MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

d. e. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. b. c. koordinasi kegiatan Departemen. terdiri dari: a. b. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Umum. Biro Kepegawaian dan Organisasi. d. Kementerian Negara. 5 . dan lembaga lain yang terkait. Lembaga Pemerintah Non Departemen. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Biro Keuangan. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Departemen lain.

j. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). rencana dan program kerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. terdiri dari: a. 6 . penyusunan harga satuan. e. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan anggaran. g. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta perumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi kebijakan pembangunan. i. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. menengah dan tahunan. e. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. rencana anggaran. serta rencana strategis. d. rencana pembangunan jangka panjang. sosialisasi kebijakan pembangunan. b. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. Bagian Kerja Sama. h. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. d. c.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. k. Bagian Perencanaan Anggaran. serta kerja sama. f. perumusan kebijakan pembangunan. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta pengelolaan kerja sama Departemen. l. c. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. dan rencana anggaran.

penelaahan. 7 . serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. terdiri dari: a.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. c. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan RK-KL. dan Badan Geologi. b. Subbagian Perencanaan Penunjang. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Inspektorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. standar dan kriteria rencana kerja. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. e. Menengah dan Tahunan Departemen. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penyiapan rumusan norma. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral.

(2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. terdiri dari: a. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penyiapan. norma. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Penunjang. penyiapan. c. penyiapan rumusan standar. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. f. kriteria perencanaan anggaran. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. Batubara dan Panas Bumi. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. b. b. e. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan 8 . serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). dan Badan Geologi.

d. serta evaluasi pengembangan rencana kerja.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. c. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. RKA-KL. norma. h. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. 9 . Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. e. f. penyiapan bahan sidang. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. menengah. kriteria akuntabilitas kinerja. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. g. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. Inspektorat Jenderal. b. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. tahunan dan rencana strategis. rencana pembangunan jangka panjang.

pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan. b. serta kerja sama asosiasi. penelaahan. norma. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. f. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. dan Badan Geologi. Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. c. penelaahan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. penyiapan. e. Inspektorat Jenderal. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan rumusan standar. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria kerja sama. d. g. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. h. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. 10 . evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah.

serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. serta penyiapan penetapan pemberhentian. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. jabatan struktural dan fungsional. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. penelaahan. pengembangan organisasi dan tata laksana. disiplin. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kesejahteraan pegawai. penelaahan. b. terdiri dari: a. b. kepangkatan. penempatan dan pengembangan pegawai. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. e. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. c. d. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). perencanaan. 11 . pembinaan mutasi. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. pemensiunan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. penelaahan. pengadaan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Kerja Sama Bilateral.

Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. k. b. pengelolaan sistem informasi pegawai. Pegawai Negeri Sipil (PNS). perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. i. penyiapan rumusan rencana. pengadaan. penyiapan rumusan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta standardisasi kompetensi jabatan. norma. g. serta kartu PNS.f. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. d. serta administrasi penugasan ke luar negeri. f. 12 . terdiri dari: a. j. evaluasi pembinaan kepegawaian. c. c. g. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Bagian Mutasi Pegawai. e. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). h. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. penyusunan rencana formasi. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. e. pola dan pengembangan karir pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. d.

penelaahan. i. dan Kartu PNS Departemen. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Karir.h. j. bimbingan teknis. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pemberhentian dan disiplin. 13 . penelaahan. penyiapan. kepangkatan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. penelaahan. penyiapan. urusan tugas belajar dan izin belajar. kompetensi pegawai. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. terdiri dari: a. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penyiapan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. c. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. pemindahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

cuti. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pelaksanaan kepangkatan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. c. pelaksanaan disiplin pegawai. penyiapan standar. pemindahan. dan penilaian prestasi pegawai. b. kriteria mutasi pegawai. dipekerjakan. Kartu Suami. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. i. penelaahan. j. perbantuan. e. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pemberhentian. kepangkatan. dan penarikan kembali pegawai.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pemberhentian. d. ujian dinas dan Ujian KPPI. dan penilaian angka kredit. f. c. perbantuan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pemindahan. pelaksanaan kesejahteraan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penarikan kembali. pengangkatan kembali. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. norma. terdiri dari: a. Askes. kepangkatan. dipekerjakan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. h. pemindahan. b. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. dan Bapertarum. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. serta kesejahteraan pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. serta Kartu Istri. pembebasan sementara. 14 . evaluasi pelaksanaan pengangkatan. Subbagian Mutasi Jabatan. k. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. pelaksanaan pemindahan pegawai. g. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pemberhentian dan disiplin. Taspen.

penelaahan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pemindahan. Askes. penelaahan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Daftar Urut Kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Kartu Istri. penyiapan. h. penyusunan laporan kekuatan pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. 15 . serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelayanan kesehatan. d. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. g. penilaian angka kredit. i. penghargaan. penggajian. jabatan. kepangkatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. disiplin. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. dan daftar riwayat hidup pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pelaksanaan. e. Bapertarum pegawai Departemen. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Taspen. Kartu Suami. pelaksanaan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi lembaga tripartit. f. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pemberhentian dan pemensiunan. pengadaan pegawai. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemberhentian. c.

serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penelaahan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kriteria pengembangan organisasi. klasifikasi dan peta jabatan. terdiri dari: a. c. pemberhentian. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. kepangkatan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penelaahan. jabatan. b. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemindahan. d. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta pengembangan organisasi dan jabatan. serta evaluasi. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pengadaan pegawai. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pelaksanaan. e. penelaahan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. c. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. 16 . Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penggajian. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. pelaksanaan. penghargaan.

f. pengembangan. h. pengembangan. pengembangan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. analisis beban kerja. administrasi keuangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. b. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. terdiri dari: a. 17 . g. peta jabatan. penelaahan. standardisasi kompetensi jabatan. Subbagian Tata Laksana. pola hubungan kerja. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. c. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. perbendaharaan. Subbagian Kelembagaan.

laporan realisasi anggaran. terdiri dari: a. penyelesaian kerugian negara. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. j. pembinaan inventarisasi. d. e. serta pembinaan perbendaharaan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta pelaksanaan akuntansi. Bagian Perbendaharaan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. Bagian Kekayaan Negara. l. Pasal 49 Biro Keuangan. serta nota keuangan. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. dan implementasi sistem akuntansi. e. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. serta Neraca Departemen. h. Bagian Pendapatan dan Belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. g. f. i. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. 18 . k. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta bimbingan teknis perbendaharaan. Kelompok Jabatan Fungsional. perbendaharaan. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. b. kekayaan negara dan akuntansi. administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. c. Bagian Akuntansi. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran.

penyiapan. k. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. i. dan urusan tata usaha Biro. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. evaluasi tarif dan revisi PNBP. Subbagian Anggaran Belanja. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. c. penelaahan. b. norma. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. terdiri dari: a. penyusunan rumusan standar. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. c. penelaahan. j. penyiapan. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. h. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 19 . penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. e.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. b. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan target. pelaksanaan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penelaahan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. f. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama.

serta pembagian iuran sumber daya alam. f. e. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. c. d. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. g. Badan Geologi. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Inspektorat Jenderal. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. dan pengelolaan SPM. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. b. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. norma. b. penyiapan rumusan standar. c. 20 . kriteria pelaksanaan perbendaharaan. pelaksanaan.

Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. kriteria pengelolaan kekayaan negara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. c. penelaahan. 21 . Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. dan bidang minyak dan gas bumi. norma. tuntutan perbendaharaan. penyiapan rumusan standar. b. pelaksanaan. d. ganti rugi. b. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. f. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penelaahan. e. c. g. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. terdiri dari: a.

Badan Geologi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rekonsiliasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. c. b. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. d. pelaksanaan verifikasi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. g. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Pasal 64 Bagian Akuntansi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. norma. terdiri dari: a. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Neraca. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. f. 22 . e. Inspektorat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. b.

bantuan hukum. b. penelaahan. kewajiban. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. equitas dana. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta program legislasi dan regulasi. dan penyelesaian kasus hukum. penelaahan. g. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan implementasi SAI Departemen. bantuan hukum dan kehumasan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. d. pelaksanaan. verifikasi anggaran. serta kehumasan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. dan bantuan hukum. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. 23 . serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). penelaahan. pelaksanaan. e. dan implementasi SAAT Departemen. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Neraca. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. konsolidasi. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta hubungan masyarakat Departemen. f. rekonsialiasi. dan bantuan hukum. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dokumentasi. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan kehumasan. h.

Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. d. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penelaahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Penelaahan Hukum. b. dan bantuan hukum. c. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. b. Bagian Bantuan Hukum.i. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. 24 . terdiri dari: a. e. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. j. d. terdiri dari: a. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. e.

serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. d. penyiapan. b. 25 . c. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan. g. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. kriteria kontrak atau perjanjian. f. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penelaahan. penelaahan. h. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan rumusan standar. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya.

26 . (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. f. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. e. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. d. penelaahan. norma. Batubara dan Panas Bumi. b. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan.

serta monitoring dan analisis berita. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. pelaksaaan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. e. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. f. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. dan unsur unit penunjangnya. b. norma. penelaahan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. konferensi pers. pelaksaaan. Batubara dan Panas Bumi. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. penelaahan. terdiri dari: a. c. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 27 . dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. peliputan dan perekaman kegiatan. penelaahan. Subbagian Publikasi. h. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. i. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. c. pelaksanaan peliputan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas hubungan dengan media. pelaksanaan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. konferensi pers. monitoring dan analisis berita Departemen. dan urusan tata usaha Biro. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.g. j. rumah tangga Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. pelaksanaan. penelaahan. 28 . pameran Departemen. b. penerbitan.

f. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. tugas 29 . perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Staf Ahli. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. c. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. d. pengelolaan keamanan dan keselamatan. d. tata usaha dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. tata persuratan dinas dan kearsipan. g. pengelolaan rumah tangga. pengadaan. b. b.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. h. Pasal 87 Biro Umum. Sekretaris Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. e. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. f. perlengkapan dan pengadaan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. i. Kepala Biro dan Kepala Pusat. e. tata persuratan dinas dan kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. j. Bagian Tata Usaha. penyediaan sarana dan prasarana kerja. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Perlengkapan.

f. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. d. persuratan dinas. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. c. b. b. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. c. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. pelantikan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Medan Merdeka Selatan 18. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 .Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. e. Jakarta Pusat). Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri.

Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penyiapan rumusan standar. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. norma. c. Subbagian Tata Usaha Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. persuratan dinas. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penelaahan. dan ekspedisi surat dinas. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. pelaksanaan. 31 . c. b. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penjadwalan kegiatan. Subbagian Kearsipan. penyiapan. b. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. d. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. f. terdiri dari: a.

H. d. Staf Ahli. pelaksanaan kebersihan. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. f. keselamatan. c. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. b. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. M. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. c.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Thamrin 1. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. keselamatan. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. 32 . pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. keamanan. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. terdiri dari: a. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal.

(3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. b. e. inventarisasi. g. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pengadaan. dan kearsipan Staf Ahli. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. 33 . terdiri dari: a. penyiapan kegiatan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. d. pelaksanaan pengadaan. c. penelaahan penyiapan. Subbagian Rencana Kebutuhan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Pengadaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. norma. c. kriteria perlengkapan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.

d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. norma. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. d. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. b. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. 35 . kriteria. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. c. penyusunan standar. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e.

akuntabilitas kinerja. i. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan. h. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. kearsipan. dan rumah tangga. 36 . serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Umum dan Kepegawaian. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. ketatalaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. satuan kerja. d. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. g. terdiri dari: a. e. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. b. l. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. e. g. implementasi Sipeg. pelaksanaan. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. f. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. d. serta perhitungan bagi hasil. WP & B). perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. i. c. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. h. m. k. perumusan pengaturan. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). n. 41 . j. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

h. b. c. b. serta data kebutuhan. terdiri dari: a. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. b. Kelompok Jabatan Fungsional. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. e. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan. f. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. g. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. norma. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. serta pencadangan strategis. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. p. 42 . e. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi.o. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. ketersediaan dan infrastruktur sektor. d. f. penyusunan statistik. c. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan.

g. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. dan terms of condition KKS. dan pelaksanaan sosialisasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. terdiri dari: a. penelaahan. b. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. e. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan rumusan. pengumpulan data potensi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. norma. penyiapan. c. d. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. 43 . serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta penyediaan informasi. permasalahan iklim usaha. f.

infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. serta bagi hasil daerah. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. c. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. g. penyiapan. penelaahan. i. f. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. h.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. e. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. retribusi. penyiapan rumusan standar. serta biaya operasi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. j. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. tugas serta induk. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). pajak. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. pemeriksaan dan pengujian. penelaahan. norma. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. tugas serta induk. 44 . pelaksanaan pencatatan.

Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. retribusi. tenaga kerja asing. f. g. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. e. b. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. pajak. c. lifting dan target penerimaan. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. d. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. norma.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. PNBP dan tarif iuran. terdiri dari: a. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. pelaksanaan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. penelaahan. tenaga kerja asing. harga minyak mentah Indonesia. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. 45 .

rencana penggunaan tenaga kerja asing. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. 46 . penyiapan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. penyiapan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penggunaan barang operasi. terdiri dari: a. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. b. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. i. rencana impor barang operasi. j. fasilitasi lembaga tripartit. penelaahan.h. serta pengaturan tenaga kerja asing. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. pelaksanaan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. pemberdayaan produksi dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. penelaahan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. dan kerja sama dalam negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. k.

b. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. e. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. 47 . penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional.c. f. c. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. b. penyiapan. Seksi Multilateral dan Regional. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. g. lembaga sertifikasi dan asosiasi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. d. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a.

f. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK.d. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. terdiri dari: a. l. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. i. h. pengelolaan WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. e. g. c. Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. e. Kelompok Jabatan Fungsional. k. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. pelaksanaan pengumuman WK. d. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. f. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. g. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. h. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. norma. e. b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. kriteria pengelolaan WK. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. b. 48 . d. f. c. j. penyiapan rumusan standar.

pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. b. terdiri dari: a. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. b. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. norma. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. penilaian. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. 49 . Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. kriteria usaha eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. d. penelaahan. f. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. c. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

pelaksanaan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. j. h. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyiapan. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. i. d. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. 50 . kriteria. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. c. penyiapan rumusan standar. b. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. f. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. 51 . (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penelaahan. e. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan. penyiapan. norma.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan anggaran KKS. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. f. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. b. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. c. g. d. tumpang tindih lahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi.

Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. h. penyiapan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. norma. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. 52 . i. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. g. e. pelaksanaan. b. d. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. f. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi.

hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. d. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. i. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. h. bahan bakar lain. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan. Penyediaan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. pelaksanaan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. f. perumusan pengaturan Penugasan. Light Petroleoum Gas (LPG). serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. e. perumusan jenis bahan bakar minyak. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. Light Natural Gas (LNG).Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. hasil olahan dan bahan bakar lain. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. bahan bakar gas. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. c. 53 . penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi.

pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. terdiri dari: a. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. k. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. f. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar gas. penyiapan rumusan standar. 54 . serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. j. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. d. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. bahan bakar lain. i. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan perizinan usaha pengolahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. e. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. LNG. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.j. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. LPG. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. e. c. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. b. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. l. pengelolaan data. c. h. f. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. g. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. b. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengelolaan data. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar.

serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. penyiapan. b. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. h. terdiri dari: a. norma. penelaahan. g. c.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. pengelolaan data. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. d. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. f. penyiapan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 55 . serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. e. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan.

pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. 56 .i. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. norma. b. kriteria harga bahan bakar. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. e. penyiapan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. b. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. d. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. penelaahan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan formulasi harga. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penyiapan. bahan bakar gas dan LPG. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. j. serta penyiapan penetapan P3JBT.

LNG. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 57 . Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. e. f. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. pengelolaan data. kriteria usaha niaga. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. c. h. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. penelaahan. g. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi.f. i. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. g. pelaksanaan. LPG. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan perizinan usaha niaga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. norma. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. gas bumi. b. terdiri dari: a. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga.

dan non bahan bakar lainnya. LPG. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penelaahan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. biodiesel. LNG. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. penyiapan. tugas 58 . b. Seksi Niaga Minyak Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. d. penyiapan norma. b.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelumas. c. kriteria usaha non bahan bakar. penyiapan. petrokimia. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi.

f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. penelaahan. kelaikan teknis. d. lindungan lingkungan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. penyiapan. produk. h. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. kelaikan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. e. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. lindungan lingkungan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). penelaahan. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. 59 . usaha penunjang. serta penggunaan tenaga teknik.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. dan non bahan bakar lainnya. petrokimia. profesi personil. biodiesel. penyiapan. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. g. petrokimia. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. dan non bahan bakar lainnya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. biodiesel. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. f. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. d. g. b. 60 . d. b.i. h. j. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. c. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. e. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. f. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. c. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.

penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. instalasi. g. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instrumentasi. penyiapan. dan kalibrasi alat ukur. terdiri dari: a. d. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. K3. 61 . penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. f. penelaahan. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. b. b. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. c. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi.

terdiri dari: a. penelaahan. 62 . K3. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. e. instalasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. b. instrumentasi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. d. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. norma. dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan. pengangkutan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan. Penyimpanan. Penyimpanan. serta penjaminan pasca operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penyiapan.f. Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. terdiri dari: a. 63 . Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. b. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. g. pelaksanaan. pengangkutan. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. pengangkutan. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi.

serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pengangkutan. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. f. g. 64 . penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. norma. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. b. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. c. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penelaahan. penelaahan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi.d. pelaksanaan.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. f. 65 . Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. g. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. profesi personil. pelaksanaan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pelaksanaan. b.d. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. produk. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 66 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

67 . b. d. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. penyusunan standar. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. kriteria. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. pedoman.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

h. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. e. f. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. 68 . Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. g. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. kearsipan. e. d. satuan kerja. terdiri dari: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.

situs. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. c. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Laporan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. e. g. pelaporan. f. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. c. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. b. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. pelaporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. 69 . rapat koordinasi. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pengelolaan sistem. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. ketatalaksanaan. d. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. jaringan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan.

serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 237 Bagian Keuangan. penelaahan. penyiapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. e. penyiapan. pelaksanaan. f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. satuan kerja. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. terdiri dari: a. c. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. PBI Direktorat Jenderal. 70 . pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 71 . serta kehumasan. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. d. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. b. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. c. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. penyiapan. pelaksanaan. penyelesaian kerugian negara. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pertimbangan hukum. f. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelayanan konsultasi hukum. terdiri dari: a. pelaksanaan informasi.

penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. f. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. pertamanan dan perparkiran. dan Implementasi Sipeg. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. c. pelaksanaan urusan kesekretariatan. ekspedisi persuratan dinas. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pengurusan formasi. 72 . c. b. g. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. dan kearsipan. pelaksanaan. Subbagian Kepegawaian. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. d. telepon. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penelaahan. keamanan. serta urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Tata Usaha. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. kebersihan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pengadaan pegawai. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan. pemberhentian. terdiri dari: a. e. perlengkapan dan rumah tangga. mutasi. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penghargaan dan kesejahteraan pegawai.

rencana dan program. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pelaksanaan. persuratan dinas dan kearsipan. 73 .Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. f. g. implementasi Sipeg. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. b. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. rencana dan program. h. rencana pengadaan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. penelaahan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. d. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi kebijakan. e. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan. serta program pengembangan jaringan transmisi. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. b. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. f. c. b. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. c. b. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. 74 . pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. e. menengah dan tahunan tenaga listrik. g. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. d. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penyiapan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. b. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. c. b. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. d. 75 . penelaahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. e. kriteria tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. c. pelaksanaan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penyiapan. b. penyiapan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penelaahan. 76 . evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. norma. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. d.

serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penyusunan dokumen perjanjian. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. b. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. asosiasi dan lembaga lainnya. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. 77 . lembaga sertifikasi. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. evaluasi pelaksanaan rencana. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. penyiapan rumusan rencana dan program. multilateral dan regional. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.

pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. e. c. 78 . serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. statistik dan pemetaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. b. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. penyiapan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. d. penelaahan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengolahan. b. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. pelaksanaan pengelolaan data. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan.

Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. i. pembinaan. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. d. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. g. b. c. 79 . e. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. h. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. b. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. f. e. c. d. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. serta perlindungan konsumen.

Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. b. d. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta penetapan wilayah usaha. penyiapan. serta efisiensi dan transparansi usaha. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penelaahan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. c. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tugas 80 . penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.

norma. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. pemberian sanksi. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penelaahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. terdiri dari: a. e. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. b. b. b. Seksi Pelayanan Izin Usaha. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. c. kriteria harga jual tenaga listrik. f. penyiapan rumusan standar. 81 . Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. penelaahan.

serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penelaahan. penyiapan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. d. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. kriteria hubungan komersial. penelaahan. e. terdiri dari: a. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. c. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. f. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penyiapan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. 82 . Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. b. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik.

terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. penelaahan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. mempunyai tugas 83 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. kriteria perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. d. pelaksanaan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik.

Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. c. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penggunaan tenaga teknik. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. kelaikan teknis. f. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. i. lindungan lingkungan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. terdiri dari: a. h. e. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. keselamatan dan K3. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. e.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. profesi personil. d. f. d. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. c. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. produk. kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. serta pembinaan teknis. 84 .

pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta Rancangan SNI. 85 . Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. g. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. e. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. b. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan. d. f. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. c. b.

(2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kelaikan peralatan. g. penyiapan rumusan standar.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. d. norma. penyiapan. 86 . dan K3. f. terdiri dari: a. kalibrasi alat ukur. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. c. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. penelaahan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. b. instrumentasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan.

pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. penelaahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penelaahan. terdiri dari: a. g. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. e. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. b. c. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 87 . f. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. e. c. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. b. 88 . d. b. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. terdiri dari: a.

pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. c. terdiri dari: a. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. penelaahan. e. norma. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. produk. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. 89 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. profesi personil. penelaahan. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan standar. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang.

Subdirektorat Konservasi Energi. kriteria pemanfaatan energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. f. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. c. 90 . energi alternatif. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. program dan pengaturan pemanfaatan energi. e. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. h. penyiapan rumusan kebijakan. f. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. d. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. norma.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. b. e. Subdirektorat Bimbingan Teknis. c. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. d. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. g. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan.

pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan.d. kriteria usaha energi baru terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. b. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan. b. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan. 91 . norma. e. terdiri dari: a. penelahaan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penyiapan rumusan kebijakan. b. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penelahaan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. e. d. c. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan. penelahaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. norma dan kriteria konservasi energi. penyiapan. 92 . penelahaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. d. e. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelahaan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. terdiri dari: a. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. rencana dan program. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. Seksi Program Konservasi Energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penelahaan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. b. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. serta evaluasi atas program konservasi energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penyiapan rumusan standar.

rencana dan program energi perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Seksi Program Energi Perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. b. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. norma. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pemberdayaan masyarakat. e. penyiapan rumusan kebijakan.. serta pedoman pengembangan. d. terdiri dari: a. 93 . (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. rencana dan program. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. penelahaan.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. b. penyiapan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. terdiri dari: a. c. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. 94 . Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. penelahaan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Batubara. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. batubara dan panas bumi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. dan prosedur di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan standar. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. e. batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi. norma. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan panas bumi. b. d. 96 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. kriteria. Batubara dan Panas Bumi. pedoman. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral.

Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. c. i. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. h. Batubara dan Panas Bumi. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. e. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. satuan kerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. kearsipan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. dan rumah tangga. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi. 97 . pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. c. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.

pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Keuangan. c. e. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. g. pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. 98 .Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. b. akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. rapat koordinasi. b. terdiri dari: a. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. e. terdiri dari: a. b. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja.

penyiapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 354 Bagian Keuangan. b. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. 99 . (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. f. perhitungan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. satuan kerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PBI Direktorat Jenderal. penyiapan. d. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan revisi anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. e. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. jaringan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta penyelesaian kerugian negara. situs. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. c. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.

serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penyelesaian kerugian negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pelayanan konsultasi hukum. penelaahan. c. 100 . Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. f. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan informasi.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan. terdiri dari: a. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. penelaahan. b. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pertimbangan hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. serta kehumasan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. d. pelaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan.

mutasi. serta urusan keprotokolan dan upacara. g. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. dan Implementasi Sipeg. f. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. telepon. kebersihan. d. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penyiapan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pertamanan dan perparkiran. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. 101 . urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penelaahan. e. ekspedisi persuratan dinas. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan urusan kesekretariatan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. c. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pemberhentian. keamanan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. panas bumi dan air tanah. pengadaan pegawai. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan dan rumah tangga. dan kearsipan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pengurusan formasi. pelaksanaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. batubara. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta kebijakan pengelolaan air tanah. perumusan kebijakan pengembangan usaha. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. investasi dan pendanaan. serta penetapan wilayah kerja. penelaahan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. wilayah kerja. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. rencana pengadaan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. 102 . Subbagian Kepegawaian. dan produksi. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dan produksi. d. implementasi Sipeg. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan. terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. c. b. rencana dan program di bidang mineral. cadangan atau potensi. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. neraca sumber daya wilayah kerja.

Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta perhitungan bagi hasil. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. rencana dan program di bidang mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. batubara. panas bumi dan air tanah. e. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. panas bumi dan air tanah. evaluasi kebijakan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. f. eksplorasi dan operasi produksi. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. batubara. e. c. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b.e. Batubara. lembaga sertifikasi dan asosiasi. g. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. pengelolaan data. h. terdiri dari: a. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. perumusan perencanaan. b. j. Batubara dan Panas Bumi. 103 . d. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. i. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. f. Batubara dan Panas Bumi.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. terdiri dari: a. d. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan pengelolaan air tanah. panas bumi dan air tanah.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. g. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pemantauan pelaksanaan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. h. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penyiapan. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. b. Seksi Program Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. batubara. 104 . batubara. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. e. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. asosiasi dan lembaga sertifikasi. c. b. serta kerja sama di bidang mineral.

penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. terdiri dari: a. batubara. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. 105 . batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penelaahan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Kontrak Karya (KK). Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penelaahan.

pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan. batubara. batubara. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. 106 . panas bumi dan air tanah. d. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. penelaahan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. norma. penyiapan rumusan standar. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja.e. c. penyiapan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. kriteria pencadangan wilayah kerja. f. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. b.

panas bumi dan air tanah. 107 . Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Batubara. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. penelaahan. terdiri dari: a. g. Panas Bumi dan Air Tanah. batubara. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan wilayah kerja. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. statistik. pencadangan dan potensi di bidang mineral.e. batubara. penelaahan. penyiapan penetapan potensi. panas bumi dan air tanah. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. h. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara. b. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Informasi Mineral. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. batubara dan panas bumi. cadangan dan wilayah kerja. Seksi Informasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja.

Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan pencatatan. Batubara dan Panas Bumi. e. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta bagi hasil daerah. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. d. penelaahan. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. b. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan. penyiapan.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 108 . Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Seksi Penerimaan Negara Batubara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. terdiri dari: a. b. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. e. c. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. pelaksanaan. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. f.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. d. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. g. 113 . evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja.

Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Hubungan Komersial Mineral. d. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. i. terdiri dari: a. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Batubara. b. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. e. pelaksanaan. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. perumusan pengaturan. c. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. g. pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. f. b. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. pembinaan hubungan komersial panas bumi. h. 114 . serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410.

115 . e. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan pengaturan usaha. e. f. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. b. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. g. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. f. l. d. g.j. serta pengelolaan air tanah. b. k. penyiapan rumusan standar. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. pelaksanaan. terdiri dari: a. i. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. c. studi kelayakan dan eksploitasi. b. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. Seksi Pengelolaan Air Tanah. d. pelaksanaan fasilitasi. e. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah.h. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. 116 .

serta pengendalian air tanah. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. f. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. e. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. c. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. b. penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. 117 . b. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. g. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi.

Seksi Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. 118 . Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. c. penelaahan. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425.h. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. b. serta pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. d. b. e. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. i.

penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. d. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. h. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. b. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. b. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. e. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. 119 . pelaksanaan. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429.g. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

Seksi Konservasi Air Tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. serta air tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. 120 . penelaahan. serta ketatausahaan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. penelaahan. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. b. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. c. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis.

panas bumi dan air tanah. g. kelaikan teknis. kelaikan teknis. batubara dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. d. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. lindungan lingkungan. h. batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. 121 . e. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. K3. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. f. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. batubara. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. lindungan lingkungan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. c. e. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta penggunaan tenaga teknik. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan panas bumi.d. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. j. i. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Subdirektorat Standardisasi Mineral. b. terdiri dari: a. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Batubara dan Panas Bumi. produk. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara dan Panas Bumi.

g. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. serta konservasi mineral dan batubara. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. e. 122 . dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. jenis dan mutu produk. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. produk. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pemurnian. penyiapan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Standardisasi Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan panas bumi. batubara. norma. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara. b. d. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar.

b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara.b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. c. serta konservasi mineral dan batubara. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. batas wilayah kerja. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. 123 . e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. f. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan konservasi mineral. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. d. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Batubara dan Panas Bumi.

(2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. 124 . serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. f. penelaahan. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. terdiri dari: a. h. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. batubara dan panas bumi. dan panas bumi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. e. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. d. i. penelaahan. Batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. b. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. batubara. g.

penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. batubara. instrumentasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan. norma. terdiri dari: a. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. b. batubara. Seksi Keselamatan Batubara. 125 . Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. kalibrasi alat ukur. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. g. e. K3 dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. keamanan instalasi. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan panas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. b. f. Batubara. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. penimbunan. penyimpanan. pengangkutan. dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. d. penelaahan. c. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

d. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. norma. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. e.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. b. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. c. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. b. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. f. 126 . batubara. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. penyiapan rumusan standar.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 127 .

terdiri dari: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. b. e. d. Inspektorat IV. Inspektorat II. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat III. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. keuangan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. pelaksanaan pengawasan kinerja. b. 128 . Inspektorat I. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. c.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal.

pengelolaan jaringan dan situs informasi. keamanan. k. terdiri dari: a. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. pengurusan kepegawaian dan organisasi. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. kearsipan. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. keprotokolan dan rumah tangga. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 129 . b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. perlengkapan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. Bagian Rencana dan Laporan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. c. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. j. b. pengelolaan urusan tata usaha. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum dan Kepegawaian. f. g. h. Bagian Umum dan Keuangan.

Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. penelaahan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Laporan. program kerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. d. satuan kerja. c. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Subbagian Penyiapan Rencana. g. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. ketatalaksanaan. e. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penelaahan. pelaporan. penyiapan. b. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penyajian informasi. rapat koordinasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. ketatalaksanaan. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. j. jaringan. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. h. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. situs. dan rencana kerja. 130 . serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. akuntabilitas kinerja. pelaporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. f.

terdiri dari: a. pengolahan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Inspektorat Jenderal. e. 131 . serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. b. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. c. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. d. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. analisis hasil pengawasan. Badan Geologi. pelaksanaan analisis. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi.

Subbagian Kepegawaian. penyuluhan. d. c. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah. penyiapan koordinasi urusan hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. Subbagian Hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. b. 132 . monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pertimbangan hukum. penelaahan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. terdiri dari: a. penyiapan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. dan implementasi Sipeg. dokumentasi hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dokumentasi hukum. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. perpustakaan. masyarakat dan yustisia. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan.

Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. h. e. pelaksanaan keamanan. perbendaharaan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. b. keprotokolan dan kehumasan. 133 . perlengkapan. rumah tangga dan kehumasan. j. persuratan dinas. Subbagian Rumah Tangga. penelaahan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. b. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan penganggaran. f.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. d. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. g. terdiri dari: a. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. pelaksanaan. dan kearsipan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. kebersihan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelayanan kesekretariatan. perlengkapan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. serta pengurusan administrasi keuangan. i. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. k. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. c. perbendaharaan.

Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kebersihan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perlengkapan dan pengadaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. persuratan dinas. pelaksanaan. perencanaan kebutuhan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. dan administrasi keuangan. c. d. pemeriksaan. penelaahan. penelaahan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 134 . kearsipan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. keprotokolan dan kehumasan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan keamanan. perumusan laporan hasil pengawasan. b.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. 139 . (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan.

Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. 140 . Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. penelitian dan pelayanan. h. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. c. pelayanan survei geologi. Pusat Sumber Daya Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Pusat Lingkungan Geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. d. terdiri dari: a. f. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Sekretariat Badan Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. e. dan geologi lingkungan. d. b. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. e. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Survei Geologi. g. c. b. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

b. j. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. ketatalaksanaan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. informasi hukum. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. 141 . d. kearsipan. Bagian Kepegawaian. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. g.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. Bagian Keuangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. h. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. terdiri dari: a. c. i. serta perencanaan kerja. Bagian Umum. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan. c. e. pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyajian informasi. penyiapan. jaringan dan situs informasi. pengelolaan sistem. penelaahan. 142 . serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. jaringan. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja. situs. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. f. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. terdiri dari: a. satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. b. Subbagian Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan.

serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penggajian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. pengadaan. serta implementasi Sipeg. Subbagian Pengembangan Pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pemberhentian. dan analisis jabatan. kesejahteraan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. b. pelaksanaan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkatan. penyiapan. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan. e. penelaahan. pengembangan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. 143 . serta evaluasi atas perencanaan. kesejahteraan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. pemberhentian. penelaahan. b. d. pengembangan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. penggajian. c. terdiri dari: a. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. kepangkatan. kepangkatan. pengurusan perencanaan. serta evaluasi atas mutasi. serta pengembangan organisasi Badan. c. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian.

Subbagian Perbendaharaan. dan revisi anggaran Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Kekayaan Negara. perhitungan pelaksanaan anggaran.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. Pasal 517 Bagian Keuangan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. d. c. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pelaksanaan. Subbagian Akuntansi. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. 144 . serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. b. dan rumah tangga. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. penelaahan. Neraca. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta pengurusan revisi anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. kearsipan. PBI Badan.

evaluasi pelaksanaan ketatausahaan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta pengurusan perlengkapan. kehumasan. kesekretariatan. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. perpustakaan. pelaksanaaan bantuan hukum. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. kearsipan. terdiri dari: a. dan kearsipan. b. f. distribusi penggunaan. informasi dan dokumentasi hukum. pengadaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. 145 . d. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. Subbagian Tata Usaha. kebersihan dan keamanan Badan. Subbagian Hukum. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. penyiapan. dan rumah tangga. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. bantuan hukum. persuratan dinas dan kearsipan. perlengkapan. Pasal 521 Bagian Umum. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penelaahan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. persuratan dinas. e.

c. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. serta pemetaan tematik potensi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Kelompok Jabatan Fungsional. e. e. Bidang Informasi. h.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. mineral. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. f. administrasi keuangan. b. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. c. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. batubara. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. bitumen padat. i. Bidang Sarana Teknik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta rancang bangun dan pemodelan. b. penyusunan neraca sumber daya geologi. dan kepegawaian Pusat. dan panas bumi. d. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Program dan Kerja Sama. keuangan. 146 . Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. Bagian Tata Usaha. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penyelidikan. perumusan rencana dan program. rekayasa teknologi. d. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penyelidikan. rumah tangga. gambut. dan pelayanan bidang sumber daya geologi.

pengembangan. serta akuntansi. b. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. kebersihan. keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 147 . b. c. keuangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan.

Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. 148 . Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. e. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Sarana Penyelidikan. d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. terdiri dari: a. f. b.d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

149 .Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta operasi perangkat lunak informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dokumentasi dan publikasi. c. b. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan. penganggaran. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. penelaahan. serta pengelolaan perpustakaan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. d. Pasal 540 Bidang Informasi. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan. serta pemutakhiran basis data. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a.

Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 150 . gempa bumi. pelaksanaan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. tsunami. c. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. j. serta sesar aktif. tsunami. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemodelan. f. sistem. d. sosialisasi. dokumentasi. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. dan kepegawaian Pusat. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta rancang bangun. operasi perangkat lunak. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyelidikan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. b. e. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. gempa bumi. pengelolaan ketatausahaan. dan gerakan tanah. pelaksanaan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. dan rekayasa teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pos pengamatan gunung api. dan gerakan tanah h. i. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. administrasi keuangan. penelaahan. perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. rumah tangga. g.

Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. l. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. c. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelidikan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. evaluasi pelaksanaan penelitian. serta perpustakaan. b. keuangan. c. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. pengurusan perencanaan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. 151 . keamanan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. terdiri dari: a. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. e. keuangan. pengurusan.k. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kearsipan. pemelaahan. pengangkatan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan sarana. kebersihan. dokumentasi dan tata naskah pegawai.

d. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pengurusan. pelaksanaan. penetapan status. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta penetapan status dan peringatan dini. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. terdiri dari: a. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. b. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. 152 . serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. administrasi keuangan. geokimia dan deformasi. pemelaahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.

Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. d. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. 153 . penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. b. penelaahan. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c.

pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. f. penyiapan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penyiapan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. gerakan tanah dan tsunami. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. d. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. b. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penelaahan. penyelidikan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. b. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. 154 . e.

c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. j. g. penyelidikan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. rumah tangga. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. geologi teknik dan air tanah. d. f. terdiri dari: a. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. c. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. geologi teknik dan air tanah. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. d. dan kepegawaian Pusat. Bidang Sarana Teknik. Bidang Program dan Kerja Sama. keuangan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. dan pengelolaan tata ruang. b. pengembangan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Informasi. h. k. 155 . evaluasi penyelenggaraan penelitian. administrasi keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. i. rekayasa teknologi. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengangkatan. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.

c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. f. 156 .c. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. e. kebersihan. d. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keamanan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Umum dan Kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi. keuangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. Subbidang Program. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Laboratorium. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. pelaksanaan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. 157 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. e.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 578 Bidang Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan sosialisasi. pengelolaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. 158 . penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. pelakanaan pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. dokumentasi dan publikasi. serta pengelolaan perpustakaan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penyiapan. penganggaran. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. d. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. evaluasi pelaksanaan penelitian. pemetaan dan penelitian geologi. tektonik. pelaksanaan. pemetaan. penelaahan. dan kepegawaian Pusat. geofisika. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pelaksanaan. rekayasa teknologi. l. sistem. pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi. k. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. geokimia. operasi perangkat lunak. f. pelayanan jasa survei. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. inventarisasi hasil survei. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. penelitian dan penyelidikan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. g. rumah tangga. i. 159 . d. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pemetaan geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. sosialisasi. administrasi keuangan. perpustakaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penelaahan. geomorfologi. j. h. b. m. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. e. c.

pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengurusan perencanaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keuangan. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. Bagian Tata Usaha. b. Kelompok Jabatan Fungsional. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. Bidang Informasi.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. 160 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. d. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. keamanan. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. c. Bidang Sarana Teknik. serta akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. kebersihan.

Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. penelaahan. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. e. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. c. terdiri dari: a.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 161 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik.

Subbidang Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 162 . b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. e. c. penelaahan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. b. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta rencana strategis berbasis kinerja. pengelolaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. sistem. b. sosialisasi. serta pengelolaan perpustakaan. pelaksanaan sosialisasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 597 Bidang Informasi. operasi perangkat lunak. penelaahan. 163 . serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. b. dokumentasi. serta operasi perangkat lunak informasi. penelaahan. dokumentasi dan publikasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. perpustakaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Teknisi Litkayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 164 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Penyelidik Bumi.

mineral batubara. e. g. 165 . penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. c. d. f. panas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. b. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602.

Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 166 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. c. dan rumah tangga. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. informasi hukum. terdiri dari: a. kearsipan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. b. serta pelaksanaan bantuan hukum. f. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. h. e. serta perencanaan kerja.

i. 167 . serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Subbagian Laporan. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. j. Subbagian Pengelolaan Informasi. f. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. Bagian Keuangan. c. pelaporan. d. ketatalaksanaan. pelaporan. jaringan dan situs informasi. b. g. Bagian Umum. b. c. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. e. e. akuntabilitas kinerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.

d. kepangkatan. c. pengembangan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta implementasi Sipeg. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. dan analisis jabatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. terdiri dari: a. penyiapan. situs. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. satuan kerja. penyajian informasi. penyiapan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pemberhentian. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penggajian. pengadaan. serta penyempurnaan organisasi Badan. kesejahteraan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 168 . pengurusan perencanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. jaringan. c.

b. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 618 Bagian Keuangan. penggajian. b. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan. penyiapan. e. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta evaluasi atas mutasi. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pengembangan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Akuntansi. pengangkatan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. kepangkatan pemberhentian. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta implementasi Sipeg Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 169 . PBI Badan. Subbagian Perbendaharaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. c. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas perencanaan. kesejahteraan. penyiapan. f. penelaahan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara.

serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. c. distribusi penggunaan. d. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. e. perpustakaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. persuratan dinas. Pasal 622 Bagian Umum. penyelesaian kerugian negara. kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan. penelaahan. informasi dan dokumentasi hukum. serta pengurusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penelaahan. penelaahan. dan rumah tangga. pelayanan kesekretariatan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pengadaan. dan revisi anggaran Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha. f. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. dan kearsipan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaaan bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Neraca. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Hukum. kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. dan rumah tangga. penyiapan koordinasi ketatausahaan. 170 . kehumasan.

e. persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. b. bantuan hukum. g. kesekretariatan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta keprotokolan dan upacara Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penelaahan. penyiapan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. c. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. d. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 171 . serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan dan keamanan Badan.

keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Afiliasi. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. rumah tangga. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengelolaan ketatausahaan. b. e. keuangan. b. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. i. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta pelaksanaan keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. c. Bagian Tata Usaha. 172 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. pengurusan perencanaan. administrasi keuangan. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. kebersihan.h. b. Bidang Program. Kelompok Fungsional. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. c. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627.

Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. e. serta pengadaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kebersihan Pusat. b. pelaksanaan operasi penggunaan. terdiri dari: a. penelaahan. keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. 173 . pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan sarana kerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. c. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.

serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. c. penyiapan. 174 . pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Pasal 637 Bidang Program. penyediaan bahan baku.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. b. evaluasi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta analisis. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Subbidang Penyiapan Rencana.

pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. terdiri dari: a. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. e. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. c. pelayanan jasa teknologi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. jaringan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. 175 .(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. d. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. situs dan penyebarluasan informasi. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. rumah tangga. penelaahan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. i. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. administrasi keuangan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. dan kepegawaian Pusat. pelaksanaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. f. d. pengelolaan ketatausahaan. h. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. 176 . perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. jaringan. b.

177 . perbendaharaan dan akuntansi. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. e. Bidang Program. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. b. keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemeliharaan sarana kerja. pengangkatan. c. keuangan. e. d. dan kebersihan Pusat. kebersihan.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. b. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. perbendaharaan dan akuntansi. serta pelaksanaan keamanan. pengembangan. serta pengadaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.

Subbidang Pengoperasian Sarana. penelaahan. e. 178 . pelaksanaan operasi penggunaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. b. d. penyediaan bahan baku.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. c. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. penelaahan. 179 . Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta analisis. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 656 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. Pasal 660 Bidang Afiliasi. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. e. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. terdiri dari: a. c. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. b. 180 . pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama.

d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan. f. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. dan kepegawaian Pusat.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. e. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. i. Kelompok Fungsional. h. c. Bidang Afiliasi. g. 181 . Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pengelolaan ketatausahaan. c. terdiri dari: a. rumah tangga. b. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

dan kebersihan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. serta pengadaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. 182 . pengembangan. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. d. keamanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. b. serta pelaksanaan keamanan. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. c. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengembangan Sarana. 183 . e. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. penyediaan bahan baku. d. pelaksanaan operasi penggunaan.

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. c. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 675 Bidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta analisis. penelaahan. terdiri dari: a.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 184 . Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.

(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. jaringan. 185 . b. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

186 . evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. j. b. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. d.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. dan geofisika kelautan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. i. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. g. pengelolaan ketatausahaan. b. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. e. dan kepegawaian Pusat. geokimia. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. h. c. e. Bidang Afiliasi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Kelompok Fungsional. rumah tangga. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. administrasi keuangan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. serta pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. kebersihan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengembangan. serta pelaksanaan keamanan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. pengangkatan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. dan kebersihan Pusat. b. b.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. perencanaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. 187 . penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perbendaharaan dan akuntansi.

pelaksanaan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. Subbidang Pengoperasian Sarana. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. 188 . Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. b. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b.c. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. d. penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 189 . d. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta analisis. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. penyiapan. penyiapan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 694 Bidang Program. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. b. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. b.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan.d. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 190 . pelaksanaan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

Penyelidik Bumi. Perekayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . Teknisi Litkayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

e. mineral. batubara. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. geologi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penyelenggaraan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. g. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. c.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. d. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. f. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. 192 .

f. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. b. satuan kerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pembinaan kerja sama. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. b. 193 . Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Badan. h. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. d. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. g. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara.

serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. k. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penganggaran. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta perencanaan kerja. Bagian Keuangan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. f. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Pasal 708 Sekretariat Badan. 194 . e. ketatalaksanaan. dan rumah tangga. akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. b. Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. g. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. Bagian Kepegawaian. d. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. d. pelaporan.j. l. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. kearsipan. c. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. b.

serta pengembangan organisasi Badan. 195 . penelaahan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. kepangkatan. serta implementasi Sipeg. d. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. c. c. penyiapan. penganggaran. pelaksanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengurusan perencanaan. pengadaan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. terdiri dari: a. b. dan analisis jabatan. dan sistem. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. kesejahteraan. e. pengembangan. Subbagian Kerja Sama. prosedur kerja. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. pelaksanaan. b.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. jaringan dan situs informasi Badan. pemberhentian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penggajian. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta evaluasi atas laporan berkala. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. b. terdiri dari: a. produk kilang. penelaahan. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas. b. 200 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. d. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelayanan jasa.. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kilang. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. c. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

pengembangan dan pemanfaatan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penyiapan. b. pelaksanaan. penelaahan. 201 . Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pelayanan jasa. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. d.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan dan pemanfaatan. Subbidang Bengkel. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan.

f. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. g. penelaahan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. standar. penyiapan penyelenggaraan. norma. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. c. b. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. serta kepustakaan. e. kriteria dan prosedur. pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. kerja sama. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 202 . penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.

c. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. i. f. perlengkapan. c. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. 203 . Bidang Sarana Teknis. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. d. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. h. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. pemberian pelayanan jasa. Batubara. kearsipan. e. b. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. pengelolaan ketatausahaan. d. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. prosedur. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b.

Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. d. perbendaharaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 204 . dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. perlengkapan. b. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. kearsipan. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. organisasi. e. serta hukum. kehumasan dan keprotokolan. kearsipan. c. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. Subbagian Kepegawaian dan Umum.

Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. 205 . pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pemeliharaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. pelaksanaan. c. pedoman. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pelaksanaan. penelaahan. b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. e. rencana pengembangan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggunaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a.

norma. penelaahan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. dan prosedur. norma. 206 . terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. pedoman. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. e. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. pedoman. kerja sama dan sistem. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria. c. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama.d. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. f. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan.

pedoman. penyiapan penyelenggaraan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. penyiapan penyelenggaraan. terdiri dari: a. penyusunan standar. pedoman. pedoman. c. kriteria dan prosedur. pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penyusunan standar. f. penelaahan. pemberian pelayanan jasa. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 207 . tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. kriteria pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. norma. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. prosedur. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur. e.

c. b. b. e. organisasi dan ketatalaksanaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.g. perbendaharaan. Bidang Pelatihan dan Sarana. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. kearsipan. akuntansi. 208 . Kelompok Jabatan Fungsional. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. h.

dan sistem. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. norma. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. d. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. b. Subbidang Perencanaan. c. penelaahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. 209 .

kerja sama. d. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan. c.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. 210 . Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. promosi. serta evaluasi atas pengelolaan standar. e. Subbidang Pelatihan. penelaahan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. kriteria dan prosedur. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. b. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

c. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan ketatausahaan. b. h. d.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pedoman. b. c. e. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. pelaksanaan. g. norma. 211 . sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pemberian pelayanan jasa. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. d. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Bagian Tata Usaha. kriteria pendidikan dan pelatihan. f. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.

administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. e. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. 212 . Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. organisasi dan ketatalaksanaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dokumentasi dan tata naskah. hukum. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kearsipan. c. b. b.

Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. pedoman.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. d. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Subbidang Perencanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. 213 . norma. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. e. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. kerja sama. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan. c. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. norma dan kriteria. b. serta evaluasi atas standar.

Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan. penelaahan. d. Subbidang Pelatihan. 214 . pelaksanaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. promosi. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kerja sama. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.

Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. d. e. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. terdiri dari: a. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. c. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Direktorat Jenderal. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. b. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. 216 .

perumusan pedoman sistem informasi Departemen. k. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. h. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. e. g. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. i. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta neraca energi dan sumber daya mineral. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. j. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. c. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. 217 . b. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. f.

d. c. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. d. dukungan operasi kerja. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha. rumah tangga. Bidang Kajian Strategis. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. c.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaporan dan tata persuratan. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Subbagian Tata Usaha Bakoren. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. e. b. c. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta kearsipan Bakoren. dan persuratan dinas. Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta kearsipan Pusat. 218 . b. Subbagian Tata Usaha Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. b.

l. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. f. b. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. d. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. i. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. 219 . penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. j. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. g. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan norma. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. h. k. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan.

Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelayanan data dan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. e. pelaksanaan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan norma. 220 . Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penelaahan. b. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. penelahaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. f. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. c. penyiapan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penelaahan. ketenagalistrikan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. batubara dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.

penelahaan. b. f. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. air tanah dan kegeologian. pelaksanaan. d. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. 221 . penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. pelaksanaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. bitumen padat. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gambut. penelahaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. c. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penelahaan.

integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. 222 . (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya.

yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dokumentasi. penganggaran. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. standardisasi teknis.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi personil. peraturan perundang-undangan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7).Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. perencanaan kerja. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor.a kepada pejabat eselon I. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. 223 . regulasi ekonomi dan keteknikan. dan akuntabilitas kinerja Departemen. organisasi. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan keselamatan umum. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. peralatan. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (9) Pedoman penyusunan tata laksana.

(2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (4) Kepala Bagian. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur Jenderal.b.a. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Sekretaris Direktorat Jenderal. Direktur. Inspektur Jenderal.a. Inspektur. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (5) Kepala Subbagian.BAB XIV ESELON. Direktur Jenderal. Kepala Pusat. 224 . Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.a. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.a. (3) Kepala Biro. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. X. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 225 . diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”.d. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

(4) Perubahan atas rincian tugas. fungsi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. susunan organisasi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. 226 .

BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . maka: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful