MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Kementerian Negara. b. Biro Umum. Biro Kepegawaian dan Organisasi. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Keuangan. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. 5 . Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. c. b. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. e. koordinasi kegiatan Departemen. dan lembaga lain yang terkait. c. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. d.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Departemen lain.

analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. sosialisasi kebijakan pembangunan. 6 . l. terdiri dari: a. c. h. menengah dan tahunan. rencana anggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyusunan harga satuan. Bagian Perencanaan Anggaran. serta rencana strategis. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan kerja sama Departemen. j. g. k. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. d. rencana dan program kerja dan anggaran. d. rencana dan program kerja. dan rencana anggaran. rencana pembangunan jangka panjang. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Analisis dan Evaluasi. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. e. c. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. perumusan kebijakan pembangunan. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. serta perumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi kebijakan pembangunan. serta kerja sama. e. Bagian Kerja Sama. f. b. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). b. i. rencana kerja dan anggaran.

penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penyiapan rumusan norma. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. dan urusan tata usaha Biro. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Inspektorat Jenderal. f. b. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. 7 . c. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. dan Badan Geologi. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan Penunjang. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. b. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. standar dan kriteria rencana kerja. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Menengah dan Tahunan Departemen. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penelaahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. d. e. c. terdiri dari: a. penyusunan rumusan RK-KL.

c. penyiapan rumusan satuan harga pokok. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penelaahan. b. terdiri dari: a. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kriteria perencanaan anggaran. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. c. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penelaahan. dan Badan Geologi. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. f. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. e. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penganggaran Penunjang. dan 8 . Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. norma.

c. c. tahunan dan rencana strategis. b. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria akuntabilitas kinerja. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan standar. d. e. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. rencana pembangunan jangka panjang. penelaahan. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. norma. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. 9 . evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. h. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. g. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Inspektorat Jenderal. RKA-KL. menengah. penyiapan bahan sidang.

serta kerja sama asosiasi. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. g. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Batubara. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. b. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. norma. c. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. f. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. kriteria kerja sama. dan Badan Geologi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. d. h. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. e. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. 10 . Panas Bumi. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. Inspektorat Jenderal.

Subbagian Kerja Sama Bilateral. pemensiunan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. d. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. kepangkatan. pembinaan mutasi. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. pengembangan organisasi dan tata laksana. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perencanaan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pengadaan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. terdiri dari: a. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. b. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. jabatan struktural dan fungsional. penempatan dan pengembangan pegawai. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. dan kesejahteraan pegawai. penelaahan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. c. disiplin. 11 . dan penilaian kinerja pegawai.

i. Bagian Data dan Informasi Pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. g. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). g. d. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. 12 . k. evaluasi pembinaan kepegawaian. b. j. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta kartu PNS. d. c. Pegawai Negeri Sipil (PNS). serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai.f. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta administrasi penugasan ke luar negeri. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta standardisasi kompetensi jabatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. penyusunan rencana formasi. Bagian Mutasi Pegawai. c. h. pola dan pengembangan karir pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. pengadaan. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan rumusan rencana. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. terdiri dari: a. e. norma. penyiapan rumusan standar. e. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral.

pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. i. dan Kartu PNS Departemen. kepangkatan. urusan tugas belajar dan izin belajar. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. c. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. Subbagian Pengembangan Karir. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. j. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. 13 . penelaahan. kompetensi pegawai. penelaahan. penyiapan. penyiapan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. bimbingan teknis. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier.h. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian dan disiplin. terdiri dari: a. penyiapan. b. pengelolaan administrasi tugas belajar. penelaahan. pemindahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. dan penilaian prestasi pegawai. serta kesejahteraan pegawai. c. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. penarikan kembali. pemberhentian. dipekerjakan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. penelaahan. terdiri dari: a. i. Kartu Suami. k. c. pelaksanaan kesejahteraan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pemindahan. pelaksanaan kepangkatan. norma. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. g. pelaksanaan disiplin pegawai. dipekerjakan. cuti. pelaksanaan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. kepangkatan. perbantuan. pemindahan. e. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembebasan sementara. ujian dinas dan Ujian KPPI. serta Kartu Istri. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pengangkatan kembali. f. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Mutasi Jabatan. Taspen. penyiapan standar. pemberhentian dan disiplin. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. d. pemindahan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. j. dan penarikan kembali pegawai. dan Bapertarum. pemberhentian. 14 . kriteria mutasi pegawai. Askes. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. kepangkatan. h. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. b. b. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pelaksanaan pemindahan pegawai. perbantuan. dan penilaian angka kredit.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35.

Daftar Urut Kepangkatan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengadaan pegawai. penghargaan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penghargaan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pemindahan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Kartu Suami. penelaahan. penggajian. i. h. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. g. pemberhentian dan pemensiunan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. e. 15 .(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelayanan kesehatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. dan daftar riwayat hidup pegawai. kepangkatan. penilaian angka kredit. Askes. b. pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. jabatan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. disiplin. Bapertarum pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. Taspen. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. dan administrasi lembaga tripartit. pelaksanaan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Kartu Istri. penyusunan laporan kekuatan pegawai. d. c. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pemberhentian. f.

(3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pelaksanaan. penggajian. kriteria pengembangan organisasi. e. serta pedoman penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. pemindahan. pelaksanaan. jabatan. c. b. penghargaan. b. pendidikan dan pelatihan pegawai. norma. serta evaluasi. kepangkatan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. klasifikasi dan peta jabatan. 16 . c. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). Subbagian Pengolahan Data Pegawai. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengadaan pegawai. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. d. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penelaahan. penelaahan. penelaahan. pemberhentian. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal.

17 . Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. h. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kelembagaan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. penelaahan. pengembangan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. pola hubungan kerja. penelaahan. c. terdiri dari: a. perbendaharaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. g. evaluasi dan klasifikasi jabatan. administrasi keuangan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. Subbagian Tata Laksana. peta jabatan.f. b. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. standardisasi kompetensi jabatan. analisis beban kerja. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan.

Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta nota keuangan. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. serta Neraca Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Bagian Akuntansi. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. terdiri dari: a. c. Bagian Pendapatan dan Belanja. laporan realisasi anggaran. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Perbendaharaan. c. j. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. b. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. serta pembinaan perbendaharaan. Pasal 49 Biro Keuangan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. h. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. perbendaharaan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pembinaan inventarisasi. k. kekayaan negara dan akuntansi. d. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kekayaan Negara. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. d. administrasi keuangan. dan implementasi sistem akuntansi. 18 . g. Kelompok Jabatan Fungsional. e. e. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. l. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. i.

Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. h. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. c. i. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. Subbagian Anggaran Belanja. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. c. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan. f. norma. b.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. d. k. penyiapan target. terdiri dari: a. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penelaahan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan urusan tata usaha Biro. penelaahan. g. penyusunan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Subbagian Anggaran Pendapatan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. 19 . j. pelaksanaan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. b. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen.

Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. norma. pelaksanaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Geologi. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. dan pengelolaan SPM. pelaksanaan. b.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. terdiri dari: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. penelaahan. f. d. Inspektorat Jenderal. g. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. 20 . serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. e. b.

Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. norma. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. c. pelaksanaan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tuntutan perbendaharaan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. 21 . Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. b. g. d. f. dan bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. ganti rugi. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. b. penyiapan rumusan standar. e. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen.

kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Geologi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. penelaahan. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan rumusan standar. 22 . Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. terdiri dari: a. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. pelaksanaan verifikasi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g. f. Inspektorat Jenderal. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. e. pelaksanaan. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Neraca. b. b. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. rekonsiliasi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 64 Bagian Akuntansi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). d. norma.

serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. h. Neraca. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. penelaahan. dan penyelesaian kasus hukum. dan bantuan hukum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. 23 . pengelolaan dokumentasi. serta evaluasi atas pembukuan aset. penelaahan. c. rekonsialiasi. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta program legislasi dan regulasi. serta kehumasan. serta pelaksanaan kehumasan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). pelaksanaan. d. e. serta hubungan masyarakat Departemen. verifikasi anggaran. penelaahan. konsolidasi. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. kewajiban.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. equitas dana. g. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan implementasi SAI Departemen. penelaahan. pelaksanaan. bantuan hukum dan kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. b. f. dan implementasi SAAT Departemen. bantuan hukum. dan bantuan hukum. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan.

Bagian Penelaahan Hukum. b. terdiri dari: a. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. 24 . penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan.i. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. e. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Bantuan Hukum. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Hubungan Masyarakat. penelaahan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. dan bantuan hukum. d. e. evaluasi peraturan perundang-undangan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. d. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. b. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. j. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69.

(3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. d. penyiapan. c. dan unsur unit penunjangnya. g. penelaahan. penyiapan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. e. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. kriteria kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penelaahan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. norma. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. 25 . h. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan. penyiapan rumusan standar.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. b. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian.

b. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan. 26 . penyiapan. penelaahan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. f. c. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. b. terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. e. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan rumusan standar.

c. terdiri dari: a. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. b. pelaksaaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. norma. serta monitoring dan analisis berita. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. 27 . Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penelaahan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. b. d. pelaksaaan. pelaksaaan. penyiapan rumusan standar. e. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. konferensi pers. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi.

abstrak peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. i. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. c. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. serta evaluasi atas hubungan dengan media. pelaksanaan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. j. dan urusan tata usaha Biro. 28 . pelaksanaan peliputan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. penerbitan. monitoring dan analisis berita Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. b. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. penelaahan. pameran Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.g. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. Subbagian Publikasi. konferensi pers. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. h. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pengadaan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. pengelolaan rumah tangga. pengelolaan keamanan dan keselamatan. d. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. terdiri dari: a. d. Sekretaris Jenderal. e. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. h. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Bagian Perlengkapan. perlengkapan dan pengadaan. j. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyediaan sarana dan prasarana kerja. g. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Staf Ahli. tugas 29 . tata persuratan dinas dan kearsipan. b. rumah tangga Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. c. tata usaha dan kearsipan. Pasal 87 Biro Umum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Kepala Biro dan Kepala Pusat. e. c. Bagian Tata Usaha. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. b. tata persuratan dinas dan kearsipan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. i.

Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. c. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. b. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Jakarta Pusat). serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. d. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. pelantikan. c. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. terdiri dari: a. f. penyiapan penyelenggaraan rapat. Medan Merdeka Selatan 18. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln.

penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan ekspedisi surat dinas. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penjadwalan kegiatan. c. persuratan dinas. penyiapan. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. d. c. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha Departemen. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan rumusan standar. 31 . b. b. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. f. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. norma. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. e. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Subbagian Kearsipan.

serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Thamrin 1. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. M. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. d. keamanan. b. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan kebersihan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. c. 32 . Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Staf Ahli. terdiri dari: a. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal.H. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. keselamatan. b. e. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. keselamatan. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal.

c. e. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. penelaahan penyiapan. serta pengadaan. g. kriteria perlengkapan. b. b. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. 33 . inventarisasi. Subbagian Pengadaan. penyiapan kegiatan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. d. pelaksanaan pengadaan. penyiapan bahan rumusan standar. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Subbagian Rencana Kebutuhan. norma. f. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. dan kearsipan Staf Ahli. terdiri dari: a.

yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 . Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. norma. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. e. c. kriteria. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. 35 . Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyusunan standar. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c.

d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. i. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. Kelompok Jabatan Fungsional. d. pelaporan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. c. satuan kerja. g. akuntabilitas kinerja. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. b. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. h. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. dan rumah tangga. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Umum dan Kepegawaian. f. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. kearsipan. 36 . ketatalaksanaan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

41 . perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. g. WP & B). perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penelaahan. d. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. e. c. implementasi Sipeg. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. f. b. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. pelaksanaan. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. l. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. j. rencana dan program. k. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. m. perumusan pengaturan. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. n. h. serta perhitungan bagi hasil. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP.

penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. b. evaluasi kebijakan. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. 42 . evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. b. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. d. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi.o. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan rumusan. g. pelaksanaan sosialisasi program sektor. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. c. d. e. h. f. ketersediaan dan infrastruktur sektor. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. p. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. serta data kebutuhan. penyusunan statistik. c. serta pencadangan strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. e. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a.

dan terms of condition KKS. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan. dan pelaksanaan sosialisasi. penyiapan rumusan. d. permasalahan iklim usaha. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. f. b. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. 43 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. serta penyediaan informasi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. pengumpulan data potensi. c. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. terdiri dari: a. penelaahan. e. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. g. norma. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan.

serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. retribusi. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. serta bagi hasil daerah. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. i. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. h. pajak. serta biaya operasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). c. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. b. penyiapan. j. f. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penelaahan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pemeriksaan dan pengujian. d. 44 . penyiapan rumusan standar. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. tugas serta induk. tugas serta induk. norma. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. g. pelaksanaan pencatatan. penyiapan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. e. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B).

tenaga kerja asing. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. tenaga kerja asing. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. terdiri dari: a. pajak. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. g. d. harga minyak mentah Indonesia. retribusi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan. b. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. f. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. b. pelaksanaan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. lifting dan target penerimaan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. norma. PNBP dan tarif iuran. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penelaahan. 45 . penelaahan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. c.

46 . dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan tenaga kerja asing. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penggunaan barang operasi. penyiapan. j. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. i. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi.h. b. fasilitasi lembaga tripartit. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. rencana penggunaan tenaga kerja asing. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. k. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. terdiri dari: a. rencana impor barang operasi. penelaahan. penelaahan. b. pelaksanaan. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional.

b. penyiapan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. c. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. g. 47 . penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. f. d. Seksi Multilateral dan Regional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. lembaga sertifikasi dan asosiasi. e. pelaksanaan.c. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penelaahan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). h. pelaksanaan pengumuman WK. f. f. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. 48 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu.d. penyiapan rumusan standar. norma. d. e. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. terdiri dari: a. f. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. g. e. l. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. d. j. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. i. pengelolaan WK. b. c. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. g. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. k. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. kriteria pengelolaan WK.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penilaian. pelaksanaan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. c. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. terdiri dari: a. e. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. b. f. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. b. 49 . Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha eksplorasi. norma. penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. b. penelaahan. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan.

pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. f. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. d. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. i. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan. c. penelaahan. penyiapan. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. h. e. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. pelaksanaan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b. j. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. kriteria. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. g. norma. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. penelaahan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. 50 . Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi.

b. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. norma. penelaahan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. b. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. tumpang tindih lahan. e. g. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. 51 . Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. c. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f.

c. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. g. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. d. penelaahan. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. f. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan. penelaahan. i.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. h. b. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. norma. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. e. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 .

Penyediaan. 53 . pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. g. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. d. bahan bakar lain. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. f. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan jenis bahan bakar minyak. perumusan pengaturan Penugasan. bahan bakar gas. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). i. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penelaahan. penelaahan.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. pelaksanaan. Light Petroleoum Gas (LPG). penyiapan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. Light Natural Gas (LNG). e. b.

serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. f. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. j. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. d. d. h. i. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. bahan bakar lain. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. penyiapan perizinan usaha pengolahan. l. LPG. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. g. penyiapan rumusan standar. Kelompok Jabatan Fungsional. b.j. bahan bakar gas. e. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. 54 . Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. e. LNG. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. k. c. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. c. pengelolaan data.

Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. e. penyiapan. penyiapan. g. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. pengelolaan data. 55 . kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. norma. d. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penelaahan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. c. h. Seksi Pengolahan Gas Bumi. f. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengolahan Minyak Bumi.

d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. b. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. bahan bakar gas dan LPG. 56 . perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. penyiapan. serta penyiapan penetapan P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi.i. hasil olahan dan bahan bakar lain. e. penyiapan rumusan formulasi harga. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. j. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. c. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. kriteria harga bahan bakar. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. norma. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.

pengelolaan data. h. c. 57 . bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. h. penyiapan. penyiapan perizinan usaha niaga. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. gas bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. pelaksanaan. g. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.f. kriteria usaha niaga. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. LNG. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. e. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penelaahan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. d. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. penyiapan rumusan standar. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. LPG. norma. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. i. b. g.

penyiapan. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. hasil olahan dan bahan bakar lain.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. LPG. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. LNG. Seksi Proses Non Bahan Bakar. penyiapan. d. f. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan norma. c. Seksi Niaga Minyak Bumi. biodiesel. tugas 58 . b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. kriteria usaha non bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. e. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. pelumas. b. b. petrokimia. Seksi Niaga Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. dan non bahan bakar lainnya. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. profesi personil.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. lindungan lingkungan. produk. dan non bahan bakar lainnya. c. b. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. d. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. biodiesel. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). penelaahan. petrokimia. e. biodiesel. lindungan lingkungan. kelaikan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. dan non bahan bakar lainnya. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. penyiapan. g. petrokimia. 59 . Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. penyiapan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. h. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. usaha penunjang.

penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. d. h. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. f. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi.i. 60 . e. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Kelompok Jabatan Fungsional. c. g. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. g. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penelaahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. d. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. K3. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. dan penggunaan tenaga teknik. keselamatan operasi. 61 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan kalibrasi alat ukur. terdiri dari: a. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. instalasi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. e. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. b. c. b. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.

Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instalasi. b. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. dan penggunaan tenaga teknik. c. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. keselamatan operasi. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. norma. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. K3. penyiapan. instrumentasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. 62 .Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. d. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan. serta penjaminan pasca operasi. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan. penelaahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 63 . Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. b. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. c. g. pengangkutan. pengangkutan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan.f. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Penyimpanan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. penyiapan. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.

f. 64 . pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. pengangkutan. b. norma. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. c. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. e. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pelaksanaan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b.d. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. terdiri dari: a. dan kriteria usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. 65 . Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. f.d. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. g. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. profesi personil. terdiri dari: a. b. produk. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e.

66 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

norma. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. b. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. c. pedoman. 67 . penyusunan standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. h. dan rumah tangga. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. f. d. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. satuan kerja. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 68 . g. c. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d. kearsipan. i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c.

Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. akuntabilitas kinerja. d. pelaporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. terdiri dari: a. pengelolaan sistem. b. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. rapat koordinasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. akuntabilitas kinerja. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. e.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. Kelompok Jabatan Fungsional. f. terdiri dari: a. d. Subbagian Laporan. c. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. c. situs. Bagian Keuangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. 69 . g. e. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. b. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.

b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. 70 . dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. satuan kerja. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penelaahan. d. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Perbendaharaan. f. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. b. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan revisi anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta kehumasan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. d. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. penelaahan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penyelesaian kerugian negara. c. pelaksanaan informasi. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. b. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. e. terdiri dari: a. Subbagian Informasi Hukum. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan. c. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. b. penyiapan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. f. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan. 71 . penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan Implementasi Sipeg. b. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengurusan formasi. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. c. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pengadaan pegawai. d. kebersihan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. mutasi. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. ekspedisi persuratan dinas. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. dan kearsipan. pemberhentian. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha. b. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. 72 . pelaksanaan urusan kesekretariatan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. telepon. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. perlengkapan dan rumah tangga.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertamanan dan perparkiran. keamanan. Subbagian Kepegawaian. e. f. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. c.

distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 73 . implementasi Sipeg. evaluasi kebijakan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penelaahan. f. rencana pengadaan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. c. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. g. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan. rencana dan program. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). serta rencana dan program pembangunan berjangka. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. persuratan dinas dan kearsipan. e. h. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. b. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. rencana dan program. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. d. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer.

menengah dan tahunan tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. e. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. d. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. f. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. e. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. 74 . Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. b. c.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. b. penyiapan rumusan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. b. g. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan.

penyiapan. 75 . penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penelaahan. penelaahan. b. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. c. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. b. penelaahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. pelaksanaan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik.

b. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. c.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. norma. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penyiapan. b. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. d. penelaahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. 76 . evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. kriteria tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan. f. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik.

Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. asosiasi dan lembaga lainnya. penelaahan. penyusunan dokumen perjanjian. lembaga sertifikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. b. penyiapan rumusan rencana dan program. c. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. evaluasi pelaksanaan rencana. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. penelaahan. multilateral dan regional. 77 .

Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. d. pelaksanaan pengelolaan data. b. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. e. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. 78 . pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. b. penyiapan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. c. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. evaluasi pelaksanaan pengumpulan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penelaahan. pengolahan.

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. b. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. i. 79 . perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. e. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta perlindungan konsumen. c. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. g. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. f. h. c. pembinaan. b. d. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. d. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik.

pelaksanaan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. d. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. d. c. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta efisiensi dan transparansi usaha. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik.c. tugas 80 . penyiapan. b. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. b. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a.

norma. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. b. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. 81 . Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. kriteria harga jual tenaga listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. b. pemberian sanksi. c. Seksi Pengawasan Izin Usaha. f. e. penelaahan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan.

Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. pelaksanaan. f. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. d. penelaahan. norma. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. penyiapan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 82 . serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. e. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. c. b. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi.

terdiri dari: a. d. penelaahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. e.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas 83 . norma. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. b. pelaksanaan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. b. c.

lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta penggunaan tenaga teknik. e. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. lindungan lingkungan. b. d. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. keselamatan dan K3. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. c. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. i. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan. e. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. kelaikan teknis. produk.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. h. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta pembinaan teknis. b. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. kelaikan teknis. 84 . profesi personil.

Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. pelaksanaan. b. 85 . penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. terdiri dari: a. f. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. b. penyiapan. e. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta Rancangan SNI. penelaahan. g. penelaahan.

pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. penelaahan. instrumentasi. 86 . Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. b. kalibrasi alat ukur. f. penyiapan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. d. pelaksanaan. b. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. dan K3.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. norma. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. c. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kelaikan peralatan. keselamatan operasi.

penelaahan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. b. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. c. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. e. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. f.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. 87 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. g. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304.

Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. terdiri dari: a. 88 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. d. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. e. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penelaahan.

(2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. b. dan kriteria usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. f. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. terdiri dari: a. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. g. 89 . penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. e. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. c. penelaahan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. profesi personil. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. produk. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. penyiapan rumusan standar. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi.

c. b. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. kriteria pemanfaatan energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. energi alternatif. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi. b. e. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. e. h. f. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Subdirektorat Bimbingan Teknis. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. f. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi. norma. d. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. g. d. energi perdesaan dan konservasi energi. 90 . energi perdesaan dan konservasi energi. c. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. c. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319.

e. penyiapan. penelahaan. terdiri dari: a. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. c. b. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. penyiapan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan.d. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program pengembangan usaha. penelahaan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. b. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. norma. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan kebijakan. e. d. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan standar. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. 91 . Seksi Program Pemanfaatan Energi. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan.

pelaksanaan fasilitasi kemitraan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. penelahaan. 92 . (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. pelaksanaan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. c. penyiapan. e. b. norma dan kriteria konservasi energi. penyiapan. terdiri dari: a. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penyiapan rumusan standar. penelahaan. rencana dan program. d. penelahaan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan. Seksi Penerapan Konservasi Energi.

Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan.. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penyiapan. rencana dan program energi perdesaan. penelahaan. d. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. Seksi Program Energi Perdesaan. pemberdayaan masyarakat. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. terdiri dari: a. 93 . c. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. e. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. b. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. rencana dan program. serta pedoman pengembangan. penyiapan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. norma. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama.

penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penyiapan. b. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. b. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. c. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. 94 . penelahaan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 95 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

(2) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan prosedur di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. e. d. pedoman. Batubara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan panas bumi. batubara dan panas bumi. batubara. batubara dan panas bumi. b. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. norma. Direktorat Jenderal Mineral. kriteria. 96 . c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. pengelolaan urusan ketatausahaan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. e. g. Direktorat Pembinaan Program Mineral. terdiri dari: a. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. dan rumah tangga.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. kearsipan. i. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. Batubara dan Panas Bumi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. f. satuan kerja. 97 . d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. h.

e. Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. 98 . evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. g. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. rapat koordinasi. pelaporan. terdiri dari: a. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. Subbagian Laporan. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. c. d. Kelompok Jabatan Fungsional. ketatalaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi. b. c. c.

penyiapan. Pasal 354 Bagian Keuangan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. f. Subbagian Perbendaharaan. c. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. PBI Direktorat Jenderal. b. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. serta penyelesaian kerugian negara. penelaahan. satuan kerja. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. situs. serta pengurusan revisi anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. jaringan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pelaksanaan. c. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. e. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. 99 . pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. laporan pertanggungjawaban keuangan. pertimbangan hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. dan Neraca Direktorat Jenderal. b. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. f. e. pelaksanaan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Pertimbangan Hukum.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan sosialisasi hukum. d. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. terdiri dari: a. pelaksanaan informasi. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pelayanan konsultasi hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. 100 . serta kehumasan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. c. penelaahan.

101 . telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan Implementasi Sipeg. perlengkapan dan rumah tangga. pengadaan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pertamanan dan perparkiran. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penelaahan. batubara. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. telepon. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. c. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pelaksanaan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan. b. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. panas bumi dan air tanah. penelaahan. dan kearsipan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. mutasi. ekspedisi persuratan dinas. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. e. serta urusan keprotokolan dan upacara. penyiapan. f. perlengkapan dan rumah tangga. kebersihan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. g. keamanan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pengurusan formasi.

perumusan kebijakan pengembangan usaha. serta penetapan wilayah kerja. rencana pengadaan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. penelaahan. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. terdiri dari: a. dan produksi.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. b. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan. c. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Direktorat Pembinaan Program Mineral. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. dan produksi. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subbagian Tata Usaha. cadangan atau potensi. implementasi Sipeg. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. investasi dan pendanaan. panas bumi dan air tanah. neraca sumber daya wilayah kerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. batubara. 102 . Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. d. wilayah kerja. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. rencana dan program di bidang mineral. b.

Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. i. c. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. rencana dan program di bidang mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. panas bumi dan air tanah. b. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. serta perhitungan bagi hasil. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. f. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Batubara dan Panas Bumi. c. pencatatan dan perhitungan PNBP. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. eksplorasi dan operasi produksi. j. batubara. panas bumi dan air tanah. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. e. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. batubara. h. Batubara. terdiri dari: a. pengelolaan data. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. f. b. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. d.e. perumusan perencanaan. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. batubara. g. e. 103 . evaluasi kebijakan.

batubara. batubara. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. f.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. panas bumi dan air tanah. asosiasi dan lembaga sertifikasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. c. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. d. g. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan. Seksi Program Mineral dan Batubara. e. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. terdiri dari: a. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta kerja sama di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. 104 . h. b.

penelaahan. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Kontrak Karya (KK). penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. 105 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penelaahan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan.

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta penyusunan statistik pengusahaan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan. norma. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. f. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi.e. d. penyiapan rumusan standar. batubara. c. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. 106 . penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi. batubara. penyiapan. b. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. kriteria pencadangan wilayah kerja.

penelaahan. serta penetapan wilayah kerja.e. (2) Seksi Informasi Mineral. f. penyiapan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. terdiri dari: a. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Seksi Informasi Mineral. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Batubara. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. statistik. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penelaahan. panas bumi dan air tanah. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara dan panas bumi. batubara. Batubara. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Batubara dan Panas Bumi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. batubara. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. cadangan dan wilayah kerja. h. 107 . g. Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan penetapan potensi. neraca sumber daya. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral.

serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. c. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. e. penyiapan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. terdiri dari: a. penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. b. serta bagi hasil daerah. b. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pencatatan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Seksi Penerimaan Negara Batubara. Batubara dan Panas Bumi. d. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. pemeriksaan dan pengujian PNBP.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan. 108 .

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

113 . g. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. d. b. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. e.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. b. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. f. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara.

h.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. 114 . b. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan hubungan komersial panas bumi. e. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. f. Seksi Hubungan Komersial Batubara. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. g. perumusan pengaturan. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. i. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. terdiri dari: a. b. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.

Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. g. k. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. norma. b. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. l. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Subbagian Tata Usaha. e. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. c. penyiapan rumusan pengaturan usaha. dan perubahan batas wilayah kerja. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. 115 . serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. g. d.j. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. e. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. penyiapan rumusan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

Seksi Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. c. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. pelaksanaan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi. penelaahan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. 116 . penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan.h. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. i. e. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. studi kelayakan dan eksploitasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. b. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417.

pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. b. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. g. e. b. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengendalian air tanah. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. c. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta pengendalian air tanah. d. penelaahan. f. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. 117 . serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. b.h. e. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. c. 118 . i. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. d. serta pengendalian air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan.

evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 119 . pelaksanaan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e.g. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. penelaahan. d. terdiri dari: a. penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. f. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. h. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. serta ketatausahaan. pelaksanaan. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. penelaahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta air tanah. b. pelaksanaan. Seksi Konservasi Air Tanah. batubara dan panas bumi. penelaahan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. b. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. 120 . c. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434.

lindungan lingkungan. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. kelaikan teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. b. f. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 121 . sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. d. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta penggunaan tenaga teknik. c. e.d. terdiri dari: a. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. i. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. lindungan lingkungan. batubara. f. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. j. panas bumi dan air tanah. h. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. produk. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. K3. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Batubara dan Panas Bumi. profesi personil. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral.

Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penyiapan. Seksi Standardisasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. dan Panas Bumi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta konservasi mineral dan batubara. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penyiapan. produk. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g.c. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pemurnian. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. e. dan panas bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. jenis dan mutu produk. f. penyiapan rumusan standar. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. 122 . b. norma. batubara. penelaahan. profesi personil. Batubara. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. b. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. e. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. batas wilayah kerja. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan. penyiapan. terdiri dari: a. penelaahan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. serta konservasi mineral dan batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan.b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. penelaahan. dan konservasi mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. f. 123 . Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445.

serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Batubara. dan panas bumi. b. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Batubara. batubara dan panas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. i. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. 124 . dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral.c. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. f. g. e. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. batubara. d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. h. pelaksanaan.

b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Batubara. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. c. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. pengangkutan. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan panas bumi. penyimpanan. kalibrasi alat ukur. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. batubara. d. panas bumi dan air tanah. keamanan instalasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. 125 . Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. g. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. b. instrumentasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. norma. penimbunan. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. penyiapan.

penelaahan. b. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. panas bumi dan air tanah. 126 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. f. e. d. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan. Batubara. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. c. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. terdiri dari: a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. b. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. batubara. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. norma. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

c. b.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat I. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. 128 . e. Inspektorat III. b. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. penyusunan laporan hasil pengawasan. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat IV. pelaksanaan pengawasan kinerja. keuangan. d.

Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. g. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. perlengkapan. Bagian Umum dan Keuangan. i. b. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. f. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan jaringan dan situs informasi. keprotokolan dan rumah tangga. h. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. j. c. keamanan. 129 . e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Bagian Hukum dan Kepegawaian. pengurusan kepegawaian dan organisasi. terdiri dari: a. k. pengelolaan urusan tata usaha. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. kearsipan. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal.

f. h. Subbagian Penyiapan Laporan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pelaporan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. d. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. ketatalaksanaan. b. jaringan. j. e. dan rencana kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. ketatalaksanaan. penelaahan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. i. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. rapat koordinasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penelaahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pelaporan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. program kerja. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. situs. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi. satuan kerja. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana. g. 130 . penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional.

d. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. analisis hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pengolahan. b. 131 . penyiapan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Inspektorat Jenderal. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Direktorat Jenderal Mineral. c. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Badan Geologi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. b. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. penelaahan. e. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. terdiri dari: a. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan analisis.

Subbagian Kepegawaian. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pemberian pertimbangan hukum. Subbagian Hukum. 132 . terdiri dari: a. perpustakaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penyiapan. pertimbangan hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. b. penyuluhan. d. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dokumentasi dan tata naskah. penyiapan koordinasi urusan hukum. penyiapan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dokumentasi hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. c. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. b. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan. masyarakat dan yustisia. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. dokumentasi hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. i. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. 133 . dan kearsipan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. keprotokolan dan kehumasan. perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta pengurusan administrasi keuangan. f. pelayanan kesekretariatan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. b. perbendaharaan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. c. perbendaharaan. b. persuratan dinas. pengurusan penganggaran. h. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. d. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. rumah tangga dan kehumasan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. perlengkapan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. k. j. e. dan implementasi Sipeg. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. g. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. rumah tangga dan kehumasan. pelaksanaan keamanan. serta pengurusan administrasi keuangan. kebersihan. dokumentasi dan tata naskah.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. c. b. serta evaluasi atas urusan keamanan. 134 . penelaahan. perlengkapan dan pengadaan. kebersihan. penelaahan. perumusan laporan hasil pengawasan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan. kearsipan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. pemeriksaan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perencanaan kebutuhan. dan administrasi keuangan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. keprotokolan dan kehumasan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. e. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. d. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. 139 . (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Survei Geologi. Sekretariat Badan Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pusat Sumber Daya Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. d. Pusat Lingkungan Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. b. d. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. c. h. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. f. e. 140 . penelitian dan pelayanan. e. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. dan geologi lingkungan. g. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. c. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pelayanan survei geologi.

serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. i. b. j. Bagian Umum. pelaporan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. c. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. 141 . e.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Kepegawaian. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. dan rumah tangga. g. terdiri dari: a. b. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta perencanaan kerja. Bagian Keuangan. serta pelaksanaan bantuan hukum. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. akuntabilitas kinerja. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. h. kearsipan. ketatalaksanaan. informasi hukum. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. pengelolaan sistem. Subbagian Laporan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. satuan kerja. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. jaringan dan situs informasi. b. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaporan. f. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. d. penyiapan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. jaringan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi. situs. 142 . dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. b. ketatalaksanaan. c.

serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kesejahteraan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. c. serta implementasi Sipeg Badan. c. penyiapan. serta evaluasi atas perencanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta pengembangan organisasi Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg. b. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penggajian. e. terdiri dari: a. pengangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan analisis jabatan. 143 . penggajian. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. kepangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pengurusan perencanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. pengembangan. penyiapan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pemberhentian. kepangkatan. penelaahan. penyiapan. pemberhentian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pengembangan. b. kesejahteraan. penelaahan. pengadaan. d. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional.

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 517 Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. e. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. PBI Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. f. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelesaian kerugian negara. penyelesaian kerugian negara. c. 144 .Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. kearsipan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. b. c. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan revisi anggaran Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan rumah tangga. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Akuntansi. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Neraca. b. serta pengurusan revisi anggaran. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.

serta urusan hak atas kekayaan intelektual. b. dan rumah tangga. penelaahan. pelaksanaaan bantuan hukum. c. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelayanan kesekretariatan. dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. persuratan dinas. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan perlengkapan. c. distribusi penggunaan. f. b.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Pasal 521 Bagian Umum. e. informasi dan dokumentasi hukum. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. perlengkapan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kebersihan dan keamanan Badan. 145 . persuratan dinas dan kearsipan. d. dokumentasi hukum dan perpustakaan. kesekretariatan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Tata Usaha. serta keprotokolan dan upacara Badan. bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengadaan. kearsipan. rencana kebutuhan dan pengadaan. dan kearsipan. penyiapan. terdiri dari: a. kehumasan.

rumah tangga. 146 . dan panas bumi. keuangan. Bagian Tata Usaha. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. d. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. b. Kelompok Jabatan Fungsional. d. rekayasa teknologi. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelidikan. e. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Teknik. c. dan kepegawaian Pusat. b. mineral. serta pemetaan tematik potensi.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. j. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. penyelidikan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. administrasi keuangan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. e. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. serta rancang bangun dan pemodelan. batubara. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program. bitumen padat. g. i. c. Bidang Informasi. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. gambut. h. penyusunan neraca sumber daya geologi.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 147 . keuangan. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengembangan. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. keamanan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. terdiri dari: a. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. d. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. e. serta akuntansi.

pelaksanaan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. Subbidang Laboratorium. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. e. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pelaksanaan. d. 148 . e. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. f.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta operasi perangkat lunak informasi. pelaksanaan sosialisasi. b. terdiri dari: a. Subbidang Kerja Sama. penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. jaringan dan situs informasi. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengelolaan perpustakaan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. c. penyiapan. pelakanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. 149 . b. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Program. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. d. penelaahan. Pasal 540 Bidang Informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi.

j. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. penyelidikan. dan kepegawaian Pusat. dan gerakan tanah. perpustakaan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. sistem. rumah tangga. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. g. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. f. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pemodelan. b. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. penelaahan. gempa bumi. d. dokumentasi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. i. serta pos pengamatan gunung api. serta sesar aktif. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tsunami. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. tsunami. e. operasi perangkat lunak. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. 150 . sosialisasi. pelaksanaan. c. dan rekayasa teknologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta rancang bangun. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. gempa bumi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. administrasi keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan gerakan tanah h. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api.

serta perpustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. l. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. c. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan sarana. pengurusan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 151 . keuangan. terdiri dari: a. keuangan.k. d. b. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pengurusan perencanaan. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. kearsipan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelidikan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. pemelaahan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. e. e. keamanan. pengembangan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545.

serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. Subbidang Pengamatan Gunung Api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. administrasi keuangan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan. penelaahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pemelaahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. 152 . b. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. penetapan status. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. d. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. c. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. b. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. geokimia dan deformasi. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. c. penelaahan. 153 . Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. pelaksanaan. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. terdiri dari: a. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b. d.

b. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. f. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penyelidikan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penelaahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. c. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. terdiri dari: a. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. d. serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. 154 . gerakan tanah dan tsunami.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penelaahan. b. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana.

Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. dan kepegawaian Pusat. b. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. h. geologi teknik dan air tanah. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. 155 . pengembangan. pengurusan perencanaan. geologi teknik dan air tanah. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. g. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bagian Tata Usaha. Bidang Informasi. e. penyelidikan. j. d. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. k. administrasi keuangan. terdiri dari: a. b. dan pengelolaan tata ruang. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Bidang Program dan Kerja Sama. b. f. rekayasa teknologi. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. i. rumah tangga. keuangan. c. e. Bidang Sarana Teknik.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta akuntansi.c. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. terdiri dari: a. b. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. keamanan. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 156 . c. kebersihan. e. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. f. e. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai.

penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Laboratorium. b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. c. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. penelaahan. Subbidang Kerja Sama. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. d. penyusunan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. e. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 157 . pelaksanaan. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. terdiri dari: a.

Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan. 158 . b. terdiri dari: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pengelolaan. d. serta operasi perangkat lunak informasi. penelaahan. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi. Pasal 578 Bidang Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penganggaran. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576.

geokimia. pelayanan jasa survei. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penelaahan. j. g. h. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. d. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. sistem. pemetaan geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pemetaan dan penelitian geologi. inventarisasi hasil survei. pelaksanaan. geomorfologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. sosialisasi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. penyelidikan dan survei di bidang geologi. 159 . pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dokumentasi. dan kepegawaian Pusat. tektonik. perpustakaan. administrasi keuangan. l. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pelaksanaan. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. geofisika. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. operasi perangkat lunak. rekayasa teknologi. i. pemetaan. k. c. e. m. penelitian dan penyelidikan geologi.

160 . Bidang Informasi. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program dan Kerja Sama. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pengurusan perencanaan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. pengembangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. keuangan. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknik. terdiri dari: a. d. serta akuntansi. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. kebersihan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. penelaahan. 161 . penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. d. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. Subbidang Laboratorium. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan.

penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. 162 . terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta rencana strategis berbasis kinerja. b. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan. c. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Kerja Sama. penelaahan. Subbidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. d. pengelolaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran.

c. sistem. d. serta operasi perangkat lunak informasi. pelaksanaan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi. dokumentasi dan publikasi. penelaahan. penelaahan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 597 Bidang Informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. sosialisasi. pelaksanaan sosialisasi. serta pemutakhiran basis data. serta pengelolaan perpustakaan. 163 . operasi perangkat lunak. pelakanaan pengelolaan sistem.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 164 . Perekayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelidik Bumi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi.

f. g. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. mineral batubara. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. 165 . panas bumi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. perumusan kebijakan penyelenggaraan. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. c. e. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. b. pembinaan pelayanan jasa teknologi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. h. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. e. d. e. serta perencanaan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. 166 . kearsipan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. informasi hukum. dan rumah tangga. f. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. g. serta pelaksanaan bantuan hukum. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. koordinasi pelayanan administratif Badan. c. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan.

Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. d.i. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. f. j. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. pelaporan. pelaporan. 167 . jaringan dan situs informasi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Keuangan. b. c. c. g. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. akuntabilitas kinerja. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. e. e. akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kepegawaian. b. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Umum. Subbagian Laporan. d.

penelaahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. 168 . penelaahan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penggajian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pengurusan perencanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. d. serta pengembangan organisasi Badan. b. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. pengembangan. serta implementasi Sipeg. jaringan. serta penyempurnaan organisasi Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyajian informasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. dan analisis jabatan. kepangkatan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. e. c. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. satuan kerja. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pemberhentian. penyiapan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengadaan. b. penelaahan.

penyiapan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. e. serta penyelesaian kerugian negara. penelaahan. penggajian. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. Subbagian Kekayaan Negara. kesejahteraan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas mutasi. serta pengurusan revisi anggaran. b. Subbagian Akuntansi. Pasal 618 Bagian Keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengembangan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. 169 . penelaahan. serta implementasi Sipeg Badan. b. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. pelaksanaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. d. serta evaluasi atas perencanaan. PBI Badan. Subbagian Perbendaharaan. f. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. terdiri dari: a. penyiapan. kepangkatan pemberhentian. pengangkatan. penelaahan.

Subbagian Hukum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. perlengkapan. e. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. b. dan rumah tangga. pelayanan kesekretariatan. 170 . Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Pasal 622 Bagian Umum. b. dan kearsipan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta pengurusan perlengkapan. kearsipan. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. informasi dan dokumentasi hukum. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Neraca. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. kearsipan. dan revisi anggaran Badan. persuratan dinas. kehumasan. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. d. terdiri dari: a. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. distribusi penggunaan. perpustakaan. c. dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyelesaian kerugian negara.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. perlengkapan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan.

pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. penyiapan. rencana kebutuhan dan pengadaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. e. b. c. penelaahan. serta keprotokolan dan upacara Badan. g. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesekretariatan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. d. bantuan hukum. kebersihan dan keamanan Badan. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. 171 . pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624.

persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.h. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. c. Bagian Tata Usaha. 172 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. e. keuangan. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. Bidang Afiliasi. pengembangan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. administrasi keuangan. b. serta pelaksanaan keamanan. dan kepegawaian Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. b. perbendaharaan dan akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. keuangan. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. Bidang Program. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Kelompok Fungsional. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. terdiri dari: a. i. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. kebersihan. rumah tangga. terdiri dari: a. b. pengurusan perencanaan.

Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. pelaksanaan. d. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. c. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. dan kebersihan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. pemeliharaan sarana kerja. keamanan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 173 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. serta pengadaan. b. e. perbendaharaan dan akuntansi.

Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pasal 637 Bidang Program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. 174 . b. penyediaan bahan baku. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. c. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi. d. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. e. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 175 . penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan.

h. g. jaringan. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. 176 . penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. d. f. dan kepegawaian Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. rumah tangga. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. b. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. i.

pelaksanaan pengelolaan anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". pemeliharaan sarana kerja. pengangkatan. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 177 . Pasal 648 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. pengurusan perencanaan. d. d. Bidang Program. serta pelaksanaan keamanan. dan kebersihan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. e. Bagian Tata Usaha. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. pengembangan. kebersihan. keuangan. Bidang Afiliasi. c. serta pengadaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. b.

serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengembangan Sarana. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. penelaahan. e. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. c. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. d. 178 . Subbidang Pengoperasian Sarana. terdiri dari: a. penelaahan.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta analisis. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. 179 . Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 656 Bidang Program.

Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. jaringan. 180 . pelaksanaan pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. e. b. pelayanan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. c. penelaahan. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

c. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. h. rumah tangga. d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. i. Bagian Tata Usaha. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 181 . f. b.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. e. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. d. b. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. g.

penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. b. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. b. keuangan. kebersihan. pengurusan perencanaan. keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. 182 . Subbagian Umum dan Kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. pemeliharaan sarana kerja. pengangkatan. persuratan dinas dan kearsipan. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665.

pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengembangan Sarana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. b. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. 183 . penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. d. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.

penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta analisis. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. Pasal 675 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. 184 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. c. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. b. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b.

pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. terdiri dari: a. b. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. c. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. d. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. e. 185 . penelaahan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. jaringan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. b. keuangan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. geokimia. i. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. e. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. administrasi keuangan. e. g. h. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. f. pengelolaan ketatausahaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. d. dan geofisika kelautan. dan kepegawaian Pusat. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. j. rumah tangga. c. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. 186 . Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Kelompok Fungsional. d. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. b. kebersihan. persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. dan kebersihan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. 187 . pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. c. serta pengadaan. serta pelaksanaan keamanan. e.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan operasi penggunaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pengelolaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.c. penyediaan bahan baku. b. penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 188 . e. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. d. pengelolaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia.

Subbidang Analisis dan Evaluasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 694 Bidang Program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. penyiapan. penelaahan. b. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. penyiapan. d. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. 189 . evaluasi. terdiri dari: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. b. e. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. 190 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. situs dan penyebarluasan informasi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. jaringan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan sistem.d. jaringan. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.

Teknisi Litkayasa. 191 . Perekayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

perumusan kebijakan penyelenggaraan. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. c. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. batubara. mineral. h. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. geologi. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. g. d. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. 192 . Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. e.

program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. b. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. e. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. d. c. i. e. satuan kerja. b. d. koordinasi pelayanan administratif Badan. c. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. g. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. f. pembinaan kerja sama. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.

Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. b. h. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan.j. l. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. b. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Bagian Umum. pelaporan. penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. 194 . penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. g. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. dan rumah tangga. Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Pasal 708 Sekretariat Badan. serta perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. k. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. d. d. e. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. c. pengelolaan jaringan dan situs informasi. f. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. kearsipan.

195 . penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. prosedur kerja. penganggaran. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pengadaan. b. Subbagian Kerja Sama. c. dan sistem. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi Sipeg. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. terdiri dari: a. serta evaluasi atas laporan berkala. pelaksanaan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. pemberhentian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. perencanaan kerja.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pengembangan. kepangkatan. penyiapan. dan analisis jabatan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kesejahteraan. penelaahan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan. penggajian. pengurusan perencanaan. jaringan dan situs informasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. e. c.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. 200 . Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelayanan jasa. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan. b. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a.. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. c. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penelaahan. d. b. penyiapan. Subbidang Kilang. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. produk kilang. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang.

pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. b. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan dan pemanfaatan. 201 . Subbidang Laboratorium. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Subbidang Bengkel. pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. 202 . b. norma. f. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. c. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. d. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta kepustakaan. pengelolaan kepustakaan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penelaahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. kriteria dan prosedur. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. g. pelaksanaan. kerja sama. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. standar.

kearsipan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Sarana Teknis. h. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. c. pedoman. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. kriteria pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. d. terdiri dari: a. f. prosedur. i. b. pemberian pelayanan jasa. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 203 . Bagian Tata Usaha. Batubara. norma. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. g. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral.

serta hukum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. d. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. e. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. b. organisasi. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. kearsipan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. 204 . c. b. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. perlengkapan.

serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan rumusan standar. b. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. pelaksanaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. rencana pengembangan. e. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.c. penelaahan. d. norma. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengembangan Sarana. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. 205 . Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemeliharaan. c. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi pelaksanaan atas standar. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. penyiapan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan prosedur. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. kriteria. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program dan Kerja Sama. e.d. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. e. terdiri dari: a. b. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. norma. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. pedoman. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. 206 . kerja sama dan sistem. c.

sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. pemberian pelayanan jasa. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 207 .Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. prosedur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. kriteria dan prosedur. norma. f. e. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. penyusunan standar. kriteria dan prosedur. c. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. b. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan penyelenggaraan. pedoman. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan. norma. d. penyusunan standar. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pedoman. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.

pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. b. kearsipan. Bidang Pelatihan dan Sarana. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. 208 . pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. d. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. h. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntansi. c. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perbendaharaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. kearsipan.g. b. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan. dan sistem. b. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan. 209 . dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma. d. pedoman. e. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. kriteria dan prosedur. b. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. 210 . pelaksanaan kerja sama. pelaksanaan. Subbidang Sarana dan Prasarana. pedoman. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. b. Subbidang Pelatihan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penyiapan. d. kerja sama.

pelaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. d. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. c. 211 . kriteria pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pemberian pelayanan jasa. b. d. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. f. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. prosedur. Bidang Pelatihan dan Sarana. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. c. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g.

d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. hukum. 212 . Subbagian Kepegawaian dan Umum. organisasi dan ketatalaksanaan. perbendaharaan. kehumasan dan keprotokolan. perlengkapan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. c. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. dokumentasi dan tata naskah. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat.

Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. d. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. 213 . dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. terdiri dari: a. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. norma dan kriteria.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pedoman. e. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. c. pedoman. serta evaluasi atas standar. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. b. pelaksanaan. penelaahan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.

pelaksanaan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. promosi. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 214 . b. c. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Pelatihan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. pelaksanaan kerja sama. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penelaahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. d. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal dan Badan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal. 216 . Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. b. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. d. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. c. e. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.

e. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. k. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. c. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. f. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. d. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. b. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral. i.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. j. h. 217 . g. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi.

Subbagian Tata Usaha Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. dukungan operasi kerja. serta kearsipan Pusat. d. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. serta kearsipan Bakoren. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Subbagian Tata Usaha Bakoren. pelaksanaan urusan tata usaha. terdiri dari: a. c. b. d. b. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. e. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. pelaporan dan tata persuratan. Bidang Kajian Strategis. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 218 . persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Bagian Tata Usaha. dan persuratan dinas. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. rumah tangga. c. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Kelompok Jabatan Fungsional. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral.

pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. j. l.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan norma. 219 . Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. terdiri dari: a. f. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. g. k. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. b. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. d. h. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. b. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. i. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. c.

Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. penyusunan rumusan norma. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. f. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyiapan. b. penelahaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. 220 . terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. ketenagalistrikan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan data dan informasi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penelaahan. batubara dan panas bumi.

serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. bitumen padat. penelahaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. d. gambut. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Subbidang Kajian Strategis Energi. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. terdiri dari: a. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 221 . Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. c. b. e. air tanah dan kegeologian. b. pelaksanaan. f. penelahaan.

BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. 222 . pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.

perencanaan kerja. penganggaran. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. 223 . peraturan perundang-undangan. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. regulasi ekonomi dan keteknikan. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi personil. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dokumentasi. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. organisasi. peralatan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan.a kepada pejabat eselon I. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. standardisasi teknis.

Kepala Pusat. Inspektur Jenderal.b. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Direktur. Direktur Jenderal. Direktur Jenderal.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (3) Kepala Biro. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Sekretaris Direktorat Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Inspektur. (4) Kepala Bagian.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.BAB XIV ESELON. 224 . Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.

diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).d. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. 225 . X.

226 . susunan organisasi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.(4) Perubahan atas rincian tugas.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c.