MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Kementerian Negara. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. d. d. e. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Biro Umum. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. 5 . Departemen lain. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan lembaga lain yang terkait. koordinasi kegiatan Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. c. Lembaga Pemerintah Non Departemen. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Keuangan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. b. Biro Kepegawaian dan Organisasi.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Perencanaan dan Kerja Sama.

serta rencana strategis. l. d. menengah dan tahunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. 6 . penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pengelolaan kerja sama Departemen. i. terdiri dari: a. c. dan rencana anggaran. serta kerja sama.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. b. e. perumusan kebijakan pembangunan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. k. f. serta pengelolaan kerja sama Departemen. j. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Bagian Kerja Sama. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). d. Bagian Perencanaan Anggaran. evaluasi kebijakan pembangunan. b. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. rencana dan program kerja dan anggaran. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta perumusan akuntabilitas kinerja. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. rencana kerja dan anggaran. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. rencana pembangunan jangka panjang. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. h. g. sosialisasi kebijakan pembangunan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyusunan harga satuan. rencana anggaran. e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana dan program kerja.

pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. standar dan kriteria rencana kerja. penelaahan. d. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan urusan tata usaha Biro. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan Penunjang. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. Menengah dan Tahunan Departemen. penyiapan rumusan norma. e. penyusunan rumusan RK-KL. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. c. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. c. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 7 . (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. dan Badan Geologi. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. f.

d.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. kriteria perencanaan anggaran. penelaahan. penelaahan. penyiapan. dan Badan Geologi. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. e. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. c. b. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penganggaran Penunjang. b. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. c. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan 8 . penyiapan rumusan standar.

penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Inspektorat Jenderal. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. b. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. norma. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. f. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. menengah.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b. penyiapan bahan sidang. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. rencana pembangunan jangka panjang. 9 . c. kriteria akuntabilitas kinerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. e. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. c. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. h. tahunan dan rencana strategis. penelaahan. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. g. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. RKA-KL. terdiri dari: a.

dan Badan Geologi. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. serta kerja sama asosiasi. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Panas Bumi. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. g. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. h. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. kriteria kerja sama. penelaahan. 10 . (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. c. Batubara. penyiapan. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. f. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. d. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. b. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama Departemen.

b. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. penelaahan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. disiplin. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. pembinaan mutasi. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perencanaan. penempatan dan pengembangan pegawai. pengembangan organisasi dan tata laksana. c. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. e. kepangkatan. c. dan penilaian kinerja pegawai. penelaahan. d. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. b. pemensiunan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). jabatan struktural dan fungsional. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. 11 . pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Bilateral. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28.

pola dan pengembangan karir pegawai. d. g. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyiapan rumusan standar. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. b. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. c. Bagian Mutasi Pegawai. d. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. serta kartu PNS. e. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Data dan Informasi Pegawai. h. k. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. g. i. evaluasi pembinaan kepegawaian. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan rumusan rencana.f. pengelolaan sistem informasi pegawai. norma. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Pegawai Negeri Sipil (PNS). pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). b. serta standardisasi kompetensi jabatan. terdiri dari: a. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. 12 . j. c. penyusunan rencana formasi. pengadaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi.

Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. b. 13 . (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. urusan tugas belajar dan izin belajar. i. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. pemindahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. bimbingan teknis. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. dan penugasan pegawai ke luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penelaahan.h. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. j. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Kartu PNS Departemen. penyiapan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. pemberhentian dan disiplin. penyiapan. c. Subbagian Pengembangan Karir. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. kepangkatan. kompetensi pegawai. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. penelaahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur.

Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. kepangkatan. penelaahan. perbantuan. kepangkatan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. Askes. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. cuti. terdiri dari: a. dan Bapertarum. serta Kartu Istri. dipekerjakan. pemindahan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. g. c. dan penarikan kembali pegawai. kriteria mutasi pegawai. f. Subbagian Mutasi Jabatan. pelaksanaan disiplin pegawai. c. pemberhentian. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. penyiapan standar. serta kesejahteraan pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemindahan. norma. dan penilaian angka kredit. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. j. Kartu Suami. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. 14 .Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. i. pemberhentian. k. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pemindahan. penarikan kembali. b. e. d. perbantuan. pelaksanaan pemindahan pegawai. h. pelaksanaan kepangkatan. dipekerjakan. pemberhentian dan disiplin. pembebasan sementara. Taspen. pengangkatan kembali. b. pelaksanaan. dan penilaian prestasi pegawai.

serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pemberhentian. kepangkatan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. e. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penelaahan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Askes. g. dan administrasi lembaga tripartit. penilaian angka kredit. penghargaan. jabatan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Bapertarum pegawai Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. disiplin.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f. pelaksanaan. penghargaan. pengadaan pegawai. d. 15 . c. penggajian. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. b. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Kartu Suami. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penyiapan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan. h. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelayanan kesehatan. pemberhentian dan pemensiunan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Kartu Istri. penelaahan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan daftar riwayat hidup pegawai. Taspen. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. i.

(3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 16 . serta penyusunan standar kompetensi jabatan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penghargaan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. penelaahan. b. e. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. pemindahan. serta evaluasi. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. kriteria pengembangan organisasi. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. norma. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penelaahan. pelaksanaan. penggajian. d. pelaksanaan. jabatan. pengadaan pegawai.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. kepangkatan. pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. b. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. c. klasifikasi dan peta jabatan.

(2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.f. 17 . Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pengembangan. penelaahan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. c. analisis beban kerja. g. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pengembangan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. peta jabatan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. h. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. Subbagian Kelembagaan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. administrasi keuangan. terdiri dari: a. b. pola hubungan kerja. standardisasi kompetensi jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan.

dan implementasi sistem akuntansi. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. serta pembinaan perbendaharaan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. laporan realisasi anggaran. e. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. k. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kekayaan Negara. penyelesaian kerugian negara. serta nota keuangan. administrasi keuangan. i. perbendaharaan.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. kekayaan negara dan akuntansi. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. l. Bagian Perbendaharaan. g. Bagian Akuntansi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. 18 . terdiri dari: a. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. serta pelaksanaan akuntansi. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. e. b. serta bimbingan teknis perbendaharaan. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. j. pembinaan inventarisasi. Pasal 49 Biro Keuangan. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Bagian Pendapatan dan Belanja. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. b. d. f. h. c. serta Neraca Departemen. d.

penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. j. penyusunan rumusan standar. c. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. terdiri dari: a. g. norma. penelaahan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. b. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). d. pelaksanaan. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. k. i. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyiapan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. 19 . f. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. h. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. penyiapan. Subbagian Anggaran Belanja. e.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. b. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. c. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan target.

Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. c. d. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Inspektorat Jenderal. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. pelaksanaan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. b. Badan Geologi. dan pengelolaan SPM. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. norma. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. g. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. serta pembagian iuran sumber daya alam. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. c. f. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. 20 . penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. b. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. e. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a.

g. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. f. e. norma. b. c. kriteria pengelolaan kekayaan negara. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. ganti rugi. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tuntutan perbendaharaan. b. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. c. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. penelaahan. d. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. 21 . terdiri dari: a. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. dan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara.

g. b.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Badan Geologi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. pelaksanaan verifikasi. rekonsiliasi. e. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Pasal 64 Bagian Akuntansi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Inspektorat Jenderal. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. f. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. 22 . penelaahan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. d. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). b. c. Subbagian Penyiapan Neraca. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen.

penelaahan. pelaksanaan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. g. serta evaluasi atas pembukuan aset. b. rekonsialiasi. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. dan implementasi SAAT Departemen. dan bantuan hukum. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan kehumasan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. equitas dana. pengelolaan dokumentasi. penelaahan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. dan bantuan hukum. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum dan kehumasan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. serta program legislasi dan regulasi. penelaahan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. h. konsolidasi. verifikasi anggaran. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. e. kewajiban.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penyelesaian kasus hukum. f. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. pelaksanaan. dan implementasi SAI Departemen. serta hubungan masyarakat Departemen. serta kehumasan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penelaahan. bantuan hukum. 23 . Neraca. pelaksanaan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran.

Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. b. Bagian Penelaahan Hukum. d. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. b. terdiri dari: a. Bagian Hubungan Masyarakat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. c.i. Kelompok Jabatan Fungsional. c. penelaahan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. c. b. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Bagian Bantuan Hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. dan bantuan hukum. e. j. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. 24 . d. e.

Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. penelaahan. 25 . penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. e. norma. h. c. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. g. d. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. kriteria kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Batubara dan Panas Bumi. f. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 26 . terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penyiapan rumusan standar. c. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. penyiapan. penelaahan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. e. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. b. b. dan unsur unit penunjangnya. d.

Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. pelaksaaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. pelaksaaan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. 27 . f. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. b. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. konferensi pers. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. d. penelaahan. serta monitoring dan analisis berita. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. c.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. b. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. penelaahan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan.

serta evaluasi atas hubungan dengan media. pelaksanaan. peliputan dan perekaman kegiatan. b. c. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. pameran Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. dan urusan tata usaha Biro. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. 28 . penelaahan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. penelaahan. pelaksanaan peliputan. h. abstrak peraturan perundang-undangan. penerbitan. terdiri dari: a. i. rumah tangga Sekretariat Jenderal. konferensi pers. j. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen.g. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan. Subbagian Publikasi. Subbagian Hubungan Kelembagaan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Sekretaris Jenderal. i.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. tata persuratan dinas dan kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 87 Biro Umum. g. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Staf Ahli. tata usaha dan kearsipan. tata persuratan dinas dan kearsipan. e. e. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. b. Bagian Perlengkapan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. terdiri dari: a. pengelolaan keamanan dan keselamatan. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pengelolaan rumah tangga. j. c. perlengkapan dan pengadaan. f. d. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. c. f. Kepala Biro dan Kepala Pusat. d. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. pengadaan. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. h. tugas 29 .

serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. c. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. d. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. f. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. b. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. persuratan dinas. e. b. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyiapan penyelenggaraan rapat. terdiri dari: a. Jakarta Pusat). c.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pelantikan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen.

serta urusan tata usaha dan ekspedisi. e. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. 31 . f. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. Subbagian Kearsipan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. c. norma. dan ekspedisi surat dinas. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penjadwalan kegiatan. b. persuratan dinas. b. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha Departemen. d. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.

pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. e. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. d. Thamrin 1. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. M. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. c. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. keselamatan. b. 32 . Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. keselamatan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. keamanan.H. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. pelaksanaan kebersihan. b. c. f. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. serta pengadaan.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Staf Ahli. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli.

e. serta pengadaan. inventarisasi. c. b. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Rencana Kebutuhan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. 33 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. d. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Staf Ahli. b. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. c. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan rumusan standar. penelaahan penyiapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. g. f. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. pelaksanaan pengadaan. Subbagian Pengadaan. terdiri dari: a. penyiapan kegiatan. norma. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. kriteria perlengkapan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 34 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. e. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. c. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. norma. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pedoman. e. 35 . Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. b. kriteria. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. c. b.

koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. h. dan rumah tangga. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. satuan kerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 36 . perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. c. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. ketatalaksanaan. b. e. f. d.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. akuntabilitas kinerja. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. c. e. g. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. i. terdiri dari: a.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. pelaksanaan. j. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. b. c. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. i. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. f. e. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. implementasi Sipeg. n. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. m. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. penelaahan. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. WP & B). serta perhitungan bagi hasil. g.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. k. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan pengaturan. h. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. l. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. 41 . rencana dan program. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d.

Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. e. serta data kebutuhan. menengah dan tahunan berbasis kinerja. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. serta pencadangan strategis. 42 . serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. f. b. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. d. d. b. norma. pelaksanaan sosialisasi program sektor. g. f. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. b. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. c. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang.o. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyusunan statistik. p. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. penyiapan rumusan. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. c. terdiri dari: a. h. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi.

pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan. c. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. f. penyiapan. pengumpulan data potensi. penyiapan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan. permasalahan iklim usaha. dan terms of condition KKS. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penelaahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. terdiri dari: a. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. serta penyediaan informasi. 43 . penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. norma. penelaahan. dan pelaksanaan sosialisasi. d. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan.

kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). h. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. pajak. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. f. penelaahan. penyiapan. j. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. tugas serta induk. penyiapan rumusan standar. c. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. g. norma. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. e. b. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. i. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. serta biaya operasi. penyiapan. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta bagi hasil daerah. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. 44 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. pemeriksaan dan pengujian. pelaksanaan pencatatan. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. tugas serta induk.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penelaahan. d. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. retribusi.

dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. retribusi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. e. lifting dan target penerimaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. 45 . Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penelaahan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. harga minyak mentah Indonesia.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. tenaga kerja asing. b. tenaga kerja asing. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. norma. pelaksanaan. penelaahan. pajak. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. b. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. terdiri dari: a. d. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. pelaksanaan. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. g. PNBP dan tarif iuran. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. f.

rencana penggunaan tenaga kerja asing. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. pelaksanaan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.h. fasilitasi lembaga tripartit. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. 46 . Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. terdiri dari: a. penelaahan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kerja sama dalam negeri. penyiapan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. b. k. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pemberdayaan produksi dalam negeri. rencana impor barang operasi. penyiapan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. i. serta pengaturan tenaga kerja asing. penggunaan barang operasi.

f. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. penyiapan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. e. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. c. terdiri dari: a. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. 47 . Seksi Bilateral dan Dalam Negeri.c. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Seksi Multilateral dan Regional. pelaksanaan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. penelaahan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional.

Subdirektorat Wilayah Kerja. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. h. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. e. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. l. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. k. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. f. terdiri dari: a. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). i. d. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. pelaksanaan pengumuman WK. kriteria pengelolaan WK. g. norma. 48 . penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. j. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. pengelolaan WK. c. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. d. h. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. c. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. f.d. e. b. g. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. e. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. Kelompok Jabatan Fungsional. f.

penilaian. penelaahan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. b.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan rumusan standar. c. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. 49 . b. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. d. penelaahan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. f. terdiri dari: a. terdiri dari: a. b. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. kriteria usaha eksplorasi. norma. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi.

i. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 50 . e. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. b. j. f. c. g. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. penelaahan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. b. h. kriteria. pelaksanaan. norma. penelaahan. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. d.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional.

c. rencana kerja dan anggaran KKS. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. penyiapan. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. norma. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. d. kriteria usaha eksploitasi. 51 . penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. e. f. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. b. b. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rumusan standar. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. tumpang tindih lahan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.

52 . h. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. e. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. c. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. g. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyiapan. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. i. penelaahan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. norma. f. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan teknis. d. b. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi.

g. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. perumusan pengaturan Penugasan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. penelaahan. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. 53 . Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. bahan bakar gas. e. penelaahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan. d. i. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Penyediaan. penyiapan. h. Light Petroleoum Gas (LPG). perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. Light Natural Gas (LNG). pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. bahan bakar lain. c. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. perumusan jenis bahan bakar minyak.

penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. terdiri dari: a. penyiapan perizinan usaha pengolahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. 54 . Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. bahan bakar lain. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. c. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. d. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. e. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pengelolaan data. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi.j. LNG. bahan bakar gas. j. d. b. e. pengelolaan data. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. LPG. f. b. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. k. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. l. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. h. i.

serta pemantauan penyediaan bahan bakar. g. f. penelaahan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pengelolaan data. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. b. c. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. norma.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. e. terdiri dari: a. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. penyiapan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. b. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. 55 . serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. d.

Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. j. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar.i. serta penyiapan penetapan P3JBT. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. d. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. bahan bakar gas dan LPG. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. kriteria harga bahan bakar. norma. penyiapan rumusan formulasi harga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. e. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. 56 . c. penyiapan. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi.

penyiapan perizinan usaha niaga. LNG. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan. b. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. h. pengelolaan data. terdiri dari: a. f. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. pelaksanaan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. c. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. LPG. norma. kriteria usaha niaga. e. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. g. 57 . pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. gas bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. i.f. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. h. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. g. d. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. b. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan.

Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. b. penyiapan. d. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. petrokimia. terdiri dari: a. c. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. LNG. tugas 58 . terdiri dari: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. kriteria usaha non bahan bakar. b. biodiesel. penelaahan. pelumas. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. f. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Seksi Niaga Gas Bumi. LPG.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Niaga Minyak Bumi. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. e. Seksi Proses Non Bahan Bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. f. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. c. serta penggunaan tenaga teknik. e. profesi personil. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. kelaikan teknis. petrokimia. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. penyiapan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. 59 . dan non bahan bakar lainnya. biodiesel. h. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. usaha penunjang. b. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan. dan non bahan bakar lainnya. produk.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. biodiesel. petrokimia. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. lindungan lingkungan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d.

evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. h. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. 60 . terdiri dari: a. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. d. c. f. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. b. g. f. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. j. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. b.i. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi.

K3. dan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. g. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. keselamatan operasi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. f. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. b. dan kalibrasi alat ukur. norma. instrumentasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. d. e. penyiapan rumusan standar. penelaahan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 61 . instalasi. terdiri dari: a.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. e. K3. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. b. b. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. pengangkutan. penyiapan rumusan standar. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan. keselamatan operasi. pelaksanaan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan penggunaan tenaga teknik. 62 . (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. instrumentasi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. instalasi.

Penyimpanan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. g. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. 63 . penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.f. pengangkutan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. penelaahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. serta penjaminan pasca operasi. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan. pengangkutan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pelaksanaan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a.

f. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. g. c. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.d. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. dan kriteria usaha penunjang. terdiri dari: a. b. penelaahan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. pelaksanaan. b. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. 64 . Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. norma. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. 65 . Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. produk. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. f. penelaahan. b. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.d. pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. g. pelaksanaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. profesi personil. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

67 . penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyusunan standar. norma. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. e. pedoman. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. kriteria. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal.

koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. f. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. c. c. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. e. satuan kerja. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. h. i. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. kearsipan. g. 68 . Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.

b. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. rapat koordinasi. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c. 69 . penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. b. b. d. Bagian Rencana dan Laporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. c. akuntabilitas kinerja.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. pengelolaan sistem. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. pelaporan. Subbagian Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Keuangan. d. situs. c. ketatalaksanaan. g. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. jaringan.

Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. e. d. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. penyiapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. b. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. satuan kerja. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 70 . c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. f. pelaksanaan.

(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 71 . penelaahan. penelaahan. b. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. d. pelayanan konsultasi hukum. c. pertimbangan hukum. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. penyiapan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. terdiri dari: a. c. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. f. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta kehumasan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan informasi. dan Neraca Direktorat Jenderal. e. pelaksanaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239.

pelaksanaan urusan kesekretariatan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. telepon. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pemberhentian. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. g. pelaksanaan. keamanan. b. c. mutasi. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengurusan formasi. Subbagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan keprotokolan dan upacara. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan Implementasi Sipeg. penelaahan. e.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. 72 . f. ekspedisi persuratan dinas. dan kearsipan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. c. kebersihan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pengadaan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. b. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pertamanan dan perparkiran. d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. perlengkapan dan rumah tangga.

serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. rencana dan program. h. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. pelaksanaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. persuratan dinas dan kearsipan. 73 . rencana pengadaan. implementasi Sipeg. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. d. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penelaahan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. e.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. f. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). serta evaluasi atas urusan kepegawaian. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta rencana dan program pembangunan berjangka. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. c.

serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. penyiapan rumusan. e. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. b. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. d. serta program pengembangan jaringan transmisi. c.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. 74 . penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. e. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. d. menengah dan tahunan tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. f. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. c. b. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250.

Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. d. penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. b. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. 75 . penyiapan. penelaahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik.

e. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. b. kriteria tenaga listrik sosial. penelaahan. d. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. f. c. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. 76 . penelaahan. penyiapan. b. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial.

b.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. asosiasi dan lembaga lainnya. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. penyiapan rumusan rencana dan program. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. multilateral dan regional. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dokumen perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. c. d. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. evaluasi pelaksanaan rencana. 77 . Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi. penelaahan. Seksi Multilateral dan Regional.

Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. 78 . Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. b. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. d. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. pelaksanaan pengelolaan data. penelaahan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. e. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. penyiapan. b. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. pengolahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha.

penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. e. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan. b. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. serta perlindungan konsumen. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. c. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 79 . i. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. b. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. g. c. f. d. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. d. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik.

penelaahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tugas 80 . pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta penetapan wilayah usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penyiapan.c. d. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan.

f. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. norma. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. c. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. e. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. b. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. b. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. 81 . Seksi Pelayanan Izin Usaha. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. pemberian sanksi. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. terdiri dari: a. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan.

serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. norma. kriteria hubungan komersial. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. 82 . Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. e. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan. d. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. b. f. pelaksanaan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan. c. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan.

penyiapan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. e. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. b. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. c. kriteria perlindungan konsumen listrik. terdiri dari: a. d. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. b. mempunyai tugas 83 . Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. penelaahan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. 84 . serta penggunaan tenaga teknik. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. e. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. keselamatan dan K3. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. c. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. kelaikan teknis. kelaikan teknis. profesi personil. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. d. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. g. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta pembinaan teknis. i. produk. f. f. e. h. c. terdiri dari: a. b. lindungan lingkungan.

Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. b. g. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. 85 . Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. jenis dan mutu tenaga listrik. b. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta Rancangan SNI. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. c. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. e. f. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan. pelaksanaan.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. instrumentasi.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan. b. penelaahan. norma. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. g. b. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. kalibrasi alat ukur. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pelaksanaan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. keselamatan operasi. c. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. e. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan K3. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kelaikan peralatan. 86 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. f.

pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. 87 . penelaahan. c. g. b. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. e. d.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. f. b. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan.

e. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. 88 . b. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. penelaahan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. c. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. b.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

dan kriteria usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. g. b. f. b. profesi personil. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. produk. d. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penelaahan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. c. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. norma. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. 89 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.

c. serta rencana dan program energi baru terbarukan. energi alternatif. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. norma. d. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. e. penyiapan rumusan kebijakan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. h. kriteria pemanfaatan energi. f. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi. 90 . Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. b. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Bimbingan Teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. e.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. c. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. g. c. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. f. d.

91 . pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. c.d. rencana dan program pengembangan usaha. penyiapan rumusan standar. b. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. b. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. e. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. terdiri dari: a. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Seksi Program Pemanfaatan Energi. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. b. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penelahaan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. norma. penyiapan. e.

penyiapan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. terdiri dari: a. penelahaan. c. penyiapan rumusan standar. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. penelahaan. 92 . Seksi Program Konservasi Energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. e. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. rencana dan program. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penelahaan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi. d. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan.

serta pedoman pengembangan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. c. d. penyiapan. norma. penelahaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. rencana dan program. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. penelahaan. b.. rencana dan program energi perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Seksi Program Energi Perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. 93 . terdiri dari: a. b. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. penyiapan rumusan standar. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberdayaan masyarakat.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. penyiapan. c. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. energi perdesaan dan konservasi energi. b. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. 94 . serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penelahaan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

pedoman. batubara dan panas bumi. kriteria. e. b. batubara dan panas bumi. 96 . batubara dan panas bumi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. dan panas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Batubara. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang mineral. c. batubara. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. Batubara dan Panas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. d. norma.

g. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. h. c. dan rumah tangga. i. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. satuan kerja. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. kearsipan. c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi. 97 .

d. akuntabilitas kinerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem. b. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. f. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. akuntabilitas kinerja. e. Subbagian Pengelolaan Informasi. rapat koordinasi. ketatalaksanaan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. d. c. c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. 98 . Subbagian Laporan. pelaporan. ketatalaksanaan. b. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan. g. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a.

pelaksanaan. pelaksanaan. 99 . Pasal 354 Bagian Keuangan. serta penyelesaian kerugian negara.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. satuan kerja. c. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. jaringan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. b. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Kekayaan Negara. c. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. d. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. situs. f. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. PBI Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. e. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

laporan pertanggungjawaban keuangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. 100 . e. pertimbangan hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan. b. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. pelaksanaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. b. pelaksanaan informasi. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. penyelesaian kerugian negara. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. f. serta kehumasan. d. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Pertimbangan Hukum. penelaahan.

pemberhentian. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. batubara. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. f. pengadaan pegawai. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan rumah tangga. penelaahan. pengurusan formasi. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. b. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kesekretariatan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. telepon. c. g. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. ekspedisi persuratan dinas. mutasi. 101 . dan kearsipan. e. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. kebersihan. keamanan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pelaksanaan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. penelaahan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Implementasi Sipeg. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. panas bumi dan air tanah. pertamanan dan perparkiran.

Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Kepegawaian. batubara. pelaksanaan. rencana pengadaan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. investasi dan pendanaan. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. neraca sumber daya wilayah kerja. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan kebijakan pengembangan usaha. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. cadangan atau potensi. serta penetapan wilayah kerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. b. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan pedoman dan prosedur kerja. panas bumi dan air tanah. dan produksi. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. dan produksi. wilayah kerja. c. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. rencana dan program di bidang mineral. 102 . b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta kebijakan pengelolaan air tanah. Subbagian Tata Usaha. penelaahan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Direktorat Pembinaan Program Mineral. implementasi Sipeg.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. d. panas bumi dan air tanah. pencatatan dan perhitungan PNBP. i. rencana dan program di bidang mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. b. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. j. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. b. g.e. batubara. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. f. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. perumusan perencanaan. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. menengah dan tahunan berbasis kinerja. terdiri dari: a. f. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Batubara dan Panas Bumi. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara dan Panas Bumi. h. e. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta pemantauan perencanaan program di daerah. 103 . Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. eksplorasi dan operasi produksi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. d. evaluasi kebijakan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. batubara. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta perhitungan bagi hasil. e.

f. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. batubara. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. 104 . penelaahan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. serta kerja sama di bidang mineral. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. b. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta pemantauan pelaksanaan investasi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. e. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penyiapan. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. d. penelaahan. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Seksi Program Mineral dan Batubara. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. g.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka.

penelaahan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. b. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. terdiri dari: a. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. penyiapan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 105 . Batubara dan Panas Bumi. Kontrak Karya (KK). d. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Kerja Sama Mineral. b. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. batubara dan pemanfaatan panas bumi. panas bumi dan air tanah. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. batubara.

Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penyiapan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. 106 . batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pencadangan wilayah kerja. norma. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. terdiri dari: a. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. batubara.e. penelaahan. c. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. f.

panas bumi dan air tanah. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. g. Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja.e. penyiapan penetapan potensi. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. 107 . Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. h. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. panas bumi dan air tanah. f. (2) Seksi Informasi Mineral. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. b. serta penetapan wilayah kerja. batubara. statistik. pelaksanaan. Panas Bumi dan Air Tanah. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Panas Bumi dan Air Tanah. neraca sumber daya. Seksi Informasi Mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. batubara. pencadangan dan potensi di bidang mineral. penyiapan. batubara dan panas bumi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. batubara. cadangan dan wilayah kerja.

108 . penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. d. penelaahan. c. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. pelaksanaan pencatatan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. b.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta bagi hasil daerah. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Seksi Penerimaan Negara Batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. e. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

(2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Seksi Bimbingan Usaha Mineral. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. g. 113 . f. pelaksanaan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. c. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Batubara.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. d.

(2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. 114 . pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. i. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. pembinaan hubungan komersial panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. b. Seksi Hubungan Komersial Batubara. b. h.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. c. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. e. f. Seksi Hubungan Komersial Mineral. terdiri dari: a. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. perumusan pengaturan. pelaksanaan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. g. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi.

Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. d. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. c. k. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. g. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. d. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi.j. dan perubahan batas wilayah kerja. l. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 115 . g. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. b. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. norma. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pengaturan usaha. c. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. e. f. e.

b. e. serta pengelolaan air tanah. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. c. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi. pelaksanaan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. d. Seksi Pengelolaan Air Tanah. i. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 116 . studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. penelaahan. penelaahan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi.

penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. b. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. e. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. f. b. g. d. c. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. 117 . pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta pengendalian air tanah. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi.

pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penelaahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi.h. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. i. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah. 118 . Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta pengendalian air tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. e. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. penelaahan. b. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi.

pelaksanaan. f. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. b. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.g. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. c. terdiri dari: a. b. penelaahan. h. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. 119 . (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429.

serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. serta air tanah. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta ketatausahaan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. Seksi Konservasi Air Tanah. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. pelaksanaan. b. c. b. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. 120 . serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. panas bumi dan air tanah. K3. h. lindungan lingkungan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. profesi personil. j.d. Batubara dan Panas Bumi. b. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi. c. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. d. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. batubara dan panas bumi. produk. kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. batubara. lindungan lingkungan. Kelompok Jabatan Fungsional. g. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. i. Batubara dan Panas Bumi. dan panas bumi. e. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara. kelaikan teknis. f. 121 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. b. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral.

serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. e. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Batubara. jenis dan mutu produk. terdiri dari: a. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. 122 . d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. f. dan Panas Bumi. penyiapan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penyiapan. Seksi Standardisasi Mineral. penelaahan. batubara. produk. serta konservasi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pemurnian. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. norma. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan panas bumi. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. profesi personil.

batas wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 123 . b. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. terdiri dari: a. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. dan konservasi mineral. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.b. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara dan panas bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penelaahan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. d. e. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan.

dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Batubara. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. batubara dan panas bumi. b. dan panas bumi. i. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan. penelaahan.c. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. 124 . penelaahan. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. d. h.

penimbunan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. norma. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyimpanan. keamanan instalasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Batubara. instrumentasi. panas bumi dan air tanah. penyiapan. c. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. kalibrasi alat ukur. penelaahan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. batubara. Seksi Keselamatan Batubara. dan panas bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. d. 125 . pengangkutan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. f. penelaahan. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. b.

serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan standar. d. norma. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. b. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. f. Seksi Usaha Penunjang Batubara. dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. e.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 126 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. b. terdiri dari: a. penelaahan. dan kriteria usaha penunjang. c. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. batubara.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 127 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. c. Inspektorat I. Inspektorat III. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal. keuangan. penyusunan laporan hasil pengawasan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. 128 . Inspektorat II. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. c. Inspektorat IV. d. d. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. b. pelaksanaan pengawasan kinerja. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. e.

serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan kepegawaian dan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Bagian Umum dan Keuangan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Rencana dan Laporan. d. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. perlengkapan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. k. e. pengelolaan jaringan dan situs informasi. i. e. g. keprotokolan dan rumah tangga. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. b. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. terdiri dari: a. h. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. keamanan. c. Bagian Hukum dan Kepegawaian. 129 .

penelaahan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. h. c. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana. satuan kerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Subbagian Penyiapan Laporan. i. penyajian informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. d. j. e. program kerja. pelaporan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. penelaahan. b. jaringan. akuntabilitas kinerja. f. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. pelaporan. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. rapat koordinasi. dan rencana kerja. ketatalaksanaan. situs. pelaksanaan. 130 . penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. g. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466.

pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. analisis hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. pelaksanaan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pelaksanaan analisis. pengolahan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Badan Geologi. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. d. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Mineral. b. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. c. penelaahan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. e. penyiapan. b. 131 . serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I.

penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dokumentasi dan tata naskah. 132 . e. bantuan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta pemberian pertimbangan hukum. dokumentasi hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. b. penyiapan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyuluhan. masyarakat dan yustisia. Subbagian Hukum. penelaahan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. penyiapan koordinasi urusan hukum. penelaahan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. c. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pertimbangan hukum.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. perpustakaan. dokumentasi hukum. Subbagian Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. dan implementasi Sipeg.

Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. f. d. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. dan implementasi Sipeg. pengurusan penganggaran. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. rumah tangga dan kehumasan. serta pengurusan administrasi keuangan. persuratan dinas. perlengkapan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. b. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. c. e. k. perlengkapan. j. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. perbendaharaan. h. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. 133 . i. g. pelayanan kesekretariatan. keprotokolan dan kehumasan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. kebersihan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan akuntansi Inspektorat Jenderal.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. penelaahan. dan kearsipan. pelaksanaan keamanan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Rumah Tangga. dokumentasi dan tata naskah. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. b. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. pengurusan perlengkapan dan pengadaan.

pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. perumusan laporan hasil pengawasan. penelaahan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perencanaan kebutuhan. pemeriksaan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. 134 . keprotokolan dan kehumasan. c. d. pelaksanaan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kebersihan. serta evaluasi atas urusan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perlengkapan dan pengadaan. e. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. penelaahan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). b. persuratan dinas.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 139 . serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2).

Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. h. perumusan kebijakan di bidang geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pusat Sumber Daya Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. c. Pusat Lingkungan Geologi. e. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. penelitian dan pelayanan. d. f. dan geologi lingkungan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Sekretariat Badan Geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. b. pelayanan survei geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Pusat Survei Geologi. c. g. terdiri dari: a. 140 . Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

dan rumah tangga. h. Bagian Umum. Bagian Keuangan. c. c. pelaporan. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Bagian Kepegawaian. d. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. g. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. i. akuntabilitas kinerja. kearsipan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. e. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. serta pelaksanaan bantuan hukum. f. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. j. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. informasi hukum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. d. 141 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

b. penelaahan. f. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. terdiri dari: a. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. b. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan. penyajian informasi. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. 142 . penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. jaringan. satuan kerja. pelaksanaan. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan. situs. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. c. akuntabilitas kinerja. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan.

penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kepangkatan. penyiapan. pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. kesejahteraan. pengembangan. 143 . serta implementasi Sipeg. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. pemberhentian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta implementasi Sipeg Badan. kepangkatan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pengembangan. pelaksanaan. penyiapan. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dan analisis jabatan. d. c. serta evaluasi atas mutasi. kesejahteraan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengurusan perencanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta evaluasi atas perencanaan. penggajian. penggajian. pengangkatan. penyiapan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. c. pengadaan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Perbendaharaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. dan revisi anggaran Badan. serta penyelesaian kerugian negara. Neraca. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan rumah tangga. b. Subbagian Akuntansi. kearsipan. e.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 517 Bagian Keuangan. d. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. f. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. b. 144 .

Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. b. Pasal 521 Bagian Umum. c. distribusi penggunaan. Subbagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaaan bantuan hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perpustakaan. dan pemeliharaan barang inventaris. 145 . persuratan dinas. serta pengurusan perlengkapan. pelayanan kesekretariatan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. terdiri dari: a. dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga Badan. f. b. bantuan hukum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta keprotokolan dan upacara Badan. Subbagian Hukum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penyiapan. c. dan kearsipan. perlengkapan. pengadaan. kebersihan dan keamanan Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. informasi dan dokumentasi hukum. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. d. penelaahan. e. kesekretariatan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. rencana kebutuhan dan pengadaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kehumasan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kearsipan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. d. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. bitumen padat. administrasi keuangan. c. keuangan. serta rancang bangun dan pemodelan. Bidang Program dan Kerja Sama. b. rekayasa teknologi. d.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. penyelidikan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. h. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian. perumusan rencana dan program. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. penyelidikan. b. c. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. i. dan panas bumi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. rumah tangga. e. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Teknik. serta pemetaan tematik potensi. Bidang Informasi. batubara. j. 146 . dan kepegawaian Pusat. f. penyusunan neraca sumber daya geologi. gambut. mineral. g. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

b. penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. keuangan. pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. d. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. 147 . serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. serta akuntansi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. pengangkatan. c.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. terdiri dari: a. f. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. 148 . c. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. penelaahan. Subbidang Laboratorium.d. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. b. serta kerja sama pelayanan jasa. e. e.

c. Subbidang Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 540 Bidang Informasi. Subbidang Program. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. terdiri dari: a. terdiri dari: a. 149 . (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. pelaksanaan sosialisasi. serta pengelolaan perpustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan. jaringan dan situs informasi. dokumentasi dan publikasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penganggaran. serta pemutakhiran basis data. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penyiapan. b. b. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538.

serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. gempa bumi. b. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta pos pengamatan gunung api. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah h. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. penyelidikan. dokumentasi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. d. e. 150 . pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pemodelan. rumah tangga. tsunami. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. operasi perangkat lunak. g. perpustakaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. dan gerakan tanah. sistem. tsunami. penelaahan. serta sesar aktif. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. sosialisasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. gempa bumi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. i. j. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. administrasi keuangan. dan rekayasa teknologi. f. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta rancang bangun. dan kepegawaian Pusat.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pengurusan perencanaan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan sarana. kearsipan. terdiri dari: a. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Kelompok Jabatan Fungsional. pengembangan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pemelaahan. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. b. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. l. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 151 . keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. kebersihan. d.k. penyelidikan. Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian. serta perpustakaan. pengurusan. pengangkatan. keuangan. terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. keamanan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. c. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai.

pelaksanaan. 152 . terdiri dari: a. pengurusan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. b. serta penetapan status dan peringatan dini. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. penelaahan. pelaksanaan. c. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. penetapan status. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. d. b. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pemelaahan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. geokimia dan deformasi.

Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. 153 . pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. d. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. c. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. penelaahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan. gerakan tanah dan tsunami. b. pelaksanaan. b. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. terdiri dari: a.

c. gerakan tanah dan tsunami. e. b. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. terdiri dari: a. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyelidikan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. 154 . pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. b. f. penelaahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penyiapan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta pelaksanaan atas perencanaan program.

serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. k. c. rumah tangga. h. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. evaluasi penyelenggaraan penelitian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bidang Program dan Kerja Sama. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. b. geologi teknik dan air tanah. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. keuangan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. 155 . Bagian Tata Usaha. pengelolaan ketatausahaan. f. rekayasa teknologi. pengembangan. i. terdiri dari: a. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. j. penyelidikan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Bidang Sarana Teknik. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. administrasi keuangan. b. geologi teknik dan air tanah. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. dan pengelolaan tata ruang. Bidang Informasi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengangkatan. g. dan kepegawaian Pusat. pengurusan perencanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. e.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keuangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta akuntansi. terdiri dari: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Subbagian Umum dan Kepegawaian. f. e. b.c. 156 . Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. c. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. keamanan. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

e. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. 157 . penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. pelaksanaan. Subbidang Program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbidang Laboratorium. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Subbidang Kerja Sama. b. pelaksanaan. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelakanaan pengelolaan sistem. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta pemutakhiran basis data. penelaahan. d. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penganggaran. Pasal 578 Bidang Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. c. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. b. jaringan dan situs informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. terdiri dari: a.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan publikasi. penyiapan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pengelolaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan sosialisasi. 158 . Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.

b. inventarisasi hasil survei. d. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. pengelolaan ketatausahaan. f. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. geomorfologi. g. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. rumah tangga. penelaahan. penelitian dan penyelidikan geologi. operasi perangkat lunak. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pemetaan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. sosialisasi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. administrasi keuangan. penelaahan. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. m. pemetaan geologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. rekayasa teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. k. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. j. tektonik. penyelidikan dan survei di bidang geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. 159 . c. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. geofisika. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. dan kepegawaian Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. sistem. pelaksanaan. geokimia. perpustakaan. pemetaan dan penelitian geologi. pelayanan jasa survei. l. e. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

160 . b. pengangkatan. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. c. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta akuntansi. kebersihan. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. e. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. Bidang Informasi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Teknik. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. keamanan. pengurusan perencanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583.

Subbidang Sarana Penyelidikan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. terdiri dari: a. d. pelaksanaan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. penelaahan. penelaahan. b. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. 161 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. c. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. f.

Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. d. Subbidang Kerja Sama. penganggaran. b. Subbidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penelaahan. penelaahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan. serta rencana strategis berbasis kinerja. 162 . Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. pengelolaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. serta operasi perangkat lunak informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan sosialisasi. jaringan dan situs informasi. serta pemutakhiran basis data. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 163 . serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. c. sosialisasi. perpustakaan. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. dokumentasi dan publikasi. operasi perangkat lunak. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. sistem. Pasal 597 Bidang Informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. terdiri dari: a. d. b. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Teknisi Litkayasa. Perekayasa. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 . Penyelidik Bumi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. f. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. panas bumi. b. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. 165 . rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. c. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. d.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. mineral batubara. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. e. pembinaan pelayanan jasa teknologi.

koordinasi pelayanan administratif Badan. e. serta perencanaan kerja. informasi hukum. f. b. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. 166 . penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kearsipan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. h. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. c. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. g. e. terdiri dari: a. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi.

penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. b. pelaporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. Bagian Keuangan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja.i. Bagian Umum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian. pelaporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja. g. 167 . c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. e. terdiri dari: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. j. d. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Rencana dan Laporan. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. f.

pengembangan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan perencanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pemberhentian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. d. serta implementasi Sipeg. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. pengadaan. penyajian informasi. penggajian. terdiri dari: a. penelaahan. b. satuan kerja. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. kepangkatan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kesejahteraan. 168 . Pasal 614 Bagian Kepegawaian. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. dan analisis jabatan. serta penyempurnaan organisasi Badan. penyiapan. situs. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. jaringan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

serta penyelesaian kerugian negara. penyiapan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas mutasi. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Subbagian Akuntansi. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. f. serta evaluasi atas perencanaan. pengembangan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 618 Bagian Keuangan. d. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan. penyiapan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. e. c. PBI Badan. kesejahteraan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. kepangkatan pemberhentian. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penelaahan. penggajian. pengangkatan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. 169 . b. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. kearsipan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan rumah tangga. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 622 Bagian Umum. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan. dan rumah tangga. kehumasan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Neraca. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. kearsipan. pelaksanaan. perlengkapan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. b. c. persuratan dinas. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. d. dan pemeliharaan barang inventaris. terdiri dari: a. e. pengadaan. serta pengurusan perlengkapan. penelaahan. dan revisi anggaran Badan. b. f. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Hukum. pelaksanaaan bantuan hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. distribusi penggunaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perpustakaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. penyelesaian kerugian negara. perlengkapan. penelaahan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. dan kearsipan. 170 .

serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. bantuan hukum. e. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. 171 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. f. c. d. b. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. kebersihan dan keamanan Badan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kesekretariatan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta keprotokolan dan upacara Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara.

pelaksanaan pengelolaan anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. rumah tangga. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. administrasi keuangan. keuangan. pengembangan. pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Afiliasi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Kelompok Fungsional. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. serta pelaksanaan keamanan. 172 . d. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. i. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. keuangan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. d. perbendaharaan dan akuntansi. c.h. dan kepegawaian Pusat. b. Bidang Program. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. kebersihan.

e. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan operasi penggunaan. keamanan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Subbidang Pengembangan Sarana. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan kebersihan Pusat. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan. serta pengadaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. 173 . b. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. perbendaharaan dan akuntansi.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. evaluasi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. c. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 174 . Subbidang Penyiapan Rencana. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 637 Bidang Program. penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

Pasal 641 Bidang Afiliasi. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. b. jaringan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. c. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. e. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. penelaahan. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. 175 . Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja.

jaringan. rumah tangga. d. dan kepegawaian Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. 176 . pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. f. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. penelaahan. administrasi keuangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. i. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. c. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi.

keselamatan kerja dan keprotokolan. 177 . pemeliharaan sarana kerja. e. d. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Afiliasi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Program. pengangkatan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha. keuangan. dan kebersihan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. kebersihan. pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. keamanan. c. terdiri dari: a. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. d. pengurusan perencanaan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. serta pengadaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

b. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. penelaahan. 178 . penyediaan bahan baku. d. terdiri dari: a. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengoperasian Sarana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. e. penyediaan bahan baku. pelaksanaan operasi penggunaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan. c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. c. 179 . b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. c. d. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. Pasal 660 Bidang Afiliasi. b. 180 .Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.

pengelolaan ketatausahaan. Bidang Program. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan kepegawaian Pusat. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. 181 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Afiliasi. b. e. c. administrasi keuangan. rumah tangga.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Kelompok Fungsional. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. i. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. f. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi.

Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengangkatan. keuangan. serta pengadaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. e. b. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. 182 . kebersihan. c. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemeliharaan sarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan kebersihan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan.

Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. 183 . Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Subbidang Pengoperasian Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penyiapan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. penelaahan. b.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. evaluasi. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. 184 . Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta analisis. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. b. penyiapan. b. Pasal 675 Bidang Program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

penelaahan. pelayanan jasa teknologi. jaringan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. c. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. 185 . d. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. b. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. b. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan.

i.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. geokimia. Kelompok Fungsional. g. pengelolaan ketatausahaan. dan geofisika kelautan. e. Bagian Tata Usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. rumah tangga. c. f. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. 186 . d. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bidang Afiliasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. administrasi keuangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. d. h. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. terdiri dari: a. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Bidang Program. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. j. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. dan kepegawaian Pusat.

keamanan. persuratan dinas dan kearsipan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta pelaksanaan keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 187 . pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengembangan. b. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemeliharaan sarana kerja. d. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan anggaran. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. dan kebersihan Pusat. pengangkatan. kebersihan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

c. pelaksanaan operasi penggunaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pengelolaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. e. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyediaan bahan baku. d. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. 188 . penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 189 . penelaahan.c. d. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. Subbidang Penyiapan Rencana. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. penyiapan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 694 Bidang Program. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. b. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. serta analisis.

serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi. e. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. penelaahan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 698 Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. 190 .d. pelaksanaan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi.

191 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi. Perekayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. d.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. f. mineral. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. c. b. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. geologi. 192 . h. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. g. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. batubara. e. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. c. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. 193 . Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. g. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. i. d. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. b. h. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. satuan kerja. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pembinaan kerja sama.

g. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pelaporan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan.j. d. terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian. c. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan rumah tangga. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 708 Sekretariat Badan. 194 . ketatalaksanaan. d. serta perencanaan kerja. Bagian Keuangan. kearsipan. pelaporan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. h. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. Bagian Umum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. l. k. f. akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. penganggaran. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.

serta pengembangan organisasi Badan. akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyiapan. e. terdiri dari: a. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengurusan perencanaan. perencanaan kerja. dan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penelaahan. serta implementasi Sipeg. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. jaringan dan situs informasi Badan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penelaahan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengembangan. d. b. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. kesejahteraan. pengadaan. 195 .Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. c. serta evaluasi atas laporan berkala. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Subbagian Kerja Sama. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan. prosedur kerja. penganggaran. kepangkatan. pemberhentian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. b. c. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. dan analisis jabatan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. c. b. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. pelayanan jasa. kontrol kualitas. pelaksanaan. 200 . pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. produk kilang. penyiapan. Subbidang Kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 201 . d. penyiapan. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. b. pelaksanaan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelayanan jasa. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan. penelaahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. Subbidang Bengkel. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. d. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. 202 . b. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. standar. penelaahan. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. pedoman. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. f. g. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. kriteria dan prosedur. serta kepustakaan. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pengelolaan kepustakaan. pedoman. norma. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. b. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c.

terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. c. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. g. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Sarana Teknis. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Bagian Tata Usaha. d. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. e. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pemberian pelayanan jasa. i. perlengkapan. Batubara. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. c. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. norma. d. kearsipan. f. 203 .Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. h. b. kriteria pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. e. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. pedoman.

terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. e. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. kehumasan dan keprotokolan. d. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. b. b. dokumentasi dan tata naskah. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. serta hukum. 204 . kearsipan. b. ketatalaksanaan dan umum Pusat. perbendaharaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. perlengkapan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

b. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. rencana pengembangan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. penelaahan. pelaksanaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pemeliharaan. c. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. 205 . norma. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.c. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pengoperasian Sarana. d.

penyiapan rumusan standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. Subbidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. norma. pedoman. b. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.d. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 206 . penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. c. kerja sama dan sistem. penyiapan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. dan prosedur. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. norma. pelaksanaan. b. f. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria. terdiri dari: a. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

pedoman. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penelaahan. 207 . pelaksanaan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. norma. pemberian pelayanan jasa. pedoman. kriteria dan prosedur. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. f. pedoman. d. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penyusunan standar. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan penyelenggaraan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyusunan standar. norma. kriteria dan prosedur. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. prosedur.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. kearsipan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pelatihan dan Sarana. c. organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. d. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. b. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. pengelolaan ketatausahaan. h. perbendaharaan. b. 208 . perlengkapan.g. Subbagian Kepegawaian dan Umum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. terdiri dari: a. kepegawaian serta rumah tangga Pusat.

Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. akuntabilitas kinerja. dan sistem. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. 209 . Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. jaringan dan situs informasi. e. c. kerja sama. penyiapan. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Subbidang Perencanaan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.

dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 210 .(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. d. Subbidang Pelatihan. norma. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. promosi. pedoman. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. b. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. kriteria dan prosedur. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan kerja sama. pelaksanaan. penyiapan. c. penelaahan. b.

Bidang Pelatihan dan Sarana. Bagian Tata Usaha. g. pedoman. c. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 211 . d. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. pengelolaan ketatausahaan. prosedur. e. penelaahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. f. h. pemberian pelayanan jasa. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. d. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. norma. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis.

pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. d. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah. akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. 212 . kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. kearsipan. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kehumasan dan keprotokolan. hukum. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. kearsipan. terdiri dari: a.

terdiri dari: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. kerja sama. pelaksanaan. b. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. 213 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. norma. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. norma dan kriteria. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Perencanaan. c. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. e. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. serta evaluasi atas standar. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan. b. d. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.

penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. c. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. e. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan kerja sama. terdiri dari: a. b. Subbidang Pelatihan. Subbidang Sarana dan Prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan. promosi. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. 214 . pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. b. penelaahan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 . (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Inspektorat Jenderal dan Badan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. c. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. e. Direktorat Jenderal. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. 216 . (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. b. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. terdiri dari: a.

g. d. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. c. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. serta neraca energi dan sumber daya mineral. b. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. k. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. h. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. 217 .BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. f. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. j. i. pengolahan dan pelayanan data dan informasi.

evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. dan persuratan dinas. e. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. 218 . Subbagian Tata Usaha Pusat. pelaksanaan urusan tata usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. d. c. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pelaporan dan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta kearsipan Bakoren.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. rumah tangga. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. b. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bidang Kajian Strategis. terdiri dari: a. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta kearsipan Pusat. c. b. Bagian Tata Usaha. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. d. terdiri dari: a. dukungan operasi kerja.

b. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. b. h. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. e. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan norma. g. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. i. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. d. terdiri dari: a. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. 219 . penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. c. k. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. l. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. j. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.

penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. f. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. ketenagalistrikan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. b. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. pelayanan data dan informasi. pelaksanaan. b. d. e. penyusunan rumusan norma. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 220 . penelahaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. batubara dan panas bumi. c. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. penelaahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.

b. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. 221 . penelahaan. bitumen padat. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. terdiri dari: a. air tanah dan kegeologian. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. e. d. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pelaksanaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penelahaan. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Energi. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. f. gambut.

Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. 222 . dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi.

yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama.a kepada pejabat eselon I. dengan lingkup meliputi personil.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. standardisasi teknis. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. organisasi. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. peraturan perundang-undangan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). (9) Pedoman penyusunan tata laksana. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. penganggaran. 223 . perencanaan kerja. regulasi ekonomi dan keteknikan. dokumentasi. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dan keselamatan umum. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. peralatan.

Direktur. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Direktorat Jenderal.b.a. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (5) Kepala Subbagian. Inspektur. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur Jenderal. 224 . Inspektur Jenderal.BAB XIV ESELON. Direktur Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Pusat.a.a. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Kepala Bagian. (3) Kepala Biro.

diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. X.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).d. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.

susunan organisasi. 226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(4) Perubahan atas rincian tugas.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. b. maka: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful