MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Kementerian Negara. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. c. koordinasi kegiatan Departemen. d. dan lembaga lain yang terkait. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. c. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Biro Kepegawaian dan Organisasi. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Departemen lain. Biro Umum. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. 5 . penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. b. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. e. Biro Keuangan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. terdiri dari: a.

serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. rencana dan program kerja. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. d. c. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. serta pengelolaan kerja sama Departemen. c. Bagian Perencanaan Anggaran. menengah dan tahunan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. g. l. h. rencana kerja dan anggaran. j. 6 . e. b. serta perumusan akuntabilitas kinerja. f. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. perumusan kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. rencana pembangunan jangka panjang. e. Kelompok Jabatan Fungsional. b. rencana anggaran.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. evaluasi kebijakan pembangunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Bagian Analisis dan Evaluasi. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. k. serta kerja sama. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. penyusunan harga satuan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Bagian Kerja Sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. i. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta rencana strategis. dan rencana anggaran. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. b. penyusunan rumusan RK-KL. penelaahan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Menengah dan Tahunan Departemen. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. d. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan norma. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. e. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. b. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. standar dan kriteria rencana kerja. penelaahan. c. Subbagian Perencanaan Penunjang. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Inspektorat Jenderal. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. f. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. 7 . (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan Badan Geologi.

penyiapan rumusan satuan harga pokok. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. d. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Penunjang. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. penyiapan. b.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. c. dan Badan Geologi. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan 8 . serta rumusan RKA-KL dan DIPA. kriteria perencanaan anggaran. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan standar. norma. penelaahan. e. penyiapan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. f. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. kriteria akuntabilitas kinerja. RKA-KL. terdiri dari: a. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. e. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. menengah. norma. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. d.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b. tahunan dan rencana strategis. Inspektorat Jenderal. c. 9 . g. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. f. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyiapan bahan sidang. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. c. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. rencana pembangunan jangka panjang. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. b. penelaahan. h. penyiapan rumusan standar. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen.

10 . g. penelaahan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. kriteria kerja sama. h. Panas Bumi. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penelaahan. f. d. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Inspektorat Jenderal. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. norma. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. e. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. dan Badan Geologi. penelaahan. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama asosiasi. penyiapan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.

b. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. pemensiunan. Subbagian Kerja Sama Bilateral.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. dan kesejahteraan pegawai. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. pengadaan. b. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. pembinaan mutasi. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. c. penelaahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. penelaahan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. terdiri dari: a. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. e. kepangkatan. dan penilaian kinerja pegawai. 11 . perencanaan. d. penempatan dan pengembangan pegawai. jabatan struktural dan fungsional. pengembangan organisasi dan tata laksana. c. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. disiplin. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. 12 . evaluasi pembinaan kepegawaian. e. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. b. e. serta administrasi penugasan ke luar negeri. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. d. g. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. j. Bagian Mutasi Pegawai. penyiapan rumusan standar. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. f. serta standardisasi kompetensi jabatan. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. k. d. i. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. c. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. g. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. pengelolaan sistem informasi pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta kartu PNS. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. b. pengadaan. Bagian Data dan Informasi Pegawai. c. penyiapan rumusan rencana. norma. pola dan pengembangan karir pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). dokumentasi dan tata naskah pegawai.f. h. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyusunan rencana formasi.

pemberhentian dan disiplin. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 13 . penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. penyiapan. c. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. kepangkatan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. b. pemindahan. Subbagian Pengembangan Karir. penelaahan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS.h. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. dan penugasan pegawai ke luar negeri. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. i. bimbingan teknis. kompetensi pegawai. j. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. pengelolaan administrasi tugas belajar. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penelaahan. urusan tugas belajar dan izin belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. dan Kartu PNS Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan.

b. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. k. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. norma. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Askes. dan Bapertarum. serta Kartu Istri. dan penilaian prestasi pegawai. pemberhentian. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pelaksanaan. c. pemberhentian. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pemindahan. penarikan kembali. penelaahan. pemindahan. f. pembebasan sementara. ujian dinas dan Ujian KPPI. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. 14 . kepangkatan. pengangkatan kembali. kriteria mutasi pegawai. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. Kartu Suami. e. h. terdiri dari: a. dipekerjakan. kepangkatan. g. Taspen. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemberhentian dan disiplin. d. pemindahan. c. dan penarikan kembali pegawai.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. dan penilaian angka kredit. j. pelaksanaan disiplin pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. perbantuan. dipekerjakan. b. pelaksanaan pemindahan pegawai. perbantuan. penyiapan standar. pelaksanaan kepangkatan. cuti. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. serta kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. i. Subbagian Mutasi Jabatan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pelaksanaan kesejahteraan.

d. penelaahan. pemberhentian. penggajian. pengadaan pegawai. penilaian angka kredit. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Kartu Istri. Bapertarum pegawai Departemen. Askes. penelaahan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. h. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. dan administrasi lembaga tripartit. c. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Daftar Urut Kepangkatan. e. disiplin. penghargaan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pelayanan kesehatan. dan daftar riwayat hidup pegawai. pemindahan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Kartu Suami. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. f. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. g. pemberhentian dan pemensiunan. pendidikan dan pelatihan pegawai. i. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. 15 . serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. jabatan. Taspen. penghargaan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pelaksanaan. penyusunan laporan kekuatan pegawai.

pelaksanaan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pengadaan pegawai. serta evaluasi. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kepangkatan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. c. c.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. b. pemindahan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penggajian. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. penghargaan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pelaksanaan. e. penelaahan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. d. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta pedoman penyempurnaan organisasi. pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. 16 . (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan. norma. klasifikasi dan peta jabatan. pelaksanaan. penelaahan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pemberhentian. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. b. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. kriteria pengembangan organisasi. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen.

Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peta jabatan. administrasi keuangan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. Subbagian Tata Laksana. analisis beban kerja. pengembangan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pengembangan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. h. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pola hubungan kerja. penelaahan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 17 . Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. c.f. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. b. Subbagian Kelembagaan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pengembangan. perbendaharaan. g. standardisasi kompetensi jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen.

l. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. g. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. Bagian Perbendaharaan. kekayaan negara dan akuntansi. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. serta nota keuangan. Bagian Pendapatan dan Belanja. penyelesaian kerugian negara. e. perbendaharaan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. laporan realisasi anggaran. b. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. f. h. serta bimbingan teknis perbendaharaan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. k. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Pasal 49 Biro Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. administrasi keuangan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. j. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. serta Neraca Departemen. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. terdiri dari: a. 18 . c. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). serta pelaksanaan akuntansi. dan implementasi sistem akuntansi. i. serta pembinaan perbendaharaan. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pembinaan inventarisasi. Bagian Kekayaan Negara. Bagian Akuntansi. c. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. d. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja.

Subbagian Anggaran Belanja. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan target. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). b. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. f. evaluasi tarif dan revisi PNBP. norma. penyiapan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. i. b. pelaksanaan. e. Subbagian Anggaran Pendapatan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. c. j. penelaahan. penelaahan. k. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. 19 . (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan. penyusunan rumusan standar. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama.

d. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. c. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. b. penelaahan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. b. norma.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. e. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. c. pelaksanaan. f. 20 . pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. serta pembagian iuran sumber daya alam. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. dan pengelolaan SPM. Badan Geologi.

f. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. ganti rugi. penelaahan. c. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan standar. 21 . b. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. g. b. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. e. pelaksanaan. norma. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. tuntutan perbendaharaan. kriteria pengelolaan kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. d. dan bidang minyak dan gas bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral.

penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. terdiri dari: a. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. g. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 64 Bagian Akuntansi. e. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. penelaahan. penelaahan. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Penyiapan Neraca. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. rekonsiliasi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. c. f. norma. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Badan Geologi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. c. d. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan verifikasi. 22 .

pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. c. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. serta hubungan masyarakat Departemen. dan implementasi SAAT Departemen. dan bantuan hukum. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. equitas dana. verifikasi anggaran. pengelolaan dokumentasi. serta pelaksanaan kehumasan. f. rekonsialiasi. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kehumasan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. konsolidasi. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. penelaahan. pelaksanaan. dan bantuan hukum. b. 23 . Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. h. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi. kewajiban. penelaahan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). dan penyelesaian kasus hukum. e. g. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. Neraca. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. dan implementasi SAI Departemen. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. pelaksanaan. bantuan hukum dan kehumasan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen.

e. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan bantuan hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. 24 . Bagian Hubungan Masyarakat.i. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. b. Bagian Bantuan Hukum. evaluasi peraturan perundang-undangan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. c. j. c. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. e. d. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. serta program legislasi dan regulasi Departemen. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. b. Bagian Penelaahan Hukum. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. terdiri dari: a. d. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. b. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

dan unsur unit penunjangnya. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. h.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. kriteria kontrak atau perjanjian. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penelaahan. b. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. 25 . serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. penelaahan. norma. penelaahan. c.

serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. b. d. penelaahan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. penyiapan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. e. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. norma.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. Batubara dan Panas Bumi. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. penyiapan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penelaahan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. 26 . pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral.

Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. penelaahan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. b. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penyiapan rumusan standar. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. c. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. dan unsur unit penunjangnya. c. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. penelaahan. f. b. terdiri dari: a. d. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksaaan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. serta monitoring dan analisis berita. e. konferensi pers. Batubara dan Panas Bumi. 27 .

Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. penelaahan. monitoring dan analisis berita Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. i. b. abstrak peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. penelaahan. j. terdiri dari: a. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan peliputan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. pameran Departemen. c. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. h. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan.g. penerbitan. pelaksanaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. peliputan dan perekaman kegiatan. konferensi pers. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Subbagian Publikasi. 28 .

i. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. b. c. Bagian Tata Usaha. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. b. pengelolaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. d. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Pasal 87 Biro Umum. f. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. d. terdiri dari: a. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. e. h. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyediaan sarana dan prasarana kerja. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. rumah tangga Sekretariat Jenderal. tugas 29 . Sekretaris Jenderal. g. pengadaan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. f. Bagian Perlengkapan. j.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. tata persuratan dinas dan kearsipan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. tata usaha dan kearsipan. e. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Staf Ahli. perlengkapan dan pengadaan.

e. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. persuratan dinas. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Medan Merdeka Selatan 18. pelantikan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. c. penyiapan penyelenggaraan rapat. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. b. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Jakarta Pusat). Subbagian Urusan Dalam Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. d. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. c. b. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. f.

penelaahan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. e. b. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. Subbagian Tata Usaha Departemen. d. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Kearsipan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. c. terdiri dari: a. b. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. f. norma. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan ekspedisi surat dinas. c. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penjadwalan kegiatan. persuratan dinas. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. 31 . Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

keselamatan. b. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. b. e. c. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. c. terdiri dari: a. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. f. Kepala Biro dan Kepala Pusat. keselamatan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. Jakarta Pusat). (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Staf Ahli. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. d. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.H. Staf Ahli. 32 . pelaksanaan kebersihan. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. M.

Pasal 102 Bagian Perlengkapan. e. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. kriteria perlengkapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. norma. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. c. pelaksanaan pengadaan. g. inventarisasi. b. penyiapan kegiatan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan kearsipan Staf Ahli. serta pengadaan. b. c. Subbagian Pengadaan. penelaahan penyiapan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. terdiri dari: a. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 33 . d. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Subbagian Rencana Kebutuhan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 34 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.

d. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. 35 . d. norma.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. b. e. c. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. penyusunan standar. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pedoman. kriteria. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a.

d. akuntabilitas kinerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. satuan kerja. ketatalaksanaan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. kearsipan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. i. pengelolaan urusan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. h. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. c. g.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. b. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. Bagian Keuangan. Bagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. f. terdiri dari: a. c. b. e. 36 . koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

rencana dan program. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil. l. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. j. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. penelaahan. m. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). h. e. n. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. i. 41 . serta evaluasi atas urusan kepegawaian. b. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. implementasi Sipeg. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan pengaturan. c. g. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. d. k. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. WP & B).(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f.

Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. norma. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. terdiri dari: a. d. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. f. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. e. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133.o. penyusunan statistik. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. g. terdiri dari: a. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. e. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. p. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. 42 . Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. serta pencadangan strategis. h. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. b. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. d. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. c. serta data kebutuhan. b. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja.

penelaahan. terdiri dari: a. dan terms of condition KKS. e. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. penyiapan. penyiapan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. f. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penelaahan. 43 . c. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyediaan informasi. pengumpulan data potensi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. norma. b. b. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. g. d. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan pelaksanaan sosialisasi. penyiapan rumusan. permasalahan iklim usaha.

evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. e. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. tugas serta induk. norma. g. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. serta biaya operasi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta bagi hasil daerah. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. pelaksanaan pencatatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. h. penyiapan. penyiapan. b. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. pajak. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. d. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). i. retribusi. 44 . Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pemeriksaan dan pengujian. c. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. tugas serta induk. j.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. f.

e. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. retribusi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. norma. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. g. pajak. f. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. b. penelaahan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. pelaksanaan. harga minyak mentah Indonesia. d. PNBP dan tarif iuran. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. 45 . lifting dan target penerimaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. b. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. penelaahan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. penyiapan rumusan. tenaga kerja asing. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. tenaga kerja asing. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.

b. fasilitasi lembaga tripartit. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. i. k. pemberdayaan produksi dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. j. penyiapan. serta pengaturan tenaga kerja asing. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. rencana impor barang operasi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. dan kerja sama dalam negeri. 46 . b.h. penelaahan. penelaahan. penyiapan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penggunaan barang operasi. pelaksanaan.

Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.c. g. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. b. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. pelaksanaan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. 47 . terdiri dari: a. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. penyiapan. penyiapan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. e. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. c. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. f. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. b. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. penelaahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional.

Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. c. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. k. c. Kelompok Jabatan Fungsional. l. e. g. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. i. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. h. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. d. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. e. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan WK. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. h. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. g. 48 . pelaksanaan pengumuman WK. b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. d. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Subdirektorat Wilayah Kerja. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. j. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. kriteria pengelolaan WK. f. f.d. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. penyiapan rumusan standar. norma. b. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. norma. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. penyiapan rumusan standar. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. b. kriteria usaha eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. b.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penilaian. c. e. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. f. 49 . Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

c. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. e. penelaahan. norma. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. i. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. b. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. f. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. h. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. kriteria. penyiapan rumusan standar. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. d. 50 . penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. j. penyiapan.

serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. penyiapan. kriteria usaha eksploitasi. b. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. 51 . pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. e. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. c. d. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penelaahan. tumpang tindih lahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan standar.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. norma. rencana kerja dan anggaran KKS. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

norma. f. penyiapan. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. b. c. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. h.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 52 . i. d. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. penelaahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi.

c. i. penyiapan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. d. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. perumusan jenis bahan bakar minyak. perumusan pengaturan Penugasan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Light Petroleoum Gas (LPG). perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. bahan bakar gas. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. penelaahan. b. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Penyediaan. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. bahan bakar lain. e. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. 53 . h. Light Natural Gas (LNG).

LNG. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. e. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. bahan bakar gas. h. f. d. b. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. 54 . i. pengelolaan data. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait.j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. j. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan standar. e. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. c. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. k. l. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. norma. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. LPG. bahan bakar lain. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. penyiapan perizinan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. f. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. penyiapan. 55 . serta pemantauan penyediaan bahan bakar.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. g. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. h. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. norma. pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. e. c. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. penyiapan. terdiri dari: a. d. penelaahan.

Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi.i. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. 56 . pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta penyiapan penetapan P3JBT. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. e. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. d. bahan bakar gas dan LPG. terdiri dari: a. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. j. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. b. penelaahan. kriteria harga bahan bakar. c. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. b. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penyiapan rumusan formulasi harga.

Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. b. LPG. b. terdiri dari: a. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. e. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. f. 57 . LNG. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha niaga. gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. penelaahan. pelaksanaan. g. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan. penyiapan perizinan usaha niaga. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi.f. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. norma. h. pengelolaan data. i. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. c. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. g. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. h.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Niaga Minyak Bumi. penyiapan. LPG. penelaahan. f. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. b. c. e. pelumas.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. penelaahan. LNG. Seksi Niaga Gas Bumi. kriteria usaha non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penyiapan norma. tugas 58 . b. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. biodiesel. d. petrokimia. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar.

biodiesel. usaha penunjang. f. penelaahan. petrokimia. produk. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta penggunaan tenaga teknik. profesi personil. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. dan non bahan bakar lainnya. kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. penyiapan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. h. lindungan lingkungan. dan non bahan bakar lainnya. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. biodiesel. penelaahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. d. petrokimia. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. b.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 59 . g. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. penyiapan.

pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. h.i. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. b. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. d. terdiri dari: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. g. Kelompok Jabatan Fungsional. 60 . serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. f. j. e. d. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . c.

b. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. K3. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. f. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. c. penyiapan rumusan standar. penyiapan. instalasi. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. norma. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 61 . Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. d. e. g. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. terdiri dari: a. dan penggunaan tenaga teknik.

e. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. instalasi. penyiapan. pelaksanaan. pengangkutan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. dan kalibrasi alat ukur. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. d. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penelaahan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. instrumentasi. terdiri dari: a. b. 62 . c. penyiapan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. K3.

pengangkutan. pengangkutan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. serta penjaminan pasca operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. penyiapan. Penyimpanan. penyiapan. pelaksanaan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. g. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. 63 . pengangkutan. c. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penelaahan.f. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pelaksanaan. b. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. g. c. norma. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. dan kriteria usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. 64 . penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan. f. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. e. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan.d. penyiapan rumusan standar. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. b.

yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. penelaahan.d. penelaahan. b. profesi personil. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. produk. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. 65 . pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. g. terdiri dari: a. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. f. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi.

66 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. d. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. pedoman. 67 . c.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyusunan standar.

Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. e. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. h. 68 . terdiri dari: a. f. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. d. b. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. e. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. g. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. i. satuan kerja. kearsipan. d. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. dan rumah tangga. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal.

akuntabilitas kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. f. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. rapat koordinasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. 69 . pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Keuangan. b. terdiri dari: a. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. pelaporan. jaringan dan situs informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. g. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. pengelolaan sistem. Bagian Umum dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. d. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. situs. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. ketatalaksanaan. e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. jaringan. c. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.

Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. b. terdiri dari: a. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. satuan kerja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan. penelaahan. PBI Direktorat Jenderal. e. d. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. 70 . Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. f. c. penyiapan. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta kehumasan. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan informasi. c. penyiapan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. b.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. d. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. terdiri dari: a. b. e. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. 71 . f. penelaahan. pelayanan konsultasi hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. dokumentasi dan sosialisasi hukum.

pelaksanaan. keamanan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. b. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. b. kebersihan. dan kearsipan. f. d. c. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pengurusan formasi. pelaksanaan. e. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. Subbagian Tata Usaha. telepon. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pertamanan dan perparkiran.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Subbagian Kepegawaian. penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. dan Implementasi Sipeg. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. mutasi. g. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. 72 . penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. pengadaan pegawai. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. ekspedisi persuratan dinas. pemberhentian. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. c.

serta pengelolaan kerja sama luar negeri. b.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. f. pelaksanaan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. c. implementasi Sipeg. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. persuratan dinas dan kearsipan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. d. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. evaluasi kebijakan. penelaahan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. g. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. e. h. 73 . (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. rencana dan program. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. rencana pengadaan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. rencana dan program. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

penyiapan rumusan rencana jangka panjang. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. c. b. e.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. e. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. b. 74 . serta program pengembangan jaringan transmisi. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. g. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. d. serta rencana strategis dan RUKN. c. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. f. b. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial.

penelaahan. d. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. pelaksanaan. b. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penelaahan. b. 75 . penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik.

Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan bahan rumusan standar. penelaahan. norma. penyiapan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. d. penelaahan. pelaksanaan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. c. penyiapan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. f. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. b. penelaahan. 76 . b. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. e. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. kriteria tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik.

d. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. penelaahan. penyusunan dokumen perjanjian. penyiapan rumusan rencana dan program. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. 77 . evaluasi pelaksanaan rencana.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. b. asosiasi dan lembaga lainnya. c. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Seksi Multilateral dan Regional. multilateral dan regional. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi.

Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. 78 . pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. pelaksanaan pengelolaan data. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. b. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. penelaahan. d. penyiapan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. e. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. pengolahan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. c. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. c. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. h. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. e. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. i. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. e. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. b. b. f. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. pembinaan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. 79 . d. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta perlindungan konsumen.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. b. d. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. c. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.c. serta efisiensi dan transparansi usaha. d. evaluasi pelaksanaan pengaturan.

b. penyiapan. b. norma. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Izin Usaha. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Seksi Pelayanan Izin Usaha. kriteria harga jual tenaga listrik. pemberian sanksi. c. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. 81 . b. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. f. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. e. penelaahan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. penyiapan rumusan standar.

Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. 82 . penyiapan. c. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. penelaahan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. kriteria hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. penelaahan. d. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. terdiri dari: a. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. f. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penyiapan rumusan standar. norma. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. b. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. e.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penelaahan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. b.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. e. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. d. terdiri dari: a. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. penelaahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. c. b. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. mempunyai tugas 83 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. norma.

e. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. f. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. terdiri dari: a. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. kelaikan teknis. 84 . d. g. keselamatan dan K3. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Kelompok Jabatan Fungsional. kelaikan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. h. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. c. f. lindungan lingkungan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. c. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. produk. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta penggunaan tenaga teknik. d. i. serta pembinaan teknis. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. profesi personil.

Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. d. 85 . e. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. g. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. f. penelaahan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. jenis dan mutu tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta Rancangan SNI. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a.

penelaahan. kalibrasi alat ukur. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. norma. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. f. pelaksanaan. g. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. dan K3. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kelaikan peralatan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. 86 . pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. instrumentasi. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. e. terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c.

Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. terdiri dari: a.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. g. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. d. penelaahan. 87 . penelaahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. f. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. e. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. b. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal.

b. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. 88 . d. c. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. b. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. e. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja.

penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. 89 . e. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan kriteria usaha penunjang. terdiri dari: a. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan standar. produk. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. penelaahan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. f.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. profesi personil. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. norma.

energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. c. Subdirektorat Konservasi Energi. f. f. energi perdesaan dan konservasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan kebijakan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. d. penyiapan rumusan standar. e. norma. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. b. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi alternatif. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. h. d. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. g. serta rencana dan program energi baru terbarukan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. c. b. kriteria pemanfaatan energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. 90 . b. Subdirektorat Bimbingan Teknis. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. e.

pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi.d. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penyiapan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. b. rencana dan program pengembangan usaha. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. 91 . norma. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. e. terdiri dari: a. d. b. penelahaan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. e. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. b.

Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. penyiapan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 92 .Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. rencana dan program. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Seksi Program Konservasi Energi. e. penyiapan. b. penelahaan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penelahaan. serta evaluasi atas program konservasi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penelahaan. b. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. terdiri dari: a. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan. pelaksanaan. norma dan kriteria konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. d. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi.

(2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. c. penyiapan rumusan kebijakan. serta pedoman pengembangan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pemberdayaan masyarakat. 93 .. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penyiapan. d. b. b. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Seksi Program Energi Perdesaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. norma. rencana dan program. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penelahaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. terdiri dari: a. e.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.

b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 94 . pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. c. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. energi perdesaan dan konservasi energi.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 95 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. batubara. dan prosedur di bidang mineral. norma. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral. kriteria. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. 96 . c. batubara dan panas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pedoman. Batubara. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Batubara dan Panas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Mineral. d. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. e. batubara dan panas bumi. b.

b. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. dan rumah tangga. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. e. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. d. f. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. i. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. d. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Batubara dan Panas Bumi. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. h. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. 97 . b. satuan kerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. kearsipan. c. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Batubara dan Panas Bumi.

evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. Kelompok Jabatan Fungsional. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. e. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. d. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. pelaporan. ketatalaksanaan. b. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. rapat koordinasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. akuntabilitas kinerja. d. Bagian Umum dan Kepegawaian. g. Batubara dan Panas Bumi. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. b. c. 98 . pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. e. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja.

f. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 354 Bagian Keuangan. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. situs. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta penyelesaian kerugian negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. jaringan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaksanaan. terdiri dari: a. e. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan. satuan kerja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pengurusan revisi anggaran. PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. c. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 99 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pelaksanaan informasi. pelaksanaan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. 100 . penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. c. laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Informasi Hukum. penelaahan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penelaahan. e. c. pertimbangan hukum. d. penelaahan. serta kehumasan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. b. terdiri dari: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. f. Subbagian Pertimbangan Hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyelesaian kerugian negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. b.

telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. 101 . batubara. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. dan Implementasi Sipeg. pengurusan formasi. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan. ekspedisi persuratan dinas. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. f. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. b. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan. c. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. telepon. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. mutasi. dan kearsipan. keamanan. pengadaan pegawai. penghargaan dan kesejahteraan pegawai.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. kebersihan. perlengkapan dan rumah tangga. penelaahan. g. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pemberhentian. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. d. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. e. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penelaahan. pertamanan dan perparkiran. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. panas bumi dan air tanah.

organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Kepegawaian. implementasi Sipeg. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. batubara. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. dan produksi. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. d. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta kebijakan pengelolaan air tanah. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan kebijakan pengembangan usaha. rencana dan program di bidang mineral. serta penetapan wilayah kerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. terdiri dari: a. b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. b. dan produksi. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. rencana pengadaan. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. investasi dan pendanaan. 102 . perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. cadangan atau potensi. panas bumi dan air tanah. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. neraca sumber daya wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. wilayah kerja. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364.

eksplorasi dan operasi produksi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pengelolaan data. serta perhitungan bagi hasil. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b.e. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. i. g. Batubara dan Panas Bumi. e. d. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. pencatatan dan perhitungan PNBP. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. panas bumi dan air tanah. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. batubara. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. e. f. Batubara dan Panas Bumi. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. batubara. Batubara. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. terdiri dari: a. 103 . Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. panas bumi dan air tanah. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. c. j. perumusan perencanaan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. h. evaluasi kebijakan. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara dan Panas Bumi. batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral.

strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta kerja sama di bidang mineral. b. e. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. f. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan investasi. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. b. penyiapan. d. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penelaahan. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. batubara. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. 104 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Seksi Program Mineral dan Batubara. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. panas bumi dan air tanah. g. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi.

Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Seksi Kerja Sama Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. penyiapan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. 105 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. c. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. rencana dan program investasi pertambangan mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral.

rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. norma. serta pengelolaan informasi bidang mineral. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. b. c. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. kriteria pencadangan wilayah kerja. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. batubara. b. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta penyusunan statistik pengusahaan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. batubara. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi.e. penelaahan. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. 106 . penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan penetapan potensi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.e. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Seksi Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. cadangan dan wilayah kerja. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. (2) Seksi Informasi Mineral. penelaahan. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. statistik. Batubara dan Panas Bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. g. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. neraca sumber daya. batubara dan panas bumi. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. pelaksanaan. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. b. batubara. h. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. f. 107 . digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. serta penetapan wilayah kerja. Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Seksi Penerimaan Negara Batubara. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. b. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. c. pelaksanaan pencatatan. e. d. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta bagi hasil daerah. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. 108 . penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penelaahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. e. f. g. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. d. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. b. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. b. pelaksanaan. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. 113 .

pelaksanaan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan hubungan komersial panas bumi. b. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. i. Seksi Hubungan Komersial Batubara.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. Seksi Hubungan Komersial Mineral. e. pelaksanaan. h. terdiri dari: a. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. g. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. 114 . b. f. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. perumusan pengaturan.

Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. b. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. 115 . l.j. c. g. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. norma. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. f. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan standar. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. g. terdiri dari: a. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. f. b. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. dan perubahan batas wilayah kerja. serta pengelolaan air tanah. k. d. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. d.

Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. i. studi kelayakan dan eksploitasi. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. b. pelaksanaan fasilitasi. c. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. 116 . penelaahan. e. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha.h. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. d. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan.

penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penelaahan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan. terdiri dari: a. f. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. b. e. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. g. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. d. b. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. 117 . pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pengendalian air tanah.

Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d. i. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. b. 118 . pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan.h. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. pelaksanaan. Seksi Pengendalian Air Tanah. penelaahan. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. e. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. c. b. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. penelaahan. serta pengelolaan air tanah.

Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. c. h. 119 . pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. serta pengelolaan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. penelaahan.g. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. f.

Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. penelaahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 120 . serta ketatausahaan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. pelaksanaan. serta air tanah. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Seksi Konservasi Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. b. batubara dan panas bumi.

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral.d. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. e. dan panas bumi. 121 . c. d. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. kelaikan teknis. f. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. g. kelaikan teknis. K3. batubara. b. Subdirektorat Standardisasi Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. h. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. produk. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. panas bumi dan air tanah. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. i. Kelompok Jabatan Fungsional. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. e. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. lindungan lingkungan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral.

Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan Panas Bumi. Seksi Standardisasi Mineral.c. produk. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. e. serta konservasi mineral dan batubara. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan rumusan standar. profesi personil. penelaahan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 122 . penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. dan panas bumi. penelaahan. jenis dan mutu produk. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. terdiri dari: a. g. f. pemurnian.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penyiapan. e. pelaksanaan. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan.b. b. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. d. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. dan konservasi mineral. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. b. batas wilayah kerja. f. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. c. pelaksanaan. 123 . Seksi Pengawasan Teknik Batubara. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. penelaahan. batubara dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. e. f. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. h. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. batubara. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. g. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. i. Batubara.c. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. 124 . terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Batubara dan Panas Bumi. dan panas bumi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara.

penelaahan. b. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Batubara. K3 dan penggunaan tenaga teknik. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. panas bumi dan air tanah. d. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. norma. penyimpanan. batubara. e. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. pengangkutan. penelaahan. kalibrasi alat ukur. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. b. keamanan instalasi. 125 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penimbunan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. c. pelaksanaan. Seksi Keselamatan Batubara. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan panas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. terdiri dari: a. penyiapan. Batubara. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. dan Panas Bumi.

dan Panas Bumi. 126 . Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. norma. e. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. b. pelaksanaan. c. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. f.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. pelaksanaan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. b. panas bumi dan air tanah. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. dan kriteria usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Usaha Penunjang Batubara. penelaahan. batubara. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. d. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. 127 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan laporan hasil pengawasan. terdiri dari: a. b. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. d. Inspektorat III. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat I. keuangan. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. b. c.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat IV. 128 .

Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. g. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. perlengkapan. Bagian Umum dan Keuangan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. f. pengelolaan urusan tata usaha. pengelolaan jaringan dan situs informasi. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. e. h. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. keamanan. j. Bagian Hukum dan Kepegawaian. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. k. terdiri dari: a.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. e. b. pengurusan kepegawaian dan organisasi. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. d. kearsipan. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. i. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 129 . keprotokolan dan rumah tangga.

terdiri dari: a. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. i. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. situs. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan. pelaporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. d. penyajian informasi. penelaahan. g. h. 130 . pelaksanaan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. dan rencana kerja. Subbagian Penyiapan Laporan. f. jaringan dan situs informasi. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. rapat koordinasi. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. j. ketatalaksanaan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. penelaahan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. jaringan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. b. Subbagian Penyiapan Rencana. program kerja.

e. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. penelaahan. Inspektorat Jenderal. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. d. c. pengolahan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pelaksanaan analisis. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Badan Geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. b. penyiapan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 131 . pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pelaksanaan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. b. analisis hasil pengawasan. terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan.

dokumentasi hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi urusan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. penyuluhan. e. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan. c. masyarakat dan yustisia. bantuan hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemberian pertimbangan hukum. d.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Hukum. pertimbangan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. dokumentasi hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah. b. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. penelaahan. 132 . penyiapan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. penyiapan. penelaahan. b.

Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. perbendaharaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. 133 . serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. b. perbendaharaan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penganggaran. pelaksanaan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. h. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. keprotokolan dan kehumasan. dan kearsipan. perlengkapan. dan implementasi Sipeg. j. g. pelayanan kesekretariatan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. Subbagian Rumah Tangga. serta pengurusan administrasi keuangan. b. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. perlengkapan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. kebersihan. k. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. rumah tangga dan kehumasan. dokumentasi dan tata naskah. i. d. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. f. persuratan dinas. c. rumah tangga dan kehumasan. e. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan keamanan.

perencanaan kebutuhan. penelaahan. pemeriksaan. kearsipan. persuratan dinas. pelaksanaan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan keamanan. d. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. 134 . serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. b. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). keprotokolan dan kehumasan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. c. perlengkapan dan pengadaan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. kebersihan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. penelaahan. perumusan laporan hasil pengawasan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan administrasi keuangan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. 139 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan.

BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pusat Sumber Daya Geologi. b. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Sekretariat Badan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan survei geologi. g. d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. c. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. 140 . Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. terdiri dari: a. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. f. Pusat Lingkungan Geologi. e. e. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. h. dan geologi lingkungan. penelitian dan pelayanan. d. c. Pusat Survei Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. b. perumusan kebijakan di bidang geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan.

serta pelaksanaan bantuan hukum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. d. d. ketatalaksanaan. c. kearsipan. b. pelaporan. Bagian Kepegawaian. koordinasi pelayanan administratif Badan. dan rumah tangga. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Umum. informasi hukum. e. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. c. akuntabilitas kinerja. e. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. 141 . h. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Bagian Keuangan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta perencanaan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. j. g. Bagian Rencana dan Laporan. f. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Laporan. c. d. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. f. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penyiapan. b. serta pengembangan organisasi Badan. jaringan dan situs informasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penelaahan. akuntabilitas kinerja. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. jaringan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. ketatalaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. c. penyajian informasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pelaporan. penyiapan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. situs. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 142 . pelaksanaan. satuan kerja. terdiri dari: a.

Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. penyiapan. kesejahteraan. penelaahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta implementasi Sipeg Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pengurusan perencanaan. kepangkatan. penelaahan. penggajian. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi Sipeg. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perencanaan. c. b. b. serta evaluasi atas mutasi. serta pengembangan organisasi Badan. pelaksanaan. dan analisis jabatan. pemberhentian. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penggajian. pemberhentian. kesejahteraan. kepangkatan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pengangkatan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pengadaan. pengembangan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. 143 . e. pelaksanaan.

(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. PBI Badan. dan revisi anggaran Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. c. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. f. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 517 Bagian Keuangan. perlengkapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. b. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. dan rumah tangga. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelesaian kerugian negara. serta pengurusan revisi anggaran. e. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. 144 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. Subbagian Kekayaan Negara. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Neraca. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. kearsipan. d.

Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. penelaahan. d. Subbagian Tata Usaha. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. informasi dan dokumentasi hukum.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. kebersihan dan keamanan Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. kehumasan. serta pengurusan perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. persuratan dinas. Subbagian Hukum. c. rencana kebutuhan dan pengadaan. f. pelayanan kesekretariatan. dan pemeliharaan barang inventaris. dan rumah tangga. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. 145 . b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. perlengkapan. kearsipan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesekretariatan. terdiri dari: a. serta keprotokolan dan upacara Badan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyiapan koordinasi ketatausahaan. bantuan hukum. e. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. c. perpustakaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan. dan kearsipan. pengadaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Pasal 521 Bagian Umum. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.

Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. bitumen padat. Bidang Informasi. d. Bidang Program dan Kerja Sama. e.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. i. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta rancang bangun dan pemodelan. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. rekayasa teknologi. dan panas bumi. perumusan rencana dan program. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. rumah tangga. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. c. keuangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. f. dan kepegawaian Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penyelidikan. 146 . Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. mineral. j. serta pemetaan tematik potensi. h. gambut. batubara. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. d. b. e. Bidang Sarana Teknik. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelidikan. penyusunan neraca sumber daya geologi. g. Bagian Tata Usaha. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi.

d. keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keuangan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengangkatan. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. c. 147 . b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. pengurusan perencanaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penelaahan.d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 148 . penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. e. serta rencana strategis berbasis kinerja. pelaksanaan. serta kerja sama pelayanan jasa. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. Subbidang Sarana Penyelidikan. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. b. f.

b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. terdiri dari: a. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Kerja Sama. jaringan dan situs informasi. 149 . penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelakanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan sosialisasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. terdiri dari: a. Pasal 540 Bidang Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. d. b. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Program. penelaahan. c. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. b. serta pemutakhiran basis data. dokumentasi dan publikasi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

pemodelan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dokumentasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. gempa bumi. dan kepegawaian Pusat. operasi perangkat lunak. tsunami. dan gerakan tanah h. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. gempa bumi. g. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. administrasi keuangan. perpustakaan. f.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 150 . serta pos pengamatan gunung api. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. c. tsunami. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. penelaahan. j. penelaahan. pengelolaan ketatausahaan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. sistem. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. dan rekayasa teknologi. e. i. serta sesar aktif. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. dan gerakan tanah. serta rancang bangun. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan. pelaksanaan. penyelidikan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. d.

keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan penelitian. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. e. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyelidikan. pemelaahan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.k. c. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. Bagian Tata Usaha. l. d. 151 . Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. b. d. b. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. pengurusan. pelaksanaan pengelolaan sarana. pengembangan. terdiri dari: a. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kearsipan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. terdiri dari: a. serta perpustakaan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana.

pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. penelaahan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. terdiri dari: a. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. penetapan status. 152 . d. geokimia dan deformasi. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pengurusan. serta penetapan status dan peringatan dini. b. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. b. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penelaahan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pelaksanaan. Subbidang Pengamatan Gunung Api.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. penelaahan. penelaahan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. d. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. terdiri dari: a. b. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. c. 153 . Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. 154 . Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyelidikan. c. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. gerakan tanah dan tsunami. b. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan. penelaahan. penyiapan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta pelaksanaan atas perencanaan program.

administrasi keuangan. Bidang Sarana Teknik. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyelidikan. d. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. Kelompok Jabatan Fungsional. f. h. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengurusan perencanaan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. geologi teknik dan air tanah. Bidang Informasi. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. c.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. e. rekayasa teknologi. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. dan kepegawaian Pusat. pengangkatan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. rumah tangga. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. i. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. geologi teknik dan air tanah. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. j. Bagian Tata Usaha. dan pengelolaan tata ruang. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. k. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 155 . Bidang Program dan Kerja Sama. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. g. b.

Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. e. kebersihan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta akuntansi. terdiri dari: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. d. 156 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. f. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b.c. e. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

penelaahan. Subbidang Program. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Laboratorium. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penelaahan. b. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. e. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. 157 . terdiri dari: a. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. d.

serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 578 Bidang Informasi. serta pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan. 158 . pelaksanaan sosialisasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta pengelolaan perpustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. b. terdiri dari: a. penelaahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penganggaran. pengelolaan. c.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.

k. e. geofisika. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemetaan geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sistem. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. perpustakaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penelaahan. dan kepegawaian Pusat. penelaahan. evaluasi pelaksanaan penelitian. penelitian dan penyelidikan geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. geokimia. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pemetaan. l. j. pelayanan jasa survei. c. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pengelolaan ketatausahaan. m. rekayasa teknologi. administrasi keuangan. 159 . perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. operasi perangkat lunak. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. h. g. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. tektonik. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. sosialisasi. dokumentasi. pemetaan dan penelitian geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rumah tangga. inventarisasi hasil survei. f. pelaksanaan. b. d. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. geomorfologi. i. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keamanan. Bidang Program dan Kerja Sama. pengangkatan. kebersihan. keuangan. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bidang Sarana Teknik. e. pengembangan. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Kelompok Jabatan Fungsional. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Informasi. terdiri dari: a. 160 . serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 161 . c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. f. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. Subbidang Laboratorium.

serta kerja sama pelayanan jasa. penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. 162 . pengelolaan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Program. e. c. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. jaringan dan situs informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta pengelolaan perpustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. 163 . terdiri dari: a. penelaahan. b. dokumentasi. sistem. pelakanaan pengelolaan sistem. perpustakaan. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. operasi perangkat lunak. d. serta pemutakhiran basis data. serta operasi perangkat lunak informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 597 Bidang Informasi. pelaksanaan. b. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelidik Bumi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 . Perekayasa.

d. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pelayanan jasa teknologi.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. e. mineral batubara. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan. c. 165 . panas bumi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. g. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi.

pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. terdiri dari: a. d. b. g. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. dan rumah tangga. kearsipan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. d. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. 166 . c. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. f. informasi hukum. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”.

c. ketatalaksanaan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Kepegawaian. pelaporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. b. d. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Laporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Keuangan. Bagian Umum. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. d. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. c. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional.i. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. j. g. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. jaringan dan situs informasi. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. e. terdiri dari: a. 167 . f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.

Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. kesejahteraan. terdiri dari: a. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan. b. e. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. penyiapan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dan analisis jabatan. serta implementasi Sipeg. b. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. pengadaan. d. penelaahan. penyajian informasi. penyiapan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. pemberhentian. serta penyempurnaan organisasi Badan. situs. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. c. jaringan. kepangkatan. penggajian. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. 168 . Subbagian Administrasi Kepegawaian. satuan kerja.

penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. Subbagian Kekayaan Negara. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 169 . serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas mutasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. d. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan. b. pengangkatan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan pemberhentian. penelaahan. f. penyiapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Akuntansi. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. terdiri dari: a. serta implementasi Sipeg Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. PBI Badan. serta evaluasi atas perencanaan. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. penggajian. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. penelaahan. Pasal 618 Bagian Keuangan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. pelaksanaan. pengembangan. e.

perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. kearsipan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. perlengkapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. terdiri dari: a. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. e. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan koordinasi ketatausahaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan. persuratan dinas. perpustakaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan rumah tangga. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta pengurusan perlengkapan. kehumasan. dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaaan bantuan hukum. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaan. penelaahan. dan rumah tangga. pelayanan kesekretariatan. pengadaan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. c. kearsipan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan dan rumah tangga Badan. c. pelaksanaan. b. penelaahan. Subbagian Hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perlengkapan. informasi dan dokumentasi hukum. Pasal 622 Bagian Umum. d. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Neraca. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. f. 170 .

g. bantuan hukum. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penelaahan. rencana kebutuhan dan pengadaan. d. kebersihan dan keamanan Badan. pelaksanaan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. 171 . Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. b. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyiapan. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. kesekretariatan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. f. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Kelompok Fungsional. pelaksanaan pengelolaan anggaran. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. c. Bidang Program. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan. e. pengurusan perencanaan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. b. rumah tangga. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. i. pengangkatan. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Afiliasi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. dan kepegawaian Pusat. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. d. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e.h. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. 172 . serta pelaksanaan keamanan.

perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. 173 . pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan operasi penggunaan. c.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penelaahan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. keamanan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. b. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. terdiri dari: a. b.

b. terdiri dari: a. evaluasi. penelaahan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 174 . b. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaksanaan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 637 Bidang Program. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta analisis. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbidang Penyiapan Rencana.

Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. penelaahan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. b. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. 175 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jaringan. d. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. administrasi keuangan. penelaahan. g. pelaksanaan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. c. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. rumah tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja. jaringan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. i. h. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. 176 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan kepegawaian Pusat.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. terdiri dari: a. e. e.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengangkatan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. pengurusan perencanaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. serta pelaksanaan keamanan. keamanan. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengembangan. Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 177 . pemeliharaan sarana kerja. persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Program. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. b. keuangan. serta pengadaan. dan kebersihan Pusat.

178 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. c. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyediaan bahan baku. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan. d. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Rencana. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. b. 179 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 656 Bidang Program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. penyiapan. c. serta analisis. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi.

situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. pelaksanaan. e. d. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. jaringan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Informasi dan Publikasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 180 . serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. c. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.

h. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Kelompok Fungsional. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. i. b. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. e. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan kepegawaian Pusat.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. 181 . serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. d. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. Bagian Tata Usaha. c. administrasi keuangan. Bidang Program. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi.

d. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. dan kebersihan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. keuangan. pemeliharaan sarana kerja. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. b. 182 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. keuangan. kebersihan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta pengadaan. e.

Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan. 183 . terdiri dari: a. penyiapan. Subbidang Pengembangan Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. e. penelaahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pelaksanaan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. c. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Pasal 675 Bidang Program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Penyiapan Rencana. 184 . serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. penelaahan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta analisis. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi.

Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 185 . pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. d. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 679 Bidang Afiliasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Bidang Afiliasi. rumah tangga. h. e. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. Bidang Program. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. g. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Kelompok Fungsional. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. dan geofisika kelautan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. e. geokimia. keuangan. c. j. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. b. Bagian Tata Usaha. i. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. d. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. 186 . administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. serta pengadaan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. dan kebersihan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta pelaksanaan keamanan. keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. pengangkatan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. 187 . c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. d. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengembangan. kebersihan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 188 . serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan operasi penggunaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692.c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pengelolaan. pengelolaan. e. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

b. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. terdiri dari: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.c. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Subbidang Analisis dan Evaluasi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Pasal 694 Bidang Program. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. 189 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelayanan jasa teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. 190 . jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. Pasal 698 Bidang Afiliasi.d. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

Perekayasa.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 191 . Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. g. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. e. d. f. batubara. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. geologi. 192 . c. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penyelenggaraan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan.

serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. e. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. c. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. b. 193 . satuan kerja. g. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. pembinaan kerja sama. i. f. e. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. d. h. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. kearsipan. penganggaran. f. g. Bagian Keuangan. pelaporan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. b. e. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. k. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. d. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Umum. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama.j. c. h. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. dan rumah tangga. Bagian Kepegawaian. pelaporan. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b. serta perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. 194 . evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.

kesejahteraan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. c. dan sistem. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penyiapan. serta evaluasi atas laporan berkala. penelaahan. serta implementasi Sipeg. prosedur kerja. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penganggaran. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penyiapan. b. perencanaan kerja. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. kepangkatan. pengadaan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pemberhentian. b. penelaahan. pengembangan. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. 195 . pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. jaringan dan situs informasi Badan. dan analisis jabatan. terdiri dari: a. Subbagian Kerja Sama. e. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. d. c. penggajian. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. penyiapan. b. b. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. pelayanan jasa. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kontrol kualitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas.. Subbidang Utilitas. d. c. produk kilang. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. 200 . dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penelaahan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. c.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan dan pemanfaatan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Laboratorium. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. penyiapan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelayanan jasa. penelaahan. d. b. pelaksanaan. Subbidang Bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan. penelaahan. penelaahan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 201 .

g. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. kriteria dan prosedur. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kerja sama. c. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. norma. pedoman. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. pedoman. standar. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta kepustakaan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. f. b. 202 . pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kepustakaan. penelaahan. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. penelaahan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. Subbidang Penyiapan Pelatihan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b.

pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. c. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Batubara. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. e. d. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. pemberian pelayanan jasa. b. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. pedoman. h. kearsipan. terdiri dari: a. f. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. d. Bidang Sarana Teknis. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 203 . Bagian Tata Usaha. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria pendidikan dan pelatihan. c. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. perlengkapan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. g. norma. prosedur.

pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. e. perbendaharaan. organisasi. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. b. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. serta hukum. akuntansi. ketatalaksanaan dan umum Pusat. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. dokumentasi dan tata naskah. terdiri dari: a. 204 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

rencana pengembangan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. b. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. e. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan. penggunaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan pemeliharaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. b. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 205 .c. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.

penyiapan. pedoman. penelaahan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. norma. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. dan prosedur. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. e. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. b. penelaahan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 206 . f.d. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. kerja sama dan sistem. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. norma. d. terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian pelayanan jasa. norma. kriteria dan prosedur. penyusunan standar. e. b. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. f. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan. pedoman. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pedoman. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. d. penyiapan penyelenggaraan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan. pedoman. penelaahan. penyusunan standar. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 207 . penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penelaahan. terdiri dari: a. kriteria pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. b. prosedur. norma. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan.

d. kearsipan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Bidang Pelatihan dan Sarana. e. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. perbendaharaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha. akuntansi. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. 208 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum. h. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. kehumasan dan keprotokolan. b. b. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.g. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c.

Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. jaringan dan situs informasi. dan sistem. pedoman. d. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Subbidang Perencanaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. 209 . Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. akuntabilitas kinerja. b. c. penelaahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan.

penelaahan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Subbidang Pelatihan. 210 . penyiapan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. kerja sama. pelaksanaan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. e. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pedoman. norma. kriteria dan prosedur. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Subbidang Sarana dan Prasarana. d. c. promosi. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b.

Bagian Tata Usaha. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. d. pelaksanaan. pemberian pelayanan jasa. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. f. pengelolaan ketatausahaan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. 211 . Bidang Pelatihan dan Sarana. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. b. prosedur. h. g. penelaahan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. norma. e. pedoman.

terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. hukum. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. akuntansi.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kehumasan dan keprotokolan. d. 212 . Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. e. kearsipan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. perbendaharaan. organisasi dan ketatalaksanaan.

pedoman. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan. pelaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan. 213 . Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. e. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. serta evaluasi atas standar. d. norma dan kriteria. penelaahan. b. kerja sama. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. norma.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. c. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b.

kerja sama. pelaksanaan. b. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. promosi. e. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. d. pelaksanaan kerja sama. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Subbidang Pelatihan. b. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. penelaahan. 214 . perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. terdiri dari: a. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. c. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 215 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.

secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Direktorat Jenderal. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. terdiri dari: a. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. 216 . c. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Inspektorat Jenderal dan Badan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. e. d. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. b. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. d. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. f. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. 217 . pengolahan dan pelayanan data dan informasi. b. k. serta neraca energi dan sumber daya mineral. c. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. h. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. g. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. j. i. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi.

Bidang Penerapan Teknologi Informasi. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. d. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. pelaporan dan tata persuratan. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. 218 . (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. c. c. e. Bidang Kajian Strategis. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. b. Bagian Tata Usaha. dukungan operasi kerja. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta kearsipan Pusat. d. serta kearsipan Bakoren. pelaksanaan urusan tata usaha. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. dan persuratan dinas. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. b.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.

i. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. h. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. c. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. penyiapan norma. k. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. f. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 219 . pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. d. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. b. l. b. g. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. j.

pelaksanaan. penelaahan. penyusunan rumusan norma. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyiapan. 220 . evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelayanan data dan informasi. f. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. d. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan. c. b. penelahaan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. ketenagalistrikan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. batubara dan panas bumi. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

c.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. penelahaan. air tanah dan kegeologian. b. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. e. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. 221 . gambut. pelaksanaan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. bitumen padat. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. f. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. d. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. penelahaan.

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 222 .BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi.

peralatan. dengan lingkup meliputi personil. 223 . dokumentasi. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dan keselamatan umum. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. peraturan perundang-undangan. penganggaran.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama.a kepada pejabat eselon I. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. organisasi.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. regulasi ekonomi dan keteknikan. standardisasi teknis. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. perencanaan kerja. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.

224 . Direktur.a.b. (5) Kepala Subbagian. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Inspektur Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (3) Kepala Biro. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (4) Kepala Bagian. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.a. Kepala Pusat. Inspektur. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Sekretaris Direktorat Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.a. Direktur Jenderal.BAB XIV ESELON. Direktur Jenderal.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi.d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. X. 225 . dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

(4) Perubahan atas rincian tugas.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. 226 . (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. PURNOMO YUSGIANTORO 227 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful