MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. 5 . (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. terdiri dari: a. d. d. Biro Keuangan. c. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Departemen lain. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Kementerian Negara. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. e. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. dan lembaga lain yang terkait. Biro Umum. koordinasi kegiatan Departemen. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. b. Lembaga Pemerintah Non Departemen. c. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

h. c. serta rencana strategis. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana pembangunan jangka panjang. menengah dan tahunan. b. rencana kerja dan anggaran. k. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta kerja sama. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. terdiri dari: a. c. g. Bagian Kerja Sama. i. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. evaluasi kebijakan pembangunan. d. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. perumusan kebijakan pembangunan. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. sosialisasi kebijakan pembangunan. l. 6 . f. e. dan rencana anggaran. d. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta perumusan akuntabilitas kinerja. penyusunan harga satuan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. Bagian Analisis dan Evaluasi. e. rencana dan program kerja. rencana anggaran. b. Bagian Perencanaan Anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. j. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. rencana dan program kerja dan anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.

Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. f. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Penunjang. b. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan rumusan RK-KL. standar dan kriteria rencana kerja. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. c. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan norma. 7 . Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Inspektorat Jenderal. Menengah dan Tahunan Departemen. dan urusan tata usaha Biro. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. e. penelaahan. b. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. dan Badan Geologi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. c. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. f. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. e. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan rumusan standar. penyiapan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. dan Badan Geologi. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. norma. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. penelaahan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan satuan harga pokok. b. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. b. terdiri dari: a. Subbagian Penganggaran Penunjang. penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. dan 8 . mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. d.

Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. c. penyiapan rumusan standar. Inspektorat Jenderal. g. menengah. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. c. 9 . serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. kriteria akuntabilitas kinerja. tahunan dan rencana strategis. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. b. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. terdiri dari: a. penelaahan. norma. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. b. d. penyiapan bahan sidang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. RKA-KL. f.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL.

penelaahan. Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Batubara. penelaahan. g. 10 .Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. e. dan Badan Geologi. penyiapan. serta kerja sama asosiasi. kriteria kerja sama. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. h. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. b. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. norma. penyiapan rumusan standar. c. d. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

jabatan struktural dan fungsional. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. pengadaan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. disiplin. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. terdiri dari: a. kepangkatan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. penelaahan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Bilateral. c. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 11 . pemensiunan. dan penilaian kinerja pegawai. e. b.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. penempatan dan pengembangan pegawai. dan kesejahteraan pegawai. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. penelaahan. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. serta penyiapan penetapan pemberhentian. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. d. pembinaan mutasi. penelaahan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. pengembangan organisasi dan tata laksana. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Organisasi dan Tata Laksana.f. d. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. b. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. e. pengadaan. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. d. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). k. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. evaluasi pembinaan kepegawaian. f. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. j. pola dan pengembangan karir pegawai. e. penyusunan rencana formasi. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Pegawai Negeri Sipil (PNS). 12 . c. b. serta kartu PNS. penyiapan rumusan rencana. penyiapan rumusan standar. g. c. i. g. serta standardisasi kompetensi jabatan. norma.

Subbagian Perencanaan dan Pengadaan.h. b. i. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Subbagian Pengembangan Karir. kompetensi pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. j. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. serta kesejahteraan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. terdiri dari: a. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 13 . c. pengelolaan administrasi tugas belajar. penelaahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. pemindahan. penelaahan. penyiapan. dan Kartu PNS Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. penyiapan. bimbingan teknis. kepangkatan. penelaahan. pemberhentian dan disiplin.

serta urusan pemberian penghargaan pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. Kartu Suami. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. dan penilaian prestasi pegawai. b. kepangkatan. Taspen. j. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. Askes. kriteria mutasi pegawai. terdiri dari: a. f. cuti. pengangkatan kembali. perbantuan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dipekerjakan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. kepangkatan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. dan penarikan kembali pegawai. pelaksanaan. k. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. dan Bapertarum. g. pemindahan. penelaahan. ujian dinas dan Ujian KPPI. penyiapan standar. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. i. pemindahan. dipekerjakan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian dan disiplin. pemberhentian. pembebasan sementara. pelaksanaan kepangkatan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. c. serta kesejahteraan pegawai Departemen. e. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. h. penarikan kembali. serta kesejahteraan pegawai. pemindahan. norma. b. d. 14 . dan penilaian angka kredit. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pemberhentian. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. perbantuan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. c. pelaksanaan pemindahan pegawai. serta Kartu Istri. pelaksanaan disiplin pegawai.

pelaksanaan. Kartu Suami. i. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penyusunan laporan kekuatan pegawai. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. penghargaan. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. penilaian angka kredit. h. dan administrasi lembaga tripartit. penyiapan. penggajian. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. 15 . serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan daftar riwayat hidup pegawai. jabatan. pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. c. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Kartu Istri. e. penelaahan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Askes. d. pemberhentian. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemberhentian dan pemensiunan. pelayanan kesehatan. Bapertarum pegawai Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pemindahan. Taspen. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pengadaan pegawai. f. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. g. disiplin. Daftar Urut Kepangkatan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. penghargaan. kepangkatan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai.

Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. penelaahan. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pelaksanaan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. b. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. b. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. pelaksanaan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pengembangan organisasi. 16 . kepangkatan. pendidikan dan pelatihan pegawai. klasifikasi dan peta jabatan. penelaahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pemberhentian. terdiri dari: a. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan rumusan standar. pemindahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penggajian. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penghargaan. e. c. serta evaluasi. jabatan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. d. c. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pengadaan pegawai. norma. penelaahan.

peta jabatan. perbendaharaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pengembangan. standardisasi kompetensi jabatan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen.f. Subbagian Kelembagaan. 17 . penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengembangan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pola hubungan kerja. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. c. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. h. Subbagian Tata Laksana. pengembangan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. b. penelaahan. analisis beban kerja.

akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 49 Biro Keuangan. g. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. d. administrasi keuangan. penyelesaian kerugian negara. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. laporan realisasi anggaran. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta pembinaan perbendaharaan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. e. serta nota keuangan. perbendaharaan. serta Neraca Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). i. Bagian Perbendaharaan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. 18 . f. k. Bagian Akuntansi. pembinaan inventarisasi. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. b. dan implementasi sistem akuntansi. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. h. j. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. e. b. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. serta bimbingan teknis perbendaharaan. kekayaan negara dan akuntansi. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. terdiri dari: a. d. l. serta pelaksanaan akuntansi. c.

d. penelaahan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. Subbagian Anggaran Belanja. c. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Subbagian Pengolahan Data Anggaran. j. c. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan target. pelaksanaan. 19 . evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. h. g. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. k. dan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. evaluasi tarif dan revisi PNBP. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. terdiri dari: a.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan. b. penelaahan. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan standar. penelaahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. e. penyiapan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. b. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen.

Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Inspektorat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. c. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. norma. e. serta pembagian iuran sumber daya alam. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. f. dan pengelolaan SPM. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. b. penelaahan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. b. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. 20 . pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Badan Geologi.

tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. b. e. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. 21 . Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. terdiri dari: a.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. g. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. ganti rugi. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. kriteria pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. c. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. c. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. b. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. tuntutan perbendaharaan. pelaksanaan. norma.

dan bidang geologi dan sumber daya mineral. g. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Neraca. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan verifikasi. penelaahan. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Badan Geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. terdiri dari: a. c. penelaahan. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. c. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. e. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). 22 . (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. d. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. norma. rekonsiliasi. Inspektorat Jenderal.

dan implementasi SAI Departemen. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. f. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. bantuan hukum dan kehumasan. d. serta evaluasi atas pembukuan aset. penelaahan. verifikasi anggaran. dan implementasi SAAT Departemen. serta pelaksanaan kehumasan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. kewajiban. penelaahan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). Laporan Realisasi Anggaran (LRA). serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan bantuan hukum. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. rekonsialiasi. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan hukum. pelaksanaan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. g. dan bantuan hukum. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. 23 . c. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta hubungan masyarakat Departemen. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. b. penelaahan. serta program legislasi dan regulasi. h. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan. penelaahan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. pengelolaan dokumentasi. equitas dana.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penyelesaian kasus hukum. konsolidasi. Neraca.

Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. b. b. evaluasi peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. e. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. c. terdiri dari: a. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. j. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Bantuan Hukum. e. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. dan bantuan hukum. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. c.i. Bagian Penelaahan Hukum. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. terdiri dari: a. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. 24 . b. Bagian Hubungan Masyarakat. penelaahan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. d.

pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. b. penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 25 . norma. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penelaahan. g. c. d. kriteria kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. e. h. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. f. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. penelaahan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. c. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 26 . penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. norma. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. e. b. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan. b. penelaahan. f. d. terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. c.

pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. c. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. konferensi pers. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. e. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta monitoring dan analisis berita. d. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. f. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. 27 . dan unsur unit penunjangnya.

Subbagian Publikasi. penelaahan. abstrak peraturan perundang-undangan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. j. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. pameran Departemen. dan urusan tata usaha Biro. peliputan dan perekaman kegiatan. i. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. penerbitan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan peliputan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. b. penelaahan. terdiri dari: a. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. 28 .g. pelaksanaan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. c. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. konferensi pers. monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan.

j. tata persuratan dinas dan kearsipan. i. rumah tangga Sekretariat Jenderal. f. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. h. pengadaan. Sekretaris Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan sarana dan prasarana kerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. g. pengelolaan keamanan dan keselamatan. terdiri dari: a. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pengelolaan rumah tangga. c. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. b. Kepala Biro dan Kepala Pusat. e. e. perlengkapan dan pengadaan. Staf Ahli. f. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. d. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. b. Bagian Tata Usaha. tugas 29 . serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. d. tata persuratan dinas dan kearsipan. tata usaha dan kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 87 Biro Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Bagian Perlengkapan.

(3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. pelantikan. f. Jakarta Pusat). persuratan dinas. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. c. c. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. b. e. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. d. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. b. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Subbagian Tata Usaha Menteri. terdiri dari: a. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyiapan penyelenggaraan rapat. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen.

pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. pelaksanaan. norma. b. penelaahan. b. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. 31 . Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penjadwalan kegiatan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. penyiapan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. dan ekspedisi surat dinas. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. c. c.

Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. keamanan. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. b. d. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pelaksanaan kebersihan. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.H. Thamrin 1. c. c. M. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. Jakarta Pusat). f. terdiri dari: a. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. serta pengadaan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. 32 . serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. keselamatan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Kepala Biro dan Kepala Pusat. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. c. e. penyiapan kegiatan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. d. c. b. inventarisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. norma. dan kearsipan Staf Ahli. g. 33 . penyiapan bahan rumusan standar. serta pengadaan. b. pelaksanaan pengadaan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengadaan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. penelaahan penyiapan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rencana Kebutuhan. terdiri dari: a. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. kriteria perlengkapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 34 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. 35 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. norma. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. terdiri dari: a. pedoman. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. d. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan standar. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. e.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. kriteria.

koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. i. h. 36 . e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Rencana dan Laporan. dan rumah tangga. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. terdiri dari: a. b. c. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. satuan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pelaporan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. kearsipan. f. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. g. pengelolaan urusan ketatausahaan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. j. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. f. n. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. pelaksanaan. b. perumusan pengaturan. implementasi Sipeg. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. rencana dan program. d. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil. g. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. e. 41 . perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. l. WP & B). h. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. c. m. k. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting.

h. p. d. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. ketersediaan dan infrastruktur sektor. b. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. evaluasi kebijakan. c. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. d. serta pencadangan strategis. f. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. norma. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. f. serta data kebutuhan. g. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi.o. b. 42 . penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. e. c. b. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. penyusunan statistik.

Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. permasalahan iklim usaha. f. b. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. d. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. b. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. e. c. pengumpulan data potensi. penyiapan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. dan terms of condition KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. evaluasi pelaksanaan kebijakan. norma. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. 43 . serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penelaahan. terdiri dari: a. serta penyediaan informasi. penelaahan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. dan pelaksanaan sosialisasi.

penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. i. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. f. c. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. retribusi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). tugas serta induk. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta bagi hasil daerah. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. pelaksanaan pencatatan. j. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. h. e. norma. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. 44 . penelaahan. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). d. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta biaya operasi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. pajak. pemeriksaan dan pengujian. tugas serta induk. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan.

penelaahan. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. lifting dan target penerimaan. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. terdiri dari: a. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. norma. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. tenaga kerja asing. pelaksanaan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. 45 . Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. harga minyak mentah Indonesia. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. b. e. retribusi. PNBP dan tarif iuran.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. b. g. penelaahan. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pajak. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. d. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. tenaga kerja asing. f. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil.

dan kerja sama dalam negeri. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. penelaahan. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. penelaahan. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 46 . dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. i. terdiri dari: a. b. b. pelaksanaan. penyiapan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. j. k. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. rencana penggunaan tenaga kerja asing. penggunaan barang operasi. fasilitasi lembaga tripartit.h. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. penyiapan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana impor barang operasi. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. serta pengaturan tenaga kerja asing. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional.

penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). b.c. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. e. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. c. terdiri dari: a. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan. g. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. penelaahan. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. f. Seksi Multilateral dan Regional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pelaksanaan. d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. 47 . lembaga sertifikasi dan asosiasi. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri.

e. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengumuman WK. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Subdirektorat Wilayah Kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. norma. f. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. f. l. b. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. j. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. pengelolaan WK. h. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. 48 . penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. c. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan standar. h. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. g. k. i. terdiri dari: a. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. e. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. b. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu.d. d. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. kriteria pengelolaan WK. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. g. c. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. d.

Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. e. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. penilaian. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penelaahan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 49 . Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penyiapan rumusan standar. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. terdiri dari: a. c. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. f. penelaahan. kriteria usaha eksplorasi. d.

(2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. j. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. h. 50 . Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. i. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. pelaksanaan. penelaahan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan. b. e. norma. f. penyiapan rumusan standar. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. d. penelaahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. kriteria. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. g. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. b.

serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. d. c. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. f. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. tumpang tindih lahan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. e. 51 . pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. norma. penelaahan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. b. b. g. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. 52 . penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h. e. penyiapan. pelaksanaan pembinaan teknis. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. g. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. penelaahan. c. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. norma. d. b.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

c. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. e. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pengaturan Penugasan. bahan bakar lain.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. penyiapan. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan jenis bahan bakar minyak. h. bahan bakar gas. Light Natural Gas (LNG). pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Light Petroleoum Gas (LPG). Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Penyediaan. i. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. b. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penelaahan. d. f. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. pelaksanaan. 53 .

Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi.j. i. LNG. d. pengelolaan data. penyiapan perizinan usaha pengolahan. LPG. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. terdiri dari: a. c. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. 54 . pengelolaan data. Kelompok Jabatan Fungsional. b. g. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. f. c. j. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. e. f. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. bahan bakar lain. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. d. k. penyiapan rumusan standar. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. h. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. e. bahan bakar gas.

penelaahan. norma. d. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. c. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. Seksi Pengolahan Gas Bumi. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pengelolaan data. h. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. 55 . pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. e. f. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Pengolahan Minyak Bumi.

norma. d. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan standar. e. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. terdiri dari: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. bahan bakar gas dan LPG. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. serta penyiapan penetapan P3JBT. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. j. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. c. penyiapan rumusan formulasi harga. kriteria harga bahan bakar. 56 . b.i. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi.

h. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penelaahan. e. g. penyiapan. LNG. g. kriteria usaha niaga. 57 . gas bumi.f. b. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. penyiapan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. c. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pengelolaan data. LPG. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan perizinan usaha niaga. b. h. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penelaahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. i.

Seksi Niaga Minyak Bumi. d. penyiapan norma. Seksi Niaga Gas Bumi. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelumas. kriteria usaha non bahan bakar. penyiapan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. b. penyiapan. LPG.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. petrokimia. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. biodiesel. LNG. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tugas 58 . c. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. e. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. dan non bahan bakar lainnya. terdiri dari: a.

g. penyiapan. f. biodiesel. lindungan lingkungan. petrokimia. d. serta penggunaan tenaga teknik. biodiesel. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. usaha penunjang. 59 . (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan non bahan bakar lainnya. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. profesi personil. kelaikan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. petrokimia. b. penyiapan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. e. produk. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. h. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). c. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. dan non bahan bakar lainnya. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. penelaahan. lindungan lingkungan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. Kelompok Jabatan Fungsional. d. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. b. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. b. h. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. c. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. f. terdiri dari: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. c. j. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi .i. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. 60 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. d. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi.

keselamatan operasi. K3. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instrumentasi. b. dan kalibrasi alat ukur.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. e. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. terdiri dari: a. f. penyiapan. instalasi. d. penelaahan. 61 . dan penggunaan tenaga teknik. b. norma. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penelaahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instalasi. b. e. keselamatan operasi. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. K3. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. 62 . dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. norma. penyiapan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. instrumentasi. pelaksanaan. b.

Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Penyimpanan. terdiri dari: a. pengangkutan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). b. Penyimpanan. penelaahan. c. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi.f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. penelaahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. 63 . pengangkutan. penyiapan. serta penjaminan pasca operasi. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b.

pelaksanaan. g. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pengangkutan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218.d. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. penelaahan. 64 . evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. f. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. norma. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. c. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. dan kriteria usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. terdiri dari: a. b.

d. profesi personil. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. produk. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. 65 . b. f. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. g. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pelaksanaan. pelaksanaan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

b. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. 67 . Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. d. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. norma. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. kriteria. e. c.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. f. g. c. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. i. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. kearsipan. dan rumah tangga. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. c. terdiri dari: a. h. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. b. e. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. satuan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 68 . Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. e. terdiri dari: a. rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. situs. b. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. e. g. c. jaringan dan situs informasi. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pelaporan. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. ketatalaksanaan. 69 . Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c. ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Laporan. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. jaringan. f. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. d. b. c.

penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. satuan kerja. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. 70 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan. Pasal 237 Bagian Keuangan. d. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. f. pelaksanaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pengurusan revisi anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyelesaian kerugian negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. PBI Direktorat Jenderal. b. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. penyiapan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal.

laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Informasi Hukum.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. pelayanan konsultasi hukum. penyiapan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. penelaahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. f. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelaksanaan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan informasi. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. b. dan Neraca Direktorat Jenderal. 71 . penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. d. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pertimbangan hukum. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. e. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta kehumasan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. c. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I.

penelaahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pemberhentian. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kebersihan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. dan Implementasi Sipeg. c. g. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga. e. keamanan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan formasi. pertamanan dan perparkiran. c. telepon. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. d. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. b. dan kearsipan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan kesekretariatan. terdiri dari: a. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. b. ekspedisi persuratan dinas. f. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. mutasi. Subbagian Tata Usaha. pengadaan pegawai. pelaksanaan. 72 .

penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. 73 . (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. e. g. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. b. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. implementasi Sipeg. h. persuratan dinas dan kearsipan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). penelaahan. evaluasi kebijakan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. serta rencana dan program pembangunan berjangka. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. f. rencana pengadaan. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. rencana dan program.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. c. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. d. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. c. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. d. g. e. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan. b. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. c. e. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. 74 . serta program pengembangan jaringan transmisi. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. f.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. menengah dan tahunan tenaga listrik. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. b.

penelaahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan. penyiapan. penelaahan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. b. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. 75 . c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Seksi Investasi Tenaga Listrik. pelaksanaan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. b. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik.

pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. 76 . b. norma. d. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. e. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penelaahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. c. penelaahan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. b. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. f. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik.

asosiasi dan lembaga lainnya. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. 77 . Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. evaluasi pelaksanaan rencana. c. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. b. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan rumusan rencana dan program. d. multilateral dan regional. penyusunan dokumen perjanjian. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah.

c. statistik dan pemetaan tenaga listrik. e. b. penelaahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. b.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan data. pengolahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. 78 . Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. d.

b. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. e. f. c. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. serta perlindungan konsumen. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. 79 . serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. e. h. g. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. i. b.

b. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penyiapan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. pelaksanaan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta efisiensi dan transparansi usaha. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. d. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. evaluasi pelaksanaan pengaturan.c. d. c. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. terdiri dari: a. pemberian sanksi. terdiri dari: a. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. norma. c. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. f. kriteria harga jual tenaga listrik. b. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penelaahan. Seksi Pelayanan Izin Usaha. e. penyiapan. Seksi Pengawasan Izin Usaha. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. 81 . Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. penyiapan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. 82 .Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. penyiapan rumusan standar. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. kriteria hubungan komersial. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. c. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. b. norma. b. d.

pelaksanaan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. mempunyai tugas 83 . (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. e. b. pelaksanaan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. d. norma. penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a. b. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan.

b. b. h. f. produk. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. d. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. e. e. i. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. keselamatan dan K3. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pembinaan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. profesi personil. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. d. 84 .

e. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. g. serta Rancangan SNI. d. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. jenis dan mutu tenaga listrik. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penyiapan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. b. f. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. c. 85 . pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. e. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. b. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. kelaikan peralatan. 86 . terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. d. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pelaksanaan. f. dan K3. norma. b. kalibrasi alat ukur. g. pelaksanaan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. keselamatan operasi. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. penyiapan.

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. b. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penelaahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. e. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. b. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. g. penelaahan. 87 . d.

Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. penelaahan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 88 . Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. b. d. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. e.

penelaahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. 89 . penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. b.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. profesi personil. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. produk. norma. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. f. g. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. c. terdiri dari: a. b. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang.

Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. norma. c. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. energi perdesaan dan konservasi energi. f. Subdirektorat Energi Perdesaan. kriteria pemanfaatan energi. b. f. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. energi alternatif. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. 90 . Subdirektorat Konservasi Energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. d. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. g. energi perdesaan dan konservasi energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. c. e. d. penyiapan rumusan standar. e. penyiapan rumusan kebijakan. h. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. b. b. serta rencana dan program energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. c. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi.

terdiri dari: a. penelahaan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. d. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. rencana dan program pengembangan usaha. penyiapan rumusan kebijakan. c. 91 . Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penelahaan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan standar. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi.d. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. e. e. norma.

pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penelahaan. penelahaan. b. c. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. d. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 92 . Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. e. norma dan kriteria konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. rencana dan program. penelahaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penelahaan. penyiapan rumusan standar. b. Seksi Program Konservasi Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Konservasi Energi.

rencana dan program. d. pemberdayaan masyarakat. c. terdiri dari: a. rencana dan program energi perdesaan. e. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. 93 .Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan. penelahaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. penelahaan. norma. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Program Energi Perdesaan. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. serta pedoman pengembangan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan.. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. b.

energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. b.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 94 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penyiapan. terdiri dari: a. penelahaan. b. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. norma. dan prosedur di bidang mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 96 . e. penyusunan standar. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. kriteria. dan panas bumi. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. batubara. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. c. pedoman. Batubara. batubara dan panas bumi. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342.

h. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. b. Direktorat Pembinaan Program Mineral. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. f. satuan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Batubara dan Panas Bumi. e. kearsipan. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Batubara dan Panas Bumi. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. dan rumah tangga. c. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. terdiri dari: a. 97 . g. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. e. i. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal.

rapat koordinasi. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. Subbagian Laporan. c. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pelaporan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. c. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. 98 . penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaporan. jaringan dan situs informasi. Bagian Keuangan. f. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. ketatalaksanaan. ketatalaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d. e. pengelolaan sistem. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.

c. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. e. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. jaringan. f.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Perbendaharaan. d. terdiri dari: a. Subbagian Kekayaan Negara. situs. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. b. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta pengurusan revisi anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. 99 . penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. satuan kerja. penyiapan.

b. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta kehumasan. b. f. c. Subbagian Informasi Hukum. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. 100 . terdiri dari: a. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan informasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pertimbangan hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. d. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelayanan konsultasi hukum. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. pelaksanaan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penelaahan. c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan.

serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan formasi. pertamanan dan perparkiran. pelaksanaan urusan kesekretariatan. mutasi. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. e. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. ekspedisi persuratan dinas. pemberhentian. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penelaahan. telepon. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penyiapan. dan kearsipan. b. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penelaahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. dan Implementasi Sipeg. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. c. batubara. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. g. panas bumi dan air tanah. keamanan. kebersihan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. program legislasi dan regulasi bidang mineral. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. d. 101 . pengadaan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga.

organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. cadangan atau potensi. dan produksi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. b. penelaahan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. persuratan dinas dan kearsipan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana dan program di bidang mineral. c. investasi dan pendanaan. dan produksi. wilayah kerja. b. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. neraca sumber daya wilayah kerja. 102 . implementasi Sipeg. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. rencana pengadaan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian. perumusan kebijakan pengembangan usaha. batubara. serta penetapan wilayah kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Tata Usaha. d. panas bumi dan air tanah.

Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. i. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. eksplorasi dan operasi produksi. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. g. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. h. b. evaluasi kebijakan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. d. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. batubara. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan data. 103 . Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi. pencatatan dan perhitungan PNBP. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. d. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. c. f. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. batubara. j. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral.e. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. panas bumi dan air tanah. menengah dan tahunan berbasis kinerja. terdiri dari: a. rencana dan program di bidang mineral. e. e. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. b. panas bumi dan air tanah.

panas bumi dan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. terdiri dari: a. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. h. panas bumi dan air tanah. penyiapan. batubara. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi. b. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penelaahan. batubara. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Seksi Program Mineral dan Batubara. serta pemantauan pelaksanaan investasi. asosiasi dan lembaga sertifikasi. f. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. 104 . e. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. c. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama di bidang mineral. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. g.

rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. penyiapan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. batubara dan pemanfaatan panas bumi. batubara. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. d. terdiri dari: a. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. c.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. 105 . b. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375.

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. norma. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. penyiapan. c. 106 . serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral.e. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. terdiri dari: a. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. f. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan standar. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. penelaahan. d. serta penyusunan statistik pengusahaan. b. kriteria pencadangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.

Batubara. f. b. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara dan panas bumi. cadangan dan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Seksi Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. terdiri dari: a. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja.e. pelaksanaan. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan penetapan potensi. statistik. panas bumi dan air tanah. penyiapan. batubara. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. panas bumi dan air tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. batubara. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. (2) Seksi Informasi Mineral. 107 . serta penetapan wilayah kerja. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. neraca sumber daya. penelaahan. h. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. batubara.

b. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. c. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Seksi Penerimaan Negara Batubara. batubara dan panas bumi. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pencatatan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penyiapan. e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. 108 . Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta bagi hasil daerah. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. d. b.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

f. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan. d. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). c. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. b. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. e. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. 113 . g. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406.

Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pelaksanaan. pembinaan hubungan komersial panas bumi. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. 114 . c. e. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. f. terdiri dari: a. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. perumusan pengaturan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. d. Seksi Hubungan Komersial Batubara. b. h. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. i. b. g. pelaksanaan.

serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. dan perubahan batas wilayah kerja. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. e. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 115 . penyiapan rumusan pengaturan usaha. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. g.j. l. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. b. d. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. norma. d. penyiapan rumusan standar. b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. k. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subbagian Tata Usaha. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. f. f. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah.

Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 116 . i. penelaahan. pelaksanaan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan.h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. d. pelaksanaan fasilitasi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. e. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. c. Seksi Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan.

b. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. 117 . Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. e. pelaksanaan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. b.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. g. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. c. penelaahan. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta pengendalian air tanah. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. f. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi.

Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. c. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. e. pelaksanaan. d. b. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. i. penelaahan.h. pelaksanaan. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. 118 .

g. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. terdiri dari: a. e. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. f. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. 119 . Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. b. pelaksanaan. d. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. penelaahan. pelaksanaan. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan.

b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. 120 . serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. pelaksanaan. pelaksanaan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Konservasi Air Tanah. penelaahan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. penelaahan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. terdiri dari: a. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta air tanah. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta ketatausahaan.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. K3. f. profesi personil. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara. b. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. e. dan panas bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. produk. g. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional.d. 121 . i. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. j. batubara. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. lindungan lingkungan. b. c. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kelaikan teknis. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Standardisasi Mineral. lindungan lingkungan. d. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. terdiri dari: a. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. kelaikan teknis. f. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi.

dan Panas Bumi. norma. d. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. profesi personil. Seksi Standardisasi Mineral. penyiapan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan.c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan rumusan standar. batubara. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Batubara. penelaahan. penyiapan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. g. e. penelaahan. dan panas bumi. 122 . produk. f. pemurnian. jenis dan mutu produk. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b. serta konservasi mineral dan batubara.

Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. batas wilayah kerja. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. c. pelaksanaan. serta konservasi mineral dan batubara. terdiri dari: a. 123 . penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. penyiapan. b. e. f. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penelaahan.b. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Batubara dan Panas Bumi. dan konservasi mineral.

Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. Batubara. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. batubara. h. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. penelaahan. Batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. f. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi.c. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. penelaahan. d. b. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. terdiri dari: a. i. batubara dan panas bumi. e. dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. 124 .

c. Seksi Keselamatan Batubara. kalibrasi alat ukur. batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. 125 . penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penyimpanan. d. pengangkutan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. penyiapan. f. terdiri dari: a. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. e. penyiapan rumusan standar. batubara. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. b. instrumentasi. pelaksanaan. penimbunan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. dan Panas Bumi. g. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Batubara. keamanan instalasi. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral.

panas bumi dan air tanah. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan standar. b. Batubara. 126 . Seksi Usaha Penunjang Batubara. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. batubara. f.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. e. norma. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. d. terdiri dari: a. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. c. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan. dan Panas Bumi. dan kriteria usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Inspektorat III. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. c. pelaksanaan pengawasan kinerja. d. d. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. b. c. Inspektorat IV. Inspektorat I. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat II. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. 128 . e. penyusunan laporan hasil pengawasan. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. terdiri dari: a. keuangan.

Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. keamanan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. f. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. i. k. terdiri dari: a. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Umum dan Keuangan. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. keprotokolan dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. 129 . Bagian Rencana dan Laporan. b. j. perlengkapan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. c. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. kearsipan. d. e. g. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Bagian Hukum dan Kepegawaian. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan urusan tata usaha. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengurusan kepegawaian dan organisasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan.

dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. b. i. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. c. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. program kerja. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan. e. situs. pelaporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. j. 130 . g. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan. terdiri dari: a.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Subbagian Penyiapan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana. rapat koordinasi. penyajian informasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. akuntabilitas kinerja. f. penelaahan. d. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. h. satuan kerja. ketatalaksanaan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaporan. penelaahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan rencana kerja. b. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja.

dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Direktorat Jenderal Mineral. b. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pengolahan. e. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Badan Geologi. pelaksanaan analisis. penyiapan. b. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. c. penelaahan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. d. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. 131 . serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal. analisis hasil pengawasan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan.

serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. penelaahan. dokumentasi hukum. 132 . Subbagian Kepegawaian. e. pertimbangan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. Subbagian Hukum. penyuluhan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. c. dokumentasi hukum. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. b. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). d. penyiapan. masyarakat dan yustisia. perpustakaan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. b. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta pemberian pertimbangan hukum. dan implementasi Sipeg. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. bantuan hukum.

penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. f. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. 133 . dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. keprotokolan dan kehumasan. j. serta pengurusan administrasi keuangan. i. h. perlengkapan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. g. pelaksanaan keamanan. Subbagian Rumah Tangga. b. pelaksanaan. persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. k. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. perlengkapan. perbendaharaan. serta pengurusan administrasi keuangan. kebersihan. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah. pelayanan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. pengurusan penganggaran. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. e. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. c.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. dan implementasi Sipeg. rumah tangga dan kehumasan. d. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. dan kearsipan.

Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. keprotokolan dan kehumasan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. c. pemeriksaan. d. perlengkapan dan pengadaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perencanaan kebutuhan. serta evaluasi atas urusan keamanan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. 134 . e. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). persuratan dinas. kearsipan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. perumusan laporan hasil pengawasan. kebersihan. penelaahan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.

140 . perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Survei Geologi. pelayanan survei geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. c. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. h. g. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Pusat Lingkungan Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. terdiri dari: a.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. penelitian dan pelayanan. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. b. f. d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. b. Sekretariat Badan Geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. c. Pusat Sumber Daya Geologi. dan geologi lingkungan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Keuangan. dan rumah tangga. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pelaporan. informasi hukum. kearsipan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. e. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 141 . akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. i. Bagian Umum. serta pelaksanaan bantuan hukum. d. j. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. f. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta perencanaan kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. h. Bagian Kepegawaian. ketatalaksanaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. g. b. c.

e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. b. pengelolaan sistem. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. jaringan. c. pelaporan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. jaringan dan situs informasi. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penelaahan. penyiapan. ketatalaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. 142 . c. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. satuan kerja. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. d. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. f. situs. Subbagian Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.

Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan. 143 . Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pengembangan. e. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. kesejahteraan. penggajian. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg Badan. penelaahan. pengurusan perencanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas mutasi. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. pengadaan. pemberhentian. kepangkatan. penelaahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. kesejahteraan. serta evaluasi atas perencanaan. pengangkatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penelaahan. b. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyiapan. dan analisis jabatan. c. penggajian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. kepangkatan. d. pemberhentian. pengembangan. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta implementasi Sipeg. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penyiapan. b. c.

Subbagian Perbendaharaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. e. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan rumah tangga.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. pelaksanaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. dan revisi anggaran Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. c. c. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. 144 . serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Badan. Subbagian Akuntansi. perhitungan pelaksanaan anggaran. kearsipan. Pasal 517 Bagian Keuangan. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Neraca. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. perlengkapan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. f. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.

pelaksanaaan bantuan hukum. perpustakaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. e. Pasal 521 Bagian Umum. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. persuratan dinas. kehumasan. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. rencana kebutuhan dan pengadaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. terdiri dari: a. 145 . c. serta keprotokolan dan upacara Badan. d. pengadaan. perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Subbagian Tata Usaha. informasi dan dokumentasi hukum. kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan kearsipan. b. pelayanan kesekretariatan. bantuan hukum. Subbagian Hukum. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. f. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rumah tangga. penyiapan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kearsipan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. dokumentasi hukum dan perpustakaan. kebersihan dan keamanan Badan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penelaahan. dan pemeliharaan barang inventaris. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. c. serta pengurusan perlengkapan.

c. j. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. f. e. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. rekayasa teknologi. Bidang Sarana Teknik. h. i.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. administrasi keuangan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. rumah tangga. gambut. penyusunan neraca sumber daya geologi. keuangan. serta rancang bangun dan pemodelan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. bitumen padat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. batubara. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pemetaan tematik potensi. b. pengelolaan ketatausahaan. d. penyelidikan. dan panas bumi. Bidang Program dan Kerja Sama. penyelidikan. 146 . d. dan kepegawaian Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. Bidang Informasi. Bagian Tata Usaha. c. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. perumusan rencana dan program. mineral. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. serta kerja sama penelitian dan pelayanan.

Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. serta akuntansi. b. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. keuangan. c. pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. 147 . c.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja.

pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. 148 . penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. e. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Subbidang Laboratorium. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. terdiri dari: a. serta rencana strategis berbasis kinerja.d. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. f. pelaksanaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dokumentasi dan publikasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penganggaran. pelaksanaan sosialisasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan perpustakaan. jaringan dan situs informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. b. 149 . serta pemutakhiran basis data. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. penelaahan. Subbidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. d. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. Subbidang Kerja Sama. pelakanaan pengelolaan sistem. c. b. penelaahan. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.

j. e. dan gerakan tanah h. dokumentasi. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. sistem. dan rekayasa teknologi. perpustakaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. d. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. serta pos pengamatan gunung api. serta sesar aktif. 150 . pemodelan. pengelolaan ketatausahaan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. penyelidikan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. administrasi keuangan. pelaksanaan. dan gerakan tanah. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. tsunami. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. tsunami. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. sosialisasi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. gempa bumi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. penelaahan. g. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. c. pelaksanaan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. operasi perangkat lunak. dan kepegawaian Pusat. gempa bumi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga. serta rancang bangun. b.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. penyelidikan. pengembangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. serta perpustakaan. terdiri dari: a. pemelaahan. b. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. l. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 151 . pelaksanaan pengelolaan sarana. keuangan. keamanan. b. terdiri dari: a. pengangkatan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. e. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. keuangan. pengurusan perencanaan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. e. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai.k. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. kebersihan. c. pengurusan.

pemelaahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. d. b. geokimia dan deformasi. penelaahan. penelaahan. pengurusan. penetapan status. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. c. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan status dan peringatan dini. administrasi keuangan. b. pelaksanaan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. terdiri dari: a. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 152 . serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan.

Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. c. terdiri dari: a. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. 153 . Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gerakan tanah dan tsunami. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. b. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. penelaahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. pelaksanaan.

serta pelaksanaan atas perencanaan program. penelaahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penelaahan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. b. d. penyelidikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penyiapan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. terdiri dari: a. e. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. 154 . pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. f. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. c. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. b. gerakan tanah dan tsunami. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api.

h. penyelidikan. geologi teknik dan air tanah. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. i. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. 155 . Bagian Tata Usaha. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. geologi teknik dan air tanah. c. k. d. Bidang Program dan Kerja Sama.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. c. b. b. rekayasa teknologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. dan kepegawaian Pusat. Bidang Informasi. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. keuangan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. Bidang Sarana Teknik. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. g. pengurusan perencanaan. b. f. pengembangan. administrasi keuangan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. j. d. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. dan pengelolaan tata ruang. pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. d. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. b. keamanan. f.c. c. 156 . e. keuangan. serta akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. kebersihan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d.

serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Laboratorium. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. c. b. penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. d. b. Subbidang Program. Subbidang Sarana Penyelidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. 157 . penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. e. Subbidang Kerja Sama.

pelaksanaan sosialisasi. pelakanaan pengelolaan sistem. b. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. terdiri dari: a. d. Pasal 578 Bidang Informasi. b. serta pemutakhiran basis data. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. dokumentasi dan publikasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. 158 . Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. pengelolaan. penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.

159 . (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelayanan jasa survei. tektonik. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pemetaan dan penelitian geologi. penyelidikan dan survei di bidang geologi. dokumentasi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. perpustakaan. pemetaan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. inventarisasi hasil survei. m. operasi perangkat lunak. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. penelaahan. h. sistem. sosialisasi. d. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. geomorfologi. i. dan kepegawaian Pusat. geokimia. penelitian dan penyelidikan geologi. pemetaan geologi. k. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rekayasa teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan penelitian. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. g. rumah tangga. l. c. f. administrasi keuangan. geofisika. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580.

pengurusan perencanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keamanan. keuangan. d. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. kebersihan. pengangkatan. serta akuntansi. e. terdiri dari: a. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Informasi. e. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengembangan. c. Bidang Sarana Teknik. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Program dan Kerja Sama. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. 160 .Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. d. b. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keuangan.

penelaahan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. 161 . penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. terdiri dari: a. Subbidang Laboratorium.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. f. pelaksanaan. pelaksanaan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

penyiapan. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. Subbidang Program. e. 162 . penganggaran. penelaahan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. c. Subbidang Kerja Sama. b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta rencana strategis berbasis kinerja.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. terdiri dari: a.

perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. d. serta pengelolaan perpustakaan. penelaahan. dokumentasi. sistem. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. b. sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi dan publikasi. serta pemutakhiran basis data. serta operasi perangkat lunak informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan. terdiri dari: a. 163 . serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. operasi perangkat lunak. c. pelakanaan pengelolaan sistem. b.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 164 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Penyelidik Bumi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. c. e. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa teknologi. b. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. g. panas bumi. f. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. 165 . d. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. mineral batubara. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi.

perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. f. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. serta perencanaan kerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan rumah tangga. d. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. informasi hukum. g. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. 166 . d. h. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. koordinasi pelayanan administratif Badan. kearsipan.

b. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum. c. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. f. terdiri dari: a. Bagian Keuangan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaporan. ketatalaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Kepegawaian. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. e. jaringan dan situs informasi. d. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b. pelaporan.i. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pengelolaan sistem. 167 . evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Rencana dan Laporan. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. g. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. b. j. Subbagian Pengelolaan Informasi.

penelaahan. jaringan. situs. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. c. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. kepangkatan. dan analisis jabatan. kesejahteraan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi. pengurusan perencanaan. pemberhentian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. pengadaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. b. e. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. d. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyempurnaan organisasi Badan. serta pengembangan organisasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan. c. b. penyiapan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. pengembangan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penggajian. 168 .

Subbagian Kekayaan Negara. pengembangan. serta evaluasi atas mutasi. penelaahan. pelaksanaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkatan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. kepangkatan pemberhentian. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. b. penelaahan. c. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 169 . penyiapan. Subbagian Perbendaharaan. PBI Badan. pelaksanaan. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. d. e. penggajian. serta pengurusan revisi anggaran. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Akuntansi. pelaksanaan. serta penyelesaian kerugian negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. f. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. terdiri dari: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta implementasi Sipeg Badan. c. Pasal 618 Bagian Keuangan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas perencanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. kesejahteraan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.

d. kearsipan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. dan kearsipan. dan revisi anggaran Badan. informasi dan dokumentasi hukum. perlengkapan dan rumah tangga Badan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Hukum. pelaksanaan. c. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pengurusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelayanan kesekretariatan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dan rumah tangga. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. perlengkapan. b. pelaksanaan. e. persuratan dinas. perlengkapan. dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Tata Usaha. b. 170 . Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Neraca. pelaksanaan. kehumasan. terdiri dari: a. perpustakaan. pengadaan. f. c. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 622 Bagian Umum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kearsipan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. penelaahan. dan rumah tangga. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan. pelaksanaaan bantuan hukum. penyelesaian kerugian negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan.

distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kesekretariatan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. rencana kebutuhan dan pengadaan. bantuan hukum. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan dan keamanan Badan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. g. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. 171 . persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan. e. penelaahan. c. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. d. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi.

pengurusan perencanaan. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. rumah tangga. d. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. Kelompok Fungsional. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. c. perbendaharaan dan akuntansi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. e. i. Bidang Program. keselamatan kerja dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan.h. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Afiliasi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. 172 . pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. d. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. serta pelaksanaan keamanan. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pengangkatan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. b. 173 . b. pelaksanaan. c. e. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. perbendaharaan dan akuntansi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. keamanan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pengadaan. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan. dan kebersihan Pusat.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. penelaahan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 174 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 637 Bidang Program. terdiri dari: a. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. b. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. penyiapan. e. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. 175 . pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelayanan jasa teknologi. c. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. jaringan. b. Subbidang Informasi dan Publikasi.

serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. b. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jaringan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. d. e. f.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. g. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. h. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pelaksanaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. situs dan penyebarluasan informasi. dan kepegawaian Pusat. 176 . rumah tangga.

177 . pengangkatan. serta pengadaan. keuangan. b. keamanan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Bidang Program. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. b. pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. d. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". keselamatan kerja dan keprotokolan. persuratan dinas dan kearsipan. dan kebersihan Pusat. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. e. Bidang Afiliasi. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyediaan bahan baku. e. b. pelaksanaan. penyiapan. b. penyiapan. 178 . serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 656 Bidang Program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. c. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Rencana. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. 179 . b.

serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. jaringan. c. pelaksanaan pengelolaan sistem. d. e. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Informasi dan Publikasi. b. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 180 . penelaahan. Pasal 660 Bidang Afiliasi.

Bidang Program. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian Pusat. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. 181 . rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. e. i. b. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Kelompok Fungsional. h. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. f. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. g.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. Bagian Tata Usaha. b. d. pengelolaan ketatausahaan. d. administrasi keuangan. terdiri dari: a. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

serta pelaksanaan keamanan. pengurusan perencanaan. 182 . pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. keselamatan kerja dan keprotokolan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. b. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. pengembangan. dan kebersihan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. d. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. keamanan. keuangan. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.

c. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. e. 183 . penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. d. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 184 . (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 675 Bidang Program. penelaahan. serta analisis. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. penyiapan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. terdiri dari: a.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. b. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. e. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 679 Bidang Afiliasi. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. c. 185 . penelaahan.

dan geofisika kelautan. h. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. e. administrasi keuangan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. geokimia. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. terdiri dari: a.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Afiliasi. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. b. d. keuangan. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. g. Bidang Program. j. 186 . dan kepegawaian Pusat. f. rumah tangga. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. i. Bagian Tata Usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Kelompok Fungsional.

Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. dan kebersihan Pusat. keamanan. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. b. keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengangkatan. perencanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta pelaksanaan keamanan. b. perbendaharaan dan akuntansi. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. 187 . Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengadaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengembangan. b. c. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. keselamatan kerja dan keprotokolan.

Subbidang Pengembangan Sarana. pengelolaan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. d.c. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. pengelolaan. pelaksanaan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. b. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyediaan bahan baku. 188 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

Pasal 694 Bidang Program. c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 189 . pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta analisis. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. terdiri dari: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Penyiapan Rencana. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. evaluasi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.c. d. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. 190 . Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. penelaahan.d. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 191 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa.

g. batubara. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. e. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. d. b. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. h. geologi. 192 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. mineral.

koordinasi pelayanan administratif Badan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. satuan kerja. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. 193 . Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. b. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pembinaan kerja sama. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. f. c. g. b.

pelaksanaan pengelolaan kerja sama. c. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. l. terdiri dari: a. 194 . ketatalaksanaan. k. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kepegawaian. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. f. ketatalaksanaan. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. g. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. b. dan rumah tangga. h. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penganggaran. e. serta perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. pelaporan. Bagian Umum. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. kearsipan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.j. d. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Keuangan. c.

pemberhentian. prosedur kerja. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. pelaksanaan. 195 . perencanaan kerja. penggajian. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta evaluasi atas laporan berkala. penyiapan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kesejahteraan. c. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. jaringan dan situs informasi Badan. pengadaan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Subbagian Kerja Sama. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi Sipeg. penelaahan. kepangkatan. pelaksanaan. akuntabilitas kinerja. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan sistem. dokumentasi dan tata naskah pegawai.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. dan analisis jabatan. penganggaran. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. pengembangan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. c. b. d. e. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. b.. b. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. kontrol kualitas. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelayanan jasa. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. 200 . d. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Subbidang Utilitas. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. produk kilang. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. b. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyiapan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Bengkel. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penyediaan dan pemanfaatan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. penelaahan. pelaksanaan. 201 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. pengembangan dan pemanfaatan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pengelolaan kepustakaan. standar. e. d. g. pedoman. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. kriteria dan prosedur. serta kepustakaan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penelaahan. 202 . serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. pedoman. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. pelaksanaan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. f. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

c. pedoman. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria pendidikan dan pelatihan. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. e. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. d. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. prosedur. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. kearsipan. Bidang Sarana Teknis. terdiri dari: a. c. e. Batubara. pemberian pelayanan jasa. Bagian Tata Usaha. f. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. b. d. perlengkapan. g. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 203 . i. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

dokumentasi dan tata naskah. ketatalaksanaan dan umum Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. b. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. akuntansi. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. organisasi. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. 204 . perbendaharaan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. perlengkapan. c. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. serta hukum. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. rencana pengembangan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. b. penggunaan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. 205 . Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. e. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. norma. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pemeliharaan. c. pelaksanaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. b.c. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. penelaahan. c. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kerja sama dan sistem. pelaksanaan. 206 .d. norma. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. penyiapan. pedoman. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. f. Subbidang Program dan Kerja Sama. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan prosedur. kriteria. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. e. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pemberian pelayanan jasa. kriteria dan prosedur. penyusunan standar. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. penyusunan standar. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. norma. norma. pelaksanaan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. terdiri dari: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. e. b. pedoman. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. c. 207 . norma.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pedoman. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pendidikan dan pelatihan. penelaahan. kriteria dan prosedur. pedoman. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penyiapan penyelenggaraan.

d. 208 . kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. akuntansi. e. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kehumasan dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. h. Bidang Pelatihan dan Sarana.g. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. c. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Bagian Tata Usaha. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. perbendaharaan. c. b. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. norma. d. pedoman. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. akuntabilitas kinerja. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. 209 . kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kerja sama. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. jaringan dan situs informasi. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Subbidang Perencanaan. dan sistem.

(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pedoman. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Sarana dan Prasarana. 210 . promosi. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. b. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. b. Subbidang Pelatihan. kriteria dan prosedur. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama. pelaksanaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. e. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan.

Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pengelolaan ketatausahaan. b. f. prosedur. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pedoman. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. 211 . Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Bidang Pelatihan dan Sarana. g. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. h. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pemberian pelayanan jasa. kriteria pendidikan dan pelatihan.

Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. perlengkapan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan. hukum. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. c. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kehumasan dan keprotokolan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. d. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. e. 212 . kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. akuntansi. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. terdiri dari: a. kearsipan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat.

Subbidang Perencanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. kerja sama. norma dan kriteria. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. 213 . d. serta evaluasi atas standar. pelaksanaan. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. c. e.

pelaksanaan kerja sama. pelaksanaan. promosi. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. b. terdiri dari: a. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelaksanaan. e. Subbidang Pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. 214 .Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. d. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. b. kerja sama. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

terdiri dari: a. c. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. d. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. 216 . (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Direktorat Jenderal. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. e.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. b.

penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. e. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. c. i. k.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. f. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. g. 217 . j. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. serta neraca energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. h. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.

Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaporan dan tata persuratan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. c. serta kearsipan Pusat. 218 . c. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Subbagian Tata Usaha Pusat. dan persuratan dinas. serta kearsipan Bakoren. terdiri dari: a. pelaksanaan urusan tata usaha. dukungan operasi kerja. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. d. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. b. c. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Bidang Kajian Strategis. d. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. e. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan.

g.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. 219 . penyiapan norma. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. k. d. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. i. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. f. c. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. b. l. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. e. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. j. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. h. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806.

penyiapan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. b. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. c. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. d. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. 220 . (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. pelayanan data dan informasi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketenagalistrikan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. e. penelahaan. f. penyiapan. penyusunan rumusan norma.

penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. e. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Subbidang Kajian Strategis Energi. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. 221 . b. bitumen padat. penelahaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. gambut. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. air tanah dan kegeologian. d. b. f.

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. 222 . integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing.

sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan keselamatan umum.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dokumentasi. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. regulasi ekonomi dan keteknikan. 223 . organisasi. perencanaan kerja. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dengan lingkup meliputi personil. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). standardisasi teknis. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. peralatan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. peraturan perundang-undangan. penganggaran. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan.a kepada pejabat eselon I.

a.a. Inspektur Jenderal. Direktur Jenderal.b.BAB XIV ESELON. Direktur Jenderal. (4) Kepala Bagian.a.a. Inspektur. Kepala Pusat. Sekretaris Direktorat Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (3) Kepala Biro. (5) Kepala Subbagian. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. 224 . (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.

Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. 225 . X. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 . fungsi. susunan organisasi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. PURNOMO YUSGIANTORO 227 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful