MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

koordinasi kegiatan Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Umum. Biro Kepegawaian dan Organisasi. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Departemen lain. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Biro Keuangan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. b. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Kementerian Negara. c. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. dan lembaga lain yang terkait.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. d. c. e. d. 5 . Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6.

rencana dan program kerja dan anggaran. terdiri dari: a. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. j. g. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. rencana dan program kerja. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. c. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. rencana kerja dan anggaran. rencana pembangunan jangka panjang. Bagian Perencanaan Anggaran. b. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. dan rencana anggaran. penyusunan harga satuan. 6 . sosialisasi kebijakan pembangunan. d. k. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. e. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta kerja sama. e. serta rencana strategis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). berkoordinasi dengan Biro Keuangan. menengah dan tahunan. serta perumusan akuntabilitas kinerja. rencana anggaran. h. serta pengelolaan kerja sama Departemen.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Bagian Kerja Sama. d. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. c. f. Kelompok Jabatan Fungsional. b. l. perumusan kebijakan pembangunan. i. evaluasi kebijakan pembangunan.

serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. standar dan kriteria rencana kerja. penyusunan rumusan RK-KL. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. e. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Subbagian Perencanaan Penunjang. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. penelaahan. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. d. dan Badan Geologi. Menengah dan Tahunan Departemen. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. b. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. dan urusan tata usaha Biro. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. 7 . terdiri dari: a. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan norma.

serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga).Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. dan 8 . kriteria perencanaan anggaran. norma. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. dan Badan Geologi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penyiapan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan standar. b. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. d. c. f. b. Subbagian Penganggaran Penunjang. c.

Inspektorat Jenderal. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. penelaahan. b. f. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. kriteria akuntabilitas kinerja.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. terdiri dari: a. penyiapan bahan sidang. rencana pembangunan jangka panjang. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. g. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. c. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. b. menengah. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyiapan rumusan standar. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. RKA-KL. norma. tahunan dan rencana strategis. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. h. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. 9 . pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. d. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan.

Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan standar. g. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. c. Panas Bumi. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. kriteria kerja sama. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penelaahan. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. e. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. h. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 10 . f. dan Badan Geologi. Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. norma.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta kerja sama asosiasi. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. b. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan. d.

penelaahan. e. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. b.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. c. kepangkatan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. d. disiplin. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemensiunan. b. terdiri dari: a. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan kesejahteraan pegawai. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dan penilaian kinerja pegawai. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. c. penempatan dan pengembangan pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). pengembangan organisasi dan tata laksana. perencanaan. Subbagian Kerja Sama Bilateral. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. pembinaan mutasi. pengadaan. 11 . jabatan struktural dan fungsional. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. serta penyiapan penetapan pemberhentian.

pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). norma. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). g. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyiapan rumusan rencana. serta administrasi penugasan ke luar negeri. h. serta standardisasi kompetensi jabatan. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. k. pengelolaan sistem informasi pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. serta kartu PNS. e. g. c. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. j. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. i. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. b. Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. c. pola dan pengembangan karir pegawai. terdiri dari: a. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. d. d. 12 . b.f. evaluasi pembinaan kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. f. Bagian Mutasi Pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. pengadaan. penyiapan rumusan standar. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyusunan rencana formasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

serta kesejahteraan pegawai Departemen. Subbagian Pengembangan Karir. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pengelolaan administrasi tugas belajar. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. pemindahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. pemberhentian dan disiplin. i. 13 . terdiri dari: a. dan penugasan pegawai ke luar negeri. penelaahan. kompetensi pegawai. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. dan Kartu PNS Departemen. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. b. c. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. kepangkatan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. bimbingan teknis. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. penyiapan. penyiapan. penelaahan. urusan tugas belajar dan izin belajar.h. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j.

evaluasi pelaksanaan pengangkatan. d. dan penilaian prestasi pegawai. c. f. pembebasan sementara. pelaksanaan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. kepangkatan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pemberhentian. penyiapan standar. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. cuti. pemberhentian. kriteria mutasi pegawai. penelaahan. pemindahan. e. Askes. k. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. dipekerjakan. Kartu Suami. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. pemberhentian dan disiplin. dan penarikan kembali pegawai. pengangkatan kembali. dan Bapertarum. j. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. penarikan kembali. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. c. pemindahan. pelaksanaan kesejahteraan. 14 . pemindahan. dipekerjakan. serta kesejahteraan pegawai. Taspen. perbantuan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan disiplin pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. dan penilaian angka kredit. serta Kartu Istri. Subbagian Mutasi Jabatan. g. terdiri dari: a. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. kepangkatan. i.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. norma. pelaksanaan kepangkatan. pelaksanaan pemindahan pegawai. b. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. b. perbantuan. h.

pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. kepangkatan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. penghargaan. penghargaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. penelaahan. dan administrasi lembaga tripartit. jabatan. pelaksanaan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. d. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penggajian. 15 . dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan. disiplin. penilaian angka kredit. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. g. dan daftar riwayat hidup pegawai. c. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Kartu Istri. pemberhentian dan pemensiunan. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pemindahan. pelayanan kesehatan. pengadaan pegawai. h. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. Kartu Suami. Bapertarum pegawai Departemen. Daftar Urut Kepangkatan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pemberhentian. Taspen. e. b. Askes.

penyiapan rumusan standar. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. terdiri dari: a. pengadaan pegawai. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. norma. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pelaksanaan. penelaahan. pemberhentian. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penghargaan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. b. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. klasifikasi dan peta jabatan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. b. c. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pendidikan dan pelatihan pegawai. pemindahan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kriteria pengembangan organisasi. penelaahan. kepangkatan. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. e. d. penggajian. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. penelaahan. c. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. 16 . serta pengembangan organisasi dan jabatan.

standardisasi kompetensi jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. terdiri dari: a. b. 17 . dan barang milik/kekayaan negara Departemen. analisis beban kerja. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pengembangan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen.f. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. perbendaharaan. Subbagian Tata Laksana. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. penelaahan. penelaahan. penelaahan. pengembangan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. h. peta jabatan. pola hubungan kerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Kelembagaan. pengembangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. administrasi keuangan.

i. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. e. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. b. d. j. d. serta bimbingan teknis perbendaharaan. g. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. serta Neraca Departemen. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Perbendaharaan. c. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. laporan realisasi anggaran. administrasi keuangan. Bagian Kekayaan Negara. Bagian Pendapatan dan Belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 49 Biro Keuangan. Bagian Akuntansi. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. dan implementasi sistem akuntansi. serta pembinaan perbendaharaan. f. serta pelaksanaan akuntansi. perbendaharaan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. e. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. c. h. 18 . serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. kekayaan negara dan akuntansi. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan inventarisasi. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. k.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. serta nota keuangan. l. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja.

Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. k. penyiapan. h. f. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). c. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan target. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. b. j. penelaahan. penyusunan rumusan standar. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. d. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi tarif dan revisi PNBP. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. b. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. c. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. i. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Anggaran Belanja. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penyiapan. pelaksanaan. 19 . penelaahan. g. penelaahan. norma. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. e. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. d. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Badan Geologi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. e. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. b. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Inspektorat Jenderal. g. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. f. serta pembagian iuran sumber daya alam. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan rumusan standar. c. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. 20 . Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. c. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pengelolaan SPM.

c.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. f. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. g. pelaksanaan. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. e. pelaksanaan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. tuntutan perbendaharaan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bidang minyak dan gas bumi. 21 . Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. ganti rugi. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. b. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. b. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. terdiri dari: a. norma. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen.

f. norma. penyiapan rumusan standar. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. terdiri dari: a. d. Inspektorat Jenderal. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. b. 22 . Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). e. rekonsiliasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. penelaahan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. pelaksanaan verifikasi. Subbagian Penyiapan Neraca. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Batubara dan Panas Bumi. Badan Geologi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. dan bantuan hukum. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan. b. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. dan penyelesaian kasus hukum. f. Neraca. serta program legislasi dan regulasi. serta kehumasan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pelaksanaan. verifikasi anggaran. bantuan hukum dan kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. rekonsialiasi. e. serta evaluasi atas pembukuan aset. dan implementasi SAI Departemen. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan kehumasan. 23 . g. penelaahan. pengelolaan dokumentasi. equitas dana. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. penelaahan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. kewajiban. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. konsolidasi. dan implementasi SAAT Departemen. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. bantuan hukum. penelaahan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. d.

terdiri dari: a.i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. 24 . Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. penelaahan. Bagian Penelaahan Hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. c. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. d. b. e. e. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. d. Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. c. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Bantuan Hukum. b. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. dan bantuan hukum. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. b. j.

evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penelaahan. 25 . penyiapan. h. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan. penyiapan rumusan standar. norma. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. g. dan unsur unit penunjangnya. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. f. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. kriteria kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. e. dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. c.

(3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. norma. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. b. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. f. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. 26 . penyiapan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penelaahan. penyiapan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. b. d. e. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. c. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. c.

penyiapan rumusan standar. c. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. 27 . penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. c. b. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Batubara dan Panas Bumi. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksaaan. penelaahan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta monitoring dan analisis berita. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. konferensi pers. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. e. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. norma.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen.

abstrak peraturan perundang-undangan. dan urusan tata usaha Biro. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. peliputan dan perekaman kegiatan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. c. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. penelaahan. 28 .g. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. Subbagian Publikasi. konferensi pers. pelaksanaan peliputan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. h. Subbagian Hubungan Kelembagaan. b. pelaksanaan. j. penerbitan. i. pelaksanaan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. terdiri dari: a. pameran Departemen. monitoring dan analisis berita Departemen. penelaahan.

Sekretaris Jenderal. tata usaha dan kearsipan. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Tata Usaha. g. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. j. pengelolaan keamanan dan keselamatan. pengelolaan rumah tangga. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. h. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan. Staf Ahli. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. e. b. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Kepala Biro dan Kepala Pusat. tugas 29 . c. tata persuratan dinas dan kearsipan. d. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. f. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. terdiri dari: a. c. Pasal 87 Biro Umum. f. perlengkapan dan pengadaan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. tata persuratan dinas dan kearsipan. d. b.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pengadaan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal.

penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. d. Medan Merdeka Selatan 18. f. persuratan dinas. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. c. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . terdiri dari: a. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelantikan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Menteri. b. penyiapan penyelenggaraan rapat. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. e.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. b. c.

e. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. b. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. persuratan dinas. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Departemen. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. f. penelaahan. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan. penyiapan rumusan standar. dan ekspedisi surat dinas. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. d. 31 . serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. norma. c. penjadwalan kegiatan. b. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal.

Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. c. Thamrin 1. pelaksanaan kebersihan. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. b. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e.H. b. M. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. c. serta pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. f. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. 32 . d. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Kepala Biro dan Kepala Pusat. keselamatan. terdiri dari: a. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. keselamatan. keamanan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan bahan rumusan standar. Subbagian Rencana Kebutuhan. c. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. f. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. terdiri dari: a. d. b. b. penelaahan penyiapan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengadaan. g. serta pengadaan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. inventarisasi. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. c. pelaksanaan pengadaan. dan kearsipan Staf Ahli. penyiapan kegiatan. 33 .

Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pedoman. c. kriteria. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. 35 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. b. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. b. e. d. d. terdiri dari: a. norma. penyusunan standar. e. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

g. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. b. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. terdiri dari: a. satuan kerja. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan. f. c. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. akuntabilitas kinerja. kearsipan. h. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. pelaporan. i. dan rumah tangga. d. d. 36 . pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. e. c. b. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. d. pelaksanaan. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). h. m. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. n. f. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. implementasi Sipeg. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. l. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. k. g. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. WP & B). rencana dan program. serta perhitungan bagi hasil. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. i. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan pengaturan. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 41 . perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

penyusunan statistik. c. 42 . Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. e. serta data kebutuhan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. d. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. g. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. norma. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. terdiri dari: a. h. b. f. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis.o. menengah dan tahunan berbasis kinerja. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. p. d. b. f. serta pencadangan strategis. e. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. c.

penyiapan rumusan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. dan terms of condition KKS. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. pengumpulan data potensi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. 43 . norma. permasalahan iklim usaha. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. b. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penelaahan. serta penyediaan informasi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. g. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. penyiapan. c. dan pelaksanaan sosialisasi. d. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan. terdiri dari: a. b. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. tugas serta induk. penyiapan rumusan standar. f. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. h. retribusi. c. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. j. g. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. pajak. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). i. serta bagi hasil daerah. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. e. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan. serta biaya operasi. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. tugas serta induk. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pelaksanaan pencatatan. b. 44 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. norma. penelaahan. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. d.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penyiapan. pemeriksaan dan pengujian. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi.

serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penelaahan. terdiri dari: a. retribusi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. norma. pelaksanaan. lifting dan target penerimaan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. tenaga kerja asing. penyiapan rumusan. b. PNBP dan tarif iuran. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. e. pajak. f. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. harga minyak mentah Indonesia. d. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. b. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. g. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. 45 . Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. pelaksanaan. penelaahan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. tenaga kerja asing. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi.

dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. penggunaan barang operasi. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan tenaga kerja asing. pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. j. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. rencana impor barang operasi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pelaksanaan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan. dan kerja sama dalam negeri. 46 . Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. fasilitasi lembaga tripartit. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. k. penelaahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.h. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. penelaahan. b. rencana penggunaan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. i. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi.

Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. b. penyiapan. penelaahan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. lembaga sertifikasi dan asosiasi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS).c. g. penelaahan. e. pelaksanaan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. b. 47 . penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. f. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. pelaksanaan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. c. penyiapan.

j. f. g. b. c. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. d. b. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. k. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. l. e.d. kriteria pengelolaan WK. e. 48 . penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. g. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. i. penyiapan rumusan standar. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. terdiri dari: a. f. e. h. pelaksanaan pengumuman WK. pengelolaan WK. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. norma. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. c. Subdirektorat Wilayah Kerja. f.

Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penilaian. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. norma. penelaahan. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. d. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penelaahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. terdiri dari: a. pelaksanaan. 49 . Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. kriteria usaha eksplorasi. penyiapan rumusan standar. c. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. f. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. e. b. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.

Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penelaahan. kriteria.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. j. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan. b. f. penelaahan. h. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. norma. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. b. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. i. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. g. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. 50 . Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. e. d.

f. penyiapan. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. b. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. c. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. g. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. d. norma. penyiapan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. tumpang tindih lahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. 51 . Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penelaahan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. kriteria usaha eksploitasi.

Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. b. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. d. 52 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. h. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. norma. penyiapan. f. pelaksanaan pembinaan teknis. c. g. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi.

serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. penelaahan. bahan bakar gas. penelaahan.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan jenis bahan bakar minyak. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pengaturan Penugasan. f. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. i. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. b. Light Natural Gas (LNG). d. h. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pelaksanaan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. c. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Penyediaan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. bahan bakar lain. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 53 . serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Light Petroleoum Gas (LPG).

f. b. l. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. bahan bakar lain. k. e. f. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. bahan bakar gas. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. e. 54 . serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. LPG. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pengelolaan data. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c.j. pengelolaan data. d. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. d. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. i. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. norma. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. penyiapan perizinan usaha pengolahan. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. g. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. LNG. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. h. c.

Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. norma. g. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. 55 . (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. pengelolaan data. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. f. hasil olahan dan bahan bakar lain. h. penyiapan. c. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penelaahan. b. d. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. e. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. penyiapan. penelaahan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik.

bahan bakar gas dan LPG. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan. j. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. penelaahan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penyiapan rumusan formulasi harga. d. b.i. e. 56 . Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. norma. terdiri dari: a. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. serta penyiapan penetapan P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. kriteria harga bahan bakar. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain.

serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penelaahan. 57 . pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. h. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. h. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. pelaksanaan. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. norma. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. g. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. d. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. LPG. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. e. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. c. penelaahan. penyiapan. penyiapan perizinan usaha niaga. kriteria usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. b. gas bumi.f. f. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. LNG. i. g. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga.

Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. biodiesel. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. LNG. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. LPG. terdiri dari: a. d. b. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan non bahan bakar lainnya. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. terdiri dari: a. penelaahan. c. tugas 58 . b. pelumas. penyiapan. Seksi Niaga Minyak Bumi. penyiapan norma. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. e. petrokimia. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. kriteria usaha non bahan bakar.

pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. biodiesel. 59 . lindungan lingkungan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. petrokimia. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. penelaahan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. biodiesel. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. profesi personil.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. h. kelaikan teknis. kelaikan teknis. f. dan non bahan bakar lainnya. lindungan lingkungan. serta penggunaan tenaga teknik. usaha penunjang. c. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. dan non bahan bakar lainnya. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. produk. penyiapan. penelaahan. penyiapan. petrokimia. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.

penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. h. j. g. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. 60 . Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. f. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. d. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . c. e. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. e. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi.i. c. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. d. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.

penyiapan rumusan standar. b. c. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. b. dan penggunaan tenaga teknik. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. K3. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. norma. e. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. f. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 61 . evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. g. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. keselamatan operasi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. d. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. instalasi.

62 . e. c. pengangkutan. d. K3. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. b. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. instalasi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. penyiapan. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. norma. terdiri dari: a. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. instrumentasi. pelaksanaan. keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.

Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. serta penjaminan pasca operasi. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penelaahan. Penyimpanan. pengangkutan. pelaksanaan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi.f. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. Penyimpanan. 63 . g. pengangkutan. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan. b. c. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Penyimpanan. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.

pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. norma. b. b. 64 . penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. f. c. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan.d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. dan kriteria usaha penunjang. g. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pengangkutan.

serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. produk. terdiri dari: a. g. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. f. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. 65 . penelaahan. pelaksanaan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. profesi personil. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penelaahan. b.

66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pedoman. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. 67 . c. penyusunan standar. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. b. norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d.

f. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. 68 . Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. kearsipan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. e. c. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. terdiri dari: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. d. g. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. i.

c. situs. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. f. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. d. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. jaringan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. c. ketatalaksanaan. b. pelaporan. e. Bagian Keuangan. d. pengelolaan sistem.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 69 . e. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. g. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Pengelolaan Informasi. pelaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. rapat koordinasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. Subbagian Laporan.

c. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. d. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan. pelaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. satuan kerja. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. e. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. PBI Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. f. 70 . serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 237 Bagian Keuangan. penyiapan. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.

pelaksanaan. pelaksanaan informasi. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. b. dan Neraca Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan. e. f. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta kehumasan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. c.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. terdiri dari: a. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. d. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pertimbangan hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. 71 . Subbagian Pertimbangan Hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penyelesaian kerugian negara. c. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Informasi Hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum.

pelaksanaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Subbagian Kepegawaian. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pengadaan pegawai. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. g. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. f. mutasi. pertamanan dan perparkiran. penelaahan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. dan Implementasi Sipeg. dan kearsipan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. b. e.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. ekspedisi persuratan dinas. c. serta urusan keprotokolan dan upacara. 72 . keamanan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. pemberhentian. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. b. d. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. telepon. Subbagian Tata Usaha. perlengkapan dan rumah tangga. kebersihan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan formasi.

f. e. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. implementasi Sipeg. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi kebijakan. rencana dan program. persuratan dinas dan kearsipan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. c. penelaahan. 73 . organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. rencana pengadaan. g. d. h. b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan.

Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan. b. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. g. serta program pengembangan jaringan transmisi. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. c. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. d. serta rencana strategis dan RUKN. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. b. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. e. e. 74 . penyiapan rumusan rencana jangka panjang. menengah dan tahunan tenaga listrik. d. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. f. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik.

c. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. penyiapan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. b. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. 75 . penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penyiapan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik.

Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. 76 . f. penyiapan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. c. d. b. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. e. kriteria tenaga listrik sosial. b.

b. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyusunan dokumen perjanjian. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana dan program. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. multilateral dan regional. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana. lembaga sertifikasi. penelaahan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. b. 77 . Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penelaahan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Seksi Multilateral dan Regional. d. asosiasi dan lembaga lainnya. c. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan.

Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. pelaksanaan pengelolaan data. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. b. penyiapan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. 78 . Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. pengolahan. b. d. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. e. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. c. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan.

serta perlindungan konsumen. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. d. d. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. 79 . serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. b. c. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. i. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. e. e. h. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. f. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. c. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik.

pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. d. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. c. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. evaluasi pelaksanaan pengaturan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. b. b. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.c. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta efisiensi dan transparansi usaha. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. penelaahan. b. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. b. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. e. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 81 . norma. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Izin Usaha. pemberian sanksi. f. kriteria harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. b. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. c. Seksi Pengawasan Izin Usaha. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik.

Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. e. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. penyiapan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan. d. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. norma. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. c. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. terdiri dari: a. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. 82 . kriteria hubungan komersial.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik.

mempunyai tugas 83 .(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. b. penelaahan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. c. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. b. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria perlindungan konsumen listrik. norma. e. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik.

g. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. c. e. 84 . lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. lindungan lingkungan. serta pembinaan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta penggunaan tenaga teknik. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. f. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. i. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. profesi personil. d. f. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. kelaikan teknis. c. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. keselamatan dan K3. produk. kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan.

pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. f. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. g. b. 85 . Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. terdiri dari: a. jenis dan mutu tenaga listrik. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta Rancangan SNI. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. c. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan. penelaahan. e.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan.

instrumentasi. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. kalibrasi alat ukur. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. penelaahan. 86 . f.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. d. c. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. keselamatan operasi. penyiapan. b. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. g. b. penyiapan rumusan standar. dan K3. terdiri dari: a. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. norma. penelaahan. pelaksanaan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan peralatan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. e. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. g. b. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. e. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. 87 . pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penelaahan. c. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. terdiri dari: a. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. f. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. d.

Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. d. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. b. penyiapan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. 88 . pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. c. e. b.

d. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. f. produk. penelaahan. b. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. b. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. c. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. e. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. norma.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. profesi personil. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. 89 .

c. Kelompok Jabatan Fungsional. energi perdesaan dan konservasi energi. energi alternatif. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. f. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. c. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. d. c. Subdirektorat Bimbingan Teknis. kriteria pemanfaatan energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. terdiri dari: a. program dan pengaturan pemanfaatan energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. b. h. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. e. f. norma. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. b. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. b. penyiapan rumusan kebijakan. g. 90 . perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. d. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pemanfaatan Energi.

rencana dan program pengembangan usaha. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penelahaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penyiapan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penelahaan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. 91 . b. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323.d. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. Seksi Program Pemanfaatan Energi. e. penyiapan. e. norma. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. d. b. kriteria usaha energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan.

evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penyiapan. penyiapan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. Seksi Program Konservasi Energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. d. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 92 . terdiri dari: a. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. b. penelahaan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. e. penyiapan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelahaan. b. pelaksanaan. rencana dan program. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi.

Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. serta pedoman pengembangan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. c. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Seksi Program Energi Perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. terdiri dari: a. b. energi perdesaan dan konservasi energi. rencana dan program energi perdesaan. 93 .. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. rencana dan program. b. e. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. penyiapan rumusan standar. norma. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. d.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan. pemberdayaan masyarakat. penelahaan.

Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. b. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penelahaan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. c. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi. 94 . energi perdesaan dan konservasi energi.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 95 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

batubara. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. 96 . norma. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. e. Batubara. batubara dan panas bumi. c. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan standar.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Batubara dan Panas Bumi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. d. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. dan prosedur di bidang mineral. kriteria. pedoman.

d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan urusan ketatausahaan. 97 . Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. kearsipan. satuan kerja. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. g. b. f. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi. i. c. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. h. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral.

terdiri dari: a. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. 98 . jaringan dan situs informasi. Subbagian Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. f. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan. rapat koordinasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. e. g. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Rencana dan Laporan. c. d. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Keuangan. pengelolaan sistem. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. c. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pelaporan. ketatalaksanaan.

serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. 99 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. f. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. e. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. situs. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. jaringan. penelaahan. b. penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Perbendaharaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 354 Bagian Keuangan. PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. satuan kerja.

Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. terdiri dari: a. c. e. penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. 100 . laporan pertanggungjawaban keuangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pelaksanaan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. f. Subbagian Informasi Hukum. b. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. pelayanan konsultasi hukum. penelaahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penyelesaian kerugian negara. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. pertimbangan hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. d. serta kehumasan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan.

pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga. keamanan. serta urusan keprotokolan dan upacara. penelaahan. pertamanan dan perparkiran. pengurusan formasi. g. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. dan Implementasi Sipeg. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. 101 . Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. e. d. mutasi. ekspedisi persuratan dinas. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penelaahan. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. b. telepon. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan kearsipan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penyiapan. batubara. c. pengadaan pegawai. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pemberhentian. program legislasi dan regulasi bidang mineral. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. kebersihan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja.

b. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pelaksanaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta penetapan wilayah kerja. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. d. cadangan atau potensi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. wilayah kerja. implementasi Sipeg. batubara. terdiri dari: a.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. 102 . rencana dan program di bidang mineral. c. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. neraca sumber daya wilayah kerja. investasi dan pendanaan. Subbagian Kepegawaian. panas bumi dan air tanah. c. Direktorat Pembinaan Program Mineral. persuratan dinas dan kearsipan. rencana pengadaan. Subbagian Tata Usaha. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. dan produksi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. penelaahan. dan produksi. perumusan kebijakan pengembangan usaha. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara. c. rencana dan program di bidang mineral. g. Batubara dan Panas Bumi. i. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. 103 . c. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. pengelolaan data. Batubara dan Panas Bumi. perumusan perencanaan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. h. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. batubara. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. d. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. f. panas bumi dan air tanah.e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Batubara dan Panas Bumi. j. e. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. e. batubara. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pencatatan dan perhitungan PNBP. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. terdiri dari: a. d. b. Kelompok Jabatan Fungsional. panas bumi dan air tanah. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. evaluasi kebijakan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. b. batubara. f. eksplorasi dan operasi produksi. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. serta perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.

b. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penelaahan. f. penelaahan. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Seksi Program Mineral dan Batubara. batubara. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. terdiri dari: a. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. b.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta kerja sama di bidang mineral. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. penyiapan. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. c. e. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. g. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Batubara dan Panas Bumi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. penyiapan. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 104 . h. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

105 . Batubara dan Panas Bumi. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. panas bumi dan air tanah. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. batubara. b. terdiri dari: a. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). c. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. b. penelaahan. penyiapan. penelaahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. d.

penyiapan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. b. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. batubara. b. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan rumusan standar. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 106 . serta penyusunan statistik pengusahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma.e. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. d. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. kriteria pencadangan wilayah kerja. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. c. terdiri dari: a. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.

Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pelaksanaan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Panas Bumi dan Air Tanah. batubara. Batubara dan Panas Bumi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan potensi. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. cadangan dan wilayah kerja.e. f. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penelaahan. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Seksi Informasi Mineral. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. b. penyiapan. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. penelaahan. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. g. 107 . batubara dan panas bumi. panas bumi dan air tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta penetapan wilayah kerja. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. batubara. neraca sumber daya. h. statistik. Batubara.

batubara dan panas bumi. 108 . Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. c. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan. pemeriksaan dan pengujian PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. e. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta bagi hasil daerah. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. penelaahan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penyiapan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pencatatan. terdiri dari: a. penelaahan. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. b.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Seksi Penerimaan Negara Batubara. d. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. e.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. 113 . pelaksanaan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. terdiri dari: a. d. b. b. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. g. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. i. e. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. 114 . f. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. perumusan pengaturan. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. h. b. pelaksanaan. g. pelaksanaan. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Batubara. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Mineral. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. d. b. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

115 . Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. b. f. serta pengelolaan air tanah. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. dan perubahan batas wilayah kerja. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma.j. l. d. c. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. g. k. d. e. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. g. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. f. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Subbagian Tata Usaha. e. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

(2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi. b. b. e.h. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. Seksi Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. 116 . penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi. i. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah.

penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. e. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. f. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. g. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. d. penelaahan. c. pelaksanaan.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. b. serta pengendalian air tanah. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. 117 . Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengendalian air tanah. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi.

c. serta pengendalian air tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. pelaksanaan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. terdiri dari: a. e. d. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. b. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 118 . pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. i. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah.

pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. penelaahan. 119 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. b. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.g. pelaksanaan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. e. h. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. f. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. c. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 120 . Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Konservasi Air Tanah. batubara dan panas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. terdiri dari: a. serta air tanah. b. serta ketatausahaan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. e. dan panas bumi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. d. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. K3. g. batubara. batubara. panas bumi dan air tanah. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. h. 121 . Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. produk. Subdirektorat Standardisasi Mineral. f. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. Batubara dan Panas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. lindungan lingkungan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. f. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. profesi personil. kelaikan teknis. b. j. e.d. serta penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Batubara dan Panas Bumi.

Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. norma. dan panas bumi. pemurnian. serta konservasi mineral dan batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. b. penelaahan. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. penyiapan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penelaahan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Batubara. produk. Seksi Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. terdiri dari: a. 122 . (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan Panas Bumi. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. profesi personil. jenis dan mutu produk. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.c. d. batubara.

penelaahan. e. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. 123 . pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. pelaksanaan. dan konservasi mineral. batubara dan panas bumi. penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. batas wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. b. f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara.b. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan.

serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. terdiri dari: a. 124 . Batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.c. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. e. dan panas bumi. batubara. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. d. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. g. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. h. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. b. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penelaahan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. i. Batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi.

panas bumi dan air tanah. K3 dan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. keamanan instalasi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. 125 . b. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kalibrasi alat ukur.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. terdiri dari: a. batubara. instrumentasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan. penimbunan. penelaahan. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. d. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. b. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. norma. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. f. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. dan panas bumi. Seksi Keselamatan Batubara. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. g. penyimpanan. pengangkutan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. dan Panas Bumi. Batubara.

norma. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. b. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penelaahan. dan kriteria usaha penunjang. Batubara. 126 . terdiri dari: a. pelaksanaan. f. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. e. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. b. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. batubara. panas bumi dan air tanah. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar.

yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 127 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

terdiri dari: a. d. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat IV.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Inspektorat I. pelaksanaan pengawasan kinerja. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. 128 . c. e. Inspektorat III. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. keuangan. c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat II. penyusunan laporan hasil pengawasan. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. keprotokolan dan rumah tangga. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. Bagian Rencana dan Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. kearsipan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. pengelolaan urusan tata usaha. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. f. Bagian Umum dan Keuangan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. g. k. e. i. 129 . pengelolaan jaringan dan situs informasi. e.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. terdiri dari: a. c. perlengkapan. b. pengurusan kepegawaian dan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. d. b. h. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. keamanan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. j. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

c. 130 . rapat koordinasi. pelaporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pelaporan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. jaringan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. d. situs. satuan kerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Penyiapan Laporan. jaringan dan situs informasi. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penelaahan. h. b. g. akuntabilitas kinerja. b. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. ketatalaksanaan. i. penyajian informasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Rencana. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program kerja. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan rencana kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pelaksanaan. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. j. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. f. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan.

e. pengolahan. Inspektorat Jenderal. analisis hasil pengawasan. penyiapan. Direktorat Jenderal Mineral. 131 . monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Geologi. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan analisis. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. d. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. c. b. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. terdiri dari: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan.

Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. b. dan implementasi Sipeg. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pelaksanaan. dokumentasi hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. 132 . urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan hukum. Subbagian Hukum. penyiapan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. e. dokumentasi dan tata naskah. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. masyarakat dan yustisia. b. serta pemberian pertimbangan hukum. c. penelaahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. perpustakaan. penyiapan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. dokumentasi hukum. penyuluhan. Subbagian Kepegawaian. pertimbangan hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. bantuan hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. terdiri dari: a. d.

serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. perbendaharaan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penganggaran. dan kearsipan. persuratan dinas. e. rumah tangga dan kehumasan. perlengkapan. c. g. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. k. b. penelaahan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. serta pengurusan administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. kebersihan. terdiri dari: a. j. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. 133 . serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. perbendaharaan. pelaksanaan keamanan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. rumah tangga dan kehumasan. Subbagian Rumah Tangga. serta pengurusan administrasi keuangan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. f. d. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan implementasi Sipeg. keprotokolan dan kehumasan. b. h. perlengkapan. i. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478.

pelaksanaan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. 134 . d. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. serta evaluasi atas urusan keamanan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pemeriksaan. perencanaan kebutuhan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. penelaahan. perlengkapan dan pengadaan. dan administrasi keuangan. persuratan dinas. perumusan laporan hasil pengawasan. e. kebersihan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. kearsipan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan kehumasan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. b.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

139 . (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2).

pelayanan survei geologi. penelitian dan pelayanan. d. Pusat Lingkungan Geologi. g. 140 . evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Survei Geologi. f. c. b. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. e. dan geologi lingkungan. b. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. terdiri dari: a. d. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. c. Sekretariat Badan Geologi. h. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. e. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi.

koordinasi pelayanan administratif Badan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Bagian Keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. 141 . b. d. Bagian Kepegawaian. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. h. d. e. akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. pelaporan. serta pelaksanaan bantuan hukum. i. c. informasi hukum. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Bagian Umum. terdiri dari: a. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. pengelolaan urusan ketatausahaan. f.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. g. dan rumah tangga. ketatalaksanaan. serta perencanaan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. j. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kearsipan.

Subbagian Laporan. penyajian informasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. situs. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. f. penelaahan. pelaksanaan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. 142 . jaringan dan situs informasi. c. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. d. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. b. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. b. satuan kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pelaporan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. jaringan. ketatalaksanaan.

serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengangkatan. b. pelaksanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta implementasi Sipeg Badan. serta evaluasi atas mutasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan analisis jabatan. pengembangan. kesejahteraan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengadaan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pemberhentian. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg. 143 . c. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pengurusan perencanaan. kepangkatan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penggajian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengembangan. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas perencanaan. kepangkatan. b. penggajian. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. kesejahteraan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan. pemberhentian. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. d. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional.

dan revisi anggaran Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. e. d. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. b. penelaahan. b. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. kearsipan. Subbagian Akuntansi. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Kekayaan Negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pengurusan revisi anggaran. 144 . penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. dan rumah tangga. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. PBI Badan. perlengkapan. penelaahan. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. serta penyelesaian kerugian negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. Neraca. f. Pasal 517 Bagian Keuangan.

Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. e. penyiapan. c. d. c. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. b. 145 . Subbagian Hukum. perpustakaan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. serta pengurusan perlengkapan. f. penelaahan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. persuratan dinas. dan hak atas kekayaan intelektual Badan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. distribusi penggunaan. pengadaan. Pasal 521 Bagian Umum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan. dan rumah tangga. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaaan bantuan hukum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. kesekretariatan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. b. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. informasi dan dokumentasi hukum. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. bantuan hukum. dan pemeliharaan barang inventaris. terdiri dari: a. dan kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kebersihan dan keamanan Badan. kearsipan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan.

Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. keuangan. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. batubara. 146 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Bagian Tata Usaha. d. b. h. serta rancang bangun dan pemodelan. Bidang Informasi. dan kepegawaian Pusat. c. perumusan rencana dan program. administrasi keuangan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. c. penyelidikan. serta pemetaan tematik potensi. dan panas bumi. f. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. penyusunan neraca sumber daya geologi. b. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. rumah tangga. Bidang Program dan Kerja Sama. bitumen padat. Bidang Sarana Teknik. gambut. j. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelidikan. mineral. rekayasa teknologi. i.

pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. b. d. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengurusan perencanaan. e. b. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. 147 .Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta akuntansi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. keuangan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kebersihan. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan.

148 . Subbidang Sarana Penyelidikan. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. e. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Laboratorium. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. e. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. b.d. b. serta kerja sama pelayanan jasa. d. pelaksanaan. penelaahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan.

b. jaringan dan situs informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. d. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 149 . (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Program. penelaahan. Pasal 540 Bidang Informasi. pelaksanaan sosialisasi. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Kerja Sama. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. serta operasi perangkat lunak informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. penganggaran. serta pengelolaan perpustakaan. b. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan.

gempa bumi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan ketatausahaan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. dokumentasi. pelaksanaan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. gempa bumi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan. i. tsunami. 150 . Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. operasi perangkat lunak. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan gerakan tanah. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyelidikan. c. penelaahan. j. sistem. administrasi keuangan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pos pengamatan gunung api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. b. dan rekayasa teknologi. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. perpustakaan. rumah tangga. tsunami. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan kepegawaian Pusat. penelaahan. dan gerakan tanah h. f. sosialisasi. serta rancang bangun. serta sesar aktif. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. pemodelan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. g. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. d. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan pengelolaan sarana. terdiri dari: a. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyelidikan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. evaluasi pelaksanaan penelitian. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. keuangan. c. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. e. Bagian Tata Usaha. serta perpustakaan. 151 . penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. keamanan. pengurusan perencanaan. e. pengurusan. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemelaahan. c.k. pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. l. Subbagian Umum dan Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. d. b. pengangkatan. kearsipan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. terdiri dari: a. c. 152 . serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyelidikan geofisika. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. penetapan status. administrasi keuangan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pemelaahan. penelaahan. pengurusan. penelaahan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. b. pelaksanaan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. b. serta penetapan status dan peringatan dini. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. d. geokimia dan deformasi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan. b. penelaahan. terdiri dari: a. 153 . Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. c. gerakan tanah dan tsunami. penelaahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. d. pelaksanaan. b. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi.

(2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. gerakan tanah dan tsunami. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyiapan. b. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyelidikan. 154 . d. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. b. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. terdiri dari: a. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. c. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penelaahan.

c. dan pengelolaan tata ruang. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. rekayasa teknologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian. pengembangan. keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. geologi teknik dan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. Bidang Program dan Kerja Sama. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. h. dan kepegawaian Pusat. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 155 . administrasi keuangan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. geologi teknik dan air tanah. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. f. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. penyelidikan. g. k. Bidang Sarana Teknik. b. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. i.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. j. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. b. terdiri dari: a. Bidang Informasi. d. pengelolaan ketatausahaan. pengangkatan. e.

Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. c. d. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. 156 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. f. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. d. kebersihan. keamanan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi.c. terdiri dari: a. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

(2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Sarana Penyelidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. Subbidang Laboratorium. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. pelaksanaan. d. penelaahan. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. c. Subbidang Program. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 157 .Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. penyusunan akuntabilitas kinerja.

pengelolaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. c. b. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 158 .Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. dokumentasi dan publikasi. penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penyiapan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. penganggaran. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi. b. serta operasi perangkat lunak informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 578 Bidang Informasi. serta pengelolaan perpustakaan.

geomorfologi. dan kepegawaian Pusat. rekayasa teknologi. tektonik. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. administrasi keuangan. operasi perangkat lunak. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. inventarisasi hasil survei. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pengelolaan ketatausahaan. c. j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemetaan geologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. perumusan pedoman dan prosedur kerja. geofisika. d. l. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. k. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. m. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pemetaan. f. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pemetaan dan penelitian geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rumah tangga. perpustakaan. sistem. 159 . geokimia. penelaahan. i. pelaksanaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. h. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. penelitian dan penyelidikan geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pelayanan jasa survei. dokumentasi. g.

b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. serta akuntansi. b. d. b. 160 . c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. c. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengurusan perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keamanan. kebersihan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. pengangkatan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknik. Bidang Informasi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penelaahan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. f. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. 161 . penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Subbidang Laboratorium. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b.

rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. Subbidang Program. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. serta kerja sama pelayanan jasa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyusunan akuntabilitas kinerja. b. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. 162 . serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Kerja Sama. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penganggaran.

(2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. dokumentasi. serta pemutakhiran basis data. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi. perpustakaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. pelaksanaan. operasi perangkat lunak. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. terdiri dari: a. sistem. dokumentasi dan publikasi. c. jaringan dan situs informasi. b. sosialisasi. 163 . serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. d. serta pengelolaan perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta operasi perangkat lunak informasi.

Perekayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyelidik Bumi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 164 . Teknisi Litkayasa. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan.

perumusan kebijakan penyelenggaraan. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. g. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. pembinaan pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. c. b. panas bumi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. f.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. mineral batubara. 165 . e. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

c. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. koordinasi pelayanan administratif Badan. g. e. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. d. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perencanaan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. terdiri dari: a. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. 166 . c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. f. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. kearsipan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. informasi hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. e.i. d. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pengelolaan sistem. c. b. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. e. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan. d. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Kelompok Jabatan Fungsional. jaringan dan situs informasi. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. 167 . Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan. g. akuntabilitas kinerja. f. c. b. akuntabilitas kinerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. j. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Keuangan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja.

b. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. b. situs. d. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta penyempurnaan organisasi Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. 168 . jaringan. pemberhentian.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penelaahan. c. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. dan analisis jabatan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. kepangkatan. c. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. satuan kerja. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. serta implementasi Sipeg. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penyajian informasi. e. kesejahteraan. penyiapan. penelaahan. penggajian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengembangan. pelaksanaan. pengadaan.

penggajian. penyiapan. kepangkatan pemberhentian. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. PBI Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. e. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta implementasi Sipeg Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas perencanaan. 169 . Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 618 Bagian Keuangan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. serta evaluasi atas mutasi. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. kesejahteraan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. pengangkatan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi. serta penyelesaian kerugian negara. f. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan. d. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

Subbagian Hukum. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. f. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Pasal 622 Bagian Umum. dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kearsipan. 170 . serta urusan hak atas kekayaan intelektual. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta pengurusan perlengkapan. pengadaan. b. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan revisi anggaran Badan. kehumasan. pelaksanaaan bantuan hukum. pelayanan kesekretariatan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Tata Usaha. persuratan dinas. c. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. terdiri dari: a. dan rumah tangga. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penelaahan. dan rumah tangga. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyelesaian kerugian negara. d. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. perpustakaan. kearsipan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. informasi dan dokumentasi hukum. penelaahan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. dan kearsipan. perlengkapan. Neraca. e. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. distribusi penggunaan. perlengkapan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

b. c.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penyiapan. 171 . rencana kebutuhan dan pengadaan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. d. e. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. penelaahan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta keprotokolan dan upacara Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. f. kebersihan dan keamanan Badan. bantuan hukum. pelaksanaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. g. kesekretariatan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.

Pasal 629 Bagian Tata Usaha. rumah tangga. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. 172 . Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. i. kebersihan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. pengurusan perencanaan. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan ketatausahaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengembangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program. keuangan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Fungsional. d.h. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. terdiri dari: a. c. dan kepegawaian Pusat. Bidang Afiliasi. administrasi keuangan. pengangkatan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.

Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penelaahan. serta pengadaan. perbendaharaan dan akuntansi. 173 . Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. terdiri dari: a. Subbidang Pengembangan Sarana. dan kebersihan Pusat. penyiapan. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan operasi penggunaan. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. keamanan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pemeliharaan sarana kerja. e. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c.

pelaksanaan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 174 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 637 Bidang Program. Subbidang Penyiapan Rencana. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. b. evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.

penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. jaringan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. e. 175 . Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. b. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penyiapan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

dan kepegawaian Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. i. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. jaringan. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 176 . pelaksanaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. administrasi keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. f. penelaahan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. b. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. h. d. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 177 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Afiliasi. serta pelaksanaan keamanan. terdiri dari: a. pengangkatan. perbendaharaan dan akuntansi. pengurusan perencanaan. d. pemeliharaan sarana kerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Program. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. serta pengadaan. Bagian Tata Usaha. d. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan. e. persuratan dinas dan kearsipan. c. terdiri dari: a. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. dan kebersihan Pusat. b. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

penyediaan bahan baku. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengoperasian Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Subbidang Pengembangan Sarana. e. 178 . c. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. penelaahan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 656 Bidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. terdiri dari: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta analisis. penelaahan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. 179 . rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. penelaahan. jaringan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. 180 . jaringan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. e. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. d. b. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. c. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi.

b. Kelompok Fungsional. Bidang Program. d. b. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. f. dan kepegawaian Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. d. h. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi keuangan. 181 . Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. rumah tangga. i. e. Bidang Afiliasi. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi.

Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. pengurusan perencanaan. c. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan kebersihan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengangkatan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. d. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. serta pengadaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. e. b. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. 182 . pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

pelaksanaan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan. penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. pelaksanaan operasi penggunaan. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyediaan bahan baku. penyediaan bahan baku. d. 183 . c. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 675 Bidang Program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 184 .Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta analisis. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan. penelaahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. b. e. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelaksanaan. 185 . pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. d. jaringan. pelaksanaan.

pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. d. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. keuangan. c. 186 . b. administrasi keuangan. terdiri dari: a. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. c. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. j. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. i. Bidang Afiliasi. Bidang Program. pengelolaan ketatausahaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. g. f. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. e. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga. h. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Kelompok Fungsional. e. geokimia. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. dan geofisika kelautan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d.

Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perencanaan. pengangkatan. persuratan dinas dan kearsipan. c.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. serta pengadaan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. d. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. pemeliharaan sarana kerja. keamanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 187 . serta pelaksanaan keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan kebersihan Pusat. e.

Subbidang Pengoperasian Sarana. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b.c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. 188 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. pengelolaan. terdiri dari: a. pengelolaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana.

b.c. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a. Pasal 694 Bidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. d. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 189 . penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan.

serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. e. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan.d. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. penelaahan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. terdiri dari: a. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. 190 . pelaksanaan pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan. jaringan.

serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Perekayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 191 .

batubara. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. c. geologi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. h. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. e. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. 192 .BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. g. mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.

serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. d. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. b. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. c. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kerja sama. f.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. g. d. satuan kerja. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. 193 . i. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. b.

d. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi. h. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 708 Sekretariat Badan. dan rumah tangga. k. ketatalaksanaan. ketatalaksanaan. c. akuntabilitas kinerja. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. g. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a. pelaporan. b. f. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 194 . d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja.j. penganggaran. Bagian Umum. e. pelaporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. l. Bagian Keuangan. Bagian Kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. jaringan dan situs informasi Badan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. kesejahteraan. penyiapan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pemberhentian. pengadaan. penganggaran. pelaksanaan. b. dan sistem. penelaahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penggajian. penyiapan. c. c. e. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan berkala. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. akuntabilitas kinerja. penelaahan. perencanaan kerja. 195 . serta implementasi Sipeg. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. prosedur kerja. dan analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kepangkatan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. pengembangan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. Subbagian Kerja Sama. pengurusan perencanaan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

b. kontrol kualitas. c. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. produk kilang.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. d.. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 200 . Subbidang Kilang. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbidang Utilitas. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

penelaahan. Subbidang Bengkel. b. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Laboratorium. pengembangan dan pemanfaatan. penyediaan dan pemanfaatan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. 201 . pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelayanan jasa. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. c.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. pelaksanaan. standar. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. norma. kerja sama. penelaahan. g. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. norma. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pedoman. serta kepustakaan. kriteria dan prosedur. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kepustakaan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. 202 . b. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. f. d. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c.

Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. c. kearsipan. i. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. prosedur. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. e. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. norma. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pelayanan jasa. f. Bidang Sarana Teknis. h. pedoman. 203 . Bagian Tata Usaha. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. e. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. g. kriteria pendidikan dan pelatihan. Batubara. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.

kearsipan. d. dokumentasi dan tata naskah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. akuntansi. terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. ketatalaksanaan dan umum Pusat. c. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. perbendaharaan. perlengkapan. serta hukum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. 204 . kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751.

pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pengoperasian Sarana. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pemeliharaan. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.c. penggunaan. norma. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. rencana pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 205 . e. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. b. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. b. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.

b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. 206 . pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. norma. f. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. e. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. d. penyiapan rumusan standar. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.d. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan prosedur. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. norma. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan sistem. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. kriteria. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberian pelayanan jasa. 207 . terdiri dari: a.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. c. d. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pedoman. e. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. b. penyiapan penyelenggaraan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pelaksanaan. kriteria dan prosedur. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. norma. pedoman. penyusunan standar. norma. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyusunan standar. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kriteria dan prosedur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. prosedur. pelaksanaan.

administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. d. e. d. h. terdiri dari: a. perlengkapan. perbendaharaan. kehumasan dan keprotokolan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. akuntansi. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. c. 208 .g. terdiri dari: a. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha. c. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. organisasi dan ketatalaksanaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kearsipan. kearsipan. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.

dan sistem. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Perencanaan. akuntabilitas kinerja. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. terdiri dari: a. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penelaahan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. 209 . Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. d. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. pedoman. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. penyiapan. jaringan dan situs informasi.

penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. e. promosi. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyiapan. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur. pelaksanaan. 210 .(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. Subbidang Pelatihan. penyiapan. pelaksanaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pedoman. penelaahan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama. b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. d. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. penelaahan. terdiri dari: a. c. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

penelaahan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. c. pemberian pelayanan jasa. g. d. d. pengelolaan ketatausahaan. norma. b. kriteria pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. prosedur. 211 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. e. pelaksanaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pedoman. Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. f. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

perbendaharaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. 212 . dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. d. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. c. dokumentasi dan tata naskah. b. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. hukum. Subbagian Kepegawaian dan Umum. e. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. pedoman. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kerja sama. serta evaluasi atas standar.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. penelaahan. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. pelaksanaan. 213 . Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. d. e. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. c. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma dan kriteria. norma. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan. Subbidang Perencanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b.

b. Subbidang Pelatihan. pelaksanaan kerja sama. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. terdiri dari: a. penelaahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. promosi.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. c. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. 214 . penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penelaahan. pelaksanaan. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Direktorat Jenderal. Inspektorat Jenderal dan Badan. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. e. 216 . Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. b. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. c. d. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi.

b. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. 217 . j.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. d. k. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. g. f. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. i. h. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. e. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala.

dan persuratan dinas. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. e. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. serta kearsipan Bakoren. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. d. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. c. rumah tangga.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. c. 218 . serta kearsipan Pusat. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. b. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha. d. pelaksanaan urusan tata usaha. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. b. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Bakoren. b. terdiri dari: a. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Bidang Kajian Strategis. dukungan operasi kerja. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Kelompok Jabatan Fungsional.

Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. i. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. l. terdiri dari: a. j. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. f. d. 219 .(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. g. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. k. b. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. e. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan norma. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. h.

penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. c. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penelaahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. ketenagalistrikan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penyusunan rumusan norma. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. 220 . pelaksanaan. penyiapan. e. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. batubara dan panas bumi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. terdiri dari: a. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. d. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. f. pelaksanaan. penelahaan. pelayanan data dan informasi.

(2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bitumen padat. terdiri dari: a. penelahaan. f. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penelahaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. e. d. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. c. gambut.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. b. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. penelahaan. 221 . air tanah dan kegeologian. pelaksanaan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. 222 . dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.

(4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.a kepada pejabat eselon I. dengan lingkup meliputi personil. peralatan. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. penganggaran. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. standardisasi teknis. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. 223 . dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. organisasi. regulasi ekonomi dan keteknikan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. dokumentasi. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. dan akuntabilitas kinerja Departemen. peraturan perundang-undangan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. perencanaan kerja.

(2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur Jenderal. Direktur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (3) Kepala Biro. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Direktorat Jenderal. (4) Kepala Bagian. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a.b. Kepala Pusat. Inspektur Jenderal.a. Inspektur. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Kepala Subbagian. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.a.BAB XIV ESELON. Direktur. 224 .

(2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.d.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). X. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 225 . diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 . (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi.

BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. maka: a. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful