MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

dan lembaga lain yang terkait. d. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. terdiri dari: a. Biro Keuangan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Departemen lain. e. Lembaga Pemerintah Non Departemen. koordinasi kegiatan Departemen. c. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Kementerian Negara. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Biro Umum. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Kepegawaian dan Organisasi. 5 . b.

d. k. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. rencana pembangunan jangka panjang. serta rencana strategis. b. penyusunan harga satuan. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta pengelolaan kerja sama Departemen. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. menengah dan tahunan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. rencana kerja dan anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi. 6 . perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. evaluasi kebijakan pembangunan. f. sosialisasi kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. d. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. rencana anggaran. e. perumusan kebijakan pembangunan. dan rencana anggaran. c. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. e. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program kerja dan anggaran. Bagian Perencanaan Anggaran. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. j. l. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. serta perumusan akuntabilitas kinerja. b. Bagian Kerja Sama. h. c. serta kerja sama. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. i. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.

Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Menengah dan Tahunan Departemen. penyiapan rumusan norma. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. standar dan kriteria rencana kerja. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penyusunan rumusan RK-KL. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. dan urusan tata usaha Biro. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. c. d. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. penelaahan. f. dan Badan Geologi. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. b. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Inspektorat Jenderal. e. 7 . Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. b. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perencanaan Penunjang. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. c. terdiri dari: a.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Subbagian Penganggaran Penunjang. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). dan Badan Geologi. penelaahan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan. e. penyiapan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. b. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. c. norma. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. dan 8 . f. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran.

c. penyiapan rumusan standar. d. c. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. tahunan dan rencana strategis. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. menengah. b. e. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. RKA-KL. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. b. rencana pembangunan jangka panjang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 9 . h. norma. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. penyiapan bahan sidang. Inspektorat Jenderal. kriteria akuntabilitas kinerja. g. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. f. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral.

kriteria kerja sama. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan. e. Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. penyiapan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Batubara. g. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. d. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. b. penyiapan rumusan standar.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 10 . serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan. dan Badan Geologi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. f. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta kerja sama asosiasi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Inspektorat Jenderal.

Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. serta penyiapan penetapan pemberhentian. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penempatan dan pengembangan pegawai. e. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. c. penelaahan. b. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pembinaan mutasi. kepangkatan. perencanaan. c. penelaahan. d. pengembangan organisasi dan tata laksana. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penilaian kinerja pegawai.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. b. penelaahan. disiplin. pemensiunan. jabatan struktural dan fungsional. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Bilateral. 11 . serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. dan kesejahteraan pegawai. pengadaan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian.

k. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 12 . c. penyiapan rumusan standar. c. serta standardisasi kompetensi jabatan. g. terdiri dari: a. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). serta administrasi penugasan ke luar negeri. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. b.f. b. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. norma. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. pola dan pengembangan karir pegawai. serta kartu PNS. pengelolaan sistem informasi pegawai. h. penyusunan rencana formasi. Bagian Mutasi Pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. e. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Bagian Data dan Informasi Pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. evaluasi pembinaan kepegawaian. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. j. penyiapan rumusan rencana. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. i. pengadaan. g. d. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. f. Pegawai Negeri Sipil (PNS).

penelaahan. 13 . pemberhentian dan disiplin. j.h. penelaahan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. kepangkatan. bimbingan teknis. dan Kartu PNS Departemen. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. i. penelaahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penyiapan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. terdiri dari: a. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. kompetensi pegawai. dan penugasan pegawai ke luar negeri. urusan tugas belajar dan izin belajar. b. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengembangan Karir. pengelolaan administrasi tugas belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan. penyiapan. pemindahan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. c. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS.

pembebasan sementara. penarikan kembali. perbantuan. dan penilaian prestasi pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. pemberhentian. serta Kartu Istri. e. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. g. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. perbantuan. Taspen. pemindahan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. dipekerjakan. penelaahan. j. terdiri dari: a. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. penyiapan standar. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Askes. 14 . dipekerjakan. serta kesejahteraan pegawai. c. Subbagian Mutasi Jabatan. k. pelaksanaan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. h. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan kepangkatan. pengangkatan kembali. kepangkatan. pelaksanaan kesejahteraan. f. b. ujian dinas dan Ujian KPPI. dan Bapertarum. kepangkatan. pelaksanaan pemindahan pegawai. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pemberhentian. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. d. b.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. dan penilaian angka kredit. c. cuti. norma. i. dan penarikan kembali pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. Kartu Suami. pemberhentian dan disiplin. pemindahan. pemindahan. pelaksanaan disiplin pegawai.

pelaksanaan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. h. disiplin. penelaahan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. penyiapan. dan daftar riwayat hidup pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelayanan kesehatan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pemindahan. Askes. b. Daftar Urut Kepangkatan. Kartu Suami. penelaahan. jabatan. 15 . dan administrasi lembaga tripartit. g. penyusunan laporan kekuatan pegawai. penilaian angka kredit. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penghargaan. Bapertarum pegawai Departemen. Taspen. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. kepangkatan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. d. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. f. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pendidikan dan pelatihan pegawai. penghargaan. pemberhentian. i. Kartu Istri. pengadaan pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemberhentian dan pemensiunan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penggajian. e.

Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. kepangkatan. d. penggajian. pelaksanaan. jabatan. e. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta evaluasi. serta pedoman penyempurnaan organisasi. pemindahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. terdiri dari: a. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. b. penghargaan. pemberhentian. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. kriteria pengembangan organisasi. pengadaan pegawai. 16 . penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. c. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. norma. c. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta pengembangan organisasi dan jabatan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penelaahan. penelaahan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. klasifikasi dan peta jabatan. pelaksanaan.

(2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 17 . pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. terdiri dari: a. evaluasi dan klasifikasi jabatan. h. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. dan pelaksanaan bimbingan teknis. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. peta jabatan. penelaahan. b. penelaahan. analisis beban kerja. perbendaharaan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. standardisasi kompetensi jabatan. Subbagian Kelembagaan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. Subbagian Tata Laksana. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. pengembangan. g.f. administrasi keuangan. pola hubungan kerja. pengembangan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen.

serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. terdiri dari: a. Bagian Pendapatan dan Belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. c. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Akuntansi. b. Bagian Kekayaan Negara. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). serta nota keuangan. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. kekayaan negara dan akuntansi. Pasal 49 Biro Keuangan. e. l. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. k. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. serta pelaksanaan akuntansi. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. c. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. pembinaan inventarisasi.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. h. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 18 . serta Neraca Departemen. g. serta bimbingan teknis perbendaharaan. perbendaharaan. d. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. b. d. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Perbendaharaan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. f. serta pembinaan perbendaharaan. j. administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. e. i. penyelesaian kerugian negara. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. dan implementasi sistem akuntansi. laporan realisasi anggaran.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan target. c. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Subbagian Anggaran Belanja. b. penelaahan. penyiapan. k. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penyiapan. e. penyusunan rumusan standar. terdiri dari: a. penelaahan. d. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. f. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. norma. 19 . Subbagian Pengolahan Data Anggaran. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. h. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. i. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. evaluasi tarif dan revisi PNBP. b. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. Subbagian Anggaran Pendapatan. pelaksanaan. j.

d. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. e. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. c. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. b. penelaahan. f. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. terdiri dari: a. g. Badan Geologi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Batubara dan Panas Bumi. 20 . Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan pengelolaan SPM. Inspektorat Jenderal. penelaahan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembagian iuran sumber daya alam. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan standar. norma. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.

(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. b. c. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. e. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. f. norma. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. d. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. penelaahan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. dan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. ganti rugi. penyiapan rumusan standar. tuntutan perbendaharaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. b. g. 21 . evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. c. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.

rekonsiliasi. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. e. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. b. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. norma. f. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan verifikasi. penelaahan. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Neraca. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. 22 . dan bidang geologi dan sumber daya mineral. d. g. penelaahan. c. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. Badan Geologi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. b.

equitas dana. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan. h. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan. g. serta hubungan masyarakat Departemen. rekonsialiasi. penelaahan. konsolidasi. serta program legislasi dan regulasi. serta pelaksanaan kehumasan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. e. dan bantuan hukum. dan bantuan hukum. 23 . Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. f. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. bantuan hukum. kewajiban. b. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. penelaahan. bantuan hukum dan kehumasan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan implementasi SAI Departemen. pelaksanaan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi atas pembukuan aset. pengelolaan dokumentasi. dan penyelesaian kasus hukum. serta kehumasan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. dan implementasi SAAT Departemen. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. verifikasi anggaran. d. Neraca. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). pelaksanaan.

Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Penelaahan Hukum. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. dan bantuan hukum. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. 24 . penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. j. e. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. b. serta program legislasi dan regulasi Departemen. d. Bagian Bantuan Hukum. b. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. c. penelaahan. evaluasi peraturan perundang-undangan. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. d. e. b. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan.i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Hubungan Masyarakat.

Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. norma. penelaahan. b. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. g. 25 . penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria kontrak atau perjanjian. f. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. e. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. d. penyiapan.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian.

penelaahan. e. c. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. penyiapan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. b. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. f. norma. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. d. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. 26 . dan unsur unit penunjangnya. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen.

penyiapan rumusan standar. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. c. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksaaan. e. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. c. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. f. pelaksaaan. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. b. terdiri dari: a. 27 . serta monitoring dan analisis berita. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. b. penelaahan. konferensi pers. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen.

dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. abstrak peraturan perundang-undangan. i. pameran Departemen. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan. dan urusan tata usaha Biro. c.g. pelaksanaan peliputan. monitoring dan analisis berita Departemen. penelaahan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan. penelaahan. h. penerbitan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Subbagian Publikasi. 28 . konferensi pers. rumah tangga Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. peliputan dan perekaman kegiatan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. b.

penyediaan sarana dan prasarana kerja. pengelolaan keamanan dan keselamatan. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. tugas 29 . Bagian Perlengkapan. d. d. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Tata Usaha. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Sekretaris Jenderal. f. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. pengelolaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. f. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. h. i. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. rumah tangga Sekretariat Jenderal. tata usaha dan kearsipan. pengadaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. c. g. j. perlengkapan dan pengadaan. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. b. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Staf Ahli.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Pasal 87 Biro Umum. e. e. terdiri dari: a. tata persuratan dinas dan kearsipan.

Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. f. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. persuratan dinas. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. c. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. d. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. b. Jakarta Pusat). penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. e. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Medan Merdeka Selatan 18. b. c. pelantikan.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Subbagian Tata Usaha Menteri.

penelaahan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. norma. dan ekspedisi surat dinas. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan rumusan standar. b.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penjadwalan kegiatan. 31 . d. b. c. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. e. Subbagian Kearsipan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas. pelaksanaan.

b. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. 32 . Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Thamrin 1. Staf Ahli. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. keselamatan. f. e. Staf Ahli. keselamatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keamanan. serta pengadaan. c. Kepala Biro dan Kepala Pusat. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Jakarta Pusat). evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen.H. d. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. pelaksanaan kebersihan. M. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. b. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal.

Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. 33 . Subbagian Rencana Kebutuhan. c. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Subbagian Pengadaan. f. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria perlengkapan. b.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. d. c. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. dan kearsipan Staf Ahli. terdiri dari: a. penelaahan penyiapan. e. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. norma. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan kegiatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. inventarisasi. serta pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengadaan. penyiapan bahan rumusan standar. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. g. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

kriteria. e. penyusunan standar. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. d. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. terdiri dari: a. norma.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. 35 .

pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. d.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e. terdiri dari: a. h. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. satuan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. pelaporan. i. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. b. e. kearsipan. ketatalaksanaan. c. g. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. 36 . pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. b. dan rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. h. 41 . perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta perhitungan bagi hasil. implementasi Sipeg. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. k. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. WP & B). pelaksanaan. f. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. g. m. penelaahan. l. n. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. rencana dan program. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. c. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. i. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. b.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). j. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. e.

evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. serta data kebutuhan. menengah dan tahunan berbasis kinerja. d. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. 42 . serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. f. d. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. penyusunan statistik. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. c.o. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. p. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. b. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. f. b. h. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. norma. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. serta pencadangan strategis. g. evaluasi kebijakan. ketersediaan dan infrastruktur sektor. penyiapan rumusan. c. terdiri dari: a. e. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. pengumpulan data potensi. penelaahan. d. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan pelaksanaan sosialisasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penelaahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. e. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. norma. serta penyediaan informasi. g. b. dan terms of condition KKS. c. 43 . serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. permasalahan iklim usaha. f. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pencatatan. 44 . penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan standar. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. b. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. d. norma. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta bagi hasil daerah. e. g. retribusi. tugas serta induk.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pemeriksaan dan pengujian. penyiapan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. j. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. h. i. penelaahan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. tugas serta induk. c. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pajak. serta biaya operasi. f. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi.

c. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. penelaahan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. retribusi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. b. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. tenaga kerja asing. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. pajak. e. penelaahan. tenaga kerja asing. PNBP dan tarif iuran. 45 . b. lifting dan target penerimaan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. norma. f. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. terdiri dari: a. harga minyak mentah Indonesia. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. g.

(2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 46 . rencana impor barang operasi. pemberdayaan produksi dalam negeri. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. fasilitasi lembaga tripartit. k. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. serta pengaturan tenaga kerja asing. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. i. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. b. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan.h. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penggunaan barang operasi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. j. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. penyiapan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. b. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. terdiri dari: a.

pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. c. penelaahan. f. pelaksanaan. 47 . d. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan. b. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. g. b. penyiapan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). e. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi.c.

h. f. Subdirektorat Wilayah Kerja. c. g. b.d. e. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. h. i. f. penyiapan rumusan standar. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. f. l. b. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria pengelolaan WK. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. terdiri dari: a. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. g. d. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. pelaksanaan pengumuman WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. j. 48 . pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. k. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pengelolaan WK. c. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. e.

49 . norma. c. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. d. penelaahan. e. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. terdiri dari: a. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. kriteria usaha eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. f. b. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. b. penelaahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. terdiri dari: a. penilaian. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Penawaran Wilayah Kerja.

(2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan. e. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. h. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. j. penyiapan rumusan standar. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. f. 50 . pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. penelaahan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. kriteria. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. c. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. norma. i. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. g. d. penyiapan. penelaahan.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. tumpang tindih lahan. penelaahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penyiapan. g. e. f. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. 51 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. b. b. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha eksploitasi. d. rencana kerja dan anggaran KKS. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. i. d. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. e. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. b. f. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. penelaahan. norma. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan. h. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. c. penelaahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 .

Light Petroleoum Gas (LPG). perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. penyiapan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. f. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. bahan bakar lain. h. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. c.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. g. Light Natural Gas (LNG). serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penelaahan. perumusan jenis bahan bakar minyak. bahan bakar gas. 53 . Penyediaan. i. penelaahan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. perumusan pengaturan Penugasan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. b. e. hasil olahan dan bahan bakar lain. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

i. norma. h. e. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. g. 54 . bahan bakar lain. bahan bakar gas. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. pengelolaan data. f. j. c. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. c. l. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. d.j. k. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. f. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. LNG. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. terdiri dari: a. LPG. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. d. penyiapan perizinan usaha pengolahan. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. e. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan.

pengelolaan data. b. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. hasil olahan dan bahan bakar lain. norma. f. terdiri dari: a. 55 . penyiapan. g. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. b. d. Seksi Pengolahan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. h.

Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. serta penyiapan penetapan P3JBT. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. c. penyiapan rumusan formulasi harga. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. j. bahan bakar gas dan LPG. norma. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. d. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penyiapan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penelaahan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi.i. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penelaahan. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. e. 56 . kriteria harga bahan bakar. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.

Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. e. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. f. h. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. gas bumi. penelaahan. norma. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. pengelolaan data. pelaksanaan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha niaga.f. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. penyiapan perizinan usaha niaga. i. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. LNG. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. c. penyiapan. 57 . g. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. h. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. LPG. b. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. d.

c. kriteria usaha non bahan bakar. LPG. penyiapan.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. tugas 58 . b. hasil olahan dan bahan bakar lain. dan non bahan bakar lainnya. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan norma. Seksi Proses Non Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. e. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Niaga Minyak Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. f. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. petrokimia. b. penyiapan. Seksi Niaga Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. b. biodiesel. pelumas. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. LNG. d. terdiri dari: a. terdiri dari: a. penelaahan. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar.

keselamatan dan kesehatan kerja (K3). perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. profesi personil. kelaikan teknis.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 59 . d. petrokimia. f. usaha penunjang. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. penyiapan. b. serta penggunaan tenaga teknik. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. biodiesel. petrokimia. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. h. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. biodiesel. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. dan non bahan bakar lainnya. e. produk. dan non bahan bakar lainnya. lindungan lingkungan. g. c. penyiapan. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. penelaahan. lindungan lingkungan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. penelaahan.

Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. 60 . b. c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. g. Kelompok Jabatan Fungsional.i. h. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. j. d. d.

instalasi. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. keselamatan operasi. g. K3. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. penelaahan. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. b. penyiapan. norma. terdiri dari: a. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. d. c. penelaahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. b. 61 . e. instrumentasi.

Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. K3. 62 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. pengangkutan. penyiapan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. b. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kalibrasi alat ukur. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instrumentasi. d. penelaahan. penyiapan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. keselamatan operasi. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instalasi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210.

penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. b. b. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). g. c. pelaksanaan. Penyimpanan. terdiri dari: a. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. pengangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.f. Penyimpanan. serta penjaminan pasca operasi. penelaahan. 63 .

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. b. penyiapan rumusan standar. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. 64 . (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. g. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kriteria usaha penunjang. pengangkutan. c. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. norma. penelaahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. penelaahan. b. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi.d.

Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. produk. terdiri dari: a. 65 . b. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. f. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. profesi personil. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pelaksanaan. g.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. e. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. d. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. pedoman. b.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. 67 . penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. norma. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen.

e. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. e. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. c. h. b. f. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. 68 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. satuan kerja. terdiri dari: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. i. d. dan rumah tangga. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. ketatalaksanaan. f. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. 69 . akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. ketatalaksanaan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Subbagian Laporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. situs. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. c. d.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. pelaporan. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. e. jaringan. c. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Umum dan Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. g. pelaksanaan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. rapat koordinasi. jaringan dan situs informasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Keuangan. pengelolaan sistem. b. d.

Subbagian Kekayaan Negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 237 Bagian Keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. satuan kerja. serta penyelesaian kerugian negara. f.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. d. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. 70 . pelaksanaan. penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan. e. b. terdiri dari: a. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.

penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pertimbangan hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. f. c. dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. d. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. b. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. 71 . program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan informasi. pelaksanaan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. pelaksanaan. e. dokumentasi dan sosialisasi hukum. b. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penyelesaian kerugian negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta kehumasan.

mutasi. kebersihan. telepon. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. d. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pertamanan dan perparkiran. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. keamanan. g. e. pengadaan pegawai. dan kearsipan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pengurusan formasi. b. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. c. serta urusan keprotokolan dan upacara. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. 72 . c. perlengkapan dan rumah tangga. dan Implementasi Sipeg. ekspedisi persuratan dinas. pemberhentian. f.

e. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. evaluasi kebijakan. rencana dan program. persuratan dinas dan kearsipan. f. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. b. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). 73 . (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. rencana pengadaan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. c. rencana dan program. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. implementasi Sipeg. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. g. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. h.

d. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. d. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. f. b. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. g.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. e. menengah dan tahunan tenaga listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. e. 74 . c. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. b. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional.

penyiapan. penelaahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. c. penelaahan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 75 .Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. b. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik.

penyiapan. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. norma. f. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. e. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. pelaksanaan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. penyiapan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. b. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. 76 . evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. b.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Multilateral dan Regional. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. multilateral dan regional. c. asosiasi dan lembaga lainnya. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. 77 .Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. penelaahan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. evaluasi pelaksanaan rencana. penyiapan rumusan rencana dan program. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. b. penyusunan dokumen perjanjian. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. lembaga sertifikasi. d. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.

Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. 78 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. c. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. d. e. penelaahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. penyiapan. pengolahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pelaksanaan pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. b. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. b. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.

Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. e. c. h.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. c. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. i. b. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pembinaan. 79 . pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. d. f. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta perlindungan konsumen. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. e. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.c. penyiapan. b. d. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. c. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta efisiensi dan transparansi usaha. tugas 80 . d. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penelaahan. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.

Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. e. Seksi Pelayanan Izin Usaha. terdiri dari: a. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. pemberian sanksi. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. b. penyiapan. penelaahan. b. pelaksanaan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. c. penelaahan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. 81 . dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Seksi Pengawasan Izin Usaha. penyiapan rumusan standar. kriteria harga jual tenaga listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik.

Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. b. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. f. d. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. c. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. b. kriteria hubungan komersial. e. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penelaahan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. pelaksanaan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. 82 . norma. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan standar.

serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. d. penelaahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas 83 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. c. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. e. penelaahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. norma. penelaahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. b. pelaksanaan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. b. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik.

Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. keselamatan dan K3. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. b. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pembinaan teknis. kelaikan teknis. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. e. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. i. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. f. e. 84 . sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. h. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. g. d. b. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. kelaikan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. terdiri dari: a. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. f. profesi personil. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan.

85 . serta Rancangan SNI. e. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan. d. pelaksanaan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penelaahan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penelaahan. g. b. f. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan.

penelaahan. penyiapan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. 86 . Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. b. penyiapan. keselamatan operasi. b. norma. terdiri dari: a. kelaikan peralatan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan K3. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pelaksanaan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. e. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. kalibrasi alat ukur. pelaksanaan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar.

Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. g. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. penelaahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. f. e. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. terdiri dari: a. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. d.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. 87 . penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.

b. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. 88 . Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. d. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. e. c.

penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penelaahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. norma. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. dan kriteria usaha penunjang. profesi personil. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. b. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. 89 . f. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. terdiri dari: a. produk. b.

penyiapan rumusan kebijakan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. h. b. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan standar. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. f. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Konservasi Energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. kriteria pemanfaatan energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. c. e. g. f. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. c. c. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. 90 . e. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. d. energi alternatif. norma.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. energi perdesaan dan konservasi energi.

penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha.d. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. e. b. d. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. c. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. 91 . e. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. b. b. norma. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan kebijakan. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. kriteria usaha energi baru terbarukan.

serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. terdiri dari: a. Seksi Penerapan Konservasi Energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. penyiapan. penelahaan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penelahaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. serta evaluasi atas program konservasi energi. b. penyiapan. penelahaan. 92 . Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. e. rencana dan program. c. Seksi Program Konservasi Energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. pelaksanaan. norma dan kriteria konservasi energi.

Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. rencana dan program. d. energi perdesaan dan konservasi energi. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. Seksi Program Energi Perdesaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. b. penelahaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pemberdayaan masyarakat. serta pedoman pengembangan. rencana dan program energi perdesaan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. e. penelahaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. 93 . b. c.. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan.

Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. b. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. c. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 94 . Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. b. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. penyiapan. terdiri dari: a.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 95 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyusunan standar. batubara dan panas bumi. kriteria. (2) Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pedoman. batubara dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. dan panas bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. batubara. 96 .BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara. c. dan prosedur di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. e. d. Direktorat Jenderal Mineral.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. g. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. dan rumah tangga. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Batubara dan Panas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. b. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 97 . e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. c. satuan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. h. e. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. i. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. d.

rapat koordinasi. Bagian Umum dan Kepegawaian. f. c. terdiri dari: a. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. ketatalaksanaan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi. akuntabilitas kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. d. b. Bagian Keuangan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. 98 . g. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. e. b. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. c. e. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Laporan. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. d. Subbagian Pengelolaan Informasi.

d. Pasal 354 Bagian Keuangan. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. jaringan. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. terdiri dari: a. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. satuan kerja. b. Subbagian Perbendaharaan. situs. f. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. 99 . b. penyiapan.

Subbagian Informasi Hukum. pelaksanaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. e.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. 100 . penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. d. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta kehumasan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. pelayanan konsultasi hukum. penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. c. Subbagian Pertimbangan Hukum. b. pelaksanaan informasi. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. c.

serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. telepon. c. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan urusan kesekretariatan. e. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. dan kearsipan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penelaahan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. b. kebersihan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. 101 . penyiapan. pengadaan pegawai. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. d. pemberhentian. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pengurusan formasi. g. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. dan Implementasi Sipeg. mutasi. perlengkapan dan rumah tangga. panas bumi dan air tanah. batubara. pertamanan dan perparkiran. ekspedisi persuratan dinas. penelaahan. keamanan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.

implementasi Sipeg. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan produksi. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. neraca sumber daya wilayah kerja. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penelaahan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta penetapan wilayah kerja.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. perumusan kebijakan pengembangan usaha. panas bumi dan air tanah. b. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. persuratan dinas dan kearsipan. d. 102 . investasi dan pendanaan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. rencana dan program di bidang mineral. terdiri dari: a. c. Direktorat Pembinaan Program Mineral. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. rencana pengadaan. Subbagian Kepegawaian. dan produksi. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. cadangan atau potensi. wilayah kerja. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha. b. batubara.

Batubara dan Panas Bumi. perumusan perencanaan. d. eksplorasi dan operasi produksi. h. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. f. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. serta perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. 103 . Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. c. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. pencatatan dan perhitungan PNBP. batubara. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. pengelolaan data. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. batubara.e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. d. f. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. c. j. terdiri dari: a. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. panas bumi dan air tanah. g. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi kebijakan. e. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. panas bumi dan air tanah. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. i. e. batubara. rencana dan program di bidang mineral. b. serta pemantauan perencanaan program di daerah.

e. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. asosiasi dan lembaga sertifikasi. c. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. panas bumi dan air tanah. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. h. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. g. 104 . serta kerja sama di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. batubara. f. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Seksi Program Mineral dan Batubara.

Kontrak Karya (KK). penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. 105 . penelaahan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. terdiri dari: a. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. d. c. rencana dan program investasi pertambangan mineral. batubara. panas bumi dan air tanah. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral.

penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. batubara. batubara. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. b. penelaahan. penelaahan. d. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. b. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. 106 . (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. kriteria pencadangan wilayah kerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.e. panas bumi dan air tanah. norma. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan.

Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Informasi Mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. b. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Panas Bumi dan Air Tanah. serta penetapan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. penyiapan penetapan potensi. g. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. pelaksanaan. f. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja.e. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. cadangan dan wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. statistik. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. penelaahan. batubara dan panas bumi. neraca sumber daya. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. h. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. penelaahan. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Batubara. terdiri dari: a. 107 .

penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pemeriksaan dan pengujian PNBP. b. Batubara dan Panas Bumi. serta bagi hasil daerah. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. 108 .Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. e. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. b. penyiapan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. c. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pencatatan. penelaahan. terdiri dari: a. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Seksi Penerimaan Negara Batubara. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. terdiri dari: a. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. b. 113 . f. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. c. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. d. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. g. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara.

d.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. h. 114 . serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. i. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. f. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. b. pelaksanaan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. perumusan pengaturan. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. pelaksanaan. c. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. g. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Seksi Hubungan Komersial Batubara.

norma. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. e. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan standar. f. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. dan perubahan batas wilayah kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. g. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 115 . Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. f. penyiapan rumusan pengaturan usaha. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. k. g. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Subbagian Tata Usaha. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. d. b. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional.j. c. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. b. c. l. e. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. 116 . Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi. d. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi.h. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Pengelolaan Air Tanah. e. b. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. b. terdiri dari: a. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi.

serta pengendalian air tanah. d. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. pelaksanaan. b. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. c. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. b. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. e. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. g. 117 . serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. f. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengendalian air tanah. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan.

Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. i. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta pengendalian air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. e. Seksi Pengendalian Air Tanah. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan. 118 . b. c.h. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. d. serta pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. b.

penelaahan. b. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 119 . evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi.g. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. c. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. f. penelaahan. b. e. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. h. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

serta air tanah. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. 120 . serta ketatausahaan. c. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. pelaksanaan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Konservasi Air Tanah. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pelaksanaan.

Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Batubara dan Panas Bumi. i. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. dan panas bumi. serta penggunaan tenaga teknik. batubara dan panas bumi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. produk. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. profesi personil. panas bumi dan air tanah. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. h. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral.d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. j. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. f. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. 121 . batubara. K3. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. lindungan lingkungan. b. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. produk. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Seksi Standardisasi Mineral. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan standar. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. pemurnian. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. norma. dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. profesi personil. Batubara. penyiapan. serta konservasi mineral dan batubara. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. e. d. 122 . Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441.c. penelaahan. b. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. terdiri dari: a. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. g. jenis dan mutu produk. f.

dan konservasi mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. e. f. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. pelaksanaan. b. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta konservasi mineral dan batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batas wilayah kerja. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. penelaahan. penelaahan. c. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik.b. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. pelaksanaan. b. d. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. 123 . Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan.

g. b. batubara dan panas bumi. f. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. h. batubara. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.c. pelaksanaan. d. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. i. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. dan panas bumi. e. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara. penelaahan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. 124 . Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Batubara. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya.

dan panas bumi. penyiapan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. Seksi Keselamatan Batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan. pengangkutan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. f. keamanan instalasi. b. instrumentasi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. pelaksanaan. norma. batubara. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. 125 . Batubara. Batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penelaahan. dan Panas Bumi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyimpanan. terdiri dari: a. penimbunan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. g. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. panas bumi dan air tanah. kalibrasi alat ukur. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. d.

pelaksanaan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. pelaksanaan. dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan standar. norma. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. d. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. dan kriteria usaha penunjang. penelaahan. Batubara. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. batubara. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. 126 . terdiri dari: a. Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 127 .

Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat IV. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat I. d. 128 . Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. c. Inspektorat III. terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. keuangan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. e. Inspektorat II. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.

d. d. 129 . c. perlengkapan. e. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. g. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. e. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pengurusan kepegawaian dan organisasi. f. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Umum dan Keuangan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. k. keamanan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. b. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. j. b. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan rumah tangga. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. pengelolaan urusan tata usaha. kearsipan. h.

program kerja. pelaporan. Subbagian Penyiapan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. i. penyiapan. ketatalaksanaan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyajian informasi. b. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. satuan kerja. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. c. dan rencana kerja. penelaahan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaporan. h. situs. akuntabilitas kinerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. d. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaksanaan pengelolaan sistem. j.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. jaringan dan situs informasi. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. g. rapat koordinasi. 130 . Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. jaringan. penelaahan.

131 . dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan analisis. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. d. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. e. c. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Badan Geologi. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. penelaahan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Inspektorat Jenderal. pengolahan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. analisis hasil pengawasan.

penyiapan. penyuluhan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dokumentasi hukum. dan implementasi Sipeg. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. c.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penelaahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. 132 . Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi urusan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. d. Subbagian Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dokumentasi hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). bantuan hukum. perpustakaan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. masyarakat dan yustisia. Subbagian Hukum. pertimbangan hukum. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. pelaksanaan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. e. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a.

k. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. pelaksanaan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. rumah tangga dan kehumasan. e. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. j. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. perlengkapan. perlengkapan. pengurusan penganggaran. pelaksanaan keamanan. kebersihan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. h. keprotokolan dan kehumasan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pengurusan administrasi keuangan. pelayanan kesekretariatan. dokumentasi dan tata naskah. Subbagian Rumah Tangga. perbendaharaan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. 133 . penelaahan. persuratan dinas. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. i. terdiri dari: a. dan implementasi Sipeg. f. c. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. dan kearsipan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. b. rumah tangga dan kehumasan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. g.

Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. keprotokolan dan kehumasan. 134 . c. perlengkapan dan pengadaan. penelaahan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). persuratan dinas. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta evaluasi atas urusan keamanan. kebersihan. e. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. perumusan laporan hasil pengawasan. pemeriksaan. d. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan kebutuhan. kearsipan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan administrasi keuangan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

139 . (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

140 . h. terdiri dari: a. e. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pelayanan survei geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. c. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Pusat Sumber Daya Geologi. b.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan geologi lingkungan. d. Sekretariat Badan Geologi. b. g. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. d. f. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Pusat Survei Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. penelitian dan pelayanan. c. Pusat Lingkungan Geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi.

Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan urusan ketatausahaan. pelaporan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. i. 141 . g. c. kearsipan. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. j. ketatalaksanaan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta perencanaan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. b. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. h. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. serta pelaksanaan bantuan hukum. terdiri dari: a. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. b. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kepegawaian. d. f. d. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Keuangan. Bagian Umum. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. informasi hukum. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.

Subbagian Pengelolaan Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. jaringan. penyiapan. penelaahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. situs. b. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. pelaporan. Subbagian Laporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. pengelolaan sistem. d. penelaahan. penyajian informasi. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. e. c. 142 . b. penelaahan. pelaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. terdiri dari: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. f.

pelaksanaan. b. pengembangan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penggajian. penggajian. kepangkatan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penelaahan. kesejahteraan. serta evaluasi atas perencanaan. penyiapan. serta implementasi Sipeg. pengembangan. pemberhentian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. 143 . Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. pelaksanaan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. terdiri dari: a. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. b. Subbagian Administrasi Kepegawaian. kesejahteraan. c.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengangkatan. e. kepangkatan. pengurusan perencanaan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. serta implementasi Sipeg Badan. d. serta evaluasi atas mutasi. pemberhentian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian.

Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyelesaian kerugian negara. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. f. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan revisi anggaran Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. penelaahan. Subbagian Akuntansi. Neraca. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. PBI Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan rumah tangga. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 517 Bagian Keuangan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. e. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. kearsipan. pelaksanaan. 144 . dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. c. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.

serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. b. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. 145 . Pasal 521 Bagian Umum. serta pengurusan perlengkapan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. distribusi penggunaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. dan rumah tangga. persuratan dinas. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. kearsipan. kebersihan dan keamanan Badan. perlengkapan dan rumah tangga Badan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Subbagian Hukum. perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. b. penyiapan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. f. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. e. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. penelaahan. d. kehumasan. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. c. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. terdiri dari: a. dan kearsipan. dan pemeliharaan barang inventaris. perpustakaan. pelayanan kesekretariatan. persuratan dinas dan kearsipan. kesekretariatan. rencana kebutuhan dan pengadaan. c. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan koordinasi ketatausahaan. bantuan hukum. informasi dan dokumentasi hukum. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.

penyusunan neraca sumber daya geologi. i. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. Bidang Informasi. dan kepegawaian Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. e. 146 . dan panas bumi. penyelidikan. serta rancang bangun dan pemodelan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. batubara. j. b. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. rumah tangga. serta pemetaan tematik potensi. gambut. Bidang Sarana Teknik. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. bitumen padat. rekayasa teknologi. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian. h. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. g. Bidang Program dan Kerja Sama. mineral. d. administrasi keuangan. e. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. f. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. penyelidikan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. c. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perumusan rencana dan program. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d.

Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. d. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 147 . Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengembangan. b. pengurusan perencanaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. b. keamanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. c. kebersihan. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyusunan akuntabilitas kinerja. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta kerja sama pelayanan jasa. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. e. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Laboratorium. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. d. penelaahan. c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. 148 . serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. f. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. serta rencana strategis berbasis kinerja.d.

serta operasi perangkat lunak informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Program. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. d. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi dan publikasi. Pasal 540 Bidang Informasi. terdiri dari: a. penyiapan. penganggaran. serta pemutakhiran basis data. b. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. 149 . b. jaringan dan situs informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Kerja Sama.

gempa bumi. serta rancang bangun. b. i. gempa bumi. serta pos pengamatan gunung api. serta sesar aktif. penyelidikan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan rekayasa teknologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. dan gerakan tanah. sosialisasi. operasi perangkat lunak. tsunami.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. g. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. j. dan kepegawaian Pusat. 150 . sistem. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. f. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. penelaahan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. administrasi keuangan. tsunami. pelaksanaan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi. c. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. penelaahan. e. pelaksanaan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pemodelan. dan gerakan tanah h. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. rumah tangga.

terdiri dari: a.k. kebersihan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. keamanan. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. kearsipan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penyelidikan. pemelaahan. keuangan. e. e. terdiri dari: a. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. b. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. b. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pengurusan. evaluasi pelaksanaan penelitian. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. d. 151 . keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. pelaksanaan pengelolaan sarana. l. Kelompok Jabatan Fungsional. d. pengembangan. serta perpustakaan.

geokimia dan deformasi. d.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penetapan status. pelaksanaan penyelidikan geofisika. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. terdiri dari: a. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pemelaahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. penelaahan. pelaksanaan. 152 . pelaksanaan. c. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan status dan peringatan dini. Subbidang Pengamatan Gunung Api. b. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. administrasi keuangan. b. penelaahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja.

Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. penelaahan. c. gerakan tanah dan tsunami. d. 153 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah.

e. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan atas perencanaan program. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. c. penyelidikan. 154 . penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. d. f. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. b.

b. pengangkatan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. c. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. g. pengelolaan ketatausahaan. e. dan pengelolaan tata ruang. 155 . pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Sarana Teknik. rumah tangga. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. administrasi keuangan.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. pengembangan. terdiri dari: a. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rekayasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. Bagian Tata Usaha. c. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. d. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Bidang Program dan Kerja Sama. e. Bidang Informasi. pengurusan perencanaan. geologi teknik dan air tanah. keuangan. b. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. i. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. k. geologi teknik dan air tanah. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. penyelidikan. Kelompok Jabatan Fungsional. h. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. j. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. f. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. kebersihan. keamanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. 156 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta akuntansi. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. f. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. d.c. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. d. penyusunan akuntabilitas kinerja. e. pelaksanaan. penelaahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. serta kerja sama pelayanan jasa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Laboratorium. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 157 .Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. c. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Program. Subbidang Kerja Sama. penelaahan. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. b. terdiri dari: a.

rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. serta operasi perangkat lunak informasi. dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penyiapan. c. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penganggaran. Pasal 578 Bidang Informasi. terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pengelolaan. d. pelaksanaan sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 . jaringan dan situs informasi. serta pemutakhiran basis data. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja.

administrasi keuangan. pemetaan geologi. m. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penelitian dan penyelidikan geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. penelaahan. dokumentasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelayanan jasa survei. pelaksanaan. geomorfologi. 159 . penelaahan. j. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. c. i. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rekayasa teknologi. operasi perangkat lunak. pemetaan dan penelitian geologi. e. perpustakaan. sosialisasi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. l. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pemetaan. inventarisasi hasil survei. f. geofisika. penyelidikan dan survei di bidang geologi. g. tektonik. geokimia. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. d. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. k.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kepegawaian Pusat. sistem.

c. pengangkatan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. Bidang Sarana Teknik. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha. Bidang Program dan Kerja Sama. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. pengembangan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. terdiri dari: a.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta akuntansi. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. 160 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengurusan perencanaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. kebersihan. keuangan. Bidang Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

f. c. 161 . e. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Laboratorium. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan.

penganggaran. e. penyusunan akuntabilitas kinerja. 162 . serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. terdiri dari: a. pengelolaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Kerja Sama.

dokumentasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. b. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. 163 . Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan perpustakaan. sistem. sosialisasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. d. terdiri dari: a. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. c. pelakanaan pengelolaan sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. pelaksanaan sosialisasi. b. Pasal 597 Bidang Informasi. pelaksanaan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. operasi perangkat lunak. perpustakaan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

164 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Perekayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Penyelidik Bumi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi.

pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. panas bumi. f. e. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. mineral batubara. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. c. pembinaan pelayanan jasa teknologi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. d. 165 . g.

Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. d. c. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. h. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. e. b. kearsipan. b. informasi hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta pelaksanaan bantuan hukum. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. serta perencanaan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. terdiri dari: a. 166 . Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. g. d. dan rumah tangga.

ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.i. d. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. c. Bagian Keuangan. Bagian Umum. pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Kepegawaian. f. b. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. b. pelaporan. g. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. jaringan dan situs informasi. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. 167 . penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. e. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. d. pelaporan. Subbagian Laporan. j.

dan analisis jabatan. kesejahteraan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta implementasi Sipeg. 168 . pemberhentian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. d. situs. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta pengembangan organisasi Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Subbagian Pengembangan Pegawai. c. c. e. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. jaringan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penggajian. pengadaan. pengembangan. b. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. kepangkatan. penyiapan. pelaksanaan. serta penyempurnaan organisasi Badan. satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyajian informasi.

Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas mutasi.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. e. pengangkatan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta penyelesaian kerugian negara. penggajian. penelaahan. penyiapan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. b. serta implementasi Sipeg Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. penyiapan. b. Subbagian Akuntansi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. kesejahteraan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. kepangkatan pemberhentian. 169 . penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. PBI Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan. d. pengembangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas perencanaan.

penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan revisi anggaran Badan. terdiri dari: a. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pengurusan perlengkapan. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. penelaahan. kearsipan. e. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan pemeliharaan barang inventaris. dan rumah tangga. d. penyelesaian kerugian negara. persuratan dinas. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. perlengkapan dan rumah tangga Badan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. perlengkapan. dan rumah tangga. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan. distribusi penggunaan. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan. c. dan kearsipan. Pasal 622 Bagian Umum. Neraca. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. 170 . perpustakaan. kearsipan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pengadaan. b. b. perlengkapan.

penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. g. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. kebersihan dan keamanan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. persuratan dinas dan kearsipan. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penelaahan. c. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. kesekretariatan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. d. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. e. rencana kebutuhan dan pengadaan. 171 .Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624.

pelaksanaan pengelolaan anggaran. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. serta pelaksanaan keamanan. administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keuangan. Kelompok Fungsional. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d.h. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengelolaan ketatausahaan. pengangkatan. dan kepegawaian Pusat. c. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. pengembangan. b. e. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. Bidang Program. 172 . c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. kebersihan. i. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi. d.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. keamanan. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. serta pengadaan. pemeliharaan sarana kerja. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. d. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. 173 . Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan operasi penggunaan. b. penyediaan bahan baku.

Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 637 Bidang Program. c. 174 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. terdiri dari: a. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. pelaksanaan. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta analisis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. b.

serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. 175 . penelaahan. penelaahan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. jaringan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama.

h. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. i. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja. administrasi keuangan. g. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. c.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 176 . f. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. e. b. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643.

Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. Bidang Program. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengurusan perencanaan. Bidang Afiliasi. pengangkatan. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. kebersihan. terdiri dari: a. b. terdiri dari: a.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Bagian Tata Usaha. 177 . organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. serta pelaksanaan keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perbendaharaan dan akuntansi. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan kebersihan Pusat. serta pengadaan. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. d. keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. e. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pengembangan. b. keamanan.

penelaahan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. c. penyiapan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. 178 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. penyediaan bahan baku. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. penyiapan.

b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 656 Bidang Program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. terdiri dari: a. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. 179 .Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. evaluasi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b.

Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. c.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 660 Bidang Afiliasi. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. e. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelayanan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 180 . serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. d. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

e. c. d. rumah tangga. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Kelompok Fungsional. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. b. dan kepegawaian Pusat. terdiri dari: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. h. Bidang Afiliasi. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. i. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. g. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. 181 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. f. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. administrasi keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.

perbendaharaan dan akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. serta pengadaan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 182 . e. pemeliharaan sarana kerja. keuangan. kebersihan. keuangan. pengembangan. keamanan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. dan kebersihan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengurusan perencanaan. persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 183 . penelaahan. pelaksanaan. d.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. penyiapan. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. e.

serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta analisis. evaluasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 675 Bidang Program. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. c.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 184 . Subbidang Analisis dan Evaluasi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. e. pelaksanaan. b. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. penelaahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 679 Bidang Afiliasi. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. d. terdiri dari: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. Subbidang Informasi dan Publikasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. 185 . c. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

pengelolaan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. f. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. dan geofisika kelautan. b. e. e. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. geokimia. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Fungsional. h. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. c. terdiri dari: a. keuangan. c. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan kepegawaian Pusat. j. Bagian Tata Usaha.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. g. rumah tangga. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. administrasi keuangan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. 186 . Bidang Afiliasi. Bidang Program. i. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. d. d.

c. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta pelaksanaan keamanan. perencanaan. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta pengadaan. terdiri dari: a. pengangkatan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. d. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. keamanan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. dan kebersihan Pusat. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 187 . Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi.

penyediaan bahan baku. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. d. pelaksanaan operasi penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pengelolaan. pengelolaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program.c. e. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyediaan bahan baku. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Pengembangan Sarana. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. 188 .

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b.c. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. b. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 189 . Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 694 Bidang Program.

Subbidang Informasi dan Publikasi. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 698 Bidang Afiliasi. 190 . penelaahan. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. e. jaringan. pelaksanaan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan.d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral.

191 . Penyelidik Bumi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Perekayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa.

penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. geologi. b. mineral. batubara. e. h. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. c. perumusan kebijakan penyelenggaraan. d.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. g. 192 . f. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. 193 . h. koordinasi pelayanan administratif Badan. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. f. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. g. e. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. i. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. c. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. satuan kerja. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. c. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pembinaan kerja sama. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum.

pelaporan. 194 .j. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi. e. ketatalaksanaan. d. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 708 Sekretariat Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. Bagian Kepegawaian. dan rumah tangga. d. Bagian Keuangan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. h. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. g. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Bagian Rencana dan Laporan. kearsipan. pengelolaan urusan ketatausahaan. penganggaran. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. l. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Bagian Umum. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. akuntabilitas kinerja. k. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. f. serta perencanaan kerja. pelaporan.

penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. jaringan dan situs informasi Badan. dan sistem. pengembangan. dan analisis jabatan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pemberhentian. penggajian. b. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penganggaran. terdiri dari: a. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. d. c. akuntabilitas kinerja. 195 . bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg. pengurusan perencanaan. e. penelaahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. prosedur kerja. perencanaan kerja. penyiapan. Subbagian Kerja Sama. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas laporan berkala. penyiapan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. kepangkatan. pengadaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. b. kesejahteraan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. pelaksanaan. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.. produk kilang. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penyiapan. 200 . pelayanan jasa. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. b. c. terdiri dari: a. b. Subbidang Kilang. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. kontrol kualitas. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

pelaksanaan. pelayanan jasa. penelaahan. penyediaan dan pemanfaatan. pengembangan dan pemanfaatan. b. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. 201 . Subbidang Laboratorium. Subbidang Bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. c. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penyiapan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. pelaksanaan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan kepustakaan. b. penelaahan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. g. b. 202 . penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. kriteria dan prosedur. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pedoman. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. e. norma. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. norma. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. f. standar. pelaksanaan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kepustakaan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pedoman. kerja sama. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

norma. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. h. f. kriteria pendidikan dan pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. d. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. Batubara. c. e. kearsipan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. e. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. prosedur. Bidang Sarana Teknis. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. d. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. pedoman. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 203 . pemberian pelayanan jasa. Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. i. g. pengelolaan ketatausahaan. b. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral.

Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. ketatalaksanaan dan umum Pusat. d. c. kearsipan. perbendaharaan. akuntansi. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta hukum. e. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. 204 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. b. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. penggunaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis.c. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. b. rencana pengembangan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. Subbidang Pengembangan Sarana. e. pelaksanaan pemeliharaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 205 . penelaahan. b. terdiri dari: a.

pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. f. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. kriteria. e. terdiri dari: a. norma. e. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan sistem. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. norma. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. 206 . pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.d. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b. penyiapan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Subbidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan prosedur. d.

pedoman. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. norma. b. pelaksanaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. pelaksanaan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. c. penelaahan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pemberian pelayanan jasa. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. f. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 207 . pedoman. penelaahan. terdiri dari: a. pedoman. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyelenggaraan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penyusunan standar. penyusunan standar. d. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria dan prosedur.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. norma. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. prosedur. e.

e. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bidang Pelatihan dan Sarana. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. d. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha.g. kehumasan dan keprotokolan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. h. 208 . kearsipan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. akuntansi. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. c. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. b. kearsipan. c.

penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. e. penyiapan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. 209 . dan sistem. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. kerja sama. akuntabilitas kinerja. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. b. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. jaringan dan situs informasi. Subbidang Perencanaan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. pedoman.

penelaahan. pelaksanaan kerja sama. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kerja sama. penelaahan. penyiapan. pedoman. terdiri dari: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. e.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Subbidang Sarana dan Prasarana. serta evaluasi atas pengelolaan standar. pelaksanaan. kriteria dan prosedur. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. d. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. Subbidang Pelatihan. b. promosi. 210 . penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan.

Bagian Tata Usaha. 211 . pedoman. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. prosedur. h. b. pengelolaan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. d. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. norma. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pemberian pelayanan jasa. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. c. Bidang Pelatihan dan Sarana. g. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penelaahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. c. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 212 . (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. kehumasan dan keprotokolan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. hukum. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. perlengkapan. akuntansi. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. dokumentasi dan tata naskah.

terdiri dari: a. Subbidang Perencanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pedoman. c. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. b. penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas standar. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. 213 . (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. kerja sama. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma dan kriteria. penyiapan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma. d.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.

pelaksanaan kerja sama. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. terdiri dari: a. b. penelaahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. pelaksanaan. promosi. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. kerja sama. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. e. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. d. c. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. 214 . Subbidang Pelatihan. pelaksanaan.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. c. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. 216 . Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal dan Badan. Direktorat Jenderal. d. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. b. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. e. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. d. b. e. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. k. c. 217 . pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. j. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. serta neraca energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. h. f. i. g. perumusan pedoman sistem informasi Departemen.

persuratan dinas dan kearsipan Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. 218 . rumah tangga. dukungan operasi kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. c. e. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. dan persuratan dinas. pelaporan dan tata persuratan. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. b. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Tata Usaha Pusat. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. c. Bidang Kajian Strategis. serta kearsipan Bakoren. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. c. b. b. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha. d. serta kearsipan Pusat. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802.

evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. b. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. 219 . pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. i. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. d. c. terdiri dari: a. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. l. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan norma. b. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. h. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. g.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. f. k. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. j.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. pelayanan data dan informasi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. 220 . b. batubara dan panas bumi. d. c. pelaksanaan. pelaksanaan. ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penyiapan. penelahaan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. terdiri dari: a. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyusunan rumusan norma. b. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral.

air tanah dan kegeologian. penelahaan. bitumen padat. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. b. gambut. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pelaksanaan. pelaksanaan. penelahaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. terdiri dari: a. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi. f. b. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. c. 221 . e. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. penelahaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. d. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. 222 .BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing.

penganggaran. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. regulasi ekonomi dan keteknikan. 223 . dan keselamatan umum. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi personil. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal.a kepada pejabat eselon I. standardisasi teknis. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. organisasi. peralatan. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. perencanaan kerja. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dokumentasi. dan akuntabilitas kinerja Departemen. peraturan perundang-undangan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.

(4) Kepala Bagian. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.a. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. 224 . Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (3) Kepala Biro.a. Direktur Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.b. (5) Kepala Subbagian. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Pusat.BAB XIV ESELON. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Inspektur.a. Inspektur Jenderal. Direktur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Direktur.a. Sekretaris Direktorat Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.

(3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. 225 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d. X. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”.

susunan organisasi. 226 . dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. c. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful