MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

terdiri dari: a. Departemen lain. Kementerian Negara. e. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. b. koordinasi kegiatan Departemen. Biro Keuangan. d. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Biro Umum. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. d. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Kepegawaian dan Organisasi. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. c. dan lembaga lain yang terkait. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. 5 .

c. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. k. serta rencana strategis. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. serta perumusan akuntabilitas kinerja. e. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). d. sosialisasi kebijakan pembangunan. Bagian Perencanaan Anggaran. penyusunan harga satuan. b. perumusan kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. g. h. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana dan program kerja. j. dan rencana anggaran. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. rencana anggaran. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. l. rencana pembangunan jangka panjang. serta pengelolaan kerja sama Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. f. b. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kebijakan pembangunan. i. d.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. c. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. rencana kerja dan anggaran. menengah dan tahunan. e. terdiri dari: a. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta kerja sama. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. 6 . Bagian Kerja Sama.

penelaahan. f. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. dan urusan tata usaha Biro. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar dan kriteria rencana kerja. dan Badan Geologi. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Menengah dan Tahunan Departemen. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. b. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Inspektorat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. e. penyusunan rumusan RK-KL. penelaahan. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. b. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. Subbagian Perencanaan Penunjang. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. 7 . Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan norma. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. d. penelaahan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. Subbagian Penganggaran Penunjang. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. c. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Batubara dan Panas Bumi. c. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. norma. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. dan Badan Geologi. dan 8 . penyiapan. f. terdiri dari: a. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan satuan harga pokok. kriteria perencanaan anggaran. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. e. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penelaahan. b.

b. b. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. d. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. rencana pembangunan jangka panjang. terdiri dari: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. c. f. penelaahan. g. 9 . serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. tahunan dan rencana strategis. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. h. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. menengah. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. e. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. norma. penyiapan bahan sidang.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. RKA-KL. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. kriteria akuntabilitas kinerja. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen.

penyiapan. g. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. penyiapan. penelaahan. d. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan rumusan standar. e. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. f. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama asosiasi. h. kriteria kerja sama. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Batubara. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Inspektorat Jenderal. penyiapan. penelaahan. 10 . serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Badan Geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. Panas Bumi. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. c.

terdiri dari: a. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kesejahteraan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. pemensiunan. penelaahan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. perencanaan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. penelaahan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. c. dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. pembinaan mutasi. Subbagian Kerja Sama Bilateral. e. pengembangan organisasi dan tata laksana. d. serta penyiapan penetapan pemberhentian. penelaahan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. disiplin. penempatan dan pengembangan pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. jabatan struktural dan fungsional. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. pengadaan. c. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). kepangkatan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. 11 . Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28.

Bagian Data dan Informasi Pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. g. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). evaluasi pembinaan kepegawaian. serta standardisasi kompetensi jabatan. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. d. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. pengadaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. d. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. i. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. 12 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan rumusan standar. g. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyusunan rencana formasi. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Bagian Mutasi Pegawai. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. h. penyiapan rumusan rencana. k. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. norma. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. c. terdiri dari: a. e. c. j. serta administrasi penugasan ke luar negeri. b. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai.f. serta kartu PNS. Pegawai Negeri Sipil (PNS). perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional.

Subbagian Pengembangan Karir. 13 . j. bimbingan teknis. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. penelaahan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. penelaahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. kompetensi pegawai. i. pengelolaan administrasi tugas belajar. penelaahan. pemindahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen.h. penyiapan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. kepangkatan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. urusan tugas belajar dan izin belajar. b. dan Kartu PNS Departemen. penyiapan. terdiri dari: a. c. pemberhentian dan disiplin. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen.

Kartu Suami. pelaksanaan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. perbantuan. pembebasan sementara. pelaksanaan disiplin pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. kepangkatan. cuti. dan penilaian angka kredit. pengangkatan kembali. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. pemindahan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pemberhentian. h. pemberhentian dan disiplin. Subbagian Mutasi Jabatan. pemindahan. norma. f. dipekerjakan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. perbantuan. serta Kartu Istri. kepangkatan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. dipekerjakan. c. serta kesejahteraan pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. 14 . pemberhentian.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. penarikan kembali. dan Bapertarum. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. kriteria mutasi pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. dan penilaian prestasi pegawai. dan penarikan kembali pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. d. pelaksanaan pemindahan pegawai. pemindahan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. ujian dinas dan Ujian KPPI. Askes. i. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penelaahan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kepangkatan. c. b. g. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Taspen. penyiapan standar. e. terdiri dari: a. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. j. k.

pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. i. b. e. penilaian angka kredit. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. pelayanan kesehatan. penelaahan. g. Daftar Urut Kepangkatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan. c. Taspen. penyiapan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. disiplin. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. 15 . serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. f. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penelaahan. dan administrasi lembaga tripartit. dan daftar riwayat hidup pegawai. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pemberhentian dan pemensiunan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. penggajian. pendidikan dan pelatihan pegawai. Kartu Istri. d. Askes. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pemindahan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pemberhentian. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. penghargaan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Bapertarum pegawai Departemen. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Kartu Suami. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. h. pengadaan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. kepangkatan. pelaksanaan. penghargaan.

c. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. pendidikan dan pelatihan pegawai. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. e. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. pelaksanaan. pemberhentian. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. d. kepangkatan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pengadaan pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. jabatan. penelaahan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. 16 . terdiri dari: a. pemindahan. penghargaan. penelaahan. b. penelaahan. pelaksanaan. klasifikasi dan peta jabatan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. c. serta evaluasi. pelaksanaan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. b. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. norma. kriteria pengembangan organisasi. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta pedoman penyempurnaan organisasi.

standardisasi kompetensi jabatan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. Subbagian Kelembagaan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. analisis beban kerja. peta jabatan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 17 . pola hubungan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pengembangan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja.f. perbendaharaan. terdiri dari: a. penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. administrasi keuangan. h. penelaahan. pengembangan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Subbagian Tata Laksana. g. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. b. pengembangan.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. serta Neraca Departemen. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. d. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. e. h. Bagian Akuntansi. serta bimbingan teknis perbendaharaan. terdiri dari: a. g. k. b. i. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan perbendaharaan. c. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. dan implementasi sistem akuntansi. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. penyelesaian kerugian negara. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Bagian Perbendaharaan. serta nota keuangan. 18 . pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. perbendaharaan. Bagian Kekayaan Negara. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. kekayaan negara dan akuntansi. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. laporan realisasi anggaran. b. d. j. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pembinaan inventarisasi. f. serta pelaksanaan akuntansi. e. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. administrasi keuangan. Pasal 49 Biro Keuangan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pendapatan dan Belanja. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara.

g. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). b. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. c. j. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. h. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. k. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penelaahan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. pelaksanaan. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penelaahan. penyiapan target. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Anggaran Pendapatan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyusunan rumusan standar. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. Subbagian Anggaran Belanja. 19 . dan urusan tata usaha Biro. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. i. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. terdiri dari: a. penyiapan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. norma. f. penyiapan. penelaahan.

dan pengelolaan SPM. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. c. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. serta pembagian iuran sumber daya alam. terdiri dari: a. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. b. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. norma. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Badan Geologi. 20 . e. pelaksanaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. penelaahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. d. f.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen.

Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. dan bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. 21 . g. b. b. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. ganti rugi. kriteria pengelolaan kekayaan negara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. c. pelaksanaan. c. tuntutan perbendaharaan. penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. e. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. norma. f. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. d. pelaksanaan.

terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. penelaahan.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Inspektorat Jenderal. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Subbagian Penyiapan Neraca. b. Batubara dan Panas Bumi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). 22 . rekonsiliasi. g. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. c. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Badan Geologi. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan verifikasi. c. e. penelaahan. norma. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal.

serta evaluasi atas pembukuan aset.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kehumasan. serta program legislasi dan regulasi. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan kehumasan. penelaahan. d. dan bantuan hukum. penelaahan. dan penyelesaian kasus hukum. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. serta hubungan masyarakat Departemen. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). pelaksanaan. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. h. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. b. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. e. penelaahan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. dan implementasi SAAT Departemen. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. dan implementasi SAI Departemen. f. bantuan hukum. c. bantuan hukum dan kehumasan. pelaksanaan. pengelolaan dokumentasi. dan bantuan hukum. rekonsialiasi. verifikasi anggaran. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kewajiban. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. penelaahan. 23 . Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. g. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. equitas dana. Neraca. konsolidasi.

terdiri dari: a. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Bagian Penelaahan Hukum. c. Bagian Bantuan Hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. c. Bagian Hubungan Masyarakat. Kelompok Jabatan Fungsional. d. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. b. penelaahan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. c. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. j. d. 24 . evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. serta program legislasi dan regulasi Departemen. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e. e.i. dan bantuan hukum. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

penelaahan. e. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria kontrak atau perjanjian. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. h. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penelaahan. c. 25 . dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. b. penyiapan. d. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. g. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

penyiapan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. e. penelaahan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 26 . Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. f. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penyiapan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. c. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. d. b. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. b.

penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. d. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. 27 . serta monitoring dan analisis berita. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. norma. e. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. konferensi pers.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. b. c. pelaksaaan. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksaaan. pelaksaaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. b.

Subbagian Hubungan Kelembagaan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat.g. 28 . perekaman dan pameran kegiatan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. penelaahan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. penerbitan. monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan peliputan. terdiri dari: a. pelaksanaan. peliputan dan perekaman kegiatan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. Subbagian Publikasi. rumah tangga Sekretariat Jenderal. i. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. abstrak peraturan perundang-undangan. pameran Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media. j. h. c. penelaahan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. konferensi pers. dan urusan tata usaha Biro. b. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen.

i. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. h. c. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Sekretaris Jenderal. tata usaha dan kearsipan. e. Bagian Perlengkapan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. g. perlengkapan dan pengadaan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. tugas 29 . pengelolaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. c. f. Pasal 87 Biro Umum. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. d. b. tata persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. d. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. f. Staf Ahli. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. b. rumah tangga Sekretariat Jenderal. j. terdiri dari: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. penyediaan sarana dan prasarana kerja.

Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. d. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Medan Merdeka Selatan 18. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. c. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Menteri. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. persuratan dinas. b. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelantikan. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyiapan penyelenggaraan rapat. f. Subbagian Urusan Dalam Departemen. e. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. c. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. b. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88.

d. Subbagian Kearsipan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan rumusan standar. 31 . b. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Departemen. pelaksanaan. penyiapan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penjadwalan kegiatan. norma. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. e. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. b. f. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan ekspedisi surat dinas. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. persuratan dinas. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. c. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.

penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. d. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera.H. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. keamanan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. Staf Ahli. keselamatan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat).Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. 32 . Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan kebersihan. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Thamrin 1. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. M. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. b. f. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. Kepala Biro dan Kepala Pusat. terdiri dari: a. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. c. serta pengadaan. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e.

Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengadaan. c. b. pelaksanaan pengadaan. norma. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. inventarisasi. g. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. d. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. c. e. penyiapan bahan rumusan standar. f. Subbagian Pengadaan. terdiri dari: a. penelaahan penyiapan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan kegiatan. Subbagian Rencana Kebutuhan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. 33 . dan kearsipan Staf Ahli. kriteria perlengkapan. b. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. 35 . b. e. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. kriteria. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. norma. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. d. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. ketatalaksanaan. b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. d. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. i. c. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pelaporan. satuan kerja. 36 . perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. h. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. g. Bagian Umum dan Kepegawaian. c. b. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. kearsipan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. f. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. dan rumah tangga. e.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

i. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. f. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. c. serta perhitungan bagi hasil. perumusan pengaturan. j. d. m. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. 41 . perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. l. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. k. pelaksanaan. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. e. g. implementasi Sipeg. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. rencana dan program. penelaahan.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. h. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. WP & B). n. b.

serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi program sektor. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. f. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. b. e. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. 42 . Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. b. d. d. evaluasi kebijakan. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. penyusunan statistik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. ketersediaan dan infrastruktur sektor. h. norma. p. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan. terdiri dari: a. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi.o. serta data kebutuhan. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. f. b. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. serta pencadangan strategis. e. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. c. c. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi.

e. norma. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan terms of condition KKS. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. serta penyediaan informasi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. f. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan data potensi. b. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. terdiri dari: a. d. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. permasalahan iklim usaha. penyiapan rumusan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. c. g. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penyiapan. 43 . penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. dan pelaksanaan sosialisasi. penelaahan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

norma. penelaahan. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. b. h. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. tugas serta induk. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. pajak. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta biaya operasi. g. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. 44 . penyiapan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta bagi hasil daerah. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. tugas serta induk. penelaahan. j. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. c.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pencatatan. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. pemeriksaan dan pengujian. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. retribusi. i. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). penyiapan rumusan standar. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. e. d.

Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. pajak. 45 . penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. tenaga kerja asing. penelaahan. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. d. b. penyiapan rumusan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. e. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. harga minyak mentah Indonesia. terdiri dari: a. retribusi. tenaga kerja asing. pelaksanaan. c. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. pelaksanaan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. b. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. g. f. lifting dan target penerimaan. norma. PNBP dan tarif iuran. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. b. penelaahan. penggunaan barang operasi. 46 . penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. penelaahan. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. fasilitasi lembaga tripartit. rencana impor barang operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. penyiapan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. dan kerja sama dalam negeri. k. b. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. i. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. pemberdayaan produksi dalam negeri. j. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing.h. pelaksanaan. penyiapan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. terdiri dari: a. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta pengaturan tenaga kerja asing.

kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. serta kerja sama Pemerintah Daerah. d. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penelaahan. b. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. e. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. terdiri dari: a. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. f. 47 . Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. g.c. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama.

pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. d. e. norma. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. g. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156.d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. g. l. b. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. b. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. k. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. kriteria pengelolaan WK. c. j. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. f. f. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. d. h. e. pelaksanaan pengumuman WK. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. 48 . i. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan WK. h. c. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. norma. penyiapan rumusan standar. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. b.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. d. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. kriteria usaha eksplorasi. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. b. penilaian. terdiri dari: a. f. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. penelaahan. 49 . e. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. c. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. d. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. b. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. g. i. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. 50 . pelaksanaan. kriteria. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penelaahan. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. j. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. e. b. penyiapan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. norma. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. f. pelaksanaan.

pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. rencana kerja dan anggaran KKS. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. f. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. 51 . b. g. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. b. d. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. norma. penyiapan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha eksploitasi. penelaahan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. tumpang tindih lahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. c.

serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. f. b. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. e. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. norma. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan rumusan standar. 52 . penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. penelaahan. h. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. i. penelaahan.

Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. g. pelaksanaan. perumusan jenis bahan bakar minyak. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. f. h. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. i. hasil olahan dan bahan bakar lain. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. bahan bakar lain. b. penyiapan. 53 . Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. perumusan pengaturan Penugasan. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyediaan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Light Petroleoum Gas (LPG). serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. bahan bakar gas. d. Light Natural Gas (LNG). penelaahan. e. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). penelaahan. c. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. e. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pengelolaan data. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. j. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. k. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. pengelolaan data. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. g. f. l. h. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. terdiri dari: a. LNG. i. 54 . c. bahan bakar gas.j. d. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. e. penyiapan perizinan usaha pengolahan. bahan bakar lain. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. c. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. f. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. d. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. LPG. norma.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. g. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. 55 . pengelolaan data. penelaahan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. norma. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. Seksi Pengolahan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. penyiapan rumusan standar. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. penelaahan. d. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. b. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi.

penyiapan rumusan standar. penyiapan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. d. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. penyiapan rumusan formulasi harga.i. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. terdiri dari: a. serta penyiapan penetapan P3JBT. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. b. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. 56 . norma. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. kriteria harga bahan bakar. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. e. c. b. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penyiapan. j. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. bahan bakar gas dan LPG. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. penyiapan.f. penelaahan. h. g. e. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. b. f. penelaahan. d. gas bumi. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. c. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. terdiri dari: a. penyiapan perizinan usaha niaga. pengelolaan data. 57 . penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. LPG. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. kriteria usaha niaga. norma. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. pelaksanaan. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. LNG. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. i. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi.

penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. d. LPG. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. biodiesel.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. c. penyiapan. kriteria usaha non bahan bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penelaahan. terdiri dari: a. penelaahan. petrokimia. penyiapan norma. Seksi Niaga Minyak Bumi. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penyiapan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. b. dan non bahan bakar lainnya. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. pelumas. e. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. f. LNG. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. b. tugas 58 . b. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Niaga Gas Bumi.

standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. biodiesel. penelaahan. petrokimia. serta penggunaan tenaga teknik. kelaikan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. lindungan lingkungan. h. usaha penunjang. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. profesi personil. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. dan non bahan bakar lainnya. b. petrokimia. f. dan non bahan bakar lainnya. kelaikan teknis. d.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 59 . produk. lindungan lingkungan. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. penyiapan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. c. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. biodiesel. e. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi.

serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. d. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. j. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis.i. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Kelompok Jabatan Fungsional. g. c. e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . 60 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. e. b. h. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. terdiri dari: a. f. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. f.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. instrumentasi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. K3. penyiapan rumusan standar. c. b. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. keselamatan operasi. 61 . pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. g. instalasi. penyiapan.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. f. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. d. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.

pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. dan kalibrasi alat ukur. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instalasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. penelaahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 62 . dan penggunaan tenaga teknik. norma. b. d. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan. instrumentasi. e. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. K3. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar.

penelaahan. pelaksanaan. b. Seksi Keselamatan Pengolahan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. terdiri dari: a. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. g. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. c.f. Penyimpanan. penyiapan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). 63 . pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. b. Penyimpanan. pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. pengangkutan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. serta penjaminan pasca operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan.

norma. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. 64 . penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. f. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.d. pengangkutan. e. penelaahan. g. c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.

f.d. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 65 . pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. profesi personil. pelaksanaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. produk. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. b. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. pedoman. norma. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. penyusunan standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. 67 . yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e.

c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. satuan kerja. 68 . h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. g. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. e. d. d. dan rumah tangga. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. i. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. kearsipan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. b. f. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi.

pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. terdiri dari: a. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. f. akuntabilitas kinerja. situs. pelaksanaan. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. pelaporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. d.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. rapat koordinasi. g. e. jaringan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. d. ketatalaksanaan. 69 . b. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. d.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. satuan kerja. b. c. penyiapan. e. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. perhitungan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. serta penyelesaian kerugian negara. penyiapan. Pasal 237 Bagian Keuangan. Subbagian Kekayaan Negara. b. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 70 . (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. c. terdiri dari: a.

evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. c. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. d. dokumentasi dan sosialisasi hukum. 71 . penelaahan. serta kehumasan. laporan pertanggungjawaban keuangan. c. pelaksanaan informasi. pelaksanaan. e. Subbagian Informasi Hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan konsultasi hukum. pertimbangan hukum. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan. pelaksanaan. f. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. b. penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. c. telepon. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. pertamanan dan perparkiran. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. perlengkapan dan rumah tangga. pengurusan formasi. dan kearsipan. penelaahan. dan Implementasi Sipeg. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. ekspedisi persuratan dinas. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. d. serta urusan keprotokolan dan upacara. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. mutasi. pengadaan pegawai. pelaksanaan urusan kesekretariatan. b.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. c. g. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pemberhentian. kebersihan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. e. f. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. terdiri dari: a. 72 . Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. keamanan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pelaksanaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. b. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga.

e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. 73 . serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. implementasi Sipeg. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. b. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. g. penelaahan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. rencana dan program. serta rencana dan program pembangunan berjangka. f. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). h. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. c. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. rencana dan program. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. lembaga sertifikasi dan asosiasi. rencana pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. evaluasi kebijakan.

Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. b. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. c. g. e. 74 . Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. d.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. c. f. e. d. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. serta program pengembangan jaringan transmisi. b. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penyiapan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. b. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. b. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. d. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. 75 . Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik.

serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penelaahan. penyiapan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. e. b. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. norma. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. 76 . serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. b. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penyiapan bahan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan.

77 . Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. multilateral dan regional. asosiasi dan lembaga lainnya. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Seksi Multilateral dan Regional. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. d. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. c. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana dan program. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penelaahan. lembaga sertifikasi. penyusunan dokumen perjanjian. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana.

Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. c. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. d. pelaksanaan pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pengolahan. b. 78 . serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. penyiapan. penelaahan. e. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.

b. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. d. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. d. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. 79 .Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pembinaan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. f. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. i. c. e. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perlindungan konsumen. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. c. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. g.

d. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha.c. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. b. b. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta efisiensi dan transparansi usaha. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. pelaksanaan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. c. d. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik.

dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. terdiri dari: a. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. b. b. penyiapan rumusan standar. norma. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. terdiri dari: a. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. penelaahan. pemberian sanksi. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria harga jual tenaga listrik. e. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. c. 81 . f. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penyiapan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. b.

Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria hubungan komersial. f. d. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. b. penelaahan. norma. e. penyiapan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. 82 . serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. terdiri dari: a. b.

b. kriteria perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. terdiri dari: a. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. d. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. e. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. penyiapan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. mempunyai tugas 83 . Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik.

keselamatan dan K3. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. produk. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. f. lindungan lingkungan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. h. f. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. i. 84 . Kelompok Jabatan Fungsional. kelaikan teknis. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. g. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. profesi personil. kelaikan teknis. d. b. serta penggunaan tenaga teknik. e. c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. e. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta pembinaan teknis. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b.

penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. d. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. 85 . penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. b. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. terdiri dari: a. jenis dan mutu tenaga listrik. g. penyiapan. serta Rancangan SNI. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. e. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan.

c. norma. 86 . penyiapan rumusan standar. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. d. e. kelaikan peralatan. g. penelaahan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. keselamatan operasi. penelaahan. dan K3. f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. instrumentasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kalibrasi alat ukur. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a.

b. penelaahan. c. b. f. 87 . g. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. e.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. d. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. b. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. e. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. d. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. 88 . c.

evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. penelaahan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. g. profesi personil. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. produk. b. d. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. e. norma. penyiapan rumusan standar. b. penelaahan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. 89 . Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.

perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. h. Subdirektorat Energi Perdesaan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. d. f. d. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. f. terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Subdirektorat Konservasi Energi. energi alternatif. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan standar. kriteria pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. c. serta rencana dan program energi baru terbarukan. g. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. c. e. b. norma. e. c. 90 .Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. energi perdesaan dan konservasi energi.

Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penelahaan. 91 . e. terdiri dari: a. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program pengembangan usaha. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. b. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. c. terdiri dari: a.d. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. e. norma. penelahaan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. penyiapan rumusan kebijakan. b. penyiapan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Seksi Program Pemanfaatan Energi.

Seksi Penerapan Konservasi Energi. c. b. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rumusan kebijakan. penelahaan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. Seksi Program Konservasi Energi. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi atas program konservasi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan. b. penelahaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penelahaan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. d. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. 92 . pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. rencana dan program.

b. pemberdayaan masyarakat.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. terdiri dari: a. rencana dan program.. norma. c. Seksi Program Energi Perdesaan. penyiapan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penelahaan. penyiapan rumusan kebijakan. rencana dan program energi perdesaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. penyiapan rumusan standar. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta pedoman pengembangan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. 93 . dan kriteria pengembangan energi perdesaan. e. penelahaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. terdiri dari: a. penyiapan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penelahaan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 94 . energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. b.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. c. b.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Mineral. dan panas bumi. 96 . c. Direktorat Jenderal Mineral. batubara. kriteria. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. e. batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. norma. batubara dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. dan prosedur di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan standar.

d. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 97 . c. c. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi. satuan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. d. g. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. dan rumah tangga. e. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. f.

terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. Subbagian Laporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. e. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. g. f. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. 98 . Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. e. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pengelolaan sistem. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. pelaporan. c. c. rapat koordinasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Batubara dan Panas Bumi. b. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. b. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c.

Subbagian Perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. d. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. jaringan. 99 .Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. terdiri dari: a. penelaahan. f. penyiapan. e. b. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. satuan kerja. b. Pasal 354 Bagian Keuangan. situs. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c.

dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. e. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Informasi Hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Pertimbangan Hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. pelaksanaan. pelayanan konsultasi hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. pertimbangan hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. terdiri dari: a. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. penelaahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. c. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. b. c. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. 100 . penelaahan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. b. pelaksanaan informasi. serta kehumasan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal.

penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. perlengkapan dan rumah tangga. ekspedisi persuratan dinas. keamanan. e. penyiapan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. panas bumi dan air tanah. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. f. pengurusan formasi. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. telepon. dan kearsipan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penelaahan. penelaahan. pertamanan dan perparkiran. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pemberhentian.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. 101 . c. d. program legislasi dan regulasi bidang mineral. dan Implementasi Sipeg. batubara. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan urusan kesekretariatan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengadaan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. mutasi. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan.

b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Subbagian Kepegawaian. b. cadangan atau potensi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. rencana dan program di bidang mineral. serta penetapan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. dan produksi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pelaksanaan. wilayah kerja. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. 102 . kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha. perumusan kebijakan pengembangan usaha. d. neraca sumber daya wilayah kerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. persuratan dinas dan kearsipan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. c. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. rencana pengadaan. implementasi Sipeg. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. serta kebijakan pengelolaan air tanah.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. c. investasi dan pendanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. dan produksi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah.e. e. terdiri dari: a. perumusan perencanaan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana dan program di bidang mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. batubara. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. pencatatan dan perhitungan PNBP. menengah dan tahunan berbasis kinerja. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi. c. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. serta pemantauan perencanaan program di daerah. j. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. i. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. eksplorasi dan operasi produksi. g. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan data. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. d. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta perhitungan bagi hasil. 103 . Batubara dan Panas Bumi. h. e. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. evaluasi kebijakan. f. Batubara. d. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. c.

batubara. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. serta kerja sama di bidang mineral. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. penyiapan. panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. asosiasi dan lembaga sertifikasi.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. g. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Seksi Program Mineral dan Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. b. h. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 104 . serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. c. penyiapan. d. penelaahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penelaahan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. e.

Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). b. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. b. d. batubara. Kontrak Karya (KK). Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. c. Batubara dan Panas Bumi. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. 105 . (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya.

b. Batubara dan Panas Bumi. d. penyiapan rumusan standar. norma. b. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. penelaahan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. serta penyusunan statistik pengusahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. 106 . Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. batubara. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. kriteria pencadangan wilayah kerja. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. penyiapan.e. panas bumi dan air tanah. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penelaahan.

batubara. Batubara. statistik. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. g. Seksi Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penelaahan.e. penyiapan. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. pencadangan dan potensi di bidang mineral. penyiapan penetapan potensi. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. (2) Seksi Informasi Mineral. pelaksanaan. serta penetapan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. h. b. 107 . terdiri dari: a. f. serta pengelolaan informasi bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. neraca sumber daya. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. cadangan dan wilayah kerja. Batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.

Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. batubara dan panas bumi. serta bagi hasil daerah. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penelaahan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. c. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Batubara dan Panas Bumi. b. 108 . e. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. pelaksanaan pencatatan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

g. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). b. e. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. c. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. 113 . serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. f. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Seksi Bimbingan Usaha Batubara.

Seksi Hubungan Komersial Mineral. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. h. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. d. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Batubara. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. 114 . perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. g. perumusan pengaturan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. b. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. f. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. i. e. b.

Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. d. e. serta pengelolaan air tanah. e. serta pengelolaan air tanah. c. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. b. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. norma. 115 . penyiapan rumusan pengaturan usaha. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. l. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. dan perubahan batas wilayah kerja. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. b. f. d. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Subbagian Tata Usaha. k. g. f. Kelompok Jabatan Fungsional.j.

studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. 116 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. c. d.h. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. i. penelaahan. terdiri dari: a. b. Seksi Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. pelaksanaan fasilitasi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi.

Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. e. f. d. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. 117 . penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. c. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta pengendalian air tanah. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. b. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. g. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi.

c. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. d. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. terdiri dari: a. b. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. b. 118 . serta pengelolaan air tanah. serta pengendalian air tanah. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi.h. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. i. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. penelaahan. e.

Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.g. d. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. c. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. f. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. 119 . b. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. h.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. c. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Seksi Konservasi Air Tanah. serta air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. 120 . perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. batubara dan panas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. penelaahan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah.

pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. batubara. kelaikan teknis. lindungan lingkungan.d. Subdirektorat Standardisasi Mineral. c. d. Batubara dan Panas Bumi. e. batubara dan panas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. produk. Subdirektorat Standardisasi Mineral. f. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. kelaikan teknis. e. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. profesi personil. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. g. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. serta penggunaan tenaga teknik. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. j. 121 . Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. i. Kelompok Jabatan Fungsional. batubara. f. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. K3. lindungan lingkungan.

(2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Seksi Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. serta konservasi mineral dan batubara. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. penyiapan. 122 . pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. norma. Batubara. g.c. dan Panas Bumi. profesi personil. penelaahan. jenis dan mutu produk. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. produk. penelaahan. pemurnian. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. e. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. f. terdiri dari: a. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batubara. d.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan. pelaksanaan. b. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. terdiri dari: a. e. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penelaahan. dan konservasi mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penyiapan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. batas wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. 123 . Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. serta konservasi mineral dan batubara. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. c.b. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. d. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

i. e. h. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Batubara. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. b. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. f. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.c. terdiri dari: a. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. dan panas bumi. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. batubara dan panas bumi. d. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. 124 .

penyimpanan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Batubara. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. b. norma. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. keamanan instalasi. f. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. instrumentasi. penelaahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. e. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. d. pengangkutan. Batubara. batubara. Batubara. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. c. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penimbunan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan. penyiapan. batubara. panas bumi dan air tanah. dan panas bumi. dan Panas Bumi. 125 . g. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. kalibrasi alat ukur. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. pelaksanaan.

pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. dan Panas Bumi. d.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. terdiri dari: a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. c. 126 . e. norma. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. f. Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan. Batubara. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 127 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. d. b. keuangan. Inspektorat III. Inspektorat IV.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. penyusunan laporan hasil pengawasan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. terdiri dari: a. c. c. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat II. 128 . d.

keprotokolan dan rumah tangga. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. i. b. 129 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. kearsipan. g. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. perlengkapan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. f. d. j.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. keamanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. k. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. h. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Keuangan.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. b. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. dan rencana kerja. program kerja. jaringan. penyajian informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana. g. i. h. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. b. 130 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Penyiapan Laporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. j. c. penelaahan. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. ketatalaksanaan. pelaporan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. ketatalaksanaan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pelaporan. penyiapan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. satuan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. situs. d. rapat koordinasi. penelaahan.

e. Badan Geologi. b. c. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pelaksanaan analisis. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. analisis hasil pengawasan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. penelaahan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. d. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Mineral. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. penyiapan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pengolahan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. 131 . monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. b. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.

serta pemberian pertimbangan hukum. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. dokumentasi hukum. terdiri dari: a. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Subbagian Hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. c. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah. penyuluhan. Subbagian Kepegawaian. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dokumentasi hukum. dan implementasi Sipeg. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. 132 . jaringan informasi hukum dan perpustakaan. b. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi urusan hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. masyarakat dan yustisia. pelaksanaan. bantuan hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. d. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan. b. e. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pertimbangan hukum. perpustakaan.

rumah tangga dan kehumasan. Subbagian Rumah Tangga. 133 . dokumentasi dan tata naskah. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. rumah tangga dan kehumasan. k. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. keprotokolan dan kehumasan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. terdiri dari: a. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. g. persuratan dinas. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. pelayanan kesekretariatan. h. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. b. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. b. c. i. serta pengurusan administrasi keuangan. dan implementasi Sipeg. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. dan kearsipan. perbendaharaan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. serta pengurusan administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. j. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. f.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan keamanan. penelaahan. e. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. d. perlengkapan. kebersihan. pelaksanaan. perlengkapan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. pengurusan penganggaran.

e. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan laporan hasil pengawasan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan kehumasan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. serta evaluasi atas urusan keamanan. persuratan dinas. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. kebersihan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perlengkapan dan pengadaan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeriksaan. d. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. dan administrasi keuangan. c. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. perencanaan kebutuhan. penelaahan. 134 . penelaahan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. 139 . (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur.

(2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. 140 . f. b. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Survei Geologi. e. e. g. Pusat Sumber Daya Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. dan geologi lingkungan. c.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. d. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Lingkungan Geologi. terdiri dari: a. perumusan kebijakan di bidang geologi. penelitian dan pelayanan. d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. b. Sekretariat Badan Geologi. h. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. pelayanan survei geologi. c. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi.

Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. ketatalaksanaan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. Bagian Keuangan. d.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Umum. koordinasi pelayanan administratif Badan. pelaporan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. informasi hukum. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. f. serta pelaksanaan bantuan hukum. e. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. h. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. serta perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. i. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. dan rumah tangga. j. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. 141 . e. g.

pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. f. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. b. penyajian informasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengembangan organisasi Badan. pengelolaan sistem. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. d. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. b. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Laporan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. 142 . jaringan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. penelaahan. penyiapan. pelaporan. situs. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. c. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

pengangkatan. penyiapan. pelaksanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengembangan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. c. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta implementasi Sipeg Badan. serta evaluasi atas perencanaan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. kesejahteraan. terdiri dari: a. dan analisis jabatan. pemberhentian. kepangkatan. pengembangan. kesejahteraan. e. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penggajian. penelaahan. d.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas mutasi. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pengurusan perencanaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. kepangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengadaan. b. penyiapan. penggajian. c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. b. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pemberhentian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. 143 . pelaksanaan.

Pasal 517 Bagian Keuangan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. perlengkapan. d. perhitungan pelaksanaan anggaran. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. 144 . dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. PBI Badan. terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. serta penyelesaian kerugian negara. c. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan revisi anggaran Badan. Neraca. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rumah tangga. b. kearsipan. c. serta pengurusan revisi anggaran. e. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyelesaian kerugian negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. f.

(2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. persuratan dinas. pelayanan kesekretariatan. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pemeliharaan barang inventaris. persuratan dinas dan kearsipan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. dan kearsipan. bantuan hukum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. distribusi penggunaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan. Subbagian Tata Usaha. 145 . f. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta keprotokolan dan upacara Badan. d. Pasal 521 Bagian Umum. b. informasi dan dokumentasi hukum.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. pengadaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pengurusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. c. Subbagian Hukum. b. dan rumah tangga. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. kearsipan. kebersihan dan keamanan Badan. perpustakaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. kesekretariatan. e. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. penyiapan koordinasi ketatausahaan. kehumasan.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. Bidang Informasi. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. pengelolaan ketatausahaan. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. Kelompok Jabatan Fungsional. g. i. Bidang Program dan Kerja Sama. gambut. penyelidikan. b. serta pemetaan tematik potensi.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyusunan neraca sumber daya geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. mineral. c. c. 146 . e. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. penyelidikan. serta rancang bangun dan pemodelan. f. perumusan rencana dan program. dan kepegawaian Pusat. h. administrasi keuangan. keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Sarana Teknik. bitumen padat. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. b. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. rumah tangga. dan panas bumi. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. j. Bagian Tata Usaha. e. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. rekayasa teknologi. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

serta akuntansi. kebersihan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. c. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keuangan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan sarana dan prasarana kerja. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. 147 . b. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengangkatan. b. keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan.

penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. c. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyusunan akuntabilitas kinerja. d.d. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. f. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Laboratorium. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. 148 . Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan sosialisasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Program. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. penyiapan. dokumentasi dan publikasi. jaringan dan situs informasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penganggaran. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. Pasal 540 Bidang Informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. d. 149 . b. terdiri dari: a.

penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. tsunami. pelaksanaan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. j. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. operasi perangkat lunak. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. perpustakaan. penyelidikan. serta rancang bangun. sosialisasi. serta sesar aktif. e. dan gerakan tanah. dokumentasi. i. dan gerakan tanah h. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pemodelan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pos pengamatan gunung api. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. b. dan rekayasa teknologi. tsunami. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. sistem. 150 . penelaahan. c. penelaahan. f. gempa bumi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. g. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. gempa bumi.

k. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengangkatan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. l. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengurusan perencanaan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. keuangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. d. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. d. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. terdiri dari: a. penyelidikan. pengembangan. kebersihan. b. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. pemelaahan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan penelitian. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. c. 151 . keamanan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta perpustakaan. pengurusan. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pemelaahan. pelaksanaan. pengurusan. 152 . peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pelaksanaan penyelidikan geofisika. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. terdiri dari: a. Subbidang Pengamatan Gunung Api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. b. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan status dan peringatan dini. geokimia dan deformasi. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. penetapan status. c. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. d. penelaahan. administrasi keuangan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api.

gerakan tanah dan tsunami. penelaahan. 153 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. terdiri dari: a. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. d. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b. pelaksanaan. c. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. b.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan. pelaksanaan. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi.

akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. e. serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. 154 . c. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. d. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. gerakan tanah dan tsunami. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penyiapan. penyelidikan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. f. b. penelaahan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi.

k. i. b. penyelidikan. j. h. pengembangan. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. evaluasi penyelenggaraan penelitian.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. rekayasa teknologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. e. pengurusan perencanaan. g. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga. geologi teknik dan air tanah. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. d. c. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. e. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Teknik. pengangkatan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. keuangan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dan pengelolaan tata ruang. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. geologi teknik dan air tanah. Bagian Tata Usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. 155 . c. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. f. Bidang Informasi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. f. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. kebersihan. d. keuangan. keamanan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. b. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja.c. 156 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta akuntansi. terdiri dari: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. e. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai.

b. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. penelaahan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. b. serta kerja sama pelayanan jasa. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. terdiri dari: a. c. Subbidang Laboratorium. 157 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Kerja Sama. pelaksanaan. d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Program. b.

pengelolaan. pelakanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan sosialisasi. serta operasi perangkat lunak informasi. d. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penyiapan. penelaahan. penelaahan. b. dokumentasi dan publikasi. 158 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penganggaran. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan perpustakaan. jaringan dan situs informasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. b. Pasal 578 Bidang Informasi. terdiri dari: a.

rekayasa teknologi. e. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. geofisika. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan ketatausahaan. i. evaluasi pelaksanaan penelitian. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. l. penyelidikan dan survei di bidang geologi. sosialisasi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. perpustakaan. pelayanan jasa survei. pemetaan geologi. m. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. operasi perangkat lunak. sistem. geokimia. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pemetaan dan penelitian geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. rumah tangga. inventarisasi hasil survei. dokumentasi. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. d. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pemetaan. geomorfologi. 159 . pelaksanaan. f. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan kepegawaian Pusat. penelitian dan penyelidikan geologi. k. penelaahan. c. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. administrasi keuangan. j. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tektonik. pelaksanaan. penelaahan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. g.

e. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Program dan Kerja Sama. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 160 . pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. terdiri dari: a. keamanan. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. keuangan. pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Bagian Tata Usaha. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. e. pengangkatan. b.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Teknik. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bidang Informasi. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. d. Kelompok Jabatan Fungsional.

d. b. e. 161 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. c. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Laboratorium. f.

Subbidang Kerja Sama. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 162 . Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. e. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. pengelolaan. serta kerja sama pelayanan jasa.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. d. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan. penelaahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. c. pelakanaan pengelolaan sistem. operasi perangkat lunak. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. terdiri dari: a. 163 . sistem. d. serta pemutakhiran basis data. dokumentasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. jaringan dan situs informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. dokumentasi dan publikasi. b. sosialisasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. pelaksanaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyelidik Bumi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 .

evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. 165 . Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. e. c. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. d. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. panas bumi. b. pembinaan pelayanan jasa teknologi. g. mineral batubara. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. c. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. e. serta perencanaan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. h. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. informasi hukum. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. dan rumah tangga. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. d. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. g.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. d. 166 . Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. koordinasi pelayanan administratif Badan. f. terdiri dari: a. c.

c. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. akuntabilitas kinerja. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. 167 . pelaporan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. j. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. jaringan dan situs informasi.i. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Kepegawaian. Bagian Keuangan. b. Subbagian Laporan. g. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. e. ketatalaksanaan. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. terdiri dari: a. f. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Umum. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. ketatalaksanaan. d. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Pengelolaan Informasi.

(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kesejahteraan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. kepangkatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. c. penggajian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pengembangan. pengadaan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 168 . e.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi Sipeg. d. situs. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. terdiri dari: a. penyajian informasi. serta penyempurnaan organisasi Badan. satuan kerja. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. penelaahan. dan analisis jabatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. b. pelaksanaan. jaringan. pengurusan perencanaan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. c. pemberhentian. penelaahan.

penyiapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penggajian. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. e. Pasal 618 Bagian Keuangan. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas perencanaan. penelaahan. penyiapan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. d.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. kepangkatan pemberhentian. serta evaluasi atas mutasi. 169 . Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyiapan. serta pengurusan revisi anggaran. c. pengangkatan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. PBI Badan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kesejahteraan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. pelaksanaan. Subbagian Akuntansi. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta implementasi Sipeg Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.

b. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. perpustakaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. Pasal 622 Bagian Umum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. terdiri dari: a. pelayanan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha. kehumasan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan perlengkapan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. f. pelaksanaaan bantuan hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. 170 . serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan. dan rumah tangga. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan revisi anggaran Badan. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. perlengkapan. dan kearsipan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. perlengkapan. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kearsipan. dan rumah tangga. Neraca. c. Subbagian Hukum. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. kearsipan. persuratan dinas. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengadaan. distribusi penggunaan. d. dan pemeliharaan barang inventaris. b. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. e. pelaksanaan keamanan dan kebersihan.

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. dokumentasi hukum dan perpustakaan. e. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. c. b. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. 171 . (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. g. serta keprotokolan dan upacara Badan. f. penelaahan. persuratan dinas dan kearsipan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. rencana kebutuhan dan pengadaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. bantuan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pelaksanaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. kesekretariatan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. kebersihan dan keamanan Badan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.

organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. c. rumah tangga. b. Bagian Tata Usaha. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Afiliasi. persuratan dinas dan kearsipan. dan kepegawaian Pusat. 172 . pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. d. Kelompok Fungsional. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. kebersihan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. c. b. administrasi keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara.h. i. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Bidang Program. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. b. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. e.

pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. serta pengadaan. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. b. perbendaharaan dan akuntansi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. 173 . dan kebersihan Pusat. pelaksanaan. keamanan. b. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. serta analisis. pelaksanaan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 637 Bidang Program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. 174 . terdiri dari: a.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. d.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. b. pelayanan jasa teknologi. c. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 641 Bidang Afiliasi. 175 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama.

h. 176 . f. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. i. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. dan kepegawaian Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan ketatausahaan. d. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. penelaahan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. rumah tangga. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. administrasi keuangan. g. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. pelaksanaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.

Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. pemeliharaan sarana kerja. d.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Afiliasi. pengangkatan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. dan kebersihan Pusat. serta pengadaan. e. Bidang Program. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. c. terdiri dari: a. keuangan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. 177 . keuangan. b. terdiri dari: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. pengurusan perencanaan. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. d. persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan.

serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. penyediaan bahan baku. 178 .Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. penyiapan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. d. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbidang Pengembangan Sarana.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. c. penyiapan. b. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a. Pasal 656 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. penyiapan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta analisis. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.

b. pelaksanaan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. d. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. e. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. terdiri dari: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 180 . c. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 660 Bidang Afiliasi. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan. b.

e. i. Kelompok Fungsional. c. 181 . pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. f. dan kepegawaian Pusat. d.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. e. b. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. h. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. d. Bagian Tata Usaha. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. rumah tangga. g.

pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. e. keuangan. serta pengadaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 182 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengurusan perencanaan. kebersihan. d. dan kebersihan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. perbendaharaan dan akuntansi. keamanan. keuangan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. c. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. pengembangan.

183 . pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. penelaahan. b. penyiapan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penelaahan. d. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. c. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. terdiri dari: a.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta analisis. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. penyiapan rumusan rencana dan program. 184 . evaluasi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. c. penelaahan. Pasal 675 Bidang Program.

Pasal 679 Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. b. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 185 . terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. e. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. c. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. jaringan.

j. Bidang Afiliasi. Bidang Program. dan geofisika kelautan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. dan kepegawaian Pusat. rumah tangga. c. i. Kelompok Fungsional.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. g. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. h. b. e. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. terdiri dari: a. c. Bagian Tata Usaha. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. geokimia. administrasi keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. keuangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. e. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 186 . f.

organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. keuangan. b. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. perbendaharaan dan akuntansi. e. perencanaan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan keamanan. 187 . pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. dan kebersihan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. terdiri dari: a. serta pengadaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. keamanan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. pengembangan. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengangkatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi.

e. terdiri dari: a. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. d. penyiapan rumusan rencana dan program.c. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. b. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengoperasian Sarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 188 . pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku. pengelolaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. terdiri dari: a. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 694 Bidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. 189 . Subbidang Analisis dan Evaluasi.c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. evaluasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta analisis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. b.

dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.d. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. penelaahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. jaringan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. 190 . penelaahan. jaringan. b. terdiri dari: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. e. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 191 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Perekayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. h. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. e. c. 192 .BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. geologi. mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. b. g. d. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. batubara. f. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral.

d. satuan kerja. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. koordinasi pelayanan administratif Badan. c. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. d. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. e. e. 193 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pembinaan kerja sama. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. f. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. i. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. g.

c. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. h. d. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Rencana dan Laporan. c. e. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Bagian Keuangan. b. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. l. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. k. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. g. Bagian Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. Pasal 708 Sekretariat Badan. pelaporan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penganggaran. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan. 194 . evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta perencanaan kerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. f.j. ketatalaksanaan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. kearsipan. Bagian Umum. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaporan.

e. pemberhentian. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi atas laporan berkala. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. penelaahan. penganggaran. penyiapan. Subbagian Kerja Sama. akuntabilitas kinerja. pengurusan perencanaan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan. prosedur kerja. 195 . pelaksanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penggajian. d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. terdiri dari: a. dan analisis jabatan. kesejahteraan. kepangkatan. serta implementasi Sipeg. penelaahan. perencanaan kerja. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. serta pengembangan organisasi Badan. c. pengadaan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. dan sistem. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. pengembangan. jaringan dan situs informasi Badan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. terdiri dari: a. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang.. d. pelaksanaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. pelayanan jasa. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. b. b. produk kilang. Subbidang Utilitas. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kontrol kualitas.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. 200 . penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Bengkel. penelaahan. penelaahan. Subbidang Laboratorium. 201 . pelaksanaan. c.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelayanan jasa. penyediaan dan pemanfaatan. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan. pelaksanaan. pelaksanaan. d. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan.

pedoman. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. 202 . pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. g. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kepustakaan. norma. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kriteria dan prosedur. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. f. serta kepustakaan. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. b. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. d. penelaahan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. standar. c. e.

Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. kriteria pendidikan dan pelatihan. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. norma. Bagian Tata Usaha. Batubara. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. pemberian pelayanan jasa. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. 203 . penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. c. perlengkapan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. kearsipan. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. prosedur. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. f. Bidang Sarana Teknis. d. pengelolaan ketatausahaan. b. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. Kelompok Jabatan Fungsional. e. g. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. i. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.

pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. c. kearsipan. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. d. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. perbendaharaan. b. serta hukum. dokumentasi dan tata naskah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 204 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. organisasi. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan dan umum Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. kearsipan. terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. penggunaan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. e. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. norma. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. pedoman.c. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 205 . pelaksanaan pemeliharaan. rencana pengembangan. d.

kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.d. f. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan. norma. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. penelaahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. 206 . pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan prosedur. c. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. kerja sama dan sistem. pedoman. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. penyiapan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kriteria. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

c. norma. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. kriteria pendidikan dan pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. prosedur. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyusunan standar. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 207 . tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. b. norma. f. e. penyusunan standar. b. penelaahan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. d. kriteria dan prosedur. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberian pelayanan jasa. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. kearsipan. c.g. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. e. c. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. perlengkapan. organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha. kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. kearsipan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Subbagian Kepegawaian dan Umum. akuntansi. pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. d. b. perbendaharaan. 208 . Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. h.

kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 209 . b. Subbidang Perencanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pedoman. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. akuntabilitas kinerja. b. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan. e. kerja sama. jaringan dan situs informasi. d. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. dan sistem. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. penelaahan. terdiri dari: a.

dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi. pelaksanaan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pelatihan. pedoman. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. penyiapan. d. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. norma. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. terdiri dari: a. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 210 . kerja sama. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Subbidang Sarana dan Prasarana. c. kriteria dan prosedur. b. b. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. e. penelaahan.

perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. f. g. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pedoman. Kelompok Jabatan Fungsional. h. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. d. c. pemberian pelayanan jasa. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. norma. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. b. kriteria pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan ketatausahaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. e. d. Bagian Tata Usaha. c. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. prosedur. b. 211 . pelaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a.

c. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. 212 . b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. dokumentasi dan tata naskah. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perbendaharaan. hukum. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. akuntansi.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b.

serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. serta evaluasi atas standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kerja sama. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma dan kriteria. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. e. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 213 . Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. pelaksanaan. pedoman. Subbidang Perencanaan. penelaahan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. b. norma. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. b.

pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. e. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. b. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Subbidang Pelatihan. terdiri dari: a.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. promosi. b. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan kerja sama. d. kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. 214 . c. penelaahan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. terdiri dari: a. e. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. 216 . Inspektorat Jenderal dan Badan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. b. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. d. c.

penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta neraca energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. j. c. k. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. b. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. i. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. e. g. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. d. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. h. 217 . pengolahan dan pelayanan data dan informasi. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. f. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala.

pelaporan dan tata persuratan. serta kearsipan Pusat. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. dan persuratan dinas. c. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. b. Bidang Kajian Strategis. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. terdiri dari: a. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. b. rumah tangga. dukungan operasi kerja. e. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. d. 218 . Subbagian Tata Usaha Pusat. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. pelaksanaan urusan tata usaha. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. b. d. c. serta kearsipan Bakoren.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Kelompok Jabatan Fungsional.

l. g. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. e. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. f. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. terdiri dari: a. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. k. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. i. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan norma. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. b. h. d. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. j. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. 219 . c. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen.

penelahaan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. c. penelaahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 220 . penyusunan rumusan norma. d. b. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. f. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. pelaksanaan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. e. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. pelayanan data dan informasi. pelaksanaan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. b. penyiapan.

penelahaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. gambut. c. bitumen padat. f. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. air tanah dan kegeologian. b. pelaksanaan. 221 .(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. e. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. terdiri dari: a. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pelaksanaan. d. penelahaan. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kajian Strategis Energi. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. b. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis.

Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. 222 . (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.

penganggaran. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). peraturan perundang-undangan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. regulasi ekonomi dan keteknikan. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan keselamatan umum. perencanaan kerja. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama.a kepada pejabat eselon I. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. peralatan. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. standardisasi teknis. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. organisasi. dokumentasi. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. 223 . yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dengan lingkup meliputi personil.

a. Direktur. 224 . Inspektur Jenderal. Inspektur. Direktur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.a. Direktur Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (3) Kepala Biro. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (4) Kepala Bagian.a. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.b. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.BAB XIV ESELON. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. (5) Kepala Subbagian.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Pusat.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. X.d. 225 . diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 . susunan organisasi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. c.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. PURNOMO YUSGIANTORO 227 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful