MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. c. koordinasi kegiatan Departemen. Lembaga Pemerintah Non Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Biro Keuangan. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. 5 . Departemen lain. Kementerian Negara. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. e. b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Biro Umum. terdiri dari: a. d. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. c. dan lembaga lain yang terkait.

l. serta perumusan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. evaluasi kebijakan pembangunan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. g. b. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perencanaan Anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana dan program kerja dan anggaran. dan rencana anggaran. c. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Bagian Penyusunan Rencana Kerja. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. c. b. serta rencana strategis. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. j. 6 . rencana dan program kerja. i. rencana pembangunan jangka panjang. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta pengelolaan kerja sama Departemen. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. k. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. f. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. e. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. perumusan kebijakan pembangunan. rencana kerja dan anggaran. d. h. sosialisasi kebijakan pembangunan. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. menengah dan tahunan. rencana anggaran. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. Bagian Kerja Sama. d.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. e. terdiri dari: a. penyusunan harga satuan. serta kerja sama.

b. e. f.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. c. penyusunan rumusan RK-KL. Subbagian Perencanaan Penunjang. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. d. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. penelaahan. penelaahan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. c. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. terdiri dari: a. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. 7 . Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan norma. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Menengah dan Tahunan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penelaahan. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. standar dan kriteria rencana kerja. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja.

penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. b. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penelaahan. penyiapan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan 8 . terdiri dari: a.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). kriteria perencanaan anggaran. f. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penelaahan. c. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Batubara dan Panas Bumi. norma. e. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. penyiapan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Penganggaran Penunjang. d.

menengah. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. norma. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. e. terdiri dari: a. RKA-KL. d. kriteria akuntabilitas kinerja. penelaahan. c. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. tahunan dan rencana strategis. h. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. rencana pembangunan jangka panjang. 9 . penyiapan rumusan standar. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. g. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. Inspektorat Jenderal. f. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan bahan sidang.

10 . h. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. d. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. dan Badan Geologi. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Inspektorat Jenderal. c. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. kriteria kerja sama. b. e. Panas Bumi. penyiapan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. norma. penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama asosiasi. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. g. penelaahan. f.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen.

pengadaan. dan kesejahteraan pegawai. c. pengembangan organisasi dan tata laksana. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. b. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. Subbagian Kerja Sama Bilateral. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). kepangkatan. terdiri dari: a. penelaahan. e. 11 . serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penempatan dan pengembangan pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. penelaahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. serta penyiapan penetapan pemberhentian. pemensiunan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. pembinaan mutasi. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. dan penilaian kinerja pegawai. perencanaan. b. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan struktural dan fungsional. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. c. disiplin.

Pegawai Negeri Sipil (PNS). perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai.f. d. pengadaan. e. evaluasi pembinaan kepegawaian. j. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Mutasi Pegawai. penyiapan rumusan rencana. b. c. pengelolaan sistem informasi pegawai. k. g. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. d. g. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. e. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. c. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. i. serta standardisasi kompetensi jabatan. serta kartu PNS. Bagian Data dan Informasi Pegawai. terdiri dari: a. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyusunan rencana formasi. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). serta administrasi penugasan ke luar negeri. norma. pola dan pengembangan karir pegawai. 12 . f. h.

urusan tugas belajar dan izin belajar. i. pemindahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. j. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. kompetensi pegawai. penyiapan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. b. penelaahan.h. dan penugasan pegawai ke luar negeri. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. kepangkatan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 13 . penelaahan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. penyiapan. pemberhentian dan disiplin. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. penyiapan. bimbingan teknis. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. c. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. Subbagian Pengembangan Karir. dan Kartu PNS Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai.

pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. Kartu Suami. pemindahan. k. dan penilaian prestasi pegawai.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pelaksanaan kepangkatan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pemindahan. Askes. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. penyiapan standar. perbantuan. Taspen. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. h. b. 14 . serta Kartu Istri. j. pemberhentian dan disiplin. perbantuan. penelaahan. terdiri dari: a. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. cuti. serta kesejahteraan pegawai. e. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. dan penarikan kembali pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pelaksanaan kesejahteraan. norma. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. g. c. pelaksanaan. penarikan kembali. b. pengangkatan kembali. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pemberhentian. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. dipekerjakan. i. pelaksanaan disiplin pegawai. pembebasan sementara. c. dipekerjakan. f. kepangkatan. dan Bapertarum. Subbagian Mutasi Jabatan. kriteria mutasi pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. dan penilaian angka kredit. pemberhentian. pemindahan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. pelaksanaan pemindahan pegawai. d. evaluasi pelaksanaan pengangkatan.

Kartu Istri. dan administrasi lembaga tripartit. penelaahan. Daftar Urut Kepangkatan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. Askes. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. i. g. f. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. 15 . jabatan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penghargaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. d.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengadaan pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Taspen. penghargaan. e. h. dan daftar riwayat hidup pegawai. penyiapan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penggajian. b. disiplin. penyusunan laporan kekuatan pegawai. penelaahan. penilaian angka kredit. pelaksanaan. pelayanan kesehatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pemindahan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemberhentian. c. kepangkatan. pemberhentian dan pemensiunan. Kartu Suami. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bapertarum pegawai Departemen.

pemberhentian. penyiapan rumusan standar. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. 16 . serta pedoman penyempurnaan organisasi.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. terdiri dari: a. pemindahan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. e. kriteria pengembangan organisasi. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. klasifikasi dan peta jabatan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. b. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. kepangkatan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. penghargaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. pendidikan dan pelatihan pegawai. norma. penelaahan. pelaksanaan. b. penelaahan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pelaksanaan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pengadaan pegawai. c. pelaksanaan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. jabatan. d. penelaahan.

pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. Subbagian Kelembagaan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan pelaksanaan bimbingan teknis.f. pola hubungan kerja. analisis beban kerja. 17 . g. administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. perbendaharaan. penelaahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. pengembangan. standardisasi kompetensi jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. pengembangan. penelaahan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. h. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. peta jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. Subbagian Tata Laksana. terdiri dari: a.

serta nota keuangan. Bagian Akuntansi. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. d. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta pembinaan perbendaharaan. e. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. perbendaharaan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Bagian Kekayaan Negara. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. b. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Perbendaharaan. k. d. e. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. f. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. administrasi keuangan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. Pasal 49 Biro Keuangan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). l. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. laporan realisasi anggaran. Bagian Pendapatan dan Belanja. h. kekayaan negara dan akuntansi. c. pembinaan inventarisasi. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. b. serta bimbingan teknis perbendaharaan. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. j. 18 . serta pelaksanaan akuntansi. dan implementasi sistem akuntansi. penyelesaian kerugian negara. serta Neraca Departemen. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen.

terdiri dari: a. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. norma. k. c. g. 19 . (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan target. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Anggaran Belanja. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. i. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. c. d. dan urusan tata usaha Biro. penyusunan rumusan standar. b. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. f. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. pelaksanaan. j. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. penyiapan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penelaahan. e. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan. penelaahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50.

serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. serta pembagian iuran sumber daya alam. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. penelaahan. f. pelaksanaan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. dan pengelolaan SPM. terdiri dari: a. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. norma. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Badan Geologi. 20 . penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. b. g. e. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penelaahan. dan bidang minyak dan gas bumi. b. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. g. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. f. penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. e. b. penyiapan rumusan standar. ganti rugi. norma. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. c. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. c. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. tuntutan perbendaharaan. 21 . pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara.

kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Badan Geologi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). terdiri dari: a. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. b. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. penelaahan. norma. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. d. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. c. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. 22 . serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. f. Subbagian Penyiapan Neraca. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan verifikasi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. c. Inspektorat Jenderal. rekonsiliasi. g.

penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan. dan implementasi SAAT Departemen. verifikasi anggaran.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). f. bantuan hukum. pengelolaan dokumentasi. penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan aset. equitas dana. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. serta pelaksanaan kehumasan. dan bantuan hukum. e. dan bantuan hukum. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. d. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan. c. Neraca. rekonsialiasi. h. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penyelesaian kasus hukum. serta program legislasi dan regulasi. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. bantuan hukum dan kehumasan. serta hubungan masyarakat Departemen. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. konsolidasi. penelaahan. pelaksanaan. dan implementasi SAI Departemen. kewajiban. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. b. g. 23 . penelaahan. serta kehumasan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan.

penelaahan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. evaluasi peraturan perundang-undangan. Bagian Bantuan Hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Penelaahan Hukum. terdiri dari: a. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan.i. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Bagian Hubungan Masyarakat. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. b. e. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. j. d. b. dan bantuan hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. e. c. d. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. 24 .

pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. 25 . penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. b. e. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. f. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. kriteria kontrak atau perjanjian. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. h. g. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penelaahan. d.

dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. terdiri dari: a. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penelaahan. b. c. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. b. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. 26 . c. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. e. penyiapan. norma. penelaahan. f. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan. d. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum.

(2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksaaan. penelaahan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. pelaksaaan. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta monitoring dan analisis berita. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. kriteria pelayanan hubungan masyarakat.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. d. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. konferensi pers. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. 27 . Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. norma. f. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. c. b. c. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. b. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. pelaksaaan.

penelaahan. peliputan dan perekaman kegiatan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan. abstrak peraturan perundang-undangan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. i. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. c. Subbagian Publikasi. rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. konferensi pers. terdiri dari: a.g. pameran Departemen. j. h. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan peliputan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. monitoring dan analisis berita Departemen. penerbitan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. 28 . serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. dan urusan tata usaha Biro. b.

serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. d. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. tugas 29 . tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Bagian Tata Usaha. h. Pasal 87 Biro Umum. d. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Bagian Perlengkapan. j. pengadaan. tata usaha dan kearsipan. b. b. Staf Ahli. terdiri dari: a. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. rumah tangga Sekretariat Jenderal. e. pengelolaan keamanan dan keselamatan. f. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Sekretaris Jenderal. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. c. f. g. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. perlengkapan dan pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. pengelolaan rumah tangga. i. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli.

f. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. d. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. b. b. pelantikan. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Medan Merdeka Selatan 18. Subbagian Tata Usaha Menteri. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Jakarta Pusat).Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. c. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. persuratan dinas. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. e. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. c. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen.

penelaahan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penjadwalan kegiatan. d. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. penelaahan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyiapan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. b. norma. terdiri dari: a. b. pelaksanaan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. persuratan dinas. c. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. e. Subbagian Kearsipan. c. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. f. dan ekspedisi surat dinas. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. 31 . Subbagian Tata Usaha Departemen.

Kepala Biro dan Kepala Pusat. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. d. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. c. pelaksanaan kebersihan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Staf Ahli. 32 . evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. M. b. keselamatan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. keamanan. e. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. Thamrin 1. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.H. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. b. Staf Ahli. c. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). serta pengadaan. f.

penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penyiapan bahan rumusan standar. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. inventarisasi. c. dan kearsipan Staf Ahli. c. d. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. norma. b. serta pengadaan. pelaksanaan pengadaan. e. Subbagian Rencana Kebutuhan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. g. penelaahan penyiapan. Subbagian Pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 33 . (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan kegiatan. kriteria perlengkapan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. terdiri dari: a. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. f. Pasal 102 Bagian Perlengkapan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. norma. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. 35 . terdiri dari: a. b. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. kriteria. pedoman.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. c. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. e. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. b. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.

evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. satuan kerja. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. d. pelaporan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. b. Kelompok Jabatan Fungsional. e. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. b. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. kearsipan. h. 36 . penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. i. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. dan rumah tangga. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. d. g. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. k. j. penelaahan. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. l. 41 .(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan bagi hasil. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. g. f. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. c. n. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. i. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. h. implementasi Sipeg. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. WP & B). pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. b. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. d. rencana dan program. m. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan.

penyiapan rumusan. p. ketersediaan dan infrastruktur sektor. menengah dan tahunan berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. f. c. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. e. b. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. f. serta data kebutuhan. penyusunan statistik. norma. 42 . kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. d. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta pencadangan strategis. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. terdiri dari: a. h. terdiri dari: a. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi.o. b. c. g. b. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang.

rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. dan terms of condition KKS.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. permasalahan iklim usaha. norma. e. b. dan pelaksanaan sosialisasi. serta penyediaan informasi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. b. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. terdiri dari: a. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. 43 . Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. f. d. penelaahan. penyiapan. g. pengumpulan data potensi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan.

serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. f. i. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. serta bagi hasil daerah.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. e. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. 44 . dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. retribusi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. tugas serta induk. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. d. pemeriksaan dan pengujian. g. c. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penyiapan. serta biaya operasi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. tugas serta induk. penelaahan. penyiapan. h. penelaahan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. pelaksanaan pencatatan. norma. pajak. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. j. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil.

terdiri dari: a. harga minyak mentah Indonesia. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. e. b. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. norma. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. pelaksanaan. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. f. 45 . tenaga kerja asing. pajak. lifting dan target penerimaan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. PNBP dan tarif iuran. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. retribusi. g. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. c. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. penelaahan. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. d. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. tenaga kerja asing. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a.

i. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penelaahan. rencana impor barang operasi. fasilitasi lembaga tripartit. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. penggunaan barang operasi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penyiapan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. b. penelaahan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. serta pengaturan tenaga kerja asing. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 46 . penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. b.h. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. k. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. penyiapan. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. j. pemberdayaan produksi dalam negeri. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. dan kerja sama dalam negeri.

Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Multilateral dan Regional. b. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penelaahan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. penyiapan. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan. b. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyiapan. penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. d. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. 47 . perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. f. serta kerja sama Pemerintah Daerah. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. e.

b. f. k. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan pengumuman WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan WK. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. norma. f. i. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. l. c. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. d. h. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. 48 . e. f. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. d. j. g. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. g. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Subdirektorat Wilayah Kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan standar. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. kriteria pengelolaan WK. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. h. terdiri dari: a. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. e.d. c. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu.

serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. f. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan. penelaahan. e. b. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. kriteria usaha eksplorasi. penilaian. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. c. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. b. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. 49 . b. d. penelaahan. terdiri dari: a.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja.

f. b. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. j. pelaksanaan. g. penyiapan rumusan standar. e. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. d. c. 50 . pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. pelaksanaan. norma. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penelaahan. kriteria. i. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. h. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penelaahan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. b.

b. f. kriteria usaha eksploitasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. g. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. penelaahan. penyiapan. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. norma. d. penyiapan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. e. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. tumpang tindih lahan. rencana kerja dan anggaran KKS. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. penyiapan rumusan standar. 51 . pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. c. penelaahan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi.

serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. f. penelaahan. 52 . penyiapan rumusan standar. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penelaahan. h. b. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. norma. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. b. penyiapan. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis.

pelaksanaan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. g. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. c.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penyiapan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. 53 . hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penelaahan. Light Natural Gas (LNG). perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. f. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pengaturan Penugasan. bahan bakar gas. i. Penyediaan. d. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). penelaahan. b. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. e. Light Petroleoum Gas (LPG). bahan bakar lain. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. h. perumusan jenis bahan bakar minyak.

pengelolaan data. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Kelompok Jabatan Fungsional. LPG. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. e. l. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. d. pengelolaan data. i. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. j. c. c. 54 . k. bahan bakar lain. bahan bakar gas. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. d. penyiapan perizinan usaha pengolahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. g. norma. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir.j. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. terdiri dari: a. e. h. b. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. LNG. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi.

g. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. b. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. d. norma. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. penelaahan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pengelolaan data. hasil olahan dan bahan bakar lain. 55 . Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan rumusan standar. c. b.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. h. penyiapan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan penyediaan bahan bakar.

56 . Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a.i. b. penyiapan. e. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. j. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. b. bahan bakar gas dan LPG. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan formulasi harga. d. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. kriteria harga bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. norma. penelaahan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta penyiapan penetapan P3JBT. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. e. g. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. b. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. 57 . b. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. LPG. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. penyiapan perizinan usaha niaga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. c. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. h. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. norma. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. f. pelaksanaan. h. gas bumi. penyiapan.f. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. kriteria usaha niaga. LNG. d.

kriteria usaha non bahan bakar. b. b. petrokimia. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Niaga Minyak Bumi. pelumas. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. biodiesel. LPG. c. penelaahan. Seksi Niaga Gas Bumi. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. LNG. b. e. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. dan non bahan bakar lainnya. terdiri dari: a. f. tugas 58 . penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. terdiri dari: a. Seksi Proses Non Bahan Bakar. penyiapan norma. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. d.

biodiesel. biodiesel. lindungan lingkungan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. petrokimia. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. kelaikan teknis. produk. penelaahan. petrokimia. b. penyiapan. lindungan lingkungan. dan non bahan bakar lainnya.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. e. h. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 59 . sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. profesi personil. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta penggunaan tenaga teknik. penyiapan. f. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. dan non bahan bakar lainnya. usaha penunjang.

e. j. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. d. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. b. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. b. c. c. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. h.i. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Kelompok Jabatan Fungsional. d. f. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. e. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. 60 .

keselamatan operasi. penyiapan rumusan standar. d. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. K3. penyiapan. dan kalibrasi alat ukur. instrumentasi. penelaahan. f. b. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penelaahan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. instalasi. 61 . pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. norma. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. c. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. g. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.

Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. K3. instalasi. penyiapan. dan penggunaan tenaga teknik. instrumentasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. c. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan. e. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 62 . d. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.

penelaahan. Penyimpanan. penelaahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penjaminan pasca operasi. b. c.f. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. 63 . penyiapan. penyiapan. pengangkutan. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. terdiri dari: a. Penyimpanan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. g. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. Seksi Keselamatan Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan.

pengangkutan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. 64 . terdiri dari: a. g.d. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. c. f. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. norma. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan kriteria usaha penunjang.

Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 65 . (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi.d. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. produk. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. profesi personil. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. f. g. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

d. c. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. penyusunan standar.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. 67 . penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. kriteria. b. pedoman. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. c. terdiri dari: a. g. h. i. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. c. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. dan rumah tangga. d. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. satuan kerja. 68 . d. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b.

pelaporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan dan situs informasi. akuntabilitas kinerja. d. f. ketatalaksanaan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. jaringan. e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. pelaporan. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Keuangan. c. e. d. rapat koordinasi. 69 . penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pelaksanaan. b. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. b. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. c. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Rencana dan Laporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. g. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pengelolaan sistem. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. situs.

dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. 70 . penyiapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. satuan kerja. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 237 Bagian Keuangan. PBI Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. f. b. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Perbendaharaan. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. e. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

penelaahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. c. serta kehumasan. penelaahan. pelaksanaan. 71 . Subbagian Informasi Hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelayanan konsultasi hukum. penyiapan. pertimbangan hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan informasi.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. c. Subbagian Pertimbangan Hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. e. d. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. b. f. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyelesaian kerugian negara. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. penelaahan.

pertamanan dan perparkiran. e. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga. dan Implementasi Sipeg. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. telepon. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. f. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. c. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. g. pemberhentian. Subbagian Kepegawaian. pengadaan pegawai. 72 . serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pelaksanaan. b. kebersihan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. penelaahan. pelaksanaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. terdiri dari: a. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. c. ekspedisi persuratan dinas. pelaksanaan urusan kesekretariatan. dan kearsipan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. keamanan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. mutasi. d. pengurusan formasi. b. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.

dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). c. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penelaahan. rencana pengadaan. rencana dan program. evaluasi kebijakan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan. g. implementasi Sipeg. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. b. 73 . rencana dan program. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. f. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. d. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. perumusan pedoman dan prosedur kerja. h.

pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. e. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. c. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. b. g. f. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. d. b. d. 74 . serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. e. penyiapan rumusan. serta program pengembangan jaringan transmisi.

b. penelaahan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 75 . serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. c. b. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan. penyiapan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penelaahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. pelaksanaan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. d. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan.

b. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. 76 . serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. norma. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penyiapan. f. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. d. kriteria tenaga listrik sosial.

penyusunan dokumen perjanjian. c. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. 77 . program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. lembaga sertifikasi. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. multilateral dan regional. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. asosiasi dan lembaga lainnya. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. b. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. evaluasi pelaksanaan rencana. penelaahan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pengolahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. penelaahan. c. 78 . b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. d. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan data. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. b. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. e. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. penyiapan.

i. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. 79 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta perlindungan konsumen. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. h. b. g. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. b. c. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. d. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. f. e. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. e. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. c. pembinaan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270.

c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta efisiensi dan transparansi usaha. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. tugas 80 . Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. c. b. penyiapan.

Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penyiapan rumusan standar. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. pemberian sanksi. b. b. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyiapan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. 81 . pelaksanaan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. e. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Seksi Pengawasan Izin Usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. f. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. norma. penelaahan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Izin Usaha. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik.

terdiri dari: a. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penelaahan. penyiapan. c. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. 82 . (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria hubungan komersial.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. norma. penelaahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. e. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. f. penelaahan. penyiapan rumusan standar. b. d. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik.

serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas 83 . terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. norma. b. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. c. penelaahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan rumusan standar. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. b. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. e. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. 84 . sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. lindungan lingkungan. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. h. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta pembinaan teknis. profesi personil. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. f. i. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. produk. keselamatan dan K3. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. f. c. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. d. g. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. e. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. kelaikan teknis. c. lindungan lingkungan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. c. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta Rancangan SNI. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. f. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. d.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. 85 . penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. g. e. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. jenis dan mutu tenaga listrik. b.

Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. f. b. dan K3. kelaikan peralatan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. 86 . penelaahan. c. e. kalibrasi alat ukur. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. keselamatan operasi. penyiapan rumusan standar. norma. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. instrumentasi. pelaksanaan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. d. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan.

e. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. d. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. f. c. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. g. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penelaahan. terdiri dari: a. penelaahan. b. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. 87 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. e. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. b.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. penyiapan. 88 . penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. d. c.

Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. norma. g. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. 89 . penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. b. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. c. penelaahan. d. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. b. produk. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. profesi personil. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. e. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. terdiri dari: a.

perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. 90 . pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. c. norma. energi perdesaan dan konservasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. g. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. b. h.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Subdirektorat Konservasi Energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. f. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi alternatif. e. kriteria pemanfaatan energi. c. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. d. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. d. Subdirektorat Bimbingan Teknis. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. c.

b. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. e. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. terdiri dari: a. b. d. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. 91 . pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. kriteria usaha energi baru terbarukan. b. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. norma. penyiapan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penelahaan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. c. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan.

c. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. b. serta evaluasi atas program konservasi energi. penyiapan rumusan standar. e. penelahaan. penelahaan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. penelahaan. Seksi Program Konservasi Energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerapan Konservasi Energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. terdiri dari: a. penyiapan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. d. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan. 92 . penelahaan. b. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.

Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. c. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penyiapan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. terdiri dari: a. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. serta pedoman pengembangan. e. pemberdayaan masyarakat. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. penelahaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. rencana dan program. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 93 . Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelahaan. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a.. Seksi Program Energi Perdesaan. b. d. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelahaan. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. b. penyiapan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. 94 . Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. b.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 .

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. batubara dan panas bumi. (2) Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. c. penyusunan standar. e. dan prosedur di bidang mineral. kriteria. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Batubara. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. batubara. pedoman. dan panas bumi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. norma. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. 96 . Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. d.

c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi. b. kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. 97 . Batubara dan Panas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. c. g. satuan kerja. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. h. i. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. b. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Batubara dan Panas Bumi. e. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi.

e. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. pelaporan. Subbagian Laporan. f. Subbagian Pengelolaan Informasi. rapat koordinasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. c. c. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. jaringan dan situs informasi. Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Keuangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. d. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. g. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. 98 .Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. b. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal.

penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. e. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 354 Bagian Keuangan. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. b. satuan kerja. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. PBI Direktorat Jenderal. d. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. 99 . b. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. situs. penelaahan.

dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. c. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pertimbangan hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. c. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. pelayanan konsultasi hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. laporan pertanggungjawaban keuangan. b. b. 100 . Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta kehumasan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. d. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Pertimbangan Hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f. dokumentasi dan sosialisasi hukum.

Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pengadaan pegawai. f. e. d. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengurusan formasi. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. telepon. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. ekspedisi persuratan dinas. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pemberhentian. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. batubara. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. keamanan. serta urusan keprotokolan dan upacara. pertamanan dan perparkiran. penelaahan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. kebersihan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mutasi. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga. b. dan Implementasi Sipeg. dan kearsipan. penyiapan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. program legislasi dan regulasi bidang mineral. 101 . panas bumi dan air tanah. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penelaahan. g. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. c.

c. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. dan produksi. wilayah kerja. perumusan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. cadangan atau potensi. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. dan produksi. neraca sumber daya wilayah kerja. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. implementasi Sipeg. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Tata Usaha. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. b. serta penetapan wilayah kerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. 102 . rencana pengadaan. b. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana dan program di bidang mineral. Subbagian Kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. c. investasi dan pendanaan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal.

dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. 103 . evaluasi kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. j. c. e. f. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. d. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. Batubara dan Panas Bumi. h. b. Batubara. batubara. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. c. menengah dan tahunan berbasis kinerja. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. pencatatan dan perhitungan PNBP. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. eksplorasi dan operasi produksi. f. panas bumi dan air tanah. pengelolaan data. batubara. e. i. serta perhitungan bagi hasil. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral.e. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. panas bumi dan air tanah. d.

e. Batubara dan Panas Bumi. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyiapan. penyiapan. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. batubara. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. b.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. h. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. g. f. d. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. serta kerja sama di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. panas bumi dan pengelolaan air tanah. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Seksi Program Mineral dan Batubara. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. c. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. 104 .

Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penelaahan. penelaahan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). panas bumi dan air tanah. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. d. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Kontrak Karya (KK).Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. pelaksanaan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. c. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. 105 . Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara. Seksi Kerja Sama Mineral.

(2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. norma. batubara. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. batubara. serta penyusunan statistik pengusahaan. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. penyiapan.e. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. c. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. kriteria pencadangan wilayah kerja. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. d. penelaahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. 106 .

cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. penyiapan. Panas Bumi dan Air Tanah. neraca sumber daya. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. h. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. penyiapan penetapan potensi. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. cadangan dan wilayah kerja. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. penelaahan. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. 107 . Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. pelaksanaan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. f. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Seksi Informasi Mineral. g. b. terdiri dari: a.e. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. panas bumi dan air tanah. batubara. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. (2) Seksi Informasi Mineral. statistik. penelaahan. serta penetapan wilayah kerja. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral.

108 . penelaahan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan. serta bagi hasil daerah. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. d. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. terdiri dari: a. b. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. b. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. penyiapan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. pelaksanaan pencatatan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. e. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. c. pemeriksaan dan pengujian PNBP.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. d. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. 113 . g. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. f. pelaksanaan. terdiri dari: a. e.

perumusan pengaturan. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. c. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pembinaan hubungan komersial panas bumi. g. h. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. i. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. b. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. f. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Batubara. terdiri dari: a. 114 . pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rumusan standar. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. g. penyiapan rumusan pengaturan usaha. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. c. l. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. norma. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah.j. terdiri dari: a. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. e. Kelompok Jabatan Fungsional. 115 . Subbagian Tata Usaha. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pengelolaan air tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. d. d. k. f. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. f. c. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha.

i. b. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. 116 . c. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. e. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. terdiri dari: a. b. studi kelayakan dan eksploitasi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. pelaksanaan fasilitasi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Seksi Pengelolaan Air Tanah.h. pelaksanaan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah.

f. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. serta pengendalian air tanah. e. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. d. g. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. 117 . serta pengendalian air tanah. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. b.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. c.

serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. e. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b. pelaksanaan. c. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. b. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. terdiri dari: a. 118 . Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. i. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Seksi Pengendalian Air Tanah.h. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah.

serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. penelaahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. b. d. f. penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. h. 119 . e.g. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. terdiri dari: a.

Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 120 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. c. pelaksanaan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta ketatausahaan. penelaahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta air tanah. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. batubara dan panas bumi. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. b. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. terdiri dari: a. penelaahan. b. Seksi Konservasi Air Tanah.

produk. d. lindungan lingkungan. profesi personil. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. panas bumi dan air tanah. 121 . j. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. K3. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. i. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. b. batubara dan panas bumi. e. f. e. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara. c. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. kelaikan teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. h. g. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. f.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. produk. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi. dan panas bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. batubara. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta konservasi mineral dan batubara. profesi personil. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. pemurnian. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. penelaahan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. e. d. jenis dan mutu produk. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.c. 122 . norma. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. f. b. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Seksi Standardisasi Mineral. Batubara. g.

Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. e. batas wilayah kerja. f. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta konservasi mineral dan batubara. b. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. b. penyiapan. 123 . terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. c. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. dan konservasi mineral. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. pelaksanaan.b. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik.

pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. pelaksanaan. b. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya.c. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. i. d. h. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 124 . serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. f. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. g. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. batubara. terdiri dari: a. dan panas bumi. penelaahan. batubara dan panas bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.

b. norma. kalibrasi alat ukur. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan. pengangkutan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. d. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. b. panas bumi dan air tanah. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. penimbunan. f. Batubara. g. penyimpanan. keamanan instalasi. penyiapan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Keselamatan Batubara. terdiri dari: a. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. instrumentasi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. penyiapan. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. penelaahan. Batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. 125 . dan panas bumi. e. batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.

terdiri dari: a. b. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 126 . f. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. dan Panas Bumi. b. norma. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. penelaahan. pelaksanaan. dan kriteria usaha penunjang. e.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. d. batubara.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 127 .Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

penyusunan laporan hasil pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. 128 . pelaksanaan pengawasan kinerja. keuangan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. b.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. e. Inspektorat I. c. Inspektorat III. Inspektorat II. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Inspektorat IV. d. c. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. d.

Bagian Rencana dan Laporan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Umum dan Keuangan. b. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. g. pengurusan kepegawaian dan organisasi. keamanan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. e. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. perlengkapan. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum dan Kepegawaian. pengelolaan urusan tata usaha. j. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. 129 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. i. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. h. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. k. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. f. d. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. kearsipan. keprotokolan dan rumah tangga. e. d.

terdiri dari: a. h. pelaksanaan. i. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. jaringan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. g. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. dan rencana kerja. b. situs. akuntabilitas kinerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan sistem. program kerja. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. c. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Laporan. jaringan dan situs informasi. b. ketatalaksanaan. e. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. f. satuan kerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. 130 . Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pelaporan. penyiapan. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyajian informasi. j. penelaahan.

Inspektorat Jenderal. d. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. analisis hasil pengawasan. e. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. b. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. Badan Geologi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan analisis. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. pengolahan. 131 . Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. b. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyiapan. c. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi.

pelaksanaan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan implementasi Sipeg.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan. Subbagian Kepegawaian. pertimbangan hukum. b. serta pemberian pertimbangan hukum. bantuan hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penyiapan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. b. dokumentasi dan tata naskah. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. c. terdiri dari: a. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyuluhan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Subbagian Hukum. penelaahan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. d. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 132 . penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dokumentasi hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. perpustakaan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. e. dokumentasi hukum. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. penelaahan. masyarakat dan yustisia. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal.

perlengkapan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. keprotokolan dan kehumasan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. j. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. dokumentasi dan tata naskah. perbendaharaan. rumah tangga dan kehumasan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. b. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. k. perlengkapan. pengurusan penganggaran. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pelaksanaan keamanan. 133 . pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. i. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan. b. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. d.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. kebersihan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. perbendaharaan. serta pengurusan administrasi keuangan. f. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. penelaahan. h. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. terdiri dari: a. c. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Subbagian Rumah Tangga. serta pengurusan administrasi keuangan. e. persuratan dinas. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan kearsipan.

c. b. penelaahan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kebersihan. penelaahan. serta evaluasi atas urusan keamanan. keprotokolan dan kehumasan. 134 . e.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. perlengkapan dan pengadaan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. perumusan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pemeriksaan. d. dan administrasi keuangan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perencanaan kebutuhan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. persuratan dinas. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. 139 . (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pusat Survei Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. 140 . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. d. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. g. d. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. h. perumusan kebijakan di bidang geologi. pelayanan survei geologi. b. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. c.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan geologi lingkungan. Sekretariat Badan Geologi. f. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pusat Lingkungan Geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. b. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. c. e. penelitian dan pelayanan. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.

Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. 141 . i. j. kearsipan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. c. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. informasi hukum. Bagian Umum. pelaporan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. d. serta pelaksanaan bantuan hukum. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta perencanaan kerja. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Keuangan. e. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Bagian Kepegawaian. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. g. koordinasi pelayanan administratif Badan. b. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. dan rumah tangga. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b. h. penganggaran dan kegiatan satuan kerja.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. penyiapan. satuan kerja. 142 . Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. e. ketatalaksanaan. penyajian informasi. pelaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. jaringan dan situs informasi. penelaahan. situs. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. b. jaringan. f. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. c. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b.

terdiri dari: a. pengembangan. penelaahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi atas perencanaan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. penggajian. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta implementasi Sipeg. b. d. kesejahteraan. penggajian. penyiapan. serta implementasi Sipeg Badan. serta evaluasi atas mutasi. 143 . e. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan. pelaksanaan. pengadaan. dan analisis jabatan. pelaksanaan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Subbagian Administrasi Kepegawaian. c. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. kepangkatan. pengangkatan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan. pengembangan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. kesejahteraan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. b.

d. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. e. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. c. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta pengurusan revisi anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. PBI Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 517 Bagian Keuangan. Neraca. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rumah tangga. kearsipan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. 144 . dan revisi anggaran Badan. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. terdiri dari: a. perlengkapan. c. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. pelaksanaan. serta penyelesaian kerugian negara.

serta pengurusan perlengkapan. pengadaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta keprotokolan dan upacara Badan. persuratan dinas. kesekretariatan. penyiapan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. penyiapan koordinasi ketatausahaan. kehumasan. penelaahan. dan kearsipan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Pasal 521 Bagian Umum. informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. terdiri dari: a. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. kearsipan. Subbagian Hukum. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kebutuhan dan pengadaan. d. persuratan dinas dan kearsipan. dan rumah tangga. dan pemeliharaan barang inventaris. pelayanan kesekretariatan. e. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. b. 145 . Subbagian Tata Usaha. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perpustakaan. f. kebersihan dan keamanan Badan. distribusi penggunaan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pelaksanaaan bantuan hukum. perlengkapan. b. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. bantuan hukum.

perumusan rencana dan program. penyusunan neraca sumber daya geologi. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. h. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian Pusat. j. serta rancang bangun dan pemodelan. b. penyelidikan. gambut. serta pemetaan tematik potensi. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. c. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. Bidang Informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. c. g. b. batubara. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dan panas bumi. mineral. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan. i.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Bidang Sarana Teknik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. keuangan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama. f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. d. d. rekayasa teknologi. e. 146 . bitumen padat.

Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. serta akuntansi. keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. serta dokumentasi tata naskah pegawai. 147 . b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. b. c. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. kebersihan. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

penyusunan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. f. Subbidang Sarana Penyelidikan. c. pelaksanaan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 148 . Subbidang Laboratorium. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.d. b. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. d. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

Subbidang Kerja Sama. c. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. 149 . rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. dokumentasi dan publikasi. penyiapan.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. jaringan dan situs informasi. penganggaran.

pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan gerakan tanah. perpustakaan. pelaksanaan. dan kepegawaian Pusat. gempa bumi. penelaahan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. operasi perangkat lunak. dan gerakan tanah h. sosialisasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta sesar aktif. penyelidikan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tsunami. gempa bumi. b. i. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. g. rumah tangga. sistem. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dokumentasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan rekayasa teknologi. penelaahan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rancang bangun. d. tsunami. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. c. administrasi keuangan. serta pos pengamatan gunung api. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pengelolaan ketatausahaan. 150 . pelaksanaan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. f. j. pemodelan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. e.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. e. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha.k. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan sarana. b. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. keuangan. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. keamanan. evaluasi pelaksanaan penelitian. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. serta perpustakaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. pengangkatan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. c. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 151 . keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. d. terdiri dari: a. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. e. pemelaahan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. d. kebersihan. penyelidikan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana.

penelaahan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. terdiri dari: a. 152 . c. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. administrasi keuangan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. penelaahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. geokimia dan deformasi. pemelaahan. pelaksanaan. b. penetapan status. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. b. pelaksanaan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pengurusan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. d. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. 153 . (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. gerakan tanah dan tsunami. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. terdiri dari: a. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. d. b. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah.

Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. f. e. penelaahan. 154 . akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. b. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penyelidikan. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. c. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyiapan. d. b. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan atas perencanaan program. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. gerakan tanah dan tsunami. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana.

terdiri dari: a. i. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. rekayasa teknologi. pengembangan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. geologi teknik dan air tanah. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. 155 . pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. h.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. penyelidikan. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. j. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. g. pengurusan perencanaan. b. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. dan pengelolaan tata ruang. evaluasi penyelenggaraan penelitian. geologi teknik dan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. dan kepegawaian Pusat. pengangkatan. Bagian Tata Usaha. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Bidang Sarana Teknik. Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Informasi. c. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. Kelompok Jabatan Fungsional. d. k.

serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. f. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja. d. 156 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keamanan. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian.c. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. terdiri dari: a. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta akuntansi. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. kebersihan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. terdiri dari: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. Subbidang Laboratorium. e. terdiri dari: a. Subbidang Program. 157 . b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Kerja Sama. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. pelaksanaan. d. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama pelayanan jasa. pelaksanaan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. d. b. c. terdiri dari: a. penganggaran. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. dokumentasi dan publikasi. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 . rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 578 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemutakhiran basis data. pengelolaan. jaringan dan situs informasi.

geokimia. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. h. c. k. pemetaan. rekayasa teknologi. sosialisasi. e. perpustakaan. geomorfologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. i. sistem. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 159 . b. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. g. pelaksanaan. m. evaluasi pelaksanaan penelitian. l. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. penelaahan. dokumentasi. penelaahan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. geofisika. pemetaan geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemetaan dan penelitian geologi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. d. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. operasi perangkat lunak. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. j. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. inventarisasi hasil survei. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. dan kepegawaian Pusat. pelayanan jasa survei. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. tektonik. penelitian dan penyelidikan geologi.

Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keuangan. Bidang Program dan Kerja Sama. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. c. kebersihan. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. e. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. pengurusan perencanaan. Bidang Sarana Teknik. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bidang Informasi. c. keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. 160 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. b. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta akuntansi.

analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penelaahan. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. penelaahan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. 161 . penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. pelaksanaan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Sarana Penyelidikan. e. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan. d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. 162 .Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Program. penelaahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. b. b. penganggaran. penyiapan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Kerja Sama. serta kerja sama pelayanan jasa.

sistem. Subbidang Penerapan Sistem Informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. c. jaringan dan situs informasi. b. 163 . dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan perpustakaan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. perpustakaan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi. pelaksanaan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 597 Bidang Informasi. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi dan publikasi. pelaksanaan sosialisasi. d. serta pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. operasi perangkat lunak.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Perekayasa. Penyelidik Bumi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. 164 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

(2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. mineral batubara. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. f. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. b. g. d. panas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. 165 . c.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. e.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. g. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. b. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. informasi hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. 166 . e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. serta perencanaan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. f. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. d. kearsipan. h.

167 . ketatalaksanaan. pelaporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. c. d. Bagian Rencana dan Laporan. c. Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. f. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja.i. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. g. Subbagian Laporan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. e. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. terdiri dari: a. pengelolaan sistem. j. Bagian Kepegawaian. pelaporan. akuntabilitas kinerja. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. e. d. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pemberhentian. satuan kerja. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. kepangkatan. penyajian informasi. 168 . Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan perencanaan. situs. penggajian. penyiapan. b. kesejahteraan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. d. c. dan analisis jabatan. penyiapan. serta penyempurnaan organisasi Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengadaan. e. jaringan. serta implementasi Sipeg. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pengembangan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan.

d. c. 169 . pengangkatan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan. PBI Badan. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. kesejahteraan. f. Subbagian Akuntansi. Subbagian Kekayaan Negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi. kepangkatan pemberhentian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. e. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas perencanaan. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. penggajian. penyiapan. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. b. penelaahan. penelaahan. Pasal 618 Bagian Keuangan. Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran.

penelaahan. dan revisi anggaran Badan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. informasi dan dokumentasi hukum. distribusi penggunaan. Subbagian Hukum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Pasal 622 Bagian Umum. pelayanan kesekretariatan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. kehumasan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dan rumah tangga. c. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. dan rumah tangga. dan kearsipan. Neraca. perlengkapan. penelaahan. kearsipan. perhitungan pelaksanaan anggaran. kearsipan. perpustakaan. f. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. terdiri dari: a. pengadaan. pelaksanaan. e. d. b. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Tata Usaha. penyiapan koordinasi ketatausahaan. 170 . Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. c. b. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perlengkapan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan pemeliharaan barang inventaris. persuratan dinas.

serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. rencana kebutuhan dan pengadaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan dan keamanan Badan. pelaksanaan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. bantuan hukum. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. 171 . d. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. g. b. kesekretariatan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan.

penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. i. Bidang Program. d. Kelompok Fungsional. b. terdiri dari: a. 172 . d. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Bagian Tata Usaha. pengangkatan. terdiri dari: a. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. serta pelaksanaan keamanan. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. rumah tangga. pelaksanaan pengelolaan anggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. b. Bidang Afiliasi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. serta dokumentasi tata naskah pegawai. persuratan dinas dan kearsipan.h. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara.

pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. perbendaharaan dan akuntansi. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. e. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 173 . penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan sarana kerja. b. keamanan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. dan kebersihan Pusat. serta pengadaan. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. terdiri dari: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. d. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. b.

terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta analisis. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 637 Bidang Program. 174 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. Subbidang Penyiapan Rencana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi.

penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. d. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. 175 .(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. e. jaringan. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. c. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639.

penelaahan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rumah tangga. dan kepegawaian Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. h. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. jaringan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. f. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. g. e. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. 176 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. b. pelaksanaan.

Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kebersihan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. d. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. pengangkatan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Afiliasi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. perbendaharaan dan akuntansi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program. 177 .Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". keamanan. pengembangan. kebersihan. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. terdiri dari: a. keuangan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pengadaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. serta pelaksanaan keamanan.

penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. penyediaan bahan baku. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan operasi penggunaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. c. 178 . Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. b. penyiapan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. c. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. serta analisis. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. 179 . Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. penyiapan.

Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelayanan jasa teknologi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. penelaahan. jaringan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 180 . (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. d.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. c. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.

perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. rumah tangga. e. g. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. b. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. h. d. Bagian Tata Usaha. b. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. dan kepegawaian Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. administrasi keuangan.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. f. d. i. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. 181 . Bidang Program. c. e. Kelompok Fungsional.

d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. dan kebersihan Pusat. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan. 182 . persuratan dinas dan kearsipan. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. pengurusan perencanaan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. serta pelaksanaan keamanan. kebersihan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 183 . e. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Pengoperasian Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. c. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. penyiapan. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi. penyiapan. Pasal 675 Bidang Program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 184 . serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. b. penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. b.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Informasi dan Publikasi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. Pasal 679 Bidang Afiliasi. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. jaringan. pelayanan jasa teknologi. d. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 185 . serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. situs dan penyebarluasan informasi. e.

keuangan. Bidang Program. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Fungsional. j. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. c. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. rumah tangga. dan geofisika kelautan. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. h. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. g. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. f. e. terdiri dari: a. administrasi keuangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. geokimia. 186 . d. b. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan.

serta pengadaan. c. pengembangan. b. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perencanaan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. e. dan kebersihan Pusat. 187 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. kebersihan. pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan keamanan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keamanan.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.c. b. pengelolaan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan operasi penggunaan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. 188 . Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. e. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. d. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. penyediaan bahan baku. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan rumusan rencana dan program.

c. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. d. serta analisis. b. penelaahan. 189 . terdiri dari: a.c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

d. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. b. penelaahan. jaringan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. jaringan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. e. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. 190 . pelayanan jasa teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Penyelidik Bumi. Teknisi Litkayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Perekayasa. 191 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. mineral. f. e. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. b. h. g. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. 192 . rencana dan program pendidikan dan pelatihan. geologi. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. batubara. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. d. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

pembinaan kerja sama. e. satuan kerja. f. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. b. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. 193 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. d. d. i. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. g. c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. h.

serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pelaporan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. serta perencanaan kerja. c. h. terdiri dari: a. l. c. ketatalaksanaan. b. b. e. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. pelaporan. Bagian Keuangan. Bagian Umum. 194 . serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Rencana dan Laporan. d. k. dan rumah tangga. Pasal 708 Sekretariat Badan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. Bagian Kepegawaian. penganggaran. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. kearsipan. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.j. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. g. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. d. akuntabilitas kinerja.

b. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penyiapan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. dan analisis jabatan. penganggaran. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. kesejahteraan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. b. 195 . e. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengadaan. dan sistem. jaringan dan situs informasi Badan. pengembangan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pelaksanaan. pemberhentian. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. penggajian. serta implementasi Sipeg. prosedur kerja. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kepangkatan. penelaahan. Subbagian Kerja Sama. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. perencanaan kerja. penelaahan. serta evaluasi atas laporan berkala. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. d. pelaksanaan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

kontrol kualitas. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. penyiapan. penelaahan. Subbidang Utilitas. b. terdiri dari: a. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang.. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. 200 . b. produk kilang. d. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. 201 . Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penelaahan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Laboratorium. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa. b. penyiapan. Subbidang Bengkel. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penelaahan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. pelaksanaan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.

g. penyiapan penyelenggaraan. norma. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta kepustakaan. f. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. 202 . standar. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pelaksanaan. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Pelatihan. norma. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. pelaksanaan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kriteria dan prosedur. d. c. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pengelolaan kepustakaan. penelaahan.

Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Sarana Teknis. Bagian Tata Usaha. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. e. d. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. h. b. f. 203 . penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pengelolaan ketatausahaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. kearsipan. c. b. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. i. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. perlengkapan. norma. pemberian pelayanan jasa. kriteria pendidikan dan pelatihan. g. d. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. prosedur. Batubara.

dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kehumasan dan keprotokolan. perbendaharaan. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. c. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. d. dokumentasi dan tata naskah. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta hukum.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. b. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 204 . kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. ketatalaksanaan dan umum Pusat. terdiri dari: a. organisasi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.

c. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. norma. c. 205 . d. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelaksanaan pemeliharaan. penggunaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. e. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pedoman. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. rencana pengembangan. penelaahan. pelaksanaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.

penelaahan. Subbidang Program dan Kerja Sama. dan prosedur. penyiapan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. kerja sama dan sistem. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pedoman. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.d. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 206 . (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. c. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. f. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. kriteria. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. b. pedoman. e. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. e.

f. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. c. pedoman. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pemberian pelayanan jasa. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penelaahan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. 207 . serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyusunan standar. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. b. penyusunan standar. pelaksanaan. norma. prosedur. norma. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.

Pasal 768 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan. kehumasan dan keprotokolan. terdiri dari: a. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. akuntansi. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. h.g. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. d. pengelolaan ketatausahaan. 208 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. perlengkapan. kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perbendaharaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dokumentasi dan tata naskah serta hukum.

penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. norma. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. penelaahan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. b. b. jaringan dan situs informasi. Subbidang Perencanaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. d. dan sistem. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. c. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. akuntabilitas kinerja. 209 . Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. norma. penelaahan. 210 . kriteria dan prosedur. promosi. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. d. penelaahan. c. penyiapan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan. pelaksanaan kerja sama. Subbidang Sarana dan Prasarana. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pengelolaan ketatausahaan. penelaahan. pelaksanaan. f. d. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. d. b. kriteria pendidikan dan pelatihan. h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 211 . serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pedoman. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pelatihan dan Sarana. prosedur. Bagian Tata Usaha. g. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemberian pelayanan jasa.

hukum.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. d. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. akuntansi. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. perlengkapan. terdiri dari: a. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. dokumentasi dan tata naskah. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. perbendaharaan. b. 212 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. c. kearsipan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha.

penyiapan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. norma. pelaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Perencanaan. kerja sama. norma dan kriteria. d. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. b. terdiri dari: a. 213 . sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. e.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas standar.

b. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. c. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. 214 . pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Pelatihan. terdiri dari: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan kerja sama. pelaksanaan. promosi. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. e. b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 215 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. b. 216 . (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. terdiri dari: a. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. d.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal dan Badan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Direktorat Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. c. e. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.

j. 217 . serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. h. i. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. b. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. g.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. k. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. d. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. f. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral.

d. rumah tangga. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta kearsipan Bakoren. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaporan dan tata persuratan. c. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Subbagian Tata Usaha Pusat. dukungan operasi kerja. Subbagian Tata Usaha Bakoren. b. Bidang Kajian Strategis. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta kearsipan Pusat.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. d. terdiri dari: a. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. dan persuratan dinas. Bagian Tata Usaha. c. b. c. pelaksanaan urusan tata usaha. 218 . persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. e. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. k. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. 219 . b. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. h. c. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. i. persuratan dinas dan kearsipan. g. d. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. f.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. l. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan norma. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. terdiri dari: a. e. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. j. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen.

penelaahan. penyiapan. ketenagalistrikan. d. penyusunan rumusan norma. b. e. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 220 . f. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. pelaksanaan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. c. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan data dan informasi.

(2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. d. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. penelahaan. 221 . b. pelaksanaan. bitumen padat.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. b. pelaksanaan. f. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. gambut. c. terdiri dari: a. e. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. air tanah dan kegeologian. penelahaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral.

dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. 222 . dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing.

yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. regulasi ekonomi dan keteknikan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dan akuntabilitas kinerja Departemen. penganggaran. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. organisasi. peraturan perundang-undangan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. dokumentasi. standardisasi teknis. dengan lingkup meliputi personil. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. perencanaan kerja. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (9) Pedoman penyusunan tata laksana.a kepada pejabat eselon I. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. 223 . peralatan.

(3) Kepala Biro. Inspektur Jenderal. 224 . (4) Kepala Bagian. Kepala Pusat. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.a.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a. Inspektur. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Sekretaris Direktorat Jenderal.b. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. Direktur. (5) Kepala Subbagian. Direktur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.BAB XIV ESELON. Direktur Jenderal.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. X. 225 . (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.

(4) Perubahan atas rincian tugas.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. 226 . susunan organisasi. fungsi.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. c. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. b. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful