MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

terdiri dari: a. Kementerian Negara. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Biro Kepegawaian dan Organisasi. d. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. 5 . dan lembaga lain yang terkait. c. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. koordinasi kegiatan Departemen. b. c. Departemen lain. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. d. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Biro Umum. Biro Keuangan. e.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen.

rencana dan program kerja dan anggaran. b. rencana dan program kerja. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta kerja sama. Bagian Perencanaan Anggaran. g. rencana kerja dan anggaran. penyusunan harga satuan. perumusan kebijakan pembangunan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. evaluasi kebijakan pembangunan. l. serta pengelolaan kerja sama Departemen. sosialisasi kebijakan pembangunan. rencana anggaran. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. 6 . rencana pembangunan jangka panjang. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. serta perumusan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. i. h. Kelompok Jabatan Fungsional. d. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. j. terdiri dari: a. c. serta pengelolaan kerja sama Departemen. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. c. menengah dan tahunan. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. f. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. Bagian Kerja Sama. e. e. k. serta rencana strategis. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Bagian Analisis dan Evaluasi. dan rencana anggaran. d.

standar dan kriteria rencana kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan Badan Geologi. Menengah dan Tahunan Departemen. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan norma. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. c. penelaahan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. 7 . Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. penyusunan rumusan RK-KL. e. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. b. Batubara dan Panas Bumi. c. dan urusan tata usaha Biro.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. f. b. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perencanaan Penunjang. Inspektorat Jenderal.

penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). kriteria perencanaan anggaran. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. dan Badan Geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. e. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. Subbagian Penganggaran Penunjang. penyiapan. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan. norma. d. f. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. penyiapan rumusan satuan harga pokok. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. c. penyiapan rumusan standar. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. dan 8 . serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penelaahan.

terdiri dari: a. menengah. norma. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. kriteria akuntabilitas kinerja. rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan bahan sidang. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. RKA-KL. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. e.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. c. b. h. 9 . c. tahunan dan rencana strategis. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. f. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. d. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. g. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen.

penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Batubara. b. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 10 . penyiapan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. norma. penelaahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. c. h. kriteria kerja sama. g. e. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta kerja sama asosiasi. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. f. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. Panas Bumi. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. dan Badan Geologi. penelaahan. Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama Departemen.

(2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. b. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. disiplin. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. pemensiunan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. kepangkatan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. penelaahan. penempatan dan pengembangan pegawai. Subbagian Kerja Sama Bilateral. 11 . penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. pembinaan mutasi. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. dan kesejahteraan pegawai. serta penyiapan penetapan pemberhentian. pengembangan organisasi dan tata laksana. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). dan penilaian kinerja pegawai. penelaahan. penelaahan. e. jabatan struktural dan fungsional. d. c. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian.

pengelolaan sistem informasi pegawai. penyiapan rumusan standar. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta kartu PNS. d. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). norma. terdiri dari: a. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. h. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. i. 12 . c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. k. d. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pegawai Negeri Sipil (PNS). pengadaan. e. penyusunan rencana formasi. evaluasi pembinaan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. g. g.f. serta administrasi penugasan ke luar negeri. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). c. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. b. j. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Bagian Data dan Informasi Pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. e. serta standardisasi kompetensi jabatan. f. penyiapan rumusan rencana. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen.

b. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur.h. pemberhentian dan disiplin. kompetensi pegawai. urusan tugas belajar dan izin belajar. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. j. penelaahan. penyiapan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. kepangkatan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. pengelolaan administrasi tugas belajar. penyiapan. terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Karir. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan. penelaahan. pemindahan. 13 . penelaahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. dan Kartu PNS Departemen. i.

c. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. penyiapan standar. b. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. kriteria mutasi pegawai. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. e. dipekerjakan. i. dan penilaian prestasi pegawai. g. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan disiplin. serta kesejahteraan pegawai Departemen. d. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pelaksanaan disiplin pegawai. Askes. pengangkatan kembali. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pemberhentian. b. k. perbantuan. kepangkatan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. dan Bapertarum. terdiri dari: a. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. cuti. pemindahan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Kartu Suami. dipekerjakan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. kepangkatan. pemberhentian. Subbagian Mutasi Jabatan. pelaksanaan kepangkatan. dan penilaian angka kredit. norma. dan penarikan kembali pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. penelaahan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. penarikan kembali. h. ujian dinas dan Ujian KPPI. perbantuan. f. Taspen. pelaksanaan pemindahan pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. 14 . Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemindahan. serta kesejahteraan pegawai. pemindahan. serta Kartu Istri. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. j. pembebasan sementara.

pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. jabatan. penghargaan. pelaksanaan. penghargaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. penyiapan. disiplin. Taspen. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. e. f. pelayanan kesehatan. dan administrasi lembaga tripartit. i. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. g. pendidikan dan pelatihan pegawai. Kartu Suami. Bapertarum pegawai Departemen. penilaian angka kredit. 15 . c. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Kartu Istri. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. penelaahan. pengadaan pegawai. pemindahan. pemberhentian dan pemensiunan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kepangkatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Daftar Urut Kepangkatan. dan daftar riwayat hidup pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. b. pemberhentian. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. h. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. Askes. penggajian. penelaahan. penyusunan laporan kekuatan pegawai.

pelaksanaan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penggajian. penelaahan. b. 16 . penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a. c. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. kepangkatan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. e. pemindahan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pemberhentian. kriteria pengembangan organisasi. pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. pelaksanaan. penghargaan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. serta evaluasi.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pengadaan pegawai. pelaksanaan. norma. jabatan. b. serta pedoman penyempurnaan organisasi. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. klasifikasi dan peta jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. d.

h. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. pengembangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Kelembagaan. standardisasi kompetensi jabatan.f. g. pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. c. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peta jabatan. pengembangan. terdiri dari: a. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. analisis beban kerja. 17 . penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. administrasi keuangan. Subbagian Tata Laksana. pola hubungan kerja. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja.

b. Kelompok Jabatan Fungsional. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. g. b. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. serta Neraca Departemen. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. h. Bagian Kekayaan Negara. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. e. administrasi keuangan. c. dan implementasi sistem akuntansi. k. e. serta nota keuangan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. f. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. i. Bagian Perbendaharaan. Pasal 49 Biro Keuangan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. kekayaan negara dan akuntansi. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan inventarisasi. perbendaharaan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. c. serta pembinaan perbendaharaan. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. Bagian Akuntansi. penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. d. laporan realisasi anggaran. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. 18 . j. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). l. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d.

penyiapan. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. k. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. norma. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. d. penyiapan target. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. i. evaluasi tarif dan revisi PNBP. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. 19 . evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. penelaahan. c.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Subbagian Anggaran Belanja. f. penyusunan rumusan standar. b. c. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. h. e. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbagian Anggaran Pendapatan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). terdiri dari: a. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. dan urusan tata usaha Biro. j.

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. dan pengelolaan SPM. pelaksanaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. f. c. e. c. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. norma. Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pembagian iuran sumber daya alam. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. g. Badan Geologi. b. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. b. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. 20 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan.

Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. pelaksanaan. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. f. norma. 21 . pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. c. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. tuntutan perbendaharaan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. d. c. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. ganti rugi.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. kriteria pengelolaan kekayaan negara. b. e. dan bidang minyak dan gas bumi.

g. b. terdiri dari: a. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. e. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. norma. penelaahan. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Neraca. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. 22 . Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Pasal 64 Bagian Akuntansi. c. c.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). f. rekonsiliasi. pelaksanaan verifikasi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. d. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. b. Badan Geologi.

(3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). e. kewajiban. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. d. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Neraca. bantuan hukum dan kehumasan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. dan implementasi SAI Departemen. dan bantuan hukum. serta pelaksanaan kehumasan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta hubungan masyarakat Departemen. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. konsolidasi. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. f. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. pengelolaan dokumentasi. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. h. dan bantuan hukum. rekonsialiasi. g. pelaksanaan. equitas dana. verifikasi anggaran.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 23 . pelaksanaan. b. c. penelaahan. dan implementasi SAAT Departemen. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. serta program legislasi dan regulasi. bantuan hukum. serta evaluasi atas pembukuan aset. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. dan penyelesaian kasus hukum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66.

serta program legislasi dan regulasi Departemen. Bagian Hubungan Masyarakat. b. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. c. terdiri dari: a. evaluasi peraturan perundang-undangan. c. penelaahan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Bantuan Hukum. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. b. j. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. c.i. Bagian Penelaahan Hukum. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. 24 . terdiri dari: a. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. b. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. e. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. e. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan.

penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. kriteria kontrak atau perjanjian. f. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. b. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. norma. h. g. penyiapan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. dan unsur unit penunjangnya. e. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. d. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. 25 . penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan rumusan standar.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian.

c. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. c. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. norma. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. penelaahan. penyiapan. d. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. penelaahan. f. 26 . e. b. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77.

penelaahan. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta monitoring dan analisis berita. pelaksaaan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. konferensi pers. d. terdiri dari: a. b. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. c. e. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. f. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. norma. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. 27 . (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksaaan. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya.

j. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. monitoring dan analisis berita Departemen. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. terdiri dari: a. h.g. Subbagian Hubungan Kelembagaan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Subbagian Publikasi. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelaksanaan. penerbitan. penelaahan. c. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. konferensi pers. dan urusan tata usaha Biro. pameran Departemen. peliputan dan perekaman kegiatan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. abstrak peraturan perundang-undangan. i. pelaksanaan peliputan. 28 . b. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara.

Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Pasal 87 Biro Umum. d. Staf Ahli. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. g. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. c. b. j. tata usaha dan kearsipan. terdiri dari: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha. tugas 29 . penyediaan sarana dan prasarana kerja. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. e. pengadaan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. d. perlengkapan dan pengadaan. Sekretaris Jenderal. e. i. Bagian Perlengkapan. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. tata persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. f. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. b. pengelolaan rumah tangga. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. tata persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan keamanan dan keselamatan. h. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. c. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen.

f. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Medan Merdeka Selatan 18. c. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Jakarta Pusat). (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. c. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. d.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. e. b. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. b. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . terdiri dari: a. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. persuratan dinas. pelantikan. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Departemen. pelaksanaan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penelaahan. d. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. terdiri dari: a. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penjadwalan kegiatan. e. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. f. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. norma. penyiapan. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kearsipan. c. dan ekspedisi surat dinas. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. c. b. penelaahan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. 31 . Pasal 94 Bagian Tata Usaha.

Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. keselamatan. b.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pelaksanaan kebersihan. d. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. keamanan. c. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. e. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. M. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. keselamatan. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. Kepala Biro dan Kepala Pusat.H. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan. c. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Jakarta Pusat). f. Kepala Biro dan Kepala Pusat. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. 32 . penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal.

serta pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. 33 . Pasal 102 Bagian Perlengkapan. dan kearsipan Staf Ahli. c. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. d. c. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. inventarisasi. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. norma. penyiapan bahan rumusan standar. e. b. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. penelaahan penyiapan. pelaksanaan pengadaan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Subbagian Pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. f. terdiri dari: a. g. penyiapan kegiatan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Rencana Kebutuhan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

34 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

e. terdiri dari: a. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. pedoman. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. kriteria. penyusunan standar. d. 35 . Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. norma. c. e. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. terdiri dari: a. d. satuan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. 36 . kearsipan. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. c. g. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. h. i. dan rumah tangga. d. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. ketatalaksanaan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. f. b. akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. h. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. b. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. g. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. k. 41 . pelaksanaan. l. rencana dan program. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. j. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. n. penelaahan. WP & B). perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. implementasi Sipeg. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. e. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. m. f. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. c. i. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program.

Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. e. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. d. c. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. p. h. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. f. evaluasi kebijakan. serta pencadangan strategis. b. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. penyusunan statistik. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan sosialisasi program sektor. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. c. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. b. terdiri dari: a.o. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. penyiapan rumusan. e. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. 42 . d. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. g. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. serta data kebutuhan. menengah dan tahunan berbasis kinerja. norma. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. b.

serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. d. penelaahan. penyiapan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. dan terms of condition KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. b. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. c. g. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. pengumpulan data potensi. 43 . b. penelaahan. permasalahan iklim usaha. f. dan pelaksanaan sosialisasi. serta penyediaan informasi. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. e. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. penyiapan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. terdiri dari: a.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan pencatatan. 44 . serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. norma. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. g. pajak. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. h. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). f. penyiapan. e. pemeriksaan dan pengujian.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. tugas serta induk. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. j. serta biaya operasi. serta bagi hasil daerah. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penelaahan. d. penelaahan. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. i. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. c. tugas serta induk. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. retribusi.

serta pemberdayaan produksi dalam negeri. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. d. harga minyak mentah Indonesia. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. 45 . PNBP dan tarif iuran. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. pajak. g. penyiapan rumusan. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. lifting dan target penerimaan. tenaga kerja asing. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. norma. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. tenaga kerja asing. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. retribusi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. f. penelaahan. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. c.

dan kerja sama dalam negeri. pemberdayaan produksi dalam negeri. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. k. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. i. fasilitasi lembaga tripartit. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. penyiapan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri.h. rencana penggunaan tenaga kerja asing. b. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. rencana impor barang operasi. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penyiapan. pelaksanaan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. j. terdiri dari: a. 46 . evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. serta pengaturan tenaga kerja asing. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. penggunaan barang operasi. penelaahan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi.

serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta kerja sama Pemerintah Daerah. b. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. terdiri dari: a. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. b. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penyiapan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. d. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. penyiapan. pelaksanaan.c. pelaksanaan. c. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. f. penelaahan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. 47 . penelaahan. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Seksi Multilateral dan Regional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. g. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. e. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. penyiapan rumusan standar. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan pengumuman WK. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. d. Kelompok Jabatan Fungsional. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja. h. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. h. d. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. e. norma. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. j. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. l. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. g. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi.d. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. f. b. b. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. c. i. k. kriteria pengelolaan WK. terdiri dari: a. 48 . penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. pengelolaan WK. c. e. f. g. e.

penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penyiapan rumusan standar. penelaahan. b. e. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. 49 . d. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. pelaksanaan. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. terdiri dari: a. b. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. norma. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. penelaahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. c. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b. kriteria usaha eksplorasi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. penilaian. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. f.

pelaksanaan. i. c. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. j.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. h. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. e. b. d. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. kriteria. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. 50 . penyiapan. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. norma. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi.

Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penyiapan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. b. kriteria usaha eksploitasi. 51 . tumpang tindih lahan. rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. d. penyiapan. g. norma. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penelaahan. f. penyiapan rumusan standar. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. e. penelaahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi.

serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. c. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. g. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. f. penelaahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. 52 . b. penelaahan. d. i. h. norma. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pembinaan teknis. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. e. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. Light Natural Gas (LNG). penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. Light Petroleoum Gas (LPG). d. perumusan pengaturan Penugasan. Penyediaan. bahan bakar gas. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan jenis bahan bakar minyak. penelaahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. e. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. c. pelaksanaan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. f. h. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. 53 . serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. bahan bakar lain. penelaahan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan perizinan usaha pengolahan. g. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. f. LPG. c. terdiri dari: a. b. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. bahan bakar gas. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan data. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f. d. pengelolaan data. norma. 54 . bahan bakar lain. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. e. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. i. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. l. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. penyiapan rumusan standar. d. e. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. b.j. c. j. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. h. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. k. LNG. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak.

Seksi Pengolahan Minyak Bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. pengelolaan data. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. b. h. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penelaahan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. g. penyiapan. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. 55 . serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. f. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. penyiapan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. hasil olahan dan bahan bakar lain. e. c. norma. d.

Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. penyiapan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. norma.i. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan formulasi harga. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. c. terdiri dari: a. b. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. 56 . penyiapan rumusan standar. j. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. penelaahan. d. kriteria harga bahan bakar. e. b. bahan bakar gas dan LPG. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan.

d.f. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan standar. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. norma. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. i. terdiri dari: a. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. LNG. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. pengelolaan data. h. kriteria usaha niaga. pelaksanaan. penyiapan perizinan usaha niaga. f. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. h. b. e. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. gas bumi. 57 . evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. penelaahan. LPG. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. b. c. penyiapan. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. g.

Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Seksi Proses Non Bahan Bakar. penyiapan. penyiapan norma. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. LNG. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. tugas 58 . b. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. dan non bahan bakar lainnya. kriteria usaha non bahan bakar. pelumas. biodiesel. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. b. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penelaahan. terdiri dari: a. f. petrokimia. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. LPG. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. d. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. terdiri dari: a. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. Seksi Niaga Minyak Bumi. penelaahan. Seksi Niaga Gas Bumi. penyiapan. b.

(2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. biodiesel. g. h. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. petrokimia. lindungan lingkungan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. petrokimia. profesi personil. b. kelaikan teknis. penyiapan. kelaikan teknis. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). produk. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. usaha penunjang. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. penelaahan. biodiesel. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. penyiapan. serta penggunaan tenaga teknik. 59 . sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan non bahan bakar lainnya. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. penelaahan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. f. dan non bahan bakar lainnya. e. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

terdiri dari: a. h. c. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. f.i. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. b. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. d. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. c. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. g. 60 . d. e. j. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. f. 61 . pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. e. keselamatan operasi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. g. instalasi. K3. d. b. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. instrumentasi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. dan kalibrasi alat ukur. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. norma. terdiri dari: a. c. dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. b. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. b. b. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. dan penggunaan tenaga teknik. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. penyiapan. pelaksanaan. norma. c. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pengangkutan. dan kalibrasi alat ukur. e. penyiapan rumusan standar. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 62 . penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. instrumentasi. K3. penelaahan. keselamatan operasi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. terdiri dari: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. instalasi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi.

Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. pengangkutan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). b. penelaahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan.f. b. Penyimpanan. pelaksanaan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pengangkutan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penyiapan. Seksi Keselamatan Pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 63 . Penyimpanan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. serta penjaminan pasca operasi.

terdiri dari: a. 64 . dan kriteria usaha penunjang. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan rumusan standar. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. b. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. pengangkutan. pelaksanaan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218.d. norma. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. f. b. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. g. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. f. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. 65 . b. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. produk. terdiri dari: a. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. profesi personil. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.d. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

e. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. penyusunan standar. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. 67 . pedoman. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. d. b. norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. kriteria. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225.

pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h. e. i. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. g. c. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pengelolaan urusan ketatausahaan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. c. kearsipan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. f. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. d. 68 . Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. satuan kerja. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.

e. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. Subbagian Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. d. 69 . pelaksanaan. b. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. situs. c. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. jaringan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. c. ketatalaksanaan. b.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. pelaporan. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Pengelolaan Informasi. d. rapat koordinasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.

Subbagian Perbendaharaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. PBI Direktorat Jenderal. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penyiapan. f. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. terdiri dari: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 237 Bagian Keuangan. b. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. e. d. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. satuan kerja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. 70 . perhitungan pelaksanaan anggaran.

serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta kehumasan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. c. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbagian Pertimbangan Hukum. 71 . Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. c. penelaahan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. laporan pertanggungjawaban keuangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Informasi Hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. b. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pelaksanaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan informasi. pelaksanaan. terdiri dari: a. e. f. penelaahan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.

e. ekspedisi persuratan dinas. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Subbagian Kepegawaian. keamanan. pengurusan formasi. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pertamanan dan perparkiran. kebersihan. g. penelaahan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. b. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. f. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. perlengkapan dan rumah tangga. mutasi. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. c. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan kearsipan. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. c. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kesekretariatan. dan Implementasi Sipeg. b. pemberhentian. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pengadaan pegawai. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. telepon.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 72 . serta urusan keprotokolan dan upacara.

pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. b. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. c. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. evaluasi kebijakan. d. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. 73 . serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. rencana dan program. h. rencana pengadaan. f. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta rencana dan program pembangunan berjangka. perumusan pedoman dan prosedur kerja. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penelaahan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan. rencana dan program. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. implementasi Sipeg. e. g. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. lembaga sertifikasi dan asosiasi.

d. b. e. b. menengah dan tahunan tenaga listrik. 74 . Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. e. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. f. d. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. c. serta program pengembangan jaringan transmisi. b. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta rencana strategis dan RUKN. penyiapan rumusan. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. g. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. c. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik.

penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. c. Seksi Investasi Tenaga Listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. b. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. b. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. 75 . Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penelaahan. d. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik.

kriteria tenaga listrik sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 76 . penyiapan bahan rumusan standar. c. penelaahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. b. penyiapan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. f. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. norma. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. penelaahan. b. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penelaahan. d.

pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. asosiasi dan lembaga lainnya. lembaga sertifikasi.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. evaluasi pelaksanaan rencana. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. penelaahan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penyusunan dokumen perjanjian. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. c. multilateral dan regional. penelaahan. d. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. 77 .

Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. b. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. 78 . pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. pengolahan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. c. e. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pengelolaan data. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. d. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan.

c. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. i. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. d. 79 . e. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. b. c. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. b. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. h. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perlindungan konsumen. pembinaan. g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

b. d. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.c. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penyiapan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. tugas 80 . pelaksanaan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. d. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik.

Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. b. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. penelaahan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Seksi Pelayanan Izin Usaha. kriteria harga jual tenaga listrik. c. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. norma. pemberian sanksi. e. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. penelaahan. 81 . evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. b. terdiri dari: a. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. f.

kriteria hubungan komersial. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penyiapan rumusan standar. b. penelaahan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. 82 .Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. f. pelaksanaan. e. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. c. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. d. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik.

serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. penelaahan. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. e. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. mempunyai tugas 83 . penyiapan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. kriteria perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. norma.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. c. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penelaahan.

serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. h. i. e. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. serta penggunaan tenaga teknik. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. e. g. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. terdiri dari: a. lindungan lingkungan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. c. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. profesi personil. c. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. produk. kelaikan teknis. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. serta pembinaan teknis. kelaikan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. d. lindungan lingkungan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. 84 . pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. f. keselamatan dan K3. b.

Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. f. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. serta Rancangan SNI. b. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. c. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. jenis dan mutu tenaga listrik. g. pelaksanaan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. b. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. e. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. 85 . Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan.

penyiapan. f. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. penelaahan. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. c. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kelaikan peralatan. norma. b. terdiri dari: a. pelaksanaan. keselamatan operasi. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. penelaahan. instrumentasi. dan K3. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. b. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. d. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kalibrasi alat ukur. 86 . g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan.

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. penelaahan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. e. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. f. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. penelaahan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. b. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. b. terdiri dari: a. g. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. 87 .Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. c.

penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. 88 . Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. b. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. b. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. d. penelaahan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a.

Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. profesi personil. f. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. d. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. produk. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. c. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. e. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. 89 . b.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan.

perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. terdiri dari: a.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. b. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. h. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. penyiapan rumusan kebijakan. f. Subdirektorat Konservasi Energi. e. b. program dan pengaturan pemanfaatan energi. d. energi perdesaan dan konservasi energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. 90 . kriteria pemanfaatan energi. c. e. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. energi alternatif. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. d. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan rumusan standar. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. norma. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. c. b. energi perdesaan dan konservasi energi. g. f.

kriteria usaha energi baru terbarukan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. 91 . penyiapan rumusan kebijakan. c. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. e. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. b. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. d. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. rencana dan program pengembangan usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. terdiri dari: a. e. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penelahaan. b. penyiapan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Seksi Program Pemanfaatan Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. norma.d. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan.

serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. penyiapan. penelahaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program. Seksi Program Konservasi Energi. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penelahaan. c. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. b. serta evaluasi atas program konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. pelaksanaan. 92 . penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan. terdiri dari: a. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. d. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. e. b.

b. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. norma. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. 93 . b. terdiri dari: a. d. energi perdesaan dan konservasi energi.. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan. rencana dan program. e. penyiapan rumusan kebijakan. Seksi Program Energi Perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. rencana dan program energi perdesaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. serta pedoman pengembangan. c. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. penelahaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan.

Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. c. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. 94 . Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

norma. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. kriteria. batubara dan panas bumi. Batubara. 96 .BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan panas bumi. Direktorat Jenderal Mineral. dan prosedur di bidang mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. penyusunan standar. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. pedoman. e. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. batubara. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. batubara dan panas bumi. d. batubara dan panas bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

b. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. i. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 97 . Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. satuan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. h. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. f. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. dan rumah tangga. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. d. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. e.

c. b. pelaporan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan. Batubara dan Panas Bumi. d. akuntabilitas kinerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. f. ketatalaksanaan. pelaporan. pengelolaan sistem. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. rapat koordinasi. g. Subbagian Laporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. e. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. e. d. c. ketatalaksanaan. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. 98 . Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. jaringan dan situs informasi. Bagian Umum dan Kepegawaian.

penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Kekayaan Negara. jaringan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. c. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. b. f. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Perbendaharaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. 99 . (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 354 Bagian Keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. situs. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan. PBI Direktorat Jenderal. satuan kerja. penelaahan. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan. c. e. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.

serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pertimbangan hukum. dokumentasi dan sosialisasi hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. terdiri dari: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. penyelesaian kerugian negara. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. c. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. Subbagian Informasi Hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. penelaahan. pelaksanaan informasi. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. 100 . Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. f. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. b. serta kehumasan. b. pelayanan konsultasi hukum. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. e. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. d. laporan pertanggungjawaban keuangan. c.

perlengkapan dan rumah tangga. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. f. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. e. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penelaahan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. ekspedisi persuratan dinas. pengadaan pegawai. pelaksanaan urusan kesekretariatan. kebersihan. penyiapan. mutasi. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan Implementasi Sipeg. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. program legislasi dan regulasi bidang mineral. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. g. keamanan. dan kearsipan. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. b. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. telepon. pertamanan dan perparkiran.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pemberhentian. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. d. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. 101 . serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pengurusan formasi. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. batubara. penelaahan.

rencana dan program di bidang mineral. pelaksanaan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. implementasi Sipeg. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Kepegawaian. dan produksi. c. serta penetapan wilayah kerja. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. 102 . rencana pengadaan. b. dan produksi. wilayah kerja. Subbagian Tata Usaha. b. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. investasi dan pendanaan. panas bumi dan air tanah. d. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. terdiri dari: a. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. neraca sumber daya wilayah kerja. persuratan dinas dan kearsipan. cadangan atau potensi.

statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. panas bumi dan air tanah. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. d. f. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. batubara. Batubara dan Panas Bumi. b. perumusan perencanaan. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. h. c. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. b. e. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta perhitungan bagi hasil. batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. terdiri dari: a. eksplorasi dan operasi produksi.e. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. 103 . lembaga sertifikasi dan asosiasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. pencatatan dan perhitungan PNBP. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. menengah dan tahunan berbasis kinerja. panas bumi dan air tanah. c. evaluasi kebijakan. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Batubara dan Panas Bumi. e. Batubara. i. j. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. g. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. d. pengelolaan data.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penelaahan. batubara. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. asosiasi dan lembaga sertifikasi. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan pengelolaan air tanah. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. d. Seksi Program Mineral dan Batubara. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. h. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. e. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. penyiapan. c. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. 104 . penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. b. serta kerja sama di bidang mineral. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. g. penelaahan. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. terdiri dari: a.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. batubara. c. Batubara dan Panas Bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Kontrak Karya (KK). Seksi Kerja Sama Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. b. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. d. 105 . rencana dan program investasi pertambangan mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. penyiapan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi dan air tanah. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penelaahan.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. serta penyusunan statistik pengusahaan. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. penelaahan. d. penelaahan.e. c. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. kriteria pencadangan wilayah kerja. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. 106 . serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. b. batubara. f. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. norma. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. terdiri dari: a. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.

Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. batubara. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. panas bumi dan air tanah. neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah. h. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan potensi. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. f. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. batubara dan panas bumi. panas bumi dan air tanah. g. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. cadangan dan wilayah kerja. (2) Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. 107 . cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. serta pengelolaan informasi bidang mineral. pelaksanaan. b. batubara. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta penetapan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara. Batubara. penelaahan. pencadangan dan potensi di bidang mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. panas bumi dan air tanah. batubara.e. statistik. Seksi Informasi Mineral.

penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. penyiapan. serta bagi hasil daerah. b. penyiapan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Batubara dan Panas Bumi. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. terdiri dari: a. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penelaahan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. 108 . serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. d.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. pelaksanaan pencatatan. b. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

g. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. 113 . Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. e. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. pelaksanaan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. c. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. pelaksanaan. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Seksi Bimbingan Usaha Batubara.

serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. pelaksanaan. e. c. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. 114 . b. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. b. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. terdiri dari: a. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. Seksi Hubungan Komersial Batubara. f. pembinaan hubungan komersial panas bumi. perumusan pengaturan. i.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. g. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pelaksanaan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. h. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah.

e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan usaha. norma.j. d. g. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. k. dan perubahan batas wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. l. serta pengelolaan air tanah. d. g. Subbagian Tata Usaha. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. f. e. c. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. f. b. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. c. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. 115 . penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. b. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Seksi Pengelolaan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. b. d. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi. e. i. studi kelayakan dan eksploitasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi.h. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. terdiri dari: a. 116 . serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. c. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi.

c.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. e. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. b. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. g. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan. b. f. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. pelaksanaan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. serta pengendalian air tanah. d. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. 117 . Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi.

Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. i. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. c. e. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. serta pengendalian air tanah. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. b. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. d. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. 118 . pelaksanaan. penelaahan. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi.h. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi.

f. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. 119 . evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. b. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah.g. e. b. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. d. pelaksanaan. h. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan.

terdiri dari: a. b. c. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 120 . Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta air tanah. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Konservasi Air Tanah. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.

i. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. g. dan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. f. b. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta penggunaan tenaga teknik.d. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. terdiri dari: a. batubara. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Mineral. lindungan lingkungan. K3. c. h. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. f. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. 121 . Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. e. produk. batubara. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. e. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. j. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Batubara dan Panas Bumi. b. kelaikan teknis.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. 122 . Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penelaahan. batubara. dan panas bumi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara. Seksi Standardisasi Mineral.c. terdiri dari: a. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. g. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. serta konservasi mineral dan batubara. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b. jenis dan mutu produk. produk. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. pemurnian. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. profesi personil. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. dan Panas Bumi. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan standar. d. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. batas wilayah kerja. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. d. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. e. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b.b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. c. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. 123 . penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. pelaksanaan. f. dan konservasi mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. penyiapan. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. terdiri dari: a. penelaahan. batubara dan panas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. b. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. h. Batubara. g. Batubara dan Panas Bumi. i. f. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. d. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. 124 . pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya.c. penelaahan. Batubara. dan panas bumi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. batubara. pelaksanaan.

pelaksanaan. b. Batubara. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Batubara. b. dan panas bumi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. d. g. dan Panas Bumi. penelaahan. instrumentasi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. keamanan instalasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. f. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. batubara. batubara. e. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. panas bumi dan air tanah. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. kalibrasi alat ukur. penyimpanan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. norma. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. 125 . Seksi Keselamatan Batubara. pelaksanaan. penimbunan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi.

dan kriteria usaha penunjang. batubara. pelaksanaan. penelaahan. b. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. terdiri dari: a. 126 . Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. e. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Batubara. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. pelaksanaan. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. f. penelaahan. c. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. b. norma. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Seksi Usaha Penunjang Batubara. d. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.

Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 127 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

b. pelaksanaan pengawasan kinerja. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. d. 128 . c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat III. d. c. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Inspektorat I. penyusunan laporan hasil pengawasan.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. e. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. Inspektorat IV.

i. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. e. e. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. g. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Bagian Umum dan Keuangan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan urusan tata usaha. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. kearsipan. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. 129 . pengelolaan jaringan dan situs informasi. pengurusan kepegawaian dan organisasi. b. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. k. c. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan rumah tangga. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. keamanan. d. b.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. j. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. perlengkapan. h.

j. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. c. satuan kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b. dan rencana kerja. Subbagian Penyiapan Rencana. penyajian informasi. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. g. situs. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penelaahan. 130 . evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. jaringan. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Laporan. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. e. f. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. program kerja. pelaporan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. i. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. h. rapat koordinasi. d.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyiapan. jaringan dan situs informasi. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional.

e. b. pengolahan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pelaksanaan analisis. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. penelaahan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. c. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. d. b. analisis hasil pengawasan. terdiri dari: a. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Batubara dan Panas Bumi. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 131 . evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Inspektorat Jenderal. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Badan Geologi. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum.

evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Subbagian Kepegawaian. pertimbangan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. penelaahan. bantuan hukum. b. dan implementasi Sipeg. d. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. e. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi urusan hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. perpustakaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Subbagian Hukum. dokumentasi hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. serta pemberian pertimbangan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dokumentasi dan tata naskah. masyarakat dan yustisia. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. penyiapan. penelaahan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. penyiapan. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penyuluhan. terdiri dari: a. b.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dokumentasi hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. 132 . Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.

evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan. dan implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan keamanan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. 133 . pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. h. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. penelaahan. perbendaharaan. rumah tangga dan kehumasan. keprotokolan dan kehumasan. Subbagian Rumah Tangga. dan kearsipan. e. j. c. i. serta pengurusan administrasi keuangan. perlengkapan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. d. b. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. persuratan dinas. pelaksanaan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. perbendaharaan. dokumentasi dan tata naskah. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. f. kebersihan. pelayanan kesekretariatan. k. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan penganggaran. b. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. g. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara.

perencanaan kebutuhan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. perlengkapan dan pengadaan. pelaksanaan. 134 .Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. persuratan dinas. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. serta evaluasi atas urusan keamanan. e. pemeriksaan. dan administrasi keuangan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. kebersihan. c. kearsipan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). keprotokolan dan kehumasan. perumusan laporan hasil pengawasan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 139 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

f. terdiri dari: a. c. d. perumusan kebijakan di bidang geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. c. Pusat Survei Geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. dan geologi lingkungan. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. penelitian dan pelayanan. b. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. 140 . h. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. e.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pelayanan survei geologi. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. b. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Sekretariat Badan Geologi. g. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. Pusat Sumber Daya Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. d.

perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. e. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. b. pelaporan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. h. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. serta perencanaan kerja. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. d. Kelompok Jabatan Fungsional. c. 141 . f. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. j. koordinasi pelayanan administratif Badan. d. informasi hukum. serta pelaksanaan bantuan hukum. terdiri dari: a. kearsipan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. i. b. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. ketatalaksanaan.

c. jaringan dan situs informasi. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan. c. Subbagian Laporan. b. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penyiapan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. penelaahan. jaringan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. d. serta pengembangan organisasi Badan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. b. 142 . Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. penyajian informasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. satuan kerja. akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penelaahan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. e. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. situs. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. f. pelaporan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan.

pengembangan. b. pelaksanaan. penggajian. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 143 . c. penelaahan. penyiapan. kesejahteraan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta implementasi Sipeg Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. penelaahan. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. penyiapan. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pemberhentian. d. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta implementasi Sipeg. serta evaluasi atas perencanaan. dan analisis jabatan. pelaksanaan. pengembangan. kesejahteraan. serta evaluasi atas mutasi. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. serta pengembangan organisasi Badan. e. pemberhentian. penggajian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengadaan. pengangkatan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. penyiapan. pelaksanaan. b. kepangkatan.

Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 517 Bagian Keuangan. penyelesaian kerugian negara. dan revisi anggaran Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. f. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Akuntansi. perlengkapan. d. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. Neraca. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. 144 . dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. dan rumah tangga. penelaahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. b. c. PBI Badan. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. Subbagian Kekayaan Negara. e. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

rencana kebutuhan dan pengadaan. e. kesekretariatan. persuratan dinas dan kearsipan. perpustakaan. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Hukum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. informasi dan dokumentasi hukum. persuratan dinas. dokumentasi hukum dan perpustakaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. dan rumah tangga. b. perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. c. pelayanan kesekretariatan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta keprotokolan dan upacara Badan. dan pemeliharaan barang inventaris. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan. Pasal 521 Bagian Umum. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. kehumasan. penelaahan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. distribusi penggunaan. bantuan hukum. b. kebersihan dan keamanan Badan. f.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pengurusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. kearsipan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan kearsipan. 145 . penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. d. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.

d. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. f. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. g. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan ketatausahaan. serta pemetaan tematik potensi. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi penyelenggaraan penelitian. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rekayasa teknologi. rumah tangga. c. gambut. penyusunan neraca sumber daya geologi. c. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. dan panas bumi. Bidang Sarana Teknik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. j.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. i. dan kepegawaian Pusat. mineral. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. penyelidikan. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. bitumen padat. e. h. serta rancang bangun dan pemodelan. Bidang Informasi. administrasi keuangan. d. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. keuangan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penyelidikan. 146 . batubara. b. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama. Bagian Tata Usaha. perumusan rencana dan program. b.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 147 . serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. keamanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan. d. terdiri dari: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. e. serta akuntansi. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. pengurusan perencanaan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pengembangan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan.

b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program.d. b. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta rencana strategis berbasis kinerja. d. c. Subbidang Laboratorium. terdiri dari: a. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. pelaksanaan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. 148 . Subbidang Sarana Penyelidikan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. penyusunan akuntabilitas kinerja. f. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

serta pemutakhiran basis data. dokumentasi dan publikasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. 149 . terdiri dari: a. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. penelaahan. penyiapan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta pengelolaan perpustakaan. serta operasi perangkat lunak informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. Pasal 540 Bidang Informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penganggaran. b. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. terdiri dari: a. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Subbidang Program. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.

c. pelaksanaan. g. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta rancang bangun. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. b. dan kepegawaian Pusat. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. e. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. penyelidikan. dan gerakan tanah h. pelaksanaan. dan gerakan tanah. penelaahan. tsunami. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. administrasi keuangan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemodelan. tsunami. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. gempa bumi. gempa bumi. rumah tangga. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. 150 . pengelolaan ketatausahaan. serta sesar aktif. operasi perangkat lunak. serta pos pengamatan gunung api. perumusan pedoman dan prosedur kerja. sosialisasi. i. perpustakaan. f. d. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. penelaahan. j. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan rekayasa teknologi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. kebersihan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan sarana. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. penyelidikan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. keamanan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. pengangkatan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pengurusan perencanaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. c. evaluasi pelaksanaan penelitian. serta perpustakaan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. keuangan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. kearsipan.k. e. b. b. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan. l. dokumentasi dan tata naskah pegawai. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemelaahan. pengembangan. terdiri dari: a. 151 . pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

Subbidang Pengamatan Gunung Api. b. c. pemelaahan. penetapan status. penelaahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. serta penetapan status dan peringatan dini. geokimia dan deformasi. terdiri dari: a. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. penelaahan. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. d. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. 152 . pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan. administrasi keuangan.

gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. 153 . d. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. b. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyelidikan. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. terdiri dari: a. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penyiapan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. c. gerakan tanah dan tsunami. 154 . f. penelaahan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penelaahan. b. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. b. serta pelaksanaan atas perencanaan program. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta pelaksanaan atas perencanaan program. d. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. geologi teknik dan air tanah. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pengembangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. administrasi keuangan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan ketatausahaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. rumah tangga. geologi teknik dan air tanah. b. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. j. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rekayasa teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. terdiri dari: a. penyelidikan. Bagian Tata Usaha. b. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. k.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. 155 . e. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. c. dan pengelolaan tata ruang. Bidang Sarana Teknik. pengurusan perencanaan. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. i. dan kepegawaian Pusat. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. f. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Bidang Program dan Kerja Sama. h. b. Bidang Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta dokumentasi tata naskah pegawai.

pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta akuntansi. c. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. keuangan. 156 . b. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. f. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.c. penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d.

serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. 157 . b. e. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Subbidang Program. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta kerja sama pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. serta rencana strategis berbasis kinerja. b. b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. penelaahan. c. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Laboratorium. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama.

serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 578 Bidang Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta operasi perangkat lunak informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pengelolaan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. terdiri dari: a. 158 . (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. b. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. serta pemutakhiran basis data. jaringan dan situs informasi. penganggaran. pelaksanaan sosialisasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. dokumentasi dan publikasi. d. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan.

pelaksanaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. operasi perangkat lunak. dokumentasi. c. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelayanan jasa survei. geokimia. rekayasa teknologi. b. 159 . sosialisasi. penelitian dan penyelidikan geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. sistem. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. geomorfologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. j. tektonik. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. g. rumah tangga. dan kepegawaian Pusat. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. administrasi keuangan. h. i. pemetaan. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. l. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. d. f. penelaahan. e. pelaksanaan. geofisika. inventarisasi hasil survei. pemetaan geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perpustakaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. pemetaan dan penelitian geologi. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. k. m. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data.

c. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. keuangan. pengembangan. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengangkatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Informasi. e. keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Bidang Sarana Teknik.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. kebersihan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. b. 160 . Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. e. serta akuntansi.

pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. penelaahan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. c. pelaksanaan. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Laboratorium. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 161 . Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. d.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e. f. pelaksanaan. b. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Sarana Penyelidikan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. terdiri dari: a. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta kerja sama pelayanan jasa. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 162 . penyusunan akuntabilitas kinerja. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Program. pengelolaan. c. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. e.

pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 163 . Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan. serta operasi perangkat lunak informasi. sistem. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. d. Pasal 597 Bidang Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. b. pelakanaan pengelolaan sistem. serta pengelolaan perpustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi. b. perpustakaan. dokumentasi dan publikasi. terdiri dari: a. operasi perangkat lunak.

Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Teknisi Litkayasa. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 164 . serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyelidik Bumi. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Perekayasa.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan.

Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. e. mineral batubara. g. d. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. c.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. pembinaan pelayanan jasa teknologi. 165 . serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. panas bumi. f. b. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

informasi hukum. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. 166 . pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. b. kearsipan. e. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. serta pelaksanaan bantuan hukum. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. e. d. serta perencanaan kerja. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. g. f. d. b. h. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan rumah tangga.

g. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. 167 . c. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Kepegawaian. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. terdiri dari: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. j. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Umum. Subbagian Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. pengelolaan sistem. b. e. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. f. Kelompok Jabatan Fungsional. d. ketatalaksanaan. pelaporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. jaringan dan situs informasi. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Rencana dan Laporan. pelaporan. c. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. b. Bagian Keuangan.i. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rumusan pengembangan organisasi. c. satuan kerja. pengurusan perencanaan. b. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. penggajian. pelaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta penyempurnaan organisasi Badan. dan analisis jabatan. penyajian informasi. pemberhentian. 168 . kesejahteraan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penelaahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. penyiapan. penyiapan. terdiri dari: a. kepangkatan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. jaringan. e. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. d. penelaahan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. situs. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg. c. pengadaan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pengembangan. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.

terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. serta implementasi Sipeg Badan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. 169 . implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. f.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. PBI Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan revisi anggaran. kesejahteraan. penelaahan. b. penelaahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penyiapan. penggajian. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. c. penyiapan. serta evaluasi atas perencanaan. serta penyelesaian kerugian negara. pengembangan. kepangkatan pemberhentian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 618 Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengangkatan. serta evaluasi atas mutasi. Subbagian Akuntansi. e. b. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. d.

d. b. Pasal 622 Bagian Umum. f. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Hukum. Subbagian Tata Usaha. persuratan dinas. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan. c. perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. informasi dan dokumentasi hukum. e. kearsipan. dan rumah tangga. dan revisi anggaran Badan. kearsipan. penelaahan. perpustakaan. pelaksanaan. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. kehumasan. perlengkapan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan kearsipan. perhitungan pelaksanaan anggaran. b. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta pengurusan perlengkapan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. dan rumah tangga. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Neraca. distribusi penggunaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan pemeliharaan barang inventaris. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. 170 . laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. penyiapan. kesekretariatan. pelaksanaan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. e. f. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. penelaahan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. rencana kebutuhan dan pengadaan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kebersihan dan keamanan Badan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. bantuan hukum. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. 171 . c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta keprotokolan dan upacara Badan. g. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d.

Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengangkatan. keuangan. dan kepegawaian Pusat.h. pelaksanaan pengelolaan anggaran. terdiri dari: a. Bidang Program. Kelompok Fungsional. c. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. d. c. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta pelaksanaan keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pengelolaan ketatausahaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. e. 172 . i. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. rumah tangga. terdiri dari: a. d. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. e. b. administrasi keuangan. Bidang Afiliasi. b. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

pelaksanaan. serta pengadaan. c. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyediaan bahan baku. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. 173 . pelaksanaan operasi penggunaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. dan kebersihan Pusat.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perbendaharaan dan akuntansi. penyiapan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. d. Subbidang Pengembangan Sarana. keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 637 Bidang Program. serta analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Penyiapan Rencana. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi. penelaahan.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. 174 . Subbidang Analisis dan Evaluasi.

pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi. d. jaringan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. penelaahan. e. b. 175 . Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. situs dan penyebarluasan informasi. penyiapan. terdiri dari: a.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

situs dan penyebarluasan informasi. i. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. f. rumah tangga. c. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. h. jaringan. e. b. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. dan kepegawaian Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. 176 . administrasi keuangan.

b. e. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengembangan. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan. Bagian Tata Usaha. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. dan kebersihan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan keamanan. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan anggaran. e. 177 . c. b. keamanan. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. d. keuangan. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Program. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". terdiri dari: a.

penyediaan bahan baku. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. penyiapan. Subbidang Pengoperasian Sarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan operasi penggunaan. penelaahan. penyiapan. penyediaan bahan baku. e. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 178 . pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. d. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650.

b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. 179 . pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. c. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 656 Bidang Program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.

Pasal 660 Bidang Afiliasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. 180 . b. penelaahan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelayanan jasa teknologi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Informasi dan Publikasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. pelaksanaan pengelolaan sistem. c. penelaahan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. e. jaringan.

d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. h. f. pengelolaan ketatausahaan. c. e. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Kelompok Fungsional. Bidang Afiliasi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. d. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. b. g. b. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 181 . rumah tangga. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. c.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Program. i.

keamanan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. terdiri dari: a. pengembangan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. d. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. 182 . b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. serta pelaksanaan keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pengadaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. kebersihan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengurusan perencanaan. dan kebersihan Pusat. b.

Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. e. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. 183 . b. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. penelaahan. penyediaan bahan baku. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. d. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.

c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta analisis. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 184 . serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 675 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

terdiri dari: a. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. situs dan penyebarluasan informasi. b. d. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 185 . c. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. jaringan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. e. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan.

serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. terdiri dari: a. geokimia.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. keuangan. d. g. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. j. h. i. administrasi keuangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. c. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Afiliasi. dan kepegawaian Pusat. d. Bagian Tata Usaha. dan geofisika kelautan. b. rumah tangga. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. b. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. e. 186 . f. Bidang Program. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Kelompok Fungsional.

persuratan dinas dan kearsipan. 187 .Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. perbendaharaan dan akuntansi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keamanan. terdiri dari: a. b. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. dan kebersihan Pusat. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. pemeliharaan sarana kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. serta pelaksanaan keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. perencanaan. pengangkatan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengembangan. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengadaan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b.

jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. b. e. pengelolaan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. 188 . sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pengelolaan.

Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Rencana. evaluasi.c. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. 189 . penelaahan. penyiapan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Analisis dan Evaluasi. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. c. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. d. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 694 Bidang Program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan.

penelaahan. b. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 190 . (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. penelaahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 698 Bidang Afiliasi.d. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. terdiri dari: a. pelaksanaan.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Teknisi Litkayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. 191 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perekayasa.

pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. h. batubara. f. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. b. mineral. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. d. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. e. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. 192 . pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. g. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. geologi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. c.

d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. b. h. pembinaan kerja sama. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. c. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. 193 . i. d. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. e. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. g. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. satuan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.

evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.j. ketatalaksanaan. b. h. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penganggaran. dan rumah tangga. pengelolaan jaringan dan situs informasi. e. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. k. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. l. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. 194 . c. serta perencanaan kerja. Bagian Umum. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. kearsipan. akuntabilitas kinerja. d. g. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. f. d. ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. b. pelaporan. Pasal 708 Sekretariat Badan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. akuntabilitas kinerja. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709.

jaringan dan situs informasi Badan. e. akuntabilitas kinerja. penelaahan. b. b. c. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta pengembangan organisasi Badan. pelaksanaan. prosedur kerja. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. 195 . Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penganggaran. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Subbagian Kerja Sama. dan sistem. serta implementasi Sipeg. pemberhentian. penggajian. penyiapan. pengurusan perencanaan. kesejahteraan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. dan analisis jabatan. serta evaluasi atas laporan berkala.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. c. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penyiapan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. d. kepangkatan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pelaksanaan. perencanaan kerja. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. pengadaan. terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pengembangan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

c. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. penelaahan. pelayanan jasa. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. b. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. kontrol kualitas. 200 . Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. produk kilang. terdiri dari: a. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732.. Subbidang Kilang. b. penyiapan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

Subbidang Laboratorium. pelayanan jasa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 201 . Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan dan pemanfaatan. c. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. b. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. pengembangan dan pemanfaatan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Subbidang Bengkel. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. norma. pelaksanaan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penyelenggaraan. d. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pelaksanaan. g. e. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. c. norma. pedoman. kerja sama. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta kepustakaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. penelaahan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. standar. kriteria dan prosedur. Subbidang Penyiapan Pelatihan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 202 . pengelolaan kepustakaan. f. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

f. i. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. e. norma. b. 203 . Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Batubara. g. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. pedoman. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. h. Bidang Sarana Teknis. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. c. prosedur. perlengkapan. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kearsipan. pemberian pelayanan jasa. kriteria pendidikan dan pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. e. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. d. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. c. d. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. akuntansi. 204 . e. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kehumasan dan keprotokolan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. organisasi. kearsipan. b. c. b. dokumentasi dan tata naskah. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. serta hukum. ketatalaksanaan dan umum Pusat. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. terdiri dari: a. perbendaharaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

norma. penggunaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. d. pelaksanaan pemeliharaan. rencana pengembangan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. 205 . Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.c. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. penelaahan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. e. penelaahan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. c. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

kriteria. e. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. 206 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan prosedur. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Subbidang Program dan Kerja Sama. penyiapan rumusan standar. b. f. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. kerja sama dan sistem. pelaksanaan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. norma. terdiri dari: a. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pedoman. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan.d. penelaahan. e.

penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria pendidikan dan pelatihan. f. 207 . pelaksanaan. pedoman. b. norma. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. penyusunan standar. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. norma. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyusunan standar. c. pemberian pelayanan jasa. kriteria dan prosedur. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pedoman. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. penyiapan penyelenggaraan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. prosedur.

pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. d. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. kearsipan. perlengkapan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. h. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. perbendaharaan. pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. akuntansi. kehumasan dan keprotokolan. b. terdiri dari: a. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat.g. 208 . b. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan. c. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha. Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 768 Bagian Tata Usaha.

penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. d. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. akuntabilitas kinerja. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. jaringan dan situs informasi. e. b. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan sistem. norma. terdiri dari: a. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. 209 . Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. kerja sama. pedoman.

pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. kerja sama. kriteria dan prosedur. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. b. promosi. norma.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. d. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. c. 210 . Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan. Subbidang Pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Sarana dan Prasarana.

Kelompok Jabatan Fungsional. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. 211 . pedoman. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. h. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. prosedur. Bagian Tata Usaha. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. e. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria pendidikan dan pelatihan. g. pengelolaan ketatausahaan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. b. norma. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. d. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. penelaahan.

pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. dokumentasi dan tata naskah. perlengkapan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. 212 . (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. e. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. akuntansi. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. c. organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. b. kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. hukum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. perbendaharaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Subbidang Perencanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. c. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas standar. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. norma dan kriteria. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. pedoman. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. norma. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan. kerja sama. d. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. 213 . e. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. penelaahan. b. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.

pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Pelatihan. pelaksanaan. e. Subbidang Sarana dan Prasarana. penelaahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. promosi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kerja sama. 214 . pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. b. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. b.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. 216 . Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. e. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. b. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. c. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Direktorat Jenderal. Inspektorat Jenderal dan Badan. d. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen.

pengolahan dan pelayanan data dan informasi. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta neraca energi dan sumber daya mineral. h. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. k. i. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. j. b. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. 217 . Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. f. g. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. c.

Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta kearsipan Bakoren. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaksanaan urusan tata usaha. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. 218 . terdiri dari: a. e. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. b. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. c. pelaporan dan tata persuratan. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Subbagian Tata Usaha Pusat. d. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Bidang Kajian Strategis. dukungan operasi kerja. rumah tangga. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. d. Bagian Tata Usaha. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. dan persuratan dinas. b. terdiri dari: a. b. serta kearsipan Pusat. penyelenggaraan dukungan operasi kerja.

Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 219 . penyiapan norma.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. persuratan dinas dan kearsipan. c. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. l. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. f. b. h. b. i. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. j. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. k. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. d. g. e.

penelaahan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. f. terdiri dari: a. penyiapan. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. b. c. b. penyiapan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. ketenagalistrikan. penelaahan. penelahaan. e. pelayanan data dan informasi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan norma. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. 220 . (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen.

(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. terdiri dari: a. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. air tanah dan kegeologian. f. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Energi. bitumen padat. b. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. penelahaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. penelahaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. d. c. gambut. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. penelahaan. pelaksanaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. e. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 221 . Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral.

(5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. 222 . integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

peraturan perundang-undangan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dan keselamatan umum. penganggaran. perencanaan kerja. 223 . (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen.a kepada pejabat eselon I. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. organisasi. standardisasi teknis. peralatan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. dokumentasi. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dengan lingkup meliputi personil. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. regulasi ekonomi dan keteknikan. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu.

a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Pusat. (5) Kepala Subbagian.a. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Direktur Jenderal. 224 . (3) Kepala Biro. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Direktur Jenderal.a.BAB XIV ESELON. Inspektur Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur. Sekretaris Direktorat Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur.b. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (4) Kepala Bagian.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.d. X. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.(4) Perubahan atas rincian tugas.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 226 . fungsi. susunan organisasi.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. b. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. maka: a. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful