MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

d. Biro Kepegawaian dan Organisasi. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Departemen lain. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Umum. 5 . e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Keuangan. dan lembaga lain yang terkait. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. b. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. koordinasi kegiatan Departemen. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. c. terdiri dari: a. Kementerian Negara. Lembaga Pemerintah Non Departemen.

serta perumusan akuntabilitas kinerja. h. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. f. dan rencana anggaran. j. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan anggaran. e. serta rencana strategis. terdiri dari: a. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. serta kerja sama. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. b. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. rencana dan program kerja. l. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. d. i. 6 . g. c. k. Bagian Perencanaan Anggaran. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. evaluasi kebijakan pembangunan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana anggaran. menengah dan tahunan. sosialisasi kebijakan pembangunan. d. Bagian Kerja Sama. rencana dan program kerja dan anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. perumusan kebijakan pembangunan. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. e. c. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyusunan harga satuan. b. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Bagian Analisis dan Evaluasi. rencana pembangunan jangka panjang. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja.

c. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Badan Geologi. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. e.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. Subbagian Perencanaan Penunjang. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. c. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. d. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. f. penyiapan rumusan norma. Batubara dan Panas Bumi. standar dan kriteria rencana kerja. Menengah dan Tahunan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. penyusunan rumusan RK-KL. dan urusan tata usaha Biro. 7 . Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. penelaahan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a.

dan 8 . penelaahan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan Badan Geologi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. b. c. penyiapan. f. c. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penyiapan rumusan standar. penyiapan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. Batubara dan Panas Bumi. norma. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. d. Subbagian Penganggaran Penunjang. kriteria perencanaan anggaran. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. terdiri dari: a.

rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penyiapan bahan sidang. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penelaahan. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. g. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. tahunan dan rencana strategis. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. h. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. norma. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. c. d. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. c. kriteria akuntabilitas kinerja. RKA-KL. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. menengah. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan rumusan standar. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. 9 . f.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana pembangunan jangka panjang. b. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a.

penyiapan. penyiapan. c. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. g. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan Badan Geologi. norma. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. f. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. kriteria kerja sama. b. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. h.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. Panas Bumi. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Batubara. Inspektorat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta kerja sama asosiasi. 10 . Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. e. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal.

penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. pengembangan organisasi dan tata laksana. pemensiunan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. kepangkatan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. serta penyiapan penetapan pemberhentian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. e. 11 . b. c.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Bilateral. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pembinaan mutasi. pengadaan. penelaahan. b. d. disiplin. dan penilaian kinerja pegawai. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). jabatan struktural dan fungsional. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. c. dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. penempatan dan pengembangan pegawai. perencanaan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28.

penyiapan rumusan standar. pengelolaan sistem informasi pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. c. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. g. pola dan pengembangan karir pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). b. e. e. f. serta standardisasi kompetensi jabatan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. norma. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. j. evaluasi pembinaan kepegawaian. h. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. g. i. serta kartu PNS. k. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyiapan rumusan rencana. Pegawai Negeri Sipil (PNS). 12 . penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyusunan rencana formasi. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. c. Bagian Mutasi Pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. d. pengadaan. b. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan.f.

Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. dan Kartu PNS Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. pengelolaan administrasi tugas belajar. Subbagian Pengembangan Karir. penyiapan. penyiapan.h. i. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. c. urusan tugas belajar dan izin belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. 13 . bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. pemberhentian dan disiplin. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. penelaahan. pemindahan. j. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penelaahan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. kepangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. kompetensi pegawai. b.

Kartu Suami. d. pelaksanaan kepangkatan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. cuti.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pelaksanaan kesejahteraan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. kepangkatan. Taspen. Askes. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. g. pemberhentian. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. perbantuan. c. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. norma. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. terdiri dari: a. pemindahan. pelaksanaan disiplin pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemindahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. b. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. c. dan penilaian angka kredit. b. penelaahan. pembebasan sementara. ujian dinas dan Ujian KPPI. pelaksanaan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. dipekerjakan. pemindahan. pengangkatan kembali. f. perbantuan. penyiapan standar. dan penarikan kembali pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. dan penilaian prestasi pegawai. e. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. dipekerjakan. pemberhentian dan disiplin. kriteria mutasi pegawai. h. dan Bapertarum. 14 . pelaksanaan pemindahan pegawai. penarikan kembali. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. i. kepangkatan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. k. serta Kartu Istri. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pemberhentian. j.

kepangkatan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pelaksanaan. i. 15 . pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Kartu Istri. penilaian angka kredit. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pemberhentian dan pemensiunan. e. pemberhentian. jabatan. penghargaan. dan daftar riwayat hidup pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pemindahan. Kartu Suami. penelaahan. b. penelaahan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Askes. penyiapan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan administrasi lembaga tripartit. c. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. f. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. Daftar Urut Kepangkatan. pelayanan kesehatan. pengadaan pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. g. penggajian. Taspen. penghargaan. pelaksanaan. Bapertarum pegawai Departemen. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyusunan laporan kekuatan pegawai. d.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. disiplin. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi.

serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. pemindahan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. 16 . pemberhentian. jabatan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. b. serta evaluasi. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. klasifikasi dan peta jabatan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. c. penelaahan. penghargaan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. c. norma. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. kepangkatan. pendidikan dan pelatihan pegawai. penggajian. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pedoman penyempurnaan organisasi. e. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). kriteria pengembangan organisasi. b. penelaahan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pengadaan pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. d. bimbingan teknis dan tata usaha Biro.

Subbagian Tata Laksana. h. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. standardisasi kompetensi jabatan. penelaahan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. analisis beban kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. pengembangan. g. evaluasi dan klasifikasi jabatan. 17 . perbendaharaan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pola hubungan kerja. Subbagian Kelembagaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja.f. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. pengembangan. penelaahan. b. administrasi keuangan. penelaahan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. peta jabatan.

serta Neraca Departemen. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Bagian Pendapatan dan Belanja. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. i. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Bagian Kekayaan Negara. h. serta bimbingan teknis perbendaharaan. d. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan akuntansi. l. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. Bagian Perbendaharaan. Bagian Akuntansi. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. serta nota keuangan. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. e. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. c. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta pembinaan perbendaharaan. d. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 49 Biro Keuangan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. c. b. k. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. penyelesaian kerugian negara. dan implementasi sistem akuntansi. j. 18 . e. pembinaan inventarisasi. kekayaan negara dan akuntansi. laporan realisasi anggaran. administrasi keuangan. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. b. perbendaharaan.

Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. b. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. norma. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. c. penelaahan. penelaahan. j. d. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. dan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. e. g. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan target.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Anggaran Belanja. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penyusunan rumusan standar. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. i. h. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. f. 19 . b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. pelaksanaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembagian iuran sumber daya alam. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penelaahan. terdiri dari: a. norma. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pengelolaan SPM. b. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. 20 . Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Batubara dan Panas Bumi. Badan Geologi. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. d. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. f. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. g. e. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. penelaahan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal.

Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. f. b. dan bidang minyak dan gas bumi. g. d. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. tuntutan perbendaharaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. e. 21 . ganti rugi. c. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen.

rekonsiliasi. Badan Geologi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penyiapan rumusan standar. b. Subbagian Penyiapan Neraca. pelaksanaan. terdiri dari: a. c. b. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 22 . serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. f. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. pelaksanaan. g. Pasal 64 Bagian Akuntansi. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan verifikasi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Inspektorat Jenderal. e. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. d. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. norma.

dan penyelesaian kasus hukum. b. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan. h. serta program legislasi dan regulasi. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. rekonsialiasi. penelaahan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. serta pelaksanaan kehumasan. f. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pengelolaan dokumentasi. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. dan implementasi SAI Departemen. dan implementasi SAAT Departemen. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. kewajiban.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 23 . g. penelaahan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. e. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. bantuan hukum dan kehumasan. konsolidasi. serta hubungan masyarakat Departemen. dan bantuan hukum. Neraca. d. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). dan bantuan hukum. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. pelaksanaan. serta kehumasan. bantuan hukum. pelaksanaan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. verifikasi anggaran. c. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). equitas dana.

Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. e. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. b. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Hubungan Masyarakat. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. d. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. j. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. c. Bagian Bantuan Hukum. c. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. c. evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. penelaahan.i. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b. terdiri dari: a. d. dan bantuan hukum. 24 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. terdiri dari: a. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. e.

penelaahan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. g. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. kriteria kontrak atau perjanjian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. norma. c. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. d. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. 25 . serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. e. f. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. h. penelaahan.

evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. f. penelaahan. penelaahan. penyiapan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. 26 . (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. b. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. penyiapan. b. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. c. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. dan unsur unit penunjangnya. norma. penyiapan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. c.

pelaksaaan. pelaksaaan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. c. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. b. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma. terdiri dari: a. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. e. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta monitoring dan analisis berita. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 27 . pelaksaaan. f. d. konferensi pers.

pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. j. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 28 . rumah tangga Sekretariat Jenderal. monitoring dan analisis berita Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. h. penelaahan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penerbitan. peliputan dan perekaman kegiatan. konferensi pers. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. i. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. dan urusan tata usaha Biro. pameran Departemen. abstrak peraturan perundang-undangan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.g. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan peliputan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. c. b. Subbagian Publikasi.

f. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Sekretaris Jenderal. f. pengadaan. d. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. g. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. c. tata persuratan dinas dan kearsipan.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. tata persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. b. terdiri dari: a. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Pasal 87 Biro Umum. c. tugas 29 . Staf Ahli. e. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyediaan sarana dan prasarana kerja. tata usaha dan kearsipan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha. rumah tangga Sekretariat Jenderal. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. e. d. perlengkapan dan pengadaan. h. Bagian Perlengkapan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. j. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. pengelolaan rumah tangga.

terdiri dari: a. Medan Merdeka Selatan 18. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. f. b. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. persuratan dinas. e. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelantikan.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. c. c. Subbagian Tata Usaha Menteri. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. d. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. b. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 .

b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penelaahan. persuratan dinas. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. e. dan ekspedisi surat dinas. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. terdiri dari: a. penjadwalan kegiatan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. b. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. c. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. f. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 31 . penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Subbagian Kearsipan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. c. norma. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen.

pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. keselamatan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal.H. keselamatan.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. f. d. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. M. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. b. Staf Ahli. Thamrin 1. Jakarta Pusat). serta pengadaan. keamanan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. e. c. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. Staf Ahli. c. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 32 . serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Kepala Biro dan Kepala Pusat.

Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. g. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. b. dan kearsipan Staf Ahli. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. b. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Pengadaan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Rencana Kebutuhan. d. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan kegiatan. norma. serta pengadaan. pelaksanaan pengadaan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. 33 . c. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. inventarisasi. terdiri dari: a. penelaahan penyiapan. kriteria perlengkapan. c. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. f. penyiapan bahan rumusan standar.

34 . yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

b. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pedoman. e. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. kriteria. b. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. 35 .BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. e. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyusunan standar.

d. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. satuan kerja. Bagian Keuangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. g. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i. b. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. kearsipan. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. 36 . terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. d. ketatalaksanaan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. b. e. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. f. akuntabilitas kinerja.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

l. serta perhitungan bagi hasil. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. g. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. n. c. serta evaluasi atas urusan kepegawaian.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi Sipeg. 41 . serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. penelaahan. rencana dan program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. e. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. h. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). m. b. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. f. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. i. j. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pelaksanaan. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. k. d. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. WP & B). perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi.

terdiri dari: a. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. ketersediaan dan infrastruktur sektor. e. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. pelaksanaan sosialisasi program sektor. 42 . serta pencadangan strategis. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. h. d. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. d. serta data kebutuhan. penyiapan rumusan. g. p. f. Kelompok Jabatan Fungsional. c. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. b. penyusunan statistik. c. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. norma. b.o. e. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. terdiri dari: a. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan.

(2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. pengumpulan data potensi. b. e. penyiapan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. f. penelaahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. 43 . Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. norma. c. b. dan terms of condition KKS. serta penyediaan informasi. permasalahan iklim usaha. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. dan pelaksanaan sosialisasi. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan rumusan. terdiri dari: a.

c. e. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. retribusi. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. tugas serta induk. h. g. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penelaahan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. b. f. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. norma. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pajak. pelaksanaan pencatatan. penyiapan. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B).Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. tugas serta induk. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. 44 . pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. pemeriksaan dan pengujian. penyiapan. i. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan standar. j. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. serta bagi hasil daerah. serta biaya operasi.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. lifting dan target penerimaan. penelaahan. retribusi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. e. pelaksanaan. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. pajak. g. pelaksanaan. tenaga kerja asing.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. d. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. b. harga minyak mentah Indonesia. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. 45 . Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. norma. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. terdiri dari: a. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. c. PNBP dan tarif iuran. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. f.

rencana impor barang operasi.h. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. k. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan kerja sama dalam negeri. penggunaan barang operasi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. b. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. serta pengaturan tenaga kerja asing. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penyiapan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. pemberdayaan produksi dalam negeri. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. j. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. i. fasilitasi lembaga tripartit. rencana penggunaan tenaga kerja asing. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 46 . pelaksanaan. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri.

lembaga sertifikasi dan asosiasi. 47 . d. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penyiapan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama.c. terdiri dari: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. penelaahan. f. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. Seksi Multilateral dan Regional. pelaksanaan. b. g. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. penyiapan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri.

serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. kriteria pengelolaan WK. f. d. k. h. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. terdiri dari: a. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. f. h. j. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi.d. e. c. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. pelaksanaan pengumuman WK. Subdirektorat Wilayah Kerja. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. l. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. 48 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. d. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. i. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. g. penyiapan rumusan standar. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. c. f. e. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. norma. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. e.

Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. b. penilaian. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. norma. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. b. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. e. terdiri dari: a. penelaahan. 49 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. kriteria usaha eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. d. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. terdiri dari: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. f. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. d.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. c. j. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. b. norma. pelaksanaan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. kriteria. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. g. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan. e. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. 50 . Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penelaahan. penyiapan. i. penelaahan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali.

Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. c. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. 51 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. kriteria usaha eksploitasi. f. penyiapan rumusan standar. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. g. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. b. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penelaahan. penyiapan. d. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. norma. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. e. tumpang tindih lahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan.

c. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. penelaahan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. norma. e. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. g. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. penyiapan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 . h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. b. i. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. d. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. pelaksanaan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Light Petroleoum Gas (LPG). bahan bakar lain. perumusan pengaturan Penugasan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). c. b. h. i. penelaahan. e. Light Natural Gas (LNG). penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. perumusan jenis bahan bakar minyak. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Penyediaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. bahan bakar gas. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. 53 . serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar.

bahan bakar gas. g. f. LPG. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. k.j. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. bahan bakar lain. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. c. penyiapan rumusan standar. l. LNG. 54 . penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. d. i. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. h. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a. d. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. e. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. j. pengelolaan data. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. norma. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. f. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan perizinan usaha pengolahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan.

pengelolaan data. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. f. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. d. e. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. 55 . kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. norma. b. penelaahan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan.

serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. 56 . Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. d. penyiapan rumusan standar. bahan bakar gas dan LPG. kriteria harga bahan bakar. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. e. norma. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. b. penyiapan. b. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.i. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. j. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penelaahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penelaahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan formulasi harga. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. terdiri dari: a.

f. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. f. penyiapan perizinan usaha niaga. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penyiapan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. gas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. g. pengelolaan data. penelaahan. pelaksanaan. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. g. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. d. c. LNG. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan. LPG. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. b. penyiapan rumusan standar. i. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. h. e. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. norma. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. penyiapan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. 57 . kriteria usaha niaga. terdiri dari: a.

petrokimia. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. LPG. e. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. f. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. dan non bahan bakar lainnya. pelumas. b. Seksi Niaga Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. terdiri dari: a. Seksi Niaga Gas Bumi. penyiapan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. biodiesel. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. c. kriteria usaha non bahan bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. b.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Proses Non Bahan Bakar. d. penyiapan norma. b. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. tugas 58 . LNG. penelaahan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

lindungan lingkungan. e. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. petrokimia. dan non bahan bakar lainnya. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. biodiesel. d. b.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. c. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta penggunaan tenaga teknik. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. h. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). profesi personil. penyiapan. lindungan lingkungan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. f. kelaikan teknis. biodiesel. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. petrokimia. 59 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. dan non bahan bakar lainnya. penelaahan. kelaikan teknis. produk. usaha penunjang. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

h. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi.i. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. d. e. d. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. 60 . Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. j. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. f. g. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. c. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. f. e. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. c. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. terdiri dari: a. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi.

61 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. instalasi. f. penyiapan. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penelaahan. terdiri dari: a. d. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. instrumentasi. keselamatan operasi. K3. c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. dan penggunaan tenaga teknik. b. norma. penelaahan. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. g. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. b. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. b. d. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. K3. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. e. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. instrumentasi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. dan kalibrasi alat ukur. pengangkutan. penelaahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. c. instalasi. pelaksanaan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. b. 62 .

Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. terdiri dari: a. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.f. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. g. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pengangkutan. Penyimpanan. 63 . Penyimpanan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). serta penjaminan pasca operasi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. Penyimpanan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. penyiapan. pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan.

serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. c. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. g. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. f. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. b. penelaahan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. b. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. 64 . penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. norma. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.d. pengangkutan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. 65 . sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. b. terdiri dari: a. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. profesi personil. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan.d. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. produk. g. pelaksanaan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

e.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. kriteria. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. c. 67 . yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pedoman. b. penyusunan standar. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.

kearsipan. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. i. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. h. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. dan rumah tangga. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. satuan kerja. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. g. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. 68 . d. c. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.

Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. rapat koordinasi. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. pelaporan. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. situs. c. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. jaringan. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Subbagian Laporan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. e. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. 69 . penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. terdiri dari: a. g. b. ketatalaksanaan. f. e. b. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. PBI Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Kekayaan Negara. terdiri dari: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan. penyiapan. satuan kerja. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. 70 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta pengurusan revisi anggaran. b. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. pelaksanaan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. Subbagian Perbendaharaan. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbagian Informasi Hukum. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan informasi. penelaahan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. c. pertimbangan hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. d. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan Neraca Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. pelayanan konsultasi hukum. penyiapan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyelesaian kerugian negara. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. 71 . serta kehumasan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. f.

serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. 72 . Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan. c. c. mutasi. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. pertamanan dan perparkiran. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan kearsipan. d. pelaksanaan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. kebersihan. serta urusan keprotokolan dan upacara. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. keamanan. b. dan Implementasi Sipeg. telepon. perlengkapan dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga. pengurusan formasi. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. ekspedisi persuratan dinas. pengadaan pegawai. pemberhentian. penelaahan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. e. g. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. b. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Subbagian Kepegawaian.

serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. implementasi Sipeg. pelaksanaan. c. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi kebijakan. f. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. 73 . e. d. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. rencana dan program. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penelaahan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. rencana dan program. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta rencana dan program pembangunan berjangka. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. h. rencana pengadaan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. b.

c. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. d. b. c. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. serta program pengembangan jaringan transmisi. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan rumusan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. e. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. f. 74 . penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. g. b. d. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. e. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. menengah dan tahunan tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan.

b. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penyiapan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. 75 . Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penelaahan. d. penyiapan. c. b. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254.

d. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. b. penyiapan. f. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. e. pelaksanaan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. 76 . penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. norma. penelaahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. c. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. penyiapan. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial.

c. Seksi Multilateral dan Regional.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. lembaga sertifikasi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. b. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. multilateral dan regional. 77 . evaluasi pelaksanaan rencana. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyusunan dokumen perjanjian. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. asosiasi dan lembaga lainnya. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan.

evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. 78 . statistik dan pemetaan tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. pengolahan. b. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. d. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pelaksanaan pengelolaan data.

pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. c. 79 . i. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta perlindungan konsumen. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. g. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. b. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. pembinaan. c. d. e. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. d. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik.

tugas 80 . Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. d.c. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan wilayah usaha. c. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. d. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. pelaksanaan. penelaahan.

terdiri dari: a. e. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. 81 . Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. penyiapan rumusan standar. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. f. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. b. norma. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Izin Usaha. penelaahan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. pemberian sanksi. b. terdiri dari: a. pelaksanaan. c.

e. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. terdiri dari: a.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. d. penyiapan. norma. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. c. f. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. b. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. kriteria hubungan komersial. penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 82 . serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. mempunyai tugas 83 . Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. b. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. d. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. c. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. e. norma. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik.

produk. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. keselamatan dan K3. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. 84 . pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta pembinaan teknis. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. c. g. i. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. c. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. e. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. e. b. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. profesi personil. h. f. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. d. terdiri dari: a. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. d.

g. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. e. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. d. b. jenis dan mutu tenaga listrik. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta Rancangan SNI. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. f. 85 . penyiapan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan.

terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. keselamatan operasi. instrumentasi. penyiapan rumusan standar. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. pelaksanaan. b. d. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kalibrasi alat ukur. norma. kelaikan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan K3. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. f. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. penyiapan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. 86 . Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. pelaksanaan.

Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. f. 87 . penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. c. b. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. b. d. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. g. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. e. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. b. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. 88 . Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan. d. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. e. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.

serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. b. penelaahan. b. profesi personil. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. norma. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. g. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. 89 . penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. c. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. d. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. e. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. f. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. produk. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.

Subdirektorat Bimbingan Teknis. d. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. 90 . Subdirektorat Pemanfaatan Energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Subdirektorat Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. e. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. d. norma. energi perdesaan dan konservasi energi. f. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. c. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. f. serta rencana dan program energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. g. penyiapan rumusan standar. c. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. b. c. e. energi alternatif. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Subdirektorat Energi Perdesaan. h. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. kriteria pemanfaatan energi.

e. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 91 . Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan.d. kriteria usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. penyiapan. b. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. penelahaan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. e. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. b. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. penyiapan rumusan standar. norma. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penelahaan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. d. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi.

pelaksanaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Seksi Program Konservasi Energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. 92 . d. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penyiapan rumusan kebijakan. norma dan kriteria konservasi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. e. terdiri dari: a. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penelahaan. penelahaan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. b. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. rencana dan program. penelahaan. b. Seksi Penerapan Konservasi Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi.

evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan rumusan kebijakan. d. rencana dan program. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. rencana dan program energi perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. penelahaan. norma. b. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. e. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. c. 93 . Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. b. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. serta pedoman pengembangan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. terdiri dari: a. pemberdayaan masyarakat.. Seksi Program Energi Perdesaan.

b. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. c. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. 94 . energi perdesaan dan konservasi energi.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. kriteria. penyusunan standar. batubara dan panas bumi. norma. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. batubara dan panas bumi. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara. batubara. e. dan panas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. dan prosedur di bidang mineral. pedoman. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. b. 96 .

satuan kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 97 . Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. i. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. e. terdiri dari: a. c. Batubara dan Panas Bumi. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. d. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. g. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. e. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Batubara dan Panas Bumi. kearsipan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. h. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi. f. c.

b. b. akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaporan. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Keuangan. c. d. Subbagian Laporan. g. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. 98 . akuntabilitas kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. b. rapat koordinasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. f. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. e.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. c.

situs. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. d. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. e. Subbagian Perbendaharaan. jaringan. satuan kerja. c. Pasal 354 Bagian Keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. f. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. c. penelaahan. serta penyelesaian kerugian negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. 99 . penyiapan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.

Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. f. pemberian telaahan dan bantuan hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. e. terdiri dari: a. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. penelaahan. pelaksanaan. pelayanan konsultasi hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 100 . d. penelaahan. pelaksanaan informasi. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta kehumasan. laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. penelaahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. pengurusan kehumasan dan perpustakaan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Informasi Hukum. b.

(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Implementasi Sipeg. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. 101 . penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga. ekspedisi persuratan dinas. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan pegawai. kebersihan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pengurusan formasi. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pemberhentian. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. d. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. mutasi. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. panas bumi dan air tanah. penyiapan. e. dan kearsipan. g. penelaahan. telepon. b. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. c. pelaksanaan urusan kesekretariatan. keamanan. f.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. 102 . Subbagian Tata Usaha. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. dan produksi. implementasi Sipeg. neraca sumber daya wilayah kerja. penelaahan. serta penetapan wilayah kerja. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta kebijakan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. terdiri dari: a. rencana dan program di bidang mineral. dan produksi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan usaha. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. d. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. rencana pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. b. c. investasi dan pendanaan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. b. wilayah kerja. c. cadangan atau potensi.

pencatatan dan perhitungan PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. e. f. eksplorasi dan operasi produksi. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. f. Batubara dan Panas Bumi.e. serta pemantauan perencanaan program di daerah. batubara. 103 . pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. b. h. pengelolaan data. Batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program di bidang mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. j. perumusan perencanaan. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. g. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. d. batubara. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. lembaga sertifikasi dan asosiasi. c. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. serta perhitungan bagi hasil. batubara. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. terdiri dari: a. evaluasi kebijakan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Batubara dan Panas Bumi. c. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. b. e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi.

serta pemantauan pelaksanaan investasi. 104 . Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Seksi Program Mineral dan Batubara. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penyiapan. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. panas bumi dan pengelolaan air tanah. penelaahan. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. e. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. h. batubara. terdiri dari: a. serta kerja sama di bidang mineral. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. c. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. g. batubara. panas bumi dan air tanah. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. f. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi.

batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. Kontrak Karya (KK). Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. b. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. penyiapan. c. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. d. terdiri dari: a. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penelaahan. batubara. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. 105 . serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya.

Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penelaahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. d. terdiri dari: a. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. c. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. penyiapan. serta penyusunan statistik pengusahaan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 106 . evaluasi pelaksanaan kebijakan. b. batubara. penyiapan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. batubara. kriteria pencadangan wilayah kerja. norma. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.e. f. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. panas bumi dan air tanah. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379.

penyiapan. penelaahan. 107 . Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.e. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. statistik. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Batubara. (2) Seksi Informasi Mineral. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. penyiapan penetapan potensi. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. panas bumi dan air tanah. b. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. h. batubara. Seksi Informasi Mineral. penelaahan. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. neraca sumber daya. pencadangan dan potensi di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. pelaksanaan. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penetapan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. g. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. cadangan dan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. terdiri dari: a. Panas Bumi dan Air Tanah. batubara.

serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta bagi hasil daerah. pemeriksaan dan pengujian PNBP. penyiapan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Seksi Penerimaan Negara Batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. b. penelaahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. 108 . penyiapan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. terdiri dari: a. c. e. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan pencatatan. b. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. d.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. f. d. pelaksanaan. 113 . e. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). g. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. b. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. b. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial.

i. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. pelaksanaan. Seksi Hubungan Komersial Batubara. h. Seksi Hubungan Komersial Mineral. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pelaksanaan. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. f. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. terdiri dari: a. b. b. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. perumusan pengaturan. 114 . (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. e. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.

penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. serta pengelolaan air tanah. k. b. c. l. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. norma. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. g. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 115 . Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. e. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. g. Subbagian Tata Usaha. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. f. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a.j. d. f. dan perubahan batas wilayah kerja. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. e. penyiapan rumusan pengaturan usaha. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. c. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

116 . bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penelaahan. b. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. i.h. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. pelaksanaan fasilitasi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi. serta pengelolaan air tanah.

pelaksanaan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. b. penelaahan. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. c. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta pengendalian air tanah. d. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. e. 117 . serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. b. g. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta pengendalian air tanah.

serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. i. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. b. penelaahan. penelaahan. 118 . Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. e. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. b. serta pengelolaan air tanah.h. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta pengendalian air tanah. d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. d. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. c. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. h. penelaahan. b. f.g. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 119 . pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi.

batubara dan panas bumi. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. 120 . Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. b. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. serta ketatausahaan. penelaahan. b. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. pelaksanaan. serta air tanah. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Seksi Konservasi Air Tanah. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. batubara. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. K3. lindungan lingkungan. kelaikan teknis. c. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. d. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. f. Batubara dan Panas Bumi.d. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. g. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. panas bumi dan air tanah. batubara. 121 . Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. lindungan lingkungan. terdiri dari: a. b. f. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. h. e. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. profesi personil. Subdirektorat Standardisasi Mineral. j. Batubara dan Panas Bumi. e. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. batubara dan panas bumi. b. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. kelaikan teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. produk. Batubara dan Panas Bumi. dan panas bumi.

penelaahan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. f. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. serta konservasi mineral dan batubara. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. batubara. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan.c. produk. penelaahan. dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. profesi personil. b. norma. e. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan panas bumi. Seksi Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. pemurnian. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. g. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Batubara. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. jenis dan mutu produk. terdiri dari: a. d. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 122 . Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. batubara dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. c. f. penelaahan. b. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan konservasi mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. 123 . batas wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penyiapan. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.b. e.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.c. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. e. b. i. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. batubara. h. g. Batubara. f. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. terdiri dari: a. penelaahan. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Batubara. pelaksanaan. d. 124 . penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan.

dan Panas Bumi. penimbunan. Batubara. penyiapan. g. instrumentasi. d. norma. pelaksanaan. f. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. batubara. Seksi Keselamatan Batubara. penyimpanan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. panas bumi dan air tanah. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. c. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. 125 . Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan. dan panas bumi. e. batubara. Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. b. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. keamanan instalasi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kalibrasi alat ukur. pengangkutan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. terdiri dari: a. penelaahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral.

dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. f.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. panas bumi dan air tanah. e. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. 126 . Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara. dan Panas Bumi. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. terdiri dari: a. b. c. Seksi Usaha Penunjang Batubara. norma. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. pelaksanaan. b. d. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

127 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. b. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. c. c. Inspektorat IV. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. keuangan. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal. e. Inspektorat III.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. penyusunan laporan hasil pengawasan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. b. Inspektorat II. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. 128 . terdiri dari: a. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.

pengelolaan jaringan dan situs informasi. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. d. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. h. terdiri dari: a. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. pengelolaan urusan tata usaha. e. Bagian Hukum dan Kepegawaian. 129 . k.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. j. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. i. pengurusan kepegawaian dan organisasi. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kearsipan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. f. keprotokolan dan rumah tangga. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. keamanan. perlengkapan. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. b. d. e.

penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. penelaahan. 130 . serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. situs.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. f. ketatalaksanaan. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. j. penelaahan. dan rencana kerja. pelaksanaan. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyajian informasi. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. program kerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. rapat koordinasi. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. g. jaringan dan situs informasi. pelaporan. c. terdiri dari: a. h. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. satuan kerja. b. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. b. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. i. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal.

pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. b. b. Badan Geologi. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. terdiri dari: a. analisis hasil pengawasan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. 131 . pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pelaksanaan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penelaahan. Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan analisis. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. c. d. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pengolahan. Inspektorat Jenderal. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum.

perpustakaan. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyuluhan. dokumentasi hukum. b. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pertimbangan hukum. Subbagian Kepegawaian. bantuan hukum. dan implementasi Sipeg.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dokumentasi hukum. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. c. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penelaahan. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penyiapan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. pelaksanaan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. penyiapan koordinasi urusan hukum. masyarakat dan yustisia. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Subbagian Hukum. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. penyiapan. 132 . pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dokumentasi dan tata naskah. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). d.

rumah tangga dan kehumasan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. d. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pelayanan kesekretariatan. serta pengurusan administrasi keuangan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Subbagian Rumah Tangga. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. 133 . dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan kearsipan. b. keprotokolan dan kehumasan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. perlengkapan. dokumentasi dan tata naskah. serta pengurusan administrasi keuangan. b. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. perbendaharaan. pengurusan penganggaran. j. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. f. c. kebersihan. dan implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. perlengkapan. pelaksanaan keamanan. e. penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. g. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. pelaksanaan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. i. persuratan dinas. h. k.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

keprotokolan dan kehumasan. 134 . persuratan dinas. perencanaan kebutuhan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. e. kebersihan. kearsipan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. serta evaluasi atas urusan keamanan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). d. perlengkapan dan pengadaan. b. dan administrasi keuangan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan laporan hasil pengawasan. pemeriksaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. 139 . (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.

pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. terdiri dari: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. b. Sekretariat Badan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. c. Pusat Survei Geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. e. h. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. d. f. d. g. Pusat Lingkungan Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. e. b. pelayanan survei geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. perumusan kebijakan di bidang geologi. dan geologi lingkungan. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. 140 . serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. penelitian dan pelayanan. c.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi. kearsipan. i. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Umum. d. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Bagian Rencana dan Laporan. f. serta perencanaan kerja. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. d. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. h.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. terdiri dari: a. g. 141 . serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. dan rumah tangga. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. pengelolaan urusan ketatausahaan. informasi hukum. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. ketatalaksanaan. c. b. b. j. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pelaporan. e. Bagian Kepegawaian. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e.

satuan kerja. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. jaringan. penyiapan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbagian Laporan. b. penyajian informasi. akuntabilitas kinerja. f. pengelolaan sistem. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penelaahan. 142 . serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. terdiri dari: a. situs. jaringan dan situs informasi. c.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. pelaporan. e. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.

serta implementasi Sipeg Badan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. dokumentasi dan tata naskah pegawai. d. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan. b. pengurusan perencanaan. serta implementasi Sipeg. pengembangan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. e. dan analisis jabatan. pengangkatan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. kesejahteraan. 143 . penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. c. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perencanaan. penyiapan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. b. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. serta evaluasi atas mutasi. kepangkatan. penelaahan. penggajian. pengadaan. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. kesejahteraan. pemberhentian. penelaahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penggajian. kepangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Akuntansi. kearsipan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. dan rumah tangga. Subbagian Kekayaan Negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta penyelesaian kerugian negara. c. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perlengkapan. Subbagian Perbendaharaan. e. penelaahan. f. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 517 Bagian Keuangan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Neraca. penyelesaian kerugian negara. PBI Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. 144 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan revisi anggaran Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. b. pelaksanaan.

perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. e. b. perpustakaan. dan rumah tangga. informasi dan dokumentasi hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. distribusi penggunaan. kearsipan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pelayanan kesekretariatan. kesekretariatan. perlengkapan. penyiapan. serta pengurusan perlengkapan. terdiri dari: a. bantuan hukum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. b. dan pemeliharaan barang inventaris. c. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kebersihan dan keamanan Badan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Subbagian Tata Usaha. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaaan bantuan hukum. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pengadaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. d. 145 . persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 521 Bagian Umum. f. dan kearsipan. c. kehumasan. Subbagian Hukum. persuratan dinas. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan.

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. c. g. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. 146 . rumah tangga. pengelolaan ketatausahaan. dan panas bumi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kepegawaian Pusat. serta rancang bangun dan pemodelan. Bagian Tata Usaha. bitumen padat. Bidang Informasi. f. e. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. c. batubara. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. administrasi keuangan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. serta pemetaan tematik potensi. h. b.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyusunan neraca sumber daya geologi. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Program dan Kerja Sama. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rencana dan program. penyelidikan. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. j. penyelidikan. rekayasa teknologi. gambut. Bidang Sarana Teknik. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. keuangan. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. i. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. d. mineral.

pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 147 . b. pengurusan perencanaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. c. keamanan. e. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. b. c. serta akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. kebersihan.

penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyusunan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. 148 . d. penelaahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. e. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. f. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Laboratorium. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. b. e. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelakanaan pengelolaan sistem. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. jaringan dan situs informasi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. 149 . serta pengelolaan perpustakaan. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Kerja Sama. c. Subbidang Program. pelaksanaan sosialisasi. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 540 Bidang Informasi. dokumentasi dan publikasi. d. penganggaran. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. terdiri dari: a. terdiri dari: a. serta pemutakhiran basis data.

sosialisasi. 150 . pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyelidikan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. g. dan kepegawaian Pusat.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. f. tsunami. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta sesar aktif. j. perpustakaan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan gerakan tanah h. rumah tangga. i. administrasi keuangan. dan rekayasa teknologi. pelaksanaan. operasi perangkat lunak. serta rancang bangun. d. pelaksanaan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pemodelan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. pengelolaan ketatausahaan. serta pos pengamatan gunung api. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. penelaahan. sistem. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. gempa bumi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dokumentasi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. gempa bumi. tsunami. dan gerakan tanah. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

151 . pelaksanaan pengelolaan sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. d. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemelaahan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. e. c. keuangan. penyelidikan. keamanan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. b. kebersihan. evaluasi pelaksanaan penelitian. pengangkatan. serta perpustakaan. pengurusan perencanaan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. terdiri dari: a. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengurusan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. kearsipan. c. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. l. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.k. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545.

terdiri dari: a.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pemelaahan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. geokimia dan deformasi. penetapan status. b. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pengurusan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. c. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta penetapan status dan peringatan dini. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. b. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. penelaahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 152 . penelaahan. d. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan.

penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. c. b. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. d.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. 153 . pelaksanaan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. b. gerakan tanah dan tsunami. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. e. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. terdiri dari: a. b. serta pelaksanaan atas perencanaan program. 154 . penyelidikan. penyiapan. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penelaahan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. b. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penelaahan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. d. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. f. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi.

administrasi keuangan. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelidikan. g. dan kepegawaian Pusat. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. i. Bidang Sarana Teknik. d. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. terdiri dari: a. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengurusan perencanaan. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. h.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. geologi teknik dan air tanah. k. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. dan pengelolaan tata ruang. j. geologi teknik dan air tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. rekayasa teknologi. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. f. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. b. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. rumah tangga. Bidang Informasi. Bidang Program dan Kerja Sama. c. 155 . pengembangan.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. f. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. keuangan. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan.c. e. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. serta akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. 156 . e. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. d.

Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. terdiri dari: a. serta rencana strategis berbasis kinerja. d. Subbidang Laboratorium. b. Subbidang Program. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 157 . penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. terdiri dari: a. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. e. Subbidang Kerja Sama. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta kerja sama pelayanan jasa.

Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penyiapan. d. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. dokumentasi dan publikasi. serta pemutakhiran basis data. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. penganggaran. pelaksanaan sosialisasi. 158 . Pasal 578 Bidang Informasi. pengelolaan. pelakanaan pengelolaan sistem. b. terdiri dari: a. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

inventarisasi hasil survei. d. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan penelitian. 159 . h.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. dokumentasi. b. rekayasa teknologi. sosialisasi. geokimia. operasi perangkat lunak. f. k. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. geofisika. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. sistem. m. j. penelitian dan penyelidikan geologi. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pemetaan geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penelaahan. perpustakaan. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rumah tangga. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pelayanan jasa survei. pemetaan dan penelitian geologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. geomorfologi. c. pemetaan. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. e. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. i. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. tektonik. penyelidikan dan survei di bidang geologi. l. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pelaksanaan. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan ketatausahaan.

e. terdiri dari: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. b. b. c. e. Bidang Program dan Kerja Sama. 160 . keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. Bidang Informasi. d. serta akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. c. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. d. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Sarana Teknik. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional.

pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Laboratorium. d. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. terdiri dari: a. penelaahan. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. 161 . e. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. c. pelaksanaan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama pelayanan jasa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan. terdiri dari: a. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja. e. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 162 . Subbidang Kerja Sama. Subbidang Program. penelaahan. penelaahan. penyiapan. d. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. operasi perangkat lunak. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. terdiri dari: a. penelaahan. 163 . pelaksanaan. penelaahan. perpustakaan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. b. jaringan dan situs informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem. pelaksanaan sosialisasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 597 Bidang Informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. dokumentasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelidik Bumi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. 164 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. c. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. 165 . penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. d. g. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. f. panas bumi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa teknologi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. e. perumusan kebijakan penyelenggaraan. b. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. mineral batubara.

koordinasi pelayanan administratif Badan. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. f. e. d. e. c. serta pelaksanaan bantuan hukum. serta perencanaan kerja. h. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan rumah tangga. informasi hukum. g. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. terdiri dari: a. kearsipan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 166 .

penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. 167 . Subbagian Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.i. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. d. f. Bagian Kepegawaian. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. e. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. ketatalaksanaan. jaringan dan situs informasi. b. terdiri dari: a. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. c. b. pelaporan. j. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. d. Bagian Umum. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. b. e. pelaporan. terdiri dari: a. Bagian Keuangan. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. g. Bagian Rencana dan Laporan. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja.

b. penyiapan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. serta penyempurnaan organisasi Badan. kepangkatan. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyajian informasi. situs. pemberhentian. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. serta implementasi Sipeg. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. kesejahteraan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. dan analisis jabatan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penggajian. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. b. pengadaan. d. pengembangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. pelaksanaan. 168 . serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pengurusan perencanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. satuan kerja. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian.

Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. PBI Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas mutasi. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. pelaksanaan. serta pengurusan revisi anggaran. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. f. penyiapan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. kepangkatan pemberhentian. penelaahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. kesejahteraan. pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas perencanaan. c. d. pengangkatan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta penyelesaian kerugian negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Akuntansi. e. serta implementasi Sipeg Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. pelaksanaan. penyiapan. c. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penggajian. 169 .

perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. kearsipan. perpustakaan. pelaksanaaan bantuan hukum. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. b. penyelesaian kerugian negara. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 622 Bagian Umum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. e. perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. c. penyiapan koordinasi ketatausahaan. dan rumah tangga. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. persuratan dinas. kearsipan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelaksanaan. d. Subbagian Hukum. informasi dan dokumentasi hukum. pengadaan. kehumasan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. dan revisi anggaran Badan. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan. Neraca. pelayanan kesekretariatan. f. serta pengurusan perlengkapan. perlengkapan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dan pemeliharaan barang inventaris. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan rumah tangga. dan kearsipan. penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaan. 170 . laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

penyiapan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. kesekretariatan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. g. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. kebersihan dan keamanan Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. c. 171 . b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. pelaksanaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. bantuan hukum. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. i. persuratan dinas dan kearsipan. d. b. pengembangan. pengangkatan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Bidang Afiliasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Kelompok Fungsional. pengurusan perencanaan. b. e. kebersihan. serta pelaksanaan keamanan. keuangan. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. rumah tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. b. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Program. Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. c. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.h. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. 172 .

Subbidang Pengoperasian Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. dan kebersihan Pusat. b. serta pengadaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. 173 . Subbidang Pengembangan Sarana.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan sarana kerja. c. keamanan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631.

penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. 174 . terdiri dari: a. Pasal 637 Bidang Program. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta analisis. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. b. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. c. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program.

(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. penelaahan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. e. 175 . pelaksanaan pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. b. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.

c. situs dan penyebarluasan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. f. 176 . Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. h. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. jaringan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. b. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. i. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. administrasi keuangan.

perbendaharaan dan akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. e. b. pengangkatan. serta pelaksanaan keamanan. d. pengurusan perencanaan. pengembangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. c. terdiri dari: a. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. kebersihan. Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pemeliharaan sarana kerja. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bidang Program. 177 . serta pengadaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". b. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. Bidang Afiliasi. dan kebersihan Pusat. keuangan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. d.

pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan. e. penyediaan bahan baku. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. 178 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. penelaahan. penyiapan.

penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 .Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 656 Bidang Program. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. terdiri dari: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. penyiapan. evaluasi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. b. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.

pelaksanaan pengelolaan sistem. e. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. b. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. c. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. d. jaringan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. b. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelayanan jasa teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. 180 . pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.

terdiri dari: a. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. i. d. b. e. Bidang Afiliasi. dan kepegawaian Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. c. h. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. c. Kelompok Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. b. 181 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. f. e. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.

Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. b. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. pengangkatan. e. 182 . c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. serta pelaksanaan keamanan. keamanan. pemeliharaan sarana kerja. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta pengadaan. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. pengembangan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengurusan perencanaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan.

penyediaan bahan baku. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan. d. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku. penyiapan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 183 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. b. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penelaahan. c. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 675 Bidang Program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta analisis. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. 184 . penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan.

pelaksanaan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. 185 . pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. terdiri dari: a. Pasal 679 Bidang Afiliasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. c. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan.

perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. geokimia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan ketatausahaan. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. j. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. d. f. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. d. keuangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. rumah tangga. h. i. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Bidang Program. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. 186 . b. e. Kelompok Fungsional. c. g. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. dan geofisika kelautan. administrasi keuangan.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. perbendaharaan dan akuntansi. serta pelaksanaan keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta pengadaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. e. pelaksanaan pengelolaan anggaran. c. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perencanaan. dan kebersihan Pusat. pengangkatan. d. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. perbendaharaan dan akuntansi. pengembangan. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. kebersihan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 187 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. keuangan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688.

188 .c. terdiri dari: a. b. pengelolaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pengelolaan. e. d. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan operasi penggunaan. b. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan.

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. Pasal 694 Bidang Program. b. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.c. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. evaluasi. b. serta analisis. c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. 189 . penelaahan. d. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan.

e. Subbidang Informasi dan Publikasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 698 Bidang Afiliasi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi. jaringan. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.d. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. pelaksanaan. b. 190 . Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan.

Teknisi Litkayasa.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Perekayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

perumusan kebijakan penyelenggaraan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. h. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. b. e. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. mineral. 192 . Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. g. f. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. geologi. batubara. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan.

program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. g. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. f. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. 193 . serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. c. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kerja sama. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. b. e. satuan kerja. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. h. i. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706.

akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta perencanaan kerja. Bagian Kepegawaian. pelaporan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 708 Sekretariat Badan. 194 . penganggaran. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Umum. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. f. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. d. pelaporan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. l. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. pengelolaan urusan ketatausahaan. kearsipan. ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. h. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. dan rumah tangga. b. akuntabilitas kinerja. c. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. k. pengelolaan jaringan dan situs informasi. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan.j. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. b. Bagian Rencana dan Laporan. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. g.

penyiapan. Subbagian Kerja Sama. c. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. pemberhentian. pelaksanaan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penggajian. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. c. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. kesejahteraan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pengadaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta evaluasi atas laporan berkala. pelaksanaan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengembangan. perencanaan kerja. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. jaringan dan situs informasi Badan. penelaahan. prosedur kerja. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. 195 . (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penganggaran. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. e. b. penyiapan. b. kepangkatan. dan sistem. serta implementasi Sipeg. terdiri dari: a. d.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. produk kilang. Subbidang Kilang. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Subbidang Utilitas. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. penyiapan. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. 200 . pelayanan jasa. kontrol kualitas. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang.

dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan. b. penelaahan. pelaksanaan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 201 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. Subbidang Bengkel. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. d. pengembangan dan pemanfaatan. b. penyediaan dan pemanfaatan. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. Subbidang Laboratorium. c.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.

b. norma. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pedoman. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. c. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. standar. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. kerja sama. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. f. serta kepustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. pengelolaan kepustakaan. d. 202 . penelaahan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. e. penelaahan. norma. penyiapan penyelenggaraan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. g. kriteria dan prosedur. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar.

c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. i. prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. h. norma. pengelolaan ketatausahaan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. pedoman. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. f. perlengkapan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pemberian pelayanan jasa. Kelompok Jabatan Fungsional. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. g. kearsipan. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 203 . Bidang Sarana Teknis. e. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Batubara. terdiri dari: a. e. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a.

perlengkapan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. b. kearsipan. serta hukum. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. d. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. 204 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. b. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. akuntansi. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. organisasi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perbendaharaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. e. Subbagian Kepegawaian dan Umum.

pelaksanaan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.c. 205 . Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penggunaan. rencana pengembangan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. c. e. pedoman. b. d. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. penelaahan. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. terdiri dari: a. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemeliharaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Subbidang Pengoperasian Sarana.

d. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. kerja sama dan sistem. penyiapan. c. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. e. b. pedoman. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. 206 . dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. b. e. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. dan prosedur. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. d. kriteria. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

d. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. terdiri dari: a. pelaksanaan. norma. pedoman. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pemberian pelayanan jasa. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. norma. penyiapan penyelenggaraan. penelaahan. f. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelaksanaan. penyiapan penyelenggaraan. kriteria dan prosedur. penyusunan standar. kriteria dan prosedur. pedoman. kriteria pendidikan dan pelatihan. prosedur. b. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyusunan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. 207 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a.

h. c. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. d. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. b. perbendaharaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Bidang Pelatihan dan Sarana. c. akuntansi. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. kearsipan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. pengelolaan ketatausahaan. kehumasan dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. terdiri dari: a. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. 208 . organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a.g. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Tata Usaha. kearsipan. d. b. perlengkapan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan sistem. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. akuntabilitas kinerja. c. terdiri dari: a. e. Subbidang Perencanaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kerja sama. 209 . penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. pedoman. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma. d. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.

pelaksanaan. b. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbidang Pelatihan. b. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kerja sama. pelaksanaan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. penelaahan. kriteria dan prosedur. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. 210 . penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. norma. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. promosi. pelaksanaan kerja sama.

Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Tata Usaha. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pedoman. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. 211 . Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. prosedur. penelaahan. c. g. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. f. d. c. Bidang Pelatihan dan Sarana. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. d. pengelolaan ketatausahaan. kriteria pendidikan dan pelatihan. h. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. e. pelaksanaan.

212 . hukum. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. c. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. d. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. perbendaharaan. kearsipan. dokumentasi dan tata naskah. e. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. c. kerja sama. pedoman. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. pedoman. pelaksanaan. d. norma dan kriteria. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Perencanaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. b. norma. penelaahan. pelaksanaan. e. 213 . serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan. serta evaluasi atas standar.

pelaksanaan kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. promosi. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. e. c. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. d. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 214 . Subbidang Sarana dan Prasarana. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. b. Subbidang Pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. b. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 . (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Inspektorat Jenderal dan Badan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. c. e. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Direktorat Jenderal. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. terdiri dari: a. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. b. 216 . (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. d. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan.

Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. i. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. e. g. k. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. f. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. serta neraca energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. 217 .BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. c. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. j. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. h. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral.

dan persuratan dinas. c. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. c. b. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. rumah tangga. terdiri dari: a. d. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. e. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. b.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. serta kearsipan Bakoren. terdiri dari: a. serta kearsipan Pusat. d. Bidang Kajian Strategis. pelaporan dan tata persuratan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. 218 . Subbagian Tata Usaha Bakoren. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bagian Tata Usaha. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pelaksanaan urusan tata usaha. dukungan operasi kerja. c.

Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. l. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. j. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. k. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. g. b. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. f. i. c. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 219 . evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. h. d. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penyiapan norma. e.

terdiri dari: a. f. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. 220 . d. penelaahan. pelaksanaan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan norma. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. batubara dan panas bumi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelahaan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. c. pelaksanaan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penelaahan. pelayanan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. b. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. b.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. e. ketenagalistrikan.

(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan. d. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. 221 . penelahaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. penelahaan. gambut. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. air tanah dan kegeologian. c. b. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. f. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. bitumen padat.

tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. 222 . (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.

223 . dokumentasi. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. penganggaran. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. peraturan perundang-undangan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dengan lingkup meliputi personil. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. organisasi. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. regulasi ekonomi dan keteknikan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan keselamatan umum.a kepada pejabat eselon I. standardisasi teknis. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. perencanaan kerja. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peralatan.

Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (3) Kepala Biro. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (4) Kepala Bagian. 224 . Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (5) Kepala Subbagian.BAB XIV ESELON.b.a. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Pusat. Inspektur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.a. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur. Direktur Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal.a. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Direktur.a. Direktur Jenderal.

X.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 225 .d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”.

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 . susunan organisasi.

b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. maka: a. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful