MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Departemen lain. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Umum. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Kepegawaian dan Organisasi. b. Kementerian Negara. c. d. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan lembaga lain yang terkait. koordinasi kegiatan Departemen. b. terdiri dari: a. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. c. d. Lembaga Pemerintah Non Departemen. e. 5 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Biro Keuangan.

rencana anggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. rencana kerja dan anggaran. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. sosialisasi kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. serta perumusan akuntabilitas kinerja. j. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. c. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta pengelolaan kerja sama Departemen. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. c. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. dan rencana anggaran. perumusan kebijakan pembangunan. l. h.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. menengah dan tahunan. 6 . serta rencana strategis. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Analisis dan Evaluasi. d. terdiri dari: a. e. g. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. b. serta kerja sama. b. penyusunan harga satuan. rencana dan program kerja dan anggaran. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. d. i. evaluasi kebijakan pembangunan. e. k. Bagian Kerja Sama. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Perencanaan Anggaran. f. Bagian Penyusunan Rencana Kerja.

serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. c. terdiri dari: a. f. penelaahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Menengah dan Tahunan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perencanaan Penunjang. b. Inspektorat Jenderal. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan RK-KL. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. d. 7 . dan Badan Geologi. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar dan kriteria rencana kerja. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. dan urusan tata usaha Biro. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. b. penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. e. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. Batubara dan Panas Bumi. c.

penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. f. Subbagian Penganggaran Penunjang. b. penyiapan rumusan standar. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). b. kriteria perencanaan anggaran. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyiapan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. c. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. dan 8 . Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. e. dan Badan Geologi. terdiri dari: a. c.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. d. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan.

Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. b. penyiapan bahan sidang. f. terdiri dari: a. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. h. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. c. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. menengah. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. e. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. b. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. RKA-KL. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. d. kriteria akuntabilitas kinerja. norma. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. 9 . serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penelaahan. rencana pembangunan jangka panjang. tahunan dan rencana strategis. g.

c. Batubara. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. dan Badan Geologi. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. f. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Inspektorat Jenderal. penyiapan. g. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. 10 . penelaahan. Panas Bumi. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. kriteria kerja sama. d. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta kerja sama asosiasi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma.

b. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). terdiri dari: a. penelaahan. pengembangan organisasi dan tata laksana. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. e. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. dan penilaian kinerja pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. 11 . d. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. disiplin. dan kesejahteraan pegawai. penelaahan. penempatan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. c. jabatan struktural dan fungsional. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. pemensiunan. kepangkatan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. perencanaan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. pengadaan. penelaahan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan mutasi. Subbagian Kerja Sama Bilateral. serta penyiapan penetapan pemberhentian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri.

Bagian Mutasi Pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. norma. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. k. serta kartu PNS. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan standar. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan rumusan rencana. b. pengadaan. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pegawai Negeri Sipil (PNS). perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. b. penyusunan rencana formasi. f. g. Kelompok Jabatan Fungsional. c. serta administrasi penugasan ke luar negeri. e.f. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. terdiri dari: a. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. c. 12 . Bagian Data dan Informasi Pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pola dan pengembangan karir pegawai. d. e. g. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. serta standardisasi kompetensi jabatan. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. j. evaluasi pembinaan kepegawaian. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bagian Organisasi dan Tata Laksana. i. d. h.

Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. dan Kartu PNS Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. j. pengelolaan administrasi tugas belajar. serta kesejahteraan pegawai Departemen. terdiri dari: a. penelaahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. dan penugasan pegawai ke luar negeri. penyiapan. penelaahan. penelaahan. 13 . serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. kepangkatan. c. pemindahan. penyiapan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. kompetensi pegawai. urusan tugas belajar dan izin belajar. pemberhentian dan disiplin. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. i. Subbagian Pengembangan Karir. bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. penyiapan.

penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. b. Taspen. norma. kepangkatan. f. pelaksanaan pemindahan pegawai. b. k. pelaksanaan disiplin pegawai. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pemindahan. kepangkatan. h. g. pembebasan sementara. Kartu Suami. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. cuti. pelaksanaan. pengangkatan kembali. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. dan penarikan kembali pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. serta Kartu Istri. kriteria mutasi pegawai. penelaahan. dipekerjakan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan penilaian angka kredit. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. c. dan Bapertarum. perbantuan. e. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. penarikan kembali. dan penilaian prestasi pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. 14 . Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pemberhentian dan disiplin. penyiapan standar. pemberhentian. perbantuan. Askes. pelaksanaan kepangkatan. j. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pemindahan. serta kesejahteraan pegawai. d. i. pemindahan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. dipekerjakan. terdiri dari: a. pelaksanaan kesejahteraan. pemberhentian.

penghargaan. dan administrasi lembaga tripartit. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pelayanan kesehatan. pelaksanaan. c. penilaian angka kredit. jabatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. d. Bapertarum pegawai Departemen. kepangkatan. pendidikan dan pelatihan pegawai. g. Askes. pemindahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. dan penetapan pengelola anggaran Departemen.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penelaahan. disiplin. 15 . Kartu Istri. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan. i. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. f. Taspen. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pemberhentian dan pemensiunan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penggajian. pemberhentian. dan daftar riwayat hidup pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penelaahan. h. pengadaan pegawai. Kartu Suami. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. e.

b. c. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. kepangkatan. 16 . kriteria pengembangan organisasi. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penyiapan rumusan standar. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. jabatan. penelaahan. pelaksanaan. pemberhentian. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta pengembangan organisasi dan jabatan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. pengadaan pegawai. penghargaan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. pelaksanaan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. b. pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pemindahan. norma. e. c. klasifikasi dan peta jabatan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penggajian. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pelaksanaan. serta evaluasi.

penelaahan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pola hubungan kerja. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. perbendaharaan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengembangan. administrasi keuangan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peta jabatan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. g. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. standardisasi kompetensi jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. penelaahan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. h. analisis beban kerja. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. penelaahan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. 17 . pengembangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen.f. Subbagian Tata Laksana. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbagian Kelembagaan. pengembangan.

Bagian Akuntansi. serta Neraca Departemen. terdiri dari: a. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. h. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. perbendaharaan. j. laporan realisasi anggaran. serta pelaksanaan akuntansi. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. c. administrasi keuangan. pembinaan inventarisasi. Pasal 49 Biro Keuangan. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. Bagian Perbendaharaan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. e. kekayaan negara dan akuntansi. serta pembinaan perbendaharaan. Bagian Kekayaan Negara. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. b. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. d. Bagian Pendapatan dan Belanja. g. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). serta nota keuangan. penyelesaian kerugian negara. 18 . f. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. l. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. dan implementasi sistem akuntansi. e. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. k. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. i. serta bimbingan teknis perbendaharaan. c. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. j. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Anggaran Belanja. h. f. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyiapan target. norma. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. terdiri dari: a. k. d. penelaahan. penelaahan. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. pelaksanaan.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. dan urusan tata usaha Biro. 19 . (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. e. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. c. g. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. b. b. penyiapan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. i. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan rumusan standar. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP.

Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. serta pembagian iuran sumber daya alam. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. f. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. c. d.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. 20 . Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan rumusan standar. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Badan Geologi. dan pengelolaan SPM. norma. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Batubara dan Panas Bumi. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. e.

Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. ganti rugi. e. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. c. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. f. 21 . penelaahan. b. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. norma. d. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. tuntutan perbendaharaan. pelaksanaan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. g. b. dan bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. c. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. penelaahan. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. terdiri dari: a. 22 . d. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. norma. pelaksanaan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 64 Bagian Akuntansi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. e. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). g. c. Badan Geologi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan verifikasi. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. b. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. pelaksanaan.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. rekonsiliasi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. penelaahan. Subbagian Penyiapan Neraca. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar.

pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan. f. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. konsolidasi. dan bantuan hukum. serta hubungan masyarakat Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Neraca. serta kehumasan. kewajiban. c. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). Laporan Realisasi Anggaran (LRA). equitas dana. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta pelaksanaan kehumasan. g. penelaahan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. penelaahan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. h. bantuan hukum. dan penyelesaian kasus hukum. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta program legislasi dan regulasi. pengelolaan dokumentasi. 23 . rekonsialiasi. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. penelaahan. dan bantuan hukum. dan implementasi SAAT Departemen. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. dan implementasi SAI Departemen. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta evaluasi atas pembukuan aset. bantuan hukum dan kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. b.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. verifikasi anggaran. e.

penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. d. b. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. d. Bagian Hubungan Masyarakat. b. b. terdiri dari: a. e. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan.i. c. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. dan bantuan hukum. j. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. c. Bagian Penelaahan Hukum. serta program legislasi dan regulasi Departemen. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. 24 . Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Bagian Bantuan Hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. e. Kelompok Jabatan Fungsional.

kriteria kontrak atau perjanjian. e. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. 25 . penelaahan. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. h. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. norma. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. f. penyiapan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. g. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. c. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. e. penelaahan. b. c. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. penyiapan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 26 . Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. penelaahan. c. d. f. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

c. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. f. norma. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. c. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 27 . kriteria pelayanan hubungan masyarakat. e. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. konferensi pers. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. b. pelaksaaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. b. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan analisis berita.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. penelaahan.

pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. penelaahan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. pelaksanaan peliputan. abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. i. h. b. c. j. 28 . evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. monitoring dan analisis berita Departemen. penerbitan. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peliputan dan perekaman kegiatan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. terdiri dari: a. Subbagian Publikasi. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. rumah tangga Sekretariat Jenderal. konferensi pers. serta evaluasi atas hubungan dengan media. dan urusan tata usaha Biro. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pameran Departemen. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara.g. Subbagian Hubungan Kelembagaan.

Sekretaris Jenderal. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. tata persuratan dinas dan kearsipan. c. tata persuratan dinas dan kearsipan. tugas 29 . pengelolaan rumah tangga. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. e. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Pasal 87 Biro Umum. b. pengadaan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. d. h. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. i. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. c. perlengkapan dan pengadaan. j. g. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. d. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. tata usaha dan kearsipan. f. f. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Bagian Perlengkapan. e. Staf Ahli. b. tata persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. penyediaan sarana dan prasarana kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Usaha Menteri. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. c. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. c. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelantikan. f. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Subbagian Urusan Dalam Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. e. b. b. Medan Merdeka Selatan 18. penyiapan penyelenggaraan rapat. Jakarta Pusat). kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. d.

d. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. c. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. penyiapan. e. Subbagian Tata Usaha Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. 31 . dan ekspedisi surat dinas. b. f. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan standar. b. c. pelaksanaan. Subbagian Kearsipan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. terdiri dari: a.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penelaahan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penjadwalan kegiatan.

serta pengadaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. c. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. c. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. b. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. keamanan. f. Staf Ahli. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Jakarta Pusat). pelaksanaan kebersihan. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. keselamatan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. M. e.H. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. b.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. d. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 32 . Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. keselamatan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal.

penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. f. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengadaan. serta pengadaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Subbagian Rencana Kebutuhan. norma. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. d. c. inventarisasi. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penelaahan penyiapan. 33 . terdiri dari: a. b. c. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyiapan kegiatan. pelaksanaan pengadaan. penyiapan bahan rumusan standar. dan kearsipan Staf Ahli. b. g. kriteria perlengkapan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

norma. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. e. c. 35 . c. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. terdiri dari: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. pedoman. kriteria. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.

pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Keuangan. e. f. e. i. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. c. kearsipan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Rencana dan Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pelaporan. b. g. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. 36 . ketatalaksanaan. b. terdiri dari: a. satuan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

penelaahan. 41 . urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. l. k. implementasi Sipeg.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. g. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. c. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. b. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. m. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. rencana dan program. WP & B). j. n. f. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. pelaksanaan. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). d. perumusan pengaturan. h. e. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. serta perhitungan bagi hasil. i. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja.

g. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. 42 . evaluasi kebijakan. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan.o. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. serta data kebutuhan. f. b. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. ketersediaan dan infrastruktur sektor. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. e. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. c. p. penyusunan statistik. d. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. serta pencadangan strategis. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. b. norma. b. e. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. h. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. f. d. c.

penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. terdiri dari: a. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. b. dan terms of condition KKS. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. d. penyiapan. penyiapan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. permasalahan iklim usaha. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. c. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. pengumpulan data potensi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan rumusan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 43 . pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. norma. dan pelaksanaan sosialisasi. penelaahan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. f. serta penyediaan informasi. b. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. g.

infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. tugas serta induk. penyiapan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. retribusi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. g. e. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pelaksanaan pencatatan. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. pemeriksaan dan pengujian. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penelaahan. d. j. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. h. f. serta biaya operasi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. pajak. c. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). norma. penyiapan. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. 44 . i. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta bagi hasil daerah. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. tugas serta induk. b.

Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. retribusi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penelaahan. d. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. tenaga kerja asing. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. PNBP dan tarif iuran. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. norma. pajak. e. tenaga kerja asing. lifting dan target penerimaan. f. harga minyak mentah Indonesia. pelaksanaan. penyiapan rumusan. b. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. b. c. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 45 . Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. terdiri dari: a.

Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. fasilitasi lembaga tripartit.h. b. pemberdayaan produksi dalam negeri. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. dan kerja sama dalam negeri. i. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. 46 . penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. penyiapan. rencana impor barang operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k. penggunaan barang operasi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penelaahan. j. b. serta pengaturan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. terdiri dari: a.

e. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. terdiri dari: a. 47 . Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. f. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. c. g. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Seksi Multilateral dan Regional.c. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. pelaksanaan. b. penelaahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pelaksanaan. penyiapan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. b. penyiapan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. d. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penelaahan.

i. Subdirektorat Wilayah Kerja. pelaksanaan pengumuman WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. g. h. f. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. k. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. f. b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. c. h. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. terdiri dari: a. b. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. d. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. 48 . penyiapan rumusan standar. e.d. e. pengelolaan WK. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). j. g. kriteria pengelolaan WK. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. norma. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. l.

f. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. e. b. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. penelaahan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. penilaian. b. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. c. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. pelaksanaan. terdiri dari: a. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. 49 . terdiri dari: a. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. kriteria usaha eksplorasi.

pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. norma. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. j. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. 50 . penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. d. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. penyiapan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. c. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. g. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. e. b. i. penelaahan. kriteria.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. h. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas.

penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyiapan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. penelaahan. 51 . Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. e. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. penyiapan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. g. f. c. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. penelaahan. b. penyiapan rumusan standar. b. tumpang tindih lahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi.

h. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. b. c. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. b. penelaahan. d. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. i. pelaksanaan pembinaan teknis. penelaahan. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. f. 52 . pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

perumusan jenis bahan bakar minyak. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pengaturan Penugasan. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. Light Petroleoum Gas (LPG). d. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. h. Light Natural Gas (LNG). pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. c. penelaahan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 53 . hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. penelaahan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. bahan bakar lain. i. b. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. bahan bakar gas.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan. pelaksanaan. Penyediaan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f.

LNG. pengelolaan data. e. d. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. 54 . Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. f. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. j. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. d. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. bahan bakar lain. h. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. i. f. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. l. LPG. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan perizinan usaha pengolahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Kelompok Jabatan Fungsional. g. pengelolaan data. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. e.j. k.

penelaahan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. 55 . e. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. b. penyiapan rumusan standar. h. Seksi Pengolahan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. g. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. norma. d. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. j. norma. penyiapan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi.i. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. 56 . Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan. kriteria harga bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. serta penyiapan penetapan P3JBT. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. bahan bakar gas dan LPG. penyiapan rumusan formulasi harga. d. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penelaahan. b.

Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan. gas bumi. c. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. h. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. penelaahan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penyiapan perizinan usaha niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. pelaksanaan.f. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. 57 . pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. terdiri dari: a. penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. LPG. e. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan. norma. kriteria usaha niaga. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. pengelolaan data. LNG. h. i. b. penyiapan rumusan standar. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan. g. d. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. kriteria usaha non bahan bakar. penyiapan norma. Seksi Proses Non Bahan Bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Seksi Niaga Gas Bumi. LNG. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. LPG. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. tugas 58 . e. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. Seksi Niaga Minyak Bumi. terdiri dari: a. d. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. c. dan non bahan bakar lainnya. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. pelumas.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. petrokimia. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. terdiri dari: a. biodiesel. penelaahan.

kelaikan teknis. g. lindungan lingkungan. kelaikan teknis. produk. petrokimia. dan non bahan bakar lainnya. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. penelaahan. dan non bahan bakar lainnya. e. penyiapan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. c. petrokimia. biodiesel. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. penelaahan. profesi personil. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan. 59 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. f. biodiesel. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. h. usaha penunjang. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi.

d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. d. j. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. f. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. c. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. 60 . serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. b. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. h. b. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. e.i. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. f. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. c. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.

instalasi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. d. f. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. keselamatan operasi. b. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. norma. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kalibrasi alat ukur. 61 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. g. K3. c. penelaahan. instrumentasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

b. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. instalasi. pelaksanaan. e. penelaahan. pengangkutan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. dan kalibrasi alat ukur. d. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. 62 . pelaksanaan. instrumentasi. penyiapan rumusan standar. dan penggunaan tenaga teknik. K3. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. Penyimpanan. penelaahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. c. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta penjaminan pasca operasi. 63 . Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. g. penelaahan.f. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pengangkutan. Penyimpanan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). pelaksanaan. pengangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. b.

pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. 64 . serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. norma. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. c. penelaahan. b. g. pengangkutan. dan kriteria usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. terdiri dari: a. f. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penyiapan rumusan standar. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.

Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. g. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. produk. pelaksanaan. b. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. 65 . serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.d. penelaahan. pelaksanaan. profesi personil. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 66 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

67 . Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. norma. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyusunan standar. c.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. pedoman. b. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. kearsipan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. h. b. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. e. d. pengelolaan urusan ketatausahaan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. f. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. g. i. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. 68 . c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. satuan kerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.

b. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. jaringan dan situs informasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. Bagian Keuangan. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. d. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. rapat koordinasi. jaringan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. situs. terdiri dari: a. pengelolaan sistem. e. Subbagian Laporan. f. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. akuntabilitas kinerja. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. g. terdiri dari: a. c. pelaksanaan. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. 69 .

pelaksanaan. penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. f. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. terdiri dari: a. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. e. c. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Kekayaan Negara. satuan kerja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta pengurusan revisi anggaran.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. 70 . serta penyelesaian kerugian negara. b. c. PBI Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Subbagian Perbendaharaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b.

pelaksanaan informasi. penelaahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. 71 . penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pelaksanaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan. penelaahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. b. f. d. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. b. penyiapan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta kehumasan. Subbagian Informasi Hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelayanan konsultasi hukum. e. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. pertimbangan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. c. terdiri dari: a. pelaksanaan. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal.

telepon. terdiri dari: a. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbagian Tata Usaha. b. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. pemberhentian. penelaahan. e. serta urusan keprotokolan dan upacara. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. perlengkapan dan rumah tangga. g. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. c. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. f. 72 . mutasi. pengurusan formasi. pelaksanaan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. kebersihan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan kearsipan. d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. c. pengadaan pegawai. b. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan. keamanan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. ekspedisi persuratan dinas. dan Implementasi Sipeg. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik.

Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. b. persuratan dinas dan kearsipan. rencana pengadaan. rencana dan program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). lembaga sertifikasi dan asosiasi. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. implementasi Sipeg. serta rencana dan program pembangunan berjangka. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. d. h. c. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penelaahan. evaluasi kebijakan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. rencana dan program. 73 .Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. f. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. g.

Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. 74 . pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. d. serta rencana strategis dan RUKN. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. b. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. e. c. c. b. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. g. penyiapan rumusan. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. f. d.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. e.

Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 75 . b. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. d. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik.

penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penelaahan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penyiapan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. pelaksanaan. e. kriteria tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. f. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penelaahan. c. norma. b. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. 76 .(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan bahan rumusan standar. d. penelaahan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan.

serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. multilateral dan regional. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. evaluasi pelaksanaan rencana. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. 77 . pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Seksi Multilateral dan Regional.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. b. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. c. lembaga sertifikasi. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. d. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyusunan dokumen perjanjian.

Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. d. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penelaahan. 78 . Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. c. b. pelaksanaan pengelolaan data. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. statistik dan pemetaan tenaga listrik. e. b. pengolahan.

Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. h. 79 . f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta perlindungan konsumen. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. e. c. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. g.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. d. d. pembinaan. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. i. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik.

penelaahan. penyiapan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. b. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. tugas 80 . Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. d. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. c. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. evaluasi pelaksanaan pengaturan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik.

penyiapan. terdiri dari: a. e. 81 . penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. penelaahan. pemberian sanksi. b.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. b. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. norma. terdiri dari: a. kriteria harga jual tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. b. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. f. c. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. pelaksanaan.

penelaahan. penyiapan rumusan standar.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. penelaahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. norma. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. b. b. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. 82 . penyiapan. d. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. terdiri dari: a. kriteria hubungan komersial. penyiapan. e. penelaahan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.

Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. e. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan. c. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. penyiapan. kriteria perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. b. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. norma. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. mempunyai tugas 83 . penelaahan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. profesi personil. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. f. g. keselamatan dan K3. 84 . h.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. produk. lindungan lingkungan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. serta pembinaan teknis. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. c. e. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. terdiri dari: a. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. kelaikan teknis. d. d. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. f. kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta penggunaan tenaga teknik. i.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. penelaahan. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. jenis dan mutu tenaga listrik. d. g. e. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. 85 . serta Rancangan SNI. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. f. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. c. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan.

86 . norma. penelaahan. g. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. penyiapan rumusan standar. keselamatan operasi. b. kelaikan peralatan. kalibrasi alat ukur. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. penelaahan. f. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. pelaksanaan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. penyiapan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. dan K3. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. instrumentasi. e. pelaksanaan. c. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b.

pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. b. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. c. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. e. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penelaahan. f. 87 . d. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. g. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. b. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penyiapan. c. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. d. penelaahan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. 88 . Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. e.

Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. e. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penelaahan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. norma. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. produk. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. f. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. profesi personil. c. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. 89 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. g. dan kriteria usaha penunjang.

Subdirektorat Bimbingan Teknis. f. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. h. energi perdesaan dan konservasi energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. c. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. serta rencana dan program energi baru terbarukan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. energi perdesaan dan konservasi energi. c. g. c. Subdirektorat Energi Perdesaan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. f. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. b. 90 . Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. e. Subdirektorat Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. b. energi alternatif. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. e.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. d. b. d. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. kriteria pemanfaatan energi. penyiapan rumusan standar. norma. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.

rencana dan program pengembangan usaha. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan.d. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Seksi Program Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. e. b. terdiri dari: a. e. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. c. 91 . (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. penelahaan. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penelahaan. norma. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. b. d. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan standar. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. serta evaluasi atas program konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan rumusan kebijakan. rencana dan program. 92 . Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan. penyiapan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. b. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelahaan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. b. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penelahaan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelahaan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. norma dan kriteria konservasi energi. penelahaan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penyiapan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. terdiri dari: a.

b. penelahaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a.. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. 93 . pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. d. c. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. rencana dan program energi perdesaan. pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. serta pedoman pengembangan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. rencana dan program. norma. e. penelahaan. penyiapan rumusan standar. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Seksi Program Energi Perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. terdiri dari: a. penyiapan. b.

b. b. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 94 . penelahaan. terdiri dari: a. penyiapan. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penelahaan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

d. Batubara. dan prosedur di bidang mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. 96 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan standar. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. batubara. batubara dan panas bumi. pedoman. kriteria. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. dan panas bumi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. batubara dan panas bumi. Direktorat Jenderal Mineral. norma. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. e. c. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral.

serta informasi hukum dan urusan kehumasan. i. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. f. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. satuan kerja. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi. 97 . b. Direktorat Pembinaan Program Mineral. d. terdiri dari: a. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. g. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. dan rumah tangga. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. h. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Batubara dan Panas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral.

pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. e. b. 98 . Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan sistem. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. c. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. d. ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. terdiri dari: a. terdiri dari: a. rapat koordinasi. pelaporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. g. d. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. jaringan dan situs informasi. f. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.

pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. penyiapan. c. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 99 . situs. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. d.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. satuan kerja. serta pengurusan revisi anggaran. b. PBI Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. f. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. Pasal 354 Bagian Keuangan. jaringan. terdiri dari: a. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan.

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan konsultasi hukum. serta kehumasan. Subbagian Pertimbangan Hukum. pelaksanaan informasi. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. e. 100 . f. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. c. penyelesaian kerugian negara. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. d. b. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. laporan pertanggungjawaban keuangan. b. pertimbangan hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. Subbagian Informasi Hukum. penelaahan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. dokumentasi dan sosialisasi hukum. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penelaahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal.

c. mutasi. penelaahan. b. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. d. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Implementasi Sipeg. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. panas bumi dan air tanah. ekspedisi persuratan dinas. penelaahan. pelaksanaan. telepon. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. f. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. pemberhentian. program legislasi dan regulasi bidang mineral. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. 101 . serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. e. pengadaan pegawai. g. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. dan kearsipan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. keamanan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pengurusan formasi. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. kebersihan. serta urusan keprotokolan dan upacara. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. batubara. perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyiapan.

(2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. neraca sumber daya wilayah kerja. penelaahan. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. investasi dan pendanaan. 102 . dan produksi. implementasi Sipeg. panas bumi dan air tanah. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. d. rencana pengadaan. Subbagian Kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Program Mineral. wilayah kerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. rencana dan program di bidang mineral. cadangan atau potensi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. dan produksi. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. Subbagian Tata Usaha. batubara. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta penetapan wilayah kerja. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. b. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. persuratan dinas dan kearsipan. b. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral.

Batubara dan Panas Bumi. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. i. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. d. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. panas bumi dan air tanah. serta pemantauan perencanaan program di daerah. batubara. e. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara.e. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. pengelolaan data. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program di bidang mineral. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara dan Panas Bumi. eksplorasi dan operasi produksi. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. e. serta perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. evaluasi kebijakan. pencatatan dan perhitungan PNBP. lembaga sertifikasi dan asosiasi. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. d. batubara. b. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. terdiri dari: a. f. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. f. 103 . statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. g. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. h. perumusan perencanaan. c. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. j.

Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. Seksi Program Mineral dan Batubara. serta kerja sama di bidang mineral. b.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. g. penelaahan. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. f. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. d. c. batubara. terdiri dari: a. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. e. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 104 . Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. batubara. penyiapan. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. h. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral.

Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. 105 . pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. d. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. penyiapan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. b. terdiri dari: a. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. panas bumi dan air tanah. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Kerja Sama Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penelaahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. b. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Kontrak Karya (KK). penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

106 . Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. kriteria pencadangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penelaahan. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. b. batubara. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. panas bumi dan air tanah. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah.e. norma. d. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. c.

h. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. f. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. b. Batubara. penelaahan. pencadangan dan potensi di bidang mineral. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. g. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. (2) Seksi Informasi Mineral. Seksi Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. penelaahan. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. cadangan dan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 107 . statistik. penyiapan penetapan potensi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta penetapan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. Batubara. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. batubara. batubara dan panas bumi.e. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. neraca sumber daya. panas bumi dan air tanah.

b. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta bagi hasil daerah. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. c.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. 108 . penyiapan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. d. pemeriksaan dan pengujian PNBP. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. e. penyiapan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. b. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan pencatatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

c. d. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. 113 . Seksi Bimbingan Usaha Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. b. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

b. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. i. b. f. pelaksanaan. Seksi Hubungan Komersial Batubara. 114 . serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. d. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. perumusan pengaturan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. g. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. terdiri dari: a.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. h. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral.

l. g. Subbagian Tata Usaha. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. dan perubahan batas wilayah kerja. b. d. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. b. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. penyiapan rumusan pengaturan usaha. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. serta pengelolaan air tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. c. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 115 . Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. f.j. e. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. e. c. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. k. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. g. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. terdiri dari: a.

bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. c.h. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. i. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. d. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. e. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi. pelaksanaan. 116 . Seksi Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi.

serta pengendalian air tanah. b.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. c. b. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. 117 . penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. f. g. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. serta pengendalian air tanah. terdiri dari: a. e. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. d. penelaahan.

serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. terdiri dari: a.h. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. b. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. e. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. c. i. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. d. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. 118 . penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional.

Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah.g. c. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. 119 . pelaksanaan. penelaahan. h. f. penelaahan. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. d. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. b. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta ketatausahaan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. 120 . Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. terdiri dari: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. c. pelaksanaan. penelaahan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Seksi Konservasi Air Tanah. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. serta air tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. batubara dan panas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.

e. b. f. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. batubara. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. profesi personil. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. h. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. lindungan lingkungan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.d. f. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. j. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Standardisasi Mineral. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. panas bumi dan air tanah. i. batubara dan panas bumi. serta penggunaan tenaga teknik. produk. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. g. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. 121 . Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. kelaikan teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. d. K3. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. c. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. terdiri dari: a. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. b. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.

Seksi Standardisasi Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. d. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. f. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. dan panas bumi. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan rumusan standar.c. penelaahan. dan Panas Bumi. b. e. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. norma. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. profesi personil. 122 . pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. jenis dan mutu produk. Batubara. serta konservasi mineral dan batubara. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. pemurnian.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. 123 . Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. c. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan.b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. dan konservasi mineral. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. b. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. b. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. d. e. penyiapan. penyiapan. batas wilayah kerja. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.

serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Batubara. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. e. pelaksanaan. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. f. pelaksanaan. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. g. Batubara. batubara. i. 124 . Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral.c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. dan panas bumi. d.

pelaksanaan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. kalibrasi alat ukur. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. batubara. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. K3 dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Batubara. panas bumi dan air tanah. keamanan instalasi. Seksi Keselamatan Batubara. norma. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. dan panas bumi. dan Panas Bumi. instrumentasi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. c. penyiapan. batubara. d. penelaahan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 125 . Batubara. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. penyimpanan. pengangkutan. penimbunan. e. b. f. g.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. dan Panas Bumi. f. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. b. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. batubara. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Batubara. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. d. penelaahan.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. dan kriteria usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. e. c. norma. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. 126 .

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. e. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. keuangan. b. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat I. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. c. b. Inspektorat IV. d. Inspektorat III. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. 128 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan pengawasan kinerja.

keamanan. j. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. g. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. i. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. h. kearsipan. pengelolaan urusan tata usaha. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. terdiri dari: a. c. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Bagian Rencana dan Laporan. b. e. e. perlengkapan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. 129 . b. f. Bagian Umum dan Keuangan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. k. d. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian. keprotokolan dan rumah tangga. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal.

satuan kerja. akuntabilitas kinerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. j. e. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penelaahan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. i. rapat koordinasi. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. 130 . ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. jaringan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. g. b. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. jaringan dan situs informasi. c. pelaksanaan. program kerja. Subbagian Penyiapan Laporan. terdiri dari: a. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. d. penelaahan. penyajian informasi. penyiapan. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana. dan rencana kerja. h. pelaporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. ketatalaksanaan.

penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. penyiapan. Inspektorat Jenderal. Badan Geologi. c. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. e. Batubara dan Panas Bumi. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 131 . monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pelaksanaan. analisis hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. terdiri dari: a. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan analisis. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. b.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pengolahan. penelaahan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. d. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi.

e. c. jaringan informasi hukum dan perpustakaan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 132 . urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. bantuan hukum. dokumentasi dan tata naskah. penelaahan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kepegawaian. pertimbangan hukum. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi hukum. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. dan implementasi Sipeg. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. dokumentasi hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. Subbagian Hukum. penyuluhan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pemberian pertimbangan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. terdiri dari: a. perpustakaan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. b. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. d. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. masyarakat dan yustisia. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

g. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan administrasi keuangan. perlengkapan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan keamanan. kebersihan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. e. dokumentasi dan tata naskah. c. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perbendaharaan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. h. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. f. d. rumah tangga dan kehumasan. dan kearsipan. persuratan dinas. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. perlengkapan. j. pelayanan kesekretariatan. 133 . terdiri dari: a. rumah tangga dan kehumasan. serta pengurusan administrasi keuangan. i. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. dan implementasi Sipeg. perbendaharaan. keprotokolan dan kehumasan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. penelaahan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pengurusan penganggaran. k.

d. b. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pemeriksaan. e. perlengkapan dan pengadaan. kebersihan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perencanaan kebutuhan. keprotokolan dan kehumasan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta evaluasi atas urusan keamanan. perumusan laporan hasil pengawasan. penelaahan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan administrasi keuangan. c. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. kearsipan. 134 .

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 139 . (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan.

c. f. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. b. c. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. d. Sekretariat Badan Geologi. 140 .BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Pusat Sumber Daya Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. penelitian dan pelayanan. pelayanan survei geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. terdiri dari: a. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. h. e. g. Pusat Survei Geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. dan geologi lingkungan. d.

penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. 141 . e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. koordinasi pelayanan administratif Badan. pelaporan. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. f. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Umum. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Kepegawaian. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. kearsipan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. dan rumah tangga. Bagian Rencana dan Laporan. j. Bagian Keuangan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. g. b. i. d. c. d. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. e. serta perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. informasi hukum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. terdiri dari: a.

e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. satuan kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. jaringan. ketatalaksanaan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. penelaahan. f. b. terdiri dari: a. c. jaringan dan situs informasi. penelaahan. penelaahan. penyajian informasi. akuntabilitas kinerja. b. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Subbagian Laporan. 142 . (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penyiapan. penyiapan. pelaporan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengembangan organisasi Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. d. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran.

Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta implementasi Sipeg. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. serta implementasi Sipeg Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. kesejahteraan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. pemberhentian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penggajian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. serta evaluasi atas mutasi. pengembangan. penyiapan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. dan analisis jabatan. pemberhentian. serta evaluasi atas perencanaan. pengadaan. pengangkatan. kepangkatan. b. pengurusan perencanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. e. kesejahteraan. 143 . serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. kepangkatan. b. terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penelaahan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyiapan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan.

perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. b. f. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. terdiri dari: a. dan revisi anggaran Badan. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Neraca. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. kearsipan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. 144 . serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan rumah tangga. penelaahan. d. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perlengkapan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. Subbagian Akuntansi. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 517 Bagian Keuangan. PBI Badan. serta pengurusan revisi anggaran. c.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. b.

145 . perpustakaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. dan rumah tangga. serta keprotokolan dan upacara Badan. Pasal 521 Bagian Umum. b. pengadaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. kehumasan. kesekretariatan. penyiapan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. d. serta pengurusan perlengkapan. dan pemeliharaan barang inventaris. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan dan keamanan Badan. kearsipan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. distribusi penggunaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. f. penelaahan. dan kearsipan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. terdiri dari: a. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. persuratan dinas dan kearsipan. perlengkapan. pelayanan kesekretariatan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. c. e. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. bantuan hukum. Subbagian Hukum. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. b. c. pelaksanaaan bantuan hukum. persuratan dinas.

dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. i. h. mineral. perumusan rencana dan program. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. bitumen padat. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rekayasa teknologi. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. batubara. j. e. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. administrasi keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. pengelolaan ketatausahaan. f. dan kepegawaian Pusat. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknik. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. e. keuangan. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama. serta pemetaan tematik potensi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. penyelidikan. 146 . dan panas bumi. penyelidikan. d. c.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bidang Informasi. gambut. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyusunan neraca sumber daya geologi. d. g. serta rancang bangun dan pemodelan. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. rumah tangga.

penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keuangan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. 147 . pengurusan perencanaan. e. b. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. c. kebersihan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. c.

Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta rencana strategis berbasis kinerja. 148 . pelaksanaan.d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. b. terdiri dari: a. penelaahan. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. f. b. pelaksanaan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyusunan akuntabilitas kinerja. d. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. c.

Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelakanaan pengelolaan sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. dokumentasi dan publikasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. d. Subbidang Program. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan. c. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. b. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 540 Bidang Informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. b. penyiapan. 149 . Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pemutakhiran basis data.

dan kepegawaian Pusat. pengelolaan ketatausahaan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. tsunami. tsunami. pemodelan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. operasi perangkat lunak. serta rancang bangun. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. 150 . gempa bumi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. e. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. sosialisasi. dokumentasi. b. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. dan gerakan tanah h. dan gerakan tanah. j. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. gempa bumi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pelaksanaan. g. dan rekayasa teknologi. administrasi keuangan. serta sesar aktif. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. rumah tangga. c. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. i. penyelidikan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. perpustakaan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. serta pos pengamatan gunung api. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d.

terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. pemelaahan. evaluasi pelaksanaan penelitian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. pengurusan perencanaan. penyelidikan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. b. pelaksanaan pengelolaan sarana. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. kearsipan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. keamanan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Tata Usaha. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengangkatan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan.k. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. pengurusan. pengembangan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. 151 . l. serta perpustakaan. kebersihan. e.

Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. administrasi keuangan. b. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan. serta penetapan status dan peringatan dini. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pengurusan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. b. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pemelaahan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. terdiri dari: a. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. geokimia dan deformasi. penetapan status. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. 152 . pelaksanaan penyelidikan geofisika. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. penelaahan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api.

pelaksanaan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. c. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan. terdiri dari: a. gerakan tanah dan tsunami. b. penelaahan. d. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. 153 .

pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta pelaksanaan atas perencanaan program. 154 . (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. gerakan tanah dan tsunami. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta pelaksanaan atas perencanaan program. b. penelaahan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyiapan. e. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. d. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. b. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penelaahan. penyiapan. penyelidikan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

b. c. i. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. k. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. geologi teknik dan air tanah. f. geologi teknik dan air tanah. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. d. e. c. Bidang Program dan Kerja Sama. b. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengurusan perencanaan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. dan kepegawaian Pusat. rekayasa teknologi. rumah tangga. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengangkatan. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Teknik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. keuangan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. administrasi keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. penyelidikan. j. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Informasi. d. 155 . h. Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan pengelolaan tata ruang. g. pengembangan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan sarana dan prasarana kerja. 156 . analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. terdiri dari: a. keuangan. keamanan. kebersihan. serta akuntansi. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. c. b. Pasal 566 Bagian Tata Usaha.c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. e.

pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. c. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. Subbidang Kerja Sama. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. d. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. e. 157 . penelaahan. Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. b. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. terdiri dari: a.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572.

penelaahan. dokumentasi dan publikasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta operasi perangkat lunak informasi. jaringan dan situs informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 158 . Subbidang Penerapan Sistem Informasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 578 Bidang Informasi. pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. c. pelakanaan pengelolaan sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penyiapan. penelaahan. penganggaran. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pemutakhiran basis data.

j. l. pengelolaan ketatausahaan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. e. geomorfologi. inventarisasi hasil survei. c. rumah tangga. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa survei. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. dokumentasi. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. sistem. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. d. pelaksanaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. f. dan kepegawaian Pusat. penelitian dan penyelidikan geologi. tektonik. geokimia. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pemetaan dan penelitian geologi. h. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. rekayasa teknologi. geofisika. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemetaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. i. penelaahan. pemetaan geologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. sosialisasi. operasi perangkat lunak. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penelaahan. perpustakaan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. 159 . k. g. m.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keamanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. 160 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keuangan. Bidang Informasi. b. Bagian Tata Usaha. b.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengurusan perencanaan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Program dan Kerja Sama. e. pengangkatan. kebersihan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. e. c. Bidang Sarana Teknik. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. terdiri dari: a. keuangan. pengembangan. b.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 161 . f. c. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. d. pelaksanaan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. b. b. Subbidang Laboratorium. terdiri dari: a. e. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan.

162 . Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. pengelolaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. d. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Program. penyiapan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. b. c. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penganggaran. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. c. perpustakaan. serta operasi perangkat lunak informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. sistem. 163 . dokumentasi dan publikasi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. b. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi. d. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 597 Bidang Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. pelaksanaan. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan sosialisasi. operasi perangkat lunak. sosialisasi. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem.

Perekayasa.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Penyelidik Bumi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Teknisi Litkayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 164 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

pembinaan pelayanan jasa teknologi. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. e. 165 . panas bumi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. mineral batubara. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. f. b. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. d. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penyelenggaraan. g.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. h. g. kearsipan. f. b. d. b. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 166 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. informasi hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pelaksanaan bantuan hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. dan rumah tangga. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. e. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. serta perencanaan kerja. c. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.

akuntabilitas kinerja. b. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. terdiri dari: a. pelaporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum. akuntabilitas kinerja. pelaporan. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. Subbagian Pengelolaan Informasi. d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.i. Subbagian Laporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. c. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. 167 . e. b. j. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. g. d. c. Bagian Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem. f. Kelompok Jabatan Fungsional.

pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. kesejahteraan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi Sipeg. penyajian informasi. pengadaan. d. satuan kerja. e. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. b. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. 168 . serta penyempurnaan organisasi Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. jaringan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. situs. Subbagian Pengembangan Pegawai. penggajian. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. pengurusan perencanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dan analisis jabatan. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. pelaksanaan.

kesejahteraan. serta evaluasi atas perencanaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. kepangkatan pemberhentian. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. c. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. penyiapan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas mutasi. pengembangan. terdiri dari: a. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. b. e.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan revisi anggaran. penggajian. 169 . f. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. PBI Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. pengangkatan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi.

pengadaan. serta pengurusan perlengkapan. f. perlengkapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. pelaksanaan. pelaksanaaan bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penelaahan. dan kearsipan. pelaksanaan. c. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan pemeliharaan barang inventaris. terdiri dari: a. dan rumah tangga. penelaahan. Subbagian Tata Usaha. b. perlengkapan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rumah tangga. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perpustakaan. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. 170 . serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Neraca. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. informasi dan dokumentasi hukum. kehumasan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Pasal 622 Bagian Umum. dan revisi anggaran Badan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. penyiapan koordinasi ketatausahaan. kearsipan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penelaahan. e. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelayanan kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. c. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kearsipan. Subbagian Hukum. penyelesaian kerugian negara. d. distribusi penggunaan. persuratan dinas. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. serta keprotokolan dan upacara Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. g. dokumentasi hukum dan perpustakaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. 171 . bantuan hukum. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. kebersihan dan keamanan Badan. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rencana kebutuhan dan pengadaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. e. d. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. kesekretariatan. pelaksanaan. f. persuratan dinas dan kearsipan. b.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. i. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. keuangan. c. b. pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengembangan. Bidang Afiliasi. pengangkatan. Bidang Program. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Kelompok Fungsional. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan anggaran. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. b. 172 . pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. rumah tangga. b.h. d. administrasi keuangan. c.

Subbidang Pengembangan Sarana.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. dan kebersihan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana. 173 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. e. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. pelaksanaan. b. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. serta pengadaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. c. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. keamanan. terdiri dari: a. d. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.

pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 637 Bidang Program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. 174 . serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. c. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. penyiapan. b. penyediaan bahan baku. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program.

penelaahan. b. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. 175 . d. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. terdiri dari: a.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 641 Bidang Afiliasi. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelaksanaan pengelolaan sistem.

e. rumah tangga. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan kepegawaian Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. administrasi keuangan. b. f. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. c.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. i. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. jaringan. d. 176 . h. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". pengembangan. d. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. dan kebersihan Pusat. keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. e. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. serta pelaksanaan keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemeliharaan sarana kerja. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. 177 . c. c. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Bidang Program. e. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. serta pengadaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Afiliasi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengurusan perencanaan. b. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha.

Subbidang Pengoperasian Sarana. penelaahan. pelaksanaan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. 178 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. e. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan. penyiapan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. b. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. evaluasi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. c. Pasal 656 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. penelaahan. terdiri dari: a.

serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. b. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Informasi dan Publikasi. 180 . pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. b. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. terdiri dari: a.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. d.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dan kepegawaian Pusat. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. g. h. 181 . Bidang Program. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. administrasi keuangan. Kelompok Fungsional. f. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. i. Bidang Afiliasi. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. rumah tangga. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengangkatan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. serta pengadaan. pengembangan. kebersihan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja. e. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. d.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. c. dan kebersihan Pusat. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 182 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b.

Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan. e. 183 . pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan. penelaahan. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta analisis. c. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. Pasal 675 Bidang Program. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 184 . (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Analisis dan Evaluasi.

pelaksanaan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 679 Bidang Afiliasi. penelaahan. terdiri dari: a. jaringan. pelaksanaan pengelolaan sistem. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 185 . penelaahan. d. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. pelayanan jasa teknologi.

serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. d. g. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. rumah tangga. b. h. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. geokimia. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. Bidang Afiliasi. dan kepegawaian Pusat. e. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. d. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Bidang Program. pengelolaan ketatausahaan. b.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. i. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. f. c. terdiri dari: a. 186 . serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Kelompok Fungsional. j. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan geofisika kelautan.

organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keamanan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. kebersihan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. terdiri dari: a. 187 . pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pengangkatan. d. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. serta pengadaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan sarana kerja. perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. c. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.

terdiri dari: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. pengelolaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku.c. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Pengembangan Sarana. pengelolaan. d. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. 188 .

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta analisis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. d. penelaahan. Pasal 694 Bidang Program. penyiapan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 189 . Subbidang Analisis dan Evaluasi.

pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. e. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. 190 . administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan sistem. b.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Penyelidik Bumi. Perekayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.

192 . (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. h. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. e. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan. mineral. g. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. c. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. batubara. f. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. geologi.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral.

c. satuan kerja. d. e.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. c. g. b. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. e. f. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. pembinaan kerja sama. koordinasi pelayanan administratif Badan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. 193 . i. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

pelaporan. d. e. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. l.j. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. b. c. Bagian Kepegawaian. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. penganggaran. pelaporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. c. serta perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Umum. Bagian Keuangan. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. pengelolaan jaringan dan situs informasi. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. kearsipan. Pasal 708 Sekretariat Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. 194 . evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. k. f. akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. g. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. h. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. terdiri dari: a.

pemberhentian. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi Badan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. kesejahteraan. e. penyiapan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. b.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pengembangan. terdiri dari: a. kepangkatan. pengadaan. 195 . dan sistem. penggajian. d. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. perencanaan kerja. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. c. b. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. prosedur kerja. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penganggaran. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas laporan berkala. akuntabilitas kinerja. penyiapan. serta implementasi Sipeg. dan analisis jabatan. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Kerja Sama. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. c. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. d. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kontrol kualitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelayanan jasa. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. 200 . b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kilang. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. produk kilang. Subbidang Utilitas. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas.. c. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penelaahan.

penelaahan. penelaahan. penyiapan. penelaahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. c. pengembangan dan pemanfaatan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Laboratorium. b. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyediaan dan pemanfaatan. 201 . b. Subbidang Bengkel. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. d.

penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. Subbidang Penyiapan Pelatihan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pedoman. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. 202 . penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. f. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. d. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta kepustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. pengelolaan kepustakaan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. b. pelaksanaan. penelaahan. g. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. norma. e. kriteria dan prosedur. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. standar. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

Batubara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. c. norma. f. pedoman. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pemberian pelayanan jasa. prosedur. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. kearsipan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. i. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. b. b. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. e. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bidang Sarana Teknis. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. d. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. 203 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. g. h. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan.

perbendaharaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. d. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan dan umum Pusat. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kearsipan. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. serta hukum. b. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. 204 . Pasal 749 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. kearsipan.

serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. c. terdiri dari: a. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Subbidang Pengembangan Sarana. b. d. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pelaksanaan pemeliharaan. pedoman. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. 205 . serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.c. rencana pengembangan. penggunaan.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pedoman. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan.d. f. pedoman. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. c. d. b. 206 . Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan. b. kriteria. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. dan prosedur. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. e. Subbidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kerja sama dan sistem. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. norma.

f. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. c. pedoman. 207 . b. terdiri dari: a. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penyusunan standar. penyiapan penyelenggaraan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. d. penyusunan standar. penyiapan penyelenggaraan. kriteria dan prosedur. penelaahan. prosedur. norma. pelaksanaan. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. norma. pemberian pelayanan jasa. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pedoman. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. b. kriteria dan prosedur. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kearsipan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Bagian Tata Usaha. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. b. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kehumasan dan keprotokolan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. d. Subbagian Kepegawaian dan Umum. h. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. c. akuntansi. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.g. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 208 . c. Bidang Pelatihan dan Sarana. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan.

kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b. jaringan dan situs informasi. b. c. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. penyiapan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. akuntabilitas kinerja. dan sistem. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. Subbidang Perencanaan. kerja sama. norma. 209 . Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan.

b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Subbidang Pelatihan. e. pelaksanaan. terdiri dari: a. promosi. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. kerja sama. pedoman. kriteria dan prosedur. pelaksanaan kerja sama. 210 . pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. norma. b. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. d. penyiapan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

penelaahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. d. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bagian Tata Usaha. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. e. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. c. b. pedoman. pemberian pelayanan jasa. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. f. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria pendidikan dan pelatihan. g. pelaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 211 .(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. norma. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi.

e. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. 212 . pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. organisasi dan ketatalaksanaan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. hukum. akuntansi. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. c. d.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. perbendaharaan. kearsipan. perlengkapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

penelaahan. pedoman. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan. kerja sama. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan. pedoman. 213 . penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. b. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas standar. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan. pelaksanaan. norma dan kriteria.

Subbidang Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. d. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. kerja sama. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. e. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. promosi. Subbidang Sarana dan Prasarana. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 214 . penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. b. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 215 .

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Inspektorat Jenderal dan Badan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. 216 . (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. c. b. e.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. d. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. terdiri dari: a. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi.

i. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. 217 . e. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. j. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. k. serta neraca energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. b. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. d. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. f. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. h. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. g. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala.

Subbagian Tata Usaha Bakoren. b. b. serta kearsipan Bakoren. c. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. e. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. d. Subbagian Tata Usaha Pusat. serta kearsipan Pusat. 218 . serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. dukungan operasi kerja. c. pelaporan dan tata persuratan. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. d.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bidang Kajian Strategis. b. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. dan persuratan dinas. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. c. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a.

f. g. e. b. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. l. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b. terdiri dari: a. i. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. persuratan dinas dan kearsipan. 219 . j. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. d. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. penyiapan norma. k. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. h. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen.

Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. e. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. pelaksanaan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. f. penelahaan. c. b. d. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. batubara dan panas bumi. penyusunan rumusan norma. 220 . Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan data dan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penelaahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi.

penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. air tanah dan kegeologian. terdiri dari: a. bitumen padat. Subbidang Kajian Strategis Energi. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. gambut. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. e. penelahaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. f. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. 221 . Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. c. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. b. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. b. d. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral.

BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. 222 . integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing.

dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. 223 . yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peraturan perundang-undangan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. penganggaran. organisasi. regulasi ekonomi dan keteknikan.a kepada pejabat eselon I. dan keselamatan umum. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. perencanaan kerja. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dokumentasi. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. standardisasi teknis.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dengan lingkup meliputi personil. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. peralatan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.

b. (4) Kepala Bagian. Direktur.BAB XIV ESELON. 224 . Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (3) Kepala Biro.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. Inspektur. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Direktur Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Pusat. (5) Kepala Subbagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.a. Inspektur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”.d. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. 225 .BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. X. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

226 . dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(4) Perubahan atas rincian tugas. susunan organisasi. fungsi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. b. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. maka: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful