MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. e. b. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. 5 . terdiri dari: a. Biro Kepegawaian dan Organisasi. b. Biro Umum. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Keuangan. dan lembaga lain yang terkait. d. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. koordinasi kegiatan Departemen. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Kementerian Negara. Departemen lain.

Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. 6 . menengah dan tahunan. penyusunan harga satuan. rencana kerja dan anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. evaluasi kebijakan pembangunan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. k. rencana dan program kerja. terdiri dari: a. rencana anggaran. rencana dan program kerja dan anggaran. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Perencanaan Anggaran.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. i. e. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. h. d. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Bagian Analisis dan Evaluasi. serta rencana strategis. perumusan kebijakan pembangunan. serta kerja sama. rencana pembangunan jangka panjang. c. l. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. d. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta perumusan akuntabilitas kinerja. b. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Bagian Kerja Sama. dan rencana anggaran. f. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. e. j. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. c. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL.

serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan. f. Menengah dan Tahunan Departemen. d. b. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penelaahan. c. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Batubara dan Panas Bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. dan Badan Geologi. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. Subbagian Perencanaan Penunjang. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. c. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria rencana kerja. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. e. dan urusan tata usaha Biro. Inspektorat Jenderal. penyusunan rumusan RK-KL. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 7 . b. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. penyiapan rumusan norma.

penyiapan rumusan standar. norma. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. b. Subbagian Penganggaran Penunjang. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan satuan harga pokok. dan 8 . dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan Badan Geologi. penelaahan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. c. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. kriteria perencanaan anggaran. e. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. Batubara dan Panas Bumi. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. b. penyiapan. c. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penelaahan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.

g. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. h. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. f. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. b. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. b.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. RKA-KL. norma. c. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. penyiapan bahan sidang. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penelaahan. tahunan dan rencana strategis. e. menengah. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. 9 . Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan rumusan standar. rencana pembangunan jangka panjang. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. kriteria akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen.

Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. Inspektorat Jenderal. penyiapan. e. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta kerja sama asosiasi. penyiapan rumusan standar. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Panas Bumi. b. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. d. g. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. 10 . penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. Batubara. kriteria kerja sama. h. penelaahan. penyiapan.

penelaahan. dan penilaian kinerja pegawai. dan kesejahteraan pegawai. pengadaan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). terdiri dari: a. c. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. b. pemensiunan. e. d. kepangkatan. jabatan struktural dan fungsional. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan mutasi. disiplin. perencanaan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. 11 . Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. Subbagian Kerja Sama Bilateral. penelaahan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan organisasi dan tata laksana. penempatan dan pengembangan pegawai. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. serta penyiapan penetapan pemberhentian. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen.

Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. Bagian Data dan Informasi Pegawai. j. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta standardisasi kompetensi jabatan. pola dan pengembangan karir pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyusunan rencana formasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Mutasi Pegawai. serta kartu PNS. penyiapan rumusan standar. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi pembinaan kepegawaian. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. g. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). k. pengadaan. g. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. i. norma. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan rencana. h.f. e. d. f. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. e. c. serta administrasi penugasan ke luar negeri. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. b. terdiri dari: a. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. 12 . c. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral.

dan penugasan pegawai ke luar negeri. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. b. penyiapan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. kepangkatan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. dan Kartu PNS Departemen. serta kesejahteraan pegawai Departemen. j. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. c. penelaahan. pemberhentian dan disiplin. urusan tugas belajar dan izin belajar. penelaahan. penelaahan. i. terdiri dari: a. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. kompetensi pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. pemindahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen.h. 13 . Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. bimbingan teknis. penyiapan. Subbagian Pengembangan Karir. penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen.

Askes. b. penelaahan. Subbagian Mutasi Jabatan. serta Kartu Istri. pembebasan sementara. dan Bapertarum. pemberhentian dan disiplin. pemindahan. pemindahan. norma. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. e. 14 . c. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. terdiri dari: a. kepangkatan. kriteria mutasi pegawai. perbantuan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. b. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pemberhentian. pelaksanaan kepangkatan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. penarikan kembali. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pengangkatan kembali. pelaksanaan kesejahteraan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. c. dipekerjakan. pemberhentian. pelaksanaan pemindahan pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. penyiapan standar. pelaksanaan disiplin pegawai. h. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. kepangkatan. d. dipekerjakan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. perbantuan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. f. pelaksanaan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan penilaian prestasi pegawai. j. Taspen. k. pemindahan. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. dan penarikan kembali pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. Kartu Suami. cuti. i. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. dan penilaian angka kredit. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. serta kesejahteraan pegawai.

dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. g. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. disiplin. Taspen. penyusunan laporan kekuatan pegawai. penghargaan. pemberhentian dan pemensiunan. Daftar Urut Kepangkatan. d. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. penyiapan. 15 . b. Kartu Suami. jabatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. c. Bapertarum pegawai Departemen. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. dan daftar riwayat hidup pegawai. h. pendidikan dan pelatihan pegawai. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan administrasi lembaga tripartit. pemberhentian. f. pemindahan. Kartu Istri. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pelaksanaan. penghargaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pengadaan pegawai. penggajian. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penelaahan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. i. pelayanan kesehatan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penilaian angka kredit. pelaksanaan. Askes. kepangkatan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi.

norma. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi. klasifikasi dan peta jabatan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). d. penelaahan. pengadaan pegawai. c. pendidikan dan pelatihan pegawai. b. penghargaan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. b. jabatan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. pelaksanaan. penggajian. serta pengembangan organisasi dan jabatan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. e. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. c.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pelaksanaan. penelaahan. 16 . serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pelaksanaan. penelaahan. pemindahan. kepangkatan. penyiapan rumusan standar. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pemberhentian. kriteria pengembangan organisasi. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen.

f. standardisasi kompetensi jabatan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. g. analisis beban kerja. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. Subbagian Tata Laksana. penelaahan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. peta jabatan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. administrasi keuangan. b. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. terdiri dari: a. pengembangan. penelaahan. c. pengembangan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. pola hubungan kerja. 17 . Subbagian Kelembagaan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. perbendaharaan.

j. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. serta nota keuangan. terdiri dari: a. e. Bagian Kekayaan Negara. l. Pasal 49 Biro Keuangan. h. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. d.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. perbendaharaan. serta pembinaan perbendaharaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. g. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. b. c. serta bimbingan teknis perbendaharaan. i. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. e. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. k. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. dan implementasi sistem akuntansi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. 18 . penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. administrasi keuangan. kekayaan negara dan akuntansi. laporan realisasi anggaran. serta Neraca Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. c. Bagian Perbendaharaan. Bagian Akuntansi. pembinaan inventarisasi. serta pelaksanaan akuntansi. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penelaahan. h. f. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. dan urusan tata usaha Biro. e. penelaahan. penyiapan target. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyiapan. i. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan. k. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. g. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. j. penelaahan. b. c. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. norma. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. b. d. 19 . serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. Subbagian Anggaran Pendapatan. Subbagian Anggaran Belanja. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyusunan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. terdiri dari: a.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. c. pelaksanaan. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen.

Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. pelaksanaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. serta pembagian iuran sumber daya alam. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 20 . Badan Geologi. norma. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. c. e. penelaahan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. d. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. b. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan standar. f. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. dan pengelolaan SPM. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Batubara dan Panas Bumi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. g. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. b. c. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan.

c. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. tuntutan perbendaharaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan bidang minyak dan gas bumi. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. terdiri dari: a.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. c. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. b. b. f. kriteria pengelolaan kekayaan negara. d. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. penelaahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 21 . penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. e. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. ganti rugi.

penelaahan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Badan Geologi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). 22 . serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. e. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. penelaahan. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. c. Inspektorat Jenderal. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). rekonsiliasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. b. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. c. Subbagian Penyiapan Neraca. f. g. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan verifikasi. d. Pasal 64 Bagian Akuntansi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. norma. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan. b. terdiri dari: a. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi.

bantuan hukum. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penelaahan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. b. c. g. f. penelaahan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). pengelolaan dokumentasi. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan bantuan hukum. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. serta kehumasan. penelaahan. serta program legislasi dan regulasi. dan penyelesaian kasus hukum. pelaksanaan. verifikasi anggaran. bantuan hukum dan kehumasan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembukuan aset. rekonsialiasi. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 23 . h. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Neraca. d. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP).Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. e. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. dan implementasi SAAT Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. konsolidasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan kehumasan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. equitas dana. kewajiban. dan implementasi SAI Departemen. dan bantuan hukum. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. serta hubungan masyarakat Departemen. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen.

serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. j. c. Bagian Bantuan Hukum. e. Bagian Hubungan Masyarakat. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan.i. b. 24 . e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. c. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. d. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. d. penelaahan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Bagian Penelaahan Hukum. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. evaluasi peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. c. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. b. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan.

Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria kontrak atau perjanjian. penyiapan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Batubara dan Panas Bumi. 25 . penelaahan. penelaahan. g. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. h. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. c. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. f. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. e. norma. c. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. f.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penelaahan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. terdiri dari: a. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. b. penyiapan. penelaahan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. 26 . dan unsur unit penunjangnya. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral.

f. c. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksaaan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. norma.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. terdiri dari: a. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. d. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. b. c. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta monitoring dan analisis berita. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. pelaksaaan. 27 . pelaksaaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. e. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. penelaahan. b. konferensi pers.

terdiri dari: a. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. dan urusan tata usaha Biro. i. c. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. j. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. abstrak peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan. monitoring dan analisis berita Departemen. penelaahan. Subbagian Publikasi. konferensi pers. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. 28 .g. rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. peliputan dan perekaman kegiatan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. b. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. penerbitan. pelaksanaan peliputan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. h. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. pameran Departemen.

e. g. rumah tangga Sekretariat Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyediaan sarana dan prasarana kerja. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. e. Sekretaris Jenderal. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Bagian Tata Usaha. tata usaha dan kearsipan.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. j. pengadaan. c. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Pasal 87 Biro Umum. pengelolaan rumah tangga. d. terdiri dari: a. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Perlengkapan. Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. c. perlengkapan dan pengadaan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. tugas 29 . h. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. tata persuratan dinas dan kearsipan. f. i. d.

serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. c. Medan Merdeka Selatan 18. Subbagian Urusan Dalam Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. b. penyiapan penyelenggaraan rapat.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. persuratan dinas. c. b. Jakarta Pusat). serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . terdiri dari: a. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelantikan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. e. f. Subbagian Tata Usaha Menteri. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. d. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen.

evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. c. dan ekspedisi surat dinas. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penjadwalan kegiatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. Subbagian Kearsipan. c. b. penyiapan rumusan standar. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. persuratan dinas. pelaksanaan. norma. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. penelaahan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. e. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. d. 31 . terdiri dari: a. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. f. b. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penelaahan.

Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal.H. serta pengadaan. Staf Ahli. pelaksanaan kebersihan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. b. keamanan. Staf Ahli. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. f. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. c. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. keselamatan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Jakarta Pusat). e. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. c. terdiri dari: a. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Thamrin 1. 32 . M.

Subbagian Rencana Kebutuhan. penyiapan kegiatan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. c. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. pelaksanaan pengadaan. c. norma. dan kearsipan Staf Ahli. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. 33 . Pasal 102 Bagian Perlengkapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. serta pengadaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan penyiapan. kriteria perlengkapan. penyiapan bahan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. f. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. d. b. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. inventarisasi. Subbagian Pengadaan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. d. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. kriteria. c. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 35 .BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. b.

h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. d. kearsipan. g. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. 36 . koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. f. satuan kerja. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. c. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pelaporan. e. terdiri dari: a. d. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. pelaksanaan. 41 . rencana dan program. c. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. j. serta perhitungan bagi hasil. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. e. perumusan pengaturan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. b. f. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. implementasi Sipeg. h. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. n. d. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. g. l. m.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. WP & B). penelaahan. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. k. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. i.

Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. 42 . h. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. evaluasi kebijakan. b. menengah dan tahunan berbasis kinerja. d. p. d. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. serta data kebutuhan. terdiri dari: a. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan statistik. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. c. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi.o. serta pencadangan strategis. terdiri dari: a. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. e. b. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. g. norma. b. penyiapan rumusan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. c. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. f. e. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

evaluasi pelaksanaan kebijakan. penelaahan. g. e. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. f. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengumpulan data potensi. serta penyediaan informasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. norma. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. terdiri dari: a. dan terms of condition KKS. penelaahan. d. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 43 . dan pelaksanaan sosialisasi. permasalahan iklim usaha. b. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. penyiapan. c.

penelaahan. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta biaya operasi. penelaahan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. j. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. retribusi. f. pelaksanaan pencatatan. g. d. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP).Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pajak. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). tugas serta induk. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. 44 . serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. norma. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. e. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. c. h. i. tugas serta induk. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. pemeriksaan dan pengujian. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penyiapan. serta bagi hasil daerah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil.

pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. penelaahan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tenaga kerja asing.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. f. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. d. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. pelaksanaan. pajak. tenaga kerja asing. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. lifting dan target penerimaan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. 45 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. terdiri dari: a. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. harga minyak mentah Indonesia. PNBP dan tarif iuran. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. e. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. norma. c. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan. b. retribusi. g. b.

j. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi.h. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. k. 46 . dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penggunaan barang operasi. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. pelaksanaan. pemberdayaan produksi dalam negeri. rencana impor barang operasi. fasilitasi lembaga tripartit. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. terdiri dari: a. i. penelaahan. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. b. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. rencana penggunaan tenaga kerja asing. serta pengaturan tenaga kerja asing. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi.

pelaksanaan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. g. 47 . serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. c. penelaahan. d. f. Seksi Multilateral dan Regional. e. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. b.

pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). g. h. e. g. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. penyiapan rumusan standar. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. pelaksanaan pengumuman WK. b. kriteria pengelolaan WK. pengelolaan WK. b. h. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. f. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. l. 48 . Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. c.d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. Subdirektorat Wilayah Kerja. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. k. i. f. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. terdiri dari: a. norma. d. d. j. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. f. e. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. c. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja.

e. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. b. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penilaian. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. penyiapan rumusan standar. norma. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. 49 . c. d. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi.

c. j. h. penelaahan. i. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. b. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan rumusan standar. b. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. d. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan. 50 . pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. kriteria. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. g. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penelaahan. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. norma. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penyiapan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. f.

serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. 51 . c. penelaahan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. b. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. e. rencana kerja dan anggaran KKS. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. f. penyiapan rumusan standar. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. b. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. tumpang tindih lahan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. norma. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. penelaahan. d. penyiapan.

penyiapan. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. b. h. pelaksanaan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. norma. f. pelaksanaan pembinaan teknis. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. g. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 . e. b.

pelaksanaan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Light Natural Gas (LNG). Penyediaan. perumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan. h. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. g. bahan bakar gas. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. b. c. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Light Petroleoum Gas (LPG).Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. f. d. e. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pengaturan Penugasan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar lain. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. 53 .

serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. d. e. 54 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. k. g. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. e. pengelolaan data. pengelolaan data. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. i. c. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. b. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir.j. bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. h. terdiri dari: a. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perizinan usaha pengolahan. d. l. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. f. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. LNG. norma. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. LPG. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. c. b.

serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. c. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. f. terdiri dari: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan standar.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. e. penyiapan. g. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. 55 . pengelolaan data. h. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Seksi Pengolahan Gas Bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penelaahan. b. b. d. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. norma.

j. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta penyiapan penetapan P3JBT. c. penyiapan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. bahan bakar gas dan LPG. b. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. e. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain.i. kriteria harga bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penelaahan. d. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan formulasi harga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. hasil olahan dan bahan bakar lain. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 56 . penyiapan. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. norma. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. penyiapan perizinan usaha niaga. i. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. h. terdiri dari: a. c. pengelolaan data. g. norma. g. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. b. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. gas bumi. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. 57 . LNG. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.f. pelaksanaan. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penelaahan. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. b. d. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. penyiapan. pelaksanaan. kriteria usaha niaga. f. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. LPG. penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga.

b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. tugas 58 . c. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penelaahan. penelaahan. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan norma.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. LPG. pelumas. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. petrokimia. penyiapan. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. Seksi Niaga Minyak Bumi. kriteria usaha non bahan bakar. terdiri dari: a. e. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. terdiri dari: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. f. d. biodiesel. hasil olahan dan bahan bakar lain. LNG.

petrokimia. e. biodiesel. produk. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan non bahan bakar lainnya. c. usaha penunjang. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. f. b. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. kelaikan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. d. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. 59 . biodiesel. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. kelaikan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan. petrokimia. h. g. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. profesi personil. penelaahan.

g. d. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. 60 . serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. f. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi.i. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. h. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. f. b. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. j. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. d. c. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas.

(2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kalibrasi alat ukur. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. norma. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. 61 . Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. d. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. instrumentasi. b. b. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. c. penelaahan. terdiri dari: a. f. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instalasi. g. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. keselamatan operasi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. K3. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

e. pengangkutan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instalasi. instrumentasi. penelaahan. pelaksanaan. b. c. penelaahan. keselamatan operasi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. K3. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. 62 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. dan kalibrasi alat ukur.

Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Penyimpanan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).f. c. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. b. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengangkutan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. g. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penelaahan. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. 63 . Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Penyimpanan. pelaksanaan. Penyimpanan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan. serta penjaminan pasca operasi.

Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b. e. penelaahan. pelaksanaan. dan kriteria usaha penunjang. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. c. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. 64 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. norma. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. pengangkutan. b. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.

evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.d. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. b. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. profesi personil. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. produk. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. terdiri dari: a. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 65 . Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

e. kriteria. penyusunan standar. b. 67 . pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pedoman.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. norma. d. c.

serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. kearsipan. dan rumah tangga. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 68 . terdiri dari: a. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. f. d. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. e. i. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. satuan kerja. g. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. h. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b.

Bagian Hukum dan Perundang-undangan. rapat koordinasi. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. f. terdiri dari: a. pengelolaan sistem. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. c. akuntabilitas kinerja. g. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. situs. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. pelaporan. 69 . penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. c. jaringan dan situs informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. e. Bagian Keuangan. c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. jaringan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. Subbagian Laporan. b. akuntabilitas kinerja. e. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan.

Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. pelaksanaan. penyiapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. perhitungan pelaksanaan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Kekayaan Negara. PBI Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. d. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. satuan kerja. c. penyiapan. Pasal 237 Bagian Keuangan. c. 70 . dan revisi anggaran Direktorat Jenderal.

f. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. b. pertimbangan hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta kehumasan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan informasi. 71 . laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. b. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. e. dokumentasi dan sosialisasi hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Informasi Hukum. penelaahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelaksanaan. penelaahan. pelayanan konsultasi hukum. penyiapan. terdiri dari: a. d. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan.

(3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. c. pelaksanaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. d. b. telepon. mutasi. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pengurusan formasi. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan urusan kesekretariatan. g. pengadaan pegawai. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. dan kearsipan. 72 . Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penelaahan. Subbagian Tata Usaha. f.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. terdiri dari: a. keamanan. Subbagian Kepegawaian. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. c. kebersihan. perlengkapan dan rumah tangga. ekspedisi persuratan dinas. pemberhentian. dan Implementasi Sipeg. e. serta urusan keprotokolan dan upacara.

b. implementasi Sipeg. rencana dan program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. rencana pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. penelaahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. g. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. rencana dan program. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. c. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. 73 . f. evaluasi kebijakan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. pelaksanaan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan asosiasi. e. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal.

b. penyiapan rumusan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. serta rencana strategis dan RUKN. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. f. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. g. 74 . Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. e. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. c. menengah dan tahunan tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. c. d. b.

penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. 75 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. b. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penelaahan. penelaahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. d. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. c. Seksi Investasi Tenaga Listrik.

serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penelaahan. 76 . Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. norma. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. kriteria tenaga listrik sosial. c. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. f. penyiapan bahan rumusan standar. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penyiapan. e. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. b.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penelaahan. b. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. d. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial.

multilateral dan regional. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan rencana dan program. d. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rencana. penelaahan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. 77 . penyusunan dokumen perjanjian. asosiasi dan lembaga lainnya. lembaga sertifikasi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penelaahan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. b. c.

78 . e. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pengolahan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. d.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. pelaksanaan pengelolaan data. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. b. penyiapan. c.

e. b. c. e. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. serta perlindungan konsumen. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. d. d. c. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. g. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. b. pembinaan. i. 79 . perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha.

Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. d. d. pelaksanaan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. tugas 80 . b. serta efisiensi dan transparansi usaha. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penelaahan. serta penetapan wilayah usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. c.c. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha.

serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria harga jual tenaga listrik. norma. b. e. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. terdiri dari: a.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. penelaahan. pemberian sanksi. Seksi Pelayanan Izin Usaha. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. b. penyiapan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. f. b. Seksi Pengawasan Izin Usaha. penyiapan rumusan standar. 81 . dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penelaahan. b. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penelaahan. penyiapan rumusan standar. 82 . Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kriteria hubungan komersial. norma. c. d. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. pelaksanaan. penelaahan. f. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. b. penelaahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. c. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. mempunyai tugas 83 . d. e. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. e. serta penggunaan tenaga teknik. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. produk. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. f. d. c. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. terdiri dari: a. serta pembinaan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. b. c. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. i. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. h. b. 84 . g. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. keselamatan dan K3. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. profesi personil.

Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. g. penelaahan. e. serta Rancangan SNI. d. pelaksanaan. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan. penelaahan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. 85 . Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. f. b.

Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan. penelaahan. b. keselamatan operasi. 86 . kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. e. pelaksanaan. kalibrasi alat ukur. pelaksanaan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. c. f. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. norma. dan K3. instrumentasi. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. kelaikan peralatan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. d. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. g. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan.

penelaahan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. terdiri dari: a. b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. f. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. 87 . pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. g.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. d. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. b. e. c. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. d. penelaahan. e. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. b. 88 . (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c.

Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. profesi personil. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. f. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. terdiri dari: a. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. 89 . g. b. c. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. produk. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penelaahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. norma. e. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan.

Kelompok Jabatan Fungsional. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi. e. Subdirektorat Bimbingan Teknis. h. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan. norma. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. f. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. 90 . d. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. Subdirektorat Energi Perdesaan. c. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. kriteria pemanfaatan energi. g. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. energi alternatif. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. c. f. e.

serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. e. kriteria usaha energi baru terbarukan. penelahaan. penyiapan rumusan kebijakan. e. Seksi Program Pemanfaatan Energi. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. d. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. terdiri dari: a. b. terdiri dari: a. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. norma. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 91 . Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan.d. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. b. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. b.

b. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. rencana dan program. e. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penyiapan rumusan standar. b. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. 92 . pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. serta evaluasi atas program konservasi energi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. d. norma dan kriteria konservasi energi. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan rumusan kebijakan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penelahaan. c. penelahaan. penyiapan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. penelahaan. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. pelaksanaan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi.

penelahaan. serta pedoman pengembangan. norma. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan standar. Seksi Program Energi Perdesaan. c. energi perdesaan dan konservasi energi. rencana dan program. d. pemberdayaan masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. 93 . Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. penelahaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan.. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. rencana dan program energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. 94 . penelahaan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. penyiapan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. b. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. penyiapan. c. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. b. penelahaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

kriteria. pedoman.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. dan prosedur di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyusunan standar. batubara dan panas bumi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. c. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Batubara. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. batubara. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. e. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. norma. batubara dan panas bumi. b. 96 . pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral.

penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. 97 . Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. kearsipan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. e. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. f. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. h. Direktorat Pembinaan Program Mineral. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. c. i.

serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Kelompok Jabatan Fungsional. d. c. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Laporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. e. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. jaringan dan situs informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. akuntabilitas kinerja. g. ketatalaksanaan. f. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Pengelolaan Informasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. pelaporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. rapat koordinasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. 98 . b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. d. c. b. b.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. e. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem. Batubara dan Panas Bumi.

terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. situs. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta pengurusan revisi anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 99 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. satuan kerja. f. c. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. PBI Direktorat Jenderal. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Pasal 354 Bagian Keuangan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyiapan. b. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. b. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. pelaksanaan. e. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. d. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. jaringan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penelaahan.

pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan. 100 . serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. e.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. pelaksanaan informasi. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. d. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan konsultasi hukum. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. b. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. c. f. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta kehumasan. penelaahan. pelaksanaan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. terdiri dari: a. Subbagian Pertimbangan Hukum. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

101 . g. b. penelaahan. pertamanan dan perparkiran. d. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. f. pelaksanaan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pemberhentian. e.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan rumah tangga. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. pelaksanaan urusan kesekretariatan. keamanan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. penelaahan. pelaksanaan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. mutasi. panas bumi dan air tanah. kebersihan. telepon. serta urusan keprotokolan dan upacara. batubara. ekspedisi persuratan dinas. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. perlengkapan dan rumah tangga. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pengadaan pegawai. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. dan kearsipan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. dan Implementasi Sipeg. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. c. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum.

b. rencana dan program di bidang mineral. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. dan produksi. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. 102 . wilayah kerja. implementasi Sipeg. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. neraca sumber daya wilayah kerja. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. investasi dan pendanaan. pelaksanaan. d. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. panas bumi dan air tanah. perumusan kebijakan pengembangan usaha. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta penetapan wilayah kerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. cadangan atau potensi. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. persuratan dinas dan kearsipan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana pengadaan. b. c. dan produksi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. penelaahan. Subbagian Kepegawaian.

serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. batubara. batubara. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Batubara. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. eksplorasi dan operasi produksi. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. evaluasi kebijakan.e. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Kelompok Jabatan Fungsional. batubara. menengah dan tahunan berbasis kinerja. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. c. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. panas bumi dan air tanah. c. j. g. 103 . i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. e. serta perhitungan bagi hasil. e. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. d. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. b. panas bumi dan air tanah. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. d. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. f. pengelolaan data. pencatatan dan perhitungan PNBP. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. h.

b.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. h. Seksi Program Mineral dan Batubara. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. serta kerja sama di bidang mineral. serta pemantauan pelaksanaan investasi. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. f. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penelaahan. penyiapan. b. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. terdiri dari: a. panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. batubara. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. 104 . asosiasi dan lembaga sertifikasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. e. g. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional.

Kontrak Karya (KK). penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. d. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara. terdiri dari: a. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan. panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. b. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. 105 . c. penelaahan. penelaahan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. kriteria pencadangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. b. serta penyusunan statistik pengusahaan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan. panas bumi dan air tanah. penelaahan.e. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. batubara. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. 106 . terdiri dari: a. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. penyiapan rumusan standar. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. f. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. Batubara dan Panas Bumi. d. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. norma. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral.

panas bumi dan air tanah. 107 . serta penetapan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. b. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. (2) Seksi Informasi Mineral. statistik. Batubara. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan penetapan potensi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g.e. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. h. pencadangan dan potensi di bidang mineral. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. f. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara. batubara. neraca sumber daya. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. terdiri dari: a. penelaahan. Panas Bumi dan Air Tanah. batubara. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. penyiapan. cadangan dan wilayah kerja. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Seksi Informasi Mineral. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah.

serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. c. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan pencatatan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta bagi hasil daerah. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. terdiri dari: a. penyiapan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. e. b. 108 . penelaahan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. d. penyiapan. b. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. d. f. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. c. e. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. 113 .Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. g. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara.

Seksi Hubungan Komersial Mineral. g. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. perumusan pengaturan. f. c. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pelaksanaan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. 114 . serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. i. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. e. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. terdiri dari: a. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. h. Seksi Hubungan Komersial Batubara. b. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d.

b. serta pengelolaan air tanah. d. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. f. k. penyiapan rumusan standar. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. 115 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. f. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. d. c. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. l. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan air tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. e. c. g. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. e. g. b.j. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah.

d. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. Seksi Pengelolaan Air Tanah. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. 116 . Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. terdiri dari: a. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah.h. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. e. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. i. b. pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penelaahan. b. c.

g.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. d. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. 117 . Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. serta pengendalian air tanah. e. b. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. b. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. f. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. c. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta pengelolaan air tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.h. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Seksi Pengendalian Air Tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 118 . d. terdiri dari: a. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. b. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. penelaahan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. i. penelaahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah.

c. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. b. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. d. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. f. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.g. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. h. 119 . penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. e.

Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. serta ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Seksi Konservasi Air Tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. terdiri dari: a. b. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta air tanah. batubara dan panas bumi. c.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan. 120 . penelaahan. b. pelaksanaan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. produk. g. kelaikan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi.d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. b. b. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. dan panas bumi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. f. K3. Batubara dan Panas Bumi. j. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. i. h. f. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. profesi personil. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. batubara. d. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. kelaikan teknis. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Standardisasi Mineral. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. lindungan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. batubara. lindungan lingkungan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara dan Panas Bumi. serta penggunaan tenaga teknik. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi. 121 .

dan panas bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. penyiapan rumusan standar. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. profesi personil. jenis dan mutu produk. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. 122 . serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. batubara. Seksi Standardisasi Mineral. g. pemurnian. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. penyiapan. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penelaahan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penelaahan. Batubara. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.c. b. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. terdiri dari: a. e. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. serta konservasi mineral dan batubara. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis.

batas wilayah kerja. penyiapan. b. Batubara dan Panas Bumi.b. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penyiapan. serta konservasi mineral dan batubara. dan konservasi mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. 123 . d. b. f. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. batubara dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penelaahan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik.

serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. b. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara. pelaksanaan. d. penelaahan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Batubara. penelaahan. batubara dan panas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. h. dan panas bumi. 124 . terdiri dari: a. f. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. e. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi.c. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral.

batubara. pengangkutan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. penyimpanan. e. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Batubara. norma. dan panas bumi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. d. batubara. instrumentasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. keamanan instalasi. kalibrasi alat ukur. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. b. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. g. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. 125 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. dan Panas Bumi. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. terdiri dari: a. penyiapan. penimbunan. Seksi Keselamatan Batubara.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. b. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. Batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. pelaksanaan.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. c. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. Batubara. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Seksi Usaha Penunjang Batubara. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. 126 . Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. d. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. panas bumi dan air tanah. b. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.

127 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Inspektorat III. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. c. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. pelaksanaan pengawasan kinerja. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. 128 . c. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat IV. d. e. d. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. b. b. keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal.

penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pengurusan kepegawaian dan organisasi. 129 . serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. i. k. b. keamanan. h. Bagian Hukum dan Kepegawaian. d. Bagian Rencana dan Laporan. j. perlengkapan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi. d. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. g.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. e. f. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. Bagian Umum dan Keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. keprotokolan dan rumah tangga. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan urusan tata usaha. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a.

b. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan rencana kerja. 130 . c. rapat koordinasi. jaringan dan situs informasi. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana. akuntabilitas kinerja. e. satuan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. h. penelaahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. g. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. jaringan. pelaporan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. program kerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. b. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. d. situs. i. Subbagian Penyiapan Laporan. penyajian informasi. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyiapan. penelaahan. j.

dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. d. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Inspektorat Jenderal. analisis hasil pengawasan. pelaksanaan. c. penyiapan. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Badan Geologi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. e.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan analisis. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. b. b. pengolahan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. 131 . serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan.

pelaksanaan. penelaahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dokumentasi dan tata naskah. 132 . pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberian pertimbangan hukum. b. b. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. perpustakaan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. dokumentasi hukum. penyiapan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Subbagian Kepegawaian. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. dan implementasi Sipeg. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. masyarakat dan yustisia. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. bantuan hukum. e. c. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. penyuluhan. Subbagian Hukum. pertimbangan hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. dokumentasi hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. d. terdiri dari: a. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan.

c. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. b. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. penelaahan. h. terdiri dari: a. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. rumah tangga dan kehumasan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan. b. keprotokolan dan kehumasan. dan kearsipan. pelaksanaan keamanan. e. dan implementasi Sipeg. f. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta pengurusan administrasi keuangan. perlengkapan. persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. pengurusan penganggaran. pelaksanaan. serta pengurusan administrasi keuangan. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. g. 133 . Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. k. j. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelayanan kesekretariatan. i. kebersihan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. dokumentasi dan tata naskah.

pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pemeriksaan. perlengkapan dan pengadaan. c. pelaksanaan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. keprotokolan dan kehumasan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. kebersihan. penelaahan. e. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. perumusan laporan hasil pengawasan. 134 . d. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan keamanan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. b. penelaahan. perencanaan kebutuhan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

139 . serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur.

g. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. Sekretariat Badan Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. b. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. f. h. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Pusat Survei Geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. d. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan geologi lingkungan. perumusan kebijakan di bidang geologi. terdiri dari: a. penelitian dan pelayanan. b. d. 140 . pelayanan survei geologi. Pusat Lingkungan Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. c. e. e.

terdiri dari: a. 141 . perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Keuangan. dan rumah tangga.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. kearsipan. b. h. i. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. j. akuntabilitas kinerja. pelaporan. d. koordinasi pelayanan administratif Badan. g. e. Bagian Umum. serta perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. e. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. f. Bagian Kepegawaian. ketatalaksanaan. serta pelaksanaan bantuan hukum. informasi hukum.

penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. b. b. penyiapan. pelaksanaan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaporan. penelaahan. penyajian informasi. c. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. situs. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pengelolaan sistem. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan. f. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. penelaahan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. ketatalaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. d. 142 . dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penelaahan. e. jaringan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Laporan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi.

serta implementasi Sipeg Badan. serta evaluasi atas mutasi. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta implementasi Sipeg. kesejahteraan. kepangkatan. pemberhentian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penyiapan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan. pengadaan. penggajian. penelaahan. penggajian. b. pengangkatan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. pengembangan. serta evaluasi atas perencanaan. e. b. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan. pemberhentian. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pengembangan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penyiapan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. dan analisis jabatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. d.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kesejahteraan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. 143 . pelaksanaan. penyiapan. c. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Neraca. dan rumah tangga. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. PBI Badan. pelaksanaan. serta penyelesaian kerugian negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Akuntansi. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. e. serta pengurusan revisi anggaran. terdiri dari: a. penyelesaian kerugian negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. c. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. d. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. perlengkapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 517 Bagian Keuangan. pelaksanaan. c. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 144 . serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. dan revisi anggaran Badan.

serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dokumentasi hukum dan perpustakaan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Subbagian Hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. kesekretariatan. bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. dan kearsipan. c. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. d. e. rencana kebutuhan dan pengadaan. kehumasan. perpustakaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. penelaahan. b. distribusi penggunaan. kearsipan. pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. persuratan dinas. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta pengurusan perlengkapan. perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta keprotokolan dan upacara Badan. kebersihan dan keamanan Badan. dan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. 145 . f. b. pelayanan kesekretariatan. informasi dan dokumentasi hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. pelaksanaaan bantuan hukum. Pasal 521 Bagian Umum. terdiri dari: a. penyiapan. c. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pemeliharaan barang inventaris. serta urusan hak atas kekayaan intelektual.

i. c. 146 . e. h. Bagian Tata Usaha. rekayasa teknologi. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. gambut. mineral.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Program dan Kerja Sama. rumah tangga. perumusan rencana dan program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. c. penyelidikan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Teknik. penyusunan neraca sumber daya geologi. batubara. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. administrasi keuangan. keuangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. bitumen padat. dan panas bumi. f. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. serta pemetaan tematik potensi. dan kepegawaian Pusat. d. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. b. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. Bidang Informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. g. pengelolaan ketatausahaan. serta rancang bangun dan pemodelan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. j. penyelidikan.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. keamanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. pengurusan perencanaan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. c. 147 . kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. d. keuangan. terdiri dari: a. serta akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. pelaksanaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. f. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. terdiri dari: a. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. e.d. b. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 148 . penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. Subbidang Laboratorium. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

Subbidang Kerja Sama. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. terdiri dari: a. penganggaran. 149 . terdiri dari: a. penelaahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelakanaan pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. d. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi dan publikasi. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Program. Pasal 540 Bidang Informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pemutakhiran basis data. serta pengelolaan perpustakaan. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. c.

pelaksanaan. operasi perangkat lunak. rumah tangga. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rekayasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. 150 . tsunami. e. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. b. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tsunami. penyelidikan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. perpustakaan. pemodelan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta sesar aktif. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. administrasi keuangan. sosialisasi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah h. dan gerakan tanah. i. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. pelaksanaan. g. serta rancang bangun. d. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dokumentasi. pengelolaan ketatausahaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. gempa bumi. penelaahan. penelaahan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. gempa bumi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. f. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. j. sistem. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. serta pos pengamatan gunung api. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api.

serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. d. pelaksanaan pengelolaan sarana. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. c. keuangan. e. pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan penelitian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelidikan. pengurusan. kearsipan.k. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. e. b. b. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kebersihan. pemelaahan. Bagian Tata Usaha. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta perpustakaan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. terdiri dari: a. l. 151 .

pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. geokimia dan deformasi. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penelaahan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. c. 152 . Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan. pemelaahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. d. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta penetapan status dan peringatan dini. terdiri dari: a. pelaksanaan penyelidikan geofisika.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. b. penetapan status.

Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. c. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. b. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. gerakan tanah dan tsunami. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b. 153 . terdiri dari: a. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah.

b. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penyelidikan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. gerakan tanah dan tsunami. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penelaahan. penyiapan. c. e. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. terdiri dari: a. 154 . pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. b. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. f. d.

g. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. dan pengelolaan tata ruang. penyelidikan. c. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bidang Program dan Kerja Sama. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. administrasi keuangan. e. d. rumah tangga. keuangan. dan kepegawaian Pusat. k. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bidang Informasi. f. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. geologi teknik dan air tanah. b. 155 . pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. i. b. b.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. geologi teknik dan air tanah. Bidang Sarana Teknik. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. pengelolaan ketatausahaan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. rekayasa teknologi. c. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. e. j. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. h. pengurusan perencanaan.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. d. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta akuntansi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. keamanan. kebersihan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. d. e. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. keuangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 156 . penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.c.

penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. 157 . b. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. penyusunan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pelaksanaan. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. Subbidang Program. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. d. pengelolaan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 158 . serta pemutakhiran basis data. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 578 Bidang Informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. jaringan dan situs informasi. penelaahan.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penganggaran. b. serta operasi perangkat lunak informasi. dokumentasi dan publikasi. serta pengelolaan perpustakaan. b.

penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. sistem. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. geomorfologi. sosialisasi. rumah tangga. m. pemetaan. i. f. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. geokimia. perpustakaan. dan kepegawaian Pusat. penelitian dan penyelidikan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. administrasi keuangan. pemetaan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. h. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. l. c. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. g. pelayanan jasa survei. penyelidikan dan survei di bidang geologi. operasi perangkat lunak. pelaksanaan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan ketatausahaan. inventarisasi hasil survei. geofisika. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pemetaan dan penelitian geologi. penelaahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. tektonik. b. j. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 159 . rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rekayasa teknologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. k. penelaahan. e. pelaksanaan.

Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pengangkatan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. d.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. Bidang Informasi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. e. serta akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. Bidang Sarana Teknik. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. e. 160 . Bagian Tata Usaha. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. kebersihan.

e. f. 161 . c. terdiri dari: a. penelaahan. b. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Laboratorium. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. e. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Program. d. Subbidang Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengelolaan. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. penyiapan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penganggaran. 162 . c.

dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelaksanaan. pelaksanaan. sosialisasi. 163 . terdiri dari: a. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi. operasi perangkat lunak. penelaahan. c. dokumentasi dan publikasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. sistem.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. perpustakaan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 597 Bidang Informasi. b. pelakanaan pengelolaan sistem. d. jaringan dan situs informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta pemutakhiran basis data. serta pengelolaan perpustakaan. b. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

164 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Perekayasa. Teknisi Litkayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyelidik Bumi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

e. 165 . pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. mineral batubara. f. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. g. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. panas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. b. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi.

dan rumah tangga. serta pelaksanaan bantuan hukum. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. informasi hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. e. 166 . koordinasi pelayanan administratif Badan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. h. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. terdiri dari: a. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. kearsipan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. e. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. d. b. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. g. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perencanaan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. f. c. b.

terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. f. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. j. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Umum. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. 167 . Bagian Rencana dan Laporan. b. terdiri dari: a. d. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. e. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. g. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. jaringan dan situs informasi. pengelolaan sistem. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. e. Bagian Keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. c. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. b.i.

serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. b. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg. penggajian. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. kepangkatan. penyiapan. pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pemberhentian. jaringan. 168 .Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. dan analisis jabatan. penelaahan. terdiri dari: a. penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. kesejahteraan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan. pengadaan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. penelaahan. d. pengurusan perencanaan. penyajian informasi. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta penyempurnaan organisasi Badan. satuan kerja. c. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. situs. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. e.

pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 618 Bagian Keuangan. b. serta penyelesaian kerugian negara. penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. d. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta implementasi Sipeg Badan. penggajian. Subbagian Akuntansi. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. PBI Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. serta evaluasi atas perencanaan. penyiapan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. 169 . pengembangan. penyiapan. serta evaluasi atas mutasi. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. e. kesejahteraan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Perbendaharaan. pengangkatan. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. kepangkatan pemberhentian. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. f.

serta informasi hukum dan kehumasan Badan. 170 . serta informasi hukum dan kehumasan Badan. d. kearsipan. Subbagian Hukum. perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. e. perlengkapan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pelaksanaan. Pasal 622 Bagian Umum. persuratan dinas. c. distribusi penggunaan. b. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Neraca. kehumasan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan revisi anggaran Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perpustakaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. c. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. terdiri dari: a. dan rumah tangga. kearsipan. informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaaan bantuan hukum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan kearsipan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelayanan kesekretariatan. f. pelaksanaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan rumah tangga. penelaahan. dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengurusan perlengkapan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. penelaahan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengadaan.

171 . pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyiapan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. c. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. kesekretariatan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. kebersihan dan keamanan Badan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. e. serta keprotokolan dan upacara Badan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penelaahan. f. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. g. rencana kebutuhan dan pengadaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. bantuan hukum.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. Kelompok Fungsional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. 172 . terdiri dari: a. e. serta pelaksanaan keamanan. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. administrasi keuangan. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. b. rumah tangga. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Program. c. pelaksanaan pengelolaan anggaran. i. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Afiliasi. e. pengangkatan. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.h. b. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan.

c. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 173 . terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. e. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan kebersihan Pusat. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pelaksanaan operasi penggunaan. b. Subbidang Pengembangan Sarana. keamanan. b. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. Pasal 637 Bidang Program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. Subbidang Penyiapan Rencana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. 174 . rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

Subbidang Informasi dan Publikasi. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. terdiri dari: a.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. e. jaringan. pelaksanaan pengelolaan sistem. d. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. c. Pasal 641 Bidang Afiliasi. penelaahan. 175 . pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.

jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. h. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 176 . Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan. i. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. pelaksanaan. rumah tangga. b. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian Pusat.

perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. d. terdiri dari: a. kebersihan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. b. pengangkatan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Program. dan kebersihan Pusat. pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. b. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Afiliasi. keuangan. keamanan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. c. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 177 . (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". pengurusan perencanaan. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pengadaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemeliharaan sarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.

penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. e. penyediaan bahan baku. penyiapan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. d. 178 . sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a.

evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana. terdiri dari: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. 179 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

d. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. terdiri dari: a. c.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 180 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. e. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan.

d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. e. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Kelompok Fungsional. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. b. Bidang Program. h. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. g. administrasi keuangan. c. d. b. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. 181 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. i. f. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Tata Usaha. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. Bidang Afiliasi. rumah tangga. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

serta pelaksanaan keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Umum dan Kepegawaian. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja. persuratan dinas dan kearsipan. c. keuangan. serta pengadaan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. b. d. 182 . pengembangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. keamanan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. d. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan. c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Subbidang Pengoperasian Sarana.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan operasi penggunaan. penelaahan. e. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. 183 . Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. penelaahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 184 . Subbidang Penyiapan Rencana. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 675 Bidang Program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. penelaahan. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi.

c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. d. jaringan. penelaahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 679 Bidang Afiliasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. 185 . e. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. b.

c. g. h. geokimia. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. f. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Bagian Tata Usaha. keuangan. e. 186 . dan kepegawaian Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan geofisika kelautan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. c. b.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. rumah tangga. i. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Kelompok Fungsional. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Program. administrasi keuangan. j. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. terdiri dari: a. d. d.

Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. d. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. b. kebersihan. dan kebersihan Pusat. b. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta pengadaan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengangkatan. 187 . pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. perencanaan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. b. keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta dokumentasi tata naskah pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. e.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta pelaksanaan keamanan. keamanan. pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana.

e. Subbidang Pengembangan Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan.c. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. pengelolaan. b. 188 . Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. penyediaan bahan baku. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

serta analisis. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 694 Bidang Program. d. b. c. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi. terdiri dari: a. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. 189 . penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan.c. penelaahan. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. b.

jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 698 Bidang Afiliasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 190 . pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. b.d.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Teknisi Litkayasa. Penyelidik Bumi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . Perekayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

h. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. b. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. f. e.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. c. batubara. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. g. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. 192 . mineral. geologi. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan.

d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 193 . i. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pembinaan kerja sama. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. h. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. c. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. e. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. g. e. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. f. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. satuan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara.

Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.j. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pelaporan. serta perencanaan kerja. d. 194 . Pasal 708 Sekretariat Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Keuangan. b. b. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pelaporan. h. k. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. e. d. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. l. c. akuntabilitas kinerja. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. ketatalaksanaan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan rumah tangga. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. f. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Bagian Kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. kearsipan. penganggaran.

penelaahan. perencanaan kerja. d. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta implementasi Sipeg. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. prosedur kerja. c. b. penelaahan. dan analisis jabatan. akuntabilitas kinerja. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan sistem. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pengurusan perencanaan. penggajian. Subbagian Kerja Sama. pengadaan. 195 . dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. e. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan. penganggaran. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengembangan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. c. pemberhentian. kepangkatan. pelaksanaan. penyiapan. kesejahteraan. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi Badan. serta evaluasi atas laporan berkala. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta pengembangan organisasi Badan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. b. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan. pelaksanaan. produk kilang. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. terdiri dari: a.. pelayanan jasa. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbidang Utilitas. 200 . Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kontrol kualitas.

Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penyediaan dan pemanfaatan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan dan pemanfaatan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Bengkel. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. 201 . penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyiapan. pelaksanaan. b. pelaksanaan. pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. d. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel.

pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 202 . Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. f. c. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan penyelenggaraan. e. norma. standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. kerja sama. serta kepustakaan. pelaksanaan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penelaahan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. g. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengelolaan kepustakaan.

i. pengelolaan ketatausahaan. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pemberian pelayanan jasa. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknis. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. g. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. perlengkapan. Batubara. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. b. kearsipan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. e. c. Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. 203 . d. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. h. f. prosedur. e. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.

kearsipan. b. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. c. perbendaharaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta hukum. terdiri dari: a. d. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. kehumasan dan keprotokolan. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. ketatalaksanaan dan umum Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Subbagian Kepegawaian dan Umum. 204 . (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. perlengkapan. organisasi.

penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. rencana pengembangan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penggunaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. 205 . terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. pelaksanaan. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbidang Pengoperasian Sarana. e. pelaksanaan pemeliharaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. norma. b. penelaahan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. pedoman.c.

pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. 206 . Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. f. norma. e. penelaahan.d. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. e. c. pedoman. kerja sama dan sistem. Subbidang Program dan Kerja Sama. dan prosedur. b. pedoman. b. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. kriteria dan prosedur. pedoman. norma. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pelaksanaan. c. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. f. penyiapan penyelenggaraan. kriteria dan prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pedoman. e. pedoman. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. pelaksanaan. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. 207 . penyusunan standar. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. norma. norma.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penelaahan. b. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. prosedur. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. penyusunan standar. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.

g. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. b. 208 . c. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan. perlengkapan. Bagian Tata Usaha. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. c. terdiri dari: a. h. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perbendaharaan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. b. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. norma. dan sistem. e.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. jaringan dan situs informasi. kerja sama. 209 . dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. penyiapan. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. c. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Perencanaan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b. akuntabilitas kinerja. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. terdiri dari: a. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. d. norma. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pelatihan. b. pedoman. c. penelaahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 210 . Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana dan Prasarana.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan standar. penyiapan. pelaksanaan kerja sama. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. kriteria dan prosedur. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. promosi. e.

h. penelaahan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 211 .(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pengelolaan ketatausahaan. pemberian pelayanan jasa. c. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. f. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. d. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. c. Bidang Pelatihan dan Sarana. pedoman. g. Bagian Tata Usaha. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a.

kehumasan dan keprotokolan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. kearsipan. dokumentasi dan tata naskah.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. akuntansi. b. hukum. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. d. c. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbagian Kepegawaian dan Umum. 212 . perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.

penyiapan. b. c. Subbidang Perencanaan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. serta evaluasi atas standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. norma. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. norma dan kriteria.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. e. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. pelaksanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penelaahan. 213 . penelaahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan.

penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. 214 . pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. c. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. promosi. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. kerja sama. pelaksanaan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Subbidang Pelatihan. penelaahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. b. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. terdiri dari: a. e. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Direktorat Jenderal. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Inspektorat Jenderal dan Badan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. 216 . Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.

pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. f. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. 217 . e. c. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. d. j. i. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. b. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. serta neraca energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. k. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. g. h.

Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta kearsipan Pusat. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. terdiri dari: a. b. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Pusat. pelaporan dan tata persuratan. c. pelaksanaan urusan tata usaha. rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Bidang Kajian Strategis. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. b. serta kearsipan Bakoren. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. d. b. c. Subbagian Tata Usaha Bakoren. 218 . persuratan dinas dan kearsipan Pusat. dukungan operasi kerja. d. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. dan persuratan dinas. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Bagian Tata Usaha.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Tata Usaha Data Nasional.

g. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan norma. b. f. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. d. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. terdiri dari: a. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. j. h. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. l. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. 219 . pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. c. i. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. b.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan. k. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi.

Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. pelayanan data dan informasi. b. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. ketenagalistrikan. penyusunan rumusan norma. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penelaahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penelaahan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. terdiri dari: a. pelaksanaan. c. 220 . Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. e. f. b. batubara dan panas bumi. penelahaan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. pelaksanaan. penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. pelaksanaan. b. d. penelahaan. air tanah dan kegeologian. e.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. bitumen padat. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Subbidang Kajian Strategis Energi. 221 . serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. b. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. gambut. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. f. terdiri dari: a. c.

pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. 222 . (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

(3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. perencanaan kerja. peralatan. dokumentasi. standardisasi teknis. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. organisasi. penganggaran.a kepada pejabat eselon I. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. 223 . (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. peraturan perundang-undangan. dengan lingkup meliputi personil. dan keselamatan umum. regulasi ekonomi dan keteknikan. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu.

a. (4) Kepala Bagian. Direktur Jenderal.a.a. Direktur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 224 .a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur. (5) Kepala Subbagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.b. Inspektur. Sekretaris Direktorat Jenderal. Inspektur Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (3) Kepala Biro. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Kepala Pusat. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.BAB XIV ESELON.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. X. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s.

fungsi. susunan organisasi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.(4) Perubahan atas rincian tugas.

c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. b.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful