MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. d. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Keuangan. Departemen lain. Kementerian Negara. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. e. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. 5 . b. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Biro Umum. c. dan lembaga lain yang terkait. c. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Lembaga Pemerintah Non Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. d. koordinasi kegiatan Departemen. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

dan rencana anggaran. l. h. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. i. k. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. e. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. e. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. terdiri dari: a. sosialisasi kebijakan pembangunan. perumusan kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. b. evaluasi kebijakan pembangunan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. penyusunan harga satuan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. d. rencana kerja dan anggaran. rencana dan program kerja. c. rencana dan program kerja dan anggaran. c. serta kerja sama. serta rencana strategis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. d. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta perumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Analisis dan Evaluasi. Bagian Kerja Sama.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Bagian Perencanaan Anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. 6 . serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. b. menengah dan tahunan. rencana anggaran. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. rencana pembangunan jangka panjang. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. g. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. j. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja.

serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. b. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Menengah dan Tahunan Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 7 . f. dan urusan tata usaha Biro. e. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. b. penyusunan rumusan RK-KL. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. dan Badan Geologi. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. standar dan kriteria rencana kerja. Subbagian Perencanaan Penunjang. penelaahan. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan norma. d. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Inspektorat Jenderal.

norma. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penganggaran Penunjang. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. c. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan 8 . b. penyiapan. f. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. d. e. penyiapan. terdiri dari: a.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. penelaahan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. b. Batubara dan Panas Bumi. dan Badan Geologi. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan rumusan satuan harga pokok. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. berkoordinasi dengan Biro Keuangan.

Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. menengah. penyiapan bahan sidang. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. kriteria akuntabilitas kinerja. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. e. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. rencana pembangunan jangka panjang.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. RKA-KL. tahunan dan rencana strategis. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. c. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. g. terdiri dari: a. d. b. Inspektorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. penelaahan. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. 9 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. h. norma.

dan Badan Geologi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. kriteria kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. d. serta kerja sama asosiasi. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. g. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. f. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan. c. Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. penyiapan. b. 10 . e. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. norma. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. h.

penelaahan. c. d. dan kesejahteraan pegawai. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. perencanaan. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. serta penyiapan penetapan pemberhentian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). dan penilaian kinerja pegawai. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pembinaan mutasi. disiplin. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. pengembangan organisasi dan tata laksana. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. 11 . perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. pengadaan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. terdiri dari: a. jabatan struktural dan fungsional. Subbagian Kerja Sama Bilateral. c. penelaahan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penempatan dan pengembangan pegawai. b. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pemensiunan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian.

Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. k. penyiapan rumusan rencana. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. c. h. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). pengelolaan sistem informasi pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta standardisasi kompetensi jabatan. j. f. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). e. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. serta kartu PNS. g. pola dan pengembangan karir pegawai. norma. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. evaluasi pembinaan kepegawaian. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. b. g. serta administrasi penugasan ke luar negeri. d. penyiapan rumusan standar. 12 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Mutasi Pegawai. terdiri dari: a. e. i. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyusunan rencana formasi. c. pengadaan. b. Pegawai Negeri Sipil (PNS). perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. d.f.

Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. urusan tugas belajar dan izin belajar. b. dan penugasan pegawai ke luar negeri. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. 13 . (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. penelaahan. pemberhentian dan disiplin. serta kesejahteraan pegawai Departemen. dan Kartu PNS Departemen.h. penyiapan. kepangkatan. i. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. penyiapan. pengelolaan administrasi tugas belajar. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. pemindahan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. kompetensi pegawai. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. bimbingan teknis. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Pengembangan Karir. penelaahan. j. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar.

penarikan kembali. Taspen. f. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. b. pemindahan. c. terdiri dari: a. i. pelaksanaan kepangkatan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. dan Bapertarum.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. b. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. k. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penyiapan standar. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbantuan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. dipekerjakan. kepangkatan. kriteria mutasi pegawai. dan penilaian prestasi pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. ujian dinas dan Ujian KPPI. pengangkatan kembali. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. Kartu Suami. dan penarikan kembali pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pemberhentian. norma. perbantuan. pelaksanaan pemindahan pegawai. e. Askes. pelaksanaan disiplin pegawai. 14 . dan penilaian angka kredit. serta Kartu Istri. dipekerjakan. d. kepangkatan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pemindahan. pembebasan sementara. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. cuti. h. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. g. pemberhentian dan disiplin. j. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. c. pelaksanaan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pemberhentian. pemindahan. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. serta kesejahteraan pegawai.

dan daftar riwayat hidup pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. Kartu Suami. pelayanan kesehatan. pelaksanaan. jabatan. dan administrasi lembaga tripartit. penelaahan. d.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. b. penilaian angka kredit. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. Bapertarum pegawai Departemen. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. penyusunan laporan kekuatan pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Askes. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. pemberhentian. Taspen. penghargaan. pemindahan. disiplin. penghargaan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kepangkatan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. penggajian. 15 . dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. g. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan. h. penyiapan. penelaahan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. i. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. Kartu Istri. f. pemberhentian dan pemensiunan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. e. pengadaan pegawai.

serta evaluasi. jabatan. norma. e. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. penelaahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta pengembangan organisasi dan jabatan. kepangkatan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penyiapan rumusan standar. klasifikasi dan peta jabatan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. d. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. pemberhentian. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. kriteria pengembangan organisasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penghargaan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. b. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. 16 . penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penggajian. pengadaan pegawai. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan. c.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penelaahan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. terdiri dari: a. b. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen.

(3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Laksana. terdiri dari: a. pengembangan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. standardisasi kompetensi jabatan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. 17 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. pengembangan. Subbagian Kelembagaan. peta jabatan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. penelaahan. penelaahan. evaluasi dan klasifikasi jabatan.f. dan pelaksanaan bimbingan teknis. g. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan. b. h. perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pengembangan. administrasi keuangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. pola hubungan kerja. analisis beban kerja.

akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. c. d. Bagian Perbendaharaan. Bagian Kekayaan Negara. dan implementasi sistem akuntansi. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. k. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta nota keuangan. Bagian Pendapatan dan Belanja. e. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. Pasal 49 Biro Keuangan. j. g. 18 . l. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Bagian Akuntansi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. serta pembinaan perbendaharaan. administrasi keuangan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. i. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. b. serta Neraca Departemen. h. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). pembinaan inventarisasi. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. laporan realisasi anggaran. f. serta bimbingan teknis perbendaharaan. e. c. Kelompok Jabatan Fungsional. d. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. kekayaan negara dan akuntansi. perbendaharaan. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. b.

g. k. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 19 . Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penyiapan target.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyusunan rumusan standar. b. i. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. evaluasi tarif dan revisi PNBP. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. b. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. Subbagian Anggaran Belanja. j. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. norma. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. dan urusan tata usaha Biro. e. penelaahan. c. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. h. f. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. pelaksanaan. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan. penyiapan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. d. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen.

b. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. e. terdiri dari: a. pelaksanaan. norma. g. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. f. dan pengelolaan SPM. penelaahan. serta pembagian iuran sumber daya alam. Badan Geologi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. 20 . penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. b. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

f. penelaahan. b. dan bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. g. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. d. terdiri dari: a. c. ganti rugi. e. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. tuntutan perbendaharaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. penelaahan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. b. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. norma. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. 21 . pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen.

b. d. norma. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. pelaksanaan verifikasi. e. f. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penyiapan Neraca. pelaksanaan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penyiapan rumusan standar. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. g. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. 22 . pelaksanaan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. b. Inspektorat Jenderal. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. c. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 64 Bagian Akuntansi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Badan Geologi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. rekonsiliasi.

kewajiban. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta kehumasan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. konsolidasi. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. dan implementasi SAI Departemen. dan bantuan hukum. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. serta hubungan masyarakat Departemen. bantuan hukum dan kehumasan. pengelolaan dokumentasi. h. dan penyelesaian kasus hukum. pelaksanaan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. penelaahan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan bantuan hukum. serta pelaksanaan kehumasan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). g. Neraca. bantuan hukum. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. f. 23 . equitas dana. verifikasi anggaran. serta program legislasi dan regulasi. b. serta evaluasi atas pembukuan aset. pelaksanaan. rekonsialiasi. penelaahan. dan implementasi SAAT Departemen. penelaahan.

serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. b. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. d. Bagian Hubungan Masyarakat. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69.i. penelaahan. terdiri dari: a. Bagian Bantuan Hukum. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. c. evaluasi peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. dan bantuan hukum. e. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Bagian Penelaahan Hukum. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. b. 24 . Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. j. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. e. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan.

penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. d. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. b. e. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. norma. g. 25 . kriteria kontrak atau perjanjian. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. h. c. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. f. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya.

Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. d. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. norma. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penelaahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. 26 . penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. c. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. terdiri dari: a. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. b.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. f. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. b. penyiapan. penelaahan. penyiapan. c.

penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. b. konferensi pers. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. f. pelaksaaan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. 27 . pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. e. pelaksaaan. c. serta monitoring dan analisis berita. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. norma. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. d.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. b. penelaahan.

konferensi pers. penelaahan. penelaahan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. dan urusan tata usaha Biro. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. abstrak peraturan perundang-undangan. monitoring dan analisis berita Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Publikasi. pelaksanaan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. j. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan peliputan. i. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. h. terdiri dari: a. pameran Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara.g. pelaksanaan. b. c. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. penerbitan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 28 . serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

e. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. f. i. Kepala Biro dan Kepala Pusat. perlengkapan dan pengadaan. d. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. tugas 29 . rumah tangga Sekretariat Jenderal. c. h. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. c. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. tata usaha dan kearsipan. Sekretaris Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. f. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. j. d. g. pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. b. b. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha. Bagian Perlengkapan. terdiri dari: a. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengelolaan rumah tangga. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Staf Ahli.

pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. d. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. Jakarta Pusat). Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. b. b. pelantikan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. persuratan dinas. c. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. c. Subbagian Urusan Dalam Departemen. terdiri dari: a. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. e. penyiapan penyelenggaraan rapat. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. f. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen.

serta keprotokolan Sekretariat Jenderal.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. c. Subbagian Kearsipan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penjadwalan kegiatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. 31 . dan ekspedisi surat dinas. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Departemen. d. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. norma. b. penyiapan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. persuratan dinas. e. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. f. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. c.

Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. M. Staf Ahli. e. c. Thamrin 1. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan.H. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. 32 . evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. b. d. keamanan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. b. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. f. Jakarta Pusat).

pelaksanaan pengadaan. serta pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan kegiatan. penelaahan penyiapan. g. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. terdiri dari: a. inventarisasi. e. 33 .Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. norma. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. c. dan kearsipan Staf Ahli. kriteria perlengkapan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Pengadaan. d. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. b. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Rencana Kebutuhan. f. penyiapan bahan rumusan standar.

yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 34 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

e. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. 35 . penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. d. c. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. norma. b.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. kriteria. pedoman. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. c. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. b.

penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 36 .Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. akuntabilitas kinerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. c. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. kearsipan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. i. c. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. h. pelaporan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. g. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. b. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. e. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. satuan kerja. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

penelaahan. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. b. rencana dan program. serta perhitungan bagi hasil. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. c. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja. n. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. h. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. e. WP & B). i. g. j. f. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. 41 . serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. m. pelaksanaan. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. l. d. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. implementasi Sipeg. k. perumusan pengaturan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130.

serta data kebutuhan. p. h. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. f. 42 . ketersediaan dan infrastruktur sektor. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. c. menengah dan tahunan berbasis kinerja. penyiapan rumusan. serta pencadangan strategis. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. d. f. penyusunan statistik. d. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. norma. terdiri dari: a. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. e. b. e. Kelompok Jabatan Fungsional. c.o. b. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. g. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. pelaksanaan sosialisasi program sektor.

penyiapan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. dan terms of condition KKS. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. 43 . g. penyiapan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. b. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. norma. permasalahan iklim usaha. b. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengumpulan data potensi. dan pelaksanaan sosialisasi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. e. c. serta penyediaan informasi. f. d.

infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penelaahan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. i. penyiapan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. tugas serta induk. e. c. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. f. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. h. penyiapan. retribusi. tugas serta induk. serta biaya operasi. b. d. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). j. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. serta bagi hasil daerah. pelaksanaan pencatatan. pajak. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. g. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. 44 .Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pemeriksaan dan pengujian. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penyiapan rumusan standar.

penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. pajak. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. retribusi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. g. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. b. e. tenaga kerja asing. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. 45 . Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. PNBP dan tarif iuran. b. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. d. harga minyak mentah Indonesia. penelaahan. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. norma. terdiri dari: a. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. tenaga kerja asing. f. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. lifting dan target penerimaan. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. c. pelaksanaan.

penelaahan. dan kerja sama dalam negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.h. i. terdiri dari: a. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. j. rencana impor barang operasi. penyiapan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. k. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. penggunaan barang operasi. rencana penggunaan tenaga kerja asing. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. fasilitasi lembaga tripartit. pemberdayaan produksi dalam negeri. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. penelaahan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. b. penyiapan. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta pengaturan tenaga kerja asing. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. b. 46 . pelaksanaan. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.

terdiri dari: a. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan asosiasi. e. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pelaksanaan. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. g. f. Seksi Multilateral dan Regional. b. c. penyiapan. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. serta kerja sama Pemerintah Daerah. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). 47 . serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. d. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. b. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). j. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Subdirektorat Wilayah Kerja. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. f. g. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. d. 48 . pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. terdiri dari: a. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. c. i.d. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan WK. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. l. b. e. k. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. kriteria pengelolaan WK. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. f. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. pelaksanaan pengumuman WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyiapan rumusan standar. e. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b. h. e. g. f. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK.

terdiri dari: a. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penilaian. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. e. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. pelaksanaan. norma. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. b. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. d. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penyiapan rumusan standar. 49 . penelaahan. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. kriteria usaha eksplorasi. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi.

usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. f. 50 . d. penyiapan. norma. b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. g. b. pelaksanaan. e. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. h. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. j. i. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. c. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. kriteria. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional.

penelaahan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. tumpang tindih lahan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. d. penyiapan. b. penyiapan. c. 51 . norma. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan rumusan standar. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. b. g. penelaahan. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. rencana kerja dan anggaran KKS. f.

h. penyiapan rumusan standar. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. i. b. penelaahan. b. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. c. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. g. d. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. 52 . e. norma. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. perumusan jenis bahan bakar minyak. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. i. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar gas. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. penelaahan. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. e. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. g. 53 . bahan bakar lain. h.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. penyiapan. penelaahan. Light Petroleoum Gas (LPG). hasil olahan dan bahan bakar lain. c. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. perumusan pengaturan Penugasan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. d. Penyediaan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Light Natural Gas (LNG).

serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. k. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. f. b. c.j. bahan bakar lain. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. e. 54 . evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha pengolahan. j. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. LPG. norma. f. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. l. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. i. g. pengelolaan data. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. d. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. LNG. pengelolaan data. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar gas. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar.

pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan. e. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. terdiri dari: a. d. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. f. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pengelolaan data. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Seksi Pengolahan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. 55 . Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. norma. g. penelaahan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengolahan Minyak Bumi.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penelaahan.

Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. d. kriteria harga bahan bakar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. j. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. 56 . penyiapan rumusan standar. penyiapan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi.i. penyiapan rumusan formulasi harga. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. terdiri dari: a. serta penyiapan penetapan P3JBT. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penelaahan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. bahan bakar gas dan LPG. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. norma. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi.

c. 57 . penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. b. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penyiapan perizinan usaha niaga. LNG.f. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penelaahan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. penyiapan. e. gas bumi. i. LPG. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan. h. penyiapan rumusan standar. h. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan. g. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. kriteria usaha niaga. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. b. pengelolaan data. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. terdiri dari: a. g. d. penelaahan. norma.

Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. pelumas. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. LNG. f. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. e. d. penyiapan norma. Seksi Niaga Gas Bumi. terdiri dari: a. petrokimia. Seksi Proses Non Bahan Bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penyiapan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. dan non bahan bakar lainnya.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha non bahan bakar. penyiapan. tugas 58 . Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. b. LPG. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Seksi Niaga Minyak Bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. biodiesel. b.

c. petrokimia. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. 59 . petrokimia. d. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. g. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. lindungan lingkungan. profesi personil. lindungan lingkungan. kelaikan teknis. h. usaha penunjang. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). biodiesel. serta penggunaan tenaga teknik. kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. biodiesel. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan non bahan bakar lainnya. e. f. produk. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. dan non bahan bakar lainnya. b. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penelaahan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. c. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. 60 . evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. j. e. f. g. d. h. b. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. f. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e.i. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi .

(2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penelaahan. e. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 61 . penyiapan. g. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. c. b. norma. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. K3. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. instalasi. b. penelaahan. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. dan penggunaan tenaga teknik. f. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. instrumentasi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. keselamatan operasi.

kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan. instalasi. pengangkutan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. keselamatan operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. instrumentasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. d. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rumusan standar. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. norma. b. c. 62 . dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan. e. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penelaahan. dan kalibrasi alat ukur. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. K3. pelaksanaan.

pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. pelaksanaan. b. Penyimpanan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). b. pengangkutan. terdiri dari: a. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Penyimpanan. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.f. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. c. penyiapan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. 63 . penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. g. serta penjaminan pasca operasi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan.

pengangkutan. norma. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. f. g. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. b. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. 64 . Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penelaahan. c. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.d. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan.

pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. terdiri dari: a. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. profesi personil. produk. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. b. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. 65 . serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.d. penelaahan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 66 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

d. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. norma. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. 67 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225.

i. satuan kerja. c. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. b. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. dan rumah tangga. terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. f. c. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. kearsipan. 68 . d. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. g. h. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

rapat koordinasi. f. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. g. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. d. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. jaringan dan situs informasi. b. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. e. b. pelaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. d. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan. 69 . pengelolaan sistem. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Laporan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. situs. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. c. b. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. pelaporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan.

Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. e. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. penyiapan. PBI Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. d. c. penyiapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. terdiri dari: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Subbagian Kekayaan Negara. satuan kerja. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta penyelesaian kerugian negara. f. perhitungan pelaksanaan anggaran. 70 . serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b.

c. serta kehumasan. d. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan informasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. c. terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. f. penyelesaian kerugian negara. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 71 . penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. e. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penelaahan. pertimbangan hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan. b. Subbagian Pertimbangan Hukum.

mutasi. Subbagian Kepegawaian. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. kebersihan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. telepon. penelaahan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. c. pelaksanaan. dan Implementasi Sipeg. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. g. Subbagian Tata Usaha. dan kearsipan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. ekspedisi persuratan dinas. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. f. pelaksanaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. c. b. pengurusan formasi. keamanan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pertamanan dan perparkiran. perlengkapan dan rumah tangga. d. pengadaan pegawai. pemberhentian. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. e. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. 72 . penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai.

e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. b. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. f. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. evaluasi kebijakan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. implementasi Sipeg. lembaga sertifikasi dan asosiasi. d. pelaksanaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. c. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. 73 . serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. h. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. rencana pengadaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. g. serta rencana dan program pembangunan berjangka. rencana dan program. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.

penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. g. b. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. penyiapan rumusan. c. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. 74 . Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. e. f. d. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. d. b. menengah dan tahunan tenaga listrik. c. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. e. serta program pengembangan jaringan transmisi. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. b. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penyiapan. 75 .Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penelaahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. d. c. b. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penyiapan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan. penelaahan. f. d. norma. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. e. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penelaahan. 76 . pelaksanaan. penyiapan bahan rumusan standar. kriteria tenaga listrik sosial. b. penelaahan. c.

c. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. b. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. evaluasi pelaksanaan rencana. lembaga sertifikasi. penelaahan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penelaahan. d. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. penyusunan dokumen perjanjian. multilateral dan regional. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rumusan rencana dan program. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. 77 . pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. asosiasi dan lembaga lainnya. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan.

pengolahan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 78 . b. e.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penelaahan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. b. pelaksanaan pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. c. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. d. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. penyiapan.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. g. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. i. d. c. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. e. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pembinaan. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. b. f. 79 . d. c. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. h. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. b. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta perlindungan konsumen. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha.

Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. evaluasi pelaksanaan pengaturan. serta efisiensi dan transparansi usaha. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. tugas 80 . Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik.c. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. b. d. b. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. d. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik.

e. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Izin Usaha.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan. norma. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. pemberian sanksi. 81 . Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. penelaahan. f. c. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. b. b. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. kriteria harga jual tenaga listrik.

penyiapan. penyiapan rumusan standar.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. c. e. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 82 . penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. d. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penelaahan. kriteria hubungan komersial. b. penyiapan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. f. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. norma. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. b. penelaahan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. mempunyai tugas 83 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. penelaahan. d. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. e. penyiapan rumusan standar.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. b. terdiri dari: a. c. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik.

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. lindungan lingkungan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. profesi personil. g. terdiri dari: a. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. e. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. produk. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. d. b.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta pembinaan teknis. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. i. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. kelaikan teknis. c. keselamatan dan K3. 84 . d. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f.

e. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penelaahan. c. f. g. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. d. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. pelaksanaan. penyiapan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. serta Rancangan SNI. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. 85 . penelaahan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. b.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. dan K3.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 86 . penelaahan. kelaikan peralatan. d. norma. keselamatan operasi. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. instrumentasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan. g. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. kalibrasi alat ukur. c. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. f. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. e. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan.

pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. g.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penelaahan. c. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. f. d. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. e. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. 87 . penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal.

Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 88 . Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. e. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. c. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.

pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. c. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. norma. profesi personil. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. 89 . Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. d. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. g. produk.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. terdiri dari: a. e. penelaahan. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.

kriteria pemanfaatan energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. e. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. h. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. serta rencana dan program energi baru terbarukan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. 90 . c. norma. d. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. d. g. energi perdesaan dan konservasi energi. energi alternatif. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. c. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. c. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. b. b. f. penyiapan rumusan kebijakan. e. f. Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi.

b. penyiapan. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. rencana dan program pengembangan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. e. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. d. 91 . Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. kriteria usaha energi baru terbarukan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. penelahaan. norma. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi.d. terdiri dari: a. e. c. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan. b. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan.

penyiapan. 92 . terdiri dari: a. penelahaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. rencana dan program. penyiapan rumusan kebijakan. c. penyiapan rumusan standar. e. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. d. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Seksi Program Konservasi Energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. serta evaluasi atas program konservasi energi. penelahaan. penelahaan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. b. penelahaan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. pemberdayaan masyarakat. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Program Energi Perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelahaan. penyiapan rumusan standar. b.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. rencana dan program energi perdesaan.. b. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. serta pedoman pengembangan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan. c. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penyiapan. rencana dan program. d. 93 . norma. penelahaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. e.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 94 . penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelahaan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. c. terdiri dari: a.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. b. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 .

batubara dan panas bumi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. e. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. batubara. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 96 . Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. norma. c. penyusunan standar. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. kriteria. Batubara dan Panas Bumi. d. dan panas bumi. dan prosedur di bidang mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. b. batubara dan panas bumi. Batubara. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342.

perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. f. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. satuan kerja. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. 97 . g. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. kearsipan. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. e. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. d. e. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. i. h. d. c.

e. c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. g. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Laporan. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. pelaporan. akuntabilitas kinerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. d. b. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. f. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. pengelolaan sistem. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. 98 . e. ketatalaksanaan. rapat koordinasi. Bagian Umum dan Kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Keuangan.

d. pelaksanaan. penelaahan. b. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta penyelesaian kerugian negara. c. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. serta pengurusan revisi anggaran. satuan kerja. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 354 Bagian Keuangan. penyiapan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. e. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. f. jaringan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. situs. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. PBI Direktorat Jenderal. 99 . serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.

terdiri dari: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. b. pelaksanaan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. pelaksanaan. pertimbangan hukum. penelaahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyelesaian kerugian negara. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pelayanan konsultasi hukum. b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. pelaksanaan informasi. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. e. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. penelaahan. f. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kehumasan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. 100 . penelaahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

serta urusan organisasi dan analisis jabatan. f. keamanan. kebersihan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. dan Implementasi Sipeg. penelaahan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. penelaahan. pengurusan formasi. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan keprotokolan dan upacara. dan kearsipan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. ekspedisi persuratan dinas. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. batubara. c. g. d. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 101 . Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan dan rumah tangga. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. telepon. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penyiapan. pertamanan dan perparkiran. pengadaan pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. mutasi. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. b. e. pemberhentian. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.

dan produksi. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. neraca sumber daya wilayah kerja. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. batubara. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. implementasi Sipeg.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. rencana dan program di bidang mineral. investasi dan pendanaan. c. panas bumi dan air tanah. wilayah kerja. Subbagian Kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. b. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. 102 . perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. perumusan kebijakan pengembangan usaha. b. c. rencana pengadaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. d. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta kebijakan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. cadangan atau potensi. Subbagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta penetapan wilayah kerja. dan produksi.

b. c. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara dan Panas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. panas bumi dan air tanah. i. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. evaluasi kebijakan. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. g. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. pengelolaan data. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. rencana dan program di bidang mineral. f. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. pencatatan dan perhitungan PNBP. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. batubara. j. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. 103 . e. batubara. Batubara. c. eksplorasi dan operasi produksi. e. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. f. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja.e. d. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. perumusan perencanaan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral.

batubara. serta pemantauan pelaksanaan investasi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. terdiri dari: a. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. c. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. f. b.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta kerja sama di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 104 . serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penelaahan. g. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. b. batubara. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. e. Seksi Program Mineral dan Batubara. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. batubara dan pemanfaatan panas bumi. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. d. 105 . Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penelaahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. c. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. b. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Kontrak Karya (KK). batubara.

Batubara dan Panas Bumi. serta penyusunan statistik pengusahaan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. norma. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. b. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penelaahan. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. batubara. 106 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan. c. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan informasi bidang mineral. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. penyiapan. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. d. b.e. penelaahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. kriteria pencadangan wilayah kerja.

statistik. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara.e. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. batubara. b. h. Panas Bumi dan Air Tanah. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Batubara. serta penetapan wilayah kerja. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. g. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. panas bumi dan air tanah. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. cadangan dan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. 107 . neraca sumber daya. batubara. penyiapan penetapan potensi. (2) Seksi Informasi Mineral. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. f. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.

108 . d. pelaksanaan pencatatan. batubara dan panas bumi. terdiri dari: a. penelaahan. c.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penelaahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. e. b. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. serta bagi hasil daerah. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Seksi Penerimaan Negara Batubara. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. c. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. pelaksanaan. e. g. b. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. terdiri dari: a. f. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. b. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. d. 113 . penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan. c. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. d. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. g. i. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. e. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. 114 . f. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. b. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. perumusan pengaturan. Seksi Hubungan Komersial Batubara. b. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. h. pembinaan hubungan komersial panas bumi. terdiri dari: a. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pelaksanaan.

Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah.j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Subbagian Tata Usaha. serta pengelolaan air tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan standar. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. g. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. d. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. f. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. norma. dan perubahan batas wilayah kerja. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. l. serta pengelolaan air tanah. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. e. g. c. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. k. b. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. 115 .

penelaahan. pelaksanaan. d. b. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. i. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. e. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penelaahan. studi kelayakan dan eksploitasi. c. pelaksanaan fasilitasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi.h. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. Seksi Pengelolaan Air Tanah. 116 . Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan.

serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. f. b. 117 . pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. c. d. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. terdiri dari: a. e. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. b. pelaksanaan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. g. serta pengendalian air tanah.

serta pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. i. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. b. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. d. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. c. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta pengendalian air tanah. penelaahan. e. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. 118 . serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi.h. serta pengelolaan air tanah.

penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. d. 119 . (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi.g. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. e. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. f. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta ketatausahaan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. batubara dan panas bumi. b. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. pelaksanaan. serta air tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 120 . Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Konservasi Air Tanah. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. c. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah.

e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi.d. kelaikan teknis. b. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. j. Batubara dan Panas Bumi. f. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. 121 . pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. dan panas bumi. serta penggunaan tenaga teknik. g. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. h. kelaikan teknis. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. f. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. c. lindungan lingkungan. e. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. K3. d. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. i. profesi personil. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. batubara dan panas bumi. batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. produk.

penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. 122 . norma. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Standardisasi Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. f. b. pemurnian. batubara. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. d. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. penyiapan rumusan standar. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penyiapan. penyiapan. dan panas bumi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penelaahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta konservasi mineral dan batubara. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. profesi personil. produk. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. jenis dan mutu produk. g. terdiri dari: a.

batas wilayah kerja. batubara dan panas bumi. b. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. c. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi.b. f. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. e. b. penyiapan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. d. penelaahan. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. 123 . pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. terdiri dari: a. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. serta konservasi mineral dan batubara. dan konservasi mineral.

serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. d. e. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. h. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. terdiri dari: a. batubara. g. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. b. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. 124 . penyiapan penetapan jaminan reklamasi. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. batubara dan panas bumi. i. pelaksanaan. Batubara. f.c. penelaahan. dan panas bumi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal.

norma. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. penyiapan. penyimpanan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. penelaahan. Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. g. 125 . terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. penyiapan. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. penelaahan. b. pengangkutan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Keselamatan Batubara. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan Panas Bumi. f. pelaksanaan. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penimbunan. b. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan standar. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. batubara. dan panas bumi. kalibrasi alat ukur. keamanan instalasi. instrumentasi. batubara. Batubara. pelaksanaan. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penelaahan. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan kriteria usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. e. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. norma. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. c. f. 126 . evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara. panas bumi dan air tanah. b. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. d. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. batubara.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 127 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

penyusunan laporan hasil pengawasan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. c. Inspektorat II. d. e. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. Inspektorat III. b. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Inspektorat IV. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat I. Sekretariat Inspektorat Jenderal. keuangan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. 128 . Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. c.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen.

Bagian Pemantauan dan Evaluasi. d. keprotokolan dan rumah tangga. g. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. keamanan. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Bagian Umum dan Keuangan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. pengelolaan jaringan dan situs informasi. f. c. kearsipan. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha. h. perlengkapan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. b. b. i. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. e. pengurusan kepegawaian dan organisasi. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. j. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. k. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 129 .Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal.

pelaporan. c. penelaahan. 130 . Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan. rapat koordinasi. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. j. dan rencana kerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Penyiapan Laporan. b. h. akuntabilitas kinerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penelaahan. f. pelaksanaan. g. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. program kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. satuan kerja. i. akuntabilitas kinerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. ketatalaksanaan. jaringan dan situs informasi. e. Subbagian Penyiapan Rencana. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyajian informasi. jaringan. b.

Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. b. penyiapan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pelaksanaan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pengolahan. e. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. b. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. d.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. c. Badan Geologi. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. analisis hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. pelaksanaan analisis. Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. 131 . serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I.

132 . pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. b. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. penyiapan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. c. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. pertimbangan hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. perpustakaan. bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian. penyuluhan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. dokumentasi hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. masyarakat dan yustisia. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penelaahan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Rumah Tangga. j. kebersihan. serta pengurusan administrasi keuangan. b. b. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. keprotokolan dan kehumasan. perbendaharaan. f. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. terdiri dari: a. pelaksanaan keamanan. g. 133 . rumah tangga dan kehumasan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. c. pelayanan kesekretariatan. persuratan dinas. dan kearsipan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. h. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. penelaahan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. e. perlengkapan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. serta pengurusan administrasi keuangan. perbendaharaan. dokumentasi dan tata naskah. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan penganggaran. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. rumah tangga dan kehumasan. pelaksanaan. i. k. perlengkapan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. d. dan implementasi Sipeg.

c. penelaahan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. persuratan dinas. perencanaan kebutuhan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perlengkapan dan pengadaan. keprotokolan dan kehumasan. dan administrasi keuangan. perumusan laporan hasil pengawasan. b. penelaahan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. kearsipan. serta evaluasi atas urusan keamanan. kebersihan. 134 . perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pemeriksaan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 139 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur.

penelitian dan pelayanan. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. 140 . h. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. d. e. perumusan kebijakan di bidang geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Sekretariat Badan Geologi. g. c. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. terdiri dari: a. dan geologi lingkungan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. b. Pusat Sumber Daya Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. c.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. e. d. pelayanan survei geologi. Pusat Survei Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. f.

terdiri dari: a. b. g. informasi hukum. f. serta pelaksanaan bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaporan. e. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Bagian Kepegawaian. b. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. akuntabilitas kinerja. serta perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. kearsipan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. e. h. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. 141 . Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. i. j. Bagian Umum. d. dan rumah tangga. ketatalaksanaan. d. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan.

b. f. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. c. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. satuan kerja. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyajian informasi. serta pengembangan organisasi Badan. 142 . penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. pelaksanaan. pelaporan. penyiapan. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penelaahan. Subbagian Laporan. penelaahan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. situs. b. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.

serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. kepangkatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengembangan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 143 . serta evaluasi atas mutasi. e. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan. pelaksanaan. dan analisis jabatan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. penggajian. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penyiapan. kesejahteraan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. terdiri dari: a. penggajian.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pengadaan. serta implementasi Sipeg Badan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan. b. serta evaluasi atas perencanaan. penyiapan. pengembangan. pemberhentian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta implementasi Sipeg. pengangkatan. d. pengurusan perencanaan. pemberhentian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta pengembangan organisasi Badan. kesejahteraan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan Pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai.

Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Neraca. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 144 . PBI Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f. b. Subbagian Akuntansi. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. e. b. penyelesaian kerugian negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Subbagian Perbendaharaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 517 Bagian Keuangan. perlengkapan. kearsipan. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. c. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Kekayaan Negara. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan rumah tangga. penelaahan. dan revisi anggaran Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. pelaksanaan.

perlengkapan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. kearsipan. b. b. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pelayanan kesekretariatan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. persuratan dinas dan kearsipan. rencana kebutuhan dan pengadaan. persuratan dinas. serta pengurusan perlengkapan. kesekretariatan. e. perpustakaan. terdiri dari: a. dan kearsipan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan rumah tangga. kehumasan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. informasi dan dokumentasi hukum. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Subbagian Hukum. penyiapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. dan pemeliharaan barang inventaris. c. serta keprotokolan dan upacara Badan. d. c. pelaksanaaan bantuan hukum. distribusi penggunaan. kebersihan dan keamanan Badan. f. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Subbagian Tata Usaha.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. 145 . penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. bantuan hukum. Pasal 521 Bagian Umum. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan.

Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. d. administrasi keuangan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. d. keuangan. Bidang Informasi. f. serta rancang bangun dan pemodelan. rekayasa teknologi. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. mineral. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. i. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha. bitumen padat. 146 . dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. penyusunan neraca sumber daya geologi. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelidikan. dan kepegawaian Pusat. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyelidikan. j. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. c. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. batubara. c. perumusan rencana dan program. gambut. rumah tangga. dan panas bumi. b. h. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. g. serta pemetaan tematik potensi. Bidang Program dan Kerja Sama. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Teknik. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523.

147 . Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. c. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keuangan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengurusan perencanaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengangkatan. serta akuntansi. d. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. kebersihan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. keamanan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pengembangan. b.

penelaahan.d. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Laboratorium. serta kerja sama pelayanan jasa. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyusunan akuntabilitas kinerja. b. 148 . c. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. e. d. penelaahan.

d. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Pasal 540 Bidang Informasi. jaringan dan situs informasi. Subbidang Program. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan. serta pengelolaan perpustakaan. serta operasi perangkat lunak informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan sosialisasi. terdiri dari: a. terdiri dari: a. b. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 149 . rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. dokumentasi dan publikasi. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. c. b. Subbidang Kerja Sama. penyiapan.

serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. dan kepegawaian Pusat. penyelidikan. 150 . perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. j. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan rekayasa teknologi. sistem. pelaksanaan. pemodelan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. operasi perangkat lunak. penelaahan. g. administrasi keuangan. e. gempa bumi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah. pengelolaan ketatausahaan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. tsunami. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah h. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. d. f. sosialisasi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. i. c.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta rancang bangun. gempa bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. tsunami. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. perpustakaan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta pos pengamatan gunung api. b. rumah tangga. dokumentasi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta sesar aktif. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.

kebersihan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. keuangan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. c. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi pelaksanaan penelitian. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. terdiri dari: a. pengembangan. d. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyelidikan. serta perpustakaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 151 . pemelaahan. l. keamanan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. e. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan. keuangan. pelaksanaan pengelolaan sarana. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Bagian Tata Usaha. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengurusan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. b. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. c.k. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b.

Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. 152 . b. geokimia dan deformasi. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. b. serta penetapan status dan peringatan dini. penelaahan. penelaahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pemelaahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. c. pelaksanaan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penetapan status. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pengurusan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. d.

pelaksanaan. c. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. penelaahan. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. b. terdiri dari: a. b. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. penelaahan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. gerakan tanah dan tsunami.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 153 . serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. d. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami.

Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. f. e. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyelidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. d. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. c. b. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penelaahan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. b. 154 . serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana.

Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. keuangan. Bidang Program dan Kerja Sama. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. b. j. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. b. penyelidikan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. administrasi keuangan. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. f. Bidang Informasi. d. geologi teknik dan air tanah. e. Bidang Sarana Teknik. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. geologi teknik dan air tanah. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga. rekayasa teknologi. pengembangan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. b. pengangkatan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. e. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. 155 . g. c. h. k. pengurusan perencanaan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. dan pengelolaan tata ruang. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. i. dan kepegawaian Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah.

Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja. d. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. f. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 156 . b. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta akuntansi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. b. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan.c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. keamanan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kebersihan.

d. penelaahan. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Laboratorium. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. Subbidang Program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. 157 . e. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. c. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. b. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan perpustakaan. terdiri dari: a. penganggaran. Pasal 578 Bidang Informasi. 158 . jaringan dan situs informasi. dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. d. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. pengelolaan. b. serta pemutakhiran basis data.

159 . inventarisasi hasil survei. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. dan kepegawaian Pusat. k. tektonik. administrasi keuangan. pelaksanaan. pemetaan geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pemetaan. j. pelayanan jasa survei. d. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pemetaan dan penelitian geologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. b. h. m. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pelaksanaan. perpustakaan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. penelaahan. pengelolaan ketatausahaan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. evaluasi pelaksanaan penelitian. f. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. operasi perangkat lunak. l. penelitian dan penyelidikan geologi. sistem. rumah tangga. geokimia. penelaahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rekayasa teknologi. sosialisasi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. e. c. geomorfologi. geofisika.

Bidang Program dan Kerja Sama.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. keamanan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. serta akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Bidang Informasi. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. keuangan. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. 160 . (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. kebersihan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Bidang Sarana Teknik. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. c.

e. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. Subbidang Laboratorium. d. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. f. 161 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penelaahan. terdiri dari: a. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pelaksanaan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. penelaahan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penelaahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan. Subbidang Program. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbidang Kerja Sama. 162 . penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penganggaran. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta rencana strategis berbasis kinerja. c. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. b.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja.

dokumentasi. serta pemutakhiran basis data.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. penelaahan. d. pelaksanaan sosialisasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi dan publikasi. b. terdiri dari: a. operasi perangkat lunak. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. 163 . b. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. c. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. sistem. serta pengelolaan perpustakaan. serta operasi perangkat lunak informasi. pelakanaan pengelolaan sistem.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Perekayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 164 . Teknisi Litkayasa. Penyelidik Bumi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. d. panas bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. mineral batubara. g. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. 165 . rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. b. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pelayanan jasa teknologi.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. e. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602.

g. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. informasi hukum.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. e. e. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. c. serta perencanaan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. f. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan rumah tangga. 166 . Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. h. serta pelaksanaan bantuan hukum. b. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. kearsipan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. f. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 167 . c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pelaporan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan sistem. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608.i. g. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. b. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Umum. j. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. ketatalaksanaan. e. terdiri dari: a. e. d. Subbagian Laporan. d. Bagian Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. pelaporan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. c. jaringan dan situs informasi.

terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan. 168 . c. Subbagian Pengembangan Pegawai. penelaahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pemberhentian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. kesejahteraan. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. satuan kerja. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. b. serta pengembangan organisasi Badan. b. penelaahan. kepangkatan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. jaringan. penyajian informasi. penyiapan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta implementasi Sipeg. c. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. d. serta penyempurnaan organisasi Badan. pengurusan perencanaan. situs. dokumentasi dan tata naskah pegawai.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penggajian. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. e. dan analisis jabatan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian.

serta implementasi Sipeg Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas mutasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. PBI Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. f. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penggajian. pengembangan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. d. kepangkatan pemberhentian. terdiri dari: a. b. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. kesejahteraan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. pengangkatan. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Akuntansi. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan. serta evaluasi atas perencanaan. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. 169 . penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Subbagian Perbendaharaan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. e. penyiapan.

Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. f. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelaksanaan. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. d. perlengkapan. e. c. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 622 Bagian Umum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. kearsipan. kehumasan. b. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Neraca. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. kearsipan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan pemeliharaan barang inventaris. b. dan revisi anggaran Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. 170 . penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta pengurusan perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan kesekretariatan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perlengkapan. c. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. perlengkapan dan rumah tangga Badan. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan kearsipan. distribusi penggunaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan rumah tangga.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. dan rumah tangga. perpustakaan. persuratan dinas. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengadaan. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaaan bantuan hukum.

perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. dokumentasi hukum dan perpustakaan. e. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. kesekretariatan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. f. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. bantuan hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyiapan. 171 . b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. kebersihan dan keamanan Badan. g. rencana kebutuhan dan pengadaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta keprotokolan dan upacara Badan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.

rumah tangga. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengurusan perencanaan. dan kepegawaian Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian.h. i. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. d. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. Kelompok Fungsional. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta pelaksanaan keamanan. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. terdiri dari: a. administrasi keuangan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Afiliasi. 172 . Bagian Tata Usaha. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program. keuangan. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. e. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengangkatan.

serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. pelaksanaan operasi penggunaan. dan kebersihan Pusat. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyediaan bahan baku. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. 173 . sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. keamanan. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. perbendaharaan dan akuntansi. b. d. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 174 . rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. c.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 637 Bidang Program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. evaluasi. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan.

pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 175 . terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengelolaan sistem. c. jaringan. e.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.

perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. h. e. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. dan kepegawaian Pusat.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. g. d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. jaringan. 176 . administrasi keuangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. i. penelaahan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. c. pelaksanaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi.

organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. kebersihan. dan kebersihan Pusat. e. Bidang Afiliasi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. serta pengadaan. e. terdiri dari: a. Bidang Program. b. pemeliharaan sarana kerja. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. Bagian Tata Usaha. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 177 . c. c. keuangan. d. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. d. terdiri dari: a.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keamanan. pengurusan perencanaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan.

Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan operasi penggunaan. b. terdiri dari: a. e. d. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. 178 . penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 656 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. b. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 179 . c. penelaahan. penyiapan.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta analisis. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.

pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. c. situs dan penyebarluasan informasi. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. pelayanan jasa teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. 180 . jaringan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.

perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. b. Bagian Tata Usaha. h. Kelompok Fungsional. 181 . serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. rumah tangga. e. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. f. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. i. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. g. c.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. dan kepegawaian Pusat. Bidang Program. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Bidang Afiliasi. d.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. persuratan dinas dan kearsipan. pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. dan kebersihan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. c. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. kebersihan. keuangan. keuangan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengembangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. 182 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. e. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan. d. pelaksanaan operasi penggunaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penyiapan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 183 . penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. b. terdiri dari: a. c. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

evaluasi. terdiri dari: a. c. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta analisis. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Pasal 675 Bidang Program. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 184 . rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan.

jaringan. pelaksanaan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. c. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 185 . serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. terdiri dari: a. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.

pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. Bagian Tata Usaha. e. dan geofisika kelautan. geokimia. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Program. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. g. i. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. dan kepegawaian Pusat. Kelompok Fungsional. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. f. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. administrasi keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. 186 . h. terdiri dari: a. d. c. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. j. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rumah tangga.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. Bidang Afiliasi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. pengelolaan ketatausahaan. b. b. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi.

terdiri dari: a. b. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. c. perbendaharaan dan akuntansi. b. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengangkatan. pemeliharaan sarana kerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. kebersihan. dan kebersihan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. serta pengadaan. 187 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. perencanaan. keamanan.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. pengelolaan. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. 188 . pengelolaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. terdiri dari: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.c. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. d. e. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 694 Bidang Program. evaluasi. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. serta analisis. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. b. b. 189 . (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. d.c. c. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

Pasal 698 Bidang Afiliasi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. 190 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.d. situs dan penyebarluasan informasi. situs dan penyebarluasan informasi. e. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. jaringan.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Teknisi Litkayasa. Penyelidik Bumi. 191 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perekayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

mineral. b. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. e. 192 . perumusan kebijakan penyelenggaraan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. c. d. batubara. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. f. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. g. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. h. geologi. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. satuan kerja. f. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. i. e. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. b. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. h. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. d. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. 193 . pembinaan kerja sama.

Bagian Umum. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. d. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Rencana dan Laporan. f. ketatalaksanaan. k. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. g. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pelaporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b. Bagian Kepegawaian. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. l. c. dan rumah tangga. h. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. penganggaran. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 194 . ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.j. Pasal 708 Sekretariat Badan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. c. serta perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. e.

terdiri dari: a. kepangkatan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. perencanaan kerja. dan analisis jabatan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. serta evaluasi atas laporan berkala. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. 195 . serta pengembangan organisasi Badan. pelaksanaan. Subbagian Kerja Sama. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. jaringan dan situs informasi Badan. penyiapan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. c. pengadaan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. d. kesejahteraan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. dan sistem. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. akuntabilitas kinerja. b. serta implementasi Sipeg. prosedur kerja. pengurusan perencanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. e. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penggajian. b. penganggaran. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. c. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pengembangan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. 200 . c. b. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. produk kilang. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. b. pelaksanaan.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. Subbidang Utilitas. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa.. Subbidang Kilang. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. d. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a.

Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Bengkel. penelaahan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pelayanan jasa. 201 . penelaahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pengembangan dan pemanfaatan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. c. Subbidang Laboratorium. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. penyediaan dan pemanfaatan. b. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel.

penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. d. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kerja sama. pengelolaan kepustakaan. pedoman. standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. 202 . kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. f. norma. g. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. pelaksanaan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. kriteria dan prosedur. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. e. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. serta kepustakaan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Pelatihan.

d. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. norma.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. h. kriteria pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. f. 203 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. c. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. d. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. e. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. g. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. i. pemberian pelayanan jasa. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Batubara. prosedur. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknis. kearsipan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. terdiri dari: a.

b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. kehumasan dan keprotokolan. kearsipan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. c. perlengkapan. terdiri dari: a. b. perbendaharaan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan dan umum Pusat. akuntansi. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 204 . pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. serta hukum. e. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.

pelaksanaan pemeliharaan. penelaahan. c. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penggunaan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. rencana pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. norma. Subbidang Pengembangan Sarana. pedoman. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 205 . Subbidang Pengoperasian Sarana. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. e. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.c.

terdiri dari: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. norma. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. kerja sama dan sistem. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. c. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. penyiapan. kriteria. pedoman. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan prosedur. penelaahan.d. penyiapan rumusan standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan. 206 . b. e. Subbidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas standar.

pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 207 . norma. norma. f. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. d. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. e. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pemberian pelayanan jasa. pelaksanaan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyusunan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penelaahan. b. b. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. kriteria dan prosedur. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penelaahan. terdiri dari: a. pedoman. pedoman. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. kriteria dan prosedur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyelenggaraan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyusunan standar. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan.

dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bidang Pelatihan dan Sarana. d. pengelolaan ketatausahaan. b. c. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. perbendaharaan. d. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. e. Subbagian Kepegawaian dan Umum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. h. 208 . akuntansi. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b.g. Bagian Tata Usaha.

kerja sama. e. d. b. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. norma. penyiapan. dan sistem. terdiri dari: a. pedoman. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. akuntabilitas kinerja. c.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 209 . penelaahan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi. Subbidang Perencanaan.

210 . terdiri dari: a. promosi. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. d. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kriteria dan prosedur. penyiapan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. norma.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama. e. pelaksanaan. pedoman.

d. e. Kelompok Jabatan Fungsional. 211 . pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. b. c. pelaksanaan. f. g. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. c. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. prosedur. pemberian pelayanan jasa. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pelatihan dan Sarana. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. h. norma. d. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pedoman. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. kriteria pendidikan dan pelatihan. penelaahan.

b. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. akuntansi. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. c. 212 . perlengkapan. e. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. kehumasan dan keprotokolan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. hukum. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan. d.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan.

pedoman. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas standar. terdiri dari: a. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. d. c. pelaksanaan. norma dan kriteria. Subbidang Perencanaan. penelaahan. 213 . Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. e.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.

d.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. Subbidang Pelatihan. 214 . b. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. b. pelaksanaan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Sarana dan Prasarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. c. promosi. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kerja sama. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. e. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan.

(2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 . Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

terdiri dari: a. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Inspektorat Jenderal dan Badan. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 216 . (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. d. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. b. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. c. Direktorat Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. e. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal.

217 . evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. f. h. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. b. k. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. i. serta neraca energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. e. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. g. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. j.

Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Bakoren. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. 218 . serta kearsipan Bakoren. b. terdiri dari: a. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. d. b. pelaporan dan tata persuratan. dukungan operasi kerja. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta kearsipan Pusat. dan persuratan dinas. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Pusat. pelaksanaan urusan tata usaha. c. Bidang Kajian Strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga. c. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. c.

b. c. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. terdiri dari: a. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. l. d. 219 . serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penyiapan norma. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. i. j. g. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. e. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. h. f.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. k. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a.

penelaahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. b. batubara dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. c. b. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. penelaahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. pelayanan data dan informasi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan. d. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penelahaan. e. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penyusunan rumusan norma. 220 . (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral.

terdiri dari: a. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. 221 . bitumen padat. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. air tanah dan kegeologian. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. d. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Energi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. b. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. penelahaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. c. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. gambut. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. b. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. e. f.

dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. 222 . (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.

dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. perencanaan kerja.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. dan akuntabilitas kinerja Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama.a kepada pejabat eselon I. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. 223 . yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi personil. penganggaran. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). peralatan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dokumentasi. regulasi ekonomi dan keteknikan. standardisasi teknis. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. organisasi. dan keselamatan umum. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. peraturan perundang-undangan. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu.

Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Inspektur. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Pusat.BAB XIV ESELON. (4) Kepala Bagian.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Kepala Biro. 224 .a. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.b. Direktur Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Direktur Jenderal. Direktur.a. Inspektur Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal.

diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. X. 225 . (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.d. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”.

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 226 . fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. susunan organisasi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

c. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. maka: a. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful