MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Keuangan. d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Umum. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. dan lembaga lain yang terkait. b. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. e. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. koordinasi kegiatan Departemen. d. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Departemen lain. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. 5 . b. Kementerian Negara. terdiri dari: a. c. Biro Kepegawaian dan Organisasi.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

h. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Kerja Sama. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. k. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Bagian Analisis dan Evaluasi. 6 . perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). b. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. f. Bagian Perencanaan Anggaran. c. serta kerja sama. d. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. rencana dan program kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. rencana anggaran. i. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. terdiri dari: a. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta perumusan akuntabilitas kinerja. rencana kerja dan anggaran. e. c. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. j. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. d. g. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. serta rencana strategis. l. evaluasi kebijakan pembangunan. rencana pembangunan jangka panjang.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. dan rencana anggaran. e. perumusan kebijakan pembangunan. penyusunan harga satuan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. menengah dan tahunan. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional.

Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. c.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. dan Badan Geologi. penelaahan. penelaahan. d. Menengah dan Tahunan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. c. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan rumusan norma. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. 7 . (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. standar dan kriteria rencana kerja. Batubara dan Panas Bumi. b. e. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. Subbagian Perencanaan Penunjang. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penyusunan rumusan RK-KL. f. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.

terdiri dari: a. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. e. b. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. d. Subbagian Penganggaran Penunjang. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penelaahan. c. penelaahan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. c. dan Badan Geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. f. b. norma. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan 8 . kriteria perencanaan anggaran. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. RKA-KL. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. tahunan dan rencana strategis. h. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. c. Inspektorat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan bahan sidang. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. d. b. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. g. terdiri dari: a. f. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. e. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. 9 . rencana pembangunan jangka panjang. penelaahan. menengah. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. kriteria akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang.

rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. serta kerja sama asosiasi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Panas Bumi. b. Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. kriteria kerja sama. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. norma.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. f. penyiapan. g. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. 10 . h. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. c. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. e. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. penelaahan.

pembinaan mutasi.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. pengadaan. penempatan dan pengembangan pegawai. serta penyiapan penetapan pemberhentian. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. dan penilaian kinerja pegawai. disiplin. pemensiunan. e. Subbagian Kerja Sama Bilateral. 11 . penelaahan. jabatan struktural dan fungsional. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. perencanaan. b. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. pengembangan organisasi dan tata laksana. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. dan kesejahteraan pegawai. kepangkatan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. c. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. d. b.

pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. pola dan pengembangan karir pegawai. j. 12 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. norma. terdiri dari: a.f. pengadaan. k. evaluasi pembinaan kepegawaian. h. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). g. penyiapan rumusan rencana. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. b. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. b. g. serta kartu PNS. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. serta administrasi penugasan ke luar negeri. c. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta standardisasi kompetensi jabatan. e. i. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. d. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. c. d. Pegawai Negeri Sipil (PNS). kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). f. penyusunan rencana formasi. penyiapan rumusan standar. e. pengelolaan sistem informasi pegawai.

kompetensi pegawai. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. pemindahan. penyiapan. b. j. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. 13 . Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. serta kesejahteraan pegawai Departemen. dan Kartu PNS Departemen. penelaahan. urusan tugas belajar dan izin belajar. i. penyiapan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. Subbagian Pengembangan Karir. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pengelolaan administrasi tugas belajar.h. penelaahan. terdiri dari: a. pemberhentian dan disiplin. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. bimbingan teknis. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. kepangkatan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur.

dan Bapertarum. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. b. serta Kartu Istri. e. pemindahan. ujian dinas dan Ujian KPPI. Subbagian Mutasi Jabatan. dipekerjakan. cuti. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. c. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. norma. dan penilaian angka kredit. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. 14 . pembebasan sementara. pelaksanaan kepangkatan. perbantuan. dan penarikan kembali pegawai. k. g. pemberhentian dan disiplin. pelaksanaan disiplin pegawai. j. Kartu Suami. i.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. penyiapan standar. pelaksanaan pemindahan pegawai. pemindahan. b. serta kesejahteraan pegawai. pengangkatan kembali. pemberhentian. Askes. penelaahan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. kriteria mutasi pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. d. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pemindahan. f. penarikan kembali. dan penilaian prestasi pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. perbantuan. h. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. terdiri dari: a. c. pelaksanaan kesejahteraan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. kepangkatan. Taspen. pelaksanaan. dipekerjakan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. kepangkatan.

penyusunan laporan kekuatan pegawai. g. Kartu Istri. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemberhentian. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. e. Bapertarum pegawai Departemen. penilaian angka kredit. pelayanan kesehatan. penelaahan. dan daftar riwayat hidup pegawai. pemindahan. pengadaan pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pemberhentian dan pemensiunan. i. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. kepangkatan. d. jabatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. Kartu Suami. penghargaan. penyiapan. c. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. penggajian. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pendidikan dan pelatihan pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. disiplin. b. h. penghargaan. Taspen. penelaahan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. dan administrasi lembaga tripartit. Askes. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. 15 . serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f.

kepangkatan. kriteria pengembangan organisasi. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. e. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. klasifikasi dan peta jabatan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. jabatan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. 16 . penghargaan. penggajian. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penyiapan rumusan standar. serta pengembangan organisasi dan jabatan. b. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta pedoman penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. serta evaluasi. penelaahan. pemindahan. pengadaan pegawai. pelaksanaan. c. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemberhentian. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. d. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. norma.

17 . g. perbendaharaan. c. terdiri dari: a. Subbagian Kelembagaan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan.f. penelaahan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. b. pola hubungan kerja. Subbagian Tata Laksana. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. evaluasi dan klasifikasi jabatan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pengembangan. standardisasi kompetensi jabatan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. peta jabatan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. administrasi keuangan. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pengembangan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. analisis beban kerja. penelaahan. h. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. d. h. b. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. kekayaan negara dan akuntansi. g. Bagian Perbendaharaan. serta Neraca Departemen. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. perbendaharaan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). penyelesaian kerugian negara. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. l. k. 18 . evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. terdiri dari: a. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. Pasal 49 Biro Keuangan. dan implementasi sistem akuntansi. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. administrasi keuangan. d. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. serta pembinaan perbendaharaan. f. laporan realisasi anggaran. serta nota keuangan. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta pelaksanaan akuntansi. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. i. serta bimbingan teknis perbendaharaan. j. pembinaan inventarisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Akuntansi. c. e. Bagian Pendapatan dan Belanja. Bagian Kekayaan Negara. e. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen.

Subbagian Anggaran Belanja. norma. penyiapan.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyusunan rumusan standar. b. b. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penelaahan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). g. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan target. f. i. k. pelaksanaan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. 19 . penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. j. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Anggaran Pendapatan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. evaluasi tarif dan revisi PNBP. d. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. h. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja.

g. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. b. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. 20 . penelaahan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. penyiapan rumusan standar. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. pelaksanaan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. e. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. dan pengelolaan SPM. serta pembagian iuran sumber daya alam. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. d. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. terdiri dari: a. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Badan Geologi. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. c. penelaahan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. norma.

pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. e. f. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. g. penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. ganti rugi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. d. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. b. pelaksanaan. norma. 21 . kriteria pengelolaan kekayaan negara. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. c. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. terdiri dari: a. tuntutan perbendaharaan. b. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. c. penelaahan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbagian Penyiapan Neraca. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. pelaksanaan verifikasi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. f. b. c. norma. Badan Geologi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. penelaahan. g. c. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. 22 . Pasal 64 Bagian Akuntansi. b. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. rekonsiliasi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan rumusan standar.

pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. dan implementasi SAAT Departemen. bantuan hukum dan kehumasan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bantuan hukum. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. pelaksanaan. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. verifikasi anggaran. penelaahan. g. penelaahan. bantuan hukum. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta hubungan masyarakat Departemen. e. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). f. pengelolaan dokumentasi. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. serta pelaksanaan kehumasan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 23 . h. equitas dana. Neraca. pelaksanaan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan aset. c. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. kewajiban. serta kehumasan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. dan penyelesaian kasus hukum. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. konsolidasi. serta program legislasi dan regulasi. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan bantuan hukum. b. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. rekonsialiasi. dan implementasi SAI Departemen.

evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. terdiri dari: a. c. e. j. e. dan bantuan hukum. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. d. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. Bagian Bantuan Hukum. Bagian Hubungan Masyarakat. penelaahan. Bagian Penelaahan Hukum. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen.i. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. b. 24 . d. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. evaluasi peraturan perundang-undangan. b.

penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. 25 . h. c. norma. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. b. f. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. kriteria kontrak atau perjanjian. penyiapan. penyiapan.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. dan unsur unit penunjangnya. g. penelaahan.

Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. b.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. penelaahan. b. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. c. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. f. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. e. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. 26 . Batubara dan Panas Bumi. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan.

serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksaaan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. penelaahan. penelaahan. pelaksaaan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. terdiri dari: a. konferensi pers. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 27 . d. penelaahan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. f. e. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. b. c. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. c. serta monitoring dan analisis berita.

serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pameran Departemen. pelaksanaan peliputan. j. peliputan dan perekaman kegiatan.g. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 28 . rumah tangga Sekretariat Jenderal. konferensi pers. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. Subbagian Publikasi. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. terdiri dari: a. h. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. dan urusan tata usaha Biro. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Hubungan Kelembagaan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. monitoring dan analisis berita Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. abstrak peraturan perundang-undangan. i. b. penerbitan.

serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. penyediaan sarana dan prasarana kerja. d. i. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. e. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Tata Usaha.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. b. Kepala Biro dan Kepala Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. j. terdiri dari: a. pengadaan. tugas 29 . pengelolaan keamanan dan keselamatan. Kelompok Jabatan Fungsional. tata usaha dan kearsipan. e. perlengkapan dan pengadaan. h. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. d. f. Sekretaris Jenderal. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan rumah tangga. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. g. c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. c. Staf Ahli. Pasal 87 Biro Umum. Bagian Perlengkapan. b.

serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. c. Subbagian Urusan Dalam Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. b. persuratan dinas.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. b. Medan Merdeka Selatan 18. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. e. Jakarta Pusat). keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. c. d. f. pelantikan. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan.

c. persuratan dinas. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. c. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. penjadwalan kegiatan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelaksanaan. penyiapan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. d. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penelaahan. norma. Subbagian Kearsipan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. 31 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. penelaahan. f. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. dan ekspedisi surat dinas. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal.

keselamatan. Staf Ahli. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Jakarta Pusat). Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. c. terdiri dari: a. f. keselamatan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.H. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. pelaksanaan kebersihan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. e. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. d. keamanan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. b. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. 32 . (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Staf Ahli. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. c. M. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal.

b. c. dan kearsipan Staf Ahli. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. d. kriteria perlengkapan. norma. pelaksanaan pengadaan. b. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. e. penelaahan penyiapan. penyiapan kegiatan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. Subbagian Rencana Kebutuhan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. 33 . inventarisasi. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta pengadaan. terdiri dari: a. g. Subbagian Pengadaan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 . Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 35 . Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. c. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. kriteria. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. norma. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. e.

f. e. i. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. d.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. h. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Keuangan. b. g. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Bagian Rencana dan Laporan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. satuan kerja. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. b. e. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 36 . terdiri dari: a. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. kearsipan. pelaporan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

e. c. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. n. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. i. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. g. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. 41 . k. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. implementasi Sipeg. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. rencana dan program. perumusan pengaturan. pelaksanaan. b. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. l. serta perhitungan bagi hasil. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. h. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. j. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP).(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. WP & B). m. f. penelaahan. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting.

evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. d. g. penyiapan rumusan. evaluasi kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. 42 . b. terdiri dari: a.o. h. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. pelaksanaan sosialisasi program sektor. c. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. norma. serta pencadangan strategis. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. f. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. b. d. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. f. penyusunan statistik. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. c. p. b. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta data kebutuhan. e. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. terdiri dari: a.

serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. dan terms of condition KKS. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta penyediaan informasi. penyiapan rumusan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. b. norma. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. g. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. b. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. f. terdiri dari: a. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. pengumpulan data potensi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. 43 . Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. c. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan pelaksanaan sosialisasi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. e. penelaahan. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. permasalahan iklim usaha.

tugas serta induk. pelaksanaan pencatatan. d. penelaahan. b. g. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan. serta bagi hasil daerah. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. serta biaya operasi. h. penyiapan rumusan standar. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. j. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. f. pajak. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. retribusi. e. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. pemeriksaan dan pengujian. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. c. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). norma. i. penyiapan. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. tugas serta induk. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. 44 . Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP.

pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. retribusi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. f. e. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. b. PNBP dan tarif iuran. pelaksanaan. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. norma. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. lifting dan target penerimaan. terdiri dari: a. g. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. pajak. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. d. penelaahan. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. c. harga minyak mentah Indonesia.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. tenaga kerja asing. 45 . serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tenaga kerja asing.

(2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penggunaan barang operasi. j. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. b. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penyiapan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. 46 . Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. i. penyiapan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. rencana impor barang operasi. serta pengaturan tenaga kerja asing. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. k. pemberdayaan produksi dalam negeri. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. rencana penggunaan tenaga kerja asing. fasilitasi lembaga tripartit. penelaahan. pelaksanaan.h. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi.

f. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. penyiapan. b. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 47 . Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penelaahan. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. g. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. d. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. c. penelaahan. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. terdiri dari: a. e.c. Seksi Multilateral dan Regional. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. pelaksanaan.

Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. b. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. e. d. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan WK. b. l. Subdirektorat Wilayah Kerja. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. d. i. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. c. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. k. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. j. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. f. pelaksanaan pengumuman WK. norma. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. penyiapan rumusan standar. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. kriteria pengelolaan WK. 48 . pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK.d. g. f. h. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. f. terdiri dari: a.

Seksi Penawaran Wilayah Kerja. norma. 49 . serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. c. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. f. terdiri dari: a. kriteria usaha eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penilaian. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan. d. penelaahan. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. b. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyiapan rumusan standar.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi.

Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. g. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. norma. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. kriteria. b. f. pelaksanaan. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penelaahan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. h. c. 50 . b. j. pelaksanaan. d. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan standar. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. i. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. e. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional.

51 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. f. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. g. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan rumusan standar. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. rencana kerja dan anggaran KKS. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tumpang tindih lahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. norma. d. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. e. kriteria usaha eksploitasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. b. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. b. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a.

penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pembinaan teknis. e. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 52 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. h. penelaahan. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. penyiapan rumusan standar. penyiapan. b. d. g. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. i. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. b. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. norma.

e. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. i. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. bahan bakar lain. perumusan pengaturan Penugasan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. hasil olahan dan bahan bakar lain. Light Natural Gas (LNG). bahan bakar gas. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. penelaahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). h. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. perumusan jenis bahan bakar minyak. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Penyediaan. penyiapan. Light Petroleoum Gas (LPG). perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. c. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. 53 . b. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. d. f. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g.

c. e. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. bahan bakar lain. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. e. j. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. bahan bakar gas. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. d. h. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. l. norma. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. d. b. terdiri dari: a. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f.j. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. LNG. LPG. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. k. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. i. 54 . penyiapan perizinan usaha pengolahan.

serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. f. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. d. penelaahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. e. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penelaahan. g. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. c. terdiri dari: a. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. pengelolaan data. norma. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. 55 . pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi.

kriteria harga bahan bakar. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. d. penyiapan. bahan bakar gas dan LPG. j. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. serta penyiapan penetapan P3JBT.i. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. c. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. penyiapan rumusan formulasi harga. norma. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan. b. terdiri dari: a. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penelaahan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. e. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. 56 . (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga.

h. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. LPG. penyiapan. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h.f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. g. gas bumi. b. c. f. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan perizinan usaha niaga. penyiapan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. g. pelaksanaan. 57 . penelaahan. e. norma. kriteria usaha niaga. penelaahan. d. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. pengelolaan data. LNG. b. i. pelaksanaan. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. terdiri dari: a. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas.

f. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Seksi Niaga Minyak Bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. kriteria usaha non bahan bakar. LPG. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. biodiesel. b. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. tugas 58 . d. b. Seksi Niaga Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. LNG. terdiri dari: a. Seksi Proses Non Bahan Bakar. penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penyiapan norma. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. e. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan non bahan bakar lainnya. b. petrokimia. pelumas. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi.

lindungan lingkungan. penyiapan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. c. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. kelaikan teknis. kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. biodiesel. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. g. penelaahan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan non bahan bakar lainnya. produk. penelaahan. h. dan non bahan bakar lainnya. profesi personil. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. petrokimia. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. lindungan lingkungan. petrokimia. usaha penunjang. serta penggunaan tenaga teknik. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. e. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. f.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 59 . biodiesel.

serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. h. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. c. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. j. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. f. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. 60 . serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. e. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. g. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.i. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Kelompok Jabatan Fungsional.

instalasi. f. penyiapan rumusan standar. b. penelaahan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. g. terdiri dari: a. e. penelaahan. 61 . b. d. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. instrumentasi. K3. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206.

pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. K3. 62 . (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. keselamatan operasi. e. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. instalasi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan. dan kalibrasi alat ukur. penelaahan. b. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. pelaksanaan. terdiri dari: a. norma. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. d.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. serta penjaminan pasca operasi. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. 63 . Penyimpanan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. g. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan. pengangkutan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).f. Penyimpanan. penyiapan. terdiri dari: a. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penelaahan. c. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Penyimpanan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan.

f. 64 . Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pelaksanaan. e. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi.d. b. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pengangkutan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. dan kriteria usaha penunjang. c. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. norma.

pelaksanaan. g. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penelaahan. produk. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. profesi personil. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. 65 . (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e.d. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. pelaksanaan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 66 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. b. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. c.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. 67 . dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. d.

evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. i. e. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. b. b. 68 . koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. satuan kerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. kearsipan. dan rumah tangga. terdiri dari: a.

Bagian Keuangan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. 69 . c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. rapat koordinasi. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. g. c. situs. b. jaringan dan situs informasi. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. e. pelaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Laporan. akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem. c. d. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. e. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. terdiri dari: a. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. jaringan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. ketatalaksanaan. pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. terdiri dari: a. d. f.

Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. satuan kerja. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan. b. e. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. f. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. PBI Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. d. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. 70 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal.

serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pertimbangan hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. d. pelayanan konsultasi hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan informasi. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penelaahan. b. penyiapan. b. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. f. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. c. dokumentasi dan sosialisasi hukum. c. penelaahan. terdiri dari: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penyelesaian kerugian negara.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 71 . serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan.

c. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pemberhentian. terdiri dari: a. perlengkapan dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga. pengadaan pegawai. pengurusan formasi. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. 72 . keamanan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. e. Subbagian Tata Usaha. ekspedisi persuratan dinas. kebersihan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. g. dan Implementasi Sipeg. telepon. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penelaahan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan. b. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. c. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pelaksanaan. dan kearsipan. mutasi. d. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. pertamanan dan perparkiran. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. f. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. g. c.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. implementasi Sipeg. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. rencana pengadaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. rencana dan program. penelaahan. f. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. b. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. pelaksanaan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). evaluasi kebijakan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. 73 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. e. lembaga sertifikasi dan asosiasi. rencana dan program.

b. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. d. penyiapan rumusan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. c. menengah dan tahunan tenaga listrik.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. g. serta program pengembangan jaringan transmisi. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. e. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. c. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. f. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. 74 . Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. d. b. e. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. serta rencana strategis dan RUKN. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. b.

Seksi Investasi Tenaga Listrik. penelaahan. penyiapan. 75 . penelaahan. pelaksanaan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. c. penyiapan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. b. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penyiapan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. d. b. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik.

penyiapan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan. penyiapan. f. penelaahan. c. penelaahan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. d. b. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. e.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. pelaksanaan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penelaahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. 76 . norma. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258.

serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penyusunan dokumen perjanjian. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. 77 . d. lembaga sertifikasi. b. evaluasi pelaksanaan rencana. multilateral dan regional. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. asosiasi dan lembaga lainnya. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Multilateral dan Regional.

d. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. c. pengolahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pelaksanaan pengelolaan data. penyiapan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. b. penelaahan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. e. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. 78 .

serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. 79 . serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. e. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. i. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta perlindungan konsumen. c. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. d. f. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. b. d. pembinaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. g. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik.

Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. b. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan.c. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. d. b. d. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. tugas 80 . serta efisiensi dan transparansi usaha. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. c. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik.

Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. b. f. penyiapan rumusan standar. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. terdiri dari: a. e. kriteria harga jual tenaga listrik. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. b. b. penelaahan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Pelayanan Izin Usaha. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. 81 . pelaksanaan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. pemberian sanksi.

pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. f. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. b. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. norma. penelaahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria hubungan komersial. pelaksanaan. d. penelaahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. 82 . serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. c. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. b.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. penelaahan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan. penyiapan.

Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. b. penelaahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. e. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan. penelaahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. mempunyai tugas 83 . d. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. c.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. h. i. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. f. Kelompok Jabatan Fungsional. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. produk. kelaikan teknis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. b. lindungan lingkungan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. profesi personil. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. e. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. keselamatan dan K3. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. c. serta pembinaan teknis. f. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. c. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. d. 84 . e. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta penggunaan tenaga teknik. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. d.

b. c. g. b. pelaksanaan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. jenis dan mutu tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. d. e. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penelaahan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penelaahan. serta Rancangan SNI. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 85 . penyiapan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. instrumentasi. b. 86 . dan K3. penelaahan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. pelaksanaan. pelaksanaan. b. norma. c. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. keselamatan operasi. e. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. terdiri dari: a. g. kalibrasi alat ukur. f. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. kelaikan peralatan.

c. e. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. f. g. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. penelaahan. b. 87 . Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan.

penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. e. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. c. d. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penyiapan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 88 .Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. b. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik.

sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. produk. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. penelaahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. b. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. norma.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. d. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. 89 . (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. profesi personil.

Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. 90 . Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. e. c. b. g. terdiri dari: a. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. h. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. f. d.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. f. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. norma. e. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. b. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Energi Perdesaan. c. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyiapan rumusan kebijakan. d. energi alternatif. energi perdesaan dan konservasi energi.

Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan. b. penyiapan. penelahaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. e. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan.d. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. 91 . terdiri dari: a. c. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. b. penelahaan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. e. kriteria usaha energi baru terbarukan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. rencana dan program pengembangan usaha. norma. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan rumusan standar.

Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. c. penyiapan rumusan standar. b. norma dan kriteria konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penelahaan. penyiapan. 92 . serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. pelaksanaan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. serta evaluasi atas program konservasi energi. rencana dan program. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. d. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. penelahaan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. b. penelahaan. terdiri dari: a.

(2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. c. penelahaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. pemberdayaan masyarakat. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. e. penyiapan rumusan kebijakan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. b. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. serta pedoman pengembangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. d. Seksi Program Energi Perdesaan. terdiri dari: a. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. penyiapan rumusan standar. norma. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a.. 93 . Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. rencana dan program. rencana dan program energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan.

energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penelahaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. c. b. penyiapan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. 94 . pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. dan prosedur di bidang mineral. Batubara. batubara dan panas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. kriteria. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. 96 . penyusunan standar. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. b. batubara dan panas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. e. dan panas bumi. batubara dan panas bumi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. norma. c. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. pedoman. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. batubara. Batubara dan Panas Bumi.

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. e. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. kearsipan. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. h. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. b. i. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. b. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 97 . satuan kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. e.

pelaporan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem. terdiri dari: a. c. ketatalaksanaan. b. f. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pelaporan. e. Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. terdiri dari: a. 98 . c. jaringan dan situs informasi. Subbagian Laporan. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. d. g. rapat koordinasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.

satuan kerja. penelaahan. terdiri dari: a.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PBI Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 354 Bagian Keuangan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. 99 . pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. jaringan. serta penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. b. pelaksanaan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. situs. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. d. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. f. e. c. serta pengurusan revisi anggaran.

(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. c. b. serta kehumasan. pelaksanaan informasi. dan Neraca Direktorat Jenderal. d. c. penyelesaian kerugian negara. b. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. pertimbangan hukum. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. 100 . pelayanan konsultasi hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. terdiri dari: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. f. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan.

penyiapan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. d. ekspedisi persuratan dinas.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. keamanan. kebersihan. dan Implementasi Sipeg. c. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. dan kearsipan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. panas bumi dan air tanah. telepon. pelaksanaan. 101 . penelaahan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. g. program legislasi dan regulasi bidang mineral. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. f. pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. batubara. pengadaan pegawai. pertamanan dan perparkiran. serta urusan keprotokolan dan upacara. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. mutasi. pemberhentian. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal.

serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. wilayah kerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta kebijakan pengelolaan air tanah. persuratan dinas dan kearsipan. cadangan atau potensi. 102 . (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kepegawaian. dan produksi. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. d. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan usaha. implementasi Sipeg. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. dan produksi. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. batubara.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. investasi dan pendanaan. b. rencana pengadaan. c. c. Subbagian Tata Usaha. rencana dan program di bidang mineral. penelaahan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta penetapan wilayah kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. neraca sumber daya wilayah kerja.

d. e. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. g. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. pengelolaan data. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. f. e. d. batubara. Batubara dan Panas Bumi. batubara.e. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. b. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta perhitungan bagi hasil. batubara. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. c. h. pencatatan dan perhitungan PNBP. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. rencana dan program di bidang mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. evaluasi kebijakan. panas bumi dan air tanah. j. i. b. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. perumusan perencanaan. eksplorasi dan operasi produksi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. 103 . penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. c. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah.

penelaahan. Seksi Program Mineral dan Batubara. asosiasi dan lembaga sertifikasi. batubara. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta kerja sama di bidang mineral. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. c. penelaahan. batubara. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. b.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan. f. d. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. g. panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. h. e. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Batubara dan Panas Bumi. 104 . terdiri dari: a. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. penyiapan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. panas bumi dan air tanah. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. c. b. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). rencana dan program investasi pertambangan mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Pengembangan Investasi Mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penelaahan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. batubara. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. d. terdiri dari: a. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. 105 . batubara dan pemanfaatan panas bumi. b. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. norma. panas bumi dan air tanah. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. c. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. batubara. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. penyiapan rumusan standar. 106 . batubara. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan.e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. f. d. kriteria pencadangan wilayah kerja. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. b. b. serta penyusunan statistik pengusahaan. terdiri dari: a. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja.

digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. penyiapan penetapan potensi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. batubara. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Informasi Mineral. b. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. g.e. panas bumi dan air tanah. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. penyiapan. serta penetapan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Batubara. terdiri dari: a. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. pelaksanaan. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. cadangan dan wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. panas bumi dan air tanah. neraca sumber daya. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. penelaahan. batubara. (2) Seksi Informasi Mineral. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. h. statistik. 107 . f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. batubara dan panas bumi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja.

penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. serta bagi hasil daerah. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. batubara dan panas bumi. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan pencatatan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerimaan Negara Batubara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. b. 108 . serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. d. c. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penelaahan. penyiapan.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. g. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. b. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. 113 . penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. f. b. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. d. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.

perumusan pengaturan. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. b. c. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. i. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. 114 . d. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. g. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. Seksi Hubungan Komersial Batubara. f. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. e. h. b. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi.

Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subbagian Tata Usaha. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. e.j. g. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan standar. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. l. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. f. g. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. f. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. k. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. dan perubahan batas wilayah kerja. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. d. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. 115 . d. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a.

e. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. i. pelaksanaan fasilitasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. b. pelaksanaan. penelaahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. 116 . b. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. d. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a.h. c. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. serta pengendalian air tanah. d. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. penelaahan. 117 . serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. b. c. pelaksanaan. b. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. e. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengendalian air tanah. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. f. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi.

e. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. penelaahan. terdiri dari: a. i. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425.h. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. d. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penelaahan. b. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. 118 . b.

pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. e. 119 . serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi.g. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. f. b. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. d. h. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. b. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Konservasi Air Tanah. batubara dan panas bumi. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta air tanah. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. pelaksanaan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. penelaahan. 120 . serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta ketatausahaan. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. terdiri dari: a. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pelaksanaan. c. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

Batubara dan Panas Bumi. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. batubara. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. profesi personil. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi. h. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. f. serta penggunaan tenaga teknik. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. e. f. dan panas bumi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. lindungan lingkungan. batubara dan panas bumi. c. kelaikan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. panas bumi dan air tanah. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis.d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. K3. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. i. j. 121 . Subdirektorat Standardisasi Mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. produk.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penelaahan. terdiri dari: a. norma. dan Panas Bumi. d. batubara. penyiapan. dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. profesi personil. f. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. pemurnian. 122 . Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. g. Seksi Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jenis dan mutu produk.c. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta konservasi mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. produk. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. b.

Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan. e. batas wilayah kerja. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan konservasi mineral. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.b. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penelaahan. serta konservasi mineral dan batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. c. penyiapan. penelaahan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. f. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. 123 . d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara.

Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. d. batubara dan panas bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. e. f. h. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. pelaksanaan. Batubara. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.c. g. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. terdiri dari: a. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. i. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. 124 . pelaksanaan. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya.

Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan. 125 . penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. e. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. keamanan instalasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penimbunan. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Seksi Keselamatan Batubara. pelaksanaan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. g. penyiapan rumusan standar. pengangkutan. penelaahan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. panas bumi dan air tanah. batubara. dan panas bumi. c. batubara. b. kalibrasi alat ukur. Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. instrumentasi. terdiri dari: a. dan Panas Bumi. penyimpanan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. pelaksanaan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik.

Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan Panas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan kriteria usaha penunjang. batubara. penelaahan. b.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. 126 . f. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. norma. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. terdiri dari: a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. c. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. e.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. 127 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. Inspektorat III. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. d. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. e. 128 . penyusunan laporan hasil pengawasan. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat I. b. Inspektorat II. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat IV. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kinerja. d. keuangan. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.

b. 129 . pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. d. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. d. f. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. perlengkapan. Bagian Umum dan Keuangan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. terdiri dari: a. keprotokolan dan rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan tata usaha. Bagian Rencana dan Laporan. h. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. k. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. pengurusan kepegawaian dan organisasi. e. g. i. e. j. keamanan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal.

evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Penyiapan Laporan. akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. i. situs. d. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaksanaan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. c. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pelaporan. 130 . b. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyiapan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. pelaporan. h. jaringan. j. program kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. satuan kerja. Subbagian Penyiapan Rencana. jaringan dan situs informasi. rapat koordinasi. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penelaahan. penyajian informasi. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. e. g. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. dan rencana kerja. akuntabilitas kinerja. penelaahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal.

penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. e. d. pelaksanaan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pengolahan. b. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. terdiri dari: a. pelaksanaan analisis.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Badan Geologi. penelaahan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. 131 . serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. c. analisis hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Batubara dan Panas Bumi.

d.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. dokumentasi dan tata naskah. bantuan hukum. pelaksanaan. e. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. masyarakat dan yustisia. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. dan implementasi Sipeg. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. 132 . jaringan informasi hukum dan perpustakaan. b. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. b. dokumentasi hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemberian pertimbangan hukum. pertimbangan hukum. penyiapan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penelaahan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan hukum. perpustakaan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyuluhan.

penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. dan akuntansi Inspektorat Jenderal.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan administrasi keuangan. rumah tangga dan kehumasan. perlengkapan. dokumentasi dan tata naskah. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. e. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. c. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan. kebersihan. f. b. perbendaharaan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. i. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan keamanan. perbendaharaan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. d. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. g. persuratan dinas. rumah tangga dan kehumasan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. b. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. penelaahan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. j. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. keprotokolan dan kehumasan. pengurusan penganggaran. pelayanan kesekretariatan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. perlengkapan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. h. dan kearsipan. Subbagian Rumah Tangga. 133 . k. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.

serta evaluasi atas urusan keamanan. d. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perencanaan kebutuhan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan laporan hasil pengawasan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 134 . pemeriksaan. dan administrasi keuangan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. kearsipan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan pengadaan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas. e. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. b. kebersihan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. keprotokolan dan kehumasan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. 139 .

Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. dan geologi lingkungan. penelitian dan pelayanan. b. d. pelayanan survei geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. 140 . Pusat Survei Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. c. terdiri dari: a. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. f. Pusat Sumber Daya Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. h.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. g. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Sekretariat Badan Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Pusat Lingkungan Geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. d. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. b.

serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. e. serta perencanaan kerja. h. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. informasi hukum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Umum. terdiri dari: a. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. j. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja. c. pelaporan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. f. Bagian Kepegawaian. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. 141 . koordinasi pelayanan administratif Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Bagian Keuangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b. c. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. ketatalaksanaan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. d.

c. jaringan. penyajian informasi. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. 142 . f. penelaahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Laporan. penelaahan. satuan kerja. akuntabilitas kinerja. serta pengembangan organisasi Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. b.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. e. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. b. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. situs. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaporan.

(3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penggajian. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. pengurusan perencanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta pengembangan organisasi Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian. penyiapan. pengembangan. serta evaluasi atas mutasi. penyiapan. serta implementasi Sipeg. pengembangan. pelaksanaan. dan analisis jabatan. penelaahan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta implementasi Sipeg Badan. penelaahan. d. kesejahteraan. b. Subbagian Administrasi Kepegawaian. kepangkatan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. c. b. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. penyiapan. penggajian.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. pemberhentian. serta evaluasi atas perencanaan. 143 . Subbagian Pengembangan Pegawai. pengadaan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pelaksanaan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pengangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e.

Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. PBI Badan. Neraca. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. 144 . b. Subbagian Akuntansi. perlengkapan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. e. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. penyelesaian kerugian negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. kearsipan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan revisi anggaran Badan. Pasal 517 Bagian Keuangan. pelaksanaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. dan rumah tangga.

bantuan hukum. penyiapan. Pasal 521 Bagian Umum. perpustakaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. b. d. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. e. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. persuratan dinas. kesekretariatan. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan dan keamanan Badan. dan pemeliharaan barang inventaris. b. penelaahan. perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. c. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dokumentasi hukum dan perpustakaan. kehumasan. kearsipan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. distribusi penggunaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. terdiri dari: a. rencana kebutuhan dan pengadaan. pelayanan kesekretariatan. 145 . pengadaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Hukum. persuratan dinas dan kearsipan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan kearsipan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. serta pengurusan perlengkapan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dan rumah tangga. f. informasi dan dokumentasi hukum. serta keprotokolan dan upacara Badan.

g. e. serta pemetaan tematik potensi. dan panas bumi. i. h. j. mineral. Bagian Tata Usaha. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. d. e. penyelidikan. bitumen padat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bidang Program dan Kerja Sama. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. c. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. b. f. rekayasa teknologi. pengelolaan ketatausahaan. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. administrasi keuangan. rumah tangga. serta rancang bangun dan pemodelan. b.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Kelompok Jabatan Fungsional. 146 . keuangan. d. penyusunan neraca sumber daya geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. batubara. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelidikan. Bidang Sarana Teknik. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. gambut. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Informasi. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523.

pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keamanan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. b. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 147 . d. e. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. kebersihan. pengangkatan. serta akuntansi. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta rencana strategis berbasis kinerja. c. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Laboratorium. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 148 . pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta kerja sama pelayanan jasa. terdiri dari: a. f. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.d. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan. penelaahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. pelaksanaan. b.

Subbidang Program. 149 . terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pengelolaan perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi. d. penganggaran. terdiri dari: a. Pasal 540 Bidang Informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. jaringan dan situs informasi. b. b. Subbidang Kerja Sama. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi dan publikasi. serta operasi perangkat lunak informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. b.

gempa bumi. operasi perangkat lunak. 150 . dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. sistem. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penyelidikan. pelaksanaan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pos pengamatan gunung api. serta rancang bangun. serta sesar aktif. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. pemodelan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. e. pelaksanaan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. g. dokumentasi. tsunami. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan gerakan tanah. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. sosialisasi. b. tsunami. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan rekayasa teknologi. f. dan kepegawaian Pusat. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. penelaahan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. gempa bumi. i. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. j. d. perpustakaan. dan gerakan tanah h. penelaahan. rumah tangga. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542.

dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. serta perpustakaan. Kelompok Jabatan Fungsional. pemelaahan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyelidikan. e. evaluasi pelaksanaan penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. keuangan.k. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. 151 . e. kebersihan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengembangan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. l. pengurusan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengelolaan sarana. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kearsipan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. terdiri dari: a. d. b.

d. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. 152 . Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. c. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. pengurusan. b. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pelaksanaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. penetapan status. pelaksanaan penyelidikan geofisika. geokimia dan deformasi. terdiri dari: a. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta penetapan status dan peringatan dini. penelaahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pelaksanaan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pemelaahan. administrasi keuangan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengamatan gunung api.

gerakan tanah dan tsunami. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. penelaahan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. 153 . serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. b. c. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. terdiri dari: a. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah.

pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan. c. penyelidikan. d. penyiapan. f. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penelaahan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. e. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. gerakan tanah dan tsunami. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. b. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. 154 . terdiri dari: a. b. penelaahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

c. terdiri dari: a. rekayasa teknologi. Kelompok Jabatan Fungsional. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. d. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. d. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. b. Bidang Sarana Teknik. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. evaluasi penyelenggaraan penelitian. h. geologi teknik dan air tanah. pengangkatan. k. 155 . b. administrasi keuangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. f. b. g. i. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. e. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. pengembangan. Bidang Program dan Kerja Sama. dan pengelolaan tata ruang. perumusan pedoman dan prosedur kerja. geologi teknik dan air tanah. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. j. penyelidikan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Informasi. rumah tangga. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. 156 . Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e.c. d. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. b. serta akuntansi. c. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keuangan. keamanan.

Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 157 . b. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. b. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. d. penelaahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penelaahan. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. terdiri dari: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. Subbidang Program. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyusunan akuntabilitas kinerja.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. pengelolaan. serta pengelolaan perpustakaan. b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penyiapan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dokumentasi dan publikasi. penelaahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 158 . serta pemutakhiran basis data. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan. d. penganggaran. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. jaringan dan situs informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 578 Bidang Informasi. terdiri dari: a. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

pengelolaan ketatausahaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. rumah tangga. f. pelaksanaan. pemetaan geologi. c. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. operasi perangkat lunak. inventarisasi hasil survei. administrasi keuangan. k. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. perumusan pedoman dan prosedur kerja. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. sistem. g. e. j. m. 159 . penelitian dan penyelidikan geologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. sosialisasi. penelaahan. pelayanan jasa survei. h. geofisika. geomorfologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. geokimia. pelaksanaan. dokumentasi. rekayasa teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pemetaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perpustakaan. dan kepegawaian Pusat. l. penyelidikan dan survei di bidang geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. penelaahan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. i. pemetaan dan penelitian geologi. b. tektonik. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan.

Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. serta akuntansi. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program dan Kerja Sama. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengembangan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Informasi. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Bidang Sarana Teknik. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. kebersihan. d. keamanan. pengurusan perencanaan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keuangan. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. 160 .

Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Laboratorium. 161 . serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penelaahan. terdiri dari: a. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. Subbidang Sarana Penyelidikan. e. pelaksanaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. c.

Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. c.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengelolaan. d. Subbidang Kerja Sama. 162 . e. penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta kerja sama pelayanan jasa. terdiri dari: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran.

b. c. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. jaringan dan situs informasi. dokumentasi dan publikasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. perpustakaan. Pasal 597 Bidang Informasi. sistem. pelakanaan pengelolaan sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. dokumentasi. serta pemutakhiran basis data. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelaksanaan. 163 . penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan perpustakaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. operasi perangkat lunak. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. sosialisasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

Teknisi Litkayasa. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. 164 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyelidik Bumi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. e. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. c. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 165 . d. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. g. panas bumi. mineral batubara.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya.

c. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. informasi hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. g. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d. e. d. b. serta perencanaan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pelaksanaan bantuan hukum. f. terdiri dari: a. c. kearsipan. dan rumah tangga. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. h. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. 166 . pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605.

Bagian Umum. 167 . Subbagian Pengelolaan Informasi. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b. Subbagian Laporan. c. ketatalaksanaan. f. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pelaporan. j. Bagian Keuangan.i. b. c. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Kepegawaian. pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. terdiri dari: a. d. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja. pelaporan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. g. e. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. b. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. ketatalaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

pengurusan perencanaan. kepangkatan. pengembangan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penelaahan. pemberhentian. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. c. situs. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dokumentasi dan tata naskah pegawai. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. d. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. jaringan. dan analisis jabatan. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. e. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. penyajian informasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta penyempurnaan organisasi Badan. penggajian. pelaksanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. b. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. kesejahteraan. b. pengadaan. c. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. 168 . Subbagian Administrasi Kepegawaian. terdiri dari: a. penelaahan.

pengembangan. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan. c. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Perbendaharaan. b. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pelaksanaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan pemberhentian. penyiapan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. pengangkatan. f. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta pengurusan revisi anggaran. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan. terdiri dari: a. b. Subbagian Akuntansi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. kesejahteraan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. e. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta evaluasi atas mutasi. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. PBI Badan. penelaahan. serta evaluasi atas perencanaan. 169 . Pasal 618 Bagian Keuangan. d. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian.

dan pemeliharaan barang inventaris. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan kearsipan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. pelaksanaaan bantuan hukum. f.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 170 . Subbagian Hukum. pelaksanaan. dan rumah tangga. serta pengurusan perlengkapan. Neraca. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. kehumasan. Pasal 622 Bagian Umum. c. pelayanan kesekretariatan. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. c. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pengadaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dan rumah tangga. kearsipan. distribusi penggunaan. d. b. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. pelaksanaan. persuratan dinas. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. informasi dan dokumentasi hukum. dan revisi anggaran Badan. kearsipan. perpustakaan. penelaahan. e. perlengkapan dan rumah tangga Badan. perlengkapan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyelesaian kerugian negara. perlengkapan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Subbagian Tata Usaha. terdiri dari: a. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b.

g. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. b. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. rencana kebutuhan dan pengadaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. bantuan hukum. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. f. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. penelaahan. serta keprotokolan dan upacara Badan. penyiapan. 171 . kebersihan dan keamanan Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. c. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. d. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. kesekretariatan.

d. Bidang Program. b. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. administrasi keuangan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengurusan perencanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan anggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. terdiri dari: a. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Fungsional.h. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. keuangan. e. i. Bidang Afiliasi. 172 . b. serta pelaksanaan keamanan. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. kebersihan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. rumah tangga. c. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c.

keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. 173 . Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta pengadaan. penyediaan bahan baku. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. d. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. dan kebersihan Pusat.

penyiapan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 174 . c. pelaksanaan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 637 Bidang Program. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. penelaahan. penyediaan bahan baku. serta analisis.

penyiapan. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. penelaahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. jaringan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. e. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. terdiri dari: a. Pasal 641 Bidang Afiliasi. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 175 . Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. d. c. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.

pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. d. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. administrasi keuangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. dan kepegawaian Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. 176 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. i. h. jaringan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi.

Pasal 648 Bagian Tata Usaha. c. serta pengadaan. d. terdiri dari: a. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. e. serta pelaksanaan keamanan. dan kebersihan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemeliharaan sarana kerja. pengangkatan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. 177 . Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Program. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. d. Bidang Afiliasi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. b.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. d. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. b. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. e. 178 . penelaahan. penyediaan bahan baku. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penyediaan bahan baku. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. b. 179 . Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. c. Pasal 656 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program.

d. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. jaringan. 180 .Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. b. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi. e. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.

Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. i. h. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. 181 . d. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. dan kepegawaian Pusat. administrasi keuangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. f. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. c. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. e.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. Kelompok Fungsional. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rumah tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. g. Bagian Tata Usaha. Bidang Program. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. pemeliharaan sarana kerja. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengangkatan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keuangan. serta pengadaan. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengurusan perencanaan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. 182 . terdiri dari: a.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. c. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keamanan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta pelaksanaan keamanan. e. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. keselamatan kerja dan keprotokolan.

Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengoperasian Sarana. 183 . penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. e. pelaksanaan. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. pelaksanaan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. terdiri dari: a. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana.

Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. c. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 675 Bidang Program.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 184 . Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. d. e. jaringan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. jaringan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. c. penelaahan. Pasal 679 Bidang Afiliasi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 185 .

b. dan geofisika kelautan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Kelompok Fungsional. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. terdiri dari: a.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. dan kepegawaian Pusat. h. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. g. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. b. c. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. e. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. d. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. 186 . administrasi keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. c. Bidang Program. j. rumah tangga. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. geokimia. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pengelolaan ketatausahaan. keuangan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Bidang Afiliasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. i.

penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. pengangkatan. pengembangan. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. persuratan dinas dan kearsipan. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 187 . penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perencanaan. serta pengadaan. c. pemeliharaan sarana kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. d. keamanan. serta pelaksanaan keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. perbendaharaan dan akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. kebersihan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 188 . sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pengelolaan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.c. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pengelolaan. e. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyediaan bahan baku. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 694 Bidang Program. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. penyiapan.c. b. terdiri dari: a. 189 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. c. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi. 190 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. b. Subbidang Informasi dan Publikasi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan.d. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.

Teknisi Litkayasa.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 191 . serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. h. c. b. f. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. batubara. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. e. geologi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 192 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. mineral. g. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral.

serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pembinaan kerja sama. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. g. satuan kerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. c. i. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. b. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. d. f. 193 . e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur.

k. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pelaporan. dan rumah tangga. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Kepegawaian. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. terdiri dari: a. 194 . Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 708 Sekretariat Badan. serta perencanaan kerja. penganggaran. b. h. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. c. f. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan.j. c. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaporan. b. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. l. e. Bagian Umum. g. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Bagian Keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. d. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. d. kearsipan.

penyiapan. jaringan dan situs informasi Badan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penelaahan. kesejahteraan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. serta evaluasi atas laporan berkala. penganggaran. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. terdiri dari: a. Subbagian Kerja Sama. pengadaan. d. pelaksanaan. penyiapan. b. c. dan analisis jabatan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. akuntabilitas kinerja. penggajian. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta implementasi Sipeg. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. kepangkatan. c. dan sistem.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. perencanaan kerja. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penelaahan. 195 . pengembangan. prosedur kerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pemberhentian. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengurusan perencanaan. e. serta pengembangan organisasi Badan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Subbidang Utilitas. c. pelayanan jasa. b. terdiri dari: a. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan. penelaahan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. produk kilang. penyiapan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbidang Kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. 200 .. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. kontrol kualitas. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. pelayanan jasa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. 201 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana. c. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyediaan dan pemanfaatan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. penelaahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. b.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Bengkel. Subbidang Laboratorium. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan. penyiapan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel.

e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. 202 . penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. norma. pedoman. kriteria dan prosedur. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kepustakaan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. d. penyiapan penyelenggaraan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. pengelolaan kepustakaan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. b. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. c. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. standar. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. g. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pedoman. penelaahan. norma. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. pelaksanaan.

d. pedoman. pemberian pelayanan jasa. b. Batubara. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. pengelolaan ketatausahaan. h. c. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. prosedur. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 203 . penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. i. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. kearsipan. b.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria pendidikan dan pelatihan. e. perlengkapan. Bidang Sarana Teknis. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. e. terdiri dari: a. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. f. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. norma. Kelompok Jabatan Fungsional.

pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. c. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta hukum. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. akuntansi. 204 . pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kehumasan dan keprotokolan. perlengkapan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. e. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah. organisasi. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. perbendaharaan. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.

Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pelaksanaan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. d. rencana pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. 205 . norma. pelaksanaan pemeliharaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara.c. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. c. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. pedoman.

penelaahan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. norma. norma. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pedoman. e. terdiri dari: a. Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. pelaksanaan. f.d. c. kriteria. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. 206 . b. b. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kerja sama dan sistem. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan prosedur.

penelaahan. f. pelaksanaan. kriteria pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penyusunan standar. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyusunan standar. kriteria dan prosedur. norma.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. d. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. prosedur. norma. penyiapan penyelenggaraan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. e. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. pedoman. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. 207 . penyiapan penyelenggaraan.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kehumasan dan keprotokolan. Bidang Pelatihan dan Sarana. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. c. e. b. c. 208 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. h. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan.g. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. perlengkapan. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. akuntansi. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Bagian Tata Usaha. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. perbendaharaan. terdiri dari: a.

penelaahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan sistem. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. norma. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. jaringan dan situs informasi. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. akuntabilitas kinerja. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Perencanaan. d. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kerja sama. penyiapan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. c. 209 . Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770.

serta evaluasi atas pengelolaan standar. d. terdiri dari: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelaksanaan. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. promosi. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. e. b. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Subbidang Pelatihan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. 210 . pelaksanaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penyiapan. kriteria dan prosedur. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. penyiapan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

d. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. f. Bagian Tata Usaha. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. b. pemberian pelayanan jasa. Kelompok Jabatan Fungsional. 211 . c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. h. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. norma. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. g. penelaahan.

212 . d. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. kearsipan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. perbendaharaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. hukum. dokumentasi dan tata naskah. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. e. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c.

Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma dan kriteria. penyiapan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. serta evaluasi atas standar. Subbidang Perencanaan. pelaksanaan. pedoman. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. 213 .Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. penelaahan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. e.

pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. b. Subbidang Sarana dan Prasarana. b. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pelaksanaan. Subbidang Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. d. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. promosi. 214 . e. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. penelaahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kerja sama. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

e. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. b. Inspektorat Jenderal dan Badan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. d. 216 . Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. c.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. terdiri dari: a. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi.

Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. f. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. i. 217 . Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. k. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. h. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. d. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. e. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. g. c. j.

218 . d. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. b. rumah tangga. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Subbagian Tata Usaha Bakoren. terdiri dari: a. c. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. dukungan operasi kerja. b. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. e. Bagian Tata Usaha. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta kearsipan Bakoren. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. d. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bidang Kajian Strategis. b. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. c. pelaporan dan tata persuratan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta kearsipan Pusat.

Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. l. i. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. d. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. persuratan dinas dan kearsipan. f. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. c. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. 219 . k.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyiapan norma. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. b. j. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. e. b. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. h. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.

Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan. e. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. b. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. pelayanan data dan informasi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. f. penyusunan rumusan norma. penyiapan. terdiri dari: a. ketenagalistrikan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. b. c. d. penyiapan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 220 . penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penelaahan.

pelaksanaan. b. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. bitumen padat. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. penelahaan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi. gambut. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. c. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. terdiri dari: a. d. penelahaan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. air tanah dan kegeologian. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. f. penelahaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. b. e. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. 221 .

(4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. 222 . (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas.

perencanaan kerja. peralatan. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. standardisasi teknis. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. organisasi. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. 223 . yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. penganggaran. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama.a kepada pejabat eselon I. dokumentasi.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). regulasi ekonomi dan keteknikan. peraturan perundang-undangan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi personil. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.

Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (4) Kepala Bagian. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (3) Kepala Biro.BAB XIV ESELON.a. 224 . Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Direktur. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Inspektur.b. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Kepala Subbagian. Kepala Pusat. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.a.a.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. X. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.d. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. 225 . (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

susunan organisasi. fungsi. 226 . dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.(4) Perubahan atas rincian tugas.

BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful