MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Biro Keuangan. e. Kementerian Negara.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. b. Biro Umum. Biro Kepegawaian dan Organisasi. d. d. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Departemen lain. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Lembaga Pemerintah Non Departemen. c. b. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan lembaga lain yang terkait. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. c. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. terdiri dari: a. 5 . koordinasi kegiatan Departemen.

perumusan kebijakan pembangunan. d. h. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). evaluasi kebijakan pembangunan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Bagian Analisis dan Evaluasi. g. rencana pembangunan jangka panjang. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. i. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan Anggaran. c. rencana dan program kerja dan anggaran. k. rencana kerja dan anggaran. f. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta rencana strategis. b. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. penyusunan harga satuan. rencana dan program kerja. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. e. 6 . serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. j. e. l. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. dan rencana anggaran. d.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. serta kerja sama. terdiri dari: a. serta pengelolaan kerja sama Departemen. c. serta perumusan akuntabilitas kinerja. menengah dan tahunan. Bagian Kerja Sama. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana anggaran.

c. c. dan urusan tata usaha Biro. b. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. penelaahan. penyiapan rumusan norma. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Badan Geologi. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. e. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan RK-KL. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. Menengah dan Tahunan Departemen. penelaahan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. 7 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. standar dan kriteria rencana kerja. Inspektorat Jenderal. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal.

Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. norma. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. d. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan 8 . f. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. kriteria perencanaan anggaran. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. b. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penganggaran Penunjang. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. c. penyiapan rumusan satuan harga pokok. b.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan. penelaahan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan.

Inspektorat Jenderal. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. e. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. c. d. g. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. 9 . menengah. f. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. kriteria akuntabilitas kinerja. penelaahan. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma. b. RKA-KL. c. tahunan dan rencana strategis. penyiapan bahan sidang. h.

penyiapan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. g. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Panas Bumi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. norma. dan Badan Geologi. 10 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. Inspektorat Jenderal. h. penelaahan. penyiapan. serta kerja sama asosiasi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Batubara. d. c. b. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. f. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. kriteria kerja sama. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen.

penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. c. e. pembinaan mutasi. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. 11 . pengembangan organisasi dan tata laksana. penempatan dan pengembangan pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. terdiri dari: a. dan kesejahteraan pegawai. penelaahan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemensiunan. penelaahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. d. perencanaan. Subbagian Kerja Sama Bilateral. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. disiplin. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengadaan. c. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. jabatan struktural dan fungsional. dan penilaian kinerja pegawai. b. kepangkatan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta standardisasi kompetensi jabatan. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. k. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. terdiri dari: a. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pegawai Negeri Sipil (PNS). serta kartu PNS. c. h. pola dan pengembangan karir pegawai. b. penyiapan rumusan rencana. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. evaluasi pembinaan kepegawaian. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. g.f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Mutasi Pegawai. d. e. 12 . norma. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. d. e. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. c. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. j. f. penyusunan rencana formasi. i. g. penyiapan rumusan standar. pengadaan.

(3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. bimbingan teknis. pemberhentian dan disiplin. urusan tugas belajar dan izin belajar. b. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. i. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. dan penugasan pegawai ke luar negeri. kompetensi pegawai. pemindahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Karir. kepangkatan. penelaahan. c. penyiapan. dan Kartu PNS Departemen. j. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. penyiapan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. 13 . Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur.

serta evaluasi atas kenaikan pangkat. penyiapan standar. pelaksanaan kesejahteraan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. penelaahan. d. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. Askes. perbantuan. pemindahan. pemindahan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. f. serta Kartu Istri. Kartu Suami. serta kesejahteraan pegawai. dipekerjakan. dan penilaian prestasi pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. cuti. norma. dan Bapertarum. kepangkatan. c. g. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. Taspen. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. penarikan kembali. e. pelaksanaan pemindahan pegawai.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dipekerjakan. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. b. pengangkatan kembali. pembebasan sementara. pelaksanaan kepangkatan. j. k. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. pemberhentian. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. kepangkatan. 14 . dan penarikan kembali pegawai. pemberhentian dan disiplin. h. Subbagian Mutasi Jabatan. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan disiplin pegawai. perbantuan. pemberhentian. pemindahan. i. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. dan penilaian angka kredit.

Daftar Urut Kepangkatan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pemberhentian. jabatan. pelaksanaan. pendidikan dan pelatihan pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. penelaahan. Taspen. f. d. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. penelaahan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengadaan pegawai. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pelaksanaan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. penggajian. dan daftar riwayat hidup pegawai. disiplin. pemberhentian dan pemensiunan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. penilaian angka kredit. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pelayanan kesehatan. pemindahan. Kartu Suami. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penghargaan. g. Askes. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. Bapertarum pegawai Departemen. dan administrasi lembaga tripartit. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. 15 . Kartu Istri. penghargaan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. i. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. h. b. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. e. kepangkatan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen.

pelaksanaan. terdiri dari: a. penggajian. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. kriteria pengembangan organisasi. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pelaksanaan. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. norma. penelaahan. klasifikasi dan peta jabatan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). serta pedoman penyempurnaan organisasi. 16 . c. penghargaan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penelaahan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pengadaan pegawai. d. kepangkatan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penelaahan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. jabatan. c. e.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pendidikan dan pelatihan pegawai. pemindahan. b. penyiapan rumusan standar. pemberhentian. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi.

b. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pola hubungan kerja. peta jabatan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 17 . pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. penelaahan. Subbagian Tata Laksana. h. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. penelaahan. terdiri dari: a. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. standardisasi kompetensi jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pengembangan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Kelembagaan. perbendaharaan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. g. analisis beban kerja. pengembangan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan.f. administrasi keuangan.

terdiri dari: a. l. e. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. d. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. b. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 49 Biro Keuangan. perbendaharaan. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. g. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. k. 18 . serta pembinaan perbendaharaan. dan implementasi sistem akuntansi.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. b. h. serta Neraca Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Bagian Kekayaan Negara. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. serta nota keuangan. kekayaan negara dan akuntansi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. i. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). e. Bagian Perbendaharaan. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. c. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. laporan realisasi anggaran. Bagian Akuntansi. serta bimbingan teknis perbendaharaan. d. j. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pembinaan inventarisasi.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Subbagian Anggaran Pendapatan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. k. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyusunan rumusan standar. c. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. norma. penyiapan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. h.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Subbagian Anggaran Belanja. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. pelaksanaan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. penelaahan. j. b. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. i. penyiapan. c. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. b. 19 . g. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. e. d. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyiapan target. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. f.

Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. norma.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Badan Geologi. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. d. Inspektorat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. b. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. c. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. b. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. 20 . Batubara dan Panas Bumi. serta pembagian iuran sumber daya alam. g. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. dan pengelolaan SPM. penyiapan rumusan standar. c. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. e. terdiri dari: a.

penelaahan. c. terdiri dari: a. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. g. kriteria pengelolaan kekayaan negara. f. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. norma. ganti rugi. dan bidang minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. 21 . d. e. c. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. tuntutan perbendaharaan. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. pelaksanaan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.

c. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Pasal 64 Bagian Akuntansi. e. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penyiapan Neraca. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. penelaahan. Badan Geologi. f. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penelaahan. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. rekonsiliasi. norma. Batubara dan Panas Bumi. g.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. pelaksanaan. 22 . Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan verifikasi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. b. d. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen.

bantuan hukum. d. bantuan hukum dan kehumasan. pelaksanaan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan implementasi SAAT Departemen. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta evaluasi atas pembukuan aset. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. 23 . h. Neraca. penelaahan. f. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta program legislasi dan regulasi. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. pengelolaan dokumentasi. konsolidasi. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. kewajiban. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penelaahan. serta kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. dan bantuan hukum. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan. rekonsialiasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. dan penyelesaian kasus hukum. equitas dana. g. penelaahan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan kehumasan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bantuan hukum. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). c. dan implementasi SAI Departemen. verifikasi anggaran.

penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. evaluasi peraturan perundang-undangan. c. b. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. dan bantuan hukum. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Bagian Bantuan Hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. e. d. j. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. 24 . d. b. penelaahan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. Bagian Penelaahan Hukum. c. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral.i. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta program legislasi dan regulasi Departemen. c. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. terdiri dari: a. Bagian Hubungan Masyarakat.

d. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan unsur unit penunjangnya. kriteria kontrak atau perjanjian. c. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penelaahan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. g. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. norma. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 25 . Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. f. penyiapan. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. b.

d. b. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. norma. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. f. e. c. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penelaahan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. penyiapan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. c. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. b. dan unsur unit penunjangnya. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. 26 . penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Batubara dan Panas Bumi.

Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. pelaksaaan. c. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. norma. 27 . (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. konferensi pers. pelaksaaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. pelaksaaan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. e. d. c. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. serta monitoring dan analisis berita. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. b. penelaahan. f. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a.

Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pameran Departemen. terdiri dari: a. peliputan dan perekaman kegiatan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. j. penerbitan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Subbagian Publikasi. pelaksanaan. penelaahan. monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. h. b. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. konferensi pers. pelaksanaan. c.g. i. 28 . (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. penelaahan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. pelaksanaan peliputan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. abstrak peraturan perundang-undangan.

Sekretaris Jenderal. Bagian Perlengkapan. g. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan rumah tangga. f. terdiri dari: a. b. e. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyediaan sarana dan prasarana kerja. b. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Staf Ahli.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. tata persuratan dinas dan kearsipan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Tata Usaha. Pasal 87 Biro Umum. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. rumah tangga Sekretariat Jenderal. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. c. tata persuratan dinas dan kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan keamanan dan keselamatan. i. tugas 29 . tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. f. e. h. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. pengadaan. tata usaha dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. perlengkapan dan pengadaan. d. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. d.

persuratan dinas. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. b. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Subbagian Urusan Dalam Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. penyiapan penyelenggaraan rapat. e. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. b. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. f. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. terdiri dari: a. c. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. d. Subbagian Tata Usaha Menteri. c. pelantikan. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen.

serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. f. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. c. d. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. b. c. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. 31 . Pasal 94 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan. persuratan dinas. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. e. norma. b. penelaahan. penjadwalan kegiatan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. dan ekspedisi surat dinas. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan rumusan standar. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kearsipan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen.

c. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. keselamatan. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan kebersihan. keamanan. terdiri dari: a. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal.H. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. keselamatan. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. d. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. 32 . Thamrin 1. Staf Ahli. e. Jakarta Pusat). Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. M. c. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera.

Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. g. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengadaan. e.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. 33 . Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. f. b. terdiri dari: a. b. inventarisasi. c. c. Subbagian Rencana Kebutuhan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan penyiapan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. dan kearsipan Staf Ahli. serta pengadaan. pelaksanaan pengadaan. penyiapan kegiatan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan bahan rumusan standar. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. norma. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. d. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. 34 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. kriteria. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. norma. e. c. penyusunan standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pedoman. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. 35 . d. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. f. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. g. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. ketatalaksanaan. satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. kearsipan. i. e.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. h. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Bagian Keuangan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. 36 . Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. c.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

n. c. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. h. perumusan pengaturan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. i. 41 . k. g. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. f.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. l. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. WP & B). implementasi Sipeg. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. j. b. serta perhitungan bagi hasil. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. m. rencana dan program. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. e.

d. c. f. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. pelaksanaan sosialisasi program sektor. ketersediaan dan infrastruktur sektor. g. c. h. serta pencadangan strategis. b. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. 42 . norma. menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. p. evaluasi kebijakan. b. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. e. d. serta data kebutuhan. e. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. penyusunan statistik. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri.o. b. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. f.

serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. e. 43 . penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. g. dan pelaksanaan sosialisasi. terdiri dari: a. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. penelaahan. penyiapan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyediaan informasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. f. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. norma. d. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. c. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. pengumpulan data potensi. permasalahan iklim usaha. b. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. b. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. dan terms of condition KKS.

pelaksanaan pencatatan. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta biaya operasi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. 44 . serta bagi hasil daerah. pajak. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. tugas serta induk. j. pemeriksaan dan pengujian. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. norma. g. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. tugas serta induk. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penelaahan. c. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. i. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. f. b. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. h. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. retribusi. penelaahan. e. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. d. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B).

Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. tenaga kerja asing. harga minyak mentah Indonesia. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. retribusi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. c. b. b. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. norma. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. d. pelaksanaan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. e. pajak.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. PNBP dan tarif iuran. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan. pelaksanaan. f. 45 . tenaga kerja asing. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. g. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. lifting dan target penerimaan. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. k. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. b. penelaahan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pemberdayaan produksi dalam negeri. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. fasilitasi lembaga tripartit. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana penggunaan tenaga kerja asing.h. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. i. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penggunaan barang operasi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. j. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penyiapan. serta pengaturan tenaga kerja asing. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. b. 46 . penelaahan. pelaksanaan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. rencana impor barang operasi.

Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. b. penelaahan. 47 . penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama.c. pelaksanaan. Seksi Multilateral dan Regional. e. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f. c. b. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. g. serta kerja sama Pemerintah Daerah. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. d. terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penyiapan. penyiapan.

penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. d. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan rumusan standar. l. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. e. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. terdiri dari: a. f. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. c. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. e. pelaksanaan pengumuman WK. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. h. h. i. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pengelolaan WK. f. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. 48 . Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. f. e. norma. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. d. g. b. k. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Subdirektorat Wilayah Kerja. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. j. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. kriteria pengelolaan WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. g.d. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka.

serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. b. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. e. d. pelaksanaan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. b. b. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. c. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penilaian. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. 49 . Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. terdiri dari: a. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. kriteria usaha eksplorasi. terdiri dari: a.

pelaksanaan. c. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan. 50 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. h. penyiapan rumusan standar.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. kriteria. b. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. j. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. i. penyiapan. e. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. norma. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. d.

e. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. tumpang tindih lahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. f. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. b. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. kriteria usaha eksploitasi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. rencana kerja dan anggaran KKS. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. 51 . penyiapan. c. norma. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. d.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. g. b. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi.

pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. c. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan. d. g. pelaksanaan. 52 . penelaahan. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pelaksanaan pembinaan teknis. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. i. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. norma. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. f. h. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

53 . perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. perumusan pengaturan Penugasan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. bahan bakar lain. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. i. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. e. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Light Petroleoum Gas (LPG). hasil olahan dan bahan bakar lain. d. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penelaahan. Light Natural Gas (LNG). f. penyiapan. b. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. g. Penyediaan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. bahan bakar gas. h. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. pelaksanaan.

i. g. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. pengelolaan data. c. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. l. bahan bakar lain. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. norma. d. bahan bakar gas. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pengelolaan data. f. penyiapan perizinan usaha pengolahan. k. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. j. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. b. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. LNG. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 54 . LPG. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f. e.j. c. h. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. d. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar.

g. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. norma. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. b. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. h. d. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. e. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. b. f. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 55 . Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan formulasi harga. b. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penyiapan. kriteria harga bahan bakar. 56 . penyiapan rumusan standar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. c.i. penyiapan. j. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penelaahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. bahan bakar gas dan LPG. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. e. norma. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi.

serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. f. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. g. e. penyiapan. gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. c. d. LNG. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. penyiapan rumusan standar. penyiapan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. norma. penelaahan. b. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pengelolaan data. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. kriteria usaha niaga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. b. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak.f. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. LPG. penyiapan perizinan usaha niaga. pelaksanaan. pelaksanaan. h. terdiri dari: a. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. h. 57 . Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. i. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

dan non bahan bakar lainnya. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. e. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan norma. kriteria usaha non bahan bakar. penyiapan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Seksi Niaga Minyak Bumi. pelumas. petrokimia. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. b. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Seksi Proses Non Bahan Bakar. LNG. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. penyiapan. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. f. biodiesel. b. c. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. terdiri dari: a. Seksi Niaga Gas Bumi. tugas 58 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. LPG. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar.

pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. h. 59 . lindungan lingkungan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. penyiapan. d. kelaikan teknis. b. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. dan non bahan bakar lainnya. c.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. usaha penunjang. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. f. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. g. biodiesel. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. produk. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. petrokimia. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. profesi personil. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta penggunaan tenaga teknik. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. penyiapan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. petrokimia. biodiesel. e. kelaikan teknis. dan non bahan bakar lainnya.

b. Kelompok Jabatan Fungsional. h. 60 . d. d. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. j. b. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. f. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.i. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. c. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. e.

Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. instrumentasi. keselamatan operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. c. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. penelaahan. penelaahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. f. instalasi. b. dan kalibrasi alat ukur. K3. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. g. penyiapan rumusan standar. 61 .

penelaahan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur. e. b. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 62 . dan penggunaan tenaga teknik. c. penyiapan. norma. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. instalasi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. K3. penelaahan. instrumentasi. terdiri dari: a. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. pengangkutan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Seksi Keselamatan Pengolahan.f. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan. g. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. pelaksanaan. pengangkutan. 63 . Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Penyimpanan. serta penjaminan pasca operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penelaahan.

pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. b. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. pelaksanaan. f. g. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. c. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. dan kriteria usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan.d. 64 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. e. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. norma.

serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. 65 . Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.d. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. profesi personil. produk. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. f. terdiri dari: a. penelaahan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

norma. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. d. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pedoman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. kriteria. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan standar. c. 67 . Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. 68 . b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan rumah tangga. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. d. h. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. satuan kerja. i. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. kearsipan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. c. g. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. e. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal.

c. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. c. situs. Bagian Umum dan Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 69 . d. b. pengelolaan sistem. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. jaringan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. f. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. pelaporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. b. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. g. Subbagian Laporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Keuangan. rapat koordinasi. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan dan situs informasi.

serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. c. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan. serta pengurusan revisi anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. b. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. f. satuan kerja. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penyiapan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. serta penyelesaian kerugian negara. e. PBI Direktorat Jenderal. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 70 .(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Pasal 237 Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b.

penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pertimbangan hukum. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Subbagian Informasi Hukum. c. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. e. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penelaahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. terdiri dari: a. c. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. d. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. b. b. 71 . Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelayanan konsultasi hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta kehumasan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penyelesaian kerugian negara.

pertamanan dan perparkiran. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. penelaahan. Subbagian Kepegawaian. 72 .(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengadaan pegawai. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Subbagian Tata Usaha. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. perlengkapan dan rumah tangga. d. keamanan. pelaksanaan. c. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. telepon. kebersihan. dan kearsipan. ekspedisi persuratan dinas. c. mutasi. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. f. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pemberhentian. dan Implementasi Sipeg. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. b. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. g. terdiri dari: a. e. pengurusan formasi. penghargaan dan kesejahteraan pegawai.

h. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. implementasi Sipeg. d. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. e. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. b. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). rencana dan program. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. c.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana pengadaan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. g. evaluasi kebijakan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. f. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. rencana dan program. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. 73 . lembaga sertifikasi dan asosiasi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pelaksanaan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247.

b. penyiapan rumusan. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. c. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. g. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. c. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. d.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. b. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. b. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. f. e. 74 . serta rencana strategis dan RUKN. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. menengah dan tahunan tenaga listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. d. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. e.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penelaahan. penyiapan. d. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. 75 . Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penelaahan. c. penyiapan. b. b. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penyiapan. penelaahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. 76 . penelaahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penyiapan. e. f. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. pelaksanaan. norma. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. d. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. c. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penelaahan. b. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. kriteria tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial.

Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. penelaahan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. penyusunan dokumen perjanjian. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. multilateral dan regional. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. 77 . b. evaluasi pelaksanaan rencana. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. lembaga sertifikasi. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. d.

78 . pengolahan. e. penyiapan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. c. pelaksanaan pengelolaan data. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan.

serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. c. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. b. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. d. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. b. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. h. pembinaan. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. serta perlindungan konsumen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. d. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. f. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. b.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. i. 79 . c.

Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha.c. serta efisiensi dan transparansi usaha. d. penyiapan. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penelaahan. penelaahan. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.

serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. b.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. b. pelaksanaan. Seksi Pelayanan Izin Usaha. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. kriteria harga jual tenaga listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pemberian sanksi. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. penelaahan. e. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. terdiri dari: a. 81 . c. norma. b. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penyiapan. penelaahan. f.

penelaahan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. c. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. 82 . terdiri dari: a. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. d. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan. b. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. kriteria hubungan komersial.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. e. penyiapan. b. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. f.

pelaksanaan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. b. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. penelaahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. kriteria perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. d. terdiri dari: a. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. mempunyai tugas 83 . norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. e.

g. e. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. c. serta penggunaan tenaga teknik. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. kelaikan teknis. serta pembinaan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. h. d. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. b. i. f. keselamatan dan K3. profesi personil. terdiri dari: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. 84 . pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. f. b. produk.

penelaahan. penyiapan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. c. f. g. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta Rancangan SNI. d. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. jenis dan mutu tenaga listrik. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 85 . pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. e. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. b. terdiri dari: a. pelaksanaan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan.

g. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. f. 86 . pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penelaahan. penelaahan. kalibrasi alat ukur. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. dan K3. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. c. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. keselamatan operasi. penyiapan. kelaikan peralatan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. terdiri dari: a. e.

Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. f. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. b. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. g. 87 . penelaahan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. e. c. d. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik.

penelaahan. terdiri dari: a.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 88 . b. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. e. b. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. c. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja.

f. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. norma. profesi personil. d. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. 89 . Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. c. e. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. b. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. g. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. produk. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

g. energi perdesaan dan konservasi energi. 90 . c. b. Subdirektorat Energi Perdesaan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. d. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. e. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. norma. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. b. f. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. e. energi alternatif. b. serta rencana dan program energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. terdiri dari: a. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. c. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Subdirektorat Konservasi Energi. f. energi perdesaan dan konservasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. energi perdesaan dan konservasi energi. kriteria pemanfaatan energi. c. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. h. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. d.

terdiri dari: a. penelahaan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. b. penyiapan. kriteria usaha energi baru terbarukan. c. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. d. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 91 . pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. norma. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. b. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. terdiri dari: a. e.d. penyiapan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. b. rencana dan program pengembangan usaha.

terdiri dari: a. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. d. penyiapan rumusan standar. penyiapan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. b. Seksi Program Konservasi Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. c. rencana dan program. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penelahaan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. norma dan kriteria konservasi energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Seksi Penerapan Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. 92 . e.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penelahaan. penelahaan.

Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. norma. 93 . Seksi Program Energi Perdesaan. d. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. rencana dan program. penelahaan. c. pemberdayaan masyarakat. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta pedoman pengembangan. rencana dan program energi perdesaan. terdiri dari: a. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama.. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. b.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelahaan.

penyiapan. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. 94 . pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. c. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. b. penyiapan. b. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

b. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. 96 . (2) Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyusunan standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. dan prosedur di bidang mineral. e. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. c. kriteria. Batubara dan Panas Bumi. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara. d. Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. batubara.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. dan panas bumi. norma. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen.

serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. i. Batubara dan Panas Bumi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. e. g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. f. h. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi. d. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi. dan rumah tangga. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. e. b. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. d. 97 . Batubara dan Panas Bumi. c. satuan kerja.

c. Subbagian Pengelolaan Informasi. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. 98 . penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. g. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. e. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. d. d. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. pengelolaan sistem. e. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan dan situs informasi. Bagian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. c.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. f. Subbagian Laporan. b. Bagian Rencana dan Laporan.

Pasal 354 Bagian Keuangan. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. jaringan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. satuan kerja. b. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. situs. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. 99 . serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. d. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. e. perhitungan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. b. Subbagian Perbendaharaan.

pelaksanaan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. 100 . e. pelaksanaan informasi. Subbagian Pertimbangan Hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian kerugian negara. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelayanan konsultasi hukum.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta kehumasan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. c. pelaksanaan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan. d. penelaahan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. c. pelaksanaan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. f. pertimbangan hukum.

perlengkapan dan rumah tangga. ekspedisi persuratan dinas. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. c. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pengadaan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. g. penyiapan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pemberhentian. serta urusan keprotokolan dan upacara. kebersihan. penelaahan. pertamanan dan perparkiran. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. telepon. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. d. dan Implementasi Sipeg. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. b. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. 101 . penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. mutasi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. e. batubara. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. dan kearsipan. keamanan. pelaksanaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penelaahan. pengurusan formasi. f. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. penghargaan dan kesejahteraan pegawai.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. investasi dan pendanaan. batubara. perumusan kebijakan pengembangan usaha. dan produksi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan produksi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. neraca sumber daya wilayah kerja. terdiri dari: a. c. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. cadangan atau potensi. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. rencana pengadaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. implementasi Sipeg. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Subbagian Kepegawaian. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta penetapan wilayah kerja. b. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. wilayah kerja. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. 102 . c. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. b. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja.

eksplorasi dan operasi produksi. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. h. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. g. evaluasi kebijakan. c. batubara. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta perhitungan bagi hasil. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. e. f. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. batubara. Batubara. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. f. e. terdiri dari: a. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. rencana dan program di bidang mineral. i. pengelolaan data. lembaga sertifikasi dan asosiasi. batubara. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. d. 103 . serta pemantauan perencanaan program di daerah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. j.e. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. Kelompok Jabatan Fungsional. b. d.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. d. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. terdiri dari: a. c. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. g.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. penyiapan. b. 104 . h. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. batubara. penelaahan. panas bumi dan pengelolaan air tanah. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. serta pemantauan pelaksanaan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. f. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta kerja sama di bidang mineral. penelaahan. Seksi Program Mineral dan Batubara. e. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.

105 . penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. penelaahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan. terdiri dari: a. Kontrak Karya (KK). batubara dan pemanfaatan panas bumi. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. batubara. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. c. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penelaahan. Seksi Kerja Sama Mineral.

serta penyusunan statistik pengusahaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. batubara. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. kriteria pencadangan wilayah kerja. penelaahan. c. f. b.e. evaluasi pelaksanaan kebijakan. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. norma. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. 106 . d. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. b. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah.

serta penetapan wilayah kerja. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. neraca sumber daya. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. g. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Panas Bumi dan Air Tanah. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral.e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. panas bumi dan air tanah. Seksi Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pencadangan dan potensi di bidang mineral. batubara. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. statistik. Batubara. panas bumi dan air tanah. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. batubara. penyiapan penetapan potensi. 107 . h. batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. cadangan dan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. penelaahan. (2) Seksi Informasi Mineral. batubara dan panas bumi. Batubara.

(2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pencatatan. serta bagi hasil daerah. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. d.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. b. pemeriksaan dan pengujian PNBP. 108 . penyiapan. c. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penelaahan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. e. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penelaahan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. terdiri dari: a.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

(2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. c. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. g. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. e. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. f. d. 113 . terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama.

serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. f. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. Seksi Hubungan Komersial Batubara. b.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. b. i. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Seksi Hubungan Komersial Mineral. d. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. g. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. perumusan pengaturan. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. 114 . h. pembinaan hubungan komersial panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. c. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. e. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.

penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. e. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. 115 . serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. k. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. e. norma. c. g. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. dan perubahan batas wilayah kerja. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. f. f. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan standar. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. c. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. penyiapan rumusan pengaturan usaha. serta pengelolaan air tanah. d. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. d. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. l. g. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.j. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah.

penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. b. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 116 . pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. serta pengelolaan air tanah. c. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. d. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. i. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. terdiri dari: a. Seksi Pengelolaan Air Tanah. penelaahan.h. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi. pelaksanaan.

pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. serta pengendalian air tanah. serta pengendalian air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. d. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. b. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. terdiri dari: a. b. 117 . pelaksanaan. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. pelaksanaan. f. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penelaahan. c. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. e. g. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi.

penelaahan. c. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. i. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. d. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penelaahan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. e. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 118 . serta pengelolaan air tanah. serta pengendalian air tanah. b. pelaksanaan. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi.h. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta pengelolaan air tanah. b. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan.

d. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 119 . h. f. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pelaksanaan. e. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. b. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.g. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. b. pelaksanaan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Seksi Konservasi Air Tanah. 120 . persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. terdiri dari: a. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta ketatausahaan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. c. serta air tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. batubara dan panas bumi. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.

f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. d. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. kelaikan teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara. produk. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. K3. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. g. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. c. serta penggunaan tenaga teknik. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral.d. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. e. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. j. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. i. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. h. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. e. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. batubara. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi. 121 . Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. batubara dan panas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.

dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penelaahan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan panas bumi. f. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penelaahan. pemurnian. produk. dan Panas Bumi. b. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. jenis dan mutu produk. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta konservasi mineral dan batubara. Batubara. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. profesi personil. Seksi Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan standar. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. norma. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a.c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. 122 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. e. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

e. b. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi.b. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. batas wilayah kerja. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. b. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. terdiri dari: a. f. dan konservasi mineral. serta konservasi mineral dan batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. 123 . Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. c. penyiapan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.

Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. e. pelaksanaan. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. penelaahan. dan panas bumi. Batubara. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. g. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. batubara. 124 . serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. b. penelaahan. pelaksanaan. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Batubara. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. f. batubara dan panas bumi. i. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal.c.

norma. e. panas bumi dan air tanah. penyimpanan. dan panas bumi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. penelaahan. Seksi Keselamatan Batubara. kalibrasi alat ukur. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. terdiri dari: a. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penimbunan. penyiapan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. batubara. c. dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. f. g. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. b. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Batubara. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. instrumentasi. b. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 125 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. keamanan instalasi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. pelaksanaan. pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi.

pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. batubara. norma. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. b. penyiapan rumusan standar. e. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. d. pelaksanaan. b. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. f. Batubara. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Usaha Penunjang Batubara. terdiri dari: a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. panas bumi dan air tanah. c.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. dan kriteria usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. 126 .

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. penyusunan laporan hasil pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. e. b. Inspektorat III.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat IV. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. 128 . Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. keuangan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. d. c. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat I. d.

g. f. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. e. i. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. k. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. keprotokolan dan rumah tangga. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. keamanan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. j. pengelolaan urusan tata usaha. d. kearsipan. h. Bagian Umum dan Keuangan. 129 . e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. perlengkapan.

130 . Subbagian Penyiapan Laporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyiapan. dan rencana kerja. situs. terdiri dari: a. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. i. pelaksanaan pengelolaan sistem. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. j. rapat koordinasi. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. pelaporan. program kerja. pelaporan. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penelaahan. penyajian informasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan. Subbagian Penyiapan Rencana. akuntabilitas kinerja. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. satuan kerja. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. g. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. h. b. e. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. c. d. penelaahan.

dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. c. 131 . klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. terdiri dari: a. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. d. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. b. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan analisis. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pengolahan. penyiapan. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. penelaahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. analisis hasil pengawasan. e. Badan Geologi.

evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. dan implementasi Sipeg. penyiapan. e. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. penelaahan. penelaahan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dokumentasi hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. bantuan hukum. terdiri dari: a. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. jaringan informasi hukum dan perpustakaan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi urusan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penyuluhan. dokumentasi dan tata naskah. Subbagian Hukum. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. dokumentasi hukum. penyiapan. b. perpustakaan. pelaksanaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. 132 . serta pemberian pertimbangan hukum. masyarakat dan yustisia.

pelayanan kesekretariatan. perlengkapan. f. pelaksanaan keamanan. serta pengurusan administrasi keuangan. persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. perbendaharaan. j. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. e. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan implementasi Sipeg. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. c. k. g. dokumentasi dan tata naskah. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. rumah tangga dan kehumasan. 133 . serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. h. Subbagian Rumah Tangga. dan kearsipan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pengurusan penganggaran. d. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. i. kebersihan. perlengkapan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. keprotokolan dan kehumasan. b. perbendaharaan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. penelaahan.

pemeriksaan. kearsipan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. keprotokolan dan kehumasan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. c. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 134 . b.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. penelaahan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. e. perencanaan kebutuhan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. perumusan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas urusan keamanan. perlengkapan dan pengadaan. kebersihan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. c. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. d. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. d.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pusat Sumber Daya Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Survei Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. pelayanan survei geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. dan geologi lingkungan. b. terdiri dari: a. c. 140 . Sekretariat Badan Geologi. b. perumusan kebijakan di bidang geologi. g. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. e. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. h. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. e. f. penelitian dan pelayanan. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Lingkungan Geologi.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. 141 . evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kepegawaian. pelaporan. b. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. j. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. b. serta pelaksanaan bantuan hukum. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. g. i. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. e. Bagian Keuangan. c. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan rumah tangga. informasi hukum. serta perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. koordinasi pelayanan administratif Badan. kearsipan. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. h. pengelolaan urusan ketatausahaan. f.

(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyajian informasi. penelaahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. 142 . jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. d. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. pengelolaan sistem. pelaksanaan. f. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta pengembangan organisasi Badan. ketatalaksanaan. penyiapan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. akuntabilitas kinerja. jaringan. satuan kerja. situs. b. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. e.

serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pengembangan. penelaahan. penyiapan. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan. pengadaan. kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. b. 143 . Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pengangkatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan perencanaan. serta implementasi Sipeg Badan. pengembangan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan analisis jabatan. serta evaluasi atas perencanaan. penelaahan. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg. d. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. kepangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. kesejahteraan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penggajian. pemberhentian. pemberhentian. kesejahteraan. b. e. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional.

d. pelaksanaan. Subbagian Akuntansi. dan rumah tangga. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. kearsipan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perlengkapan. serta penyelesaian kerugian negara. PBI Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Neraca. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta pengurusan revisi anggaran. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. 144 . serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 517 Bagian Keuangan. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. c. pelaksanaan. e. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. b. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara.

perpustakaan. distribusi penggunaan. perlengkapan. terdiri dari: a. b. persuratan dinas. dan rumah tangga. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha. c. dan kearsipan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. f. 145 . serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pengadaan. bantuan hukum. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. kehumasan. penyiapan. b. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pengurusan perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. e. rencana kebutuhan dan pengadaan. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penelaahan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Hukum. dan pemeliharaan barang inventaris. kebersihan dan keamanan Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kearsipan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. c. kesekretariatan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. d. perlengkapan dan rumah tangga Badan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. informasi dan dokumentasi hukum. Pasal 521 Bagian Umum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan.

pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyusunan neraca sumber daya geologi. c. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. Bidang Sarana Teknik. batubara. rumah tangga. mineral. perumusan rencana dan program.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. e. pengelolaan ketatausahaan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. rekayasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. dan panas bumi. Bagian Tata Usaha. penyelidikan. Bidang Program dan Kerja Sama. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelidikan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta pemetaan tematik potensi. i. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. keuangan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. h. f. Bidang Informasi. 146 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. gambut. b. bitumen padat. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta rancang bangun dan pemodelan. b. j. e. d. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan.

terdiri dari: a. kebersihan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pengurusan perencanaan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. serta akuntansi. b. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. b. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pengangkatan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. keuangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. 147 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. keamanan. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Laboratorium. d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pelaksanaan.d. b. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. f. 148 . penyusunan akuntabilitas kinerja.

b. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Program. dokumentasi dan publikasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. penyiapan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. pelakanaan pengelolaan sistem. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penyiapan. Pasal 540 Bidang Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penelaahan. b. pelaksanaan sosialisasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. 149 . serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. serta operasi perangkat lunak informasi.

g. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. c. operasi perangkat lunak. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pelaksanaan. sosialisasi. b. e. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. serta pos pengamatan gunung api. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. tsunami. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta sesar aktif. i. tsunami. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta rancang bangun. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. penelaahan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dokumentasi. pemodelan. sistem. gempa bumi. pelaksanaan. administrasi keuangan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan gerakan tanah h. f. dan rekayasa teknologi. penelaahan. perpustakaan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penyelidikan. gempa bumi. 150 .Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan gerakan tanah. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dan kepegawaian Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. rumah tangga. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api.

b. c. 151 . e. kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta perpustakaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. b. pelaksanaan pengelolaan sarana. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat.k. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Bagian Tata Usaha. d. pengurusan perencanaan. penyelidikan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. pengurusan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pemelaahan. keuangan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. e. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keamanan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pengangkatan. keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pengembangan. evaluasi pelaksanaan penelitian. l. dokumentasi dan tata naskah pegawai.

Subbidang Pengamatan Gunung Api. d. 152 . c. penelaahan. serta penetapan status dan peringatan dini. b. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. geokimia dan deformasi. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan. administrasi keuangan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. penetapan status. pelaksanaan penyelidikan geofisika. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pemelaahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan. penelaahan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat.

b. penelaahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. penelaahan. b. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. d. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. terdiri dari: a. c. pelaksanaan. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 153 . Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah.

c. penyiapan. 154 . Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. e. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. penyelidikan. gerakan tanah dan tsunami. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. d. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. terdiri dari: a. b. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. f. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penelaahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program.

b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. j. 155 . pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Sarana Teknik.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. rekayasa teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Program dan Kerja Sama. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. d. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. terdiri dari: a. penyelidikan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. dan kepegawaian Pusat. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. k. pengangkatan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. administrasi keuangan. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. c. i. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. b. dan pengelolaan tata ruang. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Bidang Informasi. e. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. geologi teknik dan air tanah. geologi teknik dan air tanah. Bagian Tata Usaha. g. pengurusan perencanaan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. pengembangan. c.

keselamatan kerja dan keprotokolan. keamanan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. serta akuntansi. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. 156 . e. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. kebersihan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. d. f. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. keuangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b.c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan.

serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Laboratorium. penelaahan. terdiri dari: a. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. e. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. Subbidang Program. c. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 157 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. pelaksanaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

158 . dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. d. b.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. pengelolaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan. Pasal 578 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan sosialisasi. b. penganggaran. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. pelakanaan pengelolaan sistem. c. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta pengelolaan perpustakaan.

j. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. m. administrasi keuangan. d. perpustakaan. 159 . pemetaan geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. geomorfologi. rekayasa teknologi. penyelidikan dan survei di bidang geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tektonik. dan kepegawaian Pusat. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. i. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penelaahan. b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pemetaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. penelaahan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. rumah tangga. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. sistem. penelitian dan penyelidikan geologi. g. operasi perangkat lunak. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. inventarisasi hasil survei. e. h. f. pengelolaan ketatausahaan. geokimia. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pelayanan jasa survei. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pemetaan dan penelitian geologi. geofisika. c. l. dokumentasi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. k. sosialisasi.

penyiapan sarana dan prasarana kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. c. serta akuntansi. keamanan. b. keuangan. pengurusan perencanaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. Bidang Sarana Teknik. c. pengangkatan. keuangan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. d. Bidang Informasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 160 . terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. b. Bagian Tata Usaha. e. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. 161 . c. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Laboratorium. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. penelaahan.

Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. b. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. pengelolaan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Subbidang Program. terdiri dari: a. penelaahan. penganggaran. 162 . serta rencana strategis berbasis kinerja. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Kerja Sama. serta kerja sama pelayanan jasa. b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. e. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 163 . b. perpustakaan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan sosialisasi. jaringan dan situs informasi. dokumentasi. dokumentasi dan publikasi. Pasal 597 Bidang Informasi. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. sosialisasi. c. serta pengelolaan perpustakaan. pelakanaan pengelolaan sistem. operasi perangkat lunak. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. sistem. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. 164 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Penyelidik Bumi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

(2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. e. d. perumusan kebijakan penyelenggaraan. 165 . pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. mineral batubara. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan pelayanan jasa teknologi. b. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. g.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. panas bumi.

perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. b. b. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. terdiri dari: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pelaksanaan bantuan hukum. d. c. d. kearsipan. g. informasi hukum. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. 166 . Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta perencanaan kerja. dan rumah tangga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. f. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. e. h. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.

b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Kepegawaian. Bagian Keuangan. terdiri dari: a. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Umum. pelaporan. pengelolaan sistem. pelaporan. b. e. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. d. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Laporan. f. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b. j. akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan.i. d. c. akuntabilitas kinerja. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. c. jaringan dan situs informasi. 167 . Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. ketatalaksanaan. terdiri dari: a.

jaringan. penyiapan. b. satuan kerja. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. c. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. kepangkatan. c. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. kesejahteraan. pengurusan perencanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pengembangan. pengadaan. d. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengembangan Pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. serta implementasi Sipeg. penggajian. dan analisis jabatan. 168 . situs. pelaksanaan. penyajian informasi. Subbagian Administrasi Kepegawaian.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta penyempurnaan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional.

f. e. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan pemberhentian. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan. terdiri dari: a. serta implementasi Sipeg Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas perencanaan. 169 . penyiapan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. PBI Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kesejahteraan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengembangan. Subbagian Akuntansi. pelaksanaan. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas mutasi. penelaahan. penggajian. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyelesaian kerugian negara. b. c. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. pelaksanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 618 Bagian Keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penyiapan. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengangkatan.

kehumasan. distribusi penggunaan. pelaksanaan. penelaahan. perpustakaan. dan revisi anggaran Badan. penelaahan. pengadaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Tata Usaha. c. serta pengurusan perlengkapan. b. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. f. e. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. persuratan dinas. Neraca. penelaahan. dan kearsipan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelayanan kesekretariatan. dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kearsipan. dan rumah tangga. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. informasi dan dokumentasi hukum. dan rumah tangga. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 622 Bagian Umum. c. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaaan bantuan hukum. perlengkapan. perlengkapan. d. 170 . (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Subbagian Hukum. kearsipan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. kesekretariatan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. persuratan dinas dan kearsipan. penelaahan. penyiapan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. bantuan hukum. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta keprotokolan dan upacara Badan. kebersihan dan keamanan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. b. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. 171 . dan hak atas kekayaan intelektual Badan. e. rencana kebutuhan dan pengadaan. c. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

Bidang Program.h. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Fungsional. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengembangan. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. keuangan. b. rumah tangga. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. d. administrasi keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha. e. d. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. c. dan kepegawaian Pusat. i. pengangkatan. 172 . kebersihan. e. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Afiliasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pengurusan perencanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pemeliharaan sarana kerja.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. perbendaharaan dan akuntansi. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. dan kebersihan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pengadaan. terdiri dari: a. b. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. 173 . penyiapan. c. e. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. keamanan.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. c. Pasal 637 Bidang Program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 174 . penyiapan. b. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Subbidang Penyiapan Rencana. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.

pelaksanaan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. c. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. d. penelaahan. e. b. terdiri dari: a. 175 .(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.

serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. h.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. f. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. 176 . c. penelaahan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. rumah tangga. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. d. g. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. administrasi keuangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. i. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan kepegawaian Pusat. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

kebersihan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keamanan. b. pengurusan perencanaan. dan kebersihan Pusat. pengangkatan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bidang Program. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Afiliasi. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. serta pengadaan. Bagian Tata Usaha. keuangan. 177 . Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. d. e. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. persuratan dinas dan kearsipan. c. pemeliharaan sarana kerja. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. keuangan. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. d.

penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. terdiri dari: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. e. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. Subbidang Pengembangan Sarana. b. penyediaan bahan baku. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan. 178 . serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan. c. penelaahan. penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 656 Bidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. 179 . penelaahan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. b. pelayanan jasa teknologi. 180 . serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. penelaahan. c. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. d. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658.

penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. e. d. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. b.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. i. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi. c. Kelompok Fungsional. e. administrasi keuangan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. 181 . pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bidang Program. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. c. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. terdiri dari: a. b. keuangan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. serta pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. dan kebersihan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. 182 . kebersihan. perbendaharaan dan akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemeliharaan sarana kerja. d. pengembangan.

c. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 183 . serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyediaan bahan baku. e. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. pelaksanaan operasi penggunaan.

b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 675 Bidang Program. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta analisis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. 184 .

serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. d. e. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. c. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penelaahan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 679 Bidang Afiliasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. 185 . jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

j. b. dan kepegawaian Pusat. e. pengelolaan ketatausahaan. g. keuangan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bidang Program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. c. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. d. Bidang Afiliasi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan geofisika kelautan. Kelompok Fungsional. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. f. h. d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. geokimia. e. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. terdiri dari: a. 186 . penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. i. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.

pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. pemeliharaan sarana kerja. perencanaan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. kebersihan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengangkatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pengadaan. d. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. serta pelaksanaan keamanan. b. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengembangan. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. perbendaharaan dan akuntansi. 187 . keselamatan kerja dan keprotokolan.

serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyediaan bahan baku. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. d. pengelolaan. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. 188 . b. pengelolaan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. c. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. b. Pasal 694 Bidang Program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. evaluasi.c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 189 . Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta analisis. penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. b.

administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. 190 . Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi.d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. b. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. e. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 191 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

g. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. c. f. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. geologi. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. mineral. 192 . pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. b. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. batubara. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.

f. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. g.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. e. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. 193 . program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. satuan kerja. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pembinaan kerja sama. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.

Bagian Keuangan. pelaporan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Umum. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Pasal 708 Sekretariat Badan.j. pelaporan. Bagian Kepegawaian. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. c. b. terdiri dari: a. kearsipan. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. h. akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. k. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. f. akuntabilitas kinerja. e. pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. g. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. 194 . d. Bagian Rencana dan Laporan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. serta perencanaan kerja. ketatalaksanaan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. dan rumah tangga. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penganggaran. l.

penyiapan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. b. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penganggaran. akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. d. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelaahan. penggajian. pengadaan. Subbagian Kerja Sama. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. 195 . c. kepangkatan. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi Badan. dan analisis jabatan. serta implementasi Sipeg. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pelaksanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. c. pengurusan perencanaan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta evaluasi atas laporan berkala. prosedur kerja. pemberhentian. pelaksanaan. kesejahteraan. perencanaan kerja. dan sistem.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Subbidang Kilang. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. pelayanan jasa. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. 200 . c. penelaahan. b. b. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. pelaksanaan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. produk kilang. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. penelaahan. Subbidang Bengkel. 201 . Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelayanan jasa. penyediaan dan pemanfaatan. penelaahan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyiapan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. c. penyiapan penyelenggaraan. penelaahan. g. norma. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pedoman. d. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. standar. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. b. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Pelatihan. 202 . pengelolaan kepustakaan. f. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kriteria dan prosedur. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. pelaksanaan. serta kepustakaan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740.

terdiri dari: a. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. e. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Bidang Sarana Teknis. c. norma. Batubara. kearsipan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. g. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. prosedur. perlengkapan. e. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 203 . pedoman. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pemberian pelayanan jasa. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. d. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. h. kriteria pendidikan dan pelatihan. i.

d. ketatalaksanaan dan umum Pusat. kearsipan. serta hukum. c. akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah. b. e. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perbendaharaan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. 204 . Pasal 749 Bagian Tata Usaha. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. organisasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. penelaahan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. 205 . pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengembangan Sarana. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. penelaahan. rencana pengembangan. d. penyiapan rumusan standar. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. Subbidang Pengoperasian Sarana. e. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pemeliharaan. pelaksanaan.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. penelaahan. f. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. norma. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan rumusan standar. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. c. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama dan sistem. kriteria.d. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. pedoman. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pedoman. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan prosedur. pelaksanaan. b. penyiapan. 206 . Subbidang Program dan Kerja Sama.

norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. norma. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. kriteria dan prosedur.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. c. prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. pedoman. pemberian pelayanan jasa. norma. pedoman. kriteria dan prosedur. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. penyiapan penyelenggaraan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyusunan standar. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. penyusunan standar. e. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. f. penelaahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. penyiapan penyelenggaraan. 207 . b. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. e. Subbagian Kepegawaian dan Umum.g. kearsipan. perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. c. kehumasan dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. b. d. h. d. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perbendaharaan. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. 208 . pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. akuntansi. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan ketatausahaan.

Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. jaringan dan situs informasi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. kerja sama. penelaahan. e. dan sistem. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. c. b. b. 209 . penyiapan. d. terdiri dari: a. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. akuntabilitas kinerja. norma.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. Subbidang Perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. b. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. promosi. penyiapan. d. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. pedoman. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 210 . terdiri dari: a. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Subbidang Pelatihan. pelaksanaan. penelaahan. c. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Sarana dan Prasarana. b. e. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama.

administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penelaahan. norma. pelaksanaan. pengelolaan ketatausahaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. kriteria pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemberian pelayanan jasa. pedoman. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. f. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. d. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. b. prosedur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. 211 . g. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bagian Tata Usaha. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. e. h. Bidang Pelatihan dan Sarana.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.

Pasal 783 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan. hukum. akuntansi. 212 . kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. e. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kehumasan dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. c. b. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. perbendaharaan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. dokumentasi dan tata naskah. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian.

penyiapan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. 213 . Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. terdiri dari: a. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. d. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. e. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma dan kriteria. Subbidang Perencanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma. serta evaluasi atas standar. penelaahan. pedoman. penelaahan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. b.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. pedoman.

pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. b. 214 . pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. promosi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pelatihan. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. pelaksanaan kerja sama. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. b. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. penelaahan. penelaahan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Sarana dan Prasarana.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. 215 . (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.

216 . b. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. terdiri dari: a. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. c. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. d. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Inspektorat Jenderal dan Badan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. e. Direktorat Jenderal. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen.

h. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. b. c. i. 217 . f. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. j. k. g. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. serta neraca energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen.

b. d. terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. c. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Pusat. pelaksanaan urusan tata usaha. dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. d. b. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. e. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaporan dan tata persuratan. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dukungan operasi kerja. serta kearsipan Bakoren. 218 . Pasal 804 Bagian Tata Usaha. rumah tangga. c. Bidang Kajian Strategis. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Bagian Tata Usaha. serta kearsipan Pusat. terdiri dari: a.

Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan norma. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. d. k. b. h. persuratan dinas dan kearsipan. i. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. b. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. f. c. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. terdiri dari: a. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. l. j. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. e. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. 219 .

e. pelayanan data dan informasi. b. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. d. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. f. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. 220 . penelaahan. batubara dan panas bumi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan. penelahaan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. c. penyusunan rumusan norma. penelaahan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketenagalistrikan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810.

pelaksanaan. f. b. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. c. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. 221 . Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. gambut. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pelaksanaan. d. penelahaan. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. air tanah dan kegeologian. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. penelahaan. bitumen padat. b. Subbidang Kajian Strategis Energi. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. e.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen.

tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. 222 . pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.

dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan keselamatan umum. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. 223 . (9) Pedoman penyusunan tata laksana. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. peralatan. peraturan perundang-undangan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi personil. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. penganggaran. standardisasi teknis. dan akuntabilitas kinerja Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan.a kepada pejabat eselon I. regulasi ekonomi dan keteknikan. perencanaan kerja. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dokumentasi. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. organisasi.

Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Inspektur Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal. (4) Kepala Bagian. Direktur. (5) Kepala Subbagian. Kepala Pusat. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (3) Kepala Biro.a.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.b. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Inspektur. Direktur Jenderal.BAB XIV ESELON. 224 .

(2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. X. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.d. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi.

(4) Perubahan atas rincian tugas. fungsi. susunan organisasi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. c. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. PURNOMO YUSGIANTORO 227 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful