MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Biro Kepegawaian dan Organisasi. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Biro Keuangan. c. b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Biro Umum. e. d. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. dan lembaga lain yang terkait. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Kementerian Negara. d. koordinasi kegiatan Departemen. terdiri dari: a. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. 5 . Departemen lain. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b.

k. evaluasi kebijakan pembangunan. g. serta perumusan akuntabilitas kinerja. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. h. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). d. rencana anggaran. rencana pembangunan jangka panjang. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b. Bagian Perencanaan Anggaran. serta kerja sama. b. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. terdiri dari: a. dan rencana anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. f. e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. d.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta rencana strategis. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. menengah dan tahunan. rencana dan program kerja. penyusunan harga satuan. Bagian Kerja Sama. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. l. i. e. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. 6 . serta pengelolaan kerja sama Departemen. c. c. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. Bagian Analisis dan Evaluasi. rencana kerja dan anggaran. sosialisasi kebijakan pembangunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. j. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pembangunan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9.

Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penelaahan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan urusan tata usaha Biro. dan Badan Geologi. Menengah dan Tahunan Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. b. 7 . d. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. standar dan kriteria rencana kerja. b. penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Subbagian Perencanaan Penunjang. e. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Batubara dan Panas Bumi. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan RK-KL. c. penelaahan. c. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan norma. Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral.

pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. b. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penelaahan. dan Badan Geologi. f. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. terdiri dari: a. c.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. norma. c. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan satuan harga pokok. e. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan 8 . serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Penganggaran Penunjang. penyiapan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. kriteria perencanaan anggaran. penelaahan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. d. b. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga).

h. Inspektorat Jenderal. menengah. c. penyiapan rumusan standar. d. penelaahan. tahunan dan rencana strategis. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. rencana pembangunan jangka panjang. c. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. kriteria akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. penyiapan bahan sidang. 9 . rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. RKA-KL. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. g. e. f. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. norma. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.

penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. g. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. dan Badan Geologi. serta kerja sama asosiasi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. penyiapan. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. f. norma. Batubara. kriteria kerja sama. e. h. penelaahan. c. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. 10 . Panas Bumi. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. b. d. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. penempatan dan pengembangan pegawai. b. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan struktural dan fungsional. Subbagian Kerja Sama Bilateral. d. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. c. penelaahan. pemensiunan. dan kesejahteraan pegawai. pengembangan organisasi dan tata laksana. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan penilaian kinerja pegawai. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. c. b. e. terdiri dari: a. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 11 .Pasal 26 Bagian Kerja Sama. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pembinaan mutasi. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. kepangkatan. perencanaan. disiplin. penelaahan. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). pengadaan.

penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. b. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai. g. Bagian Mutasi Pegawai. Pegawai Negeri Sipil (PNS). pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. d. norma. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. 12 . Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyusunan rencana formasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta kartu PNS. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral.f. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. c. e. c. serta standardisasi kompetensi jabatan. evaluasi pembinaan kepegawaian. b. Bagian Data dan Informasi Pegawai. i. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan rencana. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. terdiri dari: a. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. pola dan pengembangan karir pegawai. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan rumusan standar. f. serta administrasi penugasan ke luar negeri. k. pengadaan. g. d. h. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. j.

terdiri dari: a. penyiapan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS.h. dan penugasan pegawai ke luar negeri. pemindahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. b. urusan tugas belajar dan izin belajar. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. 13 . kepangkatan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. Subbagian Pengembangan Karir. dan Kartu PNS Departemen. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. c. penyiapan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pemberhentian dan disiplin. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. j. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. i. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. pengelolaan administrasi tugas belajar. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. kompetensi pegawai. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur.

penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. norma. kepangkatan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan kesejahteraan. Subbagian Mutasi Jabatan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. f. terdiri dari: a. dan penilaian prestasi pegawai. perbantuan. 14 . Kartu Suami. Taspen. pemindahan. g. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pelaksanaan pemindahan pegawai. dan Bapertarum. penelaahan. pemindahan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. dipekerjakan. pemberhentian dan disiplin. serta Kartu Istri. e. pemberhentian. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pelaksanaan disiplin pegawai. penarikan kembali. dan penilaian angka kredit. b. penyiapan standar. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pemberhentian. ujian dinas dan Ujian KPPI. perbantuan. b. Askes. i. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. pelaksanaan. pelaksanaan kepangkatan. d. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. serta kesejahteraan pegawai Departemen. h. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. dan penarikan kembali pegawai. k. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. j. c. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pengangkatan kembali. pembebasan sementara. serta kesejahteraan pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. cuti.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dipekerjakan. kepangkatan. pemindahan. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan.

Kartu Istri. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. kepangkatan. pemberhentian dan pemensiunan. pengadaan pegawai. pemindahan. d. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pemberhentian. e. Bapertarum pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penghargaan. pendidikan dan pelatihan pegawai. jabatan. 15 . Daftar Urut Kepangkatan. pelayanan kesehatan. penelaahan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penghargaan. penyusunan laporan kekuatan pegawai. penilaian angka kredit. dan administrasi lembaga tripartit. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. f. pelaksanaan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. disiplin. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan daftar riwayat hidup pegawai. penggajian. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penyiapan. g. pelaksanaan. penelaahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Askes. b. h. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Kartu Suami. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. i. c. Taspen. dan penetapan pengelola anggaran Departemen.

Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. jabatan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pelaksanaan. penghargaan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. b. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan standar. kriteria pengembangan organisasi. serta pedoman penyempurnaan organisasi. klasifikasi dan peta jabatan. d. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. pelaksanaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. e.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pemberhentian. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. penelaahan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. c. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pemindahan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengadaan pegawai. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. 16 . penggajian. serta evaluasi. b. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan.

f. administrasi keuangan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. pengembangan. Subbagian Tata Laksana. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pengembangan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. peta jabatan. 17 . dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. terdiri dari: a. pola hubungan kerja. b. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. analisis beban kerja. c. penelaahan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. penelaahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. g. perbendaharaan. Subbagian Kelembagaan. h. standardisasi kompetensi jabatan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan.

l. i. serta nota keuangan. k. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. j. serta Neraca Departemen. c. c. d. e. Pasal 49 Biro Keuangan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. b. d. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. serta pelaksanaan akuntansi. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Kekayaan Negara. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. e. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan inventarisasi. administrasi keuangan. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan implementasi sistem akuntansi. 18 . g. f. laporan realisasi anggaran. Bagian Pendapatan dan Belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perbendaharaan. perbendaharaan. kekayaan negara dan akuntansi. h. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. serta pembinaan perbendaharaan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. Bagian Akuntansi. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja.

terdiri dari: a. penelaahan. k. c. penyiapan. c. pelaksanaan. evaluasi tarif dan revisi PNBP. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. f. d. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. dan urusan tata usaha Biro. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. Subbagian Anggaran Belanja. penyiapan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 19 . i. Subbagian Anggaran Pendapatan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penelaahan.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. penyusunan rumusan standar. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. norma. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. b. e. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penelaahan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan target. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. b. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. j.

penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan rumusan standar.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. penelaahan. c. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. 20 . penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. f. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. penelaahan. Badan Geologi. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan SPM. serta pembagian iuran sumber daya alam. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. e. c. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. g. d. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Batubara dan Panas Bumi.

norma. b. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. pelaksanaan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. dan bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. c. f. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. tuntutan perbendaharaan. penyiapan rumusan standar. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. b. ganti rugi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. g. e. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. penelaahan. 21 . d.

pelaksanaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. penelaahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Subbagian Penyiapan Neraca. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. norma. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan verifikasi. f. b. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Batubara dan Panas Bumi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Inspektorat Jenderal. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. 22 . rekonsiliasi. terdiri dari: a. g. penyiapan rumusan standar. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. Badan Geologi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). d. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penelaahan. e.

serta pelaksanaan kehumasan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. h. c. penelaahan. serta program legislasi dan regulasi. pelaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bantuan hukum. e. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. equitas dana. konsolidasi. verifikasi anggaran. Neraca. serta kehumasan. g. pelaksanaan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta hubungan masyarakat Departemen. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). penelaahan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. dan bantuan hukum. d. bantuan hukum. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. dan penyelesaian kasus hukum. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. pengelolaan dokumentasi. bantuan hukum dan kehumasan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). dan implementasi SAAT Departemen. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. b. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 23 . penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan aset. pelaksanaan. dan implementasi SAI Departemen. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. kewajiban. rekonsialiasi. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. j. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. b. Bagian Bantuan Hukum. Bagian Hubungan Masyarakat. serta program legislasi dan regulasi Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. evaluasi peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. e. dan bantuan hukum. b. 24 . terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. penelaahan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan.i. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. d. c. d. Bagian Penelaahan Hukum. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. c. e. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. e. penelaahan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. b. c. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. d. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. f. norma. penelaahan.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. 25 . penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria kontrak atau perjanjian. g. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. e. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. 26 . terdiri dari: a. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. c.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. c. d. penyiapan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penyiapan. b. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. penelaahan.

penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. c.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. b. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. b. serta monitoring dan analisis berita. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. d. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. konferensi pers. c. f. pelaksaaan. e. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. 27 . dan unsur unit penunjangnya. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksaaan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksaaan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. penelaahan.

Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. penerbitan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. 28 . serta evaluasi atas hubungan dengan media. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan.g. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. h. penelaahan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. j. terdiri dari: a. konferensi pers. c. abstrak peraturan perundang-undangan. pameran Departemen. pelaksanaan peliputan. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. peliputan dan perekaman kegiatan. i. Subbagian Publikasi.

h. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Kepala Biro dan Kepala Pusat. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. pengelolaan keamanan dan keselamatan. tugas 29 . d. tata persuratan dinas dan kearsipan. c. f.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. f. b. tata persuratan dinas dan kearsipan. j. tata usaha dan kearsipan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. Sekretaris Jenderal. d. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. e. perlengkapan dan pengadaan. Bagian Tata Usaha. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. i. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. pengelolaan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perlengkapan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pengadaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 87 Biro Umum. b. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Staf Ahli. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. c.

pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. b. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelantikan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Jakarta Pusat). Subbagian Tata Usaha Menteri. penyiapan penyelenggaraan rapat. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. c. Medan Merdeka Selatan 18. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. c. f. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. b. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. persuratan dinas. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen.

pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. norma. penjadwalan kegiatan. c. 31 . evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. f.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penyiapan. b. c. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan ekspedisi surat dinas. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. b. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. Subbagian Kearsipan. pelaksanaan. persuratan dinas. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. e. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.

pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. Staf Ahli. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. Staf Ahli. keselamatan. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. keamanan. terdiri dari: a. c. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Kepala Biro dan Kepala Pusat. keselamatan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. f. c. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. M. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. 32 . rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. e. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.H. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. Jakarta Pusat). evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. d. Thamrin 1. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal.

Subbagian Rencana Kebutuhan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. f. inventarisasi. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan rumusan standar. terdiri dari: a. b. penelaahan penyiapan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. kriteria perlengkapan. penyiapan kegiatan. c. serta pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. norma. c. Subbagian Pengadaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. dan kearsipan Staf Ahli. b. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. g.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. pelaksanaan pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. 33 .

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. d. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pedoman. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. c. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. d. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. norma. kriteria. e. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 35 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyusunan standar.

e. d. i. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Keuangan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. g. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. f. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. satuan kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. dan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. h. 36 . Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. penelaahan. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. pelaksanaan. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil. h. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. b. perumusan pengaturan. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. j. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. l. m. f. k. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. d. WP & B). perumusan pedoman dan prosedur kerja.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). e. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. n. i. 41 . g. c. implementasi Sipeg. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. rencana dan program. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi.

Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyusunan statistik. h. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. serta data kebutuhan. menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan sosialisasi program sektor. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. 42 . serta pencadangan strategis. f. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. c.o. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. b. d. penyiapan rumusan. d. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. e. e. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. f. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. c. ketersediaan dan infrastruktur sektor. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. p. terdiri dari: a. g. terdiri dari: a. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. norma.

Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. norma. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. g.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. dan terms of condition KKS. penelaahan. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelaksanaan sosialisasi. 43 . serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penyiapan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan. pengumpulan data potensi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. serta penyediaan informasi. d. f. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. permasalahan iklim usaha. penelaahan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. b.

Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penyiapan. pajak. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. c. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan rumusan standar. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. norma. j. retribusi. serta biaya operasi. 44 . infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. g. b. tugas serta induk. tugas serta induk. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. pemeriksaan dan pengujian. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penelaahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. i. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. f. h. pelaksanaan pencatatan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta bagi hasil daerah. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP).

tenaga kerja asing. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. 45 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. pelaksanaan. harga minyak mentah Indonesia. c. tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan. norma. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. pajak. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. b. d. penelaahan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. f. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. retribusi. PNBP dan tarif iuran. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. penelaahan. terdiri dari: a. e. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. g. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. lifting dan target penerimaan.

b. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. 46 . pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. rencana penggunaan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. j. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. serta pengaturan tenaga kerja asing. penyiapan. pelaksanaan. b. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. terdiri dari: a. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan.h. rencana impor barang operasi. i. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. fasilitasi lembaga tripartit. k. pemberdayaan produksi dalam negeri. penggunaan barang operasi. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing.

serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Multilateral dan Regional. b. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penelaahan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi.c. f. penelaahan. b. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. penyiapan. 47 . g. pelaksanaan. d. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. c. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). e. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional.

k. pelaksanaan pengumuman WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. i. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Subdirektorat Wilayah Kerja. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. l. c. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. g. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. g. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. kriteria pengelolaan WK. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. h. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. h. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. j. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. e. b. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. f. d. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). f. pengelolaan WK. e. terdiri dari: a. d. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. f. norma. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. e. 48 . penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. c. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja.d.

penyiapan rumusan standar. penilaian. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. terdiri dari: a. e. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. kriteria usaha eksplorasi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. d. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. b. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. pelaksanaan. penelaahan. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. norma. 49 . b. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. f. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. c.

penelaahan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. e. c. 50 . penyiapan rumusan standar. kriteria. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. i. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. b. f. penyiapan. g. d. b. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. norma. penelaahan. pelaksanaan. h. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. j.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. g. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. c. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penelaahan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. tumpang tindih lahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. 51 .Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. e. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. b. penyiapan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penyiapan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penelaahan. f. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. b. d. norma. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

i. b. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. e. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. norma. penyiapan rumusan standar. c. h. f. penyiapan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. 52 . penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. g. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penelaahan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. bahan bakar lain. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 53 . h. penyiapan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. d. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Penyediaan. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. b. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. pelaksanaan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Light Natural Gas (LNG). f. perumusan pengaturan Penugasan. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. c. penelaahan. e. bahan bakar gas. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Light Petroleoum Gas (LPG). i. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. perumusan jenis bahan bakar minyak. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan perizinan usaha pengolahan. e. d. bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. 54 . bahan bakar lain. c. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. pengelolaan data. d. f. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. j. i. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. LNG. norma. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. e. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. b. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. k. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pengelolaan data. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. c. l. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. g. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. terdiri dari: a.j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. LPG. h.

penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. c. penyiapan rumusan standar. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. g. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. e. 55 . penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. pengelolaan data. b. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. f. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. norma. d. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. b. terdiri dari: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penelaahan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rumusan formulasi harga. e. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. d. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. 56 . serta penyiapan penetapan P3JBT. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penelaahan.i. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. kriteria harga bahan bakar. penyiapan rumusan standar. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. j. b. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. b. c. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. bahan bakar gas dan LPG. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penelaahan.

penyiapan perizinan usaha niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. 57 . d. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. c.f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. g. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan. i. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. f. LNG. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. norma. gas bumi. b. kriteria usaha niaga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. h. e. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. pengelolaan data. g. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. pelaksanaan. LPG.

Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. kriteria usaha non bahan bakar. b. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. b. biodiesel. pelumas. Seksi Niaga Minyak Bumi. penyiapan norma. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. LNG. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. b. terdiri dari: a. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penyiapan. LPG. d. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. petrokimia. c.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. tugas 58 . hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. penelaahan.

keselamatan dan kesehatan kerja (K3). pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penelaahan. dan non bahan bakar lainnya. biodiesel. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. profesi personil. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. kelaikan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. produk.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. biodiesel. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. g. 59 . penelaahan. e. petrokimia. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. petrokimia. b. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. f. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan. kelaikan teknis. h. lindungan lingkungan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. penyiapan. penyiapan. dan non bahan bakar lainnya. usaha penunjang. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis.

g. terdiri dari: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. f. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. h. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. d. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. 60 . serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. e. b. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.i. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. f. b. d. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. j.

norma. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instrumentasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. instalasi. K3. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penggunaan tenaga teknik. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. 61 . b. penelaahan. e. penelaahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. c. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. f. keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur.

penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. K3. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. 62 . keselamatan operasi. instalasi. e. terdiri dari: a. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kalibrasi alat ukur. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. pelaksanaan. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. c. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.

b. pengangkutan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penelaahan. 63 . penyiapan. pengangkutan. terdiri dari: a. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi.f. Penyimpanan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. b. c. serta penjaminan pasca operasi. Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pengangkutan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. Penyimpanan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. b. pelaksanaan. penelaahan. 64 . serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. f. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. norma. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. g. b.d. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. pelaksanaan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. profesi personil. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. f. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. produk. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi.d. pelaksanaan. 65 . pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 66 .

b. penyusunan standar. pedoman. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. d. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. e. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. 67 . c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. c. f. b. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. c. i. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. d. satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h. kearsipan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. g. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. 68 .

serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. ketatalaksanaan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. e. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. c. e. f. g. akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. Subbagian Laporan. jaringan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. d. b. b. akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaporan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pengelolaan sistem. 69 . terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pelaporan. d. situs. b. Bagian Rencana dan Laporan.

penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. 70 . evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. d. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. PBI Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. c. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. satuan kerja. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan. b. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Pasal 237 Bagian Keuangan. e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. c.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. f. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. penyiapan. Subbagian Informasi Hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. b. c. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan konsultasi hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penelaahan. e. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan. 71 . serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. f. pelaksanaan informasi. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan Neraca Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. serta kehumasan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. b. penelaahan.

serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian. kebersihan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. keamanan. pertamanan dan perparkiran. e. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. telepon. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pengadaan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. dan Implementasi Sipeg. b. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. f. pemberhentian. g. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. mutasi. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. b.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. c. penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. 72 . pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. ekspedisi persuratan dinas. perlengkapan dan rumah tangga. d. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan.

serta evaluasi atas urusan kepegawaian. f. d. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. c. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. rencana dan program. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. h. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta rencana dan program pembangunan berjangka.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. implementasi Sipeg. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. persuratan dinas dan kearsipan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penelaahan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. 73 . rencana dan program. rencana pengadaan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan. b. g. pelaksanaan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e.

Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. d. c. 74 . penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. b. e. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. g. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. f. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. e. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. serta program pengembangan jaringan transmisi. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. b. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. serta rencana strategis dan RUKN. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. c.

(2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. pelaksanaan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. d. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. b. penelaahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penelaahan. c. 75 . penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. penelaahan.

76 . penelaahan.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. e. kriteria tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. b. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan bahan rumusan standar. penelaahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. d. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. c. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. b. norma. penyiapan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial.

(2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. multilateral dan regional. penelaahan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. 77 . b. penyiapan rumusan rencana dan program. lembaga sertifikasi. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Seksi Multilateral dan Regional. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. c. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penyusunan dokumen perjanjian. asosiasi dan lembaga lainnya.

Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. penyiapan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. pengolahan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. statistik dan pemetaan tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. b. e. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. 78 . Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. b. pelaksanaan pengelolaan data. d. penelaahan.

b. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. f. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pembinaan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta perlindungan konsumen. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. c. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. e. i. b. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. h. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. g.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. c. e. 79 . serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. d.

b. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . penyiapan. serta efisiensi dan transparansi usaha. penelaahan. c. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. d. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a.c. serta penetapan wilayah usaha.

b. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pemberian sanksi. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. Seksi Pengawasan Izin Usaha. c. f. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. b. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Seksi Pelayanan Izin Usaha. norma. penelaahan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. e. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. penyiapan. kriteria harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. 81 .

pelaksanaan. terdiri dari: a. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. d. 82 . kriteria hubungan komersial. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. c. b. penyiapan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. norma.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. e. b. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. f. penyiapan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. b. kriteria perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. c. d. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. penelaahan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. e. mempunyai tugas 83 . serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. b.

serta penggunaan tenaga teknik. terdiri dari: a. profesi personil. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. f. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. c. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. e. g. Kelompok Jabatan Fungsional. keselamatan dan K3. lindungan lingkungan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. kelaikan teknis. f. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. serta pembinaan teknis. d. produk. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. 84 . lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. c. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. h. d. i. b. kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.

Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. c. penyiapan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. d. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. 85 . (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. e. f. g. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. b. jenis dan mutu tenaga listrik. serta Rancangan SNI. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. pelaksanaan. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. b.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. g. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. f. b. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. kalibrasi alat ukur. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. penelaahan. d. 86 . pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. dan K3. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. c. norma. kelaikan peralatan. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. instrumentasi. penyiapan. penyiapan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan.

Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. d.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. e. b. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. g. b. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. c. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. terdiri dari: a. penelaahan. 87 . evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. f. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.

penyiapan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. c. d. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. 88 . penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penelaahan. b. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan.

profesi personil. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. c. g. b. penelaahan. 89 . dan kriteria usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. terdiri dari: a. d. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. b. f. produk. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar.

terdiri dari: a. d. serta rencana dan program energi baru terbarukan. b. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. c. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. f. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. d. b. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. c. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. h. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. norma. b.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. e. g. Subdirektorat Energi Perdesaan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi alternatif. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Konservasi Energi. f. e. 90 . Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. penyiapan rumusan kebijakan. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. kriteria pemanfaatan energi. Kelompok Jabatan Fungsional.

d. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. rencana dan program pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. 91 . Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penelahaan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan.d. b. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. e. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Seksi Program Pemanfaatan Energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. penelahaan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. b. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. e. penyiapan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. norma.

Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penelahaan. Seksi Program Konservasi Energi. penelahaan. serta evaluasi atas program konservasi energi. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. penelahaan. penyiapan. c. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan. penelahaan. rencana dan program. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. 92 . Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penyiapan. e. norma dan kriteria konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. Seksi Penerapan Konservasi Energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. b. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi.

serta pedoman pengembangan. pemberdayaan masyarakat. e. Seksi Program Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. c. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. 93 . Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. norma. b. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. d. terdiri dari: a. rencana dan program.. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. c. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. penyiapan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 94 . b. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. b. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Jenderal Mineral. norma. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pedoman. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. batubara dan panas bumi. Batubara. batubara. 96 . pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. kriteria. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. d. penyusunan standar. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. dan prosedur di bidang mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. batubara dan panas bumi. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan urusan ketatausahaan. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. 97 . kearsipan. g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. Batubara dan Panas Bumi. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. satuan kerja. d. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. h. dan rumah tangga. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. f. e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. e. terdiri dari: a.

Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. Batubara dan Panas Bumi. g. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. rapat koordinasi. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Pengelolaan Informasi. d. Bagian Rencana dan Laporan. 98 . c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pengelolaan sistem. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Laporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. ketatalaksanaan. b. Bagian Keuangan. b. pelaporan. b. akuntabilitas kinerja. e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. akuntabilitas kinerja. e. jaringan dan situs informasi.

b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan. d. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. c. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. situs. serta penyelesaian kerugian negara. penelaahan. 99 . perhitungan pelaksanaan anggaran. satuan kerja. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. jaringan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan. penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. e. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penelaahan. terdiri dari: a. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Kekayaan Negara.

serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. c. Subbagian Pertimbangan Hukum. pelaksanaan informasi. pertimbangan hukum. serta kehumasan. penyelesaian kerugian negara. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. b. b. pemberian telaahan dan bantuan hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. pelayanan konsultasi hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. terdiri dari: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. pelaksanaan. c. Subbagian Informasi Hukum. 100 . dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. e. f. dan Neraca Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan.

penelaahan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. dan Implementasi Sipeg. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. mutasi. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pengurusan formasi.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pertamanan dan perparkiran. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. kebersihan. b. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pengadaan pegawai. ekspedisi persuratan dinas. batubara. penelaahan. e. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. telepon. dan kearsipan. f. pemberhentian. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. keamanan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. perlengkapan dan rumah tangga. 101 . (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. g.

dan produksi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. investasi dan pendanaan. wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. cadangan atau potensi.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. batubara. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta penetapan wilayah kerja. terdiri dari: a. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. pelaksanaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. implementasi Sipeg. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. 102 . b. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. rencana pengadaan. penelaahan. b. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. neraca sumber daya wilayah kerja. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Subbagian Tata Usaha. c. dan produksi. Subbagian Kepegawaian. d. c. persuratan dinas dan kearsipan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pengembangan usaha.

panas bumi dan air tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. eksplorasi dan operasi produksi. evaluasi kebijakan. panas bumi dan air tanah. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. f. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah.e. d. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pengelolaan data. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara dan Panas Bumi. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. terdiri dari: a. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. batubara. f. menengah dan tahunan berbasis kinerja. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi. i. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. d. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. e. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. perumusan perencanaan. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. 103 . batubara. g. batubara. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. e. Batubara dan Panas Bumi. b. j.

Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. asosiasi dan lembaga sertifikasi. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta kerja sama di bidang mineral. g. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penelaahan. terdiri dari: a. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. 104 . batubara. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. batubara. Seksi Program Mineral dan Batubara. h. panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Batubara dan Panas Bumi. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. e. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan. c. serta pemantauan pelaksanaan investasi.

penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. 105 . serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. b. Seksi Kerja Sama Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. pelaksanaan. b. panas bumi dan air tanah. c. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. terdiri dari: a. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. d. penelaahan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. rencana dan program investasi pertambangan mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. batubara. Kontrak Karya (KK).

pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. b. penelaahan. batubara. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyiapan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. 106 . Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d.e. panas bumi dan air tanah. f. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. c. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. kriteria pencadangan wilayah kerja. batubara. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. b. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. terdiri dari: a. serta penyusunan statistik pengusahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. penelaahan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi.

penelaahan. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Batubara dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. terdiri dari: a. serta pengelolaan informasi bidang mineral. batubara. pelaksanaan. penyiapan penetapan potensi. Batubara. Seksi Informasi Mineral. neraca sumber daya. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja.e. penelaahan. g. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. serta penetapan wilayah kerja. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. cadangan dan wilayah kerja. penyiapan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. (2) Seksi Informasi Mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 107 . serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. f. panas bumi dan air tanah. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Batubara. statistik. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. h. Panas Bumi dan Air Tanah. batubara dan panas bumi. batubara. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral.

serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Seksi Penerimaan Negara Batubara. 108 . penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. penyiapan.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pencatatan. e. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta bagi hasil daerah. b. c. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Seksi Bimbingan Usaha Batubara. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. b.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. 113 . b. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). e. g. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan. f. c. d. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara.

serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. pelaksanaan. b. perumusan pengaturan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. g. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pelaksanaan. terdiri dari: a. e. Seksi Hubungan Komersial Batubara. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. i. c. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. d. f. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pembinaan hubungan komersial panas bumi. 114 .Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. h.

dan perubahan batas wilayah kerja. norma. g. f. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. b. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. l. serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e.j. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. b. f. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengaturan usaha. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. g. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. d. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subbagian Tata Usaha. k. e. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. d. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. c. 115 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah.

116 . studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. c. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. pelaksanaan.h. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi. d. pelaksanaan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengelolaan Air Tanah. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. i. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. studi kelayakan dan eksploitasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. penelaahan. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. 117 . serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. g. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. c. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. b. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. f. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. e. serta pengendalian air tanah. penelaahan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. d.

penelaahan. c. serta pengelolaan air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. i. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. b. b. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. e. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. 118 . Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan promosi dan layanan informasi.h.

pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. f. h. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. b. c. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi.g. 119 . b. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta air tanah. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. pelaksanaan. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. batubara dan panas bumi. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. serta ketatausahaan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. penelaahan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. 120 . serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Seksi Konservasi Air Tanah. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. lindungan lingkungan. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. kelaikan teknis. f. e. 121 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. produk. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. f. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. h. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi.d. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara dan panas bumi. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. batubara. lindungan lingkungan. dan panas bumi. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. c. K3. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. batubara. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. panas bumi dan air tanah. i. d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. profesi personil. g. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Batubara dan Panas Bumi. b.

penelaahan. profesi personil. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Standardisasi Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. penelaahan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral.c. serta konservasi mineral dan batubara. b. g. 122 . penyiapan. produk. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. e. penyiapan. Batubara. batubara. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. norma. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. dan panas bumi. penyiapan rumusan standar. jenis dan mutu produk. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. dan Panas Bumi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. pemurnian. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan.

batubara dan panas bumi. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. pelaksanaan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. e. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. 123 . penyiapan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. batas wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. serta konservasi mineral dan batubara. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. f. b. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. b. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penelaahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. dan konservasi mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.

Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. i. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara. dan panas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. g. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. f. e. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. batubara. h. Batubara. 124 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan.c. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya.

Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. f. norma.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. e. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. K3 dan penggunaan tenaga teknik. 125 . terdiri dari: a. kalibrasi alat ukur. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara. b. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. pelaksanaan. penelaahan. pengangkutan. d. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan standar. penelaahan. batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. batubara. Seksi Keselamatan Batubara. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan. Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penimbunan. penyiapan. penyimpanan. keamanan instalasi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. dan Panas Bumi. instrumentasi. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. c. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi.

terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. norma. f. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. dan Panas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Batubara. 126 . c. batubara. e. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. penyiapan rumusan standar. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

e. Inspektorat IV. b. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. b. keuangan. d. pelaksanaan pengawasan kinerja. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat III. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. penyusunan laporan hasil pengawasan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. d. Inspektorat I. Inspektorat II. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. 128 .

pengurusan kepegawaian dan organisasi. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. kearsipan. f. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. 129 . koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. keamanan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. keprotokolan dan rumah tangga. e. Kelompok Jabatan Fungsional. k. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. i. d. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. g. pengelolaan urusan tata usaha. b. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. j. Bagian Umum dan Keuangan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. perlengkapan. h.

penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. 130 . jaringan dan situs informasi. i. penelaahan. Subbagian Penyiapan Rencana. terdiri dari: a. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. penyiapan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. penelaahan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. program kerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. b. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. h. satuan kerja. penyajian informasi. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Laporan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. situs. dan rencana kerja. g. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. f. c. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. j. rapat koordinasi. d. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. pelaporan. b. akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. e.

131 . pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. e. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. c. b. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pelaksanaan analisis. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. penyiapan. pelaksanaan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Badan Geologi. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. pengolahan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. b. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. analisis hasil pengawasan.

(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi urusan hukum. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. masyarakat dan yustisia. penyiapan. dokumentasi hukum. perpustakaan. c. serta pemberian pertimbangan hukum. b. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pertimbangan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. d. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. b. serta pemberian pertimbangan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penyiapan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. 132 . Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penelaahan. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyuluhan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dokumentasi hukum. e. dan implementasi Sipeg. penelaahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. bantuan hukum. terdiri dari: a. Subbagian Hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

b. k. e. 133 . pelaksanaan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. g.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. persuratan dinas. perlengkapan. pelaksanaan keamanan. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan penganggaran. b. c. d. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. kebersihan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. Subbagian Rumah Tangga. pelayanan kesekretariatan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penelaahan. i. perlengkapan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. f. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. j. h. dokumentasi dan tata naskah. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan kearsipan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. serta pengurusan administrasi keuangan. rumah tangga dan kehumasan. dan implementasi Sipeg. rumah tangga dan kehumasan. keprotokolan dan kehumasan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. perbendaharaan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan.

distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perencanaan kebutuhan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. pemeriksaan. persuratan dinas. perumusan laporan hasil pengawasan. dan administrasi keuangan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. c. pelaksanaan. perlengkapan dan pengadaan. keprotokolan dan kehumasan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan keamanan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. kearsipan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 134 . d. kebersihan. penelaahan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Sekretariat Badan Geologi. penelitian dan pelayanan. g. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. perumusan kebijakan di bidang geologi. e. Pusat Sumber Daya Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. f. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e. b. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. 140 . terdiri dari: a. dan geologi lingkungan. h. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. pelayanan survei geologi. d. c. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. c. d. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Pusat Survei Geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pusat Lingkungan Geologi.

i. e. h. d. kearsipan. g. d. Kelompok Jabatan Fungsional. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. j. Bagian Umum. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Kepegawaian. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Bagian Rencana dan Laporan. 141 . ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan rumah tangga. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. f.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. c. terdiri dari: a. pelaporan. serta pelaksanaan bantuan hukum. serta perencanaan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. informasi hukum. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi.

serta pengembangan organisasi Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. jaringan dan situs informasi. penyajian informasi. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. jaringan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penelaahan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. penelaahan. e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. situs. pelaporan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. satuan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. 142 . dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. ketatalaksanaan. c. pengelolaan sistem. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. f. penyiapan. Subbagian Laporan.

dan analisis jabatan. 143 . e. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. kepangkatan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengurusan perencanaan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengadaan. d. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penggajian. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. pemberhentian. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. b. penggajian. penyiapan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penelaahan. c. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. kesejahteraan. serta evaluasi atas perencanaan. pengembangan. kepangkatan. pengangkatan. terdiri dari: a. pengembangan. c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. b. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. kesejahteraan.

f. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. Neraca. b. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. c. d. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. dan revisi anggaran Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 517 Bagian Keuangan. e. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. 144 . penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Akuntansi. perlengkapan. dan rumah tangga. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. b. serta pengurusan revisi anggaran. penyelesaian kerugian negara.

pengadaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. c. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. distribusi penggunaan. kebersihan dan keamanan Badan. 145 . pelaksanaan keamanan dan kebersihan. pelaksanaaan bantuan hukum. perpustakaan. serta pengurusan perlengkapan. e. persuratan dinas. Subbagian Hukum. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. bantuan hukum. c. kehumasan. b. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pelayanan kesekretariatan. dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 521 Bagian Umum. dan kearsipan. b.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. f. kearsipan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. kesekretariatan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perlengkapan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyiapan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. perlengkapan dan rumah tangga Badan. d. informasi dan dokumentasi hukum.

dan pelayanan bidang sumber daya geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Informasi. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Bidang Program dan Kerja Sama. h. i. e. batubara. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. penyelidikan. b. serta pemetaan tematik potensi. d. penyelidikan. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan kepegawaian Pusat. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. gambut. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. serta rancang bangun dan pemodelan. j. b. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. bitumen padat. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. keuangan. 146 . c. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. penyusunan neraca sumber daya geologi. perumusan rencana dan program. g. rekayasa teknologi. mineral. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian. c. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Kelompok Jabatan Fungsional. dan panas bumi. administrasi keuangan. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Bidang Sarana Teknik. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan.

pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. terdiri dari: a. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pengurusan perencanaan. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. 147 . serta akuntansi. c. keamanan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. e. c.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. e. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534.d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. d. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. 148 . serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. pelaksanaan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penelaahan. e. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta kerja sama pelayanan jasa. pelaksanaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. c. b.

Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penyiapan. serta pengelolaan perpustakaan. pelaksanaan sosialisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Kerja Sama. b. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Program. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penganggaran. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. penelaahan. Pasal 540 Bidang Informasi. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. penelaahan.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pemutakhiran basis data. terdiri dari: a. d. 149 . dokumentasi dan publikasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan.

b. dan rekayasa teknologi. penyelidikan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. penelaahan. d. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dokumentasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. rumah tangga. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pelaksanaan. penelaahan. gempa bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. administrasi keuangan. e. tsunami. serta rancang bangun. i. tsunami. dan kepegawaian Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta sesar aktif. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. dan gerakan tanah. c. sistem. f. g. gempa bumi. dan gerakan tanah h. perpustakaan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. 150 . pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. operasi perangkat lunak. pemodelan. sosialisasi. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pos pengamatan gunung api. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pelaksanaan.

k. kearsipan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pengurusan perencanaan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. pengurusan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. evaluasi pelaksanaan penelitian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. keuangan. pemelaahan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. pengangkatan. serta perpustakaan. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha. e. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. keselamatan kerja dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. d. d. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. b. l. pelaksanaan pengelolaan sarana. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyelidikan. terdiri dari: a. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 151 .

pelaksanaan. pengurusan. penetapan status. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan penyelidikan geofisika. b. Subbidang Penyelidikan Gunung Api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. 152 . Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. geokimia dan deformasi. Subbidang Pengamatan Gunung Api. d. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. administrasi keuangan. penelaahan. pemelaahan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. terdiri dari: a. penelaahan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. c. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. d. pelaksanaan. terdiri dari: a. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. gerakan tanah dan tsunami. c. b. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. b. penelaahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. 153 . serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah.

penyelidikan. gerakan tanah dan tsunami. c. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. penyiapan. b. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. b. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. 154 . Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta pelaksanaan atas perencanaan program.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. serta pelaksanaan atas perencanaan program. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. d. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. terdiri dari: a. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. e. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. f. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. e. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. penyelidikan. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. dan pengelolaan tata ruang. i. rekayasa teknologi. geologi teknik dan air tanah. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bidang Program dan Kerja Sama. pengurusan perencanaan. Bidang Informasi. j. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. h. geologi teknik dan air tanah. dan kepegawaian Pusat. Bidang Sarana Teknik. pengembangan. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. g. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. 155 . pengelolaan ketatausahaan. b. keuangan. k. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. administrasi keuangan. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengangkatan.

d. keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. f. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568.c. e. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta akuntansi. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 156 . pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. c. d. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keuangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b.

penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. Subbidang Program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyusunan akuntabilitas kinerja. b. 157 . terdiri dari: a. b. Subbidang Laboratorium. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. pelaksanaan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. c. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa.

penganggaran. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pengelolaan perpustakaan. serta pemutakhiran basis data. b. penelaahan. Pasal 578 Bidang Informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. d. pelakanaan pengelolaan sistem. 158 . serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. terdiri dari: a.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan sosialisasi. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan.

penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. m. b. inventarisasi hasil survei. penelaahan. perpustakaan. e. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pemetaan dan penelitian geologi. rumah tangga. geomorfologi. dan kepegawaian Pusat. pelaksanaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. i. tektonik. dokumentasi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. evaluasi pelaksanaan penelitian. 159 . penelaahan. pengelolaan ketatausahaan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. penelitian dan penyelidikan geologi. pemetaan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. pelaksanaan. administrasi keuangan. rekayasa teknologi. k. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pelayanan jasa survei. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. d. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. sistem. g. h. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. l. operasi perangkat lunak. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. f. pemetaan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. geokimia. geofisika.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Kelompok Jabatan Fungsional. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. 160 . Bidang Sarana Teknik. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. serta akuntansi. pengangkatan. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Bidang Informasi. Bagian Tata Usaha. c. Bidang Program dan Kerja Sama. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. e. pengembangan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. b.

Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. f. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan. pelaksanaan. 161 .Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbidang Laboratorium. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. pelaksanaan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. c. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan.

serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Kerja Sama. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Program. penyiapan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. e. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 162 . serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penganggaran. pengelolaan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penyusunan akuntabilitas kinerja. b. b. d. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pengelolaan perpustakaan. dokumentasi dan publikasi. 163 . pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 597 Bidang Informasi. pelaksanaan sosialisasi. pelaksanaan. b. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. perpustakaan. serta pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. operasi perangkat lunak. pelaksanaan. b. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. sistem. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. c. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. d. dokumentasi. penelaahan. sosialisasi.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. 164 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Teknisi Litkayasa. Penyelidik Bumi. Perekayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

g. panas bumi.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. mineral batubara. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pelayanan jasa teknologi. 165 . f. perumusan kebijakan penyelenggaraan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. c. d. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi.

d. 166 . perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. g. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. dan rumah tangga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. c. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. f. serta perencanaan kerja. e. c. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. h. informasi hukum. koordinasi pelayanan administratif Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. b. e. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara.

evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. 167 . c. g. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. j. akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Laporan. d. f.i. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. pelaporan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. d. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. c. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Bagian Kepegawaian. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. ketatalaksanaan. Bagian Umum. b.

satuan kerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. jaringan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyajian informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pelaksanaan. kesejahteraan. 168 . penelaahan. pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. e. serta pengembangan organisasi Badan. dan analisis jabatan. penggajian. pemberhentian. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan perencanaan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. c. situs. serta penyempurnaan organisasi Badan. penelaahan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengadaan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta implementasi Sipeg. kepangkatan. c. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. terdiri dari: a. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. d.

(2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Subbagian Akuntansi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. d. penyiapan. PBI Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. b. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta penyelesaian kerugian negara. kepangkatan pemberhentian. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengangkatan. f. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penyiapan. pelaksanaan. c. serta pengurusan revisi anggaran. b. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. serta evaluasi atas perencanaan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta implementasi Sipeg Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengembangan. serta evaluasi atas mutasi. 169 . penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kesejahteraan. penyiapan.

penelaahan. perlengkapan. kearsipan. kehumasan. pelaksanaan. pelaksanaaan bantuan hukum. dan revisi anggaran Badan. perlengkapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dan rumah tangga. dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan koordinasi ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan rumah tangga. Neraca. serta pengurusan perlengkapan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. f. d. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyelesaian kerugian negara. dan kearsipan. perpustakaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. 170 . perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. distribusi penggunaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. persuratan dinas. penelaahan. informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 622 Bagian Umum. Subbagian Tata Usaha. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Hukum. e. pelayanan kesekretariatan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. b. pengadaan. terdiri dari: a.

serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. g. c. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. kesekretariatan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. e. penyiapan. serta keprotokolan dan upacara Badan. persuratan dinas dan kearsipan. bantuan hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. f. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. kebersihan dan keamanan Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana kebutuhan dan pengadaan. 171 . penelaahan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon.

e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan. c. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. 172 . administrasi keuangan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. d.h. Subbagian Umum dan Kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. rumah tangga. terdiri dari: a. i. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan. c. b. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Program. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. dan kepegawaian Pusat. pengangkatan. serta pelaksanaan keamanan. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha. keuangan. e. kebersihan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. Bidang Afiliasi. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Kelompok Fungsional. d. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 173 . serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. pemeliharaan sarana kerja. b. perbendaharaan dan akuntansi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta pengadaan. keamanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Subbidang Pengembangan Sarana. dan kebersihan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. d.

Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. 174 . c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. evaluasi. b. terdiri dari: a. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Rencana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. Pasal 637 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan.

175 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. c. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. penyiapan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi. b. jaringan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.

dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. rumah tangga. e. situs dan penyebarluasan informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. b. pelaksanaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. d. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. h. i. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. administrasi keuangan. jaringan. c. dan kepegawaian Pusat. 176 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. penelaahan. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. keuangan. pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. keamanan. Bagian Tata Usaha. d. pemeliharaan sarana kerja. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengangkatan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. serta pengadaan. e. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. c. kebersihan. dan kebersihan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 177 . pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Program. e. persuratan dinas dan kearsipan. d.

penyiapan. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. c. pelaksanaan. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penelaahan. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. 178 . Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyediaan bahan baku. pelaksanaan operasi penggunaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. evaluasi. terdiri dari: a. 179 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 656 Bidang Program. serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b.

Subbidang Informasi dan Publikasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi. penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. jaringan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. d. pelaksanaan pengelolaan sistem. 180 . pelaksanaan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. e. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c.

e. c. h. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. b. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Program.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 181 . d. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. g. rumah tangga. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. f. Bagian Tata Usaha. Kelompok Fungsional. b. e. terdiri dari: a. d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat.

serta pengadaan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. perbendaharaan dan akuntansi. dan kebersihan Pusat. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemeliharaan sarana kerja. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. persuratan dinas dan kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. 182 . b. serta pelaksanaan keamanan. pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengangkatan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. d. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. 183 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan operasi penggunaan. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. c. e. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.

Subbidang Penyiapan Rencana. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 675 Bidang Program. b. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. serta analisis. terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan rumusan rencana dan program. b. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. 184 . pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

185 . dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. d. c. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 679 Bidang Afiliasi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan. b. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penelaahan. e. situs dan penyebarluasan informasi.

penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. h. e. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. Bidang Afiliasi. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. d. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. f. dan kepegawaian Pusat. e. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. j. c. administrasi keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Fungsional. keuangan. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. dan geofisika kelautan. i. b. 186 .Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. b. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. geokimia. Bidang Program. d. terdiri dari: a.

b. pemeliharaan sarana kerja. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perencanaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. dan kebersihan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. d. pengembangan. kebersihan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. b. 187 . keselamatan kerja dan keprotokolan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. keamanan. keuangan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. serta pengadaan. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. c. perbendaharaan dan akuntansi.

serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pengelolaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. terdiri dari: a. 188 . serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pengelolaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. e. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyediaan bahan baku.c. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta analisis. penyiapan. penelaahan. d. penyiapan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.c. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. 189 . penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 694 Bidang Program. terdiri dari: a. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. b.

jaringan. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.d. Pasal 698 Bidang Afiliasi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. 190 . (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. pelaksanaan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

Teknisi Litkayasa. Perekayasa. Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 191 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. geologi. batubara. e. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. f. 192 . b. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. d. c. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. mineral. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. g. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.

b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. f. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. e. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. h.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. g. i. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. satuan kerja. b. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pembinaan kerja sama. c. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. c. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan.

serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penganggaran. Bagian Kepegawaian. g. ketatalaksanaan. Bagian Umum. b. dan rumah tangga. b.j. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. d. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. c. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. k. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta perencanaan kerja. e. Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. pelaporan. d. l. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. 194 . f. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. h. pengelolaan jaringan dan situs informasi. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. kearsipan.

penelaahan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. e. 195 . (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan. pengadaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. c. penggajian. akuntabilitas kinerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. pemberhentian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengembangan. serta pengembangan organisasi Badan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyiapan. serta implementasi Sipeg. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. kepangkatan. serta evaluasi atas laporan berkala. terdiri dari: a. d. Subbagian Kerja Sama. dan analisis jabatan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. jaringan dan situs informasi Badan. dan sistem. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. c. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. penganggaran. pengurusan perencanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. perencanaan kerja. kesejahteraan. prosedur kerja. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. b. penelaahan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. 200 . dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.. kontrol kualitas. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk kilang. b. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas. penelaahan. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelayanan jasa. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. terdiri dari: a. penyiapan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kilang. b. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Bengkel. penelaahan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. c. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 201 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. b. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penyediaan dan pemanfaatan. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. d. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pedoman. e. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. pelaksanaan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. norma. kriteria dan prosedur. 202 . b. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. serta kepustakaan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. Subbidang Penyiapan Pelatihan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. f. penelaahan. pengelolaan kepustakaan. d. c. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. g. pedoman. norma. kerja sama. standar. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan.

pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. g. d. f. h. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. e. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. b. prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. 203 . pedoman. perlengkapan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pemberian pelayanan jasa. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Batubara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Teknis. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. c. kearsipan. d.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Tata Usaha. i. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. terdiri dari: a.

pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. perlengkapan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. d. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perbendaharaan. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. kehumasan dan keprotokolan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. serta hukum. ketatalaksanaan dan umum Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. 204 . pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kearsipan. e. b. organisasi.

rencana pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pemeliharaan. penelaahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. e. pelaksanaan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755.c. Subbidang Pengoperasian Sarana. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 205 . norma. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan standar. pedoman. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan.

d. c.d. penelaahan. norma. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. 206 . penyiapan rumusan standar. e. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. f. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama. dan prosedur. terdiri dari: a. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. e. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. penelaahan. b. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kerja sama dan sistem.

f. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan penyelenggaraan. kriteria dan prosedur. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pedoman. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. kriteria dan prosedur. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyusunan standar. prosedur. penyusunan standar. pedoman. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pemberian pelayanan jasa. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. terdiri dari: a. 207 . b. pelaksanaan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. norma. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. pedoman. pelaksanaan. b. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. e. norma. penelaahan.

Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. h. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. c. kearsipan. Bidang Pelatihan dan Sarana. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kepegawaian dan Umum. 208 . Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.g. b. c. Bagian Tata Usaha. b. akuntansi. d. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perbendaharaan. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. e. b.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Perencanaan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. kerja sama. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 209 . akuntabilitas kinerja. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. d. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. e. penelaahan. dan sistem. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. norma. jaringan dan situs informasi. penyiapan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b.

Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. b. promosi. pelaksanaan kerja sama. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kriteria dan prosedur. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. serta evaluasi atas pengelolaan standar. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. kerja sama. penelaahan. 210 . pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. Subbidang Sarana dan Prasarana. penelaahan. pedoman. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan. Subbidang Pelatihan. b. pelaksanaan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. d.

pelaksanaan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pemberian pelayanan jasa. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. d. penelaahan. e. prosedur.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Tata Usaha. 211 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. Bidang Pelatihan dan Sarana. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. c. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. h. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.

akuntansi. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. b. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan. 212 . perlengkapan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. d. terdiri dari: a. b. c. dokumentasi dan tata naskah. hukum. e.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. serta evaluasi atas standar. terdiri dari: a. pedoman. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. c. e. 213 . penelaahan. pedoman. d. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. Subbidang Perencanaan. b. norma dan kriteria.

serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. b. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. promosi. b. e. d. 214 . terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan. Subbidang Pelatihan. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. c. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Inspektorat Jenderal dan Badan. d. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Direktorat Jenderal. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. 216 . terdiri dari: a. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. e. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. b.

pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. i. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. k. h. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. 217 . serta neraca energi dan sumber daya mineral. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. c. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. d. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. g. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. b. j. f. e.

218 . pelaksanaan urusan tata usaha. b. pelaporan dan tata persuratan. b. c. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. e. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. c. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. dan persuratan dinas. Bidang Kajian Strategis. Bagian Tata Usaha. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. d. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Tata Usaha Pusat. b.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. dukungan operasi kerja. rumah tangga. d. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta kearsipan Pusat. c. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral.

pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. 219 . pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. c. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. b. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. h. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. g. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. j. b. f. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. e. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. d. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. i. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan norma. l. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. k.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan norma. penyiapan. b. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. c. e. f.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. b. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelahaan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. pelayanan data dan informasi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. 220 . batubara dan panas bumi. pelaksanaan. ketenagalistrikan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan.

Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. pelaksanaan. e. f. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Subbidang Kajian Strategis Energi. c. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. 221 . gambut. bitumen padat. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. air tanah dan kegeologian. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. b. penelahaan. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. penelahaan. penelahaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen.

dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. 222 . (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya.

a kepada pejabat eselon I. penganggaran. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. perencanaan kerja. peraturan perundang-undangan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. regulasi ekonomi dan keteknikan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. 223 . peralatan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dokumentasi. dan keselamatan umum. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. organisasi. dengan lingkup meliputi personil. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. standardisasi teknis. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan.

BAB XIV ESELON. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Pusat. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (5) Kepala Subbagian. Direktur. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur.a. Inspektur Jenderal.a.a. (3) Kepala Biro.a. Direktur Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.b. Direktur Jenderal. 224 . Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (4) Kepala Bagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Direktorat Jenderal.

BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. X. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. 225 . Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.d.

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 . susunan organisasi.(4) Perubahan atas rincian tugas.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . c. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful