MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Lembaga Pemerintah Non Departemen. b. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Kementerian Negara. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. dan lembaga lain yang terkait. terdiri dari: a. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Keuangan. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. koordinasi kegiatan Departemen. 5 . b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. c. d. Biro Umum. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. e. d.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen lain.

g. serta kerja sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. d. b. i. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. Bagian Analisis dan Evaluasi. c. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. menengah dan tahunan. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. b. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). l. rencana pembangunan jangka panjang. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. terdiri dari: a. Bagian Perencanaan Anggaran. e.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kerja Sama. serta perumusan akuntabilitas kinerja. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. h. k. serta rencana strategis. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. j. d. e. perumusan kebijakan pembangunan. c. 6 . Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyusunan harga satuan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan anggaran. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. f. evaluasi kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. sosialisasi kebijakan pembangunan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. dan rencana anggaran. rencana anggaran. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9.

rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan norma. Menengah dan Tahunan Departemen. penelaahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. b. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. e. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. c. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penelaahan. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. b. f. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. dan Badan Geologi. 7 . c. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. d. penelaahan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. standar dan kriteria rencana kerja. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan RK-KL. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal.

penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. dan 8 . serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. c. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penelaahan.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. kriteria perencanaan anggaran. d. e. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan rumusan satuan harga pokok. dan Badan Geologi. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Penganggaran Penunjang. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan. norma. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. berkoordinasi dengan Biro Keuangan.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. f. terdiri dari: a. penyiapan bahan sidang. tahunan dan rencana strategis. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. menengah.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. RKA-KL. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. kriteria akuntabilitas kinerja. norma. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. penyiapan rumusan standar. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Inspektorat Jenderal. 9 . Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penelaahan. e. b. d. g. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c.

pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penelaahan. Panas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. kriteria kerja sama. b. penyiapan rumusan standar. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan. serta kerja sama asosiasi. 10 . penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. dan Badan Geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. g. c. d. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Batubara. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. norma. e. h. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri.

e. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. penelaahan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kerja Sama Bilateral. terdiri dari: a. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. dan kesejahteraan pegawai.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. disiplin. pemensiunan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. b. dan penilaian kinerja pegawai. jabatan struktural dan fungsional. pengembangan organisasi dan tata laksana. kepangkatan. d. pembinaan mutasi. perencanaan. b. c. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c. penelaahan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta penyiapan penetapan pemberhentian. penempatan dan pengembangan pegawai. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). pengadaan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. 11 .

penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. e. g. penyiapan rumusan rencana. d. d. k. pola dan pengembangan karir pegawai. terdiri dari: a. Pegawai Negeri Sipil (PNS).f. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. h. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). c. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Bagian Mutasi Pegawai. penyusunan rencana formasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. norma. 12 . e. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengadaan. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. j. g. evaluasi pembinaan kepegawaian. penyiapan rumusan standar. Bagian Data dan Informasi Pegawai. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta kartu PNS. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. i. serta standardisasi kompetensi jabatan. pengelolaan sistem informasi pegawai. f. serta administrasi penugasan ke luar negeri. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral.

kepangkatan. j. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta kesejahteraan pegawai Departemen. i. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. b. dan Kartu PNS Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. pemberhentian dan disiplin. pengelolaan administrasi tugas belajar. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan. kompetensi pegawai. c. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Subbagian Pengembangan Karir.h. 13 . penelaahan. pemindahan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. penyiapan. penyiapan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. urusan tugas belajar dan izin belajar. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. penelaahan. penelaahan.

penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. j. dan penilaian prestasi pegawai. dipekerjakan. d. pelaksanaan disiplin pegawai. dipekerjakan. dan penarikan kembali pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. c. h. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. b. Askes. penarikan kembali. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. Subbagian Mutasi Jabatan. 14 . cuti. pelaksanaan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. penelaahan. pembebasan sementara. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. serta Kartu Istri. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. serta kesejahteraan pegawai. kepangkatan. k. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemindahan. c. norma. penyiapan standar. kepangkatan. perbantuan. g. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pemindahan. dan Bapertarum. ujian dinas dan Ujian KPPI. Taspen. f. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. terdiri dari: a. dan penilaian angka kredit. pengangkatan kembali. pemberhentian. pemindahan. perbantuan. e.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. b. pemberhentian. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pemberhentian dan disiplin. pelaksanaan kesejahteraan. pelaksanaan pemindahan pegawai. Kartu Suami. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan kepangkatan.

penyiapan. e. dan administrasi lembaga tripartit. h. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. d. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. f. jabatan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pemindahan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Daftar Urut Kepangkatan. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Kartu Istri. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. g. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bapertarum pegawai Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. dan daftar riwayat hidup pegawai. penilaian angka kredit. c. pemberhentian dan pemensiunan. disiplin. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pelaksanaan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. penggajian. i. Kartu Suami. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pemberhentian. penghargaan. pelayanan kesehatan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. 15 . Taspen. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. penelaahan. pelaksanaan. b. Askes. penghargaan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengadaan pegawai.

pelaksanaan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta evaluasi. pelaksanaan. kriteria pengembangan organisasi. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. jabatan. c. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. d. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. terdiri dari: a. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. penelaahan. kepangkatan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. penghargaan. norma. penyiapan rumusan standar. b. pendidikan dan pelatihan pegawai. pemindahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penggajian. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. pelaksanaan. pengadaan pegawai. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. klasifikasi dan peta jabatan. pemberhentian. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 16 . c. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. e.

Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. administrasi keuangan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. b. penelaahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. standardisasi kompetensi jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. 17 . serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan.f. pengembangan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. perbendaharaan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. h. terdiri dari: a. penelaahan. Subbagian Kelembagaan. penelaahan. c. pengembangan. Subbagian Tata Laksana. pola hubungan kerja. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. peta jabatan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. analisis beban kerja.

penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. Bagian Kekayaan Negara. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pembinaan inventarisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. laporan realisasi anggaran. Pasal 49 Biro Keuangan. serta pelaksanaan akuntansi. f. l. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Perbendaharaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). dan implementasi sistem akuntansi. c. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. serta bimbingan teknis perbendaharaan. penyelesaian kerugian negara. perbendaharaan. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. g. h. administrasi keuangan. d. 18 . Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. c. terdiri dari: a. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. e. kekayaan negara dan akuntansi. Bagian Akuntansi.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. j. serta Neraca Departemen. i. serta nota keuangan. d. k. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. serta pembinaan perbendaharaan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen.

Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. g. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. i. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan target. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. 19 . c. Subbagian Anggaran Pendapatan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. h. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. k. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. dan urusan tata usaha Biro. e. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. Subbagian Anggaran Belanja. norma. penyiapan. penyusunan rumusan standar. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. j. penelaahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penyiapan. f. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. b. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. terdiri dari: a. c. evaluasi tarif dan revisi PNBP.

d. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. 20 . pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. norma. penelaahan. penyiapan rumusan standar. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan pengelolaan SPM. b. pelaksanaan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. e. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. terdiri dari: a. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Geologi. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. f. penelaahan. b. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Batubara dan Panas Bumi.

pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. ganti rugi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. norma. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. tuntutan perbendaharaan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. f. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. b.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. d. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. c. g. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. c. 21 . evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. e. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen.

Inspektorat Jenderal. pelaksanaan verifikasi. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Penyiapan Neraca. terdiri dari: a. penelaahan. f. pelaksanaan. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. b. g. c. b. Pasal 64 Bagian Akuntansi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. 22 . Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan rumusan standar. Badan Geologi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. e. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. norma.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. d. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. rekonsiliasi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

pengelolaan dokumentasi. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). serta hubungan masyarakat Departemen. penelaahan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. bantuan hukum dan kehumasan. konsolidasi. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kewajiban. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. equitas dana. dan penyelesaian kasus hukum. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. h. dan implementasi SAI Departemen. Neraca. penelaahan. bantuan hukum. dan bantuan hukum. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. 23 . d. penelaahan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. g. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. f. serta evaluasi atas pembukuan aset. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. verifikasi anggaran. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. pelaksanaan. pelaksanaan. e. c. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rekonsialiasi. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta pelaksanaan kehumasan. serta kehumasan. dan implementasi SAAT Departemen.

Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. d. 24 . e. b. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. e. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen.i. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. dan bantuan hukum. b. c. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Hubungan Masyarakat. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. d. j. penelaahan. b. Bagian Bantuan Hukum. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Penelaahan Hukum. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. c. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta program legislasi dan regulasi Departemen. terdiri dari: a. c. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a.

dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. h. penyiapan rumusan standar. d. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. f. c. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. kriteria kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. g. norma. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan. penelaahan. b. e. 25 . (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. penyiapan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. e. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. norma. d. c. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. terdiri dari: a. 26 . penelaahan. c. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi.

pelaksaaan. serta monitoring dan analisis berita. penelaahan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. d. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 27 . f.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. e. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. c. konferensi pers. b. norma. pelaksaaan. b.

serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media.g. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. c. abstrak peraturan perundang-undangan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. peliputan dan perekaman kegiatan. dan urusan tata usaha Biro. i. j. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. penerbitan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. penelaahan. pelaksanaan peliputan. h. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Subbagian Publikasi. monitoring dan analisis berita Departemen. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pameran Departemen. 28 . serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. konferensi pers. rumah tangga Sekretariat Jenderal.

Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. tata usaha dan kearsipan. pengelolaan rumah tangga. penyediaan sarana dan prasarana kerja. tugas 29 . b. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. perlengkapan dan pengadaan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. e. terdiri dari: a. pengadaan. Bagian Perlengkapan. d. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Sekretaris Jenderal. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. e. Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. d. Pasal 87 Biro Umum. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. c. Bagian Tata Usaha. pengelolaan keamanan dan keselamatan. tata persuratan dinas dan kearsipan. j. f. i. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. g. b. c. h. tata persuratan dinas dan kearsipan.

c. persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. c. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. d. b. terdiri dari: a. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. f. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. b. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Jakarta Pusat). e. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. penyiapan penyelenggaraan rapat. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . pelantikan.

e. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. penyiapan. d. c. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha Departemen. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Subbagian Kearsipan. penelaahan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. b. persuratan dinas. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. norma. penelaahan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. c. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. 31 . (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penjadwalan kegiatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan ekspedisi surat dinas. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. b.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. serta urusan tata usaha dan ekspedisi.

serta pengadaan. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. e. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. pelaksanaan kebersihan. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Thamrin 1. d. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Jakarta Pusat). Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. f. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. b. Staf Ahli. M.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. keamanan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. c. keselamatan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. keselamatan. Staf Ahli. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. b. 32 .H.

inventarisasi. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan kegiatan. g. b. f. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. pelaksanaan pengadaan. c. penelaahan penyiapan. b. 33 . d. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. dan kearsipan Staf Ahli. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. norma. Subbagian Rencana Kebutuhan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. serta pengadaan. terdiri dari: a. penyiapan bahan rumusan standar. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 34 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. e. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. kriteria. d. b. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. norma. penyusunan standar. b. 35 . (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. d. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e.

b. satuan kerja. b. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pelaporan. h. f. Bagian Keuangan. kearsipan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. 36 . c. g. Bagian Rencana dan Laporan. i. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. e. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penelaahan. j. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. h. 41 . penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. implementasi Sipeg. l. b. rencana dan program. serta perhitungan bagi hasil. pelaksanaan. d. WP & B). pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perumusan pengaturan. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). e. k. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. i. n. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. m. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. c.

Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. d. Kelompok Jabatan Fungsional. serta data kebutuhan. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. evaluasi kebijakan. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. terdiri dari: a. penyiapan rumusan. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi.o. norma. h. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. f. b. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. b. serta pencadangan strategis. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. g. 42 . e. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. c. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. c. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. e. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyusunan statistik. ketersediaan dan infrastruktur sektor. d. p.

permasalahan iklim usaha. e. 43 . b. penelaahan. penyiapan rumusan. pengumpulan data potensi. dan pelaksanaan sosialisasi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. d. norma. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. f. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyediaan informasi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. penyiapan. b. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. dan terms of condition KKS. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. c. g. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan.

penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. b. penyiapan. penelaahan. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pajak.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. pemeriksaan dan pengujian. penyiapan rumusan standar. f. retribusi. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). g. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. d. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. norma. serta bagi hasil daerah. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. 44 . c. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta biaya operasi. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). h. pelaksanaan pencatatan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. i. penelaahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. tugas serta induk. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. j. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. e. tugas serta induk. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP.

pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. retribusi. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. g. pajak. d. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. b. 45 . Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. tenaga kerja asing. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. norma. pelaksanaan. f. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. PNBP dan tarif iuran. tenaga kerja asing. penyiapan rumusan. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. terdiri dari: a. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. lifting dan target penerimaan. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. b. e. harga minyak mentah Indonesia. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. i.h. penggunaan barang operasi. rencana impor barang operasi. pemberdayaan produksi dalam negeri. 46 . terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. rencana penggunaan tenaga kerja asing. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. b. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. b. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. penelaahan. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. j. fasilitasi lembaga tripartit. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penyiapan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. k. serta pengaturan tenaga kerja asing. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. penelaahan.

(2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. b. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penelaahan. terdiri dari: a. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pelaksanaan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. c. 47 .c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. penyiapan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. e. Seksi Multilateral dan Regional. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. g. d. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. f. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. d. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. e. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. kriteria pengelolaan WK. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. terdiri dari: a.d. f. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. l. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. i. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. j. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. f. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. g. g. pelaksanaan pengumuman WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. e. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. norma. e. 48 . k. pengelolaan WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. c. b. b. c. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. h. h. d. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi.

pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. f. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. d. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. penelaahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. b. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. kriteria usaha eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penilaian. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. terdiri dari: a. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. e. 49 . pelaksanaan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penyiapan rumusan standar. norma.

Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. 50 . penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. g. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penelaahan. kriteria. penyiapan. b. penelaahan. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. h. penyiapan rumusan standar. d. f. norma. e. c. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. j. i. pelaksanaan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

penelaahan. c. penyiapan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. g. f. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. b. tumpang tindih lahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. d. e. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. 51 . serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyiapan rumusan standar. norma. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. kriteria usaha eksploitasi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.

pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. b. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. h. b. penelaahan. pelaksanaan. f. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. norma. penyiapan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. e. pelaksanaan pembinaan teknis. i. d. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. g. 52 . Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172.

b. perumusan pengaturan Penugasan. e. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. Light Natural Gas (LNG). serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Penyediaan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. perumusan jenis bahan bakar minyak. i. pelaksanaan. d. c. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. 53 . Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Light Petroleoum Gas (LPG). penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. h. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). penyiapan. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. bahan bakar gas. bahan bakar lain.

serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. LPG. norma. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. k. f. i. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. pengelolaan data. terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. d. b. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. 54 . pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. e. h. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. LNG. c. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. bahan bakar lain. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. b. j. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perizinan usaha pengolahan. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.j. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. c. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. l. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. pengelolaan data. f.

terdiri dari: a. e. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. hasil olahan dan bahan bakar lain. d. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 55 . penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. f. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penelaahan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. h. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. g. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. c. penyiapan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. norma. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. pengelolaan data.

b. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. e. terdiri dari: a. bahan bakar gas dan LPG. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. b. j. 56 . penyiapan rumusan formulasi harga. c. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. norma. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. kriteria harga bahan bakar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penyiapan. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.i. penelaahan. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. d. penelaahan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi.

pelaksanaan. i. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha niaga. norma. h. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. penelaahan.f. h. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. LNG. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. gas bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 57 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. penyiapan perizinan usaha niaga. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pengelolaan data. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. c. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. d. LPG. penyiapan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. b. terdiri dari: a. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. e. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. f. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penelaahan. g. g. penyiapan.

pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. tugas 58 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Seksi Niaga Minyak Bumi. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. b. b. e. petrokimia. penelaahan.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan norma. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. kriteria usaha non bahan bakar. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. biodiesel. terdiri dari: a. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. terdiri dari: a. LNG. penyiapan. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. LPG. penyiapan. c. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. pelumas.

59 . lindungan lingkungan. e. dan non bahan bakar lainnya. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta penggunaan tenaga teknik. penelaahan. d. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. petrokimia. profesi personil. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. usaha penunjang. kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan. lindungan lingkungan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. g. petrokimia. h. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. biodiesel. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. biodiesel. b. penelaahan. dan non bahan bakar lainnya. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. produk. f. kelaikan teknis.

Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. f. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. e. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. f. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. j. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. d. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. h. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. 60 .i. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. b. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. c. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penelaahan. d. dan penggunaan tenaga teknik. K3. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. b. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. instalasi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. norma. g. penyiapan rumusan standar. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. e. penelaahan. keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. 61 . pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. b.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instrumentasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. instrumentasi. pengangkutan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. b. penyiapan rumusan standar.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. c. norma. b. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. instalasi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. 62 . K3. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan.

serta penjaminan pasca operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. penelaahan. penyiapan. 63 . g. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. c. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penyiapan. Penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pengangkutan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a.f. b. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi.

serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. c. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. 64 . serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. g. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. f.d. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pengangkutan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kriteria usaha penunjang. b. norma.

serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. b. f. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. produk. profesi personil. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. 65 . pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.d. pelaksanaan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 .

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. b. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. kriteria. pedoman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. norma. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. 67 .BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. c.

e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. c. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. i. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. f. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. satuan kerja. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. e. g. h. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. 68 . Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. kearsipan.

b. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. d. c. situs. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. e. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. rapat koordinasi.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. e. g. terdiri dari: a. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. 69 . Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. c. Bagian Rencana dan Laporan. jaringan. c. f. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. Bagian Keuangan. d. akuntabilitas kinerja.

satuan kerja. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. penyiapan. PBI Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. 70 . dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. Pasal 237 Bagian Keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta pengurusan revisi anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. terdiri dari: a. d. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. f. serta penyelesaian kerugian negara. c. b. b. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. perhitungan pelaksanaan anggaran.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

dan Neraca Direktorat Jenderal. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyelesaian kerugian negara. e. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan informasi. d. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta kehumasan. pelayanan konsultasi hukum. b. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Informasi Hukum. c. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. dokumentasi dan sosialisasi hukum. 71 . c. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. f. pelaksanaan. terdiri dari: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penelaahan.

Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. mutasi. dan kearsipan. g. terdiri dari: a. ekspedisi persuratan dinas. 72 . Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. telepon. perlengkapan dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga. pemberhentian. e. serta urusan keprotokolan dan upacara. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. b. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. c. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. keamanan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pertamanan dan perparkiran. pengurusan formasi. d. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penelaahan. pelaksanaan. c. kebersihan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. f. pelaksanaan. pengadaan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. dan Implementasi Sipeg. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. b. serta urusan organisasi dan analisis jabatan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. evaluasi kebijakan. persuratan dinas dan kearsipan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. h.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. implementasi Sipeg. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. g. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. rencana dan program. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. 73 . perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. b. pelaksanaan. penelaahan. c. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. rencana pengadaan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. rencana dan program. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247.

serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta program pengembangan jaringan transmisi. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. penyiapan rumusan. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. d. b.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. f. b. b. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. c. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. e. serta rencana strategis dan RUKN. g. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. menengah dan tahunan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. d. e. c. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. 74 .

b. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. 75 .Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. c. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. pelaksanaan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. d. b. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik.

norma. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penelaahan. penyiapan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan bahan rumusan standar. kriteria tenaga listrik sosial. penelaahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. d. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. b. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. 76 . pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. f. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. c. penyiapan. penyiapan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. b. pelaksanaan. penelaahan.

serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. 77 . b. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penelaahan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. penyusunan dokumen perjanjian. evaluasi pelaksanaan rencana. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Seksi Multilateral dan Regional. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. multilateral dan regional. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. c. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi. asosiasi dan lembaga lainnya.

penelaahan. d. statistik dan pemetaan tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. e. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. b. 78 . Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. c. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. penyiapan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. evaluasi pelaksanaan pengumpulan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan data. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. b. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.

serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. b. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. e. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. b. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. 79 . Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta perlindungan konsumen. d. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. e. c. d. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. h. g. c. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. tugas 80 . serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. d. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. d. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta penetapan wilayah usaha. b. c. serta efisiensi dan transparansi usaha. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha.c.

dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. e. 81 . pemberian sanksi. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Seksi Pelayanan Izin Usaha. penelaahan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. b. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. b. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. pelaksanaan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. terdiri dari: a. b. norma. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik.

82 . penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. d. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. b. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penelaahan. c. pelaksanaan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. kriteria hubungan komersial. b. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. f. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penelaahan. e. terdiri dari: a.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

e. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. norma. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas 83 . penelaahan. penyiapan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. b. pelaksanaan. kriteria perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. c. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik.

pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. profesi personil. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. keselamatan dan K3. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. g. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. c. b. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. e. f. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. e. h. terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. 84 . lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. serta penggunaan tenaga teknik. serta pembinaan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. lindungan lingkungan. c. produk. kelaikan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. i. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.

serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. c. d. pelaksanaan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. f. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. e. g. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penelaahan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. 85 . serta Rancangan SNI. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. b. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. penelaahan. penyiapan. b. keselamatan operasi. c. norma. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. 86 . f. b. pelaksanaan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. instrumentasi. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. kalibrasi alat ukur. dan K3. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. d. kelaikan peralatan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. terdiri dari: a.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan.

pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. g. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. f. d. 87 . Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penelaahan. b. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. e. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. b. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. e. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. d. 88 . pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. c. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi.

Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penelaahan. d. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. c. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. 89 . e. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. profesi personil. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. b. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. g. norma. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. f. produk. penelaahan. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. c. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. d. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. e. kriteria pemanfaatan energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. f.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. g. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. b. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. b. serta rencana dan program energi baru terbarukan. terdiri dari: a. program dan pengaturan pemanfaatan energi. h. penyiapan rumusan kebijakan. e. b. energi perdesaan dan konservasi energi. f. norma. c. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi alternatif. 90 . energi perdesaan dan konservasi energi. c. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi perdesaan dan konservasi energi.

penyiapan rumusan kebijakan. penelahaan.d. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. c. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. b. rencana dan program pengembangan usaha. terdiri dari: a. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penelahaan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. e. penyiapan. kriteria usaha energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. b. norma. b. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. 91 . e. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. terdiri dari: a. d. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan.

penyiapan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. Seksi Program Konservasi Energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. e. serta evaluasi atas program konservasi energi. terdiri dari: a. penelahaan. b. Seksi Penerapan Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. b. 92 . (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penyiapan. c. norma dan kriteria konservasi energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan. penelahaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. d. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.

b. Seksi Program Energi Perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelahaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. energi perdesaan dan konservasi energi. rencana dan program. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. c. 93 . Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. norma. e. b. penelahaan. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pedoman pengembangan. rencana dan program energi perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberdayaan masyarakat. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331.. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan.

b. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. c. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penelahaan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. 94 .

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 96 . Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. kriteria. batubara dan panas bumi. dan prosedur di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. d. Batubara. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. batubara dan panas bumi. c. b. norma. dan panas bumi. pedoman. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. penyusunan standar. batubara dan panas bumi. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. i. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. e. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. b. Direktorat Pembinaan Program Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. 97 . e. d. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. h. g. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. satuan kerja. Batubara dan Panas Bumi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara.

Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. c. Kelompok Jabatan Fungsional. ketatalaksanaan. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. c. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Umum dan Kepegawaian. 98 . Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. b. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. rapat koordinasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. akuntabilitas kinerja. pelaporan. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. e. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. g. d.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. 99 . Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. b. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. f. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. satuan kerja. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kekayaan Negara. jaringan. e. serta penyelesaian kerugian negara. PBI Direktorat Jenderal. penelaahan. penyiapan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. b. terdiri dari: a. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

pelaksanaan. pelaksanaan. 100 . Subbagian Informasi Hukum. penelaahan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. terdiri dari: a. serta kehumasan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. f. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. Subbagian Pertimbangan Hukum. pelayanan konsultasi hukum. d. pelaksanaan informasi. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan. penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pertimbangan hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. laporan pertanggungjawaban keuangan. c.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. b. b. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan.

ekspedisi persuratan dinas. pengadaan pegawai. b. pelaksanaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penelaahan. telepon. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pelaksanaan. pengurusan formasi. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. pemberhentian. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. mutasi.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pertamanan dan perparkiran. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. dan Implementasi Sipeg. e. penelaahan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. batubara. 101 . perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. serta urusan keprotokolan dan upacara. dan kearsipan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. program legislasi dan regulasi bidang mineral. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. kebersihan. f. c. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. keamanan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. d. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. c. dan produksi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 102 . perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. pelaksanaan. batubara. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan usaha. investasi dan pendanaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. wilayah kerja. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. b. persuratan dinas dan kearsipan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. b. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. implementasi Sipeg. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Tata Usaha. panas bumi dan air tanah. serta penetapan wilayah kerja. Subbagian Kepegawaian. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. cadangan atau potensi. neraca sumber daya wilayah kerja. serta kebijakan pengelolaan air tanah. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana pengadaan. penelaahan. dan produksi. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. rencana dan program di bidang mineral. terdiri dari: a.

b. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. rencana dan program di bidang mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. pengelolaan data. lembaga sertifikasi dan asosiasi. f. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi. h. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. menengah dan tahunan berbasis kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. c. panas bumi dan air tanah. c. 103 . pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. evaluasi kebijakan. e. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Batubara. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. b. serta perhitungan bagi hasil. batubara. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. j. i.e. g. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. e. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. batubara. f. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. eksplorasi dan operasi produksi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. d. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah.

Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. 104 . serta pemantauan pelaksanaan investasi. e. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. h. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Seksi Program Mineral dan Batubara. penelaahan. g. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. batubara. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. batubara. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. d. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. f. b. penyiapan. serta kerja sama di bidang mineral. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penelaahan.

Batubara dan Panas Bumi. rencana dan program investasi pertambangan mineral. c. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Kontrak Karya (KK). penelaahan. penelaahan. 105 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. b. Seksi Kerja Sama Mineral. d. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. pelaksanaan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. b. batubara. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375.

b. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. norma. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. b. penelaahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. 106 . penelaahan. d. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. panas bumi dan air tanah. serta penyusunan statistik pengusahaan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. c. f. kriteria pencadangan wilayah kerja. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral.e. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara.

g. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. batubara. penyiapan penetapan potensi. serta pengelolaan informasi bidang mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. 107 . cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. batubara. (2) Seksi Informasi Mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. pencadangan dan potensi di bidang mineral. neraca sumber daya. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. batubara. batubara dan panas bumi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. penelaahan. cadangan dan wilayah kerja. terdiri dari: a. b.e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. statistik. Batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan. Panas Bumi dan Air Tanah. serta penetapan wilayah kerja. f. h. Seksi Informasi Mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Panas Bumi dan Air Tanah.

serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. e. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Seksi Penerimaan Negara Batubara. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. batubara dan panas bumi. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. c. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 108 . b. serta bagi hasil daerah. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan pencatatan. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. terdiri dari: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Seksi Bimbingan Usaha Mineral. e. b. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. g. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. b. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan. 113 . serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. c. f. d. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara.

pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Seksi Hubungan Komersial Batubara. g. d. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. e. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Mineral. h. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. 114 . c. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. perumusan pengaturan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. f. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. i. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. pelaksanaan.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi.

e. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. f.j. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Subbagian Tata Usaha. terdiri dari: a. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. d. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. b. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. g. penyiapan rumusan standar. c. 115 . serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. l. g. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. b. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. f. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. k. dan perubahan batas wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha.

h. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. e. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. pelaksanaan fasilitasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. studi kelayakan dan eksploitasi. serta pengelolaan air tanah. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Seksi Pengelolaan Air Tanah. c. 116 . (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. d. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. i. pelaksanaan. terdiri dari: a.

serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengendalian air tanah. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. c. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. b.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. f. pelaksanaan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. d. 117 . b. pelaksanaan. e. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. g. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi.

serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. c. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. penelaahan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. penelaahan. 118 . penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. d. b. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. b.h. serta pengelolaan air tanah. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. i. pelaksanaan. e. terdiri dari: a. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah.

pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a.g. pelaksanaan. b. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. h. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. c. b. e. 119 . penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. f. penelaahan. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. terdiri dari: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta ketatausahaan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. c. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta air tanah. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Seksi Konservasi Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 120 . b. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. penelaahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta penggunaan tenaga teknik. kelaikan teknis. d. batubara. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. j. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. profesi personil. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara dan panas bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. 121 . produk. g. terdiri dari: a. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c.d. lindungan lingkungan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. h. lindungan lingkungan. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. f. i. K3. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. dan panas bumi. e. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. Batubara dan Panas Bumi.

g. dan panas bumi. penyiapan.c. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Seksi Standardisasi Mineral. serta konservasi mineral dan batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. b. pemurnian. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. terdiri dari: a. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. norma. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. f. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. produk. dan Panas Bumi. jenis dan mutu produk. e. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. Batubara. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. 122 . profesi personil. penelaahan. batubara. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi.

d. b. e. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. 123 . Seksi Pengawasan Teknik Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. f.b. serta konservasi mineral dan batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. dan konservasi mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. batas wilayah kerja. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan. c. pelaksanaan. b. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan.

g. penelaahan. Batubara. batubara dan panas bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. i. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. b. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. d. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. dan panas bumi. penelaahan. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan.c. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. h. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. 124 . e. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.

pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara. penelaahan. 125 . serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. batubara. penyiapan. norma. kalibrasi alat ukur. pelaksanaan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan standar. penyimpanan. batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan panas bumi. penelaahan. b.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. pengangkutan. instrumentasi. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. f. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. penimbunan. Seksi Keselamatan Batubara. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Batubara. e. keamanan instalasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. penyiapan. g. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. e. terdiri dari: a. dan kriteria usaha penunjang. b. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan standar. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. f. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. b. Batubara. 126 . dan Panas Bumi. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. c. pelaksanaan. batubara. penelaahan. d. norma. penelaahan.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang.

yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan laporan hasil pengawasan. b. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. c. Inspektorat I. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. 128 . d. keuangan.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat III. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. c. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat II. Inspektorat IV. d. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. pengurusan kepegawaian dan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. perlengkapan. kearsipan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. k. j. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e. keamanan. d. pengelolaan urusan tata usaha. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 129 . keprotokolan dan rumah tangga. c. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. d. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. e. Bagian Hukum dan Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. terdiri dari: a. i. h. f.

penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. jaringan. h. penyiapan. ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. dan rencana kerja. e. g. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. 130 . penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. i. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. c. penyajian informasi. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. f. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Laporan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. program kerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. satuan kerja. rapat koordinasi. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. j. Subbagian Penyiapan Rencana. pelaksanaan. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pelaporan.

b. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pelaksanaan analisis. Batubara dan Panas Bumi. 131 . penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. b. Inspektorat Jenderal. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pengolahan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. penelaahan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. e. terdiri dari: a. c. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. analisis hasil pengawasan. d. Badan Geologi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pelaksanaan.

serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan. penelaahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. masyarakat dan yustisia. e. bantuan hukum. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. penyuluhan. dan implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. pertimbangan hukum. d. penelaahan. Subbagian Kepegawaian. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. 132 . perpustakaan. b. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. c. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Subbagian Hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta pemberian pertimbangan hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. terdiri dari: a. b. dokumentasi hukum. dokumentasi hukum.

penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. b. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. i. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. pelayanan kesekretariatan. persuratan dinas. e. pelaksanaan keamanan. perlengkapan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. d. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. dan implementasi Sipeg. 133 . Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rumah Tangga. pengurusan penganggaran. h. perbendaharaan. g. perlengkapan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. penelaahan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. kebersihan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. c. rumah tangga dan kehumasan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. perbendaharaan. terdiri dari: a. f. keprotokolan dan kehumasan. dokumentasi dan tata naskah. j. dan kearsipan. k. b. pelaksanaan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. serta pengurusan administrasi keuangan.

Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). d. persuratan dinas. penelaahan. e. serta evaluasi atas urusan keamanan. perencanaan kebutuhan. pemeriksaan. 134 .Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan laporan hasil pengawasan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. b. dan administrasi keuangan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan pengadaan. kearsipan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. kebersihan. penelaahan. keprotokolan dan kehumasan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pelaksanaan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 139 . (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

e. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pelayanan survei geologi. b. Pusat Lingkungan Geologi. terdiri dari: a. perumusan kebijakan di bidang geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. c. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. f. dan geologi lingkungan. Pusat Sumber Daya Geologi. h. penelitian dan pelayanan. c. b. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Survei Geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. d. Sekretariat Badan Geologi. 140 . g. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. d.

penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. informasi hukum. g. e. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. d. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. i. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pelaporan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Bagian Keuangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. Bagian Umum. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. terdiri dari: a. serta perencanaan kerja. ketatalaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. kearsipan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. c. serta pelaksanaan bantuan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. 141 . penganggaran dan kegiatan satuan kerja. j. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. b. d.

Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Laporan. penyiapan. penelaahan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. satuan kerja.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyajian informasi. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. pelaksanaan. ketatalaksanaan. situs. akuntabilitas kinerja. c. e. b. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. jaringan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem. 142 . penyiapan. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. b.

pelaksanaan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. serta implementasi Sipeg Badan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. terdiri dari: a. pelaksanaan. c. dan analisis jabatan. c. penggajian. pengembangan. pengurusan perencanaan. pengembangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. e. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kesejahteraan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas mutasi. penyiapan. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta evaluasi atas perencanaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta pengembangan organisasi Badan. pemberhentian. penelaahan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta implementasi Sipeg. kepangkatan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. 143 . pengangkatan. d. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. pemberhentian. pengadaan. penelaahan. b. penggajian. b. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan.

Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Akuntansi. c. b. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. serta penyelesaian kerugian negara. 144 . serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan revisi anggaran Badan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. kearsipan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. perlengkapan. dan rumah tangga. b. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 517 Bagian Keuangan. PBI Badan. Neraca. f. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyelesaian kerugian negara. e. d. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

kesekretariatan. pelayanan kesekretariatan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Subbagian Hukum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. informasi dan dokumentasi hukum. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. b. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. terdiri dari: a. serta keprotokolan dan upacara Badan. penelaahan. persuratan dinas. 145 . perpustakaan. dan pemeliharaan barang inventaris. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan rumah tangga. kehumasan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. c. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Subbagian Tata Usaha. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. kebersihan dan keamanan Badan. e. kearsipan. persuratan dinas dan kearsipan. c. serta pengurusan perlengkapan. d. distribusi penggunaan. perlengkapan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 521 Bagian Umum. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaaan bantuan hukum. dokumentasi hukum dan perpustakaan. f. pengadaan. dan kearsipan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. bantuan hukum.

dan pelayanan bidang sumber daya geologi. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Bidang Informasi. penyusunan neraca sumber daya geologi. bitumen padat. mineral. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan panas bumi. d. e. g. dan kepegawaian Pusat. d. penyelidikan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. perumusan rencana dan program. e. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. serta rancang bangun dan pemodelan. 146 . gambut. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian. i. b. serta pemetaan tematik potensi. batubara. rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penyelidikan. rekayasa teknologi. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. j. administrasi keuangan. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. f. Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Sarana Teknik. Bagian Tata Usaha.

b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. kebersihan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. c. terdiri dari: a. keuangan. serta akuntansi. pengangkatan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. 147 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keamanan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja.

terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. pelaksanaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. f. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. c. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. d. penelaahan. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Sarana Penyelidikan.d. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Laboratorium. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. 148 .

b. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta operasi perangkat lunak informasi. penelaahan. Pasal 540 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelakanaan pengelolaan sistem. b. jaringan dan situs informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. penelaahan. c. penyiapan.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta pengelolaan perpustakaan. terdiri dari: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 149 . Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penganggaran. d. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Program. serta pemutakhiran basis data. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.

serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. f. sistem. tsunami. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyelidikan. tsunami. dan gerakan tanah. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta sesar aktif. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. perpustakaan. operasi perangkat lunak. i. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pelaksanaan. gempa bumi. gempa bumi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan. administrasi keuangan. dan rekayasa teknologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. dan gerakan tanah h. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. j. dan kepegawaian Pusat. e. penelaahan. pengelolaan ketatausahaan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. sosialisasi. penelaahan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. rumah tangga. serta rancang bangun. pemodelan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. g. serta pos pengamatan gunung api. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. dokumentasi. 150 .

Bagian Tata Usaha. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. l. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. c. penyelidikan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi pelaksanaan penelitian. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. keuangan. keuangan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kearsipan. terdiri dari: a. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. b. d. e. kebersihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.k. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. 151 . Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta perpustakaan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. keamanan. pengurusan perencanaan. pemelaahan. pelaksanaan pengelolaan sarana. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. pengangkatan. pengurusan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

penelaahan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. c. pelaksanaan. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. geokimia dan deformasi. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan. pelaksanaan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. d. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. penelaahan. pemelaahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. 152 . terdiri dari: a. penetapan status. b.

b. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. penelaahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. b. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 153 . Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. penelaahan. c. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. d. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. gerakan tanah dan tsunami.

c. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. b. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyelidikan. penelaahan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. serta pelaksanaan atas perencanaan program. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. d. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. e. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. b. terdiri dari: a. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penyiapan. gerakan tanah dan tsunami. f. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. 154 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

155 . e. k. b. pengembangan. dan pengelolaan tata ruang. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Bidang Program dan Kerja Sama. pengurusan perencanaan. geologi teknik dan air tanah. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. c.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rekayasa teknologi. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan kepegawaian Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. b. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. geologi teknik dan air tanah. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. terdiri dari: a. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengangkatan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. b. Bidang Sarana Teknik. i. g. d. Bagian Tata Usaha. c. h. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. administrasi keuangan. Bidang Informasi. f. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. j. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. keuangan. e. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah.

Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. f. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. terdiri dari: a. keamanan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja. d. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. kebersihan. e.c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 156 . keuangan. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta akuntansi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. penelaahan. c. e. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. 157 . b. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Laboratorium. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbidang Program. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penelaahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. d. Subbidang Kerja Sama.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572.

Pasal 578 Bidang Informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. c. serta operasi perangkat lunak informasi. terdiri dari: a. serta pemutakhiran basis data. d. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. penelaahan. pengelolaan. dokumentasi dan publikasi. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 . Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penganggaran. jaringan dan situs informasi.

sosialisasi. administrasi keuangan. tektonik. pelaksanaan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. inventarisasi hasil survei. b. g. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. geokimia. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pelaksanaan. dan kepegawaian Pusat. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. c. pemetaan geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelitian dan penyelidikan geologi. pelayanan jasa survei. k. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. i. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. evaluasi pelaksanaan penelitian. perpustakaan. rekayasa teknologi. pemetaan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemetaan dan penelitian geologi. operasi perangkat lunak. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. sistem. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. geofisika. geomorfologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pengelolaan ketatausahaan. penelaahan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. 159 . l. h. j. m. dokumentasi. f. penelaahan.

pengurusan perencanaan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Informasi. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. b. d. keamanan. c. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Program dan Kerja Sama. c. Kelompok Jabatan Fungsional. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. pengangkatan. keuangan. Bidang Sarana Teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. e. Bagian Tata Usaha. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 160 . keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. serta akuntansi. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. d.

b. Subbidang Laboratorium. e. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. f. d. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. 161 . pelaksanaan. c. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

162 . penelaahan. Subbidang Program. d. penganggaran. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama pelayanan jasa. penelaahan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Kerja Sama. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pengelolaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. b. e. penyusunan akuntabilitas kinerja. c. penyiapan. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan sosialisasi. c. terdiri dari: a. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penelaahan. serta pengelolaan perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. sistem. b. jaringan dan situs informasi. sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi. perpustakaan. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 597 Bidang Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pelaksanaan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan publikasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. operasi perangkat lunak. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. b.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pemutakhiran basis data. 163 . penelaahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Penyelidik Bumi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Teknisi Litkayasa. Perekayasa.

e. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa teknologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. g. b. panas bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. mineral batubara. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. d. c. 165 . Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan.

penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. serta perencanaan kerja. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. dan rumah tangga. 166 . b. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. e. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. d. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. e. c. penganggaran dan kegiatan satuan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. h. g. terdiri dari: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta pelaksanaan bantuan hukum. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. informasi hukum. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara.

jaringan dan situs informasi. b. d. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan sistem. g. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. f. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaporan. Bagian Umum. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Keuangan. 167 . akuntabilitas kinerja. e. j. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Laporan. Bagian Kepegawaian. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. b. b. akuntabilitas kinerja. pelaporan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan.i. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c.

dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyajian informasi. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penelaahan. pengembangan. serta implementasi Sipeg. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan. Subbagian Pengembangan Pegawai. kesejahteraan. pelaksanaan. c. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penggajian. b. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. b. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. e. serta pengembangan organisasi Badan. c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. satuan kerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. kepangkatan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. situs.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. jaringan. terdiri dari: a. pemberhentian. 168 . serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengurusan perencanaan. d. pengadaan. serta penyempurnaan organisasi Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan analisis jabatan. penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan.

implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penggajian. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. f. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kesejahteraan. serta evaluasi atas perencanaan. kepangkatan pemberhentian. 169 . pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. b. penyiapan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengembangan. serta evaluasi atas mutasi. d. serta penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta implementasi Sipeg Badan. e. Pasal 618 Bagian Keuangan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. PBI Badan. pengangkatan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

perlengkapan dan rumah tangga Badan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. kehumasan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. c. dan kearsipan. penelaahan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum. perlengkapan. dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Neraca. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan rumah tangga. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Tata Usaha. perpustakaan. informasi dan dokumentasi hukum. kearsipan. d. pengadaan. terdiri dari: a. distribusi penggunaan. persuratan dinas. penelaahan. Pasal 622 Bagian Umum. pelaksanaaan bantuan hukum. kearsipan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengurusan perlengkapan. perlengkapan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. 170 . serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta urusan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. e. b. b. pelayanan kesekretariatan. f. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan. dan rumah tangga. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620.

d. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. kesekretariatan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. rencana kebutuhan dan pengadaan. kebersihan dan keamanan Badan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penyiapan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. e. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. f. persuratan dinas dan kearsipan. 171 . distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penelaahan. g. b. pelaksanaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan. bantuan hukum. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.

b. Kelompok Fungsional. i. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta pelaksanaan keamanan. keuangan. b. terdiri dari: a. pengembangan. b. c. persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan ketatausahaan. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. Bidang Program.h. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. dan kepegawaian Pusat. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bidang Afiliasi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. 172 . Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. kebersihan.

pelaksanaan. 173 . Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. penelaahan. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. dan kebersihan Pusat. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengadaan. c. pemeliharaan sarana kerja. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyediaan bahan baku. e. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. keamanan. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. 174 . penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. penyiapan. c. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta analisis. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. terdiri dari: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 637 Bidang Program. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. pelaksanaan. e. penyiapan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. jaringan. b. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 641 Bidang Afiliasi. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. c. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 175 . pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama.

jaringan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. c. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. d. pelaksanaan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. penelaahan. rumah tangga. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi keuangan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. situs dan penyebarluasan informasi. dan kepegawaian Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. g. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 176 . e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. 177 . dan kebersihan Pusat. kebersihan. e. persuratan dinas dan kearsipan. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pengangkatan. pemeliharaan sarana kerja. Bidang Afiliasi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bidang Program. c. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". keamanan. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengembangan. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. b. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. serta pengadaan. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e.

pelaksanaan. d. 178 . terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. e. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan.

b. penelaahan. c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 656 Bidang Program. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. b.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.

jaringan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. c. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. 180 . Pasal 660 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. b. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Informasi dan Publikasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. pelayanan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.

h. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. g. b. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. 181 . d. Bidang Program. Bagian Tata Usaha. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Fungsional. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. f. e.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Afiliasi. i. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi.

keuangan. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. 182 . perbendaharaan dan akuntansi. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. kebersihan. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. dan kebersihan Pusat.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. d. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keamanan. e. keuangan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta pengadaan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha.

penelaahan. pelaksanaan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan. c. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. 183 . penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengoperasian Sarana.

Subbidang Analisis dan Evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 184 . b. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 675 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. c. penyiapan. penelaahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Rencana. serta analisis.

b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. d. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. b. c. Pasal 679 Bidang Afiliasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. 185 . pelayanan jasa teknologi.

Bagian Tata Usaha. b. c. Kelompok Fungsional. d. j.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. perumusan pedoman dan prosedur kerja. geokimia. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. h. Bidang Afiliasi. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. g. c. f. dan geofisika kelautan. Bidang Program. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. 186 . i. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. rumah tangga. e. terdiri dari: a. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pengelolaan ketatausahaan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. dan kepegawaian Pusat. b.

pengangkatan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. dan kebersihan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. kebersihan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. b. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. serta pengadaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. persuratan dinas dan kearsipan. b. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. d. keamanan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perencanaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. 187 .

penyediaan bahan baku. penyediaan bahan baku. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Pengoperasian Sarana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.c. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. terdiri dari: a. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. 188 . Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692.

penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. terdiri dari: a. serta analisis. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. b. Pasal 694 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. d. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. 189 . (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 698 Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. e. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan.d. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. jaringan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. 190 .

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 191 . Penyelidik Bumi.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Perekayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. batubara. geologi. d. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. h. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. b. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. 192 . f. c. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. g.

c. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. d. 193 . penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pembinaan kerja sama. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. g. f. i. b. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. h. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. e. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. satuan kerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.

evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. h. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. c. b. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. 194 . f. akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c.j. d. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta perencanaan kerja. g. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. k. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. e. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Umum. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. pelaporan. penganggaran. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. pelaporan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan rumah tangga. Bagian Kepegawaian.

Subbagian Kerja Sama. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. perencanaan kerja. pengadaan. prosedur kerja. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. pengurusan perencanaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penggajian. pemberhentian. dan analisis jabatan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. dokumentasi dan tata naskah pegawai. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. 195 . d. serta implementasi Sipeg. c. penelaahan. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. kepangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. pengembangan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. b. jaringan dan situs informasi Badan. akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas laporan berkala. b. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. kesejahteraan. penyiapan. dan sistem. e. penelaahan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

penyiapan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. c. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. penelaahan. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. produk kilang. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. 200 . Subbidang Utilitas. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Subbidang Kilang. d. b. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. b. pelaksanaan.. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

c. penelaahan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. b. d. Subbidang Bengkel. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelayanan jasa. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penyediaan dan pemanfaatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. 201 . Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. 202 . kerja sama. b. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. g. pedoman. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta kepustakaan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Pelatihan. b. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pengelolaan kepustakaan. penyiapan penyelenggaraan. standar. d. kriteria dan prosedur. norma. norma. penelaahan. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. 203 . c. terdiri dari: a. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. h. i.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Tata Usaha. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. g. pemberian pelayanan jasa. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. Bidang Sarana Teknis. e. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. pedoman. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. c. prosedur. b. Batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. kearsipan. pengelolaan ketatausahaan. norma. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. perlengkapan. f.

b. organisasi. kearsipan. b. kearsipan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perlengkapan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta hukum. d. terdiri dari: a. akuntansi. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Kepegawaian dan Umum. c. 204 . ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. perbendaharaan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.

penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan pemeliharaan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan standar. penelaahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. d. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. norma. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.c. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana pengembangan. terdiri dari: a. 205 . pelaksanaan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penggunaan. e.

d. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. norma. c. f. pedoman. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. penelaahan. b. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. terdiri dari: a. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kerja sama dan sistem. e. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. d. dan prosedur. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. penelaahan. penyiapan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. 206 .

pelaksanaan. b. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. norma. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pedoman. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. prosedur. d. e. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. kriteria pendidikan dan pelatihan. f. pedoman. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. b. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan standar. 207 . pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. pemberian pelayanan jasa. penyusunan standar. norma. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. kriteria dan prosedur.

kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. kearsipan. perbendaharaan. Bidang Pelatihan dan Sarana. perlengkapan. 208 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan. e. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. pengelolaan ketatausahaan. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Bagian Tata Usaha. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. terdiri dari: a. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. c. c. d. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. h. terdiri dari: a. akuntansi.g. d. b.

penelaahan. e. jaringan dan situs informasi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Perencanaan. norma. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. d. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. 209 . dan sistem. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. pedoman. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. c. penyiapan. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. kerja sama. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penelaahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Subbidang Pelatihan. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan kerja sama. 210 . d. norma. c. penyiapan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. promosi. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. kerja sama. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. e. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. c. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. f. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. g. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. 211 . norma. h. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pemberian pelayanan jasa. pedoman. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. b. Bagian Tata Usaha. c. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. e. kriteria pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.

kehumasan dan keprotokolan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. e. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. b. akuntansi. b. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. 212 . terdiri dari: a. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. hukum. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

e. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. c. serta evaluasi atas standar. b. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Perencanaan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penyiapan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. penelaahan. norma dan kriteria. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. 213 . sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785.

serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. c. pelaksanaan. promosi. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. 214 . b. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Subbidang Sarana dan Prasarana. penelaahan. b. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. d. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. e. pelaksanaan kerja sama. Subbidang Pelatihan.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 215 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. d. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. terdiri dari: a. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Inspektorat Jenderal dan Badan. Direktorat Jenderal. e. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. 216 . b. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. c.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. d. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. c. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. k. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. g. h. f. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. j. 217 . pengolahan dan pelayanan data dan informasi. i. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. b. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional.

Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. serta kearsipan Pusat. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. e.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Tata Usaha Bakoren. dukungan operasi kerja. pelaksanaan urusan tata usaha. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Tata Usaha Pusat. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. terdiri dari: a. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaporan dan tata persuratan. dan persuratan dinas. b. Kelompok Jabatan Fungsional. serta kearsipan Bakoren. d. d. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. 218 . Bidang Pelayanan Data dan Informasi. c. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. Bidang Kajian Strategis. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. c. b.

k. j. penyiapan norma. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. d. b. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. l. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. i. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. c. b. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. g. e. persuratan dinas dan kearsipan. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. terdiri dari: a. 219 . f. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. h.

penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. pelayanan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. 220 . evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penelahaan. b. penelaahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan. e. b. penyusunan rumusan norma. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penelaahan. batubara dan panas bumi. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyiapan. c. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. ketenagalistrikan. f. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen.

b. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. air tanah dan kegeologian. gambut. penelahaan. terdiri dari: a. bitumen padat. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. pelaksanaan. b. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. f. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. penelahaan. 221 .(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. e. penelahaan. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. c. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. 222 . (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

(5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dokumentasi. 223 . yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. regulasi ekonomi dan keteknikan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. organisasi.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. standardisasi teknis. peraturan perundang-undangan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. perencanaan kerja. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dan keselamatan umum. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi personil. peralatan. dan akuntabilitas kinerja Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor.a kepada pejabat eselon I. penganggaran. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal.

PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (5) Kepala Subbagian. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. 224 . Inspektur. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Kepala Bagian. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Kepala Pusat. Direktur Jenderal. Direktur Jenderal. Direktur. Sekretaris Direktorat Jenderal.a.b. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal.a.BAB XIV ESELON. (3) Kepala Biro. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.a.

diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 225 . (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s.d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. X. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi. susunan organisasi. 226 . (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(4) Perubahan atas rincian tugas.

b. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. maka: a.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful