MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. Biro Umum. terdiri dari: a. d. e. Kementerian Negara. b. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. c. koordinasi kegiatan Departemen. dan lembaga lain yang terkait. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. 5 . d. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen lain. Biro Kepegawaian dan Organisasi. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Keuangan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen.

Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. rencana anggaran. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Kerja Sama. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. rencana kerja dan anggaran. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. e. rencana dan program kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. f. rencana dan program kerja dan anggaran. menengah dan tahunan. d. h. Bagian Perencanaan Anggaran. serta perumusan akuntabilitas kinerja. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. 6 . perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). e. i. dan rencana anggaran. c.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. serta rencana strategis. g. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. l. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. serta kerja sama. c. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. penyusunan harga satuan. rencana pembangunan jangka panjang. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. serta pengelolaan kerja sama Departemen. b. sosialisasi kebijakan pembangunan. j. terdiri dari: a. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. perumusan kebijakan pembangunan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. k. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. d. b. evaluasi kebijakan pembangunan.

(3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Perencanaan Penunjang. f. b. e. penelaahan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. c. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Inspektorat Jenderal. standar dan kriteria rencana kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. d. Menengah dan Tahunan Departemen. penyusunan rumusan RK-KL. penyiapan rumusan norma. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. dan Badan Geologi. c. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. 7 .

penyiapan. Subbagian Penganggaran Penunjang. dan Badan Geologi. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. b. dan 8 . berkoordinasi dengan Biro Keuangan. e. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan satuan harga pokok. b. penelaahan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. c. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. d. penyiapan rumusan standar. c. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. norma. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria perencanaan anggaran. Batubara dan Panas Bumi. f. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran.

c. penyiapan bahan sidang. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. b. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. d. e. Inspektorat Jenderal. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. g. RKA-KL. kriteria akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. 9 . penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. tahunan dan rencana strategis. b. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. h. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. f. menengah. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penelaahan. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana pembangunan jangka panjang. norma. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal.

serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. kriteria kerja sama. g. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan. Batubara. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. penelaahan.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan rumusan standar. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 10 . pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. f. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta kerja sama asosiasi. Inspektorat Jenderal. d. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. e. h. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal.

dan penilaian kinerja pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. pembinaan mutasi. pengadaan. b. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. kepangkatan. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. pemensiunan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. jabatan struktural dan fungsional. penempatan dan pengembangan pegawai. 11 . Subbagian Kerja Sama Bilateral. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan organisasi dan tata laksana. penelaahan. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. e. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. disiplin. d. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. serta penyiapan penetapan pemberhentian. c. penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi.

pengadaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. evaluasi pembinaan kepegawaian. penyiapan rumusan standar. c. g. e. b. Bagian Mutasi Pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. serta kartu PNS. pengelolaan sistem informasi pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. c. norma. d. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). h. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. serta administrasi penugasan ke luar negeri. Bagian Data dan Informasi Pegawai. e. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. penyusunan rencana formasi. 12 . d. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. f. penyiapan rumusan rencana. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. j. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. b.f. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. i. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). serta standardisasi kompetensi jabatan. k. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. g.

j. penelaahan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. terdiri dari: a. i. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. pemindahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. bimbingan teknis. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. kompetensi pegawai. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. c. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. penyiapan. dan Kartu PNS Departemen. pemberhentian dan disiplin.h. b. urusan tugas belajar dan izin belajar. penelaahan. Subbagian Pengembangan Karir. pengelolaan administrasi tugas belajar. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. kepangkatan. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. 13 . Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai.

Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Kartu Suami. f. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. kepangkatan. serta Kartu Istri. pemindahan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. ujian dinas dan Ujian KPPI. h. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pemindahan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pembebasan sementara. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. terdiri dari: a. perbantuan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. pelaksanaan. dipekerjakan. pemberhentian dan disiplin. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. dan penarikan kembali pegawai. 14 . evaluasi pelaksanaan pengangkatan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Taspen. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Askes. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. i. pemindahan. penelaahan. norma. g. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pemberhentian. c. k. dipekerjakan. kepangkatan. kriteria mutasi pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. b. pengangkatan kembali. perbantuan. penarikan kembali. penyiapan standar. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. serta kesejahteraan pegawai. dan penilaian prestasi pegawai. pelaksanaan kepangkatan. b. pelaksanaan kesejahteraan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. cuti. pemberhentian. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. dan penilaian angka kredit. j. c. pelaksanaan pemindahan pegawai. d. pelaksanaan disiplin pegawai. dan Bapertarum. e.

penelaahan. f. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. penghargaan. pemindahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. pemberhentian dan pemensiunan. c. pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan. 15 . penyusunan laporan kekuatan pegawai. d. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Bapertarum pegawai Departemen. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. dan administrasi lembaga tripartit. Daftar Urut Kepangkatan. e. jabatan. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Kartu Suami. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan daftar riwayat hidup pegawai. penggajian. Askes. penilaian angka kredit. pelaksanaan. penghargaan. Kartu Istri. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pemberhentian. i. Taspen. h. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelayanan kesehatan. g. b. penelaahan. pengadaan pegawai. disiplin. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal.

Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pelaksanaan. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. pengadaan pegawai. norma. kriteria pengembangan organisasi. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. jabatan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. c. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. penghargaan. klasifikasi dan peta jabatan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pemberhentian. penggajian. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penelaahan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. 16 . d. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. serta pengembangan organisasi dan jabatan. b. penelaahan. pemindahan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. e. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. serta evaluasi.

terdiri dari: a. pola hubungan kerja. analisis beban kerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. standardisasi kompetensi jabatan. pengembangan. c. pengembangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. peta jabatan. pengembangan. Subbagian Kelembagaan. perbendaharaan. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. administrasi keuangan. 17 .f. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. evaluasi dan klasifikasi jabatan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. g. penelaahan. Subbagian Tata Laksana. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen.

serta pelaksanaan akuntansi. Bagian Kekayaan Negara. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan implementasi sistem akuntansi. f. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. e. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. c. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Bagian Pendapatan dan Belanja. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. administrasi keuangan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. h. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. d. k. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. i. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. j. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. c. perbendaharaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. Bagian Akuntansi. pembinaan inventarisasi. serta pembinaan perbendaharaan.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. 18 . b. penyelesaian kerugian negara. b. Bagian Perbendaharaan. d. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Pasal 49 Biro Keuangan. serta Neraca Departemen. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta nota keuangan. laporan realisasi anggaran. serta bimbingan teknis perbendaharaan. g. l. kekayaan negara dan akuntansi.

i. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. h. j. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k. c. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. e. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. d. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Subbagian Anggaran Belanja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). dan urusan tata usaha Biro. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. 19 . penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penelaahan. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penelaahan. terdiri dari: a. f. penyusunan rumusan standar. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. g. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan target. b. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. evaluasi tarif dan revisi PNBP. c. norma.

Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penelaahan. c. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. dan pengelolaan SPM. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. c. pelaksanaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. terdiri dari: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. f.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. d. e. serta pembagian iuran sumber daya alam. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. b. 20 . dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Badan Geologi. norma. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. penelaahan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. g. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.

b. dan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penyiapan rumusan standar. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. f. b. penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. tuntutan perbendaharaan. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. ganti rugi. g. pelaksanaan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. e. 21 . pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. d. terdiri dari: a. c. kriteria pengelolaan kekayaan negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara.

Inspektorat Jenderal. b. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. penelaahan. c. penyiapan rumusan standar.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. penelaahan. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d. c. g. terdiri dari: a. e. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. pelaksanaan verifikasi. Batubara dan Panas Bumi. rekonsiliasi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Geologi. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. f. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). 22 . Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Neraca. norma.

pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan bantuan hukum. serta pelaksanaan kehumasan. bantuan hukum. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. d. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. dan bantuan hukum. penelaahan. verifikasi anggaran. Neraca. dan penyelesaian kasus hukum. equitas dana. konsolidasi. pelaksanaan. pengelolaan dokumentasi. 23 . c. penelaahan. penelaahan. dan implementasi SAAT Departemen. g.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rekonsialiasi. e. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum dan kehumasan. pelaksanaan. f. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. pelaksanaan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta kehumasan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. dan implementasi SAI Departemen. serta evaluasi atas pembukuan aset. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta hubungan masyarakat Departemen. b. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). h. penelaahan. kewajiban. serta program legislasi dan regulasi. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen.

Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. terdiri dari: a.i. b. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Bagian Bantuan Hukum. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e. c. e. d. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. terdiri dari: a. dan bantuan hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. b. serta program legislasi dan regulasi Departemen. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Penelaahan Hukum. b. d. c. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. evaluasi peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. 24 . Bagian Hubungan Masyarakat.

d. dan unsur unit penunjangnya. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. e. c. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. kriteria kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. f. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. b. g. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. 25 . penyiapan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. h. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen.

penyiapan rumusan standar. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. b. penyiapan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. norma.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. f. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. c. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. b. d. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. c. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. 26 .

Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. e. b.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. c. f. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta monitoring dan analisis berita. c. 27 . penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. pelaksaaan. penelaahan. b. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. pelaksaaan. penyiapan rumusan standar. d. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. norma. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. penelaahan. konferensi pers.

perekaman dan pameran kegiatan Departemen. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Publikasi. Subbagian Hubungan Kelembagaan. dan urusan tata usaha Biro. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. h. abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan peliputan. penelaahan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. pameran Departemen. terdiri dari: a. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan.g. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. j. 28 . (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. i. konferensi pers. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. penelaahan. monitoring dan analisis berita Departemen. penerbitan. peliputan dan perekaman kegiatan.

tata usaha dan kearsipan. e. e. i. pengelolaan rumah tangga. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. pengadaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. c.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha. c. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. h. rumah tangga Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Staf Ahli. penyediaan sarana dan prasarana kerja. f. Sekretaris Jenderal. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. tata persuratan dinas dan kearsipan. perlengkapan dan pengadaan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. j. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 87 Biro Umum. b. d. g. tugas 29 . Kepala Biro dan Kepala Pusat. d. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Perlengkapan. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen.

c. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. b. Subbagian Tata Usaha Menteri. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. f. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . penyiapan penyelenggaraan rapat. pelantikan. b. terdiri dari: a.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. d. c. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. e. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. persuratan dinas.

Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. c. b. penelaahan. e. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penjadwalan kegiatan. Subbagian Tata Usaha Departemen. Subbagian Kearsipan. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelaksanaan. penelaahan. 31 . Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan rumusan standar. c. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan. persuratan dinas. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. dan ekspedisi surat dinas. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen.

pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln.H. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. f. d. Kepala Biro dan Kepala Pusat. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Kepala Biro dan Kepala Pusat. keamanan. Staf Ahli. Staf Ahli. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. c.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. b. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. 32 . rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. terdiri dari: a. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Thamrin 1. M. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. e. pelaksanaan kebersihan. keselamatan. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. c. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. keselamatan.

inventarisasi. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. norma.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. b. e. penelaahan penyiapan. c. penyiapan bahan rumusan standar. g. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. f. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Staf Ahli. terdiri dari: a. b. Subbagian Rencana Kebutuhan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan kegiatan. serta pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengadaan. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. pelaksanaan pengadaan. kriteria perlengkapan. 33 . Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyusunan standar. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. b. e. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. c. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. pedoman. d. norma. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. b. kriteria. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 35 . Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi.

serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. f. Bagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. d. e. b. satuan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pelaporan. Bagian Keuangan. dan rumah tangga. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. h. 36 . pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. g. c. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. i. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. implementasi Sipeg. g. h. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. rencana dan program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. c. d. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. serta perhitungan bagi hasil. f. b. j. penelaahan. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. n. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. e. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. WP & B).(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. l. m. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 41 . pelaksanaan. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. k.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. e. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi kebijakan. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. d. ketersediaan dan infrastruktur sektor. f. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan.o. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. norma. terdiri dari: a. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. h. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. p. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. 42 . penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. serta data kebutuhan. f. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. c. b. terdiri dari: a. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. d. penyusunan statistik. b. e. serta pencadangan strategis. menengah dan tahunan berbasis kinerja. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis.

Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. g. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. serta penyediaan informasi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. dan terms of condition KKS. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. norma. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. b. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. permasalahan iklim usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan. c. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. dan pelaksanaan sosialisasi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan. pengumpulan data potensi. e. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. d. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 43 . b. penyiapan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama.

infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. retribusi. tugas serta induk. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP).Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penelaahan. d. penyiapan rumusan standar. j. tugas serta induk. serta biaya operasi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). c. pemeriksaan dan pengujian. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. h. f. penyiapan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. i. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. e. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. 44 . serta bagi hasil daerah. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penelaahan. norma. pelaksanaan pencatatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. pajak. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. b. g.

PNBP dan tarif iuran. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pajak. harga minyak mentah Indonesia. terdiri dari: a. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. b. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. e. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. d. tenaga kerja asing. retribusi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. penelaahan. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan. b. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. lifting dan target penerimaan. c. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. norma. 45 . serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. f. tenaga kerja asing.

Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. rencana impor barang operasi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta pengaturan tenaga kerja asing. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. b. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. fasilitasi lembaga tripartit. penyiapan.h. penelaahan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan. k. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. 46 . pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. j. rencana penggunaan tenaga kerja asing. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. dan kerja sama dalam negeri. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggunaan barang operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

e. penyiapan. pelaksanaan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. g. pelaksanaan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. 47 . penyiapan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta kerja sama Pemerintah Daerah. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Multilateral dan Regional. f. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penelaahan. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. b. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.c. d.

c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. kriteria pengelolaan WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. l. e. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. f. pelaksanaan pengumuman WK. Kelompok Jabatan Fungsional. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. k. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. d.d. j. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. g. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pengelolaan WK. h. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. 48 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. b. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. i. norma. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. h. e. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. e. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. f. c. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja. d.

serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. d. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. b. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. e. terdiri dari: a. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. f. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. 49 . penelaahan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. c.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. b. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. b. kriteria usaha eksplorasi. pelaksanaan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penilaian.

b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. e. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan. h. f. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. pelaksanaan. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. penelaahan. j. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan rumusan standar. kriteria. penyiapan. b. c. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. norma. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. d. i. 50 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan. norma. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. penelaahan. tumpang tindih lahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. e. penelaahan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. g. f. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. 51 . b. b. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. rencana kerja dan anggaran KKS. d. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. c. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. kriteria usaha eksploitasi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan.

(2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. e. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. 52 . norma. f. c. h. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. g. b.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. i. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). c. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Light Natural Gas (LNG). 53 . e. Light Petroleoum Gas (LPG). serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. d. penelaahan. perumusan jenis bahan bakar minyak. g. i. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. perumusan pengaturan Penugasan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. b. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h. bahan bakar gas. penyiapan. bahan bakar lain. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Penyediaan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. e. 54 . d. l. k. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. g. b. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. e. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. h. Kelompok Jabatan Fungsional. LNG. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. f. pengelolaan data. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. LPG. c. bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. f. j.j. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. i. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. c. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan perizinan usaha pengolahan. norma. b. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar gas.

Seksi Pengolahan Minyak Bumi. h. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penelaahan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. 55 . b. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. d. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. norma. b. g. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pengelolaan data. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. e.

Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.i. 56 . pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. norma. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. b. d. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. bahan bakar gas dan LPG. penelaahan. penelaahan. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. serta penyiapan penetapan P3JBT. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. j. penyiapan rumusan formulasi harga. penyiapan rumusan standar. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. c. kriteria harga bahan bakar.

penelaahan. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. pengelolaan data. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. pelaksanaan. LNG. penyiapan. norma. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. d.f. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. g. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. b. penyiapan rumusan standar. penyiapan perizinan usaha niaga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. c. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. i. gas bumi. b. kriteria usaha niaga. h. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. LPG. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. g. terdiri dari: a. penelaahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. 57 . pelaksanaan. e.

LPG. c. penelaahan. petrokimia.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. Seksi Niaga Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. d. penyiapan. b. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. f. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan norma. Seksi Proses Non Bahan Bakar. terdiri dari: a. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penelaahan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. kriteria usaha non bahan bakar. pelumas. biodiesel. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. b. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. tugas 58 . Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Seksi Niaga Minyak Bumi. LNG. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar.

lindungan lingkungan. dan non bahan bakar lainnya. g. biodiesel. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). kelaikan teknis. d. f. petrokimia. c. h. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta penggunaan tenaga teknik. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. e. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. dan non bahan bakar lainnya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. biodiesel. penyiapan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. usaha penunjang. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. petrokimia. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. profesi personil. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan. 59 . perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penelaahan. penelaahan. b. produk.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi .i. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. g. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. c. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. f. j. e. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. e. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. d. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. 60 . Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. f. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. c.

pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. keselamatan operasi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 61 .Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan kalibrasi alat ukur. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. g. f. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. norma. penelaahan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. instalasi. K3. b. dan penggunaan tenaga teknik. b. instrumentasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penelaahan. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. e. d. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. pengangkutan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan standar. c. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. 62 . e. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. instalasi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. keselamatan operasi. d. norma. pelaksanaan. b. penyiapan. instrumentasi. pelaksanaan. K3.

Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pengangkutan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.f. Penyimpanan. pengangkutan. Penyimpanan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta penjaminan pasca operasi. penyiapan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan. 63 . Seksi Keselamatan Pengolahan. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. g. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. c. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. Penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Penyimpanan.

Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. c. pengangkutan. 64 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.d. g. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. e. f. terdiri dari: a. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. b. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. norma. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan.

pelaksanaan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. profesi personil. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. f. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. g. produk. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. 65 . Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.d. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. d. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. e. kriteria. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. penyusunan standar. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. 67 . Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

c. terdiri dari: a. d. h. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. f. 68 . pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. g. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. kearsipan. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. c. satuan kerja. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228.

Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. d. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. d. rapat koordinasi. pelaporan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c. e. Subbagian Laporan. pelaporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. jaringan. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. 69 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. b. Bagian Keuangan. g. b. c. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. f. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. situs. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. e. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a.

serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. b. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. PBI Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. b. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. e. penyiapan. 70 . d. Subbagian Kekayaan Negara. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. f. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 237 Bagian Keuangan. penyiapan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. penelaahan. c. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. laporan pertanggungjawaban keuangan. b. e. penelaahan. pelayanan konsultasi hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan informasi. Subbagian Pertimbangan Hukum. f. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penyelesaian kerugian negara. dan Neraca Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. terdiri dari: a. b. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Subbagian Informasi Hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. 71 . Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta kehumasan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi.

d. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. b. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Subbagian Kepegawaian. c. pemberhentian. b. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 72 . e. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan dan rumah tangga. ekspedisi persuratan dinas.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. keamanan. g. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. telepon. kebersihan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. f. Subbagian Tata Usaha. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. pengadaan pegawai. dan Implementasi Sipeg. dan kearsipan. mutasi. c. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. terdiri dari: a. penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pelaksanaan. pertamanan dan perparkiran.

rencana dan program. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. g. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. f. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. b. rencana pengadaan. h. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. e. penelaahan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. d. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. implementasi Sipeg. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. rencana dan program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). 73 . c. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. persuratan dinas dan kearsipan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. lembaga sertifikasi dan asosiasi. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. evaluasi kebijakan.

Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. 74 . pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta program pengembangan jaringan transmisi. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. f. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. c. b. penyiapan rumusan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. g. menengah dan tahunan tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. b. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. d. c. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. e. e. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. b.

Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. b. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. penelaahan. penelaahan. b. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. pelaksanaan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. 75 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik.

penelaahan. e. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. kriteria tenaga listrik sosial. penelaahan. penyiapan. penyiapan. b. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. 76 .(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. b. d. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma. penyiapan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. c. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. f. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar.

Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana dan program. 77 . serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. c. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. d. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. multilateral dan regional. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. penyusunan dokumen perjanjian. lembaga sertifikasi. b. Seksi Multilateral dan Regional. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. asosiasi dan lembaga lainnya. penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan.

Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. d. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. e. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. b. pengolahan. c. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. b. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. 78 . pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pelaksanaan pengelolaan data. penyiapan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik.

Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. b. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. 79 . b. e. c. serta perlindungan konsumen. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. d.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. i. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. f. h. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. e. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. c.

serta efisiensi dan transparansi usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. b. penyiapan. pelaksanaan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a.c. evaluasi pelaksanaan pengaturan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. c. d. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha. d.

penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. e. penyiapan. pelaksanaan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. b. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Izin Usaha.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. terdiri dari: a. pemberian sanksi. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. 81 . evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. norma. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. b. c. penyiapan rumusan standar. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. f. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. terdiri dari: a.

penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penelaahan. d.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. b. c. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. kriteria hubungan komersial. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penelaahan. 82 . penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. e. penyiapan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. f. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial.

Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. c. e. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. mempunyai tugas 83 . norma. kriteria perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. penelaahan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. b. b. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. terdiri dari: a. pelaksanaan. d.

sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. c. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. lindungan lingkungan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. i. e. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. b. kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. b. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. h. profesi personil. e. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. produk. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. c. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta penggunaan tenaga teknik. kelaikan teknis. serta pembinaan teknis. f. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. terdiri dari: a. keselamatan dan K3. 84 . lindungan lingkungan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. e. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 85 . terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penelaahan. b. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. f. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. jenis dan mutu tenaga listrik. g.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. serta Rancangan SNI. penelaahan. penyiapan. d.

b. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. kelaikan peralatan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. c. g. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. 86 . penelaahan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan K3. norma. kalibrasi alat ukur. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. instrumentasi. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan. keselamatan operasi. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.

d. b. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. c. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. e. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. f. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. 87 . Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. g. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penelaahan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penelaahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik.

Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. 88 . c. penelaahan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. b. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. d. e. b. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.

serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. c. g. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. produk. dan kriteria usaha penunjang. 89 . profesi personil. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. terdiri dari: a. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. f. norma.

f. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. c. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. c. f. e. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. energi alternatif. serta rencana dan program energi baru terbarukan. b. e. Subdirektorat Konservasi Energi. c. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. 90 . kriteria pemanfaatan energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. d. d. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. h. b. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. b. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar.

penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan. penelahaan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. rencana dan program pengembangan usaha. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. b. penelahaan. e. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. terdiri dari: a. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. b. Seksi Program Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. b. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. norma. e. 91 . penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha.d. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. d. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. c.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. penyiapan. serta evaluasi atas program konservasi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. pelaksanaan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 92 . (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Seksi Program Konservasi Energi. b. penyiapan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. c. b. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. Seksi Penerapan Konservasi Energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. rencana dan program. penelahaan. e. penelahaan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. norma dan kriteria konservasi energi. penelahaan.

pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. norma. b. penyiapan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. 93 . pelaksanaan fasilitasi kerja sama. c. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. serta pedoman pengembangan. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. penelahaan. terdiri dari: a. Seksi Program Energi Perdesaan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. e. pemberdayaan masyarakat. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. d. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan rumusan standar. rencana dan program. energi perdesaan dan konservasi energi.. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. terdiri dari: a. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. b. energi perdesaan dan konservasi energi.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 94 . penelahaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. c. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. penyusunan standar. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. e. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. (2) Direktorat Jenderal Mineral. norma. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. 96 . batubara dan panas bumi. c. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. d. batubara. Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Batubara. dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. kriteria. dan prosedur di bidang mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

i. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. b. h. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d. e. satuan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. g. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. kearsipan. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. 97 . terdiri dari: a. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. dan rumah tangga. c. b.

akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. 98 . g. jaringan dan situs informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. rapat koordinasi. c. terdiri dari: a. Subbagian Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. e. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. f. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. e. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pelaporan. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengelolaan Informasi. akuntabilitas kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. Bagian Keuangan. b. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. c. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. d. b. ketatalaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian. c.

(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. b. Pasal 354 Bagian Keuangan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. jaringan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. e. PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 99 . (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. f. b. penelaahan. serta penyelesaian kerugian negara. penyiapan. d. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penyiapan. serta pengurusan revisi anggaran. c. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. situs.

e. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. c. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pertimbangan Hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. 100 . evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. Subbagian Informasi Hukum. serta kehumasan. pelaksanaan. pelayanan konsultasi hukum. penelaahan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. d. pelaksanaan informasi. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. b. f. pemberian telaahan dan bantuan hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. pelaksanaan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penelaahan. b. c.

penghargaan dan kesejahteraan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. penelaahan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. mutasi. penyiapan. c. e. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. program legislasi dan regulasi bidang mineral. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pemberhentian. pertamanan dan perparkiran. dan kearsipan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. kebersihan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. batubara. panas bumi dan air tanah. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. 101 . Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. keamanan. b. pelaksanaan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. ekspedisi persuratan dinas. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. dan Implementasi Sipeg. d. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. telepon. pelaksanaan. serta urusan keprotokolan dan upacara. perlengkapan dan rumah tangga. f. pengurusan formasi. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pengadaan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penelaahan. d. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. rencana pengadaan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. neraca sumber daya wilayah kerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan produksi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. cadangan atau potensi. Subbagian Tata Usaha. terdiri dari: a. b.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. panas bumi dan air tanah. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta penetapan wilayah kerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. c. perumusan kebijakan pengembangan usaha. implementasi Sipeg. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. investasi dan pendanaan. wilayah kerja. 102 . Subbagian Kepegawaian. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. rencana dan program di bidang mineral. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. dan produksi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. pelaksanaan. c. batubara.

b. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. batubara. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. h. i. Batubara dan Panas Bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. f. Batubara. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. d. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. batubara. serta perhitungan bagi hasil. e. evaluasi kebijakan. f. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. eksplorasi dan operasi produksi. perumusan perencanaan. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program di bidang mineral. g. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. c. j. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. pencatatan dan perhitungan PNBP. pengelolaan data.e. d. Batubara dan Panas Bumi. 103 . Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.

terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. asosiasi dan lembaga sertifikasi. h. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. g. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. d. serta pemantauan pelaksanaan investasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. batubara. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. batubara. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. 104 . b. c. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta kerja sama di bidang mineral.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penelaahan. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. f. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Program Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan.

penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. c. d. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. b. pelaksanaan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). penelaahan. 105 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Kontrak Karya (KK). serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. terdiri dari: a. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penelaahan. panas bumi dan air tanah. b. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi.

Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. kriteria pencadangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. norma. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. d. penyiapan. 106 . pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. c. penelaahan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. f.e. penyiapan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. b. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. b. batubara. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral.

statistik. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. pencadangan dan potensi di bidang mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Seksi Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. 107 . batubara. panas bumi dan air tanah. cadangan dan wilayah kerja. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. batubara dan panas bumi. neraca sumber daya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi.e. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. Batubara. panas bumi dan air tanah. serta penetapan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. f. penyiapan. (2) Seksi Informasi Mineral. b. g. penelaahan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan potensi. pelaksanaan. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. e. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. terdiri dari: a. pelaksanaan pencatatan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. c. d. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. serta bagi hasil daerah. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. b. Seksi Penerimaan Negara Batubara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. penelaahan. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan. b. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. 108 .

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

d. b. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. g. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Seksi Bimbingan Usaha Mineral. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. c. pelaksanaan. 113 . serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. pelaksanaan. f. terdiri dari: a.

Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. d. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. e. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. b. b. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. perumusan pengaturan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. c. g. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Hubungan Komersial Batubara. i. f. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. h. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. 114 . serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pelaksanaan.

b. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. l. penyiapan rumusan pengaturan usaha. f. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. c. dan perubahan batas wilayah kerja. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. norma. d. penyiapan rumusan standar. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. g. 115 .j. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. serta pengelolaan air tanah. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. k. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. g. d. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. e. c. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi.

c. d. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. 116 . Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. penelaahan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. b. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. e. penelaahan. Seksi Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan fasilitasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi.h. serta pengelolaan air tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. i. pelaksanaan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi.

penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. b. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. b. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. d. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. f.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengendalian air tanah. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. g. c. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. pelaksanaan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta pengendalian air tanah. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. 117 . serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi.

penelaahan. serta pengendalian air tanah. d. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi.h. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. c. serta pengelolaan air tanah. i. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. b. e. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. Seksi Pengendalian Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. 118 . Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. b. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a.

Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 119 . Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.g. e. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. penelaahan. terdiri dari: a. h. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d. f. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. b. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan.

serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. c. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Konservasi Air Tanah. penelaahan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta air tanah. penelaahan. 120 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta ketatausahaan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. b. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. b. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.

g. kelaikan teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. f. f. serta penggunaan tenaga teknik. c. batubara. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. profesi personil. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. i. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. j. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. d. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. 121 . Subdirektorat Standardisasi Mineral. kelaikan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. produk. K3. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. e. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. batubara dan panas bumi. dan panas bumi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. lindungan lingkungan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi. h. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. batubara. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.d. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Batubara dan Panas Bumi.

Batubara. dan panas bumi. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pemurnian.c. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. penyiapan. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. f. Seksi Standardisasi Mineral. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. penelaahan. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. jenis dan mutu produk. b. dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. batubara. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 122 . penelaahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. profesi personil. penyiapan rumusan standar. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. g. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. e. produk. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. f.b. terdiri dari: a. batas wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. b. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan. dan konservasi mineral. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta konservasi mineral dan batubara. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. batubara dan panas bumi. penyiapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. penyiapan. penelaahan. 123 . penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penelaahan. b. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi.

penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. f. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. g. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. b. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. e. Batubara.c. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. batubara. i. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan. Batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. h. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan panas bumi. terdiri dari: a. batubara dan panas bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 124 . evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penelaahan. d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.

pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. keamanan instalasi. b. Batubara. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penimbunan. penyiapan. instrumentasi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. panas bumi dan air tanah. dan panas bumi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Keselamatan Batubara. penyimpanan. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. norma. f. penyiapan. kalibrasi alat ukur. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. batubara. pengangkutan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. e. 125 . c. batubara. Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. g. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. d. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan Panas Bumi.

c. panas bumi dan air tanah. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. b. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. b. 126 . dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. Batubara. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. batubara. f. norma. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. d. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. dan Panas Bumi. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 127 .Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

d. c. keuangan. Inspektorat II. Inspektorat III. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b. c. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat IV. 128 . dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat I. d. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal. e.

f. pengurusan kepegawaian dan organisasi. keprotokolan dan rumah tangga. c. terdiri dari: a. d. Kelompok Jabatan Fungsional. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. g. pengelolaan urusan tata usaha. b. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian. keamanan. 129 . j. k. Bagian Umum dan Keuangan. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. i. Bagian Rencana dan Laporan. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi. b. kearsipan. h. perlengkapan. e. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. d. Bagian Pemantauan dan Evaluasi.

g. b. rapat koordinasi. ketatalaksanaan. penyajian informasi. akuntabilitas kinerja. situs. pelaporan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. e. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Subbagian Penyiapan Rencana. 130 . d. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. jaringan. penelaahan. pelaporan. b. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. i. dan rencana kerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. akuntabilitas kinerja. f. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. satuan kerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Laporan. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. h. j. program kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional.

Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. e. penelaahan. terdiri dari: a. pengolahan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. b. b. penyiapan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. analisis hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. 131 . c. Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. pelaksanaan analisis. pelaksanaan. Badan Geologi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470.

pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. terdiri dari: a.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dokumentasi dan tata naskah. bantuan hukum. Subbagian Hukum. b. pelaksanaan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. penyiapan. penyuluhan. serta pemberian pertimbangan hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dan implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. b. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. serta pemberian pertimbangan hukum. penelaahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pertimbangan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. perpustakaan. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Kepegawaian. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dokumentasi hukum. dokumentasi hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. 132 . Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. masyarakat dan yustisia. d. e. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen.

Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. k. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. pengurusan penganggaran. dokumentasi dan tata naskah. 133 . g. j. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. kebersihan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. perlengkapan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. Subbagian Rumah Tangga. terdiri dari: a. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. b. d. c. serta pengurusan administrasi keuangan. pelaksanaan. rumah tangga dan kehumasan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. perlengkapan. b. serta pengurusan administrasi keuangan. f. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. i. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. persuratan dinas. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelayanan kesekretariatan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. dan kearsipan. h. dan implementasi Sipeg. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan kehumasan. pelaksanaan keamanan. perbendaharaan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. e. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal.

pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. kebersihan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. b. persuratan dinas. serta evaluasi atas urusan keamanan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. kearsipan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. 134 . perlengkapan dan pengadaan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perencanaan kebutuhan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. pemeriksaan. keprotokolan dan kehumasan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. perumusan laporan hasil pengawasan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. e.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). 139 . (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

d. b. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Sekretariat Badan Geologi. Pusat Survei Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. f. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. h. Pusat Sumber Daya Geologi. g. d. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. c. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. dan geologi lingkungan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Lingkungan Geologi. 140 .BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. c. pelayanan survei geologi. terdiri dari: a. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. penelitian dan pelayanan. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. e. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

b. terdiri dari: a. c. e. d. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pelayanan administratif Badan. j. f. serta perencanaan kerja. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pelaporan. h. 141 .Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. dan rumah tangga. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. akuntabilitas kinerja. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. ketatalaksanaan. Bagian Umum. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. g. informasi hukum. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. kearsipan. Bagian Keuangan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. serta pelaksanaan bantuan hukum. Bagian Kepegawaian. i. penganggaran dan kegiatan satuan kerja.

ketatalaksanaan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. akuntabilitas kinerja. penelaahan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. pelaksanaan. penyajian informasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. b. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Laporan. penyiapan. jaringan dan situs informasi. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. f. pengelolaan sistem. situs. satuan kerja. penelaahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. penelaahan. d. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. 142 . Subbagian Pengelolaan Informasi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. terdiri dari: a.

penggajian. serta evaluasi atas mutasi. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta implementasi Sipeg Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. b. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengangkatan. penelaahan. pemberhentian. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. serta pengembangan organisasi Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kesejahteraan. pengembangan. pemberhentian. kepangkatan. penelaahan. pengadaan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta implementasi Sipeg. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. c.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penelaahan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. d. kesejahteraan. dan analisis jabatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. penyiapan. e. penyiapan. pelaksanaan. kepangkatan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengurusan perencanaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan. penggajian. pengembangan. 143 . serta evaluasi atas perencanaan.

perhitungan pelaksanaan anggaran. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. terdiri dari: a. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. PBI Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. 144 . d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Neraca. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. f. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perlengkapan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 517 Bagian Keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan revisi anggaran Badan. penelaahan. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Akuntansi. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. penelaahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. kearsipan. pelaksanaan. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. dan rumah tangga. b. Subbagian Kekayaan Negara.

persuratan dinas. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengurusan perlengkapan. f. Subbagian Tata Usaha. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kesekretariatan. pengadaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. informasi dan dokumentasi hukum. dokumentasi hukum dan perpustakaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 521 Bagian Umum. perlengkapan. kearsipan. pelayanan kesekretariatan. distribusi penggunaan. bantuan hukum. perpustakaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta keprotokolan dan upacara Badan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. kebersihan dan keamanan Badan. dan pemeliharaan barang inventaris. c. kehumasan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. persuratan dinas dan kearsipan. dan rumah tangga. dan kearsipan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penyiapan. pelaksanaaan bantuan hukum. 145 . serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. perlengkapan dan rumah tangga Badan. e. c. d. Subbagian Hukum. b.

d. administrasi keuangan. penyelidikan. bitumen padat. penyusunan neraca sumber daya geologi. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. c. dan panas bumi. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. mineral. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. b. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta rancang bangun dan pemodelan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pemetaan tematik potensi. f. rekayasa teknologi. j. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. dan kepegawaian Pusat. d. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. e. perumusan rencana dan program. b. Bidang Sarana Teknik. i. rumah tangga. Bidang Program dan Kerja Sama. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. batubara. penyelidikan. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Informasi. e. 146 . g. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. gambut. evaluasi penyelenggaraan penelitian.

penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta akuntansi. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. pengangkatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. d. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keamanan. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 147 . kebersihan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keuangan. b. c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. f. penelaahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik.d. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 148 . serta kerja sama pelayanan jasa. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. e. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. e. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Laboratorium. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

dokumentasi dan publikasi. Subbidang Kerja Sama. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 540 Bidang Informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penyiapan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. serta pengelolaan perpustakaan. penganggaran. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta pemutakhiran basis data. 149 .Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. penelaahan. penyiapan. jaringan dan situs informasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program. c. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. serta operasi perangkat lunak informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.

b. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta rancang bangun. i. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. operasi perangkat lunak. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. gempa bumi. gempa bumi. pelaksanaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan kepegawaian Pusat. f. serta sesar aktif. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. e. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. tsunami. penyelidikan. j. sosialisasi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan gerakan tanah h. g. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. sistem. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. rumah tangga. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. dokumentasi. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. pemodelan. d. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah. 150 . dan rekayasa teknologi. pelaksanaan. administrasi keuangan. serta pos pengamatan gunung api. perpustakaan. tsunami. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

e. Bagian Tata Usaha. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. b. serta perpustakaan. pelaksanaan pengelolaan sarana. keamanan. pengurusan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. terdiri dari: a. pemelaahan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. pengurusan perencanaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 151 . b. pengembangan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pengangkatan. d. l. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelidikan. keuangan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545.k. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi pelaksanaan penelitian.

Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. pelaksanaan. pemelaahan. pengurusan. administrasi keuangan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta penetapan status dan peringatan dini. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. b. pelaksanaan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. 152 . Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. c. penetapan status. geokimia dan deformasi. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penelaahan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d.

pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. b. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. 153 . Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. d. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. c. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. b. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. penelaahan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gerakan tanah dan tsunami.

penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penyiapan. f. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. b. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta pelaksanaan atas perencanaan program. terdiri dari: a. penyelidikan. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penelaahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. gerakan tanah dan tsunami. 154 . e. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. d.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyiapan.

pengangkatan. dan pengelolaan tata ruang. pengelolaan ketatausahaan. geologi teknik dan air tanah. terdiri dari: a. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. Bidang Sarana Teknik. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. i. Bidang Program dan Kerja Sama. geologi teknik dan air tanah. j. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. c. rumah tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. g. b. Kelompok Jabatan Fungsional. h. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. e. penyelidikan. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. b. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha. 155 . d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian. e. f. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. pengurusan perencanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. keuangan. rekayasa teknologi. k. administrasi keuangan. Bidang Informasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. dan kepegawaian Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b.c. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. kebersihan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. keamanan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. serta akuntansi. f. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. 156 . pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568.

b. Subbidang Laboratorium. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. penelaahan. b. d. e. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. 157 . penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Subbidang Sarana Penyelidikan. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Program. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbidang Kerja Sama. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. penelaahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi.

rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi. b.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 578 Bidang Informasi. jaringan dan situs informasi. d. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. dokumentasi dan publikasi. penelaahan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. penganggaran. 158 . serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan. pengelolaan. serta operasi perangkat lunak informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. pelakanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a.

dokumentasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. j. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. geofisika. pengelolaan ketatausahaan. m. pemetaan dan penelitian geologi. pemetaan. f. perpustakaan. pemetaan geologi. e. penelaahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. geomorfologi. administrasi keuangan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. b. operasi perangkat lunak. c. h. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. i. pelayanan jasa survei. g. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. penelitian dan penyelidikan geologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. inventarisasi hasil survei. rekayasa teknologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. l. tektonik. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. sistem. k. d. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pelaksanaan. dan kepegawaian Pusat. 159 . penelaahan. pelaksanaan. geokimia. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. rumah tangga.

serta akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Sarana Teknik. Bagian Tata Usaha. e. pengangkatan. c. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. keamanan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Bidang Informasi. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. 160 . d. Bidang Program dan Kerja Sama. pengurusan perencanaan. pengembangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

b. penelaahan. Subbidang Laboratorium. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. b. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. c. Subbidang Sarana Penyelidikan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. 161 . e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. pelaksanaan.

penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. e. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. terdiri dari: a. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Kerja Sama. penyiapan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. d. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. pengelolaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Program. serta rencana strategis berbasis kinerja. penelaahan. 162 . Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b.

dokumentasi dan publikasi. jaringan dan situs informasi. operasi perangkat lunak. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. 163 . terdiri dari: a. perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 597 Bidang Informasi. sistem. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. pelaksanaan sosialisasi. d. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. dokumentasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.

Penyelidik Bumi. Perekayasa. Teknisi Litkayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. 164 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

g. panas bumi. mineral batubara. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. d. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. b. e. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa teknologi. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. 165 . pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. f.

h. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 166 . b. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. kearsipan. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. informasi hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. g. b. koordinasi pelayanan administratif Badan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. d. dan rumah tangga. serta perencanaan kerja. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan urusan ketatausahaan.

Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pelaporan. jaringan dan situs informasi. pelaporan. b. ketatalaksanaan. ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Laporan. pengelolaan sistem. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. e. c. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntabilitas kinerja. b. Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. g. Bagian Umum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. terdiri dari: a. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. 167 .i. f. e. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. j. b. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Bagian Kepegawaian.

b. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. kesejahteraan. situs. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. kepangkatan. penyajian informasi.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. pelaksanaan. penelaahan. pengurusan perencanaan. pengembangan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. pemberhentian. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pengadaan. serta implementasi Sipeg. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. d. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. penyiapan. dan analisis jabatan. serta penyempurnaan organisasi Badan. 168 . c. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyiapan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. e. c. serta pengembangan organisasi Badan.

d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengembangan. 169 . penggajian. Subbagian Kekayaan Negara. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan pemberhentian. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penelaahan. serta evaluasi atas perencanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg Badan. b. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. e. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi. penyiapan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. b. penyiapan. kesejahteraan. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Subbagian Akuntansi. serta penyelesaian kerugian negara. pengangkatan. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. PBI Badan.

pelaksanaaan bantuan hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. d. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. dan rumah tangga. perlengkapan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 170 . serta pengelolaan jaringan listrik telepon. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. f. serta pengurusan perlengkapan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penelaahan. dan revisi anggaran Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 622 Bagian Umum. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. distribusi penggunaan. perpustakaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. c. kehumasan. pelaksanaan. pengadaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. persuratan dinas. penelaahan. kearsipan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. perlengkapan. penelaahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pemeliharaan barang inventaris. pelayanan kesekretariatan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Tata Usaha. b. dan kearsipan. e. informasi dan dokumentasi hukum. terdiri dari: a. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Neraca. dan rumah tangga. kearsipan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan.

dan hak atas kekayaan intelektual Badan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. bantuan hukum. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. 171 . serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. penelaahan. g. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. kesekretariatan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta keprotokolan dan upacara Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. kebersihan dan keamanan Badan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan. rencana kebutuhan dan pengadaan. pelaksanaan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. e. b.

perbendaharaan dan akuntansi. pengembangan. 172 . b. dan kepegawaian Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan. c. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. kebersihan. pengelolaan ketatausahaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bidang Afiliasi. d. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengangkatan. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. administrasi keuangan. rumah tangga. d.h. e. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Kelompok Fungsional. e. i.

Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. e. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. pelaksanaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. keamanan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. 173 . perbendaharaan dan akuntansi. c. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. penelaahan. serta pengadaan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. pelaksanaan operasi penggunaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyediaan bahan baku. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 637 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi. b. serta analisis. penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. c. penyediaan bahan baku. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. 174 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. e. c. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. b. penelaahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. b. pelaksanaan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. d. penyiapan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. 175 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. e. pelaksanaan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. i. jaringan. g. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. dan kepegawaian Pusat. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga. d. h. 176 . pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. pengelolaan ketatausahaan. f.

serta pelaksanaan keamanan. c. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. perbendaharaan dan akuntansi. b. e. terdiri dari: a. Bidang Program. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. b. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. dan kebersihan Pusat. keamanan. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemeliharaan sarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. Bidang Afiliasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. terdiri dari: a. keuangan. Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengurusan perencanaan. d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Pasal 648 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 177 . kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. b. c. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan.

pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyediaan bahan baku. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengoperasian Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 178 . penelaahan. penyiapan. penyiapan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. c. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta analisis. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Pasal 656 Bidang Program. penyiapan. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 179 . penyiapan. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. b. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.

e. pelaksanaan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. 180 .Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. jaringan. pelayanan jasa teknologi. Pasal 660 Bidang Afiliasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. c. terdiri dari: a. jaringan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.

b. dan kepegawaian Pusat. h. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. e. c. b. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. administrasi keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. i. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Program. rumah tangga. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Kelompok Fungsional. e. pengelolaan ketatausahaan. c. Bidang Afiliasi. d. 181 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. g. Bagian Tata Usaha. f.

d. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. persuratan dinas dan kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Pasal 667 Bagian Tata Usaha.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keselamatan kerja dan keprotokolan. kebersihan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengurusan perencanaan. dan kebersihan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta pengadaan. pengangkatan. 182 . keuangan. pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. serta pelaksanaan keamanan. keamanan.

pelaksanaan operasi penggunaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. d. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penelaahan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. terdiri dari: a. c. 183 . penyiapan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana.

penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 675 Bidang Program. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. 184 . serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta analisis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. jaringan. penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. c. pelayanan jasa teknologi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. 185 . pelaksanaan pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. situs dan penyebarluasan informasi. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. d. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 679 Bidang Afiliasi. penelaahan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. 186 . h. dan kepegawaian Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan ketatausahaan. j. Bidang Program. rumah tangga. b. Bagian Tata Usaha. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. geokimia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. dan geofisika kelautan. g. keuangan. i. terdiri dari: a. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan. c. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Kelompok Fungsional. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. c. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. f. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Bidang Afiliasi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan.

perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. keamanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pengembangan. e. keuangan. c. kebersihan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. dan kebersihan Pusat. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perencanaan. b. persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. 187 .

penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan rencana dan program. pengelolaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 188 . pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. b. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. Subbidang Pengoperasian Sarana. terdiri dari: a. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. d. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. e.

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.c. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. serta analisis. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. 189 . evaluasi.

Pasal 698 Bidang Afiliasi. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan pengelolaan sistem. e. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Subbidang Informasi dan Publikasi.d. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 190 . terdiri dari: a. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. pelayanan jasa teknologi. b.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. 191 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Perekayasa.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

b. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. batubara. e. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. f. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. h. 192 . perumusan kebijakan penyelenggaraan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. mineral. g. c. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. geologi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

f. b. h. b. e. d. g. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pembinaan kerja sama. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. 193 . d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. satuan kerja. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. e. i. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara.

ketatalaksanaan. 194 . kearsipan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. Bagian Umum. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Bagian Keuangan. e. akuntabilitas kinerja. l. pelaporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. b. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. f. k. c. penganggaran. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. dan rumah tangga. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. terdiri dari: a. ketatalaksanaan.j. h. c. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Pasal 708 Sekretariat Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. g. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. b. serta perencanaan kerja.

penganggaran. dan sistem. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pengadaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penggajian. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi Badan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kesejahteraan. d. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan analisis jabatan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. Subbagian Kerja Sama. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. c. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. e. pengembangan. akuntabilitas kinerja. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan. serta evaluasi atas laporan berkala. c. penelaahan. 195 . Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. prosedur kerja. terdiri dari: a. b. kepangkatan. penelaahan. pemberhentian. perencanaan kerja.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan. produk kilang.. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Subbidang Utilitas.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kontrol kualitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. d. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. b. b. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. 200 . pelayanan jasa.

penyiapan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Laboratorium. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelayanan jasa. b. c. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. 201 . penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. d. Subbidang Bengkel. pelaksanaan.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kepustakaan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. g. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pelaksanaan. 202 . b. pelaksanaan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. kriteria dan prosedur. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penelaahan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. standar. c. pedoman. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. norma. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pengelolaan kepustakaan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. f. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. kerja sama. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. e. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. d. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pemberian pelayanan jasa. pedoman. g. b. pengelolaan ketatausahaan. Batubara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 203 . e. e. perlengkapan. i. d. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pendidikan dan pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kearsipan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. prosedur. f. Kelompok Jabatan Fungsional. d. c. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Bidang Sarana Teknis. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. c. b. Bagian Tata Usaha. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. kehumasan dan keprotokolan. perlengkapan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. d. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dokumentasi dan tata naskah. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. organisasi. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. akuntansi. c. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. kearsipan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. b. e. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. 204 . administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta hukum.

pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. norma. pelaksanaan. pedoman. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a.c. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penggunaan. rencana pengembangan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pelaksanaan pemeliharaan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. Subbidang Pengoperasian Sarana. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 205 .

Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pedoman. 206 . kriteria. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. kerja sama dan sistem. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. norma. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. d. b. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. Subbidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.d. c. penelaahan. f. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan prosedur.

e. penelaahan. pedoman. pemberian pelayanan jasa. pelaksanaan. d. pelaksanaan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. prosedur. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. terdiri dari: a. c. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. norma. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. 207 . Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. f. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. penyusunan standar. penyusunan standar. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penelaahan. b. penyiapan penyelenggaraan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. norma. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.

kehumasan dan keprotokolan. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. perlengkapan. d. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. c. d. terdiri dari: a. h. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. terdiri dari: a. kearsipan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan. perbendaharaan. b. Bagian Tata Usaha. 208 . Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.g. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. c. terdiri dari: a. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. Subbidang Perencanaan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. jaringan dan situs informasi. 209 . dan sistem. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. e. penyiapan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. b. d. norma.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. promosi. serta evaluasi atas pengelolaan standar. d. e. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Subbidang Sarana dan Prasarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. norma. b. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pedoman. kriteria dan prosedur. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. 210 . Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. Subbidang Pelatihan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. terdiri dari: a. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan. kerja sama. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. b. pemberian pelayanan jasa. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. d. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha. prosedur. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. 211 . evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. g. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. f. c. pengelolaan ketatausahaan. h. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bidang Pelatihan dan Sarana. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pedoman. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. e. d. 212 . Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. terdiri dari: a. perbendaharaan. akuntansi. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. kearsipan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. perlengkapan. hukum. Subbagian Kepegawaian dan Umum. c.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

norma. e. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. 213 . pelaksanaan. pedoman. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas standar. d. b.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. pedoman. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. pelaksanaan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. norma dan kriteria. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. kerja sama.

pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. penelaahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan kerja sama. 214 . Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelatihan. kerja sama. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. b. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. d. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. Subbidang Sarana dan Prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. promosi. c. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. 215 . Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. c. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Direktorat Jenderal. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. b. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. 216 . e. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal dan Badan. d. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. terdiri dari: a. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.

serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. c. d. f. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral. g.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. j. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. i. 217 . h. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. k. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. e.

b. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. serta kearsipan Bakoren. b. rumah tangga. serta kearsipan Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha. c. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Pusat. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. terdiri dari: a. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaporan dan tata persuratan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. c. pelaksanaan urusan tata usaha. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. dukungan operasi kerja. dan persuratan dinas. c. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. d. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. 218 . Bidang Kajian Strategis. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. d. b. terdiri dari: a.

d. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. penyiapan norma. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. e. b. b. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. g. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. k. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 219 . pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. l. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. j. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. h. c. i. f. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi.

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penelahaan. f. penelaahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan norma. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan. d. pelaksanaan. b. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelayanan data dan informasi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan. 220 . Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. e. b. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810.

b. Subbidang Kajian Strategis Energi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. gambut. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. bitumen padat. d. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penelahaan. penelahaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. penelahaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. 221 . f. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. terdiri dari: a. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. pelaksanaan. e. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. air tanah dan kegeologian. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi.

tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 222 . (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing.

(4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. regulasi ekonomi dan keteknikan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peraturan perundang-undangan. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan keselamatan umum. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. 223 . dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). perencanaan kerja. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. peralatan.a kepada pejabat eselon I. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. organisasi. penganggaran.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dokumentasi. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. standardisasi teknis. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. dengan lingkup meliputi personil.

224 . Inspektur Jenderal.a. (5) Kepala Subbagian.BAB XIV ESELON. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur Jenderal.a. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Sekretaris Direktorat Jenderal. Direktur Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.b. (4) Kepala Bagian. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Inspektur.a. Kepala Pusat.a. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (3) Kepala Biro.

BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). 225 . Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. X.d. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.

226 . dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. susunan organisasi.(4) Perubahan atas rincian tugas. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. fungsi.

Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. b.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful