MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

d. b. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. e. 5 . Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. b. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. c. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. c. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Kementerian Negara. d. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Keuangan. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. dan lembaga lain yang terkait. Biro Kepegawaian dan Organisasi.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Umum. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Lembaga Pemerintah Non Departemen. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. koordinasi kegiatan Departemen. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Departemen lain.

pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. f. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. d. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. j. d. b. Bagian Perencanaan Anggaran. serta perumusan akuntabilitas kinerja. h. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. rencana anggaran. sosialisasi kebijakan pembangunan. c. evaluasi kebijakan pembangunan. Kelompok Jabatan Fungsional. e. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). l. k. Bagian Kerja Sama. i. menengah dan tahunan. c. perumusan kebijakan pembangunan. rencana pembangunan jangka panjang. terdiri dari: a. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. g. serta rencana strategis. b. penyusunan harga satuan. 6 . serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. e. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. rencana kerja dan anggaran. rencana dan program kerja. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. serta kerja sama. dan rencana anggaran.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. d. f. penelaahan. dan urusan tata usaha Biro. penyusunan rumusan RK-KL. 7 . penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. penelaahan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. e. penyiapan rumusan norma. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Subbagian Perencanaan Penunjang. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal. dan Badan Geologi. terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. standar dan kriteria rencana kerja. c. b. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Menengah dan Tahunan Departemen.

Subbagian Penganggaran Penunjang. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. kriteria perencanaan anggaran. b. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. e. c. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. dan 8 . norma. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan. penelaahan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. dan Badan Geologi. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. b. c. f. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penelaahan.

serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. 9 . pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. norma. Inspektorat Jenderal. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan bahan sidang. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. b. penelaahan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. kriteria akuntabilitas kinerja. tahunan dan rencana strategis. d. b. e. g. h. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. c. menengah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. terdiri dari: a. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan rumusan standar. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. RKA-KL. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.

penelaahan. Panas Bumi. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. d. e. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. h. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. g. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. dan Badan Geologi. norma. Batubara. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria kerja sama. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. c. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. 10 . serta kerja sama asosiasi. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri.

Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pemensiunan. b. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. jabatan struktural dan fungsional. dan kesejahteraan pegawai. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. c. terdiri dari: a. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. disiplin. penelaahan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. kepangkatan. perencanaan. 11 .Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. serta penyiapan penetapan pemberhentian. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. penelaahan. pengembangan organisasi dan tata laksana. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. pembinaan mutasi. d. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. b. pengadaan. penempatan dan pengembangan pegawai. penelaahan. c. e. Subbagian Kerja Sama Bilateral.

pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. d. penyusunan rencana formasi. g. b. norma. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pola dan pengembangan karir pegawai.f. i. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. evaluasi pembinaan kepegawaian. f. Bagian Mutasi Pegawai. b. penyiapan rumusan standar. k. serta kartu PNS. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. terdiri dari: a. j. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta administrasi penugasan ke luar negeri. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. e. h. e. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. g. 12 . Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan rumusan rencana. c. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kelompok Jabatan Fungsional. serta standardisasi kompetensi jabatan. c. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. dokumentasi dan tata naskah pegawai. d.

bimbingan teknis. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. pemberhentian dan disiplin. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai.h. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penelaahan. penelaahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kompetensi pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. dan Kartu PNS Departemen. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. terdiri dari: a. kepangkatan. penelaahan. penyiapan. Subbagian Pengembangan Karir. dan penugasan pegawai ke luar negeri. pemindahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. b. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. urusan tugas belajar dan izin belajar. c. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. j. pengelolaan administrasi tugas belajar. 13 . i. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan.

pelaksanaan kesejahteraan. pembebasan sementara. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan penilaian angka kredit. serta kesejahteraan pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. b. c. penyiapan standar. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. i. dipekerjakan. Subbagian Mutasi Jabatan. d. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. 14 . Askes. perbantuan. pemberhentian. penarikan kembali. pemberhentian. pemindahan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pelaksanaan pemindahan pegawai. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Taspen. k. f. b. c. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. cuti. norma. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. j. dipekerjakan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. kepangkatan. pemberhentian dan disiplin. dan Bapertarum. dan penilaian prestasi pegawai. serta Kartu Istri. e. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. kepangkatan. pelaksanaan disiplin pegawai. pelaksanaan kepangkatan. h. pelaksanaan. penelaahan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan penarikan kembali pegawai. Kartu Suami. pemindahan. pengangkatan kembali. perbantuan. g. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pemindahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan.

pemindahan. penghargaan. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. kepangkatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan. penghargaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penelaahan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. penelaahan. Bapertarum pegawai Departemen. Kartu Suami. Taspen. pemberhentian dan pemensiunan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pemberhentian. pengadaan pegawai. g. h. e. pelaksanaan. dan administrasi lembaga tripartit. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Kartu Istri. 15 . penggajian. disiplin. d. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. b. pelayanan kesehatan. penyiapan. pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. f. penilaian angka kredit. Daftar Urut Kepangkatan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. i. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan daftar riwayat hidup pegawai. Askes.

Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. jabatan. e. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penghargaan. penelaahan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. penelaahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. klasifikasi dan peta jabatan. serta evaluasi. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. d. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pelaksanaan. norma. kepangkatan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. kriteria pengembangan organisasi. serta pedoman penyempurnaan organisasi. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. c. penelaahan. 16 . pemindahan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. penyiapan rumusan standar. c. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pengadaan pegawai. b. pemberhentian. b. terdiri dari: a. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penggajian.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 17 . g. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja.f. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. perbendaharaan. b. penelaahan. Subbagian Kelembagaan. pengembangan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. penelaahan. terdiri dari: a. pengembangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. Subbagian Tata Laksana. c. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. analisis beban kerja. standardisasi kompetensi jabatan. pola hubungan kerja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. peta jabatan. penelaahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pengembangan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. administrasi keuangan.

Kelompok Jabatan Fungsional. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Kekayaan Negara. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. c. penyelesaian kerugian negara. i. Bagian Akuntansi. k. g. laporan realisasi anggaran. Bagian Pendapatan dan Belanja. j. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. f. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. administrasi keuangan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Pasal 49 Biro Keuangan. c. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. kekayaan negara dan akuntansi. h. l. pembinaan inventarisasi. dan implementasi sistem akuntansi. e. perbendaharaan. 18 . b.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. serta Neraca Departemen. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pembinaan perbendaharaan. terdiri dari: a. Bagian Perbendaharaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. serta pelaksanaan akuntansi. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. b. serta nota keuangan. d. e. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. j. penelaahan. penyiapan. norma. penelaahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyusunan rumusan standar. 19 . h. Subbagian Anggaran Belanja. pelaksanaan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. f. g. terdiri dari: a. i. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. e. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. c. dan urusan tata usaha Biro. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan target. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. k. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penyiapan. b.

Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. c. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. c. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. 20 .Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. e. penelaahan. f. b. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. norma. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g. Inspektorat Jenderal. b. pelaksanaan. dan pengelolaan SPM. serta pembagian iuran sumber daya alam. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Badan Geologi.

Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. f. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. c. tuntutan perbendaharaan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. c. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. e. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. g. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 21 . pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. ganti rugi. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. b.

d. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan verifikasi. e.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. c. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. g. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. f. rekonsiliasi. 22 . penelaahan. Badan Geologi. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. Inspektorat Jenderal. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. b. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyiapan Neraca.

penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. konsolidasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta program legislasi dan regulasi. pelaksanaan. pelaksanaan. g. b. rekonsialiasi. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. bantuan hukum dan kehumasan. bantuan hukum. h. penelaahan. serta hubungan masyarakat Departemen. d. penelaahan. pengelolaan dokumentasi. serta kehumasan. dan bantuan hukum. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. 23 . equitas dana. verifikasi anggaran. penelaahan. dan implementasi SAAT Departemen. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta pelaksanaan kehumasan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. pelaksanaan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. kewajiban. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan penyelesaian kasus hukum. serta evaluasi atas pembukuan aset. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. e. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. Neraca. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). dan bantuan hukum. dan implementasi SAI Departemen. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum.

evaluasi peraturan perundang-undangan. e. serta program legislasi dan regulasi Departemen.i. b. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e. c. 24 . terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. c. penelaahan. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. d. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Bantuan Hukum. j. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. Bagian Hubungan Masyarakat. d. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. dan bantuan hukum. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Penelaahan Hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

(2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. g. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. norma. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. e. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. penyiapan. c. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan. penelaahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. kriteria kontrak atau perjanjian. b. penyiapan. f. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. 25 . penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan.

penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. c. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 26 . penyiapan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penyiapan rumusan standar. norma. penyiapan. f. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. e. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. serta monitoring dan analisis berita. pelaksaaan. konferensi pers. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 27 . c. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. terdiri dari: a. e. norma. f. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. penyiapan rumusan standar. pelaksaaan. pelaksaaan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. b. penelaahan. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. penelaahan. pameran Departemen. terdiri dari: a. penelaahan. peliputan dan perekaman kegiatan. c. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. dan urusan tata usaha Biro. rumah tangga Sekretariat Jenderal. j. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. penerbitan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. konferensi pers. monitoring dan analisis berita Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Subbagian Hubungan Kelembagaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. i. pelaksanaan peliputan. pelaksanaan. abstrak peraturan perundang-undangan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. 28 . Subbagian Publikasi. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. h.g. pelaksanaan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. b. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen.

Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Staf Ahli. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. Pasal 87 Biro Umum. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. j. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Sekretaris Jenderal. pengelolaan keamanan dan keselamatan. d. b. pengelolaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. tata usaha dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. terdiri dari: a. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. e. penyediaan sarana dan prasarana kerja. tugas 29 . perlengkapan dan pengadaan. Bagian Tata Usaha. pengadaan. c. d. e. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Kelompok Jabatan Fungsional. f. b. Kepala Biro dan Kepala Pusat. tata persuratan dinas dan kearsipan. g. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan. h. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. f. i. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85.

pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. b. f. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Menteri. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelantikan. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. e. c. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . c. b. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. persuratan dinas. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. d. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyelenggaraan rapat. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Jakarta Pusat). Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88.

pelaksanaan. e. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. terdiri dari: a. penyiapan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. c. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. 31 . d. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penelaahan. b. penjadwalan kegiatan. c. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. penelaahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. norma. penyiapan rumusan standar. persuratan dinas. dan ekspedisi surat dinas. Subbagian Kearsipan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen.

pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. c. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. d. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. M. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Staf Ahli. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. keamanan. e. b. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. f. Kepala Biro dan Kepala Pusat. keselamatan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). keselamatan. b. Thamrin 1. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta pengadaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. c. pelaksanaan kebersihan.H. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 32 . dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. pelaksanaan pengadaan. dan kearsipan Staf Ahli. f. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. serta pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Rencana Kebutuhan. kriteria perlengkapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan bahan rumusan standar. c. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b. inventarisasi. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. norma.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penelaahan penyiapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. g. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. 33 . (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Pengadaan. c. penyiapan kegiatan. b. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 .

BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. norma. kriteria. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. b. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. e. c. 35 . pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. terdiri dari: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pedoman. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d.

pelaporan. d. g. c. i. satuan kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Rencana dan Laporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. h. kearsipan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. 36 . penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. f. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Keuangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

41 . pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. e. i. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. penelaahan. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. l. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. n. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). perumusan pengaturan. rencana dan program. c. f. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. k. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. implementasi Sipeg. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. g. m. pelaksanaan. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. d. WP & B). serta perhitungan bagi hasil. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. b.

Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. d.o. c. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. serta data kebutuhan. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. 42 . evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. h. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. e. serta pencadangan strategis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. ketersediaan dan infrastruktur sektor. norma. terdiri dari: a. d. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. g. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. b. penyusunan statistik. e. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. p. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. penyiapan rumusan.

serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penelaahan. b. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan terms of condition KKS. penyiapan. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. permasalahan iklim usaha.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. norma. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. serta penyediaan informasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. 43 . f. terdiri dari: a. g. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. penelaahan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. c. d. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. pengumpulan data potensi. dan pelaksanaan sosialisasi. e.

penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). serta biaya operasi. penyiapan. e. g. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. 44 . penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. d. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penelaahan. j. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. tugas serta induk. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. b. pelaksanaan pencatatan. serta bagi hasil daerah. h. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). pemeriksaan dan pengujian. norma. f. retribusi. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. i. c. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. tugas serta induk. penyiapan. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. pajak.

Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. 45 . tenaga kerja asing. b. c. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. harga minyak mentah Indonesia. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penelaahan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. pajak. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. retribusi. g. penyiapan rumusan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. PNBP dan tarif iuran. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. b. lifting dan target penerimaan. f. tenaga kerja asing. terdiri dari: a. d. e. norma. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penelaahan. penggunaan barang operasi. rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri.h. terdiri dari: a. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan tenaga kerja asing. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. penelaahan. pemberdayaan produksi dalam negeri. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. penyiapan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. pelaksanaan. b. b. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. fasilitasi lembaga tripartit. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pelaksanaan. penyiapan. dan kerja sama dalam negeri. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. k. rencana penggunaan tenaga kerja asing. j. 46 . pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. c. b. f. g. penyiapan. 47 . pelaksanaan. penelaahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Multilateral dan Regional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. e. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama Pemerintah Daerah.c. d.

Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. norma. c. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. c. i. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja. h. f. pelaksanaan pengumuman WK. d. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu.d. g. kriteria pengelolaan WK. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. penyiapan rumusan standar. Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). l. k. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. d. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. g. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. b. f. terdiri dari: a. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. h. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. e. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. 48 . j. pengelolaan WK.

Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. f. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. norma. kriteria usaha eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penilaian. penelaahan. b. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. e. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. 49 . terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. c. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penelaahan. b. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. f. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penelaahan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. b. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. b. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. norma. g. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. c. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan. kriteria. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. e. h. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. j. pelaksanaan. d. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. 50 . Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. i.

g. penelaahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. e. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. tumpang tindih lahan. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. kriteria usaha eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. penyiapan. b. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan standar. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. 51 . (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. f. penyiapan. c. norma. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi.

Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. 52 . Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan. e. b. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. h. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. pelaksanaan. f. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. g. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. penelaahan. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

(2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. penyiapan. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Light Natural Gas (LNG). serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. perumusan jenis bahan bakar minyak. perumusan pengaturan Penugasan. e. Penyediaan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. d. h. bahan bakar lain. i. bahan bakar gas. 53 . Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. penelaahan.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Light Petroleoum Gas (LPG). pelaksanaan. f. c. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g.

evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. LPG. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. e. bahan bakar gas. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. 54 . Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. f. penyiapan perizinan usaha pengolahan. LNG. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. terdiri dari: a. pengelolaan data.j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. k. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. l. d. f. h. j. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan standar. norma. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. e. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. c. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. pengelolaan data. d. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. bahan bakar lain. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. i. Kelompok Jabatan Fungsional.

pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. b.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. f. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. d. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. pengelolaan data. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. b. 55 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. norma. Seksi Pengolahan Gas Bumi. c. terdiri dari: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. h. penelaahan. g. e. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar.i. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. bahan bakar gas dan LPG. j. kriteria harga bahan bakar. b. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. 56 . penyiapan. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penyiapan rumusan formulasi harga. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. b. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. e. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta penyiapan penetapan P3JBT. d. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain.

serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. b. penyiapan perizinan usaha niaga. d. penelaahan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. f. pelaksanaan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan rumusan standar. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. g.f. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. c. 57 . pelaksanaan. g. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. LNG. LPG. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. b. kriteria usaha niaga. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. penyiapan. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. norma. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. h. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pengelolaan data. i. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. terdiri dari: a. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. h. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas.

petrokimia.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. d. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Seksi Niaga Gas Bumi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. terdiri dari: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. kriteria usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penyiapan. LNG. Seksi Niaga Minyak Bumi. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penelaahan. LPG. penelaahan. e. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penyiapan norma. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. biodiesel. Seksi Proses Non Bahan Bakar. f. terdiri dari: a. pelumas. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. dan non bahan bakar lainnya. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tugas 58 . Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. c. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. penelaahan. usaha penunjang. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. petrokimia. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. e. serta penggunaan tenaga teknik. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. f. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. g. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. biodiesel. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. lindungan lingkungan. penyiapan. biodiesel. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). petrokimia. kelaikan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. d. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. dan non bahan bakar lainnya. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. produk. profesi personil. b. h. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. 59 . lindungan lingkungan. dan non bahan bakar lainnya. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.

serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. e. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. j. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. b. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. f. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. g. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.i. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. d. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. 60 . Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. f. c. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. terdiri dari: a. h. d. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. c.

Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. b. penelaahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. keselamatan operasi. c. norma.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. K3. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. 61 . (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. instalasi. penyiapan rumusan standar. dan penggunaan tenaga teknik.

e. b. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. 62 . penelaahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. norma.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. instrumentasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. K3. c. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan. instalasi. pengangkutan.

(2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. 63 . penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.f. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penelaahan. serta penjaminan pasca operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Penyimpanan. pengangkutan. pengangkutan. pengangkutan. penyiapan. terdiri dari: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. g. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. pelaksanaan. Penyimpanan. Penyimpanan. Penyimpanan. penelaahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. b. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Keselamatan Pengolahan. c. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214.

Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi.d. penelaahan. pengangkutan. dan kriteria usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b. e. 64 . pelaksanaan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. norma. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. b. penelaahan. c. g. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang.

yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. profesi personil. g. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. produk. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. 65 . pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. 67 . c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. norma.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. b. d. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. penyusunan standar. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. dan rumah tangga. terdiri dari: a. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. e. c. c. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. satuan kerja. 68 . f. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. h. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. b. kearsipan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. i. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d.

Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. c. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Keuangan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. 69 . Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. pengelolaan sistem. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. b. pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. jaringan. pelaksanaan. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Kelompok Jabatan Fungsional. situs. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. g. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. e. akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. e. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. pelaporan. f. b.

ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. c. terdiri dari: a. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. e. serta pengurusan revisi anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. satuan kerja. b. serta penyelesaian kerugian negara. 70 . serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 237 Bagian Keuangan.

pertimbangan hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. serta kehumasan. e. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. b. f. d. penyiapan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. 71 . penyelesaian kerugian negara. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. b. penelaahan. penelaahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. pelayanan konsultasi hukum. pelaksanaan informasi. laporan pertanggungjawaban keuangan.

serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. b. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pengurusan formasi. Subbagian Kepegawaian. mutasi. 72 . d. serta urusan keprotokolan dan upacara. e. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. keamanan. f. pertamanan dan perparkiran. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan urusan kesekretariatan. g. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. b. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. c. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. ekspedisi persuratan dinas. perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan. penelaahan. dan Implementasi Sipeg. terdiri dari: a. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pemberhentian. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. telepon. c. dan kearsipan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. kebersihan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pengadaan pegawai.

perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. h. d. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. rencana dan program. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. implementasi Sipeg. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan. 73 .Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penelaahan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. c. rencana pengadaan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pelaksanaan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. g. f. rencana dan program. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). serta rencana dan program pembangunan berjangka. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan.

pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. d. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. 74 . penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. f. g. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. c. e. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. menengah dan tahunan tenaga listrik. d. penyiapan rumusan. serta program pengembangan jaringan transmisi. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis dan RUKN. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. b. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. e. b. c. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan.

Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. 75 . penyiapan. pelaksanaan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. b. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. d. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penelaahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. b. Seksi Investasi Tenaga Listrik.

f. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. b. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penyiapan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan. norma. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. b. d. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 76 . c. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. e. penelaahan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. penelaahan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. evaluasi pelaksanaan rencana. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. asosiasi dan lembaga lainnya. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyiapan rumusan rencana dan program. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. b. lembaga sertifikasi. penyusunan dokumen perjanjian. d. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. multilateral dan regional. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. c. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. 77 . Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. e. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. d. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. b. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. 78 . pelaksanaan pengelolaan data. statistik dan pemetaan tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. c. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan.

g. d. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. e. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. serta perlindungan konsumen. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. i. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. b. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan. e. c. 79 . f.

penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik.c. d. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penyiapan. b. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. pelaksanaan. c. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha. tugas 80 . serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.

norma. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pemberian sanksi. 81 . c. e. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. pelaksanaan. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. terdiri dari: a. b. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Izin Usaha. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. penyiapan rumusan standar. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. b. terdiri dari: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. f. b. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik.

Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. c. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penelaahan. b. pelaksanaan. f. penelaahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penyiapan rumusan standar. 82 .Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. norma. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. d. kriteria hubungan komersial. penyiapan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal.

b. mempunyai tugas 83 . b. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. e. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. d. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. c. norma.

i. keselamatan dan K3.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. produk. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. profesi personil. Kelompok Jabatan Fungsional. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. d. c. serta penggunaan tenaga teknik. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. d. b. e. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 84 . pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. lindungan lingkungan. kelaikan teknis. terdiri dari: a. f. g. c. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. b. kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. h. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. serta pembinaan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

penelaahan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. 85 . Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta Rancangan SNI. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. c. b. e. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan. terdiri dari: a.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan.

keselamatan operasi. e. penelaahan. b. norma. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. penelaahan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. g. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. d. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. instrumentasi. penyiapan rumusan standar. dan K3. kalibrasi alat ukur. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. 86 . kelaikan peralatan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan.

Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. 87 . d. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. b. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. g. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. terdiri dari: a. f. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. e.

88 .Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. terdiri dari: a. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. d. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. c. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.

serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. g. d. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. b. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. norma. dan kriteria usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. profesi personil. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan standar. c. produk. 89 . Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang.

pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. h. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. f. b. energi perdesaan dan konservasi energi. kriteria pemanfaatan energi. f. c. d. Subdirektorat Konservasi Energi. norma. terdiri dari: a. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. e. c. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Bimbingan Teknis. b. penyiapan rumusan kebijakan. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. 90 . d. g. penyiapan rumusan standar. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. energi alternatif. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta rencana dan program energi baru terbarukan.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi.

pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. 91 . penyiapan. penelahaan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penyiapan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. norma. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi.d. kriteria usaha energi baru terbarukan. c. Seksi Program Pemanfaatan Energi. b. penyiapan rumusan standar. e. b. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. b. d.

Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 92 . Seksi Program Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan. norma dan kriteria konservasi energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi. c. penyiapan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. d. b. terdiri dari: a. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penelahaan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. rencana dan program. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi atas program konservasi energi. pelaksanaan. penelahaan.

Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. c. penelahaan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. terdiri dari: a. Seksi Program Energi Perdesaan.. 93 . rencana dan program. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. norma. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. penyiapan. rencana dan program energi perdesaan. d. b. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penelahaan. pemberdayaan masyarakat. serta pedoman pengembangan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan.

penelahaan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. 94 . Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. penyiapan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. penyiapan. b. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. terdiri dari: a.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

96 . (2) Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. batubara. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. pedoman. kriteria. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. penyusunan standar. batubara dan panas bumi. e. norma.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. d. dan prosedur di bidang mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi.

satuan kerja. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. h. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. b. kearsipan. dan rumah tangga. d. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. c. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. f. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 97 . i. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Direktorat Pembinaan Program Mineral. e. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.

c. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. 98 . Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. rapat koordinasi. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. Bagian Keuangan. c. f. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. pelaporan. e.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. akuntabilitas kinerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. g. e. Subbagian Laporan. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. ketatalaksanaan. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. b. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. terdiri dari: a. c.

penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. situs. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. e. f. c. pelaksanaan. 99 . terdiri dari: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. c. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 354 Bagian Keuangan. b. satuan kerja. penelaahan. penyiapan. jaringan. PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. b. perhitungan pelaksanaan anggaran.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. pelaksanaan. c. b. Subbagian Pertimbangan Hukum. pelaksanaan informasi. laporan pertanggungjawaban keuangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. f. penelaahan. 100 . b. penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. penelaahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan Neraca Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. d. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan. Subbagian Informasi Hukum. e. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta kehumasan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. c. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.

(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. keamanan. pemberhentian. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. d. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. ekspedisi persuratan dinas. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. c. e. serta urusan keprotokolan dan upacara. g. mutasi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. telepon. pengadaan pegawai. f. penelaahan. dan Implementasi Sipeg.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. kebersihan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. pertamanan dan perparkiran. 101 . serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. batubara. penelaahan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.

Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. c. dan produksi. implementasi Sipeg. wilayah kerja. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Subbagian Tata Usaha. neraca sumber daya wilayah kerja. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. b. panas bumi dan air tanah. cadangan atau potensi. dan produksi.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. pelaksanaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta kebijakan pengelolaan air tanah. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. c. 102 . perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana dan program di bidang mineral. b. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. rencana pengadaan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. batubara. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. investasi dan pendanaan. serta penetapan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Kepegawaian.

evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Batubara dan Panas Bumi. b. rencana dan program di bidang mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral.e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. batubara. h. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. pengelolaan data. g. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. c. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. e. 103 . d. Batubara. j. d. evaluasi kebijakan. f. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. eksplorasi dan operasi produksi. c. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta perhitungan bagi hasil. b. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. e. panas bumi dan air tanah. batubara. i. perumusan perencanaan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. panas bumi dan air tanah. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penelaahan. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. terdiri dari: a. Seksi Program Mineral dan Batubara. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. asosiasi dan lembaga sertifikasi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. b. penelaahan. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. 104 . panas bumi dan pengelolaan air tanah. f. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. g. panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. e. b. c. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta kerja sama di bidang mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. h. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. serta pemantauan pelaksanaan investasi.

d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. terdiri dari: a. batubara dan pemanfaatan panas bumi. b. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. pelaksanaan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kontrak Karya (KK). rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. b. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. batubara. 105 .Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan.

batubara. b. batubara. c. d. norma. b.e. penelaahan. terdiri dari: a. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. kriteria pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. 106 . penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi.

serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. terdiri dari: a. Batubara. cadangan dan wilayah kerja. h. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral.e. Batubara. serta penetapan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. g. neraca sumber daya. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. batubara dan panas bumi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan potensi. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. statistik. 107 . Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. panas bumi dan air tanah. b. batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. pelaksanaan. f. batubara. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. penelaahan. (2) Seksi Informasi Mineral. Seksi Informasi Mineral. penelaahan.

pemeriksaan dan pengujian PNBP. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. pelaksanaan pencatatan. serta bagi hasil daerah. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. penyiapan. batubara dan panas bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. b. d. b. terdiri dari: a. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penelaahan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 108 . Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. e. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. 113 . evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. f. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan. d. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. b. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. c. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. b.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. g. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral.

perumusan pengaturan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. b. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pelaksanaan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. Seksi Hubungan Komersial Batubara. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. h. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hubungan Komersial Mineral. c. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. d. i. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. f. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 114 . g. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e.

Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. k. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. d. b. f. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan air tanah. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. 115 . Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi.j. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. l. g. dan perubahan batas wilayah kerja. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. norma. serta pengelolaan air tanah. g. terdiri dari: a. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. e. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. f. c. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah.

d. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan fasilitasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Seksi Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. i. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. e. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. penelaahan. studi kelayakan dan eksploitasi. terdiri dari: a. 116 . c. b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.h.

serta pengendalian air tanah. c. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengendalian air tanah. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. f. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. e. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penelaahan. g. b. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. pelaksanaan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 117 .Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. terdiri dari: a. d.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi.h. b. d. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. e. c. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. 118 . serta pengendalian air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. b. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. i. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi.

penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. pelaksanaan. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. e. penelaahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. h.g. c. penelaahan. f. b. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. 119 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. b. terdiri dari: a.

pelaksanaan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. batubara dan panas bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. 120 . Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta air tanah. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta ketatausahaan. b. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Seksi Konservasi Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. penelaahan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. terdiri dari: a.

i. e. batubara dan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. kelaikan teknis. batubara. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Batubara dan Panas Bumi. kelaikan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 121 . pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. g. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Standardisasi Mineral. h. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Batubara dan Panas Bumi. f. produk. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. profesi personil. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. lindungan lingkungan. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Kelompok Jabatan Fungsional.d. batubara. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. j. serta penggunaan tenaga teknik. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. lindungan lingkungan. b. K3. dan panas bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.

penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. produk. penelaahan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Batubara. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta konservasi mineral dan batubara. 122 . serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. profesi personil.c. g. norma. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. d. penyiapan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pemurnian. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. batubara. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. e. f. dan panas bumi. jenis dan mutu produk. dan Panas Bumi. Seksi Standardisasi Mineral. b. penyiapan rumusan standar.

Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. pelaksanaan. serta konservasi mineral dan batubara. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. e. batubara dan panas bumi. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan.b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. batas wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. f. c. pelaksanaan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. d. 123 . penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. dan konservasi mineral. b.

Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. 124 . penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara. h. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. batubara. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan panas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penelaahan.c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. batubara dan panas bumi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. f. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. g. e. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. i.

terdiri dari: a. norma. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. g. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penimbunan. penyimpanan. keamanan instalasi. penyiapan. panas bumi dan air tanah. pengangkutan. penelaahan. b. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. b. Seksi Keselamatan Batubara. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. e. f. 125 . Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. penyiapan rumusan standar. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. kalibrasi alat ukur. penyiapan. Batubara. batubara. pelaksanaan. dan Panas Bumi. c. penelaahan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan panas bumi.

serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. norma. terdiri dari: a. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 126 . dan kriteria usaha penunjang. d. Batubara. dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. batubara. pelaksanaan. b. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. b. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. c. f.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 127 .

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. c. keuangan. c. pelaksanaan pengawasan kinerja. e. Inspektorat II. Inspektorat I. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. penyusunan laporan hasil pengawasan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat III. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. d. 128 . b. d. terdiri dari: a. Inspektorat IV. b.

pengurusan kepegawaian dan organisasi. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. h. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. b. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. e. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. j. perlengkapan. f.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. keprotokolan dan rumah tangga. Bagian Rencana dan Laporan. c. 129 . serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Kelompok Jabatan Fungsional. k. kearsipan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. g. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan urusan tata usaha. d. Bagian Hukum dan Kepegawaian. keamanan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Bagian Umum dan Keuangan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. i. d. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal.

serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. f. e. program kerja. penelaahan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. c. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. b. h. penyiapan. pelaporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. penelaahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. b. ketatalaksanaan. dan rencana kerja. ketatalaksanaan. jaringan dan situs informasi. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. 130 . pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. g. pelaporan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyajian informasi. akuntabilitas kinerja. j. rapat koordinasi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana. i. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. situs. Subbagian Penyiapan Laporan. pelaksanaan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. d.

Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Inspektorat Jenderal. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 131 . evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. terdiri dari: a. penyiapan. analisis hasil pengawasan. e. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. b. pengolahan. d. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. c. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan analisis. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. penelaahan. Badan Geologi. pelaksanaan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. b. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi.

bantuan hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. b. Subbagian Kepegawaian. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. penyiapan. serta pemberian pertimbangan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. e. 132 . Subbagian Hukum. penyuluhan. masyarakat dan yustisia. pertimbangan hukum. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. d. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. b. dokumentasi hukum. perpustakaan. penyiapan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penelaahan. penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. dokumentasi hukum. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta pemberian pertimbangan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. penyiapan koordinasi urusan hukum. dan implementasi Sipeg. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

e. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan keamanan. perbendaharaan. terdiri dari: a. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. k. d. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. i. perlengkapan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta pengurusan administrasi keuangan. penelaahan. f. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. dan implementasi Sipeg. b. dan kearsipan. persuratan dinas. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. b. c. pelayanan kesekretariatan. keprotokolan dan kehumasan. h. g. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. rumah tangga dan kehumasan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. pengurusan penganggaran. rumah tangga dan kehumasan. serta pengurusan administrasi keuangan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Rumah Tangga. kebersihan. dokumentasi dan tata naskah. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. perlengkapan. j. 133 .

d. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. e. perencanaan kebutuhan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan laporan hasil pengawasan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. persuratan dinas. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. dan administrasi keuangan. 134 . pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. keprotokolan dan kehumasan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pemeriksaan. serta evaluasi atas urusan keamanan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. c. perlengkapan dan pengadaan. kebersihan. kearsipan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 139 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur.

Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. c. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pusat Lingkungan Geologi. 140 . terdiri dari: a. b. f. dan geologi lingkungan. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Pusat Sumber Daya Geologi. Sekretariat Badan Geologi. b. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. g. h. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. d. Pusat Survei Geologi. c. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. penelitian dan pelayanan. pelayanan survei geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan.

Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. c. serta perencanaan kerja. 141 . Bagian Keuangan. e. serta pelaksanaan bantuan hukum. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. terdiri dari: a. d. Bagian Rencana dan Laporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Kepegawaian. b. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. d. akuntabilitas kinerja. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. i. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. j. b. informasi hukum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. Bagian Umum.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. h. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. kearsipan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. pelaporan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.

Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. f. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. serta pengembangan organisasi Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. jaringan dan situs informasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. situs. Subbagian Pengelolaan Informasi.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. d. jaringan. penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. 142 . e. satuan kerja. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. c. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. c. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. Subbagian Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.

dokumentasi dan tata naskah pegawai. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. penelaahan. 143 . c. kepangkatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. penggajian. kesejahteraan. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. pelaksanaan. pengadaan. serta evaluasi atas mutasi. pengembangan. terdiri dari: a. pemberhentian. kepangkatan. serta implementasi Sipeg Badan. d. penelaahan. kesejahteraan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian. e. serta evaluasi atas perencanaan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. b. pengembangan. pemberhentian. pelaksanaan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. penyiapan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penggajian. b. serta implementasi Sipeg. Subbagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan. pengangkatan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penyiapan. pengurusan perencanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan.

serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. serta penyelesaian kerugian negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Perbendaharaan. PBI Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. terdiri dari: a. dan revisi anggaran Badan. c. f. Neraca. dan rumah tangga. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyelesaian kerugian negara. 144 . d. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. b. pelaksanaan. perlengkapan. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Akuntansi. Pasal 517 Bagian Keuangan. penelaahan. kearsipan. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. kebersihan dan keamanan Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan. b. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. pelayanan kesekretariatan. kesekretariatan. kehumasan. b. d. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. c. dan pemeliharaan barang inventaris. rencana kebutuhan dan pengadaan. Pasal 521 Bagian Umum. Subbagian Hukum. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pengadaan. distribusi penggunaan. serta pengurusan perlengkapan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaaan bantuan hukum. perlengkapan. e. perpustakaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kearsipan. 145 . informasi dan dokumentasi hukum. dan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. perlengkapan dan rumah tangga Badan. penyiapan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. dan kearsipan. bantuan hukum. penelaahan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. f. Subbagian Tata Usaha.

Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program. penyelidikan. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. administrasi keuangan. f. serta pemetaan tematik potensi. batubara. Bagian Tata Usaha. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. mineral. 146 . d. gambut. Bidang Informasi. bitumen padat. penyusunan neraca sumber daya geologi. serta rancang bangun dan pemodelan. Bidang Program dan Kerja Sama. e. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. i. penyelidikan. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. h. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. keuangan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. rekayasa teknologi. e. dan kepegawaian Pusat. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. g. j. evaluasi penyelenggaraan penelitian. d. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. b. dan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. Bidang Sarana Teknik.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan.

keamanan. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi. pengurusan perencanaan. pengangkatan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 147 . terdiri dari: a. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja.

penelaahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta kerja sama pelayanan jasa. serta rencana strategis berbasis kinerja. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. f. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. pelaksanaan.d. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penelaahan. 148 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Subbidang Laboratorium. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. d. c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Program. penyiapan. penelaahan. penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. jaringan dan situs informasi. b. penelaahan. c. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi dan publikasi. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Kerja Sama. d. 149 . b. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 540 Bidang Informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. b.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a.

serta pos pengamatan gunung api. rumah tangga. serta rancang bangun. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan kepegawaian Pusat. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan gerakan tanah. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. gempa bumi. sistem. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. penyelidikan. pemodelan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. sosialisasi. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. tsunami. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. c. dan rekayasa teknologi. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. administrasi keuangan. i. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. g. dokumentasi. tsunami. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. operasi perangkat lunak. pelaksanaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. 150 . j. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. gempa bumi. dan gerakan tanah h. serta sesar aktif. penelaahan. pelaksanaan. f. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. b.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perpustakaan. d.

e. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. keamanan. serta perpustakaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. kebersihan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah.k. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. l. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. pemelaahan. terdiri dari: a. keuangan. keuangan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pengangkatan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. pelaksanaan pengelolaan sarana. d. 151 . pengurusan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Bagian Tata Usaha. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. penyelidikan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. evaluasi pelaksanaan penelitian. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. pengembangan.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan. 152 . pelaksanaan. c. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. b. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. terdiri dari: a. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. geokimia dan deformasi. pemelaahan. penelaahan. b. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pelaksanaan. d. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penelaahan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. penetapan status. Subbidang Penyelidikan Gunung Api.

Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. terdiri dari: a. pelaksanaan. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. penelaahan. pelaksanaan. c.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. b. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 153 . pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah.

f. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. serta pelaksanaan atas perencanaan program. d. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. terdiri dari: a. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penelaahan. gerakan tanah dan tsunami. penelaahan. penyiapan. c. serta pelaksanaan atas perencanaan program. b. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 154 . serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana.

e. geologi teknik dan air tanah. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengangkatan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. k. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi penyelenggaraan penelitian. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. Bagian Tata Usaha. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. 155 . penyelidikan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pengembangan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rekayasa teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. dan pengelolaan tata ruang. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. geologi teknik dan air tanah. j. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. f. keuangan. dan kepegawaian Pusat. Bidang Sarana Teknik. c. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Bidang Informasi. Bidang Program dan Kerja Sama. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. h. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. d. i. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. b. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. g. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. e.

Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. c. b. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. f. serta akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. kebersihan.c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. e. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. keamanan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. 156 .

Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. b. Subbidang Laboratorium. penelaahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. terdiri dari: a. b. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 157 . serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Program. d. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan. terdiri dari: a. d. 158 . serta pemutakhiran basis data. Pasal 578 Bidang Informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. pelakanaan pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penganggaran. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. b. c. dokumentasi dan publikasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576.

f. perpustakaan. sosialisasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. g. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. operasi perangkat lunak. b. evaluasi pelaksanaan penelitian. h. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelidikan dan survei di bidang geologi. penelaahan. dokumentasi. inventarisasi hasil survei. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. tektonik. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. rumah tangga. k. 159 . pelayanan jasa survei. m. pemetaan. d. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. dan kepegawaian Pusat. pemetaan dan penelitian geologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. geokimia. geomorfologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemetaan geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. j. rekayasa teknologi. penelitian dan penyelidikan geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. i. geofisika. l.

Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. c. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Informasi. d. keuangan. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. Bidang Sarana Teknik. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. pengurusan perencanaan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. pengangkatan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. 160 . c. terdiri dari: a. d. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Bidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. kebersihan. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta akuntansi.

penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. e. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. 161 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. terdiri dari: a. f. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Subbidang Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. pengelolaan. 162 . penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. c. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. d. penyiapan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. e. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Program. penelaahan.

Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. operasi perangkat lunak. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan. dokumentasi dan publikasi. Pasal 597 Bidang Informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. jaringan dan situs informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. 163 . penelaahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. sosialisasi. sistem. c. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta pemutakhiran basis data. dokumentasi. penelaahan.

serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Perekayasa.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Penyelidik Bumi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Teknisi Litkayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

mineral batubara. pembinaan pelayanan jasa teknologi. f. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. b. c. perumusan kebijakan penyelenggaraan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. panas bumi. e. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. d. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. 165 . g.

dan rumah tangga. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. h. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi pelayanan administratif Badan. 166 . Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. c. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. e. serta pelaksanaan bantuan hukum. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. informasi hukum. serta perencanaan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. f. g. terdiri dari: a. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. c. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.i. b. c. e. Subbagian Pengelolaan Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. terdiri dari: a. b. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Kepegawaian. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. d. Bagian Umum. akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. Subbagian Laporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. f. c. d. pelaporan. pelaporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. 167 . Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan. j. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. g. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. b.

b. satuan kerja. penyiapan. 168 . pengadaan. d. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penelaahan. dan analisis jabatan. jaringan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyempurnaan organisasi Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. kepangkatan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. e. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. penyiapan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penggajian. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. pengurusan perencanaan. serta implementasi Sipeg. b. pengembangan. serta pengembangan organisasi Badan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. pemberhentian. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. kesejahteraan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi.

penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta pengurusan revisi anggaran. pengembangan. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pelaksanaan. serta evaluasi atas perencanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. f. penggajian. d. e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Akuntansi. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan pemberhentian. serta implementasi Sipeg Badan. penelaahan. b. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. perhitungan pelaksanaan anggaran. PBI Badan. pengangkatan. penyiapan. pelaksanaan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. 169 . serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. serta evaluasi atas mutasi. kesejahteraan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. perlengkapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. 170 . pelaksanaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. c. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. distribusi penggunaan. perpustakaan. dan rumah tangga. pengadaan. Neraca. kehumasan. f. pelaksanaaan bantuan hukum. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. penyelesaian kerugian negara. penelaahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. e. dan kearsipan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan revisi anggaran Badan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. persuratan dinas. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. Pasal 622 Bagian Umum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dan rumah tangga. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. informasi dan dokumentasi hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perlengkapan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. dan pemeliharaan barang inventaris. penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Subbagian Hukum. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan koordinasi ketatausahaan. d. serta pengurusan perlengkapan. kearsipan. pelayanan kesekretariatan.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta keprotokolan dan upacara Badan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. penelaahan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. 171 . dan hak atas kekayaan intelektual Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyiapan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. kebersihan dan keamanan Badan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. f. bantuan hukum. d. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. persuratan dinas dan kearsipan. b. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. c. rencana kebutuhan dan pengadaan. kesekretariatan.

penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. e. perbendaharaan dan akuntansi. d. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan keamanan. b. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. c. b. 172 . Bidang Afiliasi. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Kelompok Fungsional. kebersihan.h. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. i. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga. d. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. administrasi keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Program. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengurusan perencanaan. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengembangan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha.

serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pemeliharaan sarana kerja. e. 173 . penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. d. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta pengadaan. c. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan. penelaahan. keamanan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku.

Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyediaan bahan baku. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. b. 174 . serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 637 Bidang Program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta analisis. c. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi. pelaksanaan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan rencana dan program.

serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 641 Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. b. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. 175 . pelaksanaan. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. e. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan sistem. c. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelayanan jasa teknologi. d. b. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. e. h. 176 . evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. jaringan. pengelolaan ketatausahaan. g. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. administrasi keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. i. penelaahan. f. d. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan kepegawaian Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rumah tangga. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.

persuratan dinas dan kearsipan. pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Program. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. keuangan. serta pengadaan. perbendaharaan dan akuntansi. pengangkatan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. terdiri dari: a. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Afiliasi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. perbendaharaan dan akuntansi. b. b.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". b. kebersihan. Bagian Tata Usaha. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. 177 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta pelaksanaan keamanan. pengurusan perencanaan. pemeliharaan sarana kerja. c. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. keamanan.

pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyediaan bahan baku. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana. penelaahan. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. b. terdiri dari: a. pelaksanaan operasi penggunaan. e. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. 178 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. penelaahan. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Rencana. 179 .Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 656 Bidang Program. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. serta analisis. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. c. b. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 180 . situs dan penyebarluasan informasi. d. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengelolaan ketatausahaan. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bagian Tata Usaha. g. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. h. b. 181 . terdiri dari: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. Bidang Afiliasi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. c. dan kepegawaian Pusat. Bidang Program. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. administrasi keuangan. f. Kelompok Fungsional.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. i. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.

Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. d. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengembangan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. c. e. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta pelaksanaan keamanan. dan kebersihan Pusat. 182 . pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. pengurusan perencanaan. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta pengadaan. pengangkatan.

pelaksanaan operasi penggunaan. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 183 . pelaksanaan. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. d. penyiapan. penyediaan bahan baku. e. penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan.

penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta analisis. 184 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. b. penyiapan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 675 Bidang Program. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 185 . serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. e. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. b. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 679 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. c. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Informasi dan Publikasi.

b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rumah tangga. Bidang Program. dan geofisika kelautan. i. j. dan kepegawaian Pusat. c. Kelompok Fungsional. d. Bidang Afiliasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. e. f. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. geokimia. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. d. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. 186 . g. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan. b. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. h. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. e. keuangan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. b. keuangan. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. d. serta pelaksanaan keamanan. pengangkatan. 187 . penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. e. dan kebersihan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. keamanan. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. serta pengadaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

c. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyediaan bahan baku. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. 188 . b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. penyediaan bahan baku. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. e. b. pengelolaan. d.

c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. penelaahan. d. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 189 . (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta analisis. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. b. penyiapan.

penelaahan. terdiri dari: a. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. pelayanan jasa teknologi. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. 190 . situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.d. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. penelaahan. b. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. jaringan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 191 .Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Teknisi Litkayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

batubara. e.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. mineral. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. c. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan. geologi. g. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. h. f. d. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. 192 .

e. e. b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. g. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. c. b. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. 193 . serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. satuan kerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. i. d. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pembinaan kerja sama. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara.

d. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. terdiri dari: a. Bagian Keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. ketatalaksanaan. c. b. pelaporan. b. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penganggaran. g. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. k. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Bagian Rencana dan Laporan.j. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. dan rumah tangga. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. Bagian Umum. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. pengelolaan jaringan dan situs informasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. kearsipan. h. akuntabilitas kinerja. l. 194 . c. f. serta perencanaan kerja. ketatalaksanaan. Bagian Kepegawaian.

jaringan dan situs informasi Badan. akuntabilitas kinerja. pengembangan. d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. dan sistem. penganggaran. dan analisis jabatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. c. kepangkatan. c. penyiapan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penggajian. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. pengurusan perencanaan. e. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. b. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pemberhentian. penelaahan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengembangan organisasi Badan. pengadaan. pelaksanaan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penelaahan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan berkala. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. perencanaan kerja. serta implementasi Sipeg. 195 . kesejahteraan. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. prosedur kerja. b.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Subbidang Utilitas. b. d. produk kilang. pelayanan jasa. penelaahan. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. c. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. 200 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b..Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. penyiapan. Subbidang Kilang. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. kontrol kualitas. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

penelaahan. 201 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. d.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. pelaksanaan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pelaksanaan. pelayanan jasa. penelaahan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Laboratorium. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan dan pemanfaatan. penelaahan. pengembangan dan pemanfaatan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Bengkel. b.

standar. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kepustakaan. norma. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. b. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. d. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. c.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. e. norma. serta kepustakaan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kerja sama. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. Subbidang Penyiapan Pelatihan. 202 .

pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Batubara. d. e. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. norma. h. terdiri dari: a. kearsipan. g. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. c. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pemberian pelayanan jasa. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. prosedur. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknis. 203 . Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria pendidikan dan pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. e. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. i. pedoman. Bagian Tata Usaha. b.

dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. d. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi. ketatalaksanaan dan umum Pusat. kehumasan dan keprotokolan. b. serta hukum. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. kearsipan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. c. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. 204 . e.

kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. e. norma. penelaahan. rencana pengembangan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. penelaahan. c. pelaksanaan pemeliharaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan standar. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. penggunaan. pedoman. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. 205 .

serta evaluasi pelaksanaan atas standar. d. norma. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pedoman. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan. penyiapan. c. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. e. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. norma. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. kerja sama dan sistem. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. dan prosedur. 206 . e. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d.

Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan penyelenggaraan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. b. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. c. norma. 207 . penelaahan. kriteria dan prosedur. penyusunan standar. penyiapan penyelenggaraan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan. pelaksanaan. b. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. terdiri dari: a. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. penelaahan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. prosedur. pedoman. norma. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pemberian pelayanan jasa. d. f. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penyusunan standar.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perbendaharaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. b. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. c. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. e. Bagian Tata Usaha. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan. h. kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. akuntansi. 208 . Bidang Pelatihan dan Sarana. perlengkapan.g. kehumasan dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.

penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pedoman. akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. dan sistem. b. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. e. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. terdiri dari: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan. Subbidang Perencanaan. norma. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. 209 . Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.

b. pelaksanaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. kerja sama. terdiri dari: a. 210 . Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Subbidang Sarana dan Prasarana. penelaahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. penyiapan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. c. d. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. Subbidang Pelatihan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. b. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. promosi. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan standar. kriteria dan prosedur.

Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. g. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. e. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bidang Pelatihan dan Sarana. pemberian pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. 211 . Bagian Tata Usaha. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. d. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. h.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. hukum. b. organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. kearsipan. 212 . akuntansi.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. dokumentasi dan tata naskah. c. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. perlengkapan. d. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan keprotokolan.

kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. b. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. norma dan kriteria. 213 .Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. e. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. serta evaluasi atas standar. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penelaahan. norma. Subbidang Perencanaan. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. pedoman. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. c. b. penyiapan.

b. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pelaksanaan kerja sama. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan. promosi. c. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. d. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. 214 . Subbidang Pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 215 . (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Direktorat Jenderal. b. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Inspektorat Jenderal dan Badan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. 216 . c. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. e. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. d.

pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. 217 .BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. h. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. g. e. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. i. j. k. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. c. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. b. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. serta neraca energi dan sumber daya mineral. f. d. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi.

terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. serta kearsipan Pusat. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. b. Bidang Kajian Strategis. dukungan operasi kerja. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. pelaporan dan tata persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. Subbagian Tata Usaha Pusat. e. dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. b. b. rumah tangga. d. d.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. serta kearsipan Bakoren. 218 . Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral.

i. penyiapan norma. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. j. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. k. b. terdiri dari: a. f. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. persuratan dinas dan kearsipan. h. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. l. e. c. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. d. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. 219 . evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. g.

Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. d. penyiapan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan norma.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketenagalistrikan. terdiri dari: a. b. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. e. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. 220 . b. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan. penelaahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelahaan. f. c. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. pelayanan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral.

penelahaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. d. c. b. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. gambut. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. air tanah dan kegeologian. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. 221 . pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. f. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. bitumen padat. Subbidang Kajian Strategis Energi. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. pelaksanaan.

(5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 222 . (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.

dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dokumentasi. regulasi ekonomi dan keteknikan. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. perencanaan kerja. standardisasi teknis. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi personil. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. organisasi. 223 . dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7).a kepada pejabat eselon I. peraturan perundang-undangan. penganggaran. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peralatan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan keselamatan umum. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dan akuntabilitas kinerja Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama.

(3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Kepala Biro.a.BAB XIV ESELON. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. 224 .a. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Pusat. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Direktur Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal. Direktur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a. Inspektur Jenderal. Direktur.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (4) Kepala Bagian. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Inspektur.b. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Kepala Subbagian. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s.d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. X. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. 225 .

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. susunan organisasi. 226 . dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(4) Perubahan atas rincian tugas.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . maka: a. b. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful