MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Biro Umum. dan lembaga lain yang terkait. Biro Kepegawaian dan Organisasi. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Kementerian Negara. koordinasi kegiatan Departemen. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. 5 . Departemen lain. b. c. e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. d. c. b. terdiri dari: a. d. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Keuangan.

d. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. b. dan rencana anggaran. Bagian Kerja Sama.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. perumusan kebijakan pembangunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. rencana dan program kerja. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta kerja sama. rencana dan program kerja dan anggaran. f. j. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. terdiri dari: a. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. c. e. b. k. d. sosialisasi kebijakan pembangunan. evaluasi kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. penyusunan harga satuan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta perumusan akuntabilitas kinerja. 6 . penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan anggaran. rencana anggaran. l. g. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. h. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta rencana strategis. Bagian Perencanaan Anggaran. rencana pembangunan jangka panjang. c. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. menengah dan tahunan. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL).

Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Menengah dan Tahunan Departemen. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. 7 . penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. e. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. f. penyusunan rumusan RK-KL. penyiapan rumusan norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. d. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. c. penelaahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. c. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. dan Badan Geologi. Inspektorat Jenderal. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. standar dan kriteria rencana kerja. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan.

d. norma. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. kriteria perencanaan anggaran. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penyiapan. c. penyiapan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. dan Badan Geologi. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. b. dan 8 . pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. f. e. c. penyiapan rumusan satuan harga pokok. serta rumusan RKA-KL dan DIPA.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penganggaran Penunjang. Batubara dan Panas Bumi. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. terdiri dari: a. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

9 . h. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. norma. f. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penyiapan bahan sidang. Inspektorat Jenderal. RKA-KL. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan rumusan standar. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. d. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. g. menengah. e. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. c. c. b. kriteria akuntabilitas kinerja. rencana pembangunan jangka panjang. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. penelaahan. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. tahunan dan rencana strategis. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. b.

(2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria kerja sama. penelaahan.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan. penyiapan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. f. Panas Bumi. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. c. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Inspektorat Jenderal. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. b. Batubara. 10 . evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. e. penelaahan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. serta kerja sama asosiasi. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. norma. g. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan rumusan standar.

penelaahan. pengadaan. penelaahan. d. c. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. 11 . serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. disiplin. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penilaian kinerja pegawai. dan kesejahteraan pegawai.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. c. pembinaan mutasi. perencanaan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). e. Subbagian Kerja Sama Bilateral. penempatan dan pengembangan pegawai. terdiri dari: a. pemensiunan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pengembangan organisasi dan tata laksana. b. b. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. jabatan struktural dan fungsional.

penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). j. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta standardisasi kompetensi jabatan. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Mutasi Pegawai. evaluasi pembinaan kepegawaian. h. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. g. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen.f. pola dan pengembangan karir pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. i. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyusunan rencana formasi. d. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyiapan rumusan standar. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengadaan. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. k. 12 . penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. b. c. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. terdiri dari: a. norma. b. f. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. d. penyiapan rumusan rencana. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta kartu PNS.

kompetensi pegawai. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. penelaahan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. terdiri dari: a. dan penugasan pegawai ke luar negeri. dan Kartu PNS Departemen. c. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. pemindahan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemberhentian dan disiplin. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. b. 13 . penyiapan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penelaahan. i. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengembangan Karir. pengelolaan administrasi tugas belajar. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. j. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. kepangkatan. bimbingan teknis. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan tugas belajar dan izin belajar. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan.

pemindahan. pemberhentian. dan penilaian angka kredit. f. g. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. c. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pembebasan sementara. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pelaksanaan. kepangkatan. pelaksanaan kesejahteraan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pemindahan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. h. d. serta kesejahteraan pegawai Departemen. serta Kartu Istri. Askes. penelaahan. pemindahan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. j. kriteria mutasi pegawai. pengangkatan kembali. dipekerjakan. penyiapan standar. ujian dinas dan Ujian KPPI. 14 . b. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. c. pemberhentian. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemberhentian dan disiplin. Taspen. dipekerjakan. norma. perbantuan. e. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. kepangkatan. b. dan Bapertarum. i. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. Kartu Suami. pelaksanaan kepangkatan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Subbagian Mutasi Jabatan. penarikan kembali. dan penilaian prestasi pegawai. terdiri dari: a. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. perbantuan. pelaksanaan disiplin pegawai. cuti. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k. pelaksanaan pemindahan pegawai. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. dan penarikan kembali pegawai. serta kesejahteraan pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat.

jabatan. penghargaan. Taspen. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penilaian angka kredit. i. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Kartu Suami. b. 15 . serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. c. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. penyusunan laporan kekuatan pegawai. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. e. penggajian. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. penelaahan. g. penyiapan. Kartu Istri. pemindahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. Askes. pemberhentian dan pemensiunan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. Bapertarum pegawai Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. disiplin. dan administrasi lembaga tripartit. pemberhentian. pelaksanaan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pengadaan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penghargaan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Daftar Urut Kepangkatan. pelayanan kesehatan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. f. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pendidikan dan pelatihan pegawai. kepangkatan. d. h. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. penelaahan. dan daftar riwayat hidup pegawai.

bimbingan teknis dan tata usaha Biro. terdiri dari: a. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. penghargaan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan rumusan standar. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pemindahan. b. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. 16 . Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta evaluasi. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. e. kriteria pengembangan organisasi. pemberhentian. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penelaahan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. penggajian. c. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penelaahan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. kepangkatan. d. pelaksanaan. pengadaan pegawai. b. jabatan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. klasifikasi dan peta jabatan. norma. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan.

h. peta jabatan. perbendaharaan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. penelaahan. Subbagian Kelembagaan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pola hubungan kerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Tata Laksana. pengembangan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. terdiri dari: a. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g.f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. c. evaluasi dan klasifikasi jabatan. 17 . analisis beban kerja. pengembangan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. penelaahan. standardisasi kompetensi jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. penelaahan. administrasi keuangan.

f. pembinaan inventarisasi. b. serta Neraca Departemen. l. penyelesaian kerugian negara. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Kekayaan Negara. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. e. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. c. Pasal 49 Biro Keuangan. g. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. 18 . Bagian Perbendaharaan. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pelaksanaan akuntansi. k. kekayaan negara dan akuntansi. serta nota keuangan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). j. e. i. administrasi keuangan. terdiri dari: a. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. laporan realisasi anggaran. c. dan implementasi sistem akuntansi. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta bimbingan teknis perbendaharaan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. d. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Pendapatan dan Belanja. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. Bagian Akuntansi. perbendaharaan.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. d. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. serta pembinaan perbendaharaan. h.

penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. h. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. evaluasi tarif dan revisi PNBP. g. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Anggaran Belanja. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. b. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). f. 19 . penyiapan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. d. penelaahan. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. j. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. norma. penelaahan. penyusunan rumusan standar. dan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan. e. penyiapan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. c. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Subbagian Anggaran Pendapatan. i. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan target. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. k. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penelaahan.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50.

penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. c. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. b. c. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. 20 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Badan Geologi. Inspektorat Jenderal. norma. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pembagian iuran sumber daya alam. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. penelaahan. f. g. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. d. terdiri dari: a. penelaahan. dan pengelolaan SPM. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. pelaksanaan. e. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan standar. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

e. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. ganti rugi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. 21 . d. f. c. g. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. norma. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. c. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. kriteria pengelolaan kekayaan negara. tuntutan perbendaharaan. pelaksanaan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. penelaahan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. dan bidang minyak dan gas bumi.

(3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Subbagian Penyiapan Neraca. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. c. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. b. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. rekonsiliasi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. e. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. g. Badan Geologi. pelaksanaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan verifikasi. Pasal 64 Bagian Akuntansi. c. Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. 22 . evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. norma. f. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. b. penelaahan.

serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan penyelesaian kasus hukum. verifikasi anggaran. Neraca. f. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. c. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. e. 23 . pelaksanaan. dan bantuan hukum. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. rekonsialiasi. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. b. kewajiban. serta kehumasan. h. pengelolaan dokumentasi. penelaahan. bantuan hukum dan kehumasan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. d. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan hukum. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. serta program legislasi dan regulasi. serta pelaksanaan kehumasan. konsolidasi. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan implementasi SAAT Departemen. serta evaluasi atas pembukuan aset. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta hubungan masyarakat Departemen. dan bantuan hukum. penelaahan. equitas dana. dan implementasi SAI Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. g. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan.

Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. e. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. b. dan bantuan hukum. Bagian Penelaahan Hukum. b. serta program legislasi dan regulasi Departemen. d.i. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Bantuan Hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. 24 . d. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. j. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. evaluasi peraturan perundang-undangan. penelaahan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. c. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. e. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. g. kriteria kontrak atau perjanjian. penelaahan. penelaahan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. b. d. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. 25 . (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. h. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. e. f. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan.

f. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penyiapan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. d. penyiapan rumusan standar. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma. b. 26 . Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penelaahan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. c. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. b. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya.

norma. serta monitoring dan analisis berita. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. konferensi pers. penelaahan. e. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. b. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. c. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. d. 27 . penelaahan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. pelaksaaan. terdiri dari: a. pelaksaaan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. c. pelaksaaan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pameran Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. h. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan peliputan. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. c. penelaahan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. b. peliputan dan perekaman kegiatan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. j. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. terdiri dari: a. monitoring dan analisis berita Departemen. Subbagian Publikasi. 28 . dan urusan tata usaha Biro. konferensi pers. pelaksanaan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. penerbitan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen.g.

Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. c. i. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Staf Ahli. Sekretaris Jenderal. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. d. terdiri dari: a. j. f. f. b. e. d. tata persuratan dinas dan kearsipan. e. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 87 Biro Umum. Bagian Tata Usaha. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. h. tata persuratan dinas dan kearsipan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. tata usaha dan kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. perlengkapan dan pengadaan. pengadaan. tugas 29 . pengelolaan keamanan dan keselamatan. g. Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perlengkapan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan rumah tangga. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. c. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal.

pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Menteri. Medan Merdeka Selatan 18. pelantikan. terdiri dari: a. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. b. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. b. c. Subbagian Urusan Dalam Departemen. e. penyiapan penyelenggaraan rapat. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. f. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Jakarta Pusat). d. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . c. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen.

evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. c. c. dan ekspedisi surat dinas. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penjadwalan kegiatan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. penelaahan. b. Subbagian Kearsipan. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. e. 31 . pelaksanaan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. persuratan dinas.

Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. keamanan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. c. f. Staf Ahli. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. d. M. Kepala Biro dan Kepala Pusat.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. 32 . Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. b. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. terdiri dari: a. Staf Ahli. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. keselamatan. b. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.H. c.

Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pengadaan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. inventarisasi. g. b. c. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. c. 33 . penyiapan kegiatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan rumusan standar. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. kriteria perlengkapan. terdiri dari: a. e. penelaahan penyiapan. Subbagian Pengadaan. norma. Subbagian Rencana Kebutuhan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. f. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. pelaksanaan pengadaan. b. dan kearsipan Staf Ahli. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 34 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. c. 35 . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. c. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. norma. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. b. penyusunan standar. kriteria. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. d. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. terdiri dari: a. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

e. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. c. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. d. ketatalaksanaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. g. terdiri dari: a. h. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i. 36 . pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. akuntabilitas kinerja. b. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. d. pelaporan. kearsipan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. b. Bagian Rencana dan Laporan. dan rumah tangga. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

n. k. pelaksanaan. rencana dan program.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. c. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. perumusan pengaturan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. implementasi Sipeg. g. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). l. e. WP & B). pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. d. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. m. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. serta perhitungan bagi hasil. f. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. h. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. 41 . b. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. j. perumusan pedoman dan prosedur kerja. i. penelaahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi.

d. h. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. penyusunan statistik. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. e. g. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. f. serta pencadangan strategis. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. e. c. d. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. b. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. terdiri dari: a. p. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. b. c. f. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi.o. serta data kebutuhan. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. norma. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi kebijakan. penyiapan rumusan. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. b. 42 . penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi.

e. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. c. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penelaahan. dan pelaksanaan sosialisasi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. 43 . penelaahan. b. serta penyediaan informasi. pengumpulan data potensi. d. dan terms of condition KKS. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. penyiapan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. f. permasalahan iklim usaha.

penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. c. tugas serta induk. h. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. serta bagi hasil daerah. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. pemeriksaan dan pengujian. j. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pencatatan. penyiapan. tugas serta induk. e. f. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. pajak. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. 44 . retribusi. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. g. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penelaahan. serta biaya operasi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. b. norma. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. i. penyiapan rumusan standar. d. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil.

Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. d. g. penelaahan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. c. lifting dan target penerimaan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. tenaga kerja asing. pajak. penelaahan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. 45 . serta pemberdayaan produksi dalam negeri. b. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. f. harga minyak mentah Indonesia. terdiri dari: a. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. norma. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. e. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. retribusi. tenaga kerja asing. PNBP dan tarif iuran. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor.

evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. pelaksanaan. penyiapan.h. penelaahan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. j. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. i. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. rencana impor barang operasi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. fasilitasi lembaga tripartit. penggunaan barang operasi. pemberdayaan produksi dalam negeri. rencana penggunaan tenaga kerja asing. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. 46 . b. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. k. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. dan kerja sama dalam negeri. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri.

Seksi Multilateral dan Regional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Seksi Bilateral dan Dalam Negeri.c. 47 . penelaahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. d. serta kerja sama Pemerintah Daerah. pelaksanaan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. c. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. penyiapan. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. g. penyiapan. e. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. f. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. b.

l. h. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. c. f. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. b. e. pelaksanaan pengumuman WK. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. g. e. penyiapan rumusan standar. e. d. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. h. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. d. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. c. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. i. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. kriteria pengelolaan WK. 48 . pengelolaan WK. g. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. f. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. f. k. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Subdirektorat Wilayah Kerja. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. j. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK.d.

Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. terdiri dari: a. e. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penilaian. b. 49 . Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. c. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penelaahan. terdiri dari: a. penelaahan. d.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. norma. f. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. kriteria usaha eksplorasi.

h. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. g. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. b. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. f. penelaahan. i. penyiapan rumusan standar. b. penelaahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. 50 . Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. pelaksanaan. pelaksanaan. kriteria. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. norma.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. d. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. c. penyiapan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penelaahan. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyiapan rumusan standar.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. d. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. norma. c. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. rencana kerja dan anggaran KKS. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penelaahan. penyiapan. 51 . b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. g. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. tumpang tindih lahan. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. f. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. e. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. d. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. b. b. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. norma. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyiapan. penyiapan rumusan standar. f. penelaahan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 52 . i. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g.

bahan bakar lain. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. pelaksanaan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. b. perumusan jenis bahan bakar minyak. penelaahan. d. f. g. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. Penyediaan. perumusan pengaturan Penugasan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. e. c. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penelaahan. Light Natural Gas (LNG).Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. i. bahan bakar gas. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Light Petroleoum Gas (LPG). penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. 53 . penyiapan. h. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.

LNG. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 54 . g. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. h. pengelolaan data. f. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. LPG. i. bahan bakar gas. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. j. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. terdiri dari: a. l. c. penyiapan perizinan usaha pengolahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. b. e. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. bahan bakar lain. k. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. e. f.j. penyiapan rumusan standar. d. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. c. pengelolaan data. b. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. Kelompok Jabatan Fungsional. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. d. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi.

penelaahan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. h. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. e. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. pengelolaan data. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. penyiapan. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. f. d. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penyiapan. c. penelaahan. norma. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. b. penyiapan rumusan standar. b. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. 55 . pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. terdiri dari: a. Seksi Pengolahan Minyak Bumi.

j. e.i. kriteria harga bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. c. penyiapan rumusan formulasi harga. 56 . pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. b. d. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. serta penyiapan penetapan P3JBT. penyiapan rumusan standar. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. bahan bakar gas dan LPG. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. terdiri dari: a. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan.

LNG. terdiri dari: a. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. penelaahan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. b. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. h. g. 57 . penyiapan. c. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. LPG. penyiapan rumusan standar. f. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. i. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penelaahan. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. kriteria usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. d. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga.f. g. gas bumi. pengelolaan data. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. h. penyiapan perizinan usaha niaga. e. norma.

b. dan non bahan bakar lainnya. tugas 58 . LNG. hasil olahan dan bahan bakar lain. LPG. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. pelumas. penyiapan.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan norma. kriteria usaha non bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Seksi Proses Non Bahan Bakar. terdiri dari: a. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Seksi Niaga Minyak Bumi. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. biodiesel. d. penyiapan. terdiri dari: a. c. e. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. b. penelaahan. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. petrokimia. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195.

lindungan lingkungan. usaha penunjang. petrokimia. biodiesel. dan non bahan bakar lainnya. lindungan lingkungan. penyiapan. kelaikan teknis. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. f. g. penelaahan. 59 . penyiapan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. b. petrokimia. produk. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. biodiesel. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan non bahan bakar lainnya. e. h. kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. penelaahan. c. profesi personil. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. d. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.

e. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas.i. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . 60 . Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. e. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. h. g. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. b. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. c. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. j. b. f. c. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. d. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. f.

penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. b.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. b. terdiri dari: a. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. c. f. e. 61 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. instalasi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. instrumentasi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. norma. dan penggunaan tenaga teknik. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. keselamatan operasi. penyiapan. K3. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. d.

terdiri dari: a. penelaahan. norma. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instalasi. instrumentasi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. d. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. e.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. K3. penyiapan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. 62 . pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. penelaahan. pengangkutan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210.

(2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan.f. Penyimpanan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. 63 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. penelaahan. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. c. pelaksanaan. g. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. Seksi Keselamatan Pengolahan. terdiri dari: a. serta penjaminan pasca operasi. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan.

b. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. 64 . penelaahan. f. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi.d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. norma. pelaksanaan. pengangkutan. c. e. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.d. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. profesi personil. pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. terdiri dari: a. pelaksanaan. 65 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. f. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. penelaahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. produk. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 66 .

kriteria. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. penyusunan standar. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. 67 . norma. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen.

Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. satuan kerja. i. pengelolaan urusan ketatausahaan. f. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. d. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. e. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. d. h. 68 . kearsipan. dan rumah tangga. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. c. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.

g. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. c. ketatalaksanaan. jaringan dan situs informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan sistem. pelaporan. terdiri dari: a. b. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. c. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. e. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. 69 . d. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. jaringan. Bagian Keuangan. f. pelaksanaan. ketatalaksanaan. rapat koordinasi. Subbagian Laporan. b. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. situs. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. akuntabilitas kinerja.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PBI Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. penyiapan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. 70 . (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Perbendaharaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. satuan kerja. penelaahan. f. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. b. e. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Kekayaan Negara. c. Pasal 237 Bagian Keuangan. d. penyiapan. serta pengurusan revisi anggaran. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.

pelayanan konsultasi hukum.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Pertimbangan Hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan informasi. penyiapan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. 71 . penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta kehumasan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. penelaahan. f. c. b. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. e. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan.

serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. b. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. f. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. c. kebersihan. mutasi. telepon. serta urusan keprotokolan dan upacara. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. g. dan Implementasi Sipeg. pertamanan dan perparkiran. 72 . b. e. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengadaan pegawai. d. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pelaksanaan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. pengurusan formasi. perlengkapan dan rumah tangga. pemberhentian. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. keamanan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penelaahan. ekspedisi persuratan dinas. dan kearsipan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. c.

serta rencana dan program pembangunan berjangka. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. rencana dan program. c. f. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. penelaahan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. 73 . b. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. rencana pengadaan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. implementasi Sipeg. e. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. pelaksanaan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). d. rencana dan program. h. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. evaluasi kebijakan. persuratan dinas dan kearsipan. g. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

serta program pengembangan jaringan transmisi. d. g. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. c. b. d. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. serta rencana strategis dan RUKN. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. menengah dan tahunan tenaga listrik. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. b. penyiapan rumusan. f. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. e. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. c. b. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. 74 . Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. e.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. c. penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. pelaksanaan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 75 . penelaahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. d. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan.

pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. c. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. b.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. kriteria tenaga listrik sosial. pelaksanaan. e. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. f. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. b. penelaahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. 76 . norma. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan.

serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. 77 . d. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. c.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. penyusunan dokumen perjanjian. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi. penelaahan. asosiasi dan lembaga lainnya. evaluasi pelaksanaan rencana. penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. b. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. multilateral dan regional.

pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. d. 78 . (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. b. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pengolahan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan data. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. e. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. c. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a.

serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. i. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. c. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. c. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. b. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. pembinaan. b. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. h. 79 .Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. d. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. e. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta perlindungan konsumen. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. f.

penelaahan. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. d. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. c. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. tugas 80 . b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik.c. serta penetapan wilayah usaha. serta efisiensi dan transparansi usaha. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penyiapan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha.

Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. Seksi Pelayanan Izin Usaha. penyiapan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. c. pelaksanaan. b. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. f. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. 81 .Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. norma. b. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. b. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. pemberian sanksi. e. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta.

serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penelaahan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. kriteria hubungan komersial. b. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. d. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. f. 82 . evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. c. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penyiapan. b. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penyiapan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. penelaahan. mempunyai tugas 83 . b. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. norma. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. d. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. b. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. e. c.

serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. e. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. g. keselamatan dan K3. serta pembinaan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. c. b. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. profesi personil. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. produk. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. d. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. i. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. f. lindungan lingkungan. b. lindungan lingkungan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. 84 . kelaikan teknis. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. h. c. terdiri dari: a. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. e. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. kelaikan teknis. d.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. e. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta Rancangan SNI. 85 . pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penyiapan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. f. c. jenis dan mutu tenaga listrik. terdiri dari: a. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. g. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. b.

keselamatan operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. penelaahan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. g. pelaksanaan. c. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan K3. 86 . pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. kalibrasi alat ukur. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. b. terdiri dari: a. kelaikan peralatan. norma. penelaahan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. f. instrumentasi. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik.

Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 87 . terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. b. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. d. e.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penelaahan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. c. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. f. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. g.

penelaahan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. terdiri dari: a. 88 . b. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. d. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan.

norma. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. 89 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. b. profesi personil. dan kriteria usaha penunjang. produk. penyiapan rumusan standar. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. c. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. e. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. f. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.

perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. b. kriteria pemanfaatan energi. e. program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. b. energi perdesaan dan konservasi energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. d. e. Subdirektorat Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. f. energi alternatif. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. norma. penyiapan rumusan standar. f. b. Kelompok Jabatan Fungsional. g. 90 . pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. c. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. energi perdesaan dan konservasi energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. h. Subdirektorat Energi Perdesaan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Bimbingan Teknis. d. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

rencana dan program pengembangan usaha. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penelahaan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. terdiri dari: a. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan. norma. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. e. d. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. b. 91 . b. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. kriteria usaha energi baru terbarukan. b. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan.

e. penelahaan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. b. Seksi Penerapan Konservasi Energi. penyiapan. penelahaan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. terdiri dari: a. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. norma dan kriteria konservasi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan. 92 . penelahaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. pelaksanaan. serta evaluasi atas program konservasi energi. penyiapan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. rencana dan program. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Seksi Program Konservasi Energi. c.

pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Seksi Program Energi Perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan. b. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. terdiri dari: a. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. 93 . rencana dan program. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman pengembangan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. energi perdesaan dan konservasi energi. c. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. norma. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. d. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. penelahaan. penyiapan rumusan standar.. b. penelahaan. pemberdayaan masyarakat.

evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. energi perdesaan dan konservasi energi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. 94 . Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. c. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penyiapan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. b. penelahaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 95 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. kriteria. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. dan prosedur di bidang mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. 96 . Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. batubara. pedoman. c. batubara dan panas bumi. penyusunan standar. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. dan panas bumi. e. norma. (2) Direktorat Jenderal Mineral. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral.

Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h. Direktorat Pembinaan Program Mineral. c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. i. dan rumah tangga. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. 97 . serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. d. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. satuan kerja. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.

Kelompok Jabatan Fungsional. rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. g. pengelolaan sistem. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. jaringan dan situs informasi. Batubara dan Panas Bumi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. d. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. f. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Laporan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. pelaporan. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. akuntabilitas kinerja. c. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Pengelolaan Informasi. e. b. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. 98 . Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Bagian Keuangan.

serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. d. c. satuan kerja. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan. penyiapan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 99 . implementasi sistem akuntansi unit eselon I. jaringan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. f. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. b. terdiri dari: a. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Kekayaan Negara. e. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. c. penelaahan. penelaahan. Pasal 354 Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan informasi. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. b. penelaahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. pengurusan kehumasan dan perpustakaan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. b. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Informasi Hukum. 100 . serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta kehumasan. c. pelaksanaan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. e.

penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. dan kearsipan. panas bumi dan air tanah. penyiapan. pengadaan pegawai. f. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta urusan keprotokolan dan upacara. pemberhentian. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan. e. 101 . serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. perlengkapan dan rumah tangga. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. perlengkapan dan rumah tangga. dan Implementasi Sipeg. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pengurusan formasi. b. penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. telepon. pelaksanaan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pertamanan dan perparkiran. batubara. program legislasi dan regulasi bidang mineral. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. ekspedisi persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kebersihan. keamanan. c. mutasi. g. pelaksanaan. pelaksanaan urusan kesekretariatan.

dan produksi. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penelaahan. d. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. 102 . investasi dan pendanaan. Subbagian Tata Usaha. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. perumusan pedoman dan prosedur kerja. batubara. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. rencana pengadaan. b. Subbagian Kepegawaian. perumusan kebijakan pengembangan usaha. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. panas bumi dan air tanah. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. b. terdiri dari: a. pelaksanaan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. implementasi Sipeg. neraca sumber daya wilayah kerja. rencana dan program di bidang mineral. dan produksi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. persuratan dinas dan kearsipan. serta penetapan wilayah kerja. cadangan atau potensi. c. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan.

Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. terdiri dari: a. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. evaluasi kebijakan. Batubara dan Panas Bumi. c. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. eksplorasi dan operasi produksi. Kelompok Jabatan Fungsional. g. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. f. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pengelolaan data. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. h.e. c. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. batubara. e. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. d. serta perhitungan bagi hasil. f. d. b. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. j. pencatatan dan perhitungan PNBP. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara. 103 .

pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. h. batubara. b. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. d. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi. serta kerja sama di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. 104 . serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. batubara. penelaahan. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Program Mineral dan Batubara. g. serta pemantauan pelaksanaan investasi. b. c. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan pengelolaan air tanah. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri.

penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 105 . Batubara dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Kontrak Karya (KK). penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. b. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Kerja Sama Mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. batubara. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan.

Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. b. penelaahan. penyiapan. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. c. b. f. serta penyusunan statistik pengusahaan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan. batubara. penyiapan rumusan standar. 106 . pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. kriteria pencadangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. batubara. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. panas bumi dan air tanah.e. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. norma. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. terdiri dari: a. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. serta pengelolaan informasi bidang mineral.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. terdiri dari: a. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. batubara. penyiapan penetapan potensi. panas bumi dan air tanah. b. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Batubara. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. (2) Seksi Informasi Mineral. neraca sumber daya. panas bumi dan air tanah. batubara.e. batubara. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. f. h. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara. penelaahan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Panas Bumi dan Air Tanah. g. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Seksi Informasi Mineral. 107 . Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. statistik. panas bumi dan air tanah. cadangan dan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penetapan wilayah kerja. pencadangan dan potensi di bidang mineral.

Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. c. terdiri dari: a. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Penerimaan Negara Batubara. e. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta bagi hasil daerah. batubara dan panas bumi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. penelaahan. penyiapan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 108 . penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. Batubara dan Panas Bumi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. b. b. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. d. pelaksanaan pencatatan.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. g. pelaksanaan. e. 113 . penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. c. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). terdiri dari: a. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. b. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. f.

pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Batubara. h. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pelaksanaan. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. d. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. 114 .Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. g. pelaksanaan. f. b. Seksi Hubungan Komersial Mineral. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. perumusan pengaturan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan hubungan komersial panas bumi. i. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. c. e. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral.

serta pengelolaan air tanah. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. l. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rumusan standar. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. f. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. 115 . g. k. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan pengaturan usaha. g. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. b. serta pengelolaan air tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. d.j. f. b. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. c. norma.

d. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. b. e. 116 . Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. pelaksanaan. i. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. studi kelayakan dan eksploitasi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi.h. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan.

f. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. 117 . b. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. c. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. g. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. d. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. terdiri dari: a. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. b. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. serta pengendalian air tanah. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. e.

Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. i. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. 118 . serta pengendalian air tanah. b. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. c. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. e. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan.h. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f.

e. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah.g. b. b. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. f. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. c. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. penelaahan. h. 119 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penelaahan.

serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta ketatausahaan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. penelaahan. Seksi Konservasi Air Tanah. terdiri dari: a. batubara dan panas bumi. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta air tanah.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. 120 . persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. b. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

kelaikan teknis. kelaikan teknis. e. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. j. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. b. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. profesi personil. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. e. Kelompok Jabatan Fungsional. d. dan panas bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. i. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. K3. lindungan lingkungan. Subdirektorat Standardisasi Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. b.d. Batubara dan Panas Bumi. g. f. 121 . batubara. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. c. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. produk. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis.

serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Standardisasi Mineral. Batubara. norma. serta konservasi mineral dan batubara. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penelaahan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. e. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan panas bumi. jenis dan mutu produk. penyiapan rumusan standar. penyiapan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. profesi personil. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. dan Panas Bumi. pemurnian. produk. penelaahan. d. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. g. b. 122 . kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. terdiri dari: a.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. serta konservasi mineral dan batubara. c. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. b. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. 123 . Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. batubara dan panas bumi. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penelaahan. b. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. penyiapan. dan konservasi mineral.b. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. batas wilayah kerja. penelaahan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. f.

e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara. h. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. pelaksanaan. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. terdiri dari: a. i. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. d. f. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. g. Batubara. batubara. 124 . batubara dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan panas bumi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral.c. pelaksanaan. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. b.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. instrumentasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Keselamatan Batubara. penyimpanan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. keamanan instalasi. kalibrasi alat ukur. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. pengangkutan. b. batubara. penyiapan. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. penimbunan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. norma. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. e. batubara. dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Batubara. terdiri dari: a. f.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. d. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. dan panas bumi. c. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 125 .

pelaksanaan. batubara. dan kriteria usaha penunjang. Batubara. e. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. norma. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. dan Panas Bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 126 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pelaksanaan. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. c. f. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan standar. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. terdiri dari: a.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 127 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

keuangan. penyusunan laporan hasil pengawasan. 128 . Inspektorat II. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. e. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. b. Inspektorat III. Inspektorat IV. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. c. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat I. pelaksanaan pengawasan kinerja. c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. d.

serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. i. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. k. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. perlengkapan. d. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. keamanan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Rencana dan Laporan. b. e. d. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. f. j. kearsipan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. h. b. 129 . pengelolaan urusan tata usaha. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. keprotokolan dan rumah tangga. g. Bagian Umum dan Keuangan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463.

penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. d. j. rapat koordinasi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyajian informasi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. b. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. ketatalaksanaan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. program kerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. 130 . pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaksanaan. situs. akuntabilitas kinerja. penelaahan. akuntabilitas kinerja. jaringan. g. h. penyiapan. dan rencana kerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Laporan. ketatalaksanaan. satuan kerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. i. c. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. f. Subbagian Penyiapan Rencana. b. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. pelaporan. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Direktorat Jenderal Mineral. 131 . dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. d. pelaksanaan analisis. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. b. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pengolahan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Badan Geologi. b. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. analisis hasil pengawasan. e. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. penyiapan. Inspektorat Jenderal. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. c. penelaahan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. terdiri dari: a.

dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pertimbangan hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. penelaahan. 132 . penelaahan. penyiapan. masyarakat dan yustisia. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Subbagian Hukum. b. dokumentasi hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. penyiapan koordinasi urusan hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyuluhan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. pelaksanaan. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. d. dokumentasi dan tata naskah. Subbagian Kepegawaian. b. dan implementasi Sipeg. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. serta pemberian pertimbangan hukum. perpustakaan. e. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dokumentasi hukum. bantuan hukum.

Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. h. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. d. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. perbendaharaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. persuratan dinas. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. perlengkapan. dan implementasi Sipeg. perlengkapan. pelaksanaan keamanan. i. dan kearsipan. j. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. kebersihan. serta pengurusan administrasi keuangan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k. serta pengurusan administrasi keuangan. pelaksanaan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. pengurusan penganggaran. c. b. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. f. rumah tangga dan kehumasan. Subbagian Rumah Tangga. g. perbendaharaan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelayanan kesekretariatan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. 133 . penelaahan. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dokumentasi dan tata naskah. keprotokolan dan kehumasan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. e. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a.

c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perencanaan kebutuhan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kearsipan. d. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pemeriksaan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. kebersihan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. perumusan laporan hasil pengawasan. persuratan dinas. perlengkapan dan pengadaan. e. b.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. dan administrasi keuangan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. keprotokolan dan kehumasan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 134 . serta evaluasi atas urusan keamanan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

dan geologi lingkungan. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. 140 . g. c. d. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. penelitian dan pelayanan. b. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. b. Pusat Sumber Daya Geologi. pelayanan survei geologi. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. d. terdiri dari: a. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. f. Pusat Survei Geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. c. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. h. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Sekretariat Badan Geologi. e. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi. kearsipan. dan rumah tangga. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. akuntabilitas kinerja. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. Bagian Umum. informasi hukum. pelaporan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Keuangan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. 141 . serta pelaksanaan bantuan hukum. c. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. serta perencanaan kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. b. ketatalaksanaan. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. c. i. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. j. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. f. e. g. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. Bagian Kepegawaian. h. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.

penelaahan. d. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. c. penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyiapan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyajian informasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. situs. penyiapan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. jaringan. 142 . penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. serta pengembangan organisasi Badan. ketatalaksanaan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. pengelolaan sistem. pelaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaporan. Subbagian Laporan. e. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. f.

d. serta evaluasi atas perencanaan. dan analisis jabatan. penyiapan. pengangkatan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pengadaan. pelaksanaan. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. pengembangan. kepangkatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pemberhentian. terdiri dari: a. penggajian. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. c. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. kesejahteraan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. b. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penyiapan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta implementasi Sipeg Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi Sipeg. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. 143 . penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pemberhentian. penelaahan. kesejahteraan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pengembangan. kepangkatan. penggajian. pelaksanaan. e. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta evaluasi atas mutasi.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511.

dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Kekayaan Negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. Neraca. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan rumah tangga. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. 144 . terdiri dari: a. Pasal 517 Bagian Keuangan. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. d. c. PBI Badan. f. perlengkapan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian kerugian negara.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. dan revisi anggaran Badan. b. penelaahan. Subbagian Akuntansi.

dokumentasi hukum dan perpustakaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perpustakaan. pengadaan. serta pengurusan perlengkapan. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan hukum.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. rencana kebutuhan dan pengadaan. penelaahan. c. distribusi penggunaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. penyiapan. b. e. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. dan kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kehumasan. d. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha. pelayanan kesekretariatan. kebersihan dan keamanan Badan. 145 . persuratan dinas. dan pemeliharaan barang inventaris. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Pasal 521 Bagian Umum. dan rumah tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. f. pelaksanaaan bantuan hukum. kesekretariatan.

Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat. perumusan rencana dan program. h. mineral. d. penyusunan neraca sumber daya geologi. keuangan. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan panas bumi. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. Bidang Sarana Teknik. penyelidikan. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. b. b. administrasi keuangan. Bidang Program dan Kerja Sama. c. serta pemetaan tematik potensi. bitumen padat. e. c. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. batubara. j. rumah tangga. penyelidikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan ketatausahaan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Bidang Informasi. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. e. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. rekayasa teknologi. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. 146 . g. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta rancang bangun dan pemodelan. f. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. i.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. gambut.

keamanan. c. terdiri dari: a. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. 147 . pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengembangan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. b. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. serta akuntansi. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. d.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. d. f. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta kerja sama pelayanan jasa. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 148 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Laboratorium. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. pelaksanaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. e. b.d. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. c. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. penelaahan. 149 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 540 Bidang Informasi. serta pemutakhiran basis data. d. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Program. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. dokumentasi dan publikasi. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penganggaran. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelaksanaan sosialisasi. b. penyiapan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Kerja Sama.

gempa bumi. penyelidikan. e. tsunami. pelaksanaan. gempa bumi. dan gerakan tanah h. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. dan rekayasa teknologi. dokumentasi. sosialisasi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kepegawaian Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. pemodelan. pelaksanaan. tsunami. f. serta pos pengamatan gunung api. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta rancang bangun. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. i. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan gerakan tanah. g. 150 . jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. sistem. administrasi keuangan. perpustakaan. j. pengelolaan ketatausahaan. serta sesar aktif. penelaahan. rumah tangga. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. d. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. b. operasi perangkat lunak.

Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. pengangkatan. b. pemelaahan. pelaksanaan pengelolaan sarana. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pengurusan perencanaan. serta perpustakaan. b. keuangan. 151 . c. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelidikan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. d. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. evaluasi pelaksanaan penelitian. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. kearsipan. terdiri dari: a. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. l. e. kebersihan. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha. c.k. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan.

serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pemelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. c. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. administrasi keuangan. penetapan status. serta penetapan status dan peringatan dini. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pengurusan. pelaksanaan. 152 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. b. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. penelaahan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. geokimia dan deformasi. d. terdiri dari: a. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. penelaahan.

pelaksanaan. c. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. b. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. d. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. gerakan tanah dan tsunami. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. penelaahan. 153 . Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. penelaahan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah.

penelaahan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. terdiri dari: a. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. d. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penyelidikan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. b. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. f. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. gerakan tanah dan tsunami. 154 . serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. e. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. penelaahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penyiapan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian.

pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengurusan perencanaan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. dan pengelolaan tata ruang. Bidang Program dan Kerja Sama. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. b. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. e. Bidang Informasi. b. penyelidikan. geologi teknik dan air tanah. geologi teknik dan air tanah. Bidang Sarana Teknik. i. rekayasa teknologi. 155 . rumah tangga. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengembangan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. dan kepegawaian Pusat. administrasi keuangan. j. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. h. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. k. pengangkatan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. e. d. c. c. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. f. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. g. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. e. terdiri dari: a. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keuangan. serta akuntansi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. e. kebersihan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. keamanan.c. d. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. 156 . penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. f. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. keselamatan kerja dan keprotokolan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. c. Subbidang Sarana Penyelidikan. pelaksanaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Program. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. penyusunan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. 157 . terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama. d.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. penelaahan.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. penyiapan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penelaahan. b. jaringan dan situs informasi. 158 . penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. d. c. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. pelaksanaan sosialisasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta pengelolaan perpustakaan. penganggaran. Pasal 578 Bidang Informasi. dokumentasi dan publikasi.

pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. i. rumah tangga. penyelidikan dan survei di bidang geologi. c. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. dokumentasi. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. tektonik. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. g. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. f. perpustakaan. dan kepegawaian Pusat. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. geofisika. penelitian dan penyelidikan geologi. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. penelaahan. rekayasa teknologi. b. h. geomorfologi. pemetaan dan penelitian geologi. sistem. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 159 . jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. sosialisasi. inventarisasi hasil survei. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. geokimia. pelaksanaan. pelayanan jasa survei. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. j. l. pemetaan geologi. operasi perangkat lunak. k. evaluasi pelaksanaan penelitian. pelaksanaan. pemetaan. m. d. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

Pasal 585 Bagian Tata Usaha.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. b. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. kebersihan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bidang Informasi. keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keuangan. 160 . e. e. d. Bidang Sarana Teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. Bidang Program dan Kerja Sama. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. serta akuntansi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. d. b.

e. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. f. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 161 . terdiri dari: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Subbidang Laboratorium. b. b. pelaksanaan.

rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan. serta rencana strategis berbasis kinerja. d. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penyiapan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. c. b. penelaahan. Subbidang Kerja Sama. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. terdiri dari: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. penganggaran. e. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. 162 . Subbidang Program. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. operasi perangkat lunak. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. sistem. pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. 163 . c. serta pemutakhiran basis data. sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. serta operasi perangkat lunak informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi. penelaahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. d. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. dokumentasi dan publikasi. b.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Perekayasa. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Penyelidik Bumi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

g. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan. e. panas bumi. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. mineral batubara. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. 165 . c. f. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan.

g. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. kearsipan. koordinasi pelayanan administratif Badan. b. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. informasi hukum. c. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. f. pengelolaan urusan ketatausahaan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. d. b. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. serta perencanaan kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. e. c. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan rumah tangga. h.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 166 . serta pelaksanaan bantuan hukum.

terdiri dari: a. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. ketatalaksanaan. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Laporan. e. Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. c. c. pengelolaan sistem. 167 . Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. e. d. Bagian Keuangan. b. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. f. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. pelaporan.i. Bagian Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. j. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. b. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja.

penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penelaahan. pengadaan. penyiapan. e. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. c. penggajian. terdiri dari: a. kesejahteraan. serta penyempurnaan organisasi Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. c. serta implementasi Sipeg. kepangkatan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyajian informasi. b. dan analisis jabatan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. pengurusan perencanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. situs. 168 . ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. jaringan. penyiapan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. b. penelaahan.

penggajian. penelaahan. Subbagian Akuntansi. pelaksanaan. 169 . dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan. f. terdiri dari: a. pengangkatan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. serta evaluasi atas perencanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. c. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas mutasi. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. PBI Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. e. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 618 Bagian Keuangan. pelaksanaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. pengembangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. kepangkatan pemberhentian. penyiapan. d. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Kekayaan Negara.

d. dan rumah tangga. penelaahan. Subbagian Hukum. dan revisi anggaran Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. f. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. b. c. persuratan dinas. pengadaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. informasi dan dokumentasi hukum. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penelaahan. b. serta pengurusan perlengkapan. distribusi penggunaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kearsipan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan pemeliharaan barang inventaris. penyelesaian kerugian negara. perlengkapan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. dan rumah tangga. pelayanan kesekretariatan. kearsipan. kehumasan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. 170 . pelaksanaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaaan bantuan hukum. pelaksanaan. perlengkapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Neraca. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. e. Pasal 622 Bagian Umum. dan kearsipan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. perpustakaan.

g. e. dokumentasi hukum dan perpustakaan. b. penelaahan. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kesekretariatan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. bantuan hukum. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. rencana kebutuhan dan pengadaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. 171 . pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. kebersihan dan keamanan Badan. persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. f. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. keuangan. c. administrasi keuangan. i. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Kelompok Fungsional. pengurusan perencanaan. Bidang Afiliasi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. c. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Program. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta pelaksanaan keamanan. rumah tangga. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. 172 . pengembangan. keuangan. e. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627.h. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. kebersihan. Bagian Tata Usaha. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran.

jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 173 . penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta pengadaan. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. d. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan sarana kerja. keamanan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. b. pelaksanaan operasi penggunaan. dan kebersihan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.

pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. b. Subbidang Penyiapan Rencana. Subbidang Analisis dan Evaluasi.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. Pasal 637 Bidang Program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta analisis. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 174 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 175 . terdiri dari: a. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. jaringan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. d. b. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. penelaahan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelaksanaan. e. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Subbidang Informasi dan Publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. c. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama.

f. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. administrasi keuangan. 176 . perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. h. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. c. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.

e. dan kebersihan Pusat. b. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pelaksanaan keamanan. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. d. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. d. pengembangan. c. keamanan. pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. kebersihan. b. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. Bidang Program. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Afiliasi. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. pengangkatan. keuangan. serta pengadaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. 177 . pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan. 178 . b. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. b. penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. penyiapan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengoperasian Sarana. e. penyiapan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. serta analisis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. Pasal 656 Bidang Program. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. terdiri dari: a. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. 179 .

180 . jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. d. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. b. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. situs dan penyebarluasan informasi. b. pelaksanaan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. c. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.

h. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. e. pengelolaan ketatausahaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Kelompok Fungsional. 181 . pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. i. Bidang Afiliasi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. c. administrasi keuangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Program. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. b. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan kepegawaian Pusat. terdiri dari: a. d. d. e. rumah tangga.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kebersihan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 182 . Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pengembangan. b.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kebersihan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. serta pengadaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. d. terdiri dari: a. keuangan. keuangan. keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengurusan perencanaan. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan.

pelaksanaan operasi penggunaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. d. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengembangan Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. penelaahan. c. b. pelaksanaan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. pelaksanaan. 183 .

serta analisis. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. 184 . penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. penyiapan. b. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 675 Bidang Program. Subbidang Penyiapan Rencana. c. evaluasi. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program.

pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 185 . Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelayanan jasa teknologi. d. b. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. jaringan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. c. penelaahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.

serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. 186 . serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. c.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. e. g. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. h. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. j. Bidang Afiliasi. i. administrasi keuangan. e. Kelompok Fungsional. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. geokimia. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dan geofisika kelautan. d. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Program. rumah tangga. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat.

penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta pengadaan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. d. dan kebersihan Pusat. b. c. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. pemeliharaan sarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. kebersihan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 187 . keuangan. perencanaan. pengembangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. e. pengangkatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. keamanan.

Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. pengelolaan. 188 . penyediaan bahan baku. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.c. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. b. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. e. pelaksanaan operasi penggunaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

Pasal 694 Bidang Program. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta analisis. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. 189 .c. evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

jaringan. terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. jaringan.d. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 190 . Pasal 698 Bidang Afiliasi. b. e. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . Perekayasa.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. Teknisi Litkayasa.

pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. 192 . g. perumusan kebijakan penyelenggaraan. mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. d. geologi. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. c. h. b. batubara. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

serta informasi hukum dan urusan kehumasan. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. 193 . koordinasi pelayanan administratif Badan. d. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. g. c. b. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kerja sama. b. h. d. e. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. i. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. satuan kerja.

c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. d. penganggaran. serta perencanaan kerja. e. b. akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja.j. c. b. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. kearsipan. pelaporan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. 194 . ketatalaksanaan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Kepegawaian. f. pelaporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. l. Bagian Umum. h. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 708 Sekretariat Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. d. dan rumah tangga. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. k. pengelolaan jaringan dan situs informasi.

Subbagian Kerja Sama.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. kesejahteraan. d. jaringan dan situs informasi Badan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pelaksanaan. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penelaahan. kepangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. 195 . serta implementasi Sipeg. penyiapan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. e. terdiri dari: a. c. b. dan sistem. c. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. pemberhentian. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penggajian. serta evaluasi atas laporan berkala. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. b. pengadaan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. pengembangan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. perencanaan kerja. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pengurusan perencanaan. penganggaran. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. pelayanan jasa. produk kilang. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas. kontrol kualitas. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelaksanaan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. 200 . d. penelaahan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kilang.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. b. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732.

penelaahan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. d. penyiapan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. c. penelaahan. b. Subbidang Bengkel. Subbidang Laboratorium. pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penelaahan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. pelaksanaan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan. 201 . pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

pedoman. d. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. standar. pelaksanaan. pelaksanaan. pengelolaan kepustakaan. e. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 202 . Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. b. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. g. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. f. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. c. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta kepustakaan. penyiapan penyelenggaraan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. penelaahan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan.

Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Tata Usaha. pedoman. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. 203 . h. kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. c. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. c. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. e. Bidang Sarana Teknis. terdiri dari: a. prosedur. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. d. f. b. Batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perlengkapan. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. g. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. i. pemberian pelayanan jasa. e. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Subbagian Kepegawaian dan Umum. e. b. kearsipan. b. kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. organisasi. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. akuntansi. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. d. ketatalaksanaan dan umum Pusat. kehumasan dan keprotokolan. terdiri dari: a. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah. 204 . serta hukum. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. norma. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. 205 . pelaksanaan. terdiri dari: a.c. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penggunaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. rencana pengembangan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan standar. b. d. b. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pemeliharaan.

dan prosedur. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. 206 . pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. e. penelaahan. b. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. c. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. pedoman. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma.d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kerja sama dan sistem. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

b. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. kriteria dan prosedur. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. c. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penyusunan standar. pelaksanaan. penyiapan penyelenggaraan. penelaahan. e. norma. b. pedoman.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyusunan standar. d. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. 207 . pemberian pelayanan jasa. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. f. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.

c. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. 208 . d. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian.g. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan. perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. h. kearsipan. d. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. b. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Pelatihan dan Sarana. terdiri dari: a. kearsipan. terdiri dari: a. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. Pasal 768 Bagian Tata Usaha.

penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. e. jaringan dan situs informasi. 209 . terdiri dari: a. Subbidang Perencanaan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. penelaahan. dan sistem. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. pedoman. c. d. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. akuntabilitas kinerja. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kerja sama. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. b. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.

pelaksanaan. Subbidang Pelatihan. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. d. pelaksanaan kerja sama. b. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pedoman. 210 . Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kerja sama. Subbidang Sarana dan Prasarana. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. e. promosi. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan.

g. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. h. e.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pemberian pelayanan jasa. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. penelaahan. prosedur. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. norma. Bagian Tata Usaha. d. d. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. f. 211 . Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi.

Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. e. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. dokumentasi dan tata naskah. kearsipan. b. akuntansi. terdiri dari: a.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kehumasan dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. 212 . Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. hukum. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kepegawaian serta rumah tangga Pusat.

penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. d. c. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas standar. norma dan kriteria. penyiapan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan. Subbidang Perencanaan. pedoman. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma. 213 . penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. pelaksanaan. b. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. kerja sama.

(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan kerja sama. kerja sama. pelaksanaan. 214 . serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. Subbidang Sarana dan Prasarana. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. promosi. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. terdiri dari: a. d. Direktorat Jenderal. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. 216 . (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. e. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. b. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Inspektorat Jenderal dan Badan. c. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. c. 217 . dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. f. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. serta neraca energi dan sumber daya mineral. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. b. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. i. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. g. j. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. e. h. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. k. d. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral.

terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. d. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Subbagian Tata Usaha Pusat. pelaporan dan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Bakoren. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Bidang Kajian Strategis. serta kearsipan Bakoren. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. c. c. Bagian Tata Usaha. b. 218 . d. serta kearsipan Pusat. b. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. pelaksanaan urusan tata usaha. dukungan operasi kerja. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. dan persuratan dinas. c. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. rumah tangga. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. e. persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. 219 . serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. penyiapan norma. persuratan dinas dan kearsipan. j. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. f. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. c. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. g. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. d. l. i. terdiri dari: a. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. k. b. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. h.

Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. penyiapan. pelayanan data dan informasi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 220 .Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyusunan rumusan norma. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelahaan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. b. e. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. b. penelaahan. c. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. f. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.

penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. bitumen padat. b. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. penelahaan. f. terdiri dari: a. 221 . e. b. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. penelahaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. pelaksanaan. gambut. d. air tanah dan kegeologian. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi. pelaksanaan kajian kebijakan strategis.

(4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. 222 .

perencanaan kerja.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. organisasi. 223 . (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. standardisasi teknis. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dokumentasi. penganggaran. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.a kepada pejabat eselon I. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. dan keselamatan umum. regulasi ekonomi dan keteknikan. peralatan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. peraturan perundang-undangan. dengan lingkup meliputi personil.

224 .b. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Direktur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Inspektur. Direktur Jenderal. (3) Kepala Biro.BAB XIV ESELON. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur. Sekretaris Direktorat Jenderal.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Kepala Bagian.a. Kepala Pusat. (5) Kepala Subbagian.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. 225 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. X.d. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi.

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 . dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. fungsi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. susunan organisasi.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful