MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

b. Lembaga Pemerintah Non Departemen. dan lembaga lain yang terkait. koordinasi kegiatan Departemen. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. 5 . Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. b. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. e. Kementerian Negara. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. terdiri dari: a. d. Biro Keuangan. Biro Kepegawaian dan Organisasi. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Departemen lain. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Umum.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. d.

Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. d. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. dan rencana anggaran. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Bagian Perencanaan Anggaran. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. k. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. l. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta perumusan akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. 6 . Bagian Kerja Sama. serta rencana strategis. j. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. menengah dan tahunan. rencana dan program kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. rencana kerja dan anggaran. e. terdiri dari: a. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. perumusan kebijakan pembangunan. Bagian Analisis dan Evaluasi. c. h. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana anggaran. e. serta kerja sama. penyusunan harga satuan. rencana dan program kerja dan anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. rencana pembangunan jangka panjang. c. i. evaluasi kebijakan pembangunan. d. b. g. f. b. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.

Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. dan Badan Geologi. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. d. 7 . f. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan RK-KL. terdiri dari: a. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Penunjang. penelaahan. standar dan kriteria rencana kerja. b. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penyiapan rumusan norma. Menengah dan Tahunan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal. e. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. c. c. penelaahan. b. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen.

c. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Subbagian Penganggaran Penunjang. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. b. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). b. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan standar. c. dan Badan Geologi. dan 8 . Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penelaahan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. kriteria perencanaan anggaran. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. e. f. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran.

Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. d. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. RKA-KL. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. e.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. g. penyiapan bahan sidang. b. 9 . Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. c. tahunan dan rencana strategis. menengah. norma. c. kriteria akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan standar. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. rencana pembangunan jangka panjang. penelaahan.

rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan. Inspektorat Jenderal. Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. f. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. serta pengelolaan kerja sama Departemen. e. c. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. d. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta kerja sama asosiasi. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. dan Badan Geologi. 10 . Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. norma. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. kriteria kerja sama. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. g. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. h.

serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. penelaahan. 11 . perencanaan. kepangkatan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pembinaan mutasi. pemensiunan. c. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. disiplin. pengadaan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. penelaahan. dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. jabatan struktural dan fungsional. d. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. e. penempatan dan pengembangan pegawai. b. c. penelaahan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. terdiri dari: a. serta penyiapan penetapan pemberhentian. dan kesejahteraan pegawai. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. b. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. Subbagian Kerja Sama Bilateral. pengembangan organisasi dan tata laksana. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi.

i. k. penyusunan rencana formasi. b.f. penyiapan rumusan standar. Bagian Mutasi Pegawai. terdiri dari: a. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. serta kartu PNS. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. b. pengelolaan sistem informasi pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. j. f. h. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pola dan pengembangan karir pegawai. pengadaan. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). serta administrasi penugasan ke luar negeri. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. 12 . e. evaluasi pembinaan kepegawaian. g. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyiapan rumusan rencana. c. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta standardisasi kompetensi jabatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. norma. g. d. d.

serta kesejahteraan pegawai Departemen. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. urusan tugas belajar dan izin belajar. penelaahan. 13 . serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. bimbingan teknis. c. penyiapan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. dan Kartu PNS Departemen. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. pemindahan. Subbagian Pengembangan Karir. pemberhentian dan disiplin. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. pengelolaan administrasi tugas belajar. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. kompetensi pegawai. j.h. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. kepangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan. penelaahan. terdiri dari: a. i. b.

e. b. kriteria mutasi pegawai. serta Kartu Istri. pemberhentian. Subbagian Mutasi Jabatan. f. serta kesejahteraan pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. penarikan kembali. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. h. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Askes. dan Bapertarum. pembebasan sementara. penelaahan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. pemberhentian dan disiplin. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. dan penilaian angka kredit. g. pengangkatan kembali. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. penyiapan standar. c. dipekerjakan. pelaksanaan disiplin pegawai. terdiri dari: a. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. norma. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. Taspen. pemindahan. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. Kartu Suami. b. cuti. kepangkatan. dan penarikan kembali pegawai. pemberhentian. k. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pelaksanaan. d. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemindahan pegawai. dipekerjakan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. i. pelaksanaan kesejahteraan. pemindahan. kepangkatan. 14 . pelaksanaan kepangkatan. j. pemindahan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. perbantuan. dan penilaian prestasi pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. perbantuan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai.

evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. c. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. jabatan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. Taspen. disiplin. penilaian angka kredit. kepangkatan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Kartu Istri. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pelaksanaan. penyiapan. pemberhentian. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penghargaan. penelaahan. penghargaan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pemindahan. e. Bapertarum pegawai Departemen. Kartu Suami. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Daftar Urut Kepangkatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pelaksanaan. Askes. pengadaan pegawai. dan daftar riwayat hidup pegawai. i. g. pelayanan kesehatan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. dan administrasi lembaga tripartit.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian dan pemensiunan. h. d. penggajian. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. 15 . penyusunan laporan kekuatan pegawai.

penggajian. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penelaahan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. terdiri dari: a. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta evaluasi. penelaahan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. b. pemberhentian. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta pengembangan organisasi dan jabatan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). serta pedoman penyempurnaan organisasi. kriteria pengembangan organisasi. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. penghargaan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. 16 . Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. c. penyiapan rumusan standar. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. d. jabatan. pelaksanaan. klasifikasi dan peta jabatan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. c. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengadaan pegawai. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kepangkatan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. norma. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pelaksanaan. pendidikan dan pelatihan pegawai. pemindahan. e.

Subbagian Tata Laksana. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. pengembangan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. Subbagian Kelembagaan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pengembangan. administrasi keuangan. standardisasi kompetensi jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. h. peta jabatan. b. c. pola hubungan kerja. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. analisis beban kerja. terdiri dari: a. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pengembangan. 17 . penelaahan.f. evaluasi dan klasifikasi jabatan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan.

c. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan. dan implementasi sistem akuntansi. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. d. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. serta nota keuangan. laporan realisasi anggaran. h. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. j. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Kekayaan Negara. c. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. g. perbendaharaan. b. pembinaan inventarisasi. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). l. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. terdiri dari: a. Bagian Pendapatan dan Belanja. f. Bagian Perbendaharaan. k. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. kekayaan negara dan akuntansi. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan akuntansi. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. i. serta bimbingan teknis perbendaharaan. e. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. e. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. penyelesaian kerugian negara. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Akuntansi. serta pembinaan perbendaharaan. serta Neraca Departemen. 18 . Pasal 49 Biro Keuangan.

penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. k. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan target. h. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penelaahan. Subbagian Anggaran Belanja. j. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan standar. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Anggaran Pendapatan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. norma. 19 . c. pelaksanaan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. f. d. g. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. e. i. dan urusan tata usaha Biro. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penelaahan. b. terdiri dari: a. penyiapan.

c. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penelaahan. g. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. pelaksanaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta pembagian iuran sumber daya alam. b. d. b. norma. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. dan pengelolaan SPM. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. f. 20 . serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. e. penelaahan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Inspektorat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Geologi. terdiri dari: a. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi.

kriteria pengelolaan kekayaan negara. f.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. ganti rugi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. dan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. e. c. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. 21 . b. tuntutan perbendaharaan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. c. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. d. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. g. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penelaahan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. b.

penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. 22 . pelaksanaan verifikasi. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. c. g. e. Subbagian Penyiapan Neraca. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. Pasal 64 Bagian Akuntansi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. pelaksanaan. c. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. b. Badan Geologi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. rekonsiliasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). terdiri dari: a. d. Batubara dan Panas Bumi.

konsolidasi. dan implementasi SAI Departemen. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. Neraca. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. equitas dana. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penelaahan. rekonsialiasi. penelaahan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. dan bantuan hukum. serta kehumasan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. pengelolaan dokumentasi. d. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. bantuan hukum. serta pelaksanaan kehumasan. h. dan implementasi SAAT Departemen. b. penelaahan. verifikasi anggaran. f. bantuan hukum dan kehumasan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. c. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan penyelesaian kasus hukum. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta hubungan masyarakat Departemen. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). kewajiban.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bantuan hukum. serta program legislasi dan regulasi. pelaksanaan. e. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). g. 23 . penelaahan.

c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. d. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Penelaahan Hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Bantuan Hukum. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. e. terdiri dari: a. b. Bagian Hubungan Masyarakat. c. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. serta program legislasi dan regulasi Departemen. penelaahan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. evaluasi peraturan perundang-undangan. c.i. dan bantuan hukum. e. b. j. 24 . Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. d. b. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.

Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. 25 . Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. b. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. g. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. penyiapan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. e. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. norma. penyiapan. kriteria kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Batubara dan Panas Bumi. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. h. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.

dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. b. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. f. Batubara dan Panas Bumi. norma. penelaahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. d.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penelaahan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. dan unsur unit penunjangnya. c. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. 26 . evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. b. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. penelaahan.

dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. terdiri dari: a. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. dan unsur unit penunjangnya. serta monitoring dan analisis berita. pelaksaaan. pelaksaaan. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. b. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. penelaahan. e.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. konferensi pers. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. f. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. d. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. 27 . kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peliputan dan perekaman kegiatan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. penelaahan. pelaksanaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. konferensi pers.g. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. j. penelaahan. penerbitan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan peliputan. pelaksanaan. 28 . rumah tangga Sekretariat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. abstrak peraturan perundang-undangan. c. terdiri dari: a. h. dan urusan tata usaha Biro. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Publikasi. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pameran Departemen. i. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. b. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. penyediaan sarana dan prasarana kerja. tata persuratan dinas dan kearsipan. tata usaha dan kearsipan. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. e. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perlengkapan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan keamanan dan keselamatan. i. f. Kepala Biro dan Kepala Pusat. d. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. terdiri dari: a. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. tugas 29 . penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. pengelolaan rumah tangga. d. perlengkapan dan pengadaan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. c. h. b. Sekretaris Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. f. e. c. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Pasal 87 Biro Umum. j. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. pengadaan.

Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. c. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Menteri. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. d. terdiri dari: a.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. b. persuratan dinas. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. b. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. c. pelantikan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. e. f. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Medan Merdeka Selatan 18.

serta urusan tata usaha dan ekspedisi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. c. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. f. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. c. e. b. penyiapan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. b. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. 31 . penjadwalan kegiatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. norma. pelaksanaan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. penelaahan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan standar. persuratan dinas. d. Subbagian Kearsipan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan ekspedisi surat dinas.

Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. keselamatan. f. Staf Ahli. Kepala Biro dan Kepala Pusat. keselamatan. 32 .Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Thamrin 1. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. M. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. b. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. d. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal.H. e. b. serta pengadaan. terdiri dari: a. Staf Ahli. Jakarta Pusat). serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. c. c.

penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. norma. penyiapan bahan rumusan standar. c. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. g. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. inventarisasi. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Rencana Kebutuhan. b. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan kegiatan. pelaksanaan pengadaan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. c. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. dan kearsipan Staf Ahli. penelaahan penyiapan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. d. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. b. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. Subbagian Pengadaan. 33 . f.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.

norma.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. kriteria. b. pedoman. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. penyusunan standar. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. c. 35 . e. e. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. d. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b.

f. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. i.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 36 . pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. c. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. kearsipan. Bagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. d. e. satuan kerja. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan urusan ketatausahaan. g. c. e. ketatalaksanaan. pelaporan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. d. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. penelaahan. j. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. d. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. c. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. n. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. g. perumusan pengaturan. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. e. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. i. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. implementasi Sipeg. WP & B). l. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. k. pelaksanaan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. m. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. 41 . serta perhitungan bagi hasil. b. h. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. rencana dan program.

serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. serta data kebutuhan. p. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. b. penyusunan statistik. f. e. g. c. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. evaluasi kebijakan. ketersediaan dan infrastruktur sektor. norma. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional.o. terdiri dari: a. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. d. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. b. c. pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. f. penyiapan rumusan. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. serta pencadangan strategis. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. 42 . e. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. d. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. b. terdiri dari: a. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133.

g. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. permasalahan iklim usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. 43 .Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. terdiri dari: a. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. f. d. penyiapan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. c. b. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. e. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. serta penyediaan informasi. dan terms of condition KKS. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penelaahan. norma. dan pelaksanaan sosialisasi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. pengumpulan data potensi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi.

norma. serta bagi hasil daerah. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. penyiapan. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. 44 . serta biaya operasi. h. pajak. penelaahan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. tugas serta induk. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. d. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). retribusi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. j. i. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penelaahan. c. b. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. e. penyiapan. f. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. g. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). pelaksanaan pencatatan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemeriksaan dan pengujian. tugas serta induk. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara.

norma. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. tenaga kerja asing. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penelaahan. harga minyak mentah Indonesia. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. retribusi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. PNBP dan tarif iuran. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan. b. lifting dan target penerimaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pajak. 45 . serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. b. penelaahan. f. c. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. pelaksanaan. g. tenaga kerja asing. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. d. terdiri dari: a. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penggunaan barang operasi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pemberdayaan produksi dalam negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. j. pelaksanaan. 46 . rencana impor barang operasi. penyiapan.h. dan kerja sama dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan. penelaahan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. rencana penggunaan tenaga kerja asing. b. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. b. i. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan tenaga kerja asing. fasilitasi lembaga tripartit. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. k. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri.

serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. g. c. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. 47 . penyiapan. pelaksanaan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. b. e. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. f. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional.c. penelaahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. terdiri dari: a. serta kerja sama Pemerintah Daerah. b. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional.

f. e. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. 48 . Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan standar. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. l. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. h. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. b. c. d. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). b. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. i. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. h. g. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. d. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. f. k. norma. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. g. pengelolaan WK. c. kriteria pengelolaan WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a.d. pelaksanaan pengumuman WK. terdiri dari: a. Subdirektorat Wilayah Kerja. f. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. e. e.

(2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. b. e. 49 . Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. terdiri dari: a. terdiri dari: a. c. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. norma. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. b. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. penelaahan. penilaian. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan. b. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. d. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. kriteria usaha eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. f.

50 . g. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. penelaahan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. pelaksanaan. j. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan rumusan standar. b. b. penyiapan. penelaahan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. h. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. d. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. i. norma. pelaksanaan. c. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. f.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. e. kriteria.

c. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. e. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. tumpang tindih lahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. norma. penelaahan. kriteria usaha eksploitasi. b. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. g. f. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. b. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. 51 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyiapan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan.

Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. penelaahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. g. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penyiapan. d. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. norma. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. i. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. 52 . pelaksanaan pembinaan teknis. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. e.

pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. perumusan jenis bahan bakar minyak. g. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. d. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan Penugasan. c. penelaahan. Light Natural Gas (LNG). serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. b. penelaahan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. h. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. bahan bakar gas. pelaksanaan. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Penyediaan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penyiapan. i. f. Light Petroleoum Gas (LPG). 53 . (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). e.

f. d. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. k. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. bahan bakar gas. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. l. e. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.j. b. i. c. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. LPG. d. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. norma. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. bahan bakar lain. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. LNG. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. f. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. b. j. h. 54 . Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. penyiapan perizinan usaha pengolahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. e. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. g. terdiri dari: a.

terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. norma. 55 . pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. penyiapan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. c. e. g. pengelolaan data. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. d. penelaahan. f. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. hasil olahan dan bahan bakar lain. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. b. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.

Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. b. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. serta penyiapan penetapan P3JBT. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. j. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. e.i. d. norma. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. 56 . penyiapan rumusan formulasi harga. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. bahan bakar gas dan LPG. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. kriteria harga bahan bakar. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penelaahan. b. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. gas bumi. norma. d. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. LPG. penyiapan rumusan standar. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan data. g. g. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. kriteria usaha niaga. h. 57 . c. h. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penelaahan. b. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. f. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas.f. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penyiapan. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan. penyiapan perizinan usaha niaga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. e. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. i. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. LNG. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

tugas 58 . petrokimia. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Proses Non Bahan Bakar. penyiapan norma. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. b. f. hasil olahan dan bahan bakar lain. b. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. c. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Seksi Niaga Minyak Bumi. Seksi Niaga Gas Bumi. penelaahan.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha non bahan bakar. LPG. dan non bahan bakar lainnya. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. pelumas. biodiesel. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. LNG. d. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. b. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195.

kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. biodiesel. d. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. f. petrokimia. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. lindungan lingkungan. usaha penunjang. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. 59 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. biodiesel. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. dan non bahan bakar lainnya.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan. kelaikan teknis. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. h. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. g. b. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. produk. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. petrokimia. penyiapan. c. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. dan non bahan bakar lainnya. e. serta penggunaan tenaga teknik. profesi personil. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

g. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. b. d. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. h. c. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. f. e. e. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.i. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. j. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. 60 .

dan kalibrasi alat ukur. penelaahan. e. instrumentasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. terdiri dari: a. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. K3. b. penyiapan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. f. g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. 61 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan operasi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. instalasi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. dan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. d. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pelaksanaan. penyiapan. norma. c. penyiapan. penyiapan rumusan standar. dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan kalibrasi alat ukur. terdiri dari: a. instrumentasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. instalasi. d. keselamatan operasi. K3. 62 . pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengangkutan. penelaahan. penelaahan. b.

Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. b. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. 63 . penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan.f. pengangkutan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Penyimpanan. penyiapan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Penyimpanan. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Penyimpanan. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. c. terdiri dari: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. g. serta penjaminan pasca operasi.

b. b. norma. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. pelaksanaan. dan kriteria usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.d. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. c. penelaahan. pelaksanaan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. f. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. 64 . e. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.

produk. profesi personil. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.d. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penelaahan. pelaksanaan. 65 . f. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 67 . dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. norma. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. e. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. kriteria. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. c.

pengelolaan urusan ketatausahaan. 68 . pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. b. c. terdiri dari: a. kearsipan. h. g. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. satuan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. d. f. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. i. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. dan rumah tangga. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan.

penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. terdiri dari: a. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. d. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. b. f. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. e.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. c. Bagian Keuangan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. g. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. situs. akuntabilitas kinerja. 69 . penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Laporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. b. d. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. jaringan. Kelompok Jabatan Fungsional. e.

Pasal 237 Bagian Keuangan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. b. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Kekayaan Negara. e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. f. d. pelaksanaan. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perbendaharaan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyelesaian kerugian negara. penyiapan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. b. satuan kerja. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. penelaahan. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 70 . c.

c. serta kehumasan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. d. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Informasi Hukum. penelaahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. b. 71 . c. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pertimbangan hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelayanan konsultasi hukum. f. laporan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. b. terdiri dari: a. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pelaksanaan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan.

pelaksanaan urusan kesekretariatan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. terdiri dari: a. dan Implementasi Sipeg. b.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. kebersihan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan kearsipan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. telepon. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pengadaan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. d. pertamanan dan perparkiran. b. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. c. penelaahan. pengurusan formasi. 72 . f. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. e. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. mutasi. ekspedisi persuratan dinas. c. serta urusan keprotokolan dan upacara. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. keamanan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. perlengkapan dan rumah tangga. g. pelaksanaan.

rencana pengadaan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. pelaksanaan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. rencana dan program. g. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. rencana dan program. evaluasi kebijakan. h. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. 73 . e. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). c. d. implementasi Sipeg. persuratan dinas dan kearsipan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. lembaga sertifikasi dan asosiasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. b. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. e. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. d.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. e. b. penyiapan rumusan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. g. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. f. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. 74 . Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. b. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. c. b. serta program pengembangan jaringan transmisi. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan.

Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. 75 . penyiapan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. b. d. b.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. c. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan.

76 . serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penelaahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. pelaksanaan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. d. penelaahan. c. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penyiapan bahan rumusan standar. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penyiapan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. f. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. norma. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. e. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. kriteria tenaga listrik sosial. b. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. b.

pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. multilateral dan regional. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. lembaga sertifikasi. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan rencana. penyusunan dokumen perjanjian. penyiapan rumusan rencana dan program. b. 77 . Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. d. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penelaahan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. c. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. asosiasi dan lembaga lainnya.

pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelaksanaan pengelolaan data. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. c. penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. b.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. b. d. e. 78 . pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan. pengolahan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. 79 . penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. d. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. c. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. e. g. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. b.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. i. pembinaan. c. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. b. b. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta perlindungan konsumen. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. f. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik.

Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta efisiensi dan transparansi usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. c. serta penetapan wilayah usaha. tugas 80 . b. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. d. d. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik.c.

Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. pelaksanaan. Seksi Pelayanan Izin Usaha. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengawasan Izin Usaha. c.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. terdiri dari: a. 81 . penyiapan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. f. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pemberian sanksi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. norma. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. terdiri dari: a. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. b.

b. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. d. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. b.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. 82 . serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. norma. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. kriteria hubungan komersial. pelaksanaan. c. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. f. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. penelaahan. b. pelaksanaan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. d. norma. penyiapan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. mempunyai tugas 83 . c. b. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. e. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik.

e. b. lindungan lingkungan. c. lindungan lingkungan. f. kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta pembinaan teknis. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. kelaikan teknis. 84 . sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. g. produk. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. keselamatan dan K3. profesi personil. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. e. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. b. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. i. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. h. serta penggunaan tenaga teknik. c.

Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan. b. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. e. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. c. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. f. g. b. penyiapan. penelaahan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. d. serta Rancangan SNI. 85 . penelaahan.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. keselamatan operasi. kalibrasi alat ukur. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. penyiapan. penelaahan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kelaikan peralatan. b. f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. 86 . pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. dan K3. instrumentasi. e. penelaahan. penyiapan. norma. terdiri dari: a.

Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penelaahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. f. d. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. c. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. b. e. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. 87 . Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. terdiri dari: a. g. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik.

serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. penyiapan. e. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. b. b. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. c. 88 . Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. d. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan.

terdiri dari: a. d. norma. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. g. penelaahan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. profesi personil. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. 89 . b. produk. c. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. e. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.

Kelompok Jabatan Fungsional. norma. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. d. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. energi perdesaan dan konservasi energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. penyiapan rumusan standar. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. 90 . Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. e. f. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Subdirektorat Konservasi Energi. b. Subdirektorat Energi Perdesaan. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. h. Subdirektorat Bimbingan Teknis. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana dan program energi baru terbarukan. e. kriteria pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. c. b. f. energi alternatif. g. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. d. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. c.

evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. d. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. b. b. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. penyiapan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi.d. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. e. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. e. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 91 . penelahaan. c. terdiri dari: a. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. norma. b. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. terdiri dari: a.

Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penelahaan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. c. b. serta evaluasi atas program konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. penyiapan. penelahaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. b. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan standar. penelahaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penyiapan. 92 . Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. rencana dan program. Seksi Penerapan Konservasi Energi. penelahaan. e. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi.

e. b. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. c.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. rencana dan program. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program energi perdesaan. penelahaan. terdiri dari: a. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. serta pedoman pengembangan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberdayaan masyarakat. Seksi Program Energi Perdesaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan.. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. 93 . norma. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan. b. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. d.

Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. 94 . serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. b. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. b. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. c. penyiapan.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 .

e. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. dan prosedur di bidang mineral. d. batubara dan panas bumi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. c. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. kriteria. penyusunan standar. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. norma. batubara dan panas bumi. 96 . dan panas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. batubara dan panas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara.

Batubara dan Panas Bumi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. h. dan rumah tangga. Direktorat Pembinaan Program Mineral. i. g. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. c. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. kearsipan. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. 97 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d. b. satuan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi.

Bagian Rencana dan Laporan. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. pengelolaan sistem. b. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. terdiri dari: a. d. e. pelaporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. ketatalaksanaan. e. pelaporan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Laporan. g. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. 98 .Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. jaringan dan situs informasi. c. Bagian Keuangan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. rapat koordinasi. c. f. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan.

(3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. c. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. 99 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. satuan kerja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 354 Bagian Keuangan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. f. b. serta pengurusan revisi anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. jaringan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c.

pertimbangan hukum. pelaksanaan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. c. b. laporan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. d. penelaahan. b. penelaahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. f. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. 100 . (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan informasi. penelaahan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan konsultasi hukum. c. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta kehumasan. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum.

mutasi. pelaksanaan. pengurusan formasi. batubara.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. g. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. b. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengadaan pegawai. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. kebersihan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. dan kearsipan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 101 . panas bumi dan air tanah. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi persuratan dinas. f. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pemberhentian. pertamanan dan perparkiran. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. dan Implementasi Sipeg. penelaahan. telepon. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. keamanan. perlengkapan dan rumah tangga. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. c. perlengkapan dan rumah tangga. d. serta urusan keprotokolan dan upacara. e. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris.

perumusan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. neraca sumber daya wilayah kerja. dan produksi. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. 102 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. batubara. persuratan dinas dan kearsipan. investasi dan pendanaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. dan produksi. wilayah kerja. c. rencana dan program di bidang mineral. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. d.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta penetapan wilayah kerja. b. Subbagian Kepegawaian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. implementasi Sipeg. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. c. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. rencana pengadaan. penelaahan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. cadangan atau potensi. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja.

menengah dan tahunan berbasis kinerja. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. e. c. e. batubara. batubara. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. terdiri dari: a. serta perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Batubara dan Panas Bumi. g. pengelolaan data.e. evaluasi kebijakan. panas bumi dan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. i. eksplorasi dan operasi produksi. h. c. f. b. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Batubara. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. pencatatan dan perhitungan PNBP. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. 103 . Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. d. b. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. d. j. f. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan perencanaan.

104 . serta kerja sama di bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. b. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan. Seksi Program Mineral dan Batubara. panas bumi dan air tanah. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. panas bumi dan pengelolaan air tanah. e. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. penyiapan. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta pemantauan pelaksanaan investasi. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. batubara. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. d. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor.

penelaahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. 105 . Seksi Kerja Sama Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. c. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. terdiri dari: a. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. penelaahan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. d. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Kontrak Karya (KK). pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah.

c. penyiapan. kriteria pencadangan wilayah kerja. penelaahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. f. d. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan.e. batubara. panas bumi dan air tanah. b. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. serta penyusunan statistik pengusahaan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. 106 . panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. norma. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penelaahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. b. batubara. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

neraca sumber daya. statistik. (2) Seksi Informasi Mineral. cadangan dan wilayah kerja. Batubara. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. panas bumi dan air tanah. penyiapan. pencadangan dan potensi di bidang mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. penelaahan. 107 . batubara dan panas bumi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah. f. g. penelaahan. Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. batubara. h. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. batubara. serta penetapan wilayah kerja. terdiri dari: a. penyiapan penetapan potensi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. Seksi Informasi Mineral. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. pelaksanaan. b.

penyiapan. b. pelaksanaan pencatatan. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. 108 . terdiri dari: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. batubara dan panas bumi. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. c. pemeriksaan dan pengujian PNBP. e. d. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Seksi Penerimaan Negara Batubara. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan. serta bagi hasil daerah. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

g. f. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. b. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. d. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. 113 . (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. c. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. b. pelaksanaan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a.

pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. d. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. terdiri dari: a. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. b.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Hubungan Komersial Batubara. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. c. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 114 . g. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. e. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. b. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. h. f. Seksi Hubungan Komersial Mineral. i. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan. perumusan pengaturan.

serta pengelolaan air tanah. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. g. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. f. c. e. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta pengelolaan air tanah. c. d. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rumusan standar. l. f. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. b. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. 115 . serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. g. Kelompok Jabatan Fungsional. dan perubahan batas wilayah kerja. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. k. terdiri dari: a.j.

serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. i. b. b. 116 . Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. penelaahan.h. e. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. studi kelayakan dan eksploitasi. pelaksanaan fasilitasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. d. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta pengelolaan air tanah. c. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Seksi Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah.

penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta pengendalian air tanah. g. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. f. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. 117 . Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. e. d. serta pengendalian air tanah.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya.

Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. e. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. 118 . Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. penelaahan.h. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta pengelolaan air tanah. d. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. penelaahan. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. b. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.g. e. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. h. b. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. c. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. d. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. 119 . penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. f. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi.

serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. terdiri dari: a. serta air tanah. pelaksanaan. 120 . Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. b. pelaksanaan. penelaahan. Seksi Konservasi Air Tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta ketatausahaan. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.

standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. dan panas bumi. terdiri dari: a. h. d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. b. kelaikan teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. produk. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. lindungan lingkungan. g.d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi. f. f. batubara. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. 121 . Subdirektorat Standardisasi Mineral. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. batubara dan panas bumi. j. profesi personil. panas bumi dan air tanah. kelaikan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. K3. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. lindungan lingkungan. e. c. Subdirektorat Standardisasi Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi.

(2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. produk. penyiapan rumusan standar. b. profesi personil. d. pemurnian. terdiri dari: a. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. norma. batubara. dan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Seksi Standardisasi Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. e.c. Batubara. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. 122 . penelaahan. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta konservasi mineral dan batubara. dan Panas Bumi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. jenis dan mutu produk. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. f.

konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. e.b. 123 . penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. pelaksanaan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. dan konservasi mineral. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batas wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. serta konservasi mineral dan batubara. b. batubara dan panas bumi. c. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. f. penelaahan. terdiri dari: a. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penelaahan.

terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. g. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. 124 . (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. penelaahan. i. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. e. b. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. batubara. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. batubara dan panas bumi. Batubara. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. h.

penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan. c. 125 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. instrumentasi. norma. penyiapan. pelaksanaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penimbunan. Batubara. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. d. penyiapan rumusan standar. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. dan panas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. keamanan instalasi. b. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pengangkutan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. terdiri dari: a. batubara. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Keselamatan Batubara. pelaksanaan. b. e. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. kalibrasi alat ukur. g. f.

b. c. 126 . dan kriteria usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. e. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. panas bumi dan air tanah. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. dan Panas Bumi. norma. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Seksi Usaha Penunjang Batubara.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

b. d. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. terdiri dari: a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. e. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat III. Inspektorat II. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. keuangan. d. b. Inspektorat IV. 128 . pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan laporan hasil pengawasan.

pengelolaan jaringan dan situs informasi. e. keamanan. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. f. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. 129 . e. perlengkapan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. h. d. c. i. Bagian Umum dan Keuangan. kearsipan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. k. Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. Bagian Rencana dan Laporan. keprotokolan dan rumah tangga. pengurusan kepegawaian dan organisasi. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. b. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan urusan tata usaha. j. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. g.

penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. program kerja. g. dan rencana kerja. jaringan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. 130 . jaringan dan situs informasi. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. situs. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. c. pelaksanaan. penyiapan. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. akuntabilitas kinerja. satuan kerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Subbagian Penyiapan Laporan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. e. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. pelaporan. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. h. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. pelaporan. ketatalaksanaan. j. penyajian informasi. f.

pelaksanaan analisis. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Direktorat Jenderal Mineral. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. d. c. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. 131 . analisis hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. penyiapan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. penelaahan. pengolahan. e. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. b. Badan Geologi. pelaksanaan. b. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral.

pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. masyarakat dan yustisia. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. serta pemberian pertimbangan hukum. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. e. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. pertimbangan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. dokumentasi hukum. 132 . serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penelaahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. penelaahan. pelaksanaan. bantuan hukum. penyiapan. penyiapan koordinasi urusan hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi hukum. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penyuluhan. Subbagian Hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. dokumentasi dan tata naskah. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. perpustakaan. dan implementasi Sipeg. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. c. serta pemberian pertimbangan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kepegawaian. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. d. b. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan.

Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. perbendaharaan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. k. dan implementasi Sipeg. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. i. perlengkapan. perlengkapan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. b. penelaahan. f. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. g. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. h. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. perbendaharaan. dan kearsipan. j. e. pengurusan penganggaran. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. kebersihan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta pengurusan administrasi keuangan. persuratan dinas.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. 133 . Subbagian Rumah Tangga. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dokumentasi dan tata naskah. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. rumah tangga dan kehumasan. rumah tangga dan kehumasan. d. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. pelaksanaan keamanan. b. keprotokolan dan kehumasan. serta pengurusan administrasi keuangan. pelayanan kesekretariatan.

e. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). d. c. penelaahan. perlengkapan dan pengadaan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan kehumasan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perumusan laporan hasil pengawasan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan administrasi keuangan. b. kebersihan. pemeriksaan. penelaahan. serta evaluasi atas urusan keamanan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pelaksanaan. 134 . pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. kearsipan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. perencanaan kebutuhan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. 139 . (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

140 . c. b. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Pusat Sumber Daya Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Sekretariat Badan Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. b. Pusat Lingkungan Geologi. f. e. pelayanan survei geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. penelitian dan pelayanan. Pusat Survei Geologi. h. g. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. dan geologi lingkungan. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. d. c.

Bagian Kepegawaian. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. b. dan rumah tangga. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. f. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. h. j. Bagian Keuangan. kearsipan. e. informasi hukum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Bagian Umum. c. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta perencanaan kerja. d. terdiri dari: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. 141 . i. g. pelaporan. serta pelaksanaan bantuan hukum. koordinasi pelayanan administratif Badan.

penyusunan rumusan ketatalaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. d. satuan kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. b. e. Subbagian Pengelolaan Informasi. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. Subbagian Laporan. 142 . serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. f. situs. penelaahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penelaahan. jaringan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. pelaporan. ketatalaksanaan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penyajian informasi.

Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengembangan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pemberhentian. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyiapan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. 143 . pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengadaan. kepangkatan. penyiapan. penelaahan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. d. pelaksanaan. kesejahteraan. penyiapan. b. kesejahteraan. penelaahan. serta evaluasi atas mutasi. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pelaksanaan. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengangkatan. serta evaluasi atas perencanaan. penggajian. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dan analisis jabatan. pengembangan. Subbagian Pengembangan Pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kepangkatan. serta implementasi Sipeg. serta pengembangan organisasi Badan. serta implementasi Sipeg Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. e. penggajian. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. c.

dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan rumah tangga. 144 . laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Neraca. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. e. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. c. Subbagian Kekayaan Negara. kearsipan. PBI Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyelesaian kerugian negara. d. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. Subbagian Akuntansi. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perlengkapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 517 Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyelesaian kerugian negara. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. f. dan revisi anggaran Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan.

persuratan dinas dan kearsipan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. kebersihan dan keamanan Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. dan kearsipan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. informasi dan dokumentasi hukum. perpustakaan. pengadaan. dan rumah tangga. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pengurusan perlengkapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. terdiri dari: a. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. penyiapan. perlengkapan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. penelaahan. serta keprotokolan dan upacara Badan. Pasal 521 Bagian Umum. rencana kebutuhan dan pengadaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelayanan kesekretariatan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Subbagian Hukum. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kehumasan. distribusi penggunaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. e. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. f. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. c. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. bantuan hukum. kearsipan. dan pemeliharaan barang inventaris. kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. persuratan dinas. 145 . d.

Bidang Program dan Kerja Sama. serta pemetaan tematik potensi. rekayasa teknologi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. i.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Bidang Sarana Teknik. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. e. 146 . b. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dan panas bumi. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. administrasi keuangan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta rancang bangun dan pemodelan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Bidang Informasi. h. bitumen padat. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. c. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. penyelidikan. f. j. g. keuangan. batubara. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penyusunan neraca sumber daya geologi. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. e. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelidikan. gambut. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. dan kepegawaian Pusat. d. Kelompok Jabatan Fungsional. mineral.

pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. c. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. 147 . keselamatan kerja dan keprotokolan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengangkatan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. kebersihan. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengurusan perencanaan. c. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.d. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. c. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta kerja sama pelayanan jasa. 148 . penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyusunan akuntabilitas kinerja. d. Subbidang Laboratorium. e. penelaahan. f. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 149 . Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. serta pengelolaan perpustakaan. b. penyiapan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 540 Bidang Informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. b. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. jaringan dan situs informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan. Subbidang Program. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. penganggaran. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. d. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.

pemodelan. serta pos pengamatan gunung api. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. 150 . sosialisasi. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan kepegawaian Pusat. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan gerakan tanah. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan gerakan tanah h. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. tsunami. e. c. g. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. i. penelaahan. f. perpustakaan. serta sesar aktif. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. rumah tangga. operasi perangkat lunak. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. gempa bumi. b. penyelidikan. j. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. dokumentasi. tsunami. dan rekayasa teknologi. gempa bumi. penelaahan. sistem. pengelolaan ketatausahaan. serta rancang bangun. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. administrasi keuangan. d.

c. b. l. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 151 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta perpustakaan. terdiri dari: a. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pemelaahan. pelaksanaan pengelolaan sarana. penyelidikan.k. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. keuangan. evaluasi pelaksanaan penelitian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengembangan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. keamanan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. kearsipan. d. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengurusan. b. Bagian Tata Usaha. keuangan.

serta penetapan status dan peringatan dini. penelaahan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. penetapan status. geokimia dan deformasi. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. b. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pelaksanaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. administrasi keuangan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. terdiri dari: a. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 152 . pelaksanaan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pengurusan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. b. pemelaahan. d. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api.

Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. 153 . penelaahan. pelaksanaan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. terdiri dari: a. b. pelaksanaan. c. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah.

154 . Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. gerakan tanah dan tsunami. e. f. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta pelaksanaan atas perencanaan program. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penyelidikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. b. penelaahan. d. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. c. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi.

h. d. Bidang Sarana Teknik. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. j. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyelidikan. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. e. Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Informasi. f. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengurusan perencanaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rekayasa teknologi. pengelolaan ketatausahaan. pengangkatan. d. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. geologi teknik dan air tanah. geologi teknik dan air tanah. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. c. pengembangan. k. i. rumah tangga. administrasi keuangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. b. keuangan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan pengelolaan tata ruang. c. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Bagian Tata Usaha. 155 . pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. dan kepegawaian Pusat.

penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. 156 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. kebersihan. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. keamanan.c. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. d. terdiri dari: a. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d.

Subbidang Laboratorium. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta kerja sama pelayanan jasa. e. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Program. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 157 . Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Kerja Sama. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. c. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pemutakhiran basis data. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 158 . serta operasi perangkat lunak informasi. penganggaran. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 578 Bidang Informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. b. serta pengelolaan perpustakaan. c. d. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi. dokumentasi dan publikasi. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pengelolaan. penelaahan.

pemetaan geologi. inventarisasi hasil survei. pengelolaan ketatausahaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan penelitian. penyelidikan dan survei di bidang geologi. sosialisasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. f. j. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. geokimia. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. m. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. h. pemetaan. administrasi keuangan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. sistem. dokumentasi. penelaahan. penelitian dan penyelidikan geologi. perpustakaan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. k. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. operasi perangkat lunak. dan kepegawaian Pusat. i.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. pelayanan jasa survei. geofisika. tektonik. rekayasa teknologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pemetaan dan penelitian geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. g. geomorfologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. l. pelaksanaan. 159 . pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data.

Bidang Program dan Kerja Sama. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Sarana Teknik. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. c. keamanan. keuangan. serta akuntansi. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengembangan. e. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. 160 . c. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keuangan. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. kebersihan. Bagian Tata Usaha. pengangkatan. d. d. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. Bidang Informasi. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. e. f. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 161 . terdiri dari: a.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

162 . penyiapan. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. b. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. e. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. penyusunan akuntabilitas kinerja. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pengelolaan. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Subbidang Program. Subbidang Kerja Sama. penganggaran.

b. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. pelakanaan pengelolaan sistem. perpustakaan. penelaahan. dokumentasi dan publikasi. sistem. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta pemutakhiran basis data. operasi perangkat lunak. 163 . serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. serta pengelolaan perpustakaan. pelaksanaan sosialisasi. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. sosialisasi. b. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. d. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dokumentasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. Teknisi Litkayasa. 164 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Penyelidik Bumi. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pembinaan pelayanan jasa teknologi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. d. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. f. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. e. 165 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. panas bumi. mineral batubara. b. g.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. g. informasi hukum. 166 . kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. h. e. b. terdiri dari: a. serta perencanaan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. serta pelaksanaan bantuan hukum. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. dan rumah tangga. d. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. kearsipan. b. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.

Kelompok Jabatan Fungsional. f. Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. pelaporan. 167 . d. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaporan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. j. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan sistem. Subbagian Pengelolaan Informasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. e. c. Bagian Keuangan. b. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. akuntabilitas kinerja. b. Bagian Umum. Subbagian Laporan. c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.i. g. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. e. ketatalaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.

ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. c. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dan analisis jabatan. pemberhentian. situs. penelaahan. b. pengurusan perencanaan. penyiapan. serta implementasi Sipeg. penelaahan. b. 168 . penelaahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. kesejahteraan. serta pengembangan organisasi Badan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. pengembangan. satuan kerja. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. c. e. pengadaan. kepangkatan. terdiri dari: a. serta penyempurnaan organisasi Badan. penyiapan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. d. Subbagian Pengembangan Pegawai. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. pelaksanaan. penyajian informasi. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kekayaan Negara. serta penyelesaian kerugian negara. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan pemberhentian. c. f. e. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta pengurusan revisi anggaran. b. penyiapan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penggajian. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. Subbagian Perbendaharaan. d. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas perencanaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. b. c. PBI Badan. terdiri dari: a. pelaksanaan. pengembangan. pengangkatan. 169 . dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Akuntansi. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta evaluasi atas mutasi.

Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan. distribusi penggunaan. b.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan perlengkapan. pengadaan. penelaahan. dan pemeliharaan barang inventaris. dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Hukum. persuratan dinas. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi ketatausahaan. perlengkapan. 170 . Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan revisi anggaran Badan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. kehumasan. c. penelaahan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perpustakaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. pelayanan kesekretariatan. dan kearsipan. pelaksanaaan bantuan hukum. d. pelaksanaan. e. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan rumah tangga. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. kearsipan. kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. c. f. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. perlengkapan. informasi dan dokumentasi hukum. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Neraca. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 622 Bagian Umum.

pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. 171 . f. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. b.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kebersihan dan keamanan Badan. d. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. e. kesekretariatan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta keprotokolan dan upacara Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. g. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. c. bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. rencana kebutuhan dan pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.

Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Program. e. administrasi keuangan. e. persuratan dinas dan kearsipan.h. terdiri dari: a. terdiri dari: a. b. 172 . d. Bidang Afiliasi. pengurusan perencanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Kelompok Fungsional. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. kebersihan. keuangan. b. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. b. pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. c. i. c.

pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. perbendaharaan dan akuntansi. b. c.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. d. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. keamanan. 173 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. e. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan kebersihan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana.

serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Pasal 637 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. 174 . b. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. evaluasi. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta analisis. b. c.

penelaahan. d. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 641 Bidang Afiliasi. b. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 175 . Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. e. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.

176 . pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan. administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. jaringan. h. i. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. rumah tangga.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kepegawaian Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. g. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. b. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

keselamatan kerja dan keprotokolan. persuratan dinas dan kearsipan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 177 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan anggaran. e. keuangan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. kebersihan. keamanan. pengangkatan. pemeliharaan sarana kerja. Bidang Afiliasi. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. dan kebersihan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. pengembangan. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". pengurusan perencanaan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. serta pelaksanaan keamanan. e. terdiri dari: a. Bidang Program. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. d. serta pengadaan.

penelaahan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. d. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. e. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan. penyiapan. 178 . sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan.

penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 656 Bidang Program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. 179 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. terdiri dari: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. 180 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi. b. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. e. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. d. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi.

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga. d. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. 181 . d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. e. e. g. Kelompok Fungsional. h. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. i. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bagian Tata Usaha. Bidang Afiliasi. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. b. terdiri dari: a. administrasi keuangan. c.

kebersihan. e. serta pengadaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta pelaksanaan keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. pengangkatan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. c. pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. d. keuangan. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan kebersihan Pusat. keamanan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 182 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.

pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyediaan bahan baku. e. c. penelaahan. 183 . jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. penelaahan. penyiapan. d. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 184 . pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta analisis.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. c. Pasal 675 Bidang Program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. penelaahan.

penelaahan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan. e. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 185 . c. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. d.

pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. Bagian Tata Usaha. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Bidang Program. administrasi keuangan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. g. keuangan. d. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Kelompok Fungsional. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. i. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. 186 . e. geokimia.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. rumah tangga. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. e. dan geofisika kelautan. c. h. Bidang Afiliasi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. f.

187 .Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. dan kebersihan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta pelaksanaan keamanan. pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. kebersihan. b. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta pengadaan. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keuangan. perencanaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

penyediaan bahan baku. e. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.c. 188 . sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. b. pelaksanaan operasi penggunaan. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. Subbidang Pengembangan Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pengelolaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia.

pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b.c. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. c. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. penyiapan. 189 . serta analisis. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.

serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 190 . pelaksanaan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 698 Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. jaringan.d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 191 . Penyelidik Bumi. Perekayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.

rencana dan program pendidikan dan pelatihan. geologi. c. mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. h. perumusan kebijakan penyelenggaraan. d. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. e. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. batubara. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. f.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. 192 . pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.

e. b. h. satuan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. f. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. 193 . perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. c. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. i. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. b. g. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. e. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. c. pembinaan kerja sama.

dan rumah tangga. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. pelaporan. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. f. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. l. h. kearsipan. g. akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. 194 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan.j. b. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Kepegawaian. ketatalaksanaan. k. pelaporan. Pasal 708 Sekretariat Badan. c. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. c. d. Bagian Rencana dan Laporan. penganggaran. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Bagian Umum. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. d. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penyiapan. e. pemberhentian. pelaksanaan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. penelaahan. 195 . prosedur kerja. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengadaan. serta evaluasi atas laporan berkala. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengembangan organisasi Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. penganggaran. akuntabilitas kinerja. c. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta implementasi Sipeg. c. b. dan analisis jabatan. b. pengurusan perencanaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengembangan. penelaahan. kesejahteraan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan sistem. jaringan dan situs informasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penelaahan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan. perencanaan kerja. kepangkatan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penggajian. Subbagian Kerja Sama. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. pelaksanaan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. 200 . pelayanan jasa.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. d. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbidang Utilitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. penelaahan. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk kilang. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. terdiri dari: a. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. c. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang.

pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penelaahan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan dan pemanfaatan. d. Subbidang Bengkel. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pelayanan jasa. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. c. penyediaan dan pemanfaatan. b. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 201 . pelaksanaan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. penelaahan. pelaksanaan.

pedoman. 202 . kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. pengelolaan kepustakaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. e. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Pelatihan. b. serta kepustakaan. standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. kerja sama. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur. b. c. f. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. g. penyiapan penyelenggaraan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pedoman. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. d.

pedoman. c. perlengkapan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. f. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. Bagian Tata Usaha. kearsipan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. 203 . h. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Sarana Teknis. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. e. prosedur. d. g. i. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. e. b. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. b.

b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. d. c. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. kearsipan. perlengkapan. b. organisasi. e. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. perbendaharaan. serta hukum. 204 . penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. dokumentasi dan tata naskah. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747.

b. rencana pengembangan. terdiri dari: a. Subbidang Pengembangan Sarana. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. penyiapan rumusan standar. penggunaan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pelaksanaan. norma. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 205 . pelaksanaan pemeliharaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Pengoperasian Sarana. d. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. e.

d. e. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama dan sistem. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. pedoman. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. norma. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 206 . Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. e. terdiri dari: a. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. penelaahan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. c. f. norma. pelaksanaan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. d. dan prosedur. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.

penyusunan standar. norma. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penelaahan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. kriteria dan prosedur. pedoman. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penyelenggaraan. prosedur. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. d. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 207 . c. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pedoman. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. pedoman. norma. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria pendidikan dan pelatihan. e.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pelaksanaan. penyusunan standar. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.

Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha. kearsipan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perbendaharaan. c. d. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 208 . pengelolaan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional. h. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. e.g. kehumasan dan keprotokolan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. kearsipan. Bidang Pelatihan dan Sarana. terdiri dari: a. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah serta hukum.

209 . Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. Subbidang Perencanaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. akuntabilitas kinerja. penyiapan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. dan sistem.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. terdiri dari: a. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. c. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penelaahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kerja sama. b. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan dan situs informasi. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. d.

c. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi. pelaksanaan. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan standar. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Subbidang Sarana dan Prasarana. d. e. Subbidang Pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. norma. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 210 . penyiapan. terdiri dari: a. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. b. kerja sama. penyiapan. pelaksanaan. pedoman.

Kelompok Jabatan Fungsional. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. pengelolaan ketatausahaan. c. Bagian Tata Usaha. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. b.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. norma. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberian pelayanan jasa. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. prosedur. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. g. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. h. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. e. f. 211 . Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778.

akuntansi. hukum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. c. terdiri dari: a. 212 . dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. e. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Kepegawaian dan Umum. organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. perbendaharaan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. b. b. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian.

213 . Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. e. serta evaluasi atas standar. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma. Subbidang Perencanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. pedoman. norma dan kriteria. penyiapan. kerja sama. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. pelaksanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan. d. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan.

pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. 214 . pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. kerja sama. b. d. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelaksanaan kerja sama. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. promosi. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. penelaahan. Subbidang Pelatihan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 215 . Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. b. terdiri dari: a.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. e. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Inspektorat Jenderal dan Badan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. c. d. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. 216 .

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. c. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. 217 . pengolahan dan pelayanan data dan informasi. k. h. b. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. g. j. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. e. f. d. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. i. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta neraca energi dan sumber daya mineral.

pelaporan dan tata persuratan. b. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. dan persuratan dinas. b. d. persuratan dinas dan kearsipan Pusat.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. e. dukungan operasi kerja. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. pelaksanaan urusan tata usaha. c. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta kearsipan Bakoren. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. 218 . c. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. serta kearsipan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Pusat. d. rumah tangga. Bidang Kajian Strategis. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. c. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Subbagian Tata Usaha Bakoren.

penyiapan norma. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. l. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. d. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. k. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. 219 . penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. f. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. h. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. i. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. e. g. j. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.

Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan. penyusunan rumusan norma.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 220 . serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. e. penelaahan. batubara dan panas bumi. penyiapan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. f. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penelahaan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. ketenagalistrikan. terdiri dari: a. c. pelayanan data dan informasi. penelaahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

gambut. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. f. c. air tanah dan kegeologian. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kajian Strategis Energi. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. d. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. b. penelahaan. b. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. terdiri dari: a. penelahaan. e. bitumen padat. 221 .

Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. 222 . tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. 223 . (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dokumentasi. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dengan lingkup meliputi personil. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. standardisasi teknis. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. dan akuntabilitas kinerja Departemen. perencanaan kerja.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peralatan.a kepada pejabat eselon I. penganggaran. peraturan perundang-undangan. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. regulasi ekonomi dan keteknikan. organisasi. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.

Inspektur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.b. Direktur Jenderal. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Kepala Pusat.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a. (3) Kepala Biro.a. Inspektur. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.a. (4) Kepala Bagian. 224 . Direktur. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.BAB XIV ESELON.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. 225 . diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). X. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi.

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. susunan organisasi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. 226 . dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful