MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Biro Umum. d. Biro Kepegawaian dan Organisasi. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Departemen lain. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. e. koordinasi kegiatan Departemen. 5 . dan lembaga lain yang terkait. c. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. c. Biro Keuangan. b. b. d. Lembaga Pemerintah Non Departemen. terdiri dari: a. Kementerian Negara.

serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Bagian Perencanaan Anggaran. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyusunan harga satuan. Bagian Analisis dan Evaluasi. perumusan kebijakan pembangunan. terdiri dari: a. l. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. f. g. serta kerja sama. d. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. rencana dan program kerja dan anggaran. d. b. i. c. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta rencana strategis. rencana kerja dan anggaran. sosialisasi kebijakan pembangunan. menengah dan tahunan. k. rencana dan program kerja. b. Kelompok Jabatan Fungsional. rencana anggaran. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. e. h.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. rencana pembangunan jangka panjang. serta perumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Kerja Sama. evaluasi kebijakan pembangunan. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). c. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. dan rencana anggaran. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. serta pengelolaan kerja sama Departemen. j. 6 . serta pengelolaan kerja sama Departemen.

dan Badan Geologi. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan norma. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. 7 . d. penelaahan. Menengah dan Tahunan Departemen. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan urusan tata usaha Biro. Inspektorat Jenderal. e. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Subbagian Perencanaan Penunjang. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. standar dan kriteria rencana kerja. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. c. b. f. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan RK-KL. terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

penelaahan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. e. b. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. kriteria perencanaan anggaran. dan Badan Geologi. penyiapan. c. penelaahan. f. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Subbagian Penganggaran Penunjang. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma. c. dan 8 . b.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. 9 . kriteria akuntabilitas kinerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan sidang. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. c. tahunan dan rencana strategis. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. e. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. norma. Inspektorat Jenderal. d. rencana pembangunan jangka panjang. f.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. menengah. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. RKA-KL. terdiri dari: a. h. b. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. g. penelaahan.

e. penyiapan rumusan standar. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. norma. 10 . penyiapan. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta kerja sama asosiasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. b.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. dan Badan Geologi. kriteria kerja sama. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. h. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. g. penelaahan. Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. f. penyiapan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Batubara. penelaahan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral.

pengadaan. pemensiunan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. b. kepangkatan. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. disiplin. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kesejahteraan pegawai. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan mutasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. penelaahan. penempatan dan pengembangan pegawai. penelaahan. c.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. jabatan struktural dan fungsional. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. 11 . b. serta penyiapan penetapan pemberhentian. Subbagian Kerja Sama Bilateral. perencanaan. dan penilaian kinerja pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. pengembangan organisasi dan tata laksana. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. penelaahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). e. terdiri dari: a. d. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen.

Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. h. d. c. c. b. j. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. b. e. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyiapan rumusan standar. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. norma. evaluasi pembinaan kepegawaian. 12 . Kelompok Jabatan Fungsional. k. penyiapan rumusan rencana. pengadaan. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. serta administrasi penugasan ke luar negeri.f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengelolaan sistem informasi pegawai. e. terdiri dari: a. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. serta kartu PNS. penyusunan rencana formasi. Bagian Data dan Informasi Pegawai. f. Pegawai Negeri Sipil (PNS). pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. g. i. g. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. Bagian Mutasi Pegawai. serta standardisasi kompetensi jabatan.

serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penyiapan. penelaahan. i. kompetensi pegawai. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. kepangkatan. 13 . Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan. penelaahan.h. j. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. pemberhentian dan disiplin. dan penugasan pegawai ke luar negeri. b. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. dan Kartu PNS Departemen. penelaahan. bimbingan teknis. serta kesejahteraan pegawai Departemen. c. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Pengembangan Karir. pengelolaan administrasi tugas belajar. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. urusan tugas belajar dan izin belajar. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemindahan. terdiri dari: a.

pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. 14 . penarikan kembali. serta kesejahteraan pegawai. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. b. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan penilaian prestasi pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. g. dipekerjakan. e. perbantuan. i. k. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pemindahan. h. serta Kartu Istri. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pelaksanaan kesejahteraan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. cuti. Subbagian Mutasi Jabatan. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. kepangkatan. Askes. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. Taspen. norma. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. dipekerjakan. dan penilaian angka kredit. pembebasan sementara. b. serta kesejahteraan pegawai Departemen. d. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. j. perbantuan. pelaksanaan kepangkatan. pemberhentian dan disiplin. pengangkatan kembali. dan Bapertarum. kepangkatan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. Kartu Suami. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. pelaksanaan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. terdiri dari: a. pemberhentian. c. pemberhentian. pemindahan. dan penarikan kembali pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. c. pelaksanaan disiplin pegawai. penyiapan standar. pemindahan. pelaksanaan pemindahan pegawai. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. f.

penelaahan. pemindahan. pemberhentian. kepangkatan. Askes. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. Taspen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pendidikan dan pelatihan pegawai. e. penghargaan. Kartu Suami. penilaian angka kredit. 15 . dan penetapan pengelola anggaran Departemen. disiplin. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. h. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. b. penelaahan. penggajian. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. jabatan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. i. pelaksanaan. pemberhentian dan pemensiunan. pengadaan pegawai. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Kartu Istri. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. g. pelaksanaan. pelayanan kesehatan. penyiapan. penghargaan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. c. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. Bapertarum pegawai Departemen. Daftar Urut Kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. dan administrasi lembaga tripartit. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. d. dan daftar riwayat hidup pegawai. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi.

pemberhentian.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penelaahan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. pemindahan. c. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. d. klasifikasi dan peta jabatan. kriteria pengembangan organisasi. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta evaluasi. b. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. pendidikan dan pelatihan pegawai. pengadaan pegawai. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. penyiapan rumusan standar. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. jabatan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. penggajian. pelaksanaan. kepangkatan. e. 16 . penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). c. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penghargaan. b. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

g. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. analisis beban kerja. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pengembangan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pengembangan. terdiri dari: a. peta jabatan. standardisasi kompetensi jabatan. administrasi keuangan. penelaahan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Subbagian Tata Laksana. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. Subbagian Kelembagaan. pengembangan. h. b.f. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. 17 . perbendaharaan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pola hubungan kerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Kelompok Jabatan Fungsional. g. serta bimbingan teknis perbendaharaan. i. kekayaan negara dan akuntansi. f. perbendaharaan. Pasal 49 Biro Keuangan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta Neraca Departemen. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Bagian Akuntansi. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. 18 . berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. Bagian Perbendaharaan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Kekayaan Negara. j. l. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. administrasi keuangan. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. e. b. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. c. h. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. laporan realisasi anggaran. serta pelaksanaan akuntansi. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. serta nota keuangan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. c. pembinaan inventarisasi. k. serta pembinaan perbendaharaan. dan implementasi sistem akuntansi. d. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja. d. e.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47.

Subbagian Anggaran Belanja. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. penyiapan target. k. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penyusunan rumusan standar. g. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. b. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. j. terdiri dari: a.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. h. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. 19 . penelaahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. i. pelaksanaan. penelaahan. f. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. b. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. norma. e. penelaahan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. d. evaluasi tarif dan revisi PNBP. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. e.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. norma. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. 20 . d. penelaahan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. c. penelaahan. c. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. terdiri dari: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dan pengelolaan SPM. b. serta pembagian iuran sumber daya alam. Badan Geologi. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. pelaksanaan. g. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi.

Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. d. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. b. b. pelaksanaan. dan bidang minyak dan gas bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. tuntutan perbendaharaan. c. terdiri dari: a. g. 21 . kriteria pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. c. e. ganti rugi. f. norma. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a.

dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). pelaksanaan. c. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan. b. norma. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. g. pelaksanaan verifikasi. e. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. b. 22 . penelaahan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Neraca. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. terdiri dari: a. penelaahan. d. penyiapan rumusan standar. Badan Geologi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. rekonsiliasi. Inspektorat Jenderal. f. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

equitas dana. serta hubungan masyarakat Departemen. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. pelaksanaan. 23 . serta evaluasi atas pembukuan aset. penelaahan. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. kewajiban. g. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). pelaksanaan. konsolidasi. Neraca. dan bantuan hukum. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. serta program legislasi dan regulasi. dan bantuan hukum. serta kehumasan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan implementasi SAI Departemen. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. dan implementasi SAAT Departemen. penelaahan. penelaahan. f. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. serta pelaksanaan kehumasan. dan penyelesaian kasus hukum. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. h. verifikasi anggaran. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. pengelolaan dokumentasi. bantuan hukum dan kehumasan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. rekonsialiasi. bantuan hukum.

serta program legislasi dan regulasi Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.i. d. Bagian Hubungan Masyarakat. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. b. Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. dan bantuan hukum. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. e. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. e. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. d. b. c. b. j. 24 . terdiri dari: a. Bagian Bantuan Hukum. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan standar. e. f.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. kriteria kontrak atau perjanjian. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. b. norma. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan. d. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. 25 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. c. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. h.

Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. norma. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. b. 26 . c. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. c.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. e. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan standar. penyiapan. f. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral.

dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. 27 . dan unsur unit penunjangnya. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksaaan. Batubara dan Panas Bumi. serta monitoring dan analisis berita. c. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. d. f. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. konferensi pers. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. c. e. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. terdiri dari: a.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. penelaahan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksaaan. norma. pelaksaaan. b.

serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. dan urusan tata usaha Biro. 28 . Subbagian Publikasi. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. konferensi pers. i. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pameran Departemen. b. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. penerbitan. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. abstrak peraturan perundang-undangan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. h. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. j. pelaksanaan peliputan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. terdiri dari: a. penelaahan.g. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. penelaahan. peliputan dan perekaman kegiatan. monitoring dan analisis berita Departemen.

Pasal 87 Biro Umum. c. Sekretaris Jenderal. f. Bagian Perlengkapan. g. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. tata persuratan dinas dan kearsipan. pengadaan. j. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Tata Usaha. tata persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. tata usaha dan kearsipan. pengelolaan keamanan dan keselamatan. i. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. tugas 29 .Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. d. b. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. h. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. d. Staf Ahli. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. e. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. penyediaan sarana dan prasarana kerja. c. perlengkapan dan pengadaan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. f. terdiri dari: a. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pengelolaan rumah tangga.

pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelantikan. e. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Menteri. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. c. f. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. persuratan dinas. b. b. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). Medan Merdeka Selatan 18. c. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. d.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. penyiapan penyelenggaraan rapat. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja.

(3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penelaahan. penjadwalan kegiatan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. f. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. c. c. penelaahan. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. e. b. Subbagian Kearsipan. penyiapan. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. 31 . Subbagian Tata Usaha Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan rumusan standar. persuratan dinas. terdiri dari: a. dan ekspedisi surat dinas. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. norma.

b. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Kepala Biro dan Kepala Pusat. keselamatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Thamrin 1.H. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. f. M. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebersihan. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. 32 . Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. d. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Jakarta Pusat). e. keamanan. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. serta pengadaan. b. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. c. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. terdiri dari: a. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. keselamatan. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln.

e. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. d. Subbagian Pengadaan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. b. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengadaan. penelaahan penyiapan. kriteria perlengkapan. inventarisasi. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. c. f. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. b. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. 33 . serta pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. norma. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Staf Ahli. Subbagian Rencana Kebutuhan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penyiapan kegiatan. g. terdiri dari: a. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

pedoman. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. terdiri dari: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. norma. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 35 . d. penyusunan standar.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. b. c. e. kriteria. d. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. f. dan rumah tangga. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. satuan kerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pelaporan. b. 36 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. akuntabilitas kinerja. b. g. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. kearsipan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. i. Bagian Keuangan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. h. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

n. c. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. rencana dan program. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. h. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. 41 . b. j. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. i. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. m. penelaahan. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. g. serta perhitungan bagi hasil. k. implementasi Sipeg. pelaksanaan. WP & B). perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. f. e. l. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan pengaturan. d.

serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. c. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. h. serta data kebutuhan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. b. penyusunan statistik.o. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. c. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. norma. serta pencadangan strategis. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. g. menengah dan tahunan berbasis kinerja. d. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. e. penyiapan rumusan. Kelompok Jabatan Fungsional. f. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. f. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. 42 . evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. e. terdiri dari: a. d. b. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. p. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi.

d. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan rumusan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. permasalahan iklim usaha. b. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. terdiri dari: a. dan terms of condition KKS. pengumpulan data potensi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. f. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. g. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. norma. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. e. c. dan pelaksanaan sosialisasi. penelaahan. serta penyediaan informasi. 43 .

Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. i. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. pemeriksaan dan pengujian. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. j. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan. norma. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). g. f. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. tugas serta induk. b. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. c. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. pajak. tugas serta induk. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan pencatatan. serta bagi hasil daerah. penelaahan. h. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. retribusi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. 44 . serta biaya operasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141.

kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. b. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan. penelaahan. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. PNBP dan tarif iuran. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. b. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. harga minyak mentah Indonesia. retribusi. tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. f. pajak. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. penelaahan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. c. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. d. 45 . (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. g. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. tenaga kerja asing. lifting dan target penerimaan. norma. pelaksanaan.

pemberdayaan produksi dalam negeri. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. rencana penggunaan tenaga kerja asing. penelaahan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. j. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. fasilitasi lembaga tripartit. rencana impor barang operasi. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. b. i. penggunaan barang operasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. b. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. 46 . (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing.h. serta pengaturan tenaga kerja asing. terdiri dari: a. k. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor.

e. d. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi.c. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. c. f. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. g. Seksi Multilateral dan Regional. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyiapan. b. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. 47 . pelaksanaan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. penyiapan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. lembaga sertifikasi dan asosiasi. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. e. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Kelompok Jabatan Fungsional. k. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. e. g. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. b. c. e. d. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156.d. h. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. j. terdiri dari: a. kriteria pengelolaan WK. penyiapan rumusan standar. norma. d. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan WK. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengumuman WK. f. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. b. f. c. h. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 48 . pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. l. i. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu.

serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. kriteria usaha eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan. b. terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. terdiri dari: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. norma. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. f. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. 49 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penilaian. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. d. penelaahan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. e. b. penyiapan rumusan standar. b.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja.

usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penelaahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. norma. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. g. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. b. c. d. 50 . b. i. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. e. pelaksanaan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. f. pelaksanaan. kriteria. h. penelaahan. j. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional.

d. norma. c. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. tumpang tindih lahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 51 . pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan standar. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha eksploitasi. penelaahan. penyiapan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. g. penyiapan. f. e. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. b.

52 . Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. g. b. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan. i. norma. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h. pelaksanaan. b. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. f. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 53 . f. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. perumusan pengaturan Penugasan. b. h.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Light Natural Gas (LNG). serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. pelaksanaan. penelaahan. Penyediaan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. d. penelaahan. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Light Petroleoum Gas (LPG). serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. c. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. perumusan jenis bahan bakar minyak. e. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. bahan bakar gas. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. i. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g.

c. h. f. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. j. c. k. pengelolaan data. terdiri dari: a. e. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. b. d.j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 54 . Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. l. LNG. i. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. b. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. e. norma. g. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. bahan bakar gas. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. f. penyiapan rumusan standar. pengelolaan data. LPG. bahan bakar lain. penyiapan perizinan usaha pengolahan. d. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan.

b. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pengelolaan data. penyiapan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. d. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. h. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penelaahan. b. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. c. 55 . norma. g. f. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. e. penyiapan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.

serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. bahan bakar gas dan LPG. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penelaahan. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. e. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. terdiri dari: a. penyiapan. c. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penyiapan rumusan formulasi harga. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. b. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. 56 .i. b. norma. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. j. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. kriteria harga bahan bakar. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. norma.f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. c. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. penyiapan. b. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. LPG. penyiapan perizinan usaha niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan. d. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. g. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. h. penyiapan. b. gas bumi. i. g. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. 57 . pengelolaan data. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. h. penyiapan rumusan standar. e. kriteria usaha niaga. LNG. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.

pelumas. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan non bahan bakar lainnya. terdiri dari: a. tugas 58 . f. d. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. Seksi Niaga Minyak Bumi. LNG. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Seksi Proses Non Bahan Bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. LPG. c. kriteria usaha non bahan bakar. petrokimia. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Niaga Gas Bumi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. biodiesel. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. b. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penyiapan norma. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi.

perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 59 . serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. lindungan lingkungan. dan non bahan bakar lainnya. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. h. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. biodiesel. petrokimia. penelaahan. serta penggunaan tenaga teknik. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. produk. dan non bahan bakar lainnya. penelaahan. kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. profesi personil. usaha penunjang. e. d. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. biodiesel. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. petrokimia. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). lindungan lingkungan. g. penyiapan. kelaikan teknis. f.

b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.i. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. d. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. j. f. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. c. Kelompok Jabatan Fungsional. d. e. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. 60 . Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. h. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis.

Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. keselamatan operasi. penelaahan. 61 . instalasi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. f. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. b. instrumentasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. dan kalibrasi alat ukur. e. K3. d. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. g.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. c. penyiapan.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. d. e. pelaksanaan. instalasi. penelaahan. pengangkutan. penyiapan. instrumentasi. norma. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan penggunaan tenaga teknik. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. terdiri dari: a. pelaksanaan. 62 . penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan.

Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. pengangkutan. 63 . Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. g. b. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. pengangkutan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Penyimpanan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan.f. serta penjaminan pasca operasi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.

b. pengangkutan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang.d. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. norma. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. g. 64 . penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. e. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan.

Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. f. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. 65 . terdiri dari: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi.d. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. profesi personil. produk. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. penelaahan. b. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

kriteria. e. 67 . penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. c.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. penyusunan standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. d. terdiri dari: a. 68 . penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. f. c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. g. c. satuan kerja. kearsipan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. h. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

69 . terdiri dari: a. pelaporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. jaringan. Bagian Keuangan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. Bagian Rencana dan Laporan. d. e. rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. c. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. e. c. pengelolaan sistem. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. ketatalaksanaan. situs. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. g. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. Subbagian Laporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. d.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Pengelolaan Informasi. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. f. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. penyiapan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. satuan kerja. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. d. 70 . pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penyelesaian kerugian negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. e. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. b.

Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pelayanan konsultasi hukum. pelaksanaan informasi. serta kehumasan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. c. dan Neraca Direktorat Jenderal. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. terdiri dari: a. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. penelaahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. penyelesaian kerugian negara. laporan pertanggungjawaban keuangan. f. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. 71 . c. Subbagian Pertimbangan Hukum. b. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. d. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. e.

ekspedisi persuratan dinas. dan Implementasi Sipeg. b. pertamanan dan perparkiran. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pemberhentian. pengurusan formasi. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c. mutasi. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. c. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. dan kearsipan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Subbagian Kepegawaian. g. terdiri dari: a. 72 . keamanan. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. kebersihan. e. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. pengadaan pegawai. pelaksanaan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pelaksanaan urusan kesekretariatan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. f. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. telepon. b. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. d.

b. rencana pengadaan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. g. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. f. pelaksanaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. implementasi Sipeg. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. persuratan dinas dan kearsipan. rencana dan program. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. 73 . dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). d. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penelaahan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. c. serta rencana dan program pembangunan berjangka. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana dan program.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. h.

penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. 74 . serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. c. e. f. d. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. serta rencana strategis dan RUKN. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. b. menengah dan tahunan tenaga listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. d. b. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan rumusan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. c. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. e. b.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik.

pelaksanaan. b. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. d. c. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. b. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penelaahan. penelaahan. penyiapan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. 75 . penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan. c. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penyiapan bahan rumusan standar. d. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. e. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. penelaahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 76 . kriteria tenaga listrik sosial. b. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penelaahan. f. norma. penelaahan.

penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyusunan dokumen perjanjian. evaluasi pelaksanaan rencana. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. lembaga sertifikasi. multilateral dan regional. 77 . Seksi Multilateral dan Regional. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. d. penelaahan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. asosiasi dan lembaga lainnya. c. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.

pengolahan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. d. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. 78 . statistik dan pemetaan tenaga listrik. penelaahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelaksanaan pengelolaan data. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penyiapan. c. e. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. b. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik.

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. d. b. 79 . c. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. d. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perlindungan konsumen. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. h. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. e. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. e. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pembinaan. i. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. g. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. tarif dasar listrik dan subsidi listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. f. c. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik.

penelaahan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. c. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. b. tugas 80 . Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. evaluasi pelaksanaan pengaturan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. d.c. serta penetapan wilayah usaha. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.

dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. 81 . terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. f. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. penyiapan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. norma. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. b. penelaahan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Seksi Pelayanan Izin Usaha. pemberian sanksi. terdiri dari: a. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. penyiapan rumusan standar. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. e. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. c. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik.

serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. e. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. f. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria hubungan komersial. norma. b. c. d. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penelaahan. terdiri dari: a. b. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 82 . Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik.

Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. d. pelaksanaan. c. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. terdiri dari: a. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. b. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. e. kriteria perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. mempunyai tugas 83 . pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik.

d. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. h. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. lindungan lingkungan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. kelaikan teknis. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. keselamatan dan K3. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. 84 . f. b. produk. terdiri dari: a. serta pembinaan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Kelompok Jabatan Fungsional. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta penggunaan tenaga teknik. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. d. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. lindungan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. e. profesi personil. i. e. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. f. g. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

g. serta Rancangan SNI. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. c. f. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. 85 . Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. d. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penelaahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan.

dan K3. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. g. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan standar. norma. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. e. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. kalibrasi alat ukur. 86 . f. terdiri dari: a. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. instrumentasi. pelaksanaan. c. d. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kelaikan peralatan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan.

Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. d. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. g. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. b. terdiri dari: a. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. 87 . f. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik.

pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. e. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b. penelaahan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. c. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. 88 . Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.

89 .Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. b. d. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. produk. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. penyiapan rumusan standar. f. c. b. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. g. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. dan kriteria usaha penunjang. profesi personil.

Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. c. f. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. energi alternatif. e. norma. d. c. d. b. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. g. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. 90 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. e. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. energi perdesaan dan konservasi energi. c. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. b. kriteria pemanfaatan energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. f. Subdirektorat Konservasi Energi. h. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan.

d. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. e.d. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. 91 . penyiapan rumusan standar. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. c. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. b. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. norma. rencana dan program pengembangan usaha. b. b. Seksi Program Pemanfaatan Energi. e. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. kriteria usaha energi baru terbarukan.

pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penelahaan. penyiapan. penelahaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. penelahaan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. rencana dan program. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. norma dan kriteria konservasi energi. Seksi Program Konservasi Energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi. c. b. pelaksanaan fasilitasi kemitraan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas program konservasi energi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. terdiri dari: a. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penelahaan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan. penyiapan. 92 . pelaksanaan.

e. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. serta pedoman pengembangan. penelahaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. pemberdayaan masyarakat. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. norma. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. terdiri dari: a. rencana dan program. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. b. d. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. penelahaan.. Seksi Program Energi Perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. c. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. rencana dan program energi perdesaan. penyiapan rumusan standar. b. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. 93 .

Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. c. penelahaan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. 94 . terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

e. 96 . penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. dan panas bumi. b. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. penyusunan standar. norma. batubara dan panas bumi. d. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan prosedur di bidang mineral. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pedoman. Direktorat Jenderal Mineral. kriteria. batubara dan panas bumi. batubara. Batubara.

Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. d. c. d. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. h. c. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. e. dan rumah tangga. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Batubara dan Panas Bumi. e. terdiri dari: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. g. i. 97 . Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. satuan kerja. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. f. Direktorat Pembinaan Program Mineral.

e. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. f. pelaporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. ketatalaksanaan. 98 . serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Rencana dan Laporan. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. d. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. terdiri dari: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. e. b. b. Batubara dan Panas Bumi. jaringan dan situs informasi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. pelaporan. g. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum dan Kepegawaian. c. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b.

serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. 99 . terdiri dari: a. penyiapan. situs. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. f. b. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. e. Subbagian Kekayaan Negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. jaringan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelesaian kerugian negara. satuan kerja. perhitungan pelaksanaan anggaran.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta kehumasan. Subbagian Informasi Hukum. pelayanan konsultasi hukum. e. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyelesaian kerugian negara. b. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penelaahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan informasi. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. b. penelaahan. terdiri dari: a. d. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. dokumentasi dan sosialisasi hukum. 100 . laporan pertanggungjawaban keuangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. f. pelaksanaan. pertimbangan hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal.

mutasi. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. keamanan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan. b. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penelaahan. g. pertamanan dan perparkiran. pemberhentian. dan kearsipan. f. ekspedisi persuratan dinas. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. e. telepon. perlengkapan dan rumah tangga. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. d. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. perlengkapan dan rumah tangga. batubara. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kesekretariatan. dan Implementasi Sipeg. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. kebersihan. pengurusan formasi. penelaahan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. 101 . serta urusan keprotokolan dan upacara. penyiapan. pengadaan pegawai.

perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. d. 102 . perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. rencana pengadaan. Subbagian Kepegawaian. rencana dan program di bidang mineral. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan produksi. dan produksi. batubara. pelaksanaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. b. serta penetapan wilayah kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. investasi dan pendanaan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. Subbagian Tata Usaha. b. penelaahan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. neraca sumber daya wilayah kerja. terdiri dari: a.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. cadangan atau potensi. implementasi Sipeg. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta kebijakan pengelolaan air tanah. Direktorat Pembinaan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. wilayah kerja. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral.

serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. batubara. j. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. eksplorasi dan operasi produksi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. c. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. batubara. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. d. batubara. terdiri dari: a. c. e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. h. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. evaluasi kebijakan. f. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. d. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. i. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. pengelolaan data. g. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. pencatatan dan perhitungan PNBP. perumusan perencanaan.e. Kelompok Jabatan Fungsional. panas bumi dan air tanah. b. lembaga sertifikasi dan asosiasi. e. 103 . Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi.

penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. h. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. f. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta kerja sama di bidang mineral. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. asosiasi dan lembaga sertifikasi. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. b. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. b. Batubara dan Panas Bumi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. e. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. g. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. 104 . serta pemantauan pelaksanaan investasi. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. batubara. Seksi Program Mineral dan Batubara. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penelaahan. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. c.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. Kontrak Karya (KK). Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. d. 105 . Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. b. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penelaahan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. terdiri dari: a. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. c. b. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi.

penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. b.e. penyiapan. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. kriteria pencadangan wilayah kerja. penyiapan. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. batubara. f. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta penyusunan statistik pengusahaan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. c. serta pengelolaan informasi bidang mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. 106 . Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. d. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. norma. b. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. panas bumi dan air tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah.

cadangan dan wilayah kerja. Seksi Informasi Mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. f. serta pengelolaan informasi bidang mineral. panas bumi dan air tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. batubara. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. penyiapan penetapan potensi. Batubara dan Panas Bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Batubara. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. neraca sumber daya. serta penetapan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. b. statistik. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara. 107 . penyiapan. h. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.e. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. panas bumi dan air tanah. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. batubara dan panas bumi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya.

pelaksanaan pencatatan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. batubara dan panas bumi. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. c. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penelaahan. b. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. 108 . Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. penyiapan. serta bagi hasil daerah. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penelaahan. e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. d.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. c. pelaksanaan. e. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. g. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. b. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. f.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. d. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. terdiri dari: a. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. 113 . pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara.

pelaksanaan.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. f. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. 114 . Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. d. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. Seksi Hubungan Komersial Mineral. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Batubara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. b. g. h. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. b. perumusan pengaturan. i.

l. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. b. k. Subbagian Tata Usaha. 115 . e. f. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. norma. c. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. c. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. terdiri dari: a. b. dan perubahan batas wilayah kerja. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah.j. g. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. g. f. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. penyiapan rumusan standar. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah.

Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. c. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. e. b. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 116 . pelaksanaan fasilitasi. serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. studi kelayakan dan eksploitasi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. terdiri dari: a.h. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penelaahan. i. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi.

serta pengendalian air tanah. c. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. d. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. g. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penelaahan. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. 117 . pelaksanaan. f. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. b. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. e. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan.

Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. c. i. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. e. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. penelaahan. d. serta pengelolaan air tanah.h. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. b. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. b. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. penelaahan. 118 . pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi.

b. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a.g. h. e. f. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan. 119 . Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. c. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah.

Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. pelaksanaan. 120 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. Seksi Konservasi Air Tanah. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta air tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta ketatausahaan. pelaksanaan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. terdiri dari: a. b. b. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. batubara. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. dan panas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. kelaikan teknis. c. e. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. batubara dan panas bumi. i. f. j. batubara. h. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. lindungan lingkungan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. serta penggunaan tenaga teknik. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. kelaikan teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. K3.d. g. profesi personil. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. terdiri dari: a. 121 .

sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. produk. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. penyiapan. penelaahan. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan standar. e. profesi personil. norma. penelaahan. dan Panas Bumi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. Batubara. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. terdiri dari: a. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. jenis dan mutu produk. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. pemurnian. Seksi Standardisasi Mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara. f. 122 . serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. serta konservasi mineral dan batubara. g. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. b. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c.

c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. f. terdiri dari: a. b. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batas wilayah kerja. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. e. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. 123 . batubara dan panas bumi. dan konservasi mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penelaahan. d. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penyiapan. serta konservasi mineral dan batubara. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. pelaksanaan.b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penelaahan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan.

penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. h. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan panas bumi. batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Batubara dan Panas Bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. d. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Batubara. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. batubara dan panas bumi.c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. pelaksanaan. g. i. 124 . serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.

terdiri dari: a. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Batubara. penyiapan rumusan standar. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. f. dan panas bumi. b. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 125 . kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. penelaahan. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. d. instrumentasi. keamanan instalasi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. batubara. Batubara. penyiapan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. g. batubara. pelaksanaan. pengangkutan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penimbunan. kalibrasi alat ukur. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. c. penyimpanan.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan kriteria usaha penunjang.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. batubara. norma. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. e. penyiapan rumusan standar. d. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. pelaksanaan. c. pelaksanaan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. f. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. b. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. 126 .

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. d. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat I. b. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. b. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. 128 . c. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. d. e. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat III. penyusunan laporan hasil pengawasan. c. Inspektorat II. Inspektorat IV. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. keuangan.

b. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. b. kearsipan. 129 . pengelolaan jaringan dan situs informasi. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. i. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Hukum dan Kepegawaian. pengelolaan urusan tata usaha. j. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. g. terdiri dari: a. d. keamanan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. f. Bagian Umum dan Keuangan. c. keprotokolan dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. pengurusan kepegawaian dan organisasi. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. d. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. k. perlengkapan.

g. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. b. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. satuan kerja. pelaporan. jaringan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. h. Subbagian Penyiapan Rencana. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Subbagian Penyiapan Laporan. jaringan dan situs informasi. i. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. penelaahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. program kerja. situs.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. j. f. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaksanaan. ketatalaksanaan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. b. rapat koordinasi. penyajian informasi. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. 130 . penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. e. akuntabilitas kinerja. dan rencana kerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. c. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem.

pelaksanaan analisis. Batubara dan Panas Bumi. d. penelaahan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. b. b. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. 131 . dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengolahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. e. pelaksanaan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. terdiri dari: a. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. analisis hasil pengawasan. Badan Geologi. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Inspektorat Jenderal. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan.

serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. dokumentasi hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pemberian pertimbangan hukum. e. dan implementasi Sipeg. b. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). terdiri dari: a. serta pemberian pertimbangan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Subbagian Kepegawaian. b.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. bantuan hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. masyarakat dan yustisia. c. penelaahan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan. perpustakaan. penyiapan koordinasi urusan hukum. penyuluhan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pertimbangan hukum. 132 . Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. d. dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474.

pelaksanaan keamanan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. c. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. g. b. rumah tangga dan kehumasan. i. perlengkapan. pelayanan kesekretariatan. perbendaharaan. perlengkapan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. k. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. persuratan dinas.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. keprotokolan dan kehumasan. h. Subbagian Rumah Tangga. dokumentasi dan tata naskah. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. perbendaharaan. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan penganggaran. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. j. f. serta pengurusan administrasi keuangan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. 133 . dan implementasi Sipeg. penelaahan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. terdiri dari: a. dan kearsipan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. kebersihan. d. b. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. e.

pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perlengkapan dan pengadaan. penelaahan. perencanaan kebutuhan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. kebersihan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. persuratan dinas. kearsipan. penelaahan. d. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. keprotokolan dan kehumasan. c. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan keamanan. dan administrasi keuangan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. b. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perumusan laporan hasil pengawasan. pemeriksaan. 134 . (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 139 . (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Pusat Survei Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Pusat Lingkungan Geologi. b. terdiri dari: a. penelitian dan pelayanan. f. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. h. e. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. pelayanan survei geologi. b. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. g. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. 140 . pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. c. dan geologi lingkungan. perumusan kebijakan di bidang geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Sekretariat Badan Geologi. e. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. d.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. d. Pusat Sumber Daya Geologi.

f. serta perencanaan kerja. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. d. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. b. Bagian Keuangan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. akuntabilitas kinerja. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. dan rumah tangga. ketatalaksanaan. e. pelaporan. h. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. informasi hukum. 141 . Bagian Rencana dan Laporan. serta pelaksanaan bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. i. Bagian Kepegawaian. j. Kelompok Jabatan Fungsional. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. Bagian Umum. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c.

penelaahan. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. pengelolaan sistem. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. ketatalaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyajian informasi. jaringan dan situs informasi. jaringan. 142 . serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penelaahan. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. terdiri dari: a. satuan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. situs. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. b. pelaporan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. f. penelaahan. c. penyiapan. Subbagian Laporan.

penelaahan. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi atas perencanaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengurusan perencanaan. d. kepangkatan. serta evaluasi atas mutasi. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penggajian. pengangkatan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengadaan. b. penggajian. dan analisis jabatan. kesejahteraan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pemberhentian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pelaksanaan. penelaahan. kepangkatan. penyiapan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pengembangan. pemberhentian. e. penelaahan. kesejahteraan. pelaksanaan. c. terdiri dari: a. 143 . pelaksanaan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta implementasi Sipeg. serta implementasi Sipeg Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional.

Subbagian Kekayaan Negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. f. PBI Badan. c. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan rumah tangga. pelaksanaan. perlengkapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. 144 . penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. dan revisi anggaran Badan. serta penyelesaian kerugian negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Akuntansi. b. c. Pasal 517 Bagian Keuangan. Neraca. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. terdiri dari: a. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kearsipan. serta pengurusan revisi anggaran. b. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. pelaksanaan.

serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kearsipan. b. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dokumentasi hukum dan perpustakaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta keprotokolan dan upacara Badan. perlengkapan. kesekretariatan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kehumasan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengurusan perlengkapan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dan kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penelaahan. informasi dan dokumentasi hukum. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 521 Bagian Umum. e. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan. bantuan hukum. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. b. penyiapan koordinasi ketatausahaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. Subbagian Hukum. d. Subbagian Tata Usaha. dan rumah tangga. dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. f. pelayanan kesekretariatan. c. perlengkapan dan rumah tangga Badan. perpustakaan. 145 . pelaksanaaan bantuan hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. kebersihan dan keamanan Badan. pengadaan. persuratan dinas. distribusi penggunaan. c. terdiri dari: a.

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. i. c. administrasi keuangan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. penyusunan neraca sumber daya geologi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. bitumen padat. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi penyelenggaraan penelitian. rekayasa teknologi. 146 . d. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. j. Bidang Sarana Teknik. keuangan. serta rancang bangun dan pemodelan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga. c. pengelolaan ketatausahaan. g. Bidang Informasi. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelidikan. Bidang Program dan Kerja Sama. gambut. b. serta pemetaan tematik potensi. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. d. batubara. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. perumusan rencana dan program. b. Kelompok Jabatan Fungsional. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. f. e. mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. h. penyelidikan. dan panas bumi.

terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. pengurusan perencanaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. b. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. 147 . d. keamanan. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. keuangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.

d. serta kerja sama pelayanan jasa. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta rencana strategis berbasis kinerja. f. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. e. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. d. Subbidang Sarana Penyelidikan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. 148 . e. c. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. terdiri dari: a. Subbidang Laboratorium. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. 149 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Subbidang Kerja Sama. serta pemutakhiran basis data. Pasal 540 Bidang Informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Program. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penganggaran. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. penelaahan. b. penyiapan. penyiapan. serta pengelolaan perpustakaan. d. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. dokumentasi dan publikasi. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

i. dan gerakan tanah. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan rekayasa teknologi. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. f. tsunami. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. operasi perangkat lunak. gempa bumi. serta pos pengamatan gunung api. d. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dan kepegawaian Pusat. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyelidikan. pelaksanaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. administrasi keuangan. sosialisasi. serta rancang bangun. pelaksanaan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. gempa bumi. pemodelan. serta sesar aktif. 150 . pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. j. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. tsunami. penelaahan. b. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. rumah tangga. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dokumentasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. perpustakaan. dan gerakan tanah h. g.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api.

kearsipan. Bagian Tata Usaha. pemelaahan. keuangan. terdiri dari: a. c. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. Kelompok Jabatan Fungsional. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. terdiri dari: a. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta perpustakaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. pengangkatan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Evaluasi Potensi Bencana.k. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. evaluasi pelaksanaan penelitian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan sarana. 151 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. keuangan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pengurusan. l. b. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan. penyelidikan. d. pengembangan.

terdiri dari: a. administrasi keuangan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. penetapan status. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. 152 . pengurusan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. b. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pelaksanaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. penelaahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pemelaahan. penelaahan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. b. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. geokimia dan deformasi. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. d.

Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b. 153 . pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. terdiri dari: a. gerakan tanah dan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. penelaahan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. d. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. b. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyelidikan. e. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penelaahan. f. penyiapan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. 154 . b. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. gerakan tanah dan tsunami. penyiapan. terdiri dari: a. penelaahan. d. b. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana.

Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. c. d. j. d. f. b. Bidang Sarana Teknik. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. geologi teknik dan air tanah.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Bagian Tata Usaha. c. dan kepegawaian Pusat. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan ketatausahaan. geologi teknik dan air tanah. pengembangan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. k. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. rekayasa teknologi. dan pengelolaan tata ruang. Bidang Program dan Kerja Sama. e. g. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. b. pengurusan perencanaan. keuangan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. pengangkatan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. b. penyelidikan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. h. Bidang Informasi. terdiri dari: a. 155 . administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga. i. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. b. keuangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. 156 . Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keamanan. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta akuntansi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. f. b.

terdiri dari: a. Subbidang Program. Subbidang Laboratorium. e. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. c. penelaahan. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta rencana strategis berbasis kinerja. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. 157 . penyusunan akuntabilitas kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. b. d. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. penelaahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan.

b. b. serta pemutakhiran basis data. terdiri dari: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dokumentasi dan publikasi. penelaahan. 158 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pengelolaan.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan. Pasal 578 Bidang Informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. penganggaran. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

operasi perangkat lunak. j. penelaahan. tektonik. penyelidikan dan survei di bidang geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan ketatausahaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelitian dan penyelidikan geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. dan kepegawaian Pusat. c. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. rumah tangga. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. geokimia. pelayanan jasa survei. sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. k. m. sistem. pelaksanaan. perpustakaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. f. d. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pemetaan dan penelitian geologi. b. geofisika. evaluasi pelaksanaan penelitian. i. h. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. dokumentasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pemetaan geologi. l. pelaksanaan. 159 . penelaahan. pemetaan. rekayasa teknologi. g. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. administrasi keuangan. geomorfologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. inventarisasi hasil survei.

Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. e. pengurusan perencanaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. terdiri dari: a. keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. 160 . keselamatan kerja dan keprotokolan. b. c. Bidang Sarana Teknik. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. kebersihan. Bidang Informasi. Bagian Tata Usaha.

pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbidang Laboratorium.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. 161 . Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. e. Subbidang Sarana Penyelidikan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. f. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. terdiri dari: a.

162 . serta kerja sama pelayanan jasa. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Program. c. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. pengelolaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. e. penelaahan. terdiri dari: a. Subbidang Kerja Sama. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran.

serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. perpustakaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta operasi perangkat lunak informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. b. dokumentasi. penelaahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. 163 . dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. sistem. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan sosialisasi. b. serta pemutakhiran basis data. Pasal 597 Bidang Informasi. pelaksanaan. c.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. serta pengelolaan perpustakaan. dokumentasi dan publikasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. operasi perangkat lunak. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 164 . Penyelidik Bumi. Perekayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. c. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. mineral batubara. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. panas bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penyelenggaraan. f. g. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pembinaan pelayanan jasa teknologi. b. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. 165 . pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. d. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. e. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral.

kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. f. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. 166 . perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. c. e. terdiri dari: a. d. dan rumah tangga. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. kearsipan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta perencanaan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. h. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. informasi hukum. b. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.i. Bagian Keuangan. d. d. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. 167 . Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. e. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. b. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Laporan. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. pengelolaan sistem. f. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Kepegawaian. ketatalaksanaan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. e. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. j. g. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.

(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg. pemberhentian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kepangkatan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. 168 . penelaahan. pelaksanaan. c. c. penggajian. penelaahan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pengembangan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dan analisis jabatan. e. situs. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. jaringan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta penyempurnaan organisasi Badan. satuan kerja. penyajian informasi. b. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan. pengadaan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. kesejahteraan. pengurusan perencanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. b. d. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612.

dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. d. pelaksanaan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. 169 . serta evaluasi atas perencanaan. penelaahan. PBI Badan. serta pengurusan revisi anggaran. kesejahteraan. penelaahan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengangkatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengembangan. serta penyelesaian kerugian negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penggajian. b. e. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Akuntansi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. kepangkatan pemberhentian. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan. serta evaluasi atas mutasi. terdiri dari: a. b.

penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. informasi dan dokumentasi hukum. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. penelaahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi ketatausahaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. kearsipan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. distribusi penggunaan. 170 . pelaksanaan. dan rumah tangga. Pasal 622 Bagian Umum. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. pelaksanaaan bantuan hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. perlengkapan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. penelaahan. Subbagian Tata Usaha. dan kearsipan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Neraca. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga. d. perlengkapan dan rumah tangga Badan. pelayanan kesekretariatan. pengadaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perpustakaan. c. perlengkapan. persuratan dinas. kehumasan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. e. c. b. kearsipan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Subbagian Hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan perlengkapan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan dan keamanan Badan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. c. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta keprotokolan dan upacara Badan. penyiapan. b. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. f. persuratan dinas dan kearsipan. bantuan hukum.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. 171 . kesekretariatan. rencana kebutuhan dan pengadaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. e. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. g. d.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 172 . pengembangan. terdiri dari: a. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. keuangan. kebersihan. Kelompok Fungsional. d. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. terdiri dari: a.h. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keuangan. Bagian Tata Usaha. Bidang Afiliasi. rumah tangga. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan ketatausahaan. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. pengurusan perencanaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. i. c. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Program. serta pelaksanaan keamanan. b.

keamanan. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. e. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta pengadaan. b. d. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. perbendaharaan dan akuntansi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. c. dan kebersihan Pusat. terdiri dari: a. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 173 . penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan.

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. b. b. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. pelaksanaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. 174 . penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. c. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. serta analisis. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 637 Bidang Program. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku.

c. b. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. jaringan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. d. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penelaahan. e. 175 . penelaahan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. i. h. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. dan kepegawaian Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. f. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 176 . administrasi keuangan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. jaringan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pelaksanaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penelaahan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. g.

dan kebersihan Pusat. e. pemeliharaan sarana kerja. pengangkatan. Subbagian Umum dan Kepegawaian.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". c. e. pelaksanaan pengelolaan anggaran. terdiri dari: a. keuangan. serta pengadaan. serta pelaksanaan keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. b. keamanan. Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. terdiri dari: a. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Bidang Program. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. pengurusan perencanaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. 177 . b. d. Bagian Tata Usaha. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

penyediaan bahan baku. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. penyediaan bahan baku. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. penelaahan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 178 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengembangan Sarana.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. b. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.

rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. c. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Rencana. terdiri dari: a. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. 179 . Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan.

Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. e. Pasal 660 Bidang Afiliasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. b. pelayanan jasa teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. terdiri dari: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 180 . penelaahan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.

181 . serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. i. d. b. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. h. d. b. dan kepegawaian Pusat. c. Bidang Program. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. terdiri dari: a. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. e. g. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Kelompok Fungsional.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Afiliasi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.

pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. b. keamanan. c.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. serta pengadaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengembangan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. kebersihan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. pengangkatan. serta pelaksanaan keamanan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 182 . b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi.

Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. penelaahan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. penyiapan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. b. 183 . penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. d. pelaksanaan. c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengoperasian Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan.

penyiapan. 184 . penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. penelaahan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. c. b. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta analisis. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 675 Bidang Program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. jaringan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 185 . Subbidang Informasi dan Publikasi. b. penelaahan. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. pelayanan jasa teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. situs dan penyebarluasan informasi. e. b.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. terdiri dari: a. c. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.

j. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Tata Usaha. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. administrasi keuangan. keuangan. h. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. d. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. geokimia. rumah tangga. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. i. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. f. dan geofisika kelautan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. 186 . Kelompok Fungsional. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. Bidang Program. b. terdiri dari: a. d. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. b. dan kepegawaian Pusat. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. c. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e.

Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengangkatan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. perbendaharaan dan akuntansi. dan kebersihan Pusat. keamanan. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. serta pengadaan. keuangan. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. b. perencanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. 187 . Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. serta pelaksanaan keamanan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengelolaan anggaran.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. c. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 686 Bagian Tata Usaha.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pengelolaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyediaan bahan baku. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. d. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. e. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. 188 . sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan.

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. penelaahan. penyiapan. Pasal 694 Bidang Program. c. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. d. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. 189 . serta analisis. terdiri dari: a. evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. b. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. b.

b. pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi.d. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. penelaahan. jaringan. terdiri dari: a. 190 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e. situs dan penyebarluasan informasi.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 191 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. batubara. b. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. e. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. d. 192 . rencana dan program pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. geologi. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. c. h. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. mineral. g. f. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan.

b. pembinaan kerja sama. d. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. e. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. 193 . serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Badan. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. satuan kerja. h. i. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. f. g. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.

h. c. ketatalaksanaan.j. akuntabilitas kinerja. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. g. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. l. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b. 194 . penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 708 Sekretariat Badan. k. d. b. akuntabilitas kinerja. d. kearsipan. pelaporan. ketatalaksanaan. dan rumah tangga. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Kepegawaian. e. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. pelaporan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. f. penganggaran. Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pengelolaan jaringan dan situs informasi.

dan sistem. kesejahteraan. e. serta implementasi Sipeg. b. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. serta evaluasi atas laporan berkala. perencanaan kerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengadaan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penggajian. 195 . Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta pengembangan organisasi Badan. pelaksanaan. pelaksanaan. c. prosedur kerja. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penelaahan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja. d. penyiapan. pengembangan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dan analisis jabatan. b. Subbagian Kerja Sama. penganggaran.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi Badan. pemberhentian. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. c.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Subbidang Utilitas. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. kontrol kualitas. d. produk kilang. pelayanan jasa. 200 . c. Subbidang Kilang.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. pelaksanaan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat.. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. b.

pengembangan dan pemanfaatan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. b. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. 201 . penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Bengkel. c. penyediaan dan pemanfaatan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Laboratorium. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pelaksanaan. kerja sama. c. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. d. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. f. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pedoman. g. serta kepustakaan. 202 . melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. norma. b. penelaahan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. kriteria dan prosedur. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan kepustakaan. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. e. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. Subbidang Penyiapan Pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pedoman. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. standar.

203 . b. e. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. perlengkapan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. prosedur. i. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. g. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. kearsipan. Bagian Tata Usaha. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. d. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Sarana Teknis. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Batubara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. h. e. c.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. pedoman. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. pemberian pelayanan jasa. d.

kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. akuntansi. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. perbendaharaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 204 . kearsipan. d. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. serta hukum. perlengkapan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. organisasi. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.

pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. rencana pengembangan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. norma.c. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. c. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pemeliharaan. penelaahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. terdiri dari: a. 205 . penyiapan rumusan standar. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggunaan. pelaksanaan. pelaksanaan. d.

Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Program dan Kerja Sama. kriteria. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. f. d. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. 206 .d. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. kerja sama dan sistem. pedoman. dan prosedur. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. penelaahan. penyiapan rumusan standar. c. b. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. norma.

penyiapan penyelenggaraan. kriteria dan prosedur. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyusunan standar. terdiri dari: a. norma. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. prosedur. pedoman. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. b. f. pemberian pelayanan jasa. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. kriteria dan prosedur. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. d. penelaahan. kriteria pendidikan dan pelatihan. pedoman. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. 207 . (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyusunan standar. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan.

perbendaharaan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.g. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. terdiri dari: a. kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. c. kearsipan. 208 . evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perlengkapan. b. b. Bidang Pelatihan dan Sarana. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. d. h. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. b. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. kehumasan dan keprotokolan. e. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan.

kerja sama. Subbidang Perencanaan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. jaringan dan situs informasi. penyiapan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. pedoman. b. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan sistem. 209 . penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Sarana dan Prasarana. terdiri dari: a. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. Subbidang Pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penelaahan. penyiapan. promosi. pelaksanaan kerja sama. pedoman. kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan standar. pelaksanaan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 210 . e.

sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pelaksanaan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. 211 . kriteria pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. c. f. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. penelaahan. pengelolaan ketatausahaan. b. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pemberian pelayanan jasa. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. Bagian Tata Usaha. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. h. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. g. prosedur. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. pedoman. e.

b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. d. kehumasan dan keprotokolan. 212 . kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. hukum. e. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. perlengkapan. c. kearsipan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. organisasi dan ketatalaksanaan.

Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. d. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. pedoman. e. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan. pelaksanaan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. 213 . kerja sama. norma dan kriteria. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas standar. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Perencanaan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan kerja sama. c. b. 214 . terdiri dari: a.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. penelaahan. b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. promosi. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kerja sama. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelatihan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 215 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

e. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. c. Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. d. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Inspektorat Jenderal dan Badan. 216 . yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. b.

h. 217 . koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. b. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. j. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. k. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. d. g. serta neraca energi dan sumber daya mineral. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. i. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. c. f. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. e. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.

b. d. dan persuratan dinas. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. c. Bagian Tata Usaha. b. serta kearsipan Bakoren. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta kearsipan Pusat. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. terdiri dari: a. Bidang Kajian Strategis. e. b. Subbagian Tata Usaha Bakoren. c. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. dukungan operasi kerja. d. Subbagian Tata Usaha Pusat. terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaporan dan tata persuratan. 218 . persuratan dinas dan kearsipan Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan urusan tata usaha. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral.

c. 219 . l. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. b. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. j. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. i. penyiapan norma. terdiri dari: a. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. k. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. h. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. b. f. persuratan dinas dan kearsipan. e. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. d. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen.

Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. penyiapan. batubara dan panas bumi. b. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. 220 . f. c. d. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penelaahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penelaahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penyusunan rumusan norma. penyiapan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. pelayanan data dan informasi. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. ketenagalistrikan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penelahaan. pelaksanaan. pelaksanaan.

evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. penelahaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. d. f. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. bitumen padat. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. pelaksanaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. b. gambut. 221 . c. terdiri dari: a. penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Subbidang Kajian Strategis Energi. pelaksanaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. air tanah dan kegeologian. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. b.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. 222 . serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing.

standardisasi teknis. 223 . organisasi.a kepada pejabat eselon I. regulasi ekonomi dan keteknikan. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dan akuntabilitas kinerja Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. perencanaan kerja. peraturan perundang-undangan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi personil. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. penganggaran. dokumentasi. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. peralatan.

BAB XIV ESELON. (5) Kepala Subbagian. Sekretaris Direktorat Jenderal. Direktur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Direktur Jenderal.a. Kepala Pusat. 224 . Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Inspektur Jenderal.a. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (3) Kepala Biro. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.b. (4) Kepala Bagian. Direktur. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a.

BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”.d. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. X. 225 .

susunan organisasi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 .

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. maka: a. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful