MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. e.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Kepegawaian dan Organisasi. dan lembaga lain yang terkait. Biro Keuangan. Biro Umum. d. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. 5 . koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. koordinasi kegiatan Departemen. d. b. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. terdiri dari: a. Kementerian Negara. b. c. Departemen lain. Lembaga Pemerintah Non Departemen.

c. b. rencana pembangunan jangka panjang. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. j. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. evaluasi kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi. sosialisasi kebijakan pembangunan. dan rencana anggaran. rencana kerja dan anggaran. Bagian Perencanaan Anggaran. rencana dan program kerja dan anggaran. k. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. 6 . serta perumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyusunan harga satuan. terdiri dari: a. perumusan kebijakan pembangunan. e. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. c. rencana anggaran. d. Bagian Kerja Sama. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. menengah dan tahunan. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta kerja sama. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. g. i. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. h. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan kerja sama Departemen. l. serta rencana strategis. f. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. b. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama.

dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. e. b. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal. c. Menengah dan Tahunan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan norma. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. dan urusan tata usaha Biro. penelaahan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penelaahan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. penyusunan rumusan RK-KL. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. f. terdiri dari: a. standar dan kriteria rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. 7 . (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. b.

Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penganggaran Penunjang. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. b. f. dan Badan Geologi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. d. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). norma. serta rumusan RKA-KL dan DIPA.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyiapan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. c. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. dan 8 . dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria perencanaan anggaran. e. b. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. terdiri dari: a.

Inspektorat Jenderal. RKA-KL. c. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. f. menengah. e. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. tahunan dan rencana strategis. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. d. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. b. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. norma. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b. 9 . Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. kriteria akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan bahan sidang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. g.

serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. kriteria kerja sama.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. c. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. d. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. h. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. norma. f. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Inspektorat Jenderal. 10 . penelaahan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. dan Badan Geologi. b. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan standar. Batubara. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. serta kerja sama asosiasi. penyiapan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. e. g.

Subbagian Kerja Sama Bilateral. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. perencanaan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. pemensiunan. penelaahan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. b. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. c. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan struktural dan fungsional. serta penyiapan penetapan pemberhentian. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. e. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). pembinaan mutasi. d. dan penilaian kinerja pegawai. kepangkatan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. b. penempatan dan pengembangan pegawai. disiplin. pengembangan organisasi dan tata laksana. 11 . dan kesejahteraan pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. pengadaan.

12 . penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. d. k. norma. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyusunan rencana formasi. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. d. Bagian Data dan Informasi Pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Mutasi Pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. b. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta administrasi penugasan ke luar negeri. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. b. g. f. serta kartu PNS. e. pengelolaan sistem informasi pegawai. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). h. j. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyiapan rumusan rencana. penyiapan rumusan standar. serta standardisasi kompetensi jabatan. terdiri dari: a. c. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). pengadaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. evaluasi pembinaan kepegawaian. i. g. c. Kelompok Jabatan Fungsional.f.

pemindahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. j. kompetensi pegawai. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penyiapan. 13 .h. serta kesejahteraan pegawai Departemen. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. i. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. penelaahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pengelolaan administrasi tugas belajar. Subbagian Pengembangan Karir. kepangkatan. terdiri dari: a. penelaahan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. urusan tugas belajar dan izin belajar. pemberhentian dan disiplin. b. c. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. dan Kartu PNS Departemen.

g. Kartu Suami. norma. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan pemindahan pegawai. penarikan kembali. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. h. Taspen. dan penilaian prestasi pegawai. b.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pelaksanaan. pelaksanaan disiplin pegawai. penelaahan. c. pemindahan. dan Bapertarum. 14 . d. f. dipekerjakan. pengangkatan kembali. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. perbantuan. cuti. pelaksanaan kesejahteraan. kepangkatan. dan penarikan kembali pegawai. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pelaksanaan kepangkatan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pemindahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan standar. e. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. ujian dinas dan Ujian KPPI. perbantuan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. i. pemberhentian. b. Askes. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. dipekerjakan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. terdiri dari: a. pemberhentian. k. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pembebasan sementara. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. serta Kartu Istri. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pemberhentian dan disiplin. dan penilaian angka kredit. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. j. pemindahan. Subbagian Mutasi Jabatan. c.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pemberhentian. pemindahan. penyiapan. Bapertarum pegawai Departemen. Taspen. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. penelaahan. jabatan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. g. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. b. pelayanan kesehatan. e. penghargaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Daftar Urut Kepangkatan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. c. Askes. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. 15 . pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. dan daftar riwayat hidup pegawai. penghargaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penggajian. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. dan administrasi lembaga tripartit. pengadaan pegawai. penelaahan. d. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. disiplin. penilaian angka kredit. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Kartu Suami. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. h. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pemberhentian dan pemensiunan. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. Kartu Istri.

penelaahan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. norma. penelaahan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta pedoman penyempurnaan organisasi. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. terdiri dari: a. c. pengadaan pegawai. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. klasifikasi dan peta jabatan. e. pelaksanaan. kriteria pengembangan organisasi. kepangkatan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. b. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. b. penggajian. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pelaksanaan. pemberhentian. pemindahan. c. serta pengembangan organisasi dan jabatan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. 16 . d. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penghargaan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. jabatan. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP).

standardisasi kompetensi jabatan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. administrasi keuangan. analisis beban kerja. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. 17 . (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pola hubungan kerja.f. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. evaluasi dan klasifikasi jabatan. terdiri dari: a. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. h. Subbagian Kelembagaan. perbendaharaan. Subbagian Tata Laksana. penelaahan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengembangan. pengembangan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penelaahan. g. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. peta jabatan.

penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. terdiri dari: a. d. c. serta nota keuangan. penyelesaian kerugian negara. pembinaan inventarisasi. serta Neraca Departemen. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. d. Bagian Kekayaan Negara.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. b. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. serta bimbingan teknis perbendaharaan. Pasal 49 Biro Keuangan. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. serta pembinaan perbendaharaan. administrasi keuangan. b. h. kekayaan negara dan akuntansi. k. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. i. j. g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. serta pelaksanaan akuntansi. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. l. 18 . berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. e. Bagian Perbendaharaan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pendapatan dan Belanja. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. dan implementasi sistem akuntansi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Akuntansi. c. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. laporan realisasi anggaran. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja.

dan urusan tata usaha Biro. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. c. h. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyiapan target. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. norma. penyusunan rumusan standar. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. pelaksanaan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. k. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. j. penelaahan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan. f. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. c. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. d. penelaahan. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyiapan. terdiri dari: a. g. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). e. i. 19 . penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Anggaran Belanja.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan standar. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. d. b. 20 . serta pembagian iuran sumber daya alam. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. norma. c. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penelaahan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. b. penelaahan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. g. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. e. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Badan Geologi. pelaksanaan. c. dan pengelolaan SPM.

penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan. 21 . c. d. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. kriteria pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. c. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. ganti rugi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. b. g. tuntutan perbendaharaan. penelaahan. e. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. dan bidang minyak dan gas bumi. f. b. pelaksanaan.

Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. pelaksanaan verifikasi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). dan bidang geologi dan sumber daya mineral. penelaahan. g. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. norma. c. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Inspektorat Jenderal. f. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penelaahan. 22 . serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Badan Geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 64 Bagian Akuntansi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. terdiri dari: a. pelaksanaan. d.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penyiapan Neraca. rekonsiliasi.

serta evaluasi atas pembukuan aset. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. h. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. c. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. b. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan kehumasan. penelaahan. f. bantuan hukum dan kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. g. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan. penelaahan. dan bantuan hukum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta kehumasan. e. dan penyelesaian kasus hukum. serta program legislasi dan regulasi. equitas dana. dan bantuan hukum. kewajiban. pelaksanaan. rekonsialiasi. pelaksanaan. dan implementasi SAAT Departemen. verifikasi anggaran. penelaahan. 23 .Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. d. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. konsolidasi. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). pengelolaan dokumentasi. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. dan implementasi SAI Departemen. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. Neraca. penelaahan.

c. serta program legislasi dan regulasi Departemen. d. 24 . d. j. penelaahan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Penelaahan Hukum. evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. terdiri dari: a. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. b. e. terdiri dari: a. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. dan bantuan hukum. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Bantuan Hukum. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. e. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Hubungan Masyarakat. c. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan.i.

penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. f. norma. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan rumusan standar. kriteria kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 25 . penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. h. dan unsur unit penunjangnya. b.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. penelaahan. c. g.

d. dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penelaahan. 26 . penyiapan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. f. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. c. b. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. c. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penyiapan rumusan standar. penelaahan. e.

pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. d. c. norma. konferensi pers. penyiapan rumusan standar. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta monitoring dan analisis berita. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. f. terdiri dari: a.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. e. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pelaksaaan. pelaksaaan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. b. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. 27 . kriteria pelayanan hubungan masyarakat. penelaahan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penerbitan. pelaksanaan. pelaksanaan peliputan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. j. dan urusan tata usaha Biro. penelaahan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. i.g. peliputan dan perekaman kegiatan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. b. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. penelaahan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. pameran Departemen. monitoring dan analisis berita Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Publikasi. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. c. konferensi pers. 28 . Subbagian Hubungan Kelembagaan. h. abstrak peraturan perundang-undangan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara.

penyediaan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. g. b. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. pengadaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Sekretaris Jenderal. h. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. Bagian Tata Usaha. tata usaha dan kearsipan. Bagian Perlengkapan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. c. f. perlengkapan dan pengadaan.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. d. tata persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. f. Kelompok Jabatan Fungsional. j. pengelolaan keamanan dan keselamatan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. i. Pasal 87 Biro Umum. e. e. Staf Ahli. pengelolaan rumah tangga. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. tugas 29 .

pelantikan. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. f. Medan Merdeka Selatan 18. Subbagian Tata Usaha Menteri. terdiri dari: a. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. e. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. d. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Jakarta Pusat). c. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . b. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. c. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen.

penelaahan. b. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. d. persuratan dinas. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. e. f.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. b. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan. norma. 31 . pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. penelaahan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. penjadwalan kegiatan. Subbagian Kearsipan. dan ekspedisi surat dinas.

Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. b. Staf Ahli. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. M. Jakarta Pusat). Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. c. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. b. serta pengadaan. d.H. f. keselamatan. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. 32 . dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. Thamrin 1. e. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal.

Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. 33 . e. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. kriteria perlengkapan. inventarisasi. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengadaan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan penyiapan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Staf Ahli. b. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. f. serta pengadaan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. c. c. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Rencana Kebutuhan. Subbagian Pengadaan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. b. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan kegiatan. d. g.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.

penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. kriteria. 35 . Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. b. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. e. d.

serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 36 . d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. b. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. kearsipan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. e. satuan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. i. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. dan rumah tangga. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. h. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. Bagian Hukum dan Perundang-undangan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. d. rencana dan program. pelaksanaan. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. WP & B). i. 41 . f. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. c. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. j. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. h. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. penelaahan. m. perumusan pengaturan. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. g. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta evaluasi atas urusan kepegawaian. e. n. perumusan pedoman dan prosedur kerja. implementasi Sipeg. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. l. k. b.

42 . Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. c. serta pencadangan strategis. p. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. serta data kebutuhan. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. penyusunan statistik. evaluasi kebijakan. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. e. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. f. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. d. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. b. b. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. d. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor.o. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. h. terdiri dari: a. menengah dan tahunan berbasis kinerja. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. ketersediaan dan infrastruktur sektor. f. norma. penyiapan rumusan. g. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. e. c. b.

serta penyediaan informasi. permasalahan iklim usaha. c. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan. 43 . b. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. dan terms of condition KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. b. d. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. norma. dan pelaksanaan sosialisasi. f. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penelaahan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. pengumpulan data potensi. g. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. f. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. h. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. i. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. retribusi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. c. pelaksanaan pencatatan. pajak. d. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan standar.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. g. norma. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyiapan. 44 . kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. b. j. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. tugas serta induk. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. serta biaya operasi. pemeriksaan dan pengujian. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. e. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. serta bagi hasil daerah. tugas serta induk. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat.

terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. 45 . tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. harga minyak mentah Indonesia. retribusi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. tenaga kerja asing. pajak. PNBP dan tarif iuran. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. c. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. d. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. e. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. b. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. b. f. norma. pelaksanaan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. g. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. lifting dan target penerimaan. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penelaahan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. rencana impor barang operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. penelaahan. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan.h. j. b. k. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. i. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. dan kerja sama dalam negeri. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. penyiapan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. penyiapan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. serta pengaturan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pemberdayaan produksi dalam negeri. 46 . fasilitasi lembaga tripartit. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. penggunaan barang operasi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.

rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. lembaga sertifikasi dan asosiasi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. b. f. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.c. penyiapan. penyiapan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. d. serta kerja sama Pemerintah Daerah. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. c. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. e. Seksi Multilateral dan Regional. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pelaksanaan. penelaahan. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. g. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 47 .

penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. d. i. c. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Kelompok Jabatan Fungsional. k. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. b. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. f. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja. kriteria pengelolaan WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. j. terdiri dari: a. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. e. norma. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. pengelolaan WK. pelaksanaan pengumuman WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. e. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. h. h. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. f. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. g. c. e.d. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). 48 . Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. d. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja.

kriteria usaha eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. e. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. terdiri dari: a. c. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan rumusan standar. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. f. penelaahan. penilaian. d. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. 49 . Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. b. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. b.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. pelaksanaan.

serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. d. kriteria. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. b. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. g. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. c. pelaksanaan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. penelaahan. h. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. i. f. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. 50 . e. penyiapan rumusan standar. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. j. penyiapan. pelaksanaan. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b.

c. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. b. kriteria usaha eksploitasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. 51 . Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. b. rencana kerja dan anggaran KKS. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. g. penyiapan. f. penyiapan rumusan standar. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. e. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. norma. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. tumpang tindih lahan. penelaahan.

b. i. d. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan rumusan standar. g. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. f. h. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. b. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penyiapan. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. norma. 52 . Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. i. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. h.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyediaan. f. g. perumusan pengaturan Penugasan. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. d. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Light Petroleoum Gas (LPG). bahan bakar gas. c. e. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. perumusan jenis bahan bakar minyak. 53 . b. Light Natural Gas (LNG). Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. bahan bakar lain. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen.

norma. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. g. d. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. c. j. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. f. bahan bakar gas. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. l. pengelolaan data. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. LPG. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir.j. b. bahan bakar lain. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. LNG. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. k. i. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. h. e. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan data. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. 54 . Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan perizinan usaha pengolahan. f. e. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. c. terdiri dari: a.

penelaahan. c. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. d. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. norma. terdiri dari: a. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan. 55 . penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penelaahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. e. Seksi Pengolahan Gas Bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. g. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. f. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. h. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. b. pengelolaan data. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 56 . pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penelaahan. j. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. b. e. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. terdiri dari: a. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. penelaahan.i. kriteria harga bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan formulasi harga. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. d. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. c. penyiapan. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta penyiapan penetapan P3JBT. bahan bakar gas dan LPG. penyiapan.

e. gas bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. i. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar.f. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. LPG. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pelaksanaan. pelaksanaan. b. h. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. d. penelaahan. LNG. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. 57 . terdiri dari: a. kriteria usaha niaga. g. penelaahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan data. penyiapan perizinan usaha niaga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. b. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. h. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. norma. f. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi.

Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. biodiesel. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. penyiapan. penyiapan. b. LPG. tugas 58 . (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. terdiri dari: a. dan non bahan bakar lainnya. b. kriteria usaha non bahan bakar. pelumas. c. penelaahan. b. Seksi Niaga Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. petrokimia.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. d. LNG. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan norma. e. Seksi Niaga Minyak Bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. f.

dan non bahan bakar lainnya. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. petrokimia. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. 59 . d. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. produk. kelaikan teknis. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. f. petrokimia. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. profesi personil. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan. lindungan lingkungan. e. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. c. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. h. lindungan lingkungan. dan non bahan bakar lainnya. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. biodiesel. serta penggunaan tenaga teknik. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. g. biodiesel. usaha penunjang. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan.

f. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. j. d. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. h. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. 60 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.i. d. b. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. g. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. b.

pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan standar. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan. instrumentasi. penelaahan. norma. K3. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. b. instalasi. keselamatan operasi. b. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. 61 . d. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. e. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan penggunaan tenaga teknik. terdiri dari: a. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi.

kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. dan penggunaan tenaga teknik. norma. pelaksanaan. b. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instrumentasi. b. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. instalasi. e. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. 62 . penyiapan. dan kalibrasi alat ukur. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan rumusan standar. penyiapan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. keselamatan operasi. K3. penelaahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

b. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. pelaksanaan. terdiri dari: a. pelaksanaan. b. c. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. serta penjaminan pasca operasi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. pengangkutan. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. 63 . penelaahan. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Keselamatan Pengolahan. penelaahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Penyimpanan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan.

c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan standar. norma. pengangkutan. g. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. dan kriteria usaha penunjang. 64 . b. terdiri dari: a. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.d. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. b. f. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan.

profesi personil. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. terdiri dari: a. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. 65 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. produk. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. f. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. g. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.d. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. d. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. c. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. kriteria. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. norma. 67 . pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan standar. e. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. dan rumah tangga. c. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. d. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan urusan ketatausahaan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. h. terdiri dari: a. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. e. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. g. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 68 . pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. b. i. satuan kerja.

terdiri dari: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. b.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. akuntabilitas kinerja. d. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pengelolaan sistem. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. rapat koordinasi. c. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. pelaporan. g. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. 69 . serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. b. Subbagian Laporan. terdiri dari: a. Bagian Keuangan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. e. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. situs. jaringan dan situs informasi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. jaringan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. f. c. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan.

evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. satuan kerja. penyiapan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. f. terdiri dari: a. c. d. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. e. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 70 . c. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. b. serta pengurusan revisi anggaran. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 237 Bagian Keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. PBI Direktorat Jenderal.

Subbagian Informasi Hukum. pelayanan konsultasi hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. d. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penelaahan. f. pelaksanaan informasi. pelaksanaan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pertimbangan hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. e. c. pelaksanaan. serta kehumasan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. penelaahan. b. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. 71 .

penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan. ekspedisi persuratan dinas. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. Subbagian Kepegawaian. dan Implementasi Sipeg. b. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kesekretariatan. telepon. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. perlengkapan dan rumah tangga. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga. g. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. e. f. 72 . d. pertamanan dan perparkiran. pemberhentian. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. keamanan. pelaksanaan. pengurusan formasi. c. kebersihan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pengadaan pegawai. b. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta urusan keprotokolan dan upacara. mutasi. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal.

serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. rencana dan program. g. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. b. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. persuratan dinas dan kearsipan. f. serta rencana dan program pembangunan berjangka.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. h. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. pelaksanaan. 73 . serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi kebijakan. c. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. e. rencana pengadaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). rencana dan program. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. implementasi Sipeg.

Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. b. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. menengah dan tahunan tenaga listrik. c. b. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. 74 . Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. serta program pengembangan jaringan transmisi. e. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. d. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. d. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. penyiapan rumusan. e.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. f. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. b. c. g. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik.

serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. b. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. 75 . Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. pelaksanaan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. c.

penyiapan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. d. penelaahan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. c. 76 . pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. pelaksanaan. norma. penyiapan. penelaahan. b. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. kriteria tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. e. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penelaahan.

penelaahan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi pelaksanaan rencana. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. penyusunan dokumen perjanjian. Seksi Multilateral dan Regional. d. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. asosiasi dan lembaga lainnya. multilateral dan regional. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. penelaahan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. c. 77 . b. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri.

penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. 78 . Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. penyiapan. b. c. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. d. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. e. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. pelaksanaan pengelolaan data.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pengolahan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 79 . Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. d. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. f. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. e. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta perlindungan konsumen. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. c. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. i. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. pembinaan.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. h. g. b. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. e.

(2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta penetapan wilayah usaha. pelaksanaan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik.c. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penelaahan. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. d. d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. tugas 80 . serta efisiensi dan transparansi usaha. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik.

evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. penyiapan rumusan standar. e. norma. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. kriteria harga jual tenaga listrik. terdiri dari: a. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. 81 . b. penelaahan. penyiapan. c. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pemberian sanksi. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. b. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. f. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. b. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik.

f.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. d. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. 82 . pelaksanaan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. b. norma. e. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. b. c. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a.

Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. e. b. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. c. penyiapan rumusan standar. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. d. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. penelaahan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. mempunyai tugas 83 . Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik.

f. serta pembinaan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. produk. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. h. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. 84 . standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. lindungan lingkungan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. profesi personil. c. e. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. b. g. d. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. keselamatan dan K3. e. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. kelaikan teknis. i. b.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta Rancangan SNI. e. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. 85 . evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penelaahan. penelaahan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. d. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. g. penyiapan. b. b. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan.

penelaahan. penelaahan. g. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pelaksanaan. terdiri dari: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. kelaikan peralatan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. dan K3. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. b. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kalibrasi alat ukur. d. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. keselamatan operasi. instrumentasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. norma. 86 . pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan.

pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. g. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. b. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. 87 . e. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. penelaahan. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik.

penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. pelaksanaan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. c. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. d. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. e. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. b. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. 88 . penelaahan. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik.

pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. f. b. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b. e. c. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. d. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. g. produk. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. penelaahan. profesi personil. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. penyiapan rumusan standar. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. norma. 89 .

Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. c. Subdirektorat Energi Perdesaan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. f. terdiri dari: a. kriteria pemanfaatan energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. g. Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan rumusan kebijakan. norma. e. h. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. c. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. d. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. energi perdesaan dan konservasi energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. f. 90 . energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. c. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. energi alternatif. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. d. e. Subdirektorat Bimbingan Teknis. program dan pengaturan pemanfaatan energi. b.

b. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. norma. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. penelahaan. b. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. c. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi.d. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penyiapan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. d. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 91 . e. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. b. e. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar.

penyiapan rumusan standar. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. norma dan kriteria konservasi energi. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. rencana dan program. Seksi Penerapan Konservasi Energi. penelahaan. b. 92 . serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. c. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. e. serta evaluasi atas program konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penelahaan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penelahaan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. b. pelaksanaan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. terdiri dari: a. d.

rencana dan program. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama.. c. pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. penelahaan. 93 . e. terdiri dari: a. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. Seksi Program Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. d. norma. serta pedoman pengembangan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. rencana dan program energi perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. b. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 94 . penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. penyiapan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. penelahaan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. c. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. b. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Batubara. batubara dan panas bumi. 96 . pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. kriteria. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Mineral. b. batubara. pedoman. d. dan prosedur di bidang mineral. norma. (2) Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. penyusunan standar. batubara dan panas bumi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL.

h. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. 97 . serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. b. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Batubara dan Panas Bumi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Batubara dan Panas Bumi. f. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. c. terdiri dari: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. satuan kerja. c. i.

serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. b. e. Bagian Umum dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. 98 . Subbagian Laporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. e. d. b. terdiri dari: a. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. pelaporan. jaringan dan situs informasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. d. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Keuangan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. f. c. c.

implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. f. 99 . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. e. penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. situs. Subbagian Perbendaharaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. jaringan. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. d. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. satuan kerja. PBI Direktorat Jenderal. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara.

Subbagian Pertimbangan Hukum. pelaksanaan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. d. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. perhitungan pelaksanaan anggaran. 100 . penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kehumasan. c. penelaahan. c. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. dan Neraca Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyelesaian kerugian negara. f. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. b. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. b.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pelayanan konsultasi hukum. e. pemberian telaahan dan bantuan hukum. terdiri dari: a. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan informasi. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan.

Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penelaahan. dan Implementasi Sipeg. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. serta urusan keprotokolan dan upacara. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. ekspedisi persuratan dinas. 101 . pengadaan pegawai. pelaksanaan. d. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penelaahan. pemberhentian. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. kebersihan. e. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. keamanan. f. panas bumi dan air tanah. penyiapan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. g. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. mutasi. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan kesekretariatan. batubara. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan. telepon. pengurusan formasi. dan kearsipan.

c. serta kebijakan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. neraca sumber daya wilayah kerja. penelaahan. investasi dan pendanaan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. panas bumi dan air tanah. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. c. Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. perumusan kebijakan pengembangan usaha. wilayah kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. rencana pengadaan. terdiri dari: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. cadangan atau potensi. b. batubara. dan produksi. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. d. dan produksi. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian. 102 . (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta penetapan wilayah kerja. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. implementasi Sipeg. rencana dan program di bidang mineral.

terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. g. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. batubara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. rencana dan program di bidang mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Batubara dan Panas Bumi. 103 . panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. serta perhitungan bagi hasil. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah.e. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. batubara. c. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. c. b. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pencatatan dan perhitungan PNBP. menengah dan tahunan berbasis kinerja. i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Batubara dan Panas Bumi. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan perencanaan. e. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. e. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. pengelolaan data. Batubara dan Panas Bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. h. eksplorasi dan operasi produksi. j. evaluasi kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. f. batubara. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. f. lembaga sertifikasi dan asosiasi.

asosiasi dan lembaga sertifikasi. e. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. d. panas bumi dan pengelolaan air tanah. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. penelaahan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. 104 . b. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. f. g. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. h. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. c. terdiri dari: a. Seksi Program Mineral dan Batubara. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan. serta kerja sama di bidang mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penelaahan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. b.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Kontrak Karya (KK). 105 . Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. b. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. rencana dan program investasi pertambangan mineral. penelaahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral.

batubara. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan standar. batubara. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral.e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. b. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. kriteria pencadangan wilayah kerja. 106 . Batubara dan Panas Bumi. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta penyusunan statistik pengusahaan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. norma. penelaahan. penyiapan. f.

h. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. batubara. penyiapan penetapan potensi. (2) Seksi Informasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. penelaahan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. 107 . batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. Seksi Informasi Mineral. g. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. statistik.e. b. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. batubara. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta penetapan wilayah kerja. cadangan dan wilayah kerja. pelaksanaan. Batubara. neraca sumber daya. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penyiapan. terdiri dari: a. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. f. panas bumi dan air tanah.

penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. penelaahan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. b. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. 108 . d. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. batubara dan panas bumi. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. pelaksanaan pencatatan. e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Seksi Penerimaan Negara Batubara. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. terdiri dari: a. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. serta bagi hasil daerah. penyiapan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). d. 113 . pelaksanaan. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. e. terdiri dari: a. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. c. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. b. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. f. b.

114 . (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. perumusan pengaturan. d. e. b. terdiri dari: a. h. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pelaksanaan. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Hubungan Komersial Mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. i. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Seksi Hubungan Komersial Batubara. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pelaksanaan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. g. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b.

penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. e. serta pengelolaan air tanah. g. c. g. b. norma. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. 115 . pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. f. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. k. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah.j. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. terdiri dari: a. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. l. f. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. d. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. c. e. d. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. dan perubahan batas wilayah kerja. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. b.

penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. pelaksanaan. d. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. c. b. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. b. e. studi kelayakan dan eksploitasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi.h. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 116 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. i.

f. pelaksanaan. e.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. b. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. c. b. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. g. serta pengendalian air tanah. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. d. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengendalian air tanah. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan. 117 .

serta pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 118 . penelaahan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. d. pelaksanaan. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. c. b. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengendalian air tanah.h. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. e. i.

119 . penelaahan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. b. f. h. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. c. pelaksanaan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b. e. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.g. d. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan.

pelaksanaan. 120 . serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Seksi Konservasi Air Tanah. penelaahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. b. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. penelaahan. b. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta ketatausahaan. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. terdiri dari: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.

121 . sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. K3. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara dan Panas Bumi. kelaikan teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. i. e. kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. f. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara dan panas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. c. terdiri dari: a. profesi personil. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. lindungan lingkungan. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penggunaan tenaga teknik. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. h. produk. b. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. f.d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. d. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. lindungan lingkungan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. g. j.

dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Seksi Standardisasi Mineral. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. produk. f. pemurnian. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan. dan Panas Bumi. penelaahan. e. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. profesi personil. 122 . penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. g. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. d. serta konservasi mineral dan batubara. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan.c. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. jenis dan mutu produk. b. terdiri dari: a. Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan. batubara. penelaahan.

penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batas wilayah kerja. dan konservasi mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi.b. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. serta konservasi mineral dan batubara. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. c. 123 . penyiapan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. e. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. f. b. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. batubara dan panas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. d.

pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara dan Panas Bumi. e. g. pelaksanaan. i. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Batubara. pelaksanaan. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. d. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. b. f. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penelaahan. 124 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. h. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi.

penelaahan. batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. b. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penimbunan. d. norma. batubara. Batubara. b. keamanan instalasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. g. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Batubara. kalibrasi alat ukur. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. dan Panas Bumi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. panas bumi dan air tanah. c. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan. 125 . dan panas bumi. instrumentasi. f. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. K3 dan penggunaan tenaga teknik. pengangkutan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Batubara. penyimpanan. penyiapan rumusan standar.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449.

penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. c. f. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. panas bumi dan air tanah. norma. pelaksanaan. b. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. dan Panas Bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. batubara.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. terdiri dari: a. d. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 126 .

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. 127 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

b. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. d. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat IV. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat I. c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Inspektorat III. b. keuangan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. terdiri dari: a. e. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal. 128 . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan.

c. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. e. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. k. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kepegawaian dan organisasi. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. keamanan. j. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. i. pengelolaan urusan tata usaha. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. perlengkapan. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. f. 129 . b. g. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. kearsipan. h.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. terdiri dari: a. d. Bagian Rencana dan Laporan. e. keprotokolan dan rumah tangga. Bagian Hukum dan Kepegawaian. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan jaringan dan situs informasi.

dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. i. dan rencana kerja. penyiapan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. h. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. b. ketatalaksanaan. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. j. akuntabilitas kinerja. penelaahan. Subbagian Penyiapan Rencana. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. c. 130 . ketatalaksanaan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. g. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pelaporan. pelaksanaan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. f. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. program kerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. rapat koordinasi. d. jaringan. pelaporan. pelaksanaan pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. e. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. situs. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. satuan kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Subbagian Penyiapan Laporan.

pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Inspektorat Jenderal. c. b. Badan Geologi. terdiri dari: a. d. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan analisis. 131 . e. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. analisis hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470.

c. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. perpustakaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. terdiri dari: a. e. Subbagian Hukum. penyiapan. penyiapan koordinasi urusan hukum. bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. 132 . Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. b. pelaksanaan. dokumentasi hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. b. pertimbangan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Subbagian Kepegawaian. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penyuluhan. d. dokumentasi dan tata naskah. penyiapan. penelaahan. penelaahan. dokumentasi hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. masyarakat dan yustisia. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal.

pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dokumentasi dan tata naskah. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan keamanan. f. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. rumah tangga dan kehumasan. h. d. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. g. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. kebersihan. perlengkapan. 133 . dan akuntansi Inspektorat Jenderal. b. perlengkapan. terdiri dari: a. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. perbendaharaan. i. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. b. Subbagian Rumah Tangga. serta pengurusan administrasi keuangan. e. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pelayanan kesekretariatan. keprotokolan dan kehumasan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. j. pengurusan penganggaran. c.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan implementasi Sipeg. persuratan dinas. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. k. penelaahan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

penelaahan. perencanaan kebutuhan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. 134 . pelaksanaan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. kearsipan. c. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. persuratan dinas. serta evaluasi atas urusan keamanan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan. perlengkapan dan pengadaan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). keprotokolan dan kehumasan. dan administrasi keuangan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pemeriksaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan laporan hasil pengawasan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 139 . (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

c. perumusan kebijakan di bidang geologi. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. c. g. 140 . Pusat Sumber Daya Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. f. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. d. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. d. h. Sekretariat Badan Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pelayanan survei geologi. b. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. b. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. dan geologi lingkungan. Pusat Survei Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelitian dan pelayanan. terdiri dari: a. Pusat Lingkungan Geologi.

d. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Bagian Keuangan. Bagian Kepegawaian. f. koordinasi pelayanan administratif Badan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. g. i. e. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. j. serta pelaksanaan bantuan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. 141 . perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. informasi hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kearsipan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. h. Kelompok Jabatan Fungsional. d. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga. e. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Umum. pelaporan. c. serta perencanaan kerja. ketatalaksanaan.

situs. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyajian informasi. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Laporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. pelaksanaan. penelaahan. d. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. terdiri dari: a. penelaahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. pelaporan. penyiapan. c. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. b. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. ketatalaksanaan. f. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. jaringan. pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. akuntabilitas kinerja. satuan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 142 . jaringan dan situs informasi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e.

Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penelaahan. serta evaluasi atas mutasi. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kesejahteraan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengurusan perencanaan. b. c. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. terdiri dari: a. 143 . Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pengembangan. pemberhentian. kesejahteraan. kepangkatan. penggajian. penelaahan. penyiapan. penggajian. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. pengadaan. c. b. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. dan analisis jabatan. pengangkatan. pelaksanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pemberhentian. serta implementasi Sipeg. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pelaksanaan. e. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyiapan. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas perencanaan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta implementasi Sipeg Badan. pengembangan. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan.

Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta pengurusan revisi anggaran. terdiri dari: a. pelaksanaan. f. b. pelaksanaan. dan revisi anggaran Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 517 Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. d. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. perlengkapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. dan rumah tangga. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelesaian kerugian negara. 144 . penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. b. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penelaahan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Subbagian Akuntansi. penelaahan. PBI Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. Neraca. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. kearsipan.

dan kearsipan. serta keprotokolan dan upacara Badan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. perlengkapan. kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. persuratan dinas. pelaksanaaan bantuan hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. rencana kebutuhan dan pengadaan. Subbagian Hukum. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. b. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. informasi dan dokumentasi hukum. kesekretariatan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 521 Bagian Umum. terdiri dari: a. dan rumah tangga. kebersihan dan keamanan Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. f. bantuan hukum. serta pengurusan perlengkapan. persuratan dinas dan kearsipan. d. penelaahan. b. c. pelayanan kesekretariatan. penyiapan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. perpustakaan. kehumasan. e. 145 . pengadaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penyiapan koordinasi ketatausahaan.

146 . Bidang Sarana Teknik. batubara. g. e. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. i. serta rancang bangun dan pemodelan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. bitumen padat.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Bagian Tata Usaha. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pemetaan tematik potensi. Bidang Informasi. d. dan panas bumi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. j. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. rekayasa teknologi. penyelidikan. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. perumusan rencana dan program. b. rumah tangga. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. c. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan. e. mineral. penyusunan neraca sumber daya geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. penyelidikan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. h. gambut. d. b. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. keuangan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kepegawaian Pusat.

Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. keuangan. kebersihan. pengangkatan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. e. c. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengurusan perencanaan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. pengembangan. serta akuntansi. 147 .

e. c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. f. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. b. serta rencana strategis berbasis kinerja. penelaahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Subbidang Sarana Penyelidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.d. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta kerja sama pelayanan jasa. 148 . pelaksanaan. pelaksanaan.

penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi. b. Subbidang Kerja Sama. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penganggaran. Pasal 540 Bidang Informasi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 149 . (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Program. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. b. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. penyiapan. penelaahan. b. serta pengelolaan perpustakaan. terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan.

i. serta pos pengamatan gunung api. sistem. dan kepegawaian Pusat. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyelidikan. penelaahan. gempa bumi. perpustakaan. g. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dokumentasi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan gerakan tanah. tsunami. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. serta rancang bangun. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah h. pemodelan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sesar aktif. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. dan rekayasa teknologi. rumah tangga. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. sosialisasi. pengelolaan ketatausahaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. gempa bumi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pelaksanaan. operasi perangkat lunak. tsunami. 150 . j. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. c. f. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penelaahan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pelaksanaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. administrasi keuangan. b.

pengurusan. b. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan sarana. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. penyelidikan. keuangan. serta perpustakaan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. c. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. keuangan. pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. d. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. terdiri dari: a. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. keamanan. pengangkatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. c. d. b. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pemelaahan. e. 151 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan.k. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. l. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi pelaksanaan penelitian. pengurusan perencanaan. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. administrasi keuangan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. penelaahan. pengurusan. penelaahan. b. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. 152 . serta penetapan status dan peringatan dini. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. geokimia dan deformasi. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. c. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. terdiri dari: a. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. d. pemelaahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. penetapan status. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. d. 153 . b. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. c. terdiri dari: a. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. penelaahan. b. pelaksanaan. gerakan tanah dan tsunami.

Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. b. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. penyelidikan. d. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penelaahan. b. penyiapan. penyiapan. 154 . akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. c. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. f. penelaahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. terdiri dari: a. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah.

d. c. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. keuangan. b. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. g. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. h. dan pengelolaan tata ruang. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. i. e. penyelidikan.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. j. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rekayasa teknologi. Bagian Tata Usaha. d. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Informasi. b. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Teknik. 155 . pengangkatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengurusan perencanaan. pengembangan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. e. terdiri dari: a. k. geologi teknik dan air tanah. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. f. geologi teknik dan air tanah.

c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. e. kebersihan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. f. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta akuntansi. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. d. 156 . pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. c. keamanan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e.

Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. d. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. 157 . Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. c. b. penelaahan. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. terdiri dari: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penganggaran. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. d. pengelolaan. dokumentasi dan publikasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan perpustakaan. b.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. Pasal 578 Bidang Informasi. pelaksanaan sosialisasi. serta operasi perangkat lunak informasi. jaringan dan situs informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 .

penelaahan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. geokimia. d. dokumentasi. operasi perangkat lunak. h. rumah tangga. tektonik. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pemetaan dan penelitian geologi. m. evaluasi pelaksanaan penelitian. penyelidikan dan survei di bidang geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. geofisika. g. pelaksanaan. pelayanan jasa survei.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. l. pengelolaan ketatausahaan. geomorfologi. penelaahan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. pemetaan. inventarisasi hasil survei. sistem. c. rekayasa teknologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. k. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. sosialisasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. 159 . serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pemetaan geologi. perpustakaan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. j. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. i. penelitian dan penyelidikan geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. b. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. e. pengangkatan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengembangan. Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. d. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bidang Program dan Kerja Sama. keuangan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. kebersihan. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. Bidang Sarana Teknik. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. b. Bidang Informasi. serta akuntansi. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. 160 . d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c.

serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. 161 . penelaahan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. e. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. penelaahan. Subbidang Laboratorium. f. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. terdiri dari: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. pelaksanaan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan.

Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. 162 . Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Subbidang Program. e. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan. c. pengelolaan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta kerja sama pelayanan jasa. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. terdiri dari: a. Subbidang Kerja Sama. penelaahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi.

(2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi. c. sistem. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. serta pengelolaan perpustakaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. terdiri dari: a. 163 . Subbidang Penerapan Sistem Informasi. operasi perangkat lunak. sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. Pasal 597 Bidang Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pemutakhiran basis data. penelaahan. jaringan dan situs informasi. dokumentasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. d.

164 . Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyelidik Bumi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Teknisi Litkayasa. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Perekayasa.

Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. e. d.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. perumusan kebijakan penyelenggaraan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. mineral batubara. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. pembinaan pelayanan jasa teknologi. c. b. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. panas bumi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 165 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. dan rumah tangga. 166 . serta pelaksanaan bantuan hukum. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. koordinasi pelayanan administratif Badan. d. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. e. c. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. c. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. serta perencanaan kerja. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. informasi hukum. terdiri dari: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kearsipan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan.

akuntabilitas kinerja. g. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.i. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. b. pelaporan. b. terdiri dari: a. pelaporan. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Laporan. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. j. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. 167 . evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. f. c. b. terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian. Bagian Umum. e. d. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. jaringan dan situs informasi. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan.

penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan perencanaan. dan analisis jabatan. e. c. penggajian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengembangan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. 168 . Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. jaringan. serta implementasi Sipeg. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. situs. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyajian informasi. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta penyempurnaan organisasi Badan. b. serta pengembangan organisasi Badan. satuan kerja.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. d. kesejahteraan. penelaahan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. pemberhentian.

implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. PBI Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. kesejahteraan. c. b. b. kepangkatan pemberhentian. 169 . penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta implementasi Sipeg Badan. Subbagian Akuntansi. d. e. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Subbagian Kekayaan Negara. pengembangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengangkatan. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan. Pasal 618 Bagian Keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mutasi. penelaahan. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. f. pelaksanaan. penggajian. penyiapan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas perencanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran.

serta pengurusan perlengkapan. penyelesaian kerugian negara. dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. b. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan kearsipan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. perlengkapan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pelaksanaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. d. dan rumah tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. distribusi penggunaan. kearsipan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelayanan kesekretariatan. dan rumah tangga. penelaahan. pelaksanaan. e. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. c. perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. penelaahan. perpustakaan. penelaahan. f. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha. b. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Subbagian Hukum. terdiri dari: a. Pasal 622 Bagian Umum. c. Neraca. penyiapan koordinasi ketatausahaan. persuratan dinas. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. pengadaan. informasi dan dokumentasi hukum. kehumasan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. 170 .

Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. b. d. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pelaksanaan. e. 171 . persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rencana kebutuhan dan pengadaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. kesekretariatan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. bantuan hukum. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta keprotokolan dan upacara Badan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. kebersihan dan keamanan Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.

kebersihan. c. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. rumah tangga. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. Kelompok Fungsional. administrasi keuangan. b. dan kepegawaian Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 172 . penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. i. pengangkatan. pengurusan perencanaan. d. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. keuangan. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bidang Program. perbendaharaan dan akuntansi. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai.h. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. e. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. pengembangan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bidang Afiliasi.

pemeliharaan sarana kerja. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. c. e. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta pengadaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penelaahan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan operasi penggunaan. keamanan. penyediaan bahan baku. 173 . penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. b. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaksanaan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. 174 . Pasal 637 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. serta analisis. penyediaan bahan baku. evaluasi.

penyiapan. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan. jaringan. e.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. c. 175 . b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelaksanaan pengelolaan sistem.

perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. g. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. administrasi keuangan. c. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. h. jaringan. pengelolaan ketatausahaan. e. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. i. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. f. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. b. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. rumah tangga. 176 . serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

terdiri dari: a.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". serta pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. e. Bidang Afiliasi. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 177 . Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Program. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengangkatan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha. serta pelaksanaan keamanan. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemeliharaan sarana kerja. keuangan. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. dan kebersihan Pusat. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. b. c. b. pengurusan perencanaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai.

penelaahan. penyiapan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. e. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. 178 . Subbidang Pengoperasian Sarana. d. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. terdiri dari: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b.

b. 179 . penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. penelaahan. c.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. serta analisis. Pasal 656 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. d.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 180 . serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. c. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. b. e. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. jaringan. terdiri dari: a. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi.

Bagian Tata Usaha. b. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. c. c. d. dan kepegawaian Pusat. b. h. administrasi keuangan. Bidang Program. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. f. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. i. Bidang Afiliasi. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. 181 .

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengembangan. serta pelaksanaan keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. 182 . pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. keamanan. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. d. serta pengadaan. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan pengelolaan anggaran. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. pengurusan perencanaan. e. kebersihan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.

terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Pengoperasian Sarana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 183 .Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan operasi penggunaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. c. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Rencana. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. b. serta analisis. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 675 Bidang Program. penelaahan. 184 . Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi. terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. e. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. 185 . pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. jaringan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 679 Bidang Afiliasi. c. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Informasi dan Publikasi. b.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 186 . perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pengelolaan ketatausahaan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. terdiri dari: a. geokimia. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. i. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. g. d. e.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. administrasi keuangan. c. j. f. b. keuangan. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Afiliasi. h. Bagian Tata Usaha. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. b. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. d. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Kelompok Fungsional. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Bidang Program. dan geofisika kelautan.

b. pemeliharaan sarana kerja. keuangan. pengembangan. e. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan. c. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. dan kebersihan Pusat. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. keamanan. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. serta pengadaan. 187 . Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. perencanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pengelolaan. pengelolaan. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan operasi penggunaan.c. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. 188 . penyediaan bahan baku. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. b. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. d.

c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. terdiri dari: a. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. penyiapan. serta analisis. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penelaahan. Pasal 694 Bidang Program. 189 . pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a.d. Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan. b. pelaksanaan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. penelaahan. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 190 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan. penelaahan.

Perekayasa. Penyelidik Bumi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 .Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. f. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. batubara. mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. e. b. h. perumusan kebijakan penyelenggaraan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. g. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. geologi. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. 192 . penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. c. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan.

e. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. i. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kerja sama. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. g. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. 193 . e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. d. satuan kerja. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. f. c.

Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan rumah tangga. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. f. d. ketatalaksanaan. h.j. Bagian Keuangan. l. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. b. b. Bagian Kepegawaian. penganggaran. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. 194 . dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. g. Bagian Umum. d. pelaporan. c. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. e. k. serta perencanaan kerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pelaporan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. kearsipan. ketatalaksanaan.

pelaksanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. prosedur kerja. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penelaahan. pengadaan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. b. 195 . perencanaan kerja. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi Badan. serta evaluasi atas laporan berkala. dan sistem. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. pengembangan. serta implementasi Sipeg. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kepangkatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penggajian. penyiapan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penganggaran. penyiapan. kesejahteraan. akuntabilitas kinerja. penelaahan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penelaahan. c. dan analisis jabatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. pemberhentian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. e. Subbagian Kerja Sama. c.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

produk kilang. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. 200 . penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. b. pelayanan jasa. Subbidang Kilang. c. pelaksanaan. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas.. b. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Bengkel. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. d. penyediaan dan pemanfaatan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan dan pemanfaatan. 201 . penelaahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelayanan jasa. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. c. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Laboratorium.

dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. serta kepustakaan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. standar. pedoman. pedoman. b. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. g. c. 202 . penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. f. pelaksanaan. d. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. e. kriteria dan prosedur. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pengelolaan kepustakaan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. norma.

penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pemberian pelayanan jasa. norma. kearsipan. i. perlengkapan. d. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria pendidikan dan pelatihan. c. g. b. h. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Batubara. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. prosedur. e. f. Bidang Sarana Teknis. c. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. d. pedoman. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 203 . Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. e. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kearsipan. c. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. 204 . ketatalaksanaan dan umum Pusat. kehumasan dan keprotokolan. b. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kearsipan. perlengkapan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. akuntansi. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. d. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. serta hukum. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. rencana pengembangan. d. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. norma. 205 . c. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. Subbidang Pengembangan Sarana. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b.c. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. pedoman. penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pemeliharaan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. b. f.d. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. d. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. e. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. 206 . Subbidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. penelaahan. e. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. pedoman. kriteria. penyiapan. c. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan prosedur. kerja sama dan sistem. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

b. penyiapan penyelenggaraan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pedoman. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. norma. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. b. norma. pelaksanaan. kriteria dan prosedur. pedoman. penelaahan. c. kriteria pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. norma. 207 . f. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. pemberian pelayanan jasa. penyusunan standar. kriteria dan prosedur. penyusunan standar. penyiapan penyelenggaraan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. prosedur. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pedoman. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.

g. h. Bagian Tata Usaha. b. b. Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. c. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. terdiri dari: a. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. c. d. akuntansi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 208 . organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. perbendaharaan.

dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. b. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan sistem. 209 . kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kerja sama. Subbidang Perencanaan. penyiapan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. akuntabilitas kinerja. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

b. norma. pelaksanaan. e. promosi. Subbidang Sarana dan Prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. kerja sama.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 210 . penyiapan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas pengelolaan standar. penelaahan. d. penyiapan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. pelaksanaan kerja sama. Subbidang Pelatihan.

e. c. b. norma. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. h. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. kriteria pendidikan dan pelatihan. prosedur. f. d. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pedoman. 211 . evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Tata Usaha. pemberian pelayanan jasa. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. g. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis.

pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perbendaharaan. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. e. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kehumasan dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. perlengkapan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. 212 . Pasal 783 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. d. akuntansi. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. hukum. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat.

pedoman. penelaahan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma dan kriteria. b. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. pelaksanaan. d. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 213 . kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. e. serta evaluasi atas standar. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. c. pedoman. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. norma. penelaahan. Subbidang Perencanaan. penyiapan. pelaksanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program.

e. pelaksanaan. b. terdiri dari: a. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Subbidang Pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. d. b. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. promosi. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan kerja sama. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. c. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. 214 .Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

216 .BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. d. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Inspektorat Jenderal dan Badan. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. e. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. c. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. b. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Direktorat Jenderal. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. terdiri dari: a.

evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. i. h. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. g. serta neraca energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. c. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. b. e. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. k. j. 217 . d. f. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional.

b. d. e. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaporan dan tata persuratan. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. c. dukungan operasi kerja. c. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. rumah tangga.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Tata Usaha Bakoren. c. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bidang Kajian Strategis. Subbagian Tata Usaha Pusat. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Bagian Tata Usaha. d. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. b. 218 . serta kearsipan Bakoren. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. dan persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. b. pelaksanaan urusan tata usaha. serta kearsipan Pusat.

evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. l. c. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. e. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. i. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. terdiri dari: a. penyiapan norma. h. 219 . penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. f. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. k. g. j. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. b. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen.

serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. batubara dan panas bumi. b.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelahaan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan data dan informasi. penyiapan. pelaksanaan. 220 . pelaksanaan. penelaahan. penyusunan rumusan norma. b. f. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. e. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. ketenagalistrikan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. c. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. d. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.

Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. f. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. bitumen padat. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 221 . b. d. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. air tanah dan kegeologian. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. pelaksanaan. gambut. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. pelaksanaan. penelahaan. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. b. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. c. e. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. penelahaan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a.

(6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. 222 . serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.

(6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. standardisasi teknis. dengan lingkup meliputi personil. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. penganggaran. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. 223 . peralatan. regulasi ekonomi dan keteknikan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan akuntabilitas kinerja Departemen. perencanaan kerja. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. peraturan perundang-undangan. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya.a kepada pejabat eselon I. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan keselamatan umum. dokumentasi. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. organisasi.

b. 224 . Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal.BAB XIV ESELON. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur. (5) Kepala Subbagian. (4) Kepala Bagian.a.a. Direktur Jenderal. Kepala Pusat. (3) Kepala Biro.a. Direktur. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Sekretaris Direktorat Jenderal.a. Direktur Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. X.d. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.

susunan organisasi. fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 . dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. b. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 .BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful