MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

terdiri dari: a. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Departemen. Lembaga Pemerintah Non Departemen. d. d. b. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. dan lembaga lain yang terkait. Biro Umum. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Departemen lain. e. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. 5 . Biro Perencanaan dan Kerja Sama.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Biro Keuangan. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kementerian Negara. b. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c.

e. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyusunan harga satuan. d. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. serta perumusan akuntabilitas kinerja. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. perumusan kebijakan pembangunan. serta rencana strategis. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. j. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana dan program kerja dan anggaran. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. 6 . b. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. Bagian Kerja Sama. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. i. rencana anggaran. f. menengah dan tahunan. e. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. c. serta kerja sama. terdiri dari: a. serta pengelolaan kerja sama Departemen. sosialisasi kebijakan pembangunan. c. Bagian Analisis dan Evaluasi. g. Bagian Perencanaan Anggaran. rencana kerja dan anggaran. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. l. rencana dan program kerja. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. b. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. rencana pembangunan jangka panjang. dan rencana anggaran. h. k. evaluasi kebijakan pembangunan. d.

(2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penyiapan rumusan norma. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. dan Badan Geologi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. c. f. b. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. d.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. 7 . Batubara dan Panas Bumi. Menengah dan Tahunan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. standar dan kriteria rencana kerja. penelaahan. penelaahan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyusunan rumusan RK-KL. e. penelaahan. b. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Subbagian Perencanaan Penunjang. dan urusan tata usaha Biro. Inspektorat Jenderal.

serta rumusan RKA-KL dan DIPA. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. kriteria perencanaan anggaran.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penelaahan. d. dan Badan Geologi. c. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan 8 . penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Penunjang. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan rumusan standar. b. norma. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penyiapan. b. penelaahan. terdiri dari: a. f. penyiapan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran.

Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. tahunan dan rencana strategis. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. menengah. penelaahan. b.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan sidang. g. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. e. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. c. norma. d. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. c. 9 . pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. b. h. Inspektorat Jenderal. RKA-KL. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. kriteria akuntabilitas kinerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan rumusan standar. f.

penyiapan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. e. penelaahan. kriteria kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 10 . Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. h.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Panas Bumi. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. b. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan rumusan standar. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. d. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. Batubara. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta kerja sama asosiasi. Inspektorat Jenderal. penelaahan. dan Badan Geologi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g.

penelaahan. kepangkatan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Kerja Sama Bilateral. disiplin. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pemensiunan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. pengadaan. c. penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. terdiri dari: a. d. pembinaan mutasi. e. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan kesejahteraan pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. penempatan dan pengembangan pegawai. 11 . Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. jabatan struktural dan fungsional. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pengembangan organisasi dan tata laksana. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. penelaahan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. perencanaan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. c. k. g. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi.f. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. i. pengelolaan sistem informasi pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. b. Bagian Mutasi Pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). e. f. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Data dan Informasi Pegawai. terdiri dari: a. serta standardisasi kompetensi jabatan. d. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. serta kartu PNS. j. b. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. pengadaan. penyusunan rencana formasi. serta administrasi penugasan ke luar negeri. dokumentasi dan tata naskah pegawai. d. h. g. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. 12 . evaluasi pembinaan kepegawaian. norma. penyiapan rumusan rencana. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyiapan rumusan standar.

serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. penelaahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. j. c. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. penyiapan. urusan tugas belajar dan izin belajar. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. b. pemberhentian dan disiplin. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. terdiri dari: a. kepangkatan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. penyiapan.h. dan penugasan pegawai ke luar negeri. penelaahan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. bimbingan teknis. kompetensi pegawai. Subbagian Pengembangan Karir. 13 . serta kesejahteraan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. dan Kartu PNS Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan. pemindahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. penelaahan.

Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan. dipekerjakan. dan penarikan kembali pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. Kartu Suami. terdiri dari: a. ujian dinas dan Ujian KPPI. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. kepangkatan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. f. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. b. serta kesejahteraan pegawai Departemen. cuti. k. b. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. 14 . penarikan kembali. pemberhentian dan disiplin. perbantuan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. penyiapan standar. serta Kartu Istri. e. dan penilaian prestasi pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pemberhentian. Taspen. pemberhentian. pelaksanaan. pengangkatan kembali. kepangkatan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. c. pembebasan sementara. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. h. pelaksanaan pemindahan pegawai. kriteria mutasi pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. dipekerjakan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. g. j. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. d. penelaahan. pemindahan. pelaksanaan kesejahteraan. dan penilaian angka kredit. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pemindahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pelaksanaan kepangkatan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. dan Bapertarum. perbantuan. Subbagian Mutasi Jabatan. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan disiplin pegawai. norma. serta kesejahteraan pegawai. Askes. i.

Taspen. pengadaan pegawai. pemindahan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. e. Kartu Istri. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penyiapan. Askes. dan daftar riwayat hidup pegawai. penghargaan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penelaahan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. 15 . b. penghargaan. kepangkatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pelaksanaan. jabatan. penyusunan laporan kekuatan pegawai. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. d. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan administrasi lembaga tripartit. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. disiplin. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pemberhentian dan pemensiunan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Kartu Suami. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. penilaian angka kredit. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pelaksanaan. Bapertarum pegawai Departemen. f.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penggajian. pemberhentian. penelaahan. pelayanan kesehatan. h. pendidikan dan pelatihan pegawai. i.

d. serta pedoman penyempurnaan organisasi.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. penggajian. kepangkatan. klasifikasi dan peta jabatan. penelaahan. b. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pemindahan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. pemberhentian. c. jabatan. pelaksanaan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. pengadaan pegawai. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). 16 . (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. penyiapan rumusan standar. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penelaahan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. e. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. kriteria pengembangan organisasi. serta evaluasi. c. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. b.

dan barang milik/kekayaan negara Departemen. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. pengembangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. Subbagian Kelembagaan. pengembangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. b. terdiri dari: a. 17 . administrasi keuangan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. peta jabatan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pola hubungan kerja. evaluasi dan klasifikasi jabatan. analisis beban kerja. h. standardisasi kompetensi jabatan. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. penelaahan. pengembangan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana.f. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan.

serta nota keuangan. penyelesaian kerugian negara. f. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Bagian Kekayaan Negara. c. serta bimbingan teknis perbendaharaan. e. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. b.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pembinaan inventarisasi. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. Kelompok Jabatan Fungsional. j. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. b. dan implementasi sistem akuntansi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. g. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. i. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Bagian Perbendaharaan. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. laporan realisasi anggaran. Pasal 49 Biro Keuangan. 18 . d. c. serta pembinaan perbendaharaan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. h. Bagian Akuntansi. k. perbendaharaan. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. d. kekayaan negara dan akuntansi. serta Neraca Departemen. terdiri dari: a. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. l. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. administrasi keuangan.

dan urusan tata usaha Biro. evaluasi tarif dan revisi PNBP. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. e. b. h. penelaahan. 19 . penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. k. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. pelaksanaan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan target. i. Subbagian Anggaran Pendapatan. c. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan rumusan standar.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. f. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. g. penyiapan. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. d. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. Subbagian Anggaran Belanja. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. norma. penyiapan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. j. b. c. penelaahan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran.

kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Badan Geologi. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. penelaahan. c. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. d. b. dan pengelolaan SPM. 20 . Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta pembagian iuran sumber daya alam. f. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. b. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. pelaksanaan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. c. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. g. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. e. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen.

pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. dan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penelaahan. e. d. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. b. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. ganti rugi. 21 . Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. f. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. c.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. b. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. tuntutan perbendaharaan. terdiri dari: a. pelaksanaan. norma.

serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Badan Geologi. f. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penyiapan rumusan standar. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. penelaahan. pelaksanaan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. g. b. c. rekonsiliasi. 22 . serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan verifikasi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. e. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. pelaksanaan. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). norma. Subbagian Penyiapan Neraca. Pasal 64 Bagian Akuntansi. c. b. Batubara dan Panas Bumi.

pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. equitas dana. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. c. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. Neraca. dan penyelesaian kasus hukum. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. penelaahan. pelaksanaan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). e. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan kehumasan. kewajiban. rekonsialiasi. konsolidasi. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. pengelolaan dokumentasi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. f. dan bantuan hukum.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. verifikasi anggaran. bantuan hukum. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. bantuan hukum dan kehumasan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan implementasi SAI Departemen. penelaahan. h. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). b. 23 . serta hubungan masyarakat Departemen. serta program legislasi dan regulasi. pelaksanaan. dan implementasi SAAT Departemen. d. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta kehumasan. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. b. Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b. Bagian Bantuan Hukum. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan.i. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. dan bantuan hukum. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. d. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Hubungan Masyarakat. d. e. 24 . evaluasi peraturan perundang-undangan. b. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. j. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. c. e. penelaahan. c.

f. penyiapan. norma. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. d. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria kontrak atau perjanjian. e. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. 25 . serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. dan unsur unit penunjangnya. h. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. g. penelaahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan. penelaahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen.

Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penelaahan. c. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. e. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. penelaahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. c. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. 26 . b.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. b. Batubara dan Panas Bumi. f. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. d. terdiri dari: a. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya.

pelaksaaan. serta monitoring dan analisis berita. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. c. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. e. penelaahan. f. penelaahan. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. b. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. konferensi pers. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. c. dan unsur unit penunjangnya. terdiri dari: a. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 27 . penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksaaan. Batubara dan Panas Bumi. d. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma.

abstrak peraturan perundang-undangan. b. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan. j. penerbitan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. monitoring dan analisis berita Departemen. konferensi pers. pameran Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. penelaahan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. terdiri dari: a. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.g. rumah tangga Sekretariat Jenderal. dan urusan tata usaha Biro. h. i. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penelaahan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Subbagian Publikasi. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. c. pelaksanaan peliputan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. pelaksanaan. 28 .

rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. g. tata persuratan dinas dan kearsipan. c. perlengkapan dan pengadaan. e. pengelolaan rumah tangga. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. d. tata usaha dan kearsipan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. e. Bagian Tata Usaha. pengelolaan keamanan dan keselamatan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Staf Ahli. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyediaan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. Pasal 87 Biro Umum. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. tugas 29 .Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. h. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. f. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. pengadaan. b. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. f. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Sekretaris Jenderal. d. c. b. j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perlengkapan. i.

pelantikan. e. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. c. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. persuratan dinas. b.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. f. b. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. d. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. c. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. terdiri dari: a. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Jakarta Pusat). Subbagian Tata Usaha Menteri.

terdiri dari: a. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. f. d. penelaahan. e. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. b. penelaahan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Departemen. dan ekspedisi surat dinas. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kearsipan. penyiapan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. 31 . (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. norma. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. c. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan. penjadwalan kegiatan. b. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha.

32 . c. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. f. Staf Ahli. keamanan.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta pengadaan. keselamatan. M. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. d. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.H. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan kebersihan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. terdiri dari: a. b. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. b. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. keselamatan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Jakarta Pusat). serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. e. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal.

b. e. kriteria perlengkapan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengadaan. 33 . Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. Subbagian Pengadaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyiapan bahan rumusan standar. c. terdiri dari: a. dan kearsipan Staf Ahli. penelaahan penyiapan. inventarisasi. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. serta pengadaan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. norma. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. b. d. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Rencana Kebutuhan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penyiapan kegiatan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. pedoman. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. d. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. b. kriteria. 35 . dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan standar. c. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi.

serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. g. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. h. ketatalaksanaan. e. terdiri dari: a. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. d. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. 36 . c. f. dan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. kearsipan. akuntabilitas kinerja. satuan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. i. Bagian Keuangan. c. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. i. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. n.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. m. d. 41 . penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. implementasi Sipeg. penelaahan. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). WP & B). serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. h. g. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. k. pelaksanaan. serta perhitungan bagi hasil. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. e. rencana dan program. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. f. l. b. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. j. perumusan pengaturan. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi.

penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. d. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. e. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. f. f. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. c. penyusunan statistik. c. g. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. b. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. serta data kebutuhan. penyiapan rumusan. p. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. menengah dan tahunan berbasis kinerja. d. ketersediaan dan infrastruktur sektor. 42 . Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. serta pencadangan strategis. e. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi.o. pelaksanaan sosialisasi program sektor. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. norma. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi.

permasalahan iklim usaha. g. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan. dan terms of condition KKS. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. e. d. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyediaan informasi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. penelaahan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. norma. penyiapan. pengumpulan data potensi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. 43 . dan pelaksanaan sosialisasi. f. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. penyiapan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.

Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. pelaksanaan pencatatan. penyiapan rumusan standar. tugas serta induk. tugas serta induk. penyiapan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. c. 44 . (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. norma. e. penyiapan. h. penelaahan. serta biaya operasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta bagi hasil daerah. retribusi. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. b. d. f. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). pajak. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. j. i. g. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. pemeriksaan dan pengujian. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi.

terdiri dari: a. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. d. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. pajak. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. norma. b. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. lifting dan target penerimaan. penyiapan rumusan. c. e. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. retribusi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. 45 . Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. tenaga kerja asing. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. f.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. harga minyak mentah Indonesia. penelaahan. PNBP dan tarif iuran. pelaksanaan. b. g. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penelaahan. tenaga kerja asing. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil.

rencana penggunaan tenaga kerja asing. terdiri dari: a.h. penyiapan. k. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. pelaksanaan. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penggunaan barang operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. b. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. 46 . Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. pelaksanaan. rencana impor barang operasi. b. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. i. serta pengaturan tenaga kerja asing. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. penyiapan. fasilitasi lembaga tripartit. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri.

Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). f. g. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional.c. penelaahan. pelaksanaan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan. d. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. pelaksanaan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. b. e. terdiri dari: a. b. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. c. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. 47 . penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. norma. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. j. g. c. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). f. g. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. b. f.d. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. k. e. pelaksanaan pengumuman WK. i. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. kriteria pengelolaan WK. h. b. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. 48 . f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. c. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. d. d. Kelompok Jabatan Fungsional. l. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. e.

Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. f. penelaahan. terdiri dari: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. b. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. b. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha eksplorasi. penilaian. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. b. c. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. e. 49 . penelaahan.

f. norma. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. e. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penelaahan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. j. penyiapan. penelaahan. 50 . b. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. g. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. d. pelaksanaan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. i. kriteria. h. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi.

penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. 51 . Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penyiapan. penelaahan. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. tumpang tindih lahan. c. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. b. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. e. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. b. penyiapan rumusan standar. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. d. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. kriteria usaha eksploitasi. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. norma. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. g.

Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pelaksanaan. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. i. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. b. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan teknis. b. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 52 . pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. penelaahan. e. h. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. norma. c. penyiapan. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi.

serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. g.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. perumusan jenis bahan bakar minyak. Light Petroleoum Gas (LPG). perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. f. 53 . perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. i. pelaksanaan. b. bahan bakar lain. bahan bakar gas. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan Penugasan. Light Natural Gas (LNG). pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Penyediaan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. h. penyiapan. penelaahan. e. d. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. c. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri.

hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. d. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. h. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pengelolaan data. f. b. penyiapan perizinan usaha pengolahan. g. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. i. LPG. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. pengelolaan data. f. e. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. e. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. 54 . d. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. l. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. norma. bahan bakar gas. c. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. j. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar.j. b. bahan bakar lain. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. k. c. LNG. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179.

Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. h. penelaahan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Pengolahan Gas Bumi.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. d. penyiapan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. b. 55 . e. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. pengelolaan data. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penelaahan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. g. penyiapan rumusan standar.

penyiapan. d. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar.i. serta penyiapan penetapan P3JBT. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar gas dan LPG. j. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. penyiapan rumusan formulasi harga. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. 56 . serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. c. e. b. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. terdiri dari: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. kriteria harga bahan bakar.

serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. c. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. kriteria usaha niaga. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. norma. f. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. h. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. d. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. penelaahan. pelaksanaan. b. LPG.f. 57 . penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. gas bumi. b. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. penyiapan perizinan usaha niaga. pengelolaan data. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. i. LNG. penyiapan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. g. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. terdiri dari: a. penelaahan.

hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. kriteria usaha non bahan bakar. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. LPG. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. c. f. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. biodiesel.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. tugas 58 . pelumas. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. terdiri dari: a. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. d. petrokimia. Seksi Niaga Gas Bumi. b. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Minyak Bumi. b. penelaahan. LNG. penelaahan. penyiapan norma. penyiapan.

penyiapan. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. biodiesel. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. penyiapan. produk. penelaahan. profesi personil. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. petrokimia. dan non bahan bakar lainnya. h. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan non bahan bakar lainnya. biodiesel. kelaikan teknis. c. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. g. 59 . serta penggunaan tenaga teknik. f. petrokimia. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. usaha penunjang. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. lindungan lingkungan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. d.

b. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. 60 . Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. e. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. f.i. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. d. e. j. terdiri dari: a. c. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . g. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Kelompok Jabatan Fungsional. c.

b. keselamatan operasi. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. d. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instalasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan. penelaahan. dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan standar. instrumentasi. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. g. b. K3. 61 . c. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

pelaksanaan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pelaksanaan. c. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. instalasi. penyiapan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. b.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. norma. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengangkutan. keselamatan operasi. e. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. K3. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan standar. 62 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. terdiri dari: a.

Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. 63 . penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan.f. pengangkutan. c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. g. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). pengangkutan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta penjaminan pasca operasi. penyiapan. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Penyimpanan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pengangkutan. penelaahan. penyiapan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. terdiri dari: a. Penyimpanan.

b. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penelaahan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan. pengangkutan. norma. penyiapan rumusan standar. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. dan kriteria usaha penunjang. g. penelaahan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.d. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. f. 64 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. produk. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. f. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. g. pelaksanaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. b.d. 65 . penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. profesi personil. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. penelaahan. pelaksanaan.

66 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

67 . b. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. kriteria. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. penyusunan standar. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. e. norma.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral.

pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. satuan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. h. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. f. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. terdiri dari: a. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. d. 68 . d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i.

Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. e. rapat koordinasi. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. f. b. akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. jaringan dan situs informasi. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. b. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. situs. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Pengelolaan Informasi. ketatalaksanaan. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. g. Kelompok Jabatan Fungsional. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. b. pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pengelolaan sistem. pelaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaporan. c. akuntabilitas kinerja. jaringan. e. c. d. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. 69 .

serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. c. f. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 70 . satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. b. e. Pasal 237 Bagian Keuangan. PBI Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. Subbagian Kekayaan Negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta pengurusan revisi anggaran. d. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran.

penyiapan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta kehumasan. b. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. e. pelaksanaan informasi. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. f. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. pelayanan konsultasi hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. c. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 71 . d. laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Informasi Hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan.

pelaksanaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. c. c. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penelaahan. dan kearsipan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. 72 . b. telepon. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan keprotokolan dan upacara. ekspedisi persuratan dinas. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengadaan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. keamanan. mutasi. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. f. pengurusan formasi. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. g. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pemberhentian. pelaksanaan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pertamanan dan perparkiran. e. dan Implementasi Sipeg. b.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Subbagian Kepegawaian. terdiri dari: a.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. h. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. penelaahan. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. pelaksanaan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. f. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. rencana pengadaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta rencana dan program pembangunan berjangka. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. evaluasi kebijakan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). b. 73 . d. rencana dan program. implementasi Sipeg. c. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. rencana dan program. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. 74 . serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. f. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. e. d. e. d. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. penyiapan rumusan. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. b. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. c. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. serta program pengembangan jaringan transmisi. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. g. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah.

Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. pelaksanaan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. penelaahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penyiapan. c. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. 75 . serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. b.

penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. f. d. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penyiapan. kriteria tenaga listrik sosial. b. 76 . penelaahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. e. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. c. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. b. norma. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penelaahan.

serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi. 77 . d. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penelaahan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan rencana. penyusunan dokumen perjanjian. penelaahan. c. multilateral dan regional. b. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. asosiasi dan lembaga lainnya. b. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana dan program. Seksi Multilateral dan Regional.

pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. b. penelaahan. d. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. c. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. 78 . penyiapan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. b. pengolahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pelaksanaan pengelolaan data. e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. statistik dan pemetaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik.

serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. i. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. b. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. e. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. 79 . c. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta perlindungan konsumen. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. b. h. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. e. d. g. b.

d. c. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penelaahan. b. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta efisiensi dan transparansi usaha. penyiapan.c. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha.

terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. e. penyiapan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. norma. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pemberian sanksi. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. f. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 81 . b. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. b. Seksi Pelayanan Izin Usaha. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. pelaksanaan. penelaahan. c.

penelaahan. terdiri dari: a. b. penyiapan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. d. 82 . penyiapan rumusan standar. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. norma. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. f.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. e. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penelaahan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. kriteria hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. penyiapan. b.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. b.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. c. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. b. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. e. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. terdiri dari: a. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. d. mempunyai tugas 83 . Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. norma.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. lindungan lingkungan. e. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. f. d. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. h. profesi personil. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. f. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. e. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. i. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. g. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. lindungan lingkungan. produk. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. serta penggunaan tenaga teknik. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. kelaikan teknis. 84 .Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pembinaan teknis. c. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. keselamatan dan K3. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. d. kelaikan teknis. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.

penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. penelaahan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. c. pelaksanaan. penyiapan. g. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. serta Rancangan SNI. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. d. 85 . b. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. f. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.

penyiapan. d. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. b.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pelaksanaan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. kalibrasi alat ukur. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. terdiri dari: a. norma. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. pelaksanaan. b. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. g. penelaahan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan standar. e. 86 . Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. kelaikan peralatan. dan K3. instrumentasi.

c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. g. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. 87 . e. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. f. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. terdiri dari: a. penelaahan. b.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penelaahan. b. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. 88 . Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. terdiri dari: a. penyiapan. b. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. d. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. e.

penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. b. e. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria usaha penunjang. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. f. produk. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. terdiri dari: a. 89 . penelaahan. norma. g. b. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. d. profesi personil. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

norma. energi alternatif. c. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. f. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. f. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. b. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Bimbingan Teknis. energi perdesaan dan konservasi energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. c. h. c. kriteria pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. g. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. e.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. b. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Konservasi Energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. e. energi perdesaan dan konservasi energi. d. 90 . penyiapan rumusan standar.

Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan.d. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. rencana dan program pengembangan usaha. c. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. norma. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. 91 . Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. kriteria usaha energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan. penyiapan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. b. penyiapan rumusan standar. e. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. terdiri dari: a. d. penelahaan. b. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi.

serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. d. penyiapan rumusan standar. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. 92 . evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. b. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penyiapan rumusan kebijakan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. c. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. rencana dan program. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan.

. norma. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. e. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta pedoman pengembangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pemberdayaan masyarakat. c. penyiapan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program energi perdesaan. Seksi Program Energi Perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. d. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. penyiapan rumusan kebijakan. rencana dan program. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. penelahaan. penelahaan. 93 . (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. b.

evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. penyiapan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. 94 . serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. b. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. energi perdesaan dan konservasi energi. c. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi. e. 96 . dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. kriteria. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. pedoman. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. norma. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan standar. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. batubara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. dan prosedur di bidang mineral. d. Batubara. dan panas bumi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. batubara dan panas bumi. c.

b. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. d. 97 . Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. terdiri dari: a. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi. e. g. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. f. i. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi.

Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Subbagian Pengelolaan Informasi. g. rapat koordinasi. b. Bagian Keuangan. pelaporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Batubara dan Panas Bumi. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. b. pengelolaan sistem. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. jaringan dan situs informasi.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pelaporan. f. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. terdiri dari: a. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. e. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. 98 . ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.

d. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyelesaian kerugian negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. penelaahan. b. Subbagian Kekayaan Negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. b. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. jaringan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. satuan kerja. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penyiapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. 99 . PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. f. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 354 Bagian Keuangan. penelaahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta pengurusan revisi anggaran.

100 . pelaksanaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. e. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. b. serta kehumasan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penyelesaian kerugian negara.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a. pertimbangan hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. c. f. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. Subbagian Informasi Hukum. c. pelaksanaan informasi. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelayanan konsultasi hukum.

(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pengadaan pegawai. pertamanan dan perparkiran. batubara. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pemberhentian. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. perlengkapan dan rumah tangga. d. e. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan urusan kesekretariatan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. panas bumi dan air tanah. c. f. dan kearsipan. telepon. penyiapan. mutasi. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. ekspedisi persuratan dinas. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. keamanan. pengurusan formasi. b. g. penelaahan. penelaahan. 101 . penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. kebersihan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan Implementasi Sipeg. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan keprotokolan dan upacara. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha. dan produksi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. c. 102 . (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. investasi dan pendanaan. Subbagian Kepegawaian. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. neraca sumber daya wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan produksi. panas bumi dan air tanah. penelaahan. persuratan dinas dan kearsipan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. perumusan pedoman dan prosedur kerja. cadangan atau potensi. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. b. implementasi Sipeg. pelaksanaan. c. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. rencana pengadaan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta penetapan wilayah kerja. terdiri dari: a. b. batubara. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. wilayah kerja. d. rencana dan program di bidang mineral.

terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. b. c. batubara. Batubara dan Panas Bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. g. pencatatan dan perhitungan PNBP. d. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. i. evaluasi kebijakan. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. batubara. e. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. eksplorasi dan operasi produksi. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. serta pemantauan perencanaan program di daerah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah.e. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. d. f. perumusan perencanaan. 103 . serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. menengah dan tahunan berbasis kinerja. pengelolaan data. h. e. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi. serta perhitungan bagi hasil. j. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. b. f. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi.

strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. b. f. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi. serta kerja sama di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta pemantauan pelaksanaan investasi. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penelaahan. penelaahan. e. penyiapan. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. 104 . Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. h. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. batubara. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. d. Seksi Program Mineral dan Batubara.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. panas bumi dan air tanah. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Kontrak Karya (KK). penelaahan. b. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. 105 . penelaahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. c. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. batubara. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan.

batubara. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penyiapan rumusan standar. batubara. 106 . Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. f. penyiapan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.e. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyiapan. d. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. kriteria pencadangan wilayah kerja. b. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral.

cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. batubara. terdiri dari: a. 107 . penelaahan.e. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Panas Bumi dan Air Tanah. panas bumi dan air tanah. cadangan dan wilayah kerja. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. batubara. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. statistik. Seksi Informasi Mineral. penyiapan penetapan potensi. serta penetapan wilayah kerja. (2) Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. h. penyiapan. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. g. Batubara. serta pengelolaan informasi bidang mineral. neraca sumber daya. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. f. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral.

b. Batubara dan Panas Bumi. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penyiapan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. batubara dan panas bumi. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. b. penelaahan. pelaksanaan pencatatan. 108 . serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. e. penelaahan. c. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. serta bagi hasil daerah.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

c. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. d. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. e. b. 113 . serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. g. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. b. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. terdiri dari: a.

Seksi Hubungan Komersial Batubara. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pelaksanaan. f. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. i. pembinaan hubungan komersial panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. b. g. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. perumusan pengaturan. c. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. h. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. b. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. e. 114 .

Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. f. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. l. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan standar. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. c. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. d. g. 115 . kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.j. serta pengelolaan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. norma. k. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. e. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. b. f. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. g. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. dan perubahan batas wilayah kerja.

serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. i. terdiri dari: a. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. e. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. d. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. 116 . Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. pelaksanaan fasilitasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. pelaksanaan. c. pelaksanaan.h. studi kelayakan dan eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi.

penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. d. b. serta pengendalian air tanah. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. f. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. terdiri dari: a. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. e. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. pelaksanaan.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. g. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. 117 .

penelaahan. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. d. penelaahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. c. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi.h. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. b. pelaksanaan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta pengelolaan air tanah. b. pelaksanaan. i. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. 118 . serta pengendalian air tanah. e.

pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. h. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 119 . penelaahan. c. e. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. f. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. terdiri dari: a. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi.g. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. b. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah.

b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. serta air tanah. c. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. serta ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. 120 . (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Seksi Konservasi Air Tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta penggunaan tenaga teknik. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Batubara dan Panas Bumi. K3. kelaikan teknis. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. lindungan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. e. 121 . b. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. batubara. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. i. dan panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.d. j. kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. profesi personil. lindungan lingkungan. c. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. panas bumi dan air tanah. batubara dan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. e. f. g. h. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. produk. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.

serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. penelaahan. g. produk. penyiapan rumusan standar. f. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penelaahan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait.c. dan Panas Bumi. 122 . penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. e. d. jenis dan mutu produk. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. norma. penyiapan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. profesi personil. Batubara. terdiri dari: a. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Seksi Standardisasi Mineral. pemurnian. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. b. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. b. pelaksanaan. c. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. penelaahan. dan konservasi mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. 123 .b. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. batas wilayah kerja. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penyiapan.

i. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. e. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. d. 124 . dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. h. batubara. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. g. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral.c. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan. Batubara. penelaahan. f. b. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. penelaahan.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Seksi Keselamatan Batubara. norma. keamanan instalasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. c. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara. dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan. terdiri dari: a.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. panas bumi dan air tanah. b. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. batubara. Batubara. pelaksanaan. pengangkutan. penyiapan. batubara. penyiapan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. b. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. 125 . e. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. instrumentasi. g. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. penyimpanan. penyiapan rumusan standar. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. kalibrasi alat ukur. penimbunan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.

penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. e. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. batubara. Seksi Usaha Penunjang Batubara. f. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. d. dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. dan kriteria usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. 126 . Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. norma. b. penelaahan. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. b. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. terdiri dari: a. Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 127 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

terdiri dari: a. d. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat II. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. pelaksanaan pengawasan kinerja. b. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. d. c. Inspektorat I. c. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat III. e. Inspektorat IV. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. 128 . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. keuangan.

Bagian Pemantauan dan Evaluasi. d. pengurusan kepegawaian dan organisasi. keamanan. j.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. perlengkapan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. h. k. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. e. b. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi. 129 . pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. d. f. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum dan Keuangan. pengelolaan urusan tata usaha. b. Bagian Hukum dan Kepegawaian. keprotokolan dan rumah tangga. g. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. e. terdiri dari: a.

pelaksanaan. b. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. rapat koordinasi. jaringan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. satuan kerja. penelaahan. c. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. j. terdiri dari: a. pelaporan. pelaporan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. h. b. Subbagian Penyiapan Laporan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. g. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. f. situs. Subbagian Penyiapan Rencana. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. i. penyiapan. 130 . penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. dan rencana kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyajian informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. program kerja. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. d.

terdiri dari: a. b. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. e. analisis hasil pengawasan. b. Inspektorat Jenderal. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. d. pelaksanaan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. c. Badan Geologi. 131 . pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pelaksanaan analisis. penyiapan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. penelaahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pengolahan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal.

serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. 132 . monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penyiapan. b. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pelaksanaan. dan implementasi Sipeg. pertimbangan hukum. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyuluhan. perpustakaan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. Subbagian Kepegawaian. penelaahan. penelaahan. penyiapan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. bantuan hukum. b. terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. e. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. d. serta pemberian pertimbangan hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dokumentasi hukum. masyarakat dan yustisia. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. Subbagian Hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan.

dan kearsipan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. d. k. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. f. persuratan dinas. rumah tangga dan kehumasan. perlengkapan. i. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penelaahan. j. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. keprotokolan dan kehumasan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. b. h. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. b. Subbagian Rumah Tangga. e. pelaksanaan keamanan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. rumah tangga dan kehumasan. 133 . g. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. dokumentasi dan tata naskah. terdiri dari: a. serta pengurusan administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. kebersihan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. perbendaharaan. perlengkapan. c. pelayanan kesekretariatan. pengurusan penganggaran. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

b. penelaahan. pelaksanaan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. d. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. keprotokolan dan kehumasan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. perumusan laporan hasil pengawasan. perlengkapan dan pengadaan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). persuratan dinas. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. kearsipan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. serta evaluasi atas urusan keamanan. kebersihan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. perencanaan kebutuhan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pemeriksaan. dan administrasi keuangan. 134 . c.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 139 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. Pusat Lingkungan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. e. g. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. 140 . Sekretariat Badan Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. b. e. dan geologi lingkungan. h. d. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. terdiri dari: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pelayanan survei geologi. b. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. f. c. c. Pusat Sumber Daya Geologi. Pusat Survei Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. d. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. penelitian dan pelayanan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501.

Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. e. h. d. pelaporan. j. 141 . Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. f. informasi hukum. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta perencanaan kerja. kearsipan. akuntabilitas kinerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. i. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. terdiri dari: a. Bagian Keuangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. g. e. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. dan rumah tangga. c.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Umum.

f. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penelaahan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. penelaahan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. situs. pelaporan. penelaahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. Subbagian Laporan. penyajian informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. satuan kerja. 142 . b. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Subbagian Pengelolaan Informasi. jaringan dan situs informasi. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. c. penyiapan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. c. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. b.

pengembangan. kepangkatan. serta evaluasi atas mutasi. pengembangan. pelaksanaan. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg Badan. penelaahan. serta implementasi Sipeg. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. pengurusan perencanaan. penelaahan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pemberhentian. pengangkatan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penyiapan. dan analisis jabatan. penggajian. kesejahteraan. pengadaan. terdiri dari: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pemberhentian. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pelaksanaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kesejahteraan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. penyiapan. b. penelaahan. d. c. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. serta evaluasi atas perencanaan. c. 143 . evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan.

dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. e. 144 . perhitungan pelaksanaan anggaran. penyelesaian kerugian negara. serta penyelesaian kerugian negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Subbagian Akuntansi. dan revisi anggaran Badan. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Neraca. f. b. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. terdiri dari: a. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. c. PBI Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. d. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. Pasal 517 Bagian Keuangan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. perlengkapan. kearsipan.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. penelaahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. pelayanan kesekretariatan. e. b. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Subbagian Hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengadaan. dan kearsipan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. bantuan hukum. 145 . Pasal 521 Bagian Umum. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan pemeliharaan barang inventaris. kearsipan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. informasi dan dokumentasi hukum. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta keprotokolan dan upacara Badan. d. terdiri dari: a. kebersihan dan keamanan Badan. c. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. dan rumah tangga. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. penyiapan koordinasi ketatausahaan. persuratan dinas. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perpustakaan. kehumasan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dokumentasi hukum dan perpustakaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesekretariatan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. Subbagian Tata Usaha. penyiapan. f. perlengkapan. c. serta pengurusan perlengkapan.

dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. f. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. i. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perumusan rencana dan program. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. administrasi keuangan. Bidang Sarana Teknik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pemetaan tematik potensi. Bidang Informasi. dan panas bumi. j. penyelidikan. penyusunan neraca sumber daya geologi. b. penyelidikan. b. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. gambut. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan kepegawaian Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. Bagian Tata Usaha. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. serta rancang bangun dan pemodelan. rekayasa teknologi. e. batubara. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. mineral. e. bitumen padat. h.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. g. keuangan. rumah tangga. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 146 . Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. keuangan. 147 . Pasal 528 Bagian Tata Usaha. pengembangan. pengangkatan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pengurusan perencanaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. kebersihan. serta akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. c. terdiri dari: a.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. d. c. b. keamanan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Laboratorium. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. f. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi.d. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. e. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. b. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta kerja sama pelayanan jasa. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. 148 . penyusunan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

149 . Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemutakhiran basis data. c. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Subbidang Program. serta pengelolaan perpustakaan. dokumentasi dan publikasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 540 Bidang Informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. Subbidang Kerja Sama. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta operasi perangkat lunak informasi. penelaahan. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. b. penyiapan. terdiri dari: a. d. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. penganggaran.

gempa bumi. 150 . gempa bumi. f. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. operasi perangkat lunak. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dokumentasi. rumah tangga. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. g. pelaksanaan. administrasi keuangan. dan gerakan tanah h. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. sistem. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pemodelan. perpustakaan. serta rancang bangun. j. d. dan gerakan tanah. penelaahan. i. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. c.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. penyelidikan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kepegawaian Pusat. serta sesar aktif. tsunami. pengelolaan ketatausahaan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pos pengamatan gunung api. b. penelaahan. dan rekayasa teknologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pelaksanaan. sosialisasi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. tsunami. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat.

pengembangan. terdiri dari: a. c. kearsipan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d.k. pengurusan perencanaan. pengangkatan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. keuangan. penyelidikan. serta perpustakaan. l. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. kebersihan. Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan penelitian. b. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pengurusan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. b. e. pemelaahan. pelaksanaan pengelolaan sarana. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. e. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. keamanan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. 151 .

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. 152 . Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penelaahan. administrasi keuangan. b. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta penetapan status dan peringatan dini. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. b. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. c. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. pemelaahan. d. penelaahan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pelaksanaan. pengurusan. geokimia dan deformasi. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pelaksanaan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penetapan status. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549.

b. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. penelaahan. 153 . (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan. b. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. gerakan tanah dan tsunami. d.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah.

e. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. gerakan tanah dan tsunami. terdiri dari: a. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penyelidikan. penyiapan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. f. b. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 154 . akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. d. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. c. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengangkatan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. penyelidikan. j. Bidang Sarana Teknik. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. geologi teknik dan air tanah. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Bidang Informasi. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. g. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. Bidang Program dan Kerja Sama. c. b. k. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. f. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. 155 . geologi teknik dan air tanah. pengembangan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. serta dokumentasi tata naskah pegawai. i. rekayasa teknologi. d. h. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. b. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. keuangan. dan pengelolaan tata ruang. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

kebersihan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. keuangan. keamanan. e. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. f. serta akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. d. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. e. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 156 . pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan.c. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik.

pelaksanaan. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. serta kerja sama pelayanan jasa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. e. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Laboratorium. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. Subbidang Kerja Sama. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. d. 157 . b. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. b. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Program. terdiri dari: a.

penganggaran. c. 158 . Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. jaringan dan situs informasi. b. d. pelaksanaan sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta pemutakhiran basis data. b. terdiri dari: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 578 Bidang Informasi.

pemetaan. j. g. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. geomorfologi. pelaksanaan. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pengelolaan ketatausahaan. h. d. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. sosialisasi. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pelaksanaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sistem. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan kepegawaian Pusat. tektonik. rumah tangga. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. geokimia. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. l. i. pemetaan dan penelitian geologi. administrasi keuangan. k. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. rekayasa teknologi. m. 159 . serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. evaluasi pelaksanaan penelitian. perpustakaan. c. penelaahan. f. geofisika. inventarisasi hasil survei. e. b. pelayanan jasa survei. penyelidikan dan survei di bidang geologi. operasi perangkat lunak. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. penelitian dan penyelidikan geologi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dokumentasi. penelaahan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pemetaan geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

b. c. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bidang Informasi. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. e. keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. b. Bagian Tata Usaha. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. d. keuangan. d. Bidang Sarana Teknik. 160 . Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pengembangan. pengurusan perencanaan. keuangan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. serta akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. c. kebersihan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

pelaksanaan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. terdiri dari: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. 161 . Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. f. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. pelaksanaan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Laboratorium. Subbidang Sarana Penyelidikan. e.

d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. e. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama pelayanan jasa. b. penelaahan. Subbidang Program. c. pengelolaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. 162 . penyiapan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Kerja Sama.

sistem. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan sosialisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi. perpustakaan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 597 Bidang Informasi. pelaksanaan. operasi perangkat lunak. 163 . b. sosialisasi. b. dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. terdiri dari: a. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penelaahan. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem.

Teknisi Litkayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Penyelidik Bumi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 164 . serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

e. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. d.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. 165 . perumusan kebijakan penyelenggaraan. g. mineral batubara. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. pembinaan pelayanan jasa teknologi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. panas bumi. b. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

f. b. serta perencanaan kerja. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. 166 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. d. b. h. serta pelaksanaan bantuan hukum. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. dan rumah tangga. g. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. informasi hukum. kearsipan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. e. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”.

c. Bagian Keuangan. terdiri dari: a. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Laporan.i. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. j. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. d. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pengelolaan sistem. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. b. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. jaringan dan situs informasi. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. e. c. d. 167 . b. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.

Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. pengurusan perencanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. dan analisis jabatan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengadaan. 168 . Subbagian Administrasi Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyajian informasi. terdiri dari: a. kesejahteraan. pemberhentian. penelaahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. penggajian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. pengembangan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. situs. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. penelaahan. c. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. e. d. penelaahan. serta implementasi Sipeg. pelaksanaan. jaringan. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. serta penyempurnaan organisasi Badan. b. penyiapan. satuan kerja.

serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan. c. serta evaluasi atas mutasi. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penggajian. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perencanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Subbagian Kekayaan Negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. d. f. terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 618 Bagian Keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan pemberhentian. Subbagian Perbendaharaan. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengangkatan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. b. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. e.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. 169 . serta pengurusan revisi anggaran. pengembangan. PBI Badan. kesejahteraan.

perpustakaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. d. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelayanan kesekretariatan. terdiri dari: a. e. penyelesaian kerugian negara. Neraca. Subbagian Tata Usaha. perlengkapan dan rumah tangga Badan. penelaahan. dan kearsipan. c. penyiapan koordinasi ketatausahaan. kearsipan. dan revisi anggaran Badan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta pengurusan perlengkapan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. 170 . penelaahan. dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 622 Bagian Umum. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. c. kehumasan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pengadaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. informasi dan dokumentasi hukum. b. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. dan rumah tangga. perlengkapan. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaaan bantuan hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. distribusi penggunaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. kearsipan. dan rumah tangga. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. persuratan dinas. penelaahan.

pelaksanaan. bantuan hukum. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. serta keprotokolan dan upacara Badan. d. persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyiapan. g. c. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. penelaahan. kesekretariatan. e. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. kebersihan dan keamanan Badan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 171 .

Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. e. b. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. 172 . pengurusan perencanaan. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. c.h. serta pelaksanaan keamanan. i. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan ketatausahaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Kelompok Fungsional. kebersihan. b. pengembangan. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. e. c. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. administrasi keuangan. Bidang Afiliasi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Program. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara.

penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan kebersihan Pusat. penyediaan bahan baku. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengembangan Sarana. c. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. serta pengadaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 173 . Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan sarana kerja. penelaahan. e. d. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. penyediaan bahan baku.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 637 Bidang Program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. penelaahan. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 174 . serta analisis. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. terdiri dari: a.

d. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 175 . Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. terdiri dari: a. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. b. c. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

176 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. f. penelaahan. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. jaringan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. i.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. pelaksanaan. d. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. h. dan kepegawaian Pusat. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. e. administrasi keuangan.

e. b. e. Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. kebersihan. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan keamanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. terdiri dari: a. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. terdiri dari: a. pengangkatan. keuangan. 177 . Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Afiliasi.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. c. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. pengurusan perencanaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. d. pengembangan. dan kebersihan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

pelaksanaan. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyediaan bahan baku. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. penyediaan bahan baku. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. 178 . Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. Subbidang Pengembangan Sarana. b. penelaahan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 656 Bidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. serta analisis.

situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. e. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. jaringan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. 180 . b. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b.

Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. terdiri dari: a. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. 181 . h. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. d. Bidang Afiliasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. d. e. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. dan kepegawaian Pusat. g. Kelompok Fungsional. Bidang Program. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. f. c. i. administrasi keuangan. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 182 . pengurusan perencanaan. b. perbendaharaan dan akuntansi. d. keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 667 Bagian Tata Usaha.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. serta pelaksanaan keamanan. pengembangan. dan kebersihan Pusat. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. kebersihan. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. serta pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. pemeliharaan sarana kerja. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 183 . penelaahan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. penyiapan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penelaahan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. e. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan. c. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. b. terdiri dari: a. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. penyiapan. Pasal 675 Bidang Program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta analisis. terdiri dari: a. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 184 . Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. b. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 185 . pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penelaahan. e. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. h. f. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. c. Bidang Afiliasi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. administrasi keuangan. j. Kelompok Fungsional. keuangan. dan geofisika kelautan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. geokimia. e. i. d. rumah tangga. Bidang Program. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. 186 . dan kepegawaian Pusat. b. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. g. c. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. pengembangan. dan kebersihan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengadaan. perencanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. terdiri dari: a. keuangan. c. kebersihan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. serta pelaksanaan keamanan. pengangkatan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. 187 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b.

penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. b. b. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Subbidang Pengoperasian Sarana.c. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 188 . pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. d. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan. e. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Pasal 694 Bidang Program. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. b. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. 189 . d. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta analisis. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. e. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. 190 . Pasal 698 Bidang Afiliasi.d. pelayanan jasa teknologi. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.

Penyelidik Bumi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. 191 . Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.

(2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 192 . Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. c. geologi. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. b. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. f.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. batubara. mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. g. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. d. h. e. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi. g. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. b. 193 . Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kerja sama. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. d. i. f. h. koordinasi pelayanan administratif Badan. e. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. satuan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan.

penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Rencana dan Laporan. h. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. Bagian Kepegawaian. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. ketatalaksanaan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. c. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. g. b. pelaksanaan pengelolaan kerja sama.j. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. pelaporan. k. b. f. akuntabilitas kinerja. c. pelaporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Umum. Pasal 708 Sekretariat Badan. d. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. kearsipan. dan rumah tangga. 194 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d. Bagian Keuangan. l. serta perencanaan kerja. penganggaran. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. kepangkatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. c. penelaahan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penganggaran. penelaahan. pengurusan perencanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. e. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. 195 . dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pemberhentian. penggajian. dan analisis jabatan. prosedur kerja. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. dan sistem. kesejahteraan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. jaringan dan situs informasi Badan. pengadaan. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. d. serta evaluasi atas laporan berkala. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. c. b. b. pengembangan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan. perencanaan kerja. serta implementasi Sipeg. terdiri dari: a. Subbagian Kerja Sama. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. d. 200 . organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. b. c. b. pelayanan jasa. terdiri dari: a. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kontrol kualitas. Subbidang Utilitas.. pelaksanaan. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. produk kilang. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Kilang. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penyiapan. pelaksanaan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelayanan jasa. 201 . pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Bengkel. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. b. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. c. penelaahan. penelaahan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Laboratorium. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.

norma. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kepustakaan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. c. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Pelatihan. e. standar. kriteria dan prosedur. pedoman. f. norma. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kepustakaan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. d. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. kerja sama. pedoman. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penyiapan penyelenggaraan. 202 . g. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. kriteria pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. c. 203 . pemberian pelayanan jasa. pedoman. i. perlengkapan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. e. g. norma. f. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. e. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. h. kearsipan. terdiri dari: a. c. d. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. Kelompok Jabatan Fungsional. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. prosedur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Teknis. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.

Subbagian Kepegawaian dan Umum. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. e. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi dan tata naskah. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. perbendaharaan. 204 . serta hukum. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. c. b. perlengkapan. b. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. organisasi. kearsipan. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan.

penyiapan rumusan standar. Subbidang Pengembangan Sarana. norma. d. pelaksanaan pemeliharaan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.c. rencana pengembangan. b. pedoman. e. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penggunaan. pelaksanaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. 205 . serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.

f. 206 . pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d. pedoman. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. penyiapan. norma. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.d. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. e. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. dan prosedur. kerja sama dan sistem. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. terdiri dari: a. kriteria. Subbidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

b. pedoman. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. c. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. 207 . tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. kriteria dan prosedur. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pedoman. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. prosedur. penelaahan. f. d. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan. penyusunan standar. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. norma. norma. norma. e. pemberian pelayanan jasa. pelaksanaan. penyusunan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. kriteria dan prosedur. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan.

Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. organisasi dan ketatalaksanaan. b. e. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. terdiri dari: a. 208 . Bidang Pelatihan dan Sarana. kehumasan dan keprotokolan. kearsipan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. h. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. perbendaharaan. pengelolaan ketatausahaan.g. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. akuntansi.

pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. jaringan dan situs informasi. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. b. akuntabilitas kinerja. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. c. dan sistem. b. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Perencanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. 209 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. d. pedoman. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. penyiapan. norma. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. Subbidang Pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. terdiri dari: a. c. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. b. penyiapan. e. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. d. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 210 . promosi. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. serta evaluasi atas pengelolaan standar. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penelaahan. pelaksanaan kerja sama. pedoman. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. h. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. g. f. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. 211 . prosedur. c. c. d.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pedoman. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. e. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum. perlengkapan. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. b. hukum. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. e. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. c. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. kehumasan dan keprotokolan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. 212 . pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. kearsipan.

norma. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan. e. penelaahan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas standar. terdiri dari: a. pedoman. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. c. penelaahan. d. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. b.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. pelaksanaan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. 213 . Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma dan kriteria. b. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program.

terdiri dari: a. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. promosi. 214 . penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. c. pelaksanaan. d. b. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. b. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pelaksanaan. e. Subbidang Pelatihan. pelaksanaan kerja sama. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Direktorat Jenderal. d. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. 216 . b.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal dan Badan. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. c. e. terdiri dari: a. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.

pengolahan dan pelayanan data dan informasi. g. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. j. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. 217 . pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. d. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. h. b. c. k. i. e.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional.

Subbagian Tata Usaha Bakoren. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. serta kearsipan Bakoren. e. Subbagian Tata Usaha Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dukungan operasi kerja. b. 218 . penyelenggaraan dukungan operasi kerja. d. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. rumah tangga. pelaksanaan urusan tata usaha. b. terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bidang Kajian Strategis. c. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan dan tata persuratan. terdiri dari: a. c. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta kearsipan Pusat. c. Bagian Tata Usaha. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. d. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. dan persuratan dinas. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Pasal 804 Bagian Tata Usaha.

evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. 219 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. j. i. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. k. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyiapan norma. l. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. d. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. h. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. g. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. c. b. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. e. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen.

Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. ketenagalistrikan. batubara dan panas bumi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. e. b. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. 220 . pelaksanaan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. pelayanan data dan informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. c. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. d. penelaahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan norma. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan. f. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelahaan.

serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Energi. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. d. f. c. 221 . penelahaan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penelahaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. b. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. pelaksanaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. penelahaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. e. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. air tanah dan kegeologian. pelaksanaan. gambut. b. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. bitumen padat. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. terdiri dari: a.

BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. 222 . integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. organisasi. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen.a kepada pejabat eselon I. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dokumentasi. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. peraturan perundang-undangan. perencanaan kerja. penganggaran. peralatan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi personil. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. standardisasi teknis. 223 . regulasi ekonomi dan keteknikan. (9) Pedoman penyusunan tata laksana.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan keselamatan umum. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II.

(4) Kepala Bagian. 224 . (3) Kepala Biro.BAB XIV ESELON.b. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal.a. Inspektur.a. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Pusat. Direktur Jenderal. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Inspektur Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. X. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(4) Perubahan atas rincian tugas.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. susunan organisasi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. 226 . fungsi.

c.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful