasi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan penyelidikan geofisika. d. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pelaksanaan. serta penetapan status dan peringatan dini. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. penetapan status. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan.

pelaksanaan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. penelaahan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. 153 . terdiri dari: a. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. gerakan tanah dan tsunami.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan. d. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. penelaahan. b. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah.

penelaahan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penyiapan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. d. serta pelaksanaan atas perencanaan program. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. terdiri dari: a. f. e. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. gerakan tanah dan tsunami. b. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penelaahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penyelidikan. 154 .Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. pengurusan perencanaan. Bidang Sarana Teknik. pengangkatan. pengembangan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. b. rumah tangga. geologi teknik dan air tanah. serta dokumentasi tata naskah pegawai. i. e. d. c. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. geologi teknik dan air tanah. e. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. 155 . Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. Bagian Tata Usaha. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. h. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. dan kepegawaian Pusat. Bidang Informasi. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. j. d. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. b. terdiri dari: a. rekayasa teknologi. b. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi penyelenggaraan penelitian. dan pengelolaan tata ruang. f. g. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. k. penyelidikan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi.

d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. b. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. keuangan. keamanan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan.c. f. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. 156 . pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. kebersihan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai.

b. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta rencana strategis berbasis kinerja. b. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. pelaksanaan. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. 157 . penelaahan. terdiri dari: a. d. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Program. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. terdiri dari: a. e. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 578 Bidang Informasi. c. pengelolaan. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta operasi perangkat lunak informasi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. 158 . Subbidang Penerapan Sistem Informasi. dokumentasi dan publikasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penganggaran. pelaksanaan sosialisasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. penyiapan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. serta pengelolaan perpustakaan. pelakanaan pengelolaan sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi.

Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. administrasi keuangan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. evaluasi pelaksanaan penelitian. rekayasa teknologi. sosialisasi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penelaahan. e. perpustakaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rumah tangga. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. tektonik. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. geofisika. l. pelaksanaan. b. penelitian dan penyelidikan geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dokumentasi. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan kepegawaian Pusat. pemetaan dan penelitian geologi. penelaahan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pemetaan geologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. geokimia. h.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. f. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. operasi perangkat lunak. pemetaan. 159 . d. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pengelolaan ketatausahaan. j. k. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. m. penyelidikan dan survei di bidang geologi. i. g. sistem. pelaksanaan. inventarisasi hasil survei. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. pelayanan jasa survei. geomorfologi.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengurusan perencanaan. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. d. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keamanan. Bidang Program dan Kerja Sama. pengangkatan. keuangan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Bidang Informasi. terdiri dari: a. d. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. kebersihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta akuntansi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Bidang Sarana Teknik. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 160 . b. Bagian Tata Usaha.

(2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. b. 161 . c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan.

pengelolaan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta rencana strategis berbasis kinerja. penelaahan. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Program. penyiapan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. terdiri dari: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Kerja Sama. e. 162 . penyusunan akuntabilitas kinerja. b. b. penganggaran. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan sosialisasi. sistem. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan. sosialisasi. Pasal 597 Bidang Informasi. pelaksanaan. perpustakaan. b. d. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. 163 . serta operasi perangkat lunak informasi. dokumentasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. b. terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. dokumentasi dan publikasi. operasi perangkat lunak. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan perpustakaan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 164 . Perekayasa. Penyelidik Bumi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

mineral batubara. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pembinaan pelayanan jasa teknologi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. b. c. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. 165 . pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. f. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. e. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. panas bumi.

c. h. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. terdiri dari: a. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta pelaksanaan bantuan hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. dan rumah tangga. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta perencanaan kerja. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. b. 166 . penganggaran dan kegiatan satuan kerja. e. g. b. e. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Badan. informasi hukum. kearsipan. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. f.

serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Kepegawaian. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. d. akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. terdiri dari: a. Subbagian Laporan. b. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. terdiri dari: a. pelaporan. c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. e. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.i. Bagian Umum. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan sistem. g. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. j. jaringan dan situs informasi. d. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. pelaporan. 167 . serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.

Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. b. penelaahan. b. pengembangan. serta implementasi Sipeg. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta penyempurnaan organisasi Badan. penyajian informasi. situs. kepangkatan. d. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 168 . satuan kerja. penggajian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. pelaksanaan. jaringan. pengurusan perencanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. terdiri dari: a. pemberhentian. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. c. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta pengembangan organisasi Badan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. penelaahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. e. dan analisis jabatan.

penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penelaahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penyiapan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Kekayaan Negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas mutasi. penyiapan. kepangkatan pemberhentian. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Pasal 618 Bagian Keuangan. e. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 169 . c. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. pengembangan. kesejahteraan. b. serta penyelesaian kerugian negara. pengangkatan. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. penyiapan. b. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Akuntansi. PBI Badan. serta evaluasi atas perencanaan. d.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. c. dan kearsipan. perpustakaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. b. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. pelaksanaaan bantuan hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. informasi dan dokumentasi hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. f. persuratan dinas. Neraca. kehumasan. perlengkapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pengadaan. dan rumah tangga. terdiri dari: a. b. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta pengurusan perlengkapan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. kearsipan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. distribusi penggunaan. perlengkapan. dan revisi anggaran Badan. e. kearsipan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Subbagian Tata Usaha. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Hukum. penelaahan. penelaahan. Pasal 622 Bagian Umum. d. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaan. pelaksanaan. 170 . dan rumah tangga. c.

e. pelaksanaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penelaahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. 171 . serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. g. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyiapan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. persuratan dinas dan kearsipan. rencana kebutuhan dan pengadaan. kebersihan dan keamanan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. kesekretariatan. f. b.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. bantuan hukum. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi.

kebersihan. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. c. b. Kelompok Fungsional. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. b. dan kepegawaian Pusat. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengangkatan. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. e. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. i. keuangan. Bidang Program. d.h. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Afiliasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. administrasi keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. 172 . perbendaharaan dan akuntansi. pengurusan perencanaan. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. rumah tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. d. b. c. terdiri dari: a. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 173 . serta pengadaan. dan kebersihan Pusat. b. keamanan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Subbidang Pengoperasian Sarana. e.

penyiapan. pelaksanaan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta analisis.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. c. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. 174 . Pasal 637 Bidang Program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. penelaahan. b. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. jaringan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. d. 175 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. c.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penelaahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. penelaahan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. h. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. dan kepegawaian Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. jaringan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. f. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. i. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. b. g. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. 176 . perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. administrasi keuangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". b. terdiri dari: a. e. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pemeliharaan sarana kerja. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengembangan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengadaan. keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta pelaksanaan keamanan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. keamanan. c. d. kebersihan. Bidang Afiliasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Tata Usaha. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. 177 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. terdiri dari: a. c. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Program. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengangkatan. e. b. pengurusan perencanaan. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. b. penyiapan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 178 . Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. b. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penyiapan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta analisis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. penelaahan. penelaahan. Pasal 656 Bidang Program. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 179 . (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.

administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. b. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. c. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. 180 . pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. g. i. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. Bagian Tata Usaha. d. h. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. terdiri dari: a. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. f. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. b. pengelolaan ketatausahaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. rumah tangga. Kelompok Fungsional.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. 181 . serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi.

Pasal 667 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. dan kebersihan Pusat. b. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keamanan. pengembangan. keuangan. pemeliharaan sarana kerja. kebersihan. c. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta pengadaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. 182 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. 183 . penyediaan bahan baku. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. e. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan. penelaahan. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Pengembangan Sarana. d. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta analisis. b.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. 184 . penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. c. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 675 Bidang Program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a.

b. situs dan penyebarluasan informasi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. Pasal 679 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. 185 . penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. c. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. e. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.

e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. j. administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga. keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. geokimia. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. c. Bidang Program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. 186 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Kelompok Fungsional. Bidang Afiliasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. dan geofisika kelautan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. b. g. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. f. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. h. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. d. i. pengelolaan ketatausahaan.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. e.

d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. keuangan. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengembangan. 187 . Pasal 686 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan kebersihan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. e. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. keamanan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perbendaharaan dan akuntansi. perbendaharaan dan akuntansi. perencanaan.

penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Subbidang Pengembangan Sarana. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pengelolaan. penyediaan bahan baku. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pengelolaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. d. b. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. e. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyediaan bahan baku. 188 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium.

penyiapan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. b. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 694 Bidang Program. b. 189 .c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. terdiri dari: a. serta analisis.

(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem.d. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 190 . dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. e. terdiri dari: a. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. b. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. 191 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Penyelidik Bumi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perekayasa.

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. e. 192 . serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. batubara. f. mineral. c. d. g. geologi. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. h. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana dan program pendidikan dan pelatihan.

b. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. g. d. 193 . serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. i. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. satuan kerja. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. c. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pembinaan kerja sama. f. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. h.

serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. serta perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. h. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Bagian Umum. 194 . l. c. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. pelaporan. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.j. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. d. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. e. d. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. g. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Bagian Keuangan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. penganggaran. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pelaporan. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. k. f. dan rumah tangga. ketatalaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. kearsipan. akuntabilitas kinerja.

penelaahan. penganggaran. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. c. c. 195 . b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Kerja Sama. kesejahteraan. perencanaan kerja. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kepangkatan. serta pengembangan organisasi Badan. pengurusan perencanaan. penyiapan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pengembangan. dan analisis jabatan. pemberhentian. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. b. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. e. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan. serta implementasi Sipeg. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. penggajian. prosedur kerja. jaringan dan situs informasi Badan. d. terdiri dari: a.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pengadaan. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan berkala. penelaahan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. dan sistem.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. c.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. penyiapan. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. pelaksanaan. produk kilang. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Subbidang Utilitas. terdiri dari: a. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelayanan jasa. Subbidang Kilang. b. b. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. 200 .

penyediaan dan pemanfaatan. c. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pengembangan dan pemanfaatan. d. 201 . Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Subbidang Bengkel. b. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan.

Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. d. f. pengelolaan kepustakaan. penyiapan penyelenggaraan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta kepustakaan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. 202 . e. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. b. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. g.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pedoman. Subbidang Penyiapan Pelatihan. standar.

Bagian Tata Usaha. e. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. terdiri dari: a. pemberian pelayanan jasa. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria pendidikan dan pelatihan. norma. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. Batubara. i. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. c. d. e. prosedur. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. g. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. 203 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. Bidang Sarana Teknis. kearsipan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. d. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. f. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. serta hukum. 204 . perbendaharaan. b. c. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. terdiri dari: a. organisasi. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah. perlengkapan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. akuntansi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kehumasan dan keprotokolan. b. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan.

penyiapan rumusan standar. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pemeliharaan. e. b. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. norma. rencana pengembangan. penelaahan. Subbidang Pengembangan Sarana.c. 205 . (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. penggunaan. b. penelaahan.

terdiri dari: a. 206 . Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. b. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. b. f. dan prosedur. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. Subbidang Program dan Kerja Sama. kriteria. pelaksanaan. c. penelaahan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. penyiapan rumusan standar. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. kerja sama dan sistem. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. d. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.d. norma. pedoman. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. e.

d. terdiri dari: a. prosedur. pelaksanaan. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyusunan standar. c. e. norma.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penyiapan penyelenggaraan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. b. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pedoman. pemberian pelayanan jasa. norma. penyusunan standar. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. 207 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pedoman. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. penyiapan penyelenggaraan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pedoman. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. f.

Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bidang Pelatihan dan Sarana. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha. b. b. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. c. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan. e. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional.g. 208 . terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perlengkapan. h. d. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. perbendaharaan. kehumasan dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

terdiri dari: a.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. c. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. kerja sama. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. 209 . jaringan dan situs informasi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Perencanaan. dan sistem. norma. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. akuntabilitas kinerja. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. d. penelaahan.

penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. terdiri dari: a. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penyiapan. penelaahan. 210 . b. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. kerja sama. pelaksanaan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Subbidang Pelatihan. kriteria dan prosedur. norma. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan kerja sama. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan. pedoman. promosi. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan.

perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. Bagian Tata Usaha. g. f. norma. b. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pedoman. kriteria pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pemberian pelayanan jasa. d. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. h. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. prosedur. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. penelaahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. 211 . d. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778.

212 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. kehumasan dan keprotokolan. perlengkapan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. perbendaharaan. terdiri dari: a. c. kearsipan. akuntansi. b. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. e. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. hukum.

Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. b. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. e. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas standar. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penelaahan. c. pelaksanaan. norma. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. pelaksanaan. norma dan kriteria. 213 . penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. penelaahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. c. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. kerja sama. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Sarana dan Prasarana. d. penelaahan. 214 . perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. promosi. terdiri dari: a. Subbidang Pelatihan. b. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan kerja sama. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.

(2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. b. terdiri dari: a. e. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. c. d. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Direktorat Jenderal. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. 216 . (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. h. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta neraca energi dan sumber daya mineral. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. b. c. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. i. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. e. k. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. j. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. f. g. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. 217 . koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen.

c. penyelenggaraan dukungan operasi kerja.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Bakoren. pelaksanaan urusan tata usaha. b. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. c. b. Bagian Tata Usaha. pelaporan dan tata persuratan. 218 . serta kearsipan Bakoren. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Pusat. b. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. terdiri dari: a. d. e. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Bidang Kajian Strategis. dukungan operasi kerja. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. terdiri dari: a. rumah tangga. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. d. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta kearsipan Pusat. c.

pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. f. b. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan norma. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. c. e. i. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. 219 . serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. j. h. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. g. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. b. d. l. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. k. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi.

serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelahaan. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. b.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. penelaahan. penelaahan. c. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. f. e. penyiapan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. 220 . penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. d. pelayanan data dan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. ketenagalistrikan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penyusunan rumusan norma.

Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. penelahaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. gambut. b. e. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. 221 . pelaksanaan. bitumen padat. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kajian Strategis Energi. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. air tanah dan kegeologian. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. pelaksanaan. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. f. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penelahaan. b.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral.

pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. 222 . (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing.

standardisasi teknis. peraturan perundang-undangan. perencanaan kerja.a kepada pejabat eselon I. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. peralatan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (9) Pedoman penyusunan tata laksana.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. 223 . dan akuntabilitas kinerja Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dengan lingkup meliputi personil. penganggaran. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dokumentasi. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. regulasi ekonomi dan keteknikan. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. organisasi. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen.

a. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Direktur Jenderal. Inspektur. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.a. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Pusat.BAB XIV ESELON. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Kepala Biro.b. (4) Kepala Bagian. 224 .a. Sekretaris Direktorat Jenderal. Direktur Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Inspektur Jenderal.a.

diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. X. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d. 225 . Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.

(4) Perubahan atas rincian tugas. susunan organisasi. 226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . maka: a. b. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful