MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. d. Kementerian Negara. koordinasi kegiatan Departemen. Biro Keuangan. Departemen lain. e. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Biro Umum.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. Lembaga Pemerintah Non Departemen. c. b. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. d. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. dan lembaga lain yang terkait. Biro Kepegawaian dan Organisasi. 5 . b. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

serta pengelolaan kerja sama Departemen. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Bagian Perencanaan Anggaran. b. rencana dan program kerja. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. serta rencana strategis.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. f. serta perumusan akuntabilitas kinerja. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. e. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. serta kerja sama. i. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan harga satuan. rencana pembangunan jangka panjang. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). evaluasi kebijakan pembangunan. c. Bagian Analisis dan Evaluasi. l. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. d. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. menengah dan tahunan. d. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. c. 6 . rencana dan program kerja dan anggaran. j. e. sosialisasi kebijakan pembangunan. h. terdiri dari: a. dan rencana anggaran. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Bagian Kerja Sama. k. rencana anggaran. rencana kerja dan anggaran. b. perumusan kebijakan pembangunan. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. g.

Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. b. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Inspektorat Jenderal. penelaahan. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Menengah dan Tahunan Departemen. penyusunan rumusan RK-KL. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. c. standar dan kriteria rencana kerja. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. e. dan urusan tata usaha Biro. Batubara dan Panas Bumi. dan Badan Geologi. terdiri dari: a. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. c. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penelaahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. b. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan norma. 7 . f.

penelaahan. c. dan Badan Geologi. e. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan 8 . serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penyiapan. penelaahan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. norma. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. d. terdiri dari: a. f. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. b. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Subbagian Penganggaran Penunjang. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penelaahan. b. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana pembangunan jangka panjang. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. menengah. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. c. 9 . Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. RKA-KL. d. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. c. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan bahan sidang. f. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan standar. tahunan dan rencana strategis. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. norma. e. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. g. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. h. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. kriteria akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen.

penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria kerja sama. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. b. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. g. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan. h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta kerja sama asosiasi. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. e. Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. 10 . evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. f. dan Badan Geologi. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. c. d. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. norma.

disiplin. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. pengadaan. pemensiunan. jabatan struktural dan fungsional. penempatan dan pengembangan pegawai. 11 . dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. dan penilaian kinerja pegawai. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. e. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Bilateral. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perencanaan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. kepangkatan. pengembangan organisasi dan tata laksana. d. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). pembinaan mutasi. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. b. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. penelaahan. c.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. b. penelaahan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen.

i. Bagian Mutasi Pegawai. b. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). d. b. d. penyiapan rumusan rencana. pola dan pengembangan karir pegawai.f. e. penyiapan rumusan standar. Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta kartu PNS. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. pengadaan. Pegawai Negeri Sipil (PNS). dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). pengelolaan sistem informasi pegawai. penyusunan rencana formasi. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta standardisasi kompetensi jabatan. g. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. g. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. k. terdiri dari: a. 12 . pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. evaluasi pembinaan kepegawaian. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. c. e. c. serta administrasi penugasan ke luar negeri. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. j. h.

terdiri dari: a. j. dan penugasan pegawai ke luar negeri. bimbingan teknis. penyiapan. i. pemindahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. penyiapan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Subbagian Pengembangan Karir. penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta kesejahteraan pegawai Departemen. kepangkatan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. kompetensi pegawai. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. penelaahan.h. pemberhentian dan disiplin. 13 . c. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. penelaahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. dan Kartu PNS Departemen. pengelolaan administrasi tugas belajar.

pelaksanaan kepangkatan. g. perbantuan. Subbagian Mutasi Jabatan. ujian dinas dan Ujian KPPI. e. penarikan kembali.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. perbantuan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pelaksanaan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. d. j. Askes. dipekerjakan. pemberhentian. norma. penyiapan standar. serta Kartu Istri. h. pelaksanaan kesejahteraan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. kepangkatan. kepangkatan. pembebasan sementara. b. pemindahan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. Taspen. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pemindahan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. b. pengangkatan kembali. dipekerjakan. 14 . Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kesejahteraan pegawai. cuti. f. c. pemberhentian dan disiplin. dan Bapertarum. dan penilaian angka kredit. c. pelaksanaan disiplin pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. dan penilaian prestasi pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pelaksanaan pemindahan pegawai. k. serta kesejahteraan pegawai Departemen. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. kriteria mutasi pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pemindahan. dan penarikan kembali pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. Kartu Suami. terdiri dari: a. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. i. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengangkatan.

evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. d. Kartu Istri. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. b.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Taspen. disiplin. 15 . pelaksanaan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemindahan. penghargaan. pemberhentian. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan. dan administrasi lembaga tripartit. penilaian angka kredit. penelaahan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Kartu Suami. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. penggajian. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pelaksanaan. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. e. dan daftar riwayat hidup pegawai. penyiapan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Bapertarum pegawai Departemen. pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian dan pemensiunan. g. penghargaan. i. h. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyusunan laporan kekuatan pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelayanan kesehatan. jabatan. f. pengadaan pegawai. kepangkatan. penelaahan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Askes. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan. pelaksanaan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. b. c. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. jabatan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. penelaahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi. penelaahan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. klasifikasi dan peta jabatan. pemberhentian. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. c. penelaahan. penggajian. kepangkatan. terdiri dari: a. pengadaan pegawai. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 16 . penghargaan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. kriteria pengembangan organisasi. norma. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). e. pemindahan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. d. pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen.

c. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. h. g. pengembangan. penelaahan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. pengembangan. Subbagian Tata Laksana. pengembangan. penelaahan. 17 . serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. peta jabatan.f. analisis beban kerja. dan pelaksanaan bimbingan teknis. evaluasi dan klasifikasi jabatan. penelaahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. b. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pola hubungan kerja. standardisasi kompetensi jabatan. administrasi keuangan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Kelembagaan. terdiri dari: a.

Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Perbendaharaan. b. perbendaharaan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan inventarisasi. e. j. l. laporan realisasi anggaran. h. c. administrasi keuangan. d. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. b. e. serta bimbingan teknis perbendaharaan. serta nota keuangan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. Bagian Akuntansi.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. i. kekayaan negara dan akuntansi. k. penyelesaian kerugian negara. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. 18 . serta pembinaan perbendaharaan. g. terdiri dari: a. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Bagian Kekayaan Negara. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. f. serta pelaksanaan akuntansi. Pasal 49 Biro Keuangan. serta Neraca Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. dan implementasi sistem akuntansi.

serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penelaahan. Subbagian Anggaran Belanja. k. c. c. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. g. 19 . Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. b. penelaahan. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. j. h. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. penyiapan. evaluasi tarif dan revisi PNBP.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. f. i. pelaksanaan. norma. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan rumusan standar. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. e. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan. Subbagian Anggaran Pendapatan. terdiri dari: a. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). dan urusan tata usaha Biro. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. d. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan target. b.

serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. d. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. 20 . pelaksanaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. f.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. c. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Inspektorat Jenderal. dan pengelolaan SPM. e. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. norma. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Badan Geologi. Batubara dan Panas Bumi. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tuntutan perbendaharaan. norma. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. f. kriteria pengelolaan kekayaan negara. 21 . serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. ganti rugi. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. b. c. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. g. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. e. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. b. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan. dan bidang minyak dan gas bumi. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. c. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

22 . terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Neraca. pelaksanaan. d. Batubara dan Panas Bumi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Inspektorat Jenderal. penelaahan. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Geologi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. c. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. b. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. g. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. f. pelaksanaan verifikasi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. norma. rekonsiliasi. e. pelaksanaan.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. pelaksanaan. dan implementasi SAI Departemen. equitas dana. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). pelaksanaan. pengelolaan dokumentasi. penelaahan. b. penelaahan. e. dan penyelesaian kasus hukum. bantuan hukum. pelaksanaan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penelaahan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. c. konsolidasi. h. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penelaahan. dan bantuan hukum. rekonsialiasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta hubungan masyarakat Departemen. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. verifikasi anggaran. bantuan hukum dan kehumasan. serta program legislasi dan regulasi. f. dan bantuan hukum.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. kewajiban. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. Neraca. 23 . serta kehumasan. serta evaluasi atas pembukuan aset. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. dan implementasi SAAT Departemen. d.

Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. d. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. evaluasi peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. d. c. dan bantuan hukum. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Bagian Penelaahan Hukum. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Bagian Bantuan Hukum. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. 24 . e. Bagian Hubungan Masyarakat. c. terdiri dari: a. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. c. b. j. b. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral.i. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan.

penelaahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan. d. 25 . Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. c. norma. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. kriteria kontrak atau perjanjian. e. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. f. dan unsur unit penunjangnya. h. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral.

dan unsur unit penunjangnya. 26 . penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. e. d. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. b. c.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. norma. penyiapan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

e. serta monitoring dan analisis berita. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. b. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. c. pelaksaaan. 27 . (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. b. Batubara dan Panas Bumi. konferensi pers. norma. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. penelaahan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. pelaksaaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. c. pelaksanaan hubungan kerja dengan media.

perekaman dan pameran kegiatan Departemen. 28 . penelaahan. konferensi pers. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. rumah tangga Sekretariat Jenderal. h. j. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. monitoring dan analisis berita Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. pelaksanaan. dan urusan tata usaha Biro. peliputan dan perekaman kegiatan. pelaksanaan. i. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan peliputan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. b. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. penerbitan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. c. Subbagian Publikasi. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. penelaahan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pameran Departemen.g.

Bagian Perlengkapan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. g. perlengkapan dan pengadaan. pengelolaan rumah tangga. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. tata persuratan dinas dan kearsipan. c. j. pengadaan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penyediaan sarana dan prasarana kerja. e. terdiri dari: a. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. b. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. tugas 29 . f. Bagian Tata Usaha. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Sekretaris Jenderal. tata usaha dan kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan keamanan dan keselamatan. c. f. d.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. h. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. tata persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 87 Biro Umum. e. Staf Ahli. d. tata persuratan dinas dan kearsipan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. rumah tangga Sekretariat Jenderal.

Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. b. c. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pelantikan. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. f. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. c. Subbagian Tata Usaha Menteri. Jakarta Pusat). Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . persuratan dinas. d. Medan Merdeka Selatan 18. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. terdiri dari: a. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. e. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. b. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen.

(2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Kearsipan. norma. penyiapan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. persuratan dinas. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. b. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. e. penelaahan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. 31 . pelaksanaan. c.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. c. penjadwalan kegiatan. Subbagian Tata Usaha Departemen. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. penelaahan. b. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. dan ekspedisi surat dinas. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. terdiri dari: a.

serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Kepala Biro dan Kepala Pusat.H. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pelaksanaan kebersihan. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 32 . keselamatan. Thamrin 1. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. keselamatan. serta pengadaan. f. b. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. keamanan. c. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. b. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. e. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. d. Jakarta Pusat). M.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. terdiri dari: a. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli.

Pasal 102 Bagian Perlengkapan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. norma. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. b. serta pengadaan. 33 . kriteria perlengkapan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. e. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengadaan. c. penyiapan kegiatan. terdiri dari: a. f. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. b. penyiapan bahan rumusan standar. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. g. penelaahan penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. inventarisasi. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Subbagian Rencana Kebutuhan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengadaan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. dan kearsipan Staf Ahli.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. b. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. 35 .BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. norma. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. pedoman. penyusunan standar. kriteria. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108.

Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 36 .Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. e. f. Kelompok Jabatan Fungsional. h. b. b. Bagian Keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. d. satuan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. g. ketatalaksanaan. c. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. kearsipan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaporan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. l. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. e. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). implementasi Sipeg. k. n. c. j. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. serta perhitungan bagi hasil. d. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. b. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. f. h. 41 . Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. WP & B). m. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. rencana dan program. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. i. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. g. perumusan pengaturan. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi.

terdiri dari: a. e. penyusunan statistik. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. p. 42 . evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. h. ketersediaan dan infrastruktur sektor. g. evaluasi kebijakan. b. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. serta pencadangan strategis. serta data kebutuhan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor.o. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. b. terdiri dari: a. f. d. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. d. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. f. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. menengah dan tahunan berbasis kinerja. c. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. e.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. penelaahan. norma. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan. dan terms of condition KKS. f. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan. c. penelaahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. b. 43 . Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. g. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. dan pelaksanaan sosialisasi. permasalahan iklim usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. pengumpulan data potensi. serta penyediaan informasi. e.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137.

penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan pencatatan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. norma. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penelaahan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. b.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pajak. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 44 . g. j. serta biaya operasi. retribusi. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). pemeriksaan dan pengujian. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. d. h. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. e. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). f. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. tugas serta induk. penyiapan. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. i. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. serta bagi hasil daerah. c. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. tugas serta induk.

tenaga kerja asing. e. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. c. penelaahan. PNBP dan tarif iuran. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. f. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. lifting dan target penerimaan. harga minyak mentah Indonesia. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. pelaksanaan. norma. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. pelaksanaan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. terdiri dari: a. 45 . Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pajak.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. retribusi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. penyiapan rumusan. g. tenaga kerja asing.

h. i. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. k. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. 46 . penggunaan barang operasi. b. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. b. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. rencana impor barang operasi. penyiapan. serta pengaturan tenaga kerja asing. fasilitasi lembaga tripartit. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pemberdayaan produksi dalam negeri. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. j. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. dan kerja sama dalam negeri. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. pelaksanaan.

penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a.c. f. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. pelaksanaan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. c. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. 47 . kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. e. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. b. penyiapan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. d. g. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. penelaahan.

penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. f. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. 48 . i. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. l. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. b. penyiapan rumusan standar. f. kriteria pengelolaan WK. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. pengelolaan WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. c. g. j. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. d. e. pelaksanaan pengumuman WK. h. k. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi.d. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. e. norma. d. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. f. c. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. h. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. g. Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi.

serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. b.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. kriteria usaha eksplorasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penyiapan rumusan standar. f. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. d. e. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. norma. c. penelaahan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. 49 . terdiri dari: a. b. penilaian. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. penelaahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan.

pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. g. c.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan standar. kriteria. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. i. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. d. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. f. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. e. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. j. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pelaksanaan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. h. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. pelaksanaan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. 50 . norma.

Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penelaahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. penyiapan. c. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. norma. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penelaahan. kriteria usaha eksploitasi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan rumusan standar. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. tumpang tindih lahan. 51 . g. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. f. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. penyiapan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. b. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan.

Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 . Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan. i. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. d. norma. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan. e. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h.

b. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. g. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Penyediaan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. Light Natural Gas (LNG). Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pengaturan Penugasan.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. h. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. bahan bakar gas. d. 53 . hasil olahan dan bahan bakar lain. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. Light Petroleoum Gas (LPG). Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penelaahan. e. perumusan jenis bahan bakar minyak. pelaksanaan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. i. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). c. bahan bakar lain. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir.

d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. l. i. b. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. e. penyiapan perizinan usaha pengolahan. c. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. norma. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. c. j. e. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. d. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. g. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. pengelolaan data. pengelolaan data. f. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. b. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. LNG.j. h. LPG. bahan bakar gas. 54 . k. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir.

Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. h. norma. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. e. penelaahan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan. penyiapan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Gas Bumi. 55 . hasil olahan dan bahan bakar lain. b. d. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan data. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. g. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan.

e. 56 . penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. b. d. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan. c. kriteria harga bahan bakar. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi.i. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. j. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. norma. penelaahan. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. bahan bakar gas dan LPG. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penyiapan rumusan formulasi harga. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta penyiapan penetapan P3JBT. terdiri dari: a.

c. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. d. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penelaahan. g. penyiapan. i. penyiapan perizinan usaha niaga. penyiapan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. LNG. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan.f. LPG. kriteria usaha niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. f. gas bumi. h. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. norma. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. pengelolaan data. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. g. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. h. e. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. b. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 57 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga.

terdiri dari: a. penyiapan norma. Seksi Niaga Gas Bumi. Seksi Proses Non Bahan Bakar. LNG. Seksi Niaga Minyak Bumi. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. biodiesel. kriteria usaha non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. f. LPG. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. b. penyiapan. b. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. pelumas. petrokimia. d. penyiapan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. e. b. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. tugas 58 . hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penelaahan. dan non bahan bakar lainnya. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.

59 . lindungan lingkungan. dan non bahan bakar lainnya. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. biodiesel. petrokimia. kelaikan teknis. f. biodiesel. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. e. penelaahan. serta penggunaan tenaga teknik. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. h. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. penelaahan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). lindungan lingkungan. b. kelaikan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. c. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan. produk. petrokimia. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. penyiapan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. g. d. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. profesi personil. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. dan non bahan bakar lainnya. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199.

Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. j. g. b. e. b. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. f. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. h. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. f. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. 60 . evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . c. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.i. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. d. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. d.

pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. b. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. c. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. 61 . dan penggunaan tenaga teknik. d. penyiapan. K3.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan kalibrasi alat ukur. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. e. instalasi. instrumentasi. g. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. keselamatan operasi. penelaahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan.

penelaahan. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. pengangkutan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. instrumentasi. norma. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 62 . instalasi. penelaahan. c. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. d. pelaksanaan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. K3. penyiapan rumusan standar. keselamatan operasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. dan penggunaan tenaga teknik. dan kalibrasi alat ukur. e. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.

penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan.f. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. serta penjaminan pasca operasi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. b. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. g. pelaksanaan. pengangkutan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penelaahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 63 . Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. Penyimpanan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan.

g. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengangkutan. b. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. 64 . pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. e. f. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.d. dan kriteria usaha penunjang. norma. terdiri dari: a. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. c. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. b. g. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. produk. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. f. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. profesi personil. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. terdiri dari: a.d. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. 65 .

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

e. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pedoman. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. 67 . d. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. norma. c. penyusunan standar.

kearsipan. f. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. terdiri dari: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. g. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. i. e. dan rumah tangga. d. 68 . c. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. satuan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

c. c. ketatalaksanaan. pelaksanaan. f. situs. akuntabilitas kinerja. d. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. terdiri dari: a. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Keuangan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. g. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. e. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. ketatalaksanaan. jaringan dan situs informasi. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. pelaporan. c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. b. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. rapat koordinasi. 69 . penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d.

70 . f. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. d. satuan kerja. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. e. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. PBI Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 237 Bagian Keuangan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penelaahan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan.

pelayanan konsultasi hukum. b. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Subbagian Informasi Hukum. penelaahan. pelaksanaan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. c. laporan pertanggungjawaban keuangan. d. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pertimbangan hukum. f. serta kehumasan. penyelesaian kerugian negara. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. c. pelaksanaan informasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. penyiapan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. 71 . pengurusan kehumasan dan perpustakaan. dan Neraca Direktorat Jenderal. e. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal.

(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pemberhentian. b. Subbagian Tata Usaha. d. dan kearsipan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. f. kebersihan. dan Implementasi Sipeg. pelaksanaan urusan kesekretariatan. b. penelaahan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. 72 . pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pengadaan pegawai. mutasi. e. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. telepon. pelaksanaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pertamanan dan perparkiran. keamanan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. ekspedisi persuratan dinas. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. c. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. perlengkapan dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Kepegawaian. g.

b. implementasi Sipeg. c. evaluasi kebijakan. e. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. 73 . penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. f. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penelaahan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. rencana pengadaan. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana dan program. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. d. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. persuratan dinas dan kearsipan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. h. rencana dan program. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri.

b. serta rencana strategis dan RUKN. e. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. b. c. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. f. g. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. serta program pengembangan jaringan transmisi. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. d. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. e. b. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. d. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. c. penyiapan rumusan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. 74 .

penyiapan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. d. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 75 . b. c. penelaahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik.

Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. kriteria tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penyiapan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penyiapan. 76 . Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penelaahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. c. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. d. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. b. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. e. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. penyiapan bahan rumusan standar. f.

(2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Seksi Multilateral dan Regional. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. penyiapan rumusan rencana dan program. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penyusunan dokumen perjanjian. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. b. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. asosiasi dan lembaga lainnya. lembaga sertifikasi. c. 77 . program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana. d. multilateral dan regional. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.

c. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. penyiapan. d. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. pelaksanaan pengelolaan data. penelaahan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. e. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. pengolahan. 78 . serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik.

d. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. d. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. b. pembinaan. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. 79 . Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. b. c. b. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. g. e. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. serta perlindungan konsumen. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. f. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. c. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. h. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha.

Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. b. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. c. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha.c. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penelaahan. d. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta efisiensi dan transparansi usaha. b. d. tugas 80 . penyiapan. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik.

dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengawasan Izin Usaha. penelaahan. terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Izin Usaha. f. e. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. 81 . Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. b. pemberian sanksi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan. norma. kriteria harga jual tenaga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. c. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. f. penelaahan. 82 . kriteria hubungan komersial. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. penyiapan rumusan standar. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penelaahan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. norma. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. e. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penelaahan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. norma. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. b. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. d.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. mempunyai tugas 83 . e. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. b. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. c. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik.

serta penggunaan tenaga teknik. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. h. 84 . evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. produk. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. serta pembinaan teknis. b. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. b. keselamatan dan K3. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. i. lindungan lingkungan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. profesi personil. f.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. e. g. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. d. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. c.

b. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. jenis dan mutu tenaga listrik. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. c. g. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. f. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta Rancangan SNI. e. d. 85 . terdiri dari: a.

g. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. keselamatan operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. f. c. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. dan K3. penyiapan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. penelaahan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. 86 . kelaikan peralatan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. instrumentasi. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. b. d. pelaksanaan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. kalibrasi alat ukur.

pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. 87 . c. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. g. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. e. f. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. b. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik.

penelaahan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. b. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. e. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. penyiapan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. d. 88 . Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan. b. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. c. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

d. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. f. penelaahan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. 89 . Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. norma. penelaahan. e. c. g. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. produk. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b. profesi personil.

Kelompok Jabatan Fungsional. c. Subdirektorat Konservasi Energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. c. terdiri dari: a. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis. d. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Energi Perdesaan. e. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. 90 . Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. serta rencana dan program energi baru terbarukan. norma. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. e. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. d. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. kriteria pemanfaatan energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. energi alternatif. f. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. b. f. b. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319.

c. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. b. penyiapan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. 91 . penyiapan rumusan kebijakan. terdiri dari: a. e. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. norma. e. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. b. kriteria usaha energi baru terbarukan. penyiapan.d. rencana dan program pengembangan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. d.

Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penelahaan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. terdiri dari: a. Seksi Program Konservasi Energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. rencana dan program. c. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. penelahaan. d. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma dan kriteria konservasi energi. penyiapan rumusan standar. penelahaan. 92 . serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi.

penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. penelahaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. e. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. norma. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. terdiri dari: a. pemberdayaan masyarakat.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. penyiapan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. b. rencana dan program. rencana dan program energi perdesaan. d. c. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan.. 93 . pelaksanaan fasilitasi kerja sama. penyiapan rumusan standar. Seksi Program Energi Perdesaan. serta pedoman pengembangan.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. terdiri dari: a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. penelahaan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. b. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. c. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. 94 . serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. kriteria. dan panas bumi. penyusunan standar. 96 . Batubara. (2) Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. batubara. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. pedoman. norma. c. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. b. e. dan prosedur di bidang mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. batubara dan panas bumi. d.

Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. dan rumah tangga. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. h. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. e. 97 . penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. d. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. f.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. satuan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. kearsipan. i. d. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara.

Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. ketatalaksanaan. pelaporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. e. c. b. d. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan sistem. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. d. Bagian Keuangan. Bagian Umum dan Kepegawaian. rapat koordinasi. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. c. b. terdiri dari: a. f. akuntabilitas kinerja. pelaporan. jaringan dan situs informasi. e. Bagian Rencana dan Laporan. b. c.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. g. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. 98 . terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

pelaksanaan. f. pelaksanaan. satuan kerja. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan. 99 . penelaahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. penelaahan. PBI Direktorat Jenderal. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. c. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. e. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penyelesaian kerugian negara. d. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. jaringan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. c. Pasal 354 Bagian Keuangan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Informasi Hukum. pertimbangan hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. c. pemberian telaahan dan bantuan hukum. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. dan Neraca Direktorat Jenderal. 100 . c. pelaksanaan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. b. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta kehumasan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. b. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. penelaahan. pelayanan konsultasi hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. d. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbagian Pertimbangan Hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan informasi. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal.

serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. keamanan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. 101 . penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. penelaahan. c. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. f. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. b. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penelaahan. pertamanan dan perparkiran. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. kebersihan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. batubara. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengadaan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. dan kearsipan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pelaksanaan urusan kesekretariatan. panas bumi dan air tanah. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. dan Implementasi Sipeg. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. penyiapan. ekspedisi persuratan dinas. g. mutasi.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan formasi. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. d. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pemberhentian. telepon. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

Subbagian Tata Usaha. c. rencana pengadaan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. 102 . perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. c. perumusan kebijakan pengembangan usaha. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. batubara. panas bumi dan air tanah. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. b. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. dan produksi. persuratan dinas dan kearsipan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. investasi dan pendanaan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penelaahan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. wilayah kerja. cadangan atau potensi. serta penetapan wilayah kerja. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan produksi. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. implementasi Sipeg. pelaksanaan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. neraca sumber daya wilayah kerja. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.

serta pemantauan perencanaan program di daerah. d. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. g. i. lembaga sertifikasi dan asosiasi. perumusan perencanaan. e. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. 103 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. c. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. panas bumi dan air tanah. e. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Kelompok Jabatan Fungsional. b. batubara. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Batubara dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi. j. evaluasi kebijakan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. c. f. rencana dan program di bidang mineral.e. d. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. h. pengelolaan data. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Batubara dan Panas Bumi. serta perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. eksplorasi dan operasi produksi. f. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor.

asosiasi dan lembaga sertifikasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. e. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. Seksi Program Mineral dan Batubara. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. panas bumi dan air tanah. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan. f. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. batubara. serta kerja sama di bidang mineral. serta pemantauan pelaksanaan investasi. penelaahan. g. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. h. 104 .Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. batubara. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. b. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. terdiri dari: a.

penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Kontrak Karya (KK). Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. 105 . batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. terdiri dari: a. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. c. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan standar. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penelaahan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. penyiapan. penyiapan.e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. d. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. f. norma. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. b. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan informasi bidang mineral. b. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. 106 . terdiri dari: a. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan. kriteria pencadangan wilayah kerja. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi.

pelaksanaan. penyiapan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. 107 . panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. batubara. penelaahan. panas bumi dan air tanah. batubara. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara dan panas bumi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Seksi Informasi Mineral. cadangan dan wilayah kerja. neraca sumber daya. statistik. g. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. penelaahan. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan penetapan potensi. batubara. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. f. pencadangan dan potensi di bidang mineral.e. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. serta penetapan wilayah kerja. h. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.

Seksi Penerimaan Negara Batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara dan panas bumi. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pencatatan. b. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. 108 . penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. b. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. e. penelaahan. c. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta bagi hasil daerah. terdiri dari: a. d.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

pelaksanaan. g. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. terdiri dari: a. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. e.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 113 . Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. f. d.

serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 114 . pelaksanaan. d. e. b. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. g. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. c. pembinaan hubungan komersial panas bumi. h. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. f. perumusan pengaturan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. b. Seksi Hubungan Komersial Batubara. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pelaksanaan. Seksi Hubungan Komersial Mineral. i. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. terdiri dari: a. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah.

b. dan perubahan batas wilayah kerja. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. k. c. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. e. penyiapan rumusan pengaturan usaha. 115 . penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. l. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. f. Subbagian Tata Usaha. g. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. c. f. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b.j. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. g. norma.

Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. 116 . pelaksanaan. penelaahan. b. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417.h. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. e. c. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. d. Seksi Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi. pelaksanaan. b. i. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi.

serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. c. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. pelaksanaan. terdiri dari: a. e. g. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. b. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. 117 . Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. d. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. f.

Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah. c. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. e. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. serta pengelolaan air tanah. 118 . serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. i. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. b. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. b.h. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi.

(2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. d. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b.g. h. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. 119 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. f. b. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. e. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

pelaksanaan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. b. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 120 . terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta air tanah. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta ketatausahaan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. batubara dan panas bumi. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Seksi Konservasi Air Tanah. c. b. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.

d. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. batubara.d. 121 . standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. lindungan lingkungan. c. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Standardisasi Mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. profesi personil. b. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. i. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. K3. Batubara dan Panas Bumi. j. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. f. f. h. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. produk. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. kelaikan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. g. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. e. dan panas bumi.

penelaahan. profesi personil. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441.c. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. f. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. norma. d. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. dan panas bumi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. g. penyiapan rumusan standar. penyiapan. b. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. produk. penyiapan. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta konservasi mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 122 . batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. pemurnian. terdiri dari: a. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. jenis dan mutu produk. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Standardisasi Mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan. penelaahan. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. dan konservasi mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan.b. d. c. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. batas wilayah kerja. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. 123 . penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. serta konservasi mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi.

pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. dan panas bumi. pelaksanaan. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. batubara dan panas bumi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. terdiri dari: a.c. penelaahan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. b. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. d. g. 124 . e. pelaksanaan. h. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. Batubara. batubara. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan penetapan jaminan reklamasi.

Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. instrumentasi. pelaksanaan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penimbunan. penyiapan rumusan standar. Batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. g.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. penyimpanan. e. penelaahan. b. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kalibrasi alat ukur. pengangkutan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. keamanan instalasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan. dan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. f. d. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. batubara. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. panas bumi dan air tanah. c. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 125 . dan Panas Bumi. norma. b.

Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. d. pelaksanaan. penelaahan. b. Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. terdiri dari: a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. c. f. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. e.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. 126 . Seksi Usaha Penunjang Batubara. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. d. pelaksanaan pengawasan kinerja. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. d. Inspektorat III. c. 128 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat II. e. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat I. terdiri dari: a. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat IV. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. b.

129 . Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. perlengkapan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha. h. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. f. Kelompok Jabatan Fungsional. e. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. keprotokolan dan rumah tangga. pengurusan kepegawaian dan organisasi. g. b. d. pengelolaan jaringan dan situs informasi.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. k. e. Bagian Umum dan Keuangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. Bagian Rencana dan Laporan. b. kearsipan. i. j. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. keamanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal.

(2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. rapat koordinasi. e. j. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. akuntabilitas kinerja. penelaahan. b. ketatalaksanaan. b. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyajian informasi. jaringan. 130 . penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. h. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. program kerja. c. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. akuntabilitas kinerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pelaporan. g. dan rencana kerja. pelaporan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. i. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. situs.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penelaahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pelaksanaan. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Laporan. satuan kerja. f.

serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. d. penyiapan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. analisis hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. b. 131 . Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Geologi. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Batubara dan Panas Bumi. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. e. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pengolahan. pelaksanaan analisis. terdiri dari: a. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. b. c. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penelaahan.

serta pemberian pertimbangan hukum. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). bantuan hukum. Subbagian Hukum. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. masyarakat dan yustisia. c. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. b. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. 132 . serta pemberian pertimbangan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. b.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. perpustakaan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi urusan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. penyuluhan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. d. penelaahan. pertimbangan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. dokumentasi dan tata naskah. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. dokumentasi hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. dokumentasi hukum. e.

serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. 133 . i. b. g. perbendaharaan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. persuratan dinas. penelaahan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. perlengkapan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan kearsipan. d. h. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan. keprotokolan dan kehumasan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. perbendaharaan. k. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. serta pengurusan administrasi keuangan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. j. pelayanan kesekretariatan. f. pelaksanaan keamanan. rumah tangga dan kehumasan. c. b. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. pengurusan penganggaran. Subbagian Rumah Tangga. rumah tangga dan kehumasan. e. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian.

serta evaluasi atas urusan keamanan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. d. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perlengkapan dan pengadaan. 134 . c. persuratan dinas. perencanaan kebutuhan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan administrasi keuangan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perumusan laporan hasil pengawasan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. b. penelaahan. kearsipan. penelaahan. pelaksanaan. pemeriksaan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. keprotokolan dan kehumasan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

dan geologi lingkungan. Sekretariat Badan Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. terdiri dari: a. Pusat Survei Geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. penelitian dan pelayanan. h. Pusat Sumber Daya Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. d. pelayanan survei geologi. b. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. f.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. g. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. 140 . pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. e. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. e. perumusan kebijakan di bidang geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. d. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. c. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501.

d. g. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. e.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. pelaporan. h. serta pelaksanaan bantuan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. j. terdiri dari: a. d. i. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. informasi hukum. ketatalaksanaan. f. kearsipan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan. dan rumah tangga. c. Bagian Keuangan. e. akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. 141 . b.

142 . penyiapan. penelaahan. jaringan dan situs informasi. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. b. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. jaringan. pengelolaan sistem. b. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. satuan kerja. d. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. ketatalaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. akuntabilitas kinerja. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan. situs. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyajian informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penelaahan. Subbagian Laporan. pelaporan. c. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan.

pengadaan. pengurusan perencanaan. d.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyiapan. serta evaluasi atas perencanaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. pengangkatan. serta implementasi Sipeg. c. pelaksanaan. penelaahan. e. dan analisis jabatan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pemberhentian. b. penggajian. kepangkatan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kesejahteraan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi atas mutasi. pemberhentian. penelaahan. terdiri dari: a. pengembangan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pelaksanaan. kepangkatan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penggajian. b. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pengembangan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 143 . (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kesejahteraan. serta implementasi Sipeg Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai.

b. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. e. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. Subbagian Kekayaan Negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. b. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi. penelaahan. dan revisi anggaran Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. penyelesaian kerugian negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta penyelesaian kerugian negara. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. Pasal 517 Bagian Keuangan. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. 144 . penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. PBI Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perlengkapan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. kearsipan. pelaksanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. c. Neraca. dan rumah tangga. d.

penyiapan. kehumasan. d. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. e. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. b. kesekretariatan. serta keprotokolan dan upacara Badan. dan rumah tangga. distribusi penggunaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Subbagian Tata Usaha. terdiri dari: a. 145 . pengadaan. pelayanan kesekretariatan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. dan pemeliharaan barang inventaris. dan kearsipan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. persuratan dinas dan kearsipan. b.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. f. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c. pelaksanaaan bantuan hukum. perlengkapan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. c. serta pengurusan perlengkapan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. persuratan dinas. bantuan hukum. Pasal 521 Bagian Umum. dokumentasi hukum dan perpustakaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kebersihan dan keamanan Badan. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. rencana kebutuhan dan pengadaan. perpustakaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual.

Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. rekayasa teknologi. administrasi keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. j. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. h. e. mineral. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyusunan neraca sumber daya geologi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. keuangan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelidikan. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. 146 . Bidang Informasi. d. dan kepegawaian Pusat. b. bitumen padat. i. perumusan rencana dan program. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. serta pemetaan tematik potensi. gambut. b. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. c. Bidang Sarana Teknik. penyelidikan. f. batubara. dan panas bumi. serta rancang bangun dan pemodelan. d. e. Bagian Tata Usaha. g. Bidang Program dan Kerja Sama. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi.

keselamatan kerja dan keprotokolan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. keamanan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keuangan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. serta akuntansi. 147 . kebersihan. terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

b. penelaahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan akuntabilitas kinerja.d. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Laboratorium. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. d. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. f. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 148 . serta kerja sama pelayanan jasa. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. c. e. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penganggaran. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 149 . penyiapan. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dokumentasi dan publikasi. serta pengelolaan perpustakaan. serta pemutakhiran basis data. terdiri dari: a. penyiapan. b. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 540 Bidang Informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan sosialisasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. d. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. Subbidang Program.

(2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. f. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan ketatausahaan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. 150 . penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. i. tsunami. b. dan rekayasa teknologi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. tsunami. gempa bumi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. sistem. penyelidikan. penelaahan. j. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. sosialisasi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. serta rancang bangun. g. dan gerakan tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. operasi perangkat lunak. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. c. d. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah h. pelaksanaan. gempa bumi. dokumentasi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pos pengamatan gunung api. rumah tangga. administrasi keuangan. pelaksanaan. pemodelan. perpustakaan. serta sesar aktif.

pemelaahan. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan sarana. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. b. keselamatan kerja dan keprotokolan.k. evaluasi pelaksanaan penelitian. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. c. c. kearsipan. serta perpustakaan. kebersihan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. b. d. pengembangan. pengurusan perencanaan. pengurusan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyelidikan. Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. b. d. l. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengangkatan. 151 . Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545.

c. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. penelaahan. pemelaahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. 152 . pengurusan. administrasi keuangan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. serta penetapan status dan peringatan dini. pelaksanaan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. geokimia dan deformasi. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. b. terdiri dari: a. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. penetapan status. pelaksanaan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. d.

pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. pelaksanaan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. d. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. terdiri dari: a. b. 153 . c. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. penelaahan. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. gerakan tanah dan tsunami. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah.

penyiapan. penelaahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. b. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penyiapan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. 154 . pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. b. f. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. terdiri dari: a. gerakan tanah dan tsunami. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyelidikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. penelaahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. d. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

pengurusan perencanaan. j. keuangan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. e. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. g. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. b. geologi teknik dan air tanah. c. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Bidang Sarana Teknik. Bidang Program dan Kerja Sama. dan pengelolaan tata ruang. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. h. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. Bidang Informasi. terdiri dari: a. e. pengangkatan. f. penyelidikan. 155 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rumah tangga. b. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha. k. administrasi keuangan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Kelompok Jabatan Fungsional. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. d. i. c. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi penyelenggaraan penelitian. rekayasa teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. geologi teknik dan air tanah.

penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. terdiri dari: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.c. keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. serta akuntansi. f. d. d. kebersihan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. 156 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. penelaahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan. b. 157 . serta rencana strategis berbasis kinerja. d. penyusunan akuntabilitas kinerja. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. Subbidang Laboratorium. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kerja Sama. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi dan publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan sosialisasi. penelaahan. 158 . Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penganggaran. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta pengelolaan perpustakaan. pengelolaan. terdiri dari: a. d. b. Pasal 578 Bidang Informasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c.

geomorfologi. perpustakaan. d. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. m. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. sistem. c. rekayasa teknologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. administrasi keuangan. pelayanan jasa survei. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. geofisika. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. operasi perangkat lunak. g.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. pemetaan dan penelitian geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sosialisasi. dan kepegawaian Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. pemetaan geologi. geokimia. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. k. penelaahan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penelitian dan penyelidikan geologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. evaluasi pelaksanaan penelitian. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. rumah tangga. 159 . pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. penyelidikan dan survei di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pengelolaan ketatausahaan. f. b. dokumentasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. inventarisasi hasil survei. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. l. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pelaksanaan. h. tektonik. pemetaan. penelaahan. j. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. Bidang Program dan Kerja Sama. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 160 . keselamatan kerja dan keprotokolan. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Sarana Teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. kebersihan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. serta akuntansi. d. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. keamanan. pengangkatan. Bidang Informasi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. pengembangan. e. Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja.

penelaahan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. f. d. Subbidang Sarana Penyelidikan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Laboratorium. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. penelaahan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. 161 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. e. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik.

162 . c. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Program. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. pengelolaan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. b. e. penelaahan. penyiapan. Subbidang Kerja Sama. penganggaran. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. b. serta rencana strategis berbasis kinerja. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. dokumentasi. serta pengelolaan perpustakaan. pelaksanaan sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. b. dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. 163 . Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. d. operasi perangkat lunak. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. c. serta operasi perangkat lunak informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. sosialisasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penelaahan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.

Teknisi Litkayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 164 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. 165 . pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. d. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. f. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. panas bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. g. perumusan kebijakan penyelenggaraan. e. mineral batubara. b. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. serta perencanaan kerja. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. serta pelaksanaan bantuan hukum. c. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. h. kearsipan. f. informasi hukum. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. e. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. 166 . g. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. b.

penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. d. b. ketatalaksanaan. e. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan.i. f. b. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. jaringan dan situs informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaporan. pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. c. terdiri dari: a. Subbagian Laporan. Bagian Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. j. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. d. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. 167 . penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. e. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Umum. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.

satuan kerja. penelaahan. penyajian informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. penyiapan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. terdiri dari: a. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. e. Subbagian Administrasi Kepegawaian. 168 . (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. penelaahan. kesejahteraan. serta pengembangan organisasi Badan. c. serta penyempurnaan organisasi Badan. jaringan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. c. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. dan analisis jabatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengurusan perencanaan. kepangkatan. serta implementasi Sipeg. pengembangan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan. situs. pemberhentian.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

pengangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Perbendaharaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. d. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penggajian. pelaksanaan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta evaluasi atas perencanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. terdiri dari: a. penyiapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. serta implementasi Sipeg Badan. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas mutasi. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. kesejahteraan. penelaahan. 169 . penyiapan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. Subbagian Akuntansi. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. PBI Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kepangkatan pemberhentian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. penyiapan. pengembangan. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 618 Bagian Keuangan. b. pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

kearsipan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. pelayanan kesekretariatan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. f. Subbagian Hukum. 170 . dan rumah tangga. pelaksanaan. e. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. perlengkapan dan rumah tangga Badan. perlengkapan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. penelaahan. distribusi penggunaan. Pasal 622 Bagian Umum. dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. c. terdiri dari: a. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. dan kearsipan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. Subbagian Tata Usaha. Neraca. kearsipan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. perpustakaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penelaahan. kehumasan. c. informasi dan dokumentasi hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta pengurusan perlengkapan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. penelaahan. dan revisi anggaran Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas.

serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. g. bantuan hukum. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. kesekretariatan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. persuratan dinas dan kearsipan. c. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. kebersihan dan keamanan Badan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 171 .

Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. e. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. terdiri dari: a. terdiri dari: a. keuangan. administrasi keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. c. Bidang Afiliasi. pengangkatan. 172 . pengurusan perencanaan. serta pelaksanaan keamanan. i. dan kepegawaian Pusat. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. c. d.h. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program. rumah tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. pengembangan. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. serta pengadaan. b. 173 . Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. pelaksanaan operasi penggunaan. perbendaharaan dan akuntansi. dan kebersihan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. c. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. penyediaan bahan baku.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 174 . c. Subbidang Penyiapan Rencana. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. b. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan. pelaksanaan. serta analisis. penyiapan. Pasal 637 Bidang Program. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. c. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 175 . pelaksanaan. b. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. jaringan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. penelaahan. e. b. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penyiapan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. d. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengelolaan sistem.

pelaksanaan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian Pusat. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. 176 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. jaringan. h. i. f. d. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. b. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

b. c. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Afiliasi. keuangan. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha. dan kebersihan Pusat. 177 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Program.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". perbendaharaan dan akuntansi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemeliharaan sarana kerja. pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. keuangan. kebersihan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. c. terdiri dari: a. e. keamanan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pengadaan.

Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. b. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. d. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. 178 . penyediaan bahan baku. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Rencana. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 179 . serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. b. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta analisis. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. d. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. Pasal 660 Bidang Afiliasi. c. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. 180 . jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelayanan jasa teknologi.

d. e. terdiri dari: a. administrasi keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. dan kepegawaian Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. i. Bidang Program. pengelolaan ketatausahaan. 181 . c. Kelompok Fungsional. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. c. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. h. rumah tangga. f. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. b.

Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengangkatan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. 182 . keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta pengadaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. pemeliharaan sarana kerja. keuangan. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. c. pengurusan perencanaan. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. pengembangan.

e.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. b. d. b. 183 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.

c. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. b. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 184 . Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta analisis. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 675 Bidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

Pasal 679 Bidang Afiliasi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi. b. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. d. situs dan penyebarluasan informasi. c. jaringan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. jaringan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 185 . Subbidang Informasi dan Publikasi.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. Kelompok Fungsional. c. d. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. b. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Bidang Program. e. f. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. h. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. i. b. keuangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 186 . Bidang Afiliasi. dan geofisika kelautan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. d. terdiri dari: a. geokimia. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. administrasi keuangan. rumah tangga. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. j.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. g.

187 . dan kebersihan Pusat. terdiri dari: a. d. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengembangan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. keamanan. perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. serta pelaksanaan keamanan. serta pengadaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengangkatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. pelaksanaan pengelolaan anggaran.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. kebersihan. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. persuratan dinas dan kearsipan.

b. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. 188 . d. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. pengelolaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pengelolaan.c. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.

pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. evaluasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 189 . penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. c. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. penelaahan. penelaahan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. d. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

jaringan. 190 . serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. jaringan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. e.d. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan.

Teknisi Litkayasa.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Perekayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 191 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. h. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. batubara. geologi. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. g. d. perumusan kebijakan penyelenggaraan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. 192 .BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. b. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi.

g. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. b. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. d. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pembinaan kerja sama. e. 193 . satuan kerja. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. d. f. i. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum.

kearsipan. k. akuntabilitas kinerja. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. c. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. b. pelaporan. pelaporan. serta perencanaan kerja. 194 . Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. f. l. Bagian Keuangan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Kepegawaian. terdiri dari: a. h. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. g.j. d. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penganggaran. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. Pasal 708 Sekretariat Badan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. dan rumah tangga. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Umum. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja.

pemberhentian. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja. pengadaan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. d. penganggaran. b. dan sistem. b. 195 . serta evaluasi atas laporan berkala. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. kepangkatan. c. terdiri dari: a. penyiapan. Subbagian Kerja Sama. perencanaan kerja. penggajian. pengurusan perencanaan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. dan analisis jabatan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. kesejahteraan. c.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pengembangan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta implementasi Sipeg. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. e. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan. jaringan dan situs informasi Badan. pelaksanaan. prosedur kerja. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

kontrol kualitas. produk kilang. penyiapan. c. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. d. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang.. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. 200 . Subbidang Utilitas. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. pelayanan jasa.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbidang Kilang. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. penelaahan.

d. penyediaan dan pemanfaatan. pelayanan jasa. pelaksanaan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. b. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Bengkel. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Subbidang Laboratorium. pengembangan dan pemanfaatan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. 201 . penelaahan. penelaahan.

c. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. f. pengelolaan kepustakaan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. b. norma. pelaksanaan. g. Subbidang Penyiapan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. penyiapan penyelenggaraan. e. norma. standar. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur. pedoman. 202 . Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. serta kepustakaan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. b. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi.

administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. d. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. prosedur. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pemberian pelayanan jasa. f. pengelolaan ketatausahaan. Batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. e. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. norma. h. perlengkapan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. c. kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. b. c. 203 . Bidang Sarana Teknis. pedoman. g. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. i. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. e. kriteria pendidikan dan pelatihan.

organisasi. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. kearsipan. c. kehumasan dan keprotokolan. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. e. akuntansi. b. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. b. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. 204 . perbendaharaan. perlengkapan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta hukum. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan.

205 . pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan.c. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. rencana pengembangan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pedoman. b. pelaksanaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan pemeliharaan. penggunaan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. d. c. norma. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan standar. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbidang Pengembangan Sarana.

kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. e. kerja sama dan sistem.d. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. f. b. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penelaahan. dan prosedur. penyiapan rumusan standar. e. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan. norma. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. pedoman. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. 206 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan. pedoman. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. b.

penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. d. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyusunan standar. norma. penyiapan penyelenggaraan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberian pelayanan jasa. b.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pelaksanaan. penelaahan. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pedoman. e. pedoman. b. terdiri dari: a. pedoman. pelaksanaan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. prosedur. kriteria dan prosedur. penyusunan standar. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. 207 . kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. kriteria pendidikan dan pelatihan. f.

c. 208 . e. c. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pelatihan dan Sarana. b. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. organisasi dan ketatalaksanaan. pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.g. h. b. b. terdiri dari: a. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kehumasan dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kearsipan. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. perbendaharaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha. kearsipan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.

b. kerja sama. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. 209 . penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. b. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan sistem. Subbidang Perencanaan. pedoman. akuntabilitas kinerja. e. jaringan dan situs informasi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. penyiapan.

Subbidang Pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. c. pelaksanaan kerja sama. d. pedoman. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. promosi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. norma. e. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. penyiapan. kerja sama. terdiri dari: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyiapan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 210 . Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. kriteria dan prosedur. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. pedoman. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. kriteria pendidikan dan pelatihan. prosedur. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. f. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pemberian pelayanan jasa. b. d. e. 211 . h. g. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. b. c.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Bagian Tata Usaha. norma.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. perlengkapan. b. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. kehumasan dan keprotokolan. akuntansi. 212 . Subbagian Kepegawaian dan Umum. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. hukum. perbendaharaan. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. e. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan.

serta evaluasi atas standar. Subbidang Perencanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. pedoman. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. b. c. 213 . d. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma dan kriteria. kerja sama. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. norma. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar.

terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama. Subbidang Sarana dan Prasarana. kerja sama. promosi. Subbidang Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. c. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. 214 . pelaksanaan. b. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan. b.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. 215 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. c. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. d. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal dan Badan. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Direktorat Jenderal. b. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. 216 .BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. e. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup.

pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. j. b. serta neraca energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. g. d. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. k. f. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. i. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. 217 . Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. e. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. h. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral.

c. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. dan persuratan dinas. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. d. terdiri dari: a. 218 . Bagian Tata Usaha. Bidang Kajian Strategis. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. e. serta kearsipan Pusat. d. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. rumah tangga. serta kearsipan Bakoren. Kelompok Jabatan Fungsional. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Tata Usaha Bakoren. b. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. dukungan operasi kerja. c. b. pelaporan dan tata persuratan. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. b. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan urusan tata usaha. terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan norma. e. h. b. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. f. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. i. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. k. b. c. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. d. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. l. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. j. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. 219 . penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. ketenagalistrikan. penyiapan. penyiapan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan data dan informasi. penelahaan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. d. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. f. penelaahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. 220 . pelaksanaan. penyusunan rumusan norma. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penelaahan. c. b. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. e. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. terdiri dari: a. bitumen padat. Subbidang Kajian Strategis Energi. penelahaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. air tanah dan kegeologian. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. c. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. pelaksanaan. b. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. gambut. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. 221 . Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. b. pelaksanaan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral.

(5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. 222 . (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi.

(8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. standardisasi teknis. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. regulasi ekonomi dan keteknikan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. peraturan perundang-undangan. 223 . perencanaan kerja. penganggaran. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. peralatan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dengan lingkup meliputi personil. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen.a kepada pejabat eselon I. dokumentasi. organisasi.

b.a. (4) Kepala Bagian. Sekretaris Direktorat Jenderal. Inspektur Jenderal.BAB XIV ESELON. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. 224 . (3) Kepala Biro. Direktur. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Pusat. (5) Kepala Subbagian.a. Inspektur.a. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. X. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. 225 .

(5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. 226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. c. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. PURNOMO YUSGIANTORO 227 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful