MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. koordinasi kegiatan Departemen. b. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. d. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Keuangan. Biro Umum. e. Lembaga Pemerintah Non Departemen. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b. 5 . c. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. c. Departemen lain. Kementerian Negara. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. dan lembaga lain yang terkait. d. Biro Kepegawaian dan Organisasi. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

rencana dan program kerja. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Perencanaan Anggaran. b. menengah dan tahunan. i. rencana dan program kerja dan anggaran. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. dan rencana anggaran. rencana pembangunan jangka panjang. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). rencana kerja dan anggaran. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. c. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. c. perumusan kebijakan pembangunan. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. serta rencana strategis. e.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. j. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana anggaran. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. b. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. sosialisasi kebijakan pembangunan. Bagian Kerja Sama. serta perumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. d. k. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. 6 . g. d. serta pengelolaan kerja sama Departemen. e. penyusunan harga satuan. Bagian Analisis dan Evaluasi. f. evaluasi kebijakan pembangunan. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta kerja sama. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. h. l.

Subbagian Perencanaan Penunjang. penelaahan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. 7 . serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. standar dan kriteria rencana kerja. dan Badan Geologi. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. terdiri dari: a. penyiapan rumusan norma. b. f. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan rumusan RK-KL. penelaahan. dan urusan tata usaha Biro. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Menengah dan Tahunan Departemen. c. d. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Inspektorat Jenderal. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

penyiapan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. b. penyiapan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. c. terdiri dari: a. dan Badan Geologi. d.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. penelaahan. b. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. dan 8 . penelaahan. Subbagian Penganggaran Penunjang. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. norma. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. kriteria perencanaan anggaran. c. e.

evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. 9 . penelaahan. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. f. g. norma. penyiapan rumusan standar. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. penyiapan bahan sidang. Inspektorat Jenderal. h. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. b. d. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. e. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. terdiri dari: a. tahunan dan rencana strategis. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. menengah. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. c. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. RKA-KL. kriteria akuntabilitas kinerja. c. b.

serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. 10 . penyiapan rumusan standar. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta kerja sama asosiasi. b. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. Panas Bumi. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. g. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. h. c. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. e. penelaahan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria kerja sama. Batubara. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. dan Badan Geologi. serta pengelolaan kerja sama Departemen. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Inspektorat Jenderal. penelaahan. penyiapan. norma. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. d.

b. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. serta penyiapan penetapan pemberhentian. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. dan penilaian kinerja pegawai. pengembangan organisasi dan tata laksana. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. b. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. e. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. terdiri dari: a. penempatan dan pengembangan pegawai. pengadaan. penelaahan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pembinaan mutasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. kepangkatan. Subbagian Kerja Sama Bilateral. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). d. dan kesejahteraan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. c. jabatan struktural dan fungsional. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. disiplin. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemensiunan. 11 . c.

b. Bagian Data dan Informasi Pegawai. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyiapan rumusan standar. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). serta standardisasi kompetensi jabatan. g. pengadaan. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. Bagian Mutasi Pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. norma. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. g. j. pola dan pengembangan karir pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. i. b. e. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta administrasi penugasan ke luar negeri. penyiapan rumusan rencana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. c.f. 12 . terdiri dari: a. serta kartu PNS. d. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. penyusunan rencana formasi. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. evaluasi pembinaan kepegawaian. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pegawai Negeri Sipil (PNS). e. c. d. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. f. h. k. dokumentasi dan tata naskah pegawai.

serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penelaahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. pemindahan. j. penyiapan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. terdiri dari: a. dan penugasan pegawai ke luar negeri. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. c. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. bimbingan teknis. kompetensi pegawai. i. pengelolaan administrasi tugas belajar. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. 13 . dan Kartu PNS Departemen.h. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. urusan tugas belajar dan izin belajar. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. pemberhentian dan disiplin. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. penelaahan. penyiapan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. b. Subbagian Pengembangan Karir. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. penyiapan.

b. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pemberhentian. kriteria mutasi pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pemindahan. g. cuti. pemindahan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. penarikan kembali. h. pelaksanaan kepangkatan. penyiapan standar. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. e. d. pemberhentian. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. norma. kepangkatan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pelaksanaan disiplin pegawai. penelaahan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. f. pemberhentian dan disiplin. c. pelaksanaan. dan Bapertarum. 14 . perbantuan. dan penarikan kembali pegawai. serta Kartu Istri. Taspen. dan penilaian prestasi pegawai. b. terdiri dari: a. pembebasan sementara. pelaksanaan pemindahan pegawai. Askes. kepangkatan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. ujian dinas dan Ujian KPPI. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pengangkatan kembali. j. serta kesejahteraan pegawai. perbantuan. pemindahan. dipekerjakan. c. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. dan penilaian angka kredit. i. Subbagian Mutasi Jabatan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dipekerjakan. Kartu Suami. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. k. pelaksanaan kesejahteraan.

evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Kartu Suami. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pelaksanaan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelayanan kesehatan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pemindahan. penghargaan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. 15 . pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Taspen.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. disiplin. pemberhentian. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pemberhentian dan pemensiunan. dan administrasi lembaga tripartit. penyiapan. pengadaan pegawai. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Kartu Istri. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. kepangkatan. penelaahan. h. b. e. i. Bapertarum pegawai Departemen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. jabatan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. d. c. penelaahan. g. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. penilaian angka kredit. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Askes. pelaksanaan. pendidikan dan pelatihan pegawai. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. dan daftar riwayat hidup pegawai. penggajian.

dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penggajian. penyiapan rumusan standar.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. klasifikasi dan peta jabatan. 16 . Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. b. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. c. b. penelaahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. d. jabatan. kriteria pengembangan organisasi. penelaahan. penghargaan. kepangkatan. terdiri dari: a. pemberhentian. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. e. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. pelaksanaan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. c. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. norma. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pengadaan pegawai. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pemindahan. penelaahan.

(3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. analisis beban kerja. penelaahan. standardisasi kompetensi jabatan. h. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. administrasi keuangan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. 17 . pola hubungan kerja. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kelembagaan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. pengembangan.f. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. g. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. peta jabatan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. Subbagian Tata Laksana. c. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pengembangan.

j. serta bimbingan teknis perbendaharaan. c. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. c. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pembinaan inventarisasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. b. d. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. f. l. g. Bagian Kekayaan Negara. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. laporan realisasi anggaran. Bagian Perbendaharaan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. perbendaharaan. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 49 Biro Keuangan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. e. serta pembinaan perbendaharaan. penyelesaian kerugian negara. serta Neraca Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. i. k. kekayaan negara dan akuntansi. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Bagian Akuntansi. h. dan implementasi sistem akuntansi. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. 18 . serta nota keuangan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). administrasi keuangan. Bagian Pendapatan dan Belanja.

penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. h. pelaksanaan. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. 19 . penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. j. c. Subbagian Anggaran Belanja. penyiapan target. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyusunan rumusan standar. i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). e. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. c. evaluasi tarif dan revisi PNBP. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penelaahan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. g. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. dan urusan tata usaha Biro. k. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. b. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. b. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penelaahan. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja.

pelaksanaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. b. e. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan standar. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. Badan Geologi. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. 20 . Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. c. d. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. norma. f. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. c. dan pengelolaan SPM.

penyiapan rumusan standar. penelaahan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. f. dan bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. penelaahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. norma. c. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. terdiri dari: a. pelaksanaan. c. b. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan. g. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. 21 . kriteria pengelolaan kekayaan negara. e. b. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. tuntutan perbendaharaan. ganti rugi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Batubara dan Panas Bumi. b. e. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Pasal 64 Bagian Akuntansi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. rekonsiliasi. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. c. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. pelaksanaan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Subbagian Penyiapan Neraca. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. f. norma. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Badan Geologi. pelaksanaan verifikasi. b. 22 . evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. c. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. penelaahan. penelaahan. serta program legislasi dan regulasi. b. serta evaluasi atas pembukuan aset. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. pelaksanaan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. bantuan hukum. verifikasi anggaran. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. serta kehumasan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta pelaksanaan kehumasan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan implementasi SAAT Departemen. Neraca. bantuan hukum dan kehumasan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. h. dan penyelesaian kasus hukum. dan implementasi SAI Departemen. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. dan bantuan hukum. e. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. dan bantuan hukum. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. g. penelaahan. konsolidasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. 23 . pengelolaan dokumentasi. c. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). kewajiban. rekonsialiasi. d. f. equitas dana. pelaksanaan.

Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. e. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e. j. c. Kelompok Jabatan Fungsional. 24 . b. penelaahan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Hubungan Masyarakat. dan bantuan hukum. Bagian Penelaahan Hukum. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. c. d. b.i. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. c. Bagian Bantuan Hukum. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral.

penelaahan. penelaahan. h. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. g. norma. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan. penyiapan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. 25 . Batubara dan Panas Bumi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. f. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. e. dan unsur unit penunjangnya. kriteria kontrak atau perjanjian. penyiapan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. c. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral.

pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. penyiapan rumusan standar. norma. e. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. terdiri dari: a. penyiapan. 26 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. d. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penelaahan. penyiapan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penelaahan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. c. f.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum.

pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. 27 . konferensi pers. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. norma. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. d. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksaaan. serta monitoring dan analisis berita. e. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penelaahan. c. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. f. b. dan unsur unit penunjangnya.

penerbitan. i. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penelaahan. h. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. konferensi pers. j. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan peliputan. terdiri dari: a. monitoring dan analisis berita Departemen. abstrak peraturan perundang-undangan.g. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Publikasi. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pameran Departemen. pelaksanaan. dan urusan tata usaha Biro. b. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. c. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. 28 . dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media.

Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. d. g. f. b.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. pengelolaan keamanan dan keselamatan. perlengkapan dan pengadaan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. c. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. f. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. tata persuratan dinas dan kearsipan. Staf Ahli. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Sekretaris Jenderal. e. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. terdiri dari: a. d. c. Pasal 87 Biro Umum. Kepala Biro dan Kepala Pusat. tata persuratan dinas dan kearsipan. j. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. penyediaan sarana dan prasarana kerja. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perlengkapan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pengadaan. h. Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. pengelolaan rumah tangga. tata usaha dan kearsipan. tugas 29 . Bagian Tata Usaha.

pelantikan. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan penyelenggaraan rapat. Subbagian Tata Usaha Menteri. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. c.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. c. Jakarta Pusat). (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. b. Subbagian Urusan Dalam Departemen. f. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. d. Medan Merdeka Selatan 18. b. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.

pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. norma. dan ekspedisi surat dinas. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. d. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. c.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. b. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. e. c. penyiapan. penelaahan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. 31 . Subbagian Tata Usaha Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. b. penjadwalan kegiatan. f. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.

keamanan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. c. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. 32 . Staf Ahli. serta pengadaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. keselamatan. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b. Staf Ahli. b. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. e. c. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. d. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96.H. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. M. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. keselamatan. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. terdiri dari: a. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat).

Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengadaan. terdiri dari: a. penyiapan bahan rumusan standar. norma. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. Subbagian Pengadaan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. 33 . c. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. dan kearsipan Staf Ahli. b. g. inventarisasi. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Subbagian Rencana Kebutuhan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penelaahan penyiapan. penyiapan kegiatan. kriteria perlengkapan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. f. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. d.

yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 34 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. d. d. e. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. 35 . Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pedoman. norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. kriteria.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. c. penyusunan standar. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. dan rumah tangga. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. ketatalaksanaan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. e. akuntabilitas kinerja. b. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. pelaporan. c. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. g. Bagian Rencana dan Laporan. h. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. c. f. Bagian Keuangan. 36 . i. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. satuan kerja. e. kearsipan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. d.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. WP & B). f.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. e. k. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. i. rencana dan program. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. 41 . urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. n. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. pelaksanaan. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. d. l. serta perhitungan bagi hasil. penelaahan. m. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. implementasi Sipeg. c. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. b. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. h. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. g. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. perumusan pengaturan.

Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. serta pencadangan strategis. c. d. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. f. b. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. evaluasi kebijakan. d. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. e. c. serta data kebutuhan. f. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. 42 . menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. terdiri dari: a. norma. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. p.o. ketersediaan dan infrastruktur sektor. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. penyusunan statistik. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. penyiapan rumusan. b. h. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi.

penyiapan. b. penyiapan. terdiri dari: a. serta penyediaan informasi. g. penyiapan rumusan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. dan terms of condition KKS. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. e. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. b. pengumpulan data potensi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. f. permasalahan iklim usaha. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan pelaksanaan sosialisasi. penelaahan. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penelaahan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. norma. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. 43 . kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi.

infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. i. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. g. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. 44 . Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. serta bagi hasil daerah. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pemeriksaan dan pengujian. pelaksanaan pencatatan. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. c. d. serta biaya operasi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). tugas serta induk. h. e. penyiapan rumusan standar. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. j. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. retribusi. b. pajak. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). penelaahan. tugas serta induk. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. norma. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan.

pelaksanaan. lifting dan target penerimaan. c. penyiapan rumusan. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. terdiri dari: a.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. PNBP dan tarif iuran. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. pajak. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. b. e. penelaahan. harga minyak mentah Indonesia. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. tenaga kerja asing. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. retribusi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. f. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. penelaahan. g. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. norma. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. tenaga kerja asing. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. b. 45 . d.

dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan. rencana impor barang operasi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta pengaturan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. fasilitasi lembaga tripartit. penelaahan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. j. rencana penggunaan tenaga kerja asing. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. b.h. k. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. i. terdiri dari: a. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pemberdayaan produksi dalam negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. 46 . Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penggunaan barang operasi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. penyiapan. penyiapan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. b. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor.

lembaga sertifikasi dan asosiasi. penelaahan. pelaksanaan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. terdiri dari: a. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. c. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. g. b. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. serta kerja sama Pemerintah Daerah. penelaahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Seksi Multilateral dan Regional. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. f. 47 . Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. d. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi.c. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. e.

pelaksanaan pengumuman WK. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. pengelolaan WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. d.d. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. g. f. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. i. d. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Wilayah Kerja. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. kriteria pengelolaan WK. g. b. c. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. h. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. h. e. k. l. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. 48 . penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. j. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. f. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. norma. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. c. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. e. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu.

c. penyiapan rumusan standar. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. penilaian. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. norma. e. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. 49 . kriteria usaha eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. b. f. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. b.

Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. g. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. f.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. kriteria. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. h. penelaahan. 50 . penelaahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. i. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. pelaksanaan. penyiapan. b. d. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. e. b. penyiapan rumusan standar.

partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. penelaahan. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. d. tumpang tindih lahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. f. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. b. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penyiapan rumusan standar. norma. g. 51 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. e.

penyiapan. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h. pelaksanaan pembinaan teknis. norma. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. g. penelaahan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan standar. e. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penelaahan. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. 52 . Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. i. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. b. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi.

serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Penyediaan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. g. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. 53 . f. Light Natural Gas (LNG). perumusan jenis bahan bakar minyak. d.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. perumusan pengaturan Penugasan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. bahan bakar gas. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. b. bahan bakar lain. h. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. c. penyiapan. Light Petroleoum Gas (LPG).

penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. LPG. penyiapan rumusan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. bahan bakar gas. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. g. e. i. h. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. f. c. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. e. bahan bakar lain. c. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. norma. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan perizinan usaha pengolahan. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. j. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. d. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. LNG. 54 . f. terdiri dari: a.j. b. k. pengelolaan data. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. b. pengelolaan data. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. l. d.

hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. norma. penyiapan rumusan standar. c. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. f. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. b. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. h. 55 . Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. terdiri dari: a.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. d. hasil olahan dan bahan bakar lain. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. g. e. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi.

e. c. kriteria harga bahan bakar. norma. b. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. d. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. j. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan formulasi harga. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.i. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. bahan bakar gas dan LPG. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. b. serta penyiapan penetapan P3JBT. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. 56 .

57 . g. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. penelaahan. h. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. e. LPG. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. kriteria usaha niaga. b. f. gas bumi. d. pengelolaan data. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. c.f. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penyiapan. g. penyiapan perizinan usaha niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. b. penelaahan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. LNG. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. i. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. norma. penyiapan. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas.

b. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penyiapan. b. penyiapan. penelaahan. penyiapan norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Seksi Niaga Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. biodiesel. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. terdiri dari: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelumas. penelaahan. tugas 58 . Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. dan non bahan bakar lainnya. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. f. b. d. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. petrokimia. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. c. terdiri dari: a. kriteria usaha non bahan bakar. e. LPG. LNG. Seksi Niaga Minyak Bumi. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Proses Non Bahan Bakar.

lindungan lingkungan. kelaikan teknis. produk. usaha penunjang. profesi personil. h.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. dan non bahan bakar lainnya. serta penggunaan tenaga teknik. biodiesel. petrokimia. penelaahan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. petrokimia. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). b. g. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. 59 . (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. e. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. dan non bahan bakar lainnya. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. biodiesel. f. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. kelaikan teknis. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. penyiapan. lindungan lingkungan.

Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. terdiri dari: a. b. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . e. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. d. j. 60 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.i. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. e. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Kelompok Jabatan Fungsional. h. b. c. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.

dan kalibrasi alat ukur. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. norma. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. instalasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. dan penggunaan tenaga teknik. keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. e. penyiapan. penelaahan. b. instrumentasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. g. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penelaahan. f. 61 . pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. instalasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instrumentasi. K3. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur. e. b. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penggunaan tenaga teknik. keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan. norma. 62 . d. pelaksanaan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan rumusan standar. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengangkutan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan.

serta penjaminan pasca operasi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan.f. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pengangkutan. Penyimpanan. c. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan. penelaahan. Penyimpanan. pelaksanaan. g. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. b. 63 . Penyimpanan.

penelaahan. penelaahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan kriteria usaha penunjang. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. e. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. terdiri dari: a. b. pengangkutan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. c. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. 64 . penyiapan rumusan standar. norma. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.

Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. f. produk. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. profesi personil. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.d. pelaksanaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. g. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 65 . b. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

66 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d. e. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. norma. kriteria. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 67 . pedoman. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. c. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. penyusunan standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.

i. pengelolaan urusan ketatausahaan. h. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. c. c. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. satuan kerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. 68 . perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. d. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. e. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. f. d. dan rumah tangga. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. kearsipan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. b. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal.

pelaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. 69 . f. pelaporan. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. e. Bagian Keuangan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. jaringan. Subbagian Laporan. b. pengelolaan sistem. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. ketatalaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Umum dan Kepegawaian. jaringan dan situs informasi. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. situs. akuntabilitas kinerja. rapat koordinasi. e. ketatalaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. g. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. terdiri dari: a. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. b.

Pasal 237 Bagian Keuangan. b. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. 70 . e. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. PBI Direktorat Jenderal. c. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. satuan kerja. penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. serta pengurusan revisi anggaran. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. f. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. d. penyiapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara.

serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta kehumasan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penelaahan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pertimbangan hukum.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. 71 . Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. b. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. pelaksanaan informasi. b. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. c. laporan pertanggungjawaban keuangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. f. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penyiapan. pelaksanaan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Informasi Hukum. penyelesaian kerugian negara. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. e.

telepon. Subbagian Kepegawaian. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga. kebersihan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan urusan kesekretariatan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. e. b. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. dan kearsipan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. ekspedisi persuratan dinas. f. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan. d. pelaksanaan. keamanan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. dan Implementasi Sipeg. serta urusan keprotokolan dan upacara. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. c. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. mutasi. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. g. c. pemberhentian. perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. Subbagian Tata Usaha. 72 . terdiri dari: a. pengadaan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. b.

serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. b. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). lembaga sertifikasi dan asosiasi. rencana dan program. implementasi Sipeg. persuratan dinas dan kearsipan. 73 . organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. c. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. e. h. rencana dan program. penelaahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. serta rencana dan program pembangunan berjangka. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. evaluasi kebijakan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. rencana pengadaan. f.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. g.

Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. c. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. b. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. penyiapan rumusan. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. 74 . Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. c. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. d. g. e.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. e. serta program pengembangan jaringan transmisi. menengah dan tahunan tenaga listrik. d. f.

penelaahan. d. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. 75 . Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. b. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan. penelaahan. b. penelaahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan.

Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan. b. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. c. e.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 76 . penyiapan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penyiapan. penelaahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. f. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. norma. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan bahan rumusan standar. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial.

d. lembaga sertifikasi. penelaahan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. asosiasi dan lembaga lainnya. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi pelaksanaan rencana. b. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. multilateral dan regional. Seksi Multilateral dan Regional. 77 . Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan dokumen perjanjian. c. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. penelaahan.

78 . b. penyiapan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. c. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pengolahan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. b. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. pelaksanaan pengelolaan data. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. d. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. penelaahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik.

Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. e. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. c.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta perlindungan konsumen. 79 . Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. d. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. d. e. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. g. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. h. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. pembinaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. b. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. f. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik.

c. d. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . pelaksanaan. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan. b. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. d. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. c. serta penetapan wilayah usaha. penelaahan. serta efisiensi dan transparansi usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik.

terdiri dari: a. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 81 . terdiri dari: a. b. f.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pemberian sanksi. b. b. Seksi Pelayanan Izin Usaha. kriteria harga jual tenaga listrik. e. pelaksanaan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. norma. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. penyiapan rumusan standar.

penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penyiapan rumusan standar. penelaahan. 82 . serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. norma. kriteria hubungan komersial. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. d. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. terdiri dari: a. b. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. c. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. e. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. b. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan. f.

(2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penelaahan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. kriteria perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. b. mempunyai tugas 83 . b. terdiri dari: a. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. norma. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. c. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. d. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. penelaahan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik.

standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. c. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. lindungan lingkungan. serta pembinaan teknis. h. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. g. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. e. profesi personil. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. 84 . b. d. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. i. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. f. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. produk. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. b. kelaikan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. kelaikan teknis. c. e. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. keselamatan dan K3. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. d. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.

pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penelaahan. c. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta Rancangan SNI. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jenis dan mutu tenaga listrik.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. b. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. b. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. terdiri dari: a. f. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. 85 . penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. e. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. d. g. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. e. pelaksanaan. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. 86 . b. c. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. keselamatan operasi. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. kalibrasi alat ukur. f. kelaikan peralatan. d. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. dan K3. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pelaksanaan. instrumentasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan.

b. penelaahan. g.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. e. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. d. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. 87 . Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. terdiri dari: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. c. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.

serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. terdiri dari: a. e. 88 . penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. b. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. c. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. d. penyiapan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.

sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. terdiri dari: a. f. b. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. b. produk. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. e. 89 .Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. c. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. profesi personil. norma. dan kriteria usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. g. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang.

e. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. c. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. c. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. kriteria pemanfaatan energi. f. 90 . b. h. energi perdesaan dan konservasi energi. e. serta rencana dan program energi baru terbarukan. f. b. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. energi perdesaan dan konservasi energi. g. Subdirektorat Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Energi Perdesaan.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. energi alternatif. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. d. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. penyiapan rumusan standar. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. terdiri dari: a. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. d. norma.

(2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. norma. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penelahaan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. c. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. e. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. penelahaan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. e. b. b. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. 91 . Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan.d. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. d. b. terdiri dari: a.

Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan rumusan standar.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. norma dan kriteria konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. b. penelahaan. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. 92 . penyiapan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. rencana dan program. penyiapan. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. e.

Seksi Program Energi Perdesaan. norma. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. 93 . serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. terdiri dari: a. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. serta pedoman pengembangan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. rencana dan program. c. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pemberdayaan masyarakat. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. e. penelahaan. rencana dan program energi perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan. d. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. b. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan..

Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. c. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. 94 . b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelahaan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. penyiapan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

Direktorat Jenderal Mineral. 96 . BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. e. dan panas bumi. Batubara. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. dan prosedur di bidang mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. batubara dan panas bumi. kriteria. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. norma. (2) Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. penyusunan standar. batubara. c. batubara dan panas bumi. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. d.

i. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. d. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. d. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. satuan kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. b. dan rumah tangga. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. 97 . perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. g. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e.

ketatalaksanaan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Pengelolaan Informasi. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. g. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Keuangan. b.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. c. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. d. Subbagian Laporan. pelaporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. b. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. e. c. pengelolaan sistem. 98 . f. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja.

satuan kerja. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. c. terdiri dari: a. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 354 Bagian Keuangan. f.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. situs. pelaksanaan. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 99 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. jaringan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. c. serta penyelesaian kerugian negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan. d. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. penelaahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan. PBI Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.

serta informasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan informasi. pertimbangan hukum. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. e. pelaksanaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. c. penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pertimbangan Hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. dan Neraca Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. b. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelayanan konsultasi hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta kehumasan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. 100 . penelaahan. c.

batubara. telepon. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. 101 . penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan organisasi dan analisis jabatan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. mutasi. keamanan. c. panas bumi dan air tanah. program legislasi dan regulasi bidang mineral. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penelaahan. pemberhentian. pengurusan formasi. ekspedisi persuratan dinas. dan Implementasi Sipeg. e. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. dan kearsipan. penyiapan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta urusan keprotokolan dan upacara. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. f. g. perlengkapan dan rumah tangga. pertamanan dan perparkiran. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. d. perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. b. pengadaan pegawai. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum.

Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. b. wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. cadangan atau potensi. Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. neraca sumber daya wilayah kerja. serta penetapan wilayah kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. investasi dan pendanaan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Subbagian Kepegawaian. dan produksi. persuratan dinas dan kearsipan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. dan produksi. rencana dan program di bidang mineral. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. batubara. perumusan kebijakan pengembangan usaha. implementasi Sipeg. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. pelaksanaan. rencana pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. c. c. penelaahan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. 102 . Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. e. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi. batubara. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. panas bumi dan air tanah. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. rencana dan program di bidang mineral. f. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. batubara. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b.e. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. evaluasi kebijakan. j. pengelolaan data. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. d. h. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Batubara. perumusan perencanaan. serta perhitungan bagi hasil. eksplorasi dan operasi produksi. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. i. 103 . Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. g. d. Batubara dan Panas Bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. f. c. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi. e. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor.

f. batubara. serta kerja sama di bidang mineral. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 104 . pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. g. serta pemantauan pelaksanaan investasi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. h. panas bumi dan air tanah. b. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penelaahan. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Program Mineral dan Batubara. penyiapan. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. terdiri dari: a. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. c.

(2) Seksi Kerja Sama Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi. panas bumi dan air tanah. c. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi. Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). penelaahan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. batubara. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. d. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. 105 . batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan.

b. Batubara dan Panas Bumi. b. penelaahan. batubara. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi.e. norma. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. f. d. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. 106 . pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. serta penyusunan statistik pengusahaan. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. batubara. c. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penelaahan. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. kriteria pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan.

panas bumi dan air tanah. Batubara. neraca sumber daya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. terdiri dari: a. Seksi Informasi Mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. statistik. penyiapan.e. penyiapan penetapan potensi. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. cadangan dan wilayah kerja. g. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. f. Batubara. b. 107 . Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. penelaahan. h. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. batubara dan panas bumi. batubara. serta penetapan wilayah kerja. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. panas bumi dan air tanah.

penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. batubara dan panas bumi. pelaksanaan pencatatan. serta bagi hasil daerah. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan. penelaahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. e. 108 . Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. b. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. d. c. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. b. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. e. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. 113 . pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. g. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. pelaksanaan. b. f. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. c. b. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. g. perumusan pengaturan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. f. terdiri dari: a. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pelaksanaan. e. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. pelaksanaan. i. 114 .Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Batubara. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Mineral. d. c. b. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. h. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. b. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

k. g. d. Subbagian Tata Usaha. 115 . serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. g. c. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan standar. c. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. dan perubahan batas wilayah kerja. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. e. b. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. f. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413.j. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penelaahan. studi kelayakan dan eksploitasi. i. pelaksanaan. b. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. c. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Seksi Pengelolaan Air Tanah. b. e. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. 116 .h. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. pelaksanaan fasilitasi. d. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. 117 . penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. e. f. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. c. terdiri dari: a. b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. g. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. b. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penelaahan. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi.

serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. i. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. d. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. c. serta pengelolaan air tanah. serta pengendalian air tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. 118 . pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. penelaahan. b. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. e. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. b. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah.

Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. 119 . Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. b. serta pengelolaan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.g. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. c. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. e. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. b. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah.

Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. c. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta air tanah. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. 120 . serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. b. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta ketatausahaan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. Seksi Konservasi Air Tanah. penelaahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. Batubara dan Panas Bumi. e. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. e. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. K3. Batubara dan Panas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. produk. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. 121 . terdiri dari: a. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi.d. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. g. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. dan panas bumi. lindungan lingkungan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. profesi personil. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. kelaikan teknis. batubara dan panas bumi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. c. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Batubara dan Panas Bumi. i. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. batubara. kelaikan teknis. batubara. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. lindungan lingkungan. j. b.

penelaahan. g. b.c. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. batubara. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. profesi personil. norma. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Batubara. f. terdiri dari: a. Seksi Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. 122 . pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. jenis dan mutu produk. dan panas bumi. serta konservasi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. d. pemurnian. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. produk.

pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. b. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. f. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan. e. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. 123 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penelaahan. dan konservasi mineral. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta konservasi mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.b. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. batas wilayah kerja. penelaahan.

dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. b. Batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. d. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. batubara. h. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. g. f. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. e. i. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. dan panas bumi.c. pelaksanaan. Batubara. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. 124 . Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan.

pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. dan Panas Bumi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Batubara. batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penelaahan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. panas bumi dan air tanah. pengangkutan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. d. dan panas bumi. Batubara. keamanan instalasi. c. penyimpanan. b. pelaksanaan. 125 . Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. f. instrumentasi. kalibrasi alat ukur. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan. penimbunan. norma. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan standar. batubara. Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. penelaahan.

serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. Batubara. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Seksi Usaha Penunjang Batubara. penelaahan. panas bumi dan air tanah. b. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. e. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. 126 . f. norma. pelaksanaan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. d. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 127 .Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. d. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat II. b. 128 . penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat I. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. e.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. d. keuangan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat IV. b. Inspektorat III.

Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. h. Bagian Hukum dan Kepegawaian. c. pengelolaan urusan tata usaha. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Bagian Pemantauan dan Evaluasi.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. e. Kelompok Jabatan Fungsional. 129 . Bagian Umum dan Keuangan. d. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. keamanan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. perlengkapan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. g. b. k. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. j. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. pengurusan kepegawaian dan organisasi. terdiri dari: a. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi. keprotokolan dan rumah tangga. b. kearsipan.

b. penyajian informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. ketatalaksanaan. situs. j. penelaahan. b. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. satuan kerja. program kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. f. c. jaringan dan situs informasi. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 130 . g. pelaporan. pelaporan. penelaahan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. i. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. e. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Subbagian Penyiapan Laporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan rencana kerja. h. jaringan. pelaksanaan. penyiapan. rapat koordinasi.

klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. b. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. 131 . evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. analisis hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. b. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Geologi. pelaksanaan. pelaksanaan analisis. e. pengolahan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. penelaahan. d. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. c. penyiapan.

penelaahan. terdiri dari: a. dan implementasi Sipeg. b. pelaksanaan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. serta pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. dokumentasi hukum. c. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. Subbagian Hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan. d. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dokumentasi hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. 132 . urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian pertimbangan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. bantuan hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. Subbagian Kepegawaian. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. penyuluhan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi urusan hukum. masyarakat dan yustisia. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. e. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. perpustakaan. penelaahan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dokumentasi dan tata naskah.

persuratan dinas. pelaksanaan keamanan. keprotokolan dan kehumasan. perbendaharaan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. e. 133 . g. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. dan kearsipan. serta pengurusan administrasi keuangan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah. f. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelayanan kesekretariatan. dan implementasi Sipeg. perlengkapan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. penelaahan. kebersihan. h. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. rumah tangga dan kehumasan. pengurusan penganggaran. rumah tangga dan kehumasan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. i. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. perlengkapan. d. b. b. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. j. perbendaharaan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. c. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. k. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.

pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). keprotokolan dan kehumasan. penelaahan. c. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perencanaan kebutuhan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. perlengkapan dan pengadaan. kebersihan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. 134 . persuratan dinas. penelaahan. serta evaluasi atas urusan keamanan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan. e. b. pemeriksaan. perumusan laporan hasil pengawasan. kearsipan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). d. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan administrasi keuangan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. 139 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. g. d. b. b. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. penelitian dan pelayanan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. 140 . c. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. e. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. f. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. terdiri dari: a. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. dan geologi lingkungan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pelayanan survei geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Survei Geologi. h. Pusat Sumber Daya Geologi. d. perumusan kebijakan di bidang geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pusat Lingkungan Geologi. Sekretariat Badan Geologi.

f. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. akuntabilitas kinerja. 141 . serta perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. j. e. pelaporan. Bagian Kepegawaian. c. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. e. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. g. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. informasi hukum. d. kearsipan. b. terdiri dari: a. b. h. dan rumah tangga. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Umum. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Bagian Rencana dan Laporan. d. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. pengelolaan urusan ketatausahaan. koordinasi pelayanan administratif Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan.

Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta pengembangan organisasi Badan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja. penyajian informasi. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penelaahan. Subbagian Pengelolaan Informasi. pelaporan. f. ketatalaksanaan. e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. jaringan. 142 . serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. satuan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. penelaahan. terdiri dari: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. d. situs. Subbagian Laporan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. b. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan. pengelolaan sistem.

penggajian. penyiapan. pengembangan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. terdiri dari: a. kepangkatan. kepangkatan. serta implementasi Sipeg. penelaahan. serta evaluasi atas mutasi. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. kesejahteraan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. c. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengangkatan. e. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pelaksanaan. b. kesejahteraan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. b. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan. penggajian. pengembangan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pelaksanaan. serta evaluasi atas perencanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. d. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pengadaan. dan analisis jabatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pemberhentian. penyiapan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan. pengurusan perencanaan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. 143 .

(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. c. penyelesaian kerugian negara. dan rumah tangga. c. pelaksanaan. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. terdiri dari: a. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. e. Subbagian Akuntansi. Pasal 517 Bagian Keuangan. penelaahan. perlengkapan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. PBI Badan. d. b. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. dan revisi anggaran Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. 144 . Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Neraca.

kesekretariatan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. b. e. pengadaan. distribusi penggunaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. terdiri dari: a. dan pemeliharaan barang inventaris. kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. 145 . serta pengurusan perlengkapan. bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan. b. kehumasan. penyiapan. dan kearsipan. kebersihan dan keamanan Badan. perpustakaan. penelaahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dokumentasi hukum dan perpustakaan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. pelaksanaaan bantuan hukum. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. Subbagian Hukum. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Pasal 521 Bagian Umum. pelayanan kesekretariatan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. d. dan rumah tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. f. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. informasi dan dokumentasi hukum.

mineral. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. c. d. d. evaluasi penyelenggaraan penelitian. e.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. h. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. b. serta rancang bangun dan pemodelan. penyelidikan. dan panas bumi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. penyelidikan. pengelolaan ketatausahaan. serta pemetaan tematik potensi. Bidang Program dan Kerja Sama. penyusunan neraca sumber daya geologi. Bidang Informasi. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. batubara. Bidang Sarana Teknik. 146 . Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. f. i. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. rumah tangga. c. bitumen padat. rekayasa teknologi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. administrasi keuangan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. j. perumusan rencana dan program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. keuangan. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. gambut.

c. e.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. 147 . Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. pengembangan. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. keamanan. kebersihan. serta akuntansi.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. pelaksanaan. f.d. e. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. Subbidang Sarana Penyelidikan. terdiri dari: a. b. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. d. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. Subbidang Laboratorium. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. b. 148 . pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta rencana strategis berbasis kinerja.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. b. b. serta pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan sosialisasi. penganggaran. d. c. penyiapan. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Subbidang Program. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Subbidang Kerja Sama. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelakanaan pengelolaan sistem.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. dokumentasi dan publikasi. 149 .

serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. j. operasi perangkat lunak. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. gempa bumi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. administrasi keuangan. tsunami.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemodelan. penyelidikan. gempa bumi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. d. b. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. 150 . dan gerakan tanah. serta pos pengamatan gunung api. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. dan rekayasa teknologi. g. sistem. f. pelaksanaan. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rumah tangga. sosialisasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. i. serta rancang bangun. penelaahan. perpustakaan. serta sesar aktif. dokumentasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. tsunami. dan gerakan tanah h. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. e. pengelolaan ketatausahaan.

pengurusan perencanaan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. terdiri dari: a. c. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta perpustakaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. evaluasi pelaksanaan penelitian. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. 151 . pengembangan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. kebersihan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.k. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. b. e. pelaksanaan pengelolaan sarana. pengangkatan. keuangan. d. penyelidikan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. keamanan. pemelaahan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. kearsipan.

b. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. c. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. terdiri dari: a. Subbidang Pengamatan Gunung Api. d.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. b. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. geokimia dan deformasi. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pengurusan. 152 . penelaahan. serta penetapan status dan peringatan dini. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. penetapan status. pemelaahan. administrasi keuangan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api.

d. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. gerakan tanah dan tsunami. c. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. penelaahan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. b. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. b. 153 . Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah.

(2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan. f. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. gerakan tanah dan tsunami. b. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyiapan. b. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. 154 . c. e. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penyiapan.

pengurusan perencanaan. c. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan pengelolaan tata ruang. g. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. h. rumah tangga. administrasi keuangan. penyelidikan. d.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dan kepegawaian Pusat. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. 155 . geologi teknik dan air tanah. d. e. j. Bidang Program dan Kerja Sama. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. i. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. k. rekayasa teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. e. Bidang Sarana Teknik. Bagian Tata Usaha. keuangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. geologi teknik dan air tanah. pengangkatan. Bidang Informasi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. e. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. keamanan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi. c. kebersihan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. f. 156 . keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. terdiri dari: a. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. keuangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.c. penyiapan sarana dan prasarana kerja.

Subbidang Laboratorium. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 157 . terdiri dari: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. b. d. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan. serta kerja sama pelayanan jasa. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Kerja Sama. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. e. b.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. Subbidang Program. terdiri dari: a. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penganggaran. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan. pelakanaan pengelolaan sistem. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. c. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dokumentasi dan publikasi. d. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. b. b. Pasal 578 Bidang Informasi. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 . penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. penelaahan.

pemetaan dan penelitian geologi. sosialisasi. pelayanan jasa survei. sistem. g. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dokumentasi. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. geomorfologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rumah tangga. perpustakaan. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. operasi perangkat lunak. geofisika. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. tektonik. h. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. dan kepegawaian Pusat. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. geokimia. m. inventarisasi hasil survei. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 159 . k. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penelaahan. l. evaluasi pelaksanaan penelitian. pelaksanaan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. penelaahan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. d. rekayasa teknologi. c. i. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. f. pemetaan geologi. penelitian dan penyelidikan geologi. j. b.

Bidang Informasi. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. d. Bagian Tata Usaha. e. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. pengembangan. keamanan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta akuntansi. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta dokumentasi tata naskah pegawai. 160 . Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Teknik. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Bidang Program dan Kerja Sama. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. pengurusan perencanaan.

(2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 161 . terdiri dari: a. b. c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. d. e. f. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. pelaksanaan.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. d. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan. Subbidang Program. serta kerja sama pelayanan jasa. c. Subbidang Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penganggaran. terdiri dari: a. 162 . pengelolaan. penelaahan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja.

terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. dokumentasi dan publikasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pemutakhiran basis data. serta operasi perangkat lunak informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. sistem. 163 . pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan perpustakaan. pelaksanaan sosialisasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. b. c. operasi perangkat lunak. penelaahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi. d. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 597 Bidang Informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. perpustakaan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595.

164 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Teknisi Litkayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Perekayasa. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan pelayanan jasa teknologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. f. g. b. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. mineral batubara. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. 165 . pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. c.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. e. dan rumah tangga. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. kearsipan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. serta perencanaan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. h. d. d. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. c. 166 . penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. g. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. informasi hukum. serta pelaksanaan bantuan hukum. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. d. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. b. Subbagian Laporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. 167 . penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. b. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. c. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. f. e. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. g. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. Bagian Umum. j. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan.i. akuntabilitas kinerja. b. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaporan. Bagian Keuangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan sistem.

jaringan. b. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. c. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta implementasi Sipeg. serta pengembangan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penggajian. penyajian informasi. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. pengadaan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. d. b. situs. penelaahan. 168 . pengembangan. pelaksanaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. kepangkatan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. pemberhentian. serta penyempurnaan organisasi Badan. satuan kerja. dan analisis jabatan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penyiapan. penelaahan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kesejahteraan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Akuntansi. penelaahan. serta implementasi Sipeg Badan. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan. Pasal 618 Bagian Keuangan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penggajian. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. PBI Badan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta penyelesaian kerugian negara. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. kesejahteraan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. pengangkatan. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kekayaan Negara. dokumentasi dan tata naskah pegawai. 169 . b. perhitungan pelaksanaan anggaran. f. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas perencanaan. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi atas mutasi. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. e. kepangkatan pemberhentian. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pengembangan. penelaahan.

pelayanan kesekretariatan. dan pemeliharaan barang inventaris. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan perlengkapan. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. perpustakaan. Subbagian Hukum. dan kearsipan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. d. c. dan rumah tangga. Pasal 622 Bagian Umum. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. terdiri dari: a. perlengkapan. penelaahan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelaksanaan. pengadaan. f. kearsipan. persuratan dinas. b. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Subbagian Tata Usaha. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. informasi dan dokumentasi hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. distribusi penggunaan. dan revisi anggaran Badan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta urusan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan rumah tangga. penyiapan koordinasi ketatausahaan. e. penelaahan. Neraca. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. kearsipan. pelaksanaaan bantuan hukum. perlengkapan. 170 . serta informasi hukum dan kehumasan Badan. kehumasan. b. c.

(3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penyiapan. e. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. kebersihan dan keamanan Badan. bantuan hukum. penelaahan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. f. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan. g. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. c. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. 171 . kesekretariatan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

Kelompok Fungsional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. pengangkatan. keuangan. pengurusan perencanaan. keuangan. Bidang Afiliasi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha.h. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. 172 . pelaksanaan pengelolaan anggaran. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. dan kepegawaian Pusat. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Bidang Program. terdiri dari: a. kebersihan. i. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. persuratan dinas dan kearsipan. administrasi keuangan. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. b. perbendaharaan dan akuntansi. e. c. rumah tangga. e.

b. keamanan. Subbidang Pengembangan Sarana. b. serta pengadaan. 173 . pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. dan kebersihan Pusat. penyiapan. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penelaahan. pemeliharaan sarana kerja. d.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.

serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penelaahan. b. serta analisis. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyediaan bahan baku. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 174 . c. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 637 Bidang Program. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan.

serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. penelaahan. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 175 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. jaringan. e. b. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. d. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. penelaahan.

situs dan penyebarluasan informasi. g. penelaahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. d. pelaksanaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. i. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. 176 . rumah tangga. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. jaringan. administrasi keuangan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. h. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan ketatausahaan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

dan kebersihan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. c. e. serta pengadaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Afiliasi. b.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". keamanan. 177 . serta pelaksanaan keamanan. terdiri dari: a. Bidang Program. pengembangan. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengurusan perencanaan. perbendaharaan dan akuntansi. b. keuangan. d. b. pengangkatan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. e. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemeliharaan sarana kerja. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan.

penyediaan bahan baku. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan. pelaksanaan operasi penggunaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. d. penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. 178 . Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. e. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyediaan bahan baku. b.

b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 179 . Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi. c. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 656 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. terdiri dari: a.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan.

e. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. Subbidang Informasi dan Publikasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 180 . administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. b. d. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. jaringan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. c.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.

d. f. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. e. e. rumah tangga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. h. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. 181 . d. terdiri dari: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. i. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. dan kepegawaian Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. g.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Kelompok Fungsional. Bidang Program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bidang Afiliasi. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.

keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. 182 .Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan kebersihan Pusat. pengurusan perencanaan. keamanan. c. terdiri dari: a. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengangkatan. b. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pengadaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemeliharaan sarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. e. pengembangan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. 183 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Subbidang Penyiapan Rencana. serta analisis. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. evaluasi. 184 . Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 675 Bidang Program. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. jaringan. jaringan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. b. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. c.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. pelaksanaan. d. 185 . Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan.

f. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. rumah tangga. e. d. b. i. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat. g. c. dan geofisika kelautan. pengelolaan ketatausahaan. 186 . Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. j. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. keuangan. d. h. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Kelompok Fungsional. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. e. geokimia.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. Bidang Program. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. terdiri dari: a. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Bidang Afiliasi. administrasi keuangan. c.

persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. serta pelaksanaan keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja. b. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta pengadaan. perencanaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. 187 . keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. perbendaharaan dan akuntansi. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. dan kebersihan Pusat. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688.

pengelolaan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. 188 . serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. d. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Pengoperasian Sarana. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. b. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.c. penyediaan bahan baku. pengelolaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. e. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. 189 . Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. serta analisis. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. c. Pasal 694 Bidang Program. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. penyiapan.c. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. pelayanan jasa teknologi. Pasal 698 Bidang Afiliasi. e. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.d. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. 190 . jaringan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. 191 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Penyelidik Bumi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perekayasa.

d. perumusan kebijakan penyelenggaraan. g. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. batubara. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. mineral.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. c. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. e. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. h. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. geologi. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. 192 .

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. b. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. g. koordinasi pelayanan administratif Badan. c. h. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. e. 193 . c. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. satuan kerja. e. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. f. pembinaan kerja sama. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan.

b. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. Bagian Umum. c. Bagian Keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 708 Sekretariat Badan. k. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. 194 . ketatalaksanaan. serta perencanaan kerja. c. kearsipan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. e. g. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. b. f. h. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. penganggaran. d. pelaporan. dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan.j. pelaporan. d. Bagian Kepegawaian. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengembangan organisasi Badan. prosedur kerja. kesejahteraan. e. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. dan sistem. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. b. Subbagian Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pemberhentian. b. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. pengembangan. pengadaan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. d. penelaahan. perencanaan kerja. terdiri dari: a. 195 . pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. serta implementasi Sipeg. dan analisis jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pengurusan perencanaan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. penganggaran. penelaahan. serta evaluasi atas laporan berkala. akuntabilitas kinerja. penyiapan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi Badan. penggajian. c. c. pelaksanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

kontrol kualitas. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. produk kilang.. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. b. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. 200 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Subbidang Kilang. Subbidang Utilitas. d. c. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. pelayanan jasa. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

(2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. b. pelaksanaan. d. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Laboratorium. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. pelayanan jasa. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. Subbidang Bengkel.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 201 . pelaksanaan.

Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. pedoman. kriteria dan prosedur. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta kepustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. f. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. norma. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pelaksanaan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. standar. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. kerja sama. norma. e. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. g. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 202 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. d. c. pengelolaan kepustakaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan.

203 . e. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Teknis.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. f. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. i. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. prosedur. h. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. kearsipan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara. Bagian Tata Usaha. b. pedoman. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. c. pemberian pelayanan jasa. norma. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. e. c. perlengkapan. d.

ketatalaksanaan dan umum Pusat. e. d. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. serta hukum. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kehumasan dan keprotokolan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. dokumentasi dan tata naskah. b. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Subbagian Kepegawaian dan Umum. 204 . pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kearsipan. akuntansi. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. c.

c. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbidang Pengembangan Sarana. rencana pengembangan. pelaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pelaksanaan pemeliharaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. norma. pedoman. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. 205 . b. penggunaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. e.

pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. pedoman. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan prosedur.d. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 206 . norma. f. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kerja sama dan sistem. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. Subbidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. terdiri dari: a. b. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. e. c. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.

c. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur. penyusunan standar. pedoman. pemberian pelayanan jasa. d. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. f. 207 . penyiapan penyelenggaraan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. norma. penelaahan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. kriteria pendidikan dan pelatihan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan. norma. penelaahan. pedoman. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. prosedur. penyusunan standar. kriteria dan prosedur. pelaksanaan. b. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. e. perbendaharaan. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. h. Kelompok Jabatan Fungsional. kehumasan dan keprotokolan. pengelolaan ketatausahaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. organisasi dan ketatalaksanaan. c. kearsipan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Bidang Pelatihan dan Sarana. d. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. d.g. c. terdiri dari: a. 208 . pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perlengkapan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. akuntabilitas kinerja. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. Subbidang Perencanaan. jaringan dan situs informasi. c. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. 209 . penyiapan. dan sistem. kerja sama. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

promosi. c. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. b. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur. penyiapan. d. pelaksanaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. b. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan standar. kerja sama. penelaahan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 210 . Subbidang Pelatihan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan. e. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. h. kriteria pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. 211 . pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha. prosedur. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. g. b. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. d. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. c. pelaksanaan. penelaahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pemberian pelayanan jasa. e. f. d.

pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. d. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. dokumentasi dan tata naskah. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. b. c. hukum. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. perbendaharaan. perlengkapan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. 212 . akuntansi. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan.

terdiri dari: a. kerja sama. penelaahan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. 213 . penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. pelaksanaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. penyiapan. pelaksanaan. Subbidang Perencanaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta evaluasi atas standar. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma dan kriteria. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. e. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. b. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. pedoman.

terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. e. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan kerja sama. 214 . c. b. promosi. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Subbidang Sarana dan Prasarana. d. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan. Subbidang Pelatihan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. d. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. b. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Direktorat Jenderal. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. e. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. 216 . Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. terdiri dari: a. c. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. f. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. k. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. serta neraca energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. 217 . b. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. e. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. d. j. g. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. h. i. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral.

persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. c. Kelompok Jabatan Fungsional. c. serta kearsipan Bakoren. terdiri dari: a. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. dukungan operasi kerja. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. 218 . c.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bagian Tata Usaha. e. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. b. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. b. d. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. dan persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bidang Kajian Strategis. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. pelaksanaan urusan tata usaha. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta kearsipan Pusat. d. b. pelaporan dan tata persuratan. rumah tangga.

pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan norma. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. 219 . j. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. g. d. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. b. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. persuratan dinas dan kearsipan. i. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. c. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. k. h. b. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. terdiri dari: a. e. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. l. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen.

standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penyusunan rumusan norma. b. pelayanan data dan informasi. c. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. e. batubara dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. d. b. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penyiapan. terdiri dari: a. f.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penelaahan. penelaahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penelahaan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan. penyiapan. 220 .

(2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. terdiri dari: a. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. e. penelahaan. b. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. gambut. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pelaksanaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. bitumen padat. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. 221 . penelahaan. air tanah dan kegeologian. pelaksanaan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. c. f. b. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. pelaksanaan.

serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. 222 . (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.

yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. peraturan perundang-undangan. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. regulasi ekonomi dan keteknikan. dan akuntabilitas kinerja Departemen. 223 . dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. peralatan. organisasi.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dokumentasi. perencanaan kerja. penganggaran. dengan lingkup meliputi personil. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. standardisasi teknis. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.a kepada pejabat eselon I. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7).

(2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XIV ESELON. (5) Kepala Subbagian. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.a. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a.b. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (4) Kepala Bagian.a. Direktur Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Kepala Pusat. Inspektur Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. 224 . Inspektur. Sekretaris Direktorat Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (3) Kepala Biro. Direktur. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.

diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.d.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). X.

(4) Perubahan atas rincian tugas. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. fungsi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. 226 .

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful