MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. b. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. dan lembaga lain yang terkait. d. Lembaga Pemerintah Non Departemen. terdiri dari: a. e. Departemen lain. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kementerian Negara. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Biro Keuangan. Biro Kepegawaian dan Organisasi. d. c. b. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. 5 . koordinasi kegiatan Departemen. Biro Umum. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6.

h. b. c. d. Kelompok Jabatan Fungsional. dan rencana anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi. evaluasi kebijakan pembangunan. d. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. j. c. sosialisasi kebijakan pembangunan. terdiri dari: a. Bagian Kerja Sama. menengah dan tahunan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. k. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. e. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. l. rencana pembangunan jangka panjang. e. rencana dan program kerja dan anggaran. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. rencana dan program kerja. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. i. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. rencana anggaran. serta kerja sama. rencana kerja dan anggaran. perumusan kebijakan pembangunan. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. penyusunan harga satuan. f. Bagian Perencanaan Anggaran. 6 . perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta rencana strategis. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. g. serta perumusan akuntabilitas kinerja.

dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. standar dan kriteria rencana kerja.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan norma. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Subbagian Perencanaan Penunjang. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Menengah dan Tahunan Departemen. dan urusan tata usaha Biro. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. e. 7 . c. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. penelaahan. b. dan Badan Geologi. Inspektorat Jenderal. d. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. penyusunan rumusan RK-KL.

dan Badan Geologi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. c. b. b. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Subbagian Penganggaran Penunjang. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan. dan 8 . penelaahan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penelaahan. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. f. e. norma. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). d.

penelaahan. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. norma. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. tahunan dan rencana strategis. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. terdiri dari: a. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. menengah. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. f. g. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. h. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. e. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. c. d. kriteria akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. RKA-KL. b. b. penyiapan bahan sidang. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. 9 . rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. Inspektorat Jenderal.

e. norma. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. h. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. g. penelaahan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. f. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. kriteria kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. serta kerja sama asosiasi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Batubara. dan Badan Geologi. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Panas Bumi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. b. 10 .

serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pembinaan mutasi. pengembangan organisasi dan tata laksana. pengadaan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Bilateral. b. penempatan dan pengembangan pegawai. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. serta penyiapan penetapan pemberhentian. pemensiunan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. perencanaan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. terdiri dari: a. c. disiplin. penelaahan. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. penelaahan. b. jabatan struktural dan fungsional. 11 . d. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dan kesejahteraan pegawai. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. kepangkatan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. dan penilaian kinerja pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. e. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.

perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. e. norma. penyiapan rumusan standar. c. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. d. 12 . k. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta administrasi penugasan ke luar negeri. pengadaan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta kartu PNS. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Bagian Mutasi Pegawai. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. evaluasi pembinaan kepegawaian. g. Bagian Data dan Informasi Pegawai. c. penyusunan rencana formasi. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. terdiri dari: a. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. j. pola dan pengembangan karir pegawai. b. penyiapan rumusan rencana. e. i. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Organisasi dan Tata Laksana.f. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. g. b. f. Pegawai Negeri Sipil (PNS). h. serta standardisasi kompetensi jabatan. pengelolaan sistem informasi pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan. penelaahan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penyiapan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kompetensi pegawai. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. dan penugasan pegawai ke luar negeri. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. c.h. serta kesejahteraan pegawai Departemen. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. dan Kartu PNS Departemen. 13 . evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. penelaahan. j. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian dan disiplin. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kepangkatan. i. pemindahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. bimbingan teknis. penelaahan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Subbagian Pengembangan Karir. terdiri dari: a.

dan penilaian prestasi pegawai. dipekerjakan. pemindahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. k. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. g. penyiapan standar. pelaksanaan disiplin pegawai. Askes. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. dan Bapertarum. pembebasan sementara. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pemberhentian. pelaksanaan pemindahan pegawai. Taspen. pemindahan. serta Kartu Istri. e. evaluasi pelaksanaan pengangkatan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. norma. c. Kartu Suami. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pelaksanaan kesejahteraan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. j. pemberhentian dan disiplin. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. b. pelaksanaan kepangkatan. Subbagian Mutasi Jabatan. kriteria mutasi pegawai. dan penilaian angka kredit. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. kepangkatan. penelaahan. b. pemindahan. dipekerjakan. c. perbantuan. dan penarikan kembali pegawai. serta kesejahteraan pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. terdiri dari: a. d. 14 . perbantuan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pengangkatan kembali. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. i. cuti. h. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ujian dinas dan Ujian KPPI. f. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. penarikan kembali. pemberhentian. kepangkatan.

c. penelaahan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pemberhentian dan pemensiunan. penggajian. jabatan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. i. e. penghargaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kepangkatan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. Askes. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. g. Kartu Suami. pendidikan dan pelatihan pegawai. pemindahan. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Daftar Urut Kepangkatan. pelayanan kesehatan. Kartu Istri. 15 . d. penyiapan. pelaksanaan. penghargaan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. dan administrasi lembaga tripartit. Bapertarum pegawai Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. dan daftar riwayat hidup pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. penilaian angka kredit. pengadaan pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. b. disiplin. penyusunan laporan kekuatan pegawai. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Taspen. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. h. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemberhentian. penelaahan.

(2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. terdiri dari: a. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. c.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. kepangkatan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. b. pemindahan. pelaksanaan. pengadaan pegawai. penelaahan. norma. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. jabatan. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. penggajian. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). e. penelaahan. 16 . b. pendidikan dan pelatihan pegawai. kriteria pengembangan organisasi. d. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. penyiapan rumusan standar. c. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. klasifikasi dan peta jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi. pemberhentian.

serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. peta jabatan. analisis beban kerja. pengembangan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. administrasi keuangan. Subbagian Kelembagaan. h. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. perbendaharaan. penelaahan. Subbagian Tata Laksana. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan.f. pengembangan. penelaahan. pengembangan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. g. standardisasi kompetensi jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. 17 . b. pola hubungan kerja. penelaahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. c. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. penyelesaian kerugian negara. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. j. Bagian Akuntansi. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. e. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. h. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. b. dan implementasi sistem akuntansi. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. c.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. d. i. g. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Bagian Perbendaharaan. Bagian Pendapatan dan Belanja. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. k. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. perbendaharaan. f. pembinaan inventarisasi. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. l. Bagian Kekayaan Negara. serta nota keuangan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 49 Biro Keuangan. laporan realisasi anggaran. administrasi keuangan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. serta bimbingan teknis perbendaharaan. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. serta pembinaan perbendaharaan. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. 18 . kekayaan negara dan akuntansi. e. serta Neraca Departemen.

Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. i. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. g. penyiapan. j. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyusunan rumusan standar. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. h. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. dan urusan tata usaha Biro. 19 . penyiapan target. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. d. pelaksanaan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penelaahan. e. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Subbagian Anggaran Belanja. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. norma. k. b. b. terdiri dari: a. f. c. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja.

penyiapan rumusan standar. Badan Geologi. dan pengelolaan SPM. serta pembagian iuran sumber daya alam. pelaksanaan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. terdiri dari: a. g. d. pelaksanaan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. norma. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. b. e. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. 20 . penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Batubara dan Panas Bumi. b. penelaahan. Inspektorat Jenderal. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. b. b. norma. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. d. penelaahan. f. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. c. 21 . terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tuntutan perbendaharaan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. g. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. e. pelaksanaan. ganti rugi. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. dan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar.

Batubara dan Panas Bumi. e. f. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. norma. Inspektorat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. pelaksanaan. Pasal 64 Bagian Akuntansi. c. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. rekonsiliasi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. penelaahan. b. Subbagian Penyiapan Neraca. d. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. c. Badan Geologi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. g. pelaksanaan verifikasi. 22 . kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. pelaksanaan.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen.

serta program legislasi dan regulasi. g.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. dan penyelesaian kasus hukum. h. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. serta evaluasi atas pembukuan aset. Neraca. equitas dana. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. rekonsialiasi. konsolidasi. penelaahan. serta kehumasan. bantuan hukum dan kehumasan. pengelolaan dokumentasi. kewajiban. d. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. penelaahan. pelaksanaan. bantuan hukum. dan bantuan hukum. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. c. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. e. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta pelaksanaan kehumasan. b. serta hubungan masyarakat Departemen. dan implementasi SAAT Departemen. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan bantuan hukum. 23 . Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penelaahan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. verifikasi anggaran. dan implementasi SAI Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.

b. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Bagian Hubungan Masyarakat. evaluasi peraturan perundang-undangan. 24 . serta program legislasi dan regulasi Departemen. terdiri dari: a. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b. Bagian Penelaahan Hukum. dan bantuan hukum. e. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. j. b. Bagian Bantuan Hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. d. c.i. penelaahan. d. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. c. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. e. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan.

penelaahan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. e. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. h. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. b. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penelaahan. penyiapan. kriteria kontrak atau perjanjian. f. penyiapan. g. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. d. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. 25 . serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma.

evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. terdiri dari: a. penelaahan. 26 . b. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. c. norma. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. e. penyiapan rumusan standar. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. c. penelaahan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. penyiapan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. f. dan unsur unit penunjangnya.

Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. norma. f. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. e. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. d. c. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. 27 . Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksaaan. serta monitoring dan analisis berita. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. b. c. pelaksaaan. konferensi pers. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. pelaksaaan.

serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan. monitoring dan analisis berita Departemen. j. rumah tangga Sekretariat Jenderal. konferensi pers. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. pelaksanaan. Subbagian Publikasi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. penelaahan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. i. abstrak peraturan perundang-undangan. h. penerbitan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. penelaahan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. c. 28 . dan urusan tata usaha Biro. pameran Departemen. pelaksanaan peliputan. b.g.

b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. tugas 29 . perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Sekretaris Jenderal. d. f. Bagian Tata Usaha. e. Bagian Perlengkapan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. h. Kepala Biro dan Kepala Pusat. perlengkapan dan pengadaan. terdiri dari: a. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. c. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. tata persuratan dinas dan kearsipan. pengadaan. tata persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. f. g.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. e. d. b. Pasal 87 Biro Umum. pengelolaan rumah tangga. Staf Ahli. j. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. tata usaha dan kearsipan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. i. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa.

penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). Subbagian Urusan Dalam Departemen. persuratan dinas.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. d. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . c. c. f. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. b. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. pelantikan. e. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. Medan Merdeka Selatan 18. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. b. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyelenggaraan rapat. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja.

Subbagian Kearsipan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. e.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penjadwalan kegiatan. pelaksanaan. norma. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan ekspedisi surat dinas. 31 . d. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. b. c. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. persuratan dinas. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. f. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. b. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. c. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan.

e.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. terdiri dari: a. M. Staf Ahli. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. keselamatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. keamanan. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. d. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. pelaksanaan kebersihan. c. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Jakarta Pusat). f. Thamrin 1. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. b.H. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. serta pengadaan. 32 . c. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. b. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Staf Ahli.

33 . g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. serta pengadaan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Rencana Kebutuhan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. f. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penelaahan penyiapan. d. penyiapan bahan rumusan standar. norma. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. b. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. c. kriteria perlengkapan. b. inventarisasi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. pelaksanaan pengadaan. penyiapan kegiatan. dan kearsipan Staf Ahli. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. Subbagian Pengadaan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 34 . yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. c. terdiri dari: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria. norma. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. e. 35 . Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pedoman. b. c.

serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. dan rumah tangga. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. g. kearsipan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. d. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. b. f. 36 . pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. satuan kerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan. b. pelaporan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. h. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. i. akuntabilitas kinerja.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

l. implementasi Sipeg. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. d. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. m. e. f. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta perhitungan bagi hasil. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. rencana dan program. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 41 . h. penelaahan. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. b. i. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. c. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. n. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. j. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. WP & B). pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. k. perumusan pengaturan. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

d. h. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi kebijakan. penyusunan statistik. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. e. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 42 . Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi.o. g. d. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. menengah dan tahunan berbasis kinerja. c. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. c. ketersediaan dan infrastruktur sektor. b. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. p. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. norma. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. terdiri dari: a. b. pelaksanaan sosialisasi program sektor. f. f. b. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. e. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. serta pencadangan strategis. serta data kebutuhan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan.

serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. e. g. penelaahan. norma. penyiapan rumusan. serta penyediaan informasi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. penyiapan. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. 43 . Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. pengumpulan data potensi. b. f. dan pelaksanaan sosialisasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. c. penelaahan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. d. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. permasalahan iklim usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan. dan terms of condition KKS. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.

retribusi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. norma. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. serta bagi hasil daerah. tugas serta induk. penyiapan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). penelaahan. serta biaya operasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. pemeriksaan dan pengujian.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. c. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. i. pelaksanaan pencatatan. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. f. g. tugas serta induk. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. h. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. j. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan standar. penelaahan. e. d. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. pajak. 44 . serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP.

dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. lifting dan target penerimaan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. norma. c. PNBP dan tarif iuran. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. e. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. f. b. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. b. 45 . tenaga kerja asing. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. pelaksanaan. pajak. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. harga minyak mentah Indonesia. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. tenaga kerja asing. penelaahan. pelaksanaan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. retribusi. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi.

b. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. serta pengaturan tenaga kerja asing. rencana impor barang operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. dan kerja sama dalam negeri. terdiri dari: a. penyiapan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. 46 . Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pelaksanaan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. fasilitasi lembaga tripartit. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. b. penelaahan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. penggunaan barang operasi. i. pemberdayaan produksi dalam negeri. j. penyiapan. k. rencana penggunaan tenaga kerja asing. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan.h. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.

lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. e. pelaksanaan. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Seksi Multilateral dan Regional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. d. c. b. pelaksanaan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. penelaahan. f. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. penyiapan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. 47 . penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. b. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyiapan.c. terdiri dari: a. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. pengelolaan WK.d. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. g. g. e. l. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. h. h. e. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. d. i. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. k. 48 . c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. kriteria pengelolaan WK. f. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. j. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. d. terdiri dari: a. Subdirektorat Wilayah Kerja. f. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. c. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pengumuman WK. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). e.

serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. pelaksanaan. b.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penilaian. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penyiapan rumusan standar. 49 . d. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. kriteria usaha eksplorasi. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. f. norma. b. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. e.

pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. kriteria. pelaksanaan. e.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. d. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. i. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. j. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. penelaahan. h. pelaksanaan. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. g. f. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. 50 .

tumpang tindih lahan. penyiapan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. 51 . penelaahan. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. c. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. d. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. e. penelaahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan. g. b. b. norma. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi.

pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. c. 52 . pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. f. b. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. norma. penelaahan. h.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. e. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi.

Light Natural Gas (LNG). g. perumusan pengaturan Penugasan. i. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). h. penelaahan. bahan bakar gas. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. e. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. bahan bakar lain. Penyediaan. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. c. perumusan jenis bahan bakar minyak. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Light Petroleoum Gas (LPG). penelaahan. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 53 . pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar.

c. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pengelolaan data.j. b. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. bahan bakar lain. b. LPG. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. h. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. norma. pengelolaan data. LNG. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. d. d. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. i. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. c. 54 . Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. k. bahan bakar gas. l. f. g. e. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan perizinan usaha pengolahan. f. j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Kelompok Jabatan Fungsional.

pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. 55 . penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan data. terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. e. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. c. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penelaahan. norma. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. g. h. b. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan.

hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. serta penyiapan penetapan P3JBT. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. j. 56 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. b. c. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan formulasi harga. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi.i. norma. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. penyiapan rumusan standar. kriteria harga bahan bakar. bahan bakar gas dan LPG. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. terdiri dari: a. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. d. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. e. penyiapan. b.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. g. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. c. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. g. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. norma. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. f. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi.f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. terdiri dari: a. h. penyiapan. penyiapan. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. b. LPG. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penelaahan. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. h. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. i. pengelolaan data. penyiapan perizinan usaha niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. gas bumi. kriteria usaha niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penelaahan. LNG. 57 .

penyiapan. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penyiapan norma. penelaahan. penelaahan. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. LPG. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. b. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. biodiesel. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. d. kriteria usaha non bahan bakar. e. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. f. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. LNG. Seksi Niaga Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. pelumas. petrokimia. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. terdiri dari: a. c. tugas 58 . b.

pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. biodiesel. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. d. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. dan non bahan bakar lainnya. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. petrokimia. h. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. penelaahan. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. 59 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. profesi personil. b. g. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). e. f. lindungan lingkungan. penyiapan. biodiesel. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. petrokimia. usaha penunjang. dan non bahan bakar lainnya. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. produk. lindungan lingkungan. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. c. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan.

h. c. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. g. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . b. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 60 .i. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. c. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. j. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. e.

keselamatan operasi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. c. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. dan penggunaan tenaga teknik. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. terdiri dari: a. b. d. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. norma. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. g. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. f. K3. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. instalasi. 61 . penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi.

pelaksanaan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. keselamatan operasi. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. K3. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. b. d. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pengangkutan. instrumentasi. dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. c. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. instalasi. 62 . penelaahan. norma. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. e. penyiapan.

pengangkutan. penyiapan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penelaahan. penelaahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. serta penjaminan pasca operasi. Penyimpanan. pengangkutan. pelaksanaan.f. c. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Keselamatan Pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. terdiri dari: a. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. g. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. 63 . penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). b.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. 64 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. c. b. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. e. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. norma. pelaksanaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan.d. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. pengangkutan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.

Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. profesi personil. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. f. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. 65 . produk. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.d. pelaksanaan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. b.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. 67 . pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. kriteria.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. e. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. c. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. penyusunan standar. d. norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

pengelolaan urusan ketatausahaan. g. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. f. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. satuan kerja. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. 68 . serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. d. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. e. terdiri dari: a. kearsipan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. i.

b. d. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. rapat koordinasi. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. ketatalaksanaan. ketatalaksanaan. b. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. g. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. c. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. situs. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. jaringan. c. pelaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Laporan. pengelolaan sistem. Bagian Keuangan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. Kelompok Jabatan Fungsional. 69 . terdiri dari: a. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.

serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 237 Bagian Keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. c. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyelesaian kerugian negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. satuan kerja. Subbagian Perbendaharaan. d. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Subbagian Kekayaan Negara. b. penyiapan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. 70 . penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. e. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran.

d. f. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. penyiapan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. 71 . penelaahan. e. Subbagian Pertimbangan Hukum. Subbagian Informasi Hukum. pelayanan konsultasi hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan informasi. penelaahan. c. terdiri dari: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. penyelesaian kerugian negara. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. dan Neraca Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta kehumasan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal.

telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. ekspedisi persuratan dinas. c. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. perlengkapan dan rumah tangga. mutasi. penelaahan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pengadaan pegawai. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. kebersihan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan keprotokolan dan upacara. dan Implementasi Sipeg. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. b. dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. b. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan. f.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keamanan. telepon. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. c. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. perlengkapan dan rumah tangga. pertamanan dan perparkiran. g. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. pengurusan formasi. 72 . pemberhentian. d. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha.

h. implementasi Sipeg. penelaahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana dan program. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. d. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). evaluasi kebijakan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. 73 . b. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. c. pelaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. g. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. rencana dan program. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. rencana pengadaan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. e. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. b. menengah dan tahunan tenaga listrik. 74 . b. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. penyiapan rumusan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta program pengembangan jaringan transmisi. d. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. d. c. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. g. b. e. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. f. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan.

d. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penyiapan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penelaahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. 75 . penelaahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. pelaksanaan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penelaahan. b.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. norma. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. f. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. 76 . pelaksanaan. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penelaahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. e. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan. penelaahan. b. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. c. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. kriteria tenaga listrik sosial.

serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. multilateral dan regional. evaluasi pelaksanaan rencana. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. d. asosiasi dan lembaga lainnya. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. lembaga sertifikasi. b. 77 . Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. penyusunan dokumen perjanjian. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. penyiapan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. pengolahan. pelaksanaan pengelolaan data. penelaahan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. 78 . serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. e. d. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. c. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. c. i. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. b. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. e. c. serta perlindungan konsumen. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pembinaan. e. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. h. f. d. d. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. 79 .

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta efisiensi dan transparansi usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. d. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. c. penyiapan. tugas 80 .c. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik.

Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pemberian sanksi. Seksi Pelayanan Izin Usaha. penyiapan. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. e. b. norma. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria harga jual tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. 81 . terdiri dari: a. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. c. b. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. pelaksanaan. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. f.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik.

c. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. b. d. penyiapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria hubungan komersial. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penelaahan. norma. 82 . b. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. e. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penelaahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik.

pelaksanaan. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. kriteria perlindungan konsumen listrik. d. b. norma. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. mempunyai tugas 83 . terdiri dari: a. b. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik.

84 . Kelompok Jabatan Fungsional. kelaikan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. terdiri dari: a. e. b. lindungan lingkungan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. profesi personil. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. d. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. lindungan lingkungan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. serta pembinaan teknis. keselamatan dan K3. d. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. produk. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. h. f. i. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. g. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. f. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. e. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.

b. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. f. c. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. serta Rancangan SNI. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. 85 . e.

pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kalibrasi alat ukur. f. penyiapan. dan K3. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pelaksanaan. e. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan. g. d. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. norma. c. kelaikan peralatan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. instrumentasi. b. keselamatan operasi. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 86 . Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan.

f. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. d. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. b. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penelaahan. 87 . b. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. c. penelaahan. e. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. g. terdiri dari: a. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.

terdiri dari: a. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. b. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. c. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. e. b. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. 88 .Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. d.

profesi personil. b. c. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. e. 89 . dan kriteria usaha penunjang. norma. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. produk.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang.

energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. f. Kelompok Jabatan Fungsional. b.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. penyiapan rumusan kebijakan. terdiri dari: a. program dan pengaturan pemanfaatan energi. h. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. g. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. serta rencana dan program energi baru terbarukan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. c. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. d. d. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. norma. Subdirektorat Energi Perdesaan. e. penyiapan rumusan standar. c. kriteria pemanfaatan energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. b. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. c. energi perdesaan dan konservasi energi. energi alternatif. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. 90 . Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Konservasi Energi. f. b.

penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan. penelahaan. b. rencana dan program pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. c. Seksi Program Pemanfaatan Energi. d. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. norma. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 91 . Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan. e. penyiapan.d. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. terdiri dari: a. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. kriteria usaha energi baru terbarukan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. e.

Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penyiapan rumusan kebijakan. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penelahaan. 92 . c. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. terdiri dari: a. b. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program. Seksi Program Konservasi Energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. d. penelahaan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. serta evaluasi atas program konservasi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan. b. penelahaan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penyiapan. penyiapan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. e. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. d. norma.. penyiapan rumusan kebijakan. c. 93 . energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penelahaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. pemberdayaan masyarakat. b. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. rencana dan program. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. serta pedoman pengembangan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. penyiapan. rencana dan program energi perdesaan. Seksi Program Energi Perdesaan.

energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. c. b. terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. 94 . penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penyiapan. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. c. 96 . pedoman. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. norma. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. batubara. Batubara. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. batubara dan panas bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. dan prosedur di bidang mineral. dan panas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan standar. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. kriteria. b.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. kearsipan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. d. satuan kerja. i.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan urusan ketatausahaan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. 97 . perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Batubara dan Panas Bumi. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. b. f. g. b. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. dan rumah tangga. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Program Mineral. e. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e.

penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Bagian Keuangan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. g. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. 98 . Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. c. ketatalaksanaan. f. b. Bagian Rencana dan Laporan. e. ketatalaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Laporan. Batubara dan Panas Bumi. e. pelaporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pengelolaan sistem. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Umum dan Kepegawaian.

serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan. penelaahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. jaringan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. satuan kerja. serta penyelesaian kerugian negara. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. c. c. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. 99 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. terdiri dari: a. pelaksanaan. situs. e. pelaksanaan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Kekayaan Negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. d. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

pertimbangan hukum. f. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. 100 . penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. d. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. e. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. penyelesaian kerugian negara. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan informasi. Subbagian Informasi Hukum. b. c. c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kehumasan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. pelayanan konsultasi hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan.

serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. b. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penelaahan. ekspedisi persuratan dinas. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pengadaan pegawai. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. batubara. penyiapan. telepon. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. penelaahan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. c. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. mutasi. perlengkapan dan rumah tangga. pengurusan formasi. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. keamanan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. 101 . panas bumi dan air tanah. perlengkapan dan rumah tangga. g. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan. pemberhentian. pertamanan dan perparkiran. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan Implementasi Sipeg. program legislasi dan regulasi bidang mineral.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan. d. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum.

wilayah kerja. 102 . perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana dan program di bidang mineral. persuratan dinas dan kearsipan. serta penetapan wilayah kerja. dan produksi. cadangan atau potensi. implementasi Sipeg. Subbagian Kepegawaian. perumusan kebijakan pengembangan usaha. panas bumi dan air tanah. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. terdiri dari: a. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. c. penelaahan. batubara. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. c. serta kebijakan pengelolaan air tanah. b. pelaksanaan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. d. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. b. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Direktorat Pembinaan Program Mineral. rencana pengadaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. neraca sumber daya wilayah kerja. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. investasi dan pendanaan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. dan produksi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja.

pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. i. batubara. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. f. terdiri dari: a. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. b. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. serta pemantauan perencanaan program di daerah.e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. serta perhitungan bagi hasil. c. panas bumi dan air tanah. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pengelolaan data. eksplorasi dan operasi produksi. pencatatan dan perhitungan PNBP. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. batubara. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. h. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. b. d. e. rencana dan program di bidang mineral. 103 . perumusan perencanaan. e. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Batubara. f. j. menengah dan tahunan berbasis kinerja. g. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah.

Seksi Program Mineral dan Batubara. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. b. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penelaahan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta kerja sama di bidang mineral. 104 . b. serta pemantauan pelaksanaan investasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. h. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. g. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. asosiasi dan lembaga sertifikasi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. e. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. rencana dan program investasi pertambangan mineral. batubara. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. panas bumi dan air tanah. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. c. Kontrak Karya (KK). 105 . serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. terdiri dari: a. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. d. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. penelaahan. penyiapan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral.

serta pengelolaan informasi bidang mineral. 106 .e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta penyusunan statistik pengusahaan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. norma. panas bumi dan air tanah. b. batubara. penyiapan rumusan standar. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. d. batubara. c. f. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. b. penelaahan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. kriteria pencadangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penelaahan. penyiapan.

terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. 107 . panas bumi dan air tanah. batubara dan panas bumi. batubara. g. penelaahan. panas bumi dan air tanah. Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. neraca sumber daya. pencadangan dan potensi di bidang mineral.e. Batubara dan Panas Bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. batubara. f. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. h. Batubara. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara. serta penetapan wilayah kerja. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. batubara. pelaksanaan. penyiapan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi dan Air Tanah. panas bumi dan air tanah. penelaahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. penyiapan penetapan potensi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. cadangan dan wilayah kerja. statistik.

serta bagi hasil daerah. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pelaksanaan pencatatan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Seksi Penerimaan Negara Batubara. terdiri dari: a. b. penelaahan. batubara dan panas bumi. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. d. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. e. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. 108 .

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. f. e. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. terdiri dari: a. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. b. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 113 . d. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. b. c. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. g. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.

d. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. h. Seksi Hubungan Komersial Batubara. 114 . c. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. i. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hubungan Komersial Mineral. terdiri dari: a. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pelaksanaan. pelaksanaan. b. b. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. perumusan pengaturan. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. g.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. e. f. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi.

c. dan perubahan batas wilayah kerja. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. b. e. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha.j. f. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. penyiapan rumusan standar. c. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. g. terdiri dari: a. d. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. e. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. 115 . Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. l. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. k. d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. g. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer.

penelaahan. i. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. e. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan.h. c. penelaahan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi. d. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi. 116 . (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pelaksanaan. b. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah.

serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. g. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 117 . serta pengendalian air tanah. c. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. d. b. pelaksanaan. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. f. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penelaahan. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. e.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi.

serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. b. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. e. c. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. b.h. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 118 . i. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi.

serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c. 119 . pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. f. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429.g. h. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. e. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. b. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b.

mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan. c. batubara dan panas bumi. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta air tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 120 . perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. pelaksanaan. serta ketatausahaan. Seksi Konservasi Air Tanah. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. b. penelaahan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

d. b. j. d. batubara. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. lindungan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. i. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. dan panas bumi. g. produk. c. Subdirektorat Standardisasi Mineral. K3. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. profesi personil. serta penggunaan tenaga teknik. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. lindungan lingkungan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. batubara. Batubara dan Panas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. e. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. f. 121 . e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi. kelaikan teknis. h. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral.

b. penelaahan. produk. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. profesi personil. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. dan panas bumi. g. Batubara. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. jenis dan mutu produk. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. f. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. pemurnian. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan. Seksi Standardisasi Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. dan Panas Bumi. norma. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. d. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan standar. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. 122 .c.

123 . d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. c. pelaksanaan. penyiapan. dan konservasi mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. b. terdiri dari: a.b. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penelaahan. b. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batas wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. f. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penelaahan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. e.

batubara dan panas bumi. dan panas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. h. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral.c. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. i. Batubara. e. b. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan. batubara. g. 124 . penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. terdiri dari: a.

dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. keamanan instalasi. dan Panas Bumi. penimbunan. penelaahan. penyimpanan. 125 . batubara. d. Seksi Keselamatan Batubara. pengangkutan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan. g. K3 dan penggunaan tenaga teknik.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. kalibrasi alat ukur. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. dan panas bumi. Batubara. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. b. f. norma. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. c. instrumentasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penelaahan. batubara. penyiapan. b. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Batubara.

e. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. norma.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. terdiri dari: a. dan Panas Bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. f. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. c. b. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. d. b. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. 126 . penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 127 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. d. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. d. pelaksanaan pengawasan kinerja. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. terdiri dari: a. Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. 128 . penyusunan laporan hasil pengawasan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. e. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. keuangan.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. b. Inspektorat III. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. c. Inspektorat IV. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat I. c.

terdiri dari: a. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. f. b. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. keamanan. Bagian Umum dan Keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. i. keprotokolan dan rumah tangga. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. d. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengurusan kepegawaian dan organisasi. c. pengelolaan urusan tata usaha. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. g. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. e. pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Bagian Hukum dan Kepegawaian. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. d. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. kearsipan. k. Bagian Rencana dan Laporan. j. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. perlengkapan. 129 .

pelaksanaan. i. ketatalaksanaan. satuan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Rencana. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. d. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. rapat koordinasi. penyajian informasi. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Penyiapan Laporan. g. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. jaringan. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. j. 130 . h.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. e. jaringan dan situs informasi. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. b. b. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. dan rencana kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program kerja. situs. penelaahan. pelaporan. penyiapan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. pelaporan.

dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pengolahan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. b. pelaksanaan analisis. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. b. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. 131 . Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. d. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. analisis hasil pengawasan. e. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. penelaahan. c. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. Direktorat Jenderal Mineral. Badan Geologi. penyiapan.

penyuluhan. dokumentasi hukum. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. 132 .(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. masyarakat dan yustisia. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. bantuan hukum. terdiri dari: a. b. serta pemberian pertimbangan hukum. Subbagian Hukum. c. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. d. Subbagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi urusan hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan. dokumentasi hukum. pertimbangan hukum. penelaahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. e. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan implementasi Sipeg. penyiapan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. perpustakaan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan.

k. kebersihan. dan implementasi Sipeg. persuratan dinas. f. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. d. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan keamanan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. serta pengurusan administrasi keuangan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. rumah tangga dan kehumasan. rumah tangga dan kehumasan. keprotokolan dan kehumasan. h. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. perbendaharaan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. perlengkapan. b. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. pengurusan penganggaran. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. j. e. g. i. pelayanan kesekretariatan. perbendaharaan. c. 133 . penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. dan kearsipan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. penelaahan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dokumentasi dan tata naskah. perlengkapan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengurusan administrasi keuangan.

dan administrasi keuangan. perumusan laporan hasil pengawasan. kearsipan. b.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keprotokolan dan kehumasan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 134 . c. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. perencanaan kebutuhan. serta evaluasi atas urusan keamanan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pemeriksaan. kebersihan. penelaahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perlengkapan dan pengadaan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. persuratan dinas. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. d. pelaksanaan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. 139 .

pelayanan survei geologi. Pusat Survei Geologi. g. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. c. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. terdiri dari: a. e. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. c. dan geologi lingkungan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. 140 . Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. b. perumusan kebijakan di bidang geologi. f. penelitian dan pelayanan. d. h. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Sekretariat Badan Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. e. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. d.

pelaporan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. serta pelaksanaan bantuan hukum. g. d. h. 141 . pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. Bagian Rencana dan Laporan. j. c. Bagian Keuangan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. f. b. Bagian Umum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. i. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. d. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. ketatalaksanaan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. koordinasi pelayanan administratif Badan. informasi hukum. Bagian Kepegawaian. kearsipan.

serta pengembangan organisasi Badan. terdiri dari: a. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan. c. jaringan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. situs. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. penelaahan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. e. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem. Subbagian Laporan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. satuan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. pelaporan. 142 . b. akuntabilitas kinerja. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. f. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan. d. penyajian informasi.

Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Subbagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan. pemberhentian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan analisis jabatan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengadaan. d. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kesejahteraan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pelaksanaan. serta evaluasi atas perencanaan. b. 143 . c. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. c. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kepangkatan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengembangan. kesejahteraan. kepangkatan. serta implementasi Sipeg. penyiapan. terdiri dari: a. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. penggajian. b. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta pengembangan organisasi Badan. penggajian. serta implementasi Sipeg Badan. e. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengangkatan. pengurusan perencanaan. pemberhentian. penyiapan. serta evaluasi atas mutasi. penelaahan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyiapan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan.

penyelesaian kerugian negara. penelaahan. 144 . Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. PBI Badan. b. dan revisi anggaran Badan. f. perhitungan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengurusan revisi anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Kekayaan Negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. e. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Akuntansi. serta penyelesaian kerugian negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. dan rumah tangga. b. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. terdiri dari: a. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Neraca. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 517 Bagian Keuangan.

perlengkapan dan rumah tangga Badan. f. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. persuratan dinas. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. c. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. Subbagian Tata Usaha. dan pemeliharaan barang inventaris. serta keprotokolan dan upacara Badan. b. Pasal 521 Bagian Umum. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. perpustakaan. e. bantuan hukum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. 145 . serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. distribusi penggunaan. dan rumah tangga. rencana kebutuhan dan pengadaan. kesekretariatan. kebersihan dan keamanan Badan. dan kearsipan. b. Subbagian Hukum. penyiapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. c. pengadaan. d. pelayanan kesekretariatan. penelaahan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengurusan perlengkapan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. kearsipan. kehumasan. informasi dan dokumentasi hukum. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.

Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. rekayasa teknologi. Bidang Sarana Teknik. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. bitumen padat. penyusunan neraca sumber daya geologi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama. j. Bagian Tata Usaha. gambut. d. evaluasi penyelenggaraan penelitian. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta pemetaan tematik potensi. rumah tangga. serta rancang bangun dan pemodelan. keuangan. 146 . Bidang Informasi. g. penyelidikan. dan panas bumi. c. c. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. penyelidikan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. f. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. mineral. batubara. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program. i. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan. d. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan kepegawaian Pusat. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. b. b.

keselamatan kerja dan keprotokolan. kebersihan. keamanan. pengembangan. keuangan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. b.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. d. 147 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta akuntansi. c. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pengangkatan.

penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. c. e. d. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta kerja sama pelayanan jasa. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e.d. Subbidang Laboratorium. 148 . serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. penelaahan. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penelaahan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan. jaringan dan situs informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. terdiri dari: a. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penganggaran. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. 149 . c. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Program.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. d. penyiapan. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan sosialisasi. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 540 Bidang Informasi. dokumentasi dan publikasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.

perpustakaan. g. tsunami. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pos pengamatan gunung api. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. f. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. d. serta sesar aktif. rumah tangga. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta rancang bangun. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. perumusan pedoman dan prosedur kerja. gempa bumi. dan gerakan tanah. penyelidikan. i. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. sosialisasi. dan kepegawaian Pusat.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. tsunami. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. sistem. operasi perangkat lunak. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. b. gempa bumi. penelaahan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. penelaahan. 150 . Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. j. c. dan rekayasa teknologi. e. pelaksanaan. pelaksanaan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah h. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. administrasi keuangan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pemodelan.

b. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi pelaksanaan penelitian. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. e. pemelaahan.k. terdiri dari: a. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pelaksanaan pengelolaan sarana. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta perpustakaan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. b. c. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. keselamatan kerja dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengurusan. l. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pengembangan. penyelidikan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keamanan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. pengangkatan. terdiri dari: a. 151 . e. kearsipan. kebersihan. d. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

pengurusan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. c. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. 152 . (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. geokimia dan deformasi. pelaksanaan. administrasi keuangan. penelaahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. b. serta penetapan status dan peringatan dini. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. penelaahan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan. penetapan status. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pemelaahan. terdiri dari: a. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api.

d. 153 . Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. terdiri dari: a. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. b. penelaahan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. b. c. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. gerakan tanah dan tsunami.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. d. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. c. terdiri dari: a. e. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. gerakan tanah dan tsunami. f. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penelaahan. penyelidikan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyiapan. 154 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. b. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. b. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. administrasi keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyelidikan. 155 . keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. b. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bidang Program dan Kerja Sama. pengurusan perencanaan. b. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. g. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rekayasa teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. rumah tangga. dan kepegawaian Pusat. i. b. Bagian Tata Usaha. e. j. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. dan pengelolaan tata ruang. Bidang Sarana Teknik. c. h. pengangkatan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. k. geologi teknik dan air tanah. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. geologi teknik dan air tanah. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. f.

d. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.c. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 156 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. f. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. kebersihan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. keamanan. b. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. serta akuntansi. e. b.

serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. d. terdiri dari: a. penelaahan. b. pelaksanaan. e. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. c. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 157 . b. penyusunan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Subbidang Laboratorium. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Program. penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan sosialisasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 578 Bidang Informasi. penganggaran. dokumentasi dan publikasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penelaahan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. c. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pengelolaan. serta operasi perangkat lunak informasi. 158 . terdiri dari: a.

pemetaan. e. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. b. rekayasa teknologi. geokimia. pelaksanaan. penelitian dan penyelidikan geologi. administrasi keuangan. h. pemetaan geologi. 159 . pelayanan jasa survei. pengelolaan ketatausahaan. sosialisasi. k. l. inventarisasi hasil survei. g. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. j. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. f. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. geomorfologi. pemetaan dan penelitian geologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. geofisika. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. d. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. dokumentasi. penelaahan. penelaahan. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. tektonik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. penyelidikan dan survei di bidang geologi. i. operasi perangkat lunak.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. sistem. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. m.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengurusan perencanaan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. e. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Program dan Kerja Sama. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. b. Bidang Informasi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. c. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengangkatan. keuangan. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. 160 . b. serta akuntansi. Bidang Sarana Teknik. c.

161 . Subbidang Sarana Penyelidikan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. terdiri dari: a. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Laboratorium. b. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. f. pelaksanaan. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik.

Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyusunan akuntabilitas kinerja. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penganggaran. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta kerja sama pelayanan jasa. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. d. c. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Program. pengelolaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja. 162 . terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. dokumentasi dan publikasi. perpustakaan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. 163 . pelaksanaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pemutakhiran basis data. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. b. c. penelaahan. sistem. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. dokumentasi. pelaksanaan sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. operasi perangkat lunak.

Teknisi Litkayasa. Perekayasa. 164 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Penyelidik Bumi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi.

(2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. mineral batubara. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. panas bumi. e. f.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. d. g. b. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 165 . penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. c. pembinaan pelayanan jasa teknologi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. serta perencanaan kerja. dan rumah tangga. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. c. informasi hukum. h. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. koordinasi pelayanan administratif Badan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pelaksanaan bantuan hukum. b. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. 166 . serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. e. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. d. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. f. kearsipan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. akuntabilitas kinerja.i. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. Bagian Keuangan. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. f. pelaporan. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. e. Bagian Umum. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Laporan. Bagian Kepegawaian. d. j. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. g. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. ketatalaksanaan. c. c. d. 167 . akuntabilitas kinerja. b.

evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. pengembangan. pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penggajian. d. 168 . kepangkatan. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. serta penyempurnaan organisasi Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kesejahteraan. satuan kerja. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. b.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. pemberhentian. serta implementasi Sipeg. b. penyajian informasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. situs. pengurusan perencanaan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. c. dan analisis jabatan.

penelaahan. serta implementasi Sipeg Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penggajian. e. pengembangan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. b. kesejahteraan. Subbagian Kekayaan Negara. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kepangkatan pemberhentian. PBI Badan. b. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. penyiapan. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. d.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 618 Bagian Keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas mutasi. f. c. serta pengurusan revisi anggaran. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 169 . pengangkatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. serta evaluasi atas perencanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi.

serta informasi hukum dan kehumasan Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Hukum. pelaksanaan. b. pelaksanaaan bantuan hukum. penelaahan. penelaahan. dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. kehumasan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan koordinasi ketatausahaan. kearsipan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan kesekretariatan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. b. d. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Subbagian Tata Usaha. serta pengurusan perlengkapan. persuratan dinas. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan. pelaksanaan. 170 . dan rumah tangga. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Neraca.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Pasal 622 Bagian Umum. pelaksanaan. kearsipan. c. f. dan kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. dan rumah tangga. pengadaan. perlengkapan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. informasi dan dokumentasi hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. perpustakaan. e. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penelaahan. dan revisi anggaran Badan. penyelesaian kerugian negara.

pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kesekretariatan. d. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. g. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. kebersihan dan keamanan Badan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. c. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. penelaahan. f. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. persuratan dinas dan kearsipan. 171 . perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan hak atas kekayaan intelektual Badan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. dokumentasi hukum dan perpustakaan. e. serta keprotokolan dan upacara Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.

keuangan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. pengembangan. d. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian.h. i. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. 172 . terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Kelompok Fungsional. kebersihan. serta pelaksanaan keamanan. pengelolaan ketatausahaan. keuangan. pengangkatan. Bidang Program. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. e. rumah tangga. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. b. administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha. Bidang Afiliasi. d. b. c. e. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627.

pelaksanaan operasi penggunaan. d. 173 . pelaksanaan. pemeliharaan sarana kerja.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. penelaahan. c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. dan kebersihan Pusat. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. serta pengadaan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. keamanan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyediaan bahan baku.

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta analisis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. b. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyediaan bahan baku. b. 174 . Pasal 637 Bidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635.

terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. b.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. penyiapan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. c. penelaahan. 175 . administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

administrasi keuangan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. g. 176 . Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. jaringan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. f.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. c. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. dan kepegawaian Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. e. penelaahan. h. situs dan penyebarluasan informasi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi.

terdiri dari: a. Bidang Afiliasi. pengurusan perencanaan. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Bidang Program. keuangan. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pengadaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pemeliharaan sarana kerja. 177 . e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. Bagian Tata Usaha. pengembangan. e. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. d. b. d. keamanan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. dan kebersihan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. serta pelaksanaan keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. c. e. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. d. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. b. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan. pelaksanaan operasi penggunaan. penelaahan. 178 . penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.

b.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta analisis. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 656 Bidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 179 . penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi. b. c. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.

dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. 180 . serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. b. d. terdiri dari: a. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 660 Bidang Afiliasi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengelolaan sistem.

e. dan kepegawaian Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Program. d. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 181 . f. perumusan pedoman dan prosedur kerja.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. h. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. administrasi keuangan. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. g. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. i. b. d. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Kelompok Fungsional. Bidang Afiliasi.

serta pelaksanaan keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. serta pengadaan. 182 . pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengangkatan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. perbendaharaan dan akuntansi. d. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. kebersihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan pengelolaan anggaran. terdiri dari: a. b. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan kebersihan Pusat. keamanan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. c. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b.

jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 183 . Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan. penyiapan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. d. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. penelaahan. b. penyiapan. penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. b. pelaksanaan operasi penggunaan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.

Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 675 Bidang Program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. penyiapan. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 184 . penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi.

Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. d. b. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. 185 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. b. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelayanan jasa teknologi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. terdiri dari: a.

penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. d. Bidang Afiliasi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. g. j. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. administrasi keuangan. Kelompok Fungsional. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. dan kepegawaian Pusat. i. rumah tangga. h. f. dan geofisika kelautan. Bidang Program. d. c. e. pengelolaan ketatausahaan. geokimia. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. c.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. 186 . Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keamanan. perencanaan. d. pengembangan. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemeliharaan sarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. pengangkatan. b. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. dan kebersihan Pusat. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. b. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. 187 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. perbendaharaan dan akuntansi. perbendaharaan dan akuntansi. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.c. terdiri dari: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. d. pengelolaan. pelaksanaan operasi penggunaan. b. 188 . e. Subbidang Pengembangan Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. penyediaan bahan baku. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 694 Bidang Program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 189 . penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. d. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi. serta analisis. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Rencana.c. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja.

pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 190 . pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.d. jaringan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. jaringan. pelayanan jasa teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. terdiri dari: a. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan.

serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Perekayasa. Penyelidik Bumi. Teknisi Litkayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. mineral.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. f. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. h. geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. batubara. d. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. 192 . Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. g. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. b. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.

193 . b. c. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. i. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pembinaan kerja sama. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. d. e. f. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. g. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. e. satuan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b.

evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta perencanaan kerja. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. akuntabilitas kinerja. h. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. dan rumah tangga. kearsipan. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 708 Sekretariat Badan. c. penganggaran. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. d. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. d. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. k. terdiri dari: a. pengelolaan jaringan dan situs informasi. b. c. 194 . Bagian Umum. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. f. Bagian Kepegawaian. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. g.j. Bagian Keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaporan. l. ketatalaksanaan. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.

perencanaan kerja. 195 . (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengadaan. penyiapan. dan analisis jabatan. serta evaluasi atas laporan berkala. pengembangan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penelaahan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pengurusan perencanaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Subbagian Kerja Sama. e. penggajian. pelaksanaan. akuntabilitas kinerja. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penganggaran. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. b. dan sistem. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. d. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penyiapan. kepangkatan. jaringan dan situs informasi Badan. penelaahan. terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. kesejahteraan. pemberhentian. c. prosedur kerja. serta implementasi Sipeg.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas.. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. b. penelaahan. 200 . terdiri dari: a. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. produk kilang. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. d. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. penyiapan. Subbidang Utilitas. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. pelaksanaan. Subbidang Kilang. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

pelayanan jasa. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. d. pengembangan dan pemanfaatan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 201 . pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. Subbidang Bengkel. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penyediaan dan pemanfaatan.

melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. g. d. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. standar. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. f. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. b. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kepustakaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta kepustakaan. norma. penelaahan. kerja sama. kriteria dan prosedur. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. 202 . norma. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pedoman. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pedoman. e. b. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha. e. prosedur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. 203 . i. Bidang Sarana Teknis. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pemberian pelayanan jasa. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. e. c. pengelolaan ketatausahaan. c. d. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Batubara. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. h. b. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. terdiri dari: a. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. perlengkapan. g. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. pedoman. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan.

administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi. d. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. e. dokumentasi dan tata naskah. kearsipan. terdiri dari: a. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perlengkapan. perbendaharaan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. c. b. kehumasan dan keprotokolan. akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. 204 . Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta hukum. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. 205 . penelaahan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.c. pelaksanaan. d. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemeliharaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana. rencana pengembangan. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. penggunaan. norma. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.

dan prosedur. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. d. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. c. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. f. b. kerja sama dan sistem.d. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. kriteria. 206 . jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. norma. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. norma. Subbidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

kriteria dan prosedur. pedoman. penyusunan standar. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penyiapan penyelenggaraan. 207 . pedoman. kriteria pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. terdiri dari: a. norma. norma. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. f.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. prosedur. e. pelaksanaan. penelaahan. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria dan prosedur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. norma. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. b. penyusunan standar. b. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi.

perlengkapan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. c. d. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. b. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.g. akuntansi. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. e. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. 208 . b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan. pengelolaan ketatausahaan.

jaringan dan situs informasi. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. b. d.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. norma. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. dan sistem. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. Subbidang Perencanaan. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. akuntabilitas kinerja. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. terdiri dari: a. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. 209 . penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kerja sama. c. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Subbidang Sarana dan Prasarana. promosi. pelaksanaan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 210 . dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. b. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penyiapan. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. norma. kerja sama. Subbidang Pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. b. e.

pedoman. norma. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. g. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 211 . Bagian Tata Usaha. c. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pemberian pelayanan jasa. b. penelaahan. f. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. d. d. pengelolaan ketatausahaan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. h. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. prosedur.

pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. e. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. hukum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kehumasan dan keprotokolan. terdiri dari: a. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. b. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. akuntansi. d. 212 . Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perbendaharaan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. dokumentasi dan tata naskah.

213 . serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas standar. penelaahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. norma dan kriteria. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Perencanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. norma. b. d. e. pedoman. penelaahan. c. pelaksanaan. pedoman. terdiri dari: a. penyiapan. kerja sama. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.

b. d. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 214 . b. penelaahan. pelaksanaan. Subbidang Pelatihan. promosi. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. c. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. Subbidang Sarana dan Prasarana. kerja sama. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. 215 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

e. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. 216 . d. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. c.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Inspektorat Jenderal dan Badan. b. Direktorat Jenderal. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.

serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. f. e. i. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. c. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. h. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. d. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. g. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. k. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. 217 . pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. j. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.

d. b. dan persuratan dinas. rumah tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta kearsipan Pusat. terdiri dari: a. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Subbagian Tata Usaha Pusat. b. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. c. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. dukungan operasi kerja. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. b. serta kearsipan Bakoren. c. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Tata Usaha Bakoren. pelaporan dan tata persuratan.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. d. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. e. 218 . Bidang Pelayanan Data dan Informasi. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Kajian Strategis. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral.

j.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. f. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. c. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. penyiapan norma. i. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. l. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. 219 . serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. d. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. k. h. b. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. e. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. terdiri dari: a. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen.

b. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. d. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. c.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelayanan data dan informasi. b. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. e. penyiapan. penyusunan rumusan norma. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. ketenagalistrikan. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. 220 . penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan. penelaahan. penelahaan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan.

Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. air tanah dan kegeologian. terdiri dari: a. 221 . penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. pelaksanaan. c. penelahaan. pelaksanaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. bitumen padat. f. penelahaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Energi. d. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. e. gambut. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. 222 . dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

(5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. penganggaran. 223 . (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. organisasi. regulasi ekonomi dan keteknikan. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. dokumentasi. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. peraturan perundang-undangan. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. peralatan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. standardisasi teknis. dengan lingkup meliputi personil. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan.a kepada pejabat eselon I. dan keselamatan umum. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. perencanaan kerja.

a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. 224 .BAB XIV ESELON. Inspektur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.b.a. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (3) Kepala Biro. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Direktur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Inspektur. Direktur. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (4) Kepala Bagian. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a. Kepala Pusat. Direktur Jenderal.

X. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 225 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).d. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

(5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi. susunan organisasi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(4) Perubahan atas rincian tugas.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 226 .

b. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful