MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

dan lembaga lain yang terkait. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Biro Umum. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. e. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen lain. 5 . Biro Kepegawaian dan Organisasi. Biro Keuangan. d. c. b. c. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Kementerian Negara. b. koordinasi kegiatan Departemen. Lembaga Pemerintah Non Departemen. terdiri dari: a. d. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

terdiri dari: a. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. k. serta perumusan akuntabilitas kinerja. e. rencana dan program kerja dan anggaran. c. Kelompok Jabatan Fungsional. rencana pembangunan jangka panjang. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. dan rencana anggaran. Bagian Analisis dan Evaluasi. c. b. i. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. j. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Bagian Kerja Sama. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana anggaran. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. b. rencana dan program kerja. menengah dan tahunan. evaluasi kebijakan pembangunan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. rencana kerja dan anggaran. perumusan kebijakan pembangunan. serta kerja sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. h. Bagian Perencanaan Anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. 6 . d. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. g. penyusunan harga satuan. f. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. d. l. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. e. serta rencana strategis.

Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. standar dan kriteria rencana kerja. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. b. 7 . penelaahan. d. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. dan urusan tata usaha Biro. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Menengah dan Tahunan Departemen. penelaahan. penyusunan rumusan RK-KL. e. penelaahan. f. Subbagian Perencanaan Penunjang. dan Badan Geologi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan norma. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. b. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja.

e. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Subbagian Penganggaran Penunjang. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. b. dan Badan Geologi. penyiapan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). dan 8 . Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. f. penyiapan. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. c. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan.

Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. c. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. f. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan sidang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. kriteria akuntabilitas kinerja. e. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. 9 . serta evaluasi pengembangan rencana kerja. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. tahunan dan rencana strategis. g. terdiri dari: a. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. RKA-KL. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. rencana pembangunan jangka panjang. Inspektorat Jenderal. menengah. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma. c. d. h.

d. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Panas Bumi. e. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penelaahan. c. serta kerja sama asosiasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. kriteria kerja sama. f. Batubara. dan Badan Geologi. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. norma. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 10 . pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan. g. penyiapan. h. penyiapan rumusan standar. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penelaahan. b.

c. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. dan kesejahteraan pegawai. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 11 . Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. b. Subbagian Kerja Sama Bilateral. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. pemensiunan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. pengembangan organisasi dan tata laksana. penelaahan. d. b. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). jabatan struktural dan fungsional. penelaahan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. penelaahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. serta penyiapan penetapan pemberhentian. e. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. pembinaan mutasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. dan penilaian kinerja pegawai. penempatan dan pengembangan pegawai. disiplin. terdiri dari: a. pengadaan.

pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta administrasi penugasan ke luar negeri. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Pegawai Negeri Sipil (PNS). 12 . Kelompok Jabatan Fungsional. d. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. pengelolaan sistem informasi pegawai. g. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. d. f. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). penyiapan rumusan rencana. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengadaan. c. serta standardisasi kompetensi jabatan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. evaluasi pembinaan kepegawaian. k. serta kartu PNS. Bagian Mutasi Pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyusunan rencana formasi. e. c. terdiri dari: a. e. g. h. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). j. i. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. norma. Bagian Data dan Informasi Pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi.f. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai.

penelaahan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. penyiapan. kompetensi pegawai. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. c. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. 13 . pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. b. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. pemberhentian dan disiplin. i. dan Kartu PNS Departemen. terdiri dari: a. penyiapan. pemindahan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. j. pengelolaan administrasi tugas belajar. kepangkatan. Subbagian Pengembangan Karir. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. bimbingan teknis. penelaahan. penyiapan.

kepangkatan. pengangkatan kembali. h. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. d. b. serta Kartu Istri. f. Kartu Suami. c. cuti. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. terdiri dari: a. penarikan kembali. pemindahan. dipekerjakan. pemberhentian. serta kesejahteraan pegawai. norma. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. pembebasan sementara. c. k. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. dipekerjakan. perbantuan. penyiapan standar. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan. pemindahan. i.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan penilaian angka kredit. e. 14 . Subbagian Mutasi Jabatan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pemberhentian. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. j. ujian dinas dan Ujian KPPI. pelaksanaan kepangkatan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pelaksanaan disiplin pegawai. Taspen. pelaksanaan kesejahteraan. g. perbantuan. dan penarikan kembali pegawai. pelaksanaan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemberhentian dan disiplin. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. b. dan penilaian prestasi pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemindahan pegawai. Askes. kriteria mutasi pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. penelaahan. dan Bapertarum. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. kepangkatan.

dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pengadaan pegawai. c. i. 15 . penghargaan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. e. penggajian. penyiapan. g. b. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. kepangkatan. pemberhentian dan pemensiunan. pemindahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. h. Daftar Urut Kepangkatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pelaksanaan. Kartu Istri. penelaahan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Kartu Suami. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Bapertarum pegawai Departemen. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pemberhentian. pendidikan dan pelatihan pegawai. penghargaan. jabatan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pelayanan kesehatan. dan administrasi lembaga tripartit. penelaahan. d. pelaksanaan. Askes. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Taspen. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. penilaian angka kredit. disiplin. dan daftar riwayat hidup pegawai. f. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen.

klasifikasi dan peta jabatan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. kepangkatan. pelaksanaan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta pengembangan organisasi dan jabatan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. b. penggajian. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan pegawai. terdiri dari: a. pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pengembangan organisasi. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. b. norma. pelaksanaan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penelaahan. penelaahan. e. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. c. penghargaan. c. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemindahan. serta evaluasi. jabatan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pemberhentian. d. 16 . penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen.

pengembangan. b. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. standardisasi kompetensi jabatan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. terdiri dari: a. Subbagian Tata Laksana. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. h. penelaahan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. perbendaharaan. pengembangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. peta jabatan.f. c. penelaahan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Kelembagaan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 17 . pola hubungan kerja. analisis beban kerja. pengembangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen.

terdiri dari: a. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. administrasi keuangan. k. serta nota keuangan. i. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. d. serta Neraca Departemen.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. laporan realisasi anggaran. h. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. b. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. perbendaharaan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. g. serta bimbingan teknis perbendaharaan. Bagian Pendapatan dan Belanja. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. Bagian Perbendaharaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan perbendaharaan. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. serta pelaksanaan akuntansi. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. d. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Pasal 49 Biro Keuangan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Akuntansi. pembinaan inventarisasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. f. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. c. 18 . pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. dan implementasi sistem akuntansi. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. b. Bagian Kekayaan Negara. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). kekayaan negara dan akuntansi. e. j. penyelesaian kerugian negara. l.

Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penelaahan. 19 . j. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan target. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. penyiapan. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penelaahan. penyusunan rumusan standar. i. Subbagian Anggaran Pendapatan.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. pelaksanaan. b. Subbagian Anggaran Belanja. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). f. penyiapan. k. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. dan urusan tata usaha Biro. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. b. h. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penelaahan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. g. c. norma. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pembagian iuran sumber daya alam. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. norma. penelaahan. d. 20 .Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Badan Geologi. b. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. b. dan pengelolaan SPM. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. f. g. c. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. c. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. dan bidang minyak dan gas bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. kriteria pengelolaan kekayaan negara. norma. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. 21 . b. d. b. ganti rugi.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tuntutan perbendaharaan. f. g. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. e. c. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a.

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. g. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. terdiri dari: a. d. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan verifikasi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). pelaksanaan. penelaahan. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. 22 . Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Subbagian Penyiapan Neraca. pelaksanaan. Badan Geologi. rekonsiliasi. b. b. c. Pasal 64 Bagian Akuntansi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. norma. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. c. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. penyiapan rumusan standar. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a.

perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. penelaahan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. kewajiban. serta hubungan masyarakat Departemen. e. serta program legislasi dan regulasi. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. dan implementasi SAAT Departemen. g. b. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). pengelolaan dokumentasi. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. equitas dana. rekonsialiasi. d. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas pembukuan aset. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum dan kehumasan. dan penyelesaian kasus hukum. serta pelaksanaan kehumasan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan. Neraca. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). dan bantuan hukum. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. f. penelaahan. konsolidasi. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan bantuan hukum. bantuan hukum. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. pelaksanaan. h.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kehumasan. dan implementasi SAI Departemen. c. 23 . verifikasi anggaran.

b. b. serta program legislasi dan regulasi Departemen. b. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. d. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. e. c. dan bantuan hukum. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. c. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen.i. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. terdiri dari: a. d. penelaahan. Bagian Penelaahan Hukum. 24 . j. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Bagian Bantuan Hukum.

Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. 25 . penyiapan. h. f. penelaahan. norma. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. g. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. penelaahan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. kriteria kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. e. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. c. Batubara dan Panas Bumi.

Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. dan unsur unit penunjangnya. terdiri dari: a. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penelaahan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. penyiapan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. b. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. e. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. c. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. 26 .Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya.

penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. b. penelaahan. d. c. 27 . terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. dan unsur unit penunjangnya. b. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksaaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. e. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan rumusan standar. konferensi pers. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. norma. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. serta monitoring dan analisis berita.

evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. i. terdiri dari: a. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pelaksanaan peliputan.g. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Subbagian Publikasi. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. c. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. penelaahan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. monitoring dan analisis berita Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. penelaahan. penerbitan. j. pelaksanaan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. konferensi pers. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pameran Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 28 . Subbagian Hubungan Kelembagaan. b. dan urusan tata usaha Biro.

evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Bagian Perlengkapan. tata persuratan dinas dan kearsipan. h. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. i. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. c. pengadaan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. g. f. d. perlengkapan dan pengadaan.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pengelolaan keamanan dan keselamatan. tugas 29 . penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Bagian Tata Usaha. f. b. pengelolaan rumah tangga. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyediaan sarana dan prasarana kerja. tata usaha dan kearsipan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. e. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Sekretaris Jenderal. j. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Staf Ahli. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. e. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 87 Biro Umum. terdiri dari: a.

c. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. b. penyiapan penyelenggaraan rapat. Jakarta Pusat). (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. c. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. Medan Merdeka Selatan 18. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. pelantikan.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. f. e. Subbagian Tata Usaha Menteri. b. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. d.

serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. f. penelaahan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan rumusan standar.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. persuratan dinas. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. norma. b. 31 . c. penyiapan. Subbagian Kearsipan. dan ekspedisi surat dinas. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. pelaksanaan. b. Subbagian Tata Usaha Departemen. penjadwalan kegiatan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. c. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. e. penelaahan.

serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. d. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. keselamatan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. keselamatan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. e. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. M.H. pelaksanaan kebersihan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. b. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Staf Ahli.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Jakarta Pusat). pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Thamrin 1. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. b. 32 . keamanan. serta pengadaan. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. c. Kepala Biro dan Kepala Pusat.

f. dan kearsipan Staf Ahli. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. c. pelaksanaan pengadaan. b. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. d. Subbagian Rencana Kebutuhan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. c. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 33 . e. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan bahan rumusan standar. norma. serta pengadaan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penelaahan penyiapan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. Subbagian Pengadaan. b. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan kegiatan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. inventarisasi.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 34 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. c. c. e. kriteria. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. e. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. d. pedoman. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. terdiri dari: a. 35 . (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. b. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi.

koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. f. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 36 . Bagian Hukum dan Perundang-undangan. kearsipan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan. b. h. i. d.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. c. pelaporan. e. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. satuan kerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. dan rumah tangga. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. b. c. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. penelaahan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. l. i. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. WP & B). perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. rencana dan program. f. m.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan bagi hasil. b. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. h. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. implementasi Sipeg. n. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. d. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. j. 41 . perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. pelaksanaan. c. perumusan pengaturan. k. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal.

b. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. penyusunan statistik. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. g. c. d. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. d. terdiri dari: a. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. ketersediaan dan infrastruktur sektor. evaluasi kebijakan. f. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. penyiapan rumusan. norma. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. h. terdiri dari: a. menengah dan tahunan berbasis kinerja. f. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. serta pencadangan strategis. p. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. 42 . serta data kebutuhan. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e.o. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. e. b. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri.

serta penyediaan informasi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. dan pelaksanaan sosialisasi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. d. c. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan. b. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. f. e. norma. dan terms of condition KKS. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. 43 . pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengumpulan data potensi. penyiapan rumusan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. permasalahan iklim usaha. penelaahan. b. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. g. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penyiapan.

retribusi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. pelaksanaan pencatatan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. serta biaya operasi. d. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. c. penyiapan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penelaahan. pajak. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. serta bagi hasil daerah. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. 44 . evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. g. f. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. tugas serta induk. b. j. penelaahan. h. norma. penyiapan. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. tugas serta induk. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). pemeriksaan dan pengujian. penyiapan rumusan standar. e.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan.

(2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pajak. pelaksanaan. b. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. b. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. harga minyak mentah Indonesia. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. e. PNBP dan tarif iuran. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. lifting dan target penerimaan. 45 . dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. penelaahan. c. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. norma. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. tenaga kerja asing. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. tenaga kerja asing. d. retribusi. g. penyiapan rumusan.

Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. fasilitasi lembaga tripartit. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. b. b. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. j.h. rencana impor barang operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. serta pengaturan tenaga kerja asing. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. pelaksanaan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penggunaan barang operasi. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. k. terdiri dari: a. 46 . rencana penggunaan tenaga kerja asing. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kerja sama dalam negeri. i. pemberdayaan produksi dalam negeri.

pelaksanaan.c. serta kerja sama Pemerintah Daerah. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. f. penyiapan. d. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. penelaahan. Seksi Multilateral dan Regional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). g. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. 47 . serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. terdiri dari: a. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penelaahan.

pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. f. pelaksanaan pengumuman WK. pengelolaan WK. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. e. h. penyiapan rumusan standar. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. Subdirektorat Wilayah Kerja.d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. c. f. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. k. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. e. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. norma. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. h. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). kriteria pengelolaan WK. b. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. d. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. l. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. 48 . g. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. d. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. b. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. c. j. e. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. g. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha.

penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. b. 49 . penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. f. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. terdiri dari: a. terdiri dari: a. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penyiapan rumusan standar. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. d. b. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. c. b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha eksplorasi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. penelaahan. penilaian.

penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. 50 . pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan. pelaksanaan. h. b. b. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penelaahan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. g. f. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. norma. c. kriteria. d. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. e. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penelaahan. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. i. penyiapan rumusan standar.

(2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan. penyiapan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. 51 . c. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. b. kriteria usaha eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. tumpang tindih lahan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. e. norma. b. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. g. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. f. penyiapan.

h. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. b. f.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e. c. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penelaahan. g. i. penyiapan rumusan standar. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 . Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. penelaahan. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. norma. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi.

penyiapan. Light Petroleoum Gas (LPG). pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. e. b. Light Natural Gas (LNG). penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan jenis bahan bakar minyak. penelaahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. perumusan pengaturan Penugasan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. h. d. 53 . f. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. pelaksanaan. Penyediaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. bahan bakar lain. bahan bakar gas. g. hasil olahan dan bahan bakar lain.

Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. pengelolaan data. f. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. i. terdiri dari: a. d. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perizinan usaha pengolahan. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. 54 . c. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pengelolaan data.j. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. Kelompok Jabatan Fungsional. j. LNG. bahan bakar gas. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. d. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. f. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. LPG. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. e. g. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. norma. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. k. c. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. l. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar lain. h.

f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. b. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. norma. e. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. g. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. 55 . serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. h. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. pengelolaan data. d. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penelaahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. b. penyiapan. penyiapan rumusan standar. hasil olahan dan bahan bakar lain.

penyiapan rumusan standar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. c. b. norma. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 56 . d. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penelaahan. penyiapan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. serta penyiapan penetapan P3JBT. bahan bakar gas dan LPG. kriteria harga bahan bakar. j. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.i. terdiri dari: a. penyiapan. b. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. e. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. penelaahan. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penyiapan rumusan formulasi harga.

b. pengelolaan data. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. LNG. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan. penyiapan perizinan usaha niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. penelaahan. i. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. f. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi.f. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. 57 . d. penyiapan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. b. gas bumi. penyiapan. norma. LPG. penyiapan rumusan standar. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. h. penelaahan. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. kriteria usaha niaga. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. g. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga.

Seksi Proses Non Bahan Bakar. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. b. biodiesel.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. e. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penyiapan. c. f. LPG. Seksi Niaga Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. tugas 58 . b. b. petrokimia. penelaahan. Seksi Niaga Minyak Bumi. LNG. pelumas. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penyiapan norma. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. kriteria usaha non bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. terdiri dari: a. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. d. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. hasil olahan dan bahan bakar lain.

h. g. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. usaha penunjang. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. profesi personil. serta penggunaan tenaga teknik. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. f. lindungan lingkungan. 59 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. produk. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. biodiesel. petrokimia. kelaikan teknis. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan. penelaahan. petrokimia. e. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan. b. biodiesel. penelaahan. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. c. kelaikan teknis. penyiapan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. dan non bahan bakar lainnya. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.

b. j. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. d. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. g. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. f. e. 60 . d. e. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. c. terdiri dari: a. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. b. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h.i. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi.

Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. g. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penelaahan. c. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. b. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. K3. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. norma. keselamatan operasi. instalasi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. instrumentasi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. 61 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan penggunaan tenaga teknik. e. b. f. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a.

e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penelaahan. terdiri dari: a. d. K3. c. b. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. norma. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. penyiapan. dan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. pengangkutan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. 62 . instalasi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Penyimpanan. penelaahan. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. 63 . Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta penjaminan pasca operasi. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. b. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. g. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. pelaksanaan. Penyimpanan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. c. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan.f. penyiapan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang.d. f. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. g. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. c. pelaksanaan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. 64 . pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. terdiri dari: a. norma. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan standar.

penelaahan. produk. f. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. profesi personil. pelaksanaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. g. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. 65 . penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pedoman. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. c. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. penyusunan standar. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 67 .

penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. i. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. 68 . serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. h. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. kearsipan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. d. dan rumah tangga. g. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. f. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. satuan kerja. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pengelolaan urusan ketatausahaan.

pelaporan. rapat koordinasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. d. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. jaringan. Subbagian Pengelolaan Informasi. b.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. jaringan dan situs informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. c. ketatalaksanaan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. g. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. Bagian Keuangan. pelaporan. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. e. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. pengelolaan sistem. pelaksanaan. akuntabilitas kinerja. 69 . penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. c. Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. b. situs. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. ketatalaksanaan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan. c. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. Pasal 237 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. e. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. PBI Direktorat Jenderal. serta penyelesaian kerugian negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. satuan kerja. f. c. 70 . implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal.

penyiapan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta kehumasan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. b. pelayanan konsultasi hukum. 71 . serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. c. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan informasi. penyelesaian kerugian negara. pertimbangan hukum. penelaahan. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pelaksanaan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Informasi Hukum. e. c. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. f. pelaksanaan.

serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. kebersihan. perlengkapan dan rumah tangga. dan Implementasi Sipeg. penelaahan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. c. pertamanan dan perparkiran. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kepegawaian. pengadaan pegawai. ekspedisi persuratan dinas. telepon. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. c. perlengkapan dan rumah tangga. dan kearsipan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. mutasi. d. pelaksanaan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. keamanan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. serta urusan keprotokolan dan upacara. g. pelaksanaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pengurusan formasi. f. b. b. 72 . e. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pemberhentian. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik.

(2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. serta rencana dan program pembangunan berjangka. b. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. persuratan dinas dan kearsipan. implementasi Sipeg. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). e. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. c. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. f. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. rencana dan program. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. d. penelaahan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. 73 . h. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. rencana pengadaan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. rencana dan program. g. evaluasi kebijakan.

serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. c. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. e. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. serta program pengembangan jaringan transmisi. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. menengah dan tahunan tenaga listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. 74 . g. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. b. serta rencana strategis dan RUKN. b. c. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. d. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. f. penyiapan rumusan. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. d. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e.

b. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. penyiapan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. pelaksanaan. penelaahan. b. d. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. 75 . evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254.

f. d. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penyiapan. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. e. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 76 . penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. b.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penelaahan. penelaahan. penyiapan bahan rumusan standar. kriteria tenaga listrik sosial. b.

program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. penelaahan. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. c. multilateral dan regional. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyusunan dokumen perjanjian. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi pelaksanaan rencana. 77 . program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. b. lembaga sertifikasi. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan.

d. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. b. pengolahan. pelaksanaan pengelolaan data. 78 . penelaahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. statistik dan pemetaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. e. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. b.

b. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. 79 . c. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. b. f. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. d. e. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. g. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. e. b. serta perlindungan konsumen. perumusan pedoman dan prosedur kerja. i. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pembinaan. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. d. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. h. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik.

evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. d. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penyiapan. b. serta efisiensi dan transparansi usaha. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. d. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. tugas 80 . Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. b.c. penelaahan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.

e. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. b. Seksi Pengawasan Izin Usaha. c. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. terdiri dari: a. b. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. pelaksanaan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Izin Usaha. f. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. norma. b. kriteria harga jual tenaga listrik. penelaahan. 81 . evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. pemberian sanksi. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. terdiri dari: a. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

82 . penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penelaahan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. b. penyiapan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. e. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. kriteria hubungan komersial. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. d. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. c. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. norma. f.

penyiapan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. e. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. b. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas 83 . Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. d. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. kriteria perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. norma. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik.

penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. f. kelaikan teknis. c. 84 . pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. g. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. e. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. c. serta pembinaan teknis. profesi personil. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. lindungan lingkungan. serta penggunaan tenaga teknik. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. kelaikan teknis. d. b. keselamatan dan K3. h. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. produk. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. d. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. c. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. b. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. d. f. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. b. 85 . Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. e. serta Rancangan SNI. g. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. g. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 86 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan operasi. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. e. norma. b. c. f. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. dan K3. kelaikan peralatan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. instrumentasi. penyiapan. kalibrasi alat ukur. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik.

c. g. b. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. f. e. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. b. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. 87 . terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik.

penyiapan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. b. pelaksanaan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. 88 . b. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. e. terdiri dari: a. d. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi.

c. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. e. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. b. d. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. f. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. norma. 89 . penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. produk. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. profesi personil. penyiapan rumusan standar. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. b. penelaahan. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. g. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312.

c. e. c. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. energi perdesaan dan konservasi energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan. 90 . norma. serta rencana dan program energi baru terbarukan. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Energi Perdesaan. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. g. b. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. energi alternatif. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. c. e. h. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. program dan pengaturan pemanfaatan energi. f. energi perdesaan dan konservasi energi. d. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Subdirektorat Bimbingan Teknis. kriteria pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. d. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.

Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. 91 . penelahaan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. b. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. e. b. norma. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penyiapan. b. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan.d. c. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. e. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. d. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi.

92 . serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. serta evaluasi atas program konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penelahaan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. b.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. pelaksanaan. c. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penelahaan. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. e. penyiapan. d. rencana dan program. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. b. d. rencana dan program. penyiapan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. rencana dan program energi perdesaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. c. penyiapan rumusan standar. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta pedoman pengembangan. norma. terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. 93 . e. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. pemberdayaan masyarakat. penelahaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Energi Perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan.. b.

94 . penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. penyiapan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. c. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelahaan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

batubara dan panas bumi. e. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. batubara dan panas bumi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. (2) Direktorat Jenderal Mineral. kriteria. penyusunan standar. d. dan panas bumi. b. Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. pedoman. Batubara. norma. Batubara dan Panas Bumi. 96 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan prosedur di bidang mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral.

e. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. d. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. 97 . d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. c. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. f. h.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. e. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. kearsipan. dan rumah tangga. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. satuan kerja. i. Batubara dan Panas Bumi.

b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. 98 . ketatalaksanaan. c.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Laporan. akuntabilitas kinerja. d. g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. e. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. b. rapat koordinasi. f. pelaporan. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaporan. c. b. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. d. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Umum dan Kepegawaian.

d. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. c. 99 . serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. e. serta penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. situs. c. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. pelaksanaan. jaringan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. penelaahan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. PBI Direktorat Jenderal. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan revisi anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. f. pelaksanaan. Pasal 354 Bagian Keuangan. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. perhitungan pelaksanaan anggaran.

b. pelaksanaan. pelaksanaan. penyelesaian kerugian negara.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. f. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan informasi. dan Neraca Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. c. pelaksanaan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. 100 . dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta kehumasan. Subbagian Pertimbangan Hukum. c. penelaahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. e. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. b. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelayanan konsultasi hukum. pertimbangan hukum.

serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penelaahan. ekspedisi persuratan dinas. pertamanan dan perparkiran.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. keamanan. telepon. program legislasi dan regulasi bidang mineral. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pengurusan formasi. pemberhentian. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. perlengkapan dan rumah tangga. b. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. batubara. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. mutasi. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. perlengkapan dan rumah tangga. dan kearsipan. c. panas bumi dan air tanah. dan Implementasi Sipeg. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. d. penelaahan. f. e. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. g. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. 101 . kebersihan. pengadaan pegawai.

wilayah kerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. d. rencana pengadaan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. neraca sumber daya wilayah kerja. implementasi Sipeg. batubara. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. c. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. 102 . dan produksi. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta penetapan wilayah kerja. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. dan produksi. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. cadangan atau potensi. investasi dan pendanaan. pelaksanaan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Direktorat Pembinaan Program Mineral. c. serta kebijakan pengelolaan air tanah. penelaahan. rencana dan program di bidang mineral.

c. i. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. panas bumi dan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Batubara. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. terdiri dari: a. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. 103 . batubara. pengelolaan data. serta perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. eksplorasi dan operasi produksi. g. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral.e. lembaga sertifikasi dan asosiasi. e. b. c. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. d. serta pemantauan perencanaan program di daerah. rencana dan program di bidang mineral. f. Batubara dan Panas Bumi. e. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. j. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. f. menengah dan tahunan berbasis kinerja. d. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. h. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. evaluasi kebijakan.

panas bumi dan pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. e. c. panas bumi dan air tanah. Seksi Program Mineral dan Batubara. penelaahan. b. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. g. batubara. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. terdiri dari: a. penelaahan. 104 . Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. f. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. b. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. batubara. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. serta kerja sama di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. d.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Kontrak Karya (KK). batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Seksi Kerja Sama Mineral. d. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. batubara. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. 105 . penyiapan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. panas bumi dan air tanah. penelaahan. b.

kriteria pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. norma.e. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. b. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan. 106 . Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. serta penyusunan statistik pengusahaan. penyiapan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. d. b. penyiapan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. f.

penyiapan penetapan potensi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pencadangan dan potensi di bidang mineral. batubara. cadangan dan wilayah kerja. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. batubara dan panas bumi. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. statistik. neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Batubara. b. terdiri dari: a. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. f. serta penetapan wilayah kerja. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah.e. batubara. Seksi Informasi Mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara. 107 . penelaahan. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. h. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pelaksanaan. penelaahan. (2) Seksi Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah.

serta bagi hasil daerah. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penelaahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. e. d. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. b. batubara dan panas bumi. 108 . evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. c. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pelaksanaan pencatatan. pemeriksaan dan pengujian PNBP. b. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penelaahan. penyiapan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. g. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. f. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. 113 . Seksi Bimbingan Usaha Batubara. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. c. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. b. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. terdiri dari: a.

f. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pelaksanaan.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. d. e. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. 114 . i. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. g. perumusan pengaturan. c. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. h. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pelaksanaan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. Seksi Hubungan Komersial Batubara. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. k. d. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. c. b.j. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. c. penyiapan rumusan standar. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. l. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. 115 . Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. e. e. dan perubahan batas wilayah kerja. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. f. g. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. b. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. f. g. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi.

pelaksanaan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a.h. b. penelaahan. b. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan fasilitasi. e. i. studi kelayakan dan eksploitasi. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pelaksanaan. penelaahan. c. 116 . Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi.

Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. c. g. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. penelaahan. e. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. d. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. b. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. terdiri dari: a. f.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. b. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. 117 . penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi.

h. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. penelaahan. 118 . pelaksanaan promosi dan layanan informasi. d. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Seksi Pengendalian Air Tanah. c. serta pengendalian air tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. b. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. b. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. e. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. i.

c. d. penelaahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. f. e. h. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 119 . serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b.g.

serta air tanah. penelaahan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pelaksanaan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. terdiri dari: a. b. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. 120 . Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. penelaahan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Seksi Konservasi Air Tanah. batubara dan panas bumi. pelaksanaan.

121 . sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. b. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. lindungan lingkungan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. K3. panas bumi dan air tanah.d. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. lindungan lingkungan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. j. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. batubara. g. h. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. c. profesi personil. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. f. kelaikan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. produk. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. e. i.

dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. d. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. 122 . Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara.c. norma. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pemurnian. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. Batubara. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan standar. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Seksi Standardisasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. f. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. produk. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. profesi personil. g. b. terdiri dari: a. serta konservasi mineral dan batubara. dan Panas Bumi. jenis dan mutu produk. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral.

penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. c. pelaksanaan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. dan konservasi mineral. e. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. batas wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. penyiapan. 123 .b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. batubara dan panas bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. f. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. b. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan.

124 . terdiri dari: a. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. g. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. f. d. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan panas bumi. Batubara.c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. pelaksanaan. h. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. e. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. i. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan.

Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Keselamatan Batubara. pelaksanaan. pengangkutan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. batubara. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan standar. penimbunan. penelaahan. dan panas bumi. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. batubara. penyimpanan. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kalibrasi alat ukur. norma. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Batubara. c. pelaksanaan. b. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. penyiapan. Batubara.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. terdiri dari: a. instrumentasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. K3 dan penggunaan tenaga teknik. keamanan instalasi. 125 .

Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan kriteria usaha penunjang. c. d. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Batubara. Seksi Usaha Penunjang Batubara. b. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. terdiri dari: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. e. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. batubara. dan Panas Bumi. 126 . pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. b. norma. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. 127 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Sekretariat Inspektorat Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. b. e. keuangan. b. terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat I. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat III. d. Inspektorat II. pelaksanaan pengawasan kinerja. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 128 . Inspektorat IV. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. c. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460.

serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Umum dan Keuangan. h.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. keamanan. 129 . e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. keprotokolan dan rumah tangga. d. j. k. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Hukum dan Kepegawaian. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. pengelolaan urusan tata usaha. b. d. e. i. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. g. pengurusan kepegawaian dan organisasi. kearsipan. perlengkapan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. i. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. program kerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 130 . jaringan dan situs informasi. d. dan rencana kerja. penyajian informasi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. satuan kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. j. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. rapat koordinasi. Subbagian Penyiapan Laporan. f. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. c. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penelaahan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. e. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaporan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan. Subbagian Penyiapan Rencana. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. g. ketatalaksanaan. b. jaringan. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. ketatalaksanaan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. h. situs. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional.

pengolahan. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. b. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. analisis hasil pengawasan. pelaksanaan analisis. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Badan Geologi. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. 131 . dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. terdiri dari: a. penyiapan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. b. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. e. Inspektorat Jenderal.

dokumentasi hukum. penelaahan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pemberian pertimbangan hukum. Subbagian Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dokumentasi dan tata naskah. dokumentasi hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. penyiapan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. c. penyiapan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. perpustakaan. Subbagian Hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. pertimbangan hukum. penyuluhan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. 132 . Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penelaahan. bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. masyarakat dan yustisia. d. serta pemberian pertimbangan hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan koordinasi urusan hukum. dan implementasi Sipeg. e. pelaksanaan.

serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. b. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan keamanan. f. pelayanan kesekretariatan. terdiri dari: a. g. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan penganggaran. perlengkapan. rumah tangga dan kehumasan. 133 . Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. j.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. persuratan dinas. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. d. serta pengurusan administrasi keuangan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. pelaksanaan. perlengkapan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. e. h. dan implementasi Sipeg. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. i. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. dan kearsipan. keprotokolan dan kehumasan. dokumentasi dan tata naskah. b. penelaahan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. kebersihan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. k. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha.

Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e. perencanaan kebutuhan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. d. pelaksanaan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. penelaahan. b. kearsipan. perlengkapan dan pengadaan. kebersihan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. c. penelaahan. serta evaluasi atas urusan keamanan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan laporan hasil pengawasan. keprotokolan dan kehumasan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 134 . pemeriksaan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. 139 . (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Pusat Sumber Daya Geologi. h. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. dan geologi lingkungan. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Sekretariat Badan Geologi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. f. d. d. c. perumusan kebijakan di bidang geologi. pelayanan survei geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. c. Pusat Lingkungan Geologi. g. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. penelitian dan pelayanan. e. Pusat Survei Geologi. b. b. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. 140 . e.

e. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. Bagian Keuangan. i. b. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. c. serta pelaksanaan bantuan hukum. Bagian Kepegawaian. terdiri dari: a. d. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. serta perencanaan kerja. penganggaran dan kegiatan satuan kerja.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. ketatalaksanaan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Umum. c. informasi hukum. pelaporan. kearsipan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. akuntabilitas kinerja. 141 . g. f. j. dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. h.

142 . evaluasi penyelesaian perencanaan kerja.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. pengelolaan sistem. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyajian informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d. penelaahan. pelaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. satuan kerja. jaringan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan. pelaporan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan. e. f. serta pengembangan organisasi Badan. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. b. situs. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. Subbagian Laporan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

kesejahteraan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. kepangkatan. b. pemberhentian. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengembangan. serta evaluasi atas perencanaan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penggajian. serta evaluasi atas mutasi. penyiapan. 143 . pengembangan. d. dan analisis jabatan. serta implementasi Sipeg Badan. e. b. penyiapan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. serta implementasi Sipeg. penelaahan. c. serta pengembangan organisasi Badan. penggajian. pengangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penelaahan. terdiri dari: a. pemberhentian. kesejahteraan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. kepangkatan. pengurusan perencanaan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengadaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. c. Neraca. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. f. Pasal 517 Bagian Keuangan. serta pengurusan revisi anggaran. PBI Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. kearsipan. e. terdiri dari: a. d. penelaahan. pelaksanaan. 144 . (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Akuntansi. perlengkapan. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. dan rumah tangga. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. b. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan revisi anggaran Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c.

serta urusan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. perpustakaan. dan pemeliharaan barang inventaris. kearsipan. dan kearsipan. dan rumah tangga. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. persuratan dinas. serta pengurusan perlengkapan. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kehumasan. serta keprotokolan dan upacara Badan. kesekretariatan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaaan bantuan hukum. pelayanan kesekretariatan. rencana kebutuhan dan pengadaan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. f. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 521 Bagian Umum. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. e. b. dokumentasi hukum dan perpustakaan. bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kebersihan dan keamanan Badan. pengadaan. penelaahan. distribusi penggunaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. c. Subbagian Hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. 145 . (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. c. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Tata Usaha. perlengkapan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. terdiri dari: a. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana.

c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelidikan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. b. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. i. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Sarana Teknik. d. Bagian Tata Usaha. mineral. penyusunan neraca sumber daya geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga. e. 146 . serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. b. keuangan. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. h. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. g. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. j. Bidang Program dan Kerja Sama. dan kepegawaian Pusat. rekayasa teknologi. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. gambut. penyelidikan. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. perumusan rencana dan program. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan panas bumi. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. administrasi keuangan. c. batubara. evaluasi penyelenggaraan penelitian. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. f. serta pemetaan tematik potensi. Bidang Informasi. bitumen padat.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. serta rancang bangun dan pemodelan.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. 147 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengembangan. serta akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. kebersihan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. terdiri dari: a. b. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. keamanan. d. keuangan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. c. pengurusan perencanaan. b.

c. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. 148 . pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. pelaksanaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Laboratorium.d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan.

Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 540 Bidang Informasi. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. d. Subbidang Kerja Sama. dokumentasi dan publikasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. penyiapan. b. serta pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. penganggaran. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. b. penyiapan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. 149 . Subbidang Program.

serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. administrasi keuangan. f. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. tsunami. c. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta rancang bangun. rumah tangga. perpustakaan. j.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. operasi perangkat lunak. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. g. penyelidikan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pemodelan. dan kepegawaian Pusat. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. i. penelaahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pos pengamatan gunung api. gempa bumi. penelaahan. gempa bumi. serta sesar aktif. perumusan pedoman dan prosedur kerja. tsunami. sosialisasi. d. dokumentasi. b. dan rekayasa teknologi. dan gerakan tanah. 150 . sistem. pelaksanaan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. dan gerakan tanah h.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. keuangan. pengurusan. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545.k. pengurusan perencanaan. pengangkatan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta perpustakaan. kebersihan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. b. pelaksanaan pengelolaan sarana. terdiri dari: a. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyelidikan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kearsipan. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. keamanan. d. e. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pemelaahan. evaluasi pelaksanaan penelitian. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. b. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. keuangan. 151 . c. l. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. 152 . serta penetapan status dan peringatan dini.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. geokimia dan deformasi. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. c. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. penetapan status. pemelaahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. penelaahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. b. Subbidang Pengamatan Gunung Api. b. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. terdiri dari: a. pengurusan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. d.

Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. c. gerakan tanah dan tsunami. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. d. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 153 . b. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b.

serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. d. penelaahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. terdiri dari: a. b. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 154 . serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. e. penyelidikan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. c. penyiapan. b. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta pelaksanaan atas perencanaan program. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. f.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. gerakan tanah dan tsunami.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rekayasa teknologi. Bidang Sarana Teknik. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. dan pengelolaan tata ruang. dan kepegawaian Pusat. geologi teknik dan air tanah. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. keuangan. d. b. c. b. Bidang Program dan Kerja Sama. penyelidikan. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. 155 . Bidang Informasi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. administrasi keuangan. f. i. b. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. j. g. pengurusan perencanaan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. e. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. pengelolaan ketatausahaan. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. k. rumah tangga. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. h. pengangkatan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. terdiri dari: a. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. geologi teknik dan air tanah. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

c. f. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keuangan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. b. d. c. keamanan. kebersihan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. e. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 156 . b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. serta akuntansi.

Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. b. terdiri dari: a. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. 157 . (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. e. pelaksanaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Laboratorium. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. c.

Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. penyiapan. b. Pasal 578 Bidang Informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. d. 158 .Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan sosialisasi. serta pengelolaan perpustakaan. b. c. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penganggaran. terdiri dari: a. dokumentasi dan publikasi. penelaahan.

pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. f. dokumentasi. pemetaan dan penelitian geologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. 159 . perumusan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. operasi perangkat lunak. penelaahan. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. l. tektonik. pelaksanaan. i. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. m. pelayanan jasa survei. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan ketatausahaan. e. d. dan kepegawaian Pusat. geomorfologi. pemetaan geologi. j. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. h. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. k. evaluasi pelaksanaan penelitian. g. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. penelitian dan penyelidikan geologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. penelaahan. sistem. c. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. perpustakaan. geokimia. pelaksanaan. sosialisasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. inventarisasi hasil survei. rumah tangga. rekayasa teknologi. geofisika. administrasi keuangan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pemetaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan.

Bidang Sarana Teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Bidang Informasi. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. pengurusan perencanaan. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. 160 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. serta akuntansi. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. keamanan. pengembangan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. keuangan. c. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bidang Program dan Kerja Sama. Bagian Tata Usaha. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

b. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. d. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. f. Subbidang Sarana Penyelidikan. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Laboratorium.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. penelaahan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. c. 161 . pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan. Subbidang Program. terdiri dari: a. c. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta rencana strategis berbasis kinerja. d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. e. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. b.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. pengelolaan. penelaahan. 162 . penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama.

c. penelaahan. operasi perangkat lunak. sosialisasi. pelaksanaan. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta pemutakhiran basis data. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. pelaksanaan sosialisasi. penelaahan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. jaringan dan situs informasi. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. perpustakaan. b. dokumentasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan perpustakaan. serta operasi perangkat lunak informasi. 163 . serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. sistem. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

Penyelidik Bumi. Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Teknisi Litkayasa. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 164 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

panas bumi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. 165 . Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. f. e. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. g. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan pelayanan jasa teknologi. c. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. b. d. perumusan kebijakan penyelenggaraan.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. mineral batubara.

pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. serta perencanaan kerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. g. c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. informasi hukum. b. h. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. f. e. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. kearsipan. terdiri dari: a. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. d. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. dan rumah tangga. 166 . Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

d. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Rencana dan Laporan. 167 . pengelolaan sistem. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Laporan. Bagian Umum. d. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Keuangan. e. Bagian Kepegawaian. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c. c. terdiri dari: a. g. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. jaringan dan situs informasi. akuntabilitas kinerja. j. b.i. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. pelaporan. f. ketatalaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. c.

penyiapan rumusan pengembangan organisasi. satuan kerja. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. c. Subbagian Administrasi Kepegawaian.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. serta implementasi Sipeg. jaringan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. kesejahteraan. 168 . penelaahan. pengembangan. pengurusan perencanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. d. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. kepangkatan. situs. penggajian. c. serta pengembangan organisasi Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. terdiri dari: a. b. serta penyempurnaan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan analisis jabatan. penyiapan. penyajian informasi. pengadaan.

(2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kesejahteraan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. pengembangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pengangkatan. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. terdiri dari: a. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. b. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas perencanaan. Subbagian Akuntansi. penyiapan. penelaahan. penyiapan. kepangkatan pemberhentian. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta implementasi Sipeg Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. d. f. pelaksanaan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. 169 . perhitungan pelaksanaan anggaran. e. pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penggajian.

kehumasan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. e. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. f. dan rumah tangga. dan revisi anggaran Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. 170 . pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. distribusi penggunaan. informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaaan bantuan hukum. dan kearsipan. pelaksanaan. Neraca. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. penelaahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. b.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 622 Bagian Umum. kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengurusan perlengkapan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. penyelesaian kerugian negara. perlengkapan. terdiri dari: a. perpustakaan. penelaahan. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelayanan kesekretariatan. kearsipan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. pengadaan. perlengkapan. Subbagian Hukum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Tata Usaha. dan rumah tangga. c.

dan hak atas kekayaan intelektual Badan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. g. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. bantuan hukum. b. serta keprotokolan dan upacara Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyiapan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. 171 . persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. kesekretariatan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. c. kebersihan dan keamanan Badan. penelaahan. f. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.

d. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. Kelompok Fungsional. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. administrasi keuangan. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. pengurusan perencanaan. e. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengangkatan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. keuangan. 172 . b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bidang Afiliasi. i.h. Bidang Program. d. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara.

jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan dan akuntansi. d. serta pengadaan. dan kebersihan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Subbidang Pengembangan Sarana. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan sarana kerja. c.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 173 . keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan. serta analisis. 174 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 637 Bidang Program. b. evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. b. d. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. jaringan. e. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. c. b. 175 . Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 641 Bidang Afiliasi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama.

f. d. situs dan penyebarluasan informasi. g. 176 . pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. administrasi keuangan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. e. i. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. h. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan kepegawaian Pusat. jaringan. rumah tangga. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

kebersihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". 177 . pemeliharaan sarana kerja. dan kebersihan Pusat. Bidang Program. keuangan. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. keamanan. c. b. keuangan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. b. Bagian Tata Usaha. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. serta pengadaan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. serta pelaksanaan keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. e.

terdiri dari: a. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyediaan bahan baku.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan operasi penggunaan. 178 . b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. d. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.

penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. 179 . Subbidang Penyiapan Rencana. c. Pasal 656 Bidang Program. evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta analisis. penelaahan.

Pasal 660 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 180 . Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. jaringan. pelayanan jasa teknologi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. b. d. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. c. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Afiliasi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. d. Kelompok Fungsional. b. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. 181 . e. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. g. f. Bidang Program. administrasi keuangan. h. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. i. c. terdiri dari: a. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan.

penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengurusan perencanaan. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. b. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. e. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. serta pelaksanaan keamanan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pemeliharaan sarana kerja. pengembangan. terdiri dari: a. dan kebersihan Pusat. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengadaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. b.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengangkatan. d. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perbendaharaan dan akuntansi. 182 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. 183 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. penelaahan. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. d. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. e. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c.

penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. b. terdiri dari: a. serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 675 Bidang Program. b. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. evaluasi. penelaahan. 184 . serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

jaringan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. pelaksanaan. e.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelayanan jasa teknologi. b. penelaahan. 185 . Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. terdiri dari: a. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. c. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Informasi dan Publikasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pengelolaan ketatausahaan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. h. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. f. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. i. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 186 . dan geofisika kelautan. geokimia. terdiri dari: a. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. b. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. c. e. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. c. Bagian Tata Usaha. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Bidang Afiliasi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. d. rumah tangga. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan kepegawaian Pusat. Kelompok Fungsional. Bidang Program. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. keuangan.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. kebersihan. perencanaan. pemeliharaan sarana kerja. serta pelaksanaan keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 187 . perbendaharaan dan akuntansi. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. b. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. keamanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. pengangkatan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. dan kebersihan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pengadaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.

pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan operasi penggunaan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyiapan rumusan rencana dan program. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. terdiri dari: a. pengelolaan. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 188 . Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. d. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Pasal 694 Bidang Program. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. b. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta analisis. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 189 . (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan. c.c. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e.d. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. 190 . penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perekayasa. Teknisi Litkayasa. Penyelidik Bumi. 191 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. g. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. h. geologi. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. mineral. 192 . pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. f. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. batubara. e. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. b.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. d.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. f. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. 193 . pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. e. pembinaan kerja sama. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. b. h. satuan kerja. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. d. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. e. g. i.

k. ketatalaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.j. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. g. d. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 708 Sekretariat Badan. l. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. h. Bagian Kepegawaian. f. dan rumah tangga. serta perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. pelaporan. kearsipan. d. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Umum. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Keuangan. penganggaran. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. c. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. 194 . serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. b. akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. pengelolaan jaringan dan situs informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan.

b. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. akuntabilitas kinerja. penganggaran. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kesejahteraan. e. dan sistem. kepangkatan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penggajian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c. pengurusan perencanaan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. pengembangan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. jaringan dan situs informasi Badan. penyiapan. b. serta evaluasi atas laporan berkala. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. d. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. dan analisis jabatan. serta pengembangan organisasi Badan. 195 . c. pengadaan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pemberhentian. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg. prosedur kerja. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penelaahan. penelaahan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. perencanaan kerja. penyiapan. Subbagian Kerja Sama. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Subbidang Kilang. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. 200 . d. pelaksanaan. kontrol kualitas. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. c. Subbidang Utilitas. terdiri dari: a. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. produk kilang. pelayanan jasa. penyiapan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. penelaahan.

Subbidang Laboratorium. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbidang Bengkel. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. b. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pengembangan dan pemanfaatan. 201 . b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. penyiapan. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelayanan jasa.

penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta kepustakaan. standar. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. g. e. pelaksanaan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. norma. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. d. 202 . b. pedoman. Subbidang Penyiapan Pelatihan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kepustakaan. norma.

i. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. kearsipan. g. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. d. norma. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bagian Tata Usaha. perlengkapan. terdiri dari: a. Batubara. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Teknis. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. e. d. e. pemberian pelayanan jasa. pengelolaan ketatausahaan. prosedur. c.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. f. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. 203 . h. pedoman. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.

kehumasan dan keprotokolan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. serta hukum. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 204 . pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. kearsipan. akuntansi. kearsipan. perlengkapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. e.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. b. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. perbendaharaan.

penelaahan. norma. penggunaan. e. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. rencana pengembangan. penyiapan rumusan standar. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis.c. terdiri dari: a. c. pelaksanaan pemeliharaan. 205 . pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. Subbidang Pengembangan Sarana. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. penelaahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. b. d. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara.

pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. d. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. f. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. norma. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. e. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. penelaahan. penyiapan.d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. b. penelaahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. pedoman. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. kerja sama dan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. dan prosedur. c. 206 . pelaksanaan. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. prosedur. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan standar. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pedoman. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. b. pedoman. c. kriteria pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pelaksanaan. penyiapan penyelenggaraan. f. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. norma. e. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur. penelaahan. 207 . d. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penyusunan standar. pemberian pelayanan jasa. norma. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. kriteria dan prosedur.

e. Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. 208 . organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.g. d. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pengelolaan ketatausahaan. b. kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. organisasi dan ketatalaksanaan. h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kehumasan dan keprotokolan. b. d. terdiri dari: a. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. c. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. perbendaharaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. perlengkapan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. pedoman. Subbidang Perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. c. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan sistem. 209 .(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kerja sama. b. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kerja sama. kriteria dan prosedur. terdiri dari: a. promosi. penelaahan. 210 . pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. norma. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. pedoman. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. e. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Subbidang Sarana dan Prasarana. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. pelaksanaan. Subbidang Pelatihan.

c. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian pelayanan jasa. f. 211 . pengelolaan ketatausahaan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. d. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. b. h. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana. pedoman. b. c. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria pendidikan dan pelatihan. prosedur. g.

Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. c. hukum. perlengkapan. kearsipan. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 212 . e. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. kehumasan dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. b. b. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. perbendaharaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 213 . (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma dan kriteria. kerja sama. serta evaluasi atas standar.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. b. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. d. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. penyiapan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. pelaksanaan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

b. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. Subbidang Pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. Subbidang Sarana dan Prasarana. kerja sama. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. e. 214 . d. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pelaksanaan. promosi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penelaahan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan kerja sama. b.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. c. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. b. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. e. Inspektorat Jenderal dan Badan. 216 .BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. d. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. terdiri dari: a. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Direktorat Jenderal.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. k. e. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. g. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. j. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. i. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. h. serta neraca energi dan sumber daya mineral. b. 217 . perumusan pedoman sistem informasi Departemen. f. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. d. c.

Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. b. terdiri dari: a. terdiri dari: a. c. rumah tangga. serta kearsipan Bakoren. 218 . persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. c. serta kearsipan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. dan persuratan dinas. dukungan operasi kerja. pelaksanaan urusan tata usaha. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. b. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Bakoren. e. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Subbagian Tata Usaha Pusat. pelaporan dan tata persuratan. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. c. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. Bagian Tata Usaha. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Kajian Strategis. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802.

penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. k. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. l. h. terdiri dari: a. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. penyiapan norma. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. g. b. f. j. c. i. e. d. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. b. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. 219 . persuratan dinas dan kearsipan.

pelaksanaan. penelaahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan. penyiapan. c. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. ketenagalistrikan. 220 . penelahaan. b. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. pelayanan data dan informasi. terdiri dari: a. penyiapan. penyusunan rumusan norma. b. batubara dan panas bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. f. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi.

Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. b. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Subbidang Kajian Strategis Energi. e.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. air tanah dan kegeologian. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. gambut. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penelahaan. 221 . penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. d. pelaksanaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. pelaksanaan. b. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. c. bitumen padat. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis.

(6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. 222 . wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing.

dan keselamatan umum. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. standardisasi teknis. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dokumentasi. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. 223 . dengan lingkup meliputi personil. peraturan perundang-undangan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien.a kepada pejabat eselon I. perencanaan kerja. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). organisasi. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. peralatan. regulasi ekonomi dan keteknikan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. penganggaran.

(2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur. 224 . Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Kepala Biro. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Direktur Jenderal.a. Sekretaris Direktorat Jenderal.BAB XIV ESELON.a. (4) Kepala Bagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur Jenderal. Kepala Pusat. Inspektur.b. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Inspektur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a.

(2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”.d. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. 225 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. X. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

fungsi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. 226 .(4) Perubahan atas rincian tugas.

b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. maka: a. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful