MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. e. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. koordinasi kegiatan Departemen. 5 . c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. c. d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kementerian Negara. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Keuangan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. b. b. Departemen lain. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Umum. dan lembaga lain yang terkait. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. d. Biro Kepegawaian dan Organisasi. terdiri dari: a. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6.

i. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. j. sosialisasi kebijakan pembangunan. perumusan kebijakan pembangunan. k. d. evaluasi kebijakan pembangunan. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan anggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. c. serta kerja sama. rencana dan program kerja dan anggaran. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. e. g. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. h. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. e. serta perumusan akuntabilitas kinerja. penyusunan harga satuan. d. rencana dan program kerja. l. 6 . serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. Bagian Perencanaan Anggaran. dan rencana anggaran. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). menengah dan tahunan. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta rencana strategis. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. f. rencana anggaran. rencana pembangunan jangka panjang. c. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. Bagian Kerja Sama. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a.

serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Menengah dan Tahunan Departemen. 7 . dan urusan tata usaha Biro. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. b. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. c. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. d. f. dan Badan Geologi. penyusunan rumusan RK-KL. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Subbagian Perencanaan Penunjang. b. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. c. penelaahan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. standar dan kriteria rencana kerja. penyiapan rumusan norma. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. f. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penelaahan. penyiapan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. c. penyiapan. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. terdiri dari: a. penelaahan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penganggaran Penunjang. kriteria perencanaan anggaran. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). norma. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. b. e. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Batubara dan Panas Bumi. dan Badan Geologi.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. dan 8 . dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

b. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. b. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. penyiapan bahan sidang. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana pembangunan jangka panjang. tahunan dan rencana strategis. 9 . penelaahan. c. RKA-KL. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan rumusan standar. kriteria akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. d. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. h. f. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. norma. menengah. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. g. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.

penelaahan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. Panas Bumi. h. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. serta kerja sama asosiasi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. c. 10 . Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. kriteria kerja sama. e. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. b. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. f. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. d. Batubara. g. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. e. dan penilaian kinerja pegawai. perencanaan. pengembangan organisasi dan tata laksana. penelaahan. penelaahan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. jabatan struktural dan fungsional. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. penelaahan. dan kesejahteraan pegawai. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). c. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. disiplin. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. b. d. pemensiunan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c. pembinaan mutasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. 11 . b. kepangkatan. Subbagian Kerja Sama Bilateral. terdiri dari: a. penempatan dan pengembangan pegawai. serta penyiapan penetapan pemberhentian.

Kelompok Jabatan Fungsional.f. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. j. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). c. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. d. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. h. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. pola dan pengembangan karir pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengadaan. b. serta kartu PNS. 12 . serta administrasi penugasan ke luar negeri. d. i. penyiapan rumusan rencana. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. evaluasi pembinaan kepegawaian. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Bagian Mutasi Pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. e. g. f. Bagian Data dan Informasi Pegawai. norma. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. g. c. e. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyusunan rencana formasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. serta standardisasi kompetensi jabatan. k.

terdiri dari: a. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. i. penyiapan. kompetensi pegawai. j. penyiapan. penyiapan. 13 . pemindahan. b. penelaahan. Subbagian Pengembangan Karir. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. dan Kartu PNS Departemen. c. bimbingan teknis. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. urusan tugas belajar dan izin belajar. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan administrasi tugas belajar. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penelaahan.h. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. penelaahan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. pemberhentian dan disiplin. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. kepangkatan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai.

terdiri dari: a. j. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Taspen. kriteria mutasi pegawai. f. kepangkatan. pemberhentian dan disiplin. dan penarikan kembali pegawai. penarikan kembali. b. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. kepangkatan. ujian dinas dan Ujian KPPI. dan penilaian angka kredit. g. cuti. pemberhentian. i.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. k. pemindahan. pemindahan. pembebasan sementara. 14 . perbantuan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. e. pemberhentian. d. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. h. Subbagian Mutasi Jabatan. pelaksanaan kesejahteraan. pelaksanaan kepangkatan. norma. pemindahan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pengangkatan kembali. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. dipekerjakan. pelaksanaan disiplin pegawai. Kartu Suami. dipekerjakan. dan Bapertarum. b. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. pelaksanaan pemindahan pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. c. penyiapan standar. Askes. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. c. dan penilaian prestasi pegawai. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. serta Kartu Istri. perbantuan.

dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pengadaan pegawai. d. kepangkatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penghargaan. penilaian angka kredit. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Kartu Suami. penelaahan. penggajian. pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan. i. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan administrasi lembaga tripartit. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. jabatan. c. Askes. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. b. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. penghargaan. pemberhentian dan pemensiunan. f. Taspen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. g. penelaahan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pemindahan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. disiplin. pelayanan kesehatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. dan daftar riwayat hidup pegawai. Kartu Istri. Daftar Urut Kepangkatan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bapertarum pegawai Departemen. pemberhentian. h. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. e. 15 . serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen.

Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pelaksanaan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pemberhentian. pengadaan pegawai. b. serta pedoman penyempurnaan organisasi. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. c. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. c. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. d. pendidikan dan pelatihan pegawai. 16 . penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pemindahan. kepangkatan. penghargaan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. jabatan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penelaahan. penggajian. b. klasifikasi dan peta jabatan. pelaksanaan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan. serta evaluasi. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pengembangan organisasi dan jabatan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. penyiapan rumusan standar. norma. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kriteria pengembangan organisasi. Subbagian Pengolahan Data Pegawai.

Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pengembangan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. Subbagian Kelembagaan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. administrasi keuangan.f. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. c. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. peta jabatan. pola hubungan kerja. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. Subbagian Tata Laksana. penelaahan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. perbendaharaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. 17 . pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. g. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. analisis beban kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. standardisasi kompetensi jabatan. pengembangan. penelaahan. b. penelaahan.

penyelesaian kerugian negara. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. i. kekayaan negara dan akuntansi. Bagian Perbendaharaan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. g. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. terdiri dari: a. Pasal 49 Biro Keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Pendapatan dan Belanja. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. perbendaharaan. b. e. f. serta bimbingan teknis perbendaharaan. d. 18 . Bagian Akuntansi. d. serta nota keuangan. Bagian Kekayaan Negara. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. serta pelaksanaan akuntansi. c. administrasi keuangan. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. serta pembinaan perbendaharaan. laporan realisasi anggaran. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. e. serta Neraca Departemen. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. l. h.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. dan implementasi sistem akuntansi. c. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. k. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. j. pembinaan inventarisasi.

terdiri dari: a. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyiapan target. h. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. i. penyiapan. penyusunan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. norma. c. penyiapan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. f.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. k. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). g. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. j. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. 19 . Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. e. penelaahan. Subbagian Anggaran Belanja. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. evaluasi tarif dan revisi PNBP. dan urusan tata usaha Biro. penelaahan. d. b. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penelaahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja.

Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. c. 20 . kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Badan Geologi. pelaksanaan. b. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. b. dan pengelolaan SPM. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. f. e. Inspektorat Jenderal. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. serta pembagian iuran sumber daya alam. d. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penelaahan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.

c. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. dan bidang minyak dan gas bumi. kriteria pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. norma. 21 .(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tuntutan perbendaharaan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. e. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. c. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. g. ganti rugi. f. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan rumusan standar. b.

dan bidang geologi dan sumber daya mineral. pelaksanaan verifikasi. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. f. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 64 Bagian Akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Penyiapan Neraca. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. g. 22 . (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. norma.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Badan Geologi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. terdiri dari: a. c. penyiapan rumusan standar. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. rekonsiliasi. d. e. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penelaahan.

pengelolaan dokumentasi. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bantuan hukum. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum dan kehumasan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. penelaahan. serta pelaksanaan kehumasan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). dan implementasi SAAT Departemen. verifikasi anggaran. Neraca. rekonsialiasi. d. 23 . serta program legislasi dan regulasi. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta hubungan masyarakat Departemen. bantuan hukum. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta kehumasan. dan implementasi SAI Departemen. dan bantuan hukum. g. pelaksanaan. penelaahan. konsolidasi. f. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kewajiban. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. equitas dana. c. e. h. b. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. dan penyelesaian kasus hukum. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum.

Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. dan bantuan hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. b. c. penelaahan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Penelaahan Hukum. Bagian Bantuan Hukum. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. c. Kelompok Jabatan Fungsional.i. e. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. serta program legislasi dan regulasi Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. d. b. 24 . evaluasi peraturan perundang-undangan. j. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. e. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Hubungan Masyarakat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan.

penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penyiapan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. e. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. kriteria kontrak atau perjanjian. b. h. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. d. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. c. f. 25 .Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. norma. g. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. dan unsur unit penunjangnya. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. penelaahan.

evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. norma. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. d. dan unsur unit penunjangnya. b. b. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan. penelaahan. c. e. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. f. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 26 . Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.

penelaahan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. e. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. d. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksaaan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. 27 . c. c. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. konferensi pers. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. b. serta monitoring dan analisis berita. pelaksaaan. terdiri dari: a. pelaksaaan. norma. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. b. f. penelaahan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan.

c. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. monitoring dan analisis berita Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. penelaahan. peliputan dan perekaman kegiatan. penerbitan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. i. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. konferensi pers. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbagian Hubungan Kelembagaan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. 28 . h. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Publikasi. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. penelaahan. pelaksanaan peliputan. j. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. serta evaluasi atas hubungan dengan media. pameran Departemen. pelaksanaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen.g. abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan.

rumah tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. h. Pasal 87 Biro Umum. j. b. terdiri dari: a. b. e. d. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. tata usaha dan kearsipan. pengelolaan rumah tangga. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pengelolaan keamanan dan keselamatan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Perlengkapan. c. d. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. tugas 29 . e. tata persuratan dinas dan kearsipan. f. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. f. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. Staf Ahli.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pengadaan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. perlengkapan dan pengadaan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. i. Sekretaris Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. g. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Jakarta Pusat).Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. b. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. pelantikan. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. e. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. b. c. penyiapan penyelenggaraan rapat. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. c. Medan Merdeka Selatan 18. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Usaha Menteri. f. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. d.

dan ekspedisi surat dinas. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. Subbagian Kearsipan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. penyiapan rumusan standar. 31 . b. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. norma. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. terdiri dari: a. c. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. f. penyiapan. penjadwalan kegiatan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas.

b. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Jakarta Pusat). dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. keamanan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera.H. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. 32 . keselamatan. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. c.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta pengadaan. c. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. f. Staf Ahli. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. e. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. keselamatan. Staf Ahli. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. M. d.

Pasal 102 Bagian Perlengkapan. d. b. terdiri dari: a. penelaahan penyiapan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. kriteria perlengkapan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penyiapan kegiatan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan kearsipan Staf Ahli. e. c. pelaksanaan pengadaan. Subbagian Rencana Kebutuhan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. norma. 33 . Subbagian Pengadaan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. f. penyiapan bahan rumusan standar. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. serta pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. inventarisasi. c. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

b. c. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. norma. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. e. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. kriteria. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. 35 . e. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan standar. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. b. d. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. g. dan rumah tangga. akuntabilitas kinerja. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. kearsipan. c. c. i. e. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Rencana dan Laporan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. 36 . Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. h.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. terdiri dari: a. satuan kerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. l. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. penelaahan. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. 41 . pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. i. f. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. WP & B). serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). g. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. j. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan pedoman dan prosedur kerja. n. d. e. b. h. implementasi Sipeg. pelaksanaan. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. k. serta perhitungan bagi hasil. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. c. rencana dan program. m. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi.

kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. b. norma. ketersediaan dan infrastruktur sektor. e. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. e. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. f.o. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. terdiri dari: a. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan statistik. d. b. g. pelaksanaan sosialisasi program sektor. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. 42 . Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. d. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. menengah dan tahunan berbasis kinerja. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan rumusan. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. b. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. f. c. serta data kebutuhan. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. p. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pencadangan strategis.

43 . penyiapan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. pengumpulan data potensi. f. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. norma. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan. permasalahan iklim usaha. penelaahan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. e. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. serta penyediaan informasi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. dan terms of condition KKS. b. g. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. c. b. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan sosialisasi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi.

Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penelaahan. b. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. i. f. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. e. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. penyiapan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. h. g. pajak. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. c. retribusi. penelaahan. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pemeriksaan dan pengujian. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. tugas serta induk. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. 44 . serta biaya operasi. j. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. tugas serta induk. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. norma. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. serta bagi hasil daerah. d. pelaksanaan pencatatan.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B).

Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. e. g. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. norma. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. retribusi. penyiapan rumusan. f. pelaksanaan. tenaga kerja asing. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. b. harga minyak mentah Indonesia. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. d. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. PNBP dan tarif iuran. tenaga kerja asing. 45 . dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. lifting dan target penerimaan. pajak. penelaahan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. c. penelaahan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.

pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. penyiapan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. j. i. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. 46 .h. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pemberdayaan produksi dalam negeri. dan kerja sama dalam negeri. b. rencana penggunaan tenaga kerja asing. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. k. penggunaan barang operasi. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. terdiri dari: a. serta pengaturan tenaga kerja asing. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. penelaahan. fasilitasi lembaga tripartit. rencana impor barang operasi.

(2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. b. penyiapan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. lembaga sertifikasi dan asosiasi. 47 . Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. e. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan. penelaahan. terdiri dari: a. c. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. penelaahan. b. pelaksanaan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. f. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi.c. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. serta kerja sama Pemerintah Daerah. d.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. l. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.d. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. c. j. pengelolaan WK. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. e. penyiapan rumusan standar. f. h. h. pelaksanaan pengumuman WK. d. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. d. i. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. e. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. g. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). c. f. terdiri dari: a. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. 48 . f. k. norma. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. b. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. g. kriteria pengelolaan WK.

Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. penilaian. 49 . Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. c. norma. kriteria usaha eksplorasi. d. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan standar. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. f. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. b. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. b. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi.

penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. kriteria. b. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. h. pelaksanaan. e. penelaahan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. i. g. penelaahan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. d. c. pelaksanaan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. f. 50 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. j.

serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan. g. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. c. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan anggaran KKS. b. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. e. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penyiapan. f. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. b. tumpang tindih lahan. penelaahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. d. 51 . pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. g. e. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. h. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 . Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan teknis. b. d. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. penelaahan. i. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. f. penelaahan.

pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. c. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pelaksanaan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. d. bahan bakar lain. perumusan pengaturan Penugasan. g. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. bahan bakar gas. Light Petroleoum Gas (LPG). Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Light Natural Gas (LNG). pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penyiapan. penelaahan. i. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). b. 53 . serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. f. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Penyediaan. e. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. perumusan jenis bahan bakar minyak.

f. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir.j. e. bahan bakar lain. 54 . Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. i. LNG. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. bahan bakar gas. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. c. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. terdiri dari: a. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. l. d. penyiapan perizinan usaha pengolahan. pengelolaan data. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan standar. b. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. c. h. g. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Kelompok Jabatan Fungsional. j. k. f. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. pengelolaan data. norma. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. LPG. d. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Seksi Pengolahan Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. b. pengelolaan data. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. h. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. e. c. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. 55 . g. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. penyiapan.

penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penyiapan rumusan standar. c. penyiapan rumusan formulasi harga. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. hasil olahan dan bahan bakar lain. j. norma. 56 . d. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. kriteria harga bahan bakar. e. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. terdiri dari: a. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. b.i. bahan bakar gas dan LPG. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. serta penyiapan penetapan P3JBT. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. b.

d. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. g. 57 . f. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. penyiapan perizinan usaha niaga. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. LPG. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g.f. kriteria usaha niaga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. e. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penyiapan. penelaahan. gas bumi. b. norma. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. b. penyiapan rumusan standar. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. pengelolaan data. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. h. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan. terdiri dari: a. h. i. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. LNG. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pelaksanaan. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar.

e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. penyiapan. d. c. terdiri dari: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan norma. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. terdiri dari: a. dan non bahan bakar lainnya. petrokimia. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. kriteria usaha non bahan bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. LPG.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. pelumas. LNG. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Seksi Niaga Minyak Bumi. biodiesel. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. penelaahan. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan. tugas 58 . b.

pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. dan non bahan bakar lainnya. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. 59 . sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. kelaikan teknis. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. d. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. c. petrokimia. lindungan lingkungan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. produk. penelaahan. biodiesel. dan non bahan bakar lainnya. kelaikan teknis. usaha penunjang. biodiesel. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. penyiapan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. petrokimia. lindungan lingkungan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. g. b. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta penggunaan tenaga teknik. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. profesi personil. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). f. penyiapan. h.

pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. e. b. terdiri dari: a. j. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. h. e. c. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. 60 . evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. f. f. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. c. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. g. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi .i.

penyiapan.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. instalasi. 61 . e. penyiapan rumusan standar. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. g. b. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. b. keselamatan operasi. dan penggunaan tenaga teknik. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. f. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. c. K3. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. K3. pengangkutan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. e. dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. instalasi. penyiapan. penelaahan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. instrumentasi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. norma. pelaksanaan. keselamatan operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. d. pelaksanaan. b. 62 . dan kalibrasi alat ukur. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rumusan standar. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. c.

b. Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. b. serta penjaminan pasca operasi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.f. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. 63 . terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. Penyimpanan. penyiapan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. c. g. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pengangkutan. pelaksanaan. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengangkutan. 64 . penelaahan. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi.d. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. e. f. dan kriteria usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. b. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.

(2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. g. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. profesi personil. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e.d. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. 65 . b. f. penelaahan.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

c. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. norma. d. pedoman. b. 67 .

g. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. c. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. c. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. f. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. h. i. satuan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. 68 . serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. b. e.

c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. rapat koordinasi.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. jaringan. g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. b. situs. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. e. f. pelaporan. e. Bagian Keuangan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pengelolaan sistem. pelaksanaan. akuntabilitas kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. c. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. b. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Laporan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. 69 . penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d.

serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. d. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. satuan kerja. penyiapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 237 Bagian Keuangan. pelaksanaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. c. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. terdiri dari: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. f. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbagian Perbendaharaan. 70 . PBI Direktorat Jenderal.

Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 71 . pelayanan konsultasi hukum. pelaksanaan informasi. b. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. c. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. pertimbangan hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. f. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. d. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. c. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Informasi Hukum. serta kehumasan. b. e.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan urusan kesekretariatan. 72 . Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. keamanan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. mutasi. c. b.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pertamanan dan perparkiran. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. b. kebersihan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. telepon. Subbagian Tata Usaha. penelaahan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. f. Subbagian Kepegawaian. ekspedisi persuratan dinas. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. dan Implementasi Sipeg. e. pelaksanaan. dan kearsipan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengadaan pegawai. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan. pengurusan formasi. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. d. pemberhentian. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. g. c. terdiri dari: a. serta urusan keprotokolan dan upacara.

perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. f. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi kebijakan. b. h. g. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. implementasi Sipeg. d. penelaahan. persuratan dinas dan kearsipan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). lembaga sertifikasi dan asosiasi. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. rencana dan program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. rencana dan program. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. c. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. 73 . e. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. pelaksanaan. rencana pengadaan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri.

pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. d. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. b. c. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. b. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. g. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. serta program pengembangan jaringan transmisi. c. e. 74 . penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. menengah dan tahunan tenaga listrik. penyiapan rumusan. e.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta rencana strategis dan RUKN. f. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan.

penyiapan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penelaahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan. 75 . penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. b. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik.

76 . pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. d. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. kriteria tenaga listrik sosial. b. pelaksanaan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penelaahan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penelaahan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. norma. penyiapan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. c. b. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. f. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. evaluasi pelaksanaan rencana. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. 77 . penyusunan dokumen perjanjian. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. multilateral dan regional. c. penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana.

Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. 78 . e. statistik dan pemetaan tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. pelaksanaan pengelolaan data. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. penyiapan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. pengolahan. c. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. penelaahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. b.

pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. 79 . pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. e. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pembinaan. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. b. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. serta perlindungan konsumen. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. h. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. d. d. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. e. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. i. g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. f. c. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha.

serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik.c. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta efisiensi dan transparansi usaha. c. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. penelaahan. b. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penyiapan. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. tugas 80 . evaluasi pelaksanaan pengaturan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. pelaksanaan.

serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. penyiapan. 81 . pemberian sanksi. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. e. c. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Izin Usaha. penyiapan rumusan standar. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. f. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. norma. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. kriteria harga jual tenaga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. b.

b. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. e. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. d. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. terdiri dari: a. kriteria hubungan komersial. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. c. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. b. f. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. norma. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. 82 .

penelaahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. norma. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. e. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan rumusan standar. b. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. c. mempunyai tugas 83 . penyiapan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. d. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. 84 . Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. profesi personil. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. h. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. kelaikan teknis. f. d. keselamatan dan K3. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta penggunaan tenaga teknik. serta pembinaan teknis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. e. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. terdiri dari: a.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. b. produk. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. b. kelaikan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. lindungan lingkungan. g. lindungan lingkungan. d. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. 85 . Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. e. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. terdiri dari: a. g. serta Rancangan SNI. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. b. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. f. d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. f. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. terdiri dari: a. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. penelaahan. 86 . kelaikan peralatan. keselamatan operasi. b. dan K3. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. g. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. norma. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan. c. kalibrasi alat ukur. instrumentasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. d. e.

e. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. 87 . penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. d. terdiri dari: a. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. c. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. g. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. f. penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b.

88 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. e. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. terdiri dari: a. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. b.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. c. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b.

serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. 89 . produk. b. norma. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. d. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. b. e. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. f. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. profesi personil. penyiapan rumusan standar. c. g. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.

h. f. c. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Subdirektorat Energi Perdesaan. e. Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. f. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. norma. energi perdesaan dan konservasi energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. 90 . d. terdiri dari: a. program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. b. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi alternatif. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. kriteria pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. e. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. c. g. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. c. b.

Seksi Program Pemanfaatan Energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan. penelahaan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. penelahaan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. c. b. terdiri dari: a. 91 . serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. d. norma. kriteria usaha energi baru terbarukan. b. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. e. penyiapan rumusan kebijakan.

penelahaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelahaan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. b. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. c. serta evaluasi atas program konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. terdiri dari: a. Seksi Penerapan Konservasi Energi. 92 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penyiapan rumusan standar. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. pelaksanaan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program. e. Seksi Program Konservasi Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penyiapan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. penelahaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penelahaan.

b. penyiapan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. penelahaan. pemberdayaan masyarakat. norma. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program. 93 . energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman pengembangan. d. b. c. penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penelahaan. Seksi Program Energi Perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan.. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. terdiri dari: a.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. e. rencana dan program energi perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan.

94 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. penelahaan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. b. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. terdiri dari: a.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 .

96 . Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. batubara dan panas bumi. batubara. kriteria. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. batubara dan panas bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. norma.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. e. dan prosedur di bidang mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. Batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Mineral. c.

d. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. i. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. satuan kerja. c. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. g. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. b. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan urusan ketatausahaan. 97 . e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. h. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. kearsipan. c. d. e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pelaporan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Laporan. Bagian Keuangan. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. 98 . Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. d. b. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. ketatalaksanaan. b. c. g. c. Batubara dan Panas Bumi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. f. pengelolaan sistem. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. b. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. rapat koordinasi. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral.

satuan kerja.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan revisi anggaran. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. situs. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. f. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. b. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. jaringan. Subbagian Perbendaharaan. e. 99 . pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. PBI Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. penelaahan. d. c. penyiapan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

pelayanan konsultasi hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Pertimbangan Hukum. pertimbangan hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. e. serta kehumasan. terdiri dari: a. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. b. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. penelaahan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 100 . pelaksanaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. d. f. pelaksanaan. pelaksanaan. c. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. c. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. b. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan informasi.

penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pemberhentian. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. keamanan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. batubara. serta urusan keprotokolan dan upacara. dan Implementasi Sipeg. g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. e. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penelaahan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. telepon. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. c. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pengadaan pegawai. pelaksanaan. pertamanan dan perparkiran. mutasi. b. dan kearsipan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pengurusan formasi. 101 . pelaksanaan urusan kesekretariatan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. ekspedisi persuratan dinas. kebersihan. panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. d. f. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360.

batubara. b. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan usaha. serta kebijakan pengelolaan air tanah. neraca sumber daya wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. wilayah kerja. rencana dan program di bidang mineral. investasi dan pendanaan. c. dan produksi. dan produksi. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. implementasi Sipeg. 102 . d. b. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. c. cadangan atau potensi.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. terdiri dari: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. penelaahan. serta penetapan wilayah kerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Tata Usaha. rencana pengadaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja.

Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. d. batubara. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Batubara. pengelolaan data. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. batubara. i. f. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. serta pemantauan perencanaan program di daerah. c. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja.e. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. f. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. rencana dan program di bidang mineral. batubara. d. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. serta perhitungan bagi hasil. g. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. e. 103 . pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. perumusan perencanaan. e. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. eksplorasi dan operasi produksi. c. j. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. pencatatan dan perhitungan PNBP. terdiri dari: a. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri.

h. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. batubara. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. terdiri dari: a. g. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. penelaahan.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta kerja sama di bidang mineral. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. batubara. penyiapan. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. e. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penelaahan. panas bumi dan air tanah. 104 . f. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Program Mineral dan Batubara. b.

Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. b. batubara dan pemanfaatan panas bumi. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. d. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penelaahan. 105 . Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. c. penyiapan. penelaahan. Kontrak Karya (KK). serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah.

panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. c. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan. batubara. penyiapan. 106 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. terdiri dari: a. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. kriteria pencadangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. b. penelaahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan standar. batubara. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. f. penyiapan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. norma. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. b. d.e. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta penyusunan statistik pengusahaan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi.

batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. f. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. penyiapan. Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. statistik. panas bumi dan air tanah. pencadangan dan potensi di bidang mineral. h. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. 107 . batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. neraca sumber daya. batubara dan panas bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. g. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan penetapan potensi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Batubara. b. serta penetapan wilayah kerja. Seksi Informasi Mineral. terdiri dari: a. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penelaahan. panas bumi dan air tanah. Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. cadangan dan wilayah kerja. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. penelaahan. batubara.e.

penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. terdiri dari: a. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 108 . Batubara dan Panas Bumi. Seksi Penerimaan Negara Batubara. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. b. serta bagi hasil daerah. e. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. penyiapan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pencatatan. penelaahan. b. c.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. g. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. d.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. 113 . e. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). f. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. c. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406.

perumusan pengaturan. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. f. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. g. c.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. d. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. i. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pelaksanaan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Hubungan Komersial Mineral. h. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. e. Seksi Hubungan Komersial Batubara. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 114 . perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. b. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. e. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. l. b. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subbagian Tata Usaha. g. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. c. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a.j. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. f. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. penyiapan rumusan standar. g. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. c. d. b. penyiapan rumusan pengaturan usaha. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. 115 . serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. d. k. f. dan perubahan batas wilayah kerja.

i. penelaahan. penelaahan. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. 116 . pelaksanaan fasilitasi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. studi kelayakan dan eksploitasi. d. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.h. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan. e. Seksi Pengelolaan Air Tanah. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi.

(2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. g. serta pengendalian air tanah. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. d. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. b. serta pengendalian air tanah. f. terdiri dari: a. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. pelaksanaan. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 117 . Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. c. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. e. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi.

terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b. i. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta pengelolaan air tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. 118 . evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. penelaahan. d. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f.h. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan. b. penelaahan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. e. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. h. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi.g. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. 119 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. d. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. b. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429.

Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta ketatausahaan. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Seksi Konservasi Air Tanah. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta air tanah. terdiri dari: a. penelaahan. penelaahan. 120 . Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. batubara dan panas bumi. terdiri dari: a. lindungan lingkungan. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi. g. Batubara dan Panas Bumi. e. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. h. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi.d. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. dan panas bumi. j. Kelompok Jabatan Fungsional. i. kelaikan teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. lindungan lingkungan. Subdirektorat Standardisasi Mineral. 121 . b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. panas bumi dan air tanah. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. kelaikan teknis. produk. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi. profesi personil. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. K3. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. e. batubara.

terdiri dari: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Standardisasi Mineral. penyiapan. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. b. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. norma. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. jenis dan mutu produk. Batubara. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. g. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 122 . f.c. pemurnian. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. batubara. serta konservasi mineral dan batubara. penelaahan. dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan. profesi personil. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. penelaahan.

d. penyiapan. f. pelaksanaan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan. serta konservasi mineral dan batubara. b. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. batubara dan panas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. dan konservasi mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. e. 123 . terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penelaahan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. batas wilayah kerja. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan.b.

penelaahan. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. f. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. terdiri dari: a. b. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. i. batubara. h.c. batubara dan panas bumi. 124 . dan panas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. e. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. g. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. penelaahan. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara.

penyimpanan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. batubara. terdiri dari: a. dan Panas Bumi. penimbunan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Batubara. dan panas bumi. f. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. kalibrasi alat ukur. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. penyiapan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. K3 dan penggunaan tenaga teknik. instrumentasi. pelaksanaan. pengangkutan. 125 . penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. e. c. keamanan instalasi. penyiapan rumusan standar.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. g. panas bumi dan air tanah.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. f. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. dan kriteria usaha penunjang. d. Batubara. dan Panas Bumi. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. 126 . serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. batubara. b. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. c. penelaahan. penyiapan rumusan standar. norma. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. e. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.

127 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Inspektorat III. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. e. terdiri dari: a. Inspektorat IV. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. c. Inspektorat I. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat II. b. b. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. pelaksanaan pengawasan kinerja. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. keuangan. 128 . (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.

d. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. terdiri dari: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. e. e. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. c. g. d. j. i. h.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha. f. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. 129 . keamanan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. Bagian Rencana dan Laporan. perlengkapan. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. keprotokolan dan rumah tangga. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. Bagian Umum dan Keuangan. k. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pengurusan kepegawaian dan organisasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. kearsipan.

(2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penelaahan. situs. b. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. i. 130 . pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaporan. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaporan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. program kerja. akuntabilitas kinerja. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. akuntabilitas kinerja. penyajian informasi. h. Subbagian Penyiapan Rencana. ketatalaksanaan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. rapat koordinasi. j. satuan kerja. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. g. dan rencana kerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. jaringan. f. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Laporan. penyiapan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. b.

Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengolahan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. c. Direktorat Jenderal Mineral. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. penelaahan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. 131 . b. analisis hasil pengawasan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Badan Geologi. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan. b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pelaksanaan analisis. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. d. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. terdiri dari: a. e. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi.

penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dokumentasi dan tata naskah. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. 132 . dokumentasi hukum. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. b. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. penelaahan. serta pemberian pertimbangan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi urusan hukum. penyiapan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Subbagian Hukum. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. b. terdiri dari: a. d. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. perpustakaan. penyuluhan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. dan implementasi Sipeg. dokumentasi hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan. e. masyarakat dan yustisia. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen.

penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. rumah tangga dan kehumasan. d. perlengkapan. pelaksanaan keamanan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. kebersihan. c. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. 133 . j. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan kehumasan. dan kearsipan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. i. pelaksanaan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. b. f. pelayanan kesekretariatan. terdiri dari: a. persuratan dinas. perbendaharaan. perbendaharaan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. e. Subbagian Rumah Tangga. penelaahan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. serta pengurusan administrasi keuangan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan penganggaran. h. rumah tangga dan kehumasan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. serta pengurusan administrasi keuangan. g. dan implementasi Sipeg. b. dokumentasi dan tata naskah. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. k. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan.

perlengkapan dan pengadaan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. penelaahan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. d. perencanaan kebutuhan. kebersihan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). b. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. dan administrasi keuangan. penelaahan. perumusan laporan hasil pengawasan. c. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. serta evaluasi atas urusan keamanan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 134 . (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeriksaan. persuratan dinas. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. kearsipan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). keprotokolan dan kehumasan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

139 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. d. b. e. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. 140 . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pusat Survei Geologi. d. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Pusat Lingkungan Geologi. c. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pelayanan survei geologi. g. h. penelitian dan pelayanan. b. Sekretariat Badan Geologi. f. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. terdiri dari: a. c. Pusat Sumber Daya Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. perumusan kebijakan di bidang geologi. dan geologi lingkungan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.

serta perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. d. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. pengelolaan urusan ketatausahaan. 141 . serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. f. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta pelaksanaan bantuan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. akuntabilitas kinerja. j. Bagian Umum. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. h. informasi hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. terdiri dari: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Keuangan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Kelompok Jabatan Fungsional. g. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Bagian Kepegawaian. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. c. dan rumah tangga. kearsipan. d.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. b. pelaporan. ketatalaksanaan.

akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. satuan kerja. penelaahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penyajian informasi.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 142 . penyiapan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penelaahan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. jaringan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. pelaporan. d. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. b. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. ketatalaksanaan. e. penyiapan. c. terdiri dari: a. pengelolaan sistem. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. serta pengembangan organisasi Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. situs. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan.

penelaahan. d.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kepangkatan. kesejahteraan. penelaahan. kesejahteraan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengembangan. c. penyiapan. b. 143 . penyiapan. pengurusan perencanaan. penelaahan. dan analisis jabatan. b. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta evaluasi atas mutasi. penyiapan. pengembangan. pelaksanaan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta implementasi Sipeg. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kepangkatan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pengangkatan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pemberhentian. penggajian. e. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. pengadaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas perencanaan. serta implementasi Sipeg Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pemberhentian. c.

d. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. b. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. serta penyelesaian kerugian negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan rumah tangga. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. PBI Badan. Neraca. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. Pasal 517 Bagian Keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan revisi anggaran Badan. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi. 144 . pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. b. perlengkapan. Subbagian Perbendaharaan. f. e. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. b. d. serta keprotokolan dan upacara Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta pengurusan perlengkapan. dan pemeliharaan barang inventaris. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. perlengkapan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. c. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. 145 . distribusi penggunaan. b. persuratan dinas. e. perpustakaan. penelaahan. dan rumah tangga. penyiapan koordinasi ketatausahaan. terdiri dari: a. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. persuratan dinas dan kearsipan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Subbagian Hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kebersihan dan keamanan Badan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Pasal 521 Bagian Umum. kesekretariatan. kehumasan. pelayanan kesekretariatan. dan kearsipan. bantuan hukum. pengadaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan.

Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Informasi. rumah tangga. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. administrasi keuangan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. gambut. perumusan pedoman dan prosedur kerja.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. mineral. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi penyelenggaraan penelitian. bitumen padat. b. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. d. g. i. j. h. Bagian Tata Usaha. penyelidikan. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. e. rekayasa teknologi. d. batubara. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. f. dan kepegawaian Pusat. Bidang Sarana Teknik. keuangan. e. dan panas bumi. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. penyelidikan. c. serta pemetaan tematik potensi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta rancang bangun dan pemodelan. b. 146 . c. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. penyusunan neraca sumber daya geologi.

d. b. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. b. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta akuntansi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. c. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keamanan. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 147 . pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. kebersihan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530.

c. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta kerja sama pelayanan jasa. b. b. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. 148 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Subbidang Sarana Penyelidikan.d. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. f. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyusunan akuntabilitas kinerja. d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Subbidang Laboratorium.

Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. penyiapan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan. serta pemutakhiran basis data. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 149 . Pasal 540 Bidang Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kerja Sama. pelakanaan pengelolaan sistem. serta operasi perangkat lunak informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penganggaran. d. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Subbidang Program. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

j. pelaksanaan. tsunami. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. i. c. pelaksanaan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. pengelolaan ketatausahaan. gempa bumi. penelaahan. serta sesar aktif. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta rancang bangun. gempa bumi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dan gerakan tanah h. dan gerakan tanah. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. d. penelaahan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. b. administrasi keuangan. sosialisasi. dan kepegawaian Pusat. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. operasi perangkat lunak. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. tsunami. 150 . g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan rekayasa teknologi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. sistem. f. pemodelan. dokumentasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pos pengamatan gunung api. rumah tangga. perpustakaan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pemelaahan. b. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. l. keamanan. Bagian Tata Usaha. kebersihan. pengurusan perencanaan. kearsipan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. b. e. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. serta perpustakaan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. 151 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. pengangkatan. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai.k. d. evaluasi pelaksanaan penelitian. pelaksanaan pengelolaan sarana. pengurusan. penyelidikan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. b. keuangan.

serta evaluasi atas pengamatan gunung api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. administrasi keuangan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta penetapan status dan peringatan dini. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. c. b. penelaahan. b. pemelaahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. 152 . (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. terdiri dari: a. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. penelaahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pengurusan. penetapan status. Subbidang Pengamatan Gunung Api. d. geokimia dan deformasi. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api.

penelaahan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. c. 153 . pelaksanaan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. b. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. penelaahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. terdiri dari: a. d.

pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. f. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. gerakan tanah dan tsunami. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. 154 . penyelidikan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. e. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. c. terdiri dari: a. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penelaahan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. d. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan ketatausahaan. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. rekayasa teknologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. pengangkatan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. rumah tangga. penyelidikan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. k. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 155 . Bidang Sarana Teknik. b. e. geologi teknik dan air tanah. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. terdiri dari: a. g. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. i. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. h. dan pengelolaan tata ruang. Kelompok Jabatan Fungsional. e. j. evaluasi penyelenggaraan penelitian. geologi teknik dan air tanah. dan kepegawaian Pusat. pengurusan perencanaan. d. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Program dan Kerja Sama. Bidang Informasi.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. b. Bagian Tata Usaha. c. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.

c. f. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. d. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. c. e. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. keuangan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. kebersihan. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. 156 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

(2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. pelaksanaan. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. e. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. c. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Kerja Sama. serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. 157 . Subbidang Laboratorium. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Program. penelaahan. d.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. pelaksanaan. penyusunan akuntabilitas kinerja.

Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelakanaan pengelolaan sistem. pengelolaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 578 Bidang Informasi. pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penganggaran.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta operasi perangkat lunak informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. 158 . jaringan dan situs informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dokumentasi dan publikasi. c. serta pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penelaahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.

Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. f. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan ketatausahaan. penelitian dan penyelidikan geologi. rekayasa teknologi. d. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. geokimia. perumusan pedoman dan prosedur kerja. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. 159 . penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan penelitian. sosialisasi. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. penelaahan. tektonik. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. administrasi keuangan. rumah tangga. pelaksanaan. operasi perangkat lunak. e. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. pemetaan. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. k. j. inventarisasi hasil survei. dokumentasi. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. h. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. sistem. i. perpustakaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan kepegawaian Pusat. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelayanan jasa survei. penyelidikan dan survei di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. m. pemetaan dan penelitian geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. g. geomorfologi. pemetaan geologi. geofisika.

Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keamanan. d. pengangkatan. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengembangan. keuangan. c. pengurusan perencanaan. keuangan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 160 . b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Bidang Sarana Teknik. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. e. kebersihan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Informasi. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bidang Program dan Kerja Sama. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta akuntansi.

pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. b. c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. 161 . (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. b.

Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Subbidang Kerja Sama. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pengelolaan. d. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. 162 . serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penganggaran. penelaahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Subbidang Program. b. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. e. b. penyiapan. serta rencana strategis berbasis kinerja.

(2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. jaringan dan situs informasi. sistem. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 597 Bidang Informasi. 163 . sosialisasi. pelaksanaan. dokumentasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta pengelolaan perpustakaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. serta pemutakhiran basis data. serta operasi perangkat lunak informasi. perpustakaan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. operasi perangkat lunak. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi dan publikasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 . Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Penyelidik Bumi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Perekayasa. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. 165 . evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. panas bumi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. c. g.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. perumusan kebijakan penyelenggaraan. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. e. mineral batubara. pembinaan pelayanan jasa teknologi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. b. f.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. koordinasi pelayanan administratif Badan. g. informasi hukum. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. pengelolaan urusan ketatausahaan. 166 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. d. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. b. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. d. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. e. h. c. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pelaksanaan bantuan hukum. kearsipan. c. terdiri dari: a. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi.

penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan.i. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaporan. c. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. pelaporan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. e. pengelolaan sistem. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. d. Bagian Keuangan. Bagian Umum. Bagian Kepegawaian. c. d. b. terdiri dari: a. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. j. g. f. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Laporan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. b. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. 167 . Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan. b. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a.

ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. b. serta penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. d. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. satuan kerja. situs. b. Subbagian Administrasi Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pemberhentian. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. kesejahteraan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan. serta implementasi Sipeg. kepangkatan. jaringan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengurusan perencanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. Subbagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. dan analisis jabatan. serta pengembangan organisasi Badan. penyajian informasi. penggajian. pengadaan. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. e. 168 . penyiapan. c. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi.

pengangkatan. penyiapan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. serta evaluasi atas mutasi. serta evaluasi atas perencanaan. serta implementasi Sipeg Badan. Subbagian Akuntansi. serta pengurusan revisi anggaran. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. f. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. 169 . implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan pemberhentian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. b. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 618 Bagian Keuangan. c. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Subbagian Perbendaharaan. PBI Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. pengembangan. c. penelaahan. b. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616.

pelaksanaaan bantuan hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan revisi anggaran Badan. b. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. f. dan rumah tangga. terdiri dari: a. pengadaan. pelaksanaan. persuratan dinas. kehumasan. Subbagian Tata Usaha. informasi dan dokumentasi hukum. e. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Neraca. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 622 Bagian Umum. kearsipan. b. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan. penelaahan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Hukum. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. perpustakaan. dan kearsipan. dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. penelaahan. kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan dan rumah tangga Badan. c. serta pengurusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan koordinasi ketatausahaan. perlengkapan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. 170 . dan rumah tangga. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. d. penelaahan. penyelesaian kerugian negara.

Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. rencana kebutuhan dan pengadaan. kesekretariatan. c. penyiapan. bantuan hukum. 171 . distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. e. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. f. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penelaahan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. g. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. kebersihan dan keamanan Badan.

i. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Program. d. b. kebersihan. 172 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan kepegawaian Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. serta pelaksanaan keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Afiliasi. pengembangan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. d. pengelolaan ketatausahaan. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Kelompok Fungsional. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. administrasi keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. c. keuangan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. e. Pasal 629 Bagian Tata Usaha.h. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara.

serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan kebersihan Pusat. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 173 . pemeliharaan sarana kerja. e. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keamanan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan.

penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penelaahan.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 174 . penyediaan bahan baku. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 637 Bidang Program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. c. b.

Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. e. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. b. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. Pasal 641 Bidang Afiliasi.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. 175 . pelaksanaan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. terdiri dari: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. c. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. b. pengelolaan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. dan kepegawaian Pusat. situs dan penyebarluasan informasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. g. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. i. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. f. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. e. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. 176 . evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. jaringan. penelaahan. rumah tangga. administrasi keuangan. h.

c. c. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pengadaan. b.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. 177 . pelaksanaan pengelolaan anggaran. kebersihan. keuangan. Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. e. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. pengangkatan. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. b. d. Bidang Afiliasi. serta pelaksanaan keamanan. pengurusan perencanaan. dan kebersihan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Program. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. d. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. e. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan. b. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. c. penyediaan bahan baku. penyiapan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 178 .

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. penelaahan.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . Pasal 656 Bidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. c. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta analisis. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. Pasal 660 Bidang Afiliasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. c. pelaksanaan pengelolaan sistem. d. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. 180 . jaringan. pelayanan jasa teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. terdiri dari: a. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 181 . Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. dan kepegawaian Pusat. d. Bidang Program. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. e. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Kelompok Fungsional. i. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. administrasi keuangan. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. b. g. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. b.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keamanan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. kebersihan. keuangan. dan kebersihan Pusat. pengurusan perencanaan. pengangkatan. e. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 182 . Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. c. keuangan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. pengembangan. serta pengadaan. perbendaharaan dan akuntansi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. terdiri dari: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. pelaksanaan. 183 . b. d. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. c. penyiapan. pelaksanaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. 184 . evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. serta analisis. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Pasal 675 Bidang Program. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. c. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.

pelayanan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. b.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penelaahan. penelaahan. e. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. 185 . pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan.

d.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. j. f. b. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. c. pengelolaan ketatausahaan. dan kepegawaian Pusat. b. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. 186 . keuangan. e. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dan geofisika kelautan. Kelompok Fungsional. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. i. administrasi keuangan. Bidang Program. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Afiliasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. c. Bagian Tata Usaha. geokimia. rumah tangga. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi.

terdiri dari: a. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. kebersihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. 187 . b. keamanan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. serta pengadaan. pemeliharaan sarana kerja. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan keamanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. pengembangan. keuangan. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. perencanaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. dan kebersihan Pusat.

Subbidang Pengoperasian Sarana. d. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan.c. penyediaan bahan baku. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan operasi penggunaan. terdiri dari: a. b. e. pengelolaan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan rencana dan program. 188 . (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. b. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

terdiri dari: a. 189 . evaluasi. Pasal 694 Bidang Program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta analisis. penelaahan. b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c. d. penelaahan. b. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.

terdiri dari: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 190 . penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. b. penelaahan.d. Pasal 698 Bidang Afiliasi. jaringan. e. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

191 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Perekayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. f. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. mineral. g. 192 . penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. batubara. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. h. geologi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. e. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d.

program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. i. 193 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. koordinasi pelayanan administratif Badan. d. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. d. pembinaan kerja sama. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. g. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. e. satuan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.

e. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.j. penganggaran. k. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. 194 . evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Bagian Keuangan. Bagian Kepegawaian. pelaporan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. kearsipan. b. akuntabilitas kinerja. c. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. l. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. b. f. h. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaporan. dan rumah tangga. Pasal 708 Sekretariat Badan. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. g. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan.

terdiri dari: a. 195 . kesejahteraan. serta implementasi Sipeg. c. akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas laporan berkala. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. penelaahan. penyiapan. Subbagian Kerja Sama. dan sistem. e. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pemberhentian. penyiapan. pengurusan perencanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penelaahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. prosedur kerja. kepangkatan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penggajian. dan analisis jabatan. pelaksanaan. perencanaan kerja. b. b. serta pengembangan organisasi Badan. jaringan dan situs informasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pengadaan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penelaahan. pelaksanaan. c. pengembangan. penganggaran. d. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Subbidang Kilang. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. d. kontrol kualitas.. 200 . penyiapan. pelayanan jasa. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. c. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. penelaahan. pelaksanaan.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Subbidang Utilitas. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. produk kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.

Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. 201 . penelaahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelayanan jasa. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan. penelaahan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Laboratorium.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. penyediaan dan pemanfaatan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Subbidang Bengkel. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pengembangan dan pemanfaatan. d. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan.

penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 202 . Subbidang Penyiapan Pelatihan. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria dan prosedur. e. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. pedoman. serta kepustakaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. standar. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kepustakaan. b. b. norma. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. g. c. f. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan.

Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bidang Sarana Teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. h. g. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. pemberian pelayanan jasa. 203 . Bagian Tata Usaha. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Batubara. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. perlengkapan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. prosedur. e. b. d. kearsipan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. i. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. kriteria pendidikan dan pelatihan. f. terdiri dari: a.

perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. b. ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. organisasi. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. akuntansi. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. d. perbendaharaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. kehumasan dan keprotokolan. kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. 204 . serta hukum. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. rencana pengembangan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 205 . pelaksanaan. e. penelaahan.c. c. norma. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penggunaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. b. pelaksanaan. pedoman. pelaksanaan pemeliharaan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan.

Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. norma. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.d. penelaahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pedoman. pelaksanaan. kerja sama dan sistem. dan prosedur. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. f. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. c. b. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 206 . d. penyiapan rumusan standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar.

norma. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. e. pelaksanaan. kriteria dan prosedur. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. 207 . kriteria pendidikan dan pelatihan. d. penyiapan penyelenggaraan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. b. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. prosedur. terdiri dari: a. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. f. pedoman. penyusunan standar. penyusunan standar. b. pemberian pelayanan jasa. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. pedoman. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pelaksanaan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. norma. c. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. b. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. akuntansi. perbendaharaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. terdiri dari: a.g. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perlengkapan. Bagian Tata Usaha. e. h. c. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 208 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. Bidang Pelatihan dan Sarana. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. b.

penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pedoman. terdiri dari: a. c. jaringan dan situs informasi. b. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan. b. dan sistem. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. e. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kerja sama. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Perencanaan. penelaahan. akuntabilitas kinerja. norma.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 209 . penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. d. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.

promosi. penelaahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penyiapan. terdiri dari: a. kerja sama. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. kriteria dan prosedur. penyiapan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelaksanaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. norma. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. serta evaluasi atas pengelolaan standar. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. pelaksanaan. b. penelaahan. e. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. 210 . pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Subbidang Pelatihan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. h. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. d. g. d. 211 . Bagian Tata Usaha. pedoman. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. c. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. f. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pendidikan dan pelatihan. b. norma. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. prosedur. b. Bidang Pelatihan dan Sarana. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pelaksanaan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan. e. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. kehumasan dan keprotokolan. hukum. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. c.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 212 . pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. perlengkapan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah. kearsipan. d. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

norma. e. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. pedoman. d. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. 213 . sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. serta evaluasi atas standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. norma dan kriteria. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. penyiapan. c. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. Subbidang Perencanaan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. kerja sama.

promosi. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. kerja sama. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan kerja sama. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. 214 . penelaahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Subbidang Pelatihan. Subbidang Sarana dan Prasarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. b. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. e.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. 215 . (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

terdiri dari: a. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. e. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. d. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. b. Direktorat Jenderal. 216 . Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. c. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

b. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. f. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. g. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. 217 . pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. d. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. i. e. c. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. h. k. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. j.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. serta neraca energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala.

d. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. e. serta kearsipan Bakoren. Bagian Tata Usaha. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. dukungan operasi kerja. b. c. b. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. dan persuratan dinas. pelaksanaan urusan tata usaha. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. c. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan dan tata persuratan. 218 . Subbagian Tata Usaha Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta kearsipan Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. terdiri dari: a. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. b. d. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Bidang Kajian Strategis.

pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. c. h. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. l. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. penyiapan norma. g. i. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. terdiri dari: a. k.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. persuratan dinas dan kearsipan. b. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 219 . j. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. d. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. f. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. e. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen.

batubara dan panas bumi. penyusunan rumusan norma. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. 220 . Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. b. pelaksanaan. penelahaan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan. d. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. c.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. pelayanan data dan informasi.

penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penelahaan. air tanah dan kegeologian. Subbidang Kajian Strategis Energi. terdiri dari: a. d.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. gambut. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penelahaan. 221 . pelaksanaan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. penelahaan. b. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. b. c. bitumen padat. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f. pelaksanaan.

(6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. 222 .

peralatan. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dengan lingkup meliputi personil. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. regulasi ekonomi dan keteknikan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan keselamatan umum. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dan akuntabilitas kinerja Departemen. peraturan perundang-undangan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dokumentasi. 223 . (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. organisasi. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. standardisasi teknis. penganggaran.a kepada pejabat eselon I. perencanaan kerja. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan.

(5) Kepala Subbagian.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal.a. Direktur.b. Kepala Pusat. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Inspektur. (4) Kepala Bagian. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.BAB XIV ESELON. (3) Kepala Biro. Direktur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Direktur Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 224 .a.a.

225 . diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. X.d. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 .(4) Perubahan atas rincian tugas. susunan organisasi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi.

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. maka: a. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful