MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Departemen lain. Biro Umum. dan lembaga lain yang terkait. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Keuangan. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Kementerian Negara. c. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. koordinasi kegiatan Departemen. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Lembaga Pemerintah Non Departemen. b. d. 5 . Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. terdiri dari: a. e. b. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Bagian Perencanaan Anggaran. sosialisasi kebijakan pembangunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. serta kerja sama. c. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). perumusan kebijakan pembangunan. e. l. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. rencana dan program kerja. d. serta rencana strategis. k. rencana kerja dan anggaran. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. dan rencana anggaran. rencana pembangunan jangka panjang. d. g. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. i. serta perumusan akuntabilitas kinerja. e. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. f. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. j. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. terdiri dari: a. h. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. 6 . b. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. menengah dan tahunan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kerja Sama. Bagian Analisis dan Evaluasi. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. evaluasi kebijakan pembangunan. b. c. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana anggaran. rencana dan program kerja dan anggaran. penyusunan harga satuan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

dan urusan tata usaha Biro. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Inspektorat Jenderal. standar dan kriteria rencana kerja.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. dan Badan Geologi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. 7 . serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. c. Menengah dan Tahunan Departemen. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan Penunjang. penyusunan rumusan RK-KL. penyiapan rumusan norma. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. penelaahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. e. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. terdiri dari: a.

serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyiapan rumusan standar. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. dan Badan Geologi. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan. c. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. e. d.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. b. b. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. f. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. kriteria perencanaan anggaran. dan 8 . dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Subbagian Penganggaran Penunjang. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. tahunan dan rencana strategis. kriteria akuntabilitas kinerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. f. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. norma. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. c. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. penyiapan bahan sidang. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. d. 9 . e. menengah. RKA-KL. c. g.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penelaahan. h. b. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyiapan rumusan standar. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b.

Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. d. b. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. e. penelaahan. f. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan. Panas Bumi. kriteria kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. norma. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. c. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. serta kerja sama asosiasi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. h. penyiapan. penyiapan. penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 10 . penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. dan Badan Geologi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Batubara. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri.

c. e. penelaahan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. c. pemensiunan. dan penilaian kinerja pegawai. penempatan dan pengembangan pegawai. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. b. pembinaan mutasi. Subbagian Kerja Sama Bilateral. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. penelaahan. kepangkatan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. d. pengembangan organisasi dan tata laksana. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. penelaahan. pengadaan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. jabatan struktural dan fungsional. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. b. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. disiplin.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. 11 .

Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. b. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur.f. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. k. serta standardisasi kompetensi jabatan. i. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. b. pengadaan. h. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pegawai Negeri Sipil (PNS). pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). g. pengelolaan sistem informasi pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. penyiapan rumusan rencana. penyusunan rencana formasi. j. f. d. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. d. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. evaluasi pembinaan kepegawaian. Bagian Data dan Informasi Pegawai. g. penyiapan rumusan standar. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). 12 . Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. serta kartu PNS. serta administrasi penugasan ke luar negeri. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. e. e. c. c. Bagian Mutasi Pegawai.

i. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. bimbingan teknis. b. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. pengelolaan administrasi tugas belajar. j. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan tugas belajar dan izin belajar. 13 . Subbagian Pengembangan Karir. penelaahan. kompetensi pegawai. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. penelaahan.h. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. c. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. pemindahan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. kepangkatan. penelaahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. dan Kartu PNS Departemen. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian dan disiplin. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. dan penugasan pegawai ke luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan.

Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. kriteria mutasi pegawai. pemindahan. cuti. dan penilaian angka kredit. pemindahan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. dan penilaian prestasi pegawai. pengangkatan kembali. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. serta kesejahteraan pegawai. pelaksanaan disiplin pegawai. g. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. b. j. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pelaksanaan kesejahteraan. c. h. Askes. d. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. dan penarikan kembali pegawai. b. dipekerjakan. 14 . penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. Subbagian Mutasi Jabatan. dipekerjakan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. terdiri dari: a. penarikan kembali. dan Bapertarum. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. perbantuan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. k. kepangkatan. pemindahan. pembebasan sementara. pemberhentian. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. perbantuan. norma. penelaahan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. e. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pemberhentian dan disiplin. pemberhentian. i. Taspen. c. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan kepangkatan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ujian dinas dan Ujian KPPI. Kartu Suami. kepangkatan. f. serta Kartu Istri. pelaksanaan pemindahan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. penyiapan standar. pelaksanaan.

Kartu Istri. f. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penyiapan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. penelaahan. jabatan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. i. c. d. b. kepangkatan. penggajian. h. 15 . e. Taspen. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. dan daftar riwayat hidup pegawai. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pemberhentian. penilaian angka kredit. pemindahan. penghargaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. disiplin. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelayanan kesehatan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. Askes. g. penyusunan laporan kekuatan pegawai. dan administrasi lembaga tripartit. Bapertarum pegawai Departemen. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penghargaan. pemberhentian dan pemensiunan. Kartu Suami. pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. pengadaan pegawai.

Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pengembangan organisasi dan jabatan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. kriteria pengembangan organisasi. pelaksanaan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. c. penelaahan. pengadaan pegawai. penyiapan rumusan standar. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penelaahan. pemberhentian. penggajian.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. e. pendidikan dan pelatihan pegawai. pemindahan. pelaksanaan. penghargaan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. d. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penelaahan. klasifikasi dan peta jabatan. c. b. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. 16 . serta evaluasi. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. terdiri dari: a. b. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kepangkatan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. norma. pelaksanaan.

evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standardisasi kompetensi jabatan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. administrasi keuangan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. 17 . penelaahan.f. terdiri dari: a. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. penelaahan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. c. pola hubungan kerja. h. analisis beban kerja. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Kelembagaan. pengembangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. g. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. b. dan pelaksanaan bimbingan teknis. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pengembangan. peta jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja.

terdiri dari: a. Bagian Akuntansi. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. laporan realisasi anggaran. c. g. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. penyelesaian kerugian negara. serta bimbingan teknis perbendaharaan. e. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Bagian Perbendaharaan. dan implementasi sistem akuntansi. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. kekayaan negara dan akuntansi. Pasal 49 Biro Keuangan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Bagian Kekayaan Negara. j. administrasi keuangan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta pelaksanaan akuntansi. serta pembinaan perbendaharaan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. l. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. 18 . e. k. h. b. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan inventarisasi. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta nota keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. i. serta Neraca Departemen. d. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. perbendaharaan. d.

b. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penelaahan. penelaahan. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. g. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. 19 . i. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. b. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pelaksanaan. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan target. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. j. d. Subbagian Anggaran Belanja. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. e. k. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. c. c. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. f. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Subbagian Pengolahan Data Anggaran. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan standar. evaluasi tarif dan revisi PNBP. dan urusan tata usaha Biro. penelaahan.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penyiapan rumusan standar. norma. 20 . Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. dan pengelolaan SPM.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. e. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. b. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Geologi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. g. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. serta pembagian iuran sumber daya alam. c. penelaahan. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. pelaksanaan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. pelaksanaan. b. f. Inspektorat Jenderal. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan.

Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. g. penelaahan. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. e. f. tuntutan perbendaharaan. 21 . pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. b. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. d. ganti rugi. penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. b. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. dan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen.

b. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Subbagian Penyiapan Neraca. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. rekonsiliasi. d. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. 22 . Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. c. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan verifikasi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. f. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. penelaahan. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. g. norma. c. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. e. Badan Geologi.

dan bantuan hukum. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta pelaksanaan kehumasan. dan bantuan hukum. dan penyelesaian kasus hukum. bantuan hukum dan kehumasan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. b. penelaahan. pengelolaan dokumentasi. serta hubungan masyarakat Departemen. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. konsolidasi. dan implementasi SAI Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. d. Neraca. equitas dana. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. pelaksanaan. kewajiban. f. pelaksanaan. e. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. verifikasi anggaran. 23 . c. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penelaahan. pelaksanaan. dan implementasi SAAT Departemen. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta program legislasi dan regulasi. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP).Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rekonsialiasi. penelaahan. bantuan hukum. h. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. c. evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. e. 24 . Bagian Penelaahan Hukum. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen.i. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. c. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. dan bantuan hukum. d. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. terdiri dari: a. b. terdiri dari: a. Bagian Hubungan Masyarakat. Kelompok Jabatan Fungsional. c. b. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. b. d. e. j. Bagian Bantuan Hukum. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan.

penyiapan. b. penelaahan. kriteria kontrak atau perjanjian. penelaahan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. h. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. e. d. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. 25 . serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. norma. c. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. f. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73.

Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan. 26 . kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. c. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. terdiri dari: a.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penelaahan. b. dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. d. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. c.

b. penyiapan rumusan standar. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. pelaksaaan. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. serta monitoring dan analisis berita. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. dan unsur unit penunjangnya. f.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. b. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. dan unsur unit penunjangnya. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. e. konferensi pers. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. 27 . d. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksaaan. norma. c. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. i. terdiri dari: a. penerbitan. monitoring dan analisis berita Departemen. konferensi pers. peliputan dan perekaman kegiatan. dan urusan tata usaha Biro. b. serta evaluasi atas hubungan dengan media. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Publikasi. c. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan.g. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan peliputan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. pameran Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan. pelaksanaan. 28 . serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. h. penelaahan. abstrak peraturan perundang-undangan. j. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media.

Sekretaris Jenderal. perlengkapan dan pengadaan. Bagian Tata Usaha. c. b. i. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. c. penyediaan sarana dan prasarana kerja. f. j. tata persuratan dinas dan kearsipan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 87 Biro Umum. g. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. terdiri dari: a. d. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. b. e. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. h. tata usaha dan kearsipan. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Perlengkapan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. d. tugas 29 . e. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan rumah tangga. f. Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pengadaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Staf Ahli. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen.

(3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . penyiapan penyelenggaraan rapat.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelantikan. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. e. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. b. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. b. Medan Merdeka Selatan 18. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). persuratan dinas. f. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. d. c.

Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. b. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. b. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. penyiapan. e. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 31 . serta urusan tata usaha dan ekspedisi. dan ekspedisi surat dinas. Subbagian Tata Usaha Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. penelaahan. f. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Subbagian Kearsipan. norma. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. persuratan dinas. pelaksanaan. c. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penjadwalan kegiatan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.

terdiri dari: a. b. e. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. M. keamanan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pelaksanaan kebersihan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. Jakarta Pusat). Staf Ahli. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal.H. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. f. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. keselamatan. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. c. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. 32 . serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. b. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. keselamatan. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.

kriteria perlengkapan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. Subbagian Pengadaan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. serta pengadaan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. c. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 33 . penelaahan penyiapan. dan kearsipan Staf Ahli. f. pelaksanaan pengadaan. norma. penyiapan kegiatan. penyiapan bahan rumusan standar. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. inventarisasi. terdiri dari: a. b. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. e. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. c. b. g. d. Subbagian Rencana Kebutuhan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 34 . yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. penyusunan standar. e. norma. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. kriteria. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. 35 . Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108.

c. pelaporan. satuan kerja. g. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. terdiri dari: a. 36 . b. Bagian Umum dan Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. i. b. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. d. kearsipan. f. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. ketatalaksanaan. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. h. pengelolaan urusan ketatausahaan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

41 . perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. b. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. c. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. k. l. penelaahan. h. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. j. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. e. perumusan pengaturan. i. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pelaksanaan. g. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. rencana dan program. implementasi Sipeg. WP & B).(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. n. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. m. f. d. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perhitungan bagi hasil.

penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. b. norma. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. e. b. b. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. e. 42 . Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. d. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. f. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. serta pencadangan strategis.o. penyiapan rumusan. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. p. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. h. g. penyusunan statistik. serta data kebutuhan. terdiri dari: a. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. ketersediaan dan infrastruktur sektor. f. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kebijakan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. terdiri dari: a. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. c. c. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan.

rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. c.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan terms of condition KKS. dan pelaksanaan sosialisasi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. e. serta penyediaan informasi. g. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. norma. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. f. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan rumusan. d. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. penelaahan. pengumpulan data potensi. 43 . Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. permasalahan iklim usaha. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a.

pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). tugas serta induk.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). h. pelaksanaan pencatatan. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. j. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pajak. penyiapan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. serta biaya operasi. tugas serta induk. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. c. norma. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. e. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. 44 . serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. g. serta bagi hasil daerah. i. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penyiapan rumusan standar. retribusi. pemeriksaan dan pengujian. d. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan.

b. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. pajak. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. tenaga kerja asing. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. norma. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. pelaksanaan. g. e. f. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. terdiri dari: a. c. penelaahan. 45 . Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. pelaksanaan. tenaga kerja asing. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. retribusi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. PNBP dan tarif iuran. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. b. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. lifting dan target penerimaan. d. penelaahan. harga minyak mentah Indonesia.

terdiri dari: a. i. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. j. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. b. penyiapan. penelaahan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. fasilitasi lembaga tripartit. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. b. 46 . pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. dan kerja sama dalam negeri. penyiapan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. rencana penggunaan tenaga kerja asing. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.h. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana impor barang operasi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. k. penggunaan barang operasi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pemberdayaan produksi dalam negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. serta pengaturan tenaga kerja asing.

penelaahan. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. pelaksanaan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. pelaksanaan. c. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b.c. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. terdiri dari: a. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. 47 . penyiapan. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. b. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyiapan. e. d. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. penelaahan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). serta kerja sama Pemerintah Daerah. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama.

h. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. f. norma. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja.d. h. e. c. e. e. pelaksanaan pengumuman WK. i. k. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. b. j. Kelompok Jabatan Fungsional. 48 . Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan WK. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Wilayah Kerja. terdiri dari: a. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. d. d. kriteria pengelolaan WK. f. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. l. g. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. b. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). f. g. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi.

c. b. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. kriteria usaha eksplorasi. 49 . serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. d. b. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. f. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. terdiri dari: a. b. terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. norma. penilaian.

penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penelaahan. norma. j. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. c. e. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. d. g. pelaksanaan. h. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. pelaksanaan. i. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penelaahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. kriteria. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b. 50 . penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi.

serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. kriteria usaha eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rumusan standar. norma. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. c. penyiapan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. tumpang tindih lahan. penyiapan. penelaahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penelaahan. b. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. e. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. g. rencana kerja dan anggaran KKS. b.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. 51 . penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168.

Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. f. penelaahan. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. h. c. d. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pelaksanaan pembinaan teknis. b. penyiapan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. norma. g. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. e. pelaksanaan. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. 52 .

bahan bakar lain. perumusan jenis bahan bakar minyak. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penyiapan. Light Petroleoum Gas (LPG). penelaahan. Penyediaan. d. h. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. g. perumusan pengaturan Penugasan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. f. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Light Natural Gas (LNG). pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelaksanaan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. 53 . penelaahan. b. i. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). e. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. bahan bakar gas.

pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. penyiapan perizinan usaha pengolahan. e. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. norma. terdiri dari: a. i. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. penyiapan rumusan standar. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. h. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. b.j. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. k. LNG. pengelolaan data. c. c. pengelolaan data. bahan bakar lain. d. f. 54 . bahan bakar gas. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. b. d. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. l. LPG. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. g. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. j. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir.

penyiapan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. c. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. b. terdiri dari: a. g. e. penelaahan. pengelolaan data. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penelaahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. d. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 55 . penyiapan rumusan standar. h. norma. hasil olahan dan bahan bakar lain. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan.

serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penelaahan. j. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. bahan bakar gas dan LPG. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. d. norma. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. kriteria harga bahan bakar. b. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan formulasi harga. 56 . serta penyiapan penetapan P3JBT. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. terdiri dari: a. b.i. c. e. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penelaahan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak.

g. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. LNG. f. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 57 .f. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. norma. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penelaahan. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. kriteria usaha niaga. pengelolaan data. terdiri dari: a. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. b. h. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. i. penyiapan perizinan usaha niaga. LPG. e. gas bumi. penyiapan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. g. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pelaksanaan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. c. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. h. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan norma. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. f. e. c. LPG. kriteria usaha non bahan bakar. b. dan non bahan bakar lainnya. LNG. penyiapan. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. petrokimia. tugas 58 . Seksi Proses Non Bahan Bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Niaga Minyak Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Seksi Niaga Gas Bumi. biodiesel. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. pelumas. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. terdiri dari: a. d. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. terdiri dari: a.

penyiapan. penelaahan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. penyiapan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). c. d. h. kelaikan teknis. e. produk. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. dan non bahan bakar lainnya. usaha penunjang. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. profesi personil. b. kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. petrokimia. lindungan lingkungan. dan non bahan bakar lainnya. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. f. biodiesel. biodiesel. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. lindungan lingkungan. penelaahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. petrokimia. g. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. 59 .

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.i. c. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. j. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. e. d. terdiri dari: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. h. 60 . Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. f. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. g. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. d. b. b. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. e. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.

d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. dan penggunaan tenaga teknik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan kalibrasi alat ukur. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. f. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan. c. penelaahan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. instrumentasi. instalasi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. 61 . b. b. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3. terdiri dari: a. e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. norma.

62 . terdiri dari: a. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. pengangkutan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. instalasi. dan kalibrasi alat ukur. norma. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. dan penggunaan tenaga teknik. keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. c. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. K3. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. b. penyiapan rumusan standar. e. penyiapan. d. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan.

penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. pengangkutan. Penyimpanan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Penyimpanan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pengangkutan. c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan.f. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). g. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. serta penjaminan pasca operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. 63 . terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. b.

penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. 64 . serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. g. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar.d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. f. b. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. b. penelaahan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. b. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. profesi personil.d. produk. penelaahan. 65 . penelaahan. f. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pelaksanaan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. g.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

e. pedoman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. penyusunan standar. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. 67 . dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. d. b. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. g. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. satuan kerja. 68 . pengelolaan urusan ketatausahaan. kearsipan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. d. c. e. c. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. h. dan rumah tangga. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal.

e. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. rapat koordinasi. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. g. e. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. 69 . Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. b. jaringan. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Laporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. pelaporan. d. c. akuntabilitas kinerja. f. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Keuangan. pelaporan. situs. b. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pengelolaan sistem.

70 . perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. b. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. f. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. PBI Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. c. satuan kerja. Pasal 237 Bagian Keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. e. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta penyelesaian kerugian negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e. pemberian telaahan dan bantuan hukum. d. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kehumasan. laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan konsultasi hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyelesaian kerugian negara. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. c. pelaksanaan informasi. penyiapan. f. b. 71 . serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. b. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Subbagian Informasi Hukum. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal.

pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. g. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 72 . telepon. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan formasi. terdiri dari: a. pemberhentian. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. kebersihan. c. b. c. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga. ekspedisi persuratan dinas. dan Implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penelaahan. pelaksanaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. keamanan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. Subbagian Kepegawaian. b. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. mutasi. Subbagian Tata Usaha. e. f. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. pengadaan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. dan kearsipan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.

h. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta rencana dan program pembangunan berjangka. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pelaksanaan. evaluasi kebijakan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penelaahan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. rencana dan program. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. d. implementasi Sipeg. g. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). c. rencana pengadaan. e. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. perumusan pedoman dan prosedur kerja. persuratan dinas dan kearsipan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. 73 . distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan.

rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. 74 . d. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. e. d. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. g. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. menengah dan tahunan tenaga listrik. b. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. serta rencana strategis dan RUKN. c. c. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. penyiapan rumusan. e.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. f. serta program pengembangan jaringan transmisi. b.

penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. d. b.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. pelaksanaan. penyiapan. 75 . Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. c. penyiapan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penelaahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan. penyiapan. penelaahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. e. norma. kriteria tenaga listrik sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. f. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. b. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. c. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. 76 . pelaksanaan. d. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial.

evaluasi pelaksanaan rencana. penyusunan dokumen perjanjian. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. lembaga sertifikasi. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. 77 . serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. b. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. multilateral dan regional. b. Seksi Multilateral dan Regional. penelaahan. c.

pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pengolahan. 78 . d. statistik dan pemetaan tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. b. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan data. b. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penyiapan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. e. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. c. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan.

Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. i. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perlindungan konsumen. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. d. g. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. d. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pembinaan. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. perumusan pedoman dan prosedur kerja. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. e. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. 79 . f. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik.

serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. b.c. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. d. d. tugas 80 . pelaksanaan. serta efisiensi dan transparansi usaha. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penelaahan. penyiapan.

terdiri dari: a.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. penelaahan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. b. f. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan. Seksi Pengawasan Izin Usaha. b. penyiapan rumusan standar. kriteria harga jual tenaga listrik. pemberian sanksi. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. b. Seksi Pelayanan Izin Usaha. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. terdiri dari: a. 81 . pelaksanaan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. norma. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik.

norma. penelaahan. terdiri dari: a. kriteria hubungan komersial. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. b. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. 82 . penelaahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. c. penyiapan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. f. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. e. d. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. b. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan rumusan standar.

c. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. d. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. e. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. b. kriteria perlindungan konsumen listrik. penelaahan. b. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penyiapan. mempunyai tugas 83 . penelaahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. norma. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik.

pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. produk. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. i. 84 . sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. e. lindungan lingkungan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. profesi personil. b. f. serta pembinaan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. g. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. c. serta penggunaan tenaga teknik. c. kelaikan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. keselamatan dan K3. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. f. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. h. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a.

penelaahan. jenis dan mutu tenaga listrik. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penelaahan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. c. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. f. d. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. serta Rancangan SNI. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penyiapan. 85 . g. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan.

kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. dan K3. 86 . pelaksanaan. e. kelaikan peralatan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kalibrasi alat ukur. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. norma. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. f. penelaahan. d. keselamatan operasi. penyiapan. penelaahan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan standar. b. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. instrumentasi.

d. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penelaahan. g. b. c. penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. f. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. e. 87 . b. terdiri dari: a. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304.

(2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. b. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. b. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. 88 . pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. c.

pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. d. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. e.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. 89 . evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. produk. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. b. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. f. norma. profesi personil. c. penelaahan. b. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. terdiri dari: a. g. dan kriteria usaha penunjang.

energi alternatif. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. b. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. e. penyiapan rumusan standar. norma. terdiri dari: a. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. g. b. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. f. d. program dan pengaturan pemanfaatan energi. c. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi. 90 . d. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. kriteria pemanfaatan energi. c. Subdirektorat Energi Perdesaan. h. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. energi perdesaan dan konservasi energi. e. energi perdesaan dan konservasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. f. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319.

(2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. 91 . serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. norma. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi.d. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. c. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. rencana dan program pengembangan usaha. Seksi Program Pemanfaatan Energi. b. e. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. b. d. penelahaan. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan.

pelaksanaan. penyiapan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. rencana dan program. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. d. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan. b. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. Seksi Program Konservasi Energi. penelahaan. 92 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. b. serta evaluasi atas program konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. penelahaan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. c.

d. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. penelahaan. e. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. 93 . penelahaan. c. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Program Energi Perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. norma. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. terdiri dari: a. b. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. rencana dan program. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. penyiapan rumusan standar.. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. pemberdayaan masyarakat. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. serta pedoman pengembangan.

penyiapan. 94 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. c. penyiapan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. penelahaan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. b. penelahaan.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 96 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. kriteria. dan panas bumi. batubara dan panas bumi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara. batubara dan panas bumi. norma.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. dan prosedur di bidang mineral. b. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. batubara. Batubara dan Panas Bumi. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pedoman. d. penyusunan standar. (2) Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral.

h. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. kearsipan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Direktorat Pembinaan Program Mineral. g. d. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. satuan kerja. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 97 . c. e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. f. Batubara dan Panas Bumi. i. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.

serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. c. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. akuntabilitas kinerja. b. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Bagian Umum dan Kepegawaian. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. rapat koordinasi. f. Bagian Keuangan. 98 . Batubara dan Panas Bumi. pelaporan. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. pengelolaan sistem. terdiri dari: a. d. e. g. ketatalaksanaan. c. pelaporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c.

serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. 99 . situs. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penelaahan. c.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan revisi anggaran. b. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. satuan kerja. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. jaringan. serta penyelesaian kerugian negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. f. PBI Direktorat Jenderal. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. d. c. penyiapan. e. penyiapan.

perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pelaksanaan informasi. penelaahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. 100 . pertimbangan hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan konsultasi hukum. penelaahan. serta kehumasan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. c. terdiri dari: a. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian kerugian negara. laporan pertanggungjawaban keuangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. c. b. pelaksanaan. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. b. d. e. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan.

f. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan. telepon. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Implementasi Sipeg. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kebersihan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. 101 . perlengkapan dan rumah tangga. pemberhentian. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. e.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pengadaan pegawai. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. ekspedisi persuratan dinas. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. g. pelaksanaan. pertamanan dan perparkiran. serta urusan keprotokolan dan upacara. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pengurusan formasi. batubara. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. c. dan kearsipan. keamanan. mutasi. penelaahan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. panas bumi dan air tanah. penyiapan. d.

d. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. implementasi Sipeg. serta penetapan wilayah kerja. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. wilayah kerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Kepegawaian. dan produksi. b. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. c. cadangan atau potensi. neraca sumber daya wilayah kerja. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. investasi dan pendanaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. batubara. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. 102 . kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan kebijakan pengembangan usaha. rencana pengadaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. rencana dan program di bidang mineral. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Tata Usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Direktorat Pembinaan Program Mineral. dan produksi. c. b. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas dan kearsipan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian.

pengelolaan data. 103 . Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. d. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. panas bumi dan air tanah. f. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. e. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. evaluasi kebijakan.e. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. batubara. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. b. eksplorasi dan operasi produksi. serta perhitungan bagi hasil. c. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. e. i. Batubara dan Panas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. d. terdiri dari: a. b. lembaga sertifikasi dan asosiasi. panas bumi dan air tanah. rencana dan program di bidang mineral. h. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. j. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. perumusan perencanaan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f.

Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. e. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. h. serta pemantauan pelaksanaan investasi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. serta kerja sama di bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. b. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. d. batubara. 104 . Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. batubara. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. g. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Program Mineral dan Batubara. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka.

penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. d. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. pelaksanaan. penelaahan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. batubara dan pemanfaatan panas bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). terdiri dari: a. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. c. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. penyiapan. 105 . Kontrak Karya (KK). Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penelaahan. Seksi Kerja Sama Mineral.

batubara. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja.e. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. b. serta penyusunan statistik pengusahaan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. d. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. terdiri dari: a. penelaahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. f. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. b. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. panas bumi dan air tanah. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pencadangan wilayah kerja. batubara. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. 106 . pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.

panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.e. panas bumi dan air tanah. Batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. cadangan dan wilayah kerja. h. Batubara. statistik. pelaksanaan. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. f. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. g. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan potensi. (2) Seksi Informasi Mineral. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. penelaahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta penetapan wilayah kerja. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. batubara. Seksi Informasi Mineral. 107 . batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah. penelaahan.

serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. terdiri dari: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. b. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta bagi hasil daerah. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. e. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Seksi Penerimaan Negara Batubara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. c. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan. 108 . Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penelaahan. pelaksanaan pencatatan. pemeriksaan dan pengujian PNBP. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Batubara dan Panas Bumi. d. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

b. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. g. c. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. b. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. d. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan. 113 . serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. terdiri dari: a. pelaksanaan.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. f.

serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pelaksanaan. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. terdiri dari: a.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Hubungan Komersial Batubara. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. c. pembinaan hubungan komersial panas bumi. perumusan pengaturan. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. b. b. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. i. 114 . f. h. g. e.

serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. f. e. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. c. dan perubahan batas wilayah kerja. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. 115 . penyiapan rumusan standar. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. b. k. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. g. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. d.j. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. l. g. f. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah.

terdiri dari: a. e. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. penelaahan. 116 . (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha.h. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. d. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. Seksi Pengelolaan Air Tanah. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. b. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. c. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi. b. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan.

Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. b. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengendalian air tanah. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. d. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. e. b. penelaahan. g. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. 117 . serta pengendalian air tanah. pelaksanaan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. c. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. f.

d. b. c. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. i. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. pelaksanaan. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi.h. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penelaahan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. 118 .

penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. b.g. terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. h. penelaahan. c. 119 . pelaksanaan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. penelaahan. b. f. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. b. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta air tanah. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta ketatausahaan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Seksi Konservasi Air Tanah. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. 120 . b. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. pelaksanaan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

produk. batubara. g. terdiri dari: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. b. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. e. f. b. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. K3. dan panas bumi. batubara. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. profesi personil. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. 121 . pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. lindungan lingkungan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. h. Subdirektorat Standardisasi Mineral. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. c. f. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. j. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.d.

penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.c. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. batubara. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. norma. penyiapan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. 122 . f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta konservasi mineral dan batubara. Batubara. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b. jenis dan mutu produk. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. g. dan panas bumi. terdiri dari: a. d. pemurnian. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penelaahan. profesi personil. penyiapan rumusan standar. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Seksi Standardisasi Mineral. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. e. produk.

pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. batas wilayah kerja. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan.b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. 123 . Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. dan konservasi mineral. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. e. pelaksanaan. serta konservasi mineral dan batubara. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. d. b. penyiapan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penelaahan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. f. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan.

b. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. Batubara dan Panas Bumi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. f. pelaksanaan. g. d. h. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral.c. e. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. batubara. i. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. penelaahan. Batubara. Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. dan panas bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. batubara dan panas bumi. 124 . evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. c. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penimbunan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. penyimpanan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan. g. pelaksanaan. b. keamanan instalasi. pelaksanaan. Batubara. dan panas bumi. Seksi Keselamatan Batubara. Batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. 125 . Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. penelaahan. dan Panas Bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. batubara. penyiapan. d. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pengangkutan. instrumentasi. e. norma. b. kalibrasi alat ukur. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral.

b. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. 126 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. c. panas bumi dan air tanah. b. norma. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. d. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Batubara. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. batubara. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. e. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan. terdiri dari: a. dan Panas Bumi.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. d. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. keuangan. e. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. c. Inspektorat II. pelaksanaan pengawasan kinerja. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. b. 128 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat I. Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. Inspektorat IV. Inspektorat III.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. d. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. pengelolaan urusan tata usaha. keamanan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. e. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. j. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Umum dan Keuangan. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. d. perlengkapan. keprotokolan dan rumah tangga. terdiri dari: a.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. g. c. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. f. b. h. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. 129 . b. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. kearsipan. k. i. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463.

dan rencana kerja. satuan kerja. pelaporan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. jaringan. pelaporan. penyiapan. i. 130 . penelaahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. jaringan dan situs informasi. c. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. j. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. h. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. g. akuntabilitas kinerja. rapat koordinasi. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. situs. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyajian informasi. ketatalaksanaan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penelaahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. program kerja. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. f. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbagian Penyiapan Rencana. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. e. Subbagian Penyiapan Laporan. ketatalaksanaan.

pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. e. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Mineral. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. pengolahan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. penelaahan. analisis hasil pengawasan. b. pelaksanaan analisis. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Badan Geologi. Inspektorat Jenderal. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. b. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. d. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. 131 . c. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Batubara dan Panas Bumi. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan.

perpustakaan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. dokumentasi dan tata naskah. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dokumentasi hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Kepegawaian. terdiri dari: a. penyiapan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 132 . urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. penyiapan koordinasi urusan hukum. Subbagian Hukum. d. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). c. b. penyiapan. penelaahan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. bantuan hukum. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. b. serta pemberian pertimbangan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penelaahan. dan implementasi Sipeg. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pelaksanaan. masyarakat dan yustisia. dokumentasi hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pertimbangan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. e. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta pemberian pertimbangan hukum. penyuluhan.

b. penelaahan. pengurusan penganggaran.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan. persuratan dinas. k. keprotokolan dan kehumasan. 133 . perbendaharaan. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. e. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. f. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pelaksanaan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. rumah tangga dan kehumasan. j. c. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. g. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. i. dan kearsipan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. perlengkapan. dokumentasi dan tata naskah. perlengkapan. h. d. pelayanan kesekretariatan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. terdiri dari: a. pelaksanaan keamanan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. perbendaharaan.

serta evaluasi atas urusan keamanan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi keuangan. pelaksanaan. pemeriksaan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. keprotokolan dan kehumasan. penelaahan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan laporan hasil pengawasan. d. e. kebersihan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perlengkapan dan pengadaan. b. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perencanaan kebutuhan. persuratan dinas. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kearsipan. 134 .

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 139 . serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pusat Lingkungan Geologi. penelitian dan pelayanan. Sekretariat Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. d. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. c. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan geologi lingkungan. Pusat Survei Geologi. f. e. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. g. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. pelayanan survei geologi. b. terdiri dari: a. h. d. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. 140 . c. b. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang geologi. e.

penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Bagian Rencana dan Laporan. f. e. Bagian Keuangan. g. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. pelaporan. i. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. kearsipan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. akuntabilitas kinerja. c. j. 141 . serta perencanaan kerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Umum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. informasi hukum. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. dan rumah tangga. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. b. ketatalaksanaan. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. b. c. h.

serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. situs. akuntabilitas kinerja. 142 . prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. b. jaringan dan situs informasi. pelaporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. penelaahan. penyiapan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. jaringan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Laporan. satuan kerja. c. penyiapan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. e. b. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. pelaksanaan. c. penyajian informasi. penelaahan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. terdiri dari: a. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. f. serta pengembangan organisasi Badan.

c.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pelaksanaan. penggajian. pemberhentian. penelaahan. penyiapan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mutasi. serta pengembangan organisasi Badan. pengembangan. pengurusan perencanaan. pengangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. kesejahteraan. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta implementasi Sipeg. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. b. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengadaan. kesejahteraan. d. penelaahan. b. serta implementasi Sipeg Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. 143 . Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dan analisis jabatan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penggajian. e. terdiri dari: a. penyiapan. kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pemberhentian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas perencanaan. kepangkatan. penyiapan.

serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. PBI Badan. f. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta pengurusan revisi anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. Subbagian Akuntansi. e. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. b. c. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian kerugian negara. dan revisi anggaran Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. kearsipan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perlengkapan. Subbagian Kekayaan Negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. d. Neraca. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. c. dan rumah tangga. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 517 Bagian Keuangan. 144 .

serta pengurusan perlengkapan. kearsipan. dan rumah tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. d. rencana kebutuhan dan pengadaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. distribusi penggunaan. kebersihan dan keamanan Badan. pengadaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. e. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. perlengkapan. bantuan hukum. Subbagian Hukum. perpustakaan. c.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. b. kehumasan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan pemeliharaan barang inventaris. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. kesekretariatan. informasi dan dokumentasi hukum. f. persuratan dinas. serta keprotokolan dan upacara Badan. pelayanan kesekretariatan. Pasal 521 Bagian Umum. terdiri dari: a. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. persuratan dinas dan kearsipan. 145 . b. dan kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. penelaahan. Subbagian Tata Usaha. c. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.

rumah tangga. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. administrasi keuangan. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. i. serta rancang bangun dan pemodelan. c. dan panas bumi. Bidang Sarana Teknik. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi penyelenggaraan penelitian. keuangan. j. b. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. f. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Bidang Program dan Kerja Sama. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. serta pemetaan tematik potensi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. bitumen padat. d. b. c. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. Bidang Informasi.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyelidikan. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. e. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. mineral. dan kepegawaian Pusat. Bagian Tata Usaha. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyusunan neraca sumber daya geologi. rekayasa teknologi. batubara. gambut. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. 146 . e. g. penyelidikan. h.

terdiri dari: a. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. pengurusan perencanaan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. b. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. 147 . pengembangan. b. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keamanan. serta akuntansi. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keuangan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. pengangkatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan.

Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e.d. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Laboratorium. c. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. b. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. e. penyusunan akuntabilitas kinerja. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. 148 . pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. serta rencana strategis berbasis kinerja. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Sarana Penyelidikan. f.

Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan. serta operasi perangkat lunak informasi. d. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi dan publikasi. jaringan dan situs informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kerja Sama. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Program. penyiapan. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. penelaahan. Pasal 540 Bidang Informasi. c. penganggaran. pelaksanaan sosialisasi. 149 . serta pemutakhiran basis data. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. b. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja.

serta pos pengamatan gunung api. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan gerakan tanah. sosialisasi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. rumah tangga. dokumentasi. sistem. tsunami. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. serta sesar aktif. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. pelaksanaan. penyelidikan. i. pemodelan. administrasi keuangan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. c. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. gempa bumi. perpustakaan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. d. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. g. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. operasi perangkat lunak. dan rekayasa teknologi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan gerakan tanah h. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penelaahan. b. tsunami. dan kepegawaian Pusat. j. 150 . gempa bumi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. serta rancang bangun.

terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kearsipan. d. keamanan. c. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pelaksanaan pengelolaan sarana. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pemelaahan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. l. Bagian Tata Usaha. pengembangan. b. keuangan. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 547 Bagian Tata Usaha.k. d. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. evaluasi pelaksanaan penelitian. pengangkatan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. pengurusan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. b. serta perpustakaan. e. terdiri dari: a. c. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. 151 . keselamatan kerja dan keprotokolan. penyelidikan. kebersihan.

pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. d. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. geokimia dan deformasi. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. serta penetapan status dan peringatan dini. b. penelaahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. b. pemelaahan. 152 . serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. administrasi keuangan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. terdiri dari: a. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. penetapan status.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. pengurusan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api.

Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. penelaahan. c. 153 . pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. gerakan tanah dan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. terdiri dari: a.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. b. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. penelaahan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan. d. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penyelidikan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. b. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. 154 . penyiapan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. d. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. terdiri dari: a. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penyiapan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. f. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. gerakan tanah dan tsunami. penelaahan. penelaahan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. b. c. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan atas perencanaan program.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. serta pelaksanaan atas perencanaan program.

Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. 155 . rumah tangga. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. d. e. pengelolaan ketatausahaan. rekayasa teknologi. i. penyelidikan. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Bidang Informasi. e. j. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. Bidang Sarana Teknik. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. g. k. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. geologi teknik dan air tanah. terdiri dari: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan. geologi teknik dan air tanah. c. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian. dan pengelolaan tata ruang. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. f. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengembangan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dan kepegawaian Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. b. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. c.

c. keamanan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. kebersihan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. 156 . analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. e. serta akuntansi. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. c. d. e. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d.

Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Laboratorium. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Program. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. e. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Kerja Sama. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. 157 . d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. b. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.

158 . c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelakanaan pengelolaan sistem.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta operasi perangkat lunak informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. terdiri dari: a. dokumentasi dan publikasi. d. pelaksanaan sosialisasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penganggaran. serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 578 Bidang Informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan. b. serta pemutakhiran basis data. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576.

pemetaan dan penelitian geologi. pelayanan jasa survei. geofisika. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. m. h. pelaksanaan. dan kepegawaian Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. inventarisasi hasil survei. i. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. operasi perangkat lunak. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. penelaahan. e. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pemetaan geologi. perpustakaan. k. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. sistem. j. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. geomorfologi. 159 . pengelolaan ketatausahaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rumah tangga. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. l. pelaksanaan. d. administrasi keuangan. pemetaan. f. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. penelaahan. tektonik. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. g. rekayasa teknologi. sosialisasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dokumentasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian. geokimia. b.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelitian dan penyelidikan geologi.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Program dan Kerja Sama. keuangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. serta akuntansi. b. Bidang Sarana Teknik. keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Bidang Informasi. c.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. d. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 160 . keselamatan kerja dan keprotokolan. e. pengangkatan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. pengembangan. b. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. b. Kelompok Jabatan Fungsional.

c. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. 161 . (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. terdiri dari: a. pelaksanaan. b. Subbidang Laboratorium. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik.

e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. pengelolaan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Subbidang Program. b. d. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penganggaran. Subbidang Kerja Sama. serta kerja sama pelayanan jasa. terdiri dari: a. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. 162 .

(2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. 163 . d. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. b. dokumentasi. Pasal 597 Bidang Informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. sistem. serta operasi perangkat lunak informasi. pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan perpustakaan. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi. perpustakaan. penelaahan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan publikasi. sosialisasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. c. penelaahan. operasi perangkat lunak. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a.

serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Teknisi Litkayasa. Perekayasa. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyelidik Bumi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 164 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

panas bumi. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. d. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pembinaan pelayanan jasa teknologi. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. mineral batubara. g. c. e.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. 165 . Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi.

d. e. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. dan rumah tangga. serta pelaksanaan bantuan hukum. b. informasi hukum. d. h. g. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. serta perencanaan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. e. terdiri dari: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. c. kearsipan. 166 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. koordinasi pelayanan administratif Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. f. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. j. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. e. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. jaringan dan situs informasi. c. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. c. b. pengelolaan sistem. Subbagian Laporan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. e. g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. d. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum. akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. pelaporan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. b. Bagian Keuangan.i. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. f. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. 167 . Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. terdiri dari: a.

serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. situs. penyiapan. c. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta penyempurnaan organisasi Badan. penggajian. satuan kerja. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. serta implementasi Sipeg. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pengurusan perencanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. terdiri dari: a. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. dan analisis jabatan. pengadaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. 168 . evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. kepangkatan. serta pengembangan organisasi Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. e. penelaahan. jaringan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. d. kesejahteraan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. penelaahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pemberhentian. penyajian informasi.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi. pengangkatan. c. serta pengurusan revisi anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Badan. kesejahteraan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Subbagian Akuntansi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta implementasi Sipeg Badan. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. c. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Subbagian Perbendaharaan. e. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 618 Bagian Keuangan. kepangkatan pemberhentian. b. pelaksanaan. 169 . (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. f. d. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. penyiapan. pengembangan. serta evaluasi atas perencanaan.

b. f. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. distribusi penggunaan. e. b. terdiri dari: a. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perlengkapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. serta pengurusan perlengkapan. perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha. persuratan dinas. pelayanan kesekretariatan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dan kearsipan. perpustakaan. dan revisi anggaran Badan. dan rumah tangga. c. penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. kearsipan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. kehumasan. Subbagian Hukum. Neraca. pelaksanaaan bantuan hukum. Pasal 622 Bagian Umum. pelaksanaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. d. pengadaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. kearsipan. dan pemeliharaan barang inventaris. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. dan rumah tangga. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. 170 . penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan.

persuratan dinas dan kearsipan. d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. e. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. g. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. rencana kebutuhan dan pengadaan. b. penyiapan. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan dan keamanan Badan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. 171 . penelaahan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dokumentasi hukum dan perpustakaan. kesekretariatan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. bantuan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta keprotokolan dan upacara Badan.

administrasi keuangan. b. perbendaharaan dan akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengangkatan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 172 . pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. kebersihan. Kelompok Fungsional. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan keamanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga. Bidang Program. d. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. d. pengembangan. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. terdiri dari: a.h. pengelolaan ketatausahaan. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. c. i. pengurusan perencanaan.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. c. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. d. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. 173 . dan kebersihan Pusat. serta pengadaan. e. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja.

Pasal 637 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. 174 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyediaan bahan baku. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. evaluasi. penelaahan. serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.

pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. penelaahan. penyiapan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Informasi dan Publikasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. e. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. pelaksanaan pengelolaan sistem. 175 . Pasal 641 Bidang Afiliasi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. c.

h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. 176 . dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. jaringan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dan kepegawaian Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. e. rumah tangga. d. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. b. administrasi keuangan. g. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. f. i. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. keuangan. persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. pemeliharaan sarana kerja. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Program. pengembangan. d. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. serta pengadaan. e. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta pelaksanaan keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. keuangan. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. dan kebersihan Pusat. c. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi. pengurusan perencanaan. perbendaharaan dan akuntansi. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 177 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. keamanan. e.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan operasi penggunaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. 178 . penyiapan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbidang Pengembangan Sarana. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. c. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. e. penelaahan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penelaahan. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b.

Pasal 656 Bidang Program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. 179 .Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. c. serta analisis. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 180 . Subbidang Informasi dan Publikasi. situs dan penyebarluasan informasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. c. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. b. d. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.

d. 181 . c. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. h. Bidang Program. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. i. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan kepegawaian Pusat. d. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bagian Tata Usaha. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. e. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. g. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. administrasi keuangan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. Bidang Afiliasi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. f. Kelompok Fungsional.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dan kebersihan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. keamanan. pengangkatan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. pemeliharaan sarana kerja. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pengurusan perencanaan. 182 . pengembangan. serta pengadaan. keuangan. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. d. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. c. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran.

e. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. 183 . Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan. c. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan. 184 . Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. b. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 675 Bidang Program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi.

serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 185 . Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. e. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. d. c.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelayanan jasa teknologi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. b. jaringan.

serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dan geofisika kelautan. c. Bidang Program. b.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. d. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. e. administrasi keuangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. keuangan. 186 . serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan ketatausahaan. Kelompok Fungsional. g. geokimia. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. i. e. Bidang Afiliasi. f. h. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. terdiri dari: a. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. j. b.

pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perencanaan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta pengadaan. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. b. dan kebersihan Pusat. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keamanan. terdiri dari: a. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. 187 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. pemeliharaan sarana kerja.

(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pengelolaan. e. pelaksanaan operasi penggunaan. d. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.c. penyiapan rumusan rencana dan program. 188 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 694 Bidang Program.c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta analisis. 189 . b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbidang Penyiapan Rencana. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. b. penyiapan. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.

Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. pelayanan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan.d. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. b. Pasal 698 Bidang Afiliasi. 190 . situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan. e. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perekayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. 191 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. c. 192 . evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. geologi. d. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. batubara. e. f. h. g. mineral. b. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

g. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. c. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. c. e. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. f. d. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pembinaan kerja sama. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. h. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. 193 . koordinasi pelayanan administratif Badan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. satuan kerja. b. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706.

l. Bagian Umum. serta perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pelaporan. akuntabilitas kinerja. k. e. pengelolaan jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. kearsipan. f. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. g. dan rumah tangga. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pelaporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.j. Pasal 708 Sekretariat Badan. c. c. ketatalaksanaan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. 194 . Bagian Kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. h. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. d. akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. penganggaran. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b.

penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penyiapan. serta implementasi Sipeg. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. c. dan analisis jabatan. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan sistem. Subbagian Kerja Sama. serta evaluasi atas laporan berkala. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. pengurusan perencanaan. penyiapan. pelaksanaan. prosedur kerja. pemberhentian. kesejahteraan. jaringan dan situs informasi Badan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. akuntabilitas kinerja. b. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. perencanaan kerja. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. pengadaan. penggajian. kepangkatan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penganggaran. 195 . d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. pengembangan. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. c.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. produk kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Subbidang Utilitas. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. c. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. pelayanan jasa. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan. 200 .Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. terdiri dari: a.. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. penelaahan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. d.

b. b. penelaahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 201 . pengembangan dan pemanfaatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. Subbidang Bengkel. c. pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penelaahan. d. Subbidang Laboratorium. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penyediaan dan pemanfaatan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.

melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. e. Subbidang Penyiapan Pelatihan. pelaksanaan. g. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. d. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. b. f. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. norma. pengelolaan kepustakaan. kerja sama. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta kepustakaan. kriteria dan prosedur. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan penyelenggaraan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pedoman. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. standar. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. penelaahan. 202 .

Kelompok Jabatan Fungsional. c. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. h. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. f. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. 203 . Bidang Sarana Teknis. b. Batubara. pemberian pelayanan jasa. kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan ketatausahaan. prosedur. pedoman. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. c. terdiri dari: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. e.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. i. e. Bagian Tata Usaha. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. kriteria pendidikan dan pelatihan. g.

b. serta hukum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. b. d. kehumasan dan keprotokolan. c. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi. 204 . perbendaharaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. akuntansi. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. perlengkapan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.

205 . Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pemeliharaan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penggunaan. rencana pengembangan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan.c. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. b. pedoman. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Pengembangan Sarana. norma. e. pelaksanaan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. c.

pedoman. dan prosedur. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. c. terdiri dari: a. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. kriteria. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. 206 . b. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. penyiapan rumusan standar. norma.d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. kerja sama dan sistem. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f.

norma. pelaksanaan. pedoman. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. kriteria dan prosedur. b. terdiri dari: a. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian pelayanan jasa. kriteria pendidikan dan pelatihan. b. c. e. penyiapan penyelenggaraan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penelaahan. penelaahan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan standar. prosedur. d. 207 . kriteria dan prosedur. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. norma. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. norma. pelaksanaan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. pedoman. pedoman. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penyiapan penyelenggaraan.

perlengkapan. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah serta hukum.g. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. b. e. kehumasan dan keprotokolan. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. d. b. kearsipan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. organisasi dan ketatalaksanaan. akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. 208 . perbendaharaan. c. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pelatihan dan Sarana. kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

dan sistem. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. c. Subbidang Perencanaan. penelaahan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan. kerja sama.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. d. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja. pedoman. b. jaringan dan situs informasi. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. 209 . kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

penelaahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyiapan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Subbidang Pelatihan. promosi. d.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. 210 . b. pedoman. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. terdiri dari: a. e. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. pelaksanaan kerja sama. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. c. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. kriteria dan prosedur. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. penelaahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.

211 . norma. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. f. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha. c. pelaksanaan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bidang Pelatihan dan Sarana. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. g. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. pengelolaan ketatausahaan. prosedur. e. pedoman. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. d. pemberian pelayanan jasa. h. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. kriteria pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. penelaahan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kearsipan. b. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 212 . dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kehumasan dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. perbendaharaan. hukum. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. dokumentasi dan tata naskah. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. e.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. b. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. d. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. c. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi.

dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. 213 . Subbidang Perencanaan. penelaahan. kerja sama. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. d. penelaahan. norma. pedoman. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. penyiapan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta evaluasi atas standar. norma dan kriteria. pelaksanaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. b. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan.

serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. d. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. penelaahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. 214 . kerja sama.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. promosi. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelaksanaan. c. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pelatihan. b. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan.

215 . (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

c. e. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. d. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. terdiri dari: a. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. b. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. 216 .

Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. c. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. j. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. k. h. e. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. serta neraca energi dan sumber daya mineral. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. g. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. d. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. f. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. i.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. b. 217 .

c. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bagian Tata Usaha. e. dan persuratan dinas. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. pelaporan dan tata persuratan. b. d. dukungan operasi kerja. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. rumah tangga. c. d. serta kearsipan Pusat. terdiri dari: a. c. terdiri dari: a. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. b. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Kajian Strategis. 218 . Subbagian Tata Usaha Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha. Kelompok Jabatan Fungsional.

serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. k. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 219 . b. c. l. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. terdiri dari: a. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. b. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. i. f. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan norma. h. persuratan dinas dan kearsipan. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. e.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. j. g. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.

evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penelahaan. b. penyiapan. penelaahan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. ketenagalistrikan. 220 . b. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penyusunan rumusan norma. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. f. d. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.

pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. penelahaan. d. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. penelahaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. pelaksanaan. f. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. terdiri dari: a. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. 221 . penelahaan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. gambut. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. air tanah dan kegeologian. b. pelaksanaan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. bitumen padat. c.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. b. e.

Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. 222 . pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.

Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. standardisasi teknis. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen.a kepada pejabat eselon I. 223 . yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. penganggaran. dengan lingkup meliputi personil. dokumentasi. peraturan perundang-undangan. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. peralatan. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. perencanaan kerja. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. regulasi ekonomi dan keteknikan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dan keselamatan umum. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. organisasi. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen.

Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal. (4) Kepala Bagian. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 224 .a. Kepala Pusat. Direktur Jenderal. Inspektur Jenderal. Inspektur. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (5) Kepala Subbagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XIV ESELON. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.a. (3) Kepala Biro. Direktur. Sekretaris Direktorat Jenderal.a. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.a. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.b.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 225 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. X. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.d.

(5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.(4) Perubahan atas rincian tugas. susunan organisasi. 226 .

Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful