MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

d. Biro Umum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. d. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. koordinasi kegiatan Departemen. c. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Kementerian Negara. b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. e. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. c. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Biro Keuangan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. b. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 5 . Biro Kepegawaian dan Organisasi. Departemen lain. dan lembaga lain yang terkait.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6.

Bagian Perencanaan Anggaran. k. e. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. perumusan kebijakan pembangunan. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. j. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Kerja Sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. b. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. b. sosialisasi kebijakan pembangunan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. 6 . perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). c. rencana kerja dan anggaran. i. rencana dan program kerja. serta rencana strategis. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. rencana pembangunan jangka panjang. rencana anggaran. penyusunan harga satuan. terdiri dari: a. f. l. d. Bagian Analisis dan Evaluasi. dan rencana anggaran. menengah dan tahunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. evaluasi kebijakan pembangunan. g. serta kerja sama. rencana dan program kerja dan anggaran. e. serta perumusan akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional.

penelaahan. penelaahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. penelaahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan norma. b. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. 7 . dan Badan Geologi. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. penyusunan rumusan RK-KL. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. terdiri dari: a. standar dan kriteria rencana kerja. Menengah dan Tahunan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. dan urusan tata usaha Biro. d. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. e. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. f. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen.

Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan 8 . penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan Badan Geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. d. kriteria perencanaan anggaran.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. penyiapan. penelaahan. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. c. penyiapan rumusan satuan harga pokok. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. f. b. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. norma. e. penyiapan. Subbagian Penganggaran Penunjang. b. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen.

Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. b. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. e. terdiri dari: a. norma. tahunan dan rencana strategis. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. menengah. penelaahan. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. kriteria akuntabilitas kinerja. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. f. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. penyiapan rumusan standar. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. RKA-KL. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. c. 9 . Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. g. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. d. h. b. penyiapan bahan sidang.

rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. dan Badan Geologi. penelaahan. Panas Bumi. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta kerja sama asosiasi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. norma. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan. Inspektorat Jenderal. penyiapan. h. g. kriteria kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. b.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 10 . Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta pengelolaan kerja sama Departemen. e. Batubara. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. f. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan.

penelaahan. pengembangan organisasi dan tata laksana. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. b. disiplin. pemensiunan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. jabatan struktural dan fungsional. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). 11 .Pasal 26 Bagian Kerja Sama. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. serta penyiapan penetapan pemberhentian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. b. perencanaan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. dan kesejahteraan pegawai. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pembinaan mutasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Bilateral. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. penempatan dan pengembangan pegawai. pengadaan. kepangkatan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. terdiri dari: a. penelaahan. dan penilaian kinerja pegawai. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. c.

perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Mutasi Pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. 12 . g. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyiapan rumusan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. d. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. terdiri dari: a. b. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. c.f. f. h. dokumentasi dan tata naskah pegawai. j. serta kartu PNS. k. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. evaluasi pembinaan kepegawaian. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyusunan rencana formasi. norma. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. serta standardisasi kompetensi jabatan. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. pengadaan. c. g. i. penyiapan rumusan rencana. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. e. b. e.

penyiapan. c. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis. penyiapan. pengelolaan administrasi tugas belajar. kepangkatan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. pemindahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. penelaahan. penelaahan. kompetensi pegawai. i. Subbagian Pengembangan Karir. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta kesejahteraan pegawai Departemen. j. dan Kartu PNS Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. b. dan penugasan pegawai ke luar negeri. pemberhentian dan disiplin.h. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. terdiri dari: a. penyiapan. 13 . penelaahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai.

pemberhentian dan disiplin. kepangkatan. 14 . Askes. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. i. c. serta Kartu Istri. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pemindahan. pemberhentian. dan penilaian angka kredit. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. terdiri dari: a. Taspen. Subbagian Mutasi Jabatan. dan penarikan kembali pegawai. k. pengangkatan kembali. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. penelaahan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dipekerjakan. cuti. pelaksanaan disiplin pegawai. pemindahan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. h. pemindahan. b. pembebasan sementara. Kartu Suami. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan kepangkatan. serta kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pemindahan pegawai. dan penilaian prestasi pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. e. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. perbantuan. pelaksanaan kesejahteraan. penarikan kembali. dipekerjakan. kepangkatan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. g. penyiapan standar. pemberhentian. norma. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. j. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. perbantuan. ujian dinas dan Ujian KPPI. c. d. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. f. b. dan Bapertarum.

pelayanan kesehatan. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. dan daftar riwayat hidup pegawai. f. penyiapan. pendidikan dan pelatihan pegawai. pengadaan pegawai. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. Kartu Istri. penghargaan. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. i. c. g. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. 15 . h. penelaahan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Bapertarum pegawai Departemen. Daftar Urut Kepangkatan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penilaian angka kredit. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemindahan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. e. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan administrasi lembaga tripartit. pemberhentian. penggajian. pemberhentian dan pemensiunan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. kepangkatan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. jabatan. Askes. Taspen. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. penghargaan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. disiplin. penelaahan. Kartu Suami. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi.

klasifikasi dan peta jabatan. c. penggajian. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. e. penghargaan. 16 . Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. jabatan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. b. penelaahan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. kepangkatan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. c. penelaahan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pemberhentian. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penelaahan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pengadaan pegawai. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. b. pendidikan dan pelatihan pegawai. norma. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pemindahan. kriteria pengembangan organisasi. pelaksanaan.

evaluasi dan klasifikasi jabatan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 17 . pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Kelembagaan. penelaahan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. perbendaharaan. administrasi keuangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. b. penelaahan. pengembangan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. h. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. analisis beban kerja. Subbagian Tata Laksana. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan.f. g. penelaahan. peta jabatan. terdiri dari: a. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standardisasi kompetensi jabatan. pola hubungan kerja. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan.

terdiri dari: a. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). b. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. pembinaan inventarisasi. Bagian Akuntansi. l. 18 . akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. g. serta nota keuangan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. c. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. c. b. Pasal 49 Biro Keuangan. d. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. laporan realisasi anggaran. h. i. serta bimbingan teknis perbendaharaan. penyelesaian kerugian negara. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. e. serta Neraca Departemen. e. k. j. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. kekayaan negara dan akuntansi. perbendaharaan. serta pembinaan perbendaharaan. Bagian Kekayaan Negara. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan akuntansi. Bagian Pendapatan dan Belanja. administrasi keuangan. Bagian Perbendaharaan. d. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. dan implementasi sistem akuntansi. f. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja.

serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. d. penyiapan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan. dan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan. c. i. j. e. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan target. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penelaahan. c. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. h. penelaahan. b. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 19 . pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. norma. k. terdiri dari: a. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyusunan rumusan standar. Subbagian Anggaran Belanja. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. f. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. b. g.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Inspektorat Jenderal. penelaahan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. norma. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Geologi. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. d. 20 . Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. e. g. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. f. pelaksanaan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. dan pengelolaan SPM. c. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. b. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral.

Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. c. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. ganti rugi. b. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. g. 21 . pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. b. pelaksanaan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. f. penelaahan. e. dan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. tuntutan perbendaharaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria pengelolaan kekayaan negara. c. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan.

pelaksanaan. f. d. Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. terdiri dari: a. b. g. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Geologi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. pelaksanaan. 22 . Batubara dan Panas Bumi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. b. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. c. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penyiapan Neraca. penelaahan.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. rekonsiliasi. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan verifikasi. c. penelaahan. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). norma. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen.

serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan bantuan hukum. penelaahan. dan implementasi SAAT Departemen. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). dan penyelesaian kasus hukum. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi atas pembukuan aset. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta pelaksanaan kehumasan. rekonsialiasi. penelaahan. dan bantuan hukum. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. bantuan hukum dan kehumasan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. f. konsolidasi. h. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. dan implementasi SAI Departemen. 23 . Neraca. kewajiban. c. e. verifikasi anggaran. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penelaahan. equitas dana. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. bantuan hukum. pelaksanaan. serta hubungan masyarakat Departemen. g. serta kehumasan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta program legislasi dan regulasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. pengelolaan dokumentasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

i. penelaahan. j. terdiri dari: a. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Hubungan Masyarakat. c. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. d. b. Bagian Bantuan Hukum. 24 . pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. c. e. e. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Penelaahan Hukum. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. terdiri dari: a. d. dan bantuan hukum.

serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. h. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. f. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. g. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. b. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. e. penelaahan. kriteria kontrak atau perjanjian. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan rumusan standar. penyiapan. 25 . d. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penelaahan. penyiapan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen.

Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 26 . penyiapan. penyiapan. d. norma. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. e. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. b. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. c. dan unsur unit penunjangnya. terdiri dari: a.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. c. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. b. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77.

penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. penyiapan rumusan standar. d. c. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. e. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. dan unsur unit penunjangnya. 27 . penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksaaan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penelaahan. pelaksaaan. serta monitoring dan analisis berita. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. c. norma. pelaksaaan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. f. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. konferensi pers. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. b. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral.

pelaksanaan.g. pameran Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. j. serta evaluasi atas hubungan dengan media. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. i. dan urusan tata usaha Biro. peliputan dan perekaman kegiatan. c. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Publikasi. konferensi pers. h. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. monitoring dan analisis berita Departemen. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penelaahan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. abstrak peraturan perundang-undangan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan. b. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. rumah tangga Sekretariat Jenderal. 28 . penerbitan. pelaksanaan peliputan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Sekretaris Jenderal. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. perlengkapan dan pengadaan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Perlengkapan. j. terdiri dari: a. Staf Ahli. d. g. Kepala Biro dan Kepala Pusat. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. tugas 29 . e. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Bagian Tata Usaha. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. i. f. tata persuratan dinas dan kearsipan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha dan kearsipan. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. b. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pengelolaan keamanan dan keselamatan. d. pengelolaan rumah tangga. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. pengadaan. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. f. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen.

keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. c. Jakarta Pusat). pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. b. Subbagian Urusan Dalam Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelantikan. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. e. d. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. c. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. f. b.

Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. e. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. penelaahan. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. 31 . Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. norma. d. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penjadwalan kegiatan. dan ekspedisi surat dinas. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. Subbagian Kearsipan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. f. penelaahan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.

H. keamanan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. b. M. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. keselamatan. serta pengadaan. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Staf Ahli. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. 32 . serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. pelaksanaan kebersihan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. f. Jakarta Pusat). rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. e. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. d. Kepala Biro dan Kepala Pusat. terdiri dari: a. c. b. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.

evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. c. penyiapan kegiatan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. serta pengadaan. pelaksanaan pengadaan. b. c. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. dan kearsipan Staf Ahli. 33 . e. inventarisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Subbagian Pengadaan. penyiapan bahan rumusan standar. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. norma. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. g. f. kriteria perlengkapan. terdiri dari: a. b. Subbagian Rencana Kebutuhan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. penelaahan penyiapan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan.

Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

(2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. kriteria. c. e. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. norma. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 35 . d. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. c. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. d. e. pedoman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.

Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. d. Bagian Rencana dan Laporan. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. g. h. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. pengelolaan urusan ketatausahaan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. d. 36 . kearsipan. akuntabilitas kinerja. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. f. c. pelaporan. satuan kerja. dan rumah tangga. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. i. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. Bagian Keuangan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. rencana dan program. j. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. m. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. 41 . WP & B). serta perhitungan bagi hasil. i. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. b.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan. l. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. c. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. e. d. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. h. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. f. k. implementasi Sipeg. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. n. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan pengaturan. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). penelaahan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

evaluasi kebijakan. 42 . terdiri dari: a. b. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. d. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. terdiri dari: a. norma. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. c. ketersediaan dan infrastruktur sektor. pelaksanaan sosialisasi program sektor. b.o. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. p. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. h. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. c. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. g. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. e. b. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. d. menengah dan tahunan berbasis kinerja. f. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. f. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. serta data kebutuhan. serta pencadangan strategis. penyusunan statistik.

Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. pengumpulan data potensi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyiapan. g. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. 43 . c. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. dan terms of condition KKS. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan rumusan. d. penelaahan. penelaahan. f. serta penyediaan informasi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. permasalahan iklim usaha. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. dan pelaksanaan sosialisasi. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi.

44 . (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. i. penelaahan. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. f. j. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pajak. b. norma. tugas serta induk. serta biaya operasi. retribusi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. g. h. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). d. serta bagi hasil daerah. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. pelaksanaan pencatatan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. c.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. tugas serta induk. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan. pemeriksaan dan pengujian. e.

c. pelaksanaan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. b. d. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. 45 . tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PNBP dan tarif iuran. penelaahan. g. lifting dan target penerimaan. penelaahan. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. pajak. pelaksanaan. harga minyak mentah Indonesia. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan. retribusi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. tenaga kerja asing. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. e.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. b. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. norma. terdiri dari: a.

j. k. serta pengaturan tenaga kerja asing. terdiri dari: a. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. b. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. i. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. fasilitasi lembaga tripartit. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. 46 . evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.h. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. rencana impor barang operasi. penggunaan barang operasi. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan. penyiapan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. b. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor.

perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. g. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. c.c. f. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. 47 . d. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan. e. serta kerja sama Pemerintah Daerah. pelaksanaan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. lembaga sertifikasi dan asosiasi. b. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). b. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan. penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pelaksanaan.

pelaksanaan pengumuman WK. norma. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. b. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. kriteria pengelolaan WK. b. j. g. e. c. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. g. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. i. f. Subdirektorat Wilayah Kerja. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. f. k. h. d. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). d. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. e. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. l. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. h. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. pengelolaan WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 48 . Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Kelompok Jabatan Fungsional.d. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK.

c. d. 49 . Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. e. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. norma. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. kriteria usaha eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. penelaahan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. f. penilaian.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. b. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. terdiri dari: a.

pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. 50 . Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. c. b. h. j. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. kriteria. f. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. i. norma. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. penelaahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. g. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan. e. d. penelaahan. b.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi.

penyiapan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. b. penelaahan. 51 . d. rencana kerja dan anggaran KKS.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. g. penyiapan rumusan standar. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. e. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. tumpang tindih lahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. b. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. norma. f. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. c. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi.

c. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. penyiapan rumusan standar. penelaahan. d. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. h. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. 52 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. i.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e. f. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. g. norma. penelaahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Light Petroleoum Gas (LPG). perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. g. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Penyediaan. bahan bakar gas. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. 53 . e. b. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. bahan bakar lain. h. pelaksanaan. perumusan jenis bahan bakar minyak. penelaahan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. penelaahan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. Light Natural Gas (LNG). d. perumusan pengaturan Penugasan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri.

e. penyiapan perizinan usaha pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. l. k. norma. i. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. bahan bakar lain. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. d. LNG. d. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. g. h. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. f. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. 54 . pengelolaan data. bahan bakar gas.j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. e. c. LPG. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. c. penyiapan rumusan standar. pengelolaan data. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f. j. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar.

terdiri dari: a. h. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. d. c. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. 55 . Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. norma. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. g. penyiapan rumusan standar. b. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. f. hasil olahan dan bahan bakar lain. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Seksi Pengolahan Gas Bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan. pengelolaan data. penyiapan.

Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. bahan bakar gas dan LPG. j. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. serta penyiapan penetapan P3JBT. e.i. d. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penyiapan rumusan formulasi harga. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 56 . (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria harga bahan bakar. penyiapan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. norma. penelaahan. penelaahan.

terdiri dari: a. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. penyiapan. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. h. penyiapan perizinan usaha niaga. gas bumi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. i. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. LNG. g. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. e. penyiapan rumusan standar. penyiapan. pelaksanaan. kriteria usaha niaga. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. g. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. penelaahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. h. c. norma. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar.f. pengelolaan data. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. LPG. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. pelaksanaan. 57 . (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. f.

terdiri dari: a. tugas 58 . hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. b. penyiapan norma. LPG. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. d. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. LNG. Seksi Niaga Gas Bumi. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. biodiesel. kriteria usaha non bahan bakar. pelumas. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. petrokimia. Seksi Niaga Minyak Bumi. dan non bahan bakar lainnya. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. e. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. b. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a.

serta penggunaan tenaga teknik. 59 . usaha penunjang. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. h. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. b. dan non bahan bakar lainnya. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. biodiesel. lindungan lingkungan. kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan. penyiapan. penelaahan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. d. c. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. g. produk. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. f. lindungan lingkungan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. dan non bahan bakar lainnya. petrokimia. profesi personil. biodiesel. petrokimia. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. b. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. d. 60 . b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. f. j. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. c. h. Kelompok Jabatan Fungsional.i. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. g. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. e. e. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi.

b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. e. g. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. K3. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instalasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. 61 . Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. instrumentasi. dan penggunaan tenaga teknik. keselamatan operasi. penelaahan. c. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. norma. penelaahan.

terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. 62 . pengangkutan. penelaahan. penyiapan. K3. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. norma. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. c. d. instalasi. instrumentasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. b. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. dan penggunaan tenaga teknik. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. serta penjaminan pasca operasi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Keselamatan Pengolahan. pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Penyimpanan. pengangkutan. 63 . penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. pelaksanaan. pengangkutan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. b. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penelaahan. Penyimpanan.f. b. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penelaahan. c. g.

terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. norma. dan kriteria usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. 64 .d. f. pelaksanaan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. g. penelaahan. c. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. b. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 65 . terdiri dari: a. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.d. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. profesi personil. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. g. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. f. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. produk. pelaksanaan. b.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 66 .

BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. e. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. kriteria. norma. pedoman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. 67 . pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan standar.

pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. g. h. f. satuan kerja. e. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. c. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. i. c. kearsipan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 68 .

terdiri dari: a. b. jaringan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. f. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. g. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. akuntabilitas kinerja. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. rapat koordinasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. situs. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. pelaporan. e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 69 . penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. e. Subbagian Laporan. pelaksanaan. c. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. c. d. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. b. d. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja.

f. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 237 Bagian Keuangan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. b. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. serta pengurusan revisi anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. satuan kerja. d. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. terdiri dari: a. 70 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.

pelayanan konsultasi hukum. e. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Informasi Hukum. c. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan informasi. penyiapan. pertimbangan hukum. b. dan Neraca Direktorat Jenderal. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. 71 . Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. d. dokumentasi dan sosialisasi hukum. f. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penelaahan. serta kehumasan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. c. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. terdiri dari: a.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.

perlengkapan dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga. 72 . pengurusan formasi. pertamanan dan perparkiran. Subbagian Tata Usaha. pengadaan pegawai. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. g. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan kearsipan. c. kebersihan. dan Implementasi Sipeg. b. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pemberhentian. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. mutasi. serta urusan keprotokolan dan upacara. f. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. keamanan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. d. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. c. telepon. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. ekspedisi persuratan dinas. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. e. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.

kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana dan program pembangunan berjangka. pelaksanaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. g. rencana pengadaan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penelaahan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. rencana dan program. e. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. rencana dan program. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. h. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. d.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. 73 . perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. c. implementasi Sipeg. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. evaluasi kebijakan.

74 . serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. c. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. b. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. menengah dan tahunan tenaga listrik. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. b. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. d. c. serta program pengembangan jaringan transmisi. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. d. f. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan. e. e. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. g. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. b.

pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. b. penyiapan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 75 . Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. c. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. penelaahan. penyiapan.

penelaahan. e.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. f. pelaksanaan. penelaahan. b. penelaahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. norma. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. 76 . c. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. d. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. kriteria tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. multilateral dan regional. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. asosiasi dan lembaga lainnya. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. c. 77 . Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. lembaga sertifikasi. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. penyusunan dokumen perjanjian. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyiapan rumusan rencana dan program.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. c. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 78 . statistik dan pemetaan tenaga listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pengolahan. pelaksanaan pengelolaan data. d. b. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik.

Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. e. b. b. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. i. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. c. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. g. h. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. 79 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. b. serta perlindungan konsumen. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. f. c. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha.

serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. c. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. d. evaluasi pelaksanaan pengaturan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.c. penyiapan. tugas 80 . d. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penelaahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. serta penetapan wilayah usaha. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik.

dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. terdiri dari: a. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. c. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan. penelaahan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. 81 . pemberian sanksi. Seksi Pengawasan Izin Usaha. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. b. f. Seksi Pelayanan Izin Usaha. e. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria harga jual tenaga listrik. b. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik.

e. kriteria hubungan komersial. d. 82 . Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. f. penyiapan. penelaahan. penyiapan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. c. b. pelaksanaan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. b. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha.

pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. e. penelaahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. c. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. b. d. norma. penyiapan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. mempunyai tugas 83 .

84 . standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. c. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. h. profesi personil. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. f. d. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. e. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. terdiri dari: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. c. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. d. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta pembinaan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. produk. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. e. i. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta penggunaan tenaga teknik. b. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. keselamatan dan K3. lindungan lingkungan.

g. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. b. penelaahan. c. b. penelaahan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. serta Rancangan SNI. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. f. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. penyiapan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. 85 . e.

e. pelaksanaan. penyiapan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. keselamatan operasi. b. kelaikan peralatan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. penyiapan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan. f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. norma. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. dan K3. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. 86 . penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. d. kalibrasi alat ukur.

evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. e. b. penelaahan. g. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penelaahan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. 87 . Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik.

penyiapan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. penelaahan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. c. e. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. b. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. terdiri dari: a. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. pelaksanaan. 88 .Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.

g. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. f. penelaahan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. e. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. b. produk. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b. 89 .Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. norma. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. profesi personil. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang.

c. Kelompok Jabatan Fungsional. c. h.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. 90 . Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi. e. d. norma. kriteria pemanfaatan energi. terdiri dari: a. b. Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. c. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. energi alternatif. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan standar. g. d. e. f. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. b. energi perdesaan dan konservasi energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. f. serta rencana dan program energi baru terbarukan. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan.

Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. 91 . penelahaan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. d. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. norma.d. penelahaan. e. e. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Seksi Program Pemanfaatan Energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penyiapan. c. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323.

penelahaan. serta evaluasi atas program konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penelahaan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerapan Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. norma dan kriteria konservasi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penelahaan. c. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. 92 . penyiapan. pelaksanaan. rencana dan program. penelahaan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. d. terdiri dari: a. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. e. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelahaan. c. penyiapan. d. terdiri dari: a. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. b. penyiapan rumusan kebijakan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. penelahaan. b. penyiapan rumusan standar.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. rencana dan program.. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman pengembangan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. e. Seksi Program Energi Perdesaan. 93 . pemberdayaan masyarakat. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. norma. rencana dan program energi perdesaan.

terdiri dari: a. 94 . penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. c. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelahaan. penelahaan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. penyiapan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. b. b.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

kriteria. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. dan prosedur di bidang mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. batubara. dan panas bumi. pedoman. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. c. d. 96 . Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Batubara. batubara dan panas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. norma. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. batubara dan panas bumi.

Batubara dan Panas Bumi. c. b. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. 97 . serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. e. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. g. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi. h. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. f. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi.

d. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. terdiri dari: a. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Keuangan. Subbagian Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pengelolaan sistem. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. b. c. c. f. jaringan dan situs informasi. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. pelaporan. Kelompok Jabatan Fungsional. g. e. Batubara dan Panas Bumi. b. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. b. rapat koordinasi. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. 98 .

(3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. e. satuan kerja. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. PBI Direktorat Jenderal. 99 . penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. c. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. terdiri dari: a. b. f. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. situs. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. d.

serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. 100 . pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pertimbangan hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. b. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. e. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. d. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pemberian telaahan dan bantuan hukum. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penelaahan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Pertimbangan Hukum. c. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. f. pelaksanaan. serta kehumasan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan informasi. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. c. pelayanan konsultasi hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyelesaian kerugian negara. penelaahan. terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan.

penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. program legislasi dan regulasi bidang mineral.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. panas bumi dan air tanah. e. ekspedisi persuratan dinas. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. c. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. d. dan Implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. telepon. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. 101 . Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pengadaan pegawai. batubara. dan kearsipan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. g. pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga. keamanan. pengurusan formasi. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. mutasi. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. kebersihan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pemberhentian. b. pertamanan dan perparkiran.

serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pelaksanaan. implementasi Sipeg. serta penetapan wilayah kerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. rencana dan program di bidang mineral. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. panas bumi dan air tanah. rencana pengadaan. d. Subbagian Tata Usaha. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 102 . wilayah kerja. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. cadangan atau potensi. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. c. neraca sumber daya wilayah kerja. investasi dan pendanaan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. b. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. terdiri dari: a. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. Subbagian Kepegawaian. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan produksi. c. dan produksi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. b.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan kebijakan pengembangan usaha.

Batubara dan Panas Bumi. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. i. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. c. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. c. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi. d. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. panas bumi dan air tanah. menengah dan tahunan berbasis kinerja. j. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi kebijakan. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. 103 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. e. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. e. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. rencana dan program di bidang mineral. h. eksplorasi dan operasi produksi. Batubara. f. d. batubara. pengelolaan data.e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. perumusan perencanaan. pencatatan dan perhitungan PNBP. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. g. batubara.

Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. h. Seksi Program Mineral dan Batubara. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. f. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. panas bumi dan air tanah. 104 . penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. asosiasi dan lembaga sertifikasi. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. b. penyiapan. e. g. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan investasi. b. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. batubara. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. serta kerja sama di bidang mineral. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. d.

penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. b. Batubara dan Panas Bumi. d. Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. pelaksanaan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penelaahan. Kontrak Karya (KK). 105 .Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. batubara. c. panas bumi dan air tanah. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi.

penelaahan. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi.e. kriteria pencadangan wilayah kerja. penelaahan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. penyiapan. norma. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. terdiri dari: a. batubara. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan statistik pengusahaan. 106 . b. f. c.

cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. neraca sumber daya. Batubara dan Panas Bumi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan potensi. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah. (2) Seksi Informasi Mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Batubara. Seksi Informasi Mineral. batubara. serta penetapan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara.e. batubara dan panas bumi. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Batubara. b. penyiapan. statistik. Panas Bumi dan Air Tanah. f. serta pengelolaan informasi bidang mineral. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. batubara. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. cadangan dan wilayah kerja. pelaksanaan. penelaahan. g. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. terdiri dari: a. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. h. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. pencadangan dan potensi di bidang mineral. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. 107 . penelaahan. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.

dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. b. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penelaahan. serta bagi hasil daerah. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. c. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. d. penelaahan. e. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. batubara dan panas bumi. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. 108 . b. penyiapan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan pencatatan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Seksi Bimbingan Usaha Batubara. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. c.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. d. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. f. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Seksi Bimbingan Usaha Mineral. e. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. 113 . Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara.

pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. e. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Seksi Hubungan Komersial Batubara. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. i. perumusan pengaturan. b. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. h. g. terdiri dari: a. pembinaan hubungan komersial panas bumi. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. 114 . pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. d. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. f. pelaksanaan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c.

g. Subbagian Tata Usaha. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. d. c. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. k. b. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. terdiri dari: a. f. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. d. dan perubahan batas wilayah kerja. g. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. f.j. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. serta pengelolaan air tanah. e. norma. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan standar. l. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. serta pengelolaan air tanah. 115 . pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi.

e. pelaksanaan fasilitasi. penelaahan. terdiri dari: a. studi kelayakan dan eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 116 . c. b. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. d. penelaahan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. i.h. pelaksanaan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. b. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan.

serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. c. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. e. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. penelaahan. g. 117 . d. serta pengendalian air tanah. b. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. f. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. e. i. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. b. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. 118 . pelaksanaan.h. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Seksi Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. c. pelaksanaan.

penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. b.g. penelaahan. pelaksanaan. 119 . serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. f. c. b. d. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. h. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Konservasi Air Tanah. batubara dan panas bumi. 120 . penyusunan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta air tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. c. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta ketatausahaan. terdiri dari: a. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. batubara dan panas bumi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. j. g. lindungan lingkungan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. e. panas bumi dan air tanah. batubara. batubara. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. produk. profesi personil. kelaikan teknis. c. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. f. h.d. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. d. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Batubara dan Panas Bumi. dan panas bumi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. i. kelaikan teknis. terdiri dari: a. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. 121 . b. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. K3. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi.

dan Panas Bumi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. penyiapan. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.c. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penelaahan. produk. jenis dan mutu produk. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Standardisasi Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara. e. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. terdiri dari: a. dan panas bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. profesi personil. penyiapan rumusan standar. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan. 122 . Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. norma. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pemurnian. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara.

Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. terdiri dari: a. batas wilayah kerja. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. b. b. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. e. pelaksanaan. serta konservasi mineral dan batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. f. penyiapan. batubara dan panas bumi.b. c. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. 123 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. dan konservasi mineral. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan.

batubara. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. 124 . b. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. f. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. Batubara. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. batubara dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. g. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral.c. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. e. i. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. h. dan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi.

penyiapan rumusan standar. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. pengangkutan. Batubara. batubara. penyiapan. kalibrasi alat ukur. b. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Batubara. b. penyimpanan. penyiapan. instrumentasi. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. 125 . kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. pelaksanaan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. keamanan instalasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. c. d. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. norma. dan panas bumi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. dan Panas Bumi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. Seksi Keselamatan Batubara. penimbunan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. g. penelaahan. batubara.

penelaahan. norma. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. e. panas bumi dan air tanah. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. f. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. d.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. batubara. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. b. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. b. 126 . pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. dan Panas Bumi. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 127 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. penyusunan laporan hasil pengawasan. b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. e. Inspektorat II. keuangan. d. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat IV. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat I. c. 128 . Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengawasan kinerja. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat III.

keprotokolan dan rumah tangga. terdiri dari: a. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. j. h. Bagian Umum dan Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. 129 . pengelolaan urusan tata usaha. f. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. i. d. k. b. e. keamanan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi. g. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. d. perlengkapan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan.

pelaksanaan pengelolaan sistem. e. ketatalaksanaan. penyiapan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. h. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. 130 . Subbagian Penyiapan Laporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. jaringan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pelaporan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. b. pelaporan. pelaksanaan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. terdiri dari: a. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. j. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. d. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. f. program kerja. Subbagian Penyiapan Rencana. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. c. akuntabilitas kinerja. penelaahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. i. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. b. satuan kerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi. dan rencana kerja. penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja.

Badan Geologi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. e. b. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. d. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. b. analisis hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. pelaksanaan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. 131 . serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Inspektorat Jenderal. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. terdiri dari: a. pelaksanaan analisis. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pengolahan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. penelaahan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.

b. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. d. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. b. Subbagian Hukum. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. c. serta pemberian pertimbangan hukum. e. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. bantuan hukum. Subbagian Kepegawaian. penelaahan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. terdiri dari: a. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penelaahan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. dokumentasi hukum. dokumentasi hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dokumentasi dan tata naskah. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta pemberian pertimbangan hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyuluhan. 132 . pertimbangan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. masyarakat dan yustisia. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penyiapan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum.

perbendaharaan. rumah tangga dan kehumasan. serta pengurusan administrasi keuangan. keprotokolan dan kehumasan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. b. c. kebersihan. f. rumah tangga dan kehumasan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. perlengkapan. pelayanan kesekretariatan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. persuratan dinas. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. e. h. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. k. pengurusan penganggaran. perlengkapan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. g. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rumah Tangga. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. perbendaharaan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan kearsipan. dan implementasi Sipeg. i. pelaksanaan keamanan. j. d. serta pengurusan administrasi keuangan. terdiri dari: a. penelaahan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. 133 . b.

perlengkapan dan pengadaan. kearsipan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta evaluasi atas urusan keamanan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan laporan hasil pengawasan. dan administrasi keuangan. pemeriksaan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keprotokolan dan kehumasan. persuratan dinas. e. 134 . kebersihan. pelaksanaan. penelaahan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. d. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perencanaan kebutuhan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. b. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. penelaahan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). c.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. 139 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. g. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. c. f. c. e. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. 140 . pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Sekretariat Badan Geologi. terdiri dari: a.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. h. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. penelitian dan pelayanan. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Pusat Lingkungan Geologi. pelayanan survei geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. b. dan geologi lingkungan. Pusat Survei Geologi. b. d. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi.

Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. i. Bagian Umum. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. ketatalaksanaan. dan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. g. serta perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. c. Bagian Keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pelaporan. b. d. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. e. Bagian Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. kearsipan. serta pelaksanaan bantuan hukum. f. j. 141 . informasi hukum. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. h.

prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyajian informasi. terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. situs. pelaporan. e. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. satuan kerja. 142 . Subbagian Laporan. jaringan dan situs informasi. b. d. b. jaringan. f. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. penelaahan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. pelaksanaan. ketatalaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan sistem. penyiapan. penyiapan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan.

penggajian.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pemberhentian. serta pengembangan organisasi Badan. kesejahteraan. d. c. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengangkatan. pelaksanaan. kepangkatan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta implementasi Sipeg Badan. pemberhentian. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pengadaan. serta evaluasi atas perencanaan. c. pelaksanaan. b. 143 . penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas mutasi. pengembangan. terdiri dari: a. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan. penelaahan. pengembangan. pengurusan perencanaan. kesejahteraan. penelaahan. penyiapan. dan analisis jabatan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg. kepangkatan. penyiapan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penggajian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural.

laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. PBI Badan. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta pengurusan revisi anggaran. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Kekayaan Negara. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan rumah tangga. d. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian kerugian negara. c. 144 . perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. perlengkapan. b. f. penelaahan. e. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 517 Bagian Keuangan. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Neraca. Subbagian Akuntansi. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

bantuan hukum. b. f. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. terdiri dari: a. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. distribusi penggunaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. kebersihan dan keamanan Badan. Subbagian Hukum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. perlengkapan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. perpustakaan. kearsipan. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. persuratan dinas dan kearsipan. dan kearsipan. kehumasan. penelaahan. serta pengurusan perlengkapan. dan rumah tangga. b. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penyiapan. e. dokumentasi hukum dan perpustakaan. c. kesekretariatan. d. Pasal 521 Bagian Umum. informasi dan dokumentasi hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelayanan kesekretariatan. serta keprotokolan dan upacara Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha. dan pemeliharaan barang inventaris. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. persuratan dinas. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pengadaan. 145 .

batubara. d. pengelolaan ketatausahaan. bitumen padat. c.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. j. 146 . dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. i. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. f. d. h. Bidang Program dan Kerja Sama. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. e. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. gambut. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Kelompok Jabatan Fungsional. g. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. e. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. b. c. serta rancang bangun dan pemodelan. keuangan. penyusunan neraca sumber daya geologi. Bidang Sarana Teknik. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan panas bumi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan. mineral. perumusan rencana dan program. penyelidikan. Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat. rekayasa teknologi. Bidang Informasi. serta pemetaan tematik potensi. serta kerja sama penelitian dan pelayanan.

147 . Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keamanan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. b. pengangkatan. pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. serta akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. terdiri dari: a. e.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa. pelaksanaan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. c. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. pelaksanaan. 148 . (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. f. terdiri dari: a. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik.d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. e. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. e. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Subbidang Laboratorium. penelaahan. b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b.

terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. dokumentasi dan publikasi. b. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Kerja Sama. penganggaran. penyiapan. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta operasi perangkat lunak informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. Pasal 540 Bidang Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penyiapan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan sosialisasi. 149 . d. Subbidang Program. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja.

rumah tangga. 150 . (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. dokumentasi. g. penelaahan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. j. administrasi keuangan. sosialisasi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta rancang bangun. dan gerakan tanah h. penyelidikan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. gempa bumi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. pemodelan. dan rekayasa teknologi. b. c. dan kepegawaian Pusat. gempa bumi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. operasi perangkat lunak. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan gerakan tanah. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. sistem. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta pos pengamatan gunung api. e. perpustakaan. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. serta sesar aktif. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. tsunami. penelaahan. f. tsunami. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian.

b. pengangkatan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. 151 . pengurusan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan. pemelaahan. l. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. d. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. keuangan. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kearsipan. kebersihan. Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan penelitian. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. keamanan. serta perpustakaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pengurusan perencanaan. d. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyelidikan.k. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. e. pelaksanaan pengelolaan sarana. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c.

Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pelaksanaan. penetapan status. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. 152 . d. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. pemelaahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pengurusan. penelaahan. c. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. geokimia dan deformasi. pelaksanaan penyelidikan geofisika. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. b. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. serta penetapan status dan peringatan dini. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api.

153 .Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. d. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. c. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. penelaahan. b. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. gerakan tanah dan tsunami.

Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. f. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. 154 . penyelidikan. penyiapan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penelaahan. penyiapan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan atas perencanaan program. terdiri dari: a. e. c. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. gerakan tanah dan tsunami. b. penelaahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. d.

pengelolaan ketatausahaan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. g. b. Bagian Tata Usaha. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. f. h. c. j. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Program dan Kerja Sama. i. 155 . geologi teknik dan air tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. c. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. dan kepegawaian Pusat. Bidang Informasi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. e. pengurusan perencanaan. rekayasa teknologi. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. penyelidikan. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. dan pengelolaan tata ruang. administrasi keuangan. pengembangan. k. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. terdiri dari: a. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Bidang Sarana Teknik. e. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. d.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. keuangan. rumah tangga. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. geologi teknik dan air tanah.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. 156 . kebersihan. e. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.c. keamanan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. keuangan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. f. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. serta akuntansi. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568.

(2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. e.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Laboratorium. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. penyusunan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. 157 . penelaahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. penelaahan. b. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

jaringan dan situs informasi. Pasal 578 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penyiapan. serta pemutakhiran basis data. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. penganggaran. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. pelaksanaan sosialisasi. serta pengelolaan perpustakaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 158 . dokumentasi dan publikasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a.

l. pemetaan dan penelitian geologi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. k. c. tektonik. pemetaan. penelitian dan penyelidikan geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. inventarisasi hasil survei. geofisika. geomorfologi. b. pengelolaan ketatausahaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. operasi perangkat lunak. sosialisasi. m. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pelaksanaan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. h. f. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. pemetaan geologi. administrasi keuangan. pelaksanaan. g. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. 159 . dokumentasi. rumah tangga. pelayanan jasa survei. evaluasi pelaksanaan penelitian. penyelidikan dan survei di bidang geologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. penelaahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. sistem. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. geokimia. dan kepegawaian Pusat. rekayasa teknologi. perpustakaan.

c. serta akuntansi. d. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Bagian Tata Usaha. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 160 . serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. d. Bidang Informasi. keamanan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Sarana Teknik. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. keuangan. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengurusan perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

d. Subbidang Laboratorium. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. e. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 161 . penelaahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. f. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. c. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Kerja Sama. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. 162 . penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Program. terdiri dari: a. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. pengelolaan. serta rencana strategis berbasis kinerja. d. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program.

d. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dokumentasi dan publikasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. c. perpustakaan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan sosialisasi. pelaksanaan. dokumentasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. operasi perangkat lunak. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta pemutakhiran basis data. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. sosialisasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. 163 . pelaksanaan. jaringan dan situs informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan.

serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Penyelidik Bumi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. 164 . serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Perekayasa. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

(2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. mineral batubara. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. panas bumi.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. d. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. 165 . b. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. e. f. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pelayanan jasa teknologi. g. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. c. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. koordinasi pelayanan administratif Badan. kearsipan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta perencanaan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. c. e. g. b. dan rumah tangga. h. e. serta pelaksanaan bantuan hukum. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. informasi hukum. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. f. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. c. b. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. 166 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.

penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. d. pengelolaan sistem. Bagian Umum. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. Kelompok Jabatan Fungsional. e. f. pelaporan. b. Bagian Rencana dan Laporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan.i. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. c. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. g. d. c. Bagian Keuangan. 167 . Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. e. ketatalaksanaan. b. jaringan dan situs informasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. j. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan.

Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. 168 . penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pengurusan perencanaan. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. e. b. d. c. pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyajian informasi. penelaahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. pemberhentian. pengembangan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyempurnaan organisasi Badan. penggajian. jaringan. b. c. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. satuan kerja. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. situs. serta pengembangan organisasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. kesejahteraan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. terdiri dari: a. kepangkatan. serta implementasi Sipeg. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran.

pelaksanaan. 169 . penelaahan. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. penelaahan. penelaahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. Subbagian Perbendaharaan. PBI Badan. c. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. kesejahteraan. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas mutasi. penggajian. serta implementasi Sipeg Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas perencanaan. pengembangan. kepangkatan pemberhentian. b. pengangkatan. Subbagian Kekayaan Negara. e. Pasal 618 Bagian Keuangan. penyiapan. b. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi. f. c.

Subbagian Tata Usaha. dan pemeliharaan barang inventaris. c. d. e. penelaahan. distribusi penggunaan. kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Hukum. b. penyelesaian kerugian negara. pengadaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelayanan kesekretariatan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. pelaksanaan. f. kehumasan. perlengkapan. Neraca. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. 170 . penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaaan bantuan hukum. terdiri dari: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. perlengkapan dan rumah tangga Badan. kearsipan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perpustakaan. penelaahan. c. dan revisi anggaran Badan. dan rumah tangga. persuratan dinas. b. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. Pasal 622 Bagian Umum. dan kearsipan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dan rumah tangga. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penelaahan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta pengurusan perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. d. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. bantuan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. kesekretariatan. persuratan dinas dan kearsipan. b. 171 . Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. rencana kebutuhan dan pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c. penelaahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan dan keamanan Badan. g. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta keprotokolan dan upacara Badan.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. b.h. keuangan. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. d. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. terdiri dari: a. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. d. dan kepegawaian Pusat. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. Kelompok Fungsional. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bidang Program. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. e. i. b. rumah tangga. c. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. Bidang Afiliasi. persuratan dinas dan kearsipan. administrasi keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. keuangan. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan anggaran. 172 .

Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. e. pelaksanaan operasi penggunaan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan. perbendaharaan dan akuntansi. c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. pelaksanaan. d. b. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengadaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan sarana kerja. terdiri dari: a. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 173 . b. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan kebersihan Pusat.

Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 637 Bidang Program. c. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. 174 . evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. b. penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta analisis. pelaksanaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.

pelaksanaan pengelolaan sistem. c. Pasal 641 Bidang Afiliasi. e. d.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan. penelaahan. b. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. 175 . jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

rumah tangga. jaringan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. administrasi keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pengelolaan ketatausahaan. e. c. h. f. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. 176 . Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. d. dan kepegawaian Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. penelaahan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. i. pelaksanaan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

terdiri dari: a. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. kebersihan. e. pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perbendaharaan dan akuntansi. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. e. Bidang Afiliasi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. 177 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. dan kebersihan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. serta pengadaan. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemeliharaan sarana kerja. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. pelaksanaan pengelolaan anggaran.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. keuangan. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.

penelaahan. Subbidang Pengembangan Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. penyediaan bahan baku. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyediaan bahan baku. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. e.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan. 178 . Subbidang Pengoperasian Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. d. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.

b. 179 . Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta analisis. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 656 Bidang Program. b. c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. jaringan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. e. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. Pasal 660 Bidang Afiliasi. 180 . penelaahan. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Informasi dan Publikasi. d. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan. pelaksanaan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. i. c. Bidang Program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. c. b. Kelompok Fungsional. rumah tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. f. dan kepegawaian Pusat. administrasi keuangan. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. d. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. e. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan ketatausahaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. e. Bidang Afiliasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. 181 . h. g. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. d.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pemeliharaan sarana kerja. pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. persuratan dinas dan kearsipan. 182 . b. serta pengadaan. pengurusan perencanaan. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. dan kebersihan Pusat.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengangkatan. b.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pelaksanaan operasi penggunaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 183 . d. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. penyiapan. e. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengoperasian Sarana. terdiri dari: a.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penelaahan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. c. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 675 Bidang Program. b. 184 . terdiri dari: a. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.

serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. 185 . b. terdiri dari: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelayanan jasa teknologi. b. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. administrasi keuangan. b. geokimia. d. keuangan.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. i. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. j. e. Bidang Afiliasi. pengelolaan ketatausahaan. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Program. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. f. dan kepegawaian Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. dan geofisika kelautan. rumah tangga. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Kelompok Fungsional. h. g. terdiri dari: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. c. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. 186 . d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha.

dan kebersihan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta pelaksanaan keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. b. perencanaan. e. keamanan. keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengangkatan. kebersihan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. c.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. serta pengadaan. b. 187 . Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. 188 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan operasi penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pengelolaan. terdiri dari: a. d. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.c. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. penyiapan rumusan rencana dan program.

pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja.c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. b. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. d. penelaahan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. evaluasi. 189 . Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta analisis. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 694 Bidang Program.

situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 698 Bidang Afiliasi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 190 . dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. e. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.d. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perekayasa. 191 . Teknisi Litkayasa. Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

h.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. mineral. c. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. geologi. 192 . batubara. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. d. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. e. f. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b.

Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. d. h. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. e. satuan kerja. c. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. g. b. pembinaan kerja sama. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. i. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. d.

dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. e. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. c. pelaporan. c. Bagian Kepegawaian. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d. d. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan.j. 194 . ketatalaksanaan. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. penganggaran. ketatalaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. akuntabilitas kinerja. h. Bagian Keuangan. kearsipan. f. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaporan. Pasal 708 Sekretariat Badan. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. g. k. l. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Umum. pengelolaan jaringan dan situs informasi.

jaringan dan situs informasi Badan. kepangkatan. e. pelaksanaan. pelaksanaan. terdiri dari: a.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. 195 . pengembangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Subbagian Kerja Sama. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penggajian. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan sistem. d. serta evaluasi atas laporan berkala. kesejahteraan. b. penelaahan. prosedur kerja. pemberhentian. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. akuntabilitas kinerja. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta implementasi Sipeg. penganggaran. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pengurusan perencanaan. dan analisis jabatan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengadaan. perencanaan kerja. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan. c. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. b. c.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. produk kilang. b. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. d. Subbidang Utilitas. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. 200 . terdiri dari: a. penyiapan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelaksanaan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. kontrol kualitas. c. penelaahan. pelayanan jasa. Subbidang Kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penyediaan dan pemanfaatan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pengembangan dan pemanfaatan. b. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelayanan jasa. penelaahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Subbidang Bengkel. Subbidang Laboratorium.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. penelaahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. 201 .

b. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. kerja sama. b. g. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pengelolaan kepustakaan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. norma. penyiapan penyelenggaraan. e. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. 202 . kriteria dan prosedur. Subbidang Penyiapan Pelatihan. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta kepustakaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. f.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pedoman. pelaksanaan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a.

Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perlengkapan. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. kearsipan. kriteria pendidikan dan pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. e. h. c. 203 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. f. terdiri dari: a. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. i. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. Batubara. b. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. pedoman. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. d. g. pengelolaan ketatausahaan. c. d. norma. Bidang Sarana Teknis. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. prosedur. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan.

dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. organisasi. b. akuntansi. kehumasan dan keprotokolan. d. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. 204 . Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. perlengkapan. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta hukum. perbendaharaan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. ketatalaksanaan dan umum Pusat.

b. pelaksanaan. penggunaan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755.c. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. penelaahan. pelaksanaan. c. penelaahan. norma. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. rencana pengembangan. pelaksanaan pemeliharaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. pedoman. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. e. 205 . serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pengembangan Sarana.

dan prosedur. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Program dan Kerja Sama. f. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 206 . pedoman. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. b. e. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. kerja sama dan sistem. norma. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. kriteria. e. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. norma.d. b. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar.

kriteria dan prosedur. prosedur. e. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. norma. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyusunan standar. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. norma. pedoman. pemberian pelayanan jasa. norma. penyusunan standar.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. d. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pedoman. b. pelaksanaan. kriteria dan prosedur. penelaahan. f. pedoman. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. c. penyiapan penyelenggaraan. 207 .

e. Bidang Pelatihan dan Sarana. 208 . Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. kearsipan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.g. Kelompok Jabatan Fungsional. h. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. perlengkapan. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. terdiri dari: a. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kearsipan. d. c. terdiri dari: a. b. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. b. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. organisasi dan ketatalaksanaan. d. pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. perbendaharaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. akuntansi.

b. c. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. dan sistem. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kerja sama. e. jaringan dan situs informasi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. penelaahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. 209 . Subbidang Perencanaan.

serta evaluasi atas pengelolaan standar. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. kerja sama. Subbidang Pelatihan. penelaahan. penyiapan. kriteria dan prosedur. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. c. 210 . terdiri dari: a. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. promosi. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. Subbidang Sarana dan Prasarana. penelaahan. d. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. penyiapan. e. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pedoman. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b.

pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. e. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. prosedur. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. g. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. Kelompok Jabatan Fungsional. 211 . d. norma. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. d. pedoman. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penelaahan. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. c. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. h. Bidang Pelatihan dan Sarana.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. b. b. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. d. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. hukum. 212 . c. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. akuntansi.

Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. e. pedoman. norma. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Perencanaan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta evaluasi atas standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. 213 . d. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. kerja sama. c. penyiapan. pedoman. norma dan kriteria. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.

b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. penelaahan. c. pelaksanaan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. pelaksanaan kerja sama. 214 . serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. e. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. b. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kerja sama. Subbidang Pelatihan. terdiri dari: a. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. promosi.

215 . serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. 216 . Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. d. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Inspektorat Jenderal dan Badan. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. e. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. b. c. terdiri dari: a.

perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. c. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. i. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. h. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. g. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. e. d. f. j. k. b.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. serta neraca energi dan sumber daya mineral. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. 217 . pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi.

e. rumah tangga. pelaporan dan tata persuratan. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. b. c. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. dukungan operasi kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. pelaksanaan urusan tata usaha. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta kearsipan Pusat. Subbagian Tata Usaha Bakoren. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. b. d. 218 . c. b. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Kajian Strategis. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Subbagian Tata Usaha Pusat. dan persuratan dinas. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. d. serta kearsipan Bakoren. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan norma. persuratan dinas dan kearsipan. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. f. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. d. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. h. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. i. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. 219 . c. l. j. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. k. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. g. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen.

Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. c. pelayanan data dan informasi. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. b. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. b. f. batubara dan panas bumi. ketenagalistrikan. e. penelahaan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan. pelaksanaan. 220 . penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan. penyusunan rumusan norma. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a.

Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. gambut. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. bitumen padat. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. 221 . penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. pelaksanaan. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. penelahaan. air tanah dan kegeologian. b. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. d. e. penelahaan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. f. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. pelaksanaan. penelahaan.

integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. 222 . (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing.

peraturan perundang-undangan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. standardisasi teknis. dokumentasi. organisasi. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. perencanaan kerja. regulasi ekonomi dan keteknikan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. penganggaran. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. peralatan. dengan lingkup meliputi personil. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. 223 . (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dan akuntabilitas kinerja Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7).a kepada pejabat eselon I. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan keselamatan umum.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.

Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur Jenderal.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Pusat. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 224 . (3) Kepala Biro. Direktur.b. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal. Inspektur.a. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.a. Direktur Jenderal.BAB XIV ESELON. (4) Kepala Bagian. (5) Kepala Subbagian. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

(2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. 225 . (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi.d. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. X. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

(5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. 226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. susunan organisasi.(4) Perubahan atas rincian tugas. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. fungsi.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . maka: a. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. c. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful