MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Kementerian Negara. d. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. c. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Biro Umum. e. dan lembaga lain yang terkait. Biro Keuangan. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen lain. Biro Kepegawaian dan Organisasi. terdiri dari: a. koordinasi kegiatan Departemen. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. d. b. Lembaga Pemerintah Non Departemen. 5 .

penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta rencana strategis. rencana dan program kerja dan anggaran. l. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. e. serta pengelolaan kerja sama Departemen. j. d. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. evaluasi kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. 6 . Bagian Analisis dan Evaluasi. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana anggaran. h. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. Bagian Perencanaan Anggaran. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. c. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL).Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. k. dan rencana anggaran. terdiri dari: a. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyusunan harga satuan. Bagian Kerja Sama. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. f. perumusan kebijakan pembangunan. Kelompok Jabatan Fungsional. menengah dan tahunan. e. serta perumusan akuntabilitas kinerja. c. b. b. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. rencana kerja dan anggaran. rencana dan program kerja. i. serta kerja sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. g. d.

penelaahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. 7 . Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. Menengah dan Tahunan Departemen. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Perencanaan Penunjang. penelaahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. penyiapan rumusan norma. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. f. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan Badan Geologi. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. e. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. b. c.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. d. standar dan kriteria rencana kerja. terdiri dari: a. penyusunan rumusan RK-KL. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c.

serta rumusan RKA-KL dan DIPA. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. kriteria perencanaan anggaran. norma. penyiapan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. dan Badan Geologi. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. f. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. b. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penyiapan rumusan satuan harga pokok. c. e. dan 8 . Batubara dan Panas Bumi. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penganggaran Penunjang. terdiri dari: a.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. b.

pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. menengah. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. penelaahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. g.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. 9 . d. penyiapan rumusan standar. tahunan dan rencana strategis. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. norma. penyiapan bahan sidang. kriteria akuntabilitas kinerja. f. h. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. c. e. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. RKA-KL. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. b.

b. penelaahan. penelaahan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. serta kerja sama asosiasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan. 10 . kriteria kerja sama. dan Badan Geologi. e. c. f. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. g. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. d. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Batubara. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. Inspektorat Jenderal. Panas Bumi. norma. penyiapan. h.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. serta pengelolaan kerja sama Departemen.

pengadaan. e. c. dan kesejahteraan pegawai. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. b. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. penempatan dan pengembangan pegawai. terdiri dari: a. dan penilaian kinerja pegawai. pembinaan mutasi. 11 . Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. Subbagian Kerja Sama Bilateral. penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. perencanaan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan struktural dan fungsional. d. pengembangan organisasi dan tata laksana. kepangkatan. penelaahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). c. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. pemensiunan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. disiplin. b. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a.

pengadaan. norma. d. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rencana formasi. penyiapan rumusan rencana. Bagian Mutasi Pegawai. h. serta administrasi penugasan ke luar negeri. k. i. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. e. g. penyiapan rumusan standar. c. serta standardisasi kompetensi jabatan. b. g. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). j.f. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. evaluasi pembinaan kepegawaian. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. e. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. terdiri dari: a. 12 . penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. f. pengelolaan sistem informasi pegawai. b. serta kartu PNS. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Pegawai Negeri Sipil (PNS). pola dan pengembangan karir pegawai.

Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. b. penelaahan. i. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. penyiapan. terdiri dari: a. bimbingan teknis. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan tugas belajar dan izin belajar. dan penugasan pegawai ke luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. kepangkatan. 13 . penyiapan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. pemindahan. j. dan Kartu PNS Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. kompetensi pegawai. pengelolaan administrasi tugas belajar. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. pemberhentian dan disiplin. penelaahan. Subbagian Pengembangan Karir. penelaahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan.h. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai.

serta evaluasi atas kenaikan pangkat. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. Taspen. perbantuan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. penyiapan standar. e. Kartu Suami. pemberhentian. penarikan kembali. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. dan Bapertarum. kepangkatan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. i. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemindahan. pemindahan. kepangkatan. perbantuan. norma. ujian dinas dan Ujian KPPI. terdiri dari: a. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemberhentian dan disiplin.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pelaksanaan disiplin pegawai. dan penilaian prestasi pegawai. pemberhentian. d. pemindahan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pelaksanaan pemindahan pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan penarikan kembali pegawai. penelaahan. Askes. c. serta Kartu Istri. 14 . serta kesejahteraan pegawai. k. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. b. c. pelaksanaan kepangkatan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. cuti. pelaksanaan kesejahteraan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. Subbagian Mutasi Jabatan. j. pelaksanaan. dipekerjakan. g. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkatan kembali. dan penilaian angka kredit. b. f. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. h. pembebasan sementara. dipekerjakan.

pemindahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pelaksanaan. pelayanan kesehatan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. pemberhentian dan pemensiunan. penilaian angka kredit. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pengadaan pegawai. penelaahan. f. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. kepangkatan. dan administrasi lembaga tripartit. Daftar Urut Kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. Taspen. penghargaan. disiplin. pendidikan dan pelatihan pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Bapertarum pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Askes. Kartu Istri. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. d. penggajian. dan daftar riwayat hidup pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. h. 15 . Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Kartu Suami. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelaksanaan. pemberhentian. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. c. i. penghargaan. e. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. g. jabatan.

penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pemberhentian. jabatan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. e. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengadaan pegawai. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. d. klasifikasi dan peta jabatan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. penelaahan. norma.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. kepangkatan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. penghargaan. penelaahan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. kriteria pengembangan organisasi. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. pemindahan. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. b. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. serta pengembangan organisasi dan jabatan. penggajian. 16 . Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi. pendidikan dan pelatihan pegawai. c. penelaahan.

terdiri dari: a. g. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. standardisasi kompetensi jabatan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Kelembagaan. b. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. analisis beban kerja. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.f. dan pelaksanaan bimbingan teknis. evaluasi dan klasifikasi jabatan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. administrasi keuangan. 17 . Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. pengembangan. perbendaharaan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pola hubungan kerja. pengembangan. penelaahan. penelaahan. pengembangan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. h. peta jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. penelaahan. Subbagian Tata Laksana.

Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Kekayaan Negara. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyelesaian kerugian negara. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. laporan realisasi anggaran. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. Bagian Akuntansi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. perbendaharaan. administrasi keuangan. 18 . l. serta nota keuangan. h. k. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. b. e. j. c. pembinaan inventarisasi.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja. i. d. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. dan implementasi sistem akuntansi. Pasal 49 Biro Keuangan. g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. d. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. serta pembinaan perbendaharaan. terdiri dari: a. serta Neraca Departemen. Bagian Perbendaharaan. f. kekayaan negara dan akuntansi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. serta pelaksanaan akuntansi. serta bimbingan teknis perbendaharaan. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara.

j. norma. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. f. b. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. penelaahan. penyusunan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan target. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. i. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. Subbagian Anggaran Belanja.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penelaahan. e. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan. h. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. evaluasi tarif dan revisi PNBP. d. penyiapan. dan urusan tata usaha Biro. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. terdiri dari: a. 19 . k. b. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. pelaksanaan. norma. c. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. g. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. dan pengelolaan SPM. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan standar. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Inspektorat Jenderal. penelaahan. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. f. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 20 . Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Badan Geologi. e. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. terdiri dari: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. b. b. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.

b. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. penyiapan rumusan standar. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. 21 . norma. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. dan bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ganti rugi. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. c. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tuntutan perbendaharaan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. b. d. c. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. e. f. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. pelaksanaan. pelaksanaan. g.

serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. 22 . serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. rekonsiliasi. d. terdiri dari: a. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Penyiapan Neraca. e. b. g. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Badan Geologi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. c. penyiapan rumusan standar. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan verifikasi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penelaahan. penelaahan. Pasal 64 Bagian Akuntansi. norma. Inspektorat Jenderal. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). pelaksanaan. f. Batubara dan Panas Bumi. b. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.

pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi. dan bantuan hukum. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Neraca. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. bantuan hukum dan kehumasan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. b. 23 .Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan aset. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). equitas dana. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. rekonsialiasi. d. dan implementasi SAAT Departemen. serta kehumasan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. f. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. kewajiban. penelaahan. konsolidasi. verifikasi anggaran. penelaahan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. dan penyelesaian kasus hukum. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. serta hubungan masyarakat Departemen. pengelolaan dokumentasi. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. dan implementasi SAI Departemen. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan bantuan hukum. c. serta pelaksanaan kehumasan.

Bagian Penelaahan Hukum. terdiri dari: a. terdiri dari: a. serta program legislasi dan regulasi Departemen. evaluasi peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. c. d. j. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. b. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. e. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. c. 24 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. penelaahan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. c. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Hubungan Masyarakat. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. e. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Bagian Bantuan Hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen.

kriteria kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. d. penelaahan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. 25 . serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penyiapan. e. b. penelaahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. f. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan. c. h. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penelaahan.

dan unsur unit penunjangnya. terdiri dari: a. penelaahan. penelaahan. penyiapan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penyiapan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. 26 . c. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. c. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. dan unsur unit penunjangnya. norma. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen.

Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. f. serta monitoring dan analisis berita. norma. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksaaan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. 27 . Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. b. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. penelaahan. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. konferensi pers. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. c. penelaahan. penelaahan. d. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. e. dan unsur unit penunjangnya.

pelaksanaan. monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan.g. peliputan dan perekaman kegiatan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. penerbitan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. 28 . serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Hubungan Kelembagaan. dan urusan tata usaha Biro. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pelaksanaan peliputan. pameran Departemen. penelaahan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. b. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. abstrak peraturan perundang-undangan. penelaahan. j. h. Subbagian Publikasi. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. konferensi pers. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. perekaman dan pameran kegiatan Departemen.

terdiri dari: a. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Sekretaris Jenderal. e. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. tata usaha dan kearsipan. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pengadaan. pengelolaan rumah tangga. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. i. f. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha. d. tugas 29 .Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. g. Bagian Perlengkapan. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. tata persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. b. c. f. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. j. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. h. Staf Ahli. d. perlengkapan dan pengadaan. e. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. penyediaan sarana dan prasarana kerja. tata persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 87 Biro Umum. b. pengelolaan keamanan dan keselamatan. tata persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. rumah tangga Sekretariat Jenderal.

c. penyiapan penyelenggaraan rapat. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. f. b.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. terdiri dari: a. c. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . e. b. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. d. pelantikan. Subbagian Urusan Dalam Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan.

pelaksanaan. penjadwalan kegiatan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. Subbagian Kearsipan. Subbagian Tata Usaha Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. 31 . dan ekspedisi surat dinas. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. f.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. c. d. e. b.

keamanan.H. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. d. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. M. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Thamrin 1. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. c. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. f. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. e. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). keselamatan. Staf Ahli. c. 32 . Staf Ahli. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. b. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. keselamatan.

terdiri dari: a. f. dan kearsipan Staf Ahli. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan kegiatan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan penyiapan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. e. b. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Subbagian Rencana Kebutuhan. kriteria perlengkapan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. d. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. inventarisasi. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. c. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. g. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengadaan. 33 .Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. serta pengadaan. penyiapan bahan rumusan standar. norma. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Pengadaan.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 34 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. 35 . norma. pedoman. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. b. c. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. kriteria. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. h. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Keuangan. c. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pelaporan. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. satuan kerja. f. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. kearsipan. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. dan rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. b. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. g. 36 . i. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

41 . g. i. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. implementasi Sipeg. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. pelaksanaan. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. c. m. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. f. rencana dan program. l. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. WP & B). perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. d. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. j. penelaahan. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. perumusan pengaturan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. serta perhitungan bagi hasil. k. n. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). h. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi.

c. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Kelompok Jabatan Fungsional. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. evaluasi kebijakan. f. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. norma. e. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. b. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. penyusunan statistik. terdiri dari: a. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. p. serta pencadangan strategis. d. d. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. 42 . f. penyiapan rumusan.o. b. e. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. h. menengah dan tahunan berbasis kinerja. c. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. b. terdiri dari: a. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. g. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta data kebutuhan.

serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan terms of condition KKS. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. penelaahan. permasalahan iklim usaha. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. dan pelaksanaan sosialisasi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. b. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengumpulan data potensi. terdiri dari: a. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. e. 43 . kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta penyediaan informasi. penyiapan. penyiapan rumusan. f. norma. g. c. d.

penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. tugas serta induk. penyiapan. pelaksanaan pencatatan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. pemeriksaan dan pengujian. h. penelaahan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. j. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. tugas serta induk. 44 . g. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). d. penyiapan. b. norma. penelaahan. serta biaya operasi. pajak. serta bagi hasil daerah. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. c. e. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. f. retribusi. i. penyiapan rumusan standar. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP).

norma. retribusi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. tenaga kerja asing. d. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. e. 45 . penyiapan rumusan. c. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. pajak. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. f. b. penelaahan. pelaksanaan. tenaga kerja asing. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. penelaahan. PNBP dan tarif iuran.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. b. terdiri dari: a. harga minyak mentah Indonesia. lifting dan target penerimaan. g. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi.

pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. fasilitasi lembaga tripartit. b. dan kerja sama dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. i. j. rencana penggunaan tenaga kerja asing. penggunaan barang operasi. rencana impor barang operasi. 46 . pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. b. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.h. k. penyiapan. serta pengaturan tenaga kerja asing.

pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. 47 . pelaksanaan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. pelaksanaan. penyiapan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. b. e. c. penelaahan. f. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.c. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. d. b. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Multilateral dan Regional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. penyiapan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data.

serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengumuman WK. e. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. k. terdiri dari: a. f. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria pengelolaan WK. e. g. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. d. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. 48 . d.d. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. h. c. b. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Wilayah Kerja. f. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan WK. l. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. i. h. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. f. j. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. c. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. g. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). b.

Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. 49 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. kriteria usaha eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. penilaian.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. b. e. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penelaahan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. norma. penelaahan. c. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. terdiri dari: a. terdiri dari: a.

pelaksanaan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penelaahan. pelaksanaan. 50 . g. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. h. j. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. i. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. b. e. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. norma. kriteria. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. c. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. d. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penelaahan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. b.

penyiapan rumusan standar. 51 . tumpang tindih lahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. b.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. norma. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. e. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penelaahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. d. b. rencana kerja dan anggaran KKS. f. c. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. g.

penelaahan. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. 52 . h. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. b. e. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. c. g. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan teknis.

serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. c. Penyediaan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. g. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pengaturan Penugasan. e. i. bahan bakar lain. 53 . Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Light Natural Gas (LNG). perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. f. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. penelaahan. penelaahan. Light Petroleoum Gas (LPG). penyiapan. h. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. perumusan jenis bahan bakar minyak. b. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). pelaksanaan. d. bahan bakar gas. hasil olahan dan bahan bakar lain. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

c. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. LNG. penyiapan rumusan standar. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. h. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. f.j. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. bahan bakar gas. Kelompok Jabatan Fungsional. e. norma. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan perizinan usaha pengolahan. g. l. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. i. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. 54 . c. pengelolaan data. LPG. d. b. f. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. j. e. pengelolaan data. bahan bakar lain. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. k. terdiri dari: a. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha.

pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. hasil olahan dan bahan bakar lain. h. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. e. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. b. g. d. terdiri dari: a. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. 55 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Gas Bumi. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. f. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. pengelolaan data. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. norma. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. c. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. e. 56 . bahan bakar gas dan LPG. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. b. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. d. penelaahan. b. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. norma. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. kriteria harga bahan bakar. terdiri dari: a. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar.i. penyiapan rumusan standar. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penyiapan rumusan formulasi harga. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta penyiapan penetapan P3JBT.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. g. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. f. penyiapan. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. h. kriteria usaha niaga. 57 . c. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar.f. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. e. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan. pelaksanaan. norma. g. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penelaahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. h. LPG. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. d. penelaahan. gas bumi. pelaksanaan. penyiapan perizinan usaha niaga. LNG. pengelolaan data. i.

hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Proses Non Bahan Bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. pelumas. LPG. e. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. biodiesel. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. LNG. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha non bahan bakar. terdiri dari: a. penyiapan norma. d. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. b. dan non bahan bakar lainnya. b. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. c. Seksi Niaga Minyak Bumi. penelaahan. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. b. penyiapan. tugas 58 . petrokimia. penyiapan. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. f.

penyusunan pedoman dan prosedur kerja. f. produk.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan. b. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. penyiapan. lindungan lingkungan. biodiesel. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. c. lindungan lingkungan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. h. penelaahan. petrokimia. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. biodiesel. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). profesi personil. 59 . kelaikan teknis. g. usaha penunjang. e. petrokimia. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. dan non bahan bakar lainnya. penelaahan. serta penggunaan tenaga teknik. d. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. dan non bahan bakar lainnya.

Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. f. d. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. 60 . c. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi.i. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. e. b. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. e. h. b. g. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Kelompok Jabatan Fungsional. j. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait.

serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. d. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. norma. penyiapan rumusan standar. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. f. K3. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. dan penggunaan tenaga teknik. b. e. 61 . Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. instalasi. g.

terdiri dari: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penelaahan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. d. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. 62 . c. pelaksanaan. penyiapan. dan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instalasi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. norma. keselamatan operasi. b. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pengangkutan. K3.

Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. g. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. 63 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. pelaksanaan.f. pengangkutan. penelaahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. b. penyiapan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. b. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. c. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pelaksanaan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. serta penjaminan pasca operasi.

norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. dan kriteria usaha penunjang. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan.d. 64 . b. f. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengangkutan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. c.

serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e.d. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. 65 . terdiri dari: a. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. f. g. penelaahan. produk. profesi personil. pelaksanaan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. e. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. 67 . dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. norma. c. penyusunan standar. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. d.

i. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. d. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. h. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. b. f. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. satuan kerja. 68 . pengelolaan urusan ketatausahaan. kearsipan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. terdiri dari: a. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. g. d. e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.

ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. pelaporan. g. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. situs. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. 69 . penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b. Subbagian Laporan. akuntabilitas kinerja. jaringan. d. e. f. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan sistem. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. c. terdiri dari: a.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. b. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaporan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. b. rapat koordinasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.

penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. pelaksanaan. Pasal 237 Bagian Keuangan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. satuan kerja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. f. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. serta penyelesaian kerugian negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 70 . perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. d. b. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. PBI Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. e. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. terdiri dari: a.

e. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan. serta kehumasan. terdiri dari: a. pelaksanaan informasi. pelaksanaan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. d. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. Subbagian Informasi Hukum. b. 71 . pertimbangan hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. f. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan. c. pelayanan konsultasi hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. penyelesaian kerugian negara. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. b. penelaahan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

perlengkapan dan rumah tangga. 72 . pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Kepegawaian. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Implementasi Sipeg. Subbagian Tata Usaha. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pengadaan pegawai. mutasi. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian. pelaksanaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. d. pengurusan formasi. pertamanan dan perparkiran. g. b. b. perlengkapan dan rumah tangga. keamanan. e. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. kebersihan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. c. serta urusan keprotokolan dan upacara. f. pelaksanaan. dan kearsipan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. ekspedisi persuratan dinas. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. telepon. terdiri dari: a. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik.

lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. persuratan dinas dan kearsipan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta rencana dan program pembangunan berjangka. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. rencana dan program. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. b. implementasi Sipeg. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. h. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. evaluasi kebijakan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. rencana dan program.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. 73 . d. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. rencana pengadaan. e. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

b. c. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. d. b. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. b. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. penyiapan rumusan. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. e. f. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. 74 . Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. c. e. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. g. serta rencana strategis dan RUKN.

75 . Seksi Investasi Tenaga Listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. b. c. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. d. pelaksanaan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penelaahan. b. penelaahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penelaahan. penyiapan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. c. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. penyiapan. f. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. norma. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. kriteria tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. 76 . Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik.

Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. 77 . Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. d. penyusunan dokumen perjanjian. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rencana. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. c. asosiasi dan lembaga lainnya. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. multilateral dan regional. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. b. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pengolahan. e. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. statistik dan pemetaan tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. c. b. 78 . Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. penyiapan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. pelaksanaan pengelolaan data.

serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. f. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. b. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. c. 79 . g. b. pembinaan. i. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. b. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. c. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. e. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. d. serta perlindungan konsumen. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. h. e.

evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.c. penyiapan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan. pelaksanaan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. b. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. d. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . penelaahan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha.

penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. 81 . evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. e. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pemberian sanksi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. penelaahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. c. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. norma. pelaksanaan. f. b. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan.

Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. b. penelaahan. c. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. norma. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penyiapan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. d. 82 . pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penyiapan rumusan standar. penelaahan. kriteria hubungan komersial. pelaksanaan. f. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan.

serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. norma. penyiapan. penyiapan rumusan standar. c. pelaksanaan. mempunyai tugas 83 . b. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. d. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. b. pelaksanaan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik.

perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta penggunaan tenaga teknik. g. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. i. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. lindungan lingkungan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. serta pembinaan teknis. b. f. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. c. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. e. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. profesi personil. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. d. f. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. 84 . keselamatan dan K3. lindungan lingkungan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. produk. c. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. kelaikan teknis. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. h.

penelaahan. pelaksanaan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. g. penelaahan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. 85 . terdiri dari: a. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. e. serta Rancangan SNI. c. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. f.

Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. d. e. penelaahan. kelaikan peralatan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. f. g. b. kalibrasi alat ukur. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. penyiapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. keselamatan operasi. dan K3. instrumentasi. c. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 86 . kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. norma. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. terdiri dari: a. penelaahan.

penelaahan. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. g. f.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. b. 87 . Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. c. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penelaahan. d. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. e.

e. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. c. b. penyiapan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. terdiri dari: a. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. 88 . Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.

Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. c. profesi personil. g. norma. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. produk. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. f. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penelaahan. b. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. 89 . Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. d.

pembinaan kelembagaan energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. energi alternatif. h. d. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. c. b. f. c. norma. terdiri dari: a. e. b. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. d. g. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Subdirektorat Energi Perdesaan. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. energi perdesaan dan konservasi energi. c. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. b. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. 90 . e. energi perdesaan dan konservasi energi. f. kriteria pemanfaatan energi.

Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan.d. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan. kriteria usaha energi baru terbarukan. penelahaan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. e. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. penelahaan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. b. terdiri dari: a. b. c. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. e. norma. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. 91 . Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. d. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penyiapan. rencana dan program pengembangan usaha. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan.

norma dan kriteria konservasi energi. b. penelahaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. 92 . rencana dan program. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. penelahaan. e. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. penyiapan. penelahaan. Seksi Program Konservasi Energi. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan. b. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. c. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. serta evaluasi atas program konservasi energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi.

93 . Seksi Program Energi Perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. c. e. d. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan.. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. rencana dan program. serta pedoman pengembangan. rencana dan program energi perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. b. b. terdiri dari: a. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan. penelahaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. norma. penyiapan rumusan standar. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. penelahaan. pemberdayaan masyarakat.

terdiri dari: a. b. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. 94 . Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. penyiapan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. c. b. penelahaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelahaan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. dan prosedur di bidang mineral. b. (2) Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan standar. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Batubara. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. norma.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. e. dan panas bumi. pedoman. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. batubara. batubara dan panas bumi. kriteria. d. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. 96 . batubara dan panas bumi.

c. Batubara dan Panas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. f. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. satuan kerja. dan rumah tangga. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. kearsipan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. terdiri dari: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. e. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. e. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. d. h. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. 97 . g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. e. b. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Bagian Keuangan. d. jaringan dan situs informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. terdiri dari: a. rapat koordinasi. Batubara dan Panas Bumi. pelaporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. b. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. g. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. Subbagian Laporan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. akuntabilitas kinerja. f. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. pelaporan. c. 98 .

situs. c. penyiapan. jaringan. d. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. perhitungan pelaksanaan anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 354 Bagian Keuangan. c. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. PBI Direktorat Jenderal. b. Subbagian Kekayaan Negara. serta penyelesaian kerugian negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. satuan kerja. 99 . (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. pelaksanaan. c. b. laporan pertanggungjawaban keuangan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta kehumasan. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan informasi. d. 100 . e. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penelaahan. b. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Subbagian Informasi Hukum. pelaksanaan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. f. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Pertimbangan Hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelayanan konsultasi hukum. pertimbangan hukum.

urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. b. c. dan Implementasi Sipeg. f. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. batubara. dan kearsipan. mutasi. telepon. g. pertamanan dan perparkiran. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. kebersihan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penelaahan. pengurusan formasi. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan. perlengkapan dan rumah tangga. panas bumi dan air tanah. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penelaahan. pengadaan pegawai. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. e. program legislasi dan regulasi bidang mineral. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. 101 . pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi persuratan dinas. pemberhentian. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. d. keamanan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan keprotokolan dan upacara.

Subbagian Kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. implementasi Sipeg. investasi dan pendanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penelaahan. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. batubara. Subbagian Tata Usaha. d. terdiri dari: a. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. neraca sumber daya wilayah kerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. panas bumi dan air tanah. rencana pengadaan. b. wilayah kerja. rencana dan program di bidang mineral. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. cadangan atau potensi. dan produksi. serta penetapan wilayah kerja. 102 . b. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. dan produksi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. c.

lembaga sertifikasi dan asosiasi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. 103 . pengelolaan data. eksplorasi dan operasi produksi. b. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. d. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. h. Batubara. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana dan program di bidang mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. evaluasi kebijakan. f. g. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. pencatatan dan perhitungan PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi. batubara. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral.e. perumusan perencanaan. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara dan Panas Bumi. c. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. terdiri dari: a. b. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. e. menengah dan tahunan berbasis kinerja. j. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. c. batubara. f. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. i. Kelompok Jabatan Fungsional. panas bumi dan air tanah. e.

g. penyiapan. batubara. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan investasi. penelaahan. f. d. Seksi Program Mineral dan Batubara. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan pengelolaan air tanah. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penelaahan. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. h. b. c. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. e.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. serta kerja sama di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. asosiasi dan lembaga sertifikasi. 104 . penyiapan.

Seksi Kerja Sama Mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. d. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penelaahan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. penelaahan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). b. Kontrak Karya (KK). batubara dan pemanfaatan panas bumi. c. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. 105 . pelaksanaan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi.

evaluasi pelaksanaan kebijakan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. norma. panas bumi dan air tanah. penyiapan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. 106 . pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. penyiapan. f. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan statistik pengusahaan.e. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. kriteria pencadangan wilayah kerja. terdiri dari: a. c. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. batubara. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. b. penelaahan.

neraca sumber daya. 107 . panas bumi dan air tanah. h. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi.e. b. pencadangan dan potensi di bidang mineral. penyiapan. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Batubara. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. pelaksanaan. Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. f. statistik. panas bumi dan air tanah. penelaahan. penelaahan. (2) Seksi Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. batubara. batubara dan panas bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. cadangan dan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. batubara. batubara. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. penyiapan penetapan potensi. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.

penyiapan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. 108 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Seksi Penerimaan Negara Batubara. b. e. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. pelaksanaan pencatatan. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. c.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penelaahan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. serta bagi hasil daerah. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. batubara dan panas bumi.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. c. 113 . penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). g. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. b. f.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. b. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara.

terdiri dari: a. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. h. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pelaksanaan. i. pembinaan hubungan komersial panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. d. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. g. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Mineral. perumusan pengaturan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. Seksi Hubungan Komersial Batubara. b. f. pelaksanaan.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. 114 . e. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

115 . serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. d. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. g. f. e. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. k. Kelompok Jabatan Fungsional. b. g. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Subbagian Tata Usaha. l. f. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan rumusan standar. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi.j. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. dan perubahan batas wilayah kerja. b. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. e. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. c. serta pengelolaan air tanah. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. d. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. e. i. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 116 . studi kelayakan dan eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi.h. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penelaahan. b.

e. serta pengendalian air tanah. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. f. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. b. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. g. penelaahan. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. b. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. c. 117 . d.

serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 118 . Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. b. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional.h. serta pengelolaan air tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. i. Seksi Pengendalian Air Tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. d. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. c. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. b.

penelaahan. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. 119 . serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. f. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. e. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. b. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. c.g. h. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi.

Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta ketatausahaan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. penelaahan. Seksi Konservasi Air Tanah. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. penelaahan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. 120 . perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. b. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta air tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pelaksanaan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.

pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan. dan panas bumi. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. kelaikan teknis. e. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. profesi personil. serta penggunaan tenaga teknik. b. Batubara dan Panas Bumi.d. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. i. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. K3. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. h. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. batubara dan panas bumi. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. produk. batubara. lindungan lingkungan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. c. e. kelaikan teknis. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. 121 . j. batubara. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Batubara dan Panas Bumi. d. Batubara dan Panas Bumi.

e. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. terdiri dari: a. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. profesi personil. jenis dan mutu produk. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. 122 . penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemurnian. dan panas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan. Seksi Standardisasi Mineral. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. g. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan rumusan standar. b. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. batubara. Batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. norma. f. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. produk. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. serta konservasi mineral dan batubara. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441.c.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan. e. 123 . f. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penelaahan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. d.b. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. batubara dan panas bumi. batas wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. penyiapan. c. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan konservasi mineral. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan.

e. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penelaahan. batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. 124 . Batubara. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penelaahan. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. f. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. h. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. batubara dan panas bumi. d. dan panas bumi. b. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. i.

penyiapan rumusan standar. batubara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penimbunan. 125 . evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. keamanan instalasi. b. g. d. Batubara. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan. penyimpanan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengangkutan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. e. penelaahan. instrumentasi. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. Seksi Keselamatan Batubara. Batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan panas bumi. batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. panas bumi dan air tanah. dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. norma. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. f. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. pelaksanaan. kalibrasi alat ukur. pelaksanaan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.

serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. c. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. f. b. 126 . panas bumi dan air tanah. penelaahan. e. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. dan kriteria usaha penunjang. terdiri dari: a. d. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan Panas Bumi. Batubara. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. norma. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 127 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b. d. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan laporan hasil pengawasan. d. b. Inspektorat IV. Inspektorat II. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Inspektorat I. Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat III. pelaksanaan pengawasan kinerja. terdiri dari: a. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. keuangan.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. 128 .

keamanan. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. i. kearsipan. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Hukum dan Kepegawaian. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan urusan tata usaha. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. 129 .Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. b. e. pengurusan kepegawaian dan organisasi. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. c. pengelolaan jaringan dan situs informasi. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. h. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. k. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. e. Bagian Umum dan Keuangan. keprotokolan dan rumah tangga. b. j.

g. 130 . pelaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. situs. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. penyajian informasi.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. b. h. penyiapan. b. rapat koordinasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. dan rencana kerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. akuntabilitas kinerja. j. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. e. satuan kerja. pelaporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. pelaksanaan pengelolaan sistem. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Penyiapan Laporan. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. jaringan. penelaahan. d. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. i. penelaahan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. program kerja. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

Inspektorat Jenderal. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. d. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. b. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. pengolahan. 131 . dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. c. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. penelaahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. analisis hasil pengawasan. b. pelaksanaan analisis. Badan Geologi. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan.

urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dokumentasi hukum. dokumentasi dan tata naskah. dokumentasi hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. perpustakaan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Subbagian Hukum. b. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. penelaahan. dan implementasi Sipeg.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. penelaahan. penyuluhan. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan. masyarakat dan yustisia. b. terdiri dari: a. pelaksanaan. pertimbangan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. 132 . jaringan informasi hukum dan perpustakaan. serta pemberian pertimbangan hukum. e. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. d. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. bantuan hukum. penyiapan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.

pelaksanaan keamanan. dan implementasi Sipeg. k. pengurusan penganggaran. rumah tangga dan kehumasan. i. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. serta pengurusan administrasi keuangan. pelayanan kesekretariatan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta pengurusan administrasi keuangan. perbendaharaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. kebersihan. f. perbendaharaan. keprotokolan dan kehumasan. d. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. persuratan dinas. dan kearsipan. dokumentasi dan tata naskah. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. h. Subbagian Rumah Tangga. b. 133 . c. terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. j. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. perlengkapan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. perlengkapan. e. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rumah tangga dan kehumasan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. b. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. g. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran.

dan administrasi keuangan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. e. keprotokolan dan kehumasan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kebersihan. d. perencanaan kebutuhan. penelaahan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. kearsipan. c. serta evaluasi atas urusan keamanan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 134 . b. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. perumusan laporan hasil pengawasan. perlengkapan dan pengadaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. pemeriksaan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pusat Survei Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. c. h. f. perumusan kebijakan di bidang geologi. 140 . penelitian dan pelayanan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Lingkungan Geologi. e. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. e. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. g. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. d. Sekretariat Badan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelayanan survei geologi. d. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. b. terdiri dari: a. b.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan geologi lingkungan.

Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. dan rumah tangga. b. informasi hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. serta pelaksanaan bantuan hukum. e. d. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. ketatalaksanaan. Bagian Umum. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. f. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Bagian Keuangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. i. serta perencanaan kerja. Bagian Kepegawaian. kearsipan. h. 141 . d. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. j. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara.

penyiapan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Laporan. 142 . pelaksanaan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. f. akuntabilitas kinerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. ketatalaksanaan. c. penyiapan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. satuan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. terdiri dari: a. e. pengelolaan sistem. penelaahan. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penyajian informasi. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. penelaahan. b. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengembangan organisasi Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. situs. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penelaahan. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.

Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta implementasi Sipeg Badan. 143 . penelaahan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas perencanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. pengembangan. d. kesejahteraan. c. pengadaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. serta evaluasi atas mutasi. b. c.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. dan analisis jabatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. penelaahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pemberhentian. e. penelaahan. serta implementasi Sipeg. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kepangkatan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kesejahteraan. serta pengembangan organisasi Badan. pemberhentian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. kepangkatan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengangkatan. pelaksanaan. penggajian.

penyelesaian kerugian negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. Neraca. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. f. Subbagian Kekayaan Negara.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 517 Bagian Keuangan. penelaahan. e. terdiri dari: a. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. PBI Badan. kearsipan. b. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. c. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan revisi anggaran Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyelesaian kerugian negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan rumah tangga. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Subbagian Akuntansi. 144 . (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran.

kesekretariatan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. pelayanan kesekretariatan. e. persuratan dinas dan kearsipan. penelaahan. kearsipan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. rencana kebutuhan dan pengadaan. kehumasan. distribusi penggunaan. terdiri dari: a. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. d. c. bantuan hukum. kebersihan dan keamanan Badan. Subbagian Tata Usaha. b. f. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta keprotokolan dan upacara Badan. b. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. perpustakaan. c. 145 . serta urusan hak atas kekayaan intelektual. pengadaan. dan rumah tangga. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pelaksanaaan bantuan hukum. dan kearsipan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. serta pengurusan perlengkapan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Hukum. persuratan dinas. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penyiapan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Pasal 521 Bagian Umum.

dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. batubara. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. mineral. d. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. penyelidikan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. g. bitumen padat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. i. perumusan rencana dan program. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. keuangan. e. 146 . Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. gambut. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. h. j. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. Bidang Sarana Teknik. c. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. dan panas bumi. serta pemetaan tematik potensi. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. Bidang Program dan Kerja Sama. penyelidikan. penyusunan neraca sumber daya geologi. Bidang Informasi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. administrasi keuangan. c. Bagian Tata Usaha. b. rumah tangga. rekayasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. serta rancang bangun dan pemodelan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. d. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan.

pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 147 . kebersihan. keamanan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta akuntansi. c. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengurusan perencanaan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. pengangkatan. keuangan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. e.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

d. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.d. penyusunan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta rencana strategis berbasis kinerja. pelaksanaan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. Subbidang Laboratorium. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. f. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. 148 . Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program.

jaringan dan situs informasi. penganggaran. penyiapan. dokumentasi dan publikasi. Pasal 540 Bidang Informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. c. Subbidang Kerja Sama. serta pemutakhiran basis data. terdiri dari: a. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelakanaan pengelolaan sistem. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pengelolaan perpustakaan. b. penelaahan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. 149 . Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Penerapan Sistem Informasi.

g. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan ketatausahaan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. serta sesar aktif. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyelidikan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. administrasi keuangan. gempa bumi. sistem. dokumentasi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. dan gerakan tanah h. sosialisasi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. serta pos pengamatan gunung api. dan rekayasa teknologi. e. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. 150 . dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. gempa bumi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. d. tsunami. pelaksanaan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. operasi perangkat lunak. j. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pemodelan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta rancang bangun. dan gerakan tanah. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. rumah tangga. i. tsunami. f.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. e. c. pemelaahan. penyelidikan. d. l. pengurusan. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pelaksanaan pengelolaan sarana. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.k. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. keuangan. evaluasi pelaksanaan penelitian. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. kebersihan. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. keamanan. serta perpustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. b. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha. b. pengangkatan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. kearsipan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. 151 . pengembangan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. dokumentasi dan tata naskah pegawai.

d. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. geokimia dan deformasi. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. penelaahan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. penetapan status. 152 . pemelaahan. administrasi keuangan. pelaksanaan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. c. pengurusan. b. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. serta penetapan status dan peringatan dini. b. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api.

Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. d. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. terdiri dari: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 153 . Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. c. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan.

penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penelaahan.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. 154 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penyiapan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. terdiri dari: a. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. f. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelidikan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. gerakan tanah dan tsunami. b. e. c. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Program dan Kerja Sama. administrasi keuangan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dan pengelolaan tata ruang. pengangkatan. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. k. e. Bidang Informasi. Bagian Tata Usaha. pengelolaan ketatausahaan. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. 155 . penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. terdiri dari: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelidikan. dan kepegawaian Pusat. f. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. c. c. pengembangan. j. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. d. g. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. rumah tangga. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. b. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. Bidang Sarana Teknik. geologi teknik dan air tanah. keuangan. h. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rekayasa teknologi. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. i. geologi teknik dan air tanah.

serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. kebersihan.c. e. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 156 . (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. f. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. d. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. keuangan. serta akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keamanan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Subbidang Program. penyusunan akuntabilitas kinerja.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Laboratorium. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. e. b. d. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. terdiri dari: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis berbasis kinerja. pelaksanaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 157 . Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi dan publikasi. 158 . Pasal 578 Bidang Informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. d. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. serta pengelolaan perpustakaan. terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. pengelolaan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. c. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi. penganggaran. penyiapan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi.

penelaahan. geofisika. pelayanan jasa survei. d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pemetaan. inventarisasi hasil survei. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. m. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sosialisasi. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. rekayasa teknologi. 159 . Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. geomorfologi. j. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. f. b. h. g. sistem. penyelidikan dan survei di bidang geologi. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. dan kepegawaian Pusat. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. l. pemetaan geologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pemetaan dan penelitian geologi. c. rumah tangga. e. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. tektonik. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. perpustakaan. i. pelaksanaan. penelaahan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. k. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dokumentasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. geokimia. administrasi keuangan. operasi perangkat lunak. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penelitian dan penyelidikan geologi.

Kelompok Jabatan Fungsional. d. c. Bidang Informasi. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Teknik. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. e. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 160 . Subbagian Umum dan Kepegawaian.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. b. b. c. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. Bidang Program dan Kerja Sama. serta akuntansi. pengembangan. keuangan. kebersihan. Bagian Tata Usaha. keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. terdiri dari: a.

d. b. f. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. terdiri dari: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. penelaahan. b. 161 . pelaksanaan. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587.

Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penganggaran. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Kerja Sama. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. d. c. pengelolaan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan. Subbidang Program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 162 . serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. terdiri dari: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan.

serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi dan publikasi. operasi perangkat lunak. sistem. sosialisasi. Pasal 597 Bidang Informasi. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. b. c. penelaahan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. 163 . serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pelaksanaan sosialisasi. dokumentasi. perpustakaan. d.

Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 164 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelidik Bumi. Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

panas bumi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. f. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. e. 165 . c. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. g. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. mineral batubara. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi.

serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. h. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. b. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. e.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. e. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 166 . kearsipan. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. c. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. b. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. dan rumah tangga. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. serta perencanaan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. informasi hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan.

penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. d. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. f. pengelolaan sistem. pelaporan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. e. c. b. e. 167 . pelaporan. d. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian. Subbagian Pengelolaan Informasi. jaringan dan situs informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. ketatalaksanaan. Bagian Umum. Bagian Keuangan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. j. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.i. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. terdiri dari: a. Subbagian Laporan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. g. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. akuntabilitas kinerja.

c. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta pengembangan organisasi Badan. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 168 . satuan kerja. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. kepangkatan. terdiri dari: a. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. pengurusan perencanaan. d. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta implementasi Sipeg. dan analisis jabatan. penyajian informasi. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. jaringan. serta penyempurnaan organisasi Badan. situs. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penyiapan. b. pemberhentian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. Subbagian Pengembangan Pegawai.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pengadaan. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan.

pengangkatan. kesejahteraan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. 169 . pelaksanaan. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas mutasi.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penggajian. f. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. b. Subbagian Akuntansi. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas perencanaan. pelaksanaan. b. penyiapan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan pemberhentian. PBI Badan. serta penyelesaian kerugian negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. e.

laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelayanan kesekretariatan. c. Neraca. penelaahan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaaan bantuan hukum. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. c. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta pengurusan perlengkapan. kehumasan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. persuratan dinas. 170 . dan kearsipan. kearsipan. dan rumah tangga. kearsipan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. f. b. penelaahan. Pasal 622 Bagian Umum. e. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. perpustakaan. Subbagian Hukum. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pemeliharaan barang inventaris. d. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. distribusi penggunaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penelaahan. perlengkapan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. penyelesaian kerugian negara. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. dan revisi anggaran Badan. dan rumah tangga.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. persuratan dinas dan kearsipan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. c. penyiapan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. d. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. kesekretariatan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. bantuan hukum. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penelaahan. kebersihan dan keamanan Badan. 171 .

terdiri dari: a. c. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. i. Bidang Program. administrasi keuangan. b. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. pengelolaan ketatausahaan. b.h. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta pelaksanaan keamanan. 172 . c. dan kepegawaian Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. e. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. d. Bidang Afiliasi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. keuangan. Kelompok Fungsional. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. kebersihan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e.

perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pengadaan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyiapan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. 173 . pemeliharaan sarana kerja. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. dan kebersihan Pusat.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan. Pasal 637 Bidang Program. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. penyediaan bahan baku. evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. b. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. 174 . serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana.

administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. c. pelaksanaan pengelolaan sistem. d. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi. terdiri dari: a. jaringan. b. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. 175 . Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. penelaahan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi. e. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.

pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. c. g. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. jaringan. 176 . pengelolaan ketatausahaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. b. f. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. rumah tangga. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. i. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. h. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. dan kepegawaian Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. pelaksanaan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. e. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. c. perbendaharaan dan akuntansi. pengangkatan. terdiri dari: a. d. pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. keuangan. keuangan. kebersihan. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. serta pelaksanaan keamanan. serta pengadaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Afiliasi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 177 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemeliharaan sarana kerja. persuratan dinas dan kearsipan. b. Bidang Program. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha. e. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. dan kebersihan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". b. perbendaharaan dan akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

penyediaan bahan baku. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. 178 . d. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penelaahan. b. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. c. penyiapan. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. e. pelaksanaan operasi penggunaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650.

penelaahan. b. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 656 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. 179 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta analisis. c. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja.

pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. pelaksanaan. d. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 180 . Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. b. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan.

d. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional. dan kepegawaian Pusat. e. f. d. 181 . serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. rumah tangga. b. c. administrasi keuangan. c. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Afiliasi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. h. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. i. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. pengelolaan ketatausahaan. g. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. perumusan pedoman dan prosedur kerja.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b.

pemeliharaan sarana kerja. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pengurusan perencanaan. persuratan dinas dan kearsipan. b. 182 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan kebersihan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta pengadaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. d. kebersihan. pengangkatan.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. 183 . terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan. penyediaan bahan baku. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. d. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. 184 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi. serta analisis. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. c. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan. Pasal 675 Bidang Program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.

serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. c. pelayanan jasa teknologi. penelaahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. e. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 679 Bidang Afiliasi. d. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. terdiri dari: a. b. 185 . pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. b. jaringan. pelaksanaan.

serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Kelompok Fungsional. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. terdiri dari: a. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Bagian Tata Usaha. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. e. f. dan kepegawaian Pusat. keuangan. dan geofisika kelautan. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. i.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. h. Bidang Afiliasi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. geokimia. c. d. administrasi keuangan. j. Bidang Program. 186 . d. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi.

pengangkatan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. e. b. keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. 187 . keselamatan kerja dan keprotokolan. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. serta pelaksanaan keamanan. b. keuangan. b. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan kebersihan Pusat. serta pengadaan. d. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perencanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pengelolaan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. 188 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. e. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pengelolaan. b. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium.

Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan. d. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta analisis. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. c. evaluasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. 189 . (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Analisis dan Evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. b. pelaksanaan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. penelaahan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. e.d. 190 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.

Perekayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 191 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

rencana dan program pendidikan dan pelatihan. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. h.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. batubara. 192 . Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. g. mineral. geologi. c. f. e.

perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. c. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. pembinaan kerja sama. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. g. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. 193 . b. satuan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. h. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. d. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. i.

akuntabilitas kinerja. 194 . kearsipan. f. b. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Keuangan. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.j. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. d. serta perencanaan kerja. e. l. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. g. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. h. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a. k. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. c. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. b. d. ketatalaksanaan. Pasal 708 Sekretariat Badan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

e. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. prosedur kerja. penyiapan. kesejahteraan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pengembangan. serta implementasi Sipeg. terdiri dari: a. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. akuntabilitas kinerja. 195 . penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. dan sistem. penelaahan. d.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. b. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. c. penyiapan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengadaan. penelaahan. penganggaran. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pemberhentian. kepangkatan. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penggajian. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. b. dan analisis jabatan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Kerja Sama. perencanaan kerja. pengurusan perencanaan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta pengembangan organisasi Badan. jaringan dan situs informasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta evaluasi atas laporan berkala.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

produk kilang. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. kontrol kualitas. 200 . c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. d. pelayanan jasa. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. penelaahan.. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Subbidang Utilitas. b. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Subbidang Kilang. terdiri dari: a.

pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. c. pengembangan dan pemanfaatan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 201 . produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. b. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. d. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Laboratorium. b. penyiapan. Subbidang Bengkel.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengelolaan kepustakaan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penelaahan. standar. f. c. penyiapan penyelenggaraan. pelaksanaan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pedoman. Subbidang Penyiapan Pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pedoman. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. b. kerja sama. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. e. 202 . penelaahan. g. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. serta kepustakaan. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d.

administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. b. f. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. i. d. e. Bagian Tata Usaha. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. pemberian pelayanan jasa. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. norma. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. prosedur. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. kriteria pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. g. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. b. kearsipan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. c. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. terdiri dari: a. Batubara. Bidang Sarana Teknis. 203 . h. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pengelolaan ketatausahaan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. e.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. 204 . Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta hukum. perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi. kearsipan. kearsipan. b. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. d. b. e. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. c.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a.

pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. penggunaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan pemeliharaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. rencana pengembangan.c. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. norma. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. 205 . pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d.

norma. b. 206 . e. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. c. dan prosedur. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. f. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. Subbidang Program dan Kerja Sama. penyiapan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan sistem. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. e. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.d. d.

kriteria dan prosedur. b. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. b. penyusunan standar. penyiapan penyelenggaraan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penelaahan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. kriteria dan prosedur.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. f. c. norma. pedoman. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pelaksanaan. norma. penyusunan standar. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 207 . prosedur. norma. d. pedoman. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. e. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan penyelenggaraan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan.

Bidang Pelatihan dan Sarana. d. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. 208 . terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kearsipan. b. akuntansi. b. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Bagian Tata Usaha. c. perlengkapan.g. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kehumasan dan keprotokolan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perbendaharaan. pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. h. e. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.

penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan. e. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. b. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. jaringan dan situs informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. d. kerja sama. pedoman. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Perencanaan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. norma. penelaahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. 209 . dan sistem. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pedoman. kriteria dan prosedur. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan. promosi. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. e. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. c. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penyiapan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Subbidang Sarana dan Prasarana. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. terdiri dari: a. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. 210 . norma. pelaksanaan.

211 . pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. c. d. f. e. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pemberian pelayanan jasa. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. prosedur. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria pendidikan dan pelatihan. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pelatihan dan Sarana. pengelolaan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. Bagian Tata Usaha. b. d. penelaahan. pedoman.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Kepegawaian dan Umum. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. e. 212 . perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. hukum. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. perbendaharaan. d. c. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan.

penyiapan. pelaksanaan. terdiri dari: a. norma dan kriteria. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Perencanaan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. penelaahan. pedoman. c. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kerja sama. 213 . b. e. b. pelaksanaan. norma. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. serta evaluasi atas standar. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. 214 . perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pelaksanaan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. c. e. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. Subbidang Sarana dan Prasarana. b. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. d. b. Subbidang Pelatihan. promosi. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan.

215 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.

e. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. b. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. c. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. 216 . (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. d. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Direktorat Jenderal. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal dan Badan.

evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. 217 . pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. g. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. c. k. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. i. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. d. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. f. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. serta neraca energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. j. h. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. e. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral.

serta kearsipan Bakoren. c. Subbagian Tata Usaha Bakoren. b. e. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. b. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. dan persuratan dinas. serta kearsipan Pusat. Subbagian Tata Usaha Pusat. c. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. 218 . Kelompok Jabatan Fungsional. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. rumah tangga.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan tata persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha. d. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. terdiri dari: a. d. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha. b. c. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. dukungan operasi kerja. Bidang Kajian Strategis.

b. penyiapan norma. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. j. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. g. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. 219 . pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. l. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. h. i. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. f. k. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. c. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. d.

penyusunan rumusan norma. b.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. f. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyiapan. pelayanan data dan informasi. pelaksanaan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. batubara dan panas bumi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. 220 . b. terdiri dari: a. c. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. pelaksanaan. penelaahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penelahaan. ketenagalistrikan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. e. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. d. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral.

Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. air tanah dan kegeologian. c. f. bitumen padat. b. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Subbidang Kajian Strategis Energi. penelahaan. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pelaksanaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. terdiri dari: a. penelahaan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 221 . penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. gambut. b. d. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. e. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. pelaksanaan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis.

222 . (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.

organisasi. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dan keselamatan umum. regulasi ekonomi dan keteknikan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dengan lingkup meliputi personil. dokumentasi. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. perencanaan kerja. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. peralatan.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. penganggaran.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. 223 . peraturan perundang-undangan. standardisasi teknis. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya.a kepada pejabat eselon I. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II.

(5) Kepala Subbagian. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Direktur Jenderal.a. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.b. Kepala Pusat. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (3) Kepala Biro. Inspektur Jenderal.a. Direktur. Direktur Jenderal.BAB XIV ESELON. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. 224 .a. Sekretaris Direktorat Jenderal. (4) Kepala Bagian.a. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. X.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 225 . dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.

(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. maka: a.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful