MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

terdiri dari: a. d. 5 . Departemen lain. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. b. Kementerian Negara. Biro Keuangan. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Biro Kepegawaian dan Organisasi. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. koordinasi kegiatan Departemen. c. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Umum. d. Lembaga Pemerintah Non Departemen. dan lembaga lain yang terkait. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. e.

Bagian Kerja Sama. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b. menengah dan tahunan. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyusunan harga satuan. g. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. rencana dan program kerja dan anggaran. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. c. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. sosialisasi kebijakan pembangunan. f. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. rencana pembangunan jangka panjang. e. rencana kerja dan anggaran. d. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. c. b. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. j. rencana anggaran.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan kebijakan pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta rencana strategis. h. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. dan rencana anggaran. rencana dan program kerja. serta perumusan akuntabilitas kinerja. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Bagian Perencanaan Anggaran. 6 . serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. serta kerja sama. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. k. l. i. terdiri dari: a. Bagian Analisis dan Evaluasi. evaluasi kebijakan pembangunan. e. d.

penelaahan. e. penyiapan rumusan norma. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. f. terdiri dari: a. b. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 7 . c. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. standar dan kriteria rencana kerja. Batubara dan Panas Bumi. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. dan Badan Geologi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan rumusan RK-KL. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Inspektorat Jenderal. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Menengah dan Tahunan Departemen. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. penelaahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. b. Subbagian Perencanaan Penunjang. dan urusan tata usaha Biro.

Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. f. c. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penelaahan. penyiapan. Subbagian Penganggaran Penunjang. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. norma. penyiapan rumusan standar. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. kriteria perencanaan anggaran. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. e. dan 8 . dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. b. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. dan Badan Geologi.

penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. g. kriteria akuntabilitas kinerja. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. h. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. rencana pembangunan jangka panjang. b. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. RKA-KL. Inspektorat Jenderal. f. b. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. c. e. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. 9 . terdiri dari: a. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. d. menengah. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. penelaahan. penyiapan bahan sidang. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. norma. tahunan dan rencana strategis.

serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. 10 . Inspektorat Jenderal. d. f. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. dan Badan Geologi. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta kerja sama asosiasi. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. penyiapan. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penelaahan. c. penelaahan. kriteria kerja sama. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. Batubara.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. g. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. e.

serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). b. penelaahan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan organisasi dan tata laksana. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. penelaahan. dan penilaian kinerja pegawai. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. terdiri dari: a. d. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. 11 . perencanaan. e. c. b. pemensiunan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. disiplin. pengadaan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. c. jabatan struktural dan fungsional. serta penyiapan penetapan pemberhentian. penelaahan. pembinaan mutasi. kepangkatan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. penempatan dan pengembangan pegawai. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Bilateral. dan kesejahteraan pegawai.

Bagian Mutasi Pegawai. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. c. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. g. k. penyiapan rumusan rencana. g. j. f. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. h. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). terdiri dari: a. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. i. serta kartu PNS. 12 . serta administrasi penugasan ke luar negeri. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pembinaan kepegawaian. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. penyusunan rencana formasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pola dan pengembangan karir pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai.f. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyiapan rumusan standar. d. pengadaan. d. e. norma. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengelolaan sistem informasi pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. b. e. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta standardisasi kompetensi jabatan.

penelaahan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. bimbingan teknis. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. pemberhentian dan disiplin. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. dan Kartu PNS Departemen. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penelaahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. terdiri dari: a. penyiapan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. pengelolaan administrasi tugas belajar. kompetensi pegawai. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Subbagian Pengembangan Karir. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. dan penugasan pegawai ke luar negeri. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. pemindahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. j. c. urusan tugas belajar dan izin belajar. i. penyiapan. penyiapan. 13 .

d. dan penarikan kembali pegawai. pelaksanaan disiplin pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. j. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan kepangkatan. i. penelaahan. dan penilaian angka kredit. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pembebasan sementara. pemindahan. pemberhentian. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. kepangkatan. f. perbantuan. pemindahan. Subbagian Mutasi Jabatan. 14 . b. pemberhentian dan disiplin. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. e. pengangkatan kembali. perbantuan. pemberhentian. Askes. h. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. serta Kartu Istri. k. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. c. kepangkatan. dan Bapertarum. b. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemindahan pegawai. penarikan kembali. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pelaksanaan. dipekerjakan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. cuti. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Kartu Suami. Taspen. terdiri dari: a. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. dan penilaian prestasi pegawai. serta kesejahteraan pegawai. penyiapan standar. g. ujian dinas dan Ujian KPPI. kriteria mutasi pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. dipekerjakan. norma. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pemindahan.

pelaksanaan. Bapertarum pegawai Departemen. pelayanan kesehatan. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penelaahan. Kartu Suami. g. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pemberhentian. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Taspen. pelaksanaan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. c. kepangkatan. penyusunan laporan kekuatan pegawai. b. d. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. penghargaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penelaahan. penggajian. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. penghargaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. dan daftar riwayat hidup pegawai. Kartu Istri. disiplin. pengadaan pegawai. i. dan administrasi lembaga tripartit. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pemberhentian dan pemensiunan. 15 . serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan. jabatan. penilaian angka kredit. h. Askes. pendidikan dan pelatihan pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbagian Pengolahan Data Pegawai. d. serta pedoman penyempurnaan organisasi. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. pemindahan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pendidikan dan pelatihan pegawai. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. b. 16 . penelaahan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kriteria pengembangan organisasi. norma. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. pengadaan pegawai. jabatan. klasifikasi dan peta jabatan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi. b. c. c. penelaahan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pelaksanaan. e. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penggajian. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. pelaksanaan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. pelaksanaan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. kepangkatan. pemberhentian. penghargaan.

f. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. standardisasi kompetensi jabatan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. h. Subbagian Kelembagaan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. peta jabatan. c. penelaahan. penelaahan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. perbendaharaan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. b. terdiri dari: a. 17 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. Subbagian Tata Laksana. analisis beban kerja. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. administrasi keuangan. g. pengembangan. pengembangan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pola hubungan kerja. penelaahan. pengembangan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. e. i. c. serta bimbingan teknis perbendaharaan. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Bagian Akuntansi. 18 . serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta pembinaan perbendaharaan. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Perbendaharaan. serta nota keuangan. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. b. Bagian Pendapatan dan Belanja. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. j. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. e. k. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). g. serta Neraca Departemen. Pasal 49 Biro Keuangan. laporan realisasi anggaran. penyelesaian kerugian negara. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. l. f. Bagian Kekayaan Negara. kekayaan negara dan akuntansi. administrasi keuangan. h. b. pembinaan inventarisasi. dan implementasi sistem akuntansi.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. perbendaharaan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. c. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. d. serta pelaksanaan akuntansi. d. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan. f. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyusunan rumusan standar. g. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. evaluasi tarif dan revisi PNBP. j. e. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. c. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. dan urusan tata usaha Biro. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. penelaahan. 19 .Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyiapan. penelaahan. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. i. Subbagian Anggaran Belanja. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. h. penyiapan target. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan. Subbagian Anggaran Pendapatan. d. norma. b. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. terdiri dari: a. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k.

serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. dan pengelolaan SPM. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. serta pembagian iuran sumber daya alam. penelaahan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. 20 . Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. norma. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Geologi.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. g. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. e. pelaksanaan. c. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. terdiri dari: a. pelaksanaan. b. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. b. d. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan standar. c. Batubara dan Panas Bumi.

ganti rugi. 21 . c. f. c. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. d. penelaahan. b. b. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. terdiri dari: a. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. tuntutan perbendaharaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. norma. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. dan bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. e. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. g. b. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. e. penelaahan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 64 Bagian Akuntansi. f. rekonsiliasi. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Inspektorat Jenderal. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI).(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan verifikasi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. c. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. penelaahan. Subbagian Penyiapan Neraca. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. c. b. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Badan Geologi. pelaksanaan. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). 22 . d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. norma. penyiapan rumusan standar.

serta pelaksanaan kehumasan. equitas dana. e.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. dan bantuan hukum. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). f. 23 . (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta program legislasi dan regulasi. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. penelaahan. pengelolaan dokumentasi. bantuan hukum dan kehumasan. konsolidasi. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. pelaksanaan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. c. verifikasi anggaran. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. kewajiban. b. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. pelaksanaan. g. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. Neraca. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. bantuan hukum. h. dan implementasi SAI Departemen. penelaahan. serta kehumasan. dan implementasi SAAT Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). dan bantuan hukum. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penyelesaian kasus hukum. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta hubungan masyarakat Departemen. d. rekonsialiasi.

dan bantuan hukum. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Penelaahan Hukum. Bagian Bantuan Hukum. b. terdiri dari: a. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. d. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. c.i. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. d. j. b. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. c. Bagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. penelaahan. c. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. e. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. 24 . e. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. b. serta program legislasi dan regulasi Departemen. evaluasi peraturan perundang-undangan.

penelaahan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. penyiapan rumusan standar. g. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. f. Batubara dan Panas Bumi. e. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. kriteria kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. c. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan. penelaahan. penyiapan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. h. 25 . Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. d.

e. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan unsur unit penunjangnya. c. f. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. penelaahan. penyiapan. norma. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. b. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penyiapan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. 26 . c. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. terdiri dari: a. d. penyiapan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. b. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. konferensi pers. c.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksaaan. norma. f. d. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. pelaksaaan. pelaksaaan. c. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta monitoring dan analisis berita. 27 . Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. 28 . monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan peliputan. h. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pameran Departemen. i. Subbagian Publikasi. penerbitan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. b. penelaahan. penelaahan.g. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. c. dan urusan tata usaha Biro. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. abstrak peraturan perundang-undangan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. konferensi pers.

Sekretaris Jenderal. i. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. b. e. j. f.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. e. pengelolaan rumah tangga. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. terdiri dari: a. Pasal 87 Biro Umum. tata persuratan dinas dan kearsipan. tugas 29 . pengadaan. c. Bagian Perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. f. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. g. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. b. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. pengelolaan keamanan dan keselamatan. h. Bagian Tata Usaha. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. d. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. perlengkapan dan pengadaan. tata persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. tata usaha dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. c.

c. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. c. b. Medan Merdeka Selatan 18. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. e. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. d. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. b. penyiapan penyelenggaraan rapat. persuratan dinas. terdiri dari: a. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. f. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . pelantikan. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas.

pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. e. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. persuratan dinas. penjadwalan kegiatan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. dan ekspedisi surat dinas. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. c. 31 . f. b. penelaahan. norma. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Departemen. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. c. d.

f. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. d. Staf Ahli. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. M. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.H. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. pelaksanaan kebersihan. Thamrin 1. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 32 . serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. keselamatan. Staf Ahli. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Kepala Biro dan Kepala Pusat. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. e. Jakarta Pusat). Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. keamanan. keselamatan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. c. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. b. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal.

norma. terdiri dari: a. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. b. b.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengadaan. Subbagian Rencana Kebutuhan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan penyiapan. 33 . dan kearsipan Staf Ahli. c. g. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. c. serta pengadaan. pelaksanaan pengadaan. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan kegiatan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. inventarisasi. d. kriteria perlengkapan. e. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.

yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. 34 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. c. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b. 35 . pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pedoman. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. e. kriteria. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. b. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. norma. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan standar. e.

Bagian Rencana dan Laporan. d.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. Bagian Keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. 36 . pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. c. e. Bagian Umum dan Kepegawaian. kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. satuan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. b. c. g. h. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. i. b. terdiri dari: a. e. akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan urusan ketatausahaan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

l. 41 . pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. b. j. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. m. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. rencana dan program. e. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. h. WP & B). c. k.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. g. pelaksanaan. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. f. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). d. perumusan pengaturan. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. i. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. n. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. penelaahan. implementasi Sipeg.

penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. norma. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. f. e. b. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. terdiri dari: a. ketersediaan dan infrastruktur sektor. h. serta data kebutuhan. penyusunan statistik. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. c. evaluasi kebijakan. f. e. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. c. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. d. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. d. serta pencadangan strategis.o. b. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. 42 . g. b. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. p. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi.

Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta penyediaan informasi. penyiapan. penyiapan rumusan. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. dan pelaksanaan sosialisasi. permasalahan iklim usaha.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. 43 . (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. b. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan. g. dan terms of condition KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. terdiri dari: a. pengumpulan data potensi. e. f. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi.

retribusi. norma. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. c. penelaahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. j. penyiapan rumusan standar. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta bagi hasil daerah. serta biaya operasi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pajak. penyiapan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. tugas serta induk. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. tugas serta induk. b. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. d. e. f. g. pemeriksaan dan pengujian. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. 44 . evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. i. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pencatatan. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. h. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penelaahan. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. pelaksanaan. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. d. c.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. 45 . serta pemberdayaan produksi dalam negeri. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. retribusi. pelaksanaan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. b. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. tenaga kerja asing. e. tenaga kerja asing. g. norma. f. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. b. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. PNBP dan tarif iuran. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. harga minyak mentah Indonesia. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lifting dan target penerimaan. pajak.

penyiapan. k. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. rencana penggunaan tenaga kerja asing. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. rencana impor barang operasi. penggunaan barang operasi. j. b. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing.h. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. i. pelaksanaan. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan tenaga kerja asing. pemberdayaan produksi dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. terdiri dari: a. fasilitasi lembaga tripartit. 46 . dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi.

Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. 47 . penyiapan. pelaksanaan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penelaahan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. g. Seksi Multilateral dan Regional. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. c. b. d.c. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. e. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153.

pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. h. g. f. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. k. pelaksanaan pengumuman WK. e.d. Subdirektorat Wilayah Kerja. d. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. h. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. d. f. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. e. j. 48 . Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. l. i. kriteria pengelolaan WK. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). g. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. norma. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. c. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. terdiri dari: a. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. pengelolaan WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. e. c. Kelompok Jabatan Fungsional.

d. kriteria usaha eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. penilaian. penelaahan. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. 49 . Seksi Penawaran Wilayah Kerja. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. b. norma. e. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. c. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. f. b.

50 . penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. d. c. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. f. penyiapan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. g. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b. b. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. i. kriteria. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. j. norma. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. e.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. penelaahan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. g. d. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. b. c. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penelaahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. norma. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 51 . tumpang tindih lahan. penyiapan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. b. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. f.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas.

penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. b. i. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. g. pelaksanaan pembinaan teknis. penelaahan. b. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 . d. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. norma. c. penelaahan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. e. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a.

pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. g. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Light Petroleoum Gas (LPG). (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. bahan bakar gas. 53 . pelaksanaan. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penyiapan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. c.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan Penugasan. perumusan jenis bahan bakar minyak. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. bahan bakar lain. penelaahan. h. e. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Light Natural Gas (LNG). Penyediaan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. d. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. i. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar.

Kelompok Jabatan Fungsional. norma. penyiapan perizinan usaha pengolahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. bahan bakar lain. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. g. 54 . h. i. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. terdiri dari: a. b. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pengelolaan data. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. d. f. e. bahan bakar gas. e. k. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. LNG. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.j. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. f. l. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. LPG. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. d. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. c. pengelolaan data. j. c.

Seksi Pengolahan Gas Bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. b. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penelaahan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. 55 . Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. e. norma. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan standar. h. penyiapan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. c. g. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penelaahan. f. d. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183.

bahan bakar gas dan LPG. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. norma. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penyiapan rumusan formulasi harga. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. kriteria harga bahan bakar. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. 56 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. b. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penyiapan rumusan standar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. terdiri dari: a. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. penyiapan. penelaahan. b. penelaahan. c.i. d. e. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. h. penelaahan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. penyiapan rumusan standar. g. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan data. penyiapan. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga.f. 57 . h. f. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. LPG. pelaksanaan. penyiapan. gas bumi. pelaksanaan. LNG. norma. e. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. b. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penelaahan. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. kriteria usaha niaga. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. b. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. g. i. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. c. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perizinan usaha niaga. d.

pelumas. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. b. c. terdiri dari: a. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. terdiri dari: a. penyiapan norma. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. LPG. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Niaga Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penyiapan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. kriteria usaha non bahan bakar. Seksi Proses Non Bahan Bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. e.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. b. biodiesel. penelaahan. tugas 58 . petrokimia. penelaahan. Seksi Niaga Minyak Bumi. LNG.

perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. e. profesi personil. penyiapan. petrokimia. d. produk. dan non bahan bakar lainnya. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. serta penggunaan tenaga teknik. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. usaha penunjang. h. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. petrokimia. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. 59 . dan non bahan bakar lainnya. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. biodiesel. lindungan lingkungan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. lindungan lingkungan. c. penelaahan. biodiesel. g. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. kelaikan teknis. keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. 60 . penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib.i. f. c. terdiri dari: a. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. j. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. d. h. b. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. c. d. e. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . e.

dan kalibrasi alat ukur. c. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. keselamatan operasi. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. 61 . penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. b. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. e. instalasi. dan penggunaan tenaga teknik. instrumentasi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. f. K3. penelaahan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. instrumentasi. penyiapan rumusan standar. keselamatan operasi. penelaahan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penelaahan. penyiapan. dan penggunaan tenaga teknik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. d. penyiapan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengangkutan. K3. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. 62 . instalasi. pelaksanaan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). pengangkutan. pengangkutan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Penyimpanan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyiapan. Penyimpanan. Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. c. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. serta penjaminan pasca operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. g. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. terdiri dari: a. 63 .f. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. c. b. g. e. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.d. 64 . norma. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pengangkutan. terdiri dari: a. pelaksanaan.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penelaahan. b. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. g.d. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. 65 . (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan. produk. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. profesi personil. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. 67 . norma. c. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. kriteria. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. penyusunan standar. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225.

d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. b. f. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. b. kearsipan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. c. i. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. satuan kerja. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. c. terdiri dari: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. g. 68 . Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan.

Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. terdiri dari: a. 69 . Bagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. e. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. rapat koordinasi. d. d. Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. jaringan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan sistem. pelaksanaan. akuntabilitas kinerja. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. pelaporan. jaringan dan situs informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. c. c.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. g. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Pengelolaan Informasi. f. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaporan. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Bagian Keuangan. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. situs. Subbagian Laporan. akuntabilitas kinerja. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231.

Subbagian Perbendaharaan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan. pelaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. satuan kerja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. f. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. Pasal 237 Bagian Keuangan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. e. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. d. 70 . c. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Kekayaan Negara. c. b.

e. d. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. 71 . Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pertimbangan hukum. pelaksanaan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta kehumasan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. penyiapan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. b.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Pertimbangan Hukum. b. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. laporan pertanggungjawaban keuangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. f. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pelayanan konsultasi hukum. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan informasi. penelaahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penelaahan. penelaahan.

terdiri dari: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. d. pengadaan pegawai. dan kearsipan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. mutasi. b. pengurusan formasi. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pemberhentian. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga. c. e. pertamanan dan perparkiran. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. kebersihan. Subbagian Kepegawaian. f. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. ekspedisi persuratan dinas. dan Implementasi Sipeg. pelaksanaan urusan kesekretariatan. b. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. keamanan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. telepon. 72 . c. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal.

Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. e. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. h. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. 73 . dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. d. implementasi Sipeg. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pelaksanaan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. rencana dan program. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. persuratan dinas dan kearsipan. g. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. b. evaluasi kebijakan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. penelaahan. rencana dan program. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. rencana pengadaan.

menengah dan tahunan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. b. c. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. 74 . penyiapan rumusan rencana jangka panjang. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. e. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. b. c. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rumusan. b. f. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. g. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. d. e. serta rencana strategis dan RUKN.

penelaahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. pelaksanaan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. penyiapan. penelaahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penyiapan. 75 . b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penelaahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. c. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik.

serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. c.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. f. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. norma. penelaahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. pelaksanaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. 76 . pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penelaahan. penyiapan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. e. penyiapan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial.

Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. c. penyusunan dokumen perjanjian. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penelaahan. d. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. asosiasi dan lembaga lainnya. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. 77 . (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. b. multilateral dan regional.

78 . serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pelaksanaan pengelolaan data. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. d. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. b. penelaahan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. e. statistik dan pemetaan tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. c. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pengolahan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. b. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan.

pembinaan. d. e. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perlindungan konsumen. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. 79 . b. c. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. h. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. b. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. b. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. d. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. i. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. g. e.

c. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. tugas 80 . serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. c. penyiapan. d. evaluasi pelaksanaan pengaturan. pelaksanaan.

Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. b. pemberian sanksi. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. c. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penyiapan. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. b. Seksi Pengawasan Izin Usaha.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. norma. terdiri dari: a. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. pelaksanaan. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. f. b. 81 . Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. kriteria harga jual tenaga listrik.

pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. b. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan. c. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. f.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 82 . penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. norma. penyiapan rumusan standar. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. b. d. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. terdiri dari: a. pelaksanaan. e. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria hubungan komersial.

(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. d. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. kriteria perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. penelaahan. norma. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. b. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. c. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. mempunyai tugas 83 . serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penyiapan.

profesi personil. lindungan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. b. e. c. f. kelaikan teknis. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. kelaikan teknis. f. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. produk. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pembinaan teknis. h. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. i. 84 . keselamatan dan K3. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. c. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. d. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. d. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. b. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. e. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. terdiri dari: a.

Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. 85 . d. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. e. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. b. serta Rancangan SNI. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penelaahan. c. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. f. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan.

Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. f. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. c. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. penelaahan. d. kalibrasi alat ukur. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. 86 . (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. b. penyiapan. instrumentasi. terdiri dari: a. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. kelaikan peralatan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. g. penelaahan. penyiapan rumusan standar. b. pelaksanaan. penyiapan. dan K3. pelaksanaan. keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik.

b. penelaahan. g. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. f. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. d. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. e. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. b. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. c.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penelaahan. 87 . pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan.

Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. c. penyiapan. 88 . Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. d. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. pelaksanaan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penelaahan. e.

serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. c. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. e. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. f. profesi personil. dan kriteria usaha penunjang. g. produk. penelaahan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. b. terdiri dari: a. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. norma. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. 89 . penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan.

pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. d. program dan pengaturan pemanfaatan energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. e. Subdirektorat Konservasi Energi. g. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Energi Perdesaan. c. 90 . pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. d. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan pedoman dan prosedur kerja. energi perdesaan dan konservasi energi. c. penyiapan rumusan standar. b. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. kriteria pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. f. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. b. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. f. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. energi alternatif. e. c. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. penyiapan rumusan kebijakan. norma.

penyiapan rumusan standar. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. d. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. penyiapan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Seksi Program Pemanfaatan Energi. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan.d. 91 . e. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. penelahaan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. rencana dan program pengembangan usaha. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. norma. penelahaan. e. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

e. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. Seksi Program Konservasi Energi. rencana dan program. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penelahaan. serta evaluasi atas program konservasi energi. d. b. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penyiapan rumusan kebijakan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. terdiri dari: a. penyiapan. penelahaan. penyiapan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. c. penelahaan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 92 . (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. penyiapan. pelaksanaan. b. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.

pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pemberdayaan masyarakat. Seksi Program Energi Perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. e. serta pedoman pengembangan. penyiapan rumusan kebijakan. b. terdiri dari: a. penelahaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. c. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. d. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. 93 . Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. rencana dan program. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. b. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan..Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan.

Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. penyiapan. penelahaan. 94 . Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. b. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

dan prosedur di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. b. Direktorat Jenderal Mineral. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. kriteria. batubara dan panas bumi. dan panas bumi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. batubara dan panas bumi. c. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. 96 . Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. batubara. Batubara. norma. batubara dan panas bumi.

Batubara dan Panas Bumi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e. c. c. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. b. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. 97 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. kearsipan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. h. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi. i. dan rumah tangga. satuan kerja. g. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. f. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.

dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. pelaporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. e. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. g. f. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Bagian Umum dan Kepegawaian. b. Kelompok Jabatan Fungsional. d. b. ketatalaksanaan. Subbagian Laporan. akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. d. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. 98 . Bagian Keuangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. rapat koordinasi. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.

penyiapan. penelaahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. e. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. c. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. b. d. PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 99 . b. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. situs. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. serta pengurusan revisi anggaran. satuan kerja. jaringan.

serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pertimbangan hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. dan Neraca Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta kehumasan. 100 . dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. pelaksanaan informasi. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. b. b. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. d. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. f. penyelesaian kerugian negara. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan.

pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. e. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. perlengkapan dan rumah tangga. pengadaan pegawai. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. c. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 101 . Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pelaksanaan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan kearsipan. d. perlengkapan dan rumah tangga. pengurusan formasi. penelaahan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. batubara. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. mutasi. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pertamanan dan perparkiran. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. keamanan. pemberhentian. kebersihan. f. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. panas bumi dan air tanah. dan Implementasi Sipeg. serta urusan keprotokolan dan upacara. g. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. ekspedisi persuratan dinas. program legislasi dan regulasi bidang mineral. penyiapan. telepon. b. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

dan produksi. 102 . panas bumi dan air tanah. Subbagian Tata Usaha. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. c. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. wilayah kerja. persuratan dinas dan kearsipan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. c. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. d. neraca sumber daya wilayah kerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. cadangan atau potensi. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. rencana pengadaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. implementasi Sipeg. perumusan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta penetapan wilayah kerja. dan produksi. terdiri dari: a. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. penelaahan. investasi dan pendanaan. Subbagian Kepegawaian. rencana dan program di bidang mineral. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. batubara. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan.

panas bumi dan air tanah. batubara. panas bumi dan air tanah. f. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral.e. i. Batubara dan Panas Bumi. j. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan data. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. batubara. h. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. b. b. Batubara dan Panas Bumi. e. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. batubara. serta pemantauan perencanaan program di daerah. eksplorasi dan operasi produksi. rencana dan program di bidang mineral. c. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. pencatatan dan perhitungan PNBP. serta perhitungan bagi hasil. Batubara. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. 103 . Batubara dan Panas Bumi. c. evaluasi kebijakan. d. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. lembaga sertifikasi dan asosiasi. d. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral.

penyiapan. 104 . penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. b. asosiasi dan lembaga sertifikasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Seksi Program Mineral dan Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Batubara dan Panas Bumi. batubara. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. serta kerja sama di bidang mineral. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. f. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. serta pemantauan pelaksanaan investasi. h. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. panas bumi dan pengelolaan air tanah. penelaahan. e. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. d. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah.

Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Kerja Sama Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. 105 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. b. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. b. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. c. penelaahan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. f. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. d. penyiapan. 106 .e. penelaahan. norma. b. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. serta penyusunan statistik pengusahaan. batubara. penyiapan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. kriteria pencadangan wilayah kerja. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379.

neraca sumber daya. batubara dan panas bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penetapan wilayah kerja. Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. statistik. Seksi Informasi Mineral. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. g. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral.e. 107 . cadangan dan wilayah kerja. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. penelaahan. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara. h. b. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan potensi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. (2) Seksi Informasi Mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. batubara. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. batubara. pencadangan dan potensi di bidang mineral. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya.

e. pemeriksaan dan pengujian PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 108 . batubara dan panas bumi. penyiapan. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. c. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. b. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta bagi hasil daerah. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. penelaahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Seksi Penerimaan Negara Batubara. pelaksanaan pencatatan. penyiapan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. 113 . penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. e. d.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. pelaksanaan. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. b. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. c. f. Seksi Bimbingan Usaha Batubara.

perumusan pengaturan. Seksi Hubungan Komersial Batubara. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. Seksi Hubungan Komersial Mineral. i. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pelaksanaan. d. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 114 . e. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. c. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. b. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. b. f. g. h. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara.

dan perubahan batas wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi.j. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. serta pengelolaan air tanah. c. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. norma. b. c. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. d. e. g. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. g. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. f. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subbagian Tata Usaha. d. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. 115 . k. e. b. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. l. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah.

penelaahan. serta pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. b. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. d. 116 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. pelaksanaan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. c. i. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. e. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417.h. pelaksanaan fasilitasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengendalian air tanah. serta pengendalian air tanah. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. g. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. terdiri dari: a. 117 . b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. f. c. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. d. pelaksanaan. b. pelaksanaan.

penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. b. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. pelaksanaan. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. d. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. c. e. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. terdiri dari: a. 118 . Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. i. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penelaahan.h.

evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. f. e. d. h. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. 119 . pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. b. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. c.g.

pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. batubara dan panas bumi. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. penelaahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. b. b. serta ketatausahaan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. c.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. serta air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 120 . pelaksanaan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Konservasi Air Tanah.

j. Subdirektorat Standardisasi Mineral. e. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi. c. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. lindungan lingkungan. serta penggunaan tenaga teknik. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. i. batubara dan panas bumi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. f. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. 121 . b.d. dan panas bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. profesi personil. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. f. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. produk. Batubara dan Panas Bumi. g. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. b. K3. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. dan panas bumi. penyiapan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penelaahan. Batubara. terdiri dari: a. d. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b.c. pemurnian. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. 122 . norma. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Seksi Standardisasi Mineral. dan Panas Bumi. profesi personil. batubara. penyiapan. produk. jenis dan mutu produk. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. e.

batas wilayah kerja. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. terdiri dari: a. batubara dan panas bumi. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. d. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penelaahan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. dan konservasi mineral. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. 123 . c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penelaahan. penyiapan. f. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara.b. b. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi.

Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. pelaksanaan. f. 124 . pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan.c. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. pelaksanaan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. g. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. d. penelaahan. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. terdiri dari: a. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. i. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. dan panas bumi.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pengangkutan. penimbunan. e. dan Panas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. batubara. b. penelaahan. kalibrasi alat ukur. g. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. f. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Batubara. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. d. Batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. b. c. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan standar. penyimpanan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. keamanan instalasi. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. 125 . evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan panas bumi. Seksi Keselamatan Batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. pelaksanaan.

serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. b. panas bumi dan air tanah. e. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Batubara. 126 . b. Seksi Usaha Penunjang Batubara. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. penelaahan. terdiri dari: a. norma. d. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. f. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi. batubara.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. dan kriteria usaha penunjang.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 127 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b. Inspektorat III. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. terdiri dari: a. 128 . Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. e. Inspektorat IV. d. Inspektorat I. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Inspektorat II. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. keuangan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. d. penyusunan laporan hasil pengawasan.

perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. terdiri dari: a. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. perlengkapan. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. e. Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. 129 . f. pengelolaan urusan tata usaha. j. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. d. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. b. keprotokolan dan rumah tangga. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. k. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. keamanan. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. g. Bagian Umum dan Keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Bagian Rencana dan Laporan. i. kearsipan. b. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan.

pelaporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b. ketatalaksanaan. penyajian informasi. dan rencana kerja. akuntabilitas kinerja. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. situs. g. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. j. akuntabilitas kinerja. e. satuan kerja. penelaahan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. i. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. jaringan dan situs informasi. 130 . h. program kerja. c. Subbagian Penyiapan Laporan. pelaksanaan. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. jaringan. Subbagian Penyiapan Rencana. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. d. penyiapan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. rapat koordinasi. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi.

dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Direktorat Jenderal Mineral. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. b. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. penelaahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pelaksanaan analisis. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. c. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pengolahan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. analisis hasil pengawasan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. pelaksanaan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. e. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Inspektorat Jenderal. 131 . Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. d. Badan Geologi. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan.

dokumentasi dan tata naskah. penyiapan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. dokumentasi hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Subbagian Hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. b.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dokumentasi hukum. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. bantuan hukum. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Kepegawaian. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. masyarakat dan yustisia. c. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. dan implementasi Sipeg. 132 . Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. serta pemberian pertimbangan hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. e. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penyuluhan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. penyiapan koordinasi urusan hukum. d. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. terdiri dari: a. perpustakaan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan. serta pemberian pertimbangan hukum. penelaahan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.

perlengkapan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. e. h. perbendaharaan. serta pengurusan administrasi keuangan. k. g. j. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 133 . Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah. perlengkapan. keprotokolan dan kehumasan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. b. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. c. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. persuratan dinas. rumah tangga dan kehumasan. i. b. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. pengurusan penganggaran. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. f. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. d. rumah tangga dan kehumasan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. dan kearsipan. serta pengurusan administrasi keuangan. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan keamanan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. kebersihan. pelayanan kesekretariatan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha.

kearsipan. keprotokolan dan kehumasan. pelaksanaan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. e. serta evaluasi atas urusan keamanan. kebersihan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). d. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan laporan hasil pengawasan. 134 .Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perencanaan kebutuhan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). b. c. penelaahan. penelaahan. dan administrasi keuangan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan pengadaan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pemeriksaan. persuratan dinas.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 139 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.

f. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Sekretariat Badan Geologi. 140 . (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. c. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. dan geologi lingkungan. c. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. Pusat Survei Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. pelayanan survei geologi. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. e. h. b. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. d. b. g.

Bagian Kepegawaian. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. akuntabilitas kinerja. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. c. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Keuangan. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. Bagian Umum. e. b. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. g. e. dan rumah tangga. kearsipan. 141 . h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pelaporan. j. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. terdiri dari: a. informasi hukum. ketatalaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. i.

penyiapan. situs. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaporan. pengelolaan sistem. pelaksanaan. penelaahan. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. satuan kerja. penelaahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. 142 . serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengembangan organisasi Badan. b. penelaahan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. akuntabilitas kinerja. penyajian informasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. Subbagian Laporan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. jaringan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan. f.

Subbagian Administrasi Kepegawaian.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyiapan. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi atas mutasi. e. c. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta implementasi Sipeg Badan. b. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pelaksanaan. 143 . b. c. pengurusan perencanaan. pengembangan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pengangkatan. kepangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian. penggajian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. d. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penelaahan. kepangkatan. serta evaluasi atas perencanaan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengadaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta implementasi Sipeg. penggajian. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kesejahteraan. pemberhentian. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. pengembangan.

c. penelaahan. f. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 517 Bagian Keuangan. kearsipan. Subbagian Akuntansi. dan rumah tangga. 144 . pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. d. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Subbagian Kekayaan Negara. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Neraca. Subbagian Perbendaharaan. b. perlengkapan. dan revisi anggaran Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. c. kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. bantuan hukum.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. distribusi penggunaan. dan pemeliharaan barang inventaris. kebersihan dan keamanan Badan. e. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. informasi dan dokumentasi hukum. serta keprotokolan dan upacara Badan. d. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyiapan. b. dan rumah tangga. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. c. perlengkapan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaaan bantuan hukum. kearsipan. pelayanan kesekretariatan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Hukum. Pasal 521 Bagian Umum. perpustakaan. pengadaan. dan kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan perlengkapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. terdiri dari: a. f. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Tata Usaha. b. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. kehumasan. 145 . rencana kebutuhan dan pengadaan.

dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. Bidang Sarana Teknik. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Informasi. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. mineral. d. e. batubara. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. g. rekayasa teknologi. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemetaan tematik potensi. perumusan rencana dan program. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. penyusunan neraca sumber daya geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. serta rancang bangun dan pemodelan. h. dan panas bumi. b. keuangan. j. gambut. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian. i. bitumen padat. b. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. administrasi keuangan. penyelidikan. dan kepegawaian Pusat. penyelidikan. f.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. d. e. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Bagian Tata Usaha. 146 . Bidang Program dan Kerja Sama.

pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. d. pengangkatan. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keamanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. serta akuntansi. c. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. 147 . pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pengembangan. pengurusan perencanaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b.

Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. f. b. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta rencana strategis berbasis kinerja. 148 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. e. terdiri dari: a. Subbidang Laboratorium. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. d. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. c. Subbidang Sarana Penyelidikan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.d. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan.

terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. penyiapan. penelaahan. 149 . Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi dan publikasi. Pasal 540 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelakanaan pengelolaan sistem. penganggaran. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Program. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. b.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. d. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. b. jaringan dan situs informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Kerja Sama.

d. i. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. sistem. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. dan gerakan tanah. pelaksanaan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. j. operasi perangkat lunak. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan rekayasa teknologi. serta pos pengamatan gunung api. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemodelan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. sosialisasi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. tsunami. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. dokumentasi. 150 . pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. pengelolaan ketatausahaan. gempa bumi. b. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. gempa bumi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. rumah tangga. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. g. dan kepegawaian Pusat. dan gerakan tanah h. f. penelaahan. penelaahan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. serta sesar aktif. serta rancang bangun. e. administrasi keuangan. penyelidikan. tsunami. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat.

serta perpustakaan. pengembangan. l. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. kearsipan. d. pelaksanaan pengelolaan sarana. penyelidikan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. e. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pemelaahan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 151 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. keuangan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. pengurusan perencanaan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. terdiri dari: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian.k. b. d. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. evaluasi pelaksanaan penelitian. b. b. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pengurusan.

penelaahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pemelaahan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. administrasi keuangan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. 152 . geokimia dan deformasi. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pengurusan. penelaahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. serta penetapan status dan peringatan dini. b. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. penetapan status. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. c. pelaksanaan penyelidikan geofisika. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. b. terdiri dari: a. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. 153 . Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. c. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. d. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. b. pelaksanaan.

terdiri dari: a. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. 154 . d. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. b. penyiapan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. f. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyelidikan. penelaahan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. Kelompok Jabatan Fungsional. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. h. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. terdiri dari: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pengurusan perencanaan. c. Bidang Informasi. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Bidang Program dan Kerja Sama. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rekayasa teknologi. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. f. geologi teknik dan air tanah. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. e. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. 155 . b. geologi teknik dan air tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. b. rumah tangga. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. i. Bagian Tata Usaha. penyelidikan. pengelolaan ketatausahaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. k. j. Bidang Sarana Teknik. pengembangan. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. dan pengelolaan tata ruang. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. g. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan.

e. b. f. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan sarana dan prasarana kerja. 156 . Pasal 566 Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.c. c. b. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. d. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan.

terdiri dari: a. 157 . pelaksanaan. b. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. b. d. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. e.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Laboratorium. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. pelaksanaan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Kerja Sama. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penganggaran. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 578 Bidang Informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan. d. serta pengelolaan perpustakaan. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pemutakhiran basis data. 158 . Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. penelaahan. dokumentasi dan publikasi. terdiri dari: a. b. b.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelakanaan pengelolaan sistem. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. c.

d. h. rumah tangga. geokimia. 159 . dan kepegawaian Pusat. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian. penelitian dan penyelidikan geologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. e. pengelolaan ketatausahaan. pemetaan geologi. inventarisasi hasil survei. geomorfologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rekayasa teknologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penelaahan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. penelaahan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. i. pelaksanaan. dokumentasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelayanan jasa survei. l. geofisika. c. sistem. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. tektonik. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. pemetaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. g. pemetaan dan penelitian geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. j. perpustakaan. operasi perangkat lunak. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. sosialisasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. m.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. k.

penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. c. Bagian Tata Usaha. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Teknik. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bidang Program dan Kerja Sama. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 160 . serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengangkatan. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keamanan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. d. keuangan. keuangan. d. serta akuntansi. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengembangan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pengurusan perencanaan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. kebersihan. Bidang Informasi. serta dokumentasi tata naskah pegawai.

Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pelaksanaan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 161 . Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Subbidang Laboratorium. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. f. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. b. c. e. pelaksanaan.

terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kerja Sama. 162 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. c.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Subbidang Program. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penganggaran. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pengelolaan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan.

pelaksanaan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pemutakhiran basis data. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pelaksanaan sosialisasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. sosialisasi. b. operasi perangkat lunak. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. c. d. sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta pengelolaan perpustakaan. pelakanaan pengelolaan sistem. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 163 . penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. perpustakaan.

Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. Teknisi Litkayasa. 164 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Penyelidik Bumi.

c. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. 165 . pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. panas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. e. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. mineral batubara. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. g. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. d. f. perumusan kebijakan penyelenggaraan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perencanaan kerja. f. h.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. b. terdiri dari: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. d. informasi hukum. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. b. kearsipan. 166 . perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. c. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. g. serta pelaksanaan bantuan hukum. dan rumah tangga. d. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. e. c.

b. f. e. c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. jaringan dan situs informasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. terdiri dari: a. d. Subbagian Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja.i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. pelaporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Kepegawaian. g. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. j. Bagian Umum. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. 167 . Bagian Keuangan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. akuntabilitas kinerja. c. b. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. e. c. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.

penggajian. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta penyempurnaan organisasi Badan. dan analisis jabatan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pemberhentian. jaringan. penelaahan. serta implementasi Sipeg. c. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. terdiri dari: a. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. b. pengadaan. satuan kerja. situs. c. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kepangkatan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. kesejahteraan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. pengurusan perencanaan. penelaahan. 168 . penyajian informasi. Subbagian Pengembangan Pegawai.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pengembangan.

penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. pengangkatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengembangan. penyiapan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. e. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 618 Bagian Keuangan. b. c. Subbagian Akuntansi. kesejahteraan. 169 . b. serta evaluasi atas perencanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. c. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. kepangkatan pemberhentian. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas mutasi. PBI Badan. penyiapan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penggajian. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. d. f. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perhitungan pelaksanaan anggaran.

(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. c. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. pengadaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. distribusi penggunaan. kearsipan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. Subbagian Tata Usaha. dan rumah tangga. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. e. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. kehumasan. dan revisi anggaran Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyelesaian kerugian negara. informasi dan dokumentasi hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Pasal 622 Bagian Umum. Subbagian Hukum. penelaahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. persuratan dinas. penelaahan. pelaksanaan. dan kearsipan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. Neraca. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. kearsipan. penelaahan. pelaksanaan. perlengkapan. 170 . pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. b. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta pengurusan perlengkapan. d. dan pemeliharaan barang inventaris. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. terdiri dari: a. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan rumah tangga. perlengkapan dan rumah tangga Badan.

Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. e. kesekretariatan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. rencana kebutuhan dan pengadaan. penyiapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. d. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. f. kebersihan dan keamanan Badan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. 171 . c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. bantuan hukum. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. persuratan dinas dan kearsipan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penelaahan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. e. c. pengangkatan. terdiri dari: a. keuangan.h. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. rumah tangga. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. dan kepegawaian Pusat. b. d. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan. i. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keuangan. persuratan dinas dan kearsipan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. 172 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional. kebersihan. Bidang Afiliasi. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Program. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. serta dokumentasi tata naskah pegawai.

Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan kebersihan Pusat. keamanan. penyiapan. terdiri dari: a. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. 173 . Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. pemeliharaan sarana kerja. b. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengadaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana.

pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. 174 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 637 Bidang Program. penyiapan. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. terdiri dari: a. b. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta analisis. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.

serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 175 . Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Pasal 641 Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. d. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. jaringan. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penyiapan. penelaahan. e. c. b.

f. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. g. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. 176 . serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. jaringan. penelaahan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. i. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pengelolaan ketatausahaan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. e. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. d. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. c. rumah tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan kepegawaian Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. administrasi keuangan. situs dan penyebarluasan informasi.

pengangkatan. perbendaharaan dan akuntansi. e. serta pengadaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan sarana kerja. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. d.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". dan kebersihan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keamanan. Bagian Tata Usaha. b. e. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pengurusan perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Afiliasi. c. Bidang Program. 177 . keuangan. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. pengembangan. kebersihan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

penyiapan. penelaahan. e. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. 178 . sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Subbidang Pengembangan Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d. penyediaan bahan baku. penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.

penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 656 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654.

180 . Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. terdiri dari: a. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. situs dan penyebarluasan informasi. b. b. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelayanan jasa teknologi. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. jaringan. pelaksanaan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.

pengelolaan ketatausahaan. 181 . h. Bidang Afiliasi. b. Bidang Program. d. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. terdiri dari: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Fungsional. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. g. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. e. c. i. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. f. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. rumah tangga. c. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 182 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. keamanan. serta pengadaan. keuangan. d. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. dan kebersihan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengangkatan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. c. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. b. serta pelaksanaan keamanan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. e.

b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. b. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. terdiri dari: a. 183 . penyiapan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. d.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengoperasian Sarana.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 675 Bidang Program. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. 184 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penelaahan. evaluasi. c. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. terdiri dari: a. serta analisis.

terdiri dari: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. 185 .Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. d. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. b. jaringan. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.

keuangan. Bidang Afiliasi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Bagian Tata Usaha. geokimia. administrasi keuangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rumah tangga. c. i. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan geofisika kelautan. h. terdiri dari: a. g. dan kepegawaian Pusat. d. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. d. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. f. Kelompok Fungsional. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Program. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan ketatausahaan. 186 .

kebersihan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. keamanan. serta pengadaan. 187 . dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. b. perencanaan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. pengangkatan. terdiri dari: a. keuangan. pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. pemeliharaan sarana kerja. serta pelaksanaan keamanan.

penyediaan bahan baku. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 188 . pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. d. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pengelolaan. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.c. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan operasi penggunaan. e. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. terdiri dari: a. pengelolaan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku.

serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. b. 189 . penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. d. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. serta analisis. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. evaluasi.c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Penyiapan Rencana. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 694 Bidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan.d. pelayanan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 698 Bidang Afiliasi. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. 190 . (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. e. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. jaringan. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. penelaahan. jaringan. penelaahan.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 191 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Teknisi Litkayasa. Perekayasa.

e. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. 192 . perumusan kebijakan penyelenggaraan. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. h. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. g. f. mineral. c. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. batubara.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. geologi.

h. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. d. e. g. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. satuan kerja. pembinaan kerja sama. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. i. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. 193 . b. b. d. c. f. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi.

l. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Bagian Keuangan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Bagian Umum. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. b. f. pelaporan. d. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. Pasal 708 Sekretariat Badan. g. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. h. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. pelaporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. ketatalaksanaan. penganggaran. k. Bagian Rencana dan Laporan. c. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.j. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. terdiri dari: a. kearsipan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. 194 . e. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. ketatalaksanaan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Kepegawaian. d. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan jaringan dan situs informasi. dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

penelaahan. pengurusan perencanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Subbagian Kerja Sama. pemberhentian. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta evaluasi atas laporan berkala. c. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. pelaksanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. kesejahteraan. c. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. serta pengembangan organisasi Badan. serta implementasi Sipeg. penggajian.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. dan analisis jabatan. terdiri dari: a. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengembangan. 195 . penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. dan sistem. pengadaan. b. perencanaan kerja. prosedur kerja. e. jaringan dan situs informasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. b. penganggaran. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

d. penyiapan. penelaahan. c. pelayanan jasa. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. b. produk kilang. terdiri dari: a. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. 200 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. Subbidang Kilang. Subbidang Utilitas. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja..Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan. kontrol kualitas.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. pelayanan jasa. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. d. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. c. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Bengkel. pengembangan dan pemanfaatan. penyediaan dan pemanfaatan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 201 . Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. b. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. f. b. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan kepustakaan. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. 202 . melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. serta kepustakaan. pelaksanaan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. e. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. standar. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. kerja sama. pedoman. norma. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penelaahan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. d. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. norma. g. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penelaahan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. d. c. h. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. d. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. prosedur. i. perlengkapan. kearsipan. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. e. 203 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria pendidikan dan pelatihan. e. terdiri dari: a. Bidang Sarana Teknis. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bagian Tata Usaha.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. pemberian pelayanan jasa. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. f. norma.

b. kehumasan dan keprotokolan. terdiri dari: a. d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. c. ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kearsipan. kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. e. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. 204 . Pasal 749 Bagian Tata Usaha. serta hukum. akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. organisasi. perbendaharaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah.

205 . serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. d. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara.c. c. pedoman. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. rencana pengembangan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemeliharaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. norma. penggunaan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. dan prosedur.d. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. 206 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pelaksanaan. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. b. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan sistem. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. e. norma. f. b. pedoman. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. c.

penelaahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan standar. kriteria dan prosedur. pemberian pelayanan jasa. norma. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pelaksanaan. b. penyiapan penyelenggaraan. c. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. b. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. e. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. terdiri dari: a. penelaahan. pedoman. f. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. 207 . (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan standar. d. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. prosedur. penyiapan penyelenggaraan.

pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. c. terdiri dari: a. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. kehumasan dan keprotokolan. 208 . Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. c. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. h. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. akuntansi. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.g. perbendaharaan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. Bidang Pelatihan dan Sarana. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. d. Kelompok Jabatan Fungsional.

norma. dan sistem. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 209 . penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Perencanaan. b. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penelaahan. akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. jaringan dan situs informasi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan. kerja sama. c.

penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pedoman. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. norma. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Subbidang Pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. Subbidang Sarana dan Prasarana. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. e. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. 210 . c. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi. d.

211 .(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. pedoman. d. Bagian Tata Usaha. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. h. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. b. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pemberian pelayanan jasa. d. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. f. Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengelolaan ketatausahaan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pelaksanaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. g. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.

hukum. e. d. Subbagian Kepegawaian dan Umum. c. 212 . dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. kehumasan dan keprotokolan. akuntansi. terdiri dari: a. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. organisasi dan ketatalaksanaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. perbendaharaan. kearsipan.

penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma. pedoman. b. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. e. penelaahan. norma dan kriteria. penyiapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. pelaksanaan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. 213 . b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Subbidang Perencanaan. c. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas standar. d. terdiri dari: a. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. kerja sama.

(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Sarana dan Prasarana. c. 214 . pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kerja sama. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. promosi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. terdiri dari: a. penelaahan. d. e. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. Subbidang Pelatihan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. d. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. e. Direktorat Jenderal. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. 216 .BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. b. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan.

217 . pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. i. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. f. b. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. e. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. d. k. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. c. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. h. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. j.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. serta neraca energi dan sumber daya mineral. g. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. d. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. c. pelaporan dan tata persuratan. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Subbagian Tata Usaha Pusat. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. serta kearsipan Bakoren. e. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta kearsipan Pusat. b. dan persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. dukungan operasi kerja. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. d. b. Subbagian Tata Usaha Bakoren. rumah tangga. b. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bidang Kajian Strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. 218 .

standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyiapan norma. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. e. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. g. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 219 . pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. d. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. f. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. c. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. b. k. i. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. h. l. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. j. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen.

c. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 220 .Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. batubara dan panas bumi. pelayanan data dan informasi. penyiapan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penelahaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penyusunan rumusan norma. ketenagalistrikan. e. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penelaahan. penyiapan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. terdiri dari: a. b. d. b. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penelaahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral.

Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. f. d. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. c. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelahaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. bitumen padat. e. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penelahaan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gambut. air tanah dan kegeologian. b. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. 221 .

Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. 222 . serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.

dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. regulasi ekonomi dan keteknikan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. peralatan.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dengan lingkup meliputi personil.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. 223 . dan akuntabilitas kinerja Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dokumentasi. organisasi.a kepada pejabat eselon I. standardisasi teknis. penganggaran. peraturan perundang-undangan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. perencanaan kerja. dan keselamatan umum. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7).

(3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur Jenderal. (4) Kepala Bagian. Inspektur.b. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Pusat.a.BAB XIV ESELON. (5) Kepala Subbagian. Direktur. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.a. 224 .a. (3) Kepala Biro.a. Sekretaris Direktorat Jenderal. Direktur Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.

(3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. X. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.d.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 225 . diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

226 .(4) Perubahan atas rincian tugas. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. fungsi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. c.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. b. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.