MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

c. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. b. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. 5 . c. d. Biro Kepegawaian dan Organisasi. e. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Umum. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Departemen lain. d. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Departemen. terdiri dari: a. dan lembaga lain yang terkait. Kementerian Negara. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Biro Keuangan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.

perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. e. serta rencana strategis. perumusan kebijakan pembangunan. menengah dan tahunan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. i. Kelompok Jabatan Fungsional. dan rencana anggaran. serta kerja sama. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyusunan harga satuan. g. 6 . d. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. Bagian Kerja Sama. Bagian Analisis dan Evaluasi. Bagian Perencanaan Anggaran. serta pengelolaan kerja sama Departemen. sosialisasi kebijakan pembangunan. d. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. rencana anggaran. h. b. b. terdiri dari: a. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. rencana kerja dan anggaran. l. rencana pembangunan jangka panjang. rencana dan program kerja. c. k. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. j. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. e. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. evaluasi kebijakan pembangunan. f. serta perumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL).

penyusunan rumusan RK-KL. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. dan Badan Geologi. Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Perencanaan Penunjang. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan norma. penelaahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Batubara dan Panas Bumi. c. b. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. e. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. c. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. Menengah dan Tahunan Departemen. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria rencana kerja. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. 7 .

pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. c. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. dan Badan Geologi. norma. f. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. terdiri dari: a.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. Subbagian Penganggaran Penunjang. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. b. dan 8 . Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penelaahan. b. penyiapan rumusan satuan harga pokok. d. kriteria perencanaan anggaran. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran.

penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penelaahan. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. e. kriteria akuntabilitas kinerja. g. c. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. c. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. menengah. tahunan dan rencana strategis. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan standar. b. RKA-KL. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan sidang. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Inspektorat Jenderal. norma. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. rencana pembangunan jangka panjang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. 9 . f. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. d. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b.

rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. norma. penyiapan. Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. b. dan Badan Geologi. g. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan standar.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. penyiapan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. h. serta kerja sama asosiasi. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. e. Batubara. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. 10 . Panas Bumi. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. d. f. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penelaahan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan.

c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). dan penilaian kinerja pegawai. penempatan dan pengembangan pegawai. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. penelaahan. dan kesejahteraan pegawai. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. d. c. Subbagian Kerja Sama Bilateral. e. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. pengembangan organisasi dan tata laksana. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pemensiunan. pembinaan mutasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. penelaahan. disiplin. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. b. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. b. serta penyiapan penetapan pemberhentian. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. 11 . terdiri dari: a. perencanaan. jabatan struktural dan fungsional. penelaahan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian.

penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. h. pola dan pengembangan karir pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. b. d. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. e. Bagian Data dan Informasi Pegawai. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). j. pengelolaan sistem informasi pegawai. e. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. pengadaan. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). 12 . b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. f. d. g. serta kartu PNS. penyusunan rencana formasi. serta administrasi penugasan ke luar negeri. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. i. g. evaluasi pembinaan kepegawaian. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan standar. k. terdiri dari: a. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta standardisasi kompetensi jabatan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyiapan rumusan rencana. c. c. Bagian Mutasi Pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. norma. dokumentasi dan tata naskah pegawai.f. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral.

terdiri dari: a. c. 13 . penyiapan. pengelolaan administrasi tugas belajar. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. penelaahan. Subbagian Pengembangan Karir. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. j. b. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. kompetensi pegawai. bimbingan teknis. kepangkatan. pemindahan. penelaahan. dan Kartu PNS Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pemberhentian dan disiplin. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. penelaahan.h. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. penyiapan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur.

dipekerjakan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. j. pemindahan. e. penelaahan. 14 . cuti. penarikan kembali. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pengangkatan kembali. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. terdiri dari: a. dan penarikan kembali pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pelaksanaan kepangkatan. h. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pelaksanaan disiplin pegawai. g. pemberhentian dan disiplin. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. penyiapan standar. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. perbantuan. dan penilaian angka kredit. serta kesejahteraan pegawai Departemen. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. kepangkatan. d. pemindahan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. perbantuan. f. i. Askes. serta kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. Taspen. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. c. Kartu Suami. norma. pemberhentian. ujian dinas dan Ujian KPPI. serta Kartu Istri. kepangkatan. Subbagian Mutasi Jabatan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan pemindahan pegawai. b. pembebasan sementara. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pemberhentian. k. pelaksanaan kesejahteraan. pemindahan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. dan Bapertarum. dan penilaian prestasi pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. dipekerjakan.

pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. dan daftar riwayat hidup pegawai. penelaahan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. d. e. penyiapan. Askes. c. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pengadaan pegawai. penghargaan. jabatan. Kartu Suami. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pemberhentian. Bapertarum pegawai Departemen. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. kepangkatan. pelaksanaan. 15 . Daftar Urut Kepangkatan. pelaksanaan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. g. b. penilaian angka kredit. disiplin. i. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan administrasi lembaga tripartit. pelayanan kesehatan. penghargaan. pemindahan. pemberhentian dan pemensiunan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. Taspen. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. pendidikan dan pelatihan pegawai. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. h. Kartu Istri. f. penggajian. penyusunan laporan kekuatan pegawai.

klasifikasi dan peta jabatan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. d. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta pengembangan organisasi dan jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. terdiri dari: a. pemindahan. norma. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. 16 . penelaahan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. jabatan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. penghargaan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. penelaahan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan pegawai. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. e.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. pelaksanaan. kriteria pengembangan organisasi. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. b. pelaksanaan. kepangkatan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. penyiapan rumusan standar. penelaahan. c. c. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penggajian. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi. b. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pemberhentian.

dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengembangan. pola hubungan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. c. pengembangan. penelaahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. evaluasi dan klasifikasi jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. g. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. b. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. dan pelaksanaan bimbingan teknis. penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. standardisasi kompetensi jabatan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. analisis beban kerja. 17 . perbendaharaan. Subbagian Kelembagaan. terdiri dari: a. pengembangan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peta jabatan. Subbagian Tata Laksana. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. administrasi keuangan.f. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. h. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. 18 . Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. terdiri dari: a. Bagian Kekayaan Negara. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta pelaksanaan akuntansi.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. dan implementasi sistem akuntansi. e. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. c. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. f. e. serta pembinaan perbendaharaan. kekayaan negara dan akuntansi. Bagian Pendapatan dan Belanja. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Akuntansi. h. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. administrasi keuangan. l. Bagian Perbendaharaan. serta Neraca Departemen. d. d. g. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. k. j. c. pembinaan inventarisasi. laporan realisasi anggaran. penyelesaian kerugian negara. i. Pasal 49 Biro Keuangan. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). b. serta bimbingan teknis perbendaharaan. serta nota keuangan. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. perbendaharaan.

penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. norma. d. f. e. penelaahan. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. h. dan urusan tata usaha Biro. g. c. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan target. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. j. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 19 . c. penyusunan rumusan standar. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. i. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. k. penyiapan. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Anggaran Belanja. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penyiapan. Subbagian Anggaran Pendapatan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. b. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. evaluasi tarif dan revisi PNBP. terdiri dari: a. penelaahan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan pengelolaan SPM. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. b. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Inspektorat Jenderal. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. e. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. b. c. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. f. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. d. g. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. c. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. 20 . Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penelaahan. Badan Geologi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal.

pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. d. penelaahan. norma. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. b. 21 . Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. b. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. kriteria pengelolaan kekayaan negara. penelaahan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. tuntutan perbendaharaan. dan bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. terdiri dari: a. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. ganti rugi. e. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. f.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. g. c. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.

(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Badan Geologi. rekonsiliasi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. 22 . c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Inspektorat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. b. f. norma. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). b. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. pelaksanaan. pelaksanaan verifikasi. e. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. c. d. penelaahan. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. Subbagian Penyiapan Neraca. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen.

dan implementasi SAAT Departemen. d. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kewajiban. equitas dana. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. e. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta program legislasi dan regulasi. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. pelaksanaan. penelaahan. b. dan implementasi SAI Departemen. konsolidasi. pengelolaan dokumentasi. serta pelaksanaan kehumasan. c. pelaksanaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. dan penyelesaian kasus hukum. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). dan bantuan hukum. bantuan hukum dan kehumasan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. f. serta kehumasan. rekonsialiasi. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. g. Neraca. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. h. verifikasi anggaran. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta hubungan masyarakat Departemen. serta evaluasi atas pembukuan aset. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. 23 .

24 . j. Bagian Penelaahan Hukum. c. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Bantuan Hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. d. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. b.i. e. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. c. penelaahan. d. e. Bagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. dan bantuan hukum. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. b. evaluasi peraturan perundang-undangan. c. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. serta program legislasi dan regulasi Departemen. terdiri dari: a. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan.

pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. d. kriteria kontrak atau perjanjian. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. f. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. h.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. b. penyiapan. 25 . g. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penelaahan. c. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. e. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. penyiapan rumusan standar.

kriteria bantuan dan konsultasi hukum. dan unsur unit penunjangnya. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. 26 . Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. c. penelaahan. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. d. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. penyiapan. norma. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. penyiapan rumusan standar. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. dan unsur unit penunjangnya. f. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. b.

terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. c. serta monitoring dan analisis berita. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. konferensi pers. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan unsur unit penunjangnya. e. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. c. 27 . f. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. pelaksaaan. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan.

dan urusan tata usaha Biro. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peliputan dan perekaman kegiatan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. penelaahan. Subbagian Publikasi. penerbitan. j. i. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pameran Departemen. konferensi pers. monitoring dan analisis berita Departemen. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan.g. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. c. pelaksanaan. b. penelaahan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. terdiri dari: a. abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan peliputan. h. 28 . serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara.

Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyediaan sarana dan prasarana kerja. pengelolaan keamanan dan keselamatan. h. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. tugas 29 . d. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. perlengkapan dan pengadaan. Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Sekretaris Jenderal. pengadaan. e. e. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. tata usaha dan kearsipan. b. g. rumah tangga Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. f. f. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Bagian Tata Usaha. Bagian Perlengkapan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. j. tata persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. terdiri dari: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. b. pengelolaan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. d.

e. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. terdiri dari: a. persuratan dinas. Jakarta Pusat). Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelantikan. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. c. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. f. penyiapan penyelenggaraan rapat. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. c. Subbagian Urusan Dalam Departemen. b. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. b. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen.

Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. c. dan ekspedisi surat dinas.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. persuratan dinas. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. norma. penelaahan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. e. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penelaahan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. penyiapan rumusan standar. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Kearsipan. c. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. 31 . b. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. d. penjadwalan kegiatan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. f. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.

serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. terdiri dari: a. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. b. M. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. 32 .H. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. b. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. e. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. c. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. Thamrin 1. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. keselamatan. d. keamanan. keselamatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. c. serta pengadaan. f. pelaksanaan kebersihan.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Jakarta Pusat).

terdiri dari: a. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. d. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Staf Ahli. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. penyiapan bahan rumusan standar. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. 33 . penyiapan kegiatan. c. serta pengadaan. c. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. kriteria perlengkapan. f. penelaahan penyiapan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. inventarisasi. Subbagian Pengadaan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. e. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Rencana Kebutuhan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. g. norma. b. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 34 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. c. pedoman. norma. e. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan standar. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. kriteria. terdiri dari: a. b. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. e. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. 35 . c. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. d. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi.

e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. g. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. kearsipan. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Umum dan Kepegawaian. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. i. terdiri dari: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. satuan kerja. akuntabilitas kinerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Keuangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. dan rumah tangga. b. pelaporan. h. ketatalaksanaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. d. 36 .

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. rencana dan program. n. d. l. e. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta perhitungan bagi hasil. k. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. 41 . i. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. m. j. WP & B). perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. penelaahan. c. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perumusan pengaturan. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. f. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. g. implementasi Sipeg. h. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. b. e. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. evaluasi kebijakan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. p. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan statistik. b. e. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. d. terdiri dari: a. norma. f. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. c. h. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. f. ketersediaan dan infrastruktur sektor. pelaksanaan sosialisasi program sektor.o. terdiri dari: a. c. b. 42 . kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. serta data kebutuhan. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. serta pencadangan strategis. menengah dan tahunan berbasis kinerja. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. g. d. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor.

Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan. dan terms of condition KKS. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. dan pelaksanaan sosialisasi. g. 43 .Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. b. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan. e. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. c. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. f. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. permasalahan iklim usaha. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. serta penyediaan informasi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. terdiri dari: a. penyiapan. pengumpulan data potensi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. norma. b. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi.

Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. norma. e. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta bagi hasil daerah. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penelaahan. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. j. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. 44 . c. pemeriksaan dan pengujian. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. b. tugas serta induk. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). i. h. penyiapan. penelaahan. retribusi.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pajak. d. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. tugas serta induk. pelaksanaan pencatatan. g. f. serta biaya operasi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor.

pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. c. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. g. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. e. pelaksanaan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. norma. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. lifting dan target penerimaan. d. b. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. tenaga kerja asing. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. PNBP dan tarif iuran. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. retribusi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan rumusan. tenaga kerja asing. b. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. pelaksanaan. 45 . harga minyak mentah Indonesia. pajak. penelaahan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi.

penelaahan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. dan kerja sama dalam negeri. terdiri dari: a. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional.h. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pemberdayaan produksi dalam negeri. i. fasilitasi lembaga tripartit. penelaahan. j. b. penggunaan barang operasi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. 46 . penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. penyiapan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. rencana penggunaan tenaga kerja asing. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. serta pengaturan tenaga kerja asing. pelaksanaan. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. k. b. rencana impor barang operasi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.

serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. b. pelaksanaan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.c. Seksi Multilateral dan Regional. g. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. 47 . penyiapan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penelaahan. b. f. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penelaahan. c. d. e. serta kerja sama Pemerintah Daerah.

pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. 48 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. e. kriteria pengelolaan WK. c. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. h. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. f. f. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. l. b. norma. d. f. e. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. c. g. k. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka.d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. b. Subdirektorat Wilayah Kerja. pelaksanaan pengumuman WK. j. h. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. d. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. pengelolaan WK. terdiri dari: a. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. i. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. g. e. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu.

Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. f. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. e. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. penilaian. 49 . Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. penelaahan. b. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. b. d. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. norma. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. terdiri dari: a. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. kriteria usaha eksplorasi. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. c. penelaahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penyiapan rumusan standar.

serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. norma. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. pelaksanaan. penyiapan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penelaahan. j. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. d. g.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. penyiapan rumusan standar. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. f. c. h. pelaksanaan. b. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. kriteria. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. 50 . e. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. b. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 51 . (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. f. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. b. c. e. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. tumpang tindih lahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penelaahan. g. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. norma. penyiapan. b. penyiapan. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS.

penyiapan rumusan standar. h. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. g. pelaksanaan. b. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. i. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. penyiapan. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. norma. e. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. d. 52 . Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. f. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

e. Light Natural Gas (LNG). Penyediaan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. f. g. Light Petroleoum Gas (LPG). pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. d. 53 .Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). i. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. perumusan jenis bahan bakar minyak. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. pelaksanaan. bahan bakar lain. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. penyiapan. bahan bakar gas. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. h. penelaahan. perumusan pengaturan Penugasan. penelaahan. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b.

Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. j. norma.j. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. pengelolaan data. d. b. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. c. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. k. bahan bakar lain. l. c. pengelolaan data. e. b. d. LPG. e. bahan bakar gas. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan perizinan usaha pengolahan. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. LNG. 54 . hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. h. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. i.

penelaahan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rumusan standar. b. serta pemantauan penyediaan bahan bakar.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. pengelolaan data. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. c. penelaahan. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. 55 . d. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. g. Seksi Pengolahan Gas Bumi. h. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. penyiapan. norma. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan.

perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. terdiri dari: a. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. penelaahan. penyiapan rumusan formulasi harga. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. bahan bakar gas dan LPG. penelaahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. b. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi.i. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penyiapan. 56 . kriteria harga bahan bakar. c. e. j. norma. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. b. d.

gas bumi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. h. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. b. penyiapan perizinan usaha niaga. g. penyiapan. norma. h. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. penelaahan. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. f. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. terdiri dari: a. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. LPG. LNG. penyiapan rumusan standar. d. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. c. e. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. kriteria usaha niaga.f. pelaksanaan. penelaahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan data. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. 57 .

f. penyiapan norma. Seksi Proses Non Bahan Bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Seksi Niaga Minyak Bumi. e. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. kriteria usaha non bahan bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. pelumas. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. petrokimia. penyiapan. b. LNG. dan non bahan bakar lainnya. d. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. tugas 58 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. b. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. terdiri dari: a. c. b. LPG. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. biodiesel. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi.

keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. d. dan non bahan bakar lainnya. lindungan lingkungan. penelaahan. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. h. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. dan non bahan bakar lainnya. 59 . kelaikan teknis. c. serta penggunaan tenaga teknik. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. lindungan lingkungan. biodiesel. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. profesi personil. penyiapan. produk. biodiesel. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. penyiapan. petrokimia. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. petrokimia. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. usaha penunjang. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. b.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. f. c. j. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. g. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. e. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. h. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. d. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. 60 . serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. e. d. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.i. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.

d.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. 61 . instalasi. f. norma. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. b. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. c. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. instrumentasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. K3. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. e. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

b. instalasi. penyiapan. instrumentasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. e. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. 62 . (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. norma. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. b. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. K3. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar.

penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengangkutan. b. pelaksanaan. 63 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. g. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. serta penjaminan pasca operasi. Penyimpanan. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Penyimpanan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan.

pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. dan kriteria usaha penunjang. g. penelaahan. pengangkutan. terdiri dari: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. f. penelaahan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi.d. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 64 . b. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. norma. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

produk. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penelaahan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. profesi personil. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.d. terdiri dari: a. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. 65 . yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. f. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. b. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penelaahan. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. 67 . yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. norma. c.

Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. satuan kerja. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. f. c. dan rumah tangga. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. 68 . Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. i. g. h. kearsipan.

Bagian Keuangan. akuntabilitas kinerja. b. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. 69 . Subbagian Laporan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. rapat koordinasi. d. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. c. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. pelaporan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. g. terdiri dari: a. jaringan. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. situs. Kelompok Jabatan Fungsional. f. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. b.

Subbagian Perbendaharaan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. satuan kerja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. Pasal 237 Bagian Keuangan. terdiri dari: a. f. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. c. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. d. 70 . serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. e.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. PBI Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.

penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta kehumasan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. laporan pertanggungjawaban keuangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. d. penelaahan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelayanan konsultasi hukum. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. b. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan informasi. penyelesaian kerugian negara.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 71 . penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan. penyiapan. penelaahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Informasi Hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pertimbangan hukum. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. e. f. c. dan Neraca Direktorat Jenderal. c.

Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. telepon. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. d. keamanan. pengurusan formasi. pengadaan pegawai. pemberhentian. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan keprotokolan dan upacara. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. ekspedisi persuratan dinas. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. mutasi. 72 . urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. b. f. dan Implementasi Sipeg. dan kearsipan. pelaksanaan. terdiri dari: a. c. e. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. b. penelaahan. kebersihan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pertamanan dan perparkiran. pelaksanaan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal.

rencana dan program. h. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penelaahan. evaluasi kebijakan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. 73 . f. b. rencana dan program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). rencana pengadaan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana dan program pembangunan berjangka. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. implementasi Sipeg. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. d. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon.

Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. 74 . b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. e. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. serta program pengembangan jaringan transmisi. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. menengah dan tahunan tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. b. g. e. f. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. c. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. d. penyiapan rumusan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. d. c. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial.

penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. b. c. 75 . pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. pelaksanaan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. b.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan. penelaahan.

penelaahan. c. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. 76 . e. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. f.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. b. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. d. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. penyiapan. b. norma. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.

lembaga sertifikasi. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. 77 . penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Seksi Multilateral dan Regional. b. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. multilateral dan regional. evaluasi pelaksanaan rencana. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyusunan dokumen perjanjian. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. c. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. asosiasi dan lembaga lainnya. penelaahan. b. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan.

pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. b. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. c. pelaksanaan pengelolaan data.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. e. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. penyiapan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. b. 78 . pengolahan. d. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penelaahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. g. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. c. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan. h. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. i. d. e. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. f. 79 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. b. d. c. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. e. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta perlindungan konsumen. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan.

b. d. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik.c. evaluasi pelaksanaan pengaturan. d. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. pelaksanaan. serta penetapan wilayah usaha. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. b. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277.

(2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. pemberian sanksi. f. 81 . dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. terdiri dari: a. b. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. kriteria harga jual tenaga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. c. penelaahan. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. norma. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. e. b. Seksi Pelayanan Izin Usaha. terdiri dari: a. penelaahan. b. penyiapan.

e. f. c. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. 82 . serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria hubungan komersial. b. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. d. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. norma. b. penyiapan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. d. penyiapan. kriteria perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. b. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. mempunyai tugas 83 .(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. e. pelaksanaan. c. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. norma. b. penelaahan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. b. b. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. d. serta pembinaan teknis. keselamatan dan K3. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. 84 . lindungan lingkungan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. c. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. e. profesi personil. produk. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. c. i. h. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. g. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. f. kelaikan teknis. f. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. lindungan lingkungan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan.

f. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. b. serta Rancangan SNI. 85 . (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penelaahan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penelaahan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. c. b. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan. g. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. jenis dan mutu tenaga listrik. d. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait.

penyiapan rumusan standar. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. penelaahan. b. norma. c. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. keselamatan operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pelaksanaan. d. penelaahan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. instrumentasi. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. kalibrasi alat ukur. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. dan K3. b. e. 86 . f. kelaikan peralatan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan.

penelaahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. c. g. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. terdiri dari: a. f. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. e. 87 . d.

terdiri dari: a. 88 . pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. e. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. b. d. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. b. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan.

Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kriteria usaha penunjang. f. g. produk. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. 89 . penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. norma. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. b. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. e. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. profesi personil.

h. d. f. serta rencana dan program energi baru terbarukan. e. c. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. norma. energi alternatif. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. g. b. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. 90 . c. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. penyiapan rumusan standar. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Energi Perdesaan.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. b. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. kriteria pemanfaatan energi. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. f. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. terdiri dari: a. d. c. energi perdesaan dan konservasi energi. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. b.

b. Seksi Program Pemanfaatan Energi. d. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. penyiapan. penelahaan. norma. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. e. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. c. penyiapan.d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. e. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. b. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. penelahaan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. 91 . Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. kriteria usaha energi baru terbarukan.

d. b. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. rencana dan program. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. pelaksanaan. penelahaan. e. norma dan kriteria konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. penelahaan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penyiapan. penyiapan. penelahaan. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. terdiri dari: a. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas program konservasi energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 92 . pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penyiapan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan.

pelaksanaan fasilitasi kerja sama. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. d. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program energi perdesaan. c. terdiri dari: a.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. 93 . (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program.. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Seksi Program Energi Perdesaan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penelahaan. penyiapan rumusan kebijakan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. norma. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. serta pedoman pengembangan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pemberdayaan masyarakat. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. b. energi perdesaan dan konservasi energi. b. penelahaan. penyiapan.

penyiapan. terdiri dari: a. penelahaan. 94 . pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. c. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. b. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

95 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

d. norma. kriteria. batubara. batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan standar. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Batubara. 96 . BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. e. batubara dan panas bumi. dan prosedur di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi.

97 . serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. h. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. e. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Mineral. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. b. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. satuan kerja. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. i. kearsipan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.

Subbagian Laporan. c. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. ketatalaksanaan. e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. 98 . Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. terdiri dari: a. c. g. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. d. ketatalaksanaan. pelaporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Bagian Keuangan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. b. rapat koordinasi. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. jaringan dan situs informasi. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. d. Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. f. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.

satuan kerja. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. terdiri dari: a. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. e. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. d. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. jaringan. penelaahan. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Perbendaharaan. b. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. 99 . Pasal 354 Bagian Keuangan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. f. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. situs. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

pelaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. b.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. e. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. laporan pertanggungjawaban keuangan. f. penelaahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. pelayanan konsultasi hukum. d. penelaahan. c. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. serta kehumasan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. terdiri dari: a. pelaksanaan informasi. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. 100 . c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Informasi Hukum.

pelaksanaan. c. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta urusan keprotokolan dan upacara. g. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penelaahan. dan Implementasi Sipeg. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. panas bumi dan air tanah. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. penelaahan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. kebersihan. pengurusan formasi. b. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pertamanan dan perparkiran. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. mutasi.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. 101 . pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. program legislasi dan regulasi bidang mineral. batubara. penyiapan. telepon. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. dan kearsipan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. ekspedisi persuratan dinas. e. d. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. keamanan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pemberhentian. pengadaan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Program Mineral. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pelaksanaan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. d. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. rencana pengadaan. serta penetapan wilayah kerja. 102 . distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. panas bumi dan air tanah. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. c.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. investasi dan pendanaan. b. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan produksi. serta kebijakan pengelolaan air tanah. dan produksi. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. rencana dan program di bidang mineral. penelaahan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. wilayah kerja. c. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. neraca sumber daya wilayah kerja. Subbagian Tata Usaha. batubara. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. cadangan atau potensi. implementasi Sipeg. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi.

panas bumi dan air tanah.e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. pengelolaan data. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. c. Batubara dan Panas Bumi. eksplorasi dan operasi produksi. d. Batubara dan Panas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. perumusan perencanaan. i. c. serta perhitungan bagi hasil. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. batubara. e. Batubara. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 103 . penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. b. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. b. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. terdiri dari: a. rencana dan program di bidang mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. f. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. pencatatan dan perhitungan PNBP. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. e. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. panas bumi dan air tanah. g. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. batubara. j. evaluasi kebijakan. serta pemantauan perencanaan program di daerah. d. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. f. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah.

c. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. asosiasi dan lembaga sertifikasi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. f. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Seksi Program Mineral dan Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. e. 104 . serta pemantauan pelaksanaan investasi. g. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. batubara. b. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. serta kerja sama di bidang mineral. h. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penelaahan. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. d. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Seksi Kerja Sama Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. penelaahan. penyiapan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Kontrak Karya (KK). Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. 105 . Batubara dan Panas Bumi. d. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi. rencana dan program investasi pertambangan mineral. b. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. b.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. terdiri dari: a. c. batubara. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

b. serta pengelolaan informasi bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. c. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.e. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penyusunan statistik pengusahaan. penyiapan. panas bumi dan air tanah. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. kriteria pencadangan wilayah kerja. 106 . norma. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan. batubara. terdiri dari: a. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.

e. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Batubara. f. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. (2) Seksi Informasi Mineral. penelaahan. batubara. batubara. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan penetapan potensi. 107 . Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. cadangan dan wilayah kerja. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Batubara. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. batubara dan panas bumi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta penetapan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah. Seksi Informasi Mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. pelaksanaan. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. h. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. b. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah. neraca sumber daya. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. terdiri dari: a. g. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. statistik. panas bumi dan air tanah. penyiapan. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.

penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. penyiapan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. c. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. 108 . Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. b. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. pemeriksaan dan pengujian PNBP. batubara dan panas bumi. e. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Seksi Penerimaan Negara Batubara. d. pelaksanaan pencatatan. serta bagi hasil daerah. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. terdiri dari: a. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

c. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. b. f. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. e. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. 113 . pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. g.

d. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. g. e.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. b. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. i. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan. 114 . Seksi Hubungan Komersial Batubara. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. h. f. c. perumusan pengaturan.

Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. b. 115 . l. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. serta pengelolaan air tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subbagian Tata Usaha. g. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. b. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pengaturan usaha. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. f. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.j. f. e. terdiri dari: a. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. c. d. g. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. norma. k.

penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi. pelaksanaan fasilitasi. terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. b. d. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. b. 116 . serta pengelolaan air tanah.h. i. e. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi.

Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta pengendalian air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. 117 . penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengendalian air tanah. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. penelaahan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. c. f. g. d. e. b.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. b. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi.

serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. e. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. 118 . d. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi.h. i. b. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. c. terdiri dari: a. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. b. serta pengendalian air tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi.

h. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d.g. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. penelaahan. pelaksanaan. b. pelaksanaan. e. 119 . b. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Seksi Konservasi Air Tanah. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 120 . penelaahan. penelaahan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. serta air tanah. serta ketatausahaan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.

pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. 121 . f. produk. f. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. e. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. j. e. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. i. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Standardisasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. K3. b. lindungan lingkungan. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. profesi personil. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. panas bumi dan air tanah. d. Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. batubara. c. Batubara dan Panas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. kelaikan teknis. lindungan lingkungan.d. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. h. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi.

serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. jenis dan mutu produk. penelaahan. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. f. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. produk. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. profesi personil. b. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan.c. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. 122 . Seksi Standardisasi Mineral. penyiapan rumusan standar. g. serta konservasi mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. Batubara. dan panas bumi. pemurnian. e. terdiri dari: a. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. dan Panas Bumi.

Seksi Pengawasan Teknik Batubara. c. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. penyiapan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penelaahan. serta konservasi mineral dan batubara. batas wilayah kerja. dan konservasi mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. b. d. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. 123 .b. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi.

Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. batubara dan panas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. h. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. d. b. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. 124 . pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. i. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. batubara. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara.c. g. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.

Seksi Keselamatan Batubara. e. d. dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. b. Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. batubara. 125 . penyiapan. pengangkutan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. keamanan instalasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. c. instrumentasi. dan Panas Bumi. Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan. penimbunan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. norma. penyimpanan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan standar. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. pelaksanaan. kalibrasi alat ukur. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. g. batubara. f.

126 . penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. pelaksanaan. d. e. batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. b. penelaahan.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. c. b. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. dan kriteria usaha penunjang. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. dan Panas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. norma. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Inspektorat IV. Inspektorat I. Inspektorat III. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kinerja. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. e. keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. c. terdiri dari: a. 128 . penyusunan laporan hasil pengawasan. b. d.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. c. b. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460.

Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. e. Bagian Umum dan Keuangan. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. d. pengelolaan jaringan dan situs informasi. kearsipan. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. b. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. g.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. h. i. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. 129 . keprotokolan dan rumah tangga. j. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian. perlengkapan. terdiri dari: a. k. c. e. pengelolaan urusan tata usaha. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. keamanan. f. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.

penelaahan. Subbagian Penyiapan Rencana. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. b. rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pelaporan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Subbagian Penyiapan Laporan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. 130 .Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. e. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. dan rencana kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan. d. c. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. program kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. i. pelaksanaan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. j. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. penyajian informasi. pelaporan. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. h. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penelaahan. f. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. satuan kerja. b. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal.

evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Badan Geologi. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. 131 . b. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. c. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. analisis hasil pengawasan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. b. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. e. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. terdiri dari: a. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. d. pengolahan. pelaksanaan analisis. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I.

e. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi hukum. dan implementasi Sipeg.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. c. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. dokumentasi hukum. penyiapan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. pelaksanaan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. terdiri dari: a. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. masyarakat dan yustisia. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. 132 . b. dokumentasi dan tata naskah. pertimbangan hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta pemberian pertimbangan hukum. d. penyiapan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan koordinasi urusan hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. bantuan hukum. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. perpustakaan. penyuluhan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Subbagian Hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

pelayanan kesekretariatan. serta pengurusan administrasi keuangan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. i. perbendaharaan. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan. terdiri dari: a. h. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. dan kearsipan. perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. penelaahan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. f. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. j. pengurusan penganggaran. kebersihan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan keamanan. perbendaharaan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. persuratan dinas. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. g. e. keprotokolan dan kehumasan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. c. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. 133 . pengurusan perlengkapan dan pengadaan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. serta pengurusan administrasi keuangan. k. dokumentasi dan tata naskah. b. d. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.

e. penelaahan. b. serta evaluasi atas urusan keamanan. d. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. persuratan dinas. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. kebersihan. keprotokolan dan kehumasan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. perumusan laporan hasil pengawasan. pemeriksaan. penelaahan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perencanaan kebutuhan. 134 .Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan pengadaan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. kearsipan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). 139 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan.

pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Pusat Survei Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. f. b. d. perumusan kebijakan di bidang geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penelitian dan pelayanan. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. g. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. dan geologi lingkungan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. 140 . pelayanan survei geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. h. c. e. Sekretariat Badan Geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. terdiri dari: a. b. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. e. Pusat Sumber Daya Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.

terdiri dari: a. e. serta pelaksanaan bantuan hukum. pengelolaan urusan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. f. Bagian Keuangan. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. i. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. kearsipan. j. h. d. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Bagian Kepegawaian. 141 . ketatalaksanaan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. akuntabilitas kinerja. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. dan rumah tangga. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. informasi hukum. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum. pelaporan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. c. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta perencanaan kerja.

Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. c. f. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. b. penyiapan. b. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. satuan kerja. ketatalaksanaan. jaringan. situs. terdiri dari: a. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penelaahan. penyajian informasi. jaringan dan situs informasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Laporan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pengelolaan sistem. penelaahan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. 142 . prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyiapan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d. pelaporan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan.

serta evaluasi atas perencanaan. pengangkatan. kepangkatan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan. pemberhentian. b. pelaksanaan. 143 . penggajian. kesejahteraan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. penelaahan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. kesejahteraan. e. terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. c. serta implementasi Sipeg. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta implementasi Sipeg Badan. kepangkatan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. c. penggajian. penelaahan. pengembangan. pengadaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. pengembangan. penyiapan. penyiapan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pemberhentian.

Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 517 Bagian Keuangan. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta pengurusan revisi anggaran. Neraca. pelaksanaan. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. terdiri dari: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. PBI Badan. c. d. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. e. kearsipan. Subbagian Akuntansi. b. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyelesaian kerugian negara. dan rumah tangga. penelaahan. 144 . perhitungan pelaksanaan anggaran. perlengkapan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.

serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. kehumasan. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Subbagian Tata Usaha. d. 145 . penyiapan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. dan kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. pengadaan. distribusi penggunaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. c. dokumentasi hukum dan perpustakaan. bantuan hukum. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Pasal 521 Bagian Umum. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan pemeliharaan barang inventaris. penelaahan. serta keprotokolan dan upacara Badan. c. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. persuratan dinas. pelaksanaaan bantuan hukum. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. f. serta pengurusan perlengkapan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelayanan kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. perlengkapan. b. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. e. kearsipan. kebersihan dan keamanan Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. b. rencana kebutuhan dan pengadaan. perpustakaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kesekretariatan.

serta rancang bangun dan pemodelan. penyelidikan. c. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. administrasi keuangan. e. dan panas bumi. e. j. 146 . dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. d. perumusan rencana dan program. Bidang Program dan Kerja Sama. Kelompok Jabatan Fungsional. i. mineral. Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknik. penyusunan neraca sumber daya geologi. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rekayasa teknologi. Bidang Informasi. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. rumah tangga. c. dan kepegawaian Pusat. serta pemetaan tematik potensi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. batubara. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. g. d. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. bitumen padat. penyelidikan. b. f. h. keuangan. gambut. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. b. serta kerja sama penelitian dan pelayanan.

Pasal 528 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. terdiri dari: a. e. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. b. pengurusan perencanaan. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. d. pengangkatan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. 147 . pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

pelaksanaan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Laboratorium. terdiri dari: a. e. serta kerja sama pelayanan jasa. e. d. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. f. c.d. penelaahan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyusunan akuntabilitas kinerja. 148 . serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. 149 . dokumentasi dan publikasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. serta pengelolaan perpustakaan. terdiri dari: a. serta pemutakhiran basis data. d. c. b. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. jaringan dan situs informasi. serta operasi perangkat lunak informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan. penelaahan. penganggaran. Subbidang Program. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penelaahan. b. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi.

pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. i. tsunami. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. penelaahan. operasi perangkat lunak. pelaksanaan. dokumentasi. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. g. dan kepegawaian Pusat. tsunami. f. b. j.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pos pengamatan gunung api. rumah tangga. dan rekayasa teknologi. e. gempa bumi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pemodelan. penyelidikan. d. penelaahan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. dan gerakan tanah h. c. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. 150 . penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta sesar aktif. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. serta rancang bangun. sosialisasi. administrasi keuangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. sistem. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan ketatausahaan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. gempa bumi.

dokumentasi dan tata naskah pegawai.k. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. keamanan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 151 . keuangan. l. d. terdiri dari: a. keuangan. penyelidikan. pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. serta perpustakaan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan penelitian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. e. pelaksanaan pengelolaan sarana. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. pemelaahan. c. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. keselamatan kerja dan keprotokolan. kearsipan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pengurusan perencanaan. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Bagian Tata Usaha. b. kebersihan. d. pengurusan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai.

Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. administrasi keuangan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan. b. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. 152 . Subbidang Pengamatan Gunung Api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. geokimia dan deformasi. c. penelaahan. d. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. terdiri dari: a. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. penetapan status. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pemelaahan. penelaahan. pelaksanaan. serta penetapan status dan peringatan dini. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api.

b. 153 . c. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. d. penelaahan. b. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. terdiri dari: a. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. gerakan tanah dan tsunami. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. penelaahan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi.

Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. c. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. gerakan tanah dan tsunami. f. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. 154 . serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penelaahan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. e. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. d. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyelidikan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian.

serta pemetaan tematik lingkungan geologi. 155 . terdiri dari: a. pengembangan. i. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. f. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. b. h. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. c. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. k. g. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. pengangkatan. keuangan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pengelolaan ketatausahaan. b. pengurusan perencanaan. Bidang Program dan Kerja Sama. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. rumah tangga. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rekayasa teknologi. e. Bidang Sarana Teknik. Bidang Informasi.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. d. geologi teknik dan air tanah. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. j. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. penyelidikan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. e. dan pengelolaan tata ruang. geologi teknik dan air tanah. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. administrasi keuangan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat.

e. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. f. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b.c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta akuntansi. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. e. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja. 156 . keuangan. keamanan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. c. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

Subbidang Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta rencana strategis berbasis kinerja. pelaksanaan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Subbidang Laboratorium. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. e. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbidang Program. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. 157 . penelaahan.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. jaringan dan situs informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 . pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. Pasal 578 Bidang Informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan publikasi. penganggaran. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan sosialisasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pemutakhiran basis data. c. penyiapan. d. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta pengelolaan perpustakaan.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. geofisika. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. pemetaan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan. b. pemetaan geologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. penelaahan. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. penelitian dan penyelidikan geologi. administrasi keuangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. j. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. d. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rumah tangga. e. h. geomorfologi. rekayasa teknologi. k. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. 159 . i. sosialisasi. sistem. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. m. geokimia. tektonik. evaluasi pelaksanaan penelitian. pengelolaan ketatausahaan. l. operasi perangkat lunak. pemetaan dan penelitian geologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelayanan jasa survei. dan kepegawaian Pusat. penelaahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dokumentasi. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. inventarisasi hasil survei. penyelidikan dan survei di bidang geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. g. pelaksanaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. keuangan. terdiri dari: a. kebersihan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi. d. Bidang Informasi. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. d. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. Bidang Sarana Teknik. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. 160 . Bidang Program dan Kerja Sama.

Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. f. d. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. 161 . terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Laboratorium. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan.

serta rencana strategis berbasis kinerja. 162 . b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. b. terdiri dari: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pengelolaan. penelaahan. Subbidang Kerja Sama. penganggaran. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. e. penyusunan akuntabilitas kinerja. c. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan. serta kerja sama pelayanan jasa.

pelaksanaan sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. operasi perangkat lunak. dokumentasi dan publikasi. dokumentasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perpustakaan. 163 . c. d. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. serta pemutakhiran basis data. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelaksanaan. Pasal 597 Bidang Informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. sosialisasi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. sistem. terdiri dari: a.

164 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Perekayasa. Penyelidik Bumi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Teknisi Litkayasa.

perumusan kebijakan penyelenggaraan. mineral batubara. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. panas bumi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. e. g. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. d. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. f.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. 165 . rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. informasi hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. g. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. dan rumah tangga. e. c. e. c. serta pelaksanaan bantuan hukum. b. d. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. 166 . b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. kearsipan. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta perencanaan kerja. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605.

i. akuntabilitas kinerja. e. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. d. j. pelaporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. g. c. b. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Keuangan. b. e. pelaporan. ketatalaksanaan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Umum. f. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. b. d. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Bagian Rencana dan Laporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. 167 . c. Subbagian Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. Bagian Kepegawaian. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.

(3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kesejahteraan. penyiapan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. 168 . d. kepangkatan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyajian informasi. penelaahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. pemberhentian. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penggajian. b. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengembangan. serta penyempurnaan organisasi Badan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penyiapan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. c. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. b. penelaahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan analisis jabatan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. satuan kerja. serta implementasi Sipeg. situs. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. pelaksanaan. jaringan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian.

b. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. pelaksanaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. 169 . c. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta penyelesaian kerugian negara. penyiapan. penyiapan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. f. pelaksanaan. pengangkatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan pemberhentian. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. terdiri dari: a. serta evaluasi atas perencanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. e. serta evaluasi atas mutasi. c. Subbagian Akuntansi. PBI Badan. Subbagian Kekayaan Negara. d. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. kesejahteraan. penggajian. penyiapan. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 618 Bagian Keuangan.

dan rumah tangga. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengadaan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Pasal 622 Bagian Umum. distribusi penggunaan. kehumasan. b. d. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perlengkapan. c. dan revisi anggaran Badan. perlengkapan. 170 . c. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan koordinasi ketatausahaan. persuratan dinas. f. kearsipan. Subbagian Tata Usaha. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. pelayanan kesekretariatan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. Neraca. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. kearsipan. informasi dan dokumentasi hukum. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. penelaahan. pelaksanaaan bantuan hukum. dan rumah tangga. e. pelaksanaan. serta pengurusan perlengkapan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perlengkapan dan rumah tangga Badan. penelaahan. dan kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. b. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan pedoman dan prosedur kerja. kebersihan dan keamanan Badan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. rencana kebutuhan dan pengadaan. e. bantuan hukum. penelaahan. kesekretariatan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. 171 . serta keprotokolan dan upacara Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyiapan. d. f. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.

d. dan kepegawaian Pusat. e. e. d. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Afiliasi. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Program. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Kelompok Fungsional. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b.h. rumah tangga. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. c. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. keuangan. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengurusan perencanaan. serta pelaksanaan keamanan. pengangkatan. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 172 . keuangan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. i. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan anggaran. administrasi keuangan. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. keamanan. serta pengadaan. dan kebersihan Pusat. b. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. 173 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. e. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan sarana kerja. d. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan operasi penggunaan. terdiri dari: a. pelaksanaan.

penyiapan. serta analisis. Pasal 637 Bidang Program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. evaluasi. 174 . pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. c. pelaksanaan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. b. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. 175 . e. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 641 Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. d. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. c. b. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. terdiri dari: a. penelaahan.

dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penelaahan. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. rumah tangga. h. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. g. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. administrasi keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. jaringan. 176 . serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. f. c. dan kepegawaian Pusat. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. d. pengurusan perencanaan. d. Bagian Tata Usaha. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Afiliasi. pengangkatan. e. c. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengembangan. keuangan. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. kebersihan. serta pengadaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. serta pelaksanaan keamanan. 177 . terdiri dari: a. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. b. dan kebersihan Pusat. Bidang Program. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. keselamatan kerja dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. e. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan. pelaksanaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. b. c. penyediaan bahan baku. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. penyiapan. 178 . penelaahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

b. 179 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. serta analisis. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. b. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 656 Bidang Program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan.

Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. Pasal 660 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. e. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. jaringan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. 180 . Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. b.

dan kepegawaian Pusat. d. Bidang Program. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. c. pengelolaan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. h. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Afiliasi. c. d. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. f. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. i. e. 181 . administrasi keuangan. g. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. rumah tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Kelompok Fungsional. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. keamanan. keuangan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pemeliharaan sarana kerja. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan kebersihan Pusat. pengembangan. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. 182 . serta pengadaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. kebersihan. c. pengangkatan. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. b. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan operasi penggunaan. 183 . pelaksanaan. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. penelaahan. penyiapan. penyediaan bahan baku. penyiapan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. penyediaan bahan baku. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 675 Bidang Program. 184 . c. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. serta analisis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Analisis dan Evaluasi.

pelaksanaan. c. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelayanan jasa teknologi. d. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. 185 . Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan sistem.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. b. terdiri dari: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. jaringan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dan kepegawaian Pusat. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. d. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. g. e. terdiri dari: a. b. rumah tangga. Bidang Afiliasi. f. Kelompok Fungsional. b. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. geokimia. 186 . pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan ketatausahaan. j. d. i. Bidang Program. c. administrasi keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. dan geofisika kelautan. keuangan. Bagian Tata Usaha. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. h.

pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. 187 . Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. perencanaan. keamanan. kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengembangan. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. dan kebersihan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. terdiri dari: a. keuangan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta pelaksanaan keamanan. b. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta pengadaan. keselamatan kerja dan keprotokolan.

Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. 188 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. d. penyediaan bahan baku.c. pelaksanaan operasi penggunaan. pengelolaan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. pengelolaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.

Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. c. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Subbidang Penyiapan Rencana.c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 189 . b. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. b. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 694 Bidang Program.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. jaringan. e. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.d. penelaahan. pelaksanaan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Subbidang Informasi dan Publikasi. 190 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengelolaan sistem.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 191 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. Teknisi Litkayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Perekayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mineral. e. batubara. f. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. geologi.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. d. 192 . g. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. h. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral.

serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. i. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. d. e. 193 . serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. h. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kerja sama.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. g. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. e. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. f. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. satuan kerja. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. b. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara.

j. ketatalaksanaan. d. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. ketatalaksanaan. l. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta perencanaan kerja. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. pelaporan. terdiri dari: a. h. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. f. Pasal 708 Sekretariat Badan. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga. pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. penganggaran. c. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaporan. Bagian Umum. b. 194 . g. b. d. k. kearsipan. Bagian Kepegawaian. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. e. Bagian Rencana dan Laporan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

penggajian. kepangkatan. penelaahan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. prosedur kerja. serta evaluasi atas laporan berkala. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. 195 . dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Kerja Sama. pengurusan perencanaan. serta pengembangan organisasi Badan. dan analisis jabatan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. kesejahteraan. pelaksanaan. penelaahan. dan sistem. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. pengembangan. c. pelaksanaan. b. pemberhentian. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penelaahan. penyiapan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. jaringan dan situs informasi Badan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengadaan. perencanaan kerja. penyiapan. d. penganggaran. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. serta implementasi Sipeg. terdiri dari: a. c.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. penyiapan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. pelayanan jasa. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. c. terdiri dari: a. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kilang. d.. Subbidang Utilitas. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. 200 . b. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk kilang. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyediaan dan pemanfaatan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan pemanfaatan. pelaksanaan. b. c. penelaahan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Laboratorium. d. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Bengkel. pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. 201 . penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. norma. pedoman.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. standar. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. b. pedoman. 202 . Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kepustakaan. penyiapan penyelenggaraan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. f. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. kriteria dan prosedur. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta kepustakaan. c. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penelaahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. norma. prosedur. 203 . evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. e. Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian pelayanan jasa. c. pedoman. b. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. d. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. i. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. f. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. kearsipan. perlengkapan. c. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. g. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. kriteria pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bidang Sarana Teknis. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. h. pengelolaan ketatausahaan. Batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. d.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara.

Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. d. akuntansi. b. dokumentasi dan tata naskah. 204 . Subbagian Kepegawaian dan Umum. kehumasan dan keprotokolan. terdiri dari: a. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. perlengkapan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. e. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta hukum. organisasi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. b. c.

205 . pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. rencana pengembangan. norma. pelaksanaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana.c. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. pelaksanaan pemeliharaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. d. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan rumusan standar. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. c. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. Subbidang Pengembangan Sarana. penggunaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. b. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. terdiri dari: a.

pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan sistem. pedoman. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. pedoman. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. d. norma. b. pelaksanaan. kriteria. c. penyiapan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama. dan prosedur. b. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. 206 . Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.d.

Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan penyelenggaraan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pemberian pelayanan jasa. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan. penelaahan. kriteria dan prosedur. pedoman. 207 . kriteria pendidikan dan pelatihan. prosedur. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. kriteria dan prosedur. norma. penyusunan standar. f. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyusunan standar. norma. e. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. norma. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. c. b. b. d.

g. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. c. Bagian Tata Usaha. d. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. perlengkapan. d. 208 . Bidang Pelatihan dan Sarana. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. h. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kearsipan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. perbendaharaan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. c. organisasi dan ketatalaksanaan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. akuntabilitas kinerja. norma. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. 209 . b. e. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. dan sistem. jaringan dan situs informasi. Subbidang Perencanaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. terdiri dari: a. d. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pedoman. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. kerja sama. penelaahan. e. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan standar. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. b. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. d. Subbidang Sarana dan Prasarana. 210 . kriteria dan prosedur. Subbidang Pelatihan. norma. pelaksanaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. promosi. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan.

perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 211 . Kelompok Jabatan Fungsional. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. pengelolaan ketatausahaan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. b. c. pedoman. b. penelaahan. g. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kriteria pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. h. prosedur. d. norma. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pemberian pelayanan jasa. d.

pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan. perlengkapan. kehumasan dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. 212 . perbendaharaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. hukum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. d. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. akuntansi.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan.

b. pelaksanaan. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. d. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas standar. kerja sama. terdiri dari: a. c. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pedoman. pelaksanaan. penelaahan. 213 . pedoman. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. norma. norma dan kriteria.

d. Subbidang Sarana dan Prasarana. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan. Subbidang Pelatihan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. promosi. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. 214 . pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. kerja sama. c.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

d. Inspektorat Jenderal dan Badan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. terdiri dari: a. c. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. 216 . e. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. b.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.

j. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. g. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. h. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. d. k. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. f. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. i. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. 217 . penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. e. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. serta neraca energi dan sumber daya mineral. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal.

c. pelaporan dan tata persuratan. c. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. rumah tangga. dukungan operasi kerja. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha Pusat. d. e. terdiri dari: a. c. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. serta kearsipan Bakoren. b. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. b. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. terdiri dari: a. pelaksanaan urusan tata usaha.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bidang Kajian Strategis. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. 218 . (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan persuratan dinas. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. d. serta kearsipan Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Bagian Tata Usaha. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. b. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral.

h. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. j. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. k. l. e. b. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 219 . b. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. f. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan norma. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. g. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. i. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. c.

batubara dan panas bumi. penelaahan. c. pelaksanaan. 220 . pelayanan data dan informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penelahaan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penelaahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. ketenagalistrikan. penyusunan rumusan norma. d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. pelaksanaan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. b.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.

Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. b. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penelahaan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. air tanah dan kegeologian. b. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. gambut. pelaksanaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. 221 . e. penelahaan. Subbidang Kajian Strategis Energi. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. f. d. pelaksanaan. bitumen padat. c.

BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. 222 . (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. dan akuntabilitas kinerja Departemen. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. organisasi. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. peraturan perundang-undangan. standardisasi teknis. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. penganggaran. peralatan. dan keselamatan umum. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dengan lingkup meliputi personil. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dokumentasi. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. perencanaan kerja.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. regulasi ekonomi dan keteknikan.a kepada pejabat eselon I. 223 . (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.

a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Pusat. Direktur Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (3) Kepala Biro. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Direktur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.b. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Inspektur Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur.a. 224 .a. (5) Kepala Subbagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a. Inspektur. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (4) Kepala Bagian.BAB XIV ESELON.

(3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s.d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. 225 . dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. X. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.

(5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. susunan organisasi.(4) Perubahan atas rincian tugas. fungsi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 .

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful