MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

c. Lembaga Pemerintah Non Departemen. c. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Keuangan. dan lembaga lain yang terkait. b. koordinasi kegiatan Departemen. d. Kementerian Negara. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. terdiri dari: a. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Umum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Departemen lain. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. e. 5 . penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama.

b. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). 6 . perumusan kebijakan pembangunan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta kerja sama. Bagian Kerja Sama. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. terdiri dari: a. e. penyusunan harga satuan. f. d. Bagian Perencanaan Anggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. h. rencana dan program kerja. e. Bagian Analisis dan Evaluasi. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. d. l. dan rencana anggaran. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. sosialisasi kebijakan pembangunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. g. rencana pembangunan jangka panjang. b. j. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. serta perumusan akuntabilitas kinerja. rencana anggaran. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. rencana dan program kerja dan anggaran. menengah dan tahunan. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. c. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. rencana kerja dan anggaran. evaluasi kebijakan pembangunan. serta rencana strategis. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. i. k. serta pengelolaan kerja sama Departemen.

penyusunan rumusan RK-KL. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 7 . penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. standar dan kriteria rencana kerja. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Inspektorat Jenderal. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Menengah dan Tahunan Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Subbagian Perencanaan Penunjang. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. c. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. dan Badan Geologi. f. penelaahan. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan norma. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. d. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. e. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. dan urusan tata usaha Biro. b. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

kriteria perencanaan anggaran. b. penyiapan. d. f. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. norma. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. c. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. c. dan Badan Geologi. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. Subbagian Penganggaran Penunjang. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. e. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penelaahan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan 8 . penelaahan.

Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. rencana pembangunan jangka panjang. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. kriteria akuntabilitas kinerja. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. RKA-KL. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. c. c. e. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penelaahan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. penyiapan rumusan standar. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. d. Inspektorat Jenderal. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. penyiapan bahan sidang. tahunan dan rencana strategis.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. menengah. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. h. g. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. norma. f. 9 .

evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penelaahan. penyiapan. d. Batubara. e. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan. g. f. b. penyiapan. penelaahan. serta kerja sama asosiasi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Panas Bumi. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. c. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan rumusan standar. kriteria kerja sama. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. 10 . rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dan Badan Geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

dan penilaian kinerja pegawai. terdiri dari: a. d. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. 11 . Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. penelaahan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. jabatan struktural dan fungsional. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perencanaan. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. pembinaan mutasi. c. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Bilateral. kepangkatan. dan kesejahteraan pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. penelaahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. b. penelaahan. c. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. pengadaan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. pengembangan organisasi dan tata laksana. disiplin. b. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penempatan dan pengembangan pegawai. pemensiunan. e.

penyusunan rencana formasi. c. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyiapan rumusan standar. norma. e. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. Bagian Data dan Informasi Pegawai. b. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. g. evaluasi pembinaan kepegawaian. d. Kelompok Jabatan Fungsional. e. k. penyiapan rumusan rencana. Bagian Mutasi Pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pegawai Negeri Sipil (PNS). h. serta administrasi penugasan ke luar negeri. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. i. b. terdiri dari: a. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta kartu PNS. j. 12 . Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. g.f. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. d. c. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). serta standardisasi kompetensi jabatan. f. pengadaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai.

Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. i. j. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis. c. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. kompetensi pegawai. penelaahan. dan Kartu PNS Departemen. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pengelolaan administrasi tugas belajar. pemberhentian dan disiplin. terdiri dari: a. penyiapan.h. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Subbagian Pengembangan Karir. urusan tugas belajar dan izin belajar. penelaahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. b. penyiapan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. penyiapan. 13 . pemindahan. penelaahan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur.

pemberhentian. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. h. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan kepangkatan. norma. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pemberhentian dan disiplin. pembebasan sementara. dipekerjakan. pemindahan. ujian dinas dan Ujian KPPI. k. kepangkatan. terdiri dari: a. j. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. Kartu Suami. Askes. pelaksanaan pemindahan pegawai. g. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. dan penilaian prestasi pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. pemberhentian. pengangkatan kembali. b. pelaksanaan disiplin pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. dan Bapertarum. dan penilaian angka kredit. c. pemindahan. pemindahan. d. dipekerjakan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. b. Taspen. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. dan penarikan kembali pegawai. serta kesejahteraan pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. i. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. 14 . cuti. penyiapan standar. perbantuan. c. e. kriteria mutasi pegawai. penelaahan. penarikan kembali. f. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. kepangkatan. perbantuan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. serta Kartu Istri. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai.

penelaahan. pelaksanaan. f. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. jabatan. h. penyiapan. Kartu Suami. pemindahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Kartu Istri. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. Bapertarum pegawai Departemen. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. disiplin. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Daftar Urut Kepangkatan. penghargaan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pendidikan dan pelatihan pegawai. e. i. pelaksanaan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. dan administrasi lembaga tripartit. Taspen. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. penilaian angka kredit. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pemberhentian. pemberhentian dan pemensiunan. penelaahan. penghargaan. pengadaan pegawai. penggajian. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. kepangkatan. g. 15 . Askes. b. dan daftar riwayat hidup pegawai. pelayanan kesehatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. c.

pendidikan dan pelatihan pegawai. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. serta evaluasi. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penggajian.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. d. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penghargaan. penelaahan. pelaksanaan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pengadaan pegawai. penelaahan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. kepangkatan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. penelaahan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. pemindahan. c. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pedoman penyempurnaan organisasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. kriteria pengembangan organisasi. norma. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. c. e. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. klasifikasi dan peta jabatan. b. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 16 . serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). jabatan. b. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta pengembangan organisasi dan jabatan.

administrasi keuangan. Subbagian Tata Laksana. penelaahan. standardisasi kompetensi jabatan. h. b. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. c. 17 . penelaahan. pengembangan. analisis beban kerja. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. Subbagian Kelembagaan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. pengembangan. pola hubungan kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.f. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. penelaahan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. pengembangan. peta jabatan. g. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja.

penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. h. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. b. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. d. e. serta nota keuangan. dan implementasi sistem akuntansi. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta Neraca Departemen. Bagian Akuntansi. Bagian Kekayaan Negara. Pasal 49 Biro Keuangan. Bagian Perbendaharaan. i. kekayaan negara dan akuntansi. e. serta pembinaan perbendaharaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. penyelesaian kerugian negara. c. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Pendapatan dan Belanja. k. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. 18 . l. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). pembinaan inventarisasi. serta bimbingan teknis perbendaharaan. perbendaharaan. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. j. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. terdiri dari: a. f. g. administrasi keuangan. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. laporan realisasi anggaran.

Subbagian Anggaran Pendapatan.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. evaluasi tarif dan revisi PNBP. 19 . terdiri dari: a. Subbagian Anggaran Belanja. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. e. c. f. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. c. norma. b. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penyiapan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. b. j. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. dan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan. penyiapan target. h. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyusunan rumusan standar. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. d. penelaahan. k. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. g. penyiapan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. i.

serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. 20 . b. norma. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta pembagian iuran sumber daya alam. pelaksanaan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. penelaahan. Badan Geologi. penelaahan. g. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. e. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. d. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. dan pengelolaan SPM. b. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. terdiri dari: a.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. f. c.

Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. f. norma. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. dan bidang minyak dan gas bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. c. e. ganti rugi. penyiapan rumusan standar. g. 21 . Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. d. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. penelaahan. c.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. kriteria pengelolaan kekayaan negara. tuntutan perbendaharaan. b. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. b. pelaksanaan. terdiri dari: a.

pelaksanaan. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan verifikasi. norma. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan. Badan Geologi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Inspektorat Jenderal. g. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. c. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). penelaahan. Subbagian Penyiapan Neraca. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. f. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. d. c. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. b. b.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Batubara dan Panas Bumi. 22 . rekonsiliasi.

kewajiban. dan penyelesaian kasus hukum. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan kehumasan. serta hubungan masyarakat Departemen. b. pelaksanaan. penelaahan. dan bantuan hukum. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan aset. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. equitas dana. penelaahan. bantuan hukum. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). dan bantuan hukum. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. d. f. dan implementasi SAAT Departemen. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan. dan implementasi SAI Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. c. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. verifikasi anggaran. pelaksanaan. rekonsialiasi. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. 23 . h. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). serta program legislasi dan regulasi. pengelolaan dokumentasi. serta kehumasan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. konsolidasi. Neraca. bantuan hukum dan kehumasan. penelaahan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan.

evaluasi peraturan perundang-undangan. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Hubungan Masyarakat. 24 . serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. e. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. e. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. b. terdiri dari: a. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. d. d. dan bantuan hukum. serta program legislasi dan regulasi Departemen. terdiri dari: a. Bagian Bantuan Hukum. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.i. c. Bagian Penelaahan Hukum. penelaahan. c.

dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. e. d. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. c. penyiapan rumusan standar. penyiapan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. kriteria kontrak atau perjanjian. 25 . penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. h. b. g. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penelaahan. f.

penelaahan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. 26 . penyiapan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. b. dan unsur unit penunjangnya. e. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. norma. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. d. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. b. dan unsur unit penunjangnya. c. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum.

kriteria pelayanan hubungan masyarakat. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. c. f. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta monitoring dan analisis berita. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. c. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan rumusan standar.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. b. konferensi pers. penelaahan. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. d. 27 . Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. terdiri dari: a. e. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. b. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan.

(3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan peliputan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. b. peliputan dan perekaman kegiatan. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penerbitan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. Subbagian Hubungan Kelembagaan. c. i. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. serta evaluasi atas hubungan dengan media. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 28 .g. abstrak peraturan perundang-undangan. pameran Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Publikasi. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. terdiri dari: a. h. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. j. dan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan. monitoring dan analisis berita Departemen. konferensi pers. rumah tangga Sekretariat Jenderal. penelaahan.

e. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Staf Ahli. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. h. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pengelolaan rumah tangga. tata persuratan dinas dan kearsipan. c. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. e. tata persuratan dinas dan kearsipan. d. tugas 29 . b. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. tata usaha dan kearsipan. pengadaan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. f.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Bagian Tata Usaha. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. j. d. pengelolaan keamanan dan keselamatan. penyediaan sarana dan prasarana kerja. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. i. f. c. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. g. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. b. tata persuratan dinas dan kearsipan. Sekretaris Jenderal. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. perlengkapan dan pengadaan. Bagian Perlengkapan.

persuratan dinas. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penyiapan penyelenggaraan rapat. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. f. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. e. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. c. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. b. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. b. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. c. pelantikan. terdiri dari: a. d. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Jakarta Pusat). Subbagian Urusan Dalam Departemen.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. persuratan dinas. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. 31 . Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. dan ekspedisi surat dinas. Subbagian Kearsipan. penelaahan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. e. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. c. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. penyiapan. pelaksanaan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. penjadwalan kegiatan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. d. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. penyiapan rumusan standar. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. f. Subbagian Tata Usaha Departemen.

Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. M. Jakarta Pusat). Staf Ahli. c. pelaksanaan kebersihan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta pengadaan.H. Thamrin 1. e. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. b. d. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Staf Ahli. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. keselamatan. keselamatan.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. keamanan. 32 . Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. b. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. c. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan kegiatan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. serta pengadaan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. norma. dan kearsipan Staf Ahli. g. e. inventarisasi. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. Subbagian Pengadaan. penyiapan bahan rumusan standar. pelaksanaan pengadaan. d. 33 . penelaahan penyiapan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Rencana Kebutuhan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. b.

yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 34 . Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

b. e. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan standar. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. c.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. norma. terdiri dari: a. 35 . Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. kriteria.

Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. g. satuan kerja. Bagian Rencana dan Laporan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pelaporan. i. d. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. e. Bagian Keuangan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. c. b. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. terdiri dari: a. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. b. ketatalaksanaan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. 36 . c. dan rumah tangga.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. n. m.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. j. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. h. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. i. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). c. WP & B). d. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. f. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan pedoman dan prosedur kerja. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. implementasi Sipeg. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. g. e. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. rencana dan program. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. b. k. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. l. pelaksanaan. serta perhitungan bagi hasil. 41 . penelaahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan.

g. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. h. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. penyusunan statistik. ketersediaan dan infrastruktur sektor. serta data kebutuhan. menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. d. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. b. p.o. c. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. f. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. f. 42 . rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. norma. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan sosialisasi program sektor. d. e. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pencadangan strategis. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. c.

penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. c. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. permasalahan iklim usaha. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. g. penelaahan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. f. dan pelaksanaan sosialisasi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan. d. norma. b. penyiapan rumusan. penyiapan. serta penyediaan informasi. dan terms of condition KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. terdiri dari: a. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. pengumpulan data potensi. penelaahan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. 43 . e.

evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. tugas serta induk. d. pelaksanaan pencatatan. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. b. e. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. tugas serta induk. c. h. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). i. f. 44 . Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. serta bagi hasil daerah. penyiapan. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. j. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan. pemeriksaan dan pengujian. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. retribusi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penelaahan. serta biaya operasi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. g. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. pajak. penelaahan. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B).

45 . c. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. g. terdiri dari: a. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. penelaahan. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. f. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. harga minyak mentah Indonesia. tenaga kerja asing. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. pelaksanaan. lifting dan target penerimaan. tenaga kerja asing. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pajak. retribusi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. e. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. b. b. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. d. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. norma. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. PNBP dan tarif iuran.

pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. serta pengaturan tenaga kerja asing. j. k. penyiapan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi.h. i. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. b. fasilitasi lembaga tripartit. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. dan kerja sama dalam negeri. rencana penggunaan tenaga kerja asing. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberdayaan produksi dalam negeri. b. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. penggunaan barang operasi. penelaahan. rencana impor barang operasi. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. 46 . serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. terdiri dari: a.

Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. penyiapan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. d. pelaksanaan. c. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. g. pelaksanaan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. penyiapan.c. penelaahan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. f. b. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. 47 . Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). e. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153.

Kelompok Jabatan Fungsional. b. d. l. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. pengelolaan WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. h. kriteria pengelolaan WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. terdiri dari: a. e. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan standar. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. c. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama.d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. f. g. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumuman WK. j. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. h. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. 48 . c. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. g. f. Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. norma. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. d. b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. i. e. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. k. f.

penilaian. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. pelaksanaan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. penelaahan. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. terdiri dari: a. d. f. terdiri dari: a. 49 . c. b. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. e. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. b. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. norma. kriteria usaha eksplorasi.

penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. d. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. j. e. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. b. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. kriteria. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. i. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. c. penelaahan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. f. penyiapan rumusan standar. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. h. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan. penyiapan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 50 .

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. rencana kerja dan anggaran KKS. c. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. norma. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. d. b. g. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. penyiapan. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. tumpang tindih lahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. e. 51 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. kriteria usaha eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyiapan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. f.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. penelaahan. f. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. norma. 52 . Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penyiapan. c. d. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. g. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. i. b.

i. h. d. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. b. e. perumusan pengaturan Penugasan. Penyediaan. f. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penelaahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. 53 . bahan bakar gas. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Light Petroleoum Gas (LPG). Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. pelaksanaan. Light Natural Gas (LNG). serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. bahan bakar lain. c. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. perumusan jenis bahan bakar minyak. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.

LNG. j. norma. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. e. i. 54 . Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. terdiri dari: a. b. g. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi.j. c. c. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. LPG. penyiapan rumusan standar. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. h. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan perizinan usaha pengolahan. b. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. f. f. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. d. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Kelompok Jabatan Fungsional. e. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. bahan bakar lain. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. k. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. bahan bakar gas. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan.

kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. g. penyiapan. terdiri dari: a. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. h. pengelolaan data. penyiapan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. e. Seksi Pengolahan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. c. penelaahan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. d. hasil olahan dan bahan bakar lain. norma. penyiapan rumusan standar. 55 . f. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. b. hasil olahan dan bahan bakar lain.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. 56 . j. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. bahan bakar gas dan LPG. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. norma. d. b. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. terdiri dari: a. e. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi.i. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penelaahan. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penyiapan rumusan formulasi harga. kriteria harga bahan bakar. penelaahan. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. penyiapan. penyiapan rumusan standar.

penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. LNG. c.f. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. pelaksanaan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. penyiapan. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. h. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. h. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. norma. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. b. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. kriteria usaha niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. f. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. d. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. i. b. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. LPG. g. gas bumi. 57 . e. pengelolaan data. g. penyiapan perizinan usaha niaga.

penyiapan. penelaahan. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. petrokimia.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Proses Non Bahan Bakar. e. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. d. LPG. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. tugas 58 . penyiapan. b. Seksi Niaga Gas Bumi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. penyiapan norma. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. b. terdiri dari: a. biodiesel. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. LNG. Seksi Niaga Minyak Bumi. pelumas. kriteria usaha non bahan bakar. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan. d. e. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). petrokimia. h. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. lindungan lingkungan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. lindungan lingkungan. f. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. dan non bahan bakar lainnya. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. penelaahan. g. penelaahan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. biodiesel. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. usaha penunjang. profesi personil. 59 . produk. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. penyiapan. c. kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. biodiesel. petrokimia. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta penggunaan tenaga teknik.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan non bahan bakar lainnya.

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. h. c. g. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. d. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. terdiri dari: a. f. d.i. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. j. e. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. e. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. 60 . evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi .

(2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. g. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan. b. norma. penelaahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. instrumentasi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. keselamatan operasi. K3. f. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. instalasi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. d. dan penggunaan tenaga teknik. b. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. 61 . dan kalibrasi alat ukur. c.

Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. penelaahan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. norma. e. instrumentasi. pelaksanaan. instalasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengangkutan. penyiapan. b. pelaksanaan. d. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3. keselamatan operasi. dan penggunaan tenaga teknik. 62 . penyiapan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. penyiapan. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. pelaksanaan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Penyimpanan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. g. penelaahan. Penyimpanan. 63 . pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi.f. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. c. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. b. serta penjaminan pasca operasi. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a.

d. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. f. pelaksanaan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pengangkutan. dan kriteria usaha penunjang. b. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. 64 . penyiapan rumusan standar. g. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi.

penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pelaksanaan. penelaahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.d. f. penelaahan. terdiri dari: a. profesi personil. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. produk. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. g. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan. 65 . b.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 66 .

yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. kriteria. pedoman. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. 67 . norma. b. e.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. penyusunan standar. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. d. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. f. h. satuan kerja. kearsipan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. dan rumah tangga. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i. g. c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. 68 . pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. d. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e.

situs. c. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. ketatalaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. Kelompok Jabatan Fungsional. b.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. f. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. d. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. g. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem. e. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. e. pelaporan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. terdiri dari: a. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. 69 . d. Bagian Keuangan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. rapat koordinasi. b. c. Subbagian Laporan. Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja.

serta penyelesaian kerugian negara. serta pengurusan revisi anggaran. perhitungan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. b. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 70 . serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. e. penyiapan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PBI Direktorat Jenderal. d. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. satuan kerja. f. b. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Perbendaharaan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 237 Bagian Keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

d. b. penelaahan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penelaahan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pelayanan konsultasi hukum. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. pelaksanaan. c. c. f. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. e. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. Subbagian Informasi Hukum. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan informasi.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. 71 . Subbagian Pertimbangan Hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penelaahan. b. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pertimbangan hukum.

evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. telepon. e. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pemberhentian. keamanan. 72 . pelaksanaan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. d. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. ekspedisi persuratan dinas. dan kearsipan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. b. g.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta urusan keprotokolan dan upacara. Subbagian Kepegawaian. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. b. pelaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengadaan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga. pengurusan formasi. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pertamanan dan perparkiran. Subbagian Tata Usaha. kebersihan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. f. dan Implementasi Sipeg. mutasi. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. c.

perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. implementasi Sipeg. c. pelaksanaan. penelaahan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). evaluasi kebijakan. rencana pengadaan. rencana dan program.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. rencana dan program. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. 73 . pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. e. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. f. serta rencana dan program pembangunan berjangka. g. h. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. b. persuratan dinas dan kearsipan.

menengah dan tahunan tenaga listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. serta program pengembangan jaringan transmisi. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. g. c. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. d. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. e. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. serta rencana strategis dan RUKN. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. b. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. c. e. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. d. 74 .Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan. f.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. c. 75 . serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan. d.

Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. norma. e. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penelaahan. penyiapan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. kriteria tenaga listrik sosial. penelaahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. b. penelaahan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. 76 . Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan bahan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. d. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial.

pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. b. penyusunan dokumen perjanjian. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. c. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. b. lembaga sertifikasi. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. asosiasi dan lembaga lainnya. penelaahan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. 77 . Seksi Multilateral dan Regional. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rencana. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. multilateral dan regional. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri.

serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. b. pengolahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. 78 . statistik dan pemetaan tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. c. pelaksanaan pengelolaan data. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. d. penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. b. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. b. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. c. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. f. e. d. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. h. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. 79 . d. i. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. e. serta perlindungan konsumen. c. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan. b.

c. penelaahan. d. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. b. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. d. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. tugas 80 . serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik.c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. penyiapan. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277.

Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. b. kriteria harga jual tenaga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. terdiri dari: a. e. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. norma. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. f. penelaahan. 81 . pemberian sanksi. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. pelaksanaan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyiapan. penyiapan rumusan standar. b. b. c. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. terdiri dari: a.

penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. d. penelaahan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. 82 . penyiapan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. b. penelaahan. pelaksanaan. norma. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. e. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. kriteria hubungan komersial. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. f. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. norma. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. b. kriteria perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. c. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. e. penelaahan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. mempunyai tugas 83 . penelaahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik.

Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. i. h. d. e. lindungan lingkungan. e. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. 84 . f. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Kelompok Jabatan Fungsional. g. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. d. c. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. kelaikan teknis. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. profesi personil. kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. c. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. serta pembinaan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. keselamatan dan K3. b. lindungan lingkungan. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. b. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. g. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. pelaksanaan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penelaahan. f. jenis dan mutu tenaga listrik. penyiapan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. d. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. c. 85 . b.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. b. e. serta Rancangan SNI. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

keselamatan operasi. 86 . Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. instrumentasi. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. d.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. b. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kelaikan peralatan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. dan K3. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. f. kalibrasi alat ukur. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. c. penyiapan rumusan standar. penyiapan. b. penyiapan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a.

Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 87 . pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. c. terdiri dari: a. penelaahan. d. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. f. g. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. e. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. b. b. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. b. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. pelaksanaan. terdiri dari: a. 88 . Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. penelaahan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. c. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. penyiapan. d. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja.

Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. e. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. 89 . dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. f. c. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. norma. b. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. produk. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. b. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. profesi personil. penelaahan. terdiri dari: a. g. penelaahan.

d. g. norma. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. penyiapan rumusan standar. program dan pengaturan pemanfaatan energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. b. f. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. 90 . h. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Subdirektorat Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. c. f. Subdirektorat Energi Perdesaan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Bimbingan Teknis. serta rencana dan program energi baru terbarukan. d. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. e. b. b. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. energi alternatif. perumusan pedoman dan prosedur kerja. energi perdesaan dan konservasi energi. c. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. kriteria pemanfaatan energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e.

penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. d. penelahaan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. norma. penelahaan.d. c. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penyiapan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan. 91 . kriteria usaha energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. Seksi Program Pemanfaatan Energi. e. b. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. e. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a.

d. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Konservasi Energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penelahaan. penelahaan. e. penyiapan. b. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. c. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. rencana dan program. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. 92 . Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. penelahaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. penyiapan. norma dan kriteria konservasi energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan.

Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. serta pedoman pengembangan. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. rencana dan program. e. penelahaan. penyiapan rumusan kebijakan. 93 . Seksi Program Energi Perdesaan. c. rencana dan program energi perdesaan. d. energi perdesaan dan konservasi energi. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. b.. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331.

(2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. 94 . penelahaan. penyiapan. penelahaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. b.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. c. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. kriteria. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. c. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyusunan standar. dan prosedur di bidang mineral. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. b. 96 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. norma. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. (2) Direktorat Jenderal Mineral. batubara. Batubara. d. batubara dan panas bumi. Direktorat Jenderal Mineral.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 97 . serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. c. dan rumah tangga. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. i. h. g. c. d. e. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. b. f. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e.

akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. d. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. pengelolaan sistem. pelaporan. 98 . b. Subbagian Pengelolaan Informasi. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. b. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. rapat koordinasi. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. Kelompok Jabatan Fungsional. c. e. c. pelaporan. e. g. c. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. f.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Umum dan Kepegawaian.

terdiri dari: a. 99 . penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. serta pengurusan revisi anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penyiapan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. d. penyiapan. pelaksanaan. PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. situs. c. Pasal 354 Bagian Keuangan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. penelaahan. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta penyelesaian kerugian negara. jaringan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. e. f. Subbagian Perbendaharaan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. b.

Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. c. pertimbangan hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. c. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. pelaksanaan. f. b. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. Subbagian Pertimbangan Hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. penelaahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. e. pelayanan konsultasi hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penelaahan. serta kehumasan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. laporan pertanggungjawaban keuangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. d. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 100 . b. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penyelesaian kerugian negara. Subbagian Informasi Hukum. pelaksanaan.

pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. ekspedisi persuratan dinas. pengadaan pegawai. kebersihan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. keamanan. g. penyiapan. 101 . serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. d. pertamanan dan perparkiran. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. panas bumi dan air tanah. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. program legislasi dan regulasi bidang mineral. f. b. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. telepon. dan Implementasi Sipeg. c. pemberhentian. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. dan kearsipan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. penelaahan. mutasi.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. batubara. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. penelaahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga.

Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. b. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. 102 . persuratan dinas dan kearsipan. rencana dan program di bidang mineral. perumusan kebijakan pengembangan usaha. panas bumi dan air tanah. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. rencana pengadaan. investasi dan pendanaan. batubara. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. terdiri dari: a. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. cadangan atau potensi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta penetapan wilayah kerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. neraca sumber daya wilayah kerja. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. pelaksanaan. wilayah kerja. implementasi Sipeg. dan produksi. c. b. Subbagian Kepegawaian. d. dan produksi. penelaahan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha.

batubara. c. b. eksplorasi dan operasi produksi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. panas bumi dan air tanah. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. e. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. pencatatan dan perhitungan PNBP. b. d. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. serta perhitungan bagi hasil. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Batubara dan Panas Bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. f. c. g.e. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Batubara dan Panas Bumi. i. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. terdiri dari: a. e. 103 . pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana dan program di bidang mineral. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan data. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. evaluasi kebijakan. j. batubara. d. perumusan perencanaan. h.

serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. f. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. c. e. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan. serta pemantauan pelaksanaan investasi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. batubara. asosiasi dan lembaga sertifikasi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. b. Batubara dan Panas Bumi. b. penyiapan. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Seksi Program Mineral dan Batubara. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. serta kerja sama di bidang mineral. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. terdiri dari: a. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. g. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. 104 .

batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. b. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. c. 105 . (2) Seksi Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP).Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. terdiri dari: a. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. Seksi Kerja Sama Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. batubara. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. d. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. b. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral.

c. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. d. serta penyusunan statistik pengusahaan. kriteria pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi.e. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. penyiapan rumusan standar. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. panas bumi dan air tanah. b. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. terdiri dari: a. norma. 106 . penyiapan. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan. f. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. batubara. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan.

Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. b. h. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Batubara. serta penetapan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. neraca sumber daya. penyiapan penetapan potensi. f. (2) Seksi Informasi Mineral. batubara. penyiapan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. pelaksanaan. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. statistik. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. terdiri dari: a. Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara. penelaahan. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah. cadangan dan wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penelaahan. batubara. 107 . panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. g.e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. pencadangan dan potensi di bidang mineral.

108 . evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penelaahan. penyiapan. terdiri dari: a. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. serta bagi hasil daerah.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. batubara dan panas bumi. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. e. d. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. penyiapan. penelaahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. b. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. b. pelaksanaan pencatatan.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

f. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. g. 113 . serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. e. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. b. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. d. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. c.

pelaksanaan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. b. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Seksi Hubungan Komersial Batubara. perumusan pengaturan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. b. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. f. g. i. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. h. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. 114 . perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pelaksanaan. d. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Mineral. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. c. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

115 . Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. c. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Subbagian Tata Usaha. g. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. b. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. f. b. c. serta pengelolaan air tanah. d. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. e.j. e. g. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. norma. terdiri dari: a. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. k. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. l. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. penyiapan rumusan standar.

b. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. pelaksanaan fasilitasi. d. Seksi Pengelolaan Air Tanah. i.h. studi kelayakan dan eksploitasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. 116 . Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. penelaahan. pelaksanaan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha.

penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. b. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. c. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. g. terdiri dari: a. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. e. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penelaahan. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. d. serta pengendalian air tanah. b. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. pelaksanaan. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. 117 .

serta pengendalian air tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi.h. b. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. e. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. d. i. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. terdiri dari: a. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. Seksi Pengendalian Air Tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. 118 . Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. b. c. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi.

penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. f. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. d. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 119 . terdiri dari: a.g. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. c. b. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. h. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. b. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan. 120 . terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. penelaahan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. pelaksanaan. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Seksi Konservasi Air Tanah. b. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta air tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.

b. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. f. Batubara dan Panas Bumi. e. kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. 121 . g. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. produk. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. K3. e.d. c. dan panas bumi. terdiri dari: a. serta penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Standardisasi Mineral. j. batubara. Batubara dan Panas Bumi. profesi personil. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. lindungan lingkungan. batubara. batubara dan panas bumi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. h. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. i. b. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. kelaikan teknis.

Batubara. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. dan Panas Bumi. f. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. g. b. dan panas bumi. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. profesi personil. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Standardisasi Mineral. produk. pemurnian. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. norma. penelaahan. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penyiapan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penelaahan. penyiapan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 122 . serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. jenis dan mutu produk. batubara. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. e. serta konservasi mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan.c.

Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. dan konservasi mineral. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b.b. b. 123 . e. serta konservasi mineral dan batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penelaahan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. pelaksanaan. d. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. batubara dan panas bumi. batas wilayah kerja. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Batubara dan Panas Bumi. f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. e. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan panas bumi. pelaksanaan.c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. penelaahan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. 124 . h. g. batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara. b. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. batubara dan panas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. penelaahan. i. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. d. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara.

c. f. e. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. pelaksanaan. pengangkutan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kalibrasi alat ukur. batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan rumusan standar. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. dan Panas Bumi. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. b. panas bumi dan air tanah. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. penyimpanan. d. penimbunan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. 125 . g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. instrumentasi. Batubara. pelaksanaan. dan panas bumi. Seksi Keselamatan Batubara. penelaahan. batubara. keamanan instalasi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

e. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan. d. penelaahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. norma. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. terdiri dari: a. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. batubara. f. pelaksanaan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. b. penyiapan rumusan standar. dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. 126 . evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara. c.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 127 .Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. e. penyusunan laporan hasil pengawasan. 128 . Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat IV. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat III. keuangan. d. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. terdiri dari: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. d. Inspektorat II. b. c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. c. b.

pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. f. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. h. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. j. e. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. b. g. keamanan. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. k. Bagian Rencana dan Laporan. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. kearsipan. d. keprotokolan dan rumah tangga. d. terdiri dari: a. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. Bagian Umum dan Keuangan. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. i. perlengkapan. pengurusan kepegawaian dan organisasi. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian. 129 .

dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. d. program kerja. b. rapat koordinasi. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. j. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Rencana. 130 . jaringan. Subbagian Penyiapan Laporan. penyiapan. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. h. f. e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penelaahan. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. dan rencana kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. c. akuntabilitas kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penyajian informasi. penelaahan. ketatalaksanaan. b. pelaporan. i. situs. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g.

Batubara dan Panas Bumi. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. analisis hasil pengawasan. pelaksanaan analisis. Badan Geologi. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. b. 131 . b. terdiri dari: a. penelaahan. d. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. c. Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan. pengolahan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan.

pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dan implementasi Sipeg. dokumentasi dan tata naskah. penyiapan. b. Subbagian Hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pertimbangan hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. masyarakat dan yustisia. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penyuluhan. d. penyiapan koordinasi urusan hukum. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. penelaahan. 132 . Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta pemberian pertimbangan hukum. Subbagian Kepegawaian. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. b. dokumentasi hukum. penyiapan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. dokumentasi hukum. terdiri dari: a. e. pelaksanaan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. c. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan. bantuan hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan.

dokumentasi dan tata naskah. i. persuratan dinas. keprotokolan dan kehumasan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. terdiri dari: a. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. perlengkapan. dan kearsipan. 133 . d. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. pelayanan kesekretariatan. serta pengurusan administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. j. dan implementasi Sipeg. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. h. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. b. penelaahan. perbendaharaan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. rumah tangga dan kehumasan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. pelaksanaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. k. pengurusan penganggaran. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan keamanan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. e. f. g. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perlengkapan. kebersihan. b. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. rumah tangga dan kehumasan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. c.

keprotokolan dan kehumasan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. d. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. perencanaan kebutuhan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). e. c.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan keamanan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. dan administrasi keuangan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pelaksanaan. b. perlengkapan dan pengadaan. 134 . perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. persuratan dinas. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kearsipan. penelaahan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan. perumusan laporan hasil pengawasan. penelaahan. pemeriksaan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

139 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

140 .BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. f. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. g. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. b. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Sekretariat Badan Geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. b. Pusat Lingkungan Geologi. penelitian dan pelayanan. Pusat Survei Geologi. d. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. dan geologi lingkungan. e. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. h. pelayanan survei geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. c. d. terdiri dari: a. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. b. e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. Bagian Rencana dan Laporan. f. serta pelaksanaan bantuan hukum. pelaporan. d. c. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. ketatalaksanaan. i.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta perencanaan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. b. informasi hukum. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. j. Bagian Keuangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. kearsipan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 141 . Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. h.

Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. jaringan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. penyajian informasi. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. satuan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. 142 . dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. terdiri dari: a. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. pelaksanaan. b. Subbagian Laporan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. c. d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. situs. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. b. jaringan dan situs informasi. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. penelaahan. akuntabilitas kinerja.

pelaksanaan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. kesejahteraan. d. c. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penggajian. kesejahteraan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. b. dan analisis jabatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta implementasi Sipeg. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengangkatan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. serta pengembangan organisasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pemberhentian. pelaksanaan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penggajian. pengembangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. serta implementasi Sipeg Badan. serta evaluasi atas mutasi. kepangkatan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. e. pemberhentian. c. 143 . penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengembangan. serta evaluasi atas perencanaan. pengadaan. kepangkatan. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penelaahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. b. penyiapan. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perlengkapan. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. PBI Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Akuntansi. b. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Perbendaharaan. terdiri dari: a. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. Subbagian Kekayaan Negara. c. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. e.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. perhitungan pelaksanaan anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. d. serta pengurusan revisi anggaran. c. 144 . pelaksanaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. dan revisi anggaran Badan. Neraca. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rumah tangga. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 517 Bagian Keuangan. f. penelaahan.

serta keprotokolan dan upacara Badan. serta pengurusan perlengkapan. dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan rumah tangga. f. c. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. b. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. e. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan. bantuan hukum. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. kearsipan. Subbagian Hukum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kebersihan dan keamanan Badan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. perpustakaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. persuratan dinas. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. c. informasi dan dokumentasi hukum. d. 145 . Pasal 521 Bagian Umum. penyiapan. kehumasan. pengadaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. distribusi penggunaan. penelaahan. pelayanan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. kesekretariatan. dan kearsipan. pelaksanaaan bantuan hukum. penyiapan koordinasi ketatausahaan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan hak atas kekayaan intelektual Badan.

batubara. h. g. rekayasa teknologi. bitumen padat. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. b. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. serta kerja sama penelitian dan pelayanan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Sarana Teknik. dan kepegawaian Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. c. d. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi penyelenggaraan penelitian. penyelidikan. penyelidikan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. j. serta rancang bangun dan pemodelan. Bidang Informasi. perumusan rencana dan program. Bagian Tata Usaha. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. mineral. gambut. f. administrasi keuangan. d. 146 . e. penyusunan neraca sumber daya geologi. e. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan panas bumi. c. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. i. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. serta pemetaan tematik potensi.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan. terdiri dari: a. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. 147 . Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. keamanan. c. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. b. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. d. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta rencana strategis berbasis kinerja. e. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. f. pelaksanaan. e. 148 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Laboratorium. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. c.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. 149 . serta pemutakhiran basis data. d. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Program.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. jaringan dan situs informasi. c. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penyiapan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. Subbidang Kerja Sama. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. penyiapan. b. penelaahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 540 Bidang Informasi. penganggaran. b. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan sosialisasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta operasi perangkat lunak informasi. dokumentasi dan publikasi.

serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. i. gempa bumi. pelaksanaan. tsunami. sistem. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. g. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rumah tangga. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. tsunami. serta pos pengamatan gunung api. d. c. pelaksanaan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. operasi perangkat lunak. sosialisasi. administrasi keuangan. serta rancang bangun. 150 . serta sesar aktif. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. dan gerakan tanah h. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penelaahan. b. perpustakaan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemodelan. dan kepegawaian Pusat. dokumentasi. f. penyelidikan. gempa bumi. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. dan rekayasa teknologi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah. j. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan ketatausahaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. pengurusan. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi pelaksanaan penelitian. pengurusan perencanaan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. keuangan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. kebersihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. b. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan sarana. d. kearsipan. keamanan. 151 . serta perpustakaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. l. pengangkatan. terdiri dari: a. c. penyelidikan. terdiri dari: a. keuangan. b.k. pemelaahan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 152 . d. pelaksanaan. pengurusan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. terdiri dari: a. Subbidang Pengamatan Gunung Api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. c. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. b. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. b. geokimia dan deformasi. penelaahan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. administrasi keuangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta penetapan status dan peringatan dini. penelaahan. penetapan status. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pemelaahan.

penelaahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. b. c. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. 153 . (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. b. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

154 . (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. gerakan tanah dan tsunami. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyiapan. penyiapan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyelidikan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. e. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penelaahan. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. b.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. c. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penelaahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. f. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. b. d.

geologi teknik dan air tanah. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan pengelolaan tata ruang. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Bidang Program dan Kerja Sama. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. b. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. 155 . keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. d. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. Bidang Informasi. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. penyelidikan. rekayasa teknologi. c. geologi teknik dan air tanah. administrasi keuangan. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. f. k. pengurusan perencanaan. e. e. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. pengangkatan. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. dan kepegawaian Pusat. pengembangan. c. j. h. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. i. g. terdiri dari: a. Bidang Sarana Teknik.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. c. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. f. keuangan. b. keamanan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. 156 . keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. d. kebersihan. e. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.c. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. 157 . serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. b. penelaahan. pelaksanaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. d. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Kerja Sama. terdiri dari: a. Subbidang Laboratorium. serta rencana strategis berbasis kinerja. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. Subbidang Program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. e.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta kerja sama pelayanan jasa.

rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. pelaksanaan sosialisasi. c. penyiapan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penganggaran. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. jaringan dan situs informasi. d. 158 . dokumentasi dan publikasi. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. serta pemutakhiran basis data. Pasal 578 Bidang Informasi. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan.

pelaksanaan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. dokumentasi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. perpustakaan. administrasi keuangan. 159 . evaluasi pelaksanaan penelitian. f. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. operasi perangkat lunak. penelaahan. pelayanan jasa survei. sosialisasi. e. dan kepegawaian Pusat. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. rumah tangga. j. pemetaan dan penelitian geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. penelitian dan penyelidikan geologi. pemetaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rekayasa teknologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. geomorfologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. m. k. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. i. pengelolaan ketatausahaan. g. geokimia. b. inventarisasi hasil survei. d. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. l. penelaahan. geofisika. sistem. c. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemetaan geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. tektonik. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. d. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. 160 . pengembangan. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta akuntansi. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Kelompok Jabatan Fungsional. pengurusan perencanaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. Bidang Informasi. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. c. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. keuangan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Program dan Kerja Sama. b. d. Bagian Tata Usaha. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Teknik.

b. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. Subbidang Laboratorium.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. f. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. 161 . pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Kerja Sama. serta kerja sama pelayanan jasa. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Subbidang Program. b. penelaahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. d. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penyiapan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. 162 . b. e.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penelaahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program.

pelaksanaan sosialisasi. penelaahan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 597 Bidang Informasi. perpustakaan. sosialisasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 163 . dokumentasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. b. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. sistem. b. serta pemutakhiran basis data. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. pelaksanaan. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. jaringan dan situs informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. operasi perangkat lunak. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penelaahan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa. Teknisi Litkayasa. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 164 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. Penyelidik Bumi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. panas bumi. 165 . pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penyelenggaraan. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. g. mineral batubara. f. e. d.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. b. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral.

g. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. kearsipan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. informasi hukum. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. dan rumah tangga. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. b. serta perencanaan kerja. c. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. h. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. terdiri dari: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. pengelolaan urusan ketatausahaan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. koordinasi pelayanan administratif Badan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta pelaksanaan bantuan hukum. 166 .

Bagian Umum. d. c. e. akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. b. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pengelolaan sistem. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. e.i. ketatalaksanaan. jaringan dan situs informasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Keuangan. 167 . Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. g. d. c. terdiri dari: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. terdiri dari: a. f. Subbagian Pengelolaan Informasi. j. Subbagian Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan.

penyajian informasi. pemberhentian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. situs. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. d. serta pengembangan organisasi Badan. satuan kerja.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pengembangan. jaringan. serta penyempurnaan organisasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. c. kepangkatan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. pengurusan perencanaan. pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. dan analisis jabatan. b. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penggajian. pelaksanaan. penelaahan. 168 . Subbagian Administrasi Kepegawaian. b. e. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. kesejahteraan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. penelaahan. c.

penyiapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. f. penyiapan. pengembangan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. e. b. serta evaluasi atas mutasi. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 618 Bagian Keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. PBI Badan. pengangkatan. serta implementasi Sipeg Badan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta evaluasi atas perencanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. pelaksanaan. kesejahteraan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penggajian. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. kepangkatan pemberhentian. serta pengurusan revisi anggaran. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi. penelaahan. penyiapan. b. pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. 169 . implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan.

perlengkapan. persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha. penelaahan. pelaksanaaan bantuan hukum. pengadaan. penelaahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. perpustakaan. pelaksanaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. c. perlengkapan. f. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. Pasal 622 Bagian Umum. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan rumah tangga. kearsipan. serta pengurusan perlengkapan. d. pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan kearsipan. informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan. b. distribusi penggunaan. e. c. b. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. dan pemeliharaan barang inventaris. dan revisi anggaran Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. kehumasan. Neraca. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan kesekretariatan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penyelesaian kerugian negara. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Subbagian Hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. 170 . serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual.

penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. g. b.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. d. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. kebersihan dan keamanan Badan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. f. 171 . serta keprotokolan dan upacara Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. bantuan hukum. kesekretariatan. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.

Kelompok Fungsional. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. d. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengangkatan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. dan kepegawaian Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan. keuangan. rumah tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Afiliasi. 172 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. i. terdiri dari: a. kebersihan. e. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengelolaan ketatausahaan.h. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. pengurusan perencanaan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Program. d. e. c. b.

173 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. serta pengadaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. b. terdiri dari: a. d. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyediaan bahan baku. penelaahan. pelaksanaan. Subbidang Pengembangan Sarana. e. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. dan kebersihan Pusat.

serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. b. penelaahan. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. 174 . pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyediaan bahan baku. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi. penyiapan. penyiapan. serta analisis. Pasal 637 Bidang Program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 175 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. b. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. e. d.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. c.

d. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. jaringan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. administrasi keuangan. penelaahan. e. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. rumah tangga. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. dan kepegawaian Pusat.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. g. b. 176 . pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. i. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan ketatausahaan. f.

pemeliharaan sarana kerja. persuratan dinas dan kearsipan. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bagian Tata Usaha. d. terdiri dari: a. keuangan. pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Program. serta pengadaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". b. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengelolaan anggaran. keamanan. kebersihan. 177 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta pelaksanaan keamanan. dan kebersihan Pusat. d. c. b. pengurusan perencanaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keuangan. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. penyiapan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. d. penyediaan bahan baku. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. pelaksanaan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. 178 .Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku.

serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. b. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. penelaahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 656 Bidang Program. 179 .

b. penelaahan. d. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 180 . terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. jaringan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi. b. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Informasi dan Publikasi.

Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. rumah tangga. i. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. 181 . c. b. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. d. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. e. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Kelompok Fungsional. c. Bidang Program. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. Bidang Afiliasi. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. terdiri dari: a. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. d. h. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan kebersihan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. serta pengadaan. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. e. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 667 Bagian Tata Usaha.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. b. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. persuratan dinas dan kearsipan. c. pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengurusan perencanaan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. 182 . Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 183 . pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. penyiapan. b. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. e. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. Subbidang Pengembangan Sarana. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan. d. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. terdiri dari: a. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta analisis. 184 . penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi. Pasal 675 Bidang Program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673.

Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 185 . serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. terdiri dari: a. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. b. penelaahan. b. c. jaringan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677.

Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Afiliasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. c. Kelompok Fungsional. c. administrasi keuangan. keuangan. h.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. e. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. e. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Bagian Tata Usaha. i. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. g. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. f. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. b. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. geokimia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. b. dan kepegawaian Pusat. Bidang Program. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. dan geofisika kelautan. rumah tangga. j. perumusan pedoman dan prosedur kerja. terdiri dari: a. 186 . d.

pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. d. perbendaharaan dan akuntansi. 187 . keselamatan kerja dan keprotokolan. pengembangan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. persuratan dinas dan kearsipan. c. serta pelaksanaan keamanan. b. keamanan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengangkatan. perbendaharaan dan akuntansi. perencanaan. serta pengadaan. pemeliharaan sarana kerja. dan kebersihan Pusat.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. 188 . e. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbidang Pengembangan Sarana. b. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. d. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. pengelolaan.c. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.

189 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. b. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta analisis. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

terdiri dari: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan. 190 . Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. e. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. b. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. jaringan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. jaringan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 698 Bidang Afiliasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan pengelolaan sistem.d. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . Teknisi Litkayasa.

perumusan kebijakan penyelenggaraan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. mineral. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. c. d. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. h. geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. batubara. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. 192 . e. f. g. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan.

Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. 193 . satuan kerja. g. f. pembinaan kerja sama. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. h. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. e. b. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. e.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. i. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. c. d. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. koordinasi pelayanan administratif Badan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. serta perencanaan kerja. terdiri dari: a. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. akuntabilitas kinerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaporan. k. c. dan rumah tangga. c. d. e. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. g. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. f. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. h. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 708 Sekretariat Badan. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Bagian Umum. Bagian Keuangan. penganggaran. l. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Bagian Kepegawaian.j. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. pelaporan. 194 . kearsipan.

d. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penganggaran. dokumentasi dan tata naskah pegawai. perencanaan kerja. penyiapan. jaringan dan situs informasi Badan. pemberhentian. Subbagian Kerja Sama. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. c. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. 195 . pelaksanaan. penelaahan. c. prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan. b. pengurusan perencanaan. serta pengembangan organisasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. kesejahteraan. b. pengadaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. dan sistem. e. serta evaluasi atas laporan berkala. pengembangan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kepangkatan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. pelaksanaan. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. serta implementasi Sipeg. dan analisis jabatan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelaahan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. 200 . Subbidang Utilitas. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. b. pelaksanaan. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. terdiri dari: a. produk kilang. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. c. penelaahan. kontrol kualitas. pelayanan jasa. d. penyiapan. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang.

penyediaan dan pemanfaatan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. penelaahan. c. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pemanfaatan. penelaahan. 201 . penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. b. d. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. pelaksanaan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. Subbidang Laboratorium. penelaahan. Subbidang Bengkel. b.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736.

penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kriteria dan prosedur. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pedoman. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan kepustakaan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 202 . penelaahan. kerja sama. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. c. d. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. standar. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penelaahan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta kepustakaan. f. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. g. pelaksanaan. penyiapan penyelenggaraan.

h. pengelolaan ketatausahaan. b. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Batubara. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. b. perlengkapan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. prosedur. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. 203 . norma. pemberian pelayanan jasa. pedoman. f. kearsipan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Kelompok Jabatan Fungsional. c. d. kriteria pendidikan dan pelatihan. i. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknis. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. c. e. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. e. terdiri dari: a. g.

kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. e. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. 204 .Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. serta hukum. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. kehumasan dan keprotokolan. d. b. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. perbendaharaan. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. organisasi. akuntansi. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. ketatalaksanaan dan umum Pusat. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. c. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

c. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. penggunaan. rencana pengembangan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. terdiri dari: a. norma. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pedoman. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan standar. Subbidang Pengembangan Sarana. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan pemeliharaan. c. 205 . pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. e. Subbidang Pengoperasian Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.

norma. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. penyiapan rumusan standar. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.d. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. Subbidang Program dan Kerja Sama. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. e. kerja sama dan sistem. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan prosedur. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. e. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. 206 . pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. c. penelaahan. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. norma. b. d. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. e. c. d. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria pendidikan dan pelatihan. norma. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pedoman. pelaksanaan. penyusunan standar. pemberian pelayanan jasa. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. b. terdiri dari: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. prosedur. penyusunan standar. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria dan prosedur. pedoman. norma. pedoman. kriteria dan prosedur. f. 207 . penyiapan penyelenggaraan. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pelaksanaan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan.

dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha. h. b. b. akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. c. pengelolaan ketatausahaan. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. perbendaharaan. perlengkapan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. terdiri dari: a. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. d. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. c. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. 208 . Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.g. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.

penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. dan sistem. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. c. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. norma. Subbidang Perencanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. 209 . terdiri dari: a. b. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. jaringan dan situs informasi. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. kerja sama. pedoman. akuntabilitas kinerja. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.

penelaahan. pelaksanaan kerja sama. penelaahan. kriteria dan prosedur. pelaksanaan. b. terdiri dari: a. kerja sama. 210 . serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. e. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi. pelaksanaan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penyiapan. norma. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Subbidang Sarana dan Prasarana.

Bagian Tata Usaha. h. d. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. b. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. c.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. f. d. kriteria pendidikan dan pelatihan. e. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. pelaksanaan. b. g. 211 . pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. pemberian pelayanan jasa. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. pedoman. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. prosedur. Bidang Pelatihan dan Sarana.

Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. terdiri dari: a. b. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. 212 . organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. perbendaharaan. d. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. perlengkapan. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. hukum. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dokumentasi dan tata naskah. c.

serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. e. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. kerja sama. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. b. c. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. norma. terdiri dari: a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. serta evaluasi atas standar. penelaahan. norma dan kriteria. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pedoman. 213 . Subbidang Perencanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan. penelaahan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d.

(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. c. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. pelaksanaan. 214 . promosi. Subbidang Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. b. d. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Subbidang Sarana dan Prasarana. e. b. penelaahan. pelaksanaan kerja sama.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

216 . yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Direktorat Jenderal. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. e. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. d. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. b. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Inspektorat Jenderal dan Badan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan.

perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. 217 . e. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. h. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. c. k. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. i. f. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. d. serta neraca energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. g. b. j.

Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. b. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. d. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. d. b. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. serta kearsipan Pusat. dukungan operasi kerja. 218 . Pasal 804 Bagian Tata Usaha.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. c. c. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. pelaporan dan tata persuratan. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaksanaan urusan tata usaha. rumah tangga. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. b. dan persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. e. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bidang Kajian Strategis. c. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Subbagian Tata Usaha Pusat. serta kearsipan Bakoren. Bagian Tata Usaha.

serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. i. b. h. 219 . b. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. terdiri dari: a. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. f. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. j. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. penyiapan norma. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. k. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. g. d. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. l. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi.

serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. ketenagalistrikan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelayanan data dan informasi. b. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. penyusunan rumusan norma. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. d. pelaksanaan. penelaahan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penelahaan. c. batubara dan panas bumi. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan. 220 . standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan. f. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi.

penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. pelaksanaan. b. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. 221 . penelahaan. e. d. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. gambut. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. f. b. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pelaksanaan kajian kebijakan strategis.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. air tanah dan kegeologian. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. bitumen padat. penelahaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Energi.

wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 222 . serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi.

dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. organisasi. perencanaan kerja. peralatan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. 223 . dokumentasi. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dengan lingkup meliputi personil. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama.a kepada pejabat eselon I. penganggaran.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. peraturan perundang-undangan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. standardisasi teknis. regulasi ekonomi dan keteknikan. dan keselamatan umum. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu.

(3) Kepala Biro. Inspektur Jenderal.b. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Kepala Pusat. Direktur. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (5) Kepala Subbagian.BAB XIV ESELON.a. Inspektur. (4) Kepala Bagian. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal.a. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a. 224 . (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Direktorat Jenderal.a. Direktur Jenderal.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.d. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. X. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 225 . (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.

(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 . susunan organisasi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. fungsi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . maka: a. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. b. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. c. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful