MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

b. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. d. Kementerian Negara. b. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. e. dan lembaga lain yang terkait. terdiri dari: a. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Umum. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Keuangan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Biro Kepegawaian dan Organisasi.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 5 . koordinasi kegiatan Departemen. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. d. Departemen lain.

serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. menengah dan tahunan. rencana dan program kerja. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. g. rencana anggaran. serta perumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. i. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perencanaan Anggaran. h. dan rencana anggaran. 6 . rencana pembangunan jangka panjang. c. d. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. sosialisasi kebijakan pembangunan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. c. b. Bagian Analisis dan Evaluasi. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Bagian Kerja Sama. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. rencana dan program kerja dan anggaran. k. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. evaluasi kebijakan pembangunan. penyusunan harga satuan. e. f. serta rencana strategis. serta kerja sama. terdiri dari: a. rencana kerja dan anggaran. j. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. l. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. perumusan kebijakan pembangunan. e.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. b. serta pengelolaan kerja sama Departemen. d. berkoordinasi dengan Biro Keuangan.

rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. terdiri dari: a. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Inspektorat Jenderal. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Batubara dan Panas Bumi. standar dan kriteria rencana kerja. 7 . f. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan rumusan RK-KL. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. dan urusan tata usaha Biro. Menengah dan Tahunan Departemen.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penyiapan rumusan norma. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. d. penelaahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. penelaahan. dan Badan Geologi.

dan 8 . berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Subbagian Penganggaran Penunjang. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. b. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. kriteria perencanaan anggaran. e. penyiapan. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan rumusan standar. c.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. norma. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. d. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. c. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan Badan Geologi. f.

rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. e. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. 9 . penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. tahunan dan rencana strategis. menengah. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. c. h. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. c. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. RKA-KL. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. norma. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. penyiapan bahan sidang. b. kriteria akuntabilitas kinerja. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. d.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana pembangunan jangka panjang. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan standar. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. f. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. g. Inspektorat Jenderal.

Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. 10 . (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. dan Badan Geologi. serta kerja sama asosiasi. Batubara. Inspektorat Jenderal. c. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. g. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. Panas Bumi. penyiapan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. e. b. penyiapan. norma. kriteria kerja sama. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penelaahan. penelaahan. d. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. h.

terdiri dari: a. disiplin. d. penelaahan. pemensiunan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Bilateral. penelaahan. penempatan dan pengembangan pegawai. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. e. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan penilaian kinerja pegawai.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pembinaan mutasi. serta penyiapan penetapan pemberhentian. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). penelaahan. jabatan struktural dan fungsional. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. pengembangan organisasi dan tata laksana. dan kesejahteraan pegawai. pengadaan. c. 11 . serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. b. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. kepangkatan.

e. dokumentasi dan tata naskah pegawai. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. j. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. d. pengadaan. h. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Mutasi Pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. d. norma. penyusunan rencana formasi. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. terdiri dari: a. i. Pegawai Negeri Sipil (PNS). serta administrasi penugasan ke luar negeri. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. k. serta standardisasi kompetensi jabatan. g. f. penyiapan rumusan standar. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. g.f. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta kartu PNS. 12 . Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). c. evaluasi pembinaan kepegawaian. c. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana.

pemberhentian dan disiplin. kepangkatan. penelaahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penelaahan. penyiapan.h. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. urusan tugas belajar dan izin belajar. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kompetensi pegawai. Subbagian Pengembangan Karir. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. dan penugasan pegawai ke luar negeri. b. penelaahan. dan Kartu PNS Departemen. c. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. bimbingan teknis. j. 13 . pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemindahan. i. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai.

pelaksanaan disiplin pegawai. pemindahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. ujian dinas dan Ujian KPPI. j. Kartu Suami. Askes. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pelaksanaan kesejahteraan. dan penilaian angka kredit. e. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. norma. c. pemberhentian dan disiplin. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. dipekerjakan. kepangkatan. b. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. 14 . pelaksanaan. cuti. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. penyiapan standar. serta Kartu Istri. pemindahan. Taspen. serta kesejahteraan pegawai Departemen. kepangkatan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. d. perbantuan. pengangkatan kembali. perbantuan. b. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. i. pembebasan sementara. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. terdiri dari: a. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. c. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. dan penilaian prestasi pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pemberhentian. f. h. pelaksanaan pemindahan pegawai. dan penarikan kembali pegawai. k. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. pemindahan. g. dan Bapertarum. kriteria mutasi pegawai. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pelaksanaan kepangkatan. dipekerjakan. serta kesejahteraan pegawai. pemberhentian. penarikan kembali.

(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelayanan kesehatan. Kartu Istri. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pemberhentian. b. d. h. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pemberhentian dan pemensiunan. disiplin. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. Askes. Daftar Urut Kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. c. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pelaksanaan. Kartu Suami. penghargaan. jabatan. dan administrasi lembaga tripartit. Taspen. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pemindahan. i. f. g. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan pegawai. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. 15 . evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penilaian angka kredit. e. penghargaan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan daftar riwayat hidup pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. Bapertarum pegawai Departemen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. penelaahan. kepangkatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. penyiapan. penggajian. penelaahan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal.

pelaksanaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pendidikan dan pelatihan pegawai. norma. e. terdiri dari: a. penelaahan. penelaahan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. d. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pemindahan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. b. c. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. pengadaan pegawai. serta pedoman penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. penghargaan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. b.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pelaksanaan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. 16 . c. jabatan. kriteria pengembangan organisasi. penelaahan. kepangkatan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. penggajian. penyiapan rumusan standar. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. klasifikasi dan peta jabatan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan.

pengembangan. administrasi keuangan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. 17 . evaluasi dan klasifikasi jabatan. penelaahan. c. standardisasi kompetensi jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. analisis beban kerja. Subbagian Kelembagaan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. terdiri dari: a. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. pengembangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. penelaahan. perbendaharaan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pola hubungan kerja. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. h. pengembangan. peta jabatan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. g. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.f. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. b.

Bagian Akuntansi. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. perbendaharaan. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. e. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. e. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. i. terdiri dari: a. serta pelaksanaan akuntansi. j. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pembinaan perbendaharaan. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. dan implementasi sistem akuntansi. kekayaan negara dan akuntansi. pembinaan inventarisasi. administrasi keuangan. b. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. laporan realisasi anggaran. f. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelesaian kerugian negara. g. d. c. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja. k. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). serta bimbingan teknis perbendaharaan. c. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. Pasal 49 Biro Keuangan. 18 . serta Neraca Departemen. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Bagian Perbendaharaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. h. l. serta nota keuangan. Bagian Kekayaan Negara. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47.

i. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. j. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. c. g. 19 . penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan target. h. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. c. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penelaahan. Subbagian Anggaran Belanja. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. b. terdiri dari: a. d. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. f. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. norma. penyiapan. penelaahan. penelaahan. b. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k. penyusunan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. e.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. evaluasi tarif dan revisi PNBP. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. dan urusan tata usaha Biro. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. pelaksanaan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Anggaran Pendapatan.

c. c. pelaksanaan. pelaksanaan. b. d. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. serta pembagian iuran sumber daya alam. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. dan pengelolaan SPM. g. penelaahan. norma. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Inspektorat Jenderal. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Badan Geologi. 20 . evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. f. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. terdiri dari: a.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. e. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan.

c. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. ganti rugi. terdiri dari: a. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. 21 . dan bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan rumusan standar.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. c. g. penelaahan. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. b. norma. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. e. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. b. d. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. tuntutan perbendaharaan. kriteria pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. f. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara.

kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. d. penyiapan rumusan standar. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. 22 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. e. Badan Geologi. b. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. c. norma. f. penelaahan. Pasal 64 Bagian Akuntansi. terdiri dari: a. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. pelaksanaan verifikasi. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. penelaahan. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. rekonsiliasi. pelaksanaan. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. b. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Neraca. Inspektorat Jenderal. c. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT).

verifikasi anggaran. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. b. kewajiban. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. konsolidasi. dan penyelesaian kasus hukum. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. e. serta pelaksanaan kehumasan. c. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. penelaahan. d. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. bantuan hukum dan kehumasan. f. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. pelaksanaan. pengelolaan dokumentasi. dan implementasi SAI Departemen. equitas dana. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. rekonsialiasi. h. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). serta program legislasi dan regulasi. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. dan implementasi SAAT Departemen. Neraca. g. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. dan bantuan hukum. dan bantuan hukum. penelaahan. 23 . penelaahan. serta kehumasan. penelaahan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

dan bantuan hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. 24 . e. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. c. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b. d. terdiri dari: a. j. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. c. Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.i. d. Bagian Penelaahan Hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. e. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. terdiri dari: a. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Bagian Bantuan Hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen.

penyiapan. d. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. h. penelaahan. penyiapan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria kontrak atau perjanjian. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. norma. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. g. b. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. 25 . e.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. f. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. Batubara dan Panas Bumi.

Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. f. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. norma. e. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. d. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penelaahan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. b. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. 26 . penyiapan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral.

e. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. penelaahan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. d. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. norma. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. 27 . Batubara dan Panas Bumi.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. c. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta monitoring dan analisis berita. pelaksaaan. c. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. konferensi pers. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya.

penelaahan. peliputan dan perekaman kegiatan. konferensi pers. b. pelaksanaan peliputan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. 28 . dan urusan tata usaha Biro. i. terdiri dari: a. Subbagian Hubungan Kelembagaan. penelaahan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. pelaksanaan. j. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. penerbitan. c. abstrak peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. monitoring dan analisis berita Departemen. Subbagian Publikasi. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. h. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.g. pameran Departemen.

Kelompok Jabatan Fungsional. Kepala Biro dan Kepala Pusat. e. c. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. pengelolaan keamanan dan keselamatan. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. j. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. h. e. tugas 29 . Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Bagian Tata Usaha. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. f. tata persuratan dinas dan kearsipan. Staf Ahli. perlengkapan dan pengadaan. terdiri dari: a. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. c. Bagian Perlengkapan. pengelolaan rumah tangga. Pasal 87 Biro Umum. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. d. f. tata persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. pengadaan. penyediaan sarana dan prasarana kerja. rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. i. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. tata usaha dan kearsipan. g. Sekretaris Jenderal. b.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. b. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. d.

serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. c. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. f. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. penyiapan penyelenggaraan rapat. Jakarta Pusat). keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. d. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Subbagian Tata Usaha Menteri. Medan Merdeka Selatan 18. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. pelantikan. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. b. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. b. c. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. e.

Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. f. terdiri dari: a. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. norma. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Subbagian Kearsipan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penjadwalan kegiatan. penelaahan. Subbagian Tata Usaha Departemen. penelaahan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. c. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. persuratan dinas. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. dan ekspedisi surat dinas. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. e. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. b. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 31 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan standar. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal.

keselamatan. 32 . Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. M. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. e. c. b. Staf Ahli. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. b. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. c. Thamrin 1. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. f. Jakarta Pusat). keselamatan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. terdiri dari: a. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. d. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. keamanan. Staf Ahli.H.

dan kearsipan Staf Ahli. g. b. penyiapan bahan rumusan standar. norma. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. 33 . penelaahan penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. e. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. inventarisasi. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. c. c. pelaksanaan pengadaan. terdiri dari: a. penyiapan kegiatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. Subbagian Pengadaan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. b. Subbagian Rencana Kebutuhan.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. 34 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

35 . d. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. c. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. penyusunan standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. kriteria. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. b. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. norma. pedoman.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. b. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Bagian Rencana dan Laporan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. satuan kerja. pelaporan. akuntabilitas kinerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga. kearsipan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. g. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. f. 36 . Bagian Keuangan. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. i. d. b. Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. c.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

serta evaluasi atas urusan kepegawaian. h. perumusan pengaturan. pelaksanaan. j. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. rencana dan program. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. d.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan bagi hasil. c. k. WP & B). perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). m. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. 41 . perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penelaahan. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. n. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. b. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. i. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. e. l. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. g. implementasi Sipeg. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. f.

serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. d. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. d. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. f. e. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. h. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. menengah dan tahunan berbasis kinerja. g. terdiri dari: a. b. p. terdiri dari: a. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. b. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyusunan statistik. serta data kebutuhan. f. 42 . penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. norma. pelaksanaan sosialisasi program sektor. serta pencadangan strategis. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. ketersediaan dan infrastruktur sektor. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. c. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan.o. c.

serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. c. pengumpulan data potensi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. 43 . serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. g. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. serta penyediaan informasi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan. dan pelaksanaan sosialisasi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. norma. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. e. penyiapan rumusan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. d. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penelaahan. penyiapan. f. dan terms of condition KKS. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. b. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. permasalahan iklim usaha. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.

c. serta biaya operasi. retribusi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pelaksanaan pencatatan. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. pemeriksaan dan pengujian. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penelaahan. f. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pajak. tugas serta induk. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. h. tugas serta induk. b. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. norma. e. i. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. 44 . serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. serta bagi hasil daerah. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B).Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. j. g. d. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi.

b. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. tenaga kerja asing. tenaga kerja asing. b. harga minyak mentah Indonesia. pajak. terdiri dari: a. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 45 . dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. f. c. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. PNBP dan tarif iuran. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. g. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. lifting dan target penerimaan. retribusi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. d. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. norma.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. e. pelaksanaan. penyiapan rumusan.

penyiapan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. j. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. penyiapan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. b. penelaahan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. 46 . penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan. i. penelaahan. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penggunaan barang operasi. rencana impor barang operasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. fasilitasi lembaga tripartit. terdiri dari: a. rencana penggunaan tenaga kerja asing. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi.h. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberdayaan produksi dalam negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149.

penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. d. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penyiapan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Seksi Multilateral dan Regional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b.c. c. penyiapan. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. g. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. e. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. 47 . f. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. b. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional.

penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. i. g. f. d. k. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. pengelolaan WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. terdiri dari: a. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). e. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. h.d. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. c. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. g. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. e. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. h. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. kriteria pengelolaan WK. l. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. norma. pelaksanaan pengumuman WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. j. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. c. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. b. f. f. 48 .

Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. f. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. d. penelaahan. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. norma. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. 49 . penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penilaian.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penelaahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. terdiri dari: a. kriteria usaha eksplorasi. c. e.

d. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. b. i. kriteria. c. pelaksanaan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. j. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penelaahan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. e. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. h.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. norma. penelaahan. pelaksanaan. b. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. 50 . pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. f.

Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penelaahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. c. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. f. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan. tumpang tindih lahan. 51 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. g. penyiapan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penelaahan. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. norma. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. norma. d. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. c. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. b. 52 . Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. h. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. pelaksanaan pembinaan teknis. g. b.

pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. d. Light Natural Gas (LNG). Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penelaahan. h.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. e. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. g. bahan bakar lain. f. Light Petroleoum Gas (LPG). i. perumusan pengaturan Penugasan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penelaahan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. b. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar gas. perumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. 53 . serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. pelaksanaan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Penyediaan.

Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. c. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. bahan bakar lain. j. i. c. e. l. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. LNG. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. g. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. b. d. bahan bakar gas. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. h. 54 . Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perizinan usaha pengolahan. f. pengelolaan data. pengelolaan data.j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. LPG. k. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. norma.

55 . penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. e. b. f. Seksi Pengolahan Gas Bumi. g. penelaahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. d. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. b. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. penyiapan. h. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. c. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183.

Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta penyiapan penetapan P3JBT. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. 56 . penyiapan rumusan formulasi harga. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penelaahan. c. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi.i. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. b. j. bahan bakar gas dan LPG. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. penyiapan. kriteria harga bahan bakar. d. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. norma. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi.

evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. gas bumi. 57 . LPG. b. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. penyiapan perizinan usaha niaga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. g. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penelaahan. g. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. norma. kriteria usaha niaga. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. h. h. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. LNG. pelaksanaan. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. b. penyiapan. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga.f. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. i. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. d. pengelolaan data. penyiapan rumusan standar. penyiapan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi.

penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. penelaahan. penyiapan. Seksi Niaga Gas Bumi. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. LPG. d. terdiri dari: a. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. b. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Proses Non Bahan Bakar. tugas 58 . f. LNG.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. biodiesel. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. penyiapan norma. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. pelumas. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penelaahan. terdiri dari: a. b. dan non bahan bakar lainnya. Seksi Niaga Minyak Bumi. c. petrokimia. kriteria usaha non bahan bakar.

profesi personil. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. petrokimia. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. dan non bahan bakar lainnya. lindungan lingkungan. petrokimia. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. f. biodiesel. 59 . e. biodiesel. produk. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. h. g. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. kelaikan teknis. usaha penunjang. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. b. penelaahan. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. c. kelaikan teknis. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan non bahan bakar lainnya. penelaahan.

e. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. terdiri dari: a. h. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. d. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . d. j. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. g. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. c. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. 60 . Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi.

instrumentasi. instalasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. norma. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. K3. g. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. 61 . dan penggunaan tenaga teknik. keselamatan operasi. f. c.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. terdiri dari: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. instrumentasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. pengangkutan. keselamatan operasi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. dan penggunaan tenaga teknik. 62 . Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. K3. penelaahan. e. penyiapan. dan kalibrasi alat ukur. b. b. pelaksanaan. instalasi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.

Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pengangkutan. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214.f. b. pelaksanaan. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. 63 . penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan. serta penjaminan pasca operasi. penelaahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. g. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. terdiri dari: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Penyimpanan. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. b. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan.

penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. 64 . penyiapan rumusan standar. e. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. g. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.d. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pengangkutan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. f. norma. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. c. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. dan kriteria usaha penunjang. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan. f. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. 65 . produk. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. profesi personil. penelaahan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. b.d. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. pedoman. kriteria. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. norma. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. d.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. 67 . c.

c. d. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. satuan kerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. kearsipan. terdiri dari: a. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. f. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. b. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. 68 . e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. h. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. g.

pelaporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. f. c. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. situs. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. c. akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. g. b. pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. rapat koordinasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. ketatalaksanaan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. b. jaringan dan situs informasi. akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. d. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. jaringan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Rencana dan Laporan. e. Bagian Keuangan. e. terdiri dari: a. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. pelaporan. 69 .

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. satuan kerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. e. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penyiapan. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 237 Bagian Keuangan. 70 . pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyiapan. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. b. f. b. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta penyelesaian kerugian negara. PBI Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.

pelayanan konsultasi hukum. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pertimbangan Hukum. pertimbangan hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. dokumentasi dan sosialisasi hukum. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. b. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. 71 . pelaksanaan. d. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. f. pelaksanaan informasi. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. c. e. penyelesaian kerugian negara. c. penelaahan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta kehumasan. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal.

pertamanan dan perparkiran. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pelaksanaan urusan kesekretariatan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. d. serta urusan keprotokolan dan upacara. mutasi. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. dan kearsipan. dan Implementasi Sipeg.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. kebersihan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pengurusan formasi. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. terdiri dari: a. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. b. c. f. telepon. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. c. Subbagian Kepegawaian. b. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. keamanan. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pelaksanaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. 72 . pengadaan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. pemberhentian. e. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. ekspedisi persuratan dinas. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. g. perlengkapan dan rumah tangga.

rencana pengadaan. e. evaluasi kebijakan. implementasi Sipeg. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program. g. b. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. penelaahan. h. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. c. serta rencana dan program pembangunan berjangka. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. lembaga sertifikasi dan asosiasi. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. 73 . dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. f. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.

c. penyiapan rumusan. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. e. b. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. serta program pengembangan jaringan transmisi. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. serta rencana strategis dan RUKN. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. c. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. f. e. menengah dan tahunan tenaga listrik. b. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. 74 . Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. g.

c. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penelaahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. d. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. 75 . serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. b. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. penyiapan. penelaahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. penyiapan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik.

serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. penyiapan. norma. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. f. d. 76 . pelaksanaan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. c. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. b. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial.

b. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Seksi Multilateral dan Regional. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. multilateral dan regional. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. evaluasi pelaksanaan rencana. 77 . d. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. penyusunan dokumen perjanjian. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. c. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penelaahan. lembaga sertifikasi.

Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pengolahan. d. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. c. e. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 78 . pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. pelaksanaan pengelolaan data. b. penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan.

Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. b. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. d. c. i.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. c. g. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta perlindungan konsumen. e. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. b. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. d. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. 79 . pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. h. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. f. pembinaan. tarif dasar listrik dan subsidi listrik.

(2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. d. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penelaahan. b. serta penetapan wilayah usaha. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.c. tugas 80 . penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. c. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik.

dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. e. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. pemberian sanksi. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. c. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. b. Seksi Pelayanan Izin Usaha. penelaahan. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. terdiri dari: a. b. Seksi Pengawasan Izin Usaha. f. terdiri dari: a. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. norma. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penelaahan. pelaksanaan. b. penyiapan. 81 .

penyiapan rumusan standar. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. f. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. 82 . d. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. c. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penelaahan. kriteria hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. norma. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penelaahan. penelaahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. b. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik.

b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. mempunyai tugas 83 . Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. terdiri dari: a. d. b. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. norma. c.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. e. penelaahan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. pelaksanaan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a.

e. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. i.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. lindungan lingkungan. f. e. serta pembinaan teknis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. c. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. keselamatan dan K3. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. f. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta penggunaan tenaga teknik. kelaikan teknis. 84 . standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. d. terdiri dari: a. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. profesi personil. h. c. lindungan lingkungan. produk. kelaikan teknis.

Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. f. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. serta Rancangan SNI. penelaahan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. pelaksanaan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. jenis dan mutu tenaga listrik. b. c. penyiapan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. g.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. b. 85 .

evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. c. pelaksanaan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. norma. 86 . Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. kalibrasi alat ukur. penyiapan. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. penelaahan. d. pelaksanaan. b. f. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. dan K3. e. penelaahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. kelaikan peralatan. keselamatan operasi.

terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penelaahan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. c. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. b. 87 .Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. e. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. b. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. g. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan.

c. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. 88 . penelaahan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan.

penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. c. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. produk. b. e. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. norma. g. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. profesi personil. 89 . serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. b. penyiapan rumusan standar. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang.

Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. d. penyiapan rumusan kebijakan. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. b. c.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. kriteria pemanfaatan energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. f. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. energi alternatif. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. penyiapan rumusan standar. norma. h. program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. g. Kelompok Jabatan Fungsional. 90 . energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. d. energi perdesaan dan konservasi energi. c. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. b. e. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. f. Subdirektorat Energi Perdesaan. b. c.

terdiri dari: a. b. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penelahaan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. norma. penelahaan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. e. e. b. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Seksi Program Pemanfaatan Energi. c. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. 91 . penyiapan. kriteria usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan.d. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan.

Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan. b. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelahaan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. d. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. rencana dan program. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. 92 . penyiapan rumusan standar. norma dan kriteria konservasi energi. penelahaan. serta evaluasi atas program konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan. pelaksanaan. e. penelahaan. b. penelahaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi.

. norma. 93 . Seksi Program Energi Perdesaan. penyiapan. rencana dan program energi perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. c. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pemberdayaan masyarakat. penelahaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. d. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penelahaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. serta pedoman pengembangan. e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. c. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penelahaan. terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi. b. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. b. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 94 . Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 .

pedoman. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan prosedur di bidang mineral. batubara dan panas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. kriteria. penyusunan standar. batubara dan panas bumi. b. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. 96 . Batubara. batubara dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. e. Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. norma. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. (2) Direktorat Jenderal Mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. batubara. d. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan panas bumi.

Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan urusan ketatausahaan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. satuan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. d. f. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. 97 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. i. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. d. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. dan rumah tangga. kearsipan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi. c. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral.

c. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. e. jaringan dan situs informasi. g. pelaporan. pengelolaan sistem. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. b. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. d. Bagian Keuangan. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. b. b. ketatalaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Batubara dan Panas Bumi. akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. rapat koordinasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pelaporan. f. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Kelompok Jabatan Fungsional. 98 . Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. c. e. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.

penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Kekayaan Negara. 99 . penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. jaringan. penyiapan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. e. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 354 Bagian Keuangan. d. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penelaahan. b. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penyiapan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. c. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. terdiri dari: a. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. situs. pelaksanaan. PBI Direktorat Jenderal.

pengurusan kehumasan dan perpustakaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. penelaahan. f. penelaahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. e. laporan pertanggungjawaban keuangan. b. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. b. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. penelaahan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. Subbagian Pertimbangan Hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta kehumasan. pelayanan konsultasi hukum. 100 . pemberian telaahan dan bantuan hukum. c. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. terdiri dari: a. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan informasi. pelaksanaan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Subbagian Informasi Hukum. pelaksanaan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

perlengkapan dan rumah tangga.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penelaahan. kebersihan. dan kearsipan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan. c. penelaahan. pengadaan pegawai. batubara. pertamanan dan perparkiran. serta urusan keprotokolan dan upacara. panas bumi dan air tanah. pengurusan formasi. e. dan Implementasi Sipeg. pemberhentian. program legislasi dan regulasi bidang mineral. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. telepon. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. mutasi. ekspedisi persuratan dinas. penyiapan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. 101 . g. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. f. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. keamanan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subbagian Kepegawaian. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. b. d. panas bumi dan air tanah. c. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. Subbagian Tata Usaha. cadangan atau potensi. terdiri dari: a. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. 102 . penelaahan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. batubara.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. dan produksi. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. implementasi Sipeg. perumusan kebijakan pengembangan usaha. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pelaksanaan. investasi dan pendanaan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. rencana pengadaan. c. serta penetapan wilayah kerja. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. neraca sumber daya wilayah kerja. rencana dan program di bidang mineral. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. dan produksi.

Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. menengah dan tahunan berbasis kinerja. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. batubara. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. evaluasi kebijakan. Batubara dan Panas Bumi. pencatatan dan perhitungan PNBP. f. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. panas bumi dan air tanah. b. perumusan perencanaan. batubara. serta perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. c. rencana dan program di bidang mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. h. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. i. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. j. Batubara. d. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pengelolaan data. f. Batubara dan Panas Bumi. batubara. e. b. panas bumi dan air tanah. c. 103 . eksplorasi dan operasi produksi. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral.e. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. d. e. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. g.

f. panas bumi dan pengelolaan air tanah. e. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. terdiri dari: a. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama di bidang mineral. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. c. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. 104 . penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Seksi Program Mineral dan Batubara. penelaahan. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan. batubara. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. h. g. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. penyiapan. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. b. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. panas bumi dan air tanah. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Kontrak Karya (KK). penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. d. Seksi Kerja Sama Mineral. batubara. terdiri dari: a. 105 .

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta penyusunan statistik pengusahaan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. 106 . Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan. c. serta pengelolaan informasi bidang mineral. d. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. kriteria pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. penelaahan. batubara. b. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. norma. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. f.e. penyiapan rumusan standar. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. batubara. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. penelaahan.

digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. batubara. penyiapan penetapan potensi. 107 . panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. batubara dan panas bumi. serta penetapan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. pencadangan dan potensi di bidang mineral.e. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pelaksanaan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. f. terdiri dari: a. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. cadangan dan wilayah kerja. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Batubara. penelaahan. Seksi Informasi Mineral. Batubara. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. statistik. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. g. h. batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan. (2) Seksi Informasi Mineral. neraca sumber daya.

e. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pemeriksaan dan pengujian PNBP. terdiri dari: a. pelaksanaan pencatatan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 108 . Seksi Penerimaan Negara Batubara. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. c. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. penyiapan. serta bagi hasil daerah. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penelaahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. d. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara dan panas bumi. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

terdiri dari: a.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. c. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. 113 . g. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. f. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. e. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. b. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara.

serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. terdiri dari: a. f. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. 114 . e. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. h. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. d. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. i. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. g. Seksi Hubungan Komersial Batubara. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pengaturan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. c. b. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

e. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. c. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. l. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 115 . norma. penyiapan rumusan standar. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. k. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. f. terdiri dari: a. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah.j. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. d. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. d. serta pengelolaan air tanah. e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. b. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. g. g. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subbagian Tata Usaha.

c. b. pelaksanaan. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. e. penelaahan. b. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. penelaahan. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi.h. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan fasilitasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. 116 . Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. studi kelayakan dan eksploitasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi.

penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. d.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. c. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. b. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. penelaahan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. pelaksanaan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. e. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. g. 117 . Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. b. f. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. serta pengendalian air tanah.

118 . e. penelaahan. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. i. serta pengelolaan air tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi.h. b. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. d. b. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta pengendalian air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi.

serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. b. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. h. terdiri dari: a. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah.g. e. d. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. 119 .

Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Seksi Konservasi Air Tanah. serta ketatausahaan. terdiri dari: a. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penelaahan. c. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. pelaksanaan. b.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta air tanah. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. 120 . penelaahan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.

Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. 121 . panas bumi dan air tanah. i. dan panas bumi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. lindungan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. kelaikan teknis. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Subdirektorat Standardisasi Mineral. h. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. g. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. batubara. b. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. d. batubara dan panas bumi. kelaikan teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. lindungan lingkungan. produk.d. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. c. K3. Batubara dan Panas Bumi. f. profesi personil. j. batubara. Batubara dan Panas Bumi. e. Kelompok Jabatan Fungsional. f. e. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

c. penelaahan. penyiapan. profesi personil. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. jenis dan mutu produk. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. dan panas bumi. batubara. terdiri dari: a. norma. d. b. Seksi Standardisasi Mineral. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penelaahan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. f. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. pemurnian. produk. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. dan Panas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. 122 . g. Batubara. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

Batubara dan Panas Bumi. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.b. b. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. penyiapan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. dan konservasi mineral. c. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. e. serta konservasi mineral dan batubara. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. 123 . f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. pelaksanaan. d. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan. b. batas wilayah kerja.

serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. f. b. e. 124 . penelaahan. pelaksanaan. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. dan panas bumi. d. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. batubara dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Batubara. h. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. i. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. g. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral.c. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.

c. keamanan instalasi. dan panas bumi. b. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. norma. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 125 . instrumentasi. kalibrasi alat ukur. b. Seksi Keselamatan Batubara. e. Batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. f. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. g. d. pelaksanaan. dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. pengangkutan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. batubara. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. penelaahan. Batubara. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan standar. penyimpanan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penimbunan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.

Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. norma. c. Batubara. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. b. d. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. panas bumi dan air tanah. b. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. f. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. 126 . pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. e.

Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 127 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. b.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat IV. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat I. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. 128 . b. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. c. keuangan. Inspektorat III. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. e. terdiri dari: a.

pengelolaan jaringan dan situs informasi. pengelolaan urusan tata usaha. i. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum dan Keuangan. c. k. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. keamanan. j. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. 129 . d. d. terdiri dari: a. perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. h. g. e. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. keprotokolan dan rumah tangga. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. f. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. kearsipan. b.

satuan kerja. ketatalaksanaan. pelaporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. b. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan sistem. h. jaringan. i. jaringan dan situs informasi. 130 . pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. situs. b. program kerja. Subbagian Penyiapan Laporan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. e. c. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. rapat koordinasi. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. terdiri dari: a. pelaporan. pelaksanaan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. Subbagian Penyiapan Rencana. ketatalaksanaan. penelaahan. penyajian informasi. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. j. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. penelaahan. dan rencana kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. f. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja.

c. pelaksanaan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Badan Geologi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. e. analisis hasil pengawasan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. penyiapan. d. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan analisis. Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. 131 . serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. b. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pengolahan. penelaahan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan.

d. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kepegawaian. pertimbangan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. 132 . dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi urusan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perpustakaan. dokumentasi dan tata naskah. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penelaahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. dan implementasi Sipeg. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. serta pemberian pertimbangan hukum. dokumentasi hukum. penyiapan. dokumentasi hukum. pelaksanaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. bantuan hukum. e. penyiapan. masyarakat dan yustisia. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. b. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyuluhan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. b. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. c. Subbagian Hukum.

b. perlengkapan. serta pengurusan administrasi keuangan. perbendaharaan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dokumentasi dan tata naskah. f. pelaksanaan. k. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. kebersihan. e. rumah tangga dan kehumasan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pelaksanaan keamanan. persuratan dinas. pelayanan kesekretariatan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. j. dan kearsipan. d. Subbagian Rumah Tangga. penelaahan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengurusan penganggaran. perbendaharaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. serta pengurusan administrasi keuangan. b. keprotokolan dan kehumasan. 133 . pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. c. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. terdiri dari: a. rumah tangga dan kehumasan. perlengkapan. g. i. h. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian.

b. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kearsipan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. dan administrasi keuangan. d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. e. 134 . Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perlengkapan dan pengadaan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan laporan hasil pengawasan. kebersihan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. penelaahan. serta evaluasi atas urusan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. perencanaan kebutuhan. c. pemeriksaan. persuratan dinas. keprotokolan dan kehumasan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Sekretariat Badan Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. c. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. b. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. 140 . Pusat Survei Geologi. d. b. Pusat Lingkungan Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. d. g. c. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. terdiri dari: a. e. f. dan geologi lingkungan. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. pelayanan survei geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. penelitian dan pelayanan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. h. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. h. serta pelaksanaan bantuan hukum. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perencanaan kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Kepegawaian. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. i. f. d. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Bagian Keuangan. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. j. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. g. terdiri dari: a. Bagian Umum. c. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. informasi hukum. ketatalaksanaan. pelaporan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. 141 . kearsipan. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. dan rumah tangga. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. c.

penyiapan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. b. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penelaahan. f. jaringan. situs. 142 . serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penyajian informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. satuan kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penelaahan. penyiapan. jaringan dan situs informasi. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. d. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. pelaporan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. pengelolaan sistem. e. pelaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Laporan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. akuntabilitas kinerja. c. penelaahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. ketatalaksanaan.

serta implementasi Sipeg. serta evaluasi atas mutasi. b. penggajian. pemberhentian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. penyiapan. penggajian. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. pengadaan. pemberhentian. penyiapan. serta evaluasi atas perencanaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. b. c. dan analisis jabatan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta implementasi Sipeg Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pengangkatan. kesejahteraan. penelaahan. kepangkatan. pengembangan. pengembangan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. Subbagian Pengembangan Pegawai. penelaahan. penyiapan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. e. 143 . Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan. kesejahteraan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan perencanaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. kepangkatan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural.

Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan rumah tangga. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. 144 . penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. c. Subbagian Perbendaharaan. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Akuntansi. perlengkapan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan revisi anggaran Badan. Neraca. serta penyelesaian kerugian negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. b. kearsipan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Badan. penelaahan. pelaksanaan. f. serta pengurusan revisi anggaran. terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 517 Bagian Keuangan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

dan kearsipan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. dan pemeliharaan barang inventaris. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. pelaksanaaan bantuan hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. kehumasan. f. c. rencana kebutuhan dan pengadaan. c. bantuan hukum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. kebersihan dan keamanan Badan. penyiapan. b. kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. d. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan rumah tangga. perlengkapan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. 145 . pelayanan kesekretariatan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. b. informasi dan dokumentasi hukum. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta keprotokolan dan upacara Badan. kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pengadaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta pengurusan perlengkapan. penelaahan. e. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perpustakaan. Pasal 521 Bagian Umum. persuratan dinas. terdiri dari: a. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Hukum.

inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Informasi. h. Bagian Tata Usaha. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. rumah tangga. administrasi keuangan. c. e. serta pemetaan tematik potensi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. gambut. penyelidikan. Bidang Sarana Teknik. penyelidikan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. b. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. batubara. mineral. dan kepegawaian Pusat. bitumen padat. d. dan panas bumi. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. e. i. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta rancang bangun dan pemodelan. c. b. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. 146 . Bidang Program dan Kerja Sama. penyusunan neraca sumber daya geologi. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. pengelolaan ketatausahaan. j. perumusan rencana dan program. g. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. keuangan. rekayasa teknologi. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. f. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. kebersihan. keuangan. keamanan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengangkatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengurusan perencanaan. d. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pengembangan. terdiri dari: a. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. 147 . Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi.

penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. 148 . Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. e. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan. e. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan.d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. terdiri dari: a. f. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b.

penelaahan.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Subbidang Program. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pemutakhiran basis data. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kerja Sama. jaringan dan situs informasi. penelaahan. penyiapan. b. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penganggaran. c. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. dokumentasi dan publikasi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan sosialisasi. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan. serta pengelolaan perpustakaan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. b. 149 . penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.

operasi perangkat lunak. serta pos pengamatan gunung api. sosialisasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. serta sesar aktif. penelaahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. dokumentasi. j. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. sistem. gempa bumi. gempa bumi. f. i. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. b. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dan gerakan tanah.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rumah tangga. 150 . c. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perpustakaan. g. penelaahan. pelaksanaan. e. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. administrasi keuangan. dan rekayasa teknologi. tsunami. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan. serta rancang bangun. penyelidikan. pemodelan. d. dan kepegawaian Pusat. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. tsunami. dan gerakan tanah h.

pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha. serta perpustakaan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. 151 . b. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pengurusan. terdiri dari: a. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. keuangan. keuangan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. c. d. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. l. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. keselamatan kerja dan keprotokolan. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan sarana. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. kebersihan. e. evaluasi pelaksanaan penelitian. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. penyelidikan. keamanan. pengurusan perencanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c.k. pengangkatan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. b. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemelaahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e.

terdiri dari: a. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. penelaahan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. geokimia dan deformasi. 152 . pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. b. pelaksanaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pengurusan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. d. penetapan status. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pemelaahan.

d. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 153 . Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. penelaahan. b. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. terdiri dari: a.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan. c. b. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553.

(2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. e. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penelaahan. terdiri dari: a. 154 . gerakan tanah dan tsunami. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyiapan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. d. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyelidikan. penelaahan. b. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. b. c. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api.

keuangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. geologi teknik dan air tanah. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. g. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. administrasi keuangan. f. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pengelolaan ketatausahaan. c. penyelidikan. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. dan kepegawaian Pusat. c. 155 . b. b. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. pengangkatan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. h. Kelompok Jabatan Fungsional. d. j. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Bidang Program dan Kerja Sama. Bagian Tata Usaha. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengembangan. geologi teknik dan air tanah. dan pengelolaan tata ruang. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. i. Bidang Sarana Teknik. e. rekayasa teknologi. Bidang Informasi. rumah tangga. k. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. d. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengurusan perencanaan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi.

penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta akuntansi. e. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. kebersihan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. terdiri dari: a. b. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.c. f. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 156 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. 157 . pelaksanaan. b. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. e. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. Subbidang Program. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. c. pelaksanaan. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kerja Sama. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d.

b. jaringan dan situs informasi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. serta pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penganggaran. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 .Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. pengelolaan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. terdiri dari: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan perpustakaan. b. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. c. d. Pasal 578 Bidang Informasi.

Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan geologi. penelaahan. geokimia. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. operasi perangkat lunak. pemetaan dan penelitian geologi. perpustakaan. sistem. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. tektonik. dokumentasi. pemetaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. inventarisasi hasil survei. d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. rumah tangga. penelaahan. m. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan. geofisika. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. j. l. sosialisasi. h. i. k. 159 . dan kepegawaian Pusat. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. penyelidikan dan survei di bidang geologi. f. pelayanan jasa survei. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. administrasi keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. geomorfologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penelitian dan penyelidikan geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. rekayasa teknologi. pelaksanaan. g. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

keamanan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengangkatan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. c. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. terdiri dari: a. serta akuntansi. kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. b. pengurusan perencanaan. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 160 . d. Bidang Program dan Kerja Sama. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bidang Sarana Teknik. keuangan. Bidang Informasi. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. e. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan.

b. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. pelaksanaan. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 161 . penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. f.

Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Subbidang Program. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan. 162 . serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penganggaran. b. b. Subbidang Kerja Sama. c. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. e. terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

penelaahan. sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. operasi perangkat lunak.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. perpustakaan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. serta operasi perangkat lunak informasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 597 Bidang Informasi. d. c. jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. 163 . b. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. b. penelaahan. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pelaksanaan sosialisasi.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 . Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Teknisi Litkayasa. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

f. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. mineral batubara. pembinaan pelayanan jasa teknologi. panas bumi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. 165 . b. e. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. d. perumusan kebijakan penyelenggaraan. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602.

serta perencanaan kerja. informasi hukum. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c. b. d. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. kearsipan. 166 . pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. d. e. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. dan rumah tangga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. g. terdiri dari: a. serta pelaksanaan bantuan hukum.

penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pengelolaan sistem. Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaporan. pelaporan. f.i. b. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. Bagian Keuangan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. b. e. 167 . Bagian Kepegawaian. Subbagian Laporan. terdiri dari: a. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. jaringan dan situs informasi. e. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. d. j. ketatalaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi.

satuan kerja. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. c.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. penyiapan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kesejahteraan. situs. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian. b. c. penyajian informasi. d. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. kepangkatan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. Subbagian Pengembangan Pegawai. penelaahan. jaringan. 168 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penggajian. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan analisis jabatan. b. pengadaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyiapan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan perencanaan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta implementasi Sipeg. serta penyempurnaan organisasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. penelaahan.

pengembangan. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. pelaksanaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. e. b. c. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penggajian. kesejahteraan. serta implementasi Sipeg Badan. serta pengurusan revisi anggaran. pengangkatan. Subbagian Kekayaan Negara. 169 . Subbagian Akuntansi. Pasal 618 Bagian Keuangan. d. c. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. serta evaluasi atas perencanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas mutasi. kepangkatan pemberhentian. penyiapan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. PBI Badan. b. f. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616.

c. b. kearsipan. penyelesaian kerugian negara. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. terdiri dari: a. serta pengurusan perlengkapan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. b. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan pemeliharaan barang inventaris. 170 . Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. informasi dan dokumentasi hukum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan. dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 622 Bagian Umum. d. perpustakaan. f. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Neraca. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. persuratan dinas. dan revisi anggaran Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perlengkapan. dan rumah tangga. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. distribusi penggunaan. perlengkapan. e. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. kehumasan. c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. pelayanan kesekretariatan. Subbagian Hukum. penelaahan. pengadaan.

Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. f. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan dan keamanan Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. pelaksanaan. c. b. rencana kebutuhan dan pengadaan. d. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. kesekretariatan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. penelaahan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. 171 . distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan pedoman dan prosedur kerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. bantuan hukum.

Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. rumah tangga. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. c. b. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. persuratan dinas dan kearsipan.h. d. 172 . e. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Bidang Afiliasi. Kelompok Fungsional. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan kepegawaian Pusat. b. e. c. terdiri dari: a. d. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan. Bidang Program. administrasi keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. serta pelaksanaan keamanan. Bagian Tata Usaha. b. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. i. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbidang Pengoperasian Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. terdiri dari: a. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. d. keamanan. c. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. perbendaharaan dan akuntansi. 173 . penyediaan bahan baku. penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan. serta pengadaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. dan kebersihan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. pemeliharaan sarana kerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi. penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta analisis. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. pelaksanaan. 174 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 637 Bidang Program. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Analisis dan Evaluasi. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.

administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. 175 . serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. jaringan. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. c. terdiri dari: a. e. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. 176 . Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. i. administrasi keuangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. jaringan. h. g. d. dan kepegawaian Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. f. situs dan penyebarluasan informasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.

d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. 177 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. e. serta pengadaan. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Afiliasi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. terdiri dari: a. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perbendaharaan dan akuntansi. c. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. dan kebersihan Pusat. pengurusan perencanaan. b. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan sarana kerja. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Program. serta pelaksanaan keamanan. pengangkatan. keamanan. keuangan. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. Bagian Tata Usaha.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. d. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. 178 . serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e.

Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 656 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Rencana. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi. serta analisis. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. c. penelaahan.

situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. e. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. b. pelayanan jasa teknologi. d. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 180 .

terdiri dari: a. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. 181 . Bidang Program. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Kelompok Fungsional. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. f. rumah tangga. i. Bagian Tata Usaha. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Bidang Afiliasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. e.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. g. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan kepegawaian Pusat. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. e. c. h. d. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengangkatan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. kebersihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keuangan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. e. c. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. serta pengadaan. d. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemeliharaan sarana kerja. serta pelaksanaan keamanan. dan kebersihan Pusat. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 182 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

penyiapan. e. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 183 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. penyiapan. penyediaan bahan baku. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengoperasian Sarana.

penyiapan. 184 . Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penelaahan. terdiri dari: a. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 675 Bidang Program. b. evaluasi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan. serta analisis. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c.

Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. d. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. e. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 679 Bidang Afiliasi. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 185 . (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. rumah tangga. terdiri dari: a. administrasi keuangan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 186 . Bidang Afiliasi. c. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. dan kepegawaian Pusat. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. dan geofisika kelautan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. d. geokimia. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. pengelolaan ketatausahaan. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. d. b. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Bagian Tata Usaha. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. j. i. Bidang Program. Kelompok Fungsional. perumusan pedoman dan prosedur kerja. h. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan.

e. b. keamanan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. kebersihan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. 187 . Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. c. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perencanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. serta pengadaan. pengembangan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengangkatan. dan kebersihan Pusat. b. pemeliharaan sarana kerja. serta pelaksanaan keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan.

Subbidang Pengoperasian Sarana. penyediaan bahan baku. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. b. Subbidang Pengembangan Sarana. b. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. pengelolaan. pengelolaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. e. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. 188 . sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. penyediaan bahan baku. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. b. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. Pasal 694 Bidang Program. d. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. 189 . Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.c. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. penyiapan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan.

d. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. jaringan. pelayanan jasa teknologi. penelaahan. 190 . pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan. b. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. e. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. 191 . Perekayasa. Penyelidik Bumi. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. h. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. c. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. g. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. geologi. 192 . f. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. b. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. batubara. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. d. mineral. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan.

Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. b. c. g. 193 . Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kerja sama. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. i. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. b. e. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. f. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. satuan kerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. e. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.

dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pelaporan. akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian. l. ketatalaksanaan. serta perencanaan kerja. d. terdiri dari: a. c. h. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. c.j. ketatalaksanaan. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Bagian Umum. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. Pasal 708 Sekretariat Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. k. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. g. kearsipan. pelaporan. Bagian Keuangan. f. penganggaran. b. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. 194 . serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.

penelaahan. Subbagian Kerja Sama. penelaahan. b. terdiri dari: a. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. penyiapan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi Badan. penelaahan. 195 . b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta evaluasi atas laporan berkala. serta implementasi Sipeg. penggajian. kesejahteraan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. dan analisis jabatan. pengembangan. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. c. e. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. c. prosedur kerja. penganggaran. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta pengembangan organisasi Badan. dan sistem. kepangkatan. pengadaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

b. produk kilang. Subbidang Utilitas.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. d. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a.. penelaahan. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. c. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. terdiri dari: a. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 200 . b. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. Subbidang Kilang.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. 201 . penelaahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyediaan dan pemanfaatan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. penelaahan. Subbidang Bengkel. Subbidang Laboratorium. b. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. d. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c.

serta kepustakaan. pengelolaan kepustakaan. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penyiapan penyelenggaraan. kerja sama. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. standar. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. kriteria dan prosedur. norma. e. b. d. c. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. g. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. 202 . Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. f.

203 . kriteria pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. b. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. i. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Batubara. prosedur. d. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kearsipan. c. f. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. e. pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. h. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknis. pedoman. e. c.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. g. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. akuntansi. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. perlengkapan. terdiri dari: a. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. organisasi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. perbendaharaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. e. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. serta hukum. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. c. dokumentasi dan tata naskah. 204 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. d. kearsipan.

b. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. pedoman. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan.c. c. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. pelaksanaan pemeliharaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penggunaan. pelaksanaan. 205 . Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana. rencana pengembangan. b. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. penelaahan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. c. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan sistem. penyiapan rumusan standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. b. pelaksanaan. Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. f. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. 206 . pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. e. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. penelaahan. dan prosedur. e. d. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.d.

pemberian pelayanan jasa. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. b. pelaksanaan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. b. penyusunan standar. f. penelaahan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pedoman. e. d. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pedoman. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. kriteria dan prosedur. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. norma. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. kriteria pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 207 . Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur. kriteria dan prosedur. penyiapan penyelenggaraan. penyusunan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. c. terdiri dari: a. pedoman.

administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. h. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kehumasan dan keprotokolan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 208 . b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. perbendaharaan. d. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. d. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. c. b. perlengkapan. akuntansi. c. terdiri dari: a.g. b. Bidang Pelatihan dan Sarana. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan.

b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penelaahan. kerja sama. c. Subbidang Perencanaan. akuntabilitas kinerja. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan sistem. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. d. e. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. 209 . norma. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

pelaksanaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. pelaksanaan. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. d. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama. b. e. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. promosi. b. 210 . Subbidang Pelatihan. penyiapan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. penyiapan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. terdiri dari: a. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Sarana dan Prasarana. kriteria dan prosedur. kerja sama. c.

penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pelaksanaan. h.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 211 . pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. prosedur. pemberian pelayanan jasa. Bidang Pelatihan dan Sarana. d. b. norma. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. Bagian Tata Usaha. d. e. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. g. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. c. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kriteria pendidikan dan pelatihan. f. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. penelaahan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi.

akuntansi. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. 212 .Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dokumentasi dan tata naskah. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kepegawaian dan Umum. perbendaharaan. hukum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. c. d. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. perlengkapan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. kearsipan.

penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. penyiapan. norma. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. norma dan kriteria. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. penelaahan. pelaksanaan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. pedoman. 213 . dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Perencanaan. serta evaluasi atas standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. d.

terdiri dari: a.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. b. Subbidang Pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. d. pelaksanaan kerja sama. kerja sama. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. 214 . e. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. promosi. Subbidang Sarana dan Prasarana. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. c.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

e. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal dan Badan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. 216 . yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. c. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. b. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. d. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan.

serta neraca energi dan sumber daya mineral. 217 . evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. f. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. i. d. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. j. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. b. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. h. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. c. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. k.

dukungan operasi kerja. d. c. terdiri dari: a. e. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta kearsipan Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. c. pelaksanaan urusan tata usaha. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Bakoren. b. terdiri dari: a. pelaporan dan tata persuratan. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Bidang Pelayanan Data dan Informasi.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. 218 . b. serta kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bagian Tata Usaha. c. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bidang Kajian Strategis.

penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. k. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. e. j. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. c. 219 . pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. i. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan norma. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. b. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. l. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. f. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. b. h. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.

penyiapan. ketenagalistrikan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. pelaksanaan. d. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. b. penyiapan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. pelayanan data dan informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. e. 220 . (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penyusunan rumusan norma. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. f.

Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. bitumen padat. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. gambut. e.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. f. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. 221 . b. pelaksanaan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. penelahaan. c. air tanah dan kegeologian. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penelahaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. penelahaan. Subbidang Kajian Strategis Energi. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. pelaksanaan. b. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. d.

(3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 222 .

perencanaan kerja. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. (9) Pedoman penyusunan tata laksana.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. 223 . standardisasi teknis. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dokumentasi. penganggaran. dengan lingkup meliputi personil. peralatan. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. regulasi ekonomi dan keteknikan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). organisasi. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan keselamatan umum. peraturan perundang-undangan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.a kepada pejabat eselon I. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen.

(4) Kepala Bagian. Kepala Pusat. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur Jenderal.a.BAB XIV ESELON. Inspektur Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. 224 . Direktur.a.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.b. Sekretaris Direktorat Jenderal. Inspektur. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (5) Kepala Subbagian. Direktur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (3) Kepala Biro. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

(2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s.d. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. 225 . diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. X.

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 226 .(4) Perubahan atas rincian tugas. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi. susunan organisasi.

Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. maka: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful