MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

koordinasi kegiatan Departemen. Kementerian Negara. Lembaga Pemerintah Non Departemen. dan lembaga lain yang terkait. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Umum. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Keuangan. e. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. terdiri dari: a. d. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. d. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Kepegawaian dan Organisasi. c. c. Departemen lain. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. 5 . penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama.

perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. b. h. rencana anggaran. rencana dan program kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta kerja sama. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. d. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. perumusan kebijakan pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. d. rencana kerja dan anggaran. rencana pembangunan jangka panjang. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana dan program kerja dan anggaran. e. evaluasi kebijakan pembangunan. 6 . menengah dan tahunan. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Bagian Analisis dan Evaluasi. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyusunan harga satuan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. serta perumusan akuntabilitas kinerja. k. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. f. j. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta rencana strategis. c. e. Bagian Perencanaan Anggaran. g. l. i. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Bagian Kerja Sama. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. dan rencana anggaran. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja.

serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Menengah dan Tahunan Departemen. b. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. e. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. penelaahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 7 . penyiapan rumusan norma. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. d. Subbagian Perencanaan Penunjang. dan urusan tata usaha Biro. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. dan Badan Geologi. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penelaahan. Inspektorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. serta penyelenggaraan sinkronisasi program.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. standar dan kriteria rencana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan RK-KL. f. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

penyiapan. e. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. dan 8 . f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. norma. dan Badan Geologi. Subbagian Penganggaran Penunjang. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. kriteria perencanaan anggaran. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penelaahan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. d. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. c.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. b. c. b. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen.

pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. penyiapan bahan sidang. RKA-KL. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. f. rencana pembangunan jangka panjang. b. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. tahunan dan rencana strategis. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. b. penelaahan. Inspektorat Jenderal. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. h. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. g. c. kriteria akuntabilitas kinerja.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. 9 . rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. menengah. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pengembangan rencana kerja.

Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Inspektorat Jenderal. penelaahan. penelaahan. penyiapan. d. serta kerja sama asosiasi. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. b. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. kriteria kerja sama. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan. Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. e. 10 . rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. h. serta pengelolaan kerja sama Departemen. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. c. Subbagian Kerja Sama Bilateral. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. disiplin. 11 . serta penyiapan penetapan pemberhentian. jabatan struktural dan fungsional. penelaahan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penempatan dan pengembangan pegawai. pembinaan mutasi. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. pengadaan. kepangkatan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. terdiri dari: a. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. e. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). dan kesejahteraan pegawai. c. pengembangan organisasi dan tata laksana. b. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. perencanaan. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. dan penilaian kinerja pegawai. pemensiunan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. b. penyusunan rencana formasi. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bagian Mutasi Pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. 12 . terdiri dari: a. h. Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta kartu PNS. penyiapan rumusan standar. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. k.f. pola dan pengembangan karir pegawai. g. e. g. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. c. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. d. pengadaan. pengelolaan sistem informasi pegawai. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. b. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). evaluasi pembinaan kepegawaian. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. d. c. norma. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. i. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan rumusan rencana. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta standardisasi kompetensi jabatan. e. f. j. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran.

serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. penyiapan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. i. dan Kartu PNS Departemen. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. urusan tugas belajar dan izin belajar. kepangkatan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. pemindahan. penelaahan. penelaahan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar.h. penyiapan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. 13 . kompetensi pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. serta kesejahteraan pegawai Departemen. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyiapan. c. j. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. pengelolaan administrasi tugas belajar. Subbagian Pengembangan Karir. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian dan disiplin. bimbingan teknis. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS.

ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pelaksanaan. dan penarikan kembali pegawai. perbantuan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. cuti. kepangkatan. Subbagian Mutasi Jabatan. pembebasan sementara. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penarikan kembali. pelaksanaan kepangkatan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. 14 . pelaksanaan pemindahan pegawai. dan Bapertarum. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. pemberhentian dan disiplin. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pemindahan. k. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. penyiapan standar. i. c. f. d. Askes. terdiri dari: a. serta kesejahteraan pegawai. dan penilaian prestasi pegawai. j. norma. pengangkatan kembali. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Taspen. perbantuan. c. dipekerjakan. pemindahan. pelaksanaan kesejahteraan. ujian dinas dan Ujian KPPI. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. b. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. penelaahan. pemberhentian. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. b. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pelaksanaan disiplin pegawai. pemberhentian. kepangkatan. Kartu Suami. h. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. dipekerjakan. kriteria mutasi pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. g. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemindahan. dan penilaian angka kredit. e. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. serta Kartu Istri.

pemindahan. penilaian angka kredit. 15 . serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan. jabatan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Kartu Istri. Taspen. pemberhentian. i. penelaahan. pelaksanaan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. kepangkatan. h. pelayanan kesehatan. penelaahan. Daftar Urut Kepangkatan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. c. dan administrasi lembaga tripartit. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. Bapertarum pegawai Departemen. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pendidikan dan pelatihan pegawai. penghargaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Kartu Suami. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. disiplin. Askes. pelaksanaan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pemberhentian dan pemensiunan. pengadaan pegawai. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. d. dan daftar riwayat hidup pegawai. f. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penghargaan. g.

penggajian. pelaksanaan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. 16 . c. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta pengembangan organisasi dan jabatan. penyiapan rumusan standar. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. terdiri dari: a. penelaahan. norma. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemindahan. pelaksanaan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. c. kriteria pengembangan organisasi. pengadaan pegawai. b. b. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penelaahan. penelaahan. e. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penghargaan. klasifikasi dan peta jabatan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. pemberhentian. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. jabatan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. kepangkatan. serta evaluasi. d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen.

dan barang milik/kekayaan negara Departemen. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengembangan. pola hubungan kerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan. g. penelaahan. perbendaharaan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 17 . (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. analisis beban kerja. b. standardisasi kompetensi jabatan. Subbagian Kelembagaan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. administrasi keuangan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pengembangan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. pengembangan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. h. Subbagian Tata Laksana. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. penelaahan. peta jabatan.f.

18 . l. serta pelaksanaan akuntansi. kekayaan negara dan akuntansi. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. f. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta Neraca Departemen. c. Pasal 49 Biro Keuangan. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. administrasi keuangan. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. h. Bagian Akuntansi. perbendaharaan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. d. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. serta pembinaan perbendaharaan. d. Bagian Perbendaharaan. dan implementasi sistem akuntansi. serta nota keuangan. j. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. b. serta bimbingan teknis perbendaharaan. i. Bagian Kekayaan Negara. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). k. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelesaian kerugian negara. Kelompok Jabatan Fungsional. laporan realisasi anggaran. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. e. terdiri dari: a.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. g. pembinaan inventarisasi. c. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja.

penelaahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 19 . d. norma. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). h. k. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Anggaran Belanja. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. c. terdiri dari: a. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan. b. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. j. g.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. i. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. c. b. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penelaahan. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyusunan rumusan standar. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. dan urusan tata usaha Biro. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. Subbagian Anggaran Pendapatan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. f. penyiapan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyiapan target. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a.

f. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Inspektorat Jenderal. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. g. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. b. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. b. Badan Geologi. c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. c. norma. penelaahan. pelaksanaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 20 . Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. d. terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. pelaksanaan. dan pengelolaan SPM. kriteria pelaksanaan perbendaharaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. penelaahan.

c. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. c. ganti rugi. g. f. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. tuntutan perbendaharaan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. dan bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. penelaahan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. norma. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. 21 . e. d. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen.

dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Subbagian Penyiapan Neraca. 22 . dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. g. b. Badan Geologi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. norma. Batubara dan Panas Bumi. c. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. pelaksanaan verifikasi. d. penelaahan. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. e. rekonsiliasi. terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Inspektorat Jenderal. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. b. f. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. pelaksanaan. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan. Pasal 64 Bagian Akuntansi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. c.

serta pelaksanaan kehumasan. verifikasi anggaran. dan penyelesaian kasus hukum. g. serta hubungan masyarakat Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penelaahan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembukuan aset. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. dan implementasi SAI Departemen. b. 23 . Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. e. penelaahan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan implementasi SAAT Departemen. dan bantuan hukum. f. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. c. pelaksanaan. bantuan hukum. penelaahan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta kehumasan. kewajiban. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. pengelolaan dokumentasi. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta program legislasi dan regulasi. equitas dana. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rekonsialiasi. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. konsolidasi. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. penelaahan. pelaksanaan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. dan bantuan hukum. Neraca. d. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. bantuan hukum dan kehumasan.

penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. b. terdiri dari: a. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. c. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Penelaahan Hukum. penelaahan. 24 . penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Bantuan Hukum. b. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. d. Bagian Hubungan Masyarakat. evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. dan bantuan hukum.i. terdiri dari: a. e. e. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan.

dan unsur unit penunjangnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. g. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. kriteria kontrak atau perjanjian. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. f. norma. penelaahan. penyiapan rumusan standar. d. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. e. c. penyiapan. 25 . Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penelaahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. 26 . dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. terdiri dari: a. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. norma. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penyiapan rumusan standar.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penyiapan. b. b. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. e. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan.

pelaksaaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. b. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. konferensi pers. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. norma. c. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. c. serta monitoring dan analisis berita. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. d. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. pelaksaaan. penelaahan. b. terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. e. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. f. 27 . Batubara dan Panas Bumi.

pelaksanaan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. pameran Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. b. perekaman dan pameran kegiatan Departemen.g. Subbagian Hubungan Kelembagaan. terdiri dari: a. penelaahan. j. pelaksanaan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 28 . monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan peliputan. abstrak peraturan perundang-undangan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. i. dan urusan tata usaha Biro. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. h. konferensi pers. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Publikasi. peliputan dan perekaman kegiatan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. rumah tangga Sekretariat Jenderal. c. penerbitan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen.

tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Perlengkapan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. perlengkapan dan pengadaan. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. d. pengadaan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. e. Pasal 87 Biro Umum. b. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. c. tata usaha dan kearsipan. f. terdiri dari: a. d. h.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. f. pengelolaan keamanan dan keselamatan. j. rumah tangga Sekretariat Jenderal. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. e. Kelompok Jabatan Fungsional. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. tugas 29 . g. Staf Ahli. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. tata persuratan dinas dan kearsipan. Sekretaris Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha. b. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan rumah tangga. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Kepala Biro dan Kepala Pusat. i.

Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . persuratan dinas. c. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. e. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Menteri. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. c. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. b. d.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. f. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. pelantikan. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan.

Subbagian Kearsipan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. c. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. norma. penelaahan. persuratan dinas. penelaahan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha Departemen. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. d. b. b. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 31 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. c. dan ekspedisi surat dinas. penjadwalan kegiatan. f. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen.

pelaksanaan kebersihan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. Thamrin 1. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera.H. serta pengadaan. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. b. c. keselamatan. c. 32 . Kepala Biro dan Kepala Pusat. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. b. terdiri dari: a. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. M. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. keamanan. Jakarta Pusat). rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. e. f. Staf Ahli. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. d. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. terdiri dari: a. kriteria perlengkapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. b. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. e. g. norma. dan kearsipan Staf Ahli. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. b. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan kegiatan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. c. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. Subbagian Rencana Kebutuhan. c. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengadaan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan pengadaan. serta pengadaan. inventarisasi. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. 33 . penyiapan bahan rumusan standar. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen.

yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. kriteria. penyusunan standar. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. d. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. d. terdiri dari: a.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. b. 35 .

d. b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. kearsipan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. g. satuan kerja. f. i. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 36 . c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Keuangan. pelaporan. b. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. dan rumah tangga. h. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. c. terdiri dari: a.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

b.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. implementasi Sipeg. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. j. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. l. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). f. rencana dan program. e. 41 . i. k. h. d. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. WP & B). penelaahan. m. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. n. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. g. perumusan pengaturan. serta perhitungan bagi hasil. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. c. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP.

e. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. p. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. f. evaluasi kebijakan. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. menengah dan tahunan berbasis kinerja. pelaksanaan sosialisasi program sektor. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. h. serta pencadangan strategis. b. d. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. terdiri dari: a. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. c. e. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. f. penyiapan rumusan. norma. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. 42 . Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyusunan statistik. terdiri dari: a. d. ketersediaan dan infrastruktur sektor. g. serta data kebutuhan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. b.o. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. c. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi.

penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. dan pelaksanaan sosialisasi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. penyiapan. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. f. penelaahan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. e. permasalahan iklim usaha. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyediaan informasi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. dan terms of condition KKS. penyiapan. norma. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. pengumpulan data potensi. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. g. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. d. penyiapan rumusan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. 43 .Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pemeriksaan dan pengujian. f. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. serta biaya operasi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). tugas serta induk. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta bagi hasil daerah. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. 44 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pelaksanaan pencatatan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. retribusi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. norma. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pajak. i. d. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. h. penyiapan. j. tugas serta induk. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penelaahan. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. c. e. penelaahan. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. b. g. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara.

Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. retribusi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. 45 . kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. e. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PNBP dan tarif iuran. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. c. b. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. tenaga kerja asing. harga minyak mentah Indonesia. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. g. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. f. d. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. b. norma. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lifting dan target penerimaan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. pajak. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. tenaga kerja asing.

evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penelaahan. penelaahan.h. fasilitasi lembaga tripartit. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. b. serta pengaturan tenaga kerja asing. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. j. rencana impor barang operasi. pelaksanaan. pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. b. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. k. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. i. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. rencana penggunaan tenaga kerja asing. dan kerja sama dalam negeri. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penggunaan barang operasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. 46 .

47 . e. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Multilateral dan Regional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. penelaahan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. d. penyiapan. penelaahan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. f. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. terdiri dari: a.c. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. b. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pelaksanaan. c. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. b. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi.

f. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. d. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. norma. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. c. 48 . e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. k. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pengelolaan WK. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. e. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. f. h. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengumuman WK. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. j. i. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. l. penyiapan rumusan standar. b. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK.d. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. c. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. terdiri dari: a. g. g. d. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. h. kriteria pengelolaan WK.

(2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. e. b. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 49 . serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. b.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha eksplorasi. terdiri dari: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. norma. d. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. b. c. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. penelaahan. f. penilaian. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. pelaksanaan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penelaahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi.

h. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. e. pelaksanaan. i. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. penyiapan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. g. 50 . b. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. f. d. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. penelaahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. j. norma. kriteria. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pelaksanaan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. c. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penelaahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. e. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penelaahan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. f. tumpang tindih lahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penelaahan. d. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. c. 51 . b. norma. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. penyiapan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. b. penyiapan. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. g.

penelaahan. g. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. f. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. 52 . e. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. norma. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penelaahan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pelaksanaan pembinaan teknis. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. c. i. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. h. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Light Petroleoum Gas (LPG). hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. c. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. Light Natural Gas (LNG). b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. perumusan jenis bahan bakar minyak. i. perumusan pengaturan Penugasan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. g. bahan bakar lain. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penelaahan. e. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 53 . f. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Penyediaan. bahan bakar gas. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. d.

54 . penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. g. LNG. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. l. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pengelolaan data. c. bahan bakar gas. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. e. f. norma.j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. h. LPG. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. bahan bakar lain. j. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. k. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. i. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. d. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. e. penyiapan rumusan standar. penyiapan perizinan usaha pengolahan. f. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. pengelolaan data. d. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir.

Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. penyiapan. b. e. 55 . penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. h. d. penyiapan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. pengelolaan data. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. norma.

hasil olahan dan bahan bakar lain. 56 . penelaahan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. kriteria harga bahan bakar. penelaahan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. norma. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. j. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan formulasi harga. b. penyiapan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a.i. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. bahan bakar gas dan LPG. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. serta penyiapan penetapan P3JBT. d. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. c. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi.

c. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. LPG. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. i. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. LNG. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. norma. penyiapan. pelaksanaan. h. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. g. terdiri dari: a. d. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. b. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar.f. e. gas bumi. kriteria usaha niaga. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan. f. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 57 . penyiapan perizinan usaha niaga. pengelolaan data. g. penelaahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. h. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir.

penyiapan norma. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. e. f. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. dan non bahan bakar lainnya. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. pelumas. petrokimia. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. tugas 58 . Seksi Proses Non Bahan Bakar. LNG. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. terdiri dari: a. b. LPG. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. b. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. c. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha non bahan bakar. penyiapan. biodiesel. terdiri dari: a. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. d. Seksi Niaga Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. penelaahan.

(2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. e. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. biodiesel. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. biodiesel. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. petrokimia. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. serta penggunaan tenaga teknik. kelaikan teknis. 59 . profesi personil. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. lindungan lingkungan. petrokimia. usaha penunjang. lindungan lingkungan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan. c. produk. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. h. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. f. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. j. f. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. d. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 60 . Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. c. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. f. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. g. c. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait.i. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. h. terdiri dari: a. b.

b. K3. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. dan penggunaan tenaga teknik. c. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. f. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. instrumentasi. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. e. g. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 61 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. instalasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan kalibrasi alat ukur.

pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. instalasi. norma. pelaksanaan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. pengangkutan. d. c. penyiapan rumusan standar. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. b. e. K3. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan. instrumentasi. dan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. keselamatan operasi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 62 . dan kalibrasi alat ukur. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.

penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta penjaminan pasca operasi. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. g. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pengangkutan. penyiapan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. penelaahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 63 . Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. penelaahan. Penyimpanan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.f. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Penyimpanan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. c. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. b. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. Penyimpanan.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. c. g. e. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. pengangkutan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. norma. b. 64 . Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. f.d. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan. profesi personil. 65 . produk. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.d. pelaksanaan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 66 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

c. norma. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. d. penyusunan standar. b. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 67 . Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. pedoman.

terdiri dari: a. i. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. g. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. d. 68 . satuan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. h. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. kearsipan. b. d. e. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. Bagian Keuangan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. jaringan dan situs informasi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. ketatalaksanaan. jaringan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Laporan. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. pelaksanaan. c. d. 69 . akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. terdiri dari: a. rapat koordinasi. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. situs. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. b. c. f.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. d. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. c. f. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyiapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta pengurusan revisi anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. Pasal 237 Bagian Keuangan. e. serta penyelesaian kerugian negara. satuan kerja. penelaahan. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. b. terdiri dari: a. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. 70 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. PBI Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal.

penelaahan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. penelaahan. f. dan Neraca Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. d. b. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelayanan konsultasi hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyiapan. penyelesaian kerugian negara. pertimbangan hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. 71 . Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta kehumasan. penelaahan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. e. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. c. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Subbagian Informasi Hukum. c. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan informasi. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta informasi hukum Direktorat Jenderal.

serta urusan organisasi dan analisis jabatan. 72 . Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. telepon. pertamanan dan perparkiran. pemberhentian. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pengadaan pegawai. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. ekspedisi persuratan dinas. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. dan Implementasi Sipeg. f. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. mutasi. pelaksanaan. b. Subbagian Tata Usaha. c. e. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. d. Subbagian Kepegawaian. penelaahan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. c. pengurusan formasi. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan kearsipan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan. g. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. keamanan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja.

rencana pengadaan. f. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. d. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. b. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. rencana dan program. g. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. e. c.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana dan program pembangunan berjangka. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penelaahan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). serta pengelolaan kerja sama luar negeri. h. evaluasi kebijakan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. persuratan dinas dan kearsipan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. lembaga sertifikasi dan asosiasi. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. implementasi Sipeg. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. 73 . rencana dan program.

menengah dan tahunan tenaga listrik.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. b. f. g. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. d. serta rencana strategis dan RUKN. b. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. d. b. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. e. serta program pengembangan jaringan transmisi. e. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. c. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. 74 . Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. 75 . penelaahan. c. penelaahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penyiapan. pelaksanaan. b. d. penelaahan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan. penelaahan. f. penyiapan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. e. 76 . Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. kriteria tenaga listrik sosial. b. penelaahan. penelaahan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. c. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. pelaksanaan. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. b. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial.

Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. lembaga sertifikasi. b. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. penelaahan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. multilateral dan regional. d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. b. 77 . pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana dan program. c. penelaahan. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. evaluasi pelaksanaan rencana. penyusunan dokumen perjanjian. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah.

statistik dan pemetaan tenaga listrik. pengolahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. e. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. c. pelaksanaan pengelolaan data. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. d. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. 78 . Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. b. penelaahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a.

serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. e. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. e. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pembinaan. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. f. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. g. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. c. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. c. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. h. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. serta perlindungan konsumen. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. 79 . serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik.

(2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. d. penelaahan. b.c. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penelaahan. penyiapan. d. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. pelaksanaan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.

Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. pelaksanaan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 81 . penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. terdiri dari: a. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penelaahan. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. e. terdiri dari: a. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. b. Seksi Pelayanan Izin Usaha. pemberian sanksi. b. c. penyiapan rumusan standar.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. f. norma. b. penyiapan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik.

serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. norma. b. c. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. kriteria hubungan komersial. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. pelaksanaan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. d. penyiapan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. terdiri dari: a. penelaahan. e. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. f. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 82 . Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik.

pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan. c. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. d. penyiapan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. e. pelaksanaan. mempunyai tugas 83 . penelaahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik.

Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. 84 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. h. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. c. g. f. i.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. keselamatan dan K3. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. produk. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. e. f. b. kelaikan teknis. d. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. d. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta pembinaan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. profesi personil. b. lindungan lingkungan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. terdiri dari: a. c. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. lindungan lingkungan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.

penelaahan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. b. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jenis dan mutu tenaga listrik. penyiapan. 85 . d. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta Rancangan SNI. c. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. b. g. pelaksanaan.

d. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. kalibrasi alat ukur. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. dan K3. terdiri dari: a. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. pelaksanaan. instrumentasi. keselamatan operasi. kelaikan peralatan. f. penyiapan rumusan standar. 86 . Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. g. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. penyiapan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. f. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. b. 87 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. terdiri dari: a. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. g. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. e. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. c. penelaahan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. b.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. 88 . c. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. d. b. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan.

Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. e.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. terdiri dari: a. 89 . penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. c. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. penelaahan. penelaahan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. d. norma. g. f. dan kriteria usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. profesi personil. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.

c. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. energi alternatif. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. d. Subdirektorat Bimbingan Teknis. kriteria pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. c. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. f. b. 90 . energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Konservasi Energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Subdirektorat Energi Perdesaan. g. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. h. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. e. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. c. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. f. norma. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. b.

b. 91 . terdiri dari: a. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. d. penelahaan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. e. Seksi Program Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. b. terdiri dari: a. penyiapan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. norma. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323.d. e. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penelahaan. kriteria usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penyiapan rumusan kebijakan. b. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi.

penelahaan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program. penelahaan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penyiapan rumusan kebijakan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Seksi Program Konservasi Energi. e. serta evaluasi atas program konservasi energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. penelahaan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. d. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. norma dan kriteria konservasi energi. 92 . penyiapan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penelahaan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

penelahaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. serta pedoman pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. norma. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a.. b. penelahaan. e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Energi Perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan standar. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pemberdayaan masyarakat. 93 . c. penyiapan rumusan kebijakan. d.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. b. rencana dan program energi perdesaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. rencana dan program.

Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. energi perdesaan dan konservasi energi. b. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. c. penelahaan. penyiapan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. b. 94 . serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

96 . batubara. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. dan prosedur di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. kriteria. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. norma. penyusunan standar. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara. e. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. d. batubara dan panas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. c. (2) Direktorat Jenderal Mineral. dan panas bumi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. pedoman.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. b. d. h. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. dan rumah tangga. 97 . e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. f. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. satuan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi. c. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. g. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan.

c. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Umum dan Kepegawaian. jaringan dan situs informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. d. akuntabilitas kinerja.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pelaporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. ketatalaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. b. terdiri dari: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. Subbagian Laporan. Bagian Rencana dan Laporan. rapat koordinasi. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. f. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. ketatalaksanaan. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. e. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. 98 . Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. g. b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. e. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Bagian Keuangan. b. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. d. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. c.

Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. c. terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 354 Bagian Keuangan. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. jaringan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. Subbagian Perbendaharaan. b. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. PBI Direktorat Jenderal. situs. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. f. 99 . penelaahan. pelaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelesaian kerugian negara.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. d. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan.

penelaahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penelaahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. c. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. pelayanan konsultasi hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. e. pelaksanaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Informasi Hukum. serta kehumasan. pertimbangan hukum. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pemberian telaahan dan bantuan hukum. b. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian kerugian negara. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. d. 100 . penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. penelaahan.

batubara. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pemberhentian. g. pelaksanaan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga. keamanan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. telepon. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penelaahan. mutasi. c. pertamanan dan perparkiran. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. dan Implementasi Sipeg. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. d. e. program legislasi dan regulasi bidang mineral. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. 101 . penyiapan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. f. kebersihan. ekspedisi persuratan dinas. dan kearsipan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengadaan pegawai.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. implementasi Sipeg. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. b. dan produksi. penelaahan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan produksi. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. investasi dan pendanaan. persuratan dinas dan kearsipan. panas bumi dan air tanah. 102 . perumusan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. wilayah kerja. Subbagian Kepegawaian. serta kebijakan pengelolaan air tanah. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. c. serta penetapan wilayah kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. Subbagian Tata Usaha. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana pengadaan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. neraca sumber daya wilayah kerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. d. batubara. cadangan atau potensi. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pelaksanaan.

Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. e. j. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. batubara. 103 . panas bumi dan air tanah. pencatatan dan perhitungan PNBP. Batubara. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. serta perhitungan bagi hasil. g. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. c. f. b. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. eksplorasi dan operasi produksi. batubara. c. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan data. f. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. terdiri dari: a. lembaga sertifikasi dan asosiasi.e. perumusan perencanaan. e. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara dan Panas Bumi. rencana dan program di bidang mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. i. h. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Batubara dan Panas Bumi. d. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. evaluasi kebijakan. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. Kelompok Jabatan Fungsional. batubara.

Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. e. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. d. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyiapan. g. terdiri dari: a. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. panas bumi dan air tanah. batubara. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. h. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. f. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta pemantauan pelaksanaan investasi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. penyiapan. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. asosiasi dan lembaga sertifikasi. serta kerja sama di bidang mineral. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. 104 . Seksi Program Mineral dan Batubara.

penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Kontrak Karya (KK). serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. penyiapan. penelaahan. panas bumi dan air tanah. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. 105 . c. b. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. batubara. d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. pelaksanaan.

Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi.e. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi. serta penyusunan statistik pengusahaan. b. batubara. penyiapan rumusan standar. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. kriteria pencadangan wilayah kerja. penyiapan. penyiapan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. f. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. b. norma. 106 . Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379.

Batubara dan Panas Bumi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara. 107 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja.e. panas bumi dan air tanah. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. penelaahan. penelaahan. batubara. b. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. penyiapan. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. cadangan dan wilayah kerja. h. batubara dan panas bumi. statistik. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta pengelolaan informasi bidang mineral. batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. f. batubara. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Seksi Informasi Mineral. terdiri dari: a. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. neraca sumber daya. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. penyiapan penetapan potensi. serta penetapan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja.

pemeriksaan dan pengujian PNBP. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. d. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta bagi hasil daerah. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. penelaahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. b. b. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. pelaksanaan pencatatan. penelaahan. c. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. e. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. 108 . penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. terdiri dari: a.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Seksi Bimbingan Usaha Mineral. e. c. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. b.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. d. f. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. terdiri dari: a. 113 . pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. b. g. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha.

Seksi Hubungan Komersial Mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. Seksi Hubungan Komersial Batubara. f. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. terdiri dari: a.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pelaksanaan. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. h. pembinaan hubungan komersial panas bumi. b. 114 . pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. b. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. g. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. perumusan pengaturan. e. i. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah.

terdiri dari: a. e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. k. Subbagian Tata Usaha. d. 115 . Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan air tanah. g. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. c. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah. norma. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. g. l. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. b. d. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan standar. b. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. f. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha.j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. f. dan perubahan batas wilayah kerja. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah.

h. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pelaksanaan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. i. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. pelaksanaan. 116 . penelaahan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan fasilitasi. c. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. d.

terdiri dari: a. serta pengendalian air tanah. 117 . d. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. c. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. f. serta pengendalian air tanah. b. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. b. penelaahan. g. e. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi.

serta evaluasi atas pengendalian air tanah. 118 . serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penelaahan. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. b. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. i.h. c. serta pengendalian air tanah. d. serta pengelolaan air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. penelaahan. e. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi.

pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. h.g. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. e. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. d. b. serta pengelolaan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pelaksanaan. 119 . Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. c. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta ketatausahaan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Seksi Konservasi Air Tanah. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. 120 . b.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta air tanah. batubara dan panas bumi. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. penelaahan. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi.

121 . pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta penggunaan tenaga teknik. batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. produk. Subdirektorat Standardisasi Mineral. lindungan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. panas bumi dan air tanah. b. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. d. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. i. dan panas bumi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. j. K3. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. h. Subdirektorat Standardisasi Mineral.d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara dan panas bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. c. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. kelaikan teknis. profesi personil.

serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. f. penyiapan. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. g. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. 122 . b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Standardisasi Mineral. Batubara. produk. penyiapan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. profesi personil. e. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. jenis dan mutu produk. terdiri dari: a. penelaahan. penelaahan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. dan panas bumi. pemurnian. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. norma.

pelaksanaan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 123 . dan konservasi mineral. f. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.b. terdiri dari: a. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. pelaksanaan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. b. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. batas wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. c. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. batubara dan panas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.

pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. h. d. f. Batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. g. batubara. b. 124 . e. dan panas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. i. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.c. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. Batubara. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. batubara dan panas bumi.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. batubara. 125 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. c.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. kalibrasi alat ukur. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Seksi Keselamatan Batubara. keamanan instalasi. pelaksanaan. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. instrumentasi. b. batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. Batubara. Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penimbunan. dan panas bumi. penyimpanan. panas bumi dan air tanah. d. K3 dan penggunaan tenaga teknik. dan Panas Bumi. pengangkutan. norma. f. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. g. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Usaha Penunjang Batubara. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. panas bumi dan air tanah. b. penelaahan. terdiri dari: a. d. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Batubara. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. e. norma. pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. 126 . b. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. dan Panas Bumi. dan kriteria usaha penunjang. batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. f.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 127 .Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Sekretariat Inspektorat Jenderal. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b. d. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. e. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat I. Inspektorat III. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat II. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. c. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. 128 . keuangan. b. c. pelaksanaan pengawasan kinerja. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat IV. penyusunan laporan hasil pengawasan. d.

Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. perlengkapan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. keprotokolan dan rumah tangga. pengelolaan urusan tata usaha. f. d. j. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. terdiri dari: a. pengelolaan jaringan dan situs informasi. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. 129 . e. e. h. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Bagian Umum dan Keuangan. d. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. kearsipan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. k. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. g. keamanan.

h. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. program kerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. g. penelaahan. jaringan. situs. ketatalaksanaan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. b. j. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. pelaksanaan. penyiapan. i. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pelaksanaan pengelolaan sistem. e. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. penyajian informasi. ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. 130 . pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Subbagian Penyiapan Rencana. pelaporan. d. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. jaringan dan situs informasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. akuntabilitas kinerja. rapat koordinasi. f. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Subbagian Penyiapan Laporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. dan rencana kerja. satuan kerja. penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal.

d. Inspektorat Jenderal. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. e. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pelaksanaan analisis. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. analisis hasil pengawasan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Badan Geologi. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. penelaahan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pengolahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. b. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. b. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. c. 131 .

penyiapan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. dokumentasi hukum. b. d. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. penyiapan. penyuluhan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dokumentasi hukum. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dan implementasi Sipeg. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Subbagian Hukum. serta pemberian pertimbangan hukum.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan hukum. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. 132 . b. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi urusan hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. c. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. dokumentasi dan tata naskah. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pertimbangan hukum. masyarakat dan yustisia. penelaahan.

pelayanan kesekretariatan. perbendaharaan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. kebersihan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. j. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. i. pelaksanaan keamanan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. b. k. perlengkapan. pelaksanaan. e. penelaahan. pengurusan penganggaran. perlengkapan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. terdiri dari: a.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. rumah tangga dan kehumasan. h. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan implementasi Sipeg. serta pengurusan administrasi keuangan. c. dan kearsipan. perbendaharaan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. g. keprotokolan dan kehumasan. f. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. d. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan administrasi keuangan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. persuratan dinas. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. b. 133 . rumah tangga dan kehumasan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. dokumentasi dan tata naskah.

pelaksanaan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. 134 . perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan administrasi keuangan. pemeriksaan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perencanaan kebutuhan. perlengkapan dan pengadaan. b. d. serta evaluasi atas urusan keamanan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). keprotokolan dan kehumasan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. kebersihan. penelaahan. c. kearsipan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan laporan hasil pengawasan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. persuratan dinas. penelaahan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. 139 .

pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. d. pelayanan survei geologi. Sekretariat Badan Geologi. e. dan geologi lingkungan. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. f. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. c. d. h. Pusat Survei Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. penelitian dan pelayanan. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. c. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. b. Pusat Lingkungan Geologi. g. 140 .BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. e. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. b. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi.

penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. j. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Umum. d. pelaporan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. 141 . Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. g. c. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. koordinasi pelayanan administratif Badan. e. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. i. Bagian Kepegawaian. f. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. h. Bagian Keuangan. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. dan rumah tangga. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. kearsipan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta perencanaan kerja. d. informasi hukum. b.

Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. d. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. pelaporan. satuan kerja. penyiapan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. e. Subbagian Pengelolaan Informasi. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. c. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyajian informasi. situs. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pengelolaan sistem. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. 142 . serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. Subbagian Laporan. jaringan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. f. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan.

penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pelaksanaan. pengangkatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan analisis jabatan. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. d. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. pengurusan perencanaan. penelaahan. terdiri dari: a. kepangkatan. penyiapan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pengembangan. b. penggajian. c. pengadaan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. 143 . penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pelaksanaan. penelaahan. pemberhentian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. e. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. serta implementasi Sipeg Badan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. serta evaluasi atas perencanaan. kesejahteraan. penggajian. serta evaluasi atas mutasi. serta implementasi Sipeg. kepangkatan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan. pengembangan. b. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kesejahteraan.

f. b. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Neraca. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan rumah tangga. terdiri dari: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. kearsipan. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Akuntansi. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PBI Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. e. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. perlengkapan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 517 Bagian Keuangan. dan revisi anggaran Badan. penelaahan. 144 .Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan.

serta pengurusan perlengkapan. terdiri dari: a. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penelaahan. kebersihan dan keamanan Badan. 145 . dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. e. Subbagian Hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Subbagian Tata Usaha. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perlengkapan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan. dan kearsipan. pelaksanaaan bantuan hukum. informasi dan dokumentasi hukum. pelayanan kesekretariatan. f. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 521 Bagian Umum. b. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. perpustakaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. bantuan hukum. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c. penyiapan. persuratan dinas. d. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. c. pengadaan. kesekretariatan. kearsipan. kehumasan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dan rumah tangga. penyiapan koordinasi ketatausahaan. b. dan pemeliharaan barang inventaris.

batubara. mineral. Bidang Informasi. c.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan panas bumi. d. Bagian Tata Usaha. gambut. perumusan rencana dan program. e. c. keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. rekayasa teknologi. j. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. b. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. f. penyusunan neraca sumber daya geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. i. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. penyelidikan. g. Bidang Sarana Teknik. e. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. 146 . perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta rancang bangun dan pemodelan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. h. pengelolaan ketatausahaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. rumah tangga. serta pemetaan tematik potensi. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penyelidikan. bitumen padat.

pengembangan. kebersihan. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. 147 . c. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. b. serta akuntansi. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keuangan. pengangkatan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e.

Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. terdiri dari: a. e. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. f. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 148 . penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pelaksanaan. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. d. c. Subbidang Laboratorium. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik.d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

jaringan dan situs informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penganggaran. b. terdiri dari: a. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. d. dokumentasi dan publikasi. serta pemutakhiran basis data. b.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Program. c. penelaahan. Pasal 540 Bidang Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. 149 . serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan. pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. penyiapan.

pelaksanaan. 150 . serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. operasi perangkat lunak. dokumentasi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. penyelidikan. penelaahan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta rancang bangun. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. g. sistem. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gempa bumi. d. pelaksanaan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. gempa bumi. rumah tangga. j. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan gerakan tanah. i. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. perpustakaan. tsunami. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan gerakan tanah h. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. tsunami. serta pos pengamatan gunung api. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pemodelan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. sosialisasi. dan rekayasa teknologi. b. f. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. serta sesar aktif. e.

pelaksanaan pengelolaan sarana. b. 151 . kebersihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. d. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. keuangan. c. pemelaahan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. b. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. penyelidikan. kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. keamanan. l. e. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. e.k. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. serta perpustakaan. evaluasi pelaksanaan penelitian. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. terdiri dari: a. Bidang Evaluasi Potensi Bencana.

pelaksanaan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan penyelidikan geofisika. penelaahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. b. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. 152 . Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta penetapan status dan peringatan dini. pelaksanaan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pemelaahan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. penetapan status. pengurusan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. geokimia dan deformasi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. c. b. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. 153 . Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. d. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. penelaahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

154 . penyelidikan. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penelaahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. c. e. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. b.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penelaahan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. d. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penyiapan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. penyiapan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api.

evaluasi penyelenggaraan penelitian. Bidang Sarana Teknik. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. administrasi keuangan. k. pengelolaan ketatausahaan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha. i. Kelompok Jabatan Fungsional. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Program dan Kerja Sama. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. geologi teknik dan air tanah. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. b. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. j. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. dan pengelolaan tata ruang. pengangkatan.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. e. e. keuangan. penyelidikan. f. dan kepegawaian Pusat. b. h. Bidang Informasi. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. 155 . geologi teknik dan air tanah. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. rumah tangga. rekayasa teknologi. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pengembangan. c. pengurusan perencanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. e. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. 156 . b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik.c. keamanan. c. d. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. terdiri dari: a. serta akuntansi. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. kebersihan. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.

d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. b. 157 . e. penyusunan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. penelaahan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Laboratorium. terdiri dari: a. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.

b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. serta pengelolaan perpustakaan.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. jaringan dan situs informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penganggaran. 158 . serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan. serta pemutakhiran basis data. pengelolaan. dokumentasi dan publikasi. c. Pasal 578 Bidang Informasi. d. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan.

pelaksanaan. pelayanan jasa survei. c. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. evaluasi pelaksanaan penelitian. sistem. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. i. rekayasa teknologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. 159 . m. geokimia. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. pemetaan geologi. operasi perangkat lunak. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. tektonik. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. dokumentasi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. l. perpustakaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. sosialisasi. dan kepegawaian Pusat. pemetaan. penelaahan. pemetaan dan penelitian geologi. pelaksanaan. j. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. penelitian dan penyelidikan geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. f. h. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. k. geofisika. penyelidikan dan survei di bidang geologi. inventarisasi hasil survei. geomorfologi.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Informasi. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. d. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. serta akuntansi. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Bidang Sarana Teknik. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bidang Program dan Kerja Sama. keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. e. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 160 . e. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. b. c. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. kebersihan. Bagian Tata Usaha.

serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan. 161 . terdiri dari: a. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. b. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. penelaahan. f. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. Subbidang Laboratorium. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587.

d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Subbidang Program.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. e. b. Subbidang Kerja Sama. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. 162 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. penyiapan. serta kerja sama pelayanan jasa. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. penganggaran. pengelolaan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. 163 . Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. sosialisasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. operasi perangkat lunak. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. c. dokumentasi dan publikasi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pemutakhiran basis data. sistem. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 597 Bidang Informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. dokumentasi. d. serta pengelolaan perpustakaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. perpustakaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Perekayasa.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 164 . Teknisi Litkayasa. Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

(2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. f. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. c. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. g. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. panas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. mineral batubara. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. d. perumusan kebijakan penyelenggaraan.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. 165 .

Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. g. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. d. h. dan rumah tangga. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. 166 . e. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta pelaksanaan bantuan hukum. c. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Badan. d. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. f. serta perencanaan kerja. informasi hukum. e. b.

pelaporan. b. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan. b. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pengelolaan sistem. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. terdiri dari: a. d. pelaporan. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. f. Subbagian Pengelolaan Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. j. akuntabilitas kinerja. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Subbagian Laporan. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum. e. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Keuangan. c. g. Bagian Kepegawaian. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.i. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. 167 . Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan.

penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penyiapan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. satuan kerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengembangan organisasi Badan. e. pelaksanaan. b. Subbagian Administrasi Kepegawaian. dan analisis jabatan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. penggajian.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 168 . d. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. penyajian informasi. penelaahan. penelaahan. serta penyempurnaan organisasi Badan. c. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. pengadaan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. pengembangan. pengurusan perencanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kepangkatan. situs. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. kesejahteraan. serta implementasi Sipeg. terdiri dari: a. pemberhentian. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. jaringan. penelaahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai.

Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. kepangkatan pemberhentian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas perencanaan. Subbagian Akuntansi. b. pelaksanaan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kesejahteraan. b. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas mutasi. pengembangan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penggajian. penelaahan. 169 . evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. e. d. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan. penyiapan. PBI Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaaan bantuan hukum. perpustakaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan kearsipan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. b. informasi dan dokumentasi hukum. e. perhitungan pelaksanaan anggaran. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. f. distribusi penggunaan. b. Subbagian Hukum. c. persuratan dinas. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Subbagian Tata Usaha. penelaahan. dan rumah tangga. kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. 170 . perlengkapan. pelaksanaan. c. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelayanan kesekretariatan. Neraca. serta pengurusan perlengkapan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan revisi anggaran Badan. terdiri dari: a.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pemeliharaan barang inventaris. kehumasan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perlengkapan dan rumah tangga Badan. d. penyelesaian kerugian negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kearsipan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. perlengkapan. dan rumah tangga. Pasal 622 Bagian Umum. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pengadaan. pelaksanaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan.

serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. g. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. pelaksanaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. bantuan hukum. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. f. kebersihan dan keamanan Badan. persuratan dinas dan kearsipan. penelaahan. penyiapan. b. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. 171 . c. kesekretariatan. e. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

c. pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. e. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha.h. Bidang Afiliasi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. i. pengangkatan. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. pengurusan perencanaan. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Fungsional. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. administrasi keuangan. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program. rumah tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. 172 . Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. c. d. e.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. keamanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. e. b. 173 . terdiri dari: a. serta pengadaan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan operasi penggunaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. dan kebersihan Pusat.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. d. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyediaan bahan baku. b.

pelaksanaan. b. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 637 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. c. b. terdiri dari: a. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 174 . pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta analisis. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi.

terdiri dari: a. d. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. b. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 175 . pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. e.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. administrasi keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. 176 . pelaksanaan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. i. penelaahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. c. situs dan penyebarluasan informasi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. f. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. h. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. g.

dan kebersihan Pusat. c. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. d. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha. keuangan. b. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. b. kebersihan. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Program. pengangkatan. c. serta pengadaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengelolaan anggaran. 177 . Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan sarana kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. d. pengurusan perencanaan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbagian Umum dan Kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

penyediaan bahan baku. pelaksanaan. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penelaahan. 178 . b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. b. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan. e.

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 179 . evaluasi. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Rencana. penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis.

pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. d. situs dan penyebarluasan informasi. b. pelayanan jasa teknologi. c. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. jaringan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengelolaan sistem. 180 . penelaahan. penelaahan. b. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. jaringan. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.

181 . serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. pengelolaan ketatausahaan. i. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. f. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Program. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. h. dan kepegawaian Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. administrasi keuangan. c. rumah tangga. d. Kelompok Fungsional. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. b. pengurusan perencanaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 182 . c. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengadaan. e. kebersihan. dan kebersihan Pusat. keamanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja. b. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengangkatan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. terdiri dari: a. e. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. b. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan. b. 183 . Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan. penelaahan. d. pelaksanaan. c.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. 184 . Subbidang Penyiapan Rencana. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. c. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 675 Bidang Program.

situs dan penyebarluasan informasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. 185 . serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi. terdiri dari: a. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.

e. Kelompok Fungsional. b. Bagian Tata Usaha. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Afiliasi. pengelolaan ketatausahaan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. g. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. h. geokimia. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan geofisika kelautan. keuangan. administrasi keuangan. i. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. c. 186 . b. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Program. terdiri dari: a. j. e.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. f. rumah tangga. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dan kepegawaian Pusat. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. d.

perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. d. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengangkatan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemeliharaan sarana kerja. keselamatan kerja dan keprotokolan. dan kebersihan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. perbendaharaan dan akuntansi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keamanan. terdiri dari: a. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 187 . Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. perencanaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. kebersihan. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

pengelolaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. b.c. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. 188 . pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pengelolaan. b. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. d.

Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 189 . pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta analisis. Pasal 694 Bidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. b. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan.c. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. c. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan.

jaringan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. 190 . serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. terdiri dari: a. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. situs dan penyebarluasan informasi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. b. pelayanan jasa teknologi. e. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.d. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.

191 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

h. perumusan kebijakan penyelenggaraan. batubara. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. geologi. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. e. d. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. f. mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. g. 192 . c.

pembinaan kerja sama. i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. g. b. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. koordinasi pelayanan administratif Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. satuan kerja. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. d. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. f. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. 193 . Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e.

Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. h. kearsipan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pengelolaan urusan ketatausahaan. penganggaran. b.j. dan rumah tangga. 194 . pelaporan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. c. f. k. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. l. d. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Keuangan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. serta perencanaan kerja. b. ketatalaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. Bagian Umum. ketatalaksanaan. Bagian Kepegawaian. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. g. pelaporan. Pasal 708 Sekretariat Badan. akuntabilitas kinerja.

pelaksanaan. b. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. perencanaan kerja. Subbagian Kerja Sama. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. kepangkatan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyiapan. pengadaan. b. dan analisis jabatan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan berkala. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. dan sistem. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penyiapan. jaringan dan situs informasi Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg. c. serta pengembangan organisasi Badan. c. pelaksanaan. e. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. 195 . penelaahan. penelaahan. akuntabilitas kinerja. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penggajian. prosedur kerja. kesejahteraan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pengurusan perencanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penganggaran. pemberhentian.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. d. terdiri dari: a. Subbidang Utilitas. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. pelayanan jasa. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. 200 . pelaksanaan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. produk kilang. kontrol kualitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.. c. Subbidang Kilang. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

b. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyiapan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Bengkel. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelayanan jasa. d. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Laboratorium. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. c. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. 201 . pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan.

g. pelaksanaan. kriteria dan prosedur. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. b. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. c. standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. pengelolaan kepustakaan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. e. pelaksanaan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan. pedoman. serta kepustakaan. d. Subbidang Penyiapan Pelatihan. f. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. kerja sama. 202 . b.

penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. kearsipan. c. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. e. g. e. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. 203 . Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. terdiri dari: a.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. norma. b. Batubara. h. d. perlengkapan. Bidang Sarana Teknis. c. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. i. pedoman. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. f.

dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. organisasi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta hukum. 204 . kearsipan. b. perbendaharaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. e. kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. kearsipan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. ketatalaksanaan dan umum Pusat. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. perlengkapan.

pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. rencana pengembangan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penggunaan. penelaahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pelaksanaan pemeliharaan. penyiapan rumusan standar. 205 . Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pelaksanaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. e.c. terdiri dari: a.

b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. b. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama dan sistem. dan prosedur. c. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. e. d.d. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. terdiri dari: a. Subbidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. 206 . (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma. kriteria. penyiapan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pelaksanaan. kriteria dan prosedur. b. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. b. norma. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penyusunan standar. 207 . norma. pedoman. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. f. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kriteria pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. penelaahan. prosedur. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan penyelenggaraan. pemberian pelayanan jasa. e. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. pedoman. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. norma. d. pelaksanaan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

Bagian Tata Usaha. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. 208 . b.g. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. h. pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. c. Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. b.

d. 209 . penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. dan sistem. jaringan dan situs informasi. penyiapan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. terdiri dari: a. penelaahan. kerja sama. b. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. e. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. akuntabilitas kinerja. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. norma. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Perencanaan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. 210 . e. b. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelatihan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Sarana dan Prasarana. promosi. penyiapan. kerja sama. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. penelaahan. norma. kriteria dan prosedur. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. pelaksanaan kerja sama.

evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. kriteria pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. f. g. h. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 211 . norma. pedoman. penelaahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. d. prosedur. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan ketatausahaan. c. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. c. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. b. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. e. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis.

Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. hukum. e. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. c. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perbendaharaan. organisasi dan ketatalaksanaan. 212 . pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Pasal 783 Bagian Tata Usaha.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian.

sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. 213 . penelaahan. b. terdiri dari: a. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan. penyiapan. c. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan. b. norma dan kriteria. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. kerja sama.

b. promosi. kerja sama. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama. 214 . d. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penelaahan. Subbidang Pelatihan. b. pelaksanaan. c. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pelaksanaan. Subbidang Sarana dan Prasarana.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana.

Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

(5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Direktorat Jenderal. c. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. 216 . Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. e. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. terdiri dari: a. d. b. Inspektorat Jenderal dan Badan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan.

evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. f. g. j. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. h. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral. d. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. 217 . pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. e. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. i. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. k.

dukungan operasi kerja. c. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. c. Bagian Tata Usaha. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bidang Kajian Strategis. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. dan persuratan dinas. serta kearsipan Pusat. c. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaporan dan tata persuratan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. terdiri dari: a. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. d. e. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. rumah tangga. b. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. 218 . Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Tata Usaha Pusat. pelaksanaan urusan tata usaha. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. terdiri dari: a. serta kearsipan Bakoren. d. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. b.

pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. persuratan dinas dan kearsipan. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. g. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. d. j. b. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. b. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. terdiri dari: a. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. i. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. e. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. l. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. 219 . h. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan norma. f. k. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi.

Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. b. b. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. ketenagalistrikan. d. pelaksanaan. penelaahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan. c. penyusunan rumusan norma. 220 . serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. batubara dan panas bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan data dan informasi. penelaahan. penyiapan. penelahaan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. e. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. f. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan.

serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. penelahaan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gambut. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi. penelahaan. b. penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. c. e. terdiri dari: a. 221 . Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. f. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. pelaksanaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. d. b. bitumen padat. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. pelaksanaan. pelaksanaan. air tanah dan kegeologian. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi.

BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. 222 . tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. dan akuntabilitas kinerja Departemen. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. penganggaran. 223 .Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan keselamatan umum. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. standardisasi teknis. peralatan. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. regulasi ekonomi dan keteknikan.a kepada pejabat eselon I. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. perencanaan kerja. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi personil. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. peraturan perundang-undangan. dokumentasi. organisasi. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain.

a. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Direktur Jenderal. Inspektur. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.b. (4) Kepala Bagian. 224 . Inspektur Jenderal. (3) Kepala Biro. Kepala Pusat. Direktur Jenderal.BAB XIV ESELON. Direktur. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Kepala Subbagian. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a.a.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. X. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”.

susunan organisasi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 . (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.(4) Perubahan atas rincian tugas. fungsi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

maka: a. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. b.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful