MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

(2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. 5 .BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Kementerian Negara. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Lembaga Pemerintah Non Departemen. c. koordinasi kegiatan Departemen. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. b. Biro Keuangan. d. c. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Departemen lain. b. terdiri dari: a. d. dan lembaga lain yang terkait. e. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Umum. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Biro Kepegawaian dan Organisasi. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

c. rencana dan program kerja dan anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. e. rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. k. terdiri dari: a. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan anggaran. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama. g. i. rencana anggaran. 6 . perumusan kebijakan pembangunan. evaluasi kebijakan pembangunan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. rencana dan program kerja. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. f. c. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. serta perumusan akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). e. Bagian Analisis dan Evaluasi. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Bagian Kerja Sama. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. menengah dan tahunan. penyusunan harga satuan. dan rencana anggaran. b. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. serta rencana strategis. Bagian Perencanaan Anggaran. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. d. d. l. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. h. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. j. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. berkoordinasi dengan Biro Keuangan.

pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. Inspektorat Jenderal. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyusunan rumusan RK-KL. standar dan kriteria rencana kerja. penyiapan rumusan norma. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Perencanaan Penunjang. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. b. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. dan urusan tata usaha Biro. dan Badan Geologi. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. penelaahan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. d. e. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 7 . penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. Menengah dan Tahunan Departemen. f. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen.

serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. penyiapan. dan Badan Geologi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penyiapan rumusan standar. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). b. b. norma. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penganggaran Penunjang. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. penyiapan. e. kriteria perencanaan anggaran.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. c. dan 8 . penelaahan. d. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Batubara dan Panas Bumi. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16.

serta evaluasi pengembangan rencana kerja. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. tahunan dan rencana strategis. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. e. rencana pembangunan jangka panjang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. b. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. penyiapan rumusan standar. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. norma.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. d. 9 . RKA-KL. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. menengah. b. g. c. penyiapan bahan sidang. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. kriteria akuntabilitas kinerja. h. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.

penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. kriteria kerja sama. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. Batubara. 10 . pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. penelaahan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. f. d. penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Panas Bumi. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penelaahan. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. dan Badan Geologi. serta kerja sama asosiasi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. e. g. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal.

jabatan struktural dan fungsional. d. disiplin. pengadaan. b. serta penyiapan penetapan pemberhentian. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. pemensiunan. dan kesejahteraan pegawai.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. kepangkatan. 11 . perencanaan. dan penilaian kinerja pegawai. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. e. penelaahan. pembinaan mutasi. c. penempatan dan pengembangan pegawai. penelaahan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. penelaahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). b. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. c. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. Subbagian Kerja Sama Bilateral. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. pengembangan organisasi dan tata laksana. terdiri dari: a.

Bagian Mutasi Pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. terdiri dari: a. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. norma. h. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pembinaan kepegawaian. pengadaan. b. b. g. penyiapan rumusan rencana. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Pegawai Negeri Sipil (PNS). i.f. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. f. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). d. Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta standardisasi kompetensi jabatan. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. penyusunan rencana formasi. 12 . c. penyiapan rumusan standar. c. g. serta administrasi penugasan ke luar negeri. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. k. e. serta kartu PNS. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. j. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. e. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. d.

penelaahan. kompetensi pegawai. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. bimbingan teknis. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penelaahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. c. pemindahan. penyiapan. j. pengelolaan administrasi tugas belajar. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. urusan tugas belajar dan izin belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan. pemberhentian dan disiplin. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. i. Subbagian Pengembangan Karir. terdiri dari: a. penelaahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. dan Kartu PNS Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai.h. penyiapan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. serta kesejahteraan pegawai Departemen. 13 . evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. kepangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. b.

penarikan kembali. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. f. c. Subbagian Mutasi Jabatan. pelaksanaan kesejahteraan. Taspen. dan penilaian angka kredit. d.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. norma. perbantuan. kepangkatan. pengangkatan kembali. pemindahan. ujian dinas dan Ujian KPPI. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pemindahan. b. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pembebasan sementara. pelaksanaan disiplin pegawai. k. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. perbantuan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. j. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. kriteria mutasi pegawai. pemindahan. terdiri dari: a. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. c. g. pemberhentian dan disiplin. Kartu Suami. e. dipekerjakan. 14 . penelaahan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan pemindahan pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. dan Bapertarum. Askes. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. serta Kartu Istri. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pelaksanaan. i. pelaksanaan kepangkatan. kepangkatan. dan penilaian prestasi pegawai. serta kesejahteraan pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. dan penarikan kembali pegawai. pemberhentian. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. dipekerjakan. b. cuti. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. penyiapan standar. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. h.

e. f.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan kesehatan. h. pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian dan pemensiunan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penyusunan laporan kekuatan pegawai. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. penelaahan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pelaksanaan. i. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. g. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan daftar riwayat hidup pegawai. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. disiplin. Kartu Istri. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. Daftar Urut Kepangkatan. penelaahan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. dan administrasi lembaga tripartit. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pemberhentian. Taspen. penggajian. kepangkatan. penghargaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pengadaan pegawai. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. b. Kartu Suami. Askes. 15 . penghargaan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Bapertarum pegawai Departemen. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pemindahan. d. c. penilaian angka kredit. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. jabatan. pelaksanaan. penyiapan.

penelaahan. kepangkatan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). b. penyiapan rumusan standar. klasifikasi dan peta jabatan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. 16 . pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. kriteria pengembangan organisasi. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. penghargaan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. c. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi. serta pengembangan organisasi dan jabatan. b. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pelaksanaan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengadaan pegawai. penggajian. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. d. norma. c. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pelaksanaan. penelaahan. e. pemberhentian. pemindahan. terdiri dari: a. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

dan barang milik/kekayaan negara Departemen. administrasi keuangan. pengembangan. terdiri dari: a. evaluasi dan klasifikasi jabatan. h. g. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan. peta jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. Subbagian Kelembagaan. pengembangan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. 17 . evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. b. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. perbendaharaan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. standardisasi kompetensi jabatan. analisis beban kerja. pola hubungan kerja. dan pelaksanaan bimbingan teknis. Subbagian Tata Laksana.f. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. c. penelaahan. penelaahan.

Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. d. d. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. dan implementasi sistem akuntansi. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. j. c. g. Bagian Perbendaharaan. serta Neraca Departemen. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelesaian kerugian negara. k. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. 18 . serta bimbingan teknis perbendaharaan. perbendaharaan. Bagian Pendapatan dan Belanja. laporan realisasi anggaran. l. f. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. b. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. b. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. kekayaan negara dan akuntansi. serta pelaksanaan akuntansi. Bagian Akuntansi. pembinaan inventarisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta pembinaan perbendaharaan. serta nota keuangan. c. Pasal 49 Biro Keuangan. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. e. Bagian Kekayaan Negara. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. h. i. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM).

penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. norma. j. penelaahan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. i. Subbagian Anggaran Belanja. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. f. h. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. penyiapan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. c. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan target. penyusunan rumusan standar. b. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. e. penelaahan. k. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. d. 19 . penyiapan. Subbagian Anggaran Pendapatan. terdiri dari: a. dan urusan tata usaha Biro. c. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penelaahan. g.

e. c. serta pembagian iuran sumber daya alam. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. 20 . penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. b. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. d. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan. Badan Geologi. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. c. dan pengelolaan SPM. penyiapan rumusan standar. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. penelaahan. Inspektorat Jenderal. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. f. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. norma. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral.

tuntutan perbendaharaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. 21 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. e. f. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. c. d. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. g. pelaksanaan. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. c. penelaahan. kriteria pengelolaan kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. ganti rugi. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. norma. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. b. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. b. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara.

Badan Geologi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. c. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. e. f. norma. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. rekonsiliasi. c. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. b. 22 . implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. pelaksanaan verifikasi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Neraca. d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. g.

23 . (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan hukum dan kehumasan. serta kehumasan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. g. rekonsialiasi. b. verifikasi anggaran. h. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. bantuan hukum. e. c. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). pelaksanaan. equitas dana. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). penelaahan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. kewajiban. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. dan implementasi SAAT Departemen. serta hubungan masyarakat Departemen. dan bantuan hukum. d. serta evaluasi atas pembukuan aset. f. dan implementasi SAI Departemen. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan bantuan hukum. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. pengelolaan dokumentasi. dan penyelesaian kasus hukum. konsolidasi. penelaahan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta program legislasi dan regulasi. Neraca. penelaahan. serta pelaksanaan kehumasan. penelaahan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan.

Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan.i. b. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. e. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. terdiri dari: a. d. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Bantuan Hukum. evaluasi peraturan perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. j. b. Bagian Hubungan Masyarakat. serta program legislasi dan regulasi Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. e. penelaahan. c. c. c. d. 24 . Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Bagian Penelaahan Hukum. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen.

(2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. h. penelaahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan unsur unit penunjangnya. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. g. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. d. penyiapan rumusan standar. c. penelaahan. f. 25 . penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. e. kriteria kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan. terdiri dari: a. norma. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan. e. penelaahan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 26 . penelaahan. d. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. f. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan unsur unit penunjangnya. c. penyiapan rumusan standar. b. b. Batubara dan Panas Bumi.

c. d. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. e. penelaahan. penelaahan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. b. serta monitoring dan analisis berita. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. c. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. konferensi pers. terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. b. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. norma. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. f. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 27 . pelaksaaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Publikasi. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. peliputan dan perekaman kegiatan. c. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pameran Departemen. penelaahan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. abstrak peraturan perundang-undangan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. i. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. b. pelaksanaan peliputan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. h. j. pelaksanaan. penelaahan.g. dan urusan tata usaha Biro. penerbitan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. konferensi pers. serta evaluasi atas hubungan dengan media. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. 28 .

Sekretaris Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan keamanan dan keselamatan. tata persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. c. h. j. tata persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. d. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. e. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. perlengkapan dan pengadaan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. i. d. Bagian Perlengkapan. b. g. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Pasal 87 Biro Umum. tata usaha dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. f. tugas 29 . b. Staf Ahli. terdiri dari: a. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. pengadaan. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. c. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. e.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pengelolaan rumah tangga. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Tata Usaha.

(2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. c. b. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Medan Merdeka Selatan 18. terdiri dari: a. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. c. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelantikan. f. penyiapan penyelenggaraan rapat. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. d.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. b. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. persuratan dinas. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. e.

b. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Subbagian Tata Usaha Departemen. Subbagian Kearsipan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. persuratan dinas. f. pelaksanaan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. dan ekspedisi surat dinas. penyiapan. c. e. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penjadwalan kegiatan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. dan kearsipan Sekretariat Jenderal.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. b. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. 31 . c. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. norma. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. d. penelaahan.

Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. Thamrin 1. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. keamanan. f. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Jakarta Pusat). (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. b. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. 32 .H. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. d. M. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. keselamatan. serta pengadaan. Staf Ahli. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b. terdiri dari: a. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal.

g. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan penyiapan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. norma. penyiapan kegiatan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. kriteria perlengkapan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. f. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rencana Kebutuhan. b. penyiapan bahan rumusan standar. inventarisasi. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Staf Ahli. e. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. pelaksanaan pengadaan. serta pengadaan. terdiri dari: a. 33 . b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Pengadaan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 34 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. 35 . Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. c. penyusunan standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. d. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. d. norma. c. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. pedoman. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi.

evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. 36 . c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum dan Kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. dan rumah tangga. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. kearsipan. pelaporan. f. e. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. d. h. e. Bagian Rencana dan Laporan. satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. b.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

penelaahan. WP & B). 41 . perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. l. h. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. c. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. rencana dan program. e. implementasi Sipeg. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). m. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. g. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. i. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. n. k. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. b. f. j.

serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan statistik. b. terdiri dari: a. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. serta pencadangan strategis. c. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. e. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. h. f. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rumusan.o. serta data kebutuhan. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. norma. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. ketersediaan dan infrastruktur sektor. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. c. g. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. terdiri dari: a. b. d. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. evaluasi kebijakan. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. menengah dan tahunan berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. f. p. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. 42 . Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan.

serta penyediaan informasi. penyiapan rumusan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. permasalahan iklim usaha. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. c. penelaahan. dan terms of condition KKS. b. d. e. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengumpulan data potensi. 43 . (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. g. penyiapan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. norma. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. f. dan pelaksanaan sosialisasi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi.

Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. tugas serta induk. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. pemeriksaan dan pengujian. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pelaksanaan pencatatan. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. h. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. f. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. 44 . penelaahan. retribusi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. i. g. serta biaya operasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). norma. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan. d. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. tugas serta induk. c. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. e. penelaahan. j. pajak. serta bagi hasil daerah. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat.

serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. lifting dan target penerimaan. PNBP dan tarif iuran. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. tenaga kerja asing. retribusi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. c. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. g. penelaahan. f. penyiapan rumusan. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. pajak. harga minyak mentah Indonesia. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. b.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. d. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. pelaksanaan. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. 45 . norma. e. b. penelaahan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. tenaga kerja asing. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil.

serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. i. b. penyiapan. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. rencana penggunaan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. terdiri dari: a. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penelaahan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. dan kerja sama dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. b. fasilitasi lembaga tripartit. serta pengaturan tenaga kerja asing. penyiapan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. pemberdayaan produksi dalam negeri. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. 46 . pelaksanaan. j. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. k. rencana impor barang operasi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.h. penggunaan barang operasi.

terdiri dari: a. e. serta kerja sama Pemerintah Daerah. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. d. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Seksi Multilateral dan Regional. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pelaksanaan. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.c. f. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. g. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. b. 47 . Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. pelaksanaan. b. penelaahan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional.

k. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan standar. b. pengelolaan WK. d. e. 48 . pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. j. e. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. c. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. h. d. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. g. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. h. f. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. i. pelaksanaan pengumuman WK. e. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. Subdirektorat Wilayah Kerja. terdiri dari: a. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. g. c. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. kriteria pengelolaan WK. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. l. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. f. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). b. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi.d. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a.

b. penelaahan. d. f. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. c. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penilaian. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. e. norma. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. pelaksanaan. terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. 49 .

b. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. e. penyiapan rumusan standar. g. 50 . norma. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. pelaksanaan. penyiapan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. kriteria. i. h. c. penelaahan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. j. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. f. penelaahan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

d. penyiapan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. e. g. penelaahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. rencana kerja dan anggaran KKS. 51 . serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. norma. kriteria usaha eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. tumpang tindih lahan. penelaahan. penyiapan.

pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. e. d. penelaahan. b. penyiapan rumusan standar. penyiapan. 52 . penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. f. g. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. i. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. pelaksanaan pembinaan teknis. h. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. norma. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a.

Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Penyediaan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. c. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Light Natural Gas (LNG). g. perumusan pengaturan Penugasan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pelaksanaan. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. e. bahan bakar lain. f. h. 53 . Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Light Petroleoum Gas (LPG). penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. perumusan jenis bahan bakar minyak. i. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. d. b. penyiapan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. bahan bakar gas.

pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. pengelolaan data. terdiri dari: a. i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. g. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. LNG. d.j. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. f. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar gas. k. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. b. e. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. bahan bakar lain. l. 54 . h. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. LPG. f. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. d. c. c. b. norma. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. e. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. j. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan perizinan usaha pengolahan. pengelolaan data. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179.

hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. pengelolaan data. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. g. Seksi Pengolahan Gas Bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. norma. 55 . e. f. h. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. c. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. d. terdiri dari: a. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi.

e. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. penyiapan rumusan formulasi harga. penelaahan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. d. penyiapan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak.i. kriteria harga bahan bakar. norma. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. j. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. bahan bakar gas dan LPG. serta penyiapan penetapan P3JBT. penyiapan rumusan standar. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. b. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. b. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. 56 . Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. terdiri dari: a.

pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. d. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. g. penyiapan perizinan usaha niaga. kriteria usaha niaga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. h. LNG. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. f. penyiapan. penyiapan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. terdiri dari: a. c. b. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 57 .f. penelaahan. g. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. LPG. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. h. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pengelolaan data. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. b. i. gas bumi. penelaahan. e. pelaksanaan.

penyiapan norma. c. LPG. Seksi Niaga Minyak Bumi. Seksi Niaga Gas Bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. kriteria usaha non bahan bakar. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. terdiri dari: a. LNG. b. pelumas. hasil olahan dan bahan bakar lain. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. d. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. petrokimia. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. tugas 58 . dan non bahan bakar lainnya. f. e. b. biodiesel.

pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta penggunaan tenaga teknik. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. h. kelaikan teknis. profesi personil. d. petrokimia. penelaahan. biodiesel. petrokimia. produk. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). c. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. lindungan lingkungan. penyiapan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. lindungan lingkungan. biodiesel. dan non bahan bakar lainnya. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. usaha penunjang. penelaahan. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. g. dan non bahan bakar lainnya. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. 59 . kelaikan teknis.

terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. d. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. c. Kelompok Jabatan Fungsional.i. b. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. h. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. d. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. g. 60 . penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. j. e. e. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi.

norma. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penelaahan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. instalasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. b. 61 . (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. e. d. instrumentasi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. K3. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. g. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. terdiri dari: a. norma. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan standar.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. d. instalasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penelaahan. penyiapan. e. keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. K3. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 62 . Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan. c. penyiapan.

Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta penjaminan pasca operasi. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. pengangkutan. terdiri dari: a. pengangkutan. Penyimpanan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. pengangkutan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. b. penelaahan. Penyimpanan. penyiapan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. g. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. 63 . pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penelaahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. c.f. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan.

pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan kriteria usaha penunjang. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. f. norma. 64 . Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. g. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan.d. penelaahan.

Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. produk. f. penelaahan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 65 . serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. g. b. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.d. profesi personil. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. 67 . norma. pedoman. kriteria. e. c. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. d.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. kearsipan. b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. d. satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. h. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. d. dan rumah tangga. f. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan urusan ketatausahaan. i. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. c. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. 68 . evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. e. e. c. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

b. terdiri dari: a. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. d. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. c. jaringan. c. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. akuntabilitas kinerja. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. g. pengelolaan sistem. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. e. e. jaringan dan situs informasi. akuntabilitas kinerja. d. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. rapat koordinasi. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. situs.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. 69 . pelaksanaan. pelaporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. Bagian Keuangan.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. satuan kerja. terdiri dari: a. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. d. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. c. e. Subbagian Perbendaharaan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. PBI Direktorat Jenderal. 70 .

b. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. f. laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. c. penelaahan. Subbagian Informasi Hukum. e. pelayanan konsultasi hukum. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan. pelaksanaan informasi. serta kehumasan. pelaksanaan. penyelesaian kerugian negara. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. 71 . pengurusan kehumasan dan perpustakaan. terdiri dari: a. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. c. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penelaahan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. 72 . serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Kepegawaian. e. telepon. g. penelaahan. dan Implementasi Sipeg. f. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. ekspedisi persuratan dinas. keamanan. c. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. kebersihan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. c. dan kearsipan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. mutasi. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengurusan formasi. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. b. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pemberhentian. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. pengadaan pegawai. pelaksanaan.

serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. rencana dan program. pelaksanaan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. persuratan dinas dan kearsipan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. 73 . h. rencana dan program. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. g. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. implementasi Sipeg. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. c. evaluasi kebijakan. e. rencana pengadaan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta rencana dan program pembangunan berjangka.

serta program pengembangan jaringan transmisi. b. menengah dan tahunan tenaga listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. g. f. c. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. b.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. penyiapan rumusan. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. 74 . b. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. d. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. d. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. e. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. e.

penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penelaahan. 75 . penyiapan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. b. penyiapan. penelaahan. b. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. d. penyiapan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. pelaksanaan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik.

penelaahan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. c. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. pelaksanaan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. e. b. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. norma. penyiapan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. f. d. 76 . (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a.

Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. d. b. 77 . penyusunan dokumen perjanjian. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. c. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. evaluasi pelaksanaan rencana. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. multilateral dan regional. penyiapan rumusan rencana dan program. asosiasi dan lembaga lainnya. b. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi.

Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan data. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. e. penyiapan. c. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pengolahan. d. 78 . evaluasi pelaksanaan pengumpulan. b. b. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. statistik dan pemetaan tenaga listrik.

Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. d. i. b. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. e.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pembinaan. c. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. b. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. h. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta perlindungan konsumen. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. c. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. 79 . d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. g. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik.

c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. d. tugas 80 . Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan. b. serta efisiensi dan transparansi usaha. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. d. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. penelaahan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. 81 . b. penyiapan. b. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. c. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. pemberian sanksi. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. f. penyiapan rumusan standar. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. norma. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. terdiri dari: a. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. kriteria harga jual tenaga listrik. terdiri dari: a. penelaahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. e. Seksi Pelayanan Izin Usaha.

pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penyiapan. c. 82 . f. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. norma. penyiapan rumusan standar. penyiapan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. kriteria hubungan komersial. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. b. b. pelaksanaan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penelaahan.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. c. b. penyiapan. penelaahan. norma. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. mempunyai tugas 83 . d. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. e. kriteria perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a.

lindungan lingkungan. f. b. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta pembinaan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. d. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. terdiri dari: a. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. 84 . profesi personil. b. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. f. i. lindungan lingkungan. c. e. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. e. serta penggunaan tenaga teknik. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. c. h.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. produk. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. keselamatan dan K3. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi.

penelaahan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. serta Rancangan SNI. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. b. c. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. b. 85 . penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. f. d. e. g. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.

penyiapan rumusan standar.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. e. kelaikan peralatan. terdiri dari: a. kalibrasi alat ukur. instrumentasi. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. 86 . c. penyiapan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. norma. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. b. f. d. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. penyiapan. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan K3. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. f. g. terdiri dari: a. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. b. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. d. penelaahan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. 87 . e. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. c. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penelaahan.

serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. b. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. d. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. penyiapan. c. 88 . serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. e. penelaahan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

produk. penelaahan. profesi personil. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. dan kriteria usaha penunjang. penelaahan. f. b. c. penyiapan rumusan standar. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. d. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. e. 89 . terdiri dari: a. g. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. norma. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang.

d. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Bimbingan Teknis. 90 . Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. d. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. c. penyiapan rumusan standar. b. e. kriteria pemanfaatan energi. g. b. h. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. energi alternatif. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. norma. c. Subdirektorat Energi Perdesaan. terdiri dari: a. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. b. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi.

e. penyiapan rumusan kebijakan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. c. terdiri dari: a. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. b. penyiapan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penyiapan. penelahaan.d. penelahaan. b. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. norma. kriteria usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 91 . Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. e. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi.

(2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. b. penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penelahaan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penyiapan rumusan standar. 92 . penelahaan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. d. penyiapan. c. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. b.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program. Seksi Program Konservasi Energi. penelahaan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan.

penyiapan rumusan kebijakan. c.. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. rencana dan program energi perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Seksi Program Energi Perdesaan. rencana dan program. b. d. e. terdiri dari: a. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. 93 . Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. norma. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. serta pedoman pengembangan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. b. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. pemberdayaan masyarakat. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penelahaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan rumusan standar.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. penelahaan.

energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. 94 . Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. c. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penelahaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. b. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. penyiapan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. b. terdiri dari: a.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

penyusunan standar. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. e. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. batubara dan panas bumi. dan prosedur di bidang mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. Batubara dan Panas Bumi. norma. batubara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Batubara. kriteria. d. 96 . Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral.

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. kearsipan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. h. Batubara dan Panas Bumi. b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. d. e. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. satuan kerja. f. 97 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. f. terdiri dari: a. d. b. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan. c. e. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. Batubara dan Panas Bumi. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pelaporan. Bagian Keuangan. akuntabilitas kinerja.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. d. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pengelolaan sistem. e. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. jaringan dan situs informasi. Subbagian Laporan. g. terdiri dari: a. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. 98 . rapat koordinasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.

pelaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan. pelaksanaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. d.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. f. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. e. b. 99 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. jaringan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. satuan kerja. terdiri dari: a. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 354 Bagian Keuangan. Subbagian Perbendaharaan. situs. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. PBI Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan.

penyelesaian kerugian negara. penelaahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 100 . serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. terdiri dari: a. serta kehumasan. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. e. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. penelaahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pelayanan konsultasi hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. d. c. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. f. pemberian telaahan dan bantuan hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal.

keamanan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. f. panas bumi dan air tanah. g. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. kebersihan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. ekspedisi persuratan dinas. dan Implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penelaahan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. telepon. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. c. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengurusan formasi. penyiapan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. d. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. b. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. e. dan kearsipan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pengadaan pegawai. 101 . mutasi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pemberhentian. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pertamanan dan perparkiran. perlengkapan dan rumah tangga. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. batubara.

perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan produksi. cadangan atau potensi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. perumusan kebijakan pengembangan usaha. b. rencana dan program di bidang mineral. d. terdiri dari: a. rencana pengadaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. neraca sumber daya wilayah kerja. wilayah kerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. 102 . Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. investasi dan pendanaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. c. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. dan produksi. Subbagian Kepegawaian. b. serta penetapan wilayah kerja. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. implementasi Sipeg. penelaahan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral.

f. d.e. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. c. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. c. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. b. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. evaluasi kebijakan. pencatatan dan perhitungan PNBP. perumusan perencanaan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. f. Batubara dan Panas Bumi. e. batubara. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. pengelolaan data. d. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. j. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. b. g. terdiri dari: a. h. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. batubara. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. e. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. eksplorasi dan operasi produksi. i. serta perhitungan bagi hasil. rencana dan program di bidang mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. 103 . serta pemantauan perencanaan program di daerah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi.

strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. asosiasi dan lembaga sertifikasi. batubara. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. batubara. terdiri dari: a. b. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penelaahan. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penelaahan. h. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. e. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. serta kerja sama di bidang mineral. b. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. f. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. g. 104 . c. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan. serta pemantauan pelaksanaan investasi. d. Seksi Program Mineral dan Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. c. penelaahan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penyiapan. pelaksanaan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. d. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. 105 . Seksi Pengembangan Investasi Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP).

penyiapan. serta penyusunan statistik pengusahaan. kriteria pencadangan wilayah kerja. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. penelaahan. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. b. c. batubara. b. 106 . Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penelaahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja.e. batubara. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. norma. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.

pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. batubara. statistik. panas bumi dan air tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara.e. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara. serta pengelolaan informasi bidang mineral. pencadangan dan potensi di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. penelaahan. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. serta penetapan wilayah kerja. f. batubara dan panas bumi. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. (2) Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi dan Air Tanah. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. cadangan dan wilayah kerja. h. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. penyiapan penetapan potensi. Panas Bumi dan Air Tanah. g. pelaksanaan. neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. batubara. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Batubara. terdiri dari: a. 107 . b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja.

Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penyiapan. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. 108 . Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan pencatatan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. terdiri dari: a. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. e. b. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. serta bagi hasil daerah. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. penelaahan. b. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. c.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. f. b.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. e. d. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. b. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. 113 . c. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. g. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial.

serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. g. h. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. terdiri dari: a. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 114 . serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. c. b. pelaksanaan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. perumusan pengaturan. pelaksanaan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. pembinaan hubungan komersial panas bumi.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. b. i. Seksi Hubungan Komersial Batubara. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d.

c. g. penyiapan rumusan pengaturan usaha. g. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. l. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi.j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. d. c. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. b. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan standar. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. d. 115 . Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. f. f. e. k. dan perubahan batas wilayah kerja.

Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan.h. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. serta pengelolaan air tanah. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. b. d. c. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. b. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Seksi Pengelolaan Air Tanah. i. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. pelaksanaan fasilitasi. 116 . pelaksanaan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. serta pengendalian air tanah. f. b. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. 117 . serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penelaahan. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. b. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengendalian air tanah. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. g. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. c. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. e. pelaksanaan.

pelaksanaan. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. d. terdiri dari: a. penelaahan. b. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. i.h. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta pengelolaan air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. 118 . Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. penelaahan. b. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. e. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi.

pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi.g. serta pengelolaan air tanah. h. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. e. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 119 . pelaksanaan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. f. b. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429.

120 . mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. penelaahan. serta ketatausahaan. serta air tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Seksi Konservasi Air Tanah. b. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. batubara dan panas bumi. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. pelaksanaan. penelaahan.

serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. panas bumi dan air tanah. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. f. profesi personil. batubara. Batubara dan Panas Bumi. b. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. kelaikan teknis. 121 . kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. i. Kelompok Jabatan Fungsional. c. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. e. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. produk. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. Subdirektorat Standardisasi Mineral. g. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. dan panas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. f. K3. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. j.d. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. h. d.

terdiri dari: a. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Standardisasi Mineral. penyiapan. serta konservasi mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. f. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan Panas Bumi.c. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. dan panas bumi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 122 . profesi personil. b. pemurnian. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. d. batubara. penelaahan. Batubara. jenis dan mutu produk. g. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. produk. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. norma. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan standar.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. pelaksanaan. penelaahan. batas wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. batubara dan panas bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. f.b. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. e. b. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. 123 . pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penyiapan. d. c. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. b. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. dan konservasi mineral.

batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. dan panas bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. d. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. h. g. e. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. 124 . terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Batubara dan Panas Bumi. b. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. batubara.c. penelaahan. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. f. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara. i.

keamanan instalasi. b. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. kalibrasi alat ukur. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. panas bumi dan air tanah. Batubara. pelaksanaan. b. f. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. c. dan panas bumi. penelaahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan. 125 . dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. instrumentasi. penimbunan. penyiapan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Keselamatan Batubara.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. g. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. e. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan. terdiri dari: a. norma. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. d. K3 dan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pengangkutan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi.

Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. terdiri dari: a. batubara. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Usaha Penunjang Batubara. 126 . Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan Panas Bumi. Batubara. e. c. d. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan standar. norma.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. pelaksanaan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan kriteria usaha penunjang.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. c. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. d. b. keuangan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat IV. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat III. c. pelaksanaan pengawasan kinerja. b. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat I. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Sekretariat Inspektorat Jenderal. 128 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. e.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat II.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. terdiri dari: a. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. f. k. i. perlengkapan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. b. e. 129 . keamanan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. e. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi. g. Bagian Hukum dan Kepegawaian. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. c. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. d. j. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pengurusan kepegawaian dan organisasi. keprotokolan dan rumah tangga.

penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. d. pelaporan. f. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rencana kerja. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. b. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. terdiri dari: a. 130 . Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program kerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penyiapan. i. satuan kerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. jaringan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana. ketatalaksanaan. b. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan sistem.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penelaahan. akuntabilitas kinerja. g. pelaporan. e. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi. penelaahan. h. Subbagian Penyiapan Laporan. rapat koordinasi. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. ketatalaksanaan. situs. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. j.

pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. c. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. pelaksanaan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. terdiri dari: a. analisis hasil pengawasan. 131 . pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Batubara dan Panas Bumi. e. Badan Geologi.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. d. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. pelaksanaan analisis. penyiapan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. penelaahan. pengolahan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. b. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan. masyarakat dan yustisia. c. penyiapan koordinasi urusan hukum. 132 . Subbagian Hukum. penelaahan. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. perpustakaan. penyuluhan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pertimbangan hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. e.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. bantuan hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. b. dan implementasi Sipeg. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. Subbagian Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dokumentasi hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. b. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. pelaksanaan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian.

kebersihan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. e. k. pelaksanaan. pengurusan penganggaran. Subbagian Rumah Tangga. i. d. dan implementasi Sipeg.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. rumah tangga dan kehumasan. dan kearsipan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. j. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. h. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. penelaahan. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah. pelayanan kesekretariatan. perlengkapan. f. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. rumah tangga dan kehumasan. perbendaharaan. pelaksanaan keamanan. c. perlengkapan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. serta pengurusan administrasi keuangan. g. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. perbendaharaan. serta pengurusan administrasi keuangan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. persuratan dinas. 133 . b. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. keprotokolan dan kehumasan.

b. persuratan dinas. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). c. kebersihan. penelaahan. serta evaluasi atas urusan keamanan. keprotokolan dan kehumasan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pelaksanaan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perencanaan kebutuhan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. perlengkapan dan pengadaan. dan administrasi keuangan. d. 134 . perumusan laporan hasil pengawasan. kearsipan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pemeriksaan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. penelaahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 139 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

Pusat Survei Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. d.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Sekretariat Badan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang geologi. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. h. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. terdiri dari: a. Pusat Lingkungan Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. b. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. e. penelitian dan pelayanan. g. d. Pusat Sumber Daya Geologi. 140 . dan geologi lingkungan. f. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. pelayanan survei geologi. c. b.

Bagian Umum. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. g. informasi hukum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. terdiri dari: a. h. dan rumah tangga. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Keuangan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. c. j. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. f.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. koordinasi pelayanan administratif Badan. c. d. 141 . akuntabilitas kinerja. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. kearsipan. d. serta pelaksanaan bantuan hukum. e. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. i. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan.

penyusunan rumusan ketatalaksanaan. jaringan dan situs informasi. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. pengelolaan sistem.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. satuan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan. d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. 142 . f. c. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. jaringan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengembangan organisasi Badan. e. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyajian informasi. penelaahan. situs. akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. Subbagian Laporan.

serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pemberhentian. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. kepangkatan. kesejahteraan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penelaahan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta implementasi Sipeg. serta evaluasi atas perencanaan. pengembangan. d. penyiapan. pengembangan. b. pelaksanaan. penelaahan. kepangkatan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. serta evaluasi atas mutasi. 143 . e. penggajian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan perencanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. pelaksanaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan. pemberhentian. penggajian. b. dan analisis jabatan. pelaksanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kesejahteraan. c. Pasal 513 Bagian Kepegawaian.

dan rumah tangga. terdiri dari: a. serta pengurusan revisi anggaran. perlengkapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Akuntansi. Subbagian Perbendaharaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Kekayaan Negara. PBI Badan. Neraca. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. serta penyelesaian kerugian negara. f. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan revisi anggaran Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. 144 . c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. kearsipan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. e. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. c. Pasal 517 Bagian Keuangan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyelesaian kerugian negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran.

serta keprotokolan dan upacara Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan. c. informasi dan dokumentasi hukum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesekretariatan. kehumasan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Subbagian Tata Usaha. pengadaan. f. e. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Subbagian Hukum. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 521 Bagian Umum. dan pemeliharaan barang inventaris. dan rumah tangga. penyiapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. 145 . serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pengurusan perlengkapan. persuratan dinas. c. kebersihan dan keamanan Badan. dan kearsipan. pelaksanaaan bantuan hukum. b. rencana kebutuhan dan pengadaan. bantuan hukum. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penelaahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. distribusi penggunaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. perpustakaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. persuratan dinas dan kearsipan. b. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pelayanan kesekretariatan. d. kearsipan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan.

pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. 146 . b. Bagian Tata Usaha. penyelidikan. i. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan panas bumi. Bidang Informasi. penyusunan neraca sumber daya geologi. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. c. dan kepegawaian Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. pengelolaan ketatausahaan. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. rumah tangga. penyelidikan. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. j. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. f. bitumen padat. Bidang Sarana Teknik. keuangan. mineral. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. d. e.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. b. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. d. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. h. serta pemetaan tematik potensi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. gambut. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rencana dan program. serta rancang bangun dan pemodelan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. administrasi keuangan. batubara. rekayasa teknologi. c.

e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta akuntansi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. c. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. keamanan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. 147 . pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengurusan perencanaan. b. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. pengembangan. b. c. kebersihan. d. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. serta rencana strategis berbasis kinerja. penelaahan. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. pelaksanaan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. e. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. 148 . pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. Subbidang Laboratorium. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi.d. terdiri dari: a. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e.

serta pemutakhiran basis data. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Kerja Sama. jaringan dan situs informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 540 Bidang Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pengelolaan perpustakaan. dokumentasi dan publikasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Program. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. b. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. penganggaran. penelaahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. pelakanaan pengelolaan sistem. 149 . pelaksanaan sosialisasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. d. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.

dan gerakan tanah. j. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. penelaahan. gempa bumi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. rumah tangga. tsunami. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. operasi perangkat lunak. penelaahan. f. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta rancang bangun. tsunami. administrasi keuangan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 150 . i. perpustakaan. pemodelan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pelaksanaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan kepegawaian Pusat. sosialisasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pengelolaan ketatausahaan. gempa bumi. dan gerakan tanah h. dokumentasi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta pos pengamatan gunung api. pelaksanaan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. g. serta sesar aktif. penyelidikan. c. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. sistem. dan rekayasa teknologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. kearsipan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. keuangan. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. Bagian Tata Usaha. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. c. pemelaahan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. l. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. terdiri dari: a. pengurusan. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. c. penyelidikan. keamanan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengelolaan sarana. keuangan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. kebersihan.k. e. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. evaluasi pelaksanaan penelitian. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. serta perpustakaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 151 . pengurusan perencanaan. pengembangan.

pemelaahan. d. Subbidang Pengamatan Gunung Api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. 152 . pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. terdiri dari: a. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. penelaahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pengurusan. penetapan status. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. serta penetapan status dan peringatan dini. c. geokimia dan deformasi. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. administrasi keuangan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. b. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penelaahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan.

penelaahan. pelaksanaan. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. b. 153 . Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. terdiri dari: a. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. c.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. d. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. b. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. 154 . pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyelidikan. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. d. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penelaahan. gerakan tanah dan tsunami. penyiapan. b. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. penyiapan. b. terdiri dari: a. f. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. e.

rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. geologi teknik dan air tanah. pengurusan perencanaan. e. d. keuangan. geologi teknik dan air tanah. Bidang Program dan Kerja Sama. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. j. g. pengembangan. c. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. e. terdiri dari: a. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Bidang Informasi. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. penyelidikan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. rekayasa teknologi. f. 155 . k. dan pengelolaan tata ruang. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. h. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Sarana Teknik. pengangkatan. d. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. b. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. administrasi keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional.

penyiapan sarana dan prasarana kerja. f. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. kebersihan. serta akuntansi.c. c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keamanan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. d. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. terdiri dari: a. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 156 . Pasal 566 Bagian Tata Usaha. e.

Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. terdiri dari: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. penelaahan. b. c. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. penelaahan. d. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Kerja Sama. 157 . Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Laboratorium.

c. d. penelaahan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Pasal 578 Bidang Informasi. 158 . serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penganggaran. penyiapan. serta operasi perangkat lunak informasi. b. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta pemutakhiran basis data. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan perpustakaan. b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. pengelolaan.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelaksanaan sosialisasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dokumentasi dan publikasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. penelaahan.

pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. rumah tangga. operasi perangkat lunak. dokumentasi. m. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. rekayasa teknologi. pemetaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. f. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. e. k. inventarisasi hasil survei. pemetaan geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. tektonik. j. c. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyelidikan dan survei di bidang geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. perpustakaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. b. i. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. geofisika. administrasi keuangan. pelaksanaan. 159 . geomorfologi. l. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemetaan dan penelitian geologi. dan kepegawaian Pusat. geokimia. pelayanan jasa survei. d. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penelitian dan penyelidikan geologi. h. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. penelaahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. sosialisasi. sistem. g.

penyiapan sarana dan prasarana kerja. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pengembangan. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. d. e. serta akuntansi. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pengangkatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. 160 . Bidang Sarana Teknik. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Bidang Informasi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. keuangan. pengurusan perencanaan.

analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. c. d. pelaksanaan. e. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbidang Laboratorium. penelaahan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 161 . pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. 162 . c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyusunan akuntabilitas kinerja. pengelolaan. b. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penelaahan. Subbidang Kerja Sama. d. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Program. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. penganggaran. penelaahan. b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemutakhiran basis data. serta pengelolaan perpustakaan. perpustakaan. sosialisasi. c. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 163 . pelakanaan pengelolaan sistem. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. b. operasi perangkat lunak. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. d. Pasal 597 Bidang Informasi. dokumentasi dan publikasi. b.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. sistem. penelaahan.

Teknisi Litkayasa.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelidik Bumi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. f. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. e. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. b. panas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. mineral batubara. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. 165 . pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. d. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. g. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya.

pengelolaan urusan ketatausahaan. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. kearsipan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. d. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. serta perencanaan kerja. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. informasi hukum. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. b. dan rumah tangga. terdiri dari: a. h. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. e. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. koordinasi pelayanan administratif Badan. g. e. 166 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta pelaksanaan bantuan hukum.

akuntabilitas kinerja. d. pengelolaan sistem. c. Bagian Keuangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d. Subbagian Laporan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. g. Kelompok Jabatan Fungsional. e.i. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. e. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. b. pelaporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. terdiri dari: a. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. f. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 167 . penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Kepegawaian. pelaporan. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. terdiri dari: a. j.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. serta penyempurnaan organisasi Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pengadaan. pemberhentian. kepangkatan. terdiri dari: a. 168 . dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. dan analisis jabatan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Subbagian Pengembangan Pegawai. satuan kerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengurusan perencanaan. b. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. c. serta implementasi Sipeg. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. jaringan. penyiapan. e. penggajian. d. c. b. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. penelaahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. serta pengembangan organisasi Badan. kesejahteraan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi. situs.

169 . pelaksanaan. e. pelaksanaan. penyiapan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. penelaahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Akuntansi. pengangkatan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyelesaian kerugian negara. penyiapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perencanaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 618 Bagian Keuangan. d. penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbagian Kekayaan Negara. kesejahteraan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta evaluasi atas mutasi. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. penggajian. pelaksanaan. penyiapan. serta implementasi Sipeg Badan. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. kepangkatan pemberhentian. pengembangan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. PBI Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. c. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan.

perlengkapan dan rumah tangga Badan. pelaksanaan. pelaksanaan. pengadaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. c. persuratan dinas. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaaan bantuan hukum. perlengkapan. 170 . Subbagian Tata Usaha. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. dan revisi anggaran Badan. penelaahan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. c. penyelesaian kerugian negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. f. kearsipan. kearsipan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. e. dan rumah tangga. dan kearsipan. serta pengurusan perlengkapan. perlengkapan. penelaahan. perpustakaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. b. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 622 Bagian Umum. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pemeliharaan barang inventaris. Neraca. kehumasan. d. dan rumah tangga. pelayanan kesekretariatan. distribusi penggunaan.

c. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. f. rencana kebutuhan dan pengadaan. bantuan hukum. 171 . dokumentasi hukum dan perpustakaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. g. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. kesekretariatan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kebersihan dan keamanan Badan. persuratan dinas dan kearsipan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penelaahan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan hak atas kekayaan intelektual Badan.

terdiri dari: a. b. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. administrasi keuangan. c. Bidang Program. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional. pengurusan perencanaan. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Afiliasi.h. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. b. 172 . Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. e. e. rumah tangga. i. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta pelaksanaan keamanan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. kebersihan.

d. penyiapan. b. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan sarana kerja. penyediaan bahan baku. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. pelaksanaan. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. e. keamanan. dan kebersihan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. c. serta pengadaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. 173 .

penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta analisis. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. b. 174 . penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 637 Bidang Program. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b.

Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. 175 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan. b. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. jaringan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. terdiri dari: a. c. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. e. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi. d. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

g. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 176 . serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. i. f. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. h. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. jaringan. c. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan kepegawaian Pusat. administrasi keuangan. situs dan penyebarluasan informasi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.

Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. c. pengurusan perencanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 177 . organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". serta pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pengembangan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. pemeliharaan sarana kerja. kebersihan. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta pelaksanaan keamanan. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi. e. b. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan pengelolaan anggaran. dan kebersihan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. Bidang Program. b. keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. d.

c. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pelaksanaan operasi penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. e. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. penyiapan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. 178 . sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. terdiri dari: a.

penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 179 . serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penelaahan. c. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 656 Bidang Program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. terdiri dari: a. penelaahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. jaringan. 180 . Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. pelaksanaan. e. c. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. d. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658.

Bagian Tata Usaha. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. c. c. Bidang Program.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. g. i. 181 . administrasi keuangan. h. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan kepegawaian Pusat. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rumah tangga. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. f. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e.

d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. terdiri dari: a. pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengangkatan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. e. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pengadaan. kebersihan. dan kebersihan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 182 . b. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. c. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. serta pelaksanaan keamanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

pelaksanaan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. penelaahan. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penelaahan. d. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengembangan Sarana. 183 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Pasal 675 Bidang Program. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penelaahan. 184 . Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta analisis. evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Analisis dan Evaluasi.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.

Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. d. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Informasi dan Publikasi. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan. pelayanan jasa teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. b.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. penelaahan. 185 . Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. j. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. f. dan kepegawaian Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan geofisika kelautan. Bidang Program. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. b. geokimia. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. i. Bidang Afiliasi. c. h. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. 186 . administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. d. b. rumah tangga. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. terdiri dari: a. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. c. Kelompok Fungsional. e.

c. serta pelaksanaan keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. e. b. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengangkatan. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. d. perencanaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 187 .

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. e. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. pengelolaan. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. d. 188 . serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. terdiri dari: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pengelolaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Penyiapan Rencana. 189 . pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. b. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. c. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi. penelaahan. penyiapan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. penelaahan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama.c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.

pelayanan jasa teknologi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi.d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. e. 190 . jaringan. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. b. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. Subbidang Informasi dan Publikasi.

Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 191 . Penyelidik Bumi. Perekayasa.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. mineral. c. e. batubara. g. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. d. geologi. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. 192 . penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. satuan kerja. h. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. e. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 193 . serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. g. c. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. d. d. pembinaan kerja sama. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. b. e. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. f.

penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. dan rumah tangga. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 194 . Bagian Keuangan. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. b. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penganggaran. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. e. k. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. kearsipan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pelaporan. akuntabilitas kinerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. c. ketatalaksanaan.j. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. f. Bagian Umum. d. b. h. l. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. serta perencanaan kerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. g. Bagian Kepegawaian.

Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengadaan. pemberhentian. serta pengembangan organisasi Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. Subbagian Kerja Sama. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. c. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pengurusan perencanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. terdiri dari: a. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. akuntabilitas kinerja. perencanaan kerja. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta implementasi Sipeg. pengembangan. penelaahan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penganggaran. kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. d. e. jaringan dan situs informasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. dan sistem. kesejahteraan. serta evaluasi atas laporan berkala. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyiapan. prosedur kerja. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. 195 . b. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. penggajian.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. pelayanan jasa. penyiapan. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan. Subbidang Utilitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. 200 . pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. d. c.. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penelaahan. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. kontrol kualitas. produk kilang. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat.

pengembangan dan pemanfaatan. b. d. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penyediaan dan pemanfaatan. penelaahan. c. penyiapan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. 201 . pelayanan jasa. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Bengkel. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. b.

kerja sama. e. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. b. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan. f. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Pelatihan. c. pengelolaan kepustakaan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur. d. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. g. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pedoman. pedoman. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta kepustakaan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. norma. norma. pelaksanaan. 202 . Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. standar. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar.

pedoman. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. d. terdiri dari: a. e. d. Bidang Sarana Teknis. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. perlengkapan. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. kearsipan. 203 . h. e. b. f. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Batubara. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pemberian pelayanan jasa. prosedur. g. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. i. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. norma. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.

pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. 204 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dokumentasi dan tata naskah. perlengkapan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta hukum. c. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. b. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi. b. perbendaharaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a.

Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 205 . Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pelaksanaan. penelaahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c.c. b. e. rencana pengembangan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. norma. pelaksanaan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. d. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. penggunaan. pelaksanaan pemeliharaan. penyiapan rumusan standar. b. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman.

pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.d. kriteria. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. terdiri dari: a. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. norma. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan. f. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. kerja sama dan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. dan prosedur. pedoman. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. d. 206 . pedoman. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Program dan Kerja Sama. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.

207 . Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. norma. pelaksanaan. f. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. penelaahan. d. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pedoman. penyusunan standar. pelaksanaan. penyiapan penyelenggaraan. penelaahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. prosedur. pemberian pelayanan jasa. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan penyelenggaraan. penyusunan standar. b. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. c. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. norma.

Kelompok Jabatan Fungsional. d. perbendaharaan. c. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. h. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Kepegawaian dan Umum. e. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. kearsipan. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. 208 . kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. d. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.g. terdiri dari: a. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pengelolaan ketatausahaan. b. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bagian Tata Usaha. b. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi.

akuntabilitas kinerja. kerja sama. jaringan dan situs informasi. dan sistem. e. b. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. d. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. 209 . pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan. Subbidang Perencanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. norma. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

serta evaluasi atas pengelolaan standar. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. pedoman. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. d. promosi. kerja sama. e. penyiapan. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. kriteria dan prosedur. Subbidang Pelatihan. pelaksanaan. 210 . Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan kerja sama. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. norma.

h. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. d. 211 . kriteria pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pedoman. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bidang Pelatihan dan Sarana. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. c. d. f. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengelolaan ketatausahaan. b. Bagian Tata Usaha. c. penelaahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pelaksanaan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. pemberian pelayanan jasa.

dokumentasi dan tata naskah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. e. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. 212 . kehumasan dan keprotokolan. hukum. organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. perlengkapan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. akuntansi. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. c.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kearsipan. d. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan.

Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Subbidang Perencanaan. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. norma dan kriteria. serta evaluasi atas standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. 213 . pedoman. penelaahan. pelaksanaan. c. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. e. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan. terdiri dari: a. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. d. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbidang Pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Sarana dan Prasarana. 214 . kerja sama. penelaahan. b. pelaksanaan kerja sama. promosi. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. d. e. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. terdiri dari: a. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 . serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.

(4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Direktorat Jenderal. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. c. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. 216 . Inspektorat Jenderal dan Badan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. e. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. d. b.

pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. i. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. h. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. j. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. f. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. e. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. g. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. b. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. k. serta neraca energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. 217 . evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen.

Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. d. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. c. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta kearsipan Pusat. d. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Tata Usaha. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. pelaporan dan tata persuratan. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. 218 . Subbagian Tata Usaha Pusat. rumah tangga. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. dukungan operasi kerja. b. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. c. b. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. b. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Bakoren. serta kearsipan Bakoren. pelaksanaan urusan tata usaha. e. Bidang Kajian Strategis.

g. k. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. j. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. i. terdiri dari: a. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. e. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. b. h. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. l. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. penyiapan norma. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. 219 . c. f. persuratan dinas dan kearsipan.

penelahaan. b. b. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. pelayanan data dan informasi. c. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. e. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. f. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. penyiapan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. 220 . penyusunan rumusan norma. ketenagalistrikan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi.

terdiri dari: a. penelahaan. gambut. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. d. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. f. penelahaan. pelaksanaan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bitumen padat. 221 . b. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. b. c. air tanah dan kegeologian. Subbidang Kajian Strategis Energi. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. e. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. pelaksanaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral.

BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. 222 .

peraturan perundang-undangan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan keselamatan umum. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. perencanaan kerja. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. peralatan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. 223 . (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien.a kepada pejabat eselon I. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi personil. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dan akuntabilitas kinerja Departemen. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. standardisasi teknis. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. organisasi. regulasi ekonomi dan keteknikan. dokumentasi. penganggaran.

Sekretaris Direktorat Jenderal. Direktur Jenderal. Direktur Jenderal. 224 . Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Inspektur.a. (3) Kepala Biro. (5) Kepala Subbagian.a.a.BAB XIV ESELON.a. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Pusat. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (4) Kepala Bagian. Direktur. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.b. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal.

diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. X. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.

(5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.(4) Perubahan atas rincian tugas. susunan organisasi. 226 . dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi.

Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.