MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Biro Keuangan. Kementerian Negara. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. b. e. Departemen lain. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. dan lembaga lain yang terkait. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. d. c. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Kepegawaian dan Organisasi. koordinasi kegiatan Departemen. b. terdiri dari: a. c. d. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Umum. 5 . Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.

b. d. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). k. Bagian Analisis dan Evaluasi. b. d. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. c. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja. serta kerja sama. j. l. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. g. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. rencana pembangunan jangka panjang. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. rencana dan program kerja dan anggaran. h. evaluasi kebijakan pembangunan. sosialisasi kebijakan pembangunan. penyusunan harga satuan. terdiri dari: a. e. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Bagian Kerja Sama. serta perumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. c. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. serta rencana strategis. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. e. i. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. 6 . serta pengelolaan kerja sama Departemen. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. dan rencana anggaran. Bagian Perencanaan Anggaran. menengah dan tahunan. rencana anggaran. perumusan kebijakan pembangunan.

penelaahan. b. b.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Menengah dan Tahunan Departemen. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penyusunan rumusan RK-KL. f. 7 . dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan Badan Geologi. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. Batubara dan Panas Bumi. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan rumusan norma. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. d. penelaahan. standar dan kriteria rencana kerja. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

b. penyiapan rumusan satuan harga pokok. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. e. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). c. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. f. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. dan Badan Geologi. d. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. c. penyiapan. norma. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. b. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Penganggaran Penunjang. terdiri dari: a. dan 8 .Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan.

b. penelaahan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. kriteria akuntabilitas kinerja. f. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. c. menengah. h. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. c. norma. e. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. d. penyiapan bahan sidang. 9 . Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. RKA-KL. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. terdiri dari: a. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Inspektorat Jenderal. g. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. tahunan dan rencana strategis. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi.

rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Inspektorat Jenderal.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penelaahan. f. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. d. penelaahan. 10 . pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. serta kerja sama asosiasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. g. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. dan Badan Geologi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Batubara. penyiapan rumusan standar. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. e. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. kriteria kerja sama. Panas Bumi. h. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. penyiapan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. pembinaan mutasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. jabatan struktural dan fungsional. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. pengembangan organisasi dan tata laksana. kepangkatan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pemensiunan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. serta penyiapan penetapan pemberhentian. d. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. e. perencanaan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 11 . penelaahan. penelaahan. b. disiplin. dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. dan kesejahteraan pegawai. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pengadaan. c. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Bilateral. b. c. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penempatan dan pengembangan pegawai. penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen.

c. serta standardisasi kompetensi jabatan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. terdiri dari: a. f. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. h. penyiapan rumusan rencana. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyiapan rumusan standar. Bagian Mutasi Pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Data dan Informasi Pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai.f. serta administrasi penugasan ke luar negeri. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. norma. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta kartu PNS. g. b. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. j. e. evaluasi pembinaan kepegawaian. i. penyusunan rencana formasi. g. b. k. e. pengadaan. d. 12 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. d. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai.

serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier.h. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. bimbingan teknis. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. penelaahan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pengelolaan administrasi tugas belajar. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. pemindahan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Karir. penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. 13 . i. penelaahan. j. kompetensi pegawai. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. dan penugasan pegawai ke luar negeri. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. penelaahan. b. kepangkatan. dan Kartu PNS Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. terdiri dari: a. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. pemberhentian dan disiplin. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai.

f. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. terdiri dari: a. k. c. perbantuan. norma. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. Askes. h. j. penyiapan standar. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Mutasi Jabatan. pemberhentian dan disiplin. pemindahan. dipekerjakan. perbantuan. pengangkatan kembali. d. Taspen. e. dan penarikan kembali pegawai. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. kepangkatan. g. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pemberhentian. Kartu Suami. penelaahan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pembebasan sementara. dan penilaian angka kredit. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. dan penilaian prestasi pegawai. pemberhentian. ujian dinas dan Ujian KPPI. dipekerjakan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kepangkatan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pemindahan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. b. pelaksanaan pemindahan pegawai. penarikan kembali. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan. serta Kartu Istri. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan disiplin pegawai. dan Bapertarum. kriteria mutasi pegawai. kepangkatan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. serta kesejahteraan pegawai. pemindahan. b. serta kesejahteraan pegawai Departemen. i. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. cuti. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. 14 .

dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Kartu Suami. penelaahan. kepangkatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. h. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pemindahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pelaksanaan. pelayanan kesehatan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penghargaan. Kartu Istri. penghargaan. f. d. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan. Daftar Urut Kepangkatan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. jabatan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Askes. Taspen. i. disiplin. penggajian. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pengadaan pegawai. b. penilaian angka kredit. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. 15 . penelaahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. Bapertarum pegawai Departemen. g. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan daftar riwayat hidup pegawai. pemberhentian. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pelaksanaan. pemberhentian dan pemensiunan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. dan administrasi lembaga tripartit.

penelaahan. b. pemberhentian. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. klasifikasi dan peta jabatan. pemindahan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta pedoman penyempurnaan organisasi. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. e. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. penghargaan. jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. d. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. kriteria pengembangan organisasi. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pelaksanaan. c. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penggajian. b. pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. serta evaluasi. penelaahan. c. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. 16 . dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penelaahan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan pegawai. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. norma. serta pengembangan organisasi dan jabatan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan.

17 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. analisis beban kerja. penelaahan.f. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. g. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Kelembagaan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. c. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. perbendaharaan. pengembangan. pola hubungan kerja. dan pelaksanaan bimbingan teknis. standardisasi kompetensi jabatan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. pengembangan. pengembangan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. administrasi keuangan. peta jabatan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. penelaahan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. b. terdiri dari: a.

l. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. k. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. serta pelaksanaan akuntansi. b. serta pembinaan perbendaharaan. perbendaharaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. g.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). kekayaan negara dan akuntansi. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyelesaian kerugian negara. serta Neraca Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja. pembinaan inventarisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. dan implementasi sistem akuntansi. laporan realisasi anggaran. Bagian Perbendaharaan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. j. terdiri dari: a. i. d. Bagian Akuntansi. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. administrasi keuangan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. 18 . penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. e. f. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Kekayaan Negara. c. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 49 Biro Keuangan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. e. serta nota keuangan. b. d. h. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja.

j. i. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan. 19 . penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. k. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. g. penelaahan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. evaluasi tarif dan revisi PNBP. d. dan urusan tata usaha Biro. b. penyusunan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penelaahan. Subbagian Anggaran Pendapatan. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. f. terdiri dari: a. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. norma. pelaksanaan. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. c. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. c. Subbagian Anggaran Belanja. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan target. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen.

dan pengelolaan SPM. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. b. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Inspektorat Jenderal. Badan Geologi. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. 20 . d. pelaksanaan. g. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. e. terdiri dari: a. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pembagian iuran sumber daya alam. penelaahan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. norma. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. b. c. f.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan standar.

serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. c. e. norma. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. dan bidang minyak dan gas bumi. g. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. ganti rugi.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 21 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. c. penelaahan. penelaahan. f. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. tuntutan perbendaharaan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. kriteria pengelolaan kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi.

Badan Geologi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. rekonsiliasi. 22 . Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 64 Bagian Akuntansi. pelaksanaan verifikasi. c. b. pelaksanaan. b. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. e. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Subbagian Penyiapan Neraca. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Batubara dan Panas Bumi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan standar. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). norma. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). c. terdiri dari: a. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. d. f. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. g. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi.

penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. verifikasi anggaran. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. 23 . Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Neraca. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. bantuan hukum dan kehumasan. dan implementasi SAAT Departemen. penelaahan. konsolidasi. h. c. f. kewajiban. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. bantuan hukum. dan bantuan hukum. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta pelaksanaan kehumasan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). b. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penelaahan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kehumasan. serta evaluasi atas pembukuan aset. d. serta program legislasi dan regulasi. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. serta hubungan masyarakat Departemen. dan bantuan hukum. e. pelaksanaan. equitas dana. pelaksanaan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. dan implementasi SAI Departemen. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pengelolaan dokumentasi. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan penyelesaian kasus hukum. penelaahan. rekonsialiasi. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66.

Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan.i. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. penelaahan. e. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. dan bantuan hukum. c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. serta program legislasi dan regulasi Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Bantuan Hukum. evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Hubungan Masyarakat. 24 . j. b. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. b. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. d. Bagian Penelaahan Hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. d. e. c. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan.

dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan unsur unit penunjangnya. f. e. h. penelaahan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penelaahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. 25 . penyiapan rumusan standar. c. d. penyiapan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. g. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. kriteria kontrak atau perjanjian. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73.

b. b. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. penelaahan. d. penyiapan. e. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. c. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. 26 . Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. f. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. c. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen.

Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. c. b. pelaksaaan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. pelaksaaan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. konferensi pers. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Batubara dan Panas Bumi. d. pelaksaaan. serta monitoring dan analisis berita. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. penelaahan. 27 . Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. e. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. c. norma. penelaahan.

serta evaluasi atas hubungan dengan media. c. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. konferensi pers. pelaksanaan. dan urusan tata usaha Biro. h. 28 . abstrak peraturan perundang-undangan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. b. j. penerbitan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. i. pameran Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan.g. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan peliputan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Subbagian Publikasi. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. penelaahan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan. monitoring dan analisis berita Departemen.

Bagian Perlengkapan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Sekretaris Jenderal. tata usaha dan kearsipan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. penyediaan sarana dan prasarana kerja. d. tugas 29 . h. b. e. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Tata Usaha. i. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. f. perlengkapan dan pengadaan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pengadaan. Kelompok Jabatan Fungsional. tata persuratan dinas dan kearsipan. tata persuratan dinas dan kearsipan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. d. g. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Pasal 87 Biro Umum. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan rumah tangga. j. rumah tangga Sekretariat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. b. pengelolaan keamanan dan keselamatan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Staf Ahli. c. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. terdiri dari: a. e.

serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. b. terdiri dari: a. c. f. b. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. e. persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. c. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelantikan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyelenggaraan rapat. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. d. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelaksanaan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 31 . b. Subbagian Tata Usaha Departemen. norma.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. dan ekspedisi surat dinas. f. penelaahan. c. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas. b. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penjadwalan kegiatan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. penyiapan. Subbagian Kearsipan. penelaahan. d. e. penyiapan rumusan standar. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

M. Staf Ahli. Thamrin 1. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. f. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. keamanan. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera.H. keselamatan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. c. c. terdiri dari: a.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. d. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. e. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. 32 . Kepala Biro dan Kepala Pusat. keselamatan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. b. pelaksanaan kebersihan. serta pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). b. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan penyiapan. b. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. pelaksanaan pengadaan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. c. e. 33 . penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. terdiri dari: a. Subbagian Rencana Kebutuhan. norma. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. d. dan kearsipan Staf Ahli. f. g. c. kriteria perlengkapan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penyiapan bahan rumusan standar. inventarisasi. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan kegiatan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Pengadaan.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 34 . yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.

BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. d. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria. terdiri dari: a. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. 35 . e. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pedoman. b. c. d. penyusunan standar. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. norma. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. b. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi.

pengelolaan urusan ketatausahaan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. kearsipan. c. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. terdiri dari: a. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. ketatalaksanaan. dan rumah tangga. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. satuan kerja. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Kelompok Jabatan Fungsional. 36 . pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pelaporan. Bagian Keuangan. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Umum dan Kepegawaian. i. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. h. g. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

l. serta perhitungan bagi hasil. i. WP & B). perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. 41 . m. n. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. j. b. rencana dan program. h. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. f. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. k. penelaahan. d. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. implementasi Sipeg. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. c. e. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. pelaksanaan. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP.

f. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. d.o. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. b. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. ketersediaan dan infrastruktur sektor. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. d. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. p. f. e. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. 42 . c. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi program sektor. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. evaluasi kebijakan. penyusunan statistik. h. serta data kebutuhan. c. penyiapan rumusan. g. e. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. norma. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta pencadangan strategis. b.

norma. terdiri dari: a. 43 . d. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. b. permasalahan iklim usaha. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. g. penyiapan. penelaahan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. dan pelaksanaan sosialisasi. b. e.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penelaahan. serta penyediaan informasi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. c. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. f. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan. penyiapan. pengumpulan data potensi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. dan terms of condition KKS.

retribusi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. i. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. f. penyiapan rumusan standar. h. g. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. serta bagi hasil daerah. penelaahan. pelaksanaan pencatatan. penelaahan. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. j. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. norma. tugas serta induk. c. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pemeriksaan dan pengujian. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). e. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. pajak.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. tugas serta induk. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta biaya operasi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. 44 . penyiapan. penyiapan. d. b. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan. b. penelaahan. norma. c. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. d. tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. g. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. terdiri dari: a. e. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. 45 . peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. b. tenaga kerja asing. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. pajak. PNBP dan tarif iuran. retribusi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan. harga minyak mentah Indonesia. lifting dan target penerimaan. pelaksanaan. f.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. rencana impor barang operasi. pemberdayaan produksi dalam negeri. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. fasilitasi lembaga tripartit. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. b. dan kerja sama dalam negeri.h. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. k. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penggunaan barang operasi. penyiapan. penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. i. penelaahan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. b. rencana penggunaan tenaga kerja asing. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. j. 46 . Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan tenaga kerja asing.

g. pelaksanaan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama Pemerintah Daerah. 47 . lembaga sertifikasi dan asosiasi. c. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. terdiri dari: a. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. penyiapan. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi.c. b. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penelaahan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. d. f. penelaahan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. pelaksanaan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS).

Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. 48 . d. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. norma. b. k. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. kriteria pengelolaan WK. f. e. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. f. pengelolaan WK. i. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. terdiri dari: a. g.d. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan pengumuman WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. j. Subdirektorat Wilayah Kerja. e. h. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. d. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. c. penyiapan rumusan standar. h. c. l. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif.

kriteria usaha eksplorasi. b. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. b. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. b. f. c. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan. penelaahan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. d. penilaian. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. terdiri dari: a. norma. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. 49 .

usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. f. penelaahan. e. g. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penyiapan. b. i. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. c. h. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penelaahan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. kriteria. 50 . pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. j. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS.

pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. b. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. b. e. penelaahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. norma. c. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. f. tumpang tindih lahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. d. 51 . g. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. penelaahan. penyiapan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan anggaran KKS. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan.

d. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. e. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. norma. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. b. g. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. b. penelaahan. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. 52 . penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. i. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h. penelaahan.

pelaksanaan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Penyediaan. Light Petroleoum Gas (LPG). serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 53 . bahan bakar lain. i. c. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. perumusan pengaturan Penugasan. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Light Natural Gas (LNG). perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. perumusan jenis bahan bakar minyak. bahan bakar gas. d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. e. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. g. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penelaahan. h.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. penyiapan perizinan usaha pengolahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. b. Kelompok Jabatan Fungsional. e. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. g. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. LNG. pengelolaan data. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. e. bahan bakar lain. LPG. l. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar gas. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. i. k. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. b. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. norma. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. 54 . hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri.j. pengelolaan data. c. j. d. c. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. h. d. f. terdiri dari: a. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha.

Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. norma. Seksi Pengolahan Gas Bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. d. e. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan data. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. h. f. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 55 . penelaahan. b. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.

Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. b. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. b. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. c. penelaahan. kriteria harga bahan bakar. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. 56 . bahan bakar gas dan LPG. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi.i. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. norma. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penelaahan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. e. j. penyiapan rumusan formulasi harga. serta penyiapan penetapan P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi.

b. 57 . penyiapan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. LNG. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. i. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penelaahan. kriteria usaha niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. g. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. b. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. f. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. g. pelaksanaan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. penyiapan rumusan standar. LPG. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi.f. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan. e. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. pengelolaan data. norma. penyiapan perizinan usaha niaga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. c. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. d. h. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. gas bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

pelumas. kriteria usaha non bahan bakar. terdiri dari: a. petrokimia. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. f. LNG. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penelaahan. penyiapan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. penyiapan norma. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. biodiesel. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. penyiapan. c. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. LPG. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Niaga Gas Bumi. b. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. tugas 58 . terdiri dari: a. dan non bahan bakar lainnya. Seksi Niaga Minyak Bumi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. b. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan non bahan bakar lainnya. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. b. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. g. biodiesel. petrokimia. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. penelaahan. c. profesi personil. 59 . sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. lindungan lingkungan. petrokimia. dan non bahan bakar lainnya. serta penggunaan tenaga teknik. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. biodiesel. kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. produk. penelaahan. f. penyiapan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. kelaikan teknis. usaha penunjang.

e. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. terdiri dari: a. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi.i. b. f. g. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. j. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. c. h. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. 60 . Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. d. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. d.

penelaahan. e.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. instrumentasi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. 61 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan. b. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. g. f. instalasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. dan penggunaan tenaga teknik. K3. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. b. norma. d. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. instalasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. 62 . dan kalibrasi alat ukur. dan penggunaan tenaga teknik. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. K3. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. norma. penyiapan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penelaahan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. penyiapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. c. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. instrumentasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengangkutan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Penyimpanan. Seksi Keselamatan Pengolahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. b. penyiapan. Penyimpanan. penelaahan. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. c. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 63 . pengangkutan. pelaksanaan. pengangkutan. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan.f. serta penjaminan pasca operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. f. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. c. terdiri dari: a. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218.d. penelaahan. e. 64 . norma. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pengangkutan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. dan kriteria usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pelaksanaan.

Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. pelaksanaan. penelaahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. produk. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 65 . pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. profesi personil. f. penelaahan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. g. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.d.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. norma.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. d. pedoman. penyusunan standar. e. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. 67 . b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. kearsipan. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. b. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. d. h. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. dan rumah tangga. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. satuan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. b. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. g. 68 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. f. e.

c. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. c. jaringan. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. 69 .Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Keuangan. akuntabilitas kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. d. situs. ketatalaksanaan. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. rapat koordinasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. akuntabilitas kinerja. pelaporan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. terdiri dari: a. d. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. g. f. b. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan.

b. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. satuan kerja. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. 70 . d. serta pengurusan revisi anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. e. b. penyiapan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 237 Bagian Keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. PBI Direktorat Jenderal. c. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.

b. terdiri dari: a.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. c. penelaahan. pertimbangan hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pelaksanaan. c. dokumentasi dan sosialisasi hukum. 71 . pelayanan konsultasi hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan. penyelesaian kerugian negara. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Informasi Hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. dan Neraca Direktorat Jenderal. b. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. e. f. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta kehumasan. penyiapan. pelaksanaan informasi. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d.

telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. f. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pertamanan dan perparkiran. pemberhentian. Subbagian Tata Usaha. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Implementasi Sipeg. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. terdiri dari: a. perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. 72 . perlengkapan dan rumah tangga. d. b. b. pengadaan pegawai. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. keamanan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. e. g. ekspedisi persuratan dinas. pengurusan formasi. c. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. telepon. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. Subbagian Kepegawaian. c. pelaksanaan. dan kearsipan. penelaahan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta urusan keprotokolan dan upacara. kebersihan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. mutasi. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. rencana dan program. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. rencana pengadaan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. d. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. b. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. evaluasi kebijakan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. f. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. implementasi Sipeg. serta rencana dan program pembangunan berjangka. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. persuratan dinas dan kearsipan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. e. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. rencana dan program. h. penelaahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. c. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. 73 . dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). g.

b. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. c. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. f. e. penyiapan rumusan rencana jangka panjang.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. menengah dan tahunan tenaga listrik. g. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. 74 . Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. b. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. serta program pengembangan jaringan transmisi. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. b. penyiapan rumusan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. e. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. c. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. d.

Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penelaahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. c. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. pelaksanaan. b. d. 75 . penelaahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. penelaahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. c. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. d. 76 . b. kriteria tenaga listrik sosial. penelaahan. penyiapan bahan rumusan standar.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan. penelaahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. e. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. b. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan.

b. lembaga sertifikasi. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 77 . Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyusunan dokumen perjanjian. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. d. Seksi Multilateral dan Regional. c. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. b. evaluasi pelaksanaan rencana. multilateral dan regional. asosiasi dan lembaga lainnya. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.

(2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. b. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. 78 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. pelaksanaan pengelolaan data. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. c. b. penelaahan. penyiapan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. d. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. pengolahan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. e.

Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. g. h. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. c. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. d. b. pembinaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta perlindungan konsumen. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. f. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. b. e. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. d. i. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. 79 . perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik.

pelaksanaan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. b. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan.c. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. c. serta efisiensi dan transparansi usaha. d. serta penetapan wilayah usaha. b. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.

Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. c. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. b. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. terdiri dari: a. penyiapan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. pelaksanaan. 81 . Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. pemberian sanksi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. f. e. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Seksi Pelayanan Izin Usaha.

serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. f. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. e. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. b. b. 82 . Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. norma. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. pelaksanaan. kriteria hubungan komersial. d. terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan rumusan standar. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penyiapan. penyiapan.

pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan rumusan standar. norma. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. terdiri dari: a. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. mempunyai tugas 83 . pelaksanaan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. c. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. e. d.

kelaikan teknis. g. c. b. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. e. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. profesi personil. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. c. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. b. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. lindungan lingkungan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Kelompok Jabatan Fungsional. f. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. produk. i.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta penggunaan tenaga teknik. terdiri dari: a. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. keselamatan dan K3. 84 . e. serta pembinaan teknis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. d. h.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. f. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. c. e. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. g. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta Rancangan SNI. penelaahan. d. 85 .Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. b. penyiapan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib.

c. kalibrasi alat ukur. kelaikan peralatan. g. pelaksanaan. instrumentasi. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. e. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. 86 . penelaahan. d. b. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. f. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. terdiri dari: a. b. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. dan K3. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan.

evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. c. f. e. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. penelaahan. 87 . d. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. terdiri dari: a. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. b. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. b. g. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. b. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. b. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan. e. penelaahan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. d. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. 88 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik.

(2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. 89 . c. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. g. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. norma. penelaahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. profesi personil. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. e. b. terdiri dari: a.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. d. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. produk. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penelaahan.

energi perdesaan dan konservasi energi. kriteria pemanfaatan energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. norma. g. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. energi alternatif. 90 . terdiri dari: a. c. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. b. h. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. e.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. f. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. e. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. d. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Konservasi Energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. f. b. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan standar. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. b. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. c. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. b. e. penyiapan rumusan standar. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. norma. rencana dan program pengembangan usaha. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.d. penyiapan. penelahaan. penyiapan rumusan kebijakan. 91 . Seksi Program Pemanfaatan Energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. e. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. terdiri dari: a. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. b. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penelahaan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. pelaksanaan. c. penelahaan. d. norma dan kriteria konservasi energi. b. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. 92 . evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. penyiapan. Seksi Program Konservasi Energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. rencana dan program. penelahaan. penyiapan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. serta evaluasi atas program konservasi energi.

b. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan.. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. rencana dan program. terdiri dari: a. penyiapan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. norma. Seksi Program Energi Perdesaan. serta pedoman pengembangan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. b. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penyiapan rumusan standar. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. 93 .Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. c. d. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. e. pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.

Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. b. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. b. c. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. penyiapan. 94 . Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. Batubara dan Panas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. batubara. Batubara. batubara dan panas bumi. dan prosedur di bidang mineral. e. kriteria. norma. pedoman. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyusunan standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi. dan panas bumi. d. (2) Direktorat Jenderal Mineral. b. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. 96 .

serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. satuan kerja. terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. i.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. dan rumah tangga. b. g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. h. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. kearsipan. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 97 . evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. d. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. f.

akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Pengelolaan Informasi.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Bagian Keuangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. c. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. d. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. 98 . Batubara dan Panas Bumi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. rapat koordinasi. g. c. pelaporan. b. terdiri dari: a. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pelaporan. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. ketatalaksanaan. e. d. Bagian Umum dan Kepegawaian. e. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Laporan. f. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.

e. penelaahan. c. penelaahan. terdiri dari: a. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 99 . Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. Pasal 354 Bagian Keuangan. d. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. satuan kerja. situs. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta pengurusan revisi anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Perbendaharaan.

laporan pertanggungjawaban keuangan. e. penelaahan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. 100 . c. pelaksanaan informasi. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan Neraca Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pelaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. b. f. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. d. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyelesaian kerugian negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. pemberian telaahan dan bantuan hukum. b. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penelaahan. pelayanan konsultasi hukum. terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. c. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan.

Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. telepon. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ekspedisi persuratan dinas. c. penelaahan. f. pengadaan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penyiapan. keamanan. mutasi. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. kebersihan. dan Implementasi Sipeg. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga. e. batubara. dan kearsipan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan formasi. d. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. b. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. 101 . g. pemberhentian. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pertamanan dan perparkiran.

dan produksi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. 102 . cadangan atau potensi. b. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. c. investasi dan pendanaan. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. d. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. panas bumi dan air tanah. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. wilayah kerja. serta penetapan wilayah kerja. rencana dan program di bidang mineral. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. dan produksi. c. implementasi Sipeg. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. rencana pengadaan. batubara. serta kebijakan pengelolaan air tanah. neraca sumber daya wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Kepegawaian. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja.

evaluasi kebijakan. e. lembaga sertifikasi dan asosiasi. batubara. terdiri dari: a. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. f. pengelolaan data. j. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara dan Panas Bumi. pencatatan dan perhitungan PNBP. panas bumi dan air tanah. e. Batubara dan Panas Bumi. serta perhitungan bagi hasil. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. b. rencana dan program di bidang mineral. h. c. d. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. d. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. g. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral.e. serta pemantauan perencanaan program di daerah. perumusan perencanaan. eksplorasi dan operasi produksi. 103 . batubara. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. i. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah.

c. e. 104 . Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. penelaahan. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. h. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penelaahan. batubara. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta kerja sama di bidang mineral. f. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. asosiasi dan lembaga sertifikasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. g. Seksi Program Mineral dan Batubara. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. terdiri dari: a. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penyiapan. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. b. panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral.

Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Kerja Sama Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. penelaahan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. 105 . batubara dan pemanfaatan panas bumi. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. panas bumi dan air tanah. Kontrak Karya (KK). penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. b. rencana dan program investasi pertambangan mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan informasi bidang mineral.e. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan. penyiapan rumusan standar. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. f. panas bumi dan air tanah. b. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. batubara. c. 106 . penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta penyusunan statistik pengusahaan. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pencadangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. batubara.

terdiri dari: a. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. panas bumi dan air tanah. serta penetapan wilayah kerja. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pencadangan dan potensi di bidang mineral. pelaksanaan. neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. panas bumi dan air tanah. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. batubara. panas bumi dan air tanah. statistik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. 107 . penyiapan penetapan potensi. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. penelaahan. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja.e. (2) Seksi Informasi Mineral. batubara dan panas bumi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. batubara. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. cadangan dan wilayah kerja. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. b. Seksi Informasi Mineral. h. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. f. g.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. penelaahan. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. c. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta bagi hasil daerah. 108 . batubara dan panas bumi. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. b. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. d. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan pencatatan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. terdiri dari: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penyiapan. penyiapan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Seksi Bimbingan Usaha Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. e. pelaksanaan. g. 113 . Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. d. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. b. f. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. c. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja.

perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 114 . b. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pelaksanaan. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pelaksanaan. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. d. Seksi Hubungan Komersial Mineral. f. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. Seksi Hubungan Komersial Batubara. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. c. h. b. perumusan pengaturan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. i. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410.

pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. d. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. norma. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. l. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. terdiri dari: a. c. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan standar. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. b. k. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. g. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. d. f. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. dan perubahan batas wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. e. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413.j. 115 .

h. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. studi kelayakan dan eksploitasi. i. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. d. b. serta pengelolaan air tanah. e. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Seksi Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pelaksanaan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. 116 . Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan fasilitasi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan.

serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. c. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. e. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. d. serta pengendalian air tanah. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. g. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. penelaahan. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. serta pengendalian air tanah. 117 .Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. f. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. b. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421.

serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. i. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. 118 . b. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. b.h. Seksi Pengendalian Air Tanah. c. penelaahan. d. e. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. serta pengelolaan air tanah.

pelaksanaan. b.g. c. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. d. 119 . serta pengelolaan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. h. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. b. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. f.

serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. penelaahan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. b. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. pelaksanaan. c. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Seksi Konservasi Air Tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 120 . Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta air tanah.

Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. g. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. batubara dan panas bumi. produk. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b.d. kelaikan teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. i. e. Batubara dan Panas Bumi. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. profesi personil. serta penggunaan tenaga teknik. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. Subdirektorat Standardisasi Mineral. h. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. 121 . dan panas bumi. K3. panas bumi dan air tanah. f. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. f. batubara. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. j. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. c.

jenis dan mutu produk. Seksi Standardisasi Mineral. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. d. g. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penelaahan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Batubara. penyiapan. pemurnian. penelaahan. e. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. b. dan Panas Bumi.c. 122 . serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. produk. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. f. serta konservasi mineral dan batubara. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. penyiapan rumusan standar. profesi personil. terdiri dari: a. norma.

penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara.b. pelaksanaan. e. c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batas wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. 123 . Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. f. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. dan konservasi mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. b. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. b. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral.

Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. terdiri dari: a. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. e. Batubara. g. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. h. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan.c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. penelaahan. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 124 . pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. batubara dan panas bumi. dan panas bumi. d. pelaksanaan. b.

terdiri dari: a. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. kalibrasi alat ukur. penelaahan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Batubara. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. keamanan instalasi. f. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. d. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pengangkutan. pelaksanaan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penyimpanan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. batubara. norma. instrumentasi. panas bumi dan air tanah. penimbunan. batubara. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Keselamatan Batubara. c. 125 . penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. e.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. b. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan.

dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. norma. pelaksanaan. e. 126 . dan kriteria usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. f. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. b. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. batubara.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. penyiapan rumusan standar. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. terdiri dari: a. pelaksanaan. Batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Usaha Penunjang Batubara.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 127 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. 128 . b. Inspektorat IV. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. terdiri dari: a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat I. c. d. e. b. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. d. Inspektorat III. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. c. Inspektorat II. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460.

serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. k. perlengkapan. kearsipan. e. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi. keamanan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. 129 . d. j. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. b. Bagian Umum dan Keuangan. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. pengurusan kepegawaian dan organisasi. e. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. keprotokolan dan rumah tangga. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. pengelolaan urusan tata usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. d. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. i. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. f. h.

penyajian informasi.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Laporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. h. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. jaringan. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. i. g. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. f. rapat koordinasi. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan. e. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana. d. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. penelaahan. dan rencana kerja. pelaporan. satuan kerja. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pelaporan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. b. j. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan sistem. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. ketatalaksanaan. b. akuntabilitas kinerja. 130 . penelaahan. jaringan dan situs informasi. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. situs. ketatalaksanaan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. program kerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

Batubara dan Panas Bumi. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pengolahan. analisis hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. 131 . klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. penyiapan. Badan Geologi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. b. b. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. terdiri dari: a. c. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan. e. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pelaksanaan analisis. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. d.

pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. penelaahan. 132 . urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Subbagian Hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. penyiapan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta pemberian pertimbangan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. Subbagian Kepegawaian. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. perpustakaan. penyiapan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pertimbangan hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. serta pemberian pertimbangan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. b. terdiri dari: a. penyuluhan. d. dokumentasi hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. masyarakat dan yustisia. e. penelaahan. dokumentasi hukum. c. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan.

e. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. kebersihan. f. dokumentasi dan tata naskah. dan implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan keamanan. pelayanan kesekretariatan. rumah tangga dan kehumasan. rumah tangga dan kehumasan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. b. Subbagian Rumah Tangga. c. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. keprotokolan dan kehumasan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. g. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. serta pengurusan administrasi keuangan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. i. persuratan dinas. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. perlengkapan. terdiri dari: a. k. d. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. h. j. b. pengurusan penganggaran. perbendaharaan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. dan kearsipan. 133 . penelaahan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. serta pengurusan administrasi keuangan.

keprotokolan dan kehumasan. persuratan dinas. perencanaan kebutuhan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. serta evaluasi atas urusan keamanan. c. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kebersihan. perumusan laporan hasil pengawasan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. d. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. kearsipan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). b. penelaahan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 134 . perlengkapan dan pengadaan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. penelaahan. pelaksanaan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pemeriksaan. dan administrasi keuangan. e.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). 139 . serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pusat Lingkungan Geologi. h. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. terdiri dari: a. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. d. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. f. g. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. dan geologi lingkungan. Sekretariat Badan Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pusat Sumber Daya Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. e. penelitian dan pelayanan. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. perumusan kebijakan di bidang geologi. b. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. c. 140 . c. Pusat Survei Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelayanan survei geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi.

koordinasi pelayanan administratif Badan. i. b. c. akuntabilitas kinerja. d. informasi hukum. d. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. 141 . perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. kearsipan. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. j. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum. g. h. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pelaporan. c. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta pelaksanaan bantuan hukum. ketatalaksanaan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504.

e. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penelaahan. penelaahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. satuan kerja. Subbagian Laporan. d. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. b. pelaporan. penyajian informasi. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. situs. terdiri dari: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Pengelolaan Informasi. penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. f. 142 . c. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penyiapan. penyiapan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

penelaahan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas mutasi. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penggajian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan. c. e. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. kepangkatan. pengembangan. pengangkatan. kesejahteraan. kesejahteraan. serta implementasi Sipeg Badan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pengurusan perencanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. b. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. kepangkatan. pengembangan. d. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pemberhentian. serta evaluasi atas perencanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. b. penyiapan. serta implementasi Sipeg. pengadaan. penggajian. c.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta pengembangan organisasi Badan. dan analisis jabatan. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. 143 . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan.

dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. f. Neraca. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. PBI Badan. Subbagian Kekayaan Negara. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rumah tangga. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penyelesaian kerugian negara.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. kearsipan. d. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Pasal 517 Bagian Keuangan. b. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 144 . serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Akuntansi. e. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta pengurusan revisi anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perlengkapan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan revisi anggaran Badan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perlengkapan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penelaahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kearsipan. bantuan hukum. c. serta pengurusan perlengkapan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kebersihan dan keamanan Badan. pengadaan. b. informasi dan dokumentasi hukum. dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Subbagian Hukum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. f. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Pasal 521 Bagian Umum. e. serta keprotokolan dan upacara Badan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. penyiapan. persuratan dinas dan kearsipan. perpustakaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. dan rumah tangga. 145 . kehumasan. distribusi penggunaan. d. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pelayanan kesekretariatan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. c. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. kesekretariatan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan kearsipan. pelaksanaaan bantuan hukum.

evaluasi penyelenggaraan penelitian. d. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. gambut. b. i. j. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyelidikan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Bidang Informasi. administrasi keuangan. serta pemetaan tematik potensi. c. penyusunan neraca sumber daya geologi. perumusan rencana dan program. 146 . dan pelayanan bidang sumber daya geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. d. dan panas bumi. h. mineral. batubara. Bidang Program dan Kerja Sama. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan kepegawaian Pusat. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. e. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan. keuangan. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rekayasa teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Bidang Sarana Teknik. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. bitumen padat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. f. serta rancang bangun dan pemodelan. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. pengembangan. serta akuntansi. b. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. c. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengurusan perencanaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. c. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. keamanan. 147 . (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengangkatan. keuangan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. d. pelaksanaan. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. 148 . serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. f. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi.d. e. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. penelaahan. pelaksanaan.

Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. d. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penganggaran. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Pasal 540 Bidang Informasi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan. Subbidang Program. serta pengelolaan perpustakaan. b. 149 . penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta pemutakhiran basis data.

pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. gempa bumi. penyelidikan. tsunami. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. tsunami. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. sistem. serta sesar aktif. c. penelaahan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pelaksanaan. dokumentasi. j. b. dan rekayasa teknologi. serta rancang bangun. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. operasi perangkat lunak. dan gerakan tanah h. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. gempa bumi. rumah tangga. perpustakaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. dan kepegawaian Pusat. dan gerakan tanah. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta pos pengamatan gunung api. pelaksanaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. i. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. g. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pemodelan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. d. e. 150 . pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyelidikan. keuangan. b. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pengurusan perencanaan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. kebersihan. pengangkatan.k. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. terdiri dari: a. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. c. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan sarana. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. e. l. kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemelaahan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. keamanan. keuangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta perpustakaan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. 151 . d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. pengurusan. Kelompok Jabatan Fungsional. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

Subbidang Penyelidikan Gunung Api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. penelaahan. d. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pengurusan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta penetapan status dan peringatan dini. b. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. 152 . terdiri dari: a. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. penetapan status. pelaksanaan. pemelaahan. c. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. b. penelaahan. geokimia dan deformasi. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549.

pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. pelaksanaan. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. gerakan tanah dan tsunami. terdiri dari: a. c. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. penelaahan. b. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. d. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. 153 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah.

b. c. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. penelaahan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. penyiapan. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penelaahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. f. terdiri dari: a. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. 154 . penyelidikan. gerakan tanah dan tsunami. e. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. d. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta pelaksanaan atas perencanaan program. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 155 . b. h. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. c. k. b. b. Bidang Sarana Teknik. keuangan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. d. Bidang Program dan Kerja Sama. rumah tangga. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Informasi. terdiri dari: a. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rekayasa teknologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. administrasi keuangan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. j. d. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. f. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengembangan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. geologi teknik dan air tanah. penyelidikan. c. Bagian Tata Usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. geologi teknik dan air tanah.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. i. evaluasi penyelenggaraan penelitian. g. dan pengelolaan tata ruang. e. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah.

keamanan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. c.c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keuangan. e. d. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. 156 . Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. d. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. 157 . Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Laboratorium. e. Subbidang Program. terdiri dari: a. b. pelaksanaan. pelaksanaan. Subbidang Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. c. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja.

c. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 578 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan publikasi. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelakanaan pengelolaan sistem. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. penganggaran. penelaahan. 158 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.

pelaksanaan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. j. d. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. inventarisasi hasil survei. k. pemetaan geologi. penelaahan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. sosialisasi. tektonik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pemetaan dan penelitian geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa survei. evaluasi pelaksanaan penelitian.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. rumah tangga. h. penyelidikan dan survei di bidang geologi. 159 . jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. operasi perangkat lunak. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. geomorfologi. perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. g. m. geokimia. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. b. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. rekayasa teknologi. penelaahan. penelitian dan penyelidikan geologi. pengelolaan ketatausahaan. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. dan kepegawaian Pusat. pemetaan. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. dokumentasi. l. pelaksanaan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. geofisika. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. sistem. i. f.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. 160 . keuangan. Bagian Tata Usaha. pengangkatan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. b. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bidang Informasi. keuangan. serta akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Teknik. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Program dan Kerja Sama. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. b. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. kebersihan. Kelompok Jabatan Fungsional. keamanan.

serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. c. b. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. pelaksanaan. f. Subbidang Laboratorium. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. pelaksanaan. 161 . Subbidang Sarana Penyelidikan. e. d. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik.

penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Program. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta kerja sama pelayanan jasa. b. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. e. 162 . (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penyusunan akuntabilitas kinerja. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. d.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Kerja Sama. penelaahan. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

operasi perangkat lunak. sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta pengelolaan perpustakaan. 163 . pelaksanaan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. terdiri dari: a. d. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. pelaksanaan. c. Pasal 597 Bidang Informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi dan publikasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. perpustakaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. sosialisasi.

Perekayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Teknisi Litkayasa. Penyelidik Bumi. 164 . Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. e. panas bumi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. mineral batubara. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pembinaan pelayanan jasa teknologi. g. f. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. b. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. 165 . c.

Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. g. e. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. d. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. e. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. informasi hukum. c. dan rumah tangga. b. 166 . serta pelaksanaan bantuan hukum. kearsipan. f. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. terdiri dari: a.

b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. c. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. c. Bagian Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. g. pelaporan. f. j. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Umum. b. d.i. ketatalaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. 167 . penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. e. pengelolaan sistem. pelaporan. d. akuntabilitas kinerja. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Subbagian Laporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. b. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.

pengembangan. penyiapan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. pelaksanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. d. pengadaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kesejahteraan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. b. e. c. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. b. c. pengurusan perencanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. terdiri dari: a. dan analisis jabatan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kepangkatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. 168 . serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta penyempurnaan organisasi Badan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta implementasi Sipeg. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. pemberhentian. penyajian informasi. penyiapan. jaringan.

serta evaluasi atas perencanaan. terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. b. kesejahteraan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pengangkatan. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. b. penyiapan. c. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta penyelesaian kerugian negara. e. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta evaluasi atas mutasi. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Kekayaan Negara. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 169 . implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. d. penggajian. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. f. PBI Badan. penyiapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan pemberhentian. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan.

penyelesaian kerugian negara. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. kehumasan. dan pemeliharaan barang inventaris. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. perlengkapan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. terdiri dari: a. penelaahan. 170 . Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan. Neraca. dan rumah tangga. pelaksanaan. f. c. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. c. e. dan kearsipan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelayanan kesekretariatan. perpustakaan. informasi dan dokumentasi hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penelaahan. Subbagian Hukum. kearsipan. serta pengurusan perlengkapan. b. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. persuratan dinas. pengadaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. penyiapan koordinasi ketatausahaan. b. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan rumah tangga. Pasal 622 Bagian Umum. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. dan revisi anggaran Badan. kearsipan. pelaksanaan.

Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. d. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. dokumentasi hukum dan perpustakaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. bantuan hukum. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. kebersihan dan keamanan Badan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. kesekretariatan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. e. g. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta keprotokolan dan upacara Badan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. rencana kebutuhan dan pengadaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pelaksanaan. b. penelaahan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. penyiapan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. f. 171 . perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara.

b. Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. rumah tangga. pengurusan perencanaan. keuangan. kebersihan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. e. i.h. Bidang Program. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. administrasi keuangan. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. dan kepegawaian Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. e. d. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional. Bidang Afiliasi. pengangkatan. terdiri dari: a. 172 .

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 173 . b. dan kebersihan Pusat. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. keamanan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. c. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeliharaan sarana kerja. Subbidang Pengembangan Sarana. serta pengadaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyediaan bahan baku. penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.

penelaahan. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 174 . serta analisis. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. c. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi. b. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. Pasal 637 Bidang Program. penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. pelaksanaan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. pelayanan jasa teknologi. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. c. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. pelaksanaan. 175 . Subbidang Informasi dan Publikasi. terdiri dari: a. d.

serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. i.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. c. b. jaringan. rumah tangga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. g. f. h. e. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. situs dan penyebarluasan informasi. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan. 176 . serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.

terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kebersihan Pusat. pengangkatan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. d. Bidang Afiliasi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. e. keuangan. Bidang Program. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. 177 . pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. persuratan dinas dan kearsipan. b. pengembangan. b. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengadaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. Bagian Tata Usaha. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. kebersihan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemeliharaan sarana kerja. keamanan.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". perbendaharaan dan akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e.

penyiapan. penyiapan. pelaksanaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. 178 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. d. pelaksanaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana. e. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. penelaahan. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.

(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 656 Bidang Program. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. c. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. b. penyiapan. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. 179 . serta analisis. penelaahan.

b. terdiri dari: a. e. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. 180 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 660 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. penelaahan. b. jaringan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. penelaahan. jaringan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Kelompok Fungsional. 181 . b. e. i. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. d. terdiri dari: a. h. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. b. g. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. c. administrasi keuangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bidang Program. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. dan kepegawaian Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. e. c. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

b. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. persuratan dinas dan kearsipan. pemeliharaan sarana kerja. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. terdiri dari: a. kebersihan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan kebersihan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta pengadaan. 182 . e. c. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengurusan perencanaan.

terdiri dari: a. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. b. 183 . pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. e. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Pengoperasian Sarana. d. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan operasi penggunaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan.

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. 184 . penelaahan. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 675 Bidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Subbidang Penyiapan Rencana. b. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta analisis. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi.

d. pelayanan jasa teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 679 Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. penelaahan. e. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. c. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. situs dan penyebarluasan informasi. 185 . pelaksanaan. jaringan. jaringan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.

d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Kelompok Fungsional. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. c. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. h. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Bidang Afiliasi. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. e. b. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. f. b. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. g. Bagian Tata Usaha. keuangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. j. rumah tangga.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. geokimia. dan geofisika kelautan. i. terdiri dari: a. administrasi keuangan. 186 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.

e. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengadaan. d. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. dan kebersihan Pusat. pengangkatan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pemeliharaan sarana kerja. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 187 . Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. serta pelaksanaan keamanan. persuratan dinas dan kearsipan. b. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perencanaan.

penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana.c. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. e. b. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 188 . penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pelaksanaan operasi penggunaan. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

serta analisis. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 189 . penelaahan. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. d. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. c. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b.c. penyiapan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

e. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan. jaringan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. jaringan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. 190 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.d. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. b. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

Teknisi Litkayasa. Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 191 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

perumusan kebijakan penyelenggaraan. h. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. rencana dan program pendidikan dan pelatihan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. d. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. mineral. b. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. geologi. c. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. batubara. f. 192 . e.

perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. b. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. g. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. c. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. satuan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. koordinasi pelayanan administratif Badan. e. 193 . pembinaan kerja sama. d. d. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. f. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. i. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. h. c.

g. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. Bagian Umum. akuntabilitas kinerja. pelaporan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. f. b. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penganggaran. Bagian Keuangan. pengelolaan urusan ketatausahaan. ketatalaksanaan. 194 . penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. d. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. b. e. serta perencanaan kerja. Bagian Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. l. Pasal 708 Sekretariat Badan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. h. Bagian Rencana dan Laporan. dan rumah tangga. k. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pelaporan. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan.j. c. d.

Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penggajian. Subbagian Kerja Sama. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pengembangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. akuntabilitas kinerja. dan analisis jabatan. terdiri dari: a. d.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pengadaan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta evaluasi atas laporan berkala. b. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. kepangkatan. jaringan dan situs informasi Badan. pemberhentian. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penelaahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kesejahteraan. pelaksanaan. perencanaan kerja. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta implementasi Sipeg. dan sistem. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. 195 . penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. e. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. serta pengembangan organisasi Badan. b. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. penganggaran. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. prosedur kerja.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. kontrol kualitas.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Subbidang Utilitas. b. b. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. Subbidang Kilang. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. 200 . produk kilang. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.. d. c. pelaksanaan.

Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. c. 201 . produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. pelayanan jasa. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan. penelaahan. Subbidang Bengkel. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. b.

melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. pelaksanaan. g. b. norma. kriteria dan prosedur. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penelaahan. c. b. pengelolaan kepustakaan. 202 . penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. d. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. standar. pelaksanaan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta kepustakaan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

prosedur. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. Bagian Tata Usaha. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. kearsipan. norma. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. i. pemberian pelayanan jasa. pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. g. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Batubara. e. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. f. terdiri dari: a. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. 203 . b. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Sarana Teknis. c. kriteria pendidikan dan pelatihan. h. d. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. c. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara.

b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. organisasi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. d. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. ketatalaksanaan dan umum Pusat. akuntansi. terdiri dari: a. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. dokumentasi dan tata naskah. kehumasan dan keprotokolan. b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. b. serta hukum. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. perbendaharaan. 204 . perlengkapan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.

b. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. norma. penelaahan. pedoman. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemeliharaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. penelaahan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. Subbidang Pengembangan Sarana. d. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan.c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 205 . rencana pengembangan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.

Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan prosedur. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. c. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. kriteria. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. e. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan. penelaahan. norma. penyiapan rumusan standar. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. 206 . kerja sama dan sistem. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.d. terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. Subbidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.

tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. penelaahan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyusunan standar. pemberian pelayanan jasa. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penyusunan standar. norma. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. e. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan penyelenggaraan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. pedoman. pelaksanaan. c. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. penelaahan. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. d. prosedur. f. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. b. 207 .

Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. b. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. h. e. organisasi dan ketatalaksanaan. akuntansi. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. d. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kehumasan dan keprotokolan. c. b. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. perbendaharaan. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. b. 208 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. c. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.g.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. terdiri dari: a. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 209 . penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. c. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan dan situs informasi. e. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kerja sama. penelaahan. penyiapan. b. akuntabilitas kinerja. d.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. dan sistem.

Subbidang Sarana dan Prasarana. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. promosi. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan kerja sama. pelaksanaan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. c. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. e. b. penelaahan. Subbidang Pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. norma.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. kriteria dan prosedur. terdiri dari: a. 210 . pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d.

pedoman. pengelolaan ketatausahaan. g. h. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. norma. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. f. d. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 211 . c. penelaahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. prosedur. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. c. b. d. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. b. Bidang Pelatihan dan Sarana. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha.

perbendaharaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kehumasan dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah. organisasi dan ketatalaksanaan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. akuntansi. perlengkapan. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. 212 . Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. hukum. c. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian.

penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. kerja sama. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma dan kriteria. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. pedoman. e. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. 213 . penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. norma. serta evaluasi atas standar. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. penelaahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. c. d. pedoman. pelaksanaan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan.

penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. b. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pelatihan. 214 .Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. b. pelaksanaan kerja sama. c. Subbidang Sarana dan Prasarana. kerja sama. promosi. penelaahan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 215 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. e. d. Direktorat Jenderal. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Inspektorat Jenderal dan Badan. b. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. 216 . Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. c. terdiri dari: a. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.

g. k. e. h. c. i. b. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pengolahan dan pelayanan data dan informasi.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. j. 217 . penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. f. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. d. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta neraca energi dan sumber daya mineral. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala.

serta kearsipan Pusat. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan urusan tata usaha. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. d. dan persuratan dinas. e. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bidang Kajian Strategis. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. b. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. c. dukungan operasi kerja. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. Subbagian Tata Usaha Bakoren. serta kearsipan Bakoren. d. c. Subbagian Tata Usaha Pusat. c.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. 218 . Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaporan dan tata persuratan. b.

standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. h. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. j. persuratan dinas dan kearsipan. k. i. b. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. g. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. f. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. l. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan norma. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. d. c. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. e. 219 . pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral.

Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan norma. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penelaahan. e. penelahaan. b. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketenagalistrikan. b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. 220 . Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penelaahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. c. terdiri dari: a. batubara dan panas bumi. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. pelayanan data dan informasi. d. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. f. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. air tanah dan kegeologian. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. f. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. Subbidang Kajian Strategis Energi. b. c. gambut. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. pelaksanaan. pelaksanaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. 221 . penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. penelahaan. pelaksanaan. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. d. b. bitumen padat. penelahaan. e. terdiri dari: a. penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814.

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. 222 . Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.

dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. organisasi. peraturan perundang-undangan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). peralatan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. 223 . sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. penganggaran. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dokumentasi. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi personil. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal.a kepada pejabat eselon I. regulasi ekonomi dan keteknikan.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. perencanaan kerja. dan keselamatan umum. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. standardisasi teknis.

Direktur.b.a. Direktur Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (4) Kepala Bagian. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Pusat. Inspektur.a.a. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. Direktur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. 224 . PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (3) Kepala Biro. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.BAB XIV ESELON. Inspektur Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (5) Kepala Subbagian.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. 225 . X. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.d.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 . (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi.

BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . b. c. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. maka: a. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful