MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. dan lembaga lain yang terkait. e. b. Departemen lain. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Lembaga Pemerintah Non Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi kegiatan Departemen. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. d. Biro Umum. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Kementerian Negara. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. b. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Kepegawaian dan Organisasi. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. 5 . Biro Keuangan. terdiri dari: a.

d. i. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. terdiri dari: a. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta kerja sama. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. rencana dan program kerja. serta rencana strategis. e. k. c. serta pengelolaan kerja sama Departemen. f. evaluasi kebijakan pembangunan. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Kelompok Jabatan Fungsional. d. menengah dan tahunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. rencana pembangunan jangka panjang. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Bagian Analisis dan Evaluasi. l. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. rencana anggaran. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan akuntabilitas kinerja. b. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). e. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. rencana dan program kerja dan anggaran. b. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. perumusan kebijakan pembangunan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Bagian Perencanaan Anggaran. j. h. 6 . penyusunan harga satuan. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. dan rencana anggaran. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Bagian Kerja Sama. g. rencana kerja dan anggaran.

dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. Inspektorat Jenderal. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. c. penelaahan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Batubara dan Panas Bumi. Menengah dan Tahunan Departemen. b. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penyiapan rumusan norma. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. d. e. Subbagian Perencanaan Penunjang. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. penelaahan. dan Badan Geologi. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. 7 . Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. standar dan kriteria rencana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penyusunan rumusan RK-KL. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. dan urusan tata usaha Biro. b. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral.

pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan Badan Geologi. b. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. dan 8 . norma. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. d. Subbagian Penganggaran Penunjang. c. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyiapan. c.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan. penelaahan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan rumusan satuan harga pokok. penyiapan rumusan standar.

d. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. g. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. f. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. rencana pembangunan jangka panjang. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b. b. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. RKA-KL. penelaahan. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. e. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. tahunan dan rencana strategis. terdiri dari: a. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. penyiapan bahan sidang. penyiapan rumusan standar. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. menengah. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. h. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. 9 . norma.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria akuntabilitas kinerja.

Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. norma. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. h. f. Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penelaahan. g. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. c. penyiapan. dan Badan Geologi. penyiapan rumusan standar. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. kriteria kerja sama. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Panas Bumi. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta kerja sama asosiasi. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 10 . Inspektorat Jenderal. e. d. penelaahan.

11 . serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. b. disiplin. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. pengembangan organisasi dan tata laksana. pembinaan mutasi. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. d. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. b. serta penyiapan penetapan pemberhentian. c. pengadaan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perencanaan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. penelaahan. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). e. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. dan kesejahteraan pegawai.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. dan penilaian kinerja pegawai. kepangkatan. pemensiunan. jabatan struktural dan fungsional. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Subbagian Kerja Sama Bilateral. penempatan dan pengembangan pegawai. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

k. Bagian Data dan Informasi Pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. d. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Pegawai Negeri Sipil (PNS). serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. pengadaan. pola dan pengembangan karir pegawai. 12 . Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. c. g. evaluasi pembinaan kepegawaian. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). d. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. i. serta administrasi penugasan ke luar negeri. h. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). pengelolaan sistem informasi pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. e. penyiapan rumusan standar. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi.f. e. c. serta kartu PNS. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. penyusunan rencana formasi. b. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Kelompok Jabatan Fungsional. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. serta standardisasi kompetensi jabatan. j. g. norma. terdiri dari: a. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyiapan rumusan rencana. Bagian Mutasi Pegawai.

h. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. dan Kartu PNS Departemen. b. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. j. pemberhentian dan disiplin. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. kompetensi pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. penelaahan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. bimbingan teknis. c. urusan tugas belajar dan izin belajar. Subbagian Pengembangan Karir. i. pemindahan. terdiri dari: a. penyiapan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. kepangkatan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penelaahan. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. 13 . dan penugasan pegawai ke luar negeri. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar.

Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. perbantuan. dipekerjakan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pemberhentian dan disiplin. b. d. g. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pelaksanaan pemindahan pegawai. i. terdiri dari: a. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pemberhentian. serta Kartu Istri. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. f. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Kartu Suami. 14 . ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. h. penyiapan standar. dan Bapertarum. ujian dinas dan Ujian KPPI. dan penilaian angka kredit. pengangkatan kembali. e. dan penarikan kembali pegawai. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. serta kesejahteraan pegawai. c. Askes. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. kepangkatan. Taspen. penelaahan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. perbantuan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. j.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. penarikan kembali. pembebasan sementara. pemindahan. pemindahan. dipekerjakan. b. kepangkatan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. norma. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. pemindahan. dan penilaian prestasi pegawai. pelaksanaan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pemberhentian. k. c. cuti. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. pelaksanaan kepangkatan. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan disiplin pegawai.

penghargaan. dan administrasi lembaga tripartit. pelayanan kesehatan. penghargaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. penggajian. i. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Kartu Istri. pengadaan pegawai. d. Taspen. c. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. jabatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. pendidikan dan pelatihan pegawai. penilaian angka kredit. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pemberhentian dan pemensiunan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penelaahan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Bapertarum pegawai Departemen. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. kepangkatan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. dan daftar riwayat hidup pegawai. disiplin. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Askes. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. Kartu Suami. b. penyusunan laporan kekuatan pegawai. f. penyiapan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. g.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Daftar Urut Kepangkatan. pemindahan. 15 . h. e. pelaksanaan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

pelaksanaan. pelaksanaan. b. e. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. serta evaluasi. pendidikan dan pelatihan pegawai. kepangkatan. jabatan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penelaahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penelaahan. d. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. c. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. kriteria pengembangan organisasi. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pemberhentian. norma. b. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. pemindahan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pengembangan organisasi dan jabatan. 16 . penggajian. pengadaan pegawai. klasifikasi dan peta jabatan. penghargaan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja.

pengembangan. pengembangan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. administrasi keuangan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. peta jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. c. h. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. standardisasi kompetensi jabatan. Subbagian Kelembagaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. evaluasi dan klasifikasi jabatan. g. pola hubungan kerja. pengembangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. penelaahan. 17 . pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja.f. b. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Tata Laksana. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. penelaahan. penelaahan. analisis beban kerja. perbendaharaan.

evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. serta bimbingan teknis perbendaharaan. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. administrasi keuangan. l. e. e. Bagian Akuntansi. c. kekayaan negara dan akuntansi. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. serta Neraca Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. Pasal 49 Biro Keuangan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. serta pembinaan perbendaharaan. serta pelaksanaan akuntansi. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. k. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. 18 . pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. g. i. d. penyelesaian kerugian negara. laporan realisasi anggaran. dan implementasi sistem akuntansi. Bagian Pendapatan dan Belanja. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta nota keuangan. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. b. h. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. j.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. perbendaharaan. Bagian Kekayaan Negara. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. terdiri dari: a. b. pembinaan inventarisasi. Bagian Perbendaharaan.

penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. b. f. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyusunan rumusan standar. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. dan urusan tata usaha Biro. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penelaahan. norma. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Anggaran Belanja. e. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. Subbagian Anggaran Pendapatan. i. penyiapan target. penyiapan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. 19 . h. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penelaahan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. k. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. c. g. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. pelaksanaan. b.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. evaluasi tarif dan revisi PNBP. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. d.

dan pengelolaan SPM. b. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. c. norma. penelaahan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Badan Geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. b. g.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. f. Inspektorat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. e. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. 20 . c. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Batubara dan Panas Bumi.

g. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. 21 . Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. ganti rugi. tuntutan perbendaharaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. b. b. e. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. norma. pelaksanaan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. f. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. d. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. penelaahan. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penelaahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara.

Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). dan bidang geologi dan sumber daya mineral. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. rekonsiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. d. c. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penyiapan Neraca.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan verifikasi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. pelaksanaan. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Pasal 64 Bagian Akuntansi. penyiapan rumusan standar. 22 . evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. f. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). norma. Badan Geologi. pelaksanaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. g. c. b. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. terdiri dari: a. penelaahan. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

bantuan hukum. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kewajiban.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. dan implementasi SAI Departemen. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. penelaahan. verifikasi anggaran. pelaksanaan. serta kehumasan. konsolidasi. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. penelaahan. d. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan hukum dan kehumasan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. rekonsialiasi. dan bantuan hukum. c. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. equitas dana. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. e. serta evaluasi atas pembukuan aset. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. pelaksanaan. dan penyelesaian kasus hukum. pelaksanaan. pengelolaan dokumentasi. 23 . Neraca. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. b. dan bantuan hukum. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). dan implementasi SAAT Departemen. g. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. serta program legislasi dan regulasi. penelaahan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta hubungan masyarakat Departemen. serta pelaksanaan kehumasan. h.

d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. b. b. j. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. 24 . Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penelaahan. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. dan bantuan hukum. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. c. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. terdiri dari: a. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen.i. Bagian Bantuan Hukum. c. evaluasi peraturan perundang-undangan. d. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e. Bagian Penelaahan Hukum. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. e. Bagian Hubungan Masyarakat.

Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. b. e. d. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria kontrak atau perjanjian. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 25 . penelaahan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. h. g. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penelaahan.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. c. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar.

d. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. b. b.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. e. penyiapan. penyiapan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penyiapan rumusan standar. c. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. f. c. norma. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. 26 . Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Batubara dan Panas Bumi.

Batubara dan Panas Bumi. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksaaan. konferensi pers. terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. pelaksaaan. b. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. serta monitoring dan analisis berita. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. penyiapan rumusan standar. norma. penelaahan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. 27 . d. f. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

peliputan dan perekaman kegiatan. h.g. penelaahan. pelaksanaan peliputan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. serta evaluasi atas hubungan dengan media. konferensi pers. pameran Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. 28 . dan urusan tata usaha Biro. monitoring dan analisis berita Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. terdiri dari: a. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. penerbitan. pelaksanaan. j. Subbagian Publikasi. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. b. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. i. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. c. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Hubungan Kelembagaan.

tata usaha dan kearsipan. b. tata persuratan dinas dan kearsipan. Sekretaris Jenderal. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Staf Ahli. Bagian Tata Usaha. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Kepala Biro dan Kepala Pusat. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. pengelolaan rumah tangga. f. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. g. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Pasal 87 Biro Umum. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. d. pengadaan. Bagian Perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional. e. c. c. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. e. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. penyediaan sarana dan prasarana kerja. h. b. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. terdiri dari: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. perlengkapan dan pengadaan. j. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. tugas 29 . serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. i. d.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. f. rumah tangga Sekretariat Jenderal.

pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. persuratan dinas. Medan Merdeka Selatan 18. b. e. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. f. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. c. terdiri dari: a. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. d. c. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. pelantikan. penyiapan penyelenggaraan rapat. b. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan.

penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. c. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 31 . serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. d. penelaahan. penjadwalan kegiatan. dan ekspedisi surat dinas. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. pelaksanaan. b. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. f. penelaahan. e. norma. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan rumusan standar. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. b. Subbagian Tata Usaha Departemen. persuratan dinas. terdiri dari: a. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. Pasal 94 Bagian Tata Usaha.

f. keselamatan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. b. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b. c. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. d. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. terdiri dari: a. Thamrin 1. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. Kepala Biro dan Kepala Pusat.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. keamanan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. keselamatan. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal.H. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. M. c. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. 32 . pelaksanaan kebersihan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat).

dan kearsipan Staf Ahli. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. inventarisasi. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan bahan rumusan standar. kriteria perlengkapan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan kegiatan. f. g. 33 . Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. c. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Subbagian Rencana Kebutuhan. norma. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Subbagian Pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengadaan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. serta pengadaan. c. b. e. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penelaahan penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. terdiri dari: a.

34 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pedoman. kriteria. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. b. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan standar. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. terdiri dari: a. 35 . norma.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. d. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. e. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Bagian Keuangan. dan rumah tangga. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. i. g. terdiri dari: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. e. d. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan urusan ketatausahaan. f. kearsipan. d. akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h. pelaporan. Kelompok Jabatan Fungsional. 36 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. satuan kerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. c.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. g. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. 41 . Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. implementasi Sipeg. WP & B). j. i. m. rencana dan program. h. n. f. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. e. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. b. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. penelaahan. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. pelaksanaan. d. k. serta perhitungan bagi hasil. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. c. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. l. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja.

d. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. penyiapan rumusan. b. f. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi.o. terdiri dari: a. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. p. b. penyusunan statistik. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. terdiri dari: a. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. c. norma. h. d. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. c. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta data kebutuhan. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. e. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kebijakan. g. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. e. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. serta pencadangan strategis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. ketersediaan dan infrastruktur sektor. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. 42 .

penyiapan rumusan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. norma. serta penyediaan informasi. penelaahan. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. terdiri dari: a. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. f. penyiapan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. 43 . Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. pengumpulan data potensi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. dan pelaksanaan sosialisasi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan terms of condition KKS. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penelaahan. permasalahan iklim usaha. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. b. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. d. e. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi.

serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. c. norma. pelaksanaan pencatatan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. d. penyiapan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. 44 . pemeriksaan dan pengujian. serta bagi hasil daerah. penelaahan. e. penyiapan. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penyiapan rumusan standar. serta biaya operasi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). penelaahan. i.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. j. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. f. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pajak. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. tugas serta induk. tugas serta induk. g. h. retribusi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi.

dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. tenaga kerja asing. harga minyak mentah Indonesia. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. norma. b. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan. tenaga kerja asing. 45 . Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pajak. f. b. PNBP dan tarif iuran. retribusi. penelaahan. e. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. d. terdiri dari: a. c. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. g. lifting dan target penerimaan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi.

Seksi Pengelolaan Barang Operasi. fasilitasi lembaga tripartit. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. penyiapan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. rencana impor barang operasi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. b. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. b. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. penelaahan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. i. 46 . dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. pelaksanaan. serta pengaturan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggunaan barang operasi. rencana penggunaan tenaga kerja asing. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. pemberdayaan produksi dalam negeri.h. pelaksanaan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. k. dan kerja sama dalam negeri.

pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. pelaksanaan. Seksi Multilateral dan Regional. lembaga sertifikasi dan asosiasi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. f. penyiapan. penyiapan. b. serta kerja sama Pemerintah Daerah. e. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. penelaahan.c. b. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. terdiri dari: a. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. 47 . penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. c. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. g. penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi.

Subdirektorat Wilayah Kerja. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. b. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a.d. 48 . norma. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. i. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. c. d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. g. h. l. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. e. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. k. j. f. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. h. kriteria pengelolaan WK. penyiapan rumusan standar. f. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. d. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. pengelolaan WK. c. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. b. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. pelaksanaan pengumuman WK. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan standar. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b. f. kriteria usaha eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. c. norma. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. d. e. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penelaahan.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. 49 . penilaian. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. b. b. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

j. b. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. g. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. e. kriteria. f. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. pelaksanaan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. d. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. 50 . Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penelaahan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. c. pelaksanaan. i. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. h. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. norma. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan.

Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. f. kriteria usaha eksploitasi. c. norma. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. penelaahan. penelaahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. 51 . penyiapan. e. b. b. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. d. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. tumpang tindih lahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. g. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional.

52 . pelaksanaan. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. h. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. e. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan. c. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pembinaan teknis. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. penelaahan. norma. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. i. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penelaahan.

h. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan Penugasan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Penyediaan. bahan bakar gas.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. b. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. perumusan jenis bahan bakar minyak. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. f. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. 53 . Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. i. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. g. bahan bakar lain. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Light Petroleoum Gas (LPG). perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). d. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Light Natural Gas (LNG). e. penelaahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. c.

pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. d. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. b. c. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. f. h. LNG. Kelompok Jabatan Fungsional. k.j. penyiapan perizinan usaha pengolahan. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. d. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. l. i. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. e. bahan bakar gas. b. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. 54 . serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. LPG. bahan bakar lain. g. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. j. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. e. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan data.

penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. 55 . penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. terdiri dari: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. penyiapan. g. d. e. penelaahan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. norma. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penelaahan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. h. pengelolaan data. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. c. b.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan.

c. kriteria harga bahan bakar. penyiapan rumusan formulasi harga. b. bahan bakar gas dan LPG. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penelaahan. penyiapan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. b. serta penyiapan penetapan P3JBT. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi.i. 56 . hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. norma. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. d. penyiapan rumusan standar. penyiapan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. terdiri dari: a. e. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi.

penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penelaahan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. g. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. penyiapan. d. c. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. LNG. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. 57 . pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. b. kriteria usaha niaga. penyiapan perizinan usaha niaga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. h. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. b. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pelaksanaan. gas bumi. e. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. penyiapan rumusan standar. h. penyiapan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. LPG. penelaahan. g. pengelolaan data.f. norma. pelaksanaan. i.

c. biodiesel. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. pelumas. Seksi Proses Non Bahan Bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tugas 58 . petrokimia. Seksi Niaga Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. d. LPG. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. penyiapan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. LNG. b. terdiri dari: a. dan non bahan bakar lainnya. penelaahan. b. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. e. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. kriteria usaha non bahan bakar. penyiapan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Niaga Minyak Bumi. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. terdiri dari: a. f.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penyiapan norma.

(2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. biodiesel. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. usaha penunjang. c. profesi personil. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. lindungan lingkungan. biodiesel. f. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. kelaikan teknis.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. petrokimia. penyiapan. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. g. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. dan non bahan bakar lainnya. 59 . lindungan lingkungan. petrokimia. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. produk. penelaahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). e. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. h.

j. h. c. e. d. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. g. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. f. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. c. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. 60 . Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. b. e. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202.i. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas.

(2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. dan penggunaan tenaga teknik. e. d. b. penyiapan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. norma. dan kalibrasi alat ukur. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan rumusan standar. f. g. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. K3. instalasi. keselamatan operasi. 61 . Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi.

Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. c. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. instalasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. pengangkutan. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. b. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3. instrumentasi. terdiri dari: a.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. dan penggunaan tenaga teknik. 62 . d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. norma. pelaksanaan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. keselamatan operasi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

pengangkutan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. c. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Penyimpanan. Penyimpanan. penyiapan. pengangkutan.f. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penelaahan. pengangkutan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Penyimpanan. g. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. b. 63 . Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. serta penjaminan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi.

evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. g. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. c. dan kriteria usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. e.d. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. terdiri dari: a. b. 64 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penelaahan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan.

evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. profesi personil. f. penelaahan.d. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. b. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. g. terdiri dari: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. 65 .

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. penyusunan standar. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. c. kriteria. e. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pedoman. 67 . b. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d.

g. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. kearsipan. i. d. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. dan rumah tangga. 68 . e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. satuan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. f.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal.

b. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. 69 . Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaporan. situs. pelaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. g.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. f. d. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. terdiri dari: a. rapat koordinasi. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. akuntabilitas kinerja. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. jaringan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. c. e. pengelolaan sistem. e. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. c.

Subbagian Kekayaan Negara. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. satuan kerja. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. b. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. d. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penyelesaian kerugian negara. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. c. serta pengurusan revisi anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 237 Bagian Keuangan. 70 . PBI Direktorat Jenderal. penyiapan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

pertimbangan hukum. 71 . penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. f. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. penyiapan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. c. penyelesaian kerugian negara. d. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan. dan Neraca Direktorat Jenderal. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. e. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan informasi. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta kehumasan. b. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. c. b. pelayanan konsultasi hukum. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan.

(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan Implementasi Sipeg. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pelaksanaan. ekspedisi persuratan dinas. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. g. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. mutasi. telepon. pertamanan dan perparkiran. f. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. c. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pemberhentian. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. dan kearsipan. b. Subbagian Kepegawaian. pengurusan formasi. keamanan. perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. 72 . pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kebersihan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. c. e. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. d. serta urusan keprotokolan dan upacara. pengadaan pegawai. Subbagian Tata Usaha. perlengkapan dan rumah tangga.

implementasi Sipeg. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. 73 . perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. f. evaluasi kebijakan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta evaluasi atas urusan kepegawaian.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. g. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. rencana dan program. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. h. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta rencana dan program pembangunan berjangka. rencana dan program. e. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. b. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. persuratan dinas dan kearsipan. rencana pengadaan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. d.

b. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. e. f. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. b. d. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. c. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. 74 . e. serta rencana strategis dan RUKN. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. c. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. g. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. d. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. menengah dan tahunan tenaga listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250.

penyiapan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. d. b. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. pelaksanaan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 75 . penelaahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. c. penelaahan. b. penelaahan. penyiapan.

penyiapan. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. c. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. f. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penyiapan bahan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. norma. penelaahan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. d. kriteria tenaga listrik sosial. b. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. 76 . pelaksanaan. b. e. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a.

multilateral dan regional. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. penelaahan. b. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyusunan dokumen perjanjian. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. c. asosiasi dan lembaga lainnya. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. 77 . lembaga sertifikasi. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262.

Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. e.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. pengolahan. penyiapan. d. pelaksanaan pengelolaan data. c. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penelaahan. 78 . serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. serta perlindungan konsumen. h. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. pembinaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. i. b. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. 79 . f. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. g. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. d. c. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. e. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha.

Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan. tugas 80 . pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. c. serta efisiensi dan transparansi usaha. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha.c. b. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan. b. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. d. pelaksanaan.

e. b. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. b. c. norma. Seksi Pelayanan Izin Usaha. penyiapan. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. 81 . Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria harga jual tenaga listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. f. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. penelaahan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. pemberian sanksi. b. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. pelaksanaan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi.

serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. f. penelaahan. e. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. c. d. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. penelaahan. 82 . Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. b. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. kriteria hubungan komersial.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal.

penelaahan. e.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. penyiapan. norma. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. mempunyai tugas 83 . Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. d. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik.

i. keselamatan dan K3. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. c. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. c. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. kelaikan teknis. e.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. kelaikan teknis. 84 . lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. b. g. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. produk. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. f. profesi personil. serta pembinaan teknis. d. lindungan lingkungan. e. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. f.

d. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. f. g. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. e. jenis dan mutu tenaga listrik. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penyiapan. b. 85 . serta Rancangan SNI.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. c. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. pelaksanaan.

(2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. 86 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan peralatan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. instrumentasi. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penelaahan. norma. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. c. terdiri dari: a. pelaksanaan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kalibrasi alat ukur. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. e. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. keselamatan operasi. penyiapan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. dan K3. f. penyiapan. b.

pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. c. e. penelaahan. b. b. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. g. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. d. 87 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penelaahan.

pelaksanaan. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. c. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. b. b. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. d. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. 88 . Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. e.

pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. terdiri dari: a.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. 89 . serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. f. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. b. produk. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. g. profesi personil. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. c. b. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penelaahan. d. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

b. kriteria pemanfaatan energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. b. e. b. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. f. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Subdirektorat Energi Perdesaan. 90 . c. c. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. e. norma. h. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. energi perdesaan dan konservasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. energi perdesaan dan konservasi energi. energi alternatif. d. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Bimbingan Teknis.

penelahaan. terdiri dari: a. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. c. b. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan. kriteria usaha energi baru terbarukan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. d. 91 . rencana dan program pengembangan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. e. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan standar. e. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. norma. penelahaan.

e. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penelahaan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. penelahaan. terdiri dari: a. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. 92 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. pelaksanaan. rencana dan program. serta evaluasi atas program konservasi energi. b. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Seksi Program Konservasi Energi. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. d. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. c. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

. rencana dan program energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Seksi Program Energi Perdesaan. e. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan standar. 93 . c. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. penelahaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. serta pedoman pengembangan. penyiapan. pemberdayaan masyarakat. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. b. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. rencana dan program. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. d. penelahaan.

Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. b. penelahaan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. b. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. c. penyiapan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. 94 . energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

batubara dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. norma. kriteria. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. penyusunan standar. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. b. pedoman. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. batubara. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. dan panas bumi. batubara dan panas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 96 . c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. batubara dan panas bumi. dan prosedur di bidang mineral. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. 97 . dan rumah tangga. b. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. kearsipan. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. i. Batubara dan Panas Bumi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. satuan kerja. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d. Batubara dan Panas Bumi. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. c. e. Direktorat Pembinaan Program Mineral. h. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. g. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.

Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. f. c. terdiri dari: a. b. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. akuntabilitas kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. ketatalaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Pengelolaan Informasi. e. c.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Keuangan. Subbagian Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaporan. rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. b. Kelompok Jabatan Fungsional. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. 98 . serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan. b. Batubara dan Panas Bumi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. jaringan dan situs informasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem.

implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. e. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. 99 . pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelesaian kerugian negara. situs. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. Pasal 354 Bagian Keuangan. b. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. f. penelaahan. c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. satuan kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. PBI Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. 100 . serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. penyelesaian kerugian negara. b. c. serta kehumasan. pelayanan konsultasi hukum. Subbagian Informasi Hukum. pertimbangan hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. f. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. d. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penelaahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan. e. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal.

perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pemberhentian. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. b. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. 101 . pengadaan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. keamanan. dan Implementasi Sipeg. penelaahan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. serta urusan keprotokolan dan upacara. pengurusan formasi. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. c. pelaksanaan. d. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. e. pertamanan dan perparkiran. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penelaahan. f. pelaksanaan urusan kesekretariatan. ekspedisi persuratan dinas. telepon. kebersihan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. g. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. mutasi. penyiapan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. batubara.

Subbagian Tata Usaha. b. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. rencana pengadaan. c. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. terdiri dari: a. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. neraca sumber daya wilayah kerja. dan produksi. investasi dan pendanaan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. perumusan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta kebijakan pengelolaan air tanah. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. cadangan atau potensi. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penelaahan. implementasi Sipeg. d. wilayah kerja. dan produksi. pelaksanaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. c. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. serta penetapan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana dan program di bidang mineral. 102 . serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan.

Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. f. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. pencatatan dan perhitungan PNBP. j. pengelolaan data. batubara. menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. eksplorasi dan operasi produksi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara. perumusan perencanaan. evaluasi kebijakan. terdiri dari: a. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. h. rencana dan program di bidang mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. d. e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta perhitungan bagi hasil. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. panas bumi dan air tanah. g. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. 103 . Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. panas bumi dan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. c. d. f. batubara. c. i. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.e. b. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral.

serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. panas bumi dan air tanah. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. serta kerja sama di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Seksi Program Mineral dan Batubara. penyiapan. penelaahan. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. 104 .Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. h. batubara. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. penelaahan. e. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. asosiasi dan lembaga sertifikasi. d. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. c. g. penyiapan.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penelaahan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. c. batubara. rencana dan program investasi pertambangan mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Kontrak Karya (KK). 105 . d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. penyiapan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. b. penelaahan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Kerja Sama Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya.

Batubara dan Panas Bumi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. norma. c. penelaahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. f. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. d. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan statistik pengusahaan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. batubara. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan.e. penelaahan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. kriteria pencadangan wilayah kerja. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan. batubara. 106 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral.

Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. Seksi Informasi Mineral. g. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. batubara. batubara dan panas bumi. penelaahan. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. b. Batubara.e. cadangan dan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. neraca sumber daya. batubara. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. h. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. statistik. penyiapan. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. 107 . f. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan potensi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja.

(2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeriksaan dan pengujian PNBP.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. terdiri dari: a. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. b. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan. e. 108 . Batubara dan Panas Bumi. serta bagi hasil daerah. d. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. batubara dan panas bumi. b. penelaahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. c. pelaksanaan pencatatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

f. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. c. pelaksanaan. d. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. e. 113 .Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. b. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. b. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

terdiri dari: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Seksi Hubungan Komersial Batubara. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. f. c. e. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. b. b. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. d. h.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. i. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 114 . perumusan pengaturan. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan hubungan komersial panas bumi. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah.

serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan standar. Kelompok Jabatan Fungsional. c. dan perubahan batas wilayah kerja. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. g. e. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. l. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. f. norma. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. g. 115 . Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. b. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. d. c. d. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. k. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413.j. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. b. e.

Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. i. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. penelaahan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. c. b. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. studi kelayakan dan eksploitasi. penelaahan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan fasilitasi. serta pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. b. d. 116 . Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417.h.

serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. f. 117 . b. terdiri dari: a. e. g. d. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. penelaahan.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengendalian air tanah. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. c. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi.

i. b. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan. penelaahan. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 118 .h. e. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. d. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi.

serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.g. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. h. serta pengelolaan air tanah. f. 119 . penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan.

penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Seksi Konservasi Air Tanah. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. pelaksanaan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. serta ketatausahaan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta air tanah. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. terdiri dari: a. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. b. 120 .

lindungan lingkungan. batubara dan panas bumi. j. Batubara dan Panas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. terdiri dari: a. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Standardisasi Mineral. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. f. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. c. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.d. profesi personil. K3. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. i. produk. batubara. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. b. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Batubara dan Panas Bumi. kelaikan teknis. d. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 121 . Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. e. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. Subdirektorat Standardisasi Mineral. lindungan lingkungan. kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

d. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta konservasi mineral dan batubara. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.c. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. jenis dan mutu produk. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. g. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b. batubara. penyiapan. dan panas bumi. norma. e. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. 122 . dan Panas Bumi. Batubara. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penelaahan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemurnian. produk. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Seksi Standardisasi Mineral. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.

penelaahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. batas wilayah kerja. dan konservasi mineral. penyiapan. penelaahan. b. serta konservasi mineral dan batubara. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. c. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. f. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. d. penyiapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Batubara dan Panas Bumi.b. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan. 123 . e. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan.

batubara. Batubara. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. i. pelaksanaan. penelaahan.c. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. penelaahan. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. h. g. batubara dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. 124 . Batubara dan Panas Bumi. Batubara. f. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. 125 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan standar. Batubara. dan Panas Bumi. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. d. penelaahan. Seksi Keselamatan Batubara. terdiri dari: a. batubara. penelaahan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. norma. f. penimbunan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. instrumentasi. Batubara. batubara. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. pengangkutan. penyiapan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. penyimpanan. kalibrasi alat ukur. e. K3 dan penggunaan tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. keamanan instalasi. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan. c. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.

pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. d. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan. dan Panas Bumi. c. b. penelaahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. e. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. batubara. f. norma. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. 126 . serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Batubara. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 127 .Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat III. Inspektorat I. d. 128 . dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. b. keuangan. Inspektorat IV. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat II. c. e. b. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

d. i. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Kelompok Jabatan Fungsional. keprotokolan dan rumah tangga. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pengelolaan jaringan dan situs informasi. b. g. pengelolaan urusan tata usaha. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. d. perlengkapan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. e. k. b. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. kearsipan. h. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian. c. e. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. j. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengurusan kepegawaian dan organisasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. keamanan. 129 . Bagian Umum dan Keuangan. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.

pelaksanaan. jaringan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. pelaporan. penyajian informasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. dan rencana kerja. Subbagian Penyiapan Laporan. terdiri dari: a. 130 . f.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. j. b. program kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. d. jaringan dan situs informasi. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pelaporan. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. h. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penelaahan. penelaahan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. situs. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. g. akuntabilitas kinerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. c. ketatalaksanaan. satuan kerja. i. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. b. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. e. rapat koordinasi. penyiapan.

Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Badan Geologi. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. d. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pelaksanaan analisis. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. terdiri dari: a. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. c. e. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. pengolahan. Batubara dan Panas Bumi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. b. Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan. penelaahan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. b. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. analisis hasil pengawasan. 131 .Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal.

b. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Subbagian Hukum. perpustakaan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan. dokumentasi hukum. dokumentasi hukum. Subbagian Kepegawaian. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dan implementasi Sipeg. e. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi urusan hukum. penelaahan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. masyarakat dan yustisia. b. 132 . Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. pertimbangan hukum. dokumentasi dan tata naskah. c. serta pemberian pertimbangan hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. d. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penelaahan. penyuluhan. penyiapan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. penyiapan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. bantuan hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional.

h. serta pengurusan administrasi keuangan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. d. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. g. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga. b. pelaksanaan keamanan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. pengurusan penganggaran. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. kebersihan. e. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. terdiri dari: a. pelayanan kesekretariatan. keprotokolan dan kehumasan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. rumah tangga dan kehumasan. k. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. serta pengurusan administrasi keuangan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. perlengkapan. j. rumah tangga dan kehumasan. pelaksanaan. 133 . serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. perbendaharaan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. c. persuratan dinas. dan kearsipan. b. perlengkapan. i. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. perbendaharaan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja.

distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. penelaahan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. kearsipan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. perencanaan kebutuhan. keprotokolan dan kehumasan. 134 . serta evaluasi atas urusan keamanan. persuratan dinas. perlengkapan dan pengadaan. c.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. perumusan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e. d. pemeriksaan. b. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. kebersihan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

139 . Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.

b. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. 140 . pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Pusat Lingkungan Geologi. c. h. Sekretariat Badan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. f. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. e. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Pusat Survei Geologi. g. pelayanan survei geologi. d. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. d. terdiri dari: a. Pusat Sumber Daya Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. dan geologi lingkungan. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. b. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan urusan ketatausahaan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. b. h. c. 141 . kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. terdiri dari: a. f. g. e. informasi hukum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. i. serta perencanaan kerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. e. dan rumah tangga. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. j. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. ketatalaksanaan. d. Bagian Keuangan. c. Bagian Umum.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Bagian Kepegawaian. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan.

Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. satuan kerja. b. serta pengembangan organisasi Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. situs. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi. penyiapan. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. c. pelaporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pelaksanaan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyiapan. f. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pengelolaan sistem. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. 142 . akuntabilitas kinerja. penelaahan. penelaahan. jaringan. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. ketatalaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e.

kepangkatan. pengangkatan. penyiapan. pemberhentian. serta evaluasi atas mutasi. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. terdiri dari: a. serta implementasi Sipeg. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengembangan. kepangkatan. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. e. 143 . (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. d. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. c. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penyiapan. serta implementasi Sipeg Badan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penelaahan. penggajian. b. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pengadaan. b. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pengurusan perencanaan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan. pemberhentian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta evaluasi atas perencanaan. kesejahteraan. pengembangan. Subbagian Pengembangan Pegawai. c. serta pengembangan organisasi Badan. penggajian.

serta pengurusan revisi anggaran. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. PBI Badan. Subbagian Akuntansi. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. 144 . dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. kearsipan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Neraca. Pasal 517 Bagian Keuangan. penyelesaian kerugian negara. d. dan rumah tangga. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. dan revisi anggaran Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. perlengkapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. b. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. e. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelesaian kerugian negara.

c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. dan kearsipan. bantuan hukum. c. Subbagian Tata Usaha. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. e. perlengkapan. rencana kebutuhan dan pengadaan. kesekretariatan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. kebersihan dan keamanan Badan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelayanan kesekretariatan. dan rumah tangga. 145 . Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. persuratan dinas. dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta pengurusan perlengkapan. b. distribusi penggunaan. informasi dan dokumentasi hukum. persuratan dinas dan kearsipan. f. kearsipan. serta keprotokolan dan upacara Badan. Subbagian Hukum. pengadaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. Pasal 521 Bagian Umum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. penyiapan koordinasi ketatausahaan. d. kehumasan. perpustakaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon.

rekayasa teknologi. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. Bidang Informasi. penyusunan neraca sumber daya geologi. Bidang Sarana Teknik. d. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. e. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. h. b. Bidang Program dan Kerja Sama. batubara. e. mineral. j. serta rancang bangun dan pemodelan. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 146 . dan panas bumi. b. i. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. f. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. serta pemetaan tematik potensi. pengelolaan ketatausahaan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. bitumen padat. Bagian Tata Usaha. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. gambut. perumusan rencana dan program. evaluasi penyelenggaraan penelitian. rumah tangga. penyelidikan. administrasi keuangan. keuangan. c. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan kepegawaian Pusat. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. penyelidikan.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 147 . pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. c.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. serta akuntansi. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. e. d. pengurusan perencanaan. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.d. Subbidang Sarana Penyelidikan. f. Subbidang Laboratorium. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta rencana strategis berbasis kinerja. b. e. 148 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. e.

Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta operasi perangkat lunak informasi. penelaahan. Pasal 540 Bidang Informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. c. b. d. penelaahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. b. penganggaran.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. 149 . Subbidang Program. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dokumentasi dan publikasi. serta pengelolaan perpustakaan. terdiri dari: a. penyiapan.

d. serta rancang bangun. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. 150 . serta sesar aktif. sosialisasi. penelaahan. rumah tangga. administrasi keuangan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. gempa bumi. pemodelan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dokumentasi. sistem. dan gerakan tanah. penyelidikan. perpustakaan. e. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. c. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. operasi perangkat lunak. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. b. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. i. f. g. gempa bumi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pos pengamatan gunung api. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pengelolaan ketatausahaan. tsunami. j. dan kepegawaian Pusat. penelaahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. tsunami. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. dan gerakan tanah h. dan rekayasa teknologi.

c. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. l. pelaksanaan pengelolaan sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keamanan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pengurusan. pengembangan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. d. terdiri dari: a. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. serta perpustakaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. kebersihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. keuangan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. b. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. Kelompok Jabatan Fungsional.k. c. penyelidikan. kearsipan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. 151 . evaluasi pelaksanaan penelitian. pengangkatan. pemelaahan.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. b. penelaahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. d. pemelaahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. c. terdiri dari: a. pelaksanaan penyelidikan geofisika. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. penelaahan. pengurusan. 152 . b. geokimia dan deformasi. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. administrasi keuangan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penetapan status. pelaksanaan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini.

(2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. pelaksanaan. d. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. 153 . Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. terdiri dari: a.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553.

d. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. 154 . penyiapan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. b.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. b. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. e. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penelaahan. penyelidikan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penelaahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. c. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. penyiapan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. terdiri dari: a. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api.

d. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan tata ruang. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. pengembangan. e. terdiri dari: a. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. j.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. g. h. c. k. Bidang Program dan Kerja Sama. d. administrasi keuangan. b. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. keuangan. geologi teknik dan air tanah. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. geologi teknik dan air tanah. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. i. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pengurusan perencanaan. b. f. Bidang Sarana Teknik. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bidang Informasi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. rekayasa teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. penyelidikan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. dan kepegawaian Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. 155 . perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan.

d. terdiri dari: a. 156 . keamanan. kebersihan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. e. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. b. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. f. serta akuntansi. keuangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

(2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Program. Subbidang Laboratorium. b. b.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. d. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Kerja Sama. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. terdiri dari: a. e. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. 157 . terdiri dari: a. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran.

b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan perpustakaan. c. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. dokumentasi dan publikasi. penyiapan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. terdiri dari: a. serta operasi perangkat lunak informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. pengelolaan. Pasal 578 Bidang Informasi. pelaksanaan sosialisasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 158 . serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. jaringan dan situs informasi. serta pemutakhiran basis data.

dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. perpustakaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelayanan jasa survei. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. c. f. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pengelolaan ketatausahaan. pemetaan dan penelitian geologi. g. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k. j. operasi perangkat lunak. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pelaksanaan. rumah tangga. e. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. evaluasi pelaksanaan penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. sistem. rekayasa teknologi. l. dan kepegawaian Pusat. d. geofisika. dokumentasi. h. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. sosialisasi. geomorfologi. m. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. pemetaan geologi. 159 . Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. penelaahan. tektonik. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. administrasi keuangan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. i. pelaksanaan. pemetaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. geokimia. penelitian dan penyelidikan geologi. inventarisasi hasil survei. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengangkatan. serta akuntansi. Bagian Tata Usaha. Bidang Program dan Kerja Sama. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 160 . e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. d. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. keamanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. e. keselamatan kerja dan keprotokolan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. terdiri dari: a. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. kebersihan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. c. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. Bidang Informasi. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Teknik. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Kelompok Jabatan Fungsional.

pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. pelaksanaan. 161 . penelaahan. c. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. e. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Laboratorium. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan.

pengelolaan. serta rencana strategis berbasis kinerja. c. e. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Kerja Sama. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penelaahan. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. d.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. 162 . penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

sosialisasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. b. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. serta operasi perangkat lunak informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pelaksanaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. perpustakaan. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi dan publikasi. jaringan dan situs informasi. 163 . jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penelaahan. dokumentasi. c. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pengelolaan perpustakaan. operasi perangkat lunak. d. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595.

Teknisi Litkayasa. Perekayasa. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Penyelidik Bumi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 164 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa teknologi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. d. panas bumi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. g. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. mineral batubara. 165 .BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. b. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. f. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. c.

penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. d. serta pelaksanaan bantuan hukum. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan rumah tangga. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. 166 . kearsipan. pengelolaan urusan ketatausahaan. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. c. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. informasi hukum. g. b. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. serta perencanaan kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. e. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. h. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.

Subbagian Laporan. Bagian Keuangan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. j. Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. pengelolaan sistem. 167 . b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. g. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. b. d. c.i. d. e. pelaporan. c. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. jaringan dan situs informasi. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Subbagian Pengelolaan Informasi. e. akuntabilitas kinerja. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. f.

penggajian. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. kesejahteraan. c. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta implementasi Sipeg. penyiapan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. 168 . Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. c. jaringan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penelaahan. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. pengurusan perencanaan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. terdiri dari: a. situs. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. dan analisis jabatan. pengembangan. d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta penyempurnaan organisasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. satuan kerja. penelaahan. penyajian informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Subbagian Akuntansi. PBI Badan. c. serta evaluasi atas perencanaan. serta evaluasi atas mutasi. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta pengurusan revisi anggaran. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. b. f. penyiapan. pengangkatan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 169 . penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kepangkatan pemberhentian. c. pengembangan. pelaksanaan. terdiri dari: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penggajian. serta penyelesaian kerugian negara. kesejahteraan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. e. pelaksanaan.

pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dan rumah tangga. penelaahan. serta pengurusan perlengkapan. b. dan revisi anggaran Badan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. 170 . penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. persuratan dinas. kehumasan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan pemeliharaan barang inventaris. kearsipan. pelaksanaaan bantuan hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. informasi dan dokumentasi hukum. dan kearsipan. distribusi penggunaan. penelaahan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. d. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. f. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. c. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan kesekretariatan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perlengkapan. penelaahan. perlengkapan. perpustakaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. pengadaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Subbagian Tata Usaha.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rumah tangga. Pasal 622 Bagian Umum. e. kearsipan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Neraca. Subbagian Hukum. pelaksanaan.

c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. kesekretariatan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. g. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan dan keamanan Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan. rencana kebutuhan dan pengadaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. f. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. bantuan hukum. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. e. 171 . dokumentasi hukum dan perpustakaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.

administrasi keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengelolaan ketatausahaan. serta pelaksanaan keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Fungsional. Bidang Program. Bidang Afiliasi.h. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. pengangkatan. c. Bagian Tata Usaha. d. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. kebersihan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. d. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. b. pengembangan. rumah tangga. keuangan. b. e. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 172 . b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. i.

Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. 173 . d. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyediaan bahan baku. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. serta pengadaan. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan sarana kerja. e. dan kebersihan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. keamanan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. b.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. pelaksanaan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penelaahan. 174 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. c. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 637 Bidang Program.

terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. d. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 641 Bidang Afiliasi. b. c. e. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. 175 . penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

176 . pengelolaan ketatausahaan. penelaahan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rumah tangga. dan kepegawaian Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. jaringan. d. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. h. i. situs dan penyebarluasan informasi. g. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. perbendaharaan dan akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. d. serta pengadaan. keuangan. pemeliharaan sarana kerja. dan kebersihan Pusat. c. b. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keuangan. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Bagian Tata Usaha. kebersihan. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan keamanan. Bidang Program. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Afiliasi. b. pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 177 . Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. keamanan. e.

penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyediaan bahan baku. e. terdiri dari: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. 178 . serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. penelaahan. b. pelaksanaan operasi penggunaan. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.

179 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penyiapan. b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta analisis. Pasal 656 Bidang Program.

terdiri dari: a. 180 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 660 Bidang Afiliasi. d. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. jaringan. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. penelaahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. c. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. b. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.

d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Tata Usaha. f. Bidang Afiliasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. 181 . d. g. administrasi keuangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. i. b. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. dan kepegawaian Pusat. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. h. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Program. terdiri dari: a. rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Fungsional.

b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. dan kebersihan Pusat. pengangkatan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. e. persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. keamanan. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. keuangan. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 182 .Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 183 . pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. e. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. terdiri dari: a. Subbidang Pengembangan Sarana. c. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

c. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta analisis. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. 184 . penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. terdiri dari: a. Pasal 675 Bidang Program. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama.

185 . Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. d. pelaksanaan. b. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. terdiri dari: a. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. h. Bidang Program. 186 . d. dan geofisika kelautan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. rumah tangga. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Afiliasi. geokimia. terdiri dari: a. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. i. keuangan. dan kepegawaian Pusat. Kelompok Fungsional. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. e. Bagian Tata Usaha. c. c. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. g. j. f. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. d.

keselamatan kerja dan keprotokolan. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 187 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. perencanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keamanan. e.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. serta pelaksanaan keamanan. dan kebersihan Pusat. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. pengangkatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

terdiri dari: a. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pengelolaan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. 188 . pengelolaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. penyediaan bahan baku. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 694 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi.c. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. 189 . d. penyiapan. b. c. terdiri dari: a. penelaahan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta analisis. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

jaringan. pelaksanaan. 190 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 698 Bidang Afiliasi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.d. jaringan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Subbidang Informasi dan Publikasi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem.

191 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Penyelidik Bumi. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Perekayasa.

d. c. g. 192 . evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. e. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mineral.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. f. geologi. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. h. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. b. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. batubara. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan.

Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. c. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. d. b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. koordinasi pelayanan administratif Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. i. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. f. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. h. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. satuan kerja. pembinaan kerja sama. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. g. c. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. e. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.

f.j. pelaporan. d. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. d. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. c. akuntabilitas kinerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. h. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. k. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. l. b. g. ketatalaksanaan. pelaporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. 194 . e. penganggaran. b. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Bagian Keuangan. Bagian Umum. terdiri dari: a. Pasal 708 Sekretariat Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. serta perencanaan kerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. kepangkatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penelaahan. dan analisis jabatan. pemberhentian. penggajian. perencanaan kerja. pengurusan perencanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. dan sistem. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penganggaran. b. kesejahteraan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. serta implementasi Sipeg. pelaksanaan. penelaahan. jaringan dan situs informasi Badan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. prosedur kerja. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pengembangan. b. d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penelaahan. akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. c. 195 . c. Subbagian Kerja Sama. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan berkala.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kontrol kualitas. b. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. pelaksanaan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. 200 . penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. penyiapan. Subbidang Utilitas. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kilang. c. produk kilang.. penelaahan. terdiri dari: a.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. b. penyiapan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. 201 . Subbidang Laboratorium. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Bengkel. b. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelayanan jasa. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. d. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan. pelaksanaan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

f. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. d. pengelolaan kepustakaan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyelenggaraan. c. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. 202 . melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. Subbidang Penyiapan Pelatihan. standar. b.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. pedoman. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta kepustakaan. e. g. norma. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.

pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. d. e. h. i. prosedur. f. Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kearsipan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. b. g. pemberian pelayanan jasa. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria pendidikan dan pelatihan. c. terdiri dari: a. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. pedoman. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 203 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan ketatausahaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. perlengkapan. norma. Bidang Sarana Teknis. b.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah. organisasi. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta hukum. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. kearsipan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kearsipan. terdiri dari: a. 204 . d. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. b. e.

d. pelaksanaan pemeliharaan. rencana pengembangan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b.c. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. 205 . pedoman. Subbidang Pengembangan Sarana. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. c. e. penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b.

e. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. norma. Subbidang Program dan Kerja Sama. d. f. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan.d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 206 . c. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. pedoman. dan prosedur. kerja sama dan sistem. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. e. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. norma. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. b. penyiapan. penelaahan. b. kriteria.

Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. e. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. b.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. f. prosedur. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur. penyusunan standar. terdiri dari: a. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penelaahan. norma. kriteria dan prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyusunan standar. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. 207 . norma. pelaksanaan. penelaahan. pedoman. d. pemberian pelayanan jasa. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. norma. c. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. b. c. Pasal 768 Bagian Tata Usaha.g. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. b. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional. 208 . Bidang Pelatihan dan Sarana. c. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. d. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. h. kehumasan dan keprotokolan. perlengkapan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. kearsipan. e. terdiri dari: a. akuntansi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

kerja sama. norma. 209 . Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. d. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Perencanaan. akuntabilitas kinerja. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penelaahan. penyiapan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. dan sistem. c. pedoman. b. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.

pelaksanaan kerja sama. pelaksanaan. 210 . pedoman. penyiapan. d. b. kerja sama. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi. terdiri dari: a. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan standar.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. norma. Subbidang Pelatihan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. b. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur. penelaahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. c.

pedoman. penelaahan. b. f. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. g. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. prosedur.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. d. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. h. pemberian pelayanan jasa. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. e. c. 211 . pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

d. b.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. organisasi dan ketatalaksanaan. c. 212 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. terdiri dari: a. b. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. hukum. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perbendaharaan. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. kearsipan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma dan kriteria.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. kerja sama. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. e. terdiri dari: a. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. pelaksanaan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. pedoman. b. 213 . (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas standar. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. promosi. d. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. c. b. b. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. kerja sama. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. e. pelaksanaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. 214 .

(2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.

secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Inspektorat Jenderal dan Badan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. c. terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. e.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 216 . d. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. b. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Direktorat Jenderal.

dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. serta neraca energi dan sumber daya mineral. i. c. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. e. g. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. f. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. j. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. k. d. 217 . Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. b. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. perumusan pedoman sistem informasi Departemen.

Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta kearsipan Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. dan persuratan dinas. terdiri dari: a. terdiri dari: a. b. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. c. Bagian Tata Usaha. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. d. serta kearsipan Bakoren. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. e. Bidang Kajian Strategis. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. pelaporan dan tata persuratan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. 218 . (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Tata Usaha Pusat. dukungan operasi kerja. d. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. b.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan urusan tata usaha.

219 . b. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. l. h. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. f. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. d. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. g. k. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. j. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. terdiri dari: a. c. b. penyiapan norma. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. i. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi.

Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan data dan informasi. b. c. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. b. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. penyusunan rumusan norma. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. d. 220 . pelaksanaan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelahaan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. e. penelaahan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penelaahan.

c. b. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. bitumen padat. penelahaan. penelahaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. air tanah dan kegeologian. e. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. 221 . Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. pelaksanaan. d. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. f. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. gambut. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. penelahaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan.

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. 222 . wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya.

(7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. standardisasi teknis. regulasi ekonomi dan keteknikan. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. perencanaan kerja. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. organisasi. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan.a kepada pejabat eselon I. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dokumentasi. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. penganggaran. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. dan keselamatan umum. dengan lingkup meliputi personil. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. 223 . (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peralatan. peraturan perundang-undangan.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen.

(2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (3) Kepala Biro.a. Direktur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (5) Kepala Subbagian. 224 .b.a. Sekretaris Direktorat Jenderal. Inspektur. Direktur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.a. Direktur.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Kepala Bagian.BAB XIV ESELON. Kepala Pusat.

diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. X. 225 . diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”.d. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

susunan organisasi. fungsi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.(4) Perubahan atas rincian tugas. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 .

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. c. b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. maka: a. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.