MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

dan lembaga lain yang terkait. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Umum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi kegiatan Departemen. Kementerian Negara. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Kepegawaian dan Organisasi. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. c. terdiri dari: a. b. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. e. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Biro Keuangan. 5 . d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Departemen lain. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6.

rencana dan program kerja. perumusan kebijakan pembangunan. d. d. rencana anggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. 6 .Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Bagian Perencanaan Anggaran. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. e. b. serta kerja sama. g. Bagian Analisis dan Evaluasi. rencana dan program kerja dan anggaran. penyusunan harga satuan. Bagian Kerja Sama. serta rencana strategis. e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta pengelolaan kerja sama Departemen. f. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. j. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. c. k. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. Kelompok Jabatan Fungsional. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. menengah dan tahunan. i. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. l. serta perumusan akuntabilitas kinerja. rencana kerja dan anggaran. c. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi kebijakan pembangunan. evaluasi kebijakan pembangunan. h. dan rencana anggaran. terdiri dari: a. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. rencana pembangunan jangka panjang.

penyusunan rumusan RK-KL. dan urusan tata usaha Biro. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Inspektorat Jenderal. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. f. dan Badan Geologi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. b. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. standar dan kriteria rencana kerja. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. d. b. c. penyiapan rumusan norma. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 7 . dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. Menengah dan Tahunan Departemen. penelaahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. c. penelaahan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Subbagian Perencanaan Penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen.

penyiapan rumusan satuan harga pokok. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. f. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. norma. e. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. b. terdiri dari: a. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan. b. dan Badan Geologi. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. dan 8 . Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. kriteria perencanaan anggaran. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. penelaahan. penyiapan rumusan standar. c. Subbagian Penganggaran Penunjang.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. berkoordinasi dengan Biro Keuangan.

kriteria akuntabilitas kinerja. RKA-KL. f. tahunan dan rencana strategis. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penelaahan. 9 . c. b. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Inspektorat Jenderal. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. rencana pembangunan jangka panjang. d. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. norma. g. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. h. b.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. menengah. penyiapan bahan sidang. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. e.

penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta pengelolaan kerja sama Departemen.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. d. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. kriteria kerja sama. penyiapan rumusan standar. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara. penelaahan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. dan Badan Geologi. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. norma. h. c. serta kerja sama asosiasi. penelaahan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. e. 10 . Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Panas Bumi. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. g. b. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri.

b. serta penyiapan penetapan pemberhentian. penelaahan. penempatan dan pengembangan pegawai. disiplin. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. jabatan struktural dan fungsional. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. c. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. e. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. dan penilaian kinerja pegawai.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. dan kesejahteraan pegawai. d. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. 11 . penelaahan. pemensiunan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. pembinaan mutasi. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. perencanaan. Subbagian Kerja Sama Bilateral. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. penelaahan. c. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan organisasi dan tata laksana. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kepangkatan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri.

Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. k. penyusunan rencana formasi. d. Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. e. g. 12 . c. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan rumusan standar. Bagian Mutasi Pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. g. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. e. j. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bagian Organisasi dan Tata Laksana. i. serta administrasi penugasan ke luar negeri. pola dan pengembangan karir pegawai. norma. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. f. serta standardisasi kompetensi jabatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penyiapan rumusan rencana. evaluasi pembinaan kepegawaian. pengadaan. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. c. h. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. terdiri dari: a. pengelolaan sistem informasi pegawai. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). serta kartu PNS. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. d. b. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai.f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro.

Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengembangan Karir. dan penugasan pegawai ke luar negeri. pengelolaan administrasi tugas belajar. bimbingan teknis. serta kesejahteraan pegawai Departemen. b. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. kompetensi pegawai.h. kepangkatan. penelaahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. 13 . Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. terdiri dari: a. pemindahan. penyiapan. penyiapan. j. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. c. pemberhentian dan disiplin. i. penelaahan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. dan Kartu PNS Departemen. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. urusan tugas belajar dan izin belajar.

Subbagian Mutasi Jabatan. pemindahan. pelaksanaan kesejahteraan. pelaksanaan kepangkatan. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbantuan. pemindahan. terdiri dari: a. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pelaksanaan disiplin pegawai. kriteria mutasi pegawai. dipekerjakan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. c. b. dan Bapertarum. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Kartu Suami. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. 14 . pemindahan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. penarikan kembali. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pemberhentian. pengangkatan kembali. kepangkatan. ujian dinas dan Ujian KPPI.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. f. i. dan penarikan kembali pegawai. Taspen. pemberhentian. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. cuti. pelaksanaan pemindahan pegawai. dan penilaian prestasi pegawai. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pembebasan sementara. Askes. penelaahan. c. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. h. kepangkatan. perbantuan. b. j. serta kesejahteraan pegawai. norma. pemberhentian dan disiplin. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. e. dipekerjakan. k. dan penilaian angka kredit. serta Kartu Istri. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. g. penyiapan standar. serta kesejahteraan pegawai Departemen. d.

serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. e.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. g. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. penelaahan. penilaian angka kredit. penelaahan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. f. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penghargaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pelayanan kesehatan. pemindahan. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. 15 . pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pemberhentian. kepangkatan. i. Askes. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. d. Kartu Istri. dan daftar riwayat hidup pegawai. Bapertarum pegawai Departemen. pengadaan pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Daftar Urut Kepangkatan. pemberhentian dan pemensiunan. penghargaan. Taspen. jabatan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. penggajian. Kartu Suami. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penyiapan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan administrasi lembaga tripartit. h. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. disiplin. b.

(3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pengadaan pegawai.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. penyiapan rumusan standar. jabatan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. c. penelaahan. kriteria pengembangan organisasi. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. e. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penggajian. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. b. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. pelaksanaan. terdiri dari: a. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. b. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. klasifikasi dan peta jabatan. norma. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. d. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta pengembangan organisasi dan jabatan. penghargaan. 16 . pemberhentian. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. pemindahan. pelaksanaan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penelaahan. penelaahan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. kepangkatan. pelaksanaan.

Subbagian Kelembagaan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. perbendaharaan. pola hubungan kerja. pengembangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. evaluasi dan klasifikasi jabatan. penelaahan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. g. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. peta jabatan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. c.f. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. analisis beban kerja. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. standardisasi kompetensi jabatan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. penelaahan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. b. dan pelaksanaan bimbingan teknis. penelaahan. administrasi keuangan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. 17 . Subbagian Tata Laksana.

serta nota keuangan. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. terdiri dari: a.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. c. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. administrasi keuangan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Kekayaan Negara. laporan realisasi anggaran. e. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. b. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. i. Bagian Perbendaharaan. f. perbendaharaan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. dan implementasi sistem akuntansi. pembinaan inventarisasi. l. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. j. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Pasal 49 Biro Keuangan. serta Neraca Departemen. serta pembinaan perbendaharaan. penyelesaian kerugian negara. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. g. d. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. Bagian Pendapatan dan Belanja. h. serta pelaksanaan akuntansi. 18 . b. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. kekayaan negara dan akuntansi. k. Bagian Akuntansi. d.

c. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. d. j. penelaahan. penyiapan target. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). f. penyiapan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. b. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. i. penyusunan rumusan standar. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. e. h. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. evaluasi tarif dan revisi PNBP. c. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. g. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. Subbagian Anggaran Belanja. penelaahan. penyiapan. 19 . b. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. k. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan.

evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. d. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. b. Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. dan pengelolaan SPM. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. b. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Badan Geologi. penelaahan. pelaksanaan. f. serta pembagian iuran sumber daya alam. norma. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. e.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 20 . Batubara dan Panas Bumi. c. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral.

penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. ganti rugi. 21 . pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. dan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. c. penelaahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. kriteria pengelolaan kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. pelaksanaan. d. f. g. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. tuntutan perbendaharaan. e. c.

dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. e. norma. g. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. pelaksanaan verifikasi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. penelaahan. rekonsiliasi. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal. f. Batubara dan Panas Bumi. d. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan standar. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Neraca. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. Badan Geologi. pelaksanaan. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. 22 . implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI).(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen.

dan bantuan hukum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan implementasi SAAT Departemen. kewajiban. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). bantuan hukum dan kehumasan. dan implementasi SAI Departemen. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 23 . verifikasi anggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. d. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. equitas dana. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). bantuan hukum. rekonsialiasi. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. dan bantuan hukum. e. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. g. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. Neraca. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. f. c. penelaahan. serta hubungan masyarakat Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. serta pelaksanaan kehumasan. konsolidasi. pengelolaan dokumentasi. h. serta program legislasi dan regulasi. b. pelaksanaan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan penyelesaian kasus hukum. serta evaluasi atas pembukuan aset. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. penelaahan. pelaksanaan.

Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta program legislasi dan regulasi Departemen. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. b. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. penelaahan. e. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. 24 . Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. j. b. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. d. evaluasi peraturan perundang-undangan. Bagian Penelaahan Hukum. d. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. b. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Hubungan Masyarakat.i. dan bantuan hukum. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Bantuan Hukum. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. c. e.

dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan standar. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. b. h. norma. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. g. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penelaahan. 25 . Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan unsur unit penunjangnya. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. f. penyiapan. d. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. penelaahan.

Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. e. b. f. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. norma. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. penyiapan rumusan standar. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penelaahan. b. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. 26 . c.

pelaksaaan. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. c. b. pelaksaaan. penelaahan. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. e. norma. 27 . penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. f. d. c. pelaksaaan. penyiapan rumusan standar. serta monitoring dan analisis berita. konferensi pers. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum.

penerbitan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. abstrak peraturan perundang-undangan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan peliputan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat.g. 28 . konferensi pers. penelaahan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan. i. peliputan dan perekaman kegiatan. monitoring dan analisis berita Departemen. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. serta evaluasi atas hubungan dengan media. penelaahan. dan urusan tata usaha Biro. pameran Departemen. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. h. rumah tangga Sekretariat Jenderal. b. j. c. Subbagian Publikasi. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

i. tata persuratan dinas dan kearsipan. h.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. e. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. Sekretaris Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Kelompok Jabatan Fungsional. penyediaan sarana dan prasarana kerja. d. c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. c. tata persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. e. Staf Ahli. perlengkapan dan pengadaan. tugas 29 . tata usaha dan kearsipan. terdiri dari: a. j. Bagian Perlengkapan. Bagian Tata Usaha. d. f. pengelolaan rumah tangga. g. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan keamanan dan keselamatan. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. b. b. Kepala Biro dan Kepala Pusat. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 87 Biro Umum. tata persuratan dinas dan kearsipan.

terdiri dari: a. c. Subbagian Urusan Dalam Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. c. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. f. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Menteri. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. d.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. penyiapan penyelenggaraan rapat. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. pelantikan. b. e. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. persuratan dinas.

Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. terdiri dari: a. f. b. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penelaahan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. c. c. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan rumusan standar. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. dan ekspedisi surat dinas. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. e. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. pelaksanaan. 31 . d. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penjadwalan kegiatan. norma. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.

Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. pelaksanaan kebersihan. keamanan. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). b. M. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. 32 . dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. keselamatan. e.H. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. terdiri dari: a. Thamrin 1. Kepala Biro dan Kepala Pusat. d. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. c. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. keselamatan. c.

penyiapan bahan rumusan standar. 33 . Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan kegiatan. g. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. inventarisasi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. b. f. b. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. Subbagian Pengadaan. kriteria perlengkapan. penelaahan penyiapan. c. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengadaan. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. norma. c. serta pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan Staf Ahli. Subbagian Rencana Kebutuhan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 34 . yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. kriteria. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. d. pedoman. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. c. penyusunan standar. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. c. 35 .BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. e. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. f. pelaporan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. kearsipan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. i. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. b. 36 . serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Bagian Rencana dan Laporan. c. satuan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. b. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum dan Kepegawaian. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. d. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. Bagian Keuangan. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. ketatalaksanaan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. c. f. h. d. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. 41 . penelaahan. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. b. pelaksanaan. serta perhitungan bagi hasil. n. implementasi Sipeg. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. j. g. e. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k. WP & B). serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. i. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan pengaturan. m. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. l. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. rencana dan program.

norma. serta data kebutuhan. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. serta pencadangan strategis. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. p. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. f. c. penyusunan statistik. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. h. 42 . Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. d.o. terdiri dari: a. e. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. evaluasi kebijakan. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. d. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. ketersediaan dan infrastruktur sektor. b. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. f. g. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. menengah dan tahunan berbasis kinerja. terdiri dari: a. c. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133.

dan terms of condition KKS. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. dan pelaksanaan sosialisasi. d. serta penyediaan informasi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. pengumpulan data potensi. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. norma. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. c. b. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. permasalahan iklim usaha. b. penyiapan. g. 43 . serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. e. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. terdiri dari: a. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan rumusan. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan.

h. f. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. j. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. tugas serta induk. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. serta bagi hasil daerah. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. g. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penelaahan. retribusi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). pelaksanaan pencatatan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. 44 . pajak. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. i. d. penyiapan. pemeriksaan dan pengujian. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). e. tugas serta induk. serta biaya operasi. norma.

pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. g. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. harga minyak mentah Indonesia. terdiri dari: a. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pajak. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. 45 . dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. lifting dan target penerimaan. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. PNBP dan tarif iuran. c. penyiapan rumusan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. f. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. tenaga kerja asing. penelaahan. b. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. retribusi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. b. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. penelaahan. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. tenaga kerja asing. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan. e. pelaksanaan.

pelaksanaan. penyiapan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi lembaga tripartit. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor.h. i. rencana penggunaan tenaga kerja asing. k. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 46 . pelaksanaan. dan kerja sama dalam negeri. j. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. b. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. terdiri dari: a. rencana impor barang operasi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pemberdayaan produksi dalam negeri. serta pengaturan tenaga kerja asing. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. penggunaan barang operasi. b. Seksi Pengelolaan Barang Operasi.

c. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. 47 . penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. b. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. penelaahan. g. d. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. terdiri dari: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. serta kerja sama Pemerintah Daerah. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. f. penyiapan. b. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. c. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e.

g. c. pengelolaan WK. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengumuman WK. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. f. j. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). kriteria pengelolaan WK. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. d. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. Subdirektorat Wilayah Kerja. e. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. terdiri dari: a. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. d. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu.d. i. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. l. k. h. e. 48 . b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. e. penyiapan rumusan standar. norma. f. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. g. h.

terdiri dari: a. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b. kriteria usaha eksplorasi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. e. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. norma. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penilaian. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. terdiri dari: a. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. d.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. pelaksanaan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. 49 . Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. c. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. b. f. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. b. penelaahan.

Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. i. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. norma. e. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan. g.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. penelaahan. kriteria. 50 . pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. f. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pelaksanaan. h. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. d. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. j. c. penelaahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a.

b. b. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. f. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. norma. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. g. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyiapan rumusan standar. rencana kerja dan anggaran KKS.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. d. e. penyiapan. 51 . penelaahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. tumpang tindih lahan. penyiapan. c.

Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. g. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. norma. 52 . Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. f. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. i. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. d. b. c. penelaahan. e. pelaksanaan. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pelaksanaan pembinaan teknis. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. h. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. Light Petroleoum Gas (LPG). 53 . serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. c. Penyediaan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. perumusan jenis bahan bakar minyak. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. d. bahan bakar gas. b. Light Natural Gas (LNG). g. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. penyiapan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. perumusan pengaturan Penugasan. penelaahan. pelaksanaan. h. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. i. penelaahan. e. f. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bahan bakar lain. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT.

Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. b. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. norma. j. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. i. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. k. bahan bakar lain. e. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. h. pengelolaan data. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. bahan bakar gas. b. LPG. c. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. terdiri dari: a. penyiapan perizinan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 54 . penyiapan rumusan standar. f. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. e. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pengelolaan data. g. d. f. l.j. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. d. LNG.

penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. c. penelaahan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Pengolahan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. 55 . pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. terdiri dari: a. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. norma. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan. g. f. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. b. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. d. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. h. b.

penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. norma. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. serta penyiapan penetapan P3JBT. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. 56 .i. d. e. j. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. kriteria harga bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. penyiapan rumusan formulasi harga. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. penelaahan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar gas dan LPG. c. b.

b. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. LPG. penelaahan. i. pengelolaan data. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. e. penyiapan. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan. LNG. d. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. g. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. h. c. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. f. penyiapan perizinan usaha niaga. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. 57 . Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. norma. penyiapan rumusan standar. kriteria usaha niaga. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi.f. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. g. b. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. terdiri dari: a. gas bumi. penelaahan.

b. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. e. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Proses Non Bahan Bakar. tugas 58 .Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. LNG. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. pelumas. dan non bahan bakar lainnya. terdiri dari: a. penelaahan. f. hasil olahan dan bahan bakar lain. penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Seksi Niaga Minyak Bumi. penyiapan norma. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. biodiesel. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. petrokimia. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. c. d. LPG. kriteria usaha non bahan bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Seksi Niaga Gas Bumi.

Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. dan non bahan bakar lainnya. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. kelaikan teknis. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. dan non bahan bakar lainnya. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. f. kelaikan teknis. d. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. h. lindungan lingkungan. b. serta penggunaan tenaga teknik. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. biodiesel. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. usaha penunjang. penelaahan. penelaahan. produk. lindungan lingkungan. penyiapan. petrokimia. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. biodiesel. petrokimia. penyiapan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). profesi personil. 59 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.

serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. d. h. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. e. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. d.i. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. b. 60 . j. e. c. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. b. f. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib.

dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. norma. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. instalasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. keselamatan operasi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. e. penyiapan rumusan standar. K3. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. g. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. instrumentasi. penelaahan. f.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. b. dan penggunaan tenaga teknik. 61 . kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

pelaksanaan. pelaksanaan. instalasi. penyiapan. norma. pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. b. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. K3. c. instrumentasi. penyiapan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penggunaan tenaga teknik. d. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 62 . Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keselamatan operasi. penelaahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. 63 . penyiapan. penelaahan. b. Penyimpanan. g. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pengangkutan. Penyimpanan. Seksi Keselamatan Pengolahan. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan.f. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. c. pengangkutan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta penjaminan pasca operasi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penelaahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penyiapan. pelaksanaan. Penyimpanan.

penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. g. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c.d. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. f. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 64 . dan kriteria usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. e. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan. b. norma. penelaahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. terdiri dari: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. 65 . pelaksanaan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. profesi personil. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. penelaahan.d. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. produk. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. f. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. kriteria. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. d. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. c. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 67 . dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. norma. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225.

i. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. b. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. satuan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. d. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. kearsipan. h. d. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 68 . penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. g. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. terdiri dari: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. d. rapat koordinasi. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. b. Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. c. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. g.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. d. e. c. akuntabilitas kinerja. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. jaringan. pelaporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pengelolaan sistem. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Laporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. 69 . jaringan dan situs informasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. c. pelaksanaan. Bagian Keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. situs. pelaporan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. f.

serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan. c. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Perbendaharaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. e. b. serta pengurusan revisi anggaran. satuan kerja. 70 . b. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 237 Bagian Keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan. c. pelaksanaan. PBI Direktorat Jenderal. f. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. d. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara.

penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. b. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan informasi. pertimbangan hukum. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pelayanan konsultasi hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. 71 . serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. f. terdiri dari: a. d. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. e. pelaksanaan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan. serta kehumasan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. penelaahan. b. pemberian telaahan dan bantuan hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan.

c. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. dan kearsipan. e. b. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. g. pengadaan pegawai. Subbagian Kepegawaian. keamanan. pelaksanaan. pemberhentian. pengurusan formasi. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. f. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. c. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan urusan kesekretariatan. b. telepon. penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. 72 . d. ekspedisi persuratan dinas. terdiri dari: a. kebersihan. dan Implementasi Sipeg.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pertamanan dan perparkiran. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. mutasi. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.

(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana pengadaan. b. g.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. c. f. rencana dan program. implementasi Sipeg. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. d. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. persuratan dinas dan kearsipan. 73 . organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). rencana dan program. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. evaluasi kebijakan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. pelaksanaan. e. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta rencana dan program pembangunan berjangka. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan.

b. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. e. serta program pengembangan jaringan transmisi. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. c. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. e. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. b. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. 74 . d. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. menengah dan tahunan tenaga listrik. d. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. g. b. f. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. c. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik.

serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. pelaksanaan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penelaahan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penyiapan. d. b. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penelaahan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. b. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. 75 . penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. c. penyiapan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.

penelaahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyiapan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan bahan rumusan standar. b. penelaahan. c. f. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. kriteria tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. d. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. 76 . penelaahan. e. penyiapan. b. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. d. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. 77 . Seksi Multilateral dan Regional. b. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. asosiasi dan lembaga lainnya. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dokumen perjanjian. c. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. multilateral dan regional. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi. evaluasi pelaksanaan rencana. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral.

evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. d. pelaksanaan pengelolaan data. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. 78 . pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengolahan. b. e. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. c. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. b. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik.

g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. i. d. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta perlindungan konsumen. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. c. f. e. c. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. h. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. e. b. 79 . penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pembinaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. d.

d. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan.c. serta efisiensi dan transparansi usaha. b. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. c. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. tugas 80 . serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. b. d. serta penetapan wilayah usaha. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik.

Seksi Pelayanan Izin Usaha. b. penelaahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. e. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. terdiri dari: a. pelaksanaan. 81 . norma. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. pemberian sanksi. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. penyiapan rumusan standar. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. c. f. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. b.

Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. b. e. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. terdiri dari: a. c. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. pelaksanaan. 82 . penyiapan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. d. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. kriteria hubungan komersial. penelaahan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma.

penyiapan rumusan standar. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. b. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. d. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. norma. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. e. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. c. mempunyai tugas 83 . evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik.

i. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. f. e. lindungan lingkungan. produk. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. g. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. serta pembinaan teknis. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. c. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. b. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. kelaikan teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. c. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. terdiri dari: a. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. serta penggunaan tenaga teknik. 84 . e. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. lindungan lingkungan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. keselamatan dan K3. profesi personil. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. h.

penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. penyiapan. 85 . Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. b. e. f. c. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. g. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. serta Rancangan SNI. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. d. penelaahan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. jenis dan mutu tenaga listrik. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. 86 . pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. d. penelaahan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. norma. b. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. dan K3. e. c. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penelaahan. b. kalibrasi alat ukur. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. kelaikan peralatan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan. keselamatan operasi. penyiapan rumusan standar.

f. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. e. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. terdiri dari: a. b. c. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 87 . Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. g. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan.

88 . pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. b. terdiri dari: a. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan. b. penyiapan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. c. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. penelaahan.

penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b. produk. penelaahan. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. g. b. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. 89 . e. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. profesi personil. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. terdiri dari: a. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. f. norma. penelaahan.

terdiri dari: a. b. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. 90 . perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. e. penyiapan rumusan kebijakan. b. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. f. energi perdesaan dan konservasi energi. e. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. d. f. energi perdesaan dan konservasi energi. c. b. energi perdesaan dan konservasi energi. h. norma. serta rencana dan program energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. kriteria pemanfaatan energi. energi alternatif. Subdirektorat Konservasi Energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. d. Subdirektorat Bimbingan Teknis. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. g. c.

serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. penelahaan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. 91 . Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. d. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. c. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penelahaan. b. e. penyiapan. e. rencana dan program pengembangan usaha. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. b. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. penyiapan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan.

b. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penyiapan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penelahaan. c. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. penelahaan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. terdiri dari: a. d. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. rencana dan program. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. serta evaluasi atas program konservasi energi. b. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. penyiapan. penelahaan. Seksi Program Konservasi Energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. penyiapan. 92 . norma dan kriteria konservasi energi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan.

e. penelahaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. b. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. rencana dan program energi perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. norma. penyiapan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta pedoman pengembangan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 93 . Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. b. penyiapan rumusan standar. rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan.. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. terdiri dari: a. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. d. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. c. Seksi Program Energi Perdesaan. penelahaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. penelahaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. penyiapan. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. penyiapan. 94 . serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. terdiri dari: a. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. energi perdesaan dan konservasi energi.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

batubara dan panas bumi. dan panas bumi. Batubara. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. norma. 96 . Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pedoman. batubara. Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. d. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. c. penyusunan standar. kriteria. dan prosedur di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. satuan kerja. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. f. 97 . evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. c. h. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. g.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. d. i. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. d. b. b. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. dan rumah tangga. Batubara dan Panas Bumi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c.

jaringan dan situs informasi. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. d. Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Keuangan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. e. d. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. g. ketatalaksanaan. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. terdiri dari: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. Batubara dan Panas Bumi. c. rapat koordinasi. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. 98 . pengelolaan sistem. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. c. f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Laporan.

pelaksanaan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. situs.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyiapan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. f. 99 . evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. e. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. jaringan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 354 Bagian Keuangan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. satuan kerja.

pertimbangan hukum. pelayanan konsultasi hukum. pelaksanaan informasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian kerugian negara. 100 . pelaksanaan. Subbagian Informasi Hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. c. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. laporan pertanggungjawaban keuangan. c. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. e. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. d. pelaksanaan. f.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kehumasan. pelaksanaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. b. b. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan.

penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. penelaahan. c. telepon. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. g. b. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. batubara. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. dan kearsipan. mutasi. kebersihan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. dan Implementasi Sipeg. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pertamanan dan perparkiran. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. e. pemberhentian. keamanan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. ekspedisi persuratan dinas. f. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pengurusan formasi. penyiapan. pelaksanaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pengadaan pegawai. 101 . penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. d.

(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. investasi dan pendanaan. cadangan atau potensi. b. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. c. b.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta kebijakan pengelolaan air tanah. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Kepegawaian. wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. rencana pengadaan. terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. batubara. d. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. implementasi Sipeg. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. Subbagian Tata Usaha. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pelaksanaan. penelaahan. dan produksi. persuratan dinas dan kearsipan. dan produksi. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. neraca sumber daya wilayah kerja. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. rencana dan program di bidang mineral. 102 . Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan wilayah kerja.

eksplorasi dan operasi produksi. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. e. g. panas bumi dan air tanah. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pencatatan dan perhitungan PNBP. Batubara dan Panas Bumi. rencana dan program di bidang mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. h. d. evaluasi kebijakan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. f. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. f. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. 103 .e. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. batubara. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Batubara dan Panas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. i. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. c. Batubara. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. e. batubara. j. c. b. perumusan perencanaan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pengelolaan data. terdiri dari: a. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan perencanaan program di daerah.

Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 104 . pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penelaahan. f. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. batubara. serta pemantauan pelaksanaan investasi. batubara. b. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta kerja sama di bidang mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Program Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. e. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan pengelolaan air tanah. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. penelaahan. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. d. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. asosiasi dan lembaga sertifikasi.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. g. panas bumi dan air tanah. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.

rencana dan program investasi pertambangan mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Seksi Kerja Sama Mineral. c. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. d. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). 105 . Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. batubara. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral.

Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. b. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. batubara. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. 106 . Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.e. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. norma. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. batubara. kriteria pencadangan wilayah kerja. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan statistik pengusahaan. f. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.

Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. penelaahan. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. neraca sumber daya. batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. b. terdiri dari: a. Panas Bumi dan Air Tanah. pencadangan dan potensi di bidang mineral. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Panas Bumi dan Air Tanah. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Informasi Mineral. Batubara. statistik. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta penetapan wilayah kerja. penyiapan penetapan potensi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan. g. batubara. Batubara. panas bumi dan air tanah. cadangan dan wilayah kerja. penelaahan. h. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. batubara dan panas bumi. (2) Seksi Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. f. 107 .

pelaksanaan pencatatan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. penyiapan. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Seksi Penerimaan Negara Batubara. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. b. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. batubara dan panas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. b. terdiri dari: a. penyiapan. serta bagi hasil daerah. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. 108 .

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

b. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. e. b. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. f. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. g. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. pelaksanaan. 113 . serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama.

114 . b. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. pelaksanaan. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. f. pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hubungan Komersial Batubara. Seksi Hubungan Komersial Mineral. b. d.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. perumusan pengaturan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. g. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. c. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. h. i. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara.

j. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. f. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. d. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. dan perubahan batas wilayah kerja. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. b. l. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. k. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. d. f. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. serta pengelolaan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. b. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. 115 . serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. e. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. g.

(2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi.h. b. c. 116 . terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. d. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. Seksi Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. e. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. i. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. pelaksanaan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi.

117 . pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. f. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. b. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. e. b. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan. c. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta pengendalian air tanah. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. terdiri dari: a. d. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421.

(2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. b. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. pelaksanaan. penelaahan. 118 . penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. e. c. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. d. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. i. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. b. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f.

Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. d. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. e. f. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah.g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 119 . pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. b. h. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penelaahan. penelaahan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

b. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. b. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. c. pelaksanaan. penelaahan. batubara dan panas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. serta air tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Seksi Konservasi Air Tanah. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. 120 . penelaahan. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta ketatausahaan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat.

dan panas bumi. e. panas bumi dan air tanah. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi. c. i. f. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. kelaikan teknis. 121 . penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. K3. batubara. b. Subdirektorat Standardisasi Mineral. h. lindungan lingkungan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. profesi personil. produk. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. j. e. g.d. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral.

Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penelaahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. terdiri dari: a. Seksi Standardisasi Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. pemurnian. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. norma. jenis dan mutu produk. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. g. b. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. produk. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis.c. profesi personil. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. penyiapan rumusan standar. d. dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penelaahan. f. serta konservasi mineral dan batubara. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. e. 122 . (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. batubara. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. e. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta konservasi mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. penyiapan. f. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. c. pelaksanaan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. dan konservasi mineral. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. b. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. d.b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. b. batas wilayah kerja. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penelaahan. pelaksanaan. 123 .

batubara. penelaahan. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. batubara dan panas bumi. d. i. b. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. g. pelaksanaan. pelaksanaan. 124 . dan panas bumi.c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. Batubara. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. f. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. h. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara.

b. b. batubara. dan Panas Bumi. c. g. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. terdiri dari: a. d. pengangkutan. instrumentasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. penyimpanan. penyiapan. pelaksanaan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. norma. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. e. keamanan instalasi. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. dan panas bumi. panas bumi dan air tanah. K3 dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. kalibrasi alat ukur. Seksi Keselamatan Batubara.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. penimbunan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan standar. 125 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penelaahan.

126 . b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. e. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. f. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Seksi Usaha Penunjang Batubara. b. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. batubara. penyiapan rumusan standar. norma. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. c. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. d.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Batubara. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat I. Inspektorat IV. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. c. d. c. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat III.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat II. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. 128 . e. b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b. d.

keprotokolan dan rumah tangga. perlengkapan. kearsipan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Bagian Umum dan Keuangan. pengurusan kepegawaian dan organisasi. pengelolaan urusan tata usaha. Bagian Hukum dan Kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. keamanan. b. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. k. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. e. e. 129 . h. d. j. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. i. c. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. g.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. terdiri dari: a. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. f.

penelaahan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. dan rencana kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Laporan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. 130 . evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyajian informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. pelaporan. h. jaringan. situs. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Rencana. i. pelaksanaan. satuan kerja. f. rapat koordinasi. g. d. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan. program kerja. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. jaringan dan situs informasi. penelaahan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. pelaporan. b. b. j. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. ketatalaksanaan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.

b. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. e. Batubara dan Panas Bumi. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Direktorat Jenderal Mineral. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. b. analisis hasil pengawasan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. penelaahan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. pengolahan. d. Badan Geologi. c. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan. 131 . Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan analisis. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. penyiapan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

masyarakat dan yustisia. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan hukum. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. bantuan hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. d. dokumentasi dan tata naskah. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. 132 . Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. serta pemberian pertimbangan hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyuluhan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). b. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberian pertimbangan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. c. penyiapan. dokumentasi hukum. Subbagian Hukum. penelaahan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. perpustakaan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. e. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. b. Subbagian Kepegawaian. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan implementasi Sipeg. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penelaahan. dokumentasi hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum.

serta pengurusan administrasi keuangan. rumah tangga dan kehumasan. g. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. c. perbendaharaan. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. b. pelaksanaan keamanan. persuratan dinas. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penelaahan. b. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. f. dan implementasi Sipeg. 133 . Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pengurusan penganggaran. terdiri dari: a. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. pelayanan kesekretariatan. dan kearsipan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. kebersihan. i. perlengkapan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. dokumentasi dan tata naskah. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. perlengkapan. keprotokolan dan kehumasan. pelaksanaan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. h. perbendaharaan. d. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. k. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. j. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478.

perumusan laporan hasil pengawasan. c. keprotokolan dan kehumasan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perencanaan kebutuhan. pelaksanaan. penelaahan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e. perlengkapan dan pengadaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeriksaan. serta evaluasi atas urusan keamanan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 134 .Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. b. dan administrasi keuangan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. kebersihan. d. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. kearsipan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. 139 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2).

e. c. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pusat Survei Geologi. Sekretariat Badan Geologi. 140 . vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelayanan survei geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. perumusan kebijakan di bidang geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. f. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. b. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. d. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. e. g. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. d. Pusat Sumber Daya Geologi. penelitian dan pelayanan. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. b. dan geologi lingkungan. h. Pusat Lingkungan Geologi. terdiri dari: a. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. c.

i. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. Bagian Kepegawaian. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pelaporan. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. e. ketatalaksanaan. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. koordinasi pelayanan administratif Badan. dan rumah tangga. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. f. b. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Keuangan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Umum. serta perencanaan kerja. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. informasi hukum. terdiri dari: a. d. 141 .Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. c. serta pelaksanaan bantuan hukum. j. akuntabilitas kinerja. d. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi.

Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. penelaahan. b. jaringan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaporan. situs. satuan kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. b. penyiapan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. Subbagian Laporan. pengelolaan sistem. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. penyajian informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. jaringan dan situs informasi. c. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. e. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 142 . ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. c. akuntabilitas kinerja.

Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta implementasi Sipeg. pelaksanaan. pengadaan. penyiapan. serta implementasi Sipeg Badan. pengurusan perencanaan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta pengembangan organisasi Badan. pelaksanaan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. c. kepangkatan. e. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. b. pemberhentian. penyiapan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pemberhentian. d. pengembangan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 143 . pelaksanaan. serta evaluasi atas perencanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penggajian. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kesejahteraan. penyiapan. b. penelaahan. serta evaluasi atas mutasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kesejahteraan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengembangan. terdiri dari: a. penggajian. penelaahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. pengangkatan. kepangkatan.

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Neraca. dan rumah tangga. pelaksanaan. Pasal 517 Bagian Keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. f. perhitungan pelaksanaan anggaran. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. kearsipan. c. 144 . serta penyelesaian kerugian negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. terdiri dari: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Akuntansi. Subbagian Kekayaan Negara. e. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. dan revisi anggaran Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. d. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. PBI Badan. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perlengkapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

distribusi penggunaan. 145 . kehumasan. informasi dan dokumentasi hukum. pengadaan. b. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. d. kearsipan. penelaahan. Pasal 521 Bagian Umum. serta keprotokolan dan upacara Badan. kebersihan dan keamanan Badan. serta pengurusan perlengkapan. dan kearsipan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. perlengkapan. dan rumah tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dokumentasi hukum dan perpustakaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pelaksanaaan bantuan hukum. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. e. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. rencana kebutuhan dan pengadaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. persuratan dinas. f. bantuan hukum. pelayanan kesekretariatan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Hukum. b. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. c. dan pemeliharaan barang inventaris. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. perpustakaan. penyiapan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.

b. dan panas bumi. administrasi keuangan. serta pemetaan tematik potensi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. penyusunan neraca sumber daya geologi. penyelidikan. c. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. serta rancang bangun dan pemodelan. Bagian Tata Usaha. e. gambut. bitumen padat. j. mineral.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. 146 . Bidang Informasi. d. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. pengelolaan ketatausahaan. i. h. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Bidang Sarana Teknik. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian Pusat. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. rumah tangga. g. b. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. rekayasa teknologi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. batubara. e. perumusan rencana dan program. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. c. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. keuangan. d. f. Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelidikan.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta akuntansi. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja. terdiri dari: a. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 147 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. e. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. pengurusan perencanaan. kebersihan.

pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Laboratorium. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. f. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penelaahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e.d. 148 . b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Sarana Penyelidikan. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. d. terdiri dari: a. penganggaran. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan. terdiri dari: a. c. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dokumentasi dan publikasi. b. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. penelaahan. 149 . serta pemutakhiran basis data. Subbidang Program. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Kerja Sama. serta operasi perangkat lunak informasi.

e. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. tsunami. g. pengelolaan ketatausahaan. j. perumusan pedoman dan prosedur kerja. tsunami. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan gerakan tanah. operasi perangkat lunak. dokumentasi. b. sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. penyelidikan. c. serta sesar aktif. pelaksanaan. serta rancang bangun. penelaahan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. sistem. gempa bumi. perpustakaan. 150 . pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rekayasa teknologi. pemodelan. f. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. administrasi keuangan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah h. dan kepegawaian Pusat. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. gempa bumi. rumah tangga. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. i. d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta pos pengamatan gunung api.

Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan sarana. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a. pemelaahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. pengembangan. kebersihan. 151 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. kearsipan. keuangan. terdiri dari: a. e. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. d. c. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. l. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengurusan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. e. c. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. b. keuangan.k. pengangkatan. serta perpustakaan. penyelidikan. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan penelitian. b.

Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. c.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. penelaahan. b. pemelaahan. pengurusan. penetapan status. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Subbidang Pengamatan Gunung Api. geokimia dan deformasi. penelaahan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. serta penetapan status dan peringatan dini. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. 152 . pelaksanaan. b.

Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. c. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. b. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 153 . Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. penelaahan. d. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah.

serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. gerakan tanah dan tsunami. d. penelaahan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. terdiri dari: a. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. c. b. b. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. penyelidikan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. e. 154 . f. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyiapan.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan.

pengembangan. i.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. Bagian Tata Usaha. e. e. administrasi keuangan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. g. 155 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. pengangkatan. penyelidikan. pengelolaan ketatausahaan. pengurusan perencanaan. geologi teknik dan air tanah. f. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. dan kepegawaian Pusat. geologi teknik dan air tanah. h. b. rumah tangga. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. terdiri dari: a. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. keuangan. dan pengelolaan tata ruang. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bidang Informasi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Bidang Program dan Kerja Sama. k. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. rekayasa teknologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Bidang Sarana Teknik. j.

b. b. d. e. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.c. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. keuangan. serta akuntansi. kebersihan. 156 . analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. f. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keamanan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. e. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

e. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan akuntabilitas kinerja. b. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. 157 . serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Subbidang Laboratorium. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. c. pelaksanaan. penelaahan. d.

b. b. serta pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. d. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. penyiapan. 158 . serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 578 Bidang Informasi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. penganggaran. pengelolaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.

pelayanan jasa survei. sistem. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rumah tangga. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. e. pemetaan dan penelitian geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. 159 . penelaahan. pemetaan. geofisika. administrasi keuangan. sosialisasi. i. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pelaksanaan. k. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. geokimia. pemetaan geologi. tektonik. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi. penelitian dan penyelidikan geologi. geomorfologi. h. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. j. g. f. rekayasa teknologi. l. evaluasi pelaksanaan penelitian. m. inventarisasi hasil survei. perpustakaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. operasi perangkat lunak. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. c. penyelidikan dan survei di bidang geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. pelaksanaan.

b. pengembangan. e. Bidang Informasi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. c. Bidang Program dan Kerja Sama. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 160 . terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Teknik. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta akuntansi. d. keuangan. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. pengangkatan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keuangan. Bagian Tata Usaha. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. Kelompok Jabatan Fungsional. kebersihan. keamanan. pengurusan perencanaan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. keselamatan kerja dan keprotokolan.

terdiri dari: a. f. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Subbidang Sarana Penyelidikan. d. penelaahan. c. Subbidang Laboratorium. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. e. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 161 . b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penelaahan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pengelolaan. Subbidang Program. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. d. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. Subbidang Kerja Sama. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. e. penelaahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta kerja sama pelayanan jasa. 162 . serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan.

Pasal 597 Bidang Informasi. serta pemutakhiran basis data. c. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. sosialisasi. serta pengelolaan perpustakaan. 163 . b. pelaksanaan. dokumentasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta operasi perangkat lunak informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. perpustakaan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. sistem. pelakanaan pengelolaan sistem. d. dokumentasi dan publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. operasi perangkat lunak. jaringan dan situs informasi.

164 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Teknisi Litkayasa. Penyelidik Bumi. Perekayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. e. 165 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. mineral batubara. g. f. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. pembinaan pelayanan jasa teknologi. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. panas bumi.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. g. koordinasi pelayanan administratif Badan. d. f. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. h. 166 . b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. c. b. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. dan rumah tangga. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. d. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. c. kearsipan. terdiri dari: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta perencanaan kerja. informasi hukum. e.

b. e. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Keuangan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.i. f. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. e. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. akuntabilitas kinerja. c. Bagian Umum. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Laporan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. g. pelaporan. Bagian Kepegawaian. 167 . j. terdiri dari: a. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. d.

(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. pengadaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. b. serta implementasi Sipeg. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. terdiri dari: a. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pemberhentian. c. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. kepangkatan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. situs. 168 . d. dan analisis jabatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. penelaahan. jaringan. pelaksanaan. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. satuan kerja. pengurusan perencanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penelaahan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan. penggajian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyajian informasi. c. serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengembangan. serta penyempurnaan organisasi Badan.

penyiapan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kepangkatan pemberhentian. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. penyiapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas perencanaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. 169 . serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. kesejahteraan. Subbagian Akuntansi.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengembangan. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta pengurusan revisi anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penggajian. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah pegawai. f. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. d. penelaahan. b. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta implementasi Sipeg Badan. serta evaluasi atas mutasi. b. e. c. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. PBI Badan. pelaksanaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

pelaksanaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan kearsipan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. kearsipan. persuratan dinas. penelaahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penelaahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dan rumah tangga. Neraca. d. dan pemeliharaan barang inventaris. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perlengkapan. 170 . perpustakaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kearsipan. b. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. informasi dan dokumentasi hukum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. perlengkapan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. distribusi penggunaan. pelayanan kesekretariatan. Subbagian Hukum. c. dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Pasal 622 Bagian Umum. perlengkapan dan rumah tangga Badan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta pengurusan perlengkapan. kehumasan. dan revisi anggaran Badan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. e. pelaksanaan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan.

(3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan. penyiapan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. e. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. g. rencana kebutuhan dan pengadaan. penelaahan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. kesekretariatan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. bantuan hukum. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. b. kebersihan dan keamanan Badan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. d. f. 171 . serta keprotokolan dan upacara Badan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.

c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. serta pelaksanaan keamanan. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. 172 . pengembangan. terdiri dari: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. i. keselamatan kerja dan keprotokolan.h. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. c. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. perbendaharaan dan akuntansi. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. d. b. rumah tangga. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Bidang Afiliasi. pengurusan perencanaan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. Bidang Program. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. pengelolaan ketatausahaan. keuangan. kebersihan. administrasi keuangan. pengangkatan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b.

terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. perbendaharaan dan akuntansi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. e. serta pengadaan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan operasi penggunaan. b. 173 . dan kebersihan Pusat. pelaksanaan. c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penelaahan. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. keamanan.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi. b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. c. Pasal 637 Bidang Program. penelaahan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Rencana. terdiri dari: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. 174 . penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. c. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 641 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penyiapan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. 175 . jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.

b. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. rumah tangga. penelaahan. h. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. c. d. 176 . serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. situs dan penyebarluasan informasi. i. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. jaringan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan kepegawaian Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. administrasi keuangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. g. e.

Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha. serta pelaksanaan keamanan. e. kebersihan. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. pemeliharaan sarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan kebersihan Pusat. d. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. d. pengembangan. Bidang Program. keuangan. serta pengadaan. perbendaharaan dan akuntansi. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Afiliasi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. 177 . keamanan. keuangan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. b. terdiri dari: a. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat.

penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. 178 . pelaksanaan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. e. d.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

penelaahan. penyiapan. b. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 656 Bidang Program. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. 179 . penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. serta analisis. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. 180 .Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. d. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. c. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. e. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan.

pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. i. c.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. f. d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. dan kepegawaian Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. administrasi keuangan. g. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. h. rumah tangga. Bidang Program. 181 . Bidang Afiliasi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. d. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Kelompok Fungsional.

Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengangkatan. dan kebersihan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. keamanan. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 182 . pengurusan perencanaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. d. b. serta pengadaan. e. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. c. persuratan dinas dan kearsipan.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. e. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyediaan bahan baku. 183 .

Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. evaluasi. c. penelaahan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 184 . rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta analisis. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 675 Bidang Program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

b. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. e. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pelaksanaan pengelolaan sistem.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. jaringan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. d. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. 185 . serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. terdiri dari: a. penelaahan.

b. rumah tangga. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. c. h. b. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. g.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. keuangan. geokimia. terdiri dari: a. pengelolaan ketatausahaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. e. Kelompok Fungsional. f. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Afiliasi. administrasi keuangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. i. d. dan geofisika kelautan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. d. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. 186 . c. Bidang Program. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.

Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta pengadaan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 187 . perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. c. pengembangan. keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta pelaksanaan keamanan. perencanaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. e. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. dan kebersihan Pusat. d. pemeliharaan sarana kerja. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. b.

penyiapan rumusan rencana dan program. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium.c. pengelolaan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. b. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. d. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 188 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 694 Bidang Program. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 189 . pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi.c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta analisis. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penelaahan. c. d. b.

pelaksanaan pengelolaan sistem. b. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. jaringan.d. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. 190 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . Penyelidik Bumi.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. Perekayasa.

pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. batubara. g. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. mineral.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. d. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. h. perumusan kebijakan penyelenggaraan. b. c. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. 192 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. e.

pembinaan kerja sama. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. i. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. d. g. e. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. c. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. satuan kerja. h. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. c.

j. d. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. c. h. e. g. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. penganggaran. 194 . penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. l. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perencanaan kerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi. dan rumah tangga. c. Bagian Umum. Pasal 708 Sekretariat Badan. pelaporan. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. k. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Bagian Kepegawaian. f. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. kearsipan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. b. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. d. Bagian Rencana dan Laporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaporan. Bagian Keuangan.

kesejahteraan. pengurusan perencanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. kepangkatan. serta implementasi Sipeg. akuntabilitas kinerja. d. penelaahan. e. pelaksanaan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. prosedur kerja. perencanaan kerja. dan sistem. Subbagian Kerja Sama. 195 . serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pengembangan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. b. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. c. pemberhentian. pengadaan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penganggaran. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. pelaksanaan. terdiri dari: a. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. serta evaluasi atas laporan berkala. dan analisis jabatan. b. penggajian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi Badan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

b. Subbidang Utilitas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. d. pelayanan jasa. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732..Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. c. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Subbidang Kilang. 200 . dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kontrol kualitas. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk kilang. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. penyiapan. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan.

(2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. b. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan. pengembangan dan pemanfaatan. pelaksanaan. pelaksanaan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. 201 . Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Bengkel. b.

Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. g. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. b. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. penelaahan. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. 202 . c. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. standar. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kepustakaan. d. pelaksanaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kerja sama. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. f. b. Subbidang Penyiapan Pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pelaksanaan. serta kepustakaan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

kriteria pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. Batubara. norma. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kearsipan. b. f. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. terdiri dari: a. d. e. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. h. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Teknis. pemberian pelayanan jasa. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perlengkapan. prosedur. pedoman. Bagian Tata Usaha. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. 203 . pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. c. i.

pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. c. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. b. kehumasan dan keprotokolan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. perbendaharaan. terdiri dari: a. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. 204 . perlengkapan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. akuntansi. kearsipan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. serta hukum. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. organisasi. b. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. d.

norma. pelaksanaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara.c. penggunaan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 205 . serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. penelaahan. pedoman. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan standar. e. rencana pengembangan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. b. pelaksanaan pemeliharaan. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria. penyiapan rumusan standar. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma.d. 206 . Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. e. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. d. Subbidang Program dan Kerja Sama. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kerja sama dan sistem. e. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. norma. f. pedoman. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. dan prosedur. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. f. b. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. e. penyiapan penyelenggaraan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pemberian pelayanan jasa. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. penelaahan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pelaksanaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. prosedur. norma. penyusunan standar. pelaksanaan. pedoman. norma. b. pedoman. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pedoman. penyiapan penyelenggaraan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. norma. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penyusunan standar. 207 . kriteria pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.

evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan dan keprotokolan. Kelompok Jabatan Fungsional. perbendaharaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. e. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. 208 .g. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. d. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Pelatihan dan Sarana. akuntansi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. d. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. h. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. perlengkapan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. c. kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. b. norma. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. akuntabilitas kinerja. c. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Subbidang Perencanaan. pedoman. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 209 . penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. e. kerja sama. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan sistem. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. jaringan dan situs informasi.

Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. 210 . serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. penelaahan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. serta evaluasi atas pengelolaan standar. e. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. promosi. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Subbidang Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan. pelaksanaan. pelaksanaan. pedoman. b. pelaksanaan kerja sama. penyiapan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Sarana dan Prasarana. kerja sama. d. c. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Kelompok Jabatan Fungsional.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan. e. g. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria pendidikan dan pelatihan. d. b. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. c. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. h. pedoman. pemberian pelayanan jasa. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. norma. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. penelaahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. f. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pelatihan dan Sarana. prosedur. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 211 .

pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. c. organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. dokumentasi dan tata naskah. kehumasan dan keprotokolan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Kepegawaian dan Umum. e. perbendaharaan. kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. akuntansi. perlengkapan. 212 . d. b. b. hukum.

penelaahan. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. c. norma dan kriteria. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 213 . e. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. kerja sama. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas standar. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.

perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelatihan. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. b. Subbidang Sarana dan Prasarana. 214 . e. kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. penelaahan. promosi. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. b. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan kerja sama.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 215 .

Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. terdiri dari: a. 216 . Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. d. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Inspektorat Jenderal dan Badan. c. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. b. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. e. Direktorat Jenderal.

penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. b. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. j. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. serta neraca energi dan sumber daya mineral. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. d. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. g. f.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. k. 217 . pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. e. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. i. h. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen.

c. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 218 . Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Kajian Strategis. d. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. dukungan operasi kerja. d. b. b. Subbagian Tata Usaha Pusat. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. c. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta kearsipan Pusat. terdiri dari: a. serta kearsipan Bakoren. dan persuratan dinas. rumah tangga. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Bakoren. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. e. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan urusan tata usaha. c. Subbagian Tata Usaha Data Nasional.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Bagian Tata Usaha. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. pelaporan dan tata persuratan.

Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. e. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. penyiapan norma. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. h. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. l. f. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. c. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. 219 . penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. b. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. g. j. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. k. i. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. penelaahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. e. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. batubara dan panas bumi. pelaksanaan. penyusunan rumusan norma. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penelahaan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan data dan informasi. terdiri dari: a. f. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. ketenagalistrikan. penyiapan. b. 220 . d. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. pelaksanaan.

bitumen padat. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penelahaan. f. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Energi. terdiri dari: a. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. gambut. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. pelaksanaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. e. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. c. 221 . evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. b.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. d. b. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. air tanah dan kegeologian. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 222 .

a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dengan lingkup meliputi personil. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. peraturan perundang-undangan. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. organisasi. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dokumentasi.a kepada pejabat eselon I. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. 223 . (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). peralatan. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. standardisasi teknis. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. penganggaran. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. perencanaan kerja. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. regulasi ekonomi dan keteknikan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II.

Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal.a. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (5) Kepala Subbagian. (4) Kepala Bagian. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.BAB XIV ESELON. Direktur. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Direktur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Kepala Biro. Direktur Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.a. Inspektur. Kepala Pusat.b.a. Sekretaris Direktorat Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 224 .

225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”.d. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. X. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. 226 . susunan organisasi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(4) Perubahan atas rincian tugas. fungsi.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. maka: a. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful