MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Keuangan. d. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Departemen lain. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. c. b. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. dan lembaga lain yang terkait. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. 5 . terdiri dari: a. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. e. Kementerian Negara. koordinasi kegiatan Departemen. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Biro Umum. c.

Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. b. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. rencana kerja dan anggaran. c. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. f. k. serta pengelolaan kerja sama Departemen. menengah dan tahunan. penyusunan harga satuan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana dan program kerja dan anggaran. e. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. h. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. sosialisasi kebijakan pembangunan. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta perumusan akuntabilitas kinerja. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta kerja sama. c. l. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. g. d. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. dan rencana anggaran. e. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. j. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. evaluasi kebijakan pembangunan. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. Bagian Perencanaan Anggaran. 6 . penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. b. rencana pembangunan jangka panjang. serta pengelolaan kerja sama Departemen. i. d. rencana anggaran. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kerja Sama. rencana dan program kerja. serta rencana strategis. perumusan kebijakan pembangunan.

b. b. c. e. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penelaahan. f. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. dan urusan tata usaha Biro. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Subbagian Perencanaan Penunjang. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. standar dan kriteria rencana kerja. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. terdiri dari: a. penyusunan rumusan RK-KL. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan norma. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 7 . Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. penelaahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. dan Badan Geologi. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Menengah dan Tahunan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Inspektorat Jenderal.

Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. kriteria perencanaan anggaran. Subbagian Penganggaran Penunjang. penelaahan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. b. dan Badan Geologi. e. penyiapan rumusan satuan harga pokok. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan standar. c. c. b. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga).Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. penyiapan. penyiapan. d. terdiri dari: a. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. Batubara dan Panas Bumi. norma. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. dan 8 . f. berkoordinasi dengan Biro Keuangan.

penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. Inspektorat Jenderal. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penelaahan. tahunan dan rencana strategis. c. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. RKA-KL. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. c. rencana pembangunan jangka panjang. f. h. menengah. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. terdiri dari: a. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. 9 . Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. e.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. g. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penyiapan bahan sidang. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. norma. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. kriteria akuntabilitas kinerja.

penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan rumusan standar. norma. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. dan Badan Geologi. penelaahan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. b. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. 10 . pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. serta kerja sama asosiasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. h. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. f. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Panas Bumi. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24.

perencanaan. jabatan struktural dan fungsional. c. Subbagian Kerja Sama Bilateral. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. b. terdiri dari: a. penelaahan. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. 11 . penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. b. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. e. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. dan penilaian kinerja pegawai. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pemensiunan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. pembinaan mutasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. c. pengadaan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. penempatan dan pengembangan pegawai. dan kesejahteraan pegawai.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). pengembangan organisasi dan tata laksana. disiplin. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. d. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian.

serta kartu PNS. d. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. e. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. e. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyiapan rumusan rencana. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. 12 . j. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. evaluasi pembinaan kepegawaian. Pegawai Negeri Sipil (PNS). g. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. b. serta standardisasi kompetensi jabatan.f. terdiri dari: a. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kelompok Jabatan Fungsional. serta administrasi penugasan ke luar negeri. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. norma. c. c. penyiapan rumusan standar. k. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Bagian Data dan Informasi Pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. i. pengadaan. h. penyusunan rencana formasi. f.

penelaahan. urusan tugas belajar dan izin belajar. dan penugasan pegawai ke luar negeri. 13 . b. i. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penelaahan. pemindahan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis. penyiapan. penyiapan. kepangkatan. Subbagian Pengembangan Karir. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar.h. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. dan Kartu PNS Departemen. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. pemberhentian dan disiplin. terdiri dari: a. j. penelaahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. c. pengelolaan administrasi tugas belajar. kompetensi pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyiapan.

Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pelaksanaan pemindahan pegawai. pemindahan. b. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. perbantuan. dan penilaian prestasi pegawai. j. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. dipekerjakan. Taspen. pemberhentian dan disiplin. dan penilaian angka kredit. pemindahan. terdiri dari: a. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pemberhentian. h. f. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pengangkatan kembali. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pelaksanaan kepangkatan. d. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. penarikan kembali. i. g. norma. Askes. Kartu Suami. pembebasan sementara. cuti. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pelaksanaan. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kesejahteraan pegawai. e. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pemberhentian. dan Bapertarum. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. penyiapan standar. b. pemindahan. dipekerjakan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. c. kepangkatan. Subbagian Mutasi Jabatan. serta Kartu Istri. penelaahan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. kriteria mutasi pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. perbantuan. kepangkatan. dan penarikan kembali pegawai. pelaksanaan disiplin pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kesejahteraan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. k. 14 .

penyusunan laporan kekuatan pegawai. 15 . penghargaan. kepangkatan. pemberhentian. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. Taspen. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. h. Kartu Suami. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Daftar Urut Kepangkatan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemindahan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. d. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pelaksanaan. penelaahan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. e. g. dan administrasi lembaga tripartit. Askes. pemberhentian dan pemensiunan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Kartu Istri. pelaksanaan. f. dan daftar riwayat hidup pegawai. jabatan. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. i. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. disiplin. Bapertarum pegawai Departemen. penghargaan. pelayanan kesehatan. b. penyiapan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pengadaan pegawai. penilaian angka kredit. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi.

(2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi. penyiapan rumusan standar. jabatan. b. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pelaksanaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. 16 . terdiri dari: a. klasifikasi dan peta jabatan. pelaksanaan. c. pemindahan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. e. norma. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penelaahan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. b. kriteria pengembangan organisasi. pengadaan pegawai. d.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. c. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. penggajian. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. kepangkatan. pelaksanaan. pemberhentian. penelaahan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta penyusunan standar kompetensi jabatan.

pengembangan. Subbagian Tata Laksana. g. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. analisis beban kerja. pengembangan. penelaahan. administrasi keuangan. Subbagian Kelembagaan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengembangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. peta jabatan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. evaluasi dan klasifikasi jabatan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. standardisasi kompetensi jabatan.f. pola hubungan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. 17 . terdiri dari: a.

serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. perbendaharaan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. h. j. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. kekayaan negara dan akuntansi. c. laporan realisasi anggaran. Pasal 49 Biro Keuangan. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Kekayaan Negara. penyelesaian kerugian negara. serta Neraca Departemen. k. g. l. terdiri dari: a. dan implementasi sistem akuntansi. 18 . penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. c. b. e. e. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). serta pembinaan perbendaharaan. Bagian Akuntansi. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. b. administrasi keuangan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pembinaan inventarisasi. serta pelaksanaan akuntansi. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. serta nota keuangan. i. d. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Bagian Pendapatan dan Belanja. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Perbendaharaan. d. Kelompok Jabatan Fungsional.

i. f. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. h.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. norma. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penelaahan. penelaahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. evaluasi tarif dan revisi PNBP. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penyiapan target. k. g. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. j. penyiapan. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan. d. 19 . pelaksanaan. b. e. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Anggaran Belanja. b. penyusunan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. terdiri dari: a. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. c.

pelaksanaan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. b. serta pembagian iuran sumber daya alam. pelaksanaan. g. terdiri dari: a. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. c. Badan Geologi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. penyiapan rumusan standar. e. Inspektorat Jenderal. norma. penelaahan. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. b. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Batubara dan Panas Bumi. 20 . f. dan pengelolaan SPM. penelaahan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d.

b. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. penyiapan rumusan standar. dan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. 21 . Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. g. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tuntutan perbendaharaan. pelaksanaan. norma. penelaahan. c. ganti rugi. f. e. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. c. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. terdiri dari: a. pelaksanaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. d. rekonsiliasi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). 22 . pelaksanaan.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 64 Bagian Akuntansi. c. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Badan Geologi. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penyiapan Neraca. penyiapan rumusan standar. b. pelaksanaan verifikasi. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. penelaahan. b. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. g. f. norma. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN.

penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. Neraca. dan penyelesaian kasus hukum. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. g. 23 . penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. b. pelaksanaan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. verifikasi anggaran. pelaksanaan. h. konsolidasi. penelaahan. pengelolaan dokumentasi. serta pelaksanaan kehumasan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. c. pelaksanaan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta kehumasan. dan bantuan hukum. f. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). dan implementasi SAI Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. bantuan hukum. dan bantuan hukum. penelaahan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. d. bantuan hukum dan kehumasan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. equitas dana. penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan aset.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rekonsialiasi. e. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan implementasi SAAT Departemen. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kewajiban. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). serta hubungan masyarakat Departemen. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

i. b. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. j. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. e. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. c. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Hubungan Masyarakat. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. b. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Bantuan Hukum. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Penelaahan Hukum. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. d. c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. 24 . c. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. d. terdiri dari: a. dan bantuan hukum.

penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. e. f. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. d. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. 25 . dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. h. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penelaahan. penyiapan rumusan standar. c. penelaahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. norma. kriteria kontrak atau perjanjian. penyiapan.

e. c. dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 26 . evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. c. d. penyiapan. penelaahan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. b. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. penyiapan. penelaahan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. norma. f. penelaahan. penyiapan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen.

penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. b. norma. e. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. f. konferensi pers. pelaksaaan. b.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksaaan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. d. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. serta monitoring dan analisis berita. Batubara dan Panas Bumi. c. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. 27 .

b. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. i. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. dan urusan tata usaha Biro. h. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. monitoring dan analisis berita Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. j. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Publikasi. pameran Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. 28 . Subbagian Hubungan Kelembagaan. abstrak peraturan perundang-undangan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. terdiri dari: a. konferensi pers. penelaahan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penerbitan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. c. peliputan dan perekaman kegiatan. penelaahan.g. pelaksanaan. pelaksanaan peliputan.

b. Sekretaris Jenderal. perlengkapan dan pengadaan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. g. pengelolaan keamanan dan keselamatan. tata usaha dan kearsipan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. f. Pasal 87 Biro Umum. Bagian Tata Usaha. f. h. c. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. tata persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyediaan sarana dan prasarana kerja. tugas 29 . Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. j. d. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. e. pengadaan. b. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Bagian Perlengkapan. e. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. i. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. c. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. d. Staf Ahli. rumah tangga Sekretariat Jenderal.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. tata persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. penyiapan penyelenggaraan rapat. f. pelantikan. Jakarta Pusat). evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. c. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. b. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. d. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. c. Subbagian Urusan Dalam Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. persuratan dinas. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Menteri. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. b. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen.

(3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. e.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. d. penyiapan. pelaksanaan. dan ekspedisi surat dinas. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. penelaahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. norma. b. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. c. penjadwalan kegiatan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha Departemen. 31 . serta urusan tata usaha dan ekspedisi. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. c. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Kearsipan. f. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. persuratan dinas. b.

dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. c. pelaksanaan kebersihan. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. e. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. M. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. d. Thamrin 1. keselamatan. terdiri dari: a. b. 32 . Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat).Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. serta pengadaan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. keamanan. b. Staf Ahli. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. f. keselamatan. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat.H. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal.

f. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. g. e. Subbagian Rencana Kebutuhan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. c. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. kriteria perlengkapan. d. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penelaahan penyiapan. norma. terdiri dari: a. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. Subbagian Pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. 33 . dan kearsipan Staf Ahli. penyiapan kegiatan. inventarisasi. pelaksanaan pengadaan.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 .

terdiri dari: a. penyusunan standar. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. e. c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. kriteria. 35 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. c. b. norma. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Bagian Umum dan Kepegawaian. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. satuan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. h. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. d. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. d. i. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pelaporan. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. c. b. 36 . kearsipan. e. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. e.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. j. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. f. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. rencana dan program. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. d. implementasi Sipeg. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. penelaahan. m. c. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. i. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. n. WP & B). serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. g. serta perhitungan bagi hasil. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). l. 41 . perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. k. h. b.

b. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. h. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. 42 . terdiri dari: a. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan. penyusunan statistik. f. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. f. c. d. e. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. b. d. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. g.o. serta data kebutuhan. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi program sektor. menengah dan tahunan berbasis kinerja. norma. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. evaluasi kebijakan. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. b. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. e. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. serta pencadangan strategis. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. p.

rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. terdiri dari: a. permasalahan iklim usaha. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penyiapan rumusan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. norma. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. d. g. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. pengumpulan data potensi. b. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. dan pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta penyediaan informasi. penyiapan. b. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. dan terms of condition KKS.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. 43 . penelaahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan. penelaahan. c.

penelaahan. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta bagi hasil daerah. b. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pajak. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). d. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. g. j. retribusi. serta biaya operasi. pemeriksaan dan pengujian. pelaksanaan pencatatan. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penyiapan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. h. i. penyiapan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. 44 . serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. tugas serta induk. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). penelaahan. f. tugas serta induk. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan standar. norma. c. e. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi.

PNBP dan tarif iuran. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pajak. norma. penelaahan. harga minyak mentah Indonesia. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. retribusi. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. lifting dan target penerimaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. e. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. f. pelaksanaan. tenaga kerja asing. 45 . b. b. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. pelaksanaan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. g. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. tenaga kerja asing. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. penyiapan rumusan. c.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penggunaan barang operasi. i. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. k. rencana penggunaan tenaga kerja asing.h. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penyiapan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. rencana impor barang operasi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penyiapan. j. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pemberdayaan produksi dalam negeri. b. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. b. penelaahan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan tenaga kerja asing. 46 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. pelaksanaan. dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. fasilitasi lembaga tripartit. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi.

rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Seksi Multilateral dan Regional. g. f. d. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. b. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. b. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. penelaahan. penyiapan.c. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. terdiri dari: a. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. c. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pelaksanaan. 47 . pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. lembaga sertifikasi dan asosiasi.

serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja. kriteria pengelolaan WK. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Kelompok Jabatan Fungsional. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. b. i. h. f. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. l. d. penyiapan rumusan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. pelaksanaan pengumuman WK. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. c. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. e. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. k. c. pengelolaan WK. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu.d. j. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. 48 . f. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. d. terdiri dari: a. b. e. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. g. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. h. norma. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. g.

b. b. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 49 . f. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penilaian. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. e. kriteria usaha eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penelaahan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. norma. c. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. d. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. b.

pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. f. pelaksanaan. norma. b. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. i. h. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan. j. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. g. c.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. 50 . b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. kriteria. pelaksanaan.

(2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. penelaahan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. g. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rumusan standar. d. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. rencana kerja dan anggaran KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan. tumpang tindih lahan. 51 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. c. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. norma. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. f. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan.

Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. f. norma. c. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. g. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. b. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pembinaan teknis. 52 . pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. i. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e.

Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. pelaksanaan. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan jenis bahan bakar minyak. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. i. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. d. Penyediaan. penelaahan. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Light Natural Gas (LNG). Light Petroleoum Gas (LPG). bahan bakar gas. f. bahan bakar lain. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. h. penyiapan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. perumusan pengaturan Penugasan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. penelaahan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. 53 .

bahan bakar gas. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. 54 . l. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. h. penyiapan rumusan standar. k. LPG. i. c.j. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. j. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. f. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. terdiri dari: a. penyiapan perizinan usaha pengolahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. b. d. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. e. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar lain. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengelolaan data. pengelolaan data. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. d. g. c. b. LNG. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. e. f. norma. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi.

serta pemantauan penyediaan bahan bakar. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. c. penelaahan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. g. norma. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. terdiri dari: a. 55 . b. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. pengelolaan data. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. f. penelaahan. d. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. h. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e.

b. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan formulasi harga. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. c. 56 . b. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penelaahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. kriteria harga bahan bakar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. j. e. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. serta penyiapan penetapan P3JBT. norma. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar gas dan LPG.i.

serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. LNG. 57 . Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. h. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas.f. penyiapan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. penyiapan rumusan standar. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. kriteria usaha niaga. g. pelaksanaan. b. norma. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. LPG. i. penelaahan. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. gas bumi. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. g. terdiri dari: a. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan data. penyiapan perizinan usaha niaga. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. e. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. h. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penelaahan. f. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. d.

terdiri dari: a. e. f. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. petrokimia. kriteria usaha non bahan bakar. Seksi Proses Non Bahan Bakar. dan non bahan bakar lainnya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. c. pelumas. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. LNG. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. penelaahan. tugas 58 . d. hasil olahan dan bahan bakar lain. LPG. penyiapan. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan norma. biodiesel. Seksi Niaga Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. b. b. penyiapan. Seksi Niaga Minyak Bumi. penelaahan.

dan non bahan bakar lainnya. kelaikan teknis. penelaahan. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. serta penggunaan tenaga teknik. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. f. h. usaha penunjang. e. produk. penyiapan. b. kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. g. petrokimia. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. biodiesel. lindungan lingkungan. d. c. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. biodiesel.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lindungan lingkungan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 59 . petrokimia. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. profesi personil.

Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. h. d. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. 60 . Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. b. g. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. j. f. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. c.i. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.

instrumentasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. keselamatan operasi. penelaahan. instalasi. d. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. norma. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. c. dan kalibrasi alat ukur. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. K3. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 61 . f. dan penggunaan tenaga teknik. g. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. e.

pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. pengangkutan. c. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. 62 . norma. pelaksanaan. instrumentasi. instalasi. penelaahan. b. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. K3. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. keselamatan operasi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. d. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. dan penggunaan tenaga teknik. dan kalibrasi alat ukur. e. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan.

Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. 63 . pengangkutan. Penyimpanan. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. g. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta penjaminan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. pengangkutan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penelaahan. penelaahan. b. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. terdiri dari: a. penyiapan. b. pengangkutan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan.f. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. 64 . penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. pelaksanaan. e. penelaahan. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pengangkutan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. f. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. g. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi.d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. terdiri dari: a. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. penelaahan. g. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. produk. b. f. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.d. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. 65 . Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. profesi personil. penelaahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. d. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. 67 . pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. norma. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. e.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. c. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. b.

terdiri dari: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. satuan kerja. b. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. h. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. b. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. e. dan rumah tangga. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. 68 . i. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. c.

Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. b. terdiri dari: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. jaringan. g. pelaksanaan. akuntabilitas kinerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. e. d. d. ketatalaksanaan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. situs. c. Subbagian Laporan. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. ketatalaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Pengelolaan Informasi. 69 . dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. pelaporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. rapat koordinasi. jaringan dan situs informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Keuangan. f. b. pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja.

Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. satuan kerja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. f. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. penyiapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. b. d. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan. c.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. e. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. PBI Direktorat Jenderal. 70 . Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 237 Bagian Keuangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. c. Subbagian Kekayaan Negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.

pertimbangan hukum. d. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta kehumasan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penyelesaian kerugian negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. b. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. f. c. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e. pelayanan konsultasi hukum. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. penyiapan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. 71 . dokumentasi dan sosialisasi hukum. terdiri dari: a. pelaksanaan informasi. Subbagian Informasi Hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. penelaahan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi.

Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. f. Subbagian Kepegawaian. d. penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. kebersihan. pertamanan dan perparkiran. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan urusan kesekretariatan. mutasi. pemberhentian. pelaksanaan. dan Implementasi Sipeg. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. 72 . c.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pengadaan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pelaksanaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengurusan formasi. b. g. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Usaha. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. ekspedisi persuratan dinas. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. telepon. dan kearsipan. c. keamanan. e. b. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. penelaahan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. implementasi Sipeg. d. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. rencana dan program. pelaksanaan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. lembaga sertifikasi dan asosiasi. e. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. evaluasi kebijakan. c. g. rencana dan program. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta rencana dan program pembangunan berjangka. f. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. h. rencana pengadaan. b. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). 73 . penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah.

b. c. e. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. b. d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. c. f. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. serta program pengembangan jaringan transmisi. b. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. e. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. d. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. g. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. 74 . menengah dan tahunan tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik.

b. b. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. 75 . penelaahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. d.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. c. penyiapan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik.

kriteria tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. b. pelaksanaan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. e. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. f. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. norma. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. 76 . penyiapan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. d. c. penyiapan. penyiapan bahan rumusan standar. penelaahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258.

lembaga sertifikasi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. 77 . penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi pelaksanaan rencana. d. penyusunan dokumen perjanjian. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. multilateral dan regional. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. b. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. asosiasi dan lembaga lainnya. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.

pengolahan. e. d. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. c. b. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. 78 . penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan data.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan.

Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. b. b. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. d. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. e. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. f. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. b. 79 . perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. d. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. i. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. pembinaan. serta perlindungan konsumen. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.

d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. c. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 .c. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta efisiensi dan transparansi usaha. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan.

kriteria harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penyiapan rumusan standar. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. penelaahan. b. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pemberian sanksi. norma. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. terdiri dari: a. terdiri dari: a. b. penelaahan. Seksi Pelayanan Izin Usaha. b. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 81 . dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. c. f. penyiapan.

82 . penelaahan. penyiapan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. f. penelaahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. b. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. norma. kriteria hubungan komersial. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. terdiri dari: a. e. d. b. penelaahan.

Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan. penelaahan. d. e. c. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. b. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. mempunyai tugas 83 . pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. b. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan.

d. produk. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. lindungan lingkungan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. 84 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. g. profesi personil. d. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. i. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. h. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. c. serta penggunaan tenaga teknik. c. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pembinaan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. f. keselamatan dan K3. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. f. e. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. b.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.

e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. terdiri dari: a. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. g. b. penelaahan. d. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 85 . serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. serta Rancangan SNI. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. c.

dan K3. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kalibrasi alat ukur. 86 . f. c. b. g. b. pelaksanaan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. d. penelaahan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. kelaikan peralatan. e. norma. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. penelaahan.

(2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. g. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. b. e. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. 87 . Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. penelaahan. c. terdiri dari: a. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. f.

d. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. penelaahan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. e.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan. b. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. 88 .

serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. b. terdiri dari: a. c. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. produk. e. b. g. penelaahan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. norma. d.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. profesi personil. 89 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.

Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi. f. energi perdesaan dan konservasi energi. b. c. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. energi perdesaan dan konservasi energi. norma. Subdirektorat Energi Perdesaan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. f. e. g. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. c. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. serta rencana dan program energi baru terbarukan. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. kriteria pemanfaatan energi. 90 .Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi alternatif. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. e. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. d. b. d. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan.

c. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. b. kriteria usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan. b. Seksi Program Pemanfaatan Energi. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan kebijakan. penelahaan. norma. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. e. penyiapan rumusan standar. penelahaan. b. e. 91 . Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi.

serta evaluasi atas program konservasi energi. rencana dan program. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penelahaan. penyiapan rumusan kebijakan. terdiri dari: a. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penyiapan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Seksi Program Konservasi Energi. penelahaan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. pelaksanaan. 92 . c. d. penyiapan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. e. penyiapan rumusan standar.

evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. rencana dan program. 93 . b. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. penyiapan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. serta pedoman pengembangan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Seksi Program Energi Perdesaan. penelahaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. d. e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. norma. penyiapan rumusan standar. pemberdayaan masyarakat.. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan. rencana dan program energi perdesaan.

penelahaan. penyiapan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penyiapan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. 94 . Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. c. b. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. norma. dan panas bumi. batubara dan panas bumi. Batubara. 96 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. d. penyusunan standar. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. batubara. batubara dan panas bumi. kriteria. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. pedoman. b. Batubara dan Panas Bumi. c. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Mineral. dan prosedur di bidang mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral.

b. d. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. h. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. c. b. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. 97 . g. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. dan rumah tangga. i. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.

98 . penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Keuangan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. c. pelaporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. e. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. e. pengelolaan sistem. f. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. b. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. jaringan dan situs informasi. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. c. ketatalaksanaan. d. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. pelaporan. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. d. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

c. f. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. serta penyelesaian kerugian negara. jaringan. e. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaksanaan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. situs. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 354 Bagian Keuangan. c. terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. d. PBI Direktorat Jenderal. 99 . Subbagian Perbendaharaan. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. satuan kerja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. penelaahan. penelaahan.

dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. 100 . terdiri dari: a. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. b. pelaksanaan. pelayanan konsultasi hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Informasi Hukum. serta kehumasan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. d. penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. c. dan Neraca Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. f. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Pertimbangan Hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pelaksanaan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. c. b. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. laporan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penelaahan. pelaksanaan informasi. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan.

panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penelaahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. mutasi. perlengkapan dan rumah tangga. c.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. kebersihan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. e. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. b. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengadaan pegawai. telepon. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. ekspedisi persuratan dinas. penelaahan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. d. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan urusan kesekretariatan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. dan Implementasi Sipeg. pemberhentian. f. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. keamanan. pelaksanaan. penyiapan. batubara. perlengkapan dan rumah tangga. dan kearsipan. pertamanan dan perparkiran. 101 . serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. program legislasi dan regulasi bidang mineral. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. c. b. c. investasi dan pendanaan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. d. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. dan produksi. penelaahan. pelaksanaan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. rencana pengadaan. Subbagian Kepegawaian. neraca sumber daya wilayah kerja. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Tata Usaha.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. implementasi Sipeg. dan produksi. 102 . wilayah kerja. persuratan dinas dan kearsipan. batubara. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. terdiri dari: a. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. b. serta penetapan wilayah kerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta kebijakan pengelolaan air tanah. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. cadangan atau potensi. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan kepegawaian.

f. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. panas bumi dan air tanah. c. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. 103 . pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. h. j. pengelolaan data. d. b. rencana dan program di bidang mineral. batubara. f. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. eksplorasi dan operasi produksi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. i. batubara. b. pencatatan dan perhitungan PNBP. evaluasi kebijakan. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. e. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. panas bumi dan air tanah.e. batubara. g.

terdiri dari: a. 104 . Batubara dan Panas Bumi. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. g. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. f. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. c. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. serta kerja sama di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. penelaahan. batubara. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. e. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. h. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Seksi Program Mineral dan Batubara. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. d. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. serta pemantauan pelaksanaan investasi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. panas bumi dan pengelolaan air tanah.

pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. b. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. c. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Seksi Kerja Sama Mineral. d. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. 105 .Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan.

c. panas bumi dan air tanah. batubara. penelaahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. penelaahan. norma. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. f. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta penyusunan statistik pengusahaan. 106 . Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. d. b. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral.e. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. kriteria pencadangan wilayah kerja. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja.

pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. f. Panas Bumi dan Air Tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Informasi Mineral. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. h. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. terdiri dari: a. statistik. batubara. penelaahan. b. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. batubara.e. panas bumi dan air tanah. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. cadangan dan wilayah kerja. batubara dan panas bumi. penyiapan penetapan potensi. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara dan Panas Bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. serta penetapan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. pencadangan dan potensi di bidang mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. g. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. neraca sumber daya. Batubara. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. 107 . Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.

c. b. pemeriksaan dan pengujian PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. b. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara dan panas bumi. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penyiapan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. pelaksanaan pencatatan. penelaahan. d. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. 108 . Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta bagi hasil daerah. penyiapan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. e. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan. b. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. f. g. c. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. 113 . Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

b. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. d. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. e. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Batubara. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. g. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. perumusan pengaturan. 114 . pembinaan hubungan komersial panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. h. i. f. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. b. Seksi Hubungan Komersial Mineral. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. c.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara.

serta pengelolaan air tanah. f. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. c. c. g. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.j. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. l. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. g. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. 115 . Subbagian Tata Usaha. e. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. dan perubahan batas wilayah kerja. e. d. b. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. norma. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. k. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan standar. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. f. d. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi.

e. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. studi kelayakan dan eksploitasi. 116 . serta pengelolaan air tanah. Seksi Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. b. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. terdiri dari: a. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. penelaahan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. c. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. i. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. pelaksanaan fasilitasi.

serta pengendalian air tanah. b. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. f. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. g. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. pelaksanaan. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penelaahan. d. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. c. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. pelaksanaan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. serta pengendalian air tanah. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. 117 . e.

serta pengelolaan air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. terdiri dari: a.h. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. b. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. b. 118 . pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. i. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. c. d. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi.

pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. e. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.g. b. b. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. 119 . penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. f. d. h. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi.

(2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. c. 120 . perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta air tanah. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta ketatausahaan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. b.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. penelaahan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Seksi Konservasi Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. g. b. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. lindungan lingkungan. lindungan lingkungan. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. 121 . j. batubara. Batubara dan Panas Bumi. f. K3. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. produk. Batubara dan Panas Bumi. h. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. kelaikan teknis. i. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. f. e. batubara dan panas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. panas bumi dan air tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi. kelaikan teknis. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral.d. batubara. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan panas bumi. b. Subdirektorat Standardisasi Mineral. c. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. g. serta konservasi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. penelaahan. penyiapan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Standardisasi Mineral. jenis dan mutu produk. 122 . Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. pemurnian. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. produk. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. d. batubara. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. b.c. dan panas bumi. penyiapan rumusan standar. norma. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. profesi personil. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. terdiri dari: a. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan.

batas wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. batubara dan panas bumi. f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.b. c. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. dan konservasi mineral. terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. d. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 123 . Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. b. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. h. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. pelaksanaan. f. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. d. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. i.c. b. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. 124 . terdiri dari: a. pelaksanaan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. batubara. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. Batubara. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. dan panas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. g.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan standar.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. d. pelaksanaan. b. penelaahan. penyiapan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. g. c. keamanan instalasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. terdiri dari: a. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. batubara. dan Panas Bumi. penimbunan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. instrumentasi. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. e. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. batubara. panas bumi dan air tanah. f. norma. penelaahan. 125 . Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pengangkutan. penyiapan. Seksi Keselamatan Batubara. kalibrasi alat ukur. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Batubara.

d. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. norma. e. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. terdiri dari: a. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. dan Panas Bumi. Batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. batubara. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. pelaksanaan. penelaahan. b. penelaahan. 126 .Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. 127 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat I. terdiri dari: a. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. penyusunan laporan hasil pengawasan. b. e. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. 128 . penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat IV. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. b. c. d. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat III.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. keuangan.

pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. terdiri dari: a. e. pengurusan kepegawaian dan organisasi. pengelolaan urusan tata usaha. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Bagian Hukum dan Kepegawaian. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. k. j. f. keprotokolan dan rumah tangga. Bagian Umum dan Keuangan. b. d. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. keamanan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 129 . serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. b.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. g. perlengkapan. kearsipan. i.

dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyajian informasi. ketatalaksanaan. c. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rencana kerja. b. e.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. pelaporan. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. b. Subbagian Penyiapan Rencana. g. pelaksanaan. jaringan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. d. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penelaahan. rapat koordinasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Laporan. program kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. penyiapan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. i. f. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. situs. satuan kerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. j. 130 . jaringan dan situs informasi. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal.

evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pengolahan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. d. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pelaksanaan analisis. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Badan Geologi. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Inspektorat Jenderal. 131 . serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. c. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Direktorat Jenderal Mineral. analisis hasil pengawasan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pelaksanaan. b. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. e. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. b. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470.

Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dan implementasi Sipeg. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). bantuan hukum.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. masyarakat dan yustisia. e. penyiapan koordinasi urusan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. dokumentasi hukum. dokumentasi hukum. 132 . perpustakaan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. penelaahan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kepegawaian. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. d. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dokumentasi dan tata naskah. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. Subbagian Hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. b. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pertimbangan hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyuluhan. serta pemberian pertimbangan hukum.

perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. b. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. f. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. perlengkapan. k. 133 . pelayanan kesekretariatan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. h. Subbagian Rumah Tangga. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. dan kearsipan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. perbendaharaan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. kebersihan. e. pelaksanaan keamanan. d. pengurusan penganggaran. dokumentasi dan tata naskah. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. persuratan dinas. b. rumah tangga dan kehumasan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. pelaksanaan. g. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. i. keprotokolan dan kehumasan. c. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. j. rumah tangga dan kehumasan. penelaahan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. serta pengurusan administrasi keuangan.

Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perencanaan kebutuhan. pelaksanaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perlengkapan dan pengadaan. b. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). keprotokolan dan kehumasan. dan administrasi keuangan. penelaahan. c. perumusan laporan hasil pengawasan. pemeriksaan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. d. e. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. penelaahan. serta evaluasi atas urusan keamanan. persuratan dinas. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. 134 . kebersihan. kearsipan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. f. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. b. pelayanan survei geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Pusat Survei Geologi. 140 . d. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. d. dan geologi lingkungan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang geologi. c. e. Sekretariat Badan Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. c. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. penelitian dan pelayanan. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Pusat Lingkungan Geologi. e. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. h. terdiri dari: a. Pusat Sumber Daya Geologi. g.

penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. akuntabilitas kinerja. j. 141 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. e.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. i. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. h. informasi hukum. dan rumah tangga. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. koordinasi pelayanan administratif Badan. e. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. Bagian Kepegawaian. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta perencanaan kerja. b. pelaporan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. d. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. kearsipan. Bagian Keuangan. f. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. Bagian Umum. c. Bagian Rencana dan Laporan.

satuan kerja. d. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. jaringan dan situs informasi. penyajian informasi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. jaringan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. ketatalaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan. pengelolaan sistem. penyiapan. 142 . situs. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. c.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Laporan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. terdiri dari: a. f. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. e. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan.

c. penyiapan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kepangkatan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. b. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan. penyiapan. penggajian. pengembangan. serta evaluasi atas mutasi. c. penyiapan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. b. serta pengembangan organisasi Badan. d. pemberhentian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pemberhentian. pengembangan. 143 . serta implementasi Sipeg. kesejahteraan. pengurusan perencanaan. dan analisis jabatan. pengangkatan. pengadaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta implementasi Sipeg Badan. penggajian. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. e. terdiri dari: a. penelaahan. kepangkatan. serta evaluasi atas perencanaan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan.

dan rumah tangga. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 144 . pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. b. penyelesaian kerugian negara. dan revisi anggaran Badan. penelaahan. Neraca. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. e. d. terdiri dari: a. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. Pasal 517 Bagian Keuangan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Akuntansi. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. f. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. perlengkapan. PBI Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pengurusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perlengkapan. dan kearsipan. b. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. f. kehumasan. kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. pengadaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. d. persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha. c. kesekretariatan. informasi dan dokumentasi hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kebersihan dan keamanan Badan. c. dan rumah tangga. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perpustakaan. terdiri dari: a. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan kesekretariatan. Pasal 521 Bagian Umum. dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penelaahan. e. 145 . (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Subbagian Hukum. bantuan hukum. distribusi penggunaan. pelaksanaaan bantuan hukum.

Bidang Program dan Kerja Sama. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. gambut. i. bitumen padat. serta pemetaan tematik potensi. keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. batubara. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelidikan. dan panas bumi. c. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. d. Bidang Sarana Teknik. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. penyusunan neraca sumber daya geologi.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. e. mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi penyelenggaraan penelitian. j. e. d. Bidang Informasi. b. penyelidikan. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. 146 . h. serta rancang bangun dan pemodelan. g. dan kepegawaian Pusat. b. administrasi keuangan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Bagian Tata Usaha. pengelolaan ketatausahaan. c. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. rekayasa teknologi. perumusan rencana dan program. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. 147 . keuangan. terdiri dari: a. e. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. kebersihan. pengurusan perencanaan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. d.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. serta akuntansi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keamanan. b. b. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta rencana strategis berbasis kinerja. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. terdiri dari: a.d. b. c. penyusunan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. b. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Laboratorium. 148 . pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. e. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Kerja Sama. serta pemutakhiran basis data. penyiapan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. dokumentasi dan publikasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Program. penyiapan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penganggaran. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. 149 . Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. penelaahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. d. Pasal 540 Bidang Informasi. b.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Penerapan Sistem Informasi.

perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dokumentasi. pemodelan. gempa bumi. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. perpustakaan. penyelidikan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. i. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan ketatausahaan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kepegawaian Pusat. tsunami. dan gerakan tanah h. gempa bumi. g. pelaksanaan. dan gerakan tanah. sosialisasi. 150 . dan rekayasa teknologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penelaahan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. tsunami. penelaahan. e. administrasi keuangan. serta pos pengamatan gunung api. serta sesar aktif. c. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. operasi perangkat lunak. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. sistem. j. b. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pelaksanaan. d. serta rancang bangun. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyelidikan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kearsipan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. b. keuangan. serta perpustakaan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan.k. kebersihan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. b. c. pengurusan perencanaan. pengangkatan. d. pengembangan. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengelolaan sarana. pemelaahan. l. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. terdiri dari: a. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. keamanan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. 151 . e. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian. e.

peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta penetapan status dan peringatan dini. terdiri dari: a. pelaksanaan penyelidikan geofisika. c. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. 152 . (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pengurusan. pemelaahan. penelaahan. penetapan status. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. penelaahan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. geokimia dan deformasi. Subbidang Pengamatan Gunung Api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan. b. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. b. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api.

(2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. gerakan tanah dan tsunami. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. penelaahan. 153 . c. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pelaksanaan. d. b. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah.

pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. b. d. f. penyelidikan. b. 154 . Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. c. penelaahan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. e. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. penelaahan. penyiapan. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta pelaksanaan atas perencanaan program. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan.

inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. geologi teknik dan air tanah. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. rekayasa teknologi. pengangkatan. administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Bidang Program dan Kerja Sama. g. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. dan pengelolaan tata ruang.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Kelompok Jabatan Fungsional. e. b. c. penyelidikan. keuangan. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. f. rumah tangga. Bidang Informasi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. geologi teknik dan air tanah. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. d. pengembangan. i. 155 . pengelolaan ketatausahaan. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bidang Sarana Teknik. k. h. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. terdiri dari: a. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan kepegawaian Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian. c.

d. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keamanan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. f. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. 156 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e.c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. d. e. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta akuntansi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. terdiri dari: a. e. d. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. terdiri dari: a. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. c. Subbidang Kerja Sama. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. b. 157 . serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. serta pemutakhiran basis data. jaringan dan situs informasi. d. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan. 158 . Subbidang Penerapan Sistem Informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. dokumentasi dan publikasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan sosialisasi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 578 Bidang Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

e. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. tektonik. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. administrasi keuangan. geofisika. sosialisasi. dokumentasi. g. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. penelaahan. operasi perangkat lunak. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. pelayanan jasa survei. rekayasa teknologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. b. geomorfologi. sistem. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. inventarisasi hasil survei. pelaksanaan. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. dan kepegawaian Pusat. pemetaan. k. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. c. penelitian dan penyelidikan geologi. h. 159 . pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. i. penyelidikan dan survei di bidang geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan dan penelitian geologi. perpustakaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan ketatausahaan. j. l. penelaahan. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. geokimia. pemetaan geologi. m.

pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. c. 160 . b. serta akuntansi. Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. keamanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. keuangan. b. keuangan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bidang Informasi. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. e. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. kebersihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan. f. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 161 . e. Subbidang Laboratorium. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a.

Subbidang Program. pengelolaan. terdiri dari: a. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan. 162 . Subbidang Kerja Sama. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. b. serta kerja sama pelayanan jasa. e. d. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penganggaran. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. c. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta rencana strategis berbasis kinerja.

dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. operasi perangkat lunak. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pelaksanaan sosialisasi. sistem. b. Pasal 597 Bidang Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. pelaksanaan. sosialisasi. pelaksanaan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. dokumentasi dan publikasi. d. serta operasi perangkat lunak informasi. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dokumentasi. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 163 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelakanaan pengelolaan sistem.

Penyelidik Bumi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Perekayasa. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. 164 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

(2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. b. 165 . mineral batubara. panas bumi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. f. e. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. g. c. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. pembinaan pelayanan jasa teknologi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral.

e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. d. e. f. kearsipan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perencanaan kerja. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. g. terdiri dari: a. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. informasi hukum. c. koordinasi pelayanan administratif Badan. 166 . d. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pelaksanaan bantuan hukum. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.

b. Bagian Rencana dan Laporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. j. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. 167 . Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum. g. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian. c. terdiri dari: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. jaringan dan situs informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Subbagian Laporan. pelaporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Keuangan. c. d. d. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. e. pelaporan. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.i. e. terdiri dari: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. f. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.

serta penyempurnaan organisasi Badan. serta pengembangan organisasi Badan. situs. pengembangan. jaringan. pemberhentian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. 168 . satuan kerja. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penelaahan. penyajian informasi. pengurusan perencanaan. b. dan analisis jabatan. pelaksanaan. d. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. pengadaan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. e.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg. terdiri dari: a. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. kesejahteraan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. Subbagian Pengembangan Pegawai. c. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penggajian. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran.

penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Akuntansi. penyiapan. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. terdiri dari: a. penelaahan. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kesejahteraan. serta evaluasi atas mutasi. serta pengurusan revisi anggaran. c. e. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. b. f. pengangkatan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. d. kepangkatan pemberhentian. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai. PBI Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perencanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penelaahan. penggajian. pengembangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. Subbagian Perbendaharaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. 169 . (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan.

pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. dan rumah tangga. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan. penelaahan. informasi dan dokumentasi hukum. c. terdiri dari: a. Subbagian Hukum. d. b. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. f. Neraca. penyelesaian kerugian negara.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kehumasan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelaksanaan. e. pengadaan. kearsipan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. c. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. dan rumah tangga. kearsipan. pelayanan kesekretariatan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. distribusi penggunaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 622 Bagian Umum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan perlengkapan. 170 . dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. dan kearsipan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perpustakaan. dan revisi anggaran Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. perlengkapan dan rumah tangga Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.

serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan dan keamanan Badan. 171 . distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyiapan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana kebutuhan dan pengadaan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penelaahan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. kesekretariatan. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. bantuan hukum. serta keprotokolan dan upacara Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. f. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. g.

serta pelaksanaan keamanan. administrasi keuangan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. c. pengangkatan. dan kepegawaian Pusat. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bidang Afiliasi. rumah tangga. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. i. c. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. Bidang Program. persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. keselamatan kerja dan keprotokolan. Kelompok Fungsional. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. e. keuangan. terdiri dari: a. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 172 . pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian.h. pengembangan. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. pengurusan perencanaan. b. Bagian Tata Usaha.

dan kebersihan Pusat. b. Subbidang Pengembangan Sarana. 173 . penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan operasi penggunaan. serta pengadaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. e. pemeliharaan sarana kerja. d. Subbidang Pengoperasian Sarana. terdiri dari: a.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. c. penelaahan. keamanan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

174 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta analisis. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Rencana. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 637 Bidang Program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyiapan. penelaahan. evaluasi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyediaan bahan baku.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. 175 . jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. Pasal 641 Bidang Afiliasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. b. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. e. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. e. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. f. 176 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. c. rumah tangga. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. jaringan. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan kepegawaian Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. d. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. b. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. h.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. keamanan. Bagian Tata Usaha. serta pengadaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pelaksanaan keamanan. d. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. pemeliharaan sarana kerja. e.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". b. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. pengembangan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. keselamatan kerja dan keprotokolan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. c. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keuangan. kebersihan. d. Bidang Program. keuangan. b. terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Afiliasi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. 177 . perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyediaan bahan baku. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. d. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. 178 . pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a. b. penyediaan bahan baku.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 179 . Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta analisis. Pasal 656 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. c. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. b. Subbidang Penyiapan Rencana.

penelaahan. jaringan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. pelayanan jasa teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. c. penelaahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 660 Bidang Afiliasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. 180 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. d. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. f. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. g. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan. Bidang Program. e. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. c. h. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan kepegawaian Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. Bagian Tata Usaha. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 181 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. i. Kelompok Fungsional. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. rumah tangga. d. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. d.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengembangan. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. serta pengadaan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pengangkatan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. kebersihan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja. 182 . serta pelaksanaan keamanan. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. keamanan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. e. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.

183 . penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. d. e. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan. penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan.

penelaahan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. b. evaluasi. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 675 Bidang Program. b. 184 .Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673.

pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. jaringan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. e. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. b. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penelaahan. d. c. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 185 . jaringan.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. geokimia. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. h. Bagian Tata Usaha. j. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. i.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rumah tangga. g. dan geofisika kelautan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. c. b. Kelompok Fungsional. d. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi. e. dan kepegawaian Pusat. 186 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. keuangan. b. Bidang Program. administrasi keuangan.

pengangkatan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. dan kebersihan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. perbendaharaan dan akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan sarana kerja. 187 . d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. keamanan. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. perencanaan. serta pengadaan. kebersihan. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengembangan. keuangan.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.c. Subbidang Pengembangan Sarana. pengelolaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. pengelolaan. e. penyediaan bahan baku. penyediaan bahan baku. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. 188 . penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan operasi penggunaan. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. terdiri dari: a. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. d. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.c. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. terdiri dari: a. 189 . pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. penelaahan. b. serta analisis. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Pasal 694 Bidang Program. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

pelaksanaan. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi.d. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. b. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. 190 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan pengelolaan sistem. e. pelayanan jasa teknologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. jaringan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

Perekayasa. Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Penyelidik Bumi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 191 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

rencana dan program pendidikan dan pelatihan. mineral. c. h. b. d. e. f.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. 192 . geologi. g. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. batubara. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral.

Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. d. f. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. b. pembinaan kerja sama. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. 193 . c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. satuan kerja. e. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. g. d. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a.

penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaporan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Bagian Rencana dan Laporan. kearsipan. Pasal 708 Sekretariat Badan. dan rumah tangga. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. c. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. 194 . d. l. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penganggaran. h. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. akuntabilitas kinerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.j. g. e. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. f. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Bagian Keuangan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Kepegawaian. ketatalaksanaan. d. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Bagian Umum. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. k. pelaporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perencanaan kerja.

penelaahan. penyiapan. pelaksanaan. penelaahan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. penelaahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kesejahteraan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. e. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. b. serta pengembangan organisasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan. Subbagian Kerja Sama. dan sistem. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. prosedur kerja. c. pemberhentian. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penyiapan. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. 195 . serta evaluasi atas laporan berkala. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penganggaran. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penggajian. c. b. d. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. serta implementasi Sipeg. akuntabilitas kinerja. perencanaan kerja. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengadaan. kepangkatan. jaringan dan situs informasi Badan. dan analisis jabatan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Subbidang Utilitas. c. kontrol kualitas. Subbidang Kilang. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. b. d. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 200 . b.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. pelayanan jasa. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. produk kilang.

d. 201 . penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan. pelayanan jasa. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. penyediaan dan pemanfaatan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Bengkel. b. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan.

Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. b. penelaahan. g. norma. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. serta kepustakaan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan kepustakaan. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. standar. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. f. b. norma. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penelaahan. kriteria dan prosedur. pedoman. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. 202 . penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. d.

pengelolaan ketatausahaan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. b. pemberian pelayanan jasa. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. e. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Bidang Sarana Teknis. i. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. prosedur. pedoman.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. g. c. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. norma. 203 . sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. Bagian Tata Usaha. c. Batubara. f. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. h.

dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. ketatalaksanaan dan umum Pusat.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta hukum. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. kearsipan. organisasi. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. perlengkapan. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perbendaharaan. b. 204 . kehumasan dan keprotokolan. d. terdiri dari: a. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. b. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Kepegawaian dan Umum.

(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. c. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. norma. terdiri dari: a. pelaksanaan pemeliharaan. penyiapan rumusan standar. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pedoman. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. 205 . pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. rencana pengembangan. b. pelaksanaan. pelaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.c. penggunaan.

serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pedoman. penelaahan. 206 . (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.d. penyiapan rumusan standar. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. dan prosedur. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. pedoman. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. b. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. b. e. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan sistem. Subbidang Program dan Kerja Sama. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pedoman. penelaahan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan penyelenggaraan. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. pedoman. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penyusunan standar. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. pelaksanaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. norma. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 207 . pelaksanaan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. terdiri dari: a. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. d. norma. prosedur. penyusunan standar. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. penelaahan. b. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.

organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. kearsipan. h. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. 208 . d.g. kehumasan dan keprotokolan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. b. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. akuntansi. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. c. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. e. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. perbendaharaan. organisasi dan ketatalaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian.

b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. c. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. d. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. 209 . Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan sistem. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. penelaahan. norma. kerja sama. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Perencanaan. jaringan dan situs informasi. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. e. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.

Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan. e. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kerja sama. penyiapan. kerja sama. kriteria dan prosedur. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. penelaahan. pelaksanaan. c. d. Subbidang Sarana dan Prasarana. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. b. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. promosi. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penyiapan. Subbidang Pelatihan. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. terdiri dari: a.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. 210 . dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.

(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. d. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. b. kriteria pendidikan dan pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pemberian pelayanan jasa. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penelaahan. prosedur. e. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 211 . perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. h. Bidang Pelatihan dan Sarana. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. f. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. g. Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

b. akuntansi. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. c. kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. perbendaharaan. e. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. hukum. terdiri dari: a. d. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. 212 . b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat.

Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. kerja sama. penelaahan. penyiapan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. e. b. pedoman. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. norma dan kriteria. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. c. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. 213 . serta evaluasi atas standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.

pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Pelatihan. b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. promosi. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. 214 . b. terdiri dari: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. c. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan kerja sama.

215 . (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. e. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Direktorat Jenderal. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. c. d. terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. b. 216 . (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup.

Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. k. h. i.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. b. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. f. c. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. j. 217 . evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. e. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. g. d. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi.

Subbagian Tata Usaha Pusat. c. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. c. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. b. c. terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaporan dan tata persuratan. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha Bakoren. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. rumah tangga. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. d. dan persuratan dinas. d. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. 218 . terdiri dari: a. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. b. Bidang Kajian Strategis. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. serta kearsipan Bakoren. b. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. serta kearsipan Pusat. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. e. Bagian Tata Usaha. dukungan operasi kerja. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral.

k. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. j. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. i. d. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. f. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan norma. b. h. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. persuratan dinas dan kearsipan. g. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. terdiri dari: a. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. b. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. c. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. l. 219 . e. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.

Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. b. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan. 220 . pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyusunan rumusan norma. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. ketenagalistrikan. penelaahan. e. penelaahan. penyiapan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. c. pelayanan data dan informasi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penelahaan. batubara dan panas bumi. f. b. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. d.

Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. b. pelaksanaan. 221 . gambut. Subbidang Kajian Strategis Energi. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pelaksanaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. e. f. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penelahaan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. c. air tanah dan kegeologian. bitumen padat. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelahaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi.

tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. 222 . (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.

yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peraturan perundang-undangan. perencanaan kerja. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. penganggaran.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). standardisasi teknis. 223 . (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. organisasi. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dengan lingkup meliputi personil. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. peralatan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. regulasi ekonomi dan keteknikan. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dokumentasi. dan keselamatan umum. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (9) Pedoman penyusunan tata laksana.a kepada pejabat eselon I. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya.

Inspektur. Direktur. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.BAB XIV ESELON. Inspektur Jenderal. Kepala Pusat. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (4) Kepala Bagian. (5) Kepala Subbagian. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.b. (3) Kepala Biro. Direktur Jenderal. 224 .a. Direktur Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a.

diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d. 225 . (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. X.

fungsi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 226 .(4) Perubahan atas rincian tugas. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. susunan organisasi.

BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. b. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful