permen-esdm-30-2005

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

b. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. Kementerian Negara. e. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. dan lembaga lain yang terkait. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. d. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Biro Umum. 5 . koordinasi kegiatan Departemen. Departemen lain. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Biro Keuangan. b. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. c. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Lembaga Pemerintah Non Departemen.

Bagian Penyusunan Rencana Kerja. terdiri dari: a. d. menengah dan tahunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. dan rencana anggaran. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Bagian Analisis dan Evaluasi. i. g. serta rencana strategis. evaluasi kebijakan pembangunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. h. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. f. l. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Bagian Perencanaan Anggaran. rencana anggaran. sosialisasi kebijakan pembangunan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. j. k. e. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. perumusan kebijakan pembangunan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana dan program kerja dan anggaran. c. serta perumusan akuntabilitas kinerja. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. rencana dan program kerja. serta kerja sama. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. rencana pembangunan jangka panjang. penyusunan harga satuan. c. b. d. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. rencana kerja dan anggaran. 6 . serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Bagian Kerja Sama.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. dan urusan tata usaha Biro. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. 7 . penyiapan rumusan norma. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria rencana kerja. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Menengah dan Tahunan Departemen. d. e. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. b. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. c. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. c. penyusunan rumusan RK-KL.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan.

d. dan Badan Geologi. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. terdiri dari: a. penyiapan. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan rumusan standar. b. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Subbagian Penganggaran Penunjang. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penelaahan. b. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. f. penyiapan rumusan satuan harga pokok. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. e. penyiapan. c. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. dan 8 .Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen.

Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. c. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. 9 . penyiapan bahan sidang. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. c. penelaahan.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. menengah. b. e. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal. kriteria akuntabilitas kinerja. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. RKA-KL. h. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. g. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. d. tahunan dan rencana strategis. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. f. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen.

penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. f. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan rumusan standar. serta kerja sama asosiasi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. h. 10 . evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. kriteria kerja sama. g. b. penyiapan. penelaahan. dan Badan Geologi. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. e.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. d. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara. norma. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral.

Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. dan kesejahteraan pegawai. pengadaan. penelaahan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. b. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perencanaan. penempatan dan pengembangan pegawai. jabatan struktural dan fungsional. 11 . disiplin. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. pengembangan organisasi dan tata laksana.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. pemensiunan. dan penilaian kinerja pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. c. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. d. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Bilateral. e. kepangkatan. terdiri dari: a. c. penelaahan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta penyiapan penetapan pemberhentian. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan mutasi.

penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. c. penyiapan rumusan rencana. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. h. 12 . f. pengelolaan sistem informasi pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. d. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pola dan pengembangan karir pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. b. k. pengadaan. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. b. terdiri dari: a. c. serta standardisasi kompetensi jabatan. Bagian Mutasi Pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. penyusunan rencana formasi. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai.f. d. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. e. norma. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. evaluasi pembinaan kepegawaian. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta kartu PNS. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. g. serta administrasi penugasan ke luar negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. i. j. g. e.

penelaahan. 13 . penyiapan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. c. dan penugasan pegawai ke luar negeri.h. Subbagian Pengembangan Karir. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. pengelolaan administrasi tugas belajar. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. penelaahan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. bimbingan teknis. kepangkatan. pemindahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. b. i. penelaahan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan tugas belajar dan izin belajar. j. dan Kartu PNS Departemen. terdiri dari: a. serta kesejahteraan pegawai Departemen. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kompetensi pegawai. penyiapan. pemberhentian dan disiplin. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen.

serta evaluasi atas kenaikan pangkat. terdiri dari: a. dan penilaian angka kredit. pelaksanaan kepangkatan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. j. dipekerjakan. f. penelaahan. pengangkatan kembali. Taspen. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. penyiapan standar. dan Bapertarum. Askes. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan kesejahteraan. c. Kartu Suami. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. 14 . Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dipekerjakan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan pemindahan pegawai. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. b. i. c. penarikan kembali. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta kesejahteraan pegawai. kepangkatan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pemindahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pemberhentian. pembebasan sementara. b. pelaksanaan disiplin pegawai. norma. cuti. e. pelaksanaan. serta Kartu Istri. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. perbantuan. perbantuan. pemindahan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. k. pemberhentian. dan penilaian prestasi pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemberhentian dan disiplin. pemindahan. kepangkatan. dan penarikan kembali pegawai. g. d. Subbagian Mutasi Jabatan. h. serta kesejahteraan pegawai Departemen. ujian dinas dan Ujian KPPI.

pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penelaahan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. disiplin. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pemberhentian. pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. dan daftar riwayat hidup pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. jabatan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. penggajian. penghargaan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Taspen. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi lembaga tripartit. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemindahan. Daftar Urut Kepangkatan. Askes. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. penilaian angka kredit. g.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. i. h. Bapertarum pegawai Departemen. penghargaan. d. pelayanan kesehatan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penyusunan laporan kekuatan pegawai. penyiapan. Kartu Istri. c. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. 15 . b. f. Kartu Suami. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. kepangkatan. pengadaan pegawai. penelaahan. pemberhentian dan pemensiunan.

Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. terdiri dari: a. penelaahan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. norma.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. klasifikasi dan peta jabatan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. 16 . pelaksanaan. kriteria pengembangan organisasi. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. c. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pemberhentian. jabatan. pelaksanaan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penyiapan rumusan standar. c. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta evaluasi. penelaahan. penggajian. pengadaan pegawai. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. penelaahan. pemindahan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. b. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta pengembangan organisasi dan jabatan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. d. e. b.

17 . penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. standardisasi kompetensi jabatan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. h. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Subbagian Kelembagaan. pengembangan. penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pengembangan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. g. perbendaharaan. pengembangan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Tata Laksana. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. analisis beban kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. peta jabatan. administrasi keuangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan.f. pola hubungan kerja. b. evaluasi dan klasifikasi jabatan.

serta bimbingan teknis perbendaharaan. h. dan implementasi sistem akuntansi. serta nota keuangan. Bagian Akuntansi. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. b. laporan realisasi anggaran. e. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja. d. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. j. Bagian Perbendaharaan. b. i. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. k. serta pembinaan perbendaharaan.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. c. administrasi keuangan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. serta Neraca Departemen. Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. 18 . serta pelaksanaan akuntansi. kekayaan negara dan akuntansi. g. perbendaharaan. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pembinaan inventarisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. terdiri dari: a. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. l. penyelesaian kerugian negara. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 49 Biro Keuangan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. d. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. e. f. c.

penelaahan. f.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. c. b. pelaksanaan. b. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penelaahan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. c. dan urusan tata usaha Biro. e. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. h. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. d. penyiapan target. 19 . pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Anggaran Belanja. k. j. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. i. Subbagian Anggaran Pendapatan. penelaahan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. terdiri dari: a. penyusunan rumusan standar.

serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. penyiapan rumusan standar. serta pembagian iuran sumber daya alam. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. b. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. g. d. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. norma. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Badan Geologi. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. dan pengelolaan SPM.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan. c. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. pelaksanaan. b. 20 . terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. f. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. kriteria pelaksanaan perbendaharaan.

21 . c. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. penelaahan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. d. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. g. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tuntutan perbendaharaan. f. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. kriteria pengelolaan kekayaan negara. b. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. ganti rugi. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. e. dan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a.

Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan verifikasi. c.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. rekonsiliasi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. Badan Geologi. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. norma. penelaahan. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. terdiri dari: a. b. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. 22 . (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Subbagian Penyiapan Neraca. f. Inspektorat Jenderal. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). b. d. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). e.

pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. dan bantuan hukum. serta kehumasan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan implementasi SAAT Departemen. dan implementasi SAI Departemen. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. bantuan hukum dan kehumasan. b. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan bantuan hukum. serta pelaksanaan kehumasan. kewajiban. serta program legislasi dan regulasi. d. pelaksanaan. penelaahan. f. penelaahan. serta hubungan masyarakat Departemen. pengelolaan dokumentasi. pelaksanaan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta evaluasi atas pembukuan aset. Neraca. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). pelaksanaan. konsolidasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. 23 . c. equitas dana. g. rekonsialiasi. e. verifikasi anggaran. dan penyelesaian kasus hukum. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. penelaahan. h. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a.i. dan bantuan hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. b. e. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b. Bagian Hubungan Masyarakat. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. j. b. Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. c. Bagian Bantuan Hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. d. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. e. 24 . Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. penelaahan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. serta program legislasi dan regulasi Departemen. evaluasi peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. c.

25 .Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. d. f. h. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. e. kriteria kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. b. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan. norma. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. c. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen.

Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. d. b. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. 26 . dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. c. norma. penyiapan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. c. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. e. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. b. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum.

dan unsur unit penunjangnya. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. penelaahan. e. konferensi pers. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksaaan. penelaahan. pelaksaaan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. penelaahan. d. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. f. pelaksaaan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. penyiapan rumusan standar. norma. serta monitoring dan analisis berita. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. c. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 27 . penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

peliputan dan perekaman kegiatan. penelaahan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. 28 . evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan peliputan. c. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. j. abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. monitoring dan analisis berita Departemen. penerbitan. b. penelaahan. h. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara.g. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. konferensi pers. Subbagian Publikasi. pameran Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. pelaksanaan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. terdiri dari: a. dan urusan tata usaha Biro. i. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen.

c. b. c. tata persuratan dinas dan kearsipan. j. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyediaan sarana dan prasarana kerja. d. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. i. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. Sekretaris Jenderal. d. Bagian Tata Usaha. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. h. b. tugas 29 . pengelolaan rumah tangga. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. e. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 87 Biro Umum. tata usaha dan kearsipan. pengelolaan keamanan dan keselamatan. perlengkapan dan pengadaan. tata persuratan dinas dan kearsipan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Bagian Perlengkapan. pengadaan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. g. f. Staf Ahli. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. f. e.

d. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. f. c. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. b. e. pelantikan. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. penyiapan penyelenggaraan rapat. b. persuratan dinas. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. c.

pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. dan ekspedisi surat dinas. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan. f. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. penjadwalan kegiatan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. b. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. 31 . norma. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. e. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. d. Subbagian Tata Usaha Departemen. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. b. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c.

d. keselamatan. Jakarta Pusat). distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. keselamatan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. e. f. Thamrin 1. 32 .Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.H. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. M. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. pelaksanaan kebersihan. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. serta pengadaan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Staf Ahli. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. b. keamanan. c. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal.

e. d. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan penyiapan. dan kearsipan Staf Ahli. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. pelaksanaan pengadaan. terdiri dari: a. 33 . kriteria perlengkapan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b. norma. c. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan kegiatan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. inventarisasi. Subbagian Pengadaan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. serta pengadaan. Subbagian Rencana Kebutuhan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

d. 35 . b. terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. norma. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b. pedoman. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. kriteria. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyusunan standar. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. c.

Bagian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan. dan rumah tangga. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. 36 . d. satuan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. f. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. i. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. b. h. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. b. e. kearsipan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. terdiri dari: a.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. j. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. k. m. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. n. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. rencana dan program. penelaahan. WP & B).(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. b. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. pelaksanaan. c. h. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. f. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. d. g. l. 41 . perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. implementasi Sipeg. perumusan pengaturan. e. serta perhitungan bagi hasil.

e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. norma. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. d. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta data kebutuhan. c. terdiri dari: a. g. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. p. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. serta pencadangan strategis. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. e. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. d. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. penyusunan statistik. evaluasi kebijakan. terdiri dari: a. ketersediaan dan infrastruktur sektor. menengah dan tahunan berbasis kinerja. f. b. penyiapan rumusan. 42 . c. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. h.o. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi.

Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan. norma. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. pengumpulan data potensi. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan terms of condition KKS. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan pelaksanaan sosialisasi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. g. e. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. serta penyediaan informasi. 43 . penyiapan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. b. permasalahan iklim usaha. f. b. penyiapan. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan.

e. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. g. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. tugas serta induk. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pajak. serta biaya operasi. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). h. norma. penelaahan. f. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. tugas serta induk. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. b. j. retribusi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. c. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. serta bagi hasil daerah. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penyiapan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penelaahan. i. 44 . pelaksanaan pencatatan. penyiapan rumusan standar. d. pemeriksaan dan pengujian. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil.

norma. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. d. g. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. pajak. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penelaahan. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. penelaahan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. lifting dan target penerimaan. e. harga minyak mentah Indonesia. penyiapan rumusan. b. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. retribusi. f.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. tenaga kerja asing. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. 45 . dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. tenaga kerja asing. c. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. PNBP dan tarif iuran. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. terdiri dari: a. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi.

Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. i. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. k.h. pelaksanaan. rencana impor barang operasi. fasilitasi lembaga tripartit. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penggunaan barang operasi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. serta pengaturan tenaga kerja asing. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. penyiapan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. terdiri dari: a. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. dan kerja sama dalam negeri. 46 . penelaahan. b. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. j. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pemberdayaan produksi dalam negeri.

c. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 47 . Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penyiapan. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. f. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. b. g. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu.c. penyiapan. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Multilateral dan Regional. pelaksanaan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penelaahan. penelaahan. e. serta kerja sama Pemerintah Daerah. terdiri dari: a. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional.

f. b. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. g. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. k. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. d. l. h. f. c. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan pengumuman WK. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. 48 . pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). b. g. norma. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. pengelolaan WK. e. h. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. d. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. Subdirektorat Wilayah Kerja. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. j. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK.d. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. e. i. kriteria pengelolaan WK. c. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi.

terdiri dari: a. d. b. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. e. penelaahan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. kriteria usaha eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. pelaksanaan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. penilaian. penyiapan rumusan standar. f. norma. b. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. terdiri dari: a. c. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. 49 . penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

h. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. kriteria. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. e. j. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. c. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. pelaksanaan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penelaahan. b. b. norma. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. g. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. i. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan rumusan standar. d. f. 50 .

penelaahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. d. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. g. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan anggaran KKS. 51 . Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penyiapan. norma. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. c. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. f. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. penyiapan rumusan standar. b. penelaahan. tumpang tindih lahan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. kriteria usaha eksploitasi. e.

penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. pelaksanaan pembinaan teknis. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. i. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. 52 . norma. f. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. b. penelaahan. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. c.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. h. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.

perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM).Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. b. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pelaksanaan. Penyediaan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. bahan bakar lain. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. perumusan pengaturan Penugasan. perumusan jenis bahan bakar minyak. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. i. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. f. e. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. h. c. penyiapan. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Light Petroleoum Gas (LPG). penelaahan. bahan bakar gas. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Light Natural Gas (LNG). 53 .

pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. i. e. LNG. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. d. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. h. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak.j. c. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. k. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. f. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. b. l. d. 54 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha pengolahan. penyiapan rumusan standar. norma. j. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. bahan bakar lain. c. pengelolaan data. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. e. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. terdiri dari: a. f. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. LPG. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. bahan bakar gas.

terdiri dari: a.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. b. penelaahan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penelaahan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. g. penyiapan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. c. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. h. pengelolaan data. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. 55 . hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. f. norma. d. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. e. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. terdiri dari: a. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penyiapan. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 56 . kriteria harga bahan bakar. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi.i. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. j. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. b. penelaahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. d. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. bahan bakar gas dan LPG. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. e. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan formulasi harga. c. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187.

pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. norma. g. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan. b. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. c. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. kriteria usaha niaga. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan data. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. h. LNG.f. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. penyiapan rumusan standar. f. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. 57 . penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. gas bumi. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan perizinan usaha niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. e. LPG. terdiri dari: a. penyiapan. i. g. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas.

b. biodiesel. LNG. d. b. e. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. dan non bahan bakar lainnya. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. tugas 58 . penelaahan. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. penyiapan norma. petrokimia. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. penyiapan. Seksi Niaga Gas Bumi. Seksi Niaga Minyak Bumi. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. terdiri dari: a. f. kriteria usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. pelumas. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. LPG. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. b. terdiri dari: a. penelaahan. c.

sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. produk. 59 . (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan non bahan bakar lainnya. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penelaahan. lindungan lingkungan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. profesi personil. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. biodiesel. petrokimia. e. f. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan non bahan bakar lainnya. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta penggunaan tenaga teknik. kelaikan teknis. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. h. kelaikan teknis. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. usaha penunjang. g. petrokimia. lindungan lingkungan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. biodiesel. d.

e. b. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. f. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. 60 . serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . e. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. terdiri dari: a.i. j. d. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. g. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. h. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c.

f. dan kalibrasi alat ukur. penelaahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. keselamatan operasi. terdiri dari: a. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. penyiapan. K3. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. instrumentasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. instalasi. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. 61 . Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan rumusan standar. norma. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengangkutan. penyiapan rumusan standar. d. instalasi. penelaahan. keselamatan operasi. penelaahan. b.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. K3. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. 62 . penyiapan. c. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. norma. instrumentasi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pengangkutan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penelaahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. b. terdiri dari: a.f. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. c. g. Penyimpanan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. 63 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penelaahan. penyiapan. serta penjaminan pasca operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Penyimpanan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengangkutan. Penyimpanan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. b.

Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. pengangkutan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. f. b.d. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan rumusan standar. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. 64 . penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. norma. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.

terdiri dari: a. b. produk. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.d. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. 65 . profesi personil. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. g. pelaksanaan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. penelaahan. f.

66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d. norma. b. e. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. c. 67 . pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. penyusunan standar. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

b. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. satuan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. 68 . pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. c. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. f. h. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. i. dan rumah tangga. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. e. kearsipan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. g. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. 69 . f. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. d.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. ketatalaksanaan. b. Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Subbagian Laporan. akuntabilitas kinerja. c. ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. d. terdiri dari: a. situs. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. b. terdiri dari: a. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. g. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaporan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. c. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. e. pengelolaan sistem. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. rapat koordinasi. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. b. jaringan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaporan.

perhitungan pelaksanaan anggaran. 70 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. f. serta penyelesaian kerugian negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. d. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. penelaahan. b. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. c. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. PBI Direktorat Jenderal. e. penyiapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 237 Bagian Keuangan.

dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. e. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. terdiri dari: a. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan informasi. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan konsultasi hukum. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta kehumasan. pertimbangan hukum.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. penyelesaian kerugian negara. f. b. c. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. 71 . program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. d. Subbagian Informasi Hukum.

penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. d. c. dan kearsipan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. dan Implementasi Sipeg. telepon. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. keamanan. ekspedisi persuratan dinas. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta urusan keprotokolan dan upacara. kebersihan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pengadaan pegawai. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. 72 . c. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. b. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. mutasi. f. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pemberhentian. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. g. b. penelaahan. pertamanan dan perparkiran.

perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. persuratan dinas dan kearsipan. h. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. rencana dan program. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. c. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kebijakan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. 73 . implementasi Sipeg. b. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. g. f. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). rencana pengadaan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. rencana dan program. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.

Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. g. e. d. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. d. b. e. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. menengah dan tahunan tenaga listrik. penyiapan rumusan. c. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. serta program pengembangan jaringan transmisi. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. c. f. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. 74 . serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. b.

pelaksanaan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. d. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. b. 75 . penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. c. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik.

d. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. b. penelaahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. f. penelaahan. e. penyiapan. pelaksanaan. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. 76 . penyiapan. b. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. c. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. kriteria tenaga listrik sosial. norma. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan.

pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. b. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. penelaahan. asosiasi dan lembaga lainnya. penyiapan rumusan rencana dan program. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. evaluasi pelaksanaan rencana. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. multilateral dan regional. penyusunan dokumen perjanjian. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. c. 77 . d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.

pengolahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. penyiapan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. d. statistik dan pemetaan tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelaksanaan pengelolaan data. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. 78 . (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. c. b. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. penelaahan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. e.

Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. c. b. c. f. i. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. 79 . h. pembinaan. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. b. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. e. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. d. serta perlindungan konsumen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha.

pelaksanaan. c. b. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. d. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha. tugas 80 . Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. d.c. serta efisiensi dan transparansi usaha. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik.

dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. norma. Seksi Pengawasan Izin Usaha. penyiapan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. penelaahan. b. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian sanksi. f. terdiri dari: a. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. b. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. e.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. terdiri dari: a. kriteria harga jual tenaga listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. pelaksanaan. b. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. 81 . serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan.

terdiri dari: a. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. 82 . penelaahan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. f. d. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penyiapan rumusan standar. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. norma. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. b. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. b. penelaahan. kriteria hubungan komersial. e. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. c.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan.

pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. mempunyai tugas 83 . penelaahan. c. e. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. b. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. norma. penyiapan rumusan standar. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. terdiri dari: a. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. d.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a.

e. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. 84 . kelaikan teknis. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. lindungan lingkungan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. Kelompok Jabatan Fungsional. b. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. keselamatan dan K3. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. serta penggunaan tenaga teknik. profesi personil. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. d. c. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta pembinaan teknis. terdiri dari: a. c.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. h. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. i. f. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293.

(2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. f. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. 85 . jenis dan mutu tenaga listrik. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. penelaahan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. b. serta Rancangan SNI. b. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.

Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. d. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. norma. 86 . kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. c. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. keselamatan operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. e. dan K3. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. penyiapan. pelaksanaan. f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. penelaahan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. b. kalibrasi alat ukur. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. kelaikan peralatan.

(2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penelaahan. c. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. b. 87 . pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. b. g. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. d. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. 88 . Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. e. penyiapan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. c.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. d. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan.

produk. profesi personil. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan kriteria usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. b. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. penyiapan rumusan standar. penelaahan. f. d. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. e. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. 89 . penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. c. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

program dan pengaturan pemanfaatan energi. c. e. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. kriteria pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. energi alternatif. serta rencana dan program energi baru terbarukan. terdiri dari: a. b. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. norma. b. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. b. Subdirektorat Bimbingan Teknis. energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. c. penyiapan rumusan standar. d. f. 90 . Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Kelompok Jabatan Fungsional. g. f. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Konservasi Energi. h. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. e. Subdirektorat Pemanfaatan Energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316.

c. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. e. penyiapan. kriteria usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. d. 91 . penelahaan. penyiapan rumusan standar. norma. b. e. penyiapan rumusan kebijakan. rencana dan program pengembangan usaha. penelahaan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan.d. b. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan.

e. penelahaan. penelahaan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. serta evaluasi atas program konservasi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. rencana dan program. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 92 . b. b. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penelahaan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penyiapan. d. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penelahaan. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan. c.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi.

terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi.. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. rencana dan program energi perdesaan. penelahaan. penyiapan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. d. b. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Energi Perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. c. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. penelahaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. rencana dan program. pemberdayaan masyarakat. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. b. norma. serta pedoman pengembangan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 93 . pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama.

b. penelahaan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penyiapan. penyiapan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. terdiri dari: a. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 94 . penelahaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. Batubara dan Panas Bumi. e. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. dan panas bumi. kriteria. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. dan prosedur di bidang mineral. batubara dan panas bumi. pedoman. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. d. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. c. 96 . batubara dan panas bumi. norma. b. Batubara. penyusunan standar. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral.

pengelolaan urusan ketatausahaan. g. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. terdiri dari: a. e. e. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. satuan kerja. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. f. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi. b. 97 . d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. h. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. c. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral.

serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan sistem. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. terdiri dari: a. Bagian Keuangan. e. 98 . akuntabilitas kinerja. pelaporan. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. rapat koordinasi. b. g. e. d. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. f. akuntabilitas kinerja. d. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. b. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. c. ketatalaksanaan. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang.

f. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. penyiapan. c. pelaksanaan. PBI Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. e. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 354 Bagian Keuangan. situs. satuan kerja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. terdiri dari: a. serta penyelesaian kerugian negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 99 . (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. jaringan. Subbagian Perbendaharaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. c. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. b. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyelesaian kerugian negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 100 . b. pelaksanaan informasi. penelaahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. c. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan. serta kehumasan. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. laporan pertanggungjawaban keuangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. f. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. terdiri dari: a. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. c. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. pelaksanaan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. penelaahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan.

pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. dan Implementasi Sipeg. serta urusan keprotokolan dan upacara. mutasi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. telepon. f. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penelaahan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. keamanan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan dan rumah tangga. pemberhentian. pertamanan dan perparkiran. penelaahan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. program legislasi dan regulasi bidang mineral. 101 . telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. batubara. dan kearsipan. d. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan. b. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ekspedisi persuratan dinas. panas bumi dan air tanah. e. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. g. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengadaan pegawai. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. kebersihan. perlengkapan dan rumah tangga. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengurusan formasi.

Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. cadangan atau potensi. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. investasi dan pendanaan. implementasi Sipeg. rencana dan program di bidang mineral. neraca sumber daya wilayah kerja. persuratan dinas dan kearsipan. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta penetapan wilayah kerja. b. serta kebijakan pengelolaan air tanah. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. c.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. 102 . batubara. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Direktorat Pembinaan Program Mineral. perumusan pedoman dan prosedur kerja. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. wilayah kerja. terdiri dari: a. dan produksi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Subbagian Kepegawaian. c. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. rencana pengadaan. dan produksi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. panas bumi dan air tanah.

pencatatan dan perhitungan PNBP. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. rencana dan program di bidang mineral. h. pengelolaan data. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. g. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi.e. serta perhitungan bagi hasil. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. eksplorasi dan operasi produksi. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. terdiri dari: a. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. Batubara. j. batubara. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. f. e. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara. panas bumi dan air tanah. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. c. i. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. e. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. f. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. 103 . lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah.

penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. 104 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. d. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. c. penelaahan. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. g. serta kerja sama di bidang mineral. batubara. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. e. panas bumi dan pengelolaan air tanah. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. penyiapan. serta pemantauan pelaksanaan investasi. h. f. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Mineral dan Batubara. b. penelaahan. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri.

105 . serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. penelaahan. c.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. Seksi Kerja Sama Mineral. Kontrak Karya (KK). Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. rencana dan program investasi pertambangan mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. b. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. b. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah.

106 . panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. f. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan statistik pengusahaan. penyiapan. penelaahan. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. b. kriteria pencadangan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan. d. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. b. batubara. penyiapan rumusan standar. norma.

Seksi Informasi Mineral. cadangan dan wilayah kerja. statistik. penyiapan. panas bumi dan air tanah. g. f. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. panas bumi dan air tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. pelaksanaan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. batubara dan panas bumi. serta pengelolaan informasi bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. h. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan penetapan potensi. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta penetapan wilayah kerja. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 107 . pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. terdiri dari: a. Batubara. neraca sumber daya. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Informasi Mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. b. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral.e. Panas Bumi dan Air Tanah.

penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta bagi hasil daerah.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. pelaksanaan pencatatan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. b. 108 . penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. batubara dan panas bumi. d. penyiapan. e. b. c. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Penerimaan Negara Batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

g. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. b. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. f. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. c. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. 113 . terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. pelaksanaan.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. d. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

Seksi Hubungan Komersial Batubara. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pembinaan hubungan komersial panas bumi. d. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. c. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. g. f. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. perumusan pengaturan. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. b. i. 114 . perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. e. h. b.

e. g. l. d. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. k. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan rumusan standar. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi.j. norma. e. 115 . penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subbagian Tata Usaha. d. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. g. b. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. f. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

116 . i. serta pengelolaan air tanah. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. b. d. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan.h. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. e. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. c. pelaksanaan fasilitasi.

Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan. f. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. b. d. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. serta pengendalian air tanah. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. c. g. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. b. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. 117 . serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penelaahan. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

pelaksanaan promosi dan layanan informasi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. i. b.h. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. c. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. 118 . serta evaluasi atas pengendalian air tanah. e. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan. d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. penelaahan. serta pengendalian air tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta pengelolaan air tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. b.

penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. terdiri dari: a. c. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. 119 . pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. f. h. b. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. b. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.g. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. 120 . pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. c. batubara dan panas bumi. penelaahan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. b. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta air tanah. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Seksi Konservasi Air Tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta ketatausahaan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi.

121 . standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. i. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. f. d. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. batubara. b. produk. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. lindungan lingkungan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Batubara dan Panas Bumi. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara dan panas bumi. profesi personil. e. batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. g. panas bumi dan air tanah. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. K3.d. c. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. lindungan lingkungan. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. terdiri dari: a. dan panas bumi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. j. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. f. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.

g. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. e. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. b. Batubara. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. d. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. 122 . penyiapan rumusan standar.c. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. norma. pemurnian. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. produk. penelaahan. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. jenis dan mutu produk. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Seksi Standardisasi Mineral. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan. serta konservasi mineral dan batubara. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. profesi personil. dan panas bumi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. batubara.

konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. batubara dan panas bumi. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. batas wilayah kerja. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e.b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. c. d. penyiapan. pelaksanaan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. 123 . Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan konservasi mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. serta konservasi mineral dan batubara. f. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.

Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. g. h. Batubara. Batubara. f. pelaksanaan. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi.c. dan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. 124 . e. penelaahan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. d. i. batubara. b. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

batubara. e. pelaksanaan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan standar. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. dan panas bumi. d. batubara. norma. b. f. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. panas bumi dan air tanah. dan Panas Bumi. penimbunan. pengangkutan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penelaahan. pelaksanaan. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. c. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. b. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 125 . serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keamanan instalasi. penyimpanan. kalibrasi alat ukur. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Batubara. Batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. instrumentasi. Batubara.

Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. f. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. batubara. panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan. dan Panas Bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. d. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. 126 . penelaahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kriteria usaha penunjang. c. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. penyiapan rumusan standar.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 127 .

pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. b. e. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. d. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 128 . pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat II. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat III. d. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. keuangan. penyusunan laporan hasil pengawasan. b. c. terdiri dari: a. Inspektorat IV.

Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. b. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. terdiri dari: a. j. pengelolaan jaringan dan situs informasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Hukum dan Kepegawaian. e. d. keamanan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. h. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. d. Bagian Umum dan Keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. e.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. pengurusan kepegawaian dan organisasi. pengelolaan urusan tata usaha. kearsipan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. f. i. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. 129 . penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. g. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan rumah tangga. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. k. Bagian Rencana dan Laporan. b.

akuntabilitas kinerja. dan rencana kerja. terdiri dari: a. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyajian informasi.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. h. b. c. d. Subbagian Penyiapan Laporan. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyiapan. jaringan dan situs informasi. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. program kerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rapat koordinasi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. f. Subbagian Penyiapan Rencana. ketatalaksanaan. situs. akuntabilitas kinerja. jaringan. pelaporan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penelaahan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. b. pelaporan. j. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. 130 . dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. g. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. i. ketatalaksanaan. penelaahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja.

Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pengolahan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. pelaksanaan. terdiri dari: a. pelaksanaan analisis. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. analisis hasil pengawasan. 131 . penyiapan. e. d. b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Inspektorat Jenderal. b. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Badan Geologi. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. c.

penyiapan. dokumentasi hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. e. penelaahan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah. bantuan hukum. masyarakat dan yustisia. b. Subbagian Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyuluhan. b. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan. pertimbangan hukum. dan implementasi Sipeg. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Subbagian Hukum. penelaahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. d. 132 . c. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan. dokumentasi hukum. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum.

b. kebersihan. b. serta pengurusan administrasi keuangan. dokumentasi dan tata naskah. perbendaharaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. d. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. h. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. 133 . k. perlengkapan. pelayanan kesekretariatan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rumah Tangga. i. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. dan kearsipan. f. pelaksanaan keamanan. pelaksanaan. persuratan dinas. e. rumah tangga dan kehumasan. keprotokolan dan kehumasan. terdiri dari: a. rumah tangga dan kehumasan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta pengurusan administrasi keuangan. dan implementasi Sipeg. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. j. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. pengurusan penganggaran. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. c. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. g. perlengkapan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. perbendaharaan.

e. perencanaan kebutuhan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. b. persuratan dinas.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kearsipan. perumusan laporan hasil pengawasan. penelaahan. pemeriksaan. d. dan administrasi keuangan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perlengkapan dan pengadaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penelaahan. 134 . serta evaluasi atas urusan keamanan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. keprotokolan dan kehumasan. pelaksanaan. kebersihan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. 139 . (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. e. h. Sekretariat Badan Geologi. f. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. pelayanan survei geologi. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pusat Lingkungan Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. c. dan geologi lingkungan. d. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. terdiri dari: a. b. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penelitian dan pelayanan. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. 140 . b. Pusat Survei Geologi. g. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. d. e.

j. terdiri dari: a. e. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. f. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaporan. akuntabilitas kinerja. 141 . penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. g. serta perencanaan kerja. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. dan rumah tangga. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. kearsipan. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum. koordinasi pelayanan administratif Badan. informasi hukum. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. e. Kelompok Jabatan Fungsional. h. Bagian Kepegawaian. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. i. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyajian informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. b. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pengelolaan sistem. 142 . ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. terdiri dari: a. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. jaringan. e. pelaporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. satuan kerja. jaringan dan situs informasi. penelaahan. akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. Subbagian Laporan. b. penelaahan. d. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta pengembangan organisasi Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. situs. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala.

Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas perencanaan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi. penelaahan. pemberhentian. kepangkatan. pelaksanaan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. kesejahteraan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta implementasi Sipeg Badan. dan analisis jabatan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. kepangkatan. pengangkatan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. 143 . serta implementasi Sipeg. d. c. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pemberhentian. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengadaan. c. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan. pengembangan. pengurusan perencanaan. penelaahan. b. terdiri dari: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian. kesejahteraan. serta pengembangan organisasi Badan. pengembangan. e. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. penggajian. penggajian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan.

Pasal 517 Bagian Keuangan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. b. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. perlengkapan. Neraca. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. e. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PBI Badan. pelaksanaan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. dan rumah tangga. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. Subbagian Akuntansi. kearsipan. dan revisi anggaran Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. b. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. f. d. 144 . Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta pengurusan revisi anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Perbendaharaan. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaan.

c.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Pasal 521 Bagian Umum. perpustakaan. 145 . kehumasan. f. terdiri dari: a. distribusi penggunaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta keprotokolan dan upacara Badan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. e. persuratan dinas. c. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. bantuan hukum. perlengkapan dan rumah tangga Badan. kebersihan dan keamanan Badan. dan kearsipan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. dan rumah tangga. penelaahan. Subbagian Hukum. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan perlengkapan. pelayanan kesekretariatan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pengadaan. d. penyiapan koordinasi ketatausahaan. persuratan dinas dan kearsipan. kesekretariatan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. b. b. Subbagian Tata Usaha. kearsipan. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. rencana kebutuhan dan pengadaan. penyiapan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.

perumusan rencana dan program. h. keuangan. Bagian Tata Usaha. penyusunan neraca sumber daya geologi. rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. d. batubara. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. serta rancang bangun dan pemodelan. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. c. dan panas bumi. c. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelidikan. b.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Bidang Informasi. f. i. j. Bidang Sarana Teknik. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. gambut. penyelidikan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. dan kepegawaian Pusat. serta pemetaan tematik potensi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. e. Bidang Program dan Kerja Sama. g. bitumen padat. rekayasa teknologi. administrasi keuangan. mineral. d. 146 . evaluasi penyelenggaraan penelitian.

Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengangkatan. kebersihan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. terdiri dari: a. keuangan. keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. c. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta akuntansi. 147 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. c.

serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. e.d. Subbidang Laboratorium. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. f. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyusunan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. 148 . pelaksanaan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. b. d. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi.

rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. penyiapan. b. penelaahan. Subbidang Program. penyiapan. serta pengelolaan perpustakaan. 149 . Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. penganggaran. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pemutakhiran basis data. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. Subbidang Kerja Sama. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penelaahan. c. dokumentasi dan publikasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta operasi perangkat lunak informasi.

serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta pos pengamatan gunung api. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. tsunami. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. penyelidikan. pelaksanaan. gempa bumi. serta sesar aktif. pelaksanaan. e. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. penelaahan. b. 150 . i.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. sosialisasi. f. operasi perangkat lunak. pemodelan. administrasi keuangan. penelaahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. pengelolaan ketatausahaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan rekayasa teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. j. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. dan gerakan tanah. rumah tangga. c. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. gempa bumi. d. tsunami. sistem. dan gerakan tanah h. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. perpustakaan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta rancang bangun. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. keamanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. kebersihan. pengembangan. e. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pemelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 151 . evaluasi pelaksanaan penelitian. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pengurusan perencanaan. pengurusan. Kelompok Jabatan Fungsional. keuangan. l. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Bagian Tata Usaha. d. pelaksanaan pengelolaan sarana. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. b. terdiri dari: a. serta perpustakaan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyelidikan. kearsipan.k. pengangkatan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan.

serta penetapan status dan peringatan dini. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pengurusan. penelaahan. b. d. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan penyelidikan geofisika.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. 152 . pemelaahan. pelaksanaan. geokimia dan deformasi. penetapan status. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. terdiri dari: a. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. administrasi keuangan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. c. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api.

penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. 153 . gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. c. d. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. b. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. terdiri dari: a. b. gerakan tanah dan tsunami. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. 154 . akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. f. penyelidikan. d. c. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta pelaksanaan atas perencanaan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penelaahan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyiapan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. b. serta pelaksanaan atas perencanaan program.

rekayasa teknologi. pengelolaan ketatausahaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. c. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. d. e. dan kepegawaian Pusat. h. f. Bidang Sarana Teknik. geologi teknik dan air tanah. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyelidikan. d. Bagian Tata Usaha. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Informasi. rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. evaluasi penyelenggaraan penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 155 . g. k. keuangan. administrasi keuangan. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. i. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. geologi teknik dan air tanah.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. dan pengelolaan tata ruang. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. e. pengembangan. c. pengangkatan. b. terdiri dari: a. j. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. b. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengurusan perencanaan.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. f. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. kebersihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. keamanan. e.c. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. b. 156 . Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. e. keuangan. serta akuntansi. d.

serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. b. c. d. penelaahan. terdiri dari: a. Subbidang Laboratorium. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. 157 . penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Subbidang Program. Subbidang Kerja Sama. penelaahan. b. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penganggaran. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pemutakhiran basis data. c. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 . jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan. dokumentasi dan publikasi. pengelolaan.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. Pasal 578 Bidang Informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. penyiapan.

perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. g. rekayasa teknologi. f. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. l. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. geokimia. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelayanan jasa survei. k. penelitian dan penyelidikan geologi. pelaksanaan. pengelolaan ketatausahaan. penelaahan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. b. dokumentasi. e. tektonik. h. administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan penelitian. perpustakaan. inventarisasi hasil survei. c. dan kepegawaian Pusat. sosialisasi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. operasi perangkat lunak. pemetaan dan penelitian geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. geomorfologi. i. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pemetaan geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. j. geofisika. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. m. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pemetaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. rumah tangga. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penelaahan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. 159 . sistem.

e. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. 160 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. c. keamanan. Bidang Informasi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Sarana Teknik. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. serta akuntansi. pengangkatan. d. c. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha. keuangan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Program dan Kerja Sama. b. b. kebersihan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. c. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 161 . Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. e. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Laboratorium.

Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. terdiri dari: a. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penganggaran. d. serta kerja sama pelayanan jasa. 162 . Subbidang Kerja Sama. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pengelolaan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. e.

serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. sistem. dokumentasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta operasi perangkat lunak informasi. dokumentasi dan publikasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan perpustakaan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. 163 . penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. d. pelaksanaan sosialisasi. serta pemutakhiran basis data. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. c.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. pelakanaan pengelolaan sistem. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. penelaahan. b. Pasal 597 Bidang Informasi. sosialisasi. b. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. operasi perangkat lunak.

serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa. Teknisi Litkayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Penyelidik Bumi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. 164 .

evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. d. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. panas bumi.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. mineral batubara. f. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. b. 165 . serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. c. e. g. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa teknologi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan.

penganggaran dan kegiatan satuan kerja. b. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. serta pelaksanaan bantuan hukum. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. dan rumah tangga. f. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. e. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. h. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. 166 . Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. terdiri dari: a. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. d. g. b. serta perencanaan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi pelayanan administratif Badan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. c. informasi hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. pengelolaan urusan ketatausahaan. kearsipan. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.

d. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Laporan. b. f. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaporan. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. terdiri dari: a. e. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Kepegawaian. c. pelaporan. d. 167 . c. g. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja.i. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. j. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Bagian Umum. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan.

evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. d. serta implementasi Sipeg. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. 168 . situs. terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pelaksanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. pemberhentian. b. satuan kerja. penyiapan. e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. kesejahteraan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. serta penyempurnaan organisasi Badan. pengadaan. b. penelaahan. kepangkatan. penyiapan. dan analisis jabatan. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyajian informasi. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. penggajian. serta pengembangan organisasi Badan. pengurusan perencanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural.

penggajian. penyiapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kesejahteraan. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas mutasi. c. pengangkatan. terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. kepangkatan pemberhentian. pengembangan. penyiapan. b. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan. 169 . Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta penyelesaian kerugian negara. penelaahan. serta implementasi Sipeg Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. pelaksanaan. PBI Badan. f. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. d. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbagian Akuntansi. serta pengurusan revisi anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas perencanaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e.

kearsipan. perpustakaan. c. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Subbagian Tata Usaha. 170 . perlengkapan. d. e. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan pemeliharaan barang inventaris. dan rumah tangga. pengadaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dan rumah tangga. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. kearsipan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. distribusi penggunaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Subbagian Hukum. c. pelaksanaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelayanan kesekretariatan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. Neraca. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Pasal 622 Bagian Umum. b. serta pengurusan perlengkapan. informasi dan dokumentasi hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. terdiri dari: a. penyelesaian kerugian negara. kehumasan. penelaahan. f.

penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. e. bantuan hukum. d. kebersihan dan keamanan Badan. g. kesekretariatan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. 171 . Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. rencana kebutuhan dan pengadaan. pelaksanaan. b. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. f. persuratan dinas dan kearsipan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta keprotokolan dan upacara Badan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan.

h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 172 . pengurusan perencanaan. administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha. b. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengelolaan ketatausahaan. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. Kelompok Fungsional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan keamanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. persuratan dinas dan kearsipan. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Program. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. dan kepegawaian Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. i. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. rumah tangga. e.

terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. 173 . serta pengadaan. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. c. penyiapan. e. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan dan akuntansi. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. keamanan. d. pemeliharaan sarana kerja. dan kebersihan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyediaan bahan baku. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. 174 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Penyiapan Rencana. b. terdiri dari: a.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 637 Bidang Program. serta analisis. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaksanaan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. c. penelaahan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. jaringan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 175 . Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. e. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. d.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. jaringan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. situs dan penyebarluasan informasi. g. pengelolaan ketatausahaan. penelaahan. dan kepegawaian Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. 176 . penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. d. i. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. h. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.

pelaksanaan pengelolaan anggaran. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. keamanan. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan keamanan. pengembangan. keuangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. e. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Bidang Afiliasi. Bidang Program. Bagian Tata Usaha. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan. kebersihan. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. serta pengadaan. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. b. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 177 . pemeliharaan sarana kerja. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. d.

(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. Subbidang Pengembangan Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. d. e. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengoperasian Sarana. c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 178 . pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b.

c. b. Pasal 656 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . penyiapan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. b. penyiapan.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. serta analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.

Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. terdiri dari: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. penelaahan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. Pasal 660 Bidang Afiliasi. d. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. c. jaringan. pelayanan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. e. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. 180 . situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

d. Bidang Afiliasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. e. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. b. 181 . serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Program.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan ketatausahaan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. f. dan kepegawaian Pusat. Bagian Tata Usaha. c. administrasi keuangan. terdiri dari: a. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Kelompok Fungsional. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. h. i. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. g. rumah tangga. d. c. e.

d. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keuangan. serta pengadaan. pengurusan perencanaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengembangan. 182 . c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. b. serta pelaksanaan keamanan. e. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan anggaran. dan kebersihan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. e. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. pelaksanaan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. c. 183 . b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 675 Bidang Program. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. terdiri dari: a. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta analisis. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. 184 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. c. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan. pelaksanaan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. d. 185 . Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. situs dan penyebarluasan informasi. b. terdiri dari: a.

Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. keuangan. rumah tangga. b. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. administrasi keuangan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Program. geokimia. j. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. h. b. Bagian Tata Usaha. Bidang Afiliasi. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. dan geofisika kelautan. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Kelompok Fungsional. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. d. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. dan kepegawaian Pusat. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. 186 . i.

terdiri dari: a. perencanaan. dan kebersihan Pusat. pengembangan. serta pengadaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 187 . b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. kebersihan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. d. serta pelaksanaan keamanan. pemeliharaan sarana kerja. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. b. keamanan. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perbendaharaan dan akuntansi.

penyediaan bahan baku. b. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pengelolaan. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 188 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan operasi penggunaan. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyiapan rumusan rencana dan program. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.c. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

penyiapan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. penyiapan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. d. serta analisis. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 694 Bidang Program. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. terdiri dari: a. 189 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penelaahan. b. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 190 . administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. pelaksanaan. jaringan. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. penelaahan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. Subbidang Informasi dan Publikasi.d. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Perekayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Penyelidik Bumi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 191 . Teknisi Litkayasa.

Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. 192 .BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. b. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. batubara. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. c. f. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. mineral. g. d. geologi. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. h. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.

serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. e. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. f. i. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. pembinaan kerja sama. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. h. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. c. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. b. c. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. satuan kerja. g. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706.

pengelolaan urusan ketatausahaan. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. h. kearsipan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. k. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. Bagian Keuangan. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. e. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. dan rumah tangga. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. terdiri dari: a. d. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. penganggaran. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. ketatalaksanaan. g. akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengelolaan kerja sama.j. Bagian Kepegawaian. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. 194 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. f. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. l. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 708 Sekretariat Badan. serta perencanaan kerja. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi.

penggajian. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. perencanaan kerja. c. e. penelaahan. pemberhentian. c. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengadaan. penyiapan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penelaahan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. b. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. kesejahteraan. dan sistem. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. prosedur kerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. jaringan dan situs informasi Badan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengembangan. dan analisis jabatan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. akuntabilitas kinerja. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. terdiri dari: a. penganggaran. 195 . kepangkatan. Subbagian Kerja Sama.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pengurusan perencanaan. serta evaluasi atas laporan berkala. serta implementasi Sipeg.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b.. penyiapan. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk kilang. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kontrol kualitas. terdiri dari: a. 200 . pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. c. d. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. pelayanan jasa.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kilang. Subbidang Utilitas. pelaksanaan.

pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pelayanan jasa. penelaahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. penyiapan. Subbidang Laboratorium. Subbidang Bengkel. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. pengembangan dan pemanfaatan. 201 . penelaahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. penyediaan dan pemanfaatan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

Subbidang Penyiapan Pelatihan. pengelolaan kepustakaan. pedoman. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kepustakaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. f. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. penelaahan. 202 . d. penyiapan penyelenggaraan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. pelaksanaan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. e. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pedoman. norma. b. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. g. pelaksanaan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. c.

Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. b. h. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. norma. i. f. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. prosedur. Bidang Sarana Teknis. e. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. pedoman. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. g. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. e. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. perlengkapan. b. Batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. 203 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral.

kearsipan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. 204 . c. Subbagian Kepegawaian dan Umum.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. e. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kehumasan dan keprotokolan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. organisasi. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. perlengkapan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. serta hukum. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.

penggunaan. d. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.c. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. terdiri dari: a. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. 205 . (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. rencana pengembangan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. e. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. pelaksanaan pemeliharaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.

pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. b. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. pedoman. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. f. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 206 . kriteria.d. penelaahan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. e. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. norma. norma. penyiapan. dan prosedur. e. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kerja sama dan sistem. Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

kriteria dan prosedur. e. penelaahan. 207 . pedoman. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. norma. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. kriteria dan prosedur. penyusunan standar. b. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. c. pelaksanaan. d. b. pedoman. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyusunan standar. prosedur. terdiri dari: a. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. penyiapan penyelenggaraan. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. pelaksanaan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.

kehumasan dan keprotokolan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. b. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. kearsipan. 208 . Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. d. perbendaharaan. pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. h. organisasi dan ketatalaksanaan. perlengkapan. Bagian Tata Usaha. d. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.g. c. Kelompok Jabatan Fungsional.

kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan sistem. 209 . Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. akuntabilitas kinerja. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan dan situs informasi. penelaahan. e. Subbidang Perencanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. kerja sama. b. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. norma.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. pedoman. penyiapan. b.

pelaksanaan. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbidang Pelatihan. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan. b. pelaksanaan. kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan kerja sama. d. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi. 210 . pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman.

b. Kelompok Jabatan Fungsional. pedoman. penelaahan. c. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. d. h. b. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pemberian pelayanan jasa. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. d. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. f. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. e.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. c. 211 . prosedur. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. g.

pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Subbagian Kepegawaian dan Umum. d. e. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. kehumasan dan keprotokolan. perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. perbendaharaan. b. hukum. organisasi dan ketatalaksanaan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. 212 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. akuntansi. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan.

penelaahan. b. pelaksanaan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. terdiri dari: a. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. d. c. norma dan kriteria. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. 213 . Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. penelaahan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas standar. b. penyiapan. Subbidang Perencanaan. pedoman. norma. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.

pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. b. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. promosi. d. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Subbidang Sarana dan Prasarana.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. b. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. Subbidang Pelatihan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 214 . kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. d. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. b. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. c. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. terdiri dari: a. 216 . (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. e. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Inspektorat Jenderal dan Badan. Direktorat Jenderal.

i. f. e. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. b. h. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. g. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. k. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. c. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. j. 217 . serta neraca energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional.

c. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. serta kearsipan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Subbagian Tata Usaha Pusat. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. b. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. terdiri dari: a. b. c. Bidang Kajian Strategis. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha. pelaporan dan tata persuratan. serta kearsipan Bakoren. d. rumah tangga. b. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. 218 . pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. e. Subbagian Tata Usaha Bakoren. dukungan operasi kerja.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. c. d. dan persuratan dinas.

j. g. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. h.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. terdiri dari: a. i. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. l. b. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. e. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. k. penyiapan norma. d. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. f. 219 . pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.

penyiapan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. batubara dan panas bumi. penelahaan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan. pelaksanaan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. b. terdiri dari: a. c. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. d. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketenagalistrikan. f. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. e. pelayanan data dan informasi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penelaahan. 220 . b. penyusunan rumusan norma.

serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kajian Strategis Energi. 221 . air tanah dan kegeologian. b. f. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. gambut. penelahaan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. bitumen padat. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penelahaan. pelaksanaan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. b. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. e. d. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. 222 . (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing.

(9) Pedoman penyusunan tata laksana.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan.a kepada pejabat eselon I. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. dokumentasi. dan keselamatan umum. regulasi ekonomi dan keteknikan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. organisasi. 223 . yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. perencanaan kerja. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi personil. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. peralatan. standardisasi teknis. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peraturan perundang-undangan. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. penganggaran. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.

Inspektur Jenderal.b. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. 224 . (5) Kepala Subbagian.a.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.BAB XIV ESELON.a. Inspektur. (4) Kepala Bagian. Direktur. Direktur Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Pusat. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (3) Kepala Biro. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.

d. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. X. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. 225 . (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 . (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. susunan organisasi.

maka: a. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. b.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful