MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Departemen lain. c. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Biro Kepegawaian dan Organisasi. b. d. e. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. terdiri dari: a. Biro Perencanaan dan Kerja Sama.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 5 . Kementerian Negara. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. dan lembaga lain yang terkait. Biro Keuangan. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. c. Biro Umum. koordinasi kegiatan Departemen. Lembaga Pemerintah Non Departemen. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator.

terdiri dari: a. c. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b. h. rencana dan program kerja. dan rencana anggaran. menengah dan tahunan. Kelompok Jabatan Fungsional. k. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana dan program kerja dan anggaran. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. 6 . g. d. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. b. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. l. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana anggaran. f. i. j. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. serta kerja sama. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. serta rencana strategis. sosialisasi kebijakan pembangunan. rencana kerja dan anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). rencana pembangunan jangka panjang. Bagian Kerja Sama. Bagian Perencanaan Anggaran. evaluasi kebijakan pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. e. c. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. d. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta perumusan akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. perumusan kebijakan pembangunan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. e. penyusunan harga satuan. Bagian Analisis dan Evaluasi.

dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. penelaahan. penelaahan. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Menengah dan Tahunan Departemen. b. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan norma. c. penyusunan rumusan RK-KL. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. standar dan kriteria rencana kerja. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. penelaahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. f. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan urusan tata usaha Biro. b. c. 7 . dan Badan Geologi.

c. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. dan Badan Geologi. dan 8 . dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan. f. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). b. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Subbagian Penganggaran Penunjang. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. norma. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan. b.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. d. penelaahan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. c. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi.

Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. 9 . serta evaluasi pengembangan rencana kerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. h. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan bahan sidang. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. menengah. kriteria akuntabilitas kinerja. c. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. g. RKA-KL. norma. d. c. tahunan dan rencana strategis. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. b. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. f. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. b. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang.

h. serta kerja sama asosiasi. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Panas Bumi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan. dan Badan Geologi. 10 . evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. penelaahan. g. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Batubara. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. e. b. c. d. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. kriteria kerja sama. f. serta pengelolaan kerja sama Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Inspektorat Jenderal.

pengembangan organisasi dan tata laksana. pembinaan mutasi. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. kepangkatan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. disiplin. perencanaan. penempatan dan pengembangan pegawai. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. c. Subbagian Kerja Sama Bilateral. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penilaian kinerja pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. d. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. b. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pemensiunan. b. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. e. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. jabatan struktural dan fungsional. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. penelaahan. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. penelaahan. pengadaan. 11 .

serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. g. Bagian Data dan Informasi Pegawai. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. terdiri dari: a. pola dan pengembangan karir pegawai. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. d. Bagian Mutasi Pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. b. f. i. d. g. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). j. e. penyiapan rumusan rencana. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. k. e. norma. c. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi.f. 12 . perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. h. c. serta kartu PNS. b. serta standardisasi kompetensi jabatan. serta administrasi penugasan ke luar negeri. evaluasi pembinaan kepegawaian. penyusunan rencana formasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyiapan rumusan standar. pengadaan.

Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. pengelolaan administrasi tugas belajar. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. kepangkatan. penyiapan. c. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. 13 . serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. i. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Kartu PNS Departemen. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. pemberhentian dan disiplin. bimbingan teknis. Subbagian Pengembangan Karir. kompetensi pegawai. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. pemindahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. penyiapan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan.h. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. j. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penelaahan. urusan tugas belajar dan izin belajar.

dan Bapertarum. Subbagian Mutasi Jabatan. ujian dinas dan Ujian KPPI. penyiapan standar. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. k. b. pemberhentian dan disiplin. d. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Taspen. pemindahan. c. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kesejahteraan. terdiri dari: a. kepangkatan. perbantuan. i. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. serta kesejahteraan pegawai. perbantuan. h. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dipekerjakan. dan penilaian angka kredit. dan penilaian prestasi pegawai. e. penelaahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. j. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. penarikan kembali. Kartu Suami. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. b. serta Kartu Istri. Askes. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. kepangkatan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. g. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pengangkatan kembali. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. c. pembebasan sementara. 14 . dipekerjakan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan disiplin pegawai. cuti. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pemindahan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. pemindahan. pelaksanaan pemindahan pegawai. pemberhentian. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemberhentian. dan penarikan kembali pegawai. f. norma. pelaksanaan kepangkatan.

penghargaan. pelaksanaan. kepangkatan. pengadaan pegawai. dan administrasi lembaga tripartit. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. penggajian. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Askes. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. e. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pemindahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. i. pemberhentian. penghargaan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pelayanan kesehatan. penelaahan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penilaian angka kredit. pelaksanaan. penyusunan laporan kekuatan pegawai. penelaahan. Daftar Urut Kepangkatan. f. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. d. pemberhentian dan pemensiunan. 15 .(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Kartu Istri. penyiapan. b. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. jabatan. dan daftar riwayat hidup pegawai. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. g. Kartu Suami. Bapertarum pegawai Departemen. c. disiplin. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Taspen.

Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta pedoman penyempurnaan organisasi. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. kepangkatan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. terdiri dari: a. serta evaluasi. pengadaan pegawai. penelaahan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. norma. penghargaan. 16 . Subbagian Pengolahan Data Pegawai. e. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). c. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pemindahan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. penggajian. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. c. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. klasifikasi dan peta jabatan. b. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pelaksanaan. jabatan. pemberhentian. serta pengembangan organisasi dan jabatan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penelaahan. kriteria pengembangan organisasi. d. pendidikan dan pelatihan pegawai.

b. perbendaharaan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. c. pola hubungan kerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. terdiri dari: a. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. 17 . h. penelaahan. pengembangan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. standardisasi kompetensi jabatan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. penelaahan. Subbagian Kelembagaan. administrasi keuangan. analisis beban kerja. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peta jabatan.f. pengembangan. g. Subbagian Tata Laksana. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. penelaahan. pengembangan.

pembinaan inventarisasi. c. serta bimbingan teknis perbendaharaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pelaksanaan akuntansi. perbendaharaan. Bagian Pendapatan dan Belanja. Kelompok Jabatan Fungsional. d. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. penyelesaian kerugian negara. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. l. i. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Perbendaharaan. kekayaan negara dan akuntansi. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. k. serta nota keuangan. terdiri dari: a. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Pasal 49 Biro Keuangan. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. h. serta Neraca Departemen. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. administrasi keuangan. j. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. c. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. laporan realisasi anggaran. e. Bagian Kekayaan Negara. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. dan implementasi sistem akuntansi. e. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. Bagian Akuntansi. serta pembinaan perbendaharaan. f.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. d. 18 . b. g. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

penyusunan rumusan standar. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. h. b. norma. evaluasi tarif dan revisi PNBP. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. e. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan target. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. k. dan urusan tata usaha Biro. penelaahan.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. f. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Anggaran Belanja. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. c. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. 19 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. g. b. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. d. j. i. penelaahan. c. pelaksanaan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan.

e. b. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. dan pengelolaan SPM. penelaahan. 20 . pelaksanaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. terdiri dari: a. serta pembagian iuran sumber daya alam. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. f. d. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. c.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. penelaahan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Geologi. b. norma. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. b. terdiri dari: a. f. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. dan bidang minyak dan gas bumi. norma. 21 . penelaahan. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. ganti rugi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. e. c. c. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. tuntutan perbendaharaan.

Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Subbagian Penyiapan Neraca. 22 . Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Badan Geologi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Batubara dan Panas Bumi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penelaahan. Pasal 64 Bagian Akuntansi. b. g. terdiri dari: a. c. pelaksanaan. pelaksanaan. rekonsiliasi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan verifikasi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). norma. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. f. d. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Inspektorat Jenderal.

b. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. d.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan kehumasan. dan bantuan hukum. g. serta kehumasan. penelaahan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. serta hubungan masyarakat Departemen. Neraca. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. f. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bantuan hukum. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. verifikasi anggaran. serta evaluasi atas pembukuan aset. bantuan hukum dan kehumasan. penelaahan. penelaahan. dan implementasi SAAT Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi. dan implementasi SAI Departemen. pelaksanaan. 23 . c. h. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. equitas dana. pengelolaan dokumentasi. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. penelaahan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). rekonsialiasi. konsolidasi. dan penyelesaian kasus hukum. pelaksanaan. bantuan hukum. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. e. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. kewajiban.

e. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hubungan Masyarakat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. dan bantuan hukum. Bagian Penelaahan Hukum. d. 24 . Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Bantuan Hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. d. j. terdiri dari: a. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. b. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. c. b. penelaahan. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. c. c. evaluasi peraturan perundang-undangan. e. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi.i. b. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69.

c. b. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. 25 . penyiapan rumusan standar. kriteria kontrak atau perjanjian. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. d. penelaahan. h. e. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. f. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. penyiapan. penyiapan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya.

Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. 26 . norma. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. penyiapan. b. penelaahan. b.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penelaahan. penelaahan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Batubara dan Panas Bumi. e. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. c.

pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. c. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta monitoring dan analisis berita. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. penelaahan. b.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. pelaksaaan. 27 . serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. konferensi pers. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksaaan. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. f. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. d. pelaksaaan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. terdiri dari: a.

j. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. b. penelaahan. 28 . terdiri dari: a. rumah tangga Sekretariat Jenderal. penelaahan. konferensi pers. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pameran Departemen. dan urusan tata usaha Biro. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Publikasi. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan peliputan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.g. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. h. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. monitoring dan analisis berita Departemen. penerbitan. pelaksanaan. i. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. abstrak peraturan perundang-undangan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. perekaman dan pameran kegiatan Departemen.

d.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pengadaan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. tata usaha dan kearsipan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. tata persuratan dinas dan kearsipan. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. perlengkapan dan pengadaan. tata persuratan dinas dan kearsipan. f. penyediaan sarana dan prasarana kerja. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. e. pengelolaan keamanan dan keselamatan. b. g. j. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Bagian Perlengkapan. h. Staf Ahli. Pasal 87 Biro Umum. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. tugas 29 . Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan rumah tangga. terdiri dari: a. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. f. c. Bagian Tata Usaha. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. i. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. e. c. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Sekretaris Jenderal.

Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelantikan. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. f. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. b.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. d. e. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. b. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. c. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan rapat. Jakarta Pusat). kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. c.

dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. persuratan dinas. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan rumusan standar. dan ekspedisi surat dinas. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. terdiri dari: a. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. Subbagian Kearsipan. f. Subbagian Tata Usaha Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan. penelaahan. b. c. d. pelaksanaan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penjadwalan kegiatan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. c. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. norma. penelaahan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 31 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal.

Jakarta Pusat). Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan kebersihan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. keselamatan. 32 .Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. b. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. keamanan. f. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. d. terdiri dari: a. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. keselamatan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. M. c. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal.H. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. c. Staf Ahli. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. e. Thamrin 1. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal.

penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. e. inventarisasi. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. d. 33 . Pasal 102 Bagian Perlengkapan. kriteria perlengkapan. c. Subbagian Rencana Kebutuhan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan kegiatan. penelaahan penyiapan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. terdiri dari: a. serta pengadaan. norma. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. pelaksanaan pengadaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Subbagian Pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. g. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. b. dan kearsipan Staf Ahli. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan rumusan standar.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 34 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.

e. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. penyusunan standar. terdiri dari: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. 35 . kriteria. d.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. c. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pedoman. b. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. b.

Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. h. ketatalaksanaan. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Umum dan Kepegawaian. g. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pelaporan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. d. 36 . e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. c. satuan kerja. b. e.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. h. i. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). j. penelaahan. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. n. WP & B). pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. 41 . Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. rencana dan program. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. l. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. g. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. pelaksanaan. perumusan pengaturan. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. e. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. serta perhitungan bagi hasil. d. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. f. k. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. implementasi Sipeg. b. m.

Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. g. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. c. penyusunan statistik.o. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. serta pencadangan strategis. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. d. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. p. f. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. c. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. b. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. serta data kebutuhan. ketersediaan dan infrastruktur sektor. e. f. 42 . evaluasi kebijakan. penyiapan rumusan. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. e. terdiri dari: a. h. b. norma. d.

Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penelaahan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan. 43 . penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. pengumpulan data potensi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. f. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. b. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelaksanaan sosialisasi. dan terms of condition KKS. terdiri dari: a. d. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. permasalahan iklim usaha. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. norma. e. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penelaahan. b. serta penyediaan informasi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. penyiapan rumusan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.

infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. c. j. i. penyiapan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. norma. b. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta bagi hasil daerah. d. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. 44 . e. h. g. penyiapan. tugas serta induk. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. pajak. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pencatatan. penelaahan. penelaahan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. f. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. tugas serta induk. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. pemeriksaan dan pengujian. serta biaya operasi. retribusi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan standar.

pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. b. tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. b. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. e. penelaahan. tenaga kerja asing. pelaksanaan. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. norma. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. c. harga minyak mentah Indonesia. pajak. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. f. d. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. retribusi. PNBP dan tarif iuran. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. penyiapan rumusan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. g. 45 . peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lifting dan target penerimaan. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. terdiri dari: a.

serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. penelaahan. fasilitasi lembaga tripartit. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan. dan kerja sama dalam negeri. penggunaan barang operasi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan tenaga kerja asing. rencana impor barang operasi. pemberdayaan produksi dalam negeri. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi.h. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. terdiri dari: a. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. k. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. b. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. j. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. i. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. 46 . Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penyiapan. b.

penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. b. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 47 . b. g. Seksi Multilateral dan Regional. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. c. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi.c. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. f. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

g. 48 . penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. h. l. terdiri dari: a. kriteria pengelolaan WK. c. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. d. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. h. b. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. g. pengelolaan WK. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK.d. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. d. j. c. e. e. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). f. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. k. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. i. penyiapan rumusan standar. norma. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. pelaksanaan pengumuman WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. f. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Subdirektorat Wilayah Kerja. e.

pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. kriteria usaha eksplorasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. 49 . Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. penilaian. b. pelaksanaan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penelaahan. b. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. f. norma. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b.

pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. b. pelaksanaan. c. d. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. 50 . g. f. kriteria. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. norma. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. b. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. penelaahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. i. h. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan.

f. g. c. kriteria usaha eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. 51 . penelaahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. d. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. norma.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. e. penyiapan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. tumpang tindih lahan. penyiapan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas.

penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 52 . penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. g. f. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan teknis. pelaksanaan. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. i. e. b. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. norma. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

bahan bakar lain. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. penelaahan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. g. penyiapan. bahan bakar gas. perumusan pengaturan Penugasan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. e. Light Petroleoum Gas (LPG). d. h. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyediaan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. pelaksanaan. Light Natural Gas (LNG). penelaahan. 53 . serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. perumusan jenis bahan bakar minyak. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. b. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

Kelompok Jabatan Fungsional. h. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. LPG. LNG. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. d. bahan bakar lain. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. e. pengelolaan data. c. terdiri dari: a. 54 .j. l. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. j. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. norma. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. b. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. bahan bakar gas. penyiapan perizinan usaha pengolahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. k. g. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. d.

penyiapan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. e. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. d. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. b. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. g. penelaahan. penelaahan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. pengelolaan data. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. norma. 55 . h. b. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi.i. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. e. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta penyiapan penetapan P3JBT. j. penelaahan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. 56 . terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. b. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. bahan bakar gas dan LPG. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan rumusan formulasi harga. kriteria harga bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. norma. d. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penyiapan rumusan standar. penelaahan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT.

LPG. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. kriteria usaha niaga. d. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penyiapan. g. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. pengelolaan data. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. gas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. penyiapan perizinan usaha niaga. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. terdiri dari: a.f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. g. pelaksanaan. c. b. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan standar. LNG. penelaahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. 57 . Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. f. norma. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. e. b. h. penyiapan. h. pelaksanaan.

e. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. biodiesel. kriteria usaha non bahan bakar. c. b. b. penyiapan norma. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. dan non bahan bakar lainnya. LPG. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. f. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Seksi Proses Non Bahan Bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penelaahan. d. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. LNG. Seksi Niaga Minyak Bumi. penyiapan. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. tugas 58 . hasil olahan dan bahan bakar lain. terdiri dari: a. pelumas. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. penyiapan. petrokimia. Seksi Niaga Gas Bumi. penelaahan.

sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan non bahan bakar lainnya. penelaahan. biodiesel. kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. produk. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. petrokimia. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. d. lindungan lingkungan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. h. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. f. petrokimia. lindungan lingkungan. g.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. biodiesel. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. kelaikan teknis. e. b. 59 . profesi personil. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. usaha penunjang.

Kelompok Jabatan Fungsional. j. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. 60 . evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. c. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. d. terdiri dari: a. e. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. b. f. b. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. d.i. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. h.

Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. instalasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. f. 61 . penyiapan. norma. penelaahan.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. d. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. dan penggunaan tenaga teknik. b. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. keselamatan operasi. K3. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. c. b. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206.

K3. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penelaahan. keselamatan operasi. dan penggunaan tenaga teknik. 62 . instalasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. instrumentasi. pengangkutan. d. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. c. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan.

Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. pengangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. b. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.f. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 63 . serta penjaminan pasca operasi. c. pelaksanaan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. penelaahan. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. pelaksanaan. pengangkutan. penyiapan. g. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. b. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. e. 64 . Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. f. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. penelaahan. pelaksanaan.d. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan kriteria usaha penunjang. norma. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. g. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pengangkutan. penyiapan rumusan standar. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan.

sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.d. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 65 . profesi personil. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. b. produk. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. f. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. g. pelaksanaan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 66 .

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. norma. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. c. 67 . Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. e. kriteria. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal.

d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 68 . b. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kearsipan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. f. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. dan rumah tangga. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. h. c. b. satuan kerja. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. c. i. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. g. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.

laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. jaringan dan situs informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. 69 . Bagian Umum dan Kepegawaian. e. c. d. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. pengelolaan sistem. f. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaksanaan. b. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. situs. ketatalaksanaan. c. pelaporan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. jaringan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. c. Subbagian Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Pengelolaan Informasi. g. b. Kelompok Jabatan Fungsional. rapat koordinasi. ketatalaksanaan.

serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penyelesaian kerugian negara. satuan kerja. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Pasal 237 Bagian Keuangan. f. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. e. pelaksanaan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Perbendaharaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. penyiapan. PBI Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. d. 70 . Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. e. terdiri dari: a.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. d. pertimbangan hukum. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta kehumasan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Subbagian Informasi Hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan Neraca Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penelaahan. penelaahan. c. pelayanan konsultasi hukum. b. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. b. pelaksanaan informasi. pelaksanaan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. laporan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. 71 . Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. f.

ekspedisi persuratan dinas. dan kearsipan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan. f. g. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. keamanan. b. terdiri dari: a. pertamanan dan perparkiran. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pengurusan formasi. telepon. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kebersihan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. e. dan Implementasi Sipeg. pengadaan pegawai. d. c. mutasi. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan. pemberhentian. c. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. 72 . serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum.

dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. lembaga sertifikasi dan asosiasi. d. rencana dan program. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. h. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penelaahan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. rencana pengadaan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. e. c. evaluasi kebijakan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. implementasi Sipeg. rencana dan program. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. b. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f. g. 73 . pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. persuratan dinas dan kearsipan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan.

Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. c. d. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. 74 . menengah dan tahunan tenaga listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. b. serta program pengembangan jaringan transmisi. e. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. serta rencana strategis dan RUKN. d. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. g. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. b. f. b. e. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana jangka panjang.

d. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penelaahan. c. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 75 . penyiapan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. b. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. b. pelaksanaan. penelaahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan.

(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. f. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. norma. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. b. e. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. d. 76 . b. penelaahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. c.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik.

serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. asosiasi dan lembaga lainnya. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Seksi Multilateral dan Regional.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi. 77 . pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. b. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rencana. b. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan dokumen perjanjian. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. multilateral dan regional.

Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. pelaksanaan pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. penyiapan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. 78 . pengolahan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. e. b. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. statistik dan pemetaan tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. d. b.

perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. g. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pembinaan. c. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. serta perlindungan konsumen. b. d. c.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. h. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. i. 79 . f. b. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. d. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha.

serta penetapan wilayah usaha. tugas 80 . d. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.c. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. pelaksanaan. d. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik.

Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Izin Usaha. kriteria harga jual tenaga listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. pelaksanaan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. norma. penelaahan. e. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. pemberian sanksi. penyiapan rumusan standar. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. penelaahan. b. 81 . penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. terdiri dari: a. b. b.

Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penelaahan. terdiri dari: a. kriteria hubungan komersial. c. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. d. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. 82 . norma. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. f. penyiapan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. e. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penelaahan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. penyiapan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. penelaahan. norma. d. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. b. c. e. pelaksanaan. mempunyai tugas 83 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik.

i. lindungan lingkungan. e. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. f.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. e. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. serta penggunaan tenaga teknik. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. b. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. h. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. f. keselamatan dan K3. kelaikan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. b. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. produk. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta pembinaan teknis. 84 . d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. profesi personil. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.

penyiapan. b. g. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. 85 .Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. e. terdiri dari: a. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. d. f. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. c. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penelaahan. serta Rancangan SNI. penelaahan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

penyiapan. penyiapan. norma. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. d. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. g. e. b. dan K3. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. kelaikan peralatan. kalibrasi alat ukur. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. c. instrumentasi. 86 . pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. pelaksanaan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. penelaahan.

penelaahan. 87 . b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penelaahan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. e. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. c.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. terdiri dari: a. d. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. g. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. 88 . Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. d. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. penyiapan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. b. c. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan.

Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. g. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. d. c. profesi personil. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. norma. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. produk. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. 89 . penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan rumusan standar. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. terdiri dari: a. penelaahan. b. f.

e. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. b. c. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. d. penyiapan rumusan standar. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Konservasi Energi. energi alternatif. b. program dan pengaturan pemanfaatan energi. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. f. norma. energi perdesaan dan konservasi energi. c. h. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. f. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. 90 . b. d.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. Subdirektorat Energi Perdesaan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. g. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. serta rencana dan program energi baru terbarukan. kriteria pemanfaatan energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. pembinaan kelembagaan energi perdesaan.

pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. e. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. d. terdiri dari: a. penyiapan. rencana dan program pengembangan usaha. b. penelahaan. e. kriteria usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penelahaan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi.d. b. norma. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. 91 . Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan.

Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penelahaan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelahaan. penyiapan. penelahaan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. 92 . Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penelahaan. e. penyiapan. rencana dan program. Seksi Penerapan Konservasi Energi. b. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. Seksi Program Konservasi Energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. c. norma dan kriteria konservasi energi.

Seksi Program Energi Perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. pemberdayaan masyarakat. energi perdesaan dan konservasi energi. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. penyiapan. b. e. serta pedoman pengembangan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. 93 . d. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. b. rencana dan program energi perdesaan. rencana dan program. penelahaan.. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. norma. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelahaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan standar.

b. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. b. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 94 . c. penyiapan. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 .

batubara dan panas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral. e. dan panas bumi. norma. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Batubara. 96 . penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan standar. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. kriteria. d. pedoman. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. dan prosedur di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi. (2) Direktorat Jenderal Mineral. b.

c. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. kearsipan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. e. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. c. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. satuan kerja. i. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. d. b. d. 97 . penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. terdiri dari: a. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. g. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara.

f. pelaporan. Batubara dan Panas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. d. terdiri dari: a. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. Bagian Keuangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. e. e. g. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. pelaporan. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. rapat koordinasi. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. c. Bagian Rencana dan Laporan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. 98 . c. b.

serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan. jaringan. PBI Direktorat Jenderal. c. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. pelaksanaan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. satuan kerja. Subbagian Kekayaan Negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. 99 . d. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. situs. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. f. terdiri dari: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penelaahan. e. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 354 Bagian Keuangan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. c. penelaahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. f. pelaksanaan informasi. serta kehumasan. e. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. pelaksanaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. b. penyelesaian kerugian negara. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. terdiri dari: a. c. penelaahan. d. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan konsultasi hukum. 100 . penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan.

penelaahan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. e. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. mutasi. panas bumi dan air tanah. serta urusan keprotokolan dan upacara. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. g. telepon. dan Implementasi Sipeg. ekspedisi persuratan dinas. pelaksanaan urusan kesekretariatan. dan kearsipan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. f. penyiapan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. d. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. batubara. pengadaan pegawai. pemberhentian. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keamanan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pengurusan formasi. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. b. pertamanan dan perparkiran. perlengkapan dan rumah tangga. kebersihan. c. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan. 101 .

neraca sumber daya wilayah kerja. batubara. perumusan kebijakan pengembangan usaha. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. rencana dan program di bidang mineral. perumusan pedoman dan prosedur kerja. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. dan produksi. persuratan dinas dan kearsipan. d. panas bumi dan air tanah.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. c. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. cadangan atau potensi. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. wilayah kerja. rencana pengadaan. serta penetapan wilayah kerja. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pelaksanaan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Tata Usaha. implementasi Sipeg. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. 102 . investasi dan pendanaan. terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. b. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta kebijakan pengelolaan air tanah. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. dan produksi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. batubara. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi. serta perhitungan bagi hasil. panas bumi dan air tanah. perumusan perencanaan. f. evaluasi kebijakan. Batubara dan Panas Bumi. d. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pengelolaan data. j. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. menengah dan tahunan berbasis kinerja. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. c. lembaga sertifikasi dan asosiasi. g. rencana dan program di bidang mineral. Batubara. batubara. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. e. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. 103 .e. d. i. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. h. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. terdiri dari: a. pencatatan dan perhitungan PNBP. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. c. e. eksplorasi dan operasi produksi. batubara.

104 . e. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. c. serta kerja sama di bidang mineral. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. batubara. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. panas bumi dan air tanah. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. d. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyiapan. b. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. b. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. h. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. g. penelaahan. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Seksi Program Mineral dan Batubara. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.

serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). penelaahan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. terdiri dari: a. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penelaahan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. d. b. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. batubara. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. 105 . penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Batubara dan Panas Bumi. (2) Seksi Kerja Sama Mineral.

Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. b. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. kriteria pencadangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. f. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. b. norma. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. batubara. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan. penelaahan. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah.e. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. c. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan. 106 . Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penelaahan.

Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. penyiapan. statistik. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pelaksanaan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. penelaahan. b. h. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. 107 . serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. cadangan dan wilayah kerja. batubara. panas bumi dan air tanah. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara. batubara. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. (2) Seksi Informasi Mineral. serta penetapan wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. neraca sumber daya. Seksi Informasi Mineral. penyiapan penetapan potensi. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah.e. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara. f. g. batubara. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. serta bagi hasil daerah. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penyiapan. penelaahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. penyiapan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. pelaksanaan pencatatan. d. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Batubara dan Panas Bumi. 108 . terdiri dari: a. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. e. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

113 . penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. b. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. f. b. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. c. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan. e.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. g. d.

pembinaan hubungan komersial panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. h. d. e. b. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. g. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. perumusan pengaturan. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. terdiri dari: a. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. Seksi Hubungan Komersial Mineral. i. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. c. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. Seksi Hubungan Komersial Batubara. 114 . f. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

b. d. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. g. serta pengelolaan air tanah. k. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. g. l. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. c. Subbagian Tata Usaha. 115 . kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. c. e. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. d. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. f. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. b. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah.j. dan perubahan batas wilayah kerja. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan pengaturan usaha. norma. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi. pelaksanaan. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi.h. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. b. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. d. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. 116 . penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. c. b. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. studi kelayakan dan eksploitasi. i. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Seksi Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. penelaahan. penelaahan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417.

Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. e. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta pengendalian air tanah. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 117 . c. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. pelaksanaan. d. b. g. serta pengendalian air tanah.

serta pengelolaan air tanah. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. b. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. b. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. i. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 118 . penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi.h. e. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. c. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. d.

h. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.g. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. terdiri dari: a. b. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. f. pelaksanaan. d. 119 . Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. e. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi.

b. b. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. serta air tanah.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. penelaahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. pelaksanaan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Seksi Konservasi Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. terdiri dari: a. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. c. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta ketatausahaan. 120 . Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. batubara dan panas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. pelaksanaan.

Batubara dan Panas Bumi. h. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. 121 . lindungan lingkungan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. b. f. dan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. f. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. terdiri dari: a. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. j. batubara. e. Kelompok Jabatan Fungsional. batubara. c. e. panas bumi dan air tanah. K3. Batubara dan Panas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.d. kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. d. profesi personil. batubara dan panas bumi. produk. Subdirektorat Standardisasi Mineral. i. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. kelaikan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi.

(2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Standardisasi Mineral. 122 . pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penelaahan. batubara. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. e. dan panas bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. dan Panas Bumi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. norma. f. produk. pemurnian. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. jenis dan mutu produk.c. d. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta konservasi mineral dan batubara. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. profesi personil. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. b.

Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. serta konservasi mineral dan batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. b. penyiapan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. b. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. e. penyiapan. f. Batubara dan Panas Bumi. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. dan konservasi mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penelaahan. d. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penelaahan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batas wilayah kerja.b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. 123 . penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

i. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. 124 . serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. g. penelaahan. terdiri dari: a. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral.c. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. h. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. f. dan panas bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. e. Batubara. Batubara. batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara.

K3 dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan. penyiapan. penyimpanan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. f. Seksi Keselamatan Batubara. pelaksanaan. norma. batubara. dan panas bumi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. g. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. d. Batubara. Batubara. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. instrumentasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. keamanan instalasi. 125 . terdiri dari: a. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. c. penelaahan. penyiapan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. kalibrasi alat ukur. panas bumi dan air tanah. penimbunan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi.

Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. norma. batubara. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. c. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. dan Panas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. d. panas bumi dan air tanah. 126 . b. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. e. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. b. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Batubara. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

127 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

terdiri dari: a. keuangan. e. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. b. d. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. 128 . Inspektorat IV. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kinerja. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat II. d. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Inspektorat III. b. c.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen.

pengurusan kepegawaian dan organisasi. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. i. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. terdiri dari: a. b. f. 129 . pengelolaan jaringan dan situs informasi. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. k. kearsipan. e. h. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. j. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. pengelolaan urusan tata usaha. c. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. keprotokolan dan rumah tangga. perlengkapan. b. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. keamanan. e. Bagian Hukum dan Kepegawaian.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. ketatalaksanaan. penyajian informasi. penelaahan. g. penyiapan. jaringan. Subbagian Penyiapan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. pelaporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. dan rencana kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. f. b. c. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penelaahan. j. b. akuntabilitas kinerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaporan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. satuan kerja. jaringan dan situs informasi. h. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. rapat koordinasi. 130 . penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pelaksanaan. program kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. d. situs. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. e. Subbagian Penyiapan Rencana. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal.

b. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. e. Badan Geologi. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. penyiapan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Batubara dan Panas Bumi. c. b. Inspektorat Jenderal. analisis hasil pengawasan. d. pengolahan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. 131 . Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. penelaahan. Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan analisis. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

dokumentasi dan tata naskah. penyiapan. masyarakat dan yustisia. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. e. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. 132 . Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pertimbangan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. b. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. b. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. c. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. d. penelaahan. penyuluhan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. dan implementasi Sipeg. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pelaksanaan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Kepegawaian. dokumentasi hukum. bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi urusan hukum. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. serta pemberian pertimbangan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. perpustakaan.

h. dan implementasi Sipeg. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. perbendaharaan. g. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. b. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. dokumentasi dan tata naskah. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. perlengkapan. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelayanan kesekretariatan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. e. pengurusan penganggaran. terdiri dari: a. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. f. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. perbendaharaan. keprotokolan dan kehumasan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. rumah tangga dan kehumasan. i. penelaahan. 133 . d. pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. j. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. k. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta pengurusan administrasi keuangan. dan kearsipan. c. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. b. kebersihan. persuratan dinas.

b. perlengkapan dan pengadaan. e. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. kearsipan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. serta evaluasi atas urusan keamanan. perumusan laporan hasil pengawasan. d. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). c. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pemeriksaan. penelaahan. keprotokolan dan kehumasan. pelaksanaan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. 134 . persuratan dinas. dan administrasi keuangan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kebersihan. perencanaan kebutuhan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan geologi lingkungan. c. Pusat Sumber Daya Geologi. 140 . Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. c. Sekretariat Badan Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelitian dan pelayanan. d. pelayanan survei geologi. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. g. h. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. b. e. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. d. e. b. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Survei Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. f. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Pusat Lingkungan Geologi.

Bagian Kepegawaian. Bagian Umum. pelaporan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. kearsipan. c. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. akuntabilitas kinerja. g. c. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. h. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. Bagian Rencana dan Laporan. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. b. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Keuangan. e. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. terdiri dari: a. f. dan rumah tangga. informasi hukum. ketatalaksanaan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. serta perencanaan kerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. j. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. i. koordinasi pelayanan administratif Badan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. d. 141 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.

jaringan dan situs informasi. penyiapan. pelaksanaan. Subbagian Laporan. satuan kerja. c. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. d. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja. penyajian informasi. penelaahan. penelaahan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pengelolaan sistem. jaringan. f. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. penelaahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. pelaporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. b. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. 142 . serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. situs.

dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas perencanaan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kepangkatan. pengurusan perencanaan. pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penggajian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. b. pengembangan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. c. dan analisis jabatan. serta pengembangan organisasi Badan. 143 . serta implementasi Sipeg Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. kesejahteraan. c. penggajian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi atas mutasi.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pengangkatan. pelaksanaan. pemberhentian. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengadaan. pemberhentian. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kesejahteraan. pengembangan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penelaahan. terdiri dari: a. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. kepangkatan. d. Pasal 513 Bagian Kepegawaian.

pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Akuntansi. b. serta pengurusan revisi anggaran. kearsipan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. f. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. penelaahan. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. e. Subbagian Perbendaharaan. dan revisi anggaran Badan. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kekayaan Negara. PBI Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 517 Bagian Keuangan. perlengkapan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Neraca. 144 . terdiri dari: a. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan rumah tangga. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. c. pelaksanaan.

kebersihan dan keamanan Badan. serta pengurusan perlengkapan. perlengkapan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaaan bantuan hukum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. e. Pasal 521 Bagian Umum. dan kearsipan. kearsipan. c. rencana kebutuhan dan pengadaan. 145 . f. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. d. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. b. kehumasan. penelaahan. pengadaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. b. serta keprotokolan dan upacara Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Tata Usaha. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas dan kearsipan. dan rumah tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Subbagian Hukum. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. kesekretariatan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelayanan kesekretariatan. distribusi penggunaan. persuratan dinas. c. bantuan hukum. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. terdiri dari: a. perpustakaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan.

penyelidikan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta rancang bangun dan pemodelan. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Bidang Informasi. perumusan rencana dan program. rekayasa teknologi. i. 146 . penyelidikan. Bidang Program dan Kerja Sama. e. bitumen padat. dan panas bumi. gambut. rumah tangga. Bidang Sarana Teknik. dan kepegawaian Pusat. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Kelompok Jabatan Fungsional. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. e. g. j. pengelolaan ketatausahaan. serta pemetaan tematik potensi. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. administrasi keuangan. b. c. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha. mineral. penyusunan neraca sumber daya geologi. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. d. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. batubara. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. b.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 147 . Pasal 528 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. pengurusan perencanaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. e. keamanan. b. d. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. serta akuntansi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. kebersihan. b. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. 148 . e.d. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. c. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyusunan akuntabilitas kinerja. f. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. e.

Subbidang Kerja Sama. penganggaran. penyiapan. serta pemutakhiran basis data. d. penyiapan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. 149 . serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 540 Bidang Informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. terdiri dari: a. serta pengelolaan perpustakaan. b. pelaksanaan sosialisasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. terdiri dari: a. penelaahan. c. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. b. Subbidang Program. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. jaringan dan situs informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

dan gerakan tanah. j.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sesar aktif. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelidikan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dan kepegawaian Pusat. d. dan gerakan tanah h. b. c. e. tsunami. 150 . serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan rekayasa teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. f. sosialisasi. pelaksanaan. serta pos pengamatan gunung api. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. g. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. gempa bumi. rumah tangga. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penelaahan. serta rancang bangun. sistem. pengelolaan ketatausahaan. operasi perangkat lunak. penelaahan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pemodelan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. gempa bumi. administrasi keuangan. dokumentasi. i. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. tsunami.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Tata Usaha. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. kebersihan. keamanan. l. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pengangkatan. terdiri dari: a. pengurusan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.k. 151 . dokumentasi dan tata naskah pegawai. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. evaluasi pelaksanaan penelitian. e. b. keuangan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. b. pengembangan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pelaksanaan pengelolaan sarana. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta perpustakaan. e. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. c. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. kearsipan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. pengurusan perencanaan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyelidikan. d. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemelaahan.

pelaksanaan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. d. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. b. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pelaksanaan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. penelaahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pemelaahan. geokimia dan deformasi. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. 152 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penetapan status. pengurusan. b. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. Subbidang Pengamatan Gunung Api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. penelaahan. c. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan.

penelaahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. d. penelaahan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. 153 . (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi.

serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. terdiri dari: a. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta pelaksanaan atas perencanaan program. d. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 154 . akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. e. b. gerakan tanah dan tsunami. penelaahan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. f.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penelaahan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyiapan. c. penyelidikan.

Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. penyelidikan. rekayasa teknologi. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. b. Bidang Program dan Kerja Sama. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. g. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. h. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. f. Bidang Sarana Teknik. c. pengembangan. Bidang Informasi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. j. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. dan pengelolaan tata ruang. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. geologi teknik dan air tanah. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi penyelenggaraan penelitian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. k. pengurusan perencanaan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. d. administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga. b. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. 155 . perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. i. terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. geologi teknik dan air tanah. c. keuangan.

Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta akuntansi. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 156 . Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. keamanan. keuangan. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. kebersihan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.c.

Subbidang Kerja Sama. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. pelaksanaan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. 157 . penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. c. d. Subbidang Laboratorium. Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. penelaahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

dokumentasi dan publikasi. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan perpustakaan. c. terdiri dari: a. penganggaran. pengelolaan. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 578 Bidang Informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. 158 . penelaahan. d. b. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. pelakanaan pengelolaan sistem.

dokumentasi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan penelitian.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tektonik. rumah tangga. 159 . dan kepegawaian Pusat. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. penelaahan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. k. m. pelayanan jasa survei. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. sosialisasi. administrasi keuangan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pemetaan dan penelitian geologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. penelaahan. g. geofisika. pemetaan. geokimia. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. j. pemetaan geologi. l. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. d. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. f. e. sistem. geomorfologi. pelaksanaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rekayasa teknologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. i. operasi perangkat lunak. perpustakaan. inventarisasi hasil survei. penelitian dan penyelidikan geologi. pengelolaan ketatausahaan.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Bidang Program dan Kerja Sama. 160 . serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keuangan. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengurusan perencanaan. c. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Sarana Teknik. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. b. e. Bidang Informasi. b. serta akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pengembangan. Bagian Tata Usaha. b. Kelompok Jabatan Fungsional.

c. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. b. 161 . Subbidang Laboratorium. penelaahan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. f. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan.

d. b. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. e. Subbidang Kerja Sama. 162 . Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. pengelolaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. penelaahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Program.

c. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. sistem.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. pelaksanaan. dokumentasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. d. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. operasi perangkat lunak. Pasal 597 Bidang Informasi. dokumentasi dan publikasi. pelaksanaan sosialisasi. sosialisasi. b. 163 . Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. serta pemutakhiran basis data. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 . Perekayasa.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Penyelidik Bumi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.

e. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. mineral batubara. perumusan kebijakan penyelenggaraan. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. f. g. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. panas bumi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. b. d. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 165 . pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa teknologi.

perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. pengelolaan urusan ketatausahaan. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. b. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. c. terdiri dari: a. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pelaksanaan bantuan hukum. e. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. d. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. informasi hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. f. kearsipan. b. g. e. 166 . serta perencanaan kerja. dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Badan.

b. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.i. akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. jaringan dan situs informasi. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan. c. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. b. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pelaporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. g. pelaporan. terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Keuangan. f. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. pengelolaan sistem. 167 . d. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. j. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.

ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. situs. penyiapan. pengurusan perencanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. pengadaan. serta pengembangan organisasi Badan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. penelaahan. penelaahan. jaringan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. 168 . penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. kepangkatan. serta implementasi Sipeg. c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengembangan. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kesejahteraan. e. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. dan analisis jabatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. satuan kerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta penyempurnaan organisasi Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penyiapan. pemberhentian. penyajian informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. b. d. terdiri dari: a. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

c. kepangkatan pemberhentian. pengangkatan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. terdiri dari: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penggajian. 169 . PBI Badan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 618 Bagian Keuangan. pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. e. penelaahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi atas perencanaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi. penelaahan. penyiapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. d. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. penyiapan. kesejahteraan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penyelesaian kerugian negara. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. penyiapan koordinasi ketatausahaan. penelaahan. penelaahan. d. 170 . c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Pasal 622 Bagian Umum. dan kearsipan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan rumah tangga. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. dan rumah tangga.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Neraca. terdiri dari: a. f. penyelesaian kerugian negara. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. perlengkapan. c. pelaksanaan. kearsipan. Subbagian Hukum. Subbagian Tata Usaha. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. distribusi penggunaan. b. penelaahan. e. b. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. perlengkapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. informasi dan dokumentasi hukum. kehumasan. serta pengurusan perlengkapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. kearsipan. perpustakaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. persuratan dinas. dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan revisi anggaran Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. pelayanan kesekretariatan.

serta keprotokolan dan upacara Badan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. persuratan dinas dan kearsipan. c. penyiapan. kebersihan dan keamanan Badan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. kesekretariatan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 171 . dan hak atas kekayaan intelektual Badan. penelaahan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. bantuan hukum. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. d. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. g. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. rencana kebutuhan dan pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. e.

d. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga. e.h. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. kebersihan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. pengembangan. b. pengurusan perencanaan. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. administrasi keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. b. i. b. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 172 . serta pelaksanaan keamanan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Program. Kelompok Fungsional. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. e. keuangan. dan kepegawaian Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. pengangkatan. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Afiliasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

keamanan. serta pengadaan. b. 173 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. c. pemeliharaan sarana kerja. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. penyediaan bahan baku. penyiapan. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan kebersihan Pusat. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. d.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi. terdiri dari: a. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. Pasal 637 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. c. penyiapan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 174 . pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Penyiapan Rencana. serta analisis. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635.

pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. terdiri dari: a. e.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi. d. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. 175 . Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 641 Bidang Afiliasi. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan.

b. penelaahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. dan kepegawaian Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. i. f. jaringan. h. rumah tangga. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. g. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. 176 .

serta dokumentasi tata naskah pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. c. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Afiliasi. pengangkatan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengurusan perencanaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. keamanan. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. b. serta pengadaan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. serta pelaksanaan keamanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 177 . pemeliharaan sarana kerja. d. e. Bagian Tata Usaha. Bidang Program.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. c. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.

jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengembangan Sarana. e. c. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan. 178 . penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. d. penelaahan.

Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. evaluasi. penyiapan. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta analisis. c. b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. pelaksanaan pengelolaan sistem. e. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 660 Bidang Afiliasi. jaringan. jaringan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 180 . pelayanan jasa teknologi. b. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. b. d. e. Bidang Program. i. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. f. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. c. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. h. dan kepegawaian Pusat. c. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. terdiri dari: a. g. d. 181 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rumah tangga. Bidang Afiliasi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Tata Usaha. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. b. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Kelompok Fungsional. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.

penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keuangan. pengangkatan. b. dan kebersihan Pusat. c. persuratan dinas dan kearsipan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. b. serta pengadaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 182 . serta pelaksanaan keamanan. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. e.

Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. e. d. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. 183 . pelaksanaan operasi penggunaan. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan. penelaahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Subbidang Pengembangan Sarana.

serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penelaahan. 184 . serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 675 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Penyiapan Rencana. c. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.

Subbidang Informasi dan Publikasi. c. pelayanan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. b. situs dan penyebarluasan informasi. situs dan penyebarluasan informasi. d. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. 185 . pelaksanaan pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. penelaahan. e. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. b. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan.

Kelompok Fungsional. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. e. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Bidang Program. Bagian Tata Usaha. d. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. geokimia. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan geofisika kelautan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. keuangan. i. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. 186 . d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Bidang Afiliasi. f. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. b.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. h. dan kepegawaian Pusat. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. j. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. g. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. administrasi keuangan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. c. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. c. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengangkatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan. perencanaan. serta pelaksanaan keamanan. e. perbendaharaan dan akuntansi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. 187 . keamanan. kebersihan. d. perbendaharaan dan akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta pengadaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan kebersihan Pusat. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pemeliharaan sarana kerja. keselamatan kerja dan keprotokolan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. terdiri dari: a.

penyediaan bahan baku. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. terdiri dari: a. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana.c. pengelolaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 188 . penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyediaan bahan baku. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. d. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pengelolaan. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.

Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta analisis. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 694 Bidang Program. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. 189 . b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. evaluasi. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. d. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. penyiapan.c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. penyiapan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Informasi dan Publikasi. terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e.d. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 698 Bidang Afiliasi. 190 . Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. 191 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

h. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. d. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 192 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. b. f. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. g. batubara. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. c. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. geologi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. e.

Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. koordinasi pelayanan administratif Badan. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. f. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. b. e. i. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. b. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. 193 . g. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. d. pembinaan kerja sama. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi.

Bagian Umum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. d. terdiri dari: a. l. Bagian Keuangan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 708 Sekretariat Badan. kearsipan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. e. h. b. Bagian Kepegawaian. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pelaporan. f. pelaporan. ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. k. akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. d. b. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. dan rumah tangga. serta perencanaan kerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penganggaran. c. pengelolaan urusan ketatausahaan.j. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. 194 .

dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. pengembangan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. 195 . dan sistem. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. serta implementasi Sipeg. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penganggaran. penyiapan. d. akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas laporan berkala. perencanaan kerja. c. penelaahan. pelaksanaan. c. terdiri dari: a. b. kesejahteraan. kepangkatan. prosedur kerja. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penelaahan. e. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. jaringan dan situs informasi Badan. pengurusan perencanaan. penelaahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Kerja Sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penggajian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pemberhentian. pengadaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dan analisis jabatan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Subbidang Kilang. penelaahan. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk kilang. b. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. pelaksanaan. 200 . d. Subbidang Utilitas. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. pelayanan jasa. terdiri dari: a. kontrol kualitas. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan. b.

pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. b. c. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. pengembangan dan pemanfaatan. penelaahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 201 . penyiapan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Laboratorium. Subbidang Bengkel. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyediaan dan pemanfaatan. pelayanan jasa. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.

penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. kriteria dan prosedur. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan. serta kepustakaan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pedoman. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. d. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pedoman. b. e. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. f. standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. c. kerja sama. norma. g. 202 . penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Pelatihan.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. Batubara. h.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Sarana Teknis. kriteria pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. c. f. c. norma. kearsipan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. d. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. i. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. e. pedoman. e. 203 . b. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. g. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.

pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. c. kearsipan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. perbendaharaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. dokumentasi dan tata naskah. perlengkapan. 204 . pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi. d. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta hukum. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kehumasan dan keprotokolan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

penelaahan. penyiapan rumusan standar. b. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. e. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.c. d. 205 . Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. c. penggunaan. pelaksanaan pemeliharaan. rencana pengembangan. norma. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

kriteria. f. penelaahan. kerja sama dan sistem. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. 206 . e. b. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. penelaahan. c. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Program dan Kerja Sama. e. penyiapan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. dan prosedur. pelaksanaan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. b. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. norma. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar.d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pedoman. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. d. norma. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. kriteria pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pelaksanaan. f. penyusunan standar. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. e. norma. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. penelaahan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyusunan standar. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. terdiri dari: a. pedoman. pelaksanaan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. prosedur. 207 . norma. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur.

pengelolaan ketatausahaan. b. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. kearsipan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. e. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. h. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. Bagian Tata Usaha. 208 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. perbendaharaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perlengkapan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. b. terdiri dari: a. akuntansi. b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pelatihan dan Sarana. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a.g. c. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.

Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. kerja sama. c. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma. Subbidang Perencanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. terdiri dari: a. d. penyiapan. 209 . dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b. akuntabilitas kinerja. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan dan situs informasi. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. e. pedoman. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan sistem.

b. penelaahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. c. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. 210 . Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. d. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyiapan. Subbidang Pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan standar. kriteria dan prosedur.

Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pemberian pelayanan jasa. h. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bidang Pelatihan dan Sarana. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. 211 . prosedur. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. b. f. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. g. d. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan. norma. Kelompok Jabatan Fungsional.

b.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. kehumasan dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. hukum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. 212 . pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. d. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. perbendaharaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. perlengkapan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. akuntansi. e. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. norma dan kriteria. c. e. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas standar. penyiapan. b. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. kerja sama. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 213 . d. Subbidang Perencanaan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. penelaahan. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

terdiri dari: a. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. Subbidang Pelatihan. 214 . Subbidang Sarana dan Prasarana. promosi. penelaahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. c. pelaksanaan kerja sama. d. e. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis.

(2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 215 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. e. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Inspektorat Jenderal dan Badan. b. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. 216 . Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Direktorat Jenderal. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. terdiri dari: a. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. c. d.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi.

h. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. 217 . serta neraca energi dan sumber daya mineral. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. e. c. b.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. f. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. i. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. g. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. j. d. k. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral.

Bidang Kajian Strategis. b. Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. terdiri dari: a. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. dukungan operasi kerja. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Tata Usaha Pusat. pelaporan dan tata persuratan. dan persuratan dinas. e.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. 218 . Kelompok Jabatan Fungsional. serta kearsipan Pusat. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. terdiri dari: a. serta kearsipan Bakoren. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. d. b. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. pelaksanaan urusan tata usaha. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. rumah tangga. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. b.

Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. persuratan dinas dan kearsipan. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. k. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. g. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. b.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. c. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. 219 . Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. i. b. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. h. f. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan norma. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. l. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. j.

b. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. f. penelaahan. 220 . pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. pelayanan data dan informasi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. e. d. penyiapan. b. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penelaahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. batubara dan panas bumi. penyiapan. ketenagalistrikan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. penelahaan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyusunan rumusan norma. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. c.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.

b. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. pelaksanaan. gambut. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pelaksanaan. bitumen padat.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. f. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. c. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. pelaksanaan. 221 . air tanah dan kegeologian. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. e. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. terdiri dari: a. penelahaan.

Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 222 . (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

223 . (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. regulasi ekonomi dan keteknikan. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. penganggaran. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dan keselamatan umum. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. perencanaan kerja. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peraturan perundang-undangan. dengan lingkup meliputi personil. peralatan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dan akuntabilitas kinerja Departemen. standardisasi teknis.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen.a kepada pejabat eselon I. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dokumentasi. organisasi.

(2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.BAB XIV ESELON. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Direktorat Jenderal. 224 . Direktur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (4) Kepala Bagian.a.a. (3) Kepala Biro. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Direktur. Inspektur.a. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (5) Kepala Subbagian.b. Direktur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal. Kepala Pusat.

diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. X. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. 225 . diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s.d.

226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . c. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful