MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Lembaga Pemerintah Non Departemen. b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. e.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Kementerian Negara. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. d. Biro Umum. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. terdiri dari: a. dan lembaga lain yang terkait. 5 . Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Biro Kepegawaian dan Organisasi. d. koordinasi kegiatan Departemen. b. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Keuangan. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Departemen lain. c.

c. Bagian Kerja Sama. d. rencana pembangunan jangka panjang. Bagian Perencanaan Anggaran. rencana anggaran. k. serta pengelolaan kerja sama Departemen. f. l. 6 . rencana dan program kerja dan anggaran. g. penyusunan harga satuan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. h. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. perumusan kebijakan pembangunan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan kerja sama Departemen. menengah dan tahunan. i. e. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. c. Kelompok Jabatan Fungsional. dan rencana anggaran. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). b. serta kerja sama. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. d. rencana dan program kerja.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. j. serta perumusan akuntabilitas kinerja. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. evaluasi kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. serta rencana strategis. b. Bagian Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. sosialisasi kebijakan pembangunan. rencana kerja dan anggaran.

Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. penelaahan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Inspektorat Jenderal. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. f. dan urusan tata usaha Biro. d. dan Badan Geologi. penyusunan rumusan RK-KL. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Perencanaan Penunjang. c. b. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. 7 . terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Menengah dan Tahunan Departemen. c. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penelaahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. b. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. penyiapan rumusan norma. Batubara dan Panas Bumi. e. standar dan kriteria rencana kerja.

penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). b. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan 8 . kriteria perencanaan anggaran. penelaahan. penyiapan. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Subbagian Penganggaran Penunjang. norma. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. c. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. terdiri dari: a. b. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan satuan harga pokok. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. e. dan Badan Geologi. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penelaahan.

b. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. kriteria akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. e. terdiri dari: a. c. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. menengah. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. f. norma. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. g. h. serta evaluasi pengembangan rencana kerja.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 9 . serta evaluasi pengembangan rencana kerja. d. Inspektorat Jenderal. penelaahan. RKA-KL. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan bahan sidang. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. tahunan dan rencana strategis. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen.

Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. norma. penyiapan rumusan standar. dan Badan Geologi. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. h. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Panas Bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. 10 . g. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. e. kriteria kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pengelolaan kerja sama Departemen. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. d. Batubara. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. f. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. c. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. serta kerja sama asosiasi. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

e. pembinaan mutasi. b. jabatan struktural dan fungsional. dan kesejahteraan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. disiplin. penempatan dan pengembangan pegawai. serta penyiapan penetapan pemberhentian. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. d. b. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. penelaahan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. terdiri dari: a. c. 11 . serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. pemensiunan. perencanaan. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Bilateral. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). kepangkatan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. dan penilaian kinerja pegawai. c. pengadaan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. pengembangan organisasi dan tata laksana. penelaahan.

Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. b. c. pengadaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta administrasi penugasan ke luar negeri. j. 12 . Kelompok Jabatan Fungsional. norma. d. terdiri dari: a. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. c. evaluasi pembinaan kepegawaian. e. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). g. d. pola dan pengembangan karir pegawai.f. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). f. g. h. serta standardisasi kompetensi jabatan. e. Pegawai Negeri Sipil (PNS). i. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. penyiapan rumusan standar. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta kartu PNS. Bagian Mutasi Pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyusunan rencana formasi. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pengelolaan sistem informasi pegawai. k. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyiapan rumusan rencana. Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. penelaahan. urusan tugas belajar dan izin belajar.h. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. bimbingan teknis. dan Kartu PNS Departemen. Subbagian Pengembangan Karir. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. penyiapan. pemberhentian dan disiplin. kompetensi pegawai. c. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. pengelolaan administrasi tugas belajar. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. b. 13 . pemindahan. penyiapan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. serta kesejahteraan pegawai Departemen. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. j. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. i.

pembebasan sementara. Kartu Suami. kepangkatan. serta Kartu Istri. h. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. norma. perbantuan. i. ujian dinas dan Ujian KPPI. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. Subbagian Mutasi Jabatan. pelaksanaan pemindahan pegawai. dipekerjakan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. k. dan penilaian angka kredit. j. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. b. cuti. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. dan Bapertarum. penarikan kembali. pelaksanaan disiplin pegawai. Askes. b. serta kesejahteraan pegawai. dipekerjakan. perbantuan. pelaksanaan. pemberhentian dan disiplin. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. kepangkatan. pemindahan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan penarikan kembali pegawai. pemberhentian. g. kriteria mutasi pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. penyiapan standar. 14 . serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemberhentian. dan penilaian prestasi pegawai. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. penelaahan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. c. pengangkatan kembali.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. f. d. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. Taspen. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pelaksanaan kepangkatan. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemindahan. e. pemindahan. c.

f. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. kepangkatan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penggajian. penghargaan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Taspen. penghargaan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pengadaan pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi lembaga tripartit. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. e. pemberhentian dan pemensiunan. pendidikan dan pelatihan pegawai. i. jabatan. penelaahan. c. penyusunan laporan kekuatan pegawai. penelaahan. 15 . dan penetapan pengelola anggaran Departemen.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. d. b. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. disiplin. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Kartu Istri. penilaian angka kredit. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelaksanaan. g. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. Bapertarum pegawai Departemen. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan. Daftar Urut Kepangkatan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. dan daftar riwayat hidup pegawai. pelayanan kesehatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Askes. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Kartu Suami. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. h. pemindahan.

dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. kriteria pengembangan organisasi. jabatan. penggajian. e. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta pedoman penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. pelaksanaan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. c. c. penelaahan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. klasifikasi dan peta jabatan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. d. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). serta pengembangan organisasi dan jabatan. pelaksanaan. penelaahan. pemberhentian. b. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. terdiri dari: a. penelaahan. 16 . Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta evaluasi. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pendidikan dan pelatihan pegawai. pemindahan. kepangkatan. b. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan pegawai. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai.

dan barang milik/kekayaan negara Departemen. penelaahan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. penelaahan. Subbagian Tata Laksana. pola hubungan kerja. pengembangan. Subbagian Kelembagaan. terdiri dari: a. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.f. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. analisis beban kerja. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengembangan. h. b. pengembangan. 17 . Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. peta jabatan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. standardisasi kompetensi jabatan. penelaahan. g. administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen.

18 . pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. b. serta pelaksanaan akuntansi. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. b. Bagian Kekayaan Negara. administrasi keuangan. serta Neraca Departemen. k. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. dan implementasi sistem akuntansi. j. l. i. d. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. perbendaharaan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. kekayaan negara dan akuntansi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta bimbingan teknis perbendaharaan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Bagian Perbendaharaan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Bagian Akuntansi. f. penyelesaian kerugian negara. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta nota keuangan. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta pembinaan perbendaharaan. Pasal 49 Biro Keuangan. e. h. laporan realisasi anggaran. d. e. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. g. pembinaan inventarisasi. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. terdiri dari: a. c.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. b. h. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. i. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. terdiri dari: a. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Anggaran Pendapatan. c. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyusunan rumusan standar. k. Subbagian Anggaran Belanja. 19 . penelaahan. f. penyiapan. norma. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. penelaahan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. d. g. b. j. penyiapan target. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penelaahan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. e. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. evaluasi tarif dan revisi PNBP. c.

penyiapan rumusan standar. f. norma. e. serta pembagian iuran sumber daya alam. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Badan Geologi. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. penelaahan. 20 . b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. pelaksanaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penelaahan. d. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dan pengelolaan SPM. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. c. g. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. b.

serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. dan bidang minyak dan gas bumi. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. 21 . b. penyiapan rumusan standar. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. kriteria pengelolaan kekayaan negara. b. g. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. ganti rugi.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. c. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. tuntutan perbendaharaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen.

d. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Neraca. 22 . evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 64 Bagian Akuntansi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penelaahan. terdiri dari: a. e. c. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). pelaksanaan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. b. penyiapan rumusan standar. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. c. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. rekonsiliasi. f. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. g. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. b. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. norma. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Badan Geologi. penelaahan. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan verifikasi. Inspektorat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral.

equitas dana. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. Neraca. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. verifikasi anggaran. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. d. bantuan hukum dan kehumasan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. b. rekonsialiasi. penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan aset. h. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. pelaksanaan. penelaahan. dan penyelesaian kasus hukum. pelaksanaan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan implementasi SAI Departemen. pengelolaan dokumentasi. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. dan implementasi SAAT Departemen. serta hubungan masyarakat Departemen. dan bantuan hukum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta program legislasi dan regulasi. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). g. bantuan hukum.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. f. serta pelaksanaan kehumasan. penelaahan. kewajiban. e. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. 23 . konsolidasi. penelaahan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. dan bantuan hukum.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Hubungan Masyarakat.i. Bagian Penelaahan Hukum. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Bantuan Hukum. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. d. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. c. penelaahan. e. c. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. c. b. d. e. evaluasi peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. terdiri dari: a. b. j. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. 24 . Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan.

pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penelaahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. f. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. norma. dan unsur unit penunjangnya. 25 . penyiapan. g. h. dan unsur unit penunjangnya. b. kriteria kontrak atau perjanjian. c. d. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen.

pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. Batubara dan Panas Bumi. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. 26 . penyiapan. b. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. e. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. dan unsur unit penunjangnya. f. dan unsur unit penunjangnya. norma. c. penyiapan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. d. penelaahan.

penelaahan. f.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. norma. 27 . penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. konferensi pers. Batubara dan Panas Bumi. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. c. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. e. b. penyiapan rumusan standar. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. serta monitoring dan analisis berita. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. pelaksaaan.

abstrak peraturan perundang-undangan. 28 . dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. pameran Departemen. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. pelaksanaan. peliputan dan perekaman kegiatan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. konferensi pers. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. monitoring dan analisis berita Departemen. h. dan urusan tata usaha Biro. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan peliputan. b. c. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. i.g. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Subbagian Publikasi. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penelaahan. penerbitan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. penelaahan.

Staf Ahli. Kepala Biro dan Kepala Pusat. b. e. h. Bagian Tata Usaha. f. j. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. perlengkapan dan pengadaan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. pengelolaan rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Sekretaris Jenderal. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. rumah tangga Sekretariat Jenderal. i. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. c. tata persuratan dinas dan kearsipan. pengadaan. c. d. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. terdiri dari: a. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Bagian Perlengkapan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. e. tata usaha dan kearsipan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. tugas 29 . f. penyediaan sarana dan prasarana kerja. tata persuratan dinas dan kearsipan. d. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. g. Pasal 87 Biro Umum.

Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. f. persuratan dinas. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. c. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. d. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyiapan penyelenggaraan rapat. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. Jakarta Pusat). (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. pelantikan. e. b. c. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. b. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. d. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. b.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. persuratan dinas. pelaksanaan. c. dan ekspedisi surat dinas. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. f. e. b. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Departemen. penjadwalan kegiatan. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. 31 . norma.

b. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. c. e. c. keamanan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. serta pengadaan. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pelaksanaan kebersihan. Thamrin 1. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. M. d. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 32 . keselamatan. f. Jakarta Pusat). terdiri dari: a.H. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Staf Ahli. b. keselamatan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal.

evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan kegiatan. g. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. inventarisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. c. c. d. penelaahan penyiapan. terdiri dari: a. Subbagian Pengadaan. 33 . penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penyiapan bahan rumusan standar. dan kearsipan Staf Ahli. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Rencana Kebutuhan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. serta pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengadaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. norma. b. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. f. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi.

yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 34 . Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. d. penyusunan standar. c. 35 . (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. kriteria. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. e. b. pedoman. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. norma. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. akuntabilitas kinerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. b. Kelompok Jabatan Fungsional. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Umum dan Kepegawaian. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. dan rumah tangga. c. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. f.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. satuan kerja. 36 . c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. kearsipan. terdiri dari: a. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. b. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. h. g. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. e.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. rencana dan program. d. k.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. l. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. implementasi Sipeg. WP & B). serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. 41 . serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. i. pelaksanaan. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. m. h. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. penelaahan. n. g. perumusan pengaturan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. e. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. c. j. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi.

penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. h. ketersediaan dan infrastruktur sektor. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. f. terdiri dari: a. 42 . serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. f. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. d. norma. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. serta pencadangan strategis. c. serta data kebutuhan. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. b. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. menengah dan tahunan berbasis kinerja. c. penyusunan statistik. e. g. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. p. e. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. d.o. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. b. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. b.

serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. c. b. dan pelaksanaan sosialisasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan. e. dan terms of condition KKS. penelaahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. 43 . (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. norma. penelaahan. serta penyediaan informasi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. pengumpulan data potensi. f. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. b. permasalahan iklim usaha. terdiri dari: a. g. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan.

penyiapan. b. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta biaya operasi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). pajak. penyiapan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. g. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. e. penelaahan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan standar. retribusi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). i. tugas serta induk. 44 . serta bagi hasil daerah.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. j. tugas serta induk. pemeriksaan dan pengujian. h. penelaahan. norma. d. c. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. f. pelaksanaan pencatatan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi.

Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. tenaga kerja asing. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. retribusi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. f. terdiri dari: a. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. pajak. tenaga kerja asing. b. e. b. penelaahan. g. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. d. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. PNBP dan tarif iuran. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 45 . Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lifting dan target penerimaan. harga minyak mentah Indonesia. norma. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. c. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan.

b. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan kerja sama dalam negeri. penelaahan. 46 . i. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penggunaan barang operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. serta pengaturan tenaga kerja asing. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. b. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. fasilitasi lembaga tripartit. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. j. k.

Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. b. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. d. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. penyiapan. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 47 . Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. terdiri dari: a. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. c. f. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Seksi Multilateral dan Regional. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penelaahan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta kerja sama Pemerintah Daerah. e. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pelaksanaan.c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. g.

Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. g. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. c. d. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. e. h. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. j. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. f. f. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif.d. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. kriteria pengelolaan WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. d. c. i. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). k. 48 . b. h. e. pengelolaan WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. g. f. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. pelaksanaan pengumuman WK. terdiri dari: a. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. l. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK.

Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. d. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. penelaahan. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. f. pelaksanaan. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. e. kriteria usaha eksplorasi. b. b. 49 . terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan standar. b. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penilaian. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi.

i. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. 50 . pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. d. pelaksanaan. e. penyiapan rumusan standar. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. c. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. h. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. f. penelaahan. penelaahan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. j. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. kriteria. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b. g. norma.

Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. b. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. b. c. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. norma. e. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. f. 51 . tumpang tindih lahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. g. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. penyiapan.

penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. b. c. g. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pembinaan teknis. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. h. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. 52 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. norma. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. f.

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. d. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. g. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). i. e. bahan bakar gas. perumusan jenis bahan bakar minyak. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. bahan bakar lain. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. perumusan pengaturan Penugasan. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. b. penelaahan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Light Natural Gas (LNG). Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Light Petroleoum Gas (LPG). 53 . f. Penyediaan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. c. h.

hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. LPG. bahan bakar lain. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. d. b. h. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. f. pengelolaan data. k. b. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. d. e. penyiapan perizinan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.j. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. pengelolaan data. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. c. 54 . l. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. g. norma. j. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. f. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. i. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. LNG. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. bahan bakar gas. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait.

55 . serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. h. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. b. norma. c. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. e.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. penyiapan rumusan standar. b. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. d. terdiri dari: a. g. pengelolaan data. penelaahan. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. f. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan.

penyiapan rumusan standar. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan formulasi harga. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. kriteria harga bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. serta penyiapan penetapan P3JBT. bahan bakar gas dan LPG. penyiapan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. 56 . pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penyiapan.i. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. d. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. c. e. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. j. penelaahan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan. gas bumi. penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. g. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. h. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. LNG. g. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. b. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penelaahan. penyiapan perizinan usaha niaga. LPG. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. d.f. i. pelaksanaan. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. norma. pengelolaan data. kriteria usaha niaga. 57 . evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. f. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. b. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. h.

pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. b. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. c. b. penelaahan. penyiapan norma. LNG. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. petrokimia. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. penyiapan. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. LPG. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. biodiesel. b. tugas 58 . e. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. terdiri dari: a. Seksi Niaga Minyak Bumi. penelaahan. pelumas. f.

pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. kelaikan teknis. biodiesel. f. h. kelaikan teknis. d. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. g. penyiapan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. b. profesi personil. e. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. biodiesel. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. usaha penunjang.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. produk. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. petrokimia. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. 59 . penelaahan. c. lindungan lingkungan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. serta penggunaan tenaga teknik. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. petrokimia. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan non bahan bakar lainnya.

evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. c. f. f. e. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. c. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.i. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. d. j. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. 60 . Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. h. e. g.

K3. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. instalasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. c. f. g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penelaahan. d. instrumentasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. dan penggunaan tenaga teknik. norma. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 61 . e. penyiapan. b. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan.

instalasi. b. pengangkutan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. e. penelaahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan. penelaahan. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. instrumentasi. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 62 . pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan standar.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. serta penjaminan pasca operasi. pengangkutan. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Penyimpanan. c. Penyimpanan. 63 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. g. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi.f. penelaahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. terdiri dari: a. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. b. penyiapan. pelaksanaan.

Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. 64 . dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. norma. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. pengangkutan. f. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. b. c.d. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g.

Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.d. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. profesi personil. g. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. f. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. 65 . sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. produk. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.

66 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

kriteria. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. pedoman. 67 . Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. e. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. d. penyusunan standar.

b. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. c. g.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. kearsipan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. e. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. h. c. e. f. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. satuan kerja. 68 . pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. i. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.

b. akuntabilitas kinerja. d. c. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. b. ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. b.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. rapat koordinasi. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. 69 . pelaporan. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. f. e. jaringan dan situs informasi. g. jaringan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Pengelolaan Informasi. situs. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. Subbagian Laporan. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.

Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. terdiri dari: a. b. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan. f. serta penyelesaian kerugian negara. PBI Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 70 . pelaksanaan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. satuan kerja. e. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan. penelaahan. b. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran.

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. pelayanan konsultasi hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. b. terdiri dari: a. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pemberian telaahan dan bantuan hukum. d. c. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. penelaahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. pertimbangan hukum. serta kehumasan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. 71 . penelaahan. c. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penelaahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. pelaksanaan informasi. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. b. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan. e. f. penyelesaian kerugian negara.

telepon. b. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. b. pelaksanaan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. keamanan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. c. serta urusan keprotokolan dan upacara. pemberhentian. f. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penelaahan. pengurusan formasi. kebersihan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. d. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. ekspedisi persuratan dinas. dan kearsipan. g. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. 72 . pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pengadaan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. c. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pelaksanaan. mutasi. perlengkapan dan rumah tangga. dan Implementasi Sipeg. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. terdiri dari: a. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. e.

Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta rencana dan program pembangunan berjangka. 73 . g. d. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. rencana dan program. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. implementasi Sipeg. e. c. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. h. evaluasi kebijakan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. rencana dan program. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). rencana pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. b. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. f. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. serta rencana strategis dan RUKN. 74 . penyiapan rumusan rencana jangka panjang. d. penyiapan rumusan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. e. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. b. g. d. c. e. c. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. f. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. b. serta program pengembangan jaringan transmisi. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis.

Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. b. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penyiapan. pelaksanaan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. c. penyiapan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. b. d. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. 75 . Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. penelaahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. c. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penelaahan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. e. penyiapan bahan rumusan standar. d. penyiapan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. f. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 76 . Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penyiapan. b. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial.

serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. evaluasi pelaksanaan rencana. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. asosiasi dan lembaga lainnya. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. 77 . penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. multilateral dan regional. penyusunan dokumen perjanjian. b. lembaga sertifikasi. c. d. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.

Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pengolahan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. c. d. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengelolaan data. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 78 . e. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. b. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. b. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. i. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. d. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. b. 79 . c. d.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. f. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pembinaan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. c. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. h. b. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perlindungan konsumen. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a.

serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. b. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. d. d. b. penelaahan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.c. c. penyiapan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. tugas 80 . serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

81 . c. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. b. e. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. b. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. f. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penelaahan. penyiapan. norma. penelaahan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. pemberian sanksi. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Izin Usaha. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Izin Usaha.

penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penelaahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. c. norma. penyiapan rumusan standar. e. d. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 82 . penyiapan. b. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. b. pelaksanaan. kriteria hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik.

mempunyai tugas 83 . pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. d. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. c. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. e. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik.

Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. f. lindungan lingkungan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. c. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pembinaan teknis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. serta penggunaan tenaga teknik. d. profesi personil. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. e. kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. i. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. c. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. h. e. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. b. keselamatan dan K3. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. produk. 84 . Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. d. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Kelompok Jabatan Fungsional. g. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. b. kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f.

evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. c. penyiapan. penelaahan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. b. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. terdiri dari: a. serta Rancangan SNI. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 85 . serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. jenis dan mutu tenaga listrik. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. d. e. f. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan.

norma. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. e. dan K3. f.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pelaksanaan. penelaahan. instrumentasi. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. penyiapan rumusan standar. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan. keselamatan operasi. kelaikan peralatan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. terdiri dari: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. penyiapan. d. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. 86 . penelaahan. kalibrasi alat ukur. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. c.

penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. d. b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penelaahan. e. g. 87 . Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304.

d. terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. c. e. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. 88 .Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan.

f. produk. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. g. 89 . profesi personil. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. b. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. c. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. dan kriteria usaha penunjang. norma. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penelaahan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. terdiri dari: a.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Subdirektorat Energi Perdesaan. f. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. b. b. kriteria pemanfaatan energi. norma. Subdirektorat Bimbingan Teknis. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. e. c. energi perdesaan dan konservasi energi. e. energi alternatif. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. c. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. g. c. d. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. 90 . penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Konservasi Energi. h. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. energi perdesaan dan konservasi energi. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. d. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. f.

penyiapan. Seksi Program Pemanfaatan Energi.d. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. e. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. b. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. d. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penelahaan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. penelahaan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. terdiri dari: a. c. 91 . b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. b. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. kriteria usaha energi baru terbarukan.

d. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penelahaan. terdiri dari: a. 92 . Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. c. serta evaluasi atas program konservasi energi. penelahaan. rencana dan program. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penelahaan. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. norma dan kriteria konservasi energi. penyiapan. b. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penelahaan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi.

evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan rumusan standar. b. rencana dan program energi perdesaan. Seksi Program Energi Perdesaan. norma.. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penelahaan. d. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. rencana dan program. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. c. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. pemberdayaan masyarakat. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. serta pedoman pengembangan. b. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 93 . e.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan.

penyiapan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. energi perdesaan dan konservasi energi. c. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. 94 . (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. b. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

(2) Direktorat Jenderal Mineral. pedoman. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. dan panas bumi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. c. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. batubara dan panas bumi. dan prosedur di bidang mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. 96 . batubara. Batubara dan Panas Bumi. norma. kriteria. Batubara. penyusunan standar. batubara dan panas bumi.

c. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. 97 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. g. c. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. pengelolaan urusan ketatausahaan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. i. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. terdiri dari: a. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. dan rumah tangga. satuan kerja.

Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. terdiri dari: a. e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c. b. d. jaringan dan situs informasi. 98 . Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. d. e. pelaporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. rapat koordinasi. ketatalaksanaan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pelaporan. ketatalaksanaan. g. Subbagian Laporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. c. Bagian Keuangan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. b.

f. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. jaringan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta pengurusan revisi anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. e. 99 . Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. Pasal 354 Bagian Keuangan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. c. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. b. pelaksanaan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Perbendaharaan. PBI Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. penelaahan. situs. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. d. c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

b. terdiri dari: a. d. serta kehumasan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pelaksanaan informasi. Subbagian Pertimbangan Hukum. f. 100 . penyelesaian kerugian negara. penelaahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. penelaahan. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. b. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. c. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan Neraca Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. e. pelayanan konsultasi hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pelaksanaan. pengurusan formasi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. telepon. kebersihan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pengadaan pegawai. pertamanan dan perparkiran. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. d. b. ekspedisi persuratan dinas. c. penelaahan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. e. g. dan Implementasi Sipeg. batubara. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. keamanan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. f. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta urusan keprotokolan dan upacara. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. mutasi. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pelaksanaan urusan kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. 101 . penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. panas bumi dan air tanah. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. dan kearsipan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja.

terdiri dari: a. c. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta kebijakan pengelolaan air tanah. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. investasi dan pendanaan. neraca sumber daya wilayah kerja. c. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. pelaksanaan. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. d. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Subbagian Kepegawaian. b. cadangan atau potensi. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. wilayah kerja.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. rencana pengadaan. batubara. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta penetapan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. implementasi Sipeg. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Tata Usaha. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. rencana dan program di bidang mineral. dan produksi. Direktorat Pembinaan Program Mineral. 102 . (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan produksi.

Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. eksplorasi dan operasi produksi. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. menengah dan tahunan berbasis kinerja. j. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. batubara. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. e. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. g. Batubara dan Panas Bumi. d. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. evaluasi kebijakan. d. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. 103 . dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan perencanaan program di daerah. h. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. pencatatan dan perhitungan PNBP. f. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. perumusan perencanaan.e. Batubara dan Panas Bumi. b. e. terdiri dari: a. c. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi. batubara. batubara. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. i. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. pengelolaan data. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi.

104 . batubara. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. b. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. serta kerja sama di bidang mineral. penyiapan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. panas bumi dan pengelolaan air tanah. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. b. d. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. asosiasi dan lembaga sertifikasi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. c. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. f. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. h. Seksi Program Mineral dan Batubara. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. batubara. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. g. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penelaahan.

Seksi Pengembangan Investasi Mineral. d. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. penelaahan. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. rencana dan program investasi pertambangan mineral. c. penyiapan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. batubara. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. b. 105 . Kontrak Karya (KK).Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Kerja Sama Mineral.

Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan statistik pengusahaan. penelaahan. f.e. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. kriteria pencadangan wilayah kerja. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. 106 . Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. batubara. batubara. penyiapan. d. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. c. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. norma. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b.

batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. Seksi Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. pencadangan dan potensi di bidang mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penyiapan penetapan potensi. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. 107 . cadangan dan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. f. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. (2) Seksi Informasi Mineral. penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Batubara.e. Batubara dan Panas Bumi. batubara. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan. h. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. panas bumi dan air tanah. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. batubara dan panas bumi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. g. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. terdiri dari: a. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. penyiapan. neraca sumber daya. b. statistik. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan wilayah kerja.

penyiapan. serta bagi hasil daerah. batubara dan panas bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. e.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. c. Seksi Penerimaan Negara Batubara. b. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. d. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pencatatan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. terdiri dari: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. 108 . penelaahan. b. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. 113 . c. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. f. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. b. d. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. b. e.

h. pelaksanaan. d. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 114 . f. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. i.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hubungan Komersial Batubara. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. g. b. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. perumusan pengaturan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

f. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Kelompok Jabatan Fungsional. g. e. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. b. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. f. l. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. c. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. g. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah.j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. norma. b. 115 . Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rumusan pengaturan usaha. k. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah.

i. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. penelaahan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. d. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi. pelaksanaan fasilitasi. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. 116 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi.h. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. c. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. e. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417.

pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. b. f. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. b.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. e. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan. pelaksanaan. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta pengendalian air tanah. 117 . serta pengendalian air tanah. penelaahan. g. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c.

pelaksanaan. terdiri dari: a. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta pengelolaan air tanah. d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425.h. serta pengendalian air tanah. b. 118 . serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. penelaahan. Seksi Pengendalian Air Tanah. i. b. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. e. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi.

penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi.g. h. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. b. 119 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. c. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. f. d. e. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Seksi Konservasi Air Tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. c. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. serta air tanah. 120 . pelaksanaan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. batubara dan panas bumi. penelaahan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. penelaahan. b.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. serta ketatausahaan. pelaksanaan.

b. K3. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. kelaikan teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. 121 . evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. produk. e. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. batubara dan panas bumi. e. Batubara dan Panas Bumi. g. Batubara dan Panas Bumi. kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. f. h. f. Batubara dan Panas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi.d. terdiri dari: a. i. d. batubara. j. profesi personil. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. batubara. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. panas bumi dan air tanah. lindungan lingkungan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.

kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Seksi Standardisasi Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan rumusan standar.c. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. 122 . Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. pemurnian. jenis dan mutu produk. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. norma. profesi personil. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. produk. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. g. b. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. dan Panas Bumi. f. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta konservasi mineral dan batubara. e. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. dan panas bumi. terdiri dari: a.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. c. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. 123 . penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. b. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batas wilayah kerja. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. f. dan konservasi mineral. e. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta konservasi mineral dan batubara.b. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. d. pelaksanaan.

dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. 124 . Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. h. b. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. d. f. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi.c. penelaahan. batubara. g. pelaksanaan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. e. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. batubara dan panas bumi. Batubara. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. dan panas bumi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.

Batubara. Seksi Keselamatan Batubara. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. norma. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyimpanan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. panas bumi dan air tanah. e. dan Panas Bumi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. pelaksanaan. keamanan instalasi. kalibrasi alat ukur. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. 125 . dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. instrumentasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. pengangkutan. pelaksanaan. c. d. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan panas bumi. penyiapan. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. b. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penimbunan. penyiapan rumusan standar. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik.

evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. norma. Seksi Usaha Penunjang Batubara.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. dan Panas Bumi. dan kriteria usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. batubara. Batubara. d. e. f. b. b. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 126 . Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 127 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

d. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. b. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. 128 . d. Inspektorat III. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. b. keuangan. pelaksanaan pengawasan kinerja. c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat IV. Sekretariat Inspektorat Jenderal. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat I. penyusunan laporan hasil pengawasan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. terdiri dari: a. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.

Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 129 . pengelolaan jaringan dan situs informasi. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. e. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. keprotokolan dan rumah tangga. pengurusan kepegawaian dan organisasi. terdiri dari: a. kearsipan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. j. e. i. keamanan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. k. g.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. perlengkapan. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. b. pengelolaan urusan tata usaha. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. f. d.

jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. b. program kerja. i. Subbagian Penyiapan Rencana. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pelaporan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Laporan. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. f. satuan kerja. penelaahan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. penyajian informasi. e. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. b. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. d.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. 130 . penelaahan. dan rencana kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. akuntabilitas kinerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. ketatalaksanaan. h. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. jaringan. pelaporan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. j. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan.

Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. b.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan analisis. e. 131 . Badan Geologi. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. d. penelaahan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. terdiri dari: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. c. analisis hasil pengawasan. penyiapan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Direktorat Jenderal Mineral. b. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pengolahan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470.

Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan implementasi Sipeg. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta pemberian pertimbangan hukum. perpustakaan. penyiapan koordinasi urusan hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. dokumentasi hukum. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kepegawaian. dokumentasi hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. masyarakat dan yustisia. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. 132 . c. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyuluhan. bantuan hukum. dokumentasi dan tata naskah. Subbagian Hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. b. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. b. penelaahan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. penelaahan. penyiapan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. e.

perbendaharaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan kehumasan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. b. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. perbendaharaan. perlengkapan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. perlengkapan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. d. penelaahan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. g. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. serta pengurusan administrasi keuangan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. f. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. terdiri dari: a. pelayanan kesekretariatan. rumah tangga dan kehumasan. b. persuratan dinas. Subbagian Rumah Tangga. kebersihan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan kearsipan. dokumentasi dan tata naskah. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. j. pengurusan penganggaran. serta pengurusan administrasi keuangan. k. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. rumah tangga dan kehumasan. pelaksanaan keamanan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. e. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. i. 133 . c. h. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas urusan keamanan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. persuratan dinas. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kebersihan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. e. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan administrasi keuangan. perumusan laporan hasil pengawasan. pemeriksaan. keprotokolan dan kehumasan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). c. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perlengkapan dan pengadaan. kearsipan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perencanaan kebutuhan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. 134 . d.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. 139 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

penelitian dan pelayanan. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. pelayanan survei geologi. Pusat Lingkungan Geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. perumusan kebijakan di bidang geologi. g. d. 140 . c. Sekretariat Badan Geologi. d. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. c. h.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan geologi lingkungan. f. Pusat Sumber Daya Geologi. e. Pusat Survei Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. b. terdiri dari: a. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi.

terdiri dari: a. d. c. akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pelaksanaan bantuan hukum. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. informasi hukum. dan rumah tangga. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. kearsipan. Bagian Keuangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. j. serta perencanaan kerja. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. h. pelaporan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. 141 . Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. i. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. ketatalaksanaan. koordinasi pelayanan administratif Badan. b. e. f. b.

(3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengelolaan Informasi. pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. 142 . c. d. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta pengembangan organisasi Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penelaahan. penelaahan. Subbagian Laporan. penelaahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. ketatalaksanaan. penyiapan. jaringan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. situs. f.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. e. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

pengangkatan. pemberhentian. dokumentasi dan tata naskah pegawai.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. serta implementasi Sipeg. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. dan analisis jabatan. d. pengadaan. c. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan. penyiapan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pelaksanaan. penggajian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pengembangan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. pengembangan. serta evaluasi atas mutasi. kepangkatan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. 143 . Pasal 513 Bagian Kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. c. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta implementasi Sipeg Badan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. kesejahteraan. penggajian. serta evaluasi atas perencanaan. penelaahan. pemberhentian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kepangkatan. e. kesejahteraan.

evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. c. Pasal 517 Bagian Keuangan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perlengkapan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 144 . pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Badan. Subbagian Kekayaan Negara. c. serta penyelesaian kerugian negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kearsipan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Subbagian Perbendaharaan. b. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. Neraca. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Subbagian Akuntansi. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. dan revisi anggaran Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan rumah tangga. e. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. f. terdiri dari: a.

b. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Hukum.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Pasal 521 Bagian Umum. e. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan kearsipan. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. rencana kebutuhan dan pengadaan. bantuan hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta pengurusan perlengkapan. penyiapan. perpustakaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelayanan kesekretariatan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Tata Usaha. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. c. dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kesekretariatan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. d. persuratan dinas. kearsipan. informasi dan dokumentasi hukum. c. penelaahan. kehumasan. perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. dan rumah tangga. b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kebersihan dan keamanan Badan. 145 . dan hak atas kekayaan intelektual Badan. distribusi penggunaan. pengadaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. dan kepegawaian Pusat. f. h. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. bitumen padat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelidikan. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. e. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bidang Informasi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. pengelolaan ketatausahaan. d. b. administrasi keuangan. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. keuangan. e. rekayasa teknologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. gambut. rumah tangga. dan pelayanan bidang sumber daya geologi.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. g. Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyusunan neraca sumber daya geologi. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian. penyelidikan. mineral. perumusan rencana dan program. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Sarana Teknik. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. serta rancang bangun dan pemodelan. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemetaan tematik potensi. i. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. batubara. c. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. j. 146 . dan panas bumi.

pengurusan perencanaan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. c. serta akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 147 . e. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. keuangan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. b. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c.

serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Laboratorium. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. terdiri dari: a. penelaahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. f. b. c. penyusunan akuntabilitas kinerja. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta rencana strategis berbasis kinerja.d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 148 . penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. d. pelaksanaan. serta kerja sama pelayanan jasa. e.

rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. 149 . penyiapan. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. terdiri dari: a. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penganggaran. Pasal 540 Bidang Informasi. Subbidang Kerja Sama. pelakanaan pengelolaan sistem.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. b. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan sosialisasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dokumentasi dan publikasi. b. serta pemutakhiran basis data. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Program. c.

b. j. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta pos pengamatan gunung api. tsunami. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. gempa bumi. dan gerakan tanah. pengelolaan ketatausahaan. sistem. tsunami. gempa bumi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. rumah tangga. penelaahan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. e. i. 150 . d. sosialisasi. f. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perpustakaan. serta sesar aktif. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. c. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. operasi perangkat lunak. serta rancang bangun. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. g. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan rekayasa teknologi. administrasi keuangan. dokumentasi. pemodelan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyelidikan. pelaksanaan. dan kepegawaian Pusat. dan gerakan tanah h. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. evaluasi pelaksanaan penelitian. pengembangan. e. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. terdiri dari: a. c. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. 151 . kebersihan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pemelaahan. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengangkatan. pelaksanaan pengelolaan sarana. c. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai.k. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. l. pengurusan perencanaan. d. keamanan. pengurusan. serta perpustakaan. kearsipan. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. b. keuangan. terdiri dari: a. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. penyelidikan. Kelompok Jabatan Fungsional. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

152 . serta evaluasi atas pengamatan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. c. pemelaahan. geokimia dan deformasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. administrasi keuangan. b. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengurusan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan status dan peringatan dini. penetapan status. penelaahan. d. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Pengamatan Gunung Api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan.

Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. c. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. pelaksanaan. b. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. b. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. d. penelaahan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. 153 . pelaksanaan. terdiri dari: a.

b. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. e. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 154 . penyiapan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. c. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta pelaksanaan atas perencanaan program. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. gerakan tanah dan tsunami. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. d. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. f. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penyelidikan. b.

e. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. administrasi keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. j. pengangkatan. pengelolaan ketatausahaan. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. penyelidikan. k. g. terdiri dari: a. b. Bidang Informasi. keuangan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga. geologi teknik dan air tanah. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. f. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. dan pengelolaan tata ruang. evaluasi penyelenggaraan penelitian. e. pengurusan perencanaan. b. Bidang Program dan Kerja Sama. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknik. i. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. rekayasa teknologi. 155 . dan kepegawaian Pusat.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. d. pengembangan. geologi teknik dan air tanah.

e. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. kebersihan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. serta akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.c. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. keuangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. d. d. terdiri dari: a. f. c. 156 . Pasal 566 Bagian Tata Usaha. e. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. Subbidang Program. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Subbidang Laboratorium. e. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. 157 . b. penelaahan. terdiri dari: a. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelaksanaan sosialisasi. serta pemutakhiran basis data. serta operasi perangkat lunak informasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. b. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. 158 . terdiri dari: a. Pasal 578 Bidang Informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. c. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. penyiapan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan. dokumentasi dan publikasi.

b. sosialisasi. i. 159 . dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. rekayasa teknologi. pemetaan geologi. l. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. geokimia. j. e. rumah tangga. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pelaksanaan. geomorfologi. m.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa survei. inventarisasi hasil survei. k. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. perpustakaan. g. c. penelaahan. dan kepegawaian Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. tektonik. penelitian dan penyelidikan geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. f. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan penelitian. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. penyelidikan dan survei di bidang geologi. h. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. operasi perangkat lunak. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pemetaan dan penelitian geologi. penelaahan. d. sistem. dokumentasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. geofisika. pemetaan.

pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. c. d. d. b. keuangan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keamanan. c. Bidang Informasi. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. serta akuntansi. e. Bidang Program dan Kerja Sama. 160 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. keuangan. Bidang Sarana Teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengembangan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Laboratorium. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. 161 . b. terdiri dari: a. c. b. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. f. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. Subbidang Sarana Penyelidikan.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. 162 . d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. pengelolaan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. b. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penganggaran. penyiapan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penelaahan. Subbidang Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja. penelaahan. Subbidang Program. e. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. sistem. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. dokumentasi. dokumentasi dan publikasi. b. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. c. penelaahan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. b. penelaahan. d. pelaksanaan. pelakanaan pengelolaan sistem. 163 . sosialisasi. pelaksanaan sosialisasi. pelaksanaan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pemutakhiran basis data. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. operasi perangkat lunak. serta operasi perangkat lunak informasi. perpustakaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.

serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Perekayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 164 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Penyelidik Bumi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

c. mineral batubara. b. g.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. perumusan kebijakan penyelenggaraan. panas bumi. d. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. 165 . Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pelayanan jasa teknologi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. e. f. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan rumah tangga. terdiri dari: a. h. b. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. e. serta perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. g. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan urusan ketatausahaan. informasi hukum. e. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. f. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. 166 . d. kearsipan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. d.

serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. b. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pelaporan. jaringan dan situs informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. g. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. f. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. j. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem. d. 167 . pelaporan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. b. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. Bagian Kepegawaian.i. e. d. Bagian Umum. terdiri dari: a. Subbagian Laporan. c. akuntabilitas kinerja.

Pasal 614 Bagian Kepegawaian. pengembangan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. d. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. b. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. penyiapan. serta penyempurnaan organisasi Badan. penyajian informasi. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. kepangkatan. penelaahan. 168 . ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penggajian. situs. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dan analisis jabatan. pengadaan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta implementasi Sipeg. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. penyiapan. kesejahteraan. penelaahan. pemberhentian. serta pengembangan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. c. e. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. penelaahan. b. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian.

(2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. kesejahteraan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas perencanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Akuntansi. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. kepangkatan pemberhentian. b. penyiapan. b. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. 169 . (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mutasi. PBI Badan. serta implementasi Sipeg Badan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. d. serta penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. c. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. f. Pasal 618 Bagian Keuangan. penyiapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penggajian. penelaahan. pengangkatan. e. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. pelaksanaan.

pelaksanaaan bantuan hukum. Subbagian Tata Usaha. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. perlengkapan dan rumah tangga Badan. pengadaan. perlengkapan. b. informasi dan dokumentasi hukum. terdiri dari: a. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan revisi anggaran Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. dan rumah tangga. persuratan dinas. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. kearsipan. dan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perpustakaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. 170 . serta urusan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. perlengkapan. kehumasan. b. Neraca. penyiapan koordinasi ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelayanan kesekretariatan. serta pengurusan perlengkapan. f. c. Pasal 622 Bagian Umum. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. penelaahan. kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penelaahan. e. dan kearsipan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Hukum. pelaksanaan. pelaksanaan.

persuratan dinas dan kearsipan. f. kebersihan dan keamanan Badan. rencana kebutuhan dan pengadaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. 171 . (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. kesekretariatan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta keprotokolan dan upacara Badan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. bantuan hukum. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi hukum dan perpustakaan. d. e.

serta pelaksanaan keamanan. e. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. kebersihan. Kelompok Fungsional. dan kepegawaian Pusat. administrasi keuangan. b. Bidang Afiliasi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. c. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.h. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. rumah tangga. Bidang Program. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. d. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. i. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. terdiri dari: a. pengembangan. pengurusan perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. pengangkatan. 172 . Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha.

dan kebersihan Pusat. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. perbendaharaan dan akuntansi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. pemeliharaan sarana kerja. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. penyediaan bahan baku. penyiapan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 173 . Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. pelaksanaan operasi penggunaan. terdiri dari: a. c. e. serta pengadaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631.

penyediaan bahan baku. penelaahan. 174 . Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyiapan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Penyiapan Rencana. c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 637 Bidang Program. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. b. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi.

pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. 175 . pelayanan jasa teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. e. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. c. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. terdiri dari: a.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. d. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penelaahan. jaringan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. f. situs dan penyebarluasan informasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. jaringan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan. c. e. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. 176 . b. h. dan kepegawaian Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. rumah tangga. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. i.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. administrasi keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a.

Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 177 . pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. pemeliharaan sarana kerja. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. Bidang Afiliasi. serta pelaksanaan keamanan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keamanan. Bidang Program. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. terdiri dari: a. pengembangan. b. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengadaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". d. terdiri dari: a. b. keuangan. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. dan kebersihan Pusat. c. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. c.

Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. 178 . (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. b. e. b. penyiapan. penyediaan bahan baku. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta analisis. b. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. terdiri dari: a. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. Subbidang Penyiapan Rencana. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . penelaahan. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

Pasal 660 Bidang Afiliasi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 180 . dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. b. penelaahan. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. e. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. b. d. pelayanan jasa teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a.

serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. c. d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. administrasi keuangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Bidang Afiliasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. i. Bidang Program. Bagian Tata Usaha. h. Kelompok Fungsional. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rumah tangga. e.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. f. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. dan kepegawaian Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 181 . b. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. g.

e. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta pelaksanaan keamanan. keuangan. serta pengadaan. terdiri dari: a. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja. 182 . pengurusan perencanaan. dan kebersihan Pusat. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. pengangkatan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. 183 . pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. d.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. b. c. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. terdiri dari: a. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku.

184 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Pasal 675 Bidang Program. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. c. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta analisis. b. evaluasi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama.

pelaksanaan pengelolaan sistem. b. Pasal 679 Bidang Afiliasi. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pelayanan jasa teknologi. c. d. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. 185 . Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. jaringan.

Bidang Program. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. b.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. terdiri dari: a. j. Bidang Afiliasi. g. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. dan geofisika kelautan. rumah tangga. Kelompok Fungsional. dan kepegawaian Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. administrasi keuangan. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 186 . d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. geokimia. c. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. i. b. pengelolaan ketatausahaan. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. keuangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. d. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. c. h. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. c. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan sarana kerja. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 187 . serta pelaksanaan keamanan. kebersihan. pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. terdiri dari: a.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. serta pengadaan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. dan kebersihan Pusat.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.c. pengelolaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. b. pengelolaan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. e. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 188 . terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan operasi penggunaan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

Pasal 694 Bidang Program. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. d. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. serta analisis. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. 189 . (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan. evaluasi. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan. b. pelaksanaan pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. e. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi. jaringan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. 190 . serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.d.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Teknisi Litkayasa. Perekayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. geologi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. e. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. h. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. 192 . g. batubara. d.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. b. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. c. f.

koordinasi pelayanan administratif Badan. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. i. g. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. pembinaan kerja sama. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. c. c. e. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. f. h. e. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. satuan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. b. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. 193 .

serta perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 708 Sekretariat Badan. 194 . penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. dan rumah tangga. k. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.j. ketatalaksanaan. Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Keuangan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. l. ketatalaksanaan. d. d. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penganggaran. g. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. h. pelaporan. akuntabilitas kinerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. kearsipan. Bagian Kepegawaian. c. e. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. f. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. b. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. pelaporan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

c. akuntabilitas kinerja. penganggaran. penelaahan. 195 . penelaahan. pemberhentian. kepangkatan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. d. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penyiapan. b. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. dan analisis jabatan. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi atas laporan berkala. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. pelaksanaan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pengadaan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. prosedur kerja. e. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta implementasi Sipeg. penggajian. pengembangan. penelaahan. Subbagian Kerja Sama. pelaksanaan. pengurusan perencanaan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. b. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. perencanaan kerja. dan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. kesejahteraan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Subbidang Utilitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. b. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. c. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. terdiri dari: a. 200 . pelaksanaan. Subbidang Kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. produk kilang. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. pelayanan jasa. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. penelaahan.

b. penyiapan. penelaahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Bengkel. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. c. pelaksanaan. 201 . pelayanan jasa. pelaksanaan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyediaan dan pemanfaatan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan dan pemanfaatan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. b.

pelaksanaan. e. pengelolaan kepustakaan. pedoman. pelaksanaan. f. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. g. d. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. 202 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. standar. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. c. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. kriteria dan prosedur. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. serta kepustakaan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. b. penelaahan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

pedoman. terdiri dari: a. b. d. h. d. Bidang Sarana Teknis. b.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. c. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. g. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. prosedur. e. kearsipan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. e. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. f. i. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. 203 . Batubara. pemberian pelayanan jasa. c.

e. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. 204 . dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. perlengkapan. b. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kehumasan dan keprotokolan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. akuntansi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kearsipan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta hukum. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. organisasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 205 . penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. Subbidang Pengoperasian Sarana. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. penggunaan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. norma. pelaksanaan pemeliharaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. rencana pengembangan. pelaksanaan. penelaahan. b. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. d.

kerja sama dan sistem. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.d. b. penyiapan. penelaahan. penelaahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. dan prosedur. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. d. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. norma. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. b. norma. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. f. pedoman. pedoman. kriteria. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Subbidang Program dan Kerja Sama. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 206 .

norma. kriteria dan prosedur. 207 . e. c. penyiapan penyelenggaraan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. d. pedoman.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. prosedur. pelaksanaan. b. f. penyusunan standar. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. kriteria dan prosedur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyusunan standar. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemberian pelayanan jasa. b. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pelaksanaan. kriteria pendidikan dan pelatihan.

d. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kearsipan. Bidang Pelatihan dan Sarana. kearsipan. b. akuntansi. b. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. c. Subbagian Kepegawaian dan Umum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.g. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perlengkapan. c. pengelolaan ketatausahaan. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. e. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 208 . organisasi dan ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. perbendaharaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. h.

kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. akuntabilitas kinerja. b. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. 209 . d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penelaahan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. Subbidang Perencanaan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. norma. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. terdiri dari: a. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan sistem. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan.

terdiri dari: a. c. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. norma. d. pelaksanaan kerja sama. b.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. kerja sama. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. pelaksanaan. pelaksanaan. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Subbidang Pelatihan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. 210 . penyiapan. promosi. b. kriteria dan prosedur. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. prosedur. b. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. f. Kelompok Jabatan Fungsional. g. h. penelaahan. pedoman. e. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. d. c. pemberian pelayanan jasa. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. pelaksanaan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. 211 . Bagian Tata Usaha. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. Bidang Pelatihan dan Sarana. kriteria pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. d. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.

kearsipan. b. perbendaharaan. organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. akuntansi. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. perlengkapan. e. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. dokumentasi dan tata naskah. 212 .Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. hukum. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. d. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan keprotokolan. c.

c. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas standar. penelaahan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. 213 . Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. norma dan kriteria. kerja sama. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. penyiapan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. penelaahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. norma. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

kerja sama. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. b. b. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Subbidang Pelatihan. promosi.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pelaksanaan kerja sama. Subbidang Sarana dan Prasarana. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. d. penelaahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. 214 . pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. 216 . b. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. e. d. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Inspektorat Jenderal dan Badan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. terdiri dari: a. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. c. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi.

penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. h. f. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. e. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. d. i. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. k. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. c. j. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. 217 . perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. serta neraca energi dan sumber daya mineral. b. g. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen.

c. terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan urusan tata usaha. b. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Subbagian Tata Usaha Bakoren. d. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta kearsipan Pusat. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. e. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. dan persuratan dinas. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bidang Kajian Strategis. terdiri dari: a. 218 . c. b. b. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta kearsipan Bakoren. pelaporan dan tata persuratan. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. dukungan operasi kerja. Bidang Pelayanan Data dan Informasi.

pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. b. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. e. 219 . pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. l. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. h. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. i. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. terdiri dari: a. f. j. d. penyiapan norma. persuratan dinas dan kearsipan. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. k. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi.

penyiapan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. ketenagalistrikan. penelaahan. b. penyusunan rumusan norma. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. c. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. batubara dan panas bumi. penelaahan. penelahaan. f. d. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. e. pelayanan data dan informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. 220 . serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi.

air tanah dan kegeologian. 221 . serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. e. d. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. bitumen padat. terdiri dari: a. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. gambut. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelahaan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penelahaan. pelaksanaan. pelaksanaan. penelahaan. Subbidang Kajian Strategis Energi. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. f. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. b.

tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. 222 . (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing.

dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. 223 . dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dan akuntabilitas kinerja Departemen.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. standardisasi teknis. dengan lingkup meliputi personil. organisasi. dan keselamatan umum. peraturan perundang-undangan.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. perencanaan kerja. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. peralatan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan.a kepada pejabat eselon I. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dokumentasi. regulasi ekonomi dan keteknikan. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. penganggaran. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7).

(2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (3) Kepala Biro. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Direktur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Pusat. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.a.BAB XIV ESELON.a. Sekretaris Direktorat Jenderal. (4) Kepala Bagian. Direktur. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.b. Inspektur Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur. 224 . Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (5) Kepala Subbagian.a.

BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s.d. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. X. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. susunan organisasi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 226 . (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. b.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful