MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Biro Umum. Departemen lain. d. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. b. Kementerian Negara. Biro Keuangan. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. 5 . Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. terdiri dari: a.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. dan lembaga lain yang terkait. koordinasi kegiatan Departemen. d. c. c. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. b. e. Biro Kepegawaian dan Organisasi.

perumusan kebijakan pembangunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. f. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program kerja dan anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Kerja Sama. rencana anggaran. k. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. rencana kerja dan anggaran. penyusunan harga satuan. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Bagian Perencanaan Anggaran. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. b. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. evaluasi kebijakan pembangunan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. serta perumusan akuntabilitas kinerja. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. sosialisasi kebijakan pembangunan. c. dan rencana anggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pengelolaan kerja sama Departemen. j. c. i. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Kelompok Jabatan Fungsional. d. serta rencana strategis. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. b. e. menengah dan tahunan. 6 . penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. e. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta kerja sama. g. l. rencana dan program kerja. h. rencana pembangunan jangka panjang. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Bagian Analisis dan Evaluasi. d.

f. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 7 . penyiapan rumusan norma. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. b. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan Badan Geologi. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. standar dan kriteria rencana kerja. e. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. d.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. penelaahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. c. penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. dan urusan tata usaha Biro. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. c. b. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Perencanaan Penunjang. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan rumusan RK-KL. penelaahan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Menengah dan Tahunan Departemen.

penyiapan. dan 8 . penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. kriteria perencanaan anggaran. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. f. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. norma. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. b. c. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. penyiapan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan satuan harga pokok. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. Subbagian Penganggaran Penunjang. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyiapan rumusan standar. b. penelaahan. e.

Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. e. b. RKA-KL. norma. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. c. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan rumusan standar. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan bahan sidang. penelaahan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. tahunan dan rencana strategis. rencana pembangunan jangka panjang. menengah. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. 9 . b. Inspektorat Jenderal. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. c.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. kriteria akuntabilitas kinerja. h. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. g. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.

penyiapan rumusan standar. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 10 . kriteria kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. h. penelaahan. e. Batubara. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. dan Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. penelaahan. b. Panas Bumi. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. d. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama asosiasi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. c. f. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral.

Subbagian Kerja Sama Bilateral. pemensiunan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. c. penelaahan. perencanaan. pengadaan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan mutasi. dan kesejahteraan pegawai. dan penilaian kinerja pegawai. b. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. disiplin. d. 11 . penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. serta penyiapan penetapan pemberhentian. pengembangan organisasi dan tata laksana. penempatan dan pengembangan pegawai. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. jabatan struktural dan fungsional. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. c. terdiri dari: a. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional.

j. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a.f. Pegawai Negeri Sipil (PNS). g. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. norma. d. serta kartu PNS. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. pola dan pengembangan karir pegawai. penyusunan rencana formasi. pengadaan. f. serta administrasi penugasan ke luar negeri. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta standardisasi kompetensi jabatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan standar. c. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyiapan rumusan rencana. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. evaluasi pembinaan kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. 12 . Bagian Data dan Informasi Pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. h. c. g. d. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). k. b. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. b. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. i. e.

evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. kepangkatan. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. j. pemberhentian dan disiplin. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penyiapan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. dan Kartu PNS Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan. urusan tugas belajar dan izin belajar. dan penugasan pegawai ke luar negeri.h. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis. 13 . pemindahan. b. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. c. pengelolaan administrasi tugas belajar. kompetensi pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Karir. i. penyiapan.

Subbagian Mutasi Jabatan. b. Askes. penarikan kembali. pelaksanaan. pemindahan. pemindahan. dan penilaian angka kredit. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pemindahan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. c. dan Bapertarum. pelaksanaan pemindahan pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. penelaahan. pembebasan sementara. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. k. perbantuan. b. dipekerjakan. pemberhentian. dipekerjakan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. dan penilaian prestasi pegawai. g. h. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. Taspen. pelaksanaan kepangkatan. kriteria mutasi pegawai. terdiri dari: a. kepangkatan. Kartu Suami. d. serta kesejahteraan pegawai. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. norma. pengangkatan kembali. f. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. dan penarikan kembali pegawai. pemberhentian dan disiplin. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pelaksanaan kesejahteraan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. c. kepangkatan. cuti. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. e.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pemberhentian. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. perbantuan. ujian dinas dan Ujian KPPI. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. 14 . serta Kartu Istri. penyiapan standar. pelaksanaan disiplin pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. j.

serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penyusunan laporan kekuatan pegawai. b. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penilaian angka kredit. dan administrasi lembaga tripartit. h. pengadaan pegawai. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan. c. penelaahan. dan daftar riwayat hidup pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. penghargaan. Kartu Istri. pelayanan kesehatan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Kartu Suami. pemberhentian. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Askes.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. e. pemindahan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. disiplin. pelaksanaan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. penyiapan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. penelaahan. kepangkatan. pemberhentian dan pemensiunan. pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penggajian. Taspen. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. f. d. 15 . Daftar Urut Kepangkatan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. i. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. penghargaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Bapertarum pegawai Departemen.

klasifikasi dan peta jabatan. b. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta pengembangan organisasi dan jabatan. penyiapan rumusan standar. jabatan. pemberhentian. kriteria pengembangan organisasi. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. c. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta pedoman penyempurnaan organisasi. kepangkatan. c. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). norma. penggajian. pengadaan pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pelaksanaan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. pemindahan. pelaksanaan. b. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. 16 . penelaahan. d. serta evaluasi. penelaahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. penghargaan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal.

pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. penelaahan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. b. 17 . standardisasi kompetensi jabatan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. g.f. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. h. evaluasi dan klasifikasi jabatan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. perbendaharaan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. Subbagian Tata Laksana. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. analisis beban kerja. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. penelaahan. administrasi keuangan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kelembagaan. pola hubungan kerja. peta jabatan. pengembangan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan.

penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. k. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. d. penyelesaian kerugian negara. administrasi keuangan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. terdiri dari: a. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. c. c. Bagian Pendapatan dan Belanja. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. i. serta pembinaan perbendaharaan. d. f. h. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta pelaksanaan akuntansi. Bagian Kekayaan Negara. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta nota keuangan. Pasal 49 Biro Keuangan. Bagian Akuntansi. perbendaharaan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. kekayaan negara dan akuntansi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. 18 . laporan realisasi anggaran. j. e. serta Neraca Departemen. e. b. b. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan implementasi sistem akuntansi. g. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Perbendaharaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pembinaan inventarisasi. l. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen.

(2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. c. j.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyiapan. i. Subbagian Anggaran Pendapatan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. b. norma. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. c. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. 19 . f. k. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. e. h. penelaahan. dan urusan tata usaha Biro. g. Subbagian Anggaran Belanja. terdiri dari: a. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyusunan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan target. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyiapan.

penelaahan. g. dan pengelolaan SPM. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. c. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. pelaksanaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. pelaksanaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. c. b. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. norma.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Badan Geologi. Inspektorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. penyiapan rumusan standar. serta pembagian iuran sumber daya alam. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. 20 . Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. f. d. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. b. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan.

tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. ganti rugi. norma. f. penelaahan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. e. d. c. kriteria pengelolaan kekayaan negara. 21 . pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. b. c. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. penelaahan. b. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. dan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. g.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tuntutan perbendaharaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara.

b.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. c. rekonsiliasi. g. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. norma. pelaksanaan. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. e. Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Subbagian Penyiapan Neraca. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. pelaksanaan verifikasi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). b. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Badan Geologi. 22 . d. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. c. f. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan.

bantuan hukum dan kehumasan. dan bantuan hukum. serta pelaksanaan kehumasan. dan implementasi SAI Departemen. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. verifikasi anggaran. kewajiban. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta hubungan masyarakat Departemen. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. konsolidasi. b. pelaksanaan. dan implementasi SAAT Departemen. bantuan hukum. Neraca. serta kehumasan. f. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. rekonsialiasi. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. d. serta program legislasi dan regulasi. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. 23 . serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. dan bantuan hukum.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. dan penyelesaian kasus hukum. c. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. h. pengelolaan dokumentasi. equitas dana. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. e. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembukuan aset. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan.

evaluasi peraturan perundang-undangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. c. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. b. penelaahan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. j. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. e. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. d. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. b. Bagian Hubungan Masyarakat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. dan bantuan hukum. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. c.i. b. c. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. d. Bagian Penelaahan Hukum. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Bantuan Hukum. terdiri dari: a. 24 .

b. f. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penelaahan. penyiapan rumusan standar. 25 . penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penelaahan. h. dan unsur unit penunjangnya. kriteria kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. e. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g. norma. c. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

kriteria bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. d. Batubara dan Panas Bumi. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penelaahan. norma. 26 . dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penelaahan. f. c. c. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. b. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta monitoring dan analisis berita. e. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. c. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. penyiapan rumusan standar. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. konferensi pers. pelaksaaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. b. 27 . Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. pelaksaaan. c. penelaahan. d.

pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. peliputan dan perekaman kegiatan. penelaahan. monitoring dan analisis berita Departemen. konferensi pers. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pameran Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. dan urusan tata usaha Biro. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. c. i. serta evaluasi atas hubungan dengan media. pelaksanaan peliputan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. abstrak peraturan perundang-undangan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum.g. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Subbagian Publikasi. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. b. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. j. pelaksanaan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. 28 . penelaahan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. terdiri dari: a. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penerbitan. Subbagian Hubungan Kelembagaan.

perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. d. Bagian Tata Usaha. pengelolaan rumah tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. j. pengadaan. d. penyediaan sarana dan prasarana kerja. b. perlengkapan dan pengadaan. Bagian Perlengkapan. tata persuratan dinas dan kearsipan. tugas 29 . b. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. Pasal 87 Biro Umum. e. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. g. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Sekretaris Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengelolaan keamanan dan keselamatan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. h. terdiri dari: a. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. tata usaha dan kearsipan. i. Staf Ahli. tata persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. f. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. f. c.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. tata persuratan dinas dan kearsipan. e. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen.

Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pelantikan. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. f. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . d. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Medan Merdeka Selatan 18. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. persuratan dinas.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Jakarta Pusat). c. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. e. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. b. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. b.

Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. e. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. c. c. penyiapan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha Departemen. d. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. dan ekspedisi surat dinas. 31 . penelaahan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. b. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. b. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. penjadwalan kegiatan. f. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. persuratan dinas. norma. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penelaahan.

b. terdiri dari: a. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. b. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. keamanan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan kebersihan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan.H. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. d. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. M. c. c. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Thamrin 1. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. e. serta pengadaan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. keselamatan. f. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Jakarta Pusat). 32 . Staf Ahli.

d. b. penyiapan bahan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. f. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. dan kearsipan Staf Ahli. pelaksanaan pengadaan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Pengadaan. 33 . g. c. penyiapan kegiatan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. e. b. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. norma. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penelaahan penyiapan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Rencana Kebutuhan. kriteria perlengkapan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. inventarisasi. terdiri dari: a. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 102 Bagian Perlengkapan.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 34 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. c. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. norma. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. kriteria. pedoman. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. 35 . terdiri dari: a. b.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. e. dan rumah tangga. pelaporan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. g. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pengelolaan urusan ketatausahaan. terdiri dari: a. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. h. Bagian Rencana dan Laporan. satuan kerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 36 .Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. i. akuntabilitas kinerja. d. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Keuangan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. c. d. e.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

n. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. b. WP & B). perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. e. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. k. h. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. c. penelaahan. d. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. pelaksanaan. f. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. implementasi Sipeg. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta perhitungan bagi hasil. 41 . l. j. i. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. rencana dan program.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. m. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan.

evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. d. terdiri dari: a. p. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. f. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. penyiapan rumusan. serta pencadangan strategis. pelaksanaan sosialisasi program sektor. serta data kebutuhan. c. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi kebijakan. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. b. e. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. h. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. 42 . menengah dan tahunan berbasis kinerja.o. b. terdiri dari: a. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyusunan statistik. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. norma. ketersediaan dan infrastruktur sektor. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. e. f. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. c. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. b.

Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. penyiapan rumusan. penyiapan. serta penyediaan informasi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. f. penyiapan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. c. norma. 43 . dan terms of condition KKS. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan data potensi. dan pelaksanaan sosialisasi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. b. d. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. permasalahan iklim usaha. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. e. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. g. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi.

penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. i. norma. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. f. pemeriksaan dan pengujian. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). pajak. g. tugas serta induk. j. penelaahan. tugas serta induk. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pelaksanaan pencatatan. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta biaya operasi. c. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. h. penyiapan. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penyiapan. e. retribusi. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta bagi hasil daerah. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). 44 . infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar.

Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. d. b. 45 . pajak. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. g. f. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. retribusi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. lifting dan target penerimaan. PNBP dan tarif iuran. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. tenaga kerja asing. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penelaahan. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tenaga kerja asing. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. c. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. harga minyak mentah Indonesia. pelaksanaan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. norma.

penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. rencana penggunaan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. 46 . rencana impor barang operasi. penggunaan barang operasi. b. serta pengaturan tenaga kerja asing. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. j. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. k. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. fasilitasi lembaga tripartit. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. b. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penelaahan. i. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi.h. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. dan kerja sama dalam negeri. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. pelaksanaan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pelaksanaan. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. c. d. 47 . Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. e. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. serta kerja sama Pemerintah Daerah. g. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyiapan. b. penyiapan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.c.

serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. c. b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. h. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. e. g. i. e. f. norma. d. Subdirektorat Wilayah Kerja. c. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. f. pengelolaan WK. l. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. e.d. kriteria pengelolaan WK. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. k. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. j. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. d. pelaksanaan pengumuman WK. g. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. 48 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha.

b. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. norma. penelaahan. d.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. 49 . terdiri dari: a. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. e. f. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. b. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. c. kriteria usaha eksplorasi. penilaian.

d. penelaahan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. b. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. c. pelaksanaan. j. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. norma. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. kriteria. 50 . pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. penyiapan rumusan standar. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. h. f. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. i. pelaksanaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. g. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b.

Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. f. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. g. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. 51 . d. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. tumpang tindih lahan. b. kriteria usaha eksploitasi. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. b. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. norma. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan. e.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. i. penelaahan. g. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan rumusan standar. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. b. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. c. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. f. norma. 52 . e. d. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. b. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan.

penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. bahan bakar lain. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. i. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). hasil olahan dan bahan bakar lain. 53 . perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. h. Penyediaan. pelaksanaan. perumusan jenis bahan bakar minyak. perumusan pengaturan Penugasan. bahan bakar gas. penyiapan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Light Petroleoum Gas (LPG). d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. f. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Light Natural Gas (LNG). serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. e.

b. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. d. b. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. i. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. k. e. LNG. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. 54 . Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. penyiapan perizinan usaha pengolahan. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. e.j. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. norma. LPG. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pengelolaan data. f. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. g. j. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. c. l. pengelolaan data. terdiri dari: a. bahan bakar lain. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. bahan bakar gas. d. h.

b. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. h. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. f. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. pengelolaan data. Seksi Pengolahan Gas Bumi. terdiri dari: a.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. d. b. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 55 . e. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. g.

perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. d. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. bahan bakar gas dan LPG. penyiapan rumusan formulasi harga. penyiapan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. norma.i. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. terdiri dari: a. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. e. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. 56 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. b. penyiapan rumusan standar. kriteria harga bahan bakar. j. b. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain.

penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. kriteria usaha niaga. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 57 . penelaahan. h. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan data. norma. h. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. b. f. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi.f. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha niaga. LPG. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. c. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. d. e. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penelaahan. LNG. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gas bumi. g. i. g. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. penyiapan. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi.

kriteria usaha non bahan bakar. b. penelaahan. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. pelumas. petrokimia. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. c. penyiapan norma. Seksi Niaga Gas Bumi. Seksi Niaga Minyak Bumi. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. biodiesel. b. d. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. tugas 58 . (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. LPG. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. dan non bahan bakar lainnya. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan. terdiri dari: a. LNG. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. b.

penyiapan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. lindungan lingkungan. penelaahan. h. penyiapan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. 59 . e. petrokimia. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. g. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. petrokimia. kelaikan teknis. dan non bahan bakar lainnya. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. serta penggunaan tenaga teknik. produk. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. biodiesel. biodiesel. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). usaha penunjang. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. lindungan lingkungan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. dan non bahan bakar lainnya. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. profesi personil. c.

Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. f. b. h. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e.i. c. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. d. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. j. f. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 60 . d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. terdiri dari: a. g.

terdiri dari: a. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. 61 . kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instalasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. g. dan kalibrasi alat ukur. f. penyiapan rumusan standar. penelaahan.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. norma. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. b. keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. instrumentasi. penelaahan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. K3. b. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan penggunaan tenaga teknik. e.

Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. dan penggunaan tenaga teknik. instrumentasi. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan. pengangkutan. penyiapan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penelaahan. e. norma. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. d. K3. c. instalasi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. 62 . penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. pelaksanaan.

c. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penelaahan. b. terdiri dari: a. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penjaminan pasca operasi. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). 63 . penyiapan. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. g. Penyimpanan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. pengangkutan. pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan.f. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pengangkutan. Penyimpanan. pengangkutan. Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.

penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. dan kriteria usaha penunjang. penelaahan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. 64 . Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. norma. pengangkutan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan standar.d. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. g. e. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. produk.d. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. profesi personil. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. 65 . penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. f. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. g.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 66 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

67 . kriteria. b. e. penyusunan standar. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. pedoman.

Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. h. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. satuan kerja. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. 68 . serta informasi hukum dan urusan kehumasan. i. dan rumah tangga.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. f. kearsipan. c. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. g. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. e.

laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. Subbagian Laporan. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. situs. Kelompok Jabatan Fungsional. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. rapat koordinasi. d. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. jaringan. b. terdiri dari: a. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. c. 69 . c. e. pelaporan. b. g. pelaporan. pelaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. f. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Bagian Keuangan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.

penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. f. penyiapan. PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 237 Bagian Keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. b. pelaksanaan. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. 70 . penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. satuan kerja. d. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. e. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. perhitungan pelaksanaan anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. c.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. d. e. penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. c. penyiapan. penelaahan. 71 . evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. c. pertimbangan hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. f. b. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta kehumasan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Informasi Hukum. penelaahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. terdiri dari: a. pelaksanaan informasi. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelayanan konsultasi hukum.

serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Subbagian Kepegawaian.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pengurusan formasi. c. ekspedisi persuratan dinas. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. d. f. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pertamanan dan perparkiran. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. mutasi. keamanan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. telepon. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. c. dan kearsipan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengadaan pegawai. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Implementasi Sipeg. pelaksanaan. b. b. serta urusan keprotokolan dan upacara. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. e. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. kebersihan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. g. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. 72 .

h. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. b. serta rencana dan program pembangunan berjangka. rencana pengadaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. evaluasi kebijakan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. rencana dan program. rencana dan program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 73 . e. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. penelaahan. d. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. f. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. implementasi Sipeg. pelaksanaan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. c. lembaga sertifikasi dan asosiasi. g. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan.

e. c. b. g. b. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan. c. e.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. serta rencana strategis dan RUKN. d. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. f. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. 74 . Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan.

Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. pelaksanaan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penyiapan. penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. d. c. penelaahan. 75 . penyiapan. b. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik.

norma. penyiapan bahan rumusan standar. pelaksanaan. kriteria tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. c. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. e. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. penyiapan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 76 . penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. b.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. f.

penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi pelaksanaan rencana. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penyusunan dokumen perjanjian. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Seksi Multilateral dan Regional. d. multilateral dan regional. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penelaahan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. lembaga sertifikasi. 77 . c.

serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. penyiapan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan pengumpulan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. 78 . serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. e. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. pengolahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pelaksanaan pengelolaan data. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. penelaahan. d.

f. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. e. h. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. d. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. c. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. d. 79 . Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. g. i. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. b. serta perlindungan konsumen. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pembinaan. b.

Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. penyiapan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. c. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. tugas 80 . Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. d. b. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan.c. d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha.

Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. norma. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. penelaahan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. f. c. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. pemberian sanksi. kriteria harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. b. e. b. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Seksi Pengawasan Izin Usaha. b. 81 . pelaksanaan. penyiapan.

c. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penelaahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. d. b. f. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. penelaahan. e. b. penyiapan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. 82 . serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. norma. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kriteria hubungan komersial. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik.

Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. norma. mempunyai tugas 83 . Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. penelaahan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. e. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. b. c. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. d. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan.

e. kelaikan teknis. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. terdiri dari: a. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. keselamatan dan K3. g. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. c. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. i. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan. lindungan lingkungan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. profesi personil. h. 84 . e. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. c. serta pembinaan teknis. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. produk. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. g. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penyiapan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penelaahan. serta Rancangan SNI. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jenis dan mutu tenaga listrik. terdiri dari: a. e. f. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. b. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. d. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 85 .

Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. keselamatan operasi. pelaksanaan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. c. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. d. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. b. norma. g. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan K3. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kelaikan peralatan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. kalibrasi alat ukur. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 86 . instrumentasi.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. f. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. e. b. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300.

87 . Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. d. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. c. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. f. b. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. g.

serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penyiapan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. e. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. 88 . pelaksanaan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. c. d. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. penelaahan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja.

b. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 89 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan standar. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. f. produk. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. d. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. g. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. b. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. norma. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. profesi personil. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.

b. penyiapan rumusan standar. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. 90 . Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. serta rencana dan program energi baru terbarukan. d. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. norma. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. g. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. e. c. c. b. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. f. f. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Energi Perdesaan. d. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. kriteria pemanfaatan energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. e. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. h. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. energi alternatif. c. Subdirektorat Konservasi Energi.

Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. penyiapan. e. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. penyiapan. b. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. penelahaan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. rencana dan program pengembangan usaha. 91 . Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan rumusan standar. c. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. e. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. b. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b.d. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. e. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. 92 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan. b. serta evaluasi atas program konservasi energi. rencana dan program. pelaksanaan. d. penelahaan. terdiri dari: a. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. c. penyiapan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penelahaan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma dan kriteria konservasi energi. penelahaan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Konservasi Energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi.

Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. 93 . penyiapan rumusan standar. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. c. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. Seksi Program Energi Perdesaan.. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. rencana dan program. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. d. penelahaan. penyiapan. pemberdayaan masyarakat. penelahaan. b. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. norma. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. rencana dan program energi perdesaan. serta pedoman pengembangan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan rumusan kebijakan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan.

(2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 94 . penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. b. terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penelahaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. b. penyiapan. c. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan standar. dan prosedur di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. (2) Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. d. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pedoman. b. batubara. Batubara. kriteria. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. norma. dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. 96 .

Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. g. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. d. 97 . dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. h. b. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. e. c. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. i. terdiri dari: a. satuan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. Batubara dan Panas Bumi. b. f. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum.

Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaporan. g. ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. e. akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. d. pelaporan. 98 . ketatalaksanaan. b. rapat koordinasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. terdiri dari: a. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. f. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Keuangan. pengelolaan sistem. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. e. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. d.

e. Subbagian Kekayaan Negara. b. pelaksanaan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. situs. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. satuan kerja. Pasal 354 Bagian Keuangan. b. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. 99 . serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. terdiri dari: a. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. PBI Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. c. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. d. penelaahan. penyiapan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. f. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan revisi anggaran. jaringan. Subbagian Perbendaharaan. c.

pelaksanaan informasi. Subbagian Informasi Hukum. b. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. 100 . dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. c. penelaahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. pertimbangan hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. penelaahan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. d. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. e. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. f. dan Neraca Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. b. Subbagian Pertimbangan Hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta kehumasan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan.

(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. ekspedisi persuratan dinas. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. telepon. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. b. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. batubara. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga. f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. program legislasi dan regulasi bidang mineral. d. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pertamanan dan perparkiran. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. panas bumi dan air tanah. penghargaan dan kesejahteraan pegawai.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penyiapan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan keprotokolan dan upacara. dan Implementasi Sipeg. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penelaahan. pengadaan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. 101 . mutasi. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. dan kearsipan. pelaksanaan. e. kebersihan. pengurusan formasi. c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. keamanan.

implementasi Sipeg. perumusan kebijakan pengembangan usaha. b. c. rencana pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. neraca sumber daya wilayah kerja. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. wilayah kerja. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. panas bumi dan air tanah. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. c.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. b. serta penetapan wilayah kerja. dan produksi. penelaahan. 102 . d. terdiri dari: a. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. cadangan atau potensi. batubara. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. investasi dan pendanaan. Subbagian Tata Usaha. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Subbagian Kepegawaian. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan produksi. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta kebijakan pengelolaan air tanah.

panas bumi dan air tanah. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. c. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pengelolaan data. e. j. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. menengah dan tahunan berbasis kinerja. g. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. f. batubara. batubara. i. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. panas bumi dan air tanah. b. h. evaluasi kebijakan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. c.e. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. pencatatan dan perhitungan PNBP. panas bumi dan air tanah. eksplorasi dan operasi produksi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. perumusan perencanaan. d. serta perhitungan bagi hasil. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. d. lembaga sertifikasi dan asosiasi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. e. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. 103 . Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. batubara. f. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi.

pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. terdiri dari: a. serta kerja sama di bidang mineral. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. 104 . panas bumi dan air tanah. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. g. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. c. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. f. Seksi Program Mineral dan Batubara. e.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan. panas bumi dan pengelolaan air tanah. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. batubara. penelaahan. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. penyiapan. d. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. 105 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penelaahan. panas bumi dan air tanah. batubara dan pemanfaatan panas bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. pelaksanaan. Kontrak Karya (KK). (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. b. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. b. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 106 . penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. f. batubara. serta penyusunan statistik pengusahaan. penyiapan. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. panas bumi dan air tanah.e. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penyiapan. kriteria pencadangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. b. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.

107 . peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. batubara dan panas bumi. statistik. Panas Bumi dan Air Tanah. batubara. Seksi Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. terdiri dari: a. Batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. panas bumi dan air tanah. penelaahan. penelaahan. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. serta penetapan wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. neraca sumber daya. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja.e. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. f. penyiapan penetapan potensi. penyiapan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. g. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. b. cadangan dan wilayah kerja. pelaksanaan.

serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. c. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. pemeriksaan dan pengujian PNBP.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. pelaksanaan pencatatan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. 108 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penelaahan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. d. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. penelaahan. batubara dan panas bumi. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. serta bagi hasil daerah. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. e. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

g. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. b. c. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. 113 . Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. d. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. f. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hubungan Komersial Batubara. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. b. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. h. terdiri dari: a. d. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. c. e. pembinaan hubungan komersial panas bumi. perumusan pengaturan.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. i. f. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. g. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. 114 . pelaksanaan. b.

Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. e. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 115 . Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. d. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. k. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. e. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. l. b. c. norma. g. d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan standar. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. terdiri dari: a. f. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. f. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer.j. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi.

serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. b. e. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. b. c.h. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. serta pengelolaan air tanah. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. Seksi Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. i. pelaksanaan fasilitasi. pelaksanaan. 116 . penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. studi kelayakan dan eksploitasi. d. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. penelaahan.

serta pengendalian air tanah. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. d. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan. 117 . Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. b. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. f. e. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. c. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. terdiri dari: a. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g.

serta pengelolaan air tanah. b. i. terdiri dari: a.h. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. d. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. b. e. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. 118 . Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. c. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

c. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. b.g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan. 119 . pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. d. pelaksanaan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. f. e. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. h.

120 . Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta air tanah. b. c. b. pelaksanaan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan. Seksi Konservasi Air Tanah. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. batubara dan panas bumi. serta ketatausahaan. terdiri dari: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. penelaahan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. h. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. dan panas bumi. produk. b. b. e. f. batubara dan panas bumi. i. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Kelompok Jabatan Fungsional. e. panas bumi dan air tanah. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. f. serta penggunaan tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. batubara. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral.d. j. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. d. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. profesi personil. K3. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Batubara dan Panas Bumi. g. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 121 . Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. terdiri dari: a. kelaikan teknis. c. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi.

Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. norma. e. b. penelaahan. d. Batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. 122 . pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penyiapan. jenis dan mutu produk. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan.c. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan standar. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. pemurnian. produk. profesi personil. batubara. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta konservasi mineral dan batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. dan panas bumi. f. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. g. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penelaahan.

penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. 123 . c. penyiapan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. b. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. e. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. dan konservasi mineral. batas wilayah kerja. serta konservasi mineral dan batubara. pelaksanaan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. batubara dan panas bumi.b. penyiapan. d.

h. b. f. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. 124 . g. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. pelaksanaan. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral.c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. d. Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. batubara. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. dan panas bumi. e. pelaksanaan. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. Batubara. i. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. penelaahan. penyiapan rumusan standar. f. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. g. pengangkutan. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. dan panas bumi. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. kalibrasi alat ukur. 125 . batubara. b. norma. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Batubara. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. b. c. penimbunan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. instrumentasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. d. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Keselamatan Batubara. pelaksanaan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyimpanan. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. dan Panas Bumi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. penyiapan. Batubara. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. keamanan instalasi.

terdiri dari: a. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. d. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Batubara. dan Panas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. e. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. panas bumi dan air tanah. penelaahan. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. c. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. norma. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 126 . (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. f. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.

127 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

keuangan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat IV. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. d. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. 128 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. c. penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. c. b. Inspektorat II. e. Inspektorat I. Inspektorat III. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

d. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. f. c. i. perlengkapan. g. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pengurusan kepegawaian dan organisasi. b. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. e. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. h. b. keamanan. k. e. j. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan. keprotokolan dan rumah tangga. pengelolaan urusan tata usaha. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. Kelompok Jabatan Fungsional. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 129 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. kearsipan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.

jaringan dan situs informasi. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. 130 . penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaporan. ketatalaksanaan. i. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Laporan. penyajian informasi. akuntabilitas kinerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. situs. akuntabilitas kinerja. j. b. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. d. pelaporan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. h. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penelaahan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. program kerja. dan rencana kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. e. rapat koordinasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan. satuan kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Subbagian Penyiapan Rencana. ketatalaksanaan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. g. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. f.

Inspektorat Jenderal. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. pelaksanaan. b. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Badan Geologi. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. analisis hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. penyiapan. 131 . d. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. penelaahan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan analisis. c. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengolahan. b.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. e. Batubara dan Panas Bumi. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan.

Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. penyuluhan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. bantuan hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. e. serta pemberian pertimbangan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 132 . penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Subbagian Kepegawaian. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan koordinasi urusan hukum. dan implementasi Sipeg. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. masyarakat dan yustisia. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. d. dokumentasi dan tata naskah. c. b. serta pemberian pertimbangan hukum. dokumentasi hukum. b. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pertimbangan hukum. terdiri dari: a. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan.

dokumentasi dan tata naskah. h. dan implementasi Sipeg. perbendaharaan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. perbendaharaan. i. terdiri dari: a. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. rumah tangga dan kehumasan. dan kearsipan. b. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. k. rumah tangga dan kehumasan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. perlengkapan. penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. f. serta pengurusan administrasi keuangan. j. c. g. keprotokolan dan kehumasan. pelaksanaan keamanan. serta pengurusan administrasi keuangan. pelayanan kesekretariatan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. d. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. e. pelaksanaan. 133 . kebersihan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. b. Subbagian Rumah Tangga. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. perlengkapan. pengurusan penganggaran. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. persuratan dinas.

Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. e. pemeriksaan. persuratan dinas. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan. 134 . perumusan laporan hasil pengawasan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. d. penelaahan. penelaahan. b. perlengkapan dan pengadaan. perencanaan kebutuhan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. c. kearsipan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). keprotokolan dan kehumasan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta evaluasi atas urusan keamanan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

g. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. 140 . Sekretariat Badan Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Pusat Survei Geologi. penelitian dan pelayanan. perumusan kebijakan di bidang geologi. Pusat Lingkungan Geologi. h. pelayanan survei geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. c. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. c. d. d. Pusat Sumber Daya Geologi. f. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan geologi lingkungan. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. b. e.

Bagian Keuangan. h. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. e. e. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. i. Kelompok Jabatan Fungsional. dan rumah tangga. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Umum. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Kepegawaian. j. 141 . pelaporan. kearsipan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. c. b. serta perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. informasi hukum. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta pelaksanaan bantuan hukum. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. d. g. f. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. b. terdiri dari: a. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504.

terdiri dari: a. 142 . penyiapan. pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. c. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Laporan. e. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. Subbagian Pengelolaan Informasi. f. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. c. penelaahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. situs. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyajian informasi. pelaksanaan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penelaahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. jaringan dan situs informasi. akuntabilitas kinerja. penyiapan. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. b.

serta evaluasi atas perencanaan. kepangkatan. pengangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta implementasi Sipeg Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. d. pelaksanaan. 143 . pengadaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta implementasi Sipeg. pemberhentian. e. kesejahteraan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penyiapan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. pemberhentian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mutasi. penggajian. penelaahan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan analisis jabatan. pengembangan. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. c. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. b. kepangkatan. pengembangan. b. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. penggajian. kesejahteraan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. c. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional.

serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Kekayaan Negara. 144 . laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. penelaahan. pelaksanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga. b. serta penyelesaian kerugian negara. penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Neraca. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 517 Bagian Keuangan. penelaahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. e. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. PBI Badan. c. penelaahan. b. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. kearsipan. Subbagian Perbendaharaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan revisi anggaran Badan. perlengkapan.

145 . persuratan dinas. kehumasan. c. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. bantuan hukum. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. c. rencana kebutuhan dan pengadaan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pelayanan kesekretariatan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. informasi dan dokumentasi hukum. b. perpustakaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha. serta pengurusan perlengkapan. pengadaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. Subbagian Hukum. distribusi penggunaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan pemeliharaan barang inventaris. f. perlengkapan dan rumah tangga Badan. kesekretariatan. penyiapan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. kearsipan. Pasal 521 Bagian Umum. perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. e. penyiapan koordinasi ketatausahaan. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kebersihan dan keamanan Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

Bidang Informasi. Bidang Sarana Teknik. b. administrasi keuangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. f. g. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. mineral. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. j. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pemetaan tematik potensi. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 146 . d. d. Bagian Tata Usaha. e. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. batubara. dan panas bumi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. gambut. penyelidikan. penyusunan neraca sumber daya geologi. rumah tangga. penyelidikan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. keuangan. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta rancang bangun dan pemodelan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. c. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian Pusat. c. bitumen padat. h. perumusan rencana dan program. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. rekayasa teknologi.

keuangan. keamanan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. c. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pengurusan perencanaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengangkatan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. 147 . d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. serta akuntansi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. c.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. penelaahan. pelaksanaan. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. b. 148 . penyusunan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Subbidang Laboratorium. e. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik.d. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. terdiri dari: a. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. f. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d.

rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan. jaringan dan situs informasi. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. penyiapan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. d. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. terdiri dari: a. c. dokumentasi dan publikasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 149 . b. penganggaran. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Program. Pasal 540 Bidang Informasi. pelaksanaan sosialisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan perpustakaan. b. serta operasi perangkat lunak informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. gempa bumi. dan kepegawaian Pusat. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. operasi perangkat lunak. serta sesar aktif. pengelolaan ketatausahaan. tsunami.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. i. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyelidikan. j. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. dan gerakan tanah. b. g. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. f. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. 150 . serta pos pengamatan gunung api. penelaahan. sistem. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. gempa bumi. pemodelan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. dokumentasi. dan gerakan tanah h. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. penelaahan. d. dan rekayasa teknologi. sosialisasi. perpustakaan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. tsunami. rumah tangga. pelaksanaan. administrasi keuangan. serta rancang bangun.

Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e.k. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan pengelolaan sarana. pengurusan perencanaan. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. d. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. kearsipan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. l. keuangan. Bagian Tata Usaha. pengangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. pengembangan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. keamanan. pemelaahan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. c. serta perpustakaan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. 151 . b. evaluasi pelaksanaan penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyelidikan. kebersihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. b. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. c. administrasi keuangan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. b. pengurusan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. b. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. d. penetapan status. 152 . serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. penelaahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. terdiri dari: a. serta penetapan status dan peringatan dini. pemelaahan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan. geokimia dan deformasi. Subbidang Pengamatan Gunung Api.

serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan. c. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 153 . d. pelaksanaan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. b. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. penelaahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. penelaahan. terdiri dari: a.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553.

(2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. 154 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. e. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelidikan. d. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penyiapan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. b. f. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. gerakan tanah dan tsunami. c. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta pelaksanaan atas perencanaan program.

pengelolaan ketatausahaan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bagian Tata Usaha. c. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kepegawaian Pusat.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. geologi teknik dan air tanah. Bidang Informasi. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. pengembangan. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. e. geologi teknik dan air tanah. g. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Bidang Sarana Teknik. 155 . pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. dan pengelolaan tata ruang. j. pengangkatan. administrasi keuangan. Bidang Program dan Kerja Sama. b. c. b. i. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rumah tangga. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. k. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelidikan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rekayasa teknologi. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. h. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keamanan. b. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d.c. d. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. 156 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. e. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. keuangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. f. serta akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c.

Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c. terdiri dari: a. Subbidang Laboratorium. Subbidang Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. 157 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. penelaahan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. d. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. b. b. e.

dokumentasi dan publikasi. pelakanaan pengelolaan sistem. c. terdiri dari: a. penelaahan. penganggaran. b. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 578 Bidang Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. serta pengelolaan perpustakaan. d. serta pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 .Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.

serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. i. f. evaluasi pelaksanaan penelitian. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. b. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. geomorfologi. pemetaan dan penelitian geologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. penelaahan. sosialisasi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. dan kepegawaian Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dokumentasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. l. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. rekayasa teknologi. g. operasi perangkat lunak. tektonik. penelaahan. penelitian dan penyelidikan geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan ketatausahaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. h. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pemetaan geologi. pemetaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. geokimia. rumah tangga. 159 . d. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. j. sistem. pelayanan jasa survei. perpustakaan. pelaksanaan. k. penyelidikan dan survei di bidang geologi. e. administrasi keuangan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. m. geofisika. inventarisasi hasil survei. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

pengangkatan. c. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Informasi. serta akuntansi. pengembangan. b. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. 160 . Kelompok Jabatan Fungsional. e. pengurusan perencanaan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. kebersihan. d. b. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Program dan Kerja Sama. b. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Bidang Sarana Teknik. e.

e. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. d. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. 161 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. terdiri dari: a.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. f. b. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana Penyelidikan.

Subbidang Kerja Sama. b. d. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. e. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta kerja sama pelayanan jasa. serta rencana strategis berbasis kinerja.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. pengelolaan. penelaahan. 162 . penganggaran. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan.

serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. sosialisasi. terdiri dari: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. operasi perangkat lunak. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan publikasi. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. d. 163 . Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penelaahan. sistem. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. perpustakaan. penelaahan. dokumentasi. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan perpustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. b. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. jaringan dan situs informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta pemutakhiran basis data.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. 164 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. Perekayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. c. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. 165 . pembinaan pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. mineral batubara.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. g. panas bumi. d. f. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi.

e. d. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 166 . koordinasi pelayanan administratif Badan. f. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta pelaksanaan bantuan hukum. h. g. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. kearsipan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. b. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. serta perencanaan kerja. terdiri dari: a. e. c. informasi hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. dan rumah tangga. d.

Bagian Rencana dan Laporan.i. Subbagian Laporan. akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Umum. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. e. pengelolaan sistem. c. pelaporan. Bagian Kepegawaian. terdiri dari: a. j. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. jaringan dan situs informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pelaporan. ketatalaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan. d. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. 167 . penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. f. Subbagian Pengelolaan Informasi. e. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. akuntabilitas kinerja. b. c. d.

penyiapan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. satuan kerja. serta implementasi Sipeg. terdiri dari: a. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. b. pelaksanaan. penggajian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta penyempurnaan organisasi Badan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyajian informasi.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. e. situs. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. kepangkatan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. dan analisis jabatan. kesejahteraan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pemberhentian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penelaahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penelaahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. pengembangan. c. pengurusan perencanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. 168 . penelaahan. pengadaan.

serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta evaluasi atas perencanaan. serta penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. kepangkatan pemberhentian. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 618 Bagian Keuangan. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pengangkatan. penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. b. e. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. c. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg Badan. 169 . PBI Badan. kesejahteraan. d. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penyiapan. penyiapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. penggajian. serta evaluasi atas mutasi. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengembangan.

perlengkapan dan rumah tangga Badan. Pasal 622 Bagian Umum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. dan pemeliharaan barang inventaris. penelaahan. kearsipan. b. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. kehumasan. dan rumah tangga. dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaaan bantuan hukum. perlengkapan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. f. c. distribusi penggunaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. kearsipan. dan kearsipan. terdiri dari: a. penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Neraca. dan revisi anggaran Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. e. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. perlengkapan. pelaksanaan. serta pengurusan perlengkapan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. persuratan dinas. pelaksanaan. pelayanan kesekretariatan. perpustakaan. 170 . informasi dan dokumentasi hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pengadaan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Hukum. d. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. b. pelaksanaan.

d. penyiapan. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan hukum. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan dan keamanan Badan. 171 . pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rencana kebutuhan dan pengadaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. f. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta keprotokolan dan upacara Badan. kesekretariatan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. e. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon.

dan kepegawaian Pusat. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. d. i. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. 172 . terdiri dari: a. pengangkatan. Kelompok Fungsional. rumah tangga. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. e. e. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keuangan. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. b. d. pengembangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara.h. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Bidang Afiliasi. b. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha. c. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. Bidang Program. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. c.

173 . Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. d. pemeliharaan sarana kerja. e. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pengadaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. keamanan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. dan kebersihan Pusat. penyediaan bahan baku.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaksanaan.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. serta analisis. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. b. c. Pasal 637 Bidang Program. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a. 174 . penyiapan rumusan rencana dan program. b. evaluasi.

e. jaringan. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 641 Bidang Afiliasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Subbidang Informasi dan Publikasi. b. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 175 . pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. c. pelayanan jasa teknologi. d. situs dan penyebarluasan informasi.

dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. administrasi keuangan. jaringan. h. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. f. d. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. b. i. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. 176 . dan kepegawaian Pusat. situs dan penyebarluasan informasi. g. c. pelaksanaan. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. pemeliharaan sarana kerja. serta pengadaan. 177 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. d. pelaksanaan pengelolaan anggaran.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. dan kebersihan Pusat. d. kebersihan. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Bidang Program. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. c. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. pengurusan perencanaan. b. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. serta pelaksanaan keamanan. pengangkatan. Bidang Afiliasi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. e. Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat.

penyiapan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. d. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan. e. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. 178 . penyediaan bahan baku. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan.

Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. c. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. 179 . penelaahan. serta analisis. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan. penelaahan. c. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelayanan jasa teknologi. jaringan. penelaahan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengelolaan sistem. d. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. 180 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. b.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.

Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha. Kelompok Fungsional. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. rumah tangga. b. administrasi keuangan. i. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bidang Program. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Afiliasi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. pengelolaan ketatausahaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. 181 . dan kepegawaian Pusat. d. terdiri dari: a. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. g. e. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. d. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. c.

serta pelaksanaan keamanan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. kebersihan. pengurusan perencanaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. 182 . Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan kebersihan Pusat. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. keuangan. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. b. c. pengangkatan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. d. pemeliharaan sarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta pengadaan. pengembangan.

b. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. penyiapan. c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengembangan Sarana. 183 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. e. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan.

serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. b. penelaahan. penyiapan. serta analisis. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. evaluasi. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 675 Bidang Program. terdiri dari: a. 184 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. c.

pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. d. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. 185 . e. terdiri dari: a. Pasal 679 Bidang Afiliasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. jaringan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. c. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.

Bagian Tata Usaha. i. administrasi keuangan. geokimia. d. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. terdiri dari: a. f. keuangan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan geofisika kelautan. g. j. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. e. e. Kelompok Fungsional. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi. h. dan kepegawaian Pusat. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 186 . rumah tangga. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Program. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. c.

d. serta pelaksanaan keamanan. b. pengembangan. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. keselamatan kerja dan keprotokolan. keamanan. perencanaan. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. b. 187 . Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. b. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.

penyediaan bahan baku. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. b. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. 188 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pengelolaan. e. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.

b. d. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. terdiri dari: a. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.c. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. 189 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. b. penelaahan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. terdiri dari: a.d. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. 190 . penelaahan. pelaksanaan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi. 191 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Perekayasa.

mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. 192 . rencana dan program pendidikan dan pelatihan. batubara.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. geologi. c. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. g. e. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan. h. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi.

c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. satuan kerja. f. h. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. 193 . pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. d. e. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. e. c. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. d. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. g. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. pembinaan kerja sama. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara.

terdiri dari: a. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. c. k. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan. penganggaran. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. d. akuntabilitas kinerja. c. dan rumah tangga. d. e. Bagian Kepegawaian.j. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. kearsipan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. h. pelaporan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Umum. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. b. l. g. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. 194 . Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. f. akuntabilitas kinerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan.

serta pengembangan organisasi Badan. dan sistem. pengadaan. e. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. 195 . evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. terdiri dari: a. penyiapan. kepangkatan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pemberhentian. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. prosedur kerja. c. jaringan dan situs informasi Badan. penelaahan. penggajian.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. penelaahan. pelaksanaan. akuntabilitas kinerja. pengurusan perencanaan. b. d. serta evaluasi atas laporan berkala. pelaksanaan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta implementasi Sipeg. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengembangan. dan analisis jabatan. penyiapan. penelaahan. b. Subbagian Kerja Sama. c. kesejahteraan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. perencanaan kerja. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

. penyiapan. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. terdiri dari: a. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. produk kilang. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbidang Kilang. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. b. 200 . c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan. kontrol kualitas. penelaahan. Subbidang Utilitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. c. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. 201 . pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penelaahan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. d. Subbidang Laboratorium. penyiapan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penyediaan dan pemanfaatan. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbidang Bengkel. pelayanan jasa.

e. d. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. serta kepustakaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur. pelaksanaan. 202 . b. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengelolaan kepustakaan. g. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. f. pedoman. b.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. norma. penelaahan. standar. pedoman.

pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. g. prosedur. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. h. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. i. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. c. pemberian pelayanan jasa. Bagian Tata Usaha. b. Batubara. Bidang Sarana Teknis. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. e. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. f. c. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. 203 . d. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. perlengkapan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kearsipan. d. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kriteria pendidikan dan pelatihan.

pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perbendaharaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. d. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. e. 204 . kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. organisasi. serta hukum. perlengkapan. akuntansi. c. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. dokumentasi dan tata naskah.

penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. e. 205 . rencana pengembangan. penelaahan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penggunaan. c. Subbidang Pengembangan Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. norma. d. pelaksanaan. pelaksanaan pemeliharaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.c. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara.

norma. dan prosedur. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. norma. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. d. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. pedoman. pedoman. kerja sama dan sistem. Subbidang Program dan Kerja Sama. e. b. e. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. f. 206 . pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. b. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan.d. c. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.

Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penyiapan penyelenggaraan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyiapan penyelenggaraan. pelaksanaan. penyusunan standar. pedoman. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria dan prosedur. e. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. d. f. c. norma. terdiri dari: a. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pelaksanaan. b. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. norma. kriteria dan prosedur. penelaahan. 207 .Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. prosedur. penyusunan standar. pemberian pelayanan jasa.

g. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. b. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha. c. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. c. h. Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. b. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kepegawaian dan Umum. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perbendaharaan. e. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. 208 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 209 . pedoman. e. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. dan sistem. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. norma. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. akuntabilitas kinerja. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Perencanaan. c. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan dan situs informasi. b. kerja sama. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. d. penyiapan.

b. pelaksanaan kerja sama.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. norma. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi. penelaahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. b. Subbidang Pelatihan. kriteria dan prosedur. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. d. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan. penyiapan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. e. kerja sama. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. 210 .

penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. g. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. kriteria pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. b. c. pemberian pelayanan jasa. norma. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. penelaahan. f. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. h. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Kelompok Jabatan Fungsional. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. pengelolaan ketatausahaan. prosedur. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. 211 . b. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pedoman.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.

e. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kehumasan dan keprotokolan. akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. kearsipan. perlengkapan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan. perbendaharaan. hukum. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. b. 212 .

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. penelaahan. c. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. 213 . serta evaluasi atas standar. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. b. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. d. pedoman. norma. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. norma dan kriteria. b. kerja sama. terdiri dari: a. pelaksanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

d. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. c. Subbidang Pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. penelaahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan kerja sama. promosi. 214 . b. penelaahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. b. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. b. d. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Direktorat Jenderal. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. 216 . terdiri dari: a. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. e. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. c.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. j. h. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. b. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. serta neraca energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. e. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. d. g. f. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. k. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. i. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. 217 . c.

Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. terdiri dari: a. d. b. 218 . d. Bagian Tata Usaha. dan persuratan dinas. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta kearsipan Pusat. e. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Pusat. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. dukungan operasi kerja. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Tata Usaha Bakoren. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. b. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan urusan tata usaha. rumah tangga. c. c. pelaporan dan tata persuratan. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. terdiri dari: a. Bidang Kajian Strategis. serta kearsipan Bakoren.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 804 Bagian Tata Usaha.

penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. i. penyiapan norma. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. b. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. k. d. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. f. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. c. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. e. j. 219 . h. g.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. b. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. l.

e. d. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. 220 . serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyusunan rumusan norma. penyiapan. penelaahan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan. pelayanan data dan informasi. penelahaan. batubara dan panas bumi. b. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. c. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.

Subbidang Kajian Strategis Energi. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. d. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pelaksanaan. bitumen padat. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. 221 . gambut. b. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. air tanah dan kegeologian.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. f. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. b. e. pelaksanaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. penelahaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814.

tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. 222 .

dan keselamatan umum.a kepada pejabat eselon I. penganggaran. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. standardisasi teknis. peralatan. peraturan perundang-undangan. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. dengan lingkup meliputi personil. dan akuntabilitas kinerja Departemen. organisasi. regulasi ekonomi dan keteknikan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. perencanaan kerja. 223 . dokumentasi. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II.

b. Sekretaris Direktorat Jenderal. (3) Kepala Biro. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. 224 . (5) Kepala Subbagian. Kepala Pusat. (4) Kepala Bagian.a. Direktur Jenderal. Inspektur. Direktur Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.a. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XIV ESELON. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.a. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.

diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.d.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. X. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 225 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 . (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. susunan organisasi.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . b. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful