MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. 5 . Kementerian Negara. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Biro Keuangan. b. dan lembaga lain yang terkait. terdiri dari: a. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. d. b. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. d. Biro Umum. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Departemen. Departemen lain. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Biro Perencanaan dan Kerja Sama.

g. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. rencana pembangunan jangka panjang. d. j. b. serta kerja sama. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. rencana kerja dan anggaran. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. k. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana anggaran. sosialisasi kebijakan pembangunan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta rencana strategis. e. serta perumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Kerja Sama. c. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. penyusunan harga satuan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. rencana dan program kerja. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. e. b. perumusan kebijakan pembangunan. l. menengah dan tahunan. dan rencana anggaran. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. i.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. evaluasi kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. f. Bagian Perencanaan Anggaran. 6 . penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. Bagian Analisis dan Evaluasi. d. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. h. c.

serta penyelenggaraan sinkronisasi program. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. c. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan norma. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. standar dan kriteria rencana kerja. dan Badan Geologi. penelaahan. dan urusan tata usaha Biro. penelaahan. penyusunan rumusan RK-KL. b. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Menengah dan Tahunan Departemen. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. d. e. Inspektorat Jenderal. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. f. 7 . terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

c. norma. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. f. Batubara dan Panas Bumi. c. e. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. Subbagian Penganggaran Penunjang. kriteria perencanaan anggaran. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan rumusan satuan harga pokok. terdiri dari: a. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. dan 8 . penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. penyiapan. d. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. dan Badan Geologi.

Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. e. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana pembangunan jangka panjang. b. Inspektorat Jenderal. 9 . menengah. h. kriteria akuntabilitas kinerja. g. tahunan dan rencana strategis. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. c. terdiri dari: a. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. RKA-KL. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penelaahan. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. d. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. f. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan sidang.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. norma. serta evaluasi pengembangan rencana kerja.

c. Panas Bumi. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. kriteria kerja sama. penelaahan. penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. e. dan Badan Geologi. b.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. Inspektorat Jenderal. norma. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan. f. penyiapan. g. 10 . penyiapan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. h. Batubara. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta kerja sama asosiasi. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan rumusan standar.

penelaahan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. dan kesejahteraan pegawai. pemensiunan. b. dan penilaian kinerja pegawai. perencanaan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. disiplin. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. penempatan dan pengembangan pegawai. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. e. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. serta penyiapan penetapan pemberhentian. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pembinaan mutasi. jabatan struktural dan fungsional. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. c. 11 . serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kerja Sama Bilateral. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. terdiri dari: a. kepangkatan. pengadaan. pengembangan organisasi dan tata laksana. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. d. penelaahan. b. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional.

g. dokumentasi dan tata naskah pegawai. terdiri dari: a. Bagian Mutasi Pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengadaan. penyusunan rencana formasi. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. i. 12 . penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. d. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. e. serta kartu PNS. h. pola dan pengembangan karir pegawai. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bagian Organisasi dan Tata Laksana. c. b. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. j. serta standardisasi kompetensi jabatan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. e. norma. k. f. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). c. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. evaluasi pembinaan kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. g. d. penyiapan rumusan rencana. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Data dan Informasi Pegawai.f. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyiapan rumusan standar.

penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. terdiri dari: a. kepangkatan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. pemberhentian dan disiplin. c. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Karir. b. penyiapan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemindahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penelaahan. penyiapan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. i.h. 13 . kompetensi pegawai. j. penyiapan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. dan Kartu PNS Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. penelaahan. penelaahan.

b. penarikan kembali. f. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. Subbagian Mutasi Jabatan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. j. Kartu Suami. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. perbantuan. 14 . perbantuan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. d. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan kesejahteraan. b. pembebasan sementara. norma. h. e. dan penarikan kembali pegawai. k. c. pelaksanaan pemindahan pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. ujian dinas dan Ujian KPPI. pemberhentian. pemindahan. pelaksanaan disiplin pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. Taspen. terdiri dari: a. dan Bapertarum. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. kepangkatan. penyiapan standar. kepangkatan. pemindahan. kriteria mutasi pegawai. Askes. dan penilaian angka kredit. dipekerjakan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. dan penilaian prestasi pegawai. serta kesejahteraan pegawai. pelaksanaan kepangkatan. pelaksanaan. penelaahan. cuti. g. c. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pemindahan. dipekerjakan. pengangkatan kembali. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. i. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pemberhentian. pemberhentian dan disiplin. serta Kartu Istri. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai.

disiplin. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kepangkatan. penelaahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. c. penyiapan. pemberhentian dan pemensiunan. e. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pengadaan pegawai. jabatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. f. g. pelaksanaan. penyusunan laporan kekuatan pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. h. penilaian angka kredit. d. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan daftar riwayat hidup pegawai. Bapertarum pegawai Departemen. Kartu Istri. penggajian. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penelaahan. Kartu Suami. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. penghargaan. Askes. Daftar Urut Kepangkatan. dan administrasi lembaga tripartit. pelayanan kesehatan. Taspen. b. 15 . pemindahan. i. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pemberhentian. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. penghargaan.

(2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. 16 . pemberhentian. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. penyiapan rumusan standar. pemindahan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pengembangan organisasi. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). serta evaluasi. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengadaan pegawai. penggajian. penghargaan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. norma.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta pedoman penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. pelaksanaan. c. serta pengembangan organisasi dan jabatan. terdiri dari: a. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. b. pelaksanaan. c. penelaahan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. klasifikasi dan peta jabatan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. kepangkatan. jabatan. penelaahan. penelaahan. b. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen.

administrasi keuangan. g. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. pengembangan. pengembangan. penelaahan. perbendaharaan. standardisasi kompetensi jabatan. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Subbagian Tata Laksana. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. 17 . pengembangan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Kelembagaan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. peta jabatan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pola hubungan kerja.f. analisis beban kerja. terdiri dari: a.

b. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. terdiri dari: a. serta pembinaan perbendaharaan. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Perbendaharaan. dan implementasi sistem akuntansi. serta pelaksanaan akuntansi. l. Bagian Pendapatan dan Belanja. laporan realisasi anggaran. f. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. Pasal 49 Biro Keuangan. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. g. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. administrasi keuangan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. e. c. pembinaan inventarisasi. kekayaan negara dan akuntansi. serta nota keuangan. e. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kekayaan Negara. c. Bagian Akuntansi. serta bimbingan teknis perbendaharaan. k. serta Neraca Departemen. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. d. perbendaharaan. b. 18 . i. j. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan.

penelaahan. j. i. Subbagian Anggaran Belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan. f. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penelaahan. penelaahan. k.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. c. 19 . serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. b. norma. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. h. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. c. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. dan urusan tata usaha Biro. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. e. g. penyusunan rumusan standar. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyiapan. penyiapan target. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Anggaran Pendapatan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. pelaksanaan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. b. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan. d. dan pengelolaan SPM. pelaksanaan. g. Badan Geologi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. serta pembagian iuran sumber daya alam. penelaahan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. norma. b. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. e. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. c. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. b. c. 20 .

Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. ganti rugi. pelaksanaan. c. g. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. c. norma. dan bidang minyak dan gas bumi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. b. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. e. b. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. f. 21 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. tuntutan perbendaharaan.

f. Inspektorat Jenderal. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). b. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. rekonsiliasi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. d. penelaahan. b. 22 . c. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. penelaahan. g. c. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Subbagian Penyiapan Neraca. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penyiapan rumusan standar.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. terdiri dari: a. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan verifikasi. Badan Geologi. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. norma. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). konsolidasi. h. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. b. 23 . equitas dana. dan bantuan hukum. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. bantuan hukum dan kehumasan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. d. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kewajiban. f. serta pelaksanaan kehumasan. serta evaluasi atas pembukuan aset. pelaksanaan. g. penelaahan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. verifikasi anggaran. e. serta kehumasan. serta hubungan masyarakat Departemen. pengelolaan dokumentasi. dan penyelesaian kasus hukum. dan implementasi SAAT Departemen. rekonsialiasi. bantuan hukum. serta program legislasi dan regulasi. dan bantuan hukum. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan implementasi SAI Departemen. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. Neraca. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara.

Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. c. penelaahan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. c. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Bagian Bantuan Hukum. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. 24 . d. e. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. j. Bagian Hubungan Masyarakat.i. dan bantuan hukum. b. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. evaluasi peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. e. Bagian Penelaahan Hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. b. c.

dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. b. f. norma.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. dan unsur unit penunjangnya. g. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. h. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. kriteria kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. 25 . Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. e. d. c. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan.

serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. kriteria bantuan dan konsultasi hukum.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penyiapan. d. penelaahan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. b. penelaahan. c. norma. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. c. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. penyiapan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. b. penelaahan. 26 . (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Batubara dan Panas Bumi.

b. 27 . konferensi pers. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. pelaksaaan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. serta monitoring dan analisis berita. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. terdiri dari: a. e. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. norma. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. c. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. b. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. pelaksaaan. f. d. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbagian Publikasi. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. monitoring dan analisis berita Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. penelaahan. pelaksanaan peliputan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. h. konferensi pers. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. j. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. dan urusan tata usaha Biro. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. peliputan dan perekaman kegiatan. pameran Departemen. 28 . serta evaluasi atas hubungan dengan media. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penerbitan. abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan.g. i. c. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

penyelenggaraan koordinasi perlengkapan.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. b. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Bagian Tata Usaha. tata usaha dan kearsipan. f. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. b. i. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Perlengkapan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. perlengkapan dan pengadaan. c. Staf Ahli. pengelolaan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. f. pengadaan. d. tugas 29 . Pasal 87 Biro Umum. e. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. e. g. d. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan keamanan dan keselamatan. c. h. rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Sekretaris Jenderal. j. tata persuratan dinas dan kearsipan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Kepala Biro dan Kepala Pusat. terdiri dari: a. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. tata persuratan dinas dan kearsipan.

(3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. c. e. pelantikan. f. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. terdiri dari: a. Jakarta Pusat). pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. b. Subbagian Urusan Dalam Departemen. d. c. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. b.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. persuratan dinas. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Menteri.

dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penelaahan. Subbagian Tata Usaha Departemen.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penelaahan. penyiapan. f. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. c. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. b. d. b. Subbagian Kearsipan. e. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penjadwalan kegiatan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. 31 . persuratan dinas. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. terdiri dari: a. norma. c. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. dan ekspedisi surat dinas. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen.

d. Jakarta Pusat). penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. 32 . Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. c. keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. keselamatan.H. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. pelaksanaan kebersihan. Thamrin 1. Kepala Biro dan Kepala Pusat. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. b. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. b. c. Staf Ahli. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. M. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Staf Ahli. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. keselamatan. terdiri dari: a.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. e.

serta pengadaan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. c. b. b. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. norma. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. inventarisasi. Subbagian Pengadaan. c. g. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. terdiri dari: a. d. penelaahan penyiapan. Subbagian Rencana Kebutuhan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Staf Ahli. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. 33 . Pasal 102 Bagian Perlengkapan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyiapan kegiatan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. f.

yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 34 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

pedoman. 35 . penyusunan standar. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. norma. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. b. b. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. d. d. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. kriteria. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.

serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. d. akuntabilitas kinerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. b. e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. i. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. pengelolaan urusan ketatausahaan. kearsipan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pelaporan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. h. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. d. g. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. 36 . Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. satuan kerja. c. f. terdiri dari: a. b.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

j. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. b. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). i. WP & B). d. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. rencana dan program. c. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. h. serta perhitungan bagi hasil. pelaksanaan. l. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. g. implementasi Sipeg. m. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. e. f. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. 41 . serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. n. k. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. perumusan pengaturan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. penelaahan. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. b. serta pencadangan strategis. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. norma. evaluasi kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. b. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. penyusunan statistik. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. terdiri dari: a. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. h. f. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. serta data kebutuhan. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. penyiapan rumusan. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. ketersediaan dan infrastruktur sektor. b. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. f. d. c. p. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. e.o. 42 .

penyiapan. penelaahan. norma. f. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. e. dan terms of condition KKS. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. b. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. pengumpulan data potensi. dan pelaksanaan sosialisasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 43 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. permasalahan iklim usaha. terdiri dari: a. penyiapan rumusan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. serta penyediaan informasi. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. penyiapan. penelaahan. d. g. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama.

serta bagi hasil daerah. b. j. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. 44 . i. penelaahan. pemeriksaan dan pengujian. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. tugas serta induk. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta biaya operasi. f. penyiapan. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. h. pajak. d. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). pelaksanaan pencatatan. tugas serta induk. penelaahan. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. e. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. g. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan standar. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. retribusi.

c. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. g. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. lifting dan target penerimaan. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. pelaksanaan. f.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan. 45 . Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pajak. harga minyak mentah Indonesia. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. pelaksanaan. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. tenaga kerja asing. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. e. penelaahan. b. PNBP dan tarif iuran. retribusi. d. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. norma. tenaga kerja asing.

penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. j. rencana impor barang operasi. penyiapan. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional.h. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan tenaga kerja asing. rencana penggunaan tenaga kerja asing. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. 46 . Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. i. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pemberdayaan produksi dalam negeri. fasilitasi lembaga tripartit. terdiri dari: a. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. b. penyiapan. k. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. penggunaan barang operasi.

Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. pelaksanaan. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. f. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. penyiapan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. penyiapan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS).c. pelaksanaan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. g. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Seksi Multilateral dan Regional. b. 47 . b. penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. e. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. c.

penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. e. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. j. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. h. kriteria pengelolaan WK. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. b. norma. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. g. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. l. c. i. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. terdiri dari: a. g.d. Subdirektorat Wilayah Kerja. 48 . d. c. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. k. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. pengelolaan WK. e. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengumuman WK. f. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. e. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama.

Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. c. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. terdiri dari: a. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penilaian. terdiri dari: a. d. penelaahan. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. norma. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 49 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha eksplorasi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. b.

penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. e.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kriteria. penelaahan. 50 . penyiapan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. f. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. j. i. norma. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. g. penelaahan. penyiapan rumusan standar. h. d. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. c.

Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. 51 . f. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. tumpang tindih lahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. g. d. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penelaahan. c. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. e. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penyiapan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. rencana kerja dan anggaran KKS. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi.

penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. pelaksanaan. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e. penyiapan. norma. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. i. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. d. penelaahan. f. b. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 . g. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. hasil olahan dan bahan bakar lain.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan Penugasan. d. f. Light Petroleoum Gas (LPG). i. h. b. perumusan jenis bahan bakar minyak. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. penyiapan. pelaksanaan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Light Natural Gas (LNG). serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. 53 . Penyediaan. e. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. bahan bakar gas. g. bahan bakar lain. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. c. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. h. d. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. norma. k. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. LPG. e. bahan bakar lain. j. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. g. pengelolaan data. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. e. LNG. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. penyiapan rumusan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.j. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. b. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. pengelolaan data. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. l. d. Kelompok Jabatan Fungsional. c. f. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. i. penyiapan perizinan usaha pengolahan. terdiri dari: a. 54 . f. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. c. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. bahan bakar gas. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir.

hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. norma. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. terdiri dari: a. penelaahan. h. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. f. c. g. b. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. e. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. 55 . d. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. pengelolaan data. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. penyiapan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi.

terdiri dari: a.i. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. e. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan. serta penyiapan penetapan P3JBT. b. 56 . hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. c. penelaahan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. d. penyiapan rumusan standar. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. bahan bakar gas dan LPG. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. norma. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria harga bahan bakar. penyiapan. penyiapan rumusan formulasi harga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan.

terdiri dari: a. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. b. f. h. penelaahan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. g. penyiapan. pengelolaan data. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. c. norma.f. d. b. penelaahan. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penyiapan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. h. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. gas bumi. i. g. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. kriteria usaha niaga. LNG. pelaksanaan. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan perizinan usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. LPG. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. 57 . serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi.

b. dan non bahan bakar lainnya. penelaahan. LNG. penyiapan. Seksi Niaga Minyak Bumi. tugas 58 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. biodiesel. b. petrokimia.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Niaga Gas Bumi. penyiapan norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. e. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. pelumas. penelaahan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. terdiri dari: a. b. penyiapan. f. kriteria usaha non bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. c. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Seksi Proses Non Bahan Bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. LPG. terdiri dari: a.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. lindungan lingkungan. biodiesel. profesi personil. h. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. dan non bahan bakar lainnya. dan non bahan bakar lainnya. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. 59 . penelaahan. petrokimia. lindungan lingkungan. biodiesel. produk. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta penggunaan tenaga teknik. kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. c. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. penyiapan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). usaha penunjang. e. petrokimia. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan. kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. penelaahan. g. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi.

pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. f. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. e. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. j. e. d. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. terdiri dari: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. g. d. Kelompok Jabatan Fungsional. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. 60 .i. c. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.

g. e. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. b. keselamatan operasi. penyiapan. 61 . penelaahan.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penelaahan. instrumentasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. instalasi. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. K3. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. c. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. terdiri dari: a. norma. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b.

dan penggunaan tenaga teknik. 62 . penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. instalasi. penyiapan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan kalibrasi alat ukur. b. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. norma. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pelaksanaan. pengangkutan. instrumentasi. K3. terdiri dari: a. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

pelaksanaan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. penelaahan. pelaksanaan. Seksi Keselamatan Pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. 63 . Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. c. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Penyimpanan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penelaahan.f. Penyimpanan. pengangkutan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. serta penjaminan pasca operasi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pengangkutan. e. c. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. g. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. 64 . penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.d. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. pelaksanaan. norma. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. dan kriteria usaha penunjang. b. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan.

Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penelaahan. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. 65 . pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.d. g. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. produk. f. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. profesi personil.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 66 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pedoman. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. 67 . (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. e. norma. d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. penyusunan standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. 68 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. g. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan urusan ketatausahaan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. b. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. d. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. kearsipan. c. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. h. f. b.

penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. c.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. situs. b. jaringan dan situs informasi. d. Subbagian Laporan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. pengelolaan sistem. rapat koordinasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. akuntabilitas kinerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan. g. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. Bagian Keuangan. f. c. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. e. 69 . akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. e. pelaporan. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. jaringan.

terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. c. PBI Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. e. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. d.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 237 Bagian Keuangan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. satuan kerja. 70 . f. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran.

Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Informasi Hukum. 71 . dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelaksanaan. pelaksanaan. pelayanan konsultasi hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan. Subbagian Pertimbangan Hukum. c. c. b. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. d. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. terdiri dari: a. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. f. pelaksanaan informasi. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. pertimbangan hukum. penelaahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. b. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. e. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239.

Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. e. mutasi. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. c. dan Implementasi Sipeg. dan kearsipan. pengurusan formasi. pemberhentian. b. g. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. ekspedisi persuratan dinas. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pertamanan dan perparkiran. perlengkapan dan rumah tangga. terdiri dari: a. perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Kepegawaian. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. kebersihan. penelaahan. d. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pengadaan pegawai. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. f. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. b. 72 .(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. telepon. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. c. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. keamanan. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pelaksanaan.

kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. 73 .Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. persuratan dinas dan kearsipan. f. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan. b. pelaksanaan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. rencana pengadaan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penelaahan. e. c. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. g. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. d. h. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. rencana dan program. implementasi Sipeg. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta rencana dan program pembangunan berjangka. rencana dan program. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247.

penyiapan rumusan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. serta rencana strategis dan RUKN. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. d. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. menengah dan tahunan tenaga listrik. f. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. e.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. d. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. c. b. serta program pengembangan jaringan transmisi. e. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. b. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. b. g. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. 74 .

pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. b. d. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. 75 . penelaahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. c.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan.

serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan. penyiapan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. kriteria tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penyiapan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. pelaksanaan. penyiapan bahan rumusan standar. b. e. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. b. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. norma. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. 76 . c. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. d.

77 . penyusunan dokumen perjanjian. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Seksi Multilateral dan Regional. d.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. asosiasi dan lembaga lainnya. multilateral dan regional. b. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. lembaga sertifikasi. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. c. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. b. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program.

pelaksanaan pengelolaan data. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pengolahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. e. d. c. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. b. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penelaahan. 78 . evaluasi pelaksanaan pengumpulan.

b. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. f. i. pembinaan. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. b. c. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. e. c. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. h. serta perlindungan konsumen. e. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. d. 79 . pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

c. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. d. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. c. serta efisiensi dan transparansi usaha. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. b. b. pelaksanaan. tugas 80 . Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. d. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. serta penetapan wilayah usaha. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.

terdiri dari: a. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kriteria harga jual tenaga listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. b. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. c. terdiri dari: a. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. penyiapan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. b. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. e. Seksi Pelayanan Izin Usaha. pemberian sanksi. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. norma. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. f. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. 81 . penyiapan rumusan standar. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha.

penyiapan. 82 . c. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. norma. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penyiapan. f. d. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. kriteria hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. b. penelaahan. penelaahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. b. pelaksanaan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. e.

penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. b. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. c. pelaksanaan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan. penyiapan rumusan standar. mempunyai tugas 83 . pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. b. penelaahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. norma.

i. terdiri dari: a. kelaikan teknis. f. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. c. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta penggunaan tenaga teknik. produk. h. c. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. d. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. g. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. 84 . perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. b. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. e. e. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. kelaikan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pembinaan teknis. lindungan lingkungan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. profesi personil. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. keselamatan dan K3. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.

serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. b. e. 85 . serta Rancangan SNI. g. b. c.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. f. penyiapan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. d. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan.

kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. b. 86 . penelaahan. d. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. kelaikan peralatan. norma. kalibrasi alat ukur. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. g. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. keselamatan operasi. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. b. pelaksanaan. pelaksanaan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. instrumentasi. c. dan K3. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. b. 87 . penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. b. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. d. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. g. e.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. f. c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.

penyiapan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. c. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. 88 . pelaksanaan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308.

c. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. profesi personil. b. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. produk.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. terdiri dari: a. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. 89 . pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. g. e. d. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. f. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang.

Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. h. d. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. b. Subdirektorat Energi Perdesaan. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. g. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. 90 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. c. energi alternatif. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. c. e. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. c. f. kriteria pemanfaatan energi. d.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Subdirektorat Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. f. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. e. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. program dan pengaturan pemanfaatan energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. b. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. norma. Subdirektorat Bimbingan Teknis. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Kelompok Jabatan Fungsional.

penyiapan. b. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. b. penelahaan. 91 . serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. e. norma. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Seksi Program Pemanfaatan Energi. e.d. d. b.

e. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan. rencana dan program. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penelahaan. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. pelaksanaan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penyiapan. penyiapan. d. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penelahaan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 92 . b. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. Seksi Program Konservasi Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penelahaan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. serta evaluasi atas program konservasi energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi.

Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. d. energi perdesaan dan konservasi energi.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. rencana dan program. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. c. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. b. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan standar. b. penelahaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. e. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Energi Perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. rencana dan program energi perdesaan. 93 . pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. terdiri dari: a. penelahaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. serta pedoman pengembangan. penyiapan.. norma.

serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penelahaan. penyiapan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. 94 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. penelahaan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. b. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. c. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

batubara. Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. b. pedoman. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. e. dan prosedur di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. d. dan panas bumi. c. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. kriteria. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. penyusunan standar. 96 . norma. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.

h. Direktorat Pembinaan Program Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. satuan kerja. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. d. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. g. f. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. 97 . evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Batubara dan Panas Bumi. dan rumah tangga. terdiri dari: a. i.

penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. e. d. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Pengelolaan Informasi. d. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. c. c. Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Laporan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. terdiri dari: a. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. 98 . ketatalaksanaan. f.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan sistem. Bagian Keuangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. rapat koordinasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. e. pelaporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pelaporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal.

penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. penyiapan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. f. c. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. e. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perhitungan pelaksanaan anggaran. situs. satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. b. PBI Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. d. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. jaringan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 354 Bagian Keuangan. 99 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan informasi. 100 . serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan. c. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. f. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. d. serta kehumasan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. e. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan. dan Neraca Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. c. Subbagian Pertimbangan Hukum. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelayanan konsultasi hukum. penyelesaian kerugian negara. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. penelaahan. terdiri dari: a. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan.

mutasi. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. pengurusan formasi. pelaksanaan. batubara. g. e. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. d. telepon.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. ekspedisi persuratan dinas. dan kearsipan. b. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. program legislasi dan regulasi bidang mineral. serta urusan keprotokolan dan upacara. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pengadaan pegawai. penelaahan. pemberhentian. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan urusan kesekretariatan. kebersihan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. c. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. penelaahan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. dan Implementasi Sipeg. penyiapan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. panas bumi dan air tanah. 101 . serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. keamanan. perlengkapan dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga.

Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. serta penetapan wilayah kerja. dan produksi. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penelaahan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dan produksi. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. panas bumi dan air tanah. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. rencana dan program di bidang mineral. neraca sumber daya wilayah kerja. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. investasi dan pendanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. wilayah kerja. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. implementasi Sipeg. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. b. perumusan kebijakan pengembangan usaha. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. cadangan atau potensi. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. batubara. rencana pengadaan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Kepegawaian. 102 . kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. b. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. c. Direktorat Pembinaan Program Mineral.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian.

h. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perhitungan bagi hasil. panas bumi dan air tanah. e. g. perumusan perencanaan. eksplorasi dan operasi produksi. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Batubara. i. batubara. c. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. j. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral.e. evaluasi kebijakan. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. terdiri dari: a. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. d. Batubara dan Panas Bumi. pencatatan dan perhitungan PNBP. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. pengelolaan data. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. lembaga sertifikasi dan asosiasi. d. e. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. f. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. 103 . Batubara dan Panas Bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. c. Kelompok Jabatan Fungsional. batubara. f. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Batubara dan Panas Bumi. b.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama di bidang mineral. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. c. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. h. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. g. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Seksi Program Mineral dan Batubara. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. batubara. batubara. 104 . pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. d. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. b. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. f. penyiapan. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. Seksi Kerja Sama Mineral. b. penelaahan. Kontrak Karya (KK). penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. batubara.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penelaahan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. 105 . pelaksanaan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi.

b. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. norma. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. terdiri dari: a. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi.e. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. serta penyusunan statistik pengusahaan. c. 106 . batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. penyiapan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. batubara. d. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. f. kriteria pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi.

Batubara dan Panas Bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Batubara. b. Seksi Informasi Mineral. h. g. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. neraca sumber daya. statistik. batubara. terdiri dari: a. penelaahan.e. pencadangan dan potensi di bidang mineral. batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. batubara dan panas bumi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. cadangan dan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. (2) Seksi Informasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. serta penetapan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. 107 . Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara. batubara. f. penyiapan penetapan potensi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral.

Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan. serta bagi hasil daerah. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. 108 . penelaahan. c. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. d.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penelaahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. terdiri dari: a. b. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. pelaksanaan pencatatan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. b.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. d. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. b. 113 . serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. e. b. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. pelaksanaan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. g. f. Seksi Bimbingan Usaha Mineral.

penyusunan pedoman dan prosedur kerja. d. c. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan hubungan komersial panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. i. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. h. 114 . b. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. f. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Batubara. perumusan pengaturan. pelaksanaan. terdiri dari: a. pelaksanaan.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. g.

Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. c. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. dan perubahan batas wilayah kerja. serta pengelolaan air tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. d.j. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. 115 . f. penyiapan rumusan standar. k. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. g. c. norma. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. terdiri dari: a. g. f. b. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha.

(2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi. pelaksanaan fasilitasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. terdiri dari: a. d. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. b. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi.h. 116 . serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penelaahan. c. e. pelaksanaan. i. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. e. 117 . serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. pelaksanaan. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. b. g. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. c. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. b. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. serta pengendalian air tanah. terdiri dari: a. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. f. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. d.

h. d. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. e. i. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. c. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. b. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. penelaahan. terdiri dari: a. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. b. 118 .

serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. penelaahan. c. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h.g. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. b. 119 . evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. f. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi.

perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. serta air tanah. Seksi Konservasi Air Tanah. pelaksanaan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. terdiri dari: a. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. 120 . serta ketatausahaan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. pelaksanaan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. penelaahan. b. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

e. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. i. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. produk. Batubara dan Panas Bumi. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. kelaikan teknis. K3. 121 . batubara. g. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. f. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. terdiri dari: a. serta penggunaan tenaga teknik. batubara dan panas bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Standardisasi Mineral. f. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. lindungan lingkungan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. lindungan lingkungan. b. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. panas bumi dan air tanah. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. d. Batubara dan Panas Bumi. j. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral.d. Batubara dan Panas Bumi. h. batubara. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. e.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. dan Panas Bumi. penelaahan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. norma. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. produk. serta konservasi mineral dan batubara. d. f. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. g. 122 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. terdiri dari: a. dan panas bumi. batubara. Seksi Standardisasi Mineral. pemurnian. e. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. jenis dan mutu produk. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral.b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penelaahan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. batubara dan panas bumi. c. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. dan konservasi mineral. 123 . Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. f. b. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. d. batas wilayah kerja. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. e. terdiri dari: a. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.

serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. i. batubara. e. penelaahan. d. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penelaahan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. f. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. terdiri dari: a. 124 . Batubara. b. dan panas bumi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.c. pelaksanaan. g. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h.

Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. b. Batubara. pengangkutan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyimpanan. penelaahan. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. f. dan panas bumi. penyiapan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penimbunan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Keselamatan Batubara. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. norma. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. keamanan instalasi. g. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan standar. batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. kalibrasi alat ukur. 125 . pelaksanaan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. c. panas bumi dan air tanah. penyiapan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. b. batubara. instrumentasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara.

panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Batubara. e. b. pelaksanaan. c. Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. dan Panas Bumi. pelaksanaan. batubara. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. 126 . d. norma. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. dan kriteria usaha penunjang. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. terdiri dari: a. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. f.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. 127 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. d. 128 . c. Inspektorat II. Inspektorat IV. keuangan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Inspektorat I. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kinerja. d.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. b. Inspektorat III. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. e. terdiri dari: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal.

keprotokolan dan rumah tangga. d. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. f. Bagian Umum dan Keuangan. i. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. keamanan. k. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. b. Bagian Hukum dan Kepegawaian. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. j. pengelolaan jaringan dan situs informasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. h. pengelolaan urusan tata usaha. kearsipan. Bagian Rencana dan Laporan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. e. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. b. perlengkapan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. e. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. 129 . c. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. g. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan kepegawaian dan organisasi.

dan rencana kerja. akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. e. f. pelaporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. i. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pelaporan. penelaahan. d. 130 . dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. program kerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. penyajian informasi. j. b. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. g. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. c. rapat koordinasi. penelaahan. h. ketatalaksanaan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. Subbagian Penyiapan Laporan. penyiapan. b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. satuan kerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Subbagian Penyiapan Rencana. ketatalaksanaan.

dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyiapan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. pengolahan. analisis hasil pengawasan. Badan Geologi. 131 . Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. b. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan analisis. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. c. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. e. penelaahan. b. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. d. Direktorat Jenderal Mineral. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

dan implementasi Sipeg. Subbagian Kepegawaian. penyiapan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. e. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. perpustakaan. dokumentasi hukum. terdiri dari: a. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. b. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. c. penyiapan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. serta pemberian pertimbangan hukum. bantuan hukum. dokumentasi dan tata naskah. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta pemberian pertimbangan hukum. 132 . dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. masyarakat dan yustisia. d. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. dokumentasi hukum. penelaahan. pertimbangan hukum. penelaahan. b. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum. penyuluhan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penyiapan koordinasi urusan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. i. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. pengurusan penganggaran. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan keamanan. e. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. g. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. h. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. k. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. perbendaharaan. serta pengurusan administrasi keuangan. perbendaharaan. Subbagian Rumah Tangga. pelayanan kesekretariatan. j. penelaahan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. perlengkapan. d. f. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. 133 .(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. kebersihan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. rumah tangga dan kehumasan. terdiri dari: a. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. b. c. keprotokolan dan kehumasan. b. persuratan dinas. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. dan kearsipan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dokumentasi dan tata naskah. perlengkapan. pelaksanaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.

Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi atas urusan keamanan. 134 . pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. persuratan dinas. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pemeriksaan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penelaahan. pelaksanaan. c. keprotokolan dan kehumasan. penelaahan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kebersihan. d. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. perumusan laporan hasil pengawasan. perlengkapan dan pengadaan. dan administrasi keuangan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. perencanaan kebutuhan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. kearsipan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). 139 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur.

Sekretariat Badan Geologi. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. d. pelayanan survei geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. e. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. c. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. h. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. 140 . perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. f. penelitian dan pelayanan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. g. c. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. terdiri dari: a. b. b. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. perumusan kebijakan di bidang geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. e. Pusat Survei Geologi. dan geologi lingkungan. Pusat Lingkungan Geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan.

141 . Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. g. serta perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. i. d. terdiri dari: a. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. h. kearsipan. dan rumah tangga. pelaporan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. informasi hukum. Bagian Rencana dan Laporan. f. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Bagian Umum. j. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kepegawaian. c. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. e. c. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Bagian Keuangan.

Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penelaahan. penelaahan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. terdiri dari: a. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. 142 . Subbagian Laporan. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. f. e. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pelaksanaan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyiapan. pelaporan. d. b. ketatalaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. c. penyajian informasi. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. satuan kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. situs. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan.

penyiapan. b. dan analisis jabatan. 143 . pemberhentian.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. serta evaluasi atas perencanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pelaksanaan. penelaahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. e. penelaahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. d. penelaahan. pengembangan. b. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mutasi. pemberhentian. kesejahteraan. serta implementasi Sipeg Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. pelaksanaan. c. penggajian. penyiapan. pengembangan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kepangkatan. terdiri dari: a. penggajian. kepangkatan. kesejahteraan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pengadaan. serta implementasi Sipeg. pengangkatan.

laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. b. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PBI Badan. penelaahan. Subbagian Akuntansi. b. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 144 . serta pengurusan revisi anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. penelaahan. Pasal 517 Bagian Keuangan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. c. perlengkapan. penyelesaian kerugian negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Neraca. terdiri dari: a. dan rumah tangga. e. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. penelaahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan revisi anggaran Badan. kearsipan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

pengadaan. b. persuratan dinas dan kearsipan. dan pemeliharaan barang inventaris. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. terdiri dari: a. perpustakaan. d. f. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kehumasan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. c. distribusi penggunaan. penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. dokumentasi hukum dan perpustakaan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. e. c. dan kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. bantuan hukum. pelayanan kesekretariatan. kebersihan dan keamanan Badan. persuratan dinas. Pasal 521 Bagian Umum. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta keprotokolan dan upacara Badan. penyiapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. perlengkapan. b. Subbagian Tata Usaha. 145 . penyiapan koordinasi ketatausahaan. Subbagian Hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kesekretariatan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. dan rumah tangga. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. informasi dan dokumentasi hukum. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta pengurusan perlengkapan.

Bidang Sarana Teknik. bitumen padat. b. Bagian Tata Usaha.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. i. penyelidikan. d. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. penyelidikan. f. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perumusan rencana dan program. dan panas bumi. administrasi keuangan. serta pemetaan tematik potensi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. d. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. e. c. 146 . keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. batubara. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. j. rekayasa teknologi. c. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. b. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. h. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Bidang Informasi. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. gambut. rumah tangga. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. serta rancang bangun dan pemodelan. mineral. g. penyusunan neraca sumber daya geologi.

c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. serta akuntansi.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. kebersihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 147 . terdiri dari: a. pengangkatan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. keuangan. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. d. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. pengurusan perencanaan. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan.

Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Laboratorium. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. b. 148 . d. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. e. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta kerja sama pelayanan jasa. serta rencana strategis berbasis kinerja. f. b. pelaksanaan. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik.d. pelaksanaan. penyusunan akuntabilitas kinerja.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Program. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. serta pemutakhiran basis data. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 149 . serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan perpustakaan.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. penganggaran. c. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 540 Bidang Informasi. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan sosialisasi. b. b. pelakanaan pengelolaan sistem. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Kerja Sama. d. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.

administrasi keuangan. i. dokumentasi. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. sistem. f. perpustakaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan gerakan tanah.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. g. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. j. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. rumah tangga. penyelidikan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dan kepegawaian Pusat. dan gerakan tanah h. pemodelan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. tsunami. serta pos pengamatan gunung api. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. gempa bumi. tsunami. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. sosialisasi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. dan rekayasa teknologi. serta rancang bangun. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. operasi perangkat lunak. pelaksanaan. b. gempa bumi. pelaksanaan. serta sesar aktif. 150 . pengelolaan ketatausahaan.

151 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. pengangkatan. kearsipan. keuangan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. pelaksanaan pengelolaan sarana. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pemelaahan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi pelaksanaan penelitian. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. terdiri dari: a. b. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. l. d. kebersihan. keuangan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta perpustakaan. pengembangan. d.k. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. terdiri dari: a. e. pengurusan perencanaan. pengurusan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyelidikan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. b. d. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. c. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. penetapan status. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. penelaahan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. 152 . administrasi keuangan. pemelaahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. b. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. geokimia dan deformasi.

Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. b. pelaksanaan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. d. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. 153 . Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. c. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami.

penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penyelidikan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. terdiri dari: a. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. penelaahan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. gerakan tanah dan tsunami. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. c. b. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. b. 154 . e. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. f. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana.

k. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. d. e. dan kepegawaian Pusat. f. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. h. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. 155 . Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. g. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. terdiri dari: a. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. administrasi keuangan. d. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. penyelidikan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. dan pengelolaan tata ruang. pengelolaan ketatausahaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengembangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Informasi. Bidang Sarana Teknik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. geologi teknik dan air tanah. b. c. i. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. c. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian. b. pengangkatan. rekayasa teknologi. j. pengurusan perencanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. geologi teknik dan air tanah.

f. serta akuntansi. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a.c. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. keuangan. keamanan. b. kebersihan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 156 . penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Subbidang Kerja Sama. b. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Laboratorium. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. e. pelaksanaan. Subbidang Program. terdiri dari: a. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta rencana strategis berbasis kinerja. penelaahan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. d. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. penelaahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 157 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b.

d. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan. penelaahan. serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 578 Bidang Informasi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta operasi perangkat lunak informasi. pelaksanaan sosialisasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. 158 . b. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. dokumentasi dan publikasi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pemutakhiran basis data. penganggaran. terdiri dari: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

penyelidikan dan survei di bidang geologi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan penelitian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. geokimia. geofisika. inventarisasi hasil survei. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan. i. rumah tangga. g. e. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dokumentasi. pelayanan jasa survei. 159 . serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. geomorfologi. j. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. l. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. penelitian dan penyelidikan geologi. tektonik. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. f. sosialisasi. m. operasi perangkat lunak. d. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pemetaan geologi. pemetaan dan penelitian geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. rekayasa teknologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. c. pemetaan. administrasi keuangan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. sistem. k. perpustakaan.

pengurusan perencanaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Teknik. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. c. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Informasi. terdiri dari: a. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keamanan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. kebersihan. keuangan. b. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Bidang Program dan Kerja Sama. 160 . pengangkatan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. penelaahan. Subbidang Laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. pelaksanaan. 161 . Subbidang Sarana Penyelidikan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. d. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. penelaahan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. f. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b.

Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 162 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pengelolaan. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Kerja Sama. penelaahan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. terdiri dari: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Program.

Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. operasi perangkat lunak. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. sistem. b. b. penelaahan. dokumentasi. serta pengelolaan perpustakaan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. sosialisasi. d. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. 163 . jaringan dan situs informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. c.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. 164 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

panas bumi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. g. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. c. perumusan kebijakan penyelenggaraan. d. mineral batubara. e. 165 . pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. f. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. 166 . Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. kearsipan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. g. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. e. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. penganggaran dan kegiatan satuan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. d. b. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. f. serta perencanaan kerja. dan rumah tangga. e. informasi hukum. terdiri dari: a. koordinasi pelayanan administratif Badan.

pelaporan. j. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. 167 . Subbagian Pengelolaan Informasi. e. terdiri dari: a. c. jaringan dan situs informasi. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. pengelolaan sistem. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan.i. e. Kelompok Jabatan Fungsional. b. g. d. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. d. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. ketatalaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. c. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. pelaporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Umum. Bagian Kepegawaian. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b.

(3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. c. kesejahteraan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. d. Subbagian Administrasi Kepegawaian. jaringan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta pengembangan organisasi Badan. b. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengadaan. penyajian informasi. terdiri dari: a. 168 . penelaahan. dan analisis jabatan. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penyiapan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. satuan kerja. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. penelaahan. pengembangan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. situs. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pemberhentian. penggajian. serta penyempurnaan organisasi Badan. pengurusan perencanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. kepangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta implementasi Sipeg.

serta penyelesaian kerugian negara. b. pelaksanaan. d. 169 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Subbagian Akuntansi. PBI Badan. c. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. b. serta evaluasi atas mutasi. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas perencanaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. serta pengurusan revisi anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengangkatan. terdiri dari: a. f. e. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penggajian. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan pemberhentian. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kesejahteraan.

Pasal 622 Bagian Umum. pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. penelaahan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Neraca. d. pelaksanaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. f. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. informasi dan dokumentasi hukum. perlengkapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. distribusi penggunaan. dan rumah tangga. perpustakaan. Subbagian Hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. b. serta pengurusan perlengkapan. 170 .Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. dan revisi anggaran Badan. c. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kearsipan. penelaahan. dan pemeliharaan barang inventaris. c. pengadaan. e. kearsipan. perhitungan pelaksanaan anggaran. kehumasan. b. persuratan dinas. penyiapan koordinasi ketatausahaan. dan rumah tangga. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. pelaksanaaan bantuan hukum. perlengkapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelayanan kesekretariatan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penelaahan. dan kearsipan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta pengelolaan jaringan listrik telepon.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. g. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. 171 . serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. kesekretariatan. d. f. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. kebersihan dan keamanan Badan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. e. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. serta keprotokolan dan upacara Badan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. persuratan dinas dan kearsipan. c. rencana kebutuhan dan pengadaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. bantuan hukum.

Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. keuangan. pengurusan perencanaan.h. b. c. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga. pengelolaan ketatausahaan. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Program. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. Bidang Afiliasi. b. Kelompok Fungsional. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. terdiri dari: a. serta pelaksanaan keamanan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. d. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. administrasi keuangan. b. dan kepegawaian Pusat. 172 . Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan. d. e. i. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.

Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. penyiapan. dan kebersihan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pemeliharaan sarana kerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta pengadaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. keamanan. terdiri dari: a. 173 . Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. penelaahan. e.

penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi. 174 . penyediaan bahan baku. c.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. b. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Rencana. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 637 Bidang Program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyiapan rumusan rencana dan program. serta analisis. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. c. penyiapan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 175 .(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jaringan. penelaahan. e. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. terdiri dari: a.

176 . pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. jaringan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. situs dan penyebarluasan informasi. d. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. i. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. administrasi keuangan. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. h. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan.

terdiri dari: a. Bidang Program. keuangan. pengangkatan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keamanan. dan kebersihan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. e. e. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. b. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. 177 . pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pengadaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. kebersihan. c. keuangan. Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Afiliasi.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. d. serta pelaksanaan keamanan. d. pengembangan. pengurusan perencanaan. persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. b.

Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengoperasian Sarana. e. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan. 178 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. c. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. penyiapan.

penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. b. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. b. terdiri dari: a. serta analisis. 179 . Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.

situs dan penyebarluasan informasi. c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. e. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. penelaahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 180 .

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan kepegawaian Pusat. c. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. g. e. Bidang Program. b. terdiri dari: a. f. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. d. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. e. Bidang Afiliasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. pengelolaan ketatausahaan. 181 . Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Kelompok Fungsional. h.

keuangan. b.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. keamanan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. c. pengangkatan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. b. persuratan dinas dan kearsipan. e. serta pelaksanaan keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 182 . pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. dan kebersihan Pusat. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. kebersihan. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.

Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. 183 . Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. penyiapan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. penyiapan. b. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. d. penyediaan bahan baku.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta analisis. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. 184 . Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. c. Pasal 675 Bidang Program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. b. Subbidang Penyiapan Rencana.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi.

Subbidang Informasi dan Publikasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. jaringan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. d. 185 . penelaahan. e. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.

dan geofisika kelautan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. b. rumah tangga. i. geokimia. e. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. 186 . Bidang Program. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. f. c. g. Bidang Afiliasi. b. Bagian Tata Usaha. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. dan kepegawaian Pusat. keuangan. h. Kelompok Fungsional. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. administrasi keuangan. e. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. d. terdiri dari: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. j. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. c. pengelolaan ketatausahaan. d. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. terdiri dari: a. keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta pelaksanaan keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 187 . organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengangkatan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. serta pengadaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. b. c. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perencanaan. kebersihan. d. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

e. pengelolaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. terdiri dari: a. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Subbidang Pengoperasian Sarana. d. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengembangan Sarana.c. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. 188 . Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b.

b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 189 . penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. d. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. c. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. penelaahan. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Penyiapan Rencana. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 694 Bidang Program.

serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. jaringan. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Subbidang Informasi dan Publikasi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. 190 . pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b.d. terdiri dari: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan.

Penyelidik Bumi.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 191 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perekayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

batubara. h. e. b. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. c. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. d. f. 192 . Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. mineral. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. g. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral.

f. d. pembinaan kerja sama. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. i.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. 193 . Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. h. c. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. satuan kerja. g. b. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. koordinasi pelayanan administratif Badan. c. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi.

194 . penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. dan rumah tangga. penganggaran. ketatalaksanaan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. d. Pasal 708 Sekretariat Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. g. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. f. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta perencanaan kerja. pelaporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. l. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. c. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan.j. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaporan. akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. k. kearsipan. d. Bagian Keuangan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. h. Bagian Umum. ketatalaksanaan. terdiri dari: a.

jaringan dan situs informasi Badan. kepangkatan. c. prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan berkala. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. e. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. akuntabilitas kinerja. b. penelaahan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. kesejahteraan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. 195 . penyiapan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. serta pengembangan organisasi Badan. serta implementasi Sipeg. d. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penganggaran. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penggajian. c. pengembangan. pengadaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dan analisis jabatan. perencanaan kerja. penelaahan. pemberhentian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan sistem. Subbagian Kerja Sama. b.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. b. pelayanan jasa. d. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penelaahan.. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penyiapan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. c. kontrol kualitas. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. b. Subbidang Utilitas.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. 200 . pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. produk kilang. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang.

Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. b. penyediaan dan pemanfaatan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. pelaksanaan. 201 . penelaahan. pelaksanaan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. d. pelaksanaan. b. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. pengembangan dan pemanfaatan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Bengkel. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan.

norma. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kerja sama. e. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. d. penyiapan penyelenggaraan. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. serta kepustakaan. f. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. standar. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. 202 . kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. Subbidang Penyiapan Pelatihan. b. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pedoman. pengelolaan kepustakaan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. g.

Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. norma. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. g. e. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. pemberian pelayanan jasa. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perlengkapan. i. Bidang Sarana Teknis. prosedur. c. kriteria pendidikan dan pelatihan. kearsipan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. f. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. c. e. d. Batubara. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. h. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. 203 . evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. b. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pedoman. Kelompok Jabatan Fungsional.

kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. 204 . (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kearsipan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. perbendaharaan. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. serta hukum. e. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. akuntansi.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. perlengkapan. terdiri dari: a. d. organisasi. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pemeliharaan. b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. norma. rencana pengembangan.c. Subbidang Pengembangan Sarana. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pedoman. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. penggunaan. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. 205 . pelaksanaan.

terdiri dari: a. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. b. e. 206 . Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. dan prosedur. pedoman. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. b. c. d. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pedoman. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. kriteria. kerja sama dan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.d. f. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama. norma. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 207 . Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. penelaahan. norma. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. prosedur. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. pedoman. penyusunan standar. pedoman. pedoman. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. terdiri dari: a. c.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria dan prosedur. e. penyiapan penyelenggaraan. norma. penyusunan standar. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemberian pelayanan jasa. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. f. d. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.

pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. d. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. e. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. c. perbendaharaan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. 208 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. h. c. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. perlengkapan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. b. kehumasan dan keprotokolan. Bidang Pelatihan dan Sarana. terdiri dari: a. akuntansi.g. kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum.

penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. c. jaringan dan situs informasi. dan sistem. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Perencanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. akuntabilitas kinerja. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. penyiapan. b. e. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. penelaahan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. 209 . Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

b. penyiapan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Subbidang Pelatihan. promosi. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. b. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penelaahan. terdiri dari: a. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kriteria dan prosedur. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan kerja sama. e. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. 210 . pedoman. kerja sama.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774.

211 . c. b. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pelaksanaan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. pedoman. norma. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. g. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. prosedur. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pemberian pelayanan jasa. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. h. d. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. d. e.

pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. hukum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. e. kearsipan. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan. d. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perbendaharaan. kehumasan dan keprotokolan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 212 . Subbagian Kepegawaian dan Umum. terdiri dari: a. akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. c. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.

norma. c. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. 213 . penelaahan. Subbidang Perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. d. pedoman. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma dan kriteria. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. kerja sama. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. d. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. promosi. Subbidang Pelatihan. penelaahan. terdiri dari: a.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. penelaahan. kerja sama. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. e. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. b. 214 . b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 215 .

Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. e. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. d. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. 216 . Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. terdiri dari: a. b. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. c. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal dan Badan.

dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta neraca energi dan sumber daya mineral. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. 217 . koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. i. d. j. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. g. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. f. c. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. h. k. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. b. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi.

pelaporan dan tata persuratan. c. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta kearsipan Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Tata Usaha Bakoren. b. d. e. 218 . rumah tangga. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. b. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bidang Kajian Strategis. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. d. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bagian Tata Usaha. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. terdiri dari: a. dukungan operasi kerja. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. c. serta kearsipan Bakoren. b. pelaksanaan urusan tata usaha. dan persuratan dinas.

(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. g. c. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. f. 219 . pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. e. terdiri dari: a. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. h. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. l. penyiapan norma. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. j. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. i. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. k.

Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. b. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. batubara dan panas bumi. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. c. e. b. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 220 . penyusunan rumusan norma. penelaahan. penyiapan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan data dan informasi. ketenagalistrikan. f. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral.

gambut. c. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. d. penelahaan. b. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. air tanah dan kegeologian. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. penelahaan. penelahaan. pelaksanaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. 221 . serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. f. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi. bitumen padat.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. b. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral.

BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. 222 . integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

dan keselamatan umum. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. organisasi. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien.a kepada pejabat eselon I. peraturan perundang-undangan. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. penganggaran.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. peralatan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. perencanaan kerja. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dokumentasi. 223 . (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dengan lingkup meliputi personil. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. standardisasi teknis.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. regulasi ekonomi dan keteknikan.

Inspektur Jenderal. 224 . Direktur. Sekretaris Direktorat Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (3) Kepala Biro.a. Inspektur. Kepala Pusat. (5) Kepala Subbagian.a. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.a.BAB XIV ESELON.b. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (4) Kepala Bagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Direktur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.

Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s.d. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. 225 . diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. X. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

(5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. susunan organisasi. 226 . dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(4) Perubahan atas rincian tugas. fungsi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. b.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful