MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

koordinasi kegiatan Departemen. Departemen lain. b. d. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. 5 . e.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Kementerian Negara. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. d. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Biro Keuangan. b. Lembaga Pemerintah Non Departemen. terdiri dari: a. c. c. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Umum. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. dan lembaga lain yang terkait. Biro Perencanaan dan Kerja Sama.

rencana pembangunan jangka panjang. Bagian Perencanaan Anggaran. terdiri dari: a. evaluasi kebijakan pembangunan. dan rencana anggaran. j. menengah dan tahunan. k. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). rencana kerja dan anggaran. b. b. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. berkoordinasi dengan Biro Keuangan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. 6 . serta pengelolaan kerja sama Departemen. c. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. c. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. serta perumusan akuntabilitas kinerja. rencana dan program kerja. l. Bagian Kerja Sama. serta rencana strategis. penyusunan harga satuan. e. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. rencana anggaran. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan pembangunan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. g. serta kerja sama. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. i. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. d. h. f. sosialisasi kebijakan pembangunan. d. Bagian Analisis dan Evaluasi. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. e. rencana dan program kerja dan anggaran.

rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Menengah dan Tahunan Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. b. terdiri dari: a. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. penyusunan rumusan RK-KL. Batubara dan Panas Bumi. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Perencanaan Penunjang. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. f. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. b. penelaahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar dan kriteria rencana kerja. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. dan Badan Geologi. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Inspektorat Jenderal. 7 . penelaahan. penyiapan rumusan norma. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.

kriteria perencanaan anggaran. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. penelaahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. b. dan 8 . penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. b. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyiapan. penyiapan rumusan satuan harga pokok. d. penyiapan. dan Badan Geologi. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. c. Subbagian Penganggaran Penunjang. c. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. e. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi.

menengah. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. kriteria akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pengembangan rencana kerja.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. 9 . Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. b. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. rencana pembangunan jangka panjang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. d. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. terdiri dari: a. RKA-KL. penyiapan bahan sidang. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. g. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. c. e. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. f. norma. tahunan dan rencana strategis. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen.

10 . serta kerja sama asosiasi. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. f. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. kriteria kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penelaahan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Panas Bumi. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. g. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. dan Badan Geologi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Batubara. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. norma. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. h. c. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen.

b. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. terdiri dari: a. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Kerja Sama Bilateral.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. pembinaan mutasi. pengadaan. serta penyiapan penetapan pemberhentian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. perencanaan. penelaahan. penempatan dan pengembangan pegawai. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. penelaahan. penelaahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. jabatan struktural dan fungsional. 11 . serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. e. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. pengembangan organisasi dan tata laksana. disiplin. pemensiunan. c. dan kesejahteraan pegawai. d. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). dan penilaian kinerja pegawai. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional.

kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. g. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta kartu PNS. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. Pegawai Negeri Sipil (PNS). e. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. i.f. d. pengelolaan sistem informasi pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). terdiri dari: a. d. penyusunan rencana formasi. pola dan pengembangan karir pegawai. evaluasi pembinaan kepegawaian. f. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. h. serta administrasi penugasan ke luar negeri. penyiapan rumusan rencana. norma. e. serta standardisasi kompetensi jabatan. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. g. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. c. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. k. pengadaan. 12 . c. penyiapan rumusan standar.

dan penugasan pegawai ke luar negeri. bimbingan teknis. b. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penyiapan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen.h. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. Subbagian Pengembangan Karir. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. pemindahan. kepangkatan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penyiapan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. penyiapan. i. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. dan Kartu PNS Departemen. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. urusan tugas belajar dan izin belajar. 13 . pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. pemberhentian dan disiplin. kompetensi pegawai. pengelolaan administrasi tugas belajar.

ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. cuti. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. 14 . pelaksanaan. pembebasan sementara. pemberhentian. pemindahan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. j. i. dan penarikan kembali pegawai. d. c. pemindahan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. pelaksanaan kesejahteraan. dipekerjakan. b. pelaksanaan disiplin pegawai. pemberhentian dan disiplin. Taspen. serta Kartu Istri. dan penilaian prestasi pegawai. pemberhentian. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. e.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. kriteria mutasi pegawai. serta kesejahteraan pegawai. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. penyiapan standar. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. pelaksanaan pemindahan pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. dan penilaian angka kredit. h. k. dipekerjakan. f. Kartu Suami. norma. ujian dinas dan Ujian KPPI. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. terdiri dari: a. perbantuan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. dan Bapertarum. pelaksanaan kepangkatan. g. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. Askes. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. penarikan kembali. perbantuan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pengangkatan kembali. kepangkatan. penelaahan. kepangkatan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. pemindahan.

dan penetapan pengelola anggaran Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. penggajian. 15 . (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi lembaga tripartit. pelaksanaan. f. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. penyiapan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. b. jabatan. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelayanan kesehatan. penilaian angka kredit. Taspen.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penghargaan. disiplin. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Askes. pendidikan dan pelatihan pegawai. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pemberhentian dan pemensiunan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. Kartu Istri. c. penelaahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Kartu Suami. Daftar Urut Kepangkatan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. i. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. h. pemberhentian. penelaahan. kepangkatan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Bapertarum pegawai Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. g. pemindahan. e. penghargaan. dan daftar riwayat hidup pegawai. pelaksanaan. pengadaan pegawai.

d. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. serta pengembangan organisasi dan jabatan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. penelaahan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. kepangkatan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. c. klasifikasi dan peta jabatan. pelaksanaan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. penelaahan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. e. penyiapan rumusan standar. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pelaksanaan. pendidikan dan pelatihan pegawai. b. c. serta evaluasi. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penelaahan. pemindahan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jabatan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. 16 . pemberhentian. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penggajian. b. penghargaan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. terdiri dari: a. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan pegawai. kriteria pengembangan organisasi. pelaksanaan. norma.

peta jabatan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. administrasi keuangan. Subbagian Kelembagaan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. h. dan pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. penelaahan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. terdiri dari: a. Subbagian Tata Laksana. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. 17 . standardisasi kompetensi jabatan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan.f. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengembangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. b. analisis beban kerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pola hubungan kerja. c.

Bagian Akuntansi. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. administrasi keuangan. kekayaan negara dan akuntansi. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kekayaan Negara. i. perbendaharaan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. serta pelaksanaan akuntansi. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. c. g. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. serta nota keuangan. l. h. e. serta Neraca Departemen. e. b.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. dan implementasi sistem akuntansi. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. c. j. pembinaan inventarisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). d. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. serta pembinaan perbendaharaan. f. Bagian Perbendaharaan. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. laporan realisasi anggaran. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. k. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Pendapatan dan Belanja. penyelesaian kerugian negara. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Pasal 49 Biro Keuangan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. 18 .

penelaahan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. j. e. g. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. c. penyiapan. f. penelaahan. penyiapan target. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. d. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. c. evaluasi tarif dan revisi PNBP. terdiri dari: a. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). pelaksanaan. penyiapan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. b. Subbagian Anggaran Pendapatan. norma. penyusunan rumusan standar. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. dan urusan tata usaha Biro. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. 19 . k. i. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Anggaran Belanja. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen.

penyiapan rumusan standar. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. 20 . pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. b. g. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penelaahan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. c. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. e. Inspektorat Jenderal. c. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. d. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. f. dan pengelolaan SPM. b. penelaahan. Badan Geologi. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. norma.

ganti rugi. terdiri dari: a. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. norma. tuntutan perbendaharaan. 21 . Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. e. d. g. penelaahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pengelolaan kekayaan negara. b. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. b. penelaahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. f. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. c. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. dan bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan.

implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). rekonsiliasi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. Batubara dan Panas Bumi. Badan Geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). f. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. Pasal 64 Bagian Akuntansi. penelaahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan verifikasi. penelaahan. Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. b. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. norma. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. b. Subbagian Penyiapan Neraca.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. c. g. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. e. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. d. 22 .

serta program legislasi dan regulasi. 23 . rekonsialiasi. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. d. serta evaluasi atas pembukuan aset. verifikasi anggaran. dan bantuan hukum. serta kehumasan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Neraca. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. f. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. bantuan hukum. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. pelaksanaan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. g. equitas dana. konsolidasi. penelaahan. dan implementasi SAI Departemen. h. e. pengelolaan dokumentasi. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta pelaksanaan kehumasan. pelaksanaan. penelaahan. bantuan hukum dan kehumasan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. dan penyelesaian kasus hukum. dan implementasi SAAT Departemen. c. dan bantuan hukum. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta hubungan masyarakat Departemen. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. kewajiban.

Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. e. c. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. evaluasi peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. b. terdiri dari: a. c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Penelaahan Hukum. serta program legislasi dan regulasi Departemen. j.i. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. b. dan bantuan hukum. d. terdiri dari: a. Bagian Bantuan Hukum. b. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. 24 .

serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria kontrak atau perjanjian. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. b. penyiapan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. f. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. d. 25 . c. dan unsur unit penunjangnya. g. norma. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. h. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen.

penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. e. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penyiapan.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan unsur unit penunjangnya. dan unsur unit penunjangnya. c. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. f. Batubara dan Panas Bumi. b. penelaahan. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan rumusan standar. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. 26 . Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan. penelaahan. b. c. norma. penyiapan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. pelaksaaan. penelaahan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. penelaahan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. c.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. 27 . terdiri dari: a. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. dan unsur unit penunjangnya. norma. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. b. konferensi pers. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksaaan. pelaksaaan. serta monitoring dan analisis berita. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Batubara dan Panas Bumi. d. dan unsur unit penunjangnya. f.

i. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas hubungan dengan media. c. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. abstrak peraturan perundang-undangan. pameran Departemen. penerbitan. 28 . Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. monitoring dan analisis berita Departemen. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. b. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan peliputan. peliputan dan perekaman kegiatan. Subbagian Publikasi. penelaahan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. konferensi pers. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. penelaahan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. h. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen.g. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. j. pelaksanaan. dan urusan tata usaha Biro.

c. d. Sekretaris Jenderal.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. h. pengadaan. Pasal 87 Biro Umum. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. g. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. e. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. tugas 29 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. f. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. d. c. pengelolaan rumah tangga. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. pengelolaan keamanan dan keselamatan. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. b. penyediaan sarana dan prasarana kerja. f. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. e. Bagian Tata Usaha. tata usaha dan kearsipan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. i. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. perlengkapan dan pengadaan. j. Bagian Perlengkapan.

persuratan dinas. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. f. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. e. Subbagian Tata Usaha Menteri. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. penyiapan penyelenggaraan rapat. c. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. c.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelantikan. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. b. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen.

kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. b. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. 31 . pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. e. pelaksanaan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penelaahan. b. persuratan dinas. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. norma. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. f. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan ekspedisi surat dinas. c. c. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha Departemen. Subbagian Kearsipan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penjadwalan kegiatan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. penelaahan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. d. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal.

Jakarta Pusat). pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Thamrin 1. keselamatan.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. 32 . (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. b. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. c. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan kebersihan. f. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. e. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. M. keamanan. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. d. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. keselamatan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Staf Ahli. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. c. Staf Ahli.H. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan.

norma. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. kriteria perlengkapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penelaahan penyiapan. d. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. inventarisasi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. g. serta pengadaan. pelaksanaan pengadaan. f. penyiapan bahan rumusan standar. 33 . c. terdiri dari: a. c. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan kegiatan. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. dan kearsipan Staf Ahli. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. b. Subbagian Pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Rencana Kebutuhan.

34 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

norma. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. c. e. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. c. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. kriteria. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. 35 . penyusunan standar. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. pedoman. b. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.

Kelompok Jabatan Fungsional. b. g. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. 36 . kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. i. terdiri dari: a. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. c. pelaporan. f. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Rencana dan Laporan. e. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Keuangan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. d. e. akuntabilitas kinerja. satuan kerja. b. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. h.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

b. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. c.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). 41 . rencana dan program. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. e. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. pelaksanaan. l. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan pengaturan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. implementasi Sipeg. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. h. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. WP & B). serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. k. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. d. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. g. m. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. i. j. n. f. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi.

f. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan statistik. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. d. c. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. b. b. e. serta pencadangan strategis. e. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi.o. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. h. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. serta data kebutuhan. terdiri dari: a. b. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. evaluasi kebijakan. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. d. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. p. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. g. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. norma. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. c. 42 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penelaahan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. b. norma. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan rumusan. c. b. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. f. penelaahan. g. dan pelaksanaan sosialisasi. pengumpulan data potensi. permasalahan iklim usaha.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. serta penyediaan informasi. 43 . terdiri dari: a. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. dan terms of condition KKS. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. d. penyiapan.

penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. e. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. j. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. b. penyiapan. tugas serta induk. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. f. 44 . pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. pajak. tugas serta induk. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pencatatan. penyiapan. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. g. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). d. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. norma. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. retribusi. c.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. serta biaya operasi. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. i. serta bagi hasil daerah. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. h. pemeriksaan dan pengujian.

penelaahan. harga minyak mentah Indonesia. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. lifting dan target penerimaan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. c. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. f. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. d. e. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. tenaga kerja asing. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan. pajak.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. b. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penelaahan. retribusi. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. 45 . pelaksanaan. PNBP dan tarif iuran. tenaga kerja asing. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. g. terdiri dari: a. b. norma. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi.

pelaksanaan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penggunaan barang operasi. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. terdiri dari: a. pelaksanaan. rencana impor barang operasi. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. b. penyiapan. serta pengaturan tenaga kerja asing. penelaahan. dan kerja sama dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. j. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. k. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana penggunaan tenaga kerja asing. fasilitasi lembaga tripartit. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. pemberdayaan produksi dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.h. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. 46 . penelaahan. b. i. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. penyiapan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pelaksanaan. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. 47 . serta kerja sama Pemerintah Daerah. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. g. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. f. e. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. b. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS).c. penelaahan. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. d. Seksi Multilateral dan Regional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. penyiapan. pelaksanaan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

e. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. norma. f. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. g. kriteria pengelolaan WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. l. e. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. j. Subdirektorat Wilayah Kerja. 48 . serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan standar. d. pengelolaan WK.d. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. d. k. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). h. f. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. g. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. terdiri dari: a. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. e. b. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. c. pelaksanaan pengumuman WK. i. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Kelompok Jabatan Fungsional. h. b. f.

Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. e. f. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. b. penelaahan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. d. terdiri dari: a. 49 . b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. norma. penilaian. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penelaahan. kriteria usaha eksplorasi.

Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan. g. 50 . pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. j. norma. i. e. penyiapan. d. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. h. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. c. penelaahan. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. kriteria. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan. f.

Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. penelaahan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. 51 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. penyiapan. norma. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. tumpang tindih lahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. c. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. b. penyiapan rumusan standar. penelaahan. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. f. d. b. g. e. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

d. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. f. penelaahan. 52 . pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. i. h. e. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. norma. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. g. c. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

c. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. g. h.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 53 . serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. bahan bakar lain. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. bahan bakar gas. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Light Petroleoum Gas (LPG). Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penyiapan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. b. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. i. penelaahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. perumusan jenis bahan bakar minyak. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Penyediaan. Light Natural Gas (LNG). e. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). perumusan pengaturan Penugasan. penelaahan.

d. 54 . Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. norma. c. c. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. k. bahan bakar gas. f. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. bahan bakar lain. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. h. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. b. d. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pengelolaan data. b. g. i. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. j. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. e. LNG. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.j. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. l. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha pengolahan. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. f. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. pengelolaan data. Kelompok Jabatan Fungsional. LPG.

serta pemantauan penyediaan bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. g. hasil olahan dan bahan bakar lain. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pengelolaan data. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan standar. penelaahan. penyiapan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. e. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. penelaahan. h. c. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. norma.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. 55 . penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. terdiri dari: a. b. Seksi Pengolahan Minyak Bumi.

Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. norma. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. j. c. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. hasil olahan dan bahan bakar lain. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. 56 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. e. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penyiapan. kriteria harga bahan bakar. penyiapan rumusan formulasi harga. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penyiapan. penelaahan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. b.i. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. d. bahan bakar gas dan LPG. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. serta penyiapan penetapan P3JBT. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi.

penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. pelaksanaan. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c.f. d. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. norma. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. LNG. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. gas bumi. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. f. h. e. b. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. 57 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penelaahan. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. pengelolaan data. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. h. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. kriteria usaha niaga. g. penyiapan. penelaahan. i. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. g. penyiapan perizinan usaha niaga. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. LPG. penyiapan.

hasil olahan dan bahan bakar lain. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Seksi Niaga Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. kriteria usaha non bahan bakar. pelumas. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan. Seksi Niaga Gas Bumi. biodiesel. b.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. petrokimia. terdiri dari: a. c. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. Seksi Proses Non Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. LNG. b. tugas 58 . Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan norma. terdiri dari: a. b. penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. LPG. hasil olahan dan bahan bakar lain. d. penelaahan. penyiapan. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. h. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. usaha penunjang. dan non bahan bakar lainnya. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. penelaahan. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. petrokimia. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. petrokimia. b. d. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. biodiesel. e. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. lindungan lingkungan. 59 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. biodiesel. g. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. penelaahan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. profesi personil. produk. dan non bahan bakar lainnya. penyiapan. lindungan lingkungan. serta penggunaan tenaga teknik. penyiapan. c.

d. j. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. e. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. c. c. 60 . f. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. h. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.i. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . f. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib.

Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. c. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. 61 . evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. e. dan penggunaan tenaga teknik. K3. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. g. keselamatan operasi. b. f. dan kalibrasi alat ukur. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. norma. terdiri dari: a. instalasi. penyiapan rumusan standar. instrumentasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d.

penyiapan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. dan kalibrasi alat ukur. d. penelaahan. instalasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan penggunaan tenaga teknik.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. instrumentasi. 62 . K3. penyiapan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. pengangkutan. e. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. keselamatan operasi. b. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. c. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.

penelaahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. serta penjaminan pasca operasi. pelaksanaan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. b. Seksi Keselamatan Pengolahan. pengangkutan.f. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 63 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. c. penyiapan. penyiapan. terdiri dari: a. g. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Penyimpanan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan.

(2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. g. penelaahan. pelaksanaan. norma. b. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. e. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a.d. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. dan kriteria usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. pelaksanaan. 64 . penyiapan rumusan standar. c. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang.

g. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. 65 . pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. produk. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.d. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. f. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. profesi personil.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d. kriteria. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. c. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. 67 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. penyusunan standar.

serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. terdiri dari: a. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. c. d. satuan kerja. 68 . g. i. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. f. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. h. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. e. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan urusan ketatausahaan.

d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. g. f. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. c. jaringan. situs. pelaporan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Keuangan. akuntabilitas kinerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. c. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. terdiri dari: a. pengelolaan sistem. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. rapat koordinasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Laporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. e. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. ketatalaksanaan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Kelompok Jabatan Fungsional. b. b. Bagian Umum dan Kepegawaian. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. e. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. 69 .

implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. satuan kerja. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. PBI Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. d. Subbagian Perbendaharaan. e. Pasal 237 Bagian Keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. 70 . serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan. serta pengurusan revisi anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. serta penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. f.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal.

penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. c. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pertimbangan hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan informasi. dokumentasi dan sosialisasi hukum. 71 . Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta kehumasan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. penyiapan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. b. c. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. d. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. pemberian telaahan dan bantuan hukum.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. terdiri dari: a. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. f.

dan kearsipan. pemberhentian. pelaksanaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. g. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. dan Implementasi Sipeg. terdiri dari: a. c. b. f. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta urusan keprotokolan dan upacara. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. keamanan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. pengadaan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Subbagian Kepegawaian. telepon. mutasi. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Subbagian Tata Usaha. e. 72 . Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. ekspedisi persuratan dinas. d. penelaahan. pertamanan dan perparkiran. pengurusan formasi. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan. c. perlengkapan dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. b.

kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. evaluasi kebijakan. b. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. 73 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. rencana dan program. serta rencana dan program pembangunan berjangka. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. g. persuratan dinas dan kearsipan. implementasi Sipeg. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. f. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. d. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. h. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. rencana dan program. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. pelaksanaan. rencana pengadaan.

Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. e. penyiapan rumusan. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. e. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. c. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. b. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. b. c. 74 . evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. b. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. menengah dan tahunan tenaga listrik. g. d. f.

penelaahan. c. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan. b. penyiapan. 75 . Seksi Investasi Tenaga Listrik. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. d.

penyiapan bahan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. f. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. d. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. pelaksanaan. b. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. kriteria tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. b.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 76 . Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. e. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a.

Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Seksi Multilateral dan Regional. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. 77 . serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. evaluasi pelaksanaan rencana. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. asosiasi dan lembaga lainnya. b. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan dokumen perjanjian. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. penyiapan rumusan rencana dan program. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. lembaga sertifikasi. d. penelaahan. b.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. multilateral dan regional. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a.

Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. e. b. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengolahan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. d. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. pelaksanaan pengelolaan data. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. penyiapan. 78 . b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik.

pembinaan. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. d. serta perlindungan konsumen. b. i. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. e. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. e. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. f. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. 79 . h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. c. d. c. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha.

penelaahan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan wilayah usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. d. penyiapan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik.c. tugas 80 . Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. d. pelaksanaan. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. c. serta efisiensi dan transparansi usaha. penelaahan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik.

serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. e. pemberian sanksi. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. norma. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. 81 . terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. penelaahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha. c.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. b. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. f. penelaahan. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Izin Usaha. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. terdiri dari: a. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan.

penyiapan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. b. penelaahan. penelaahan. d. penyiapan rumusan standar. b. 82 . kriteria hubungan komersial. e. f. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. norma. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. c. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. terdiri dari: a.

Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penelaahan. c. d. e. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. mempunyai tugas 83 . Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan. norma.

Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan dan K3. terdiri dari: a. serta pembinaan teknis. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. h. lindungan lingkungan. d. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. g. 84 . perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. c. produk. e. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. f. kelaikan teknis. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. profesi personil. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. e. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. b. i. d. Kelompok Jabatan Fungsional. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan. g. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. e. f. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. penyiapan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta Rancangan SNI. d. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. b. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. c. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 85 . b. penelaahan.

norma. terdiri dari: a. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. 86 . pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. penyiapan rumusan standar. keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. f. kalibrasi alat ukur. penyiapan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. c.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. instrumentasi. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. pelaksanaan. penelaahan. dan K3. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. kelaikan peralatan. penelaahan. d. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan.

d. 87 . terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. c. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. b. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. f. penelaahan.

serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. 88 . Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. b. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan.

89 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. profesi personil. produk. f. terdiri dari: a. norma. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. g. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. b. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. c. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. e. dan kriteria usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. penelaahan. penelaahan.

d. c. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. c. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. perumusan pedoman dan prosedur kerja. energi perdesaan dan konservasi energi. e. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. b. c. energi perdesaan dan konservasi energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. g. f. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. norma. d. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. b. f. b. 90 . penyiapan rumusan standar. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Subdirektorat Energi Perdesaan. terdiri dari: a. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. e. h. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. kriteria pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. energi alternatif.

evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. penelahaan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha.d. penyiapan rumusan kebijakan. penelahaan. b. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. norma. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. e. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. 91 . b. e. terdiri dari: a. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan. c. d. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi.

penyiapan. b. c. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penelahaan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Seksi Program Konservasi Energi. pelaksanaan. penelahaan. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. rencana dan program. penyiapan. norma dan kriteria konservasi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. 92 . Seksi Penerapan Konservasi Energi. penyiapan rumusan standar. penyiapan. serta evaluasi atas program konservasi energi. e. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi.

Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Energi Perdesaan. serta pedoman pengembangan. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. 93 . c. pemberdayaan masyarakat. e. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penelahaan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. norma. dan kriteria pengembangan energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan.. b. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. rencana dan program. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. penelahaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. d. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan.

terdiri dari: a. penyiapan. b. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. 94 . c. penelahaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.

95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

d. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. kriteria. batubara dan panas bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. 96 . batubara dan panas bumi. pedoman. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. batubara. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. batubara dan panas bumi. norma. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Jenderal Mineral. dan panas bumi. dan prosedur di bidang mineral. c. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyusunan standar.

koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. kearsipan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. dan rumah tangga. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. e. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. h. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi. b. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. 97 . Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Batubara dan Panas Bumi. f. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. c. terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. e. Batubara dan Panas Bumi. satuan kerja. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. g. Batubara dan Panas Bumi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal.

penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Umum dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. b. g. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. 98 . f. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. d. c. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. e. rapat koordinasi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. terdiri dari: a. pelaporan. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pengelolaan Informasi. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Laporan. b. c. Batubara dan Panas Bumi. jaringan dan situs informasi. pengelolaan sistem. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. c. akuntabilitas kinerja.

jaringan. situs. e. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyelesaian kerugian negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 99 . d. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 354 Bagian Keuangan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. f. b. c. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. PBI Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. satuan kerja. Subbagian Kekayaan Negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penelaahan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. pertimbangan hukum. penelaahan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta kehumasan. terdiri dari: a. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. penyelesaian kerugian negara. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan. c. b. penelaahan. f. dan Neraca Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. Subbagian Pertimbangan Hukum. pelaksanaan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. pelaksanaan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. pemberian telaahan dan bantuan hukum. d. e. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. b. 100 . serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal.

serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan keprotokolan dan upacara. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. mutasi. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penyiapan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. telepon. kebersihan. panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penelaahan. pemberhentian. keamanan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. e. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. ekspedisi persuratan dinas. pelaksanaan urusan kesekretariatan. program legislasi dan regulasi bidang mineral. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pengurusan formasi. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. f. batubara. perlengkapan dan rumah tangga. d. dan kearsipan. 101 . penelaahan. dan Implementasi Sipeg. g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pengadaan pegawai. pertamanan dan perparkiran. c. b. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan.

cadangan atau potensi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha. neraca sumber daya wilayah kerja. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. terdiri dari: a. b. dan produksi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. investasi dan pendanaan. c.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. d. pelaksanaan. perumusan kebijakan pengembangan usaha. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kepegawaian. serta kebijakan pengelolaan air tanah. rencana dan program di bidang mineral. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. batubara. rencana pengadaan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. 102 . c. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. implementasi Sipeg. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta penetapan wilayah kerja. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. panas bumi dan air tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. dan produksi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. persuratan dinas dan kearsipan. b. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. wilayah kerja. penelaahan.

pengelolaan data. c. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. d. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. h. c. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. e. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. b. f. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi kebijakan. panas bumi dan air tanah. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. f. j. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral.e. Batubara dan Panas Bumi. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. eksplorasi dan operasi produksi. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara. batubara. terdiri dari: a. pencatatan dan perhitungan PNBP. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 103 . Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. batubara. serta pemantauan perencanaan program di daerah. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. d. b. g. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral.

serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. panas bumi dan air tanah. 104 . penyiapan. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta kerja sama di bidang mineral. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. batubara. Seksi Program Mineral dan Batubara. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. f. c. b. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. penelaahan. e. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penelaahan. batubara. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. h. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. g. serta pemantauan pelaksanaan investasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. d. asosiasi dan lembaga sertifikasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka.

serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. b. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. b. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. c. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. terdiri dari: a. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. d. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. 105 . serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan.

(2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan. penyiapan rumusan standar. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. c. penelaahan. kriteria pencadangan wilayah kerja.e. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. f. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. batubara. norma. penyiapan. b. b. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. d. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. serta penyusunan statistik pengusahaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. 106 . evaluasi pelaksanaan kebijakan.

pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara. neraca sumber daya. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. terdiri dari: a. g. Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. cadangan dan wilayah kerja. penyiapan. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. penelaahan. penelaahan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. serta penetapan wilayah kerja. f. batubara. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. pencadangan dan potensi di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. h. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. statistik. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan penetapan potensi. batubara. serta pengelolaan informasi bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. 107 .e. batubara.

c. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. b. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. serta bagi hasil daerah. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. Seksi Penerimaan Negara Batubara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. b. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. terdiri dari: a. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pelaksanaan pencatatan. penelaahan. e. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. d. 108 .

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. b. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. e.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. g. pelaksanaan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. f. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. c. d. 113 . b. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

b. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. e. Seksi Hubungan Komersial Batubara. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. c. pembinaan hubungan komersial panas bumi. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. perumusan pengaturan. 114 . b. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. i. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pelaksanaan. Seksi Hubungan Komersial Mineral. h. d. pelaksanaan. terdiri dari: a. f.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara.

k. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. l. dan perubahan batas wilayah kerja. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. norma. g. f. penyiapan rumusan pengaturan usaha. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi.j. d. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rumusan standar. 115 . c. g. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. b. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Subbagian Tata Usaha. e. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. d. serta pengelolaan air tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. e. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. f. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. serta pengelolaan air tanah.

Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi.h. i. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. d. b. e. 116 . Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. b. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. c. pelaksanaan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penelaahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi. pelaksanaan.

Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. e. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. 117 . Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penelaahan. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. g. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. b. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. f. d. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. terdiri dari: a. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. serta pengendalian air tanah. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

e. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penelaahan. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. i. pelaksanaan. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. 118 . d. b.h. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. penelaahan. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. b. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. c. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f.

serta pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.g. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. f. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. b. 119 . Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429.

Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 120 . serta ketatausahaan. terdiri dari: a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. b.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Seksi Konservasi Air Tanah. pelaksanaan. penelaahan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. c. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta air tanah. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. penelaahan. pelaksanaan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. batubara dan panas bumi. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.

pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. c. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Kelompok Jabatan Fungsional. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. e. b. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. h. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. d.d. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. f. f. produk. b. dan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. kelaikan teknis. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. e. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. j. i. K3. batubara. 121 . Batubara dan Panas Bumi. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi.

Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. penelaahan. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pemurnian. norma.c. penyiapan. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Batubara. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Seksi Standardisasi Mineral. g. b. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. profesi personil. produk. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. dan panas bumi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan Panas Bumi. penyiapan. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. 122 . f. penelaahan. jenis dan mutu produk.

pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. 123 . serta konservasi mineral dan batubara. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya.b. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. d. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. c. dan konservasi mineral. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. e. b. f. batas wilayah kerja. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan.

h. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Batubara. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. g. i. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. b. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. batubara. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. d. penelaahan. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penelaahan. 124 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. terdiri dari: a. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara.c. f.

d. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. kalibrasi alat ukur. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penyimpanan. dan panas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penyiapan. 125 . e. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. g. b. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. b. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Seksi Keselamatan Batubara. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. penyiapan. Batubara. Batubara. penyiapan rumusan standar. K3 dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. batubara. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. instrumentasi. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. c. penimbunan. pengangkutan. dan Panas Bumi. keamanan instalasi. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi.

126 . b. b. batubara. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. d. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. norma. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. Batubara.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. e. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. f. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. c. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Batubara. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 127 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Inspektorat II. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. d. terdiri dari: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Inspektorat III. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat I. keuangan. penyusunan laporan hasil pengawasan. e. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b. Inspektorat IV. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan pengawasan kinerja. b.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. 128 .

pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pengelolaan urusan tata usaha. 129 . Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. perlengkapan. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. e. g. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Bagian Rencana dan Laporan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan jaringan dan situs informasi. kearsipan. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. terdiri dari: a. b. k. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. h.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. keprotokolan dan rumah tangga. f. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Bagian Hukum dan Kepegawaian. e. keamanan. c. Bagian Umum dan Keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. i. j. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta informasi hukum dan urusan kehumasan.

jaringan. d. 130 . evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. ketatalaksanaan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. dan rencana kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Subbagian Penyiapan Laporan. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. i. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaporan. pelaporan. e. penyajian informasi. c. h. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. satuan kerja. program kerja. pelaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. g. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. b. penelaahan. j. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. penelaahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. situs. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. rapat koordinasi. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal.

penyiapan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Badan Geologi. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. pengolahan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. penelaahan. b. Inspektorat Jenderal. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pelaksanaan analisis. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi. 131 . e. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. c. analisis hasil pengawasan. b. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Mineral. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dokumentasi hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. perpustakaan. 132 . e. b. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. bantuan hukum. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. dan implementasi Sipeg. penyuluhan. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. pelaksanaan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. c. dokumentasi hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. penelaahan. pertimbangan hukum. Subbagian Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). masyarakat dan yustisia. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. d. Subbagian Hukum.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subbagian Rumah Tangga. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. rumah tangga dan kehumasan. serta pengurusan administrasi keuangan. j. persuratan dinas. 133 . Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan implementasi Sipeg. kebersihan. d. c. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. k. keprotokolan dan kehumasan. dokumentasi dan tata naskah. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan keamanan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. perbendaharaan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. h. i. f. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. dan kearsipan. perlengkapan. b. pengurusan penganggaran. penelaahan. rumah tangga dan kehumasan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. g.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. perlengkapan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. perbendaharaan. e.

d. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perencanaan kebutuhan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. kearsipan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. penelaahan. b. penelaahan. c. serta evaluasi atas urusan keamanan. kebersihan. pemeriksaan. e. perlengkapan dan pengadaan. pelaksanaan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 134 . keprotokolan dan kehumasan. persuratan dinas. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. perumusan laporan hasil pengawasan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 139 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

h. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Pusat Lingkungan Geologi. Sekretariat Badan Geologi. penelitian dan pelayanan. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. perumusan kebijakan di bidang geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pusat Survei Geologi. b. pelayanan survei geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. c. e. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. 140 . f. g. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. b. d. Pusat Sumber Daya Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. dan geologi lingkungan. c. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. e. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.

Bagian Keuangan. h. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. j. serta perencanaan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pelaporan. d. pengelolaan urusan ketatausahaan. terdiri dari: a. kearsipan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. informasi hukum. akuntabilitas kinerja. e. Bagian Kepegawaian. b. ketatalaksanaan. serta pelaksanaan bantuan hukum. i. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Rencana dan Laporan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Bagian Umum. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. dan rumah tangga. g. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. f. e. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. 141 . Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. d. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.

Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. jaringan. penelaahan. akuntabilitas kinerja. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. situs. satuan kerja. c. terdiri dari: a. penyajian informasi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Pengelolaan Informasi. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pengelolaan sistem. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. 142 . serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. e. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. b. f. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. c. pelaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan organisasi Badan. pelaporan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. jaringan dan situs informasi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran.

143 . terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. b. pemberhentian. c. kepangkatan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengembangan. pelaksanaan. dan analisis jabatan. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penggajian. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta evaluasi atas mutasi. pengangkatan. pelaksanaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. d. b. pengembangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengadaan. serta implementasi Sipeg. Subbagian Pengembangan Pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. kesejahteraan. pengurusan perencanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penggajian. penyiapan. serta evaluasi atas perencanaan. penelaahan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. kepangkatan. e. penelaahan. penyiapan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg Badan. kesejahteraan. serta pengembangan organisasi Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. e. penelaahan. perlengkapan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pengurusan revisi anggaran. c. pelaksanaan. PBI Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. penelaahan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Neraca. b.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Pasal 517 Bagian Keuangan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penyelesaian kerugian negara. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 144 . d. c. Subbagian Kekayaan Negara. dan revisi anggaran Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. kearsipan. f. Subbagian Akuntansi. dan rumah tangga. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. distribusi penggunaan. penyiapan. kehumasan. rencana kebutuhan dan pengadaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. d. kesekretariatan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta pengurusan perlengkapan. Subbagian Hukum. b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. b. 145 . dan pemeliharaan barang inventaris. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. informasi dan dokumentasi hukum. pengadaan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. persuratan dinas. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 521 Bagian Umum. terdiri dari: a. kearsipan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta keprotokolan dan upacara Badan. pelayanan kesekretariatan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perpustakaan. dan kearsipan. c. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. e. f. c. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. perlengkapan. dan rumah tangga. penelaahan. bantuan hukum. kebersihan dan keamanan Badan. Subbagian Tata Usaha.

Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. d. batubara. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. i. serta rancang bangun dan pemodelan. mineral. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. rumah tangga. e. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. administrasi keuangan. 146 . dan kepegawaian Pusat. h. dan panas bumi. Bidang Program dan Kerja Sama. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. gambut. Bidang Sarana Teknik. b. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. bitumen padat. keuangan. penyusunan neraca sumber daya geologi. Bidang Informasi. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rekayasa teknologi. Bagian Tata Usaha. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. f. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. b. penyelidikan. pengelolaan ketatausahaan. serta pemetaan tematik potensi. c. j. e.

keamanan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kebersihan. b. terdiri dari: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta akuntansi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. c. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. 147 . penyiapan sarana dan prasarana kerja. c. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. keuangan. b.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan.

148 . (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Subbidang Sarana Penyelidikan. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. e. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. b. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. f.

Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penganggaran. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Program. penyiapan. penyiapan. penelaahan. pelakanaan pengelolaan sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. jaringan dan situs informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. dokumentasi dan publikasi. Subbidang Kerja Sama. pelaksanaan sosialisasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. terdiri dari: a. terdiri dari: a. 149 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pemutakhiran basis data. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. c. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. b.

dan gerakan tanah h. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. i. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta pos pengamatan gunung api. 150 . penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penelaahan. pengelolaan ketatausahaan. f. e. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. j. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. gempa bumi. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. tsunami. perpustakaan. pelaksanaan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. administrasi keuangan. pemodelan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan kepegawaian Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. operasi perangkat lunak.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan rekayasa teknologi. sistem. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. dan gerakan tanah. dokumentasi. g. serta sesar aktif. tsunami. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelaksanaan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. rumah tangga. d. gempa bumi. serta rancang bangun. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. penyelidikan. sosialisasi. b. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kearsipan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. terdiri dari: a. serta perpustakaan. terdiri dari: a. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. e. l. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. pengurusan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 151 . serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pemelaahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyelidikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. pengembangan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. d. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kebersihan. Kelompok Jabatan Fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai. keuangan. pengurusan perencanaan. keuangan. evaluasi pelaksanaan penelitian. b. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. pelaksanaan pengelolaan sarana. e. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.k. keamanan.

serta penetapan status dan peringatan dini. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. c. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. administrasi keuangan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Subbidang Pengamatan Gunung Api. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. geokimia dan deformasi. pemelaahan. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. d. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. 152 . Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pengurusan. penelaahan. penetapan status. penelaahan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api.

gerakan tanah dan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. penelaahan. terdiri dari: a. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. penelaahan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. pelaksanaan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. pelaksanaan. b. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. d. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. 153 .

serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. b. serta pelaksanaan atas perencanaan program. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penyiapan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. d. penelaahan. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. c.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. serta pelaksanaan atas perencanaan program. gerakan tanah dan tsunami. penelaahan. 154 . pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. b. f. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyelidikan. penyiapan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api.

j. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. dan kepegawaian Pusat. Bidang Program dan Kerja Sama. keuangan. dan pengelolaan tata ruang. c. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. b. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. b. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 155 . b. f. evaluasi penyelenggaraan penelitian. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rekayasa teknologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. g. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Bagian Tata Usaha. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. penyelidikan. rumah tangga. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. administrasi keuangan. pengembangan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. d. geologi teknik dan air tanah. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. h. Kelompok Jabatan Fungsional. c. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. geologi teknik dan air tanah. terdiri dari: a. Bidang Sarana Teknik. Bidang Informasi. k.

Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 156 . keselamatan kerja dan keprotokolan. serta akuntansi. terdiri dari: a. f. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai.c. b. e. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. d. keuangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. e. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keamanan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568.

d. Subbidang Laboratorium. serta rencana strategis berbasis kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. b. Subbidang Program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. b. 157 . Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Subbidang Sarana Penyelidikan. e. penelaahan. b. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. c. penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Kerja Sama.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program.

penelaahan.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan publikasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. pelaksanaan sosialisasi. terdiri dari: a. Pasal 578 Bidang Informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. pelakanaan pengelolaan sistem. serta operasi perangkat lunak informasi. pengelolaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi. penelaahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta pemutakhiran basis data. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 . d. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penganggaran. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

pelayanan jasa survei. penelitian dan penyelidikan geologi. d. geokimia. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. sistem. sosialisasi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. inventarisasi hasil survei. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. 159 . pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pemetaan. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. j. administrasi keuangan. perpustakaan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. rekayasa teknologi. pemetaan geologi. f. penelaahan. c. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. geofisika. pemetaan dan penelitian geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. l. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. dan kepegawaian Pusat. h. rumah tangga. e. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. operasi perangkat lunak. dokumentasi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. g. i. k. penyelidikan dan survei di bidang geologi. m. evaluasi pelaksanaan penelitian. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. tektonik. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pelaksanaan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. geomorfologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi.

Bidang Sarana Teknik. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. terdiri dari: a. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keamanan. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Program dan Kerja Sama. e. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. d. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. pengangkatan. 160 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. Bagian Tata Usaha. Bidang Informasi. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. e. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan.

Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Laboratorium. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pelaksanaan. b. f. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 161 . pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. d. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Sarana Penyelidikan.

c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan. e. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Kerja Sama. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. pengelolaan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta kerja sama pelayanan jasa. serta rencana strategis berbasis kinerja. b. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. d. penelaahan. 162 . Subbidang Program. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. penganggaran. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama.

dokumentasi dan publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. c. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 163 . sistem. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penelaahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pemutakhiran basis data. perpustakaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. serta pengelolaan perpustakaan. d. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 597 Bidang Informasi. pelaksanaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelaksanaan sosialisasi. b. operasi perangkat lunak.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. 164 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. Penyelidik Bumi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Teknisi Litkayasa. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. f. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. panas bumi. c. pembinaan pelayanan jasa teknologi. 165 . mineral batubara. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. g. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. d. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. e. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. terdiri dari: a. b. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. informasi hukum. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. e.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. dan rumah tangga. 166 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. serta perencanaan kerja. c.

Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. terdiri dari: a. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. j. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. f. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Bagian Kepegawaian. c. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. Bagian Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Laporan. d. e. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. 167 . b. ketatalaksanaan. g. jaringan dan situs informasi. b. akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem.i. d. terdiri dari: a.

e. b. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. situs. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Subbagian Pengembangan Pegawai. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyiapan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pengembangan. d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta penyempurnaan organisasi Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta implementasi Sipeg. penyiapan. b. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. c. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. pengurusan perencanaan. c. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penyajian informasi. dan analisis jabatan. penelaahan. penelaahan. kepangkatan. satuan kerja. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penggajian. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. jaringan. 168 . pelaksanaan. terdiri dari: a. kesejahteraan. pemberhentian.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas perencanaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pengembangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyiapan. serta pengurusan revisi anggaran. kesejahteraan. pelaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. PBI Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Akuntansi. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas mutasi.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. 169 . b. penelaahan. penyiapan. c. b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengangkatan. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penggajian. penelaahan. e. d. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. f. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan pemberhentian. Pasal 618 Bagian Keuangan. pelaksanaan.

b. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan revisi anggaran Badan. pengadaan. Subbagian Tata Usaha. dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. 170 . perpustakaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kehumasan. dan kearsipan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perlengkapan dan rumah tangga Badan. kearsipan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 622 Bagian Umum. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. Neraca. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. f. perlengkapan. penelaahan. Subbagian Hukum. distribusi penggunaan. e. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan rumah tangga. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. kearsipan. pelaksanaan. d. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. penyelesaian kerugian negara. persuratan dinas. dan rumah tangga. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. c.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaaan bantuan hukum. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perlengkapan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. pelayanan kesekretariatan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. serta pengurusan perlengkapan.

d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. kebersihan dan keamanan Badan. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. persuratan dinas dan kearsipan. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kebutuhan dan pengadaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. f. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. c. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta keprotokolan dan upacara Badan. kesekretariatan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. bantuan hukum. g. 171 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.

Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. Bidang Program. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. e. pengurusan perencanaan. perbendaharaan dan akuntansi. b. pengembangan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan keamanan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. keuangan. i. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 172 . pengelolaan ketatausahaan. terdiri dari: a. kebersihan. rumah tangga. pengangkatan. Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627.h. b. d. c. Kelompok Fungsional. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Afiliasi. keuangan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. b. administrasi keuangan. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara.

perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. keamanan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. b. dan kebersihan Pusat. serta pengadaan. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan operasi penggunaan. e. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. c. terdiri dari: a. 173 .

penelaahan. penelaahan. evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 174 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. c. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 637 Bidang Program. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. pelaksanaan. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. c. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelaksanaan. b. 175 . Subbidang Informasi dan Publikasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. d. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. situs dan penyebarluasan informasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. pelayanan jasa teknologi. e. Pasal 641 Bidang Afiliasi.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 176 . situs dan penyebarluasan informasi. i. jaringan. pelaksanaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. d. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. rumah tangga. penelaahan. dan kepegawaian Pusat. administrasi keuangan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. c. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. f. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. Bidang Program. pemeliharaan sarana kerja. keamanan. pengurusan perencanaan.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pelaksanaan pengelolaan anggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. dan kebersihan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. 177 . serta pengadaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bidang Afiliasi. pengangkatan. e. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. c. c. b. serta pelaksanaan keamanan. terdiri dari: a. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan.

Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. e. penelaahan. terdiri dari: a. d. pelaksanaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. 178 . b. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. c. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 656 Bidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. 179 . Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.

Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan. b. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 180 . situs dan penyebarluasan informasi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. e. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelayanan jasa teknologi. b. pelaksanaan.

Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. b. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. g. i. rumah tangga. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. dan kepegawaian Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. terdiri dari: a. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan. Kelompok Fungsional. c. h. c. 181 . b. f. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. Bidang Program. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. d.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta pengadaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemeliharaan sarana kerja. e. keamanan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pelaksanaan pengelolaan anggaran. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. pengangkatan. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kebersihan Pusat. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. c. serta pelaksanaan keamanan. 182 . perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengembangan.

pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. c. penyiapan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. 183 . penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. d. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan. pelaksanaan. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

184 . b. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 675 Bidang Program. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta analisis.

penelaahan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. c. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. b. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. 185 . b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Pasal 679 Bidang Afiliasi. penelaahan. d. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. e.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Informasi dan Publikasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. jaringan. pelayanan jasa teknologi.

geokimia. b. g. keuangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. e. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. pengelolaan ketatausahaan. i. rumah tangga. Kelompok Fungsional. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. administrasi keuangan. h. dan kepegawaian Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. c. Bidang Program. c. d. 186 .Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. terdiri dari: a. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. d. j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. dan geofisika kelautan. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Afiliasi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. f. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan.

e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja. keamanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. 187 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. pelaksanaan pengelolaan anggaran. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. c. perencanaan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. kebersihan. d. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. terdiri dari: a.

Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengoperasian Sarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. b. 188 . terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia.c. e. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan. b. penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pengelolaan.

b.c. penelaahan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. 189 . pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta analisis. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. penyiapan. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi. d. c. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan.

jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. jaringan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 190 . terdiri dari: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. e. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. b.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Perekayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 .

batubara. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. geologi. f. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. e. c. 192 . penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. g. h. d. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mineral. b.

g. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. c. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. satuan kerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. f. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. e. h. i. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kerja sama. b. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. c. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi.

evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. akuntabilitas kinerja. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penganggaran. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta perencanaan kerja. g. kearsipan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaporan. ketatalaksanaan. d. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. k.j. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. l. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. b. dan rumah tangga. Bagian Kepegawaian. c. Bagian Keuangan. h. Bagian Umum. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. c. Pasal 708 Sekretariat Badan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. terdiri dari: a. f. 194 . d. ketatalaksanaan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Bagian Rencana dan Laporan.

195 . serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. jaringan dan situs informasi Badan. penelaahan. akuntabilitas kinerja. b. pengadaan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. e. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pemberhentian. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. prosedur kerja. c. pelaksanaan. pengurusan perencanaan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. terdiri dari: a. c. penggajian. pengembangan. dan analisis jabatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. kepangkatan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. Subbagian Kerja Sama. penyiapan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas laporan berkala. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penganggaran. perencanaan kerja. penelaahan. dan sistem. serta pengembangan organisasi Badan. pelaksanaan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. serta implementasi Sipeg. b. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. kesejahteraan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. kontrol kualitas. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 200 . penelaahan. Subbidang Kilang. c. produk kilang. b. d. b. pelayanan jasa.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. Subbidang Utilitas. terdiri dari: a. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat.. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 201 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. penyiapan. Subbidang Laboratorium. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Bengkel. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. pelayanan jasa. b. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pelaksanaan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan dan pemanfaatan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan.

penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. pedoman. norma. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. serta kepustakaan. g. norma. pedoman. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. f.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. pelaksanaan. standar. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. 202 . pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. penelaahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. f. g. d. d. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. b. norma. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. e. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. perlengkapan. Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. c. h. kearsipan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Bidang Sarana Teknis.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. e. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Batubara. 203 . pemberian pelayanan jasa. terdiri dari: a. pengelolaan ketatausahaan. pedoman. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. prosedur. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. i.

pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. Subbagian Kepegawaian dan Umum.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. serta hukum. 204 . Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. kearsipan. organisasi. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perbendaharaan. e. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kehumasan dan keprotokolan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kearsipan. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. terdiri dari: a. akuntansi. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. dokumentasi dan tata naskah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751.

kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pemeliharaan. pelaksanaan. pedoman.c. penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. rencana pengembangan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. penyiapan rumusan standar. c. norma. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. b. pelaksanaan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penggunaan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 205 . Subbidang Pengembangan Sarana.

b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. kerja sama dan sistem. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. penyiapan rumusan standar. kriteria.d. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. norma. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. d. dan prosedur. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. e. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Program dan Kerja Sama. pedoman. f. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 206 . Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. e. b.

d. pemberian pelayanan jasa. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. terdiri dari: a. norma. penelaahan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. norma. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. 207 . prosedur. pedoman. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan penyelenggaraan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penyiapan penyelenggaraan. kriteria dan prosedur. b. penyusunan standar. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria pendidikan dan pelatihan. penelaahan. norma. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan standar. kriteria dan prosedur. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. pedoman. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. b.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. e. pedoman. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. c.

terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. organisasi dan ketatalaksanaan. c. terdiri dari: a. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pengelolaan ketatausahaan. akuntansi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perbendaharaan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. h. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kehumasan dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. Kelompok Jabatan Fungsional. e. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 208 . Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. perlengkapan.g.

dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. norma. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. e. dan sistem. Subbidang Perencanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. c. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. 209 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. b. penyiapan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. jaringan dan situs informasi. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. akuntabilitas kinerja. penelaahan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.

penelaahan. Subbidang Pelatihan. b. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi. d. kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pedoman. penyiapan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. kriteria dan prosedur. pelaksanaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama. penyiapan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. norma. b.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. 210 . e. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

b. g. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. h. f. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. penelaahan. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. prosedur. e. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian pelayanan jasa. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. 211 . d. c. pedoman. pelaksanaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah. 212 . (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kehumasan dan keprotokolan. c. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. e.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. kearsipan. akuntansi. perlengkapan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perbendaharaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. hukum. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. b. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. kearsipan. b. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. pelaksanaan. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. d. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. kerja sama. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. norma dan kriteria. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penelaahan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 213 . pelaksanaan. penyiapan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas standar. e. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program.

penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. c. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. b. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. e. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. d. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pelatihan. kerja sama. 214 . perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. penelaahan. b. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama. pelaksanaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. promosi. pelaksanaan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. d. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. 216 . Direktorat Jenderal. e. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. b. terdiri dari: a.

evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. d. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. serta neraca energi dan sumber daya mineral. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. h. b. e. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. c. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. j. k. 217 . Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. f. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. i. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala.

Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Subbagian Tata Usaha Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. d. Subbagian Tata Usaha Bakoren. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. serta kearsipan Pusat. e. Bagian Tata Usaha. Bidang Kajian Strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta kearsipan Bakoren. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. b. c. b. dan persuratan dinas. pelaporan dan tata persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. rumah tangga. d. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. b. 218 .Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. terdiri dari: a. c. c. dukungan operasi kerja. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan.

evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. g. k. b. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. 219 . Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. l. h. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. f. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. c. i. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. b. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan norma. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. j.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan.

Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelayanan data dan informasi. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelahaan. b. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penelaahan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. c. ketenagalistrikan. 220 . pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. e. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyusunan rumusan norma. f. d. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi.

Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. e. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. gambut. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. penelahaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. air tanah dan kegeologian. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. f. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. b. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. pelaksanaan. pelaksanaan. c. terdiri dari: a. penelahaan. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. bitumen padat. penelahaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Subbidang Kajian Strategis Energi.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. 221 . penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi.

(3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. 222 . integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. standardisasi teknis. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dengan lingkup meliputi personil. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dan keselamatan umum. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. peralatan. organisasi. dokumentasi. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. 223 . dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. penganggaran. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peraturan perundang-undangan.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. regulasi ekonomi dan keteknikan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.a kepada pejabat eselon I. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. perencanaan kerja.

224 . (4) Kepala Bagian. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.BAB XIV ESELON. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Direktur. Inspektur. Direktur Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Sekretaris Direktorat Jenderal. Direktur Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Inspektur Jenderal. (3) Kepala Biro. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (5) Kepala Subbagian.a.a.b.a. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Pusat.

diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. X. 225 . (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

(4) Perubahan atas rincian tugas. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. susunan organisasi. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi. 226 .

PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. b.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful