MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

d. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. 5 . d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Keuangan. Kementerian Negara. c. terdiri dari: a. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. b. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. e. Biro Umum. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan lembaga lain yang terkait. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. b. koordinasi kegiatan Departemen. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Departemen lain.

c. Bagian Analisis dan Evaluasi. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. dan rencana anggaran. l. rencana pembangunan jangka panjang. serta kerja sama.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. rencana kerja dan anggaran. e. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. f. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. h. serta rencana strategis. g. i. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Bagian Perencanaan Anggaran. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b. Bagian Kerja Sama. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. terdiri dari: a. serta pengelolaan kerja sama Departemen. k. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. rencana anggaran. evaluasi kebijakan pembangunan. menengah dan tahunan. sosialisasi kebijakan pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. c. 6 . Kelompok Jabatan Fungsional. rencana dan program kerja. penyusunan harga satuan. rencana dan program kerja dan anggaran. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. b. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. d. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. j. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan akuntabilitas kinerja. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). perumusan kebijakan pembangunan.

Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. e.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. terdiri dari: a. standar dan kriteria rencana kerja. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Menengah dan Tahunan Departemen. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 7 . dan Badan Geologi. penelaahan. f. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. c. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyusunan rumusan RK-KL. Subbagian Perencanaan Penunjang. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. c. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan norma. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja.

b. Subbagian Penganggaran Penunjang. f. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan. d. dan Badan Geologi.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. e. c. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. kriteria perencanaan anggaran. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penyiapan. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan satuan harga pokok. b. penelaahan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. c. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. terdiri dari: a. dan 8 . Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. norma. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi pengembangan rencana kerja. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. kriteria akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. g. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. 9 . rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. b. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penelaahan. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. h. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal. c. RKA-KL. c. penyiapan bahan sidang. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. rencana pembangunan jangka panjang. tahunan dan rencana strategis. menengah. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. f. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. norma. b. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. e. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan standar.

f. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. Inspektorat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. kriteria kerja sama. penyiapan rumusan standar. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penyiapan. penyiapan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Batubara. e. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. d. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan. g. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. h. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. b. Panas Bumi. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. serta kerja sama asosiasi. 10 . penelaahan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. dan Badan Geologi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen.

Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. d. kepangkatan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Subbagian Kerja Sama Bilateral. b. dan kesejahteraan pegawai. penempatan dan pengembangan pegawai. b. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. pengadaan. jabatan struktural dan fungsional. 11 . serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. pengembangan organisasi dan tata laksana. penelaahan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. perencanaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. disiplin.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. pemensiunan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. c. c. terdiri dari: a. pembinaan mutasi. serta penyiapan penetapan pemberhentian. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. e. penelaahan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. penelaahan.

penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. 12 . b. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. b. g. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. c. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. h. serta standardisasi kompetensi jabatan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. k. c. e. f. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. e. Bagian Mutasi Pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. d. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. pengadaan. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. j. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. d.f. pengelolaan sistem informasi pegawai. serta kartu PNS. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyusunan rencana formasi. pola dan pengembangan karir pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). penyiapan rumusan rencana. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. i. g. evaluasi pembinaan kepegawaian.

i. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. urusan tugas belajar dan izin belajar. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. kompetensi pegawai. terdiri dari: a.h. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. penelaahan. j. penyiapan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. kepangkatan. dan Kartu PNS Departemen. b. penelaahan. 13 . c. pemberhentian dan disiplin. penelaahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. pengelolaan administrasi tugas belajar. serta kesejahteraan pegawai Departemen. penyiapan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengembangan Karir. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pemindahan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. j. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. dan penarikan kembali pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. norma. pemberhentian dan disiplin. pelaksanaan kesejahteraan. pemindahan. pelaksanaan pemindahan pegawai. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. c. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria mutasi pegawai. Kartu Suami. penarikan kembali.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. kepangkatan. pemberhentian. Subbagian Mutasi Jabatan. pemberhentian. penelaahan. Askes. k. Taspen. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan. pelaksanaan disiplin pegawai. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. perbantuan. h. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. serta kesejahteraan pegawai Departemen. perbantuan. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. 14 . pemindahan. ujian dinas dan Ujian KPPI. f. i. pembebasan sementara. penyiapan standar. serta Kartu Istri. dan Bapertarum. c. e. dan penilaian angka kredit. pengangkatan kembali. pelaksanaan kepangkatan. kepangkatan. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. cuti. b. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. g. dan penilaian prestasi pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pemindahan. b. d. dipekerjakan. serta kesejahteraan pegawai. dipekerjakan.

jabatan. pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian dan pemensiunan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Kartu Istri. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. Bapertarum pegawai Departemen. c. f. b. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. e. 15 . penyusunan laporan kekuatan pegawai. dan administrasi lembaga tripartit. penghargaan. pemindahan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. h. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penelaahan. pelaksanaan. dan daftar riwayat hidup pegawai. g. disiplin. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. Kartu Suami. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Daftar Urut Kepangkatan. penelaahan. penghargaan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penilaian angka kredit. penyiapan. Askes. penggajian. pengadaan pegawai. Taspen. kepangkatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. i. pelaksanaan. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pemberhentian. pelayanan kesehatan.

serta pengembangan organisasi dan jabatan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. b. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. 16 . (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penghargaan. kriteria pengembangan organisasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penggajian. pelaksanaan. c. kepangkatan. penelaahan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pelaksanaan. d. penelaahan. e. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. c. b. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. klasifikasi dan peta jabatan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pemindahan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. pelaksanaan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. penyiapan rumusan standar. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). terdiri dari: a. penelaahan. norma. jabatan. serta evaluasi. pengadaan pegawai. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pendidikan dan pelatihan pegawai.

dan barang milik/kekayaan negara Departemen. h. Subbagian Kelembagaan. pengembangan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja.f. g. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. c. administrasi keuangan. pola hubungan kerja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. standardisasi kompetensi jabatan. penelaahan. 17 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. terdiri dari: a. pengembangan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. penelaahan. Subbagian Tata Laksana. perbendaharaan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pengembangan. analisis beban kerja. peta jabatan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan.

Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. b. i. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. g. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. c. laporan realisasi anggaran. dan implementasi sistem akuntansi. k. l. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. d. penyelesaian kerugian negara. Kelompok Jabatan Fungsional. serta Neraca Departemen. kekayaan negara dan akuntansi. d. e. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. e. f. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pembinaan inventarisasi. serta pelaksanaan akuntansi. b. j. administrasi keuangan. Bagian Perbendaharaan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. serta nota keuangan. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Bagian Akuntansi. 18 . perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. c. Bagian Kekayaan Negara. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. h. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta pembinaan perbendaharaan. Pasal 49 Biro Keuangan.

penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Anggaran Pendapatan. j. i.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan. 19 . penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. g. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. evaluasi tarif dan revisi PNBP. f. penyusunan rumusan standar. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. h. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Anggaran Belanja. penelaahan. b. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. c. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. c. penyiapan target. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. d. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. e. penyiapan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. k. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan. norma. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen.

dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. 20 . mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. pelaksanaan. dan pengelolaan SPM. b. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Badan Geologi. e. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. f. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. penelaahan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. c. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. penelaahan. g. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan standar. norma. c. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. terdiri dari: a. d. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Inspektorat Jenderal.

Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. norma. e. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. g. pelaksanaan. tuntutan perbendaharaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. ganti rugi. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. terdiri dari: a. c. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. b. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. kriteria pengelolaan kekayaan negara. penelaahan. 21 . d. f. b. dan bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. c. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral.

(3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. g. Inspektorat Jenderal. norma. c. d. e. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. 22 . serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. Subbagian Penyiapan Neraca. penelaahan. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. pelaksanaan verifikasi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. f. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). pelaksanaan. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Badan Geologi. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. rekonsiliasi. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. penelaahan.

Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. c. bantuan hukum dan kehumasan. serta kehumasan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. b. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. serta evaluasi atas pembukuan aset. kewajiban. dan implementasi SAI Departemen. serta hubungan masyarakat Departemen. g. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. rekonsialiasi. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. f. serta pelaksanaan kehumasan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penyelesaian kasus hukum. penelaahan. penelaahan. verifikasi anggaran. equitas dana. dan bantuan hukum. Neraca. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). pelaksanaan. pelaksanaan. dan implementasi SAAT Departemen. serta program legislasi dan regulasi. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. 23 . dan bantuan hukum. e. konsolidasi. pengelolaan dokumentasi. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. h. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. d. penelaahan.

terdiri dari: a. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Bantuan Hukum. c. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan bantuan hukum. Bagian Hubungan Masyarakat. b. c.i. terdiri dari: a. b. d. b. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Penelaahan Hukum. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. 24 . d. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. j. e. penelaahan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. evaluasi peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen.

e. norma. penelaahan. c. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. d. penelaahan. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. 25 . f. kriteria kontrak atau perjanjian. b. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. h. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. penelaahan. g.

penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. 26 . terdiri dari: a. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. norma. penelaahan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. f. b. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. c. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan. d. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. penelaahan. penelaahan. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. e.

pelaksanaan hubungan kerja dengan media. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. c. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. b. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. e. konferensi pers. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. norma. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. penelaahan. d. pelaksaaan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksaaan. serta monitoring dan analisis berita. f. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. 27 . serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81.

Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen.g. 28 . penerbitan. i. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. h. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. j. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. terdiri dari: a. rumah tangga Sekretariat Jenderal. konferensi pers. penelaahan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. dan urusan tata usaha Biro. pameran Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. b. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. Subbagian Publikasi. pelaksanaan. penelaahan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. abstrak peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. peliputan dan perekaman kegiatan. monitoring dan analisis berita Departemen. c. pelaksanaan peliputan.

terdiri dari: a. b. Pasal 87 Biro Umum. Bagian Tata Usaha. d. Kepala Biro dan Kepala Pusat. c. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. h. pengelolaan keamanan dan keselamatan. Bagian Perlengkapan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. g. j.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Staf Ahli. i. tata persuratan dinas dan kearsipan. pengadaan. b. e. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. f. e. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Sekretaris Jenderal. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. tugas 29 . penyediaan sarana dan prasarana kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. f. tata persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pengelolaan rumah tangga. tata usaha dan kearsipan. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. c. d. perlengkapan dan pengadaan.

d. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. b. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. b. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelantikan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. c. persuratan dinas. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. e. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Jakarta Pusat). f. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. c. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. terdiri dari: a.

c. e. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. d. f. 31 . penjadwalan kegiatan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan rumusan standar. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan ekspedisi surat dinas.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. c. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. b. Subbagian Kearsipan. penelaahan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penelaahan. penyiapan. Subbagian Tata Usaha Departemen. persuratan dinas. pelaksanaan. norma. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.

Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. keselamatan. M. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan kebersihan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Jakarta Pusat). b. keamanan. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. Kepala Biro dan Kepala Pusat. terdiri dari: a. b. serta pengadaan. 32 . keselamatan. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. d. Thamrin 1. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. f. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal.H. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. Staf Ahli. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera.

penyiapan bahan rumusan standar. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. c. penelaahan penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. f. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. norma. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 33 . terdiri dari: a. serta pengadaan. inventarisasi. penyiapan kegiatan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. e. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. pelaksanaan pengadaan. b. kriteria perlengkapan. dan kearsipan Staf Ahli. Subbagian Rencana Kebutuhan. b.

34 . yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

terdiri dari: a. penyusunan standar.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. e. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. d. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. c. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. 35 . Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pedoman. c. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. e. kriteria. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b.

36 . serta informasi hukum dan urusan kehumasan. ketatalaksanaan. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. h. dan rumah tangga. e. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. i. d. d. terdiri dari: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Rencana dan Laporan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. satuan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. g. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. c. pelaporan. Bagian Umum dan Kepegawaian.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. kearsipan. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. f. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. e. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perumusan pedoman dan prosedur kerja. i. j. e. l. h.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. b. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. 41 . serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. rencana dan program. perumusan pengaturan. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. c. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. m. WP & B). d. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. f. k. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. g. n. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. implementasi Sipeg. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. penelaahan. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. penyusunan statistik. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. ketersediaan dan infrastruktur sektor. b. terdiri dari: a. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi.o. 42 . c. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. p. e. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. serta pencadangan strategis. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. f. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. f. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. g. penyiapan rumusan. d. pelaksanaan sosialisasi program sektor. norma. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. d. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi kebijakan. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. e. serta data kebutuhan. terdiri dari: a.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. pengumpulan data potensi. g. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. dan pelaksanaan sosialisasi. permasalahan iklim usaha. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan rumusan. serta penyediaan informasi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan. b. f. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. 43 . serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan terms of condition KKS. penyiapan. norma. d. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. c. e. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan.

44 . (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. b. c. d. retribusi. penyiapan. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. tugas serta induk. penyiapan rumusan standar. pajak. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pelaksanaan pencatatan. g. j. serta bagi hasil daerah. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta biaya operasi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. norma. f. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. tugas serta induk. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. e. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. pemeriksaan dan pengujian. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. h. i.

peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. harga minyak mentah Indonesia. g. retribusi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. f. penelaahan. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. pelaksanaan. norma.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan. lifting dan target penerimaan. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. b. penelaahan. 45 . penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. PNBP dan tarif iuran. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. tenaga kerja asing. d. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. b. e. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. tenaga kerja asing. pelaksanaan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. pajak. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing.

Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. rencana penggunaan tenaga kerja asing. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. pelaksanaan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. fasilitasi lembaga tripartit. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penelaahan. k. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. j. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kerja sama dalam negeri. serta pengaturan tenaga kerja asing. pemberdayaan produksi dalam negeri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. pelaksanaan.h. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan. rencana impor barang operasi. 46 . penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. penggunaan barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. b. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. i.

penyiapan. e. serta kerja sama Pemerintah Daerah. Seksi Multilateral dan Regional. g. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi.c. c. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 47 . Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. b. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. d. f. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data.

penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. k. b. c. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. j. e. penyiapan rumusan standar. pengelolaan WK. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. e. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. e. d. g. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. i. h. 48 . g. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. norma. c. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. h. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. f. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. d. Subdirektorat Wilayah Kerja. pelaksanaan pengumuman WK. kriteria pengelolaan WK. l.d. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. b. f. terdiri dari: a. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja.

serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. e. kriteria usaha eksplorasi. penelaahan. b. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. 49 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. norma. penyiapan rumusan standar. f. penilaian. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. d. terdiri dari: a. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penelaahan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. b. c. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi.

penyiapan rumusan standar. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. kriteria. b. penelaahan. 50 . (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. g. norma. pelaksanaan. d. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. f.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. e. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. b. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. j. h. penyiapan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS.

serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. b. g. penyiapan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. 51 . Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. c. d. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. norma. e. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. tumpang tindih lahan. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penelaahan. kriteria usaha eksploitasi. penyiapan. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.

pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. norma. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. c. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. g. 52 .Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. h. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. d. b. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. pelaksanaan pembinaan teknis. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penelaahan. i. b.

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. perumusan pengaturan Penugasan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelaksanaan. bahan bakar gas. 53 . serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. perumusan jenis bahan bakar minyak. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. f. Light Petroleoum Gas (LPG). Light Natural Gas (LNG). penelaahan. penyiapan. d. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. Penyediaan. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. b. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. bahan bakar lain. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. h. e. i. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. c. hasil olahan dan bahan bakar lain. g. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation.

Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. pengelolaan data. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. f.j. LPG. i. k. pengelolaan data. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. e. h. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. bahan bakar gas. b. norma. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. b. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. l. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. LNG. d. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 54 . Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. e. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. c. d. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. penyiapan perizinan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. j. bahan bakar lain. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi.

d. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. hasil olahan dan bahan bakar lain. g. pengelolaan data. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. h. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. penyiapan rumusan standar. 55 . penelaahan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. c. e. penyiapan. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. f. b. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. penelaahan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. norma.

Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penelaahan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. penelaahan. b. penyiapan. e. penyiapan rumusan formulasi harga. j. d.i. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. norma. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. bahan bakar gas dan LPG. terdiri dari: a. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. kriteria harga bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. b. penyiapan. penyiapan rumusan standar. 56 . Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi.

i. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. penyiapan perizinan usaha niaga. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan data. penyiapan. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. g. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penyiapan. c. pelaksanaan. b. e. penyiapan rumusan standar. h. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. f. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan.f. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. b. pelaksanaan. penelaahan. LPG. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. gas bumi. h. 57 . norma. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. LNG. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. d. terdiri dari: a. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. kriteria usaha niaga.

evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. kriteria usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. petrokimia. tugas 58 . e. b. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. penyiapan. hasil olahan dan bahan bakar lain. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. f. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. biodiesel. LPG. LNG. penyiapan. terdiri dari: a.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Seksi Niaga Gas Bumi. dan non bahan bakar lainnya. Seksi Niaga Minyak Bumi. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penyiapan norma. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. d. pelumas. terdiri dari: a. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. b. c. penelaahan.

serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. c. 59 . pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kelaikan teknis. petrokimia. serta penggunaan tenaga teknik. profesi personil. lindungan lingkungan. penelaahan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). penelaahan. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. biodiesel. usaha penunjang. d. penyiapan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. dan non bahan bakar lainnya. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan. produk. g. petrokimia. h. biodiesel. f. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. lindungan lingkungan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. dan non bahan bakar lainnya. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis.

evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. j. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. 60 . e. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. c. d. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. h. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.i. terdiri dari: a. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. c. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . d. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b.

61 . norma. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penelaahan. dan penggunaan tenaga teknik. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. b. instalasi. instrumentasi.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. keselamatan operasi. g. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan rumusan standar. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. f. K3. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. c.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. b. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. d. pelaksanaan. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. pengangkutan. keselamatan operasi. penyiapan. instrumentasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. 62 . Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. e. norma. penelaahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3. terdiri dari: a. instalasi. penyiapan. penelaahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. dan kalibrasi alat ukur. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. pelaksanaan.f. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Penyimpanan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Seksi Keselamatan Pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Penyimpanan. c. penyiapan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. terdiri dari: a. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Penyimpanan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. b. pelaksanaan. serta penjaminan pasca operasi. g. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. b. 63 . penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan.

e. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. f. pelaksanaan. pengangkutan. g. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. c. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218.d. b. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. terdiri dari: a. 64 . serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. produk. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. f. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. g. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. 65 . profesi personil. pelaksanaan.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

67 . Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. pedoman. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. d. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. kriteria. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. norma. c. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. penyusunan standar. e. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

c. f. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. b. kearsipan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. h. dan rumah tangga. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. g. 68 . satuan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.

penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. b. b. c. situs. ketatalaksanaan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. g. c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaksanaan. pengelolaan sistem. pelaporan. pelaporan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Laporan. jaringan dan situs informasi. e. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. akuntabilitas kinerja. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Keuangan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c. Bagian Umum dan Kepegawaian. akuntabilitas kinerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. f. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. 69 . Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. rapat koordinasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. jaringan. terdiri dari: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. terdiri dari: a.

perhitungan pelaksanaan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. pelaksanaan. serta pengurusan revisi anggaran. b. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. b. penyiapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. Pasal 237 Bagian Keuangan. satuan kerja. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. 70 . penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbagian Perbendaharaan. c. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. e. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

c. pelaksanaan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. f. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. penelaahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. penyiapan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. c. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e. penelaahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. b. Subbagian Informasi Hukum. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. 71 . (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelayanan konsultasi hukum. terdiri dari: a. penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. d. pemberian telaahan dan bantuan hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal.

telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. perlengkapan dan rumah tangga. pemberhentian.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. terdiri dari: a. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. telepon. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. e. mutasi. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. kebersihan. g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. b. Subbagian Kepegawaian. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. 72 . pelaksanaan urusan kesekretariatan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pengadaan pegawai. ekspedisi persuratan dinas. pertamanan dan perparkiran. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. keamanan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. c. d. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Implementasi Sipeg. f. serta urusan keprotokolan dan upacara. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. c. pengurusan formasi. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan kearsipan.

dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. g. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. implementasi Sipeg. persuratan dinas dan kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. h. evaluasi kebijakan. penelaahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. b. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta rencana dan program pembangunan berjangka. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. pelaksanaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. rencana dan program. rencana pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. c. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. rencana dan program. e. 73 . d. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. lembaga sertifikasi dan asosiasi.

serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. d. b. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. e. b. penyiapan rumusan. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. d. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. serta program pengembangan jaringan transmisi. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. f. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. 74 . Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. g. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. e. c. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. c. menengah dan tahunan tenaga listrik. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik.

penelaahan. 75 . Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penelaahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penelaahan. b. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. d. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. b. pelaksanaan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan.

norma. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. c. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. d. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. f. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. b.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. penelaahan. e. 76 . Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penelaahan. penelaahan. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan. kriteria tenaga listrik sosial.

serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. b. lembaga sertifikasi.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. multilateral dan regional. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyusunan dokumen perjanjian. d. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penelaahan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Seksi Multilateral dan Regional. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. 77 . pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. penyiapan rumusan rencana dan program. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah.

e. pelaksanaan pengelolaan data. statistik dan pemetaan tenaga listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pengolahan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. c. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. b. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. penelaahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. 78 . Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. g. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. i. f. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. 79 . Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. h. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. pembinaan. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. e. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. d. serta perlindungan konsumen. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. d. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. e.

pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. b. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik.c. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. d. serta efisiensi dan transparansi usaha. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. b. d. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. tugas 80 .

penyiapan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. f. terdiri dari: a. terdiri dari: a. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. e. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. c. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. pelaksanaan. b. norma. penyiapan rumusan standar. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. kriteria harga jual tenaga listrik. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. pemberian sanksi. 81 . pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. penelaahan. b. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha.

serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. penyiapan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. pelaksanaan. f. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. b. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. penyiapan rumusan standar. 82 . c. penelaahan. norma. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. e. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. d. terdiri dari: a. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria hubungan komersial. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penelaahan.

Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. e. penelaahan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. mempunyai tugas 83 . d. b. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. c. norma. b. kriteria perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik.

Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta pembinaan teknis. f. g. profesi personil. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. h. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. kelaikan teknis. i. kelaikan teknis. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. 84 . Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. b. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. terdiri dari: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. lindungan lingkungan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. keselamatan dan K3. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan. d. e. c. produk. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. b. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. c. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. f.

Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. 85 . terdiri dari: a. b. c. d. e. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. g. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jenis dan mutu tenaga listrik. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. serta Rancangan SNI.

penelaahan. g. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. f. kalibrasi alat ukur. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. instrumentasi. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. b. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. dan K3. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. b. kelaikan peralatan. penyiapan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. 86 . Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. norma. d.

Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. f. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. 87 . penelaahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. c. b. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. d.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. b.

b. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. c. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. 88 . serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. terdiri dari: a. d. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penelaahan. e. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. b. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.

pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. d. b. penelaahan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan rumusan standar. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. produk. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. c. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. profesi personil. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. norma. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. f. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. 89 . Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. dan kriteria usaha penunjang. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. e. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan.

b. penyiapan rumusan standar. f. Subdirektorat Bimbingan Teknis. c. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. b. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. penyiapan rumusan kebijakan. energi alternatif. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. d. 90 . h. d. norma. energi perdesaan dan konservasi energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. b. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. g. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. kriteria pemanfaatan energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. c. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. e. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan.

penelahaan. terdiri dari: a. b. penyiapan.d. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. e. penelahaan. terdiri dari: a. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. e. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. d. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha energi baru terbarukan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. b. rencana dan program pengembangan usaha. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penyiapan rumusan kebijakan. penyiapan. Seksi Program Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. 91 . penyiapan rumusan standar. norma. c. b. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan.

pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. norma dan kriteria konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. d. penelahaan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. Seksi Program Konservasi Energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. rencana dan program. penelahaan. e. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. 92 . b. penelahaan. penelahaan. penyiapan rumusan standar. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi atas program konservasi energi.

Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penyiapan rumusan standar. pemberdayaan masyarakat. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. d. Seksi Program Energi Perdesaan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. c. energi perdesaan dan konservasi energi. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. terdiri dari: a. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. b. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. e. serta pedoman pengembangan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penyiapan.. norma. penyiapan rumusan kebijakan. rencana dan program energi perdesaan. rencana dan program. 93 .

Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. b. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 94 . b. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penelahaan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penelahaan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Batubara dan Panas Bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. pedoman. dan panas bumi. b. d. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. 96 . Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. batubara. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. kriteria. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan prosedur di bidang mineral. batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. penyusunan standar. norma. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. e.

b. satuan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. dan rumah tangga. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. g. Batubara dan Panas Bumi. 97 . Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. f. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. i. Batubara dan Panas Bumi. d. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e.

evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. c. f. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pelaporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. e. d. jaringan dan situs informasi. terdiri dari: a. b. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. ketatalaksanaan. c. 98 . Subbagian Pengelolaan Informasi. akuntabilitas kinerja. b. Bagian Umum dan Kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Kelompok Jabatan Fungsional. rapat koordinasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Subbagian Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. Bagian Keuangan. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.

penyiapan. 99 . implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. satuan kerja. c. terdiri dari: a. penelaahan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. b. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. serta penyelesaian kerugian negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. jaringan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 354 Bagian Keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. f. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. PBI Direktorat Jenderal. d. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penyiapan. c. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. e. serta pengurusan revisi anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

penelaahan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. Subbagian Informasi Hukum. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. serta kehumasan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. c. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. pertimbangan hukum. e. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perhitungan pelaksanaan anggaran. f. d. c. terdiri dari: a. pelaksanaan. b. pelayanan konsultasi hukum. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyelesaian kerugian negara. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Subbagian Pertimbangan Hukum. 100 . evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan.

program legislasi dan regulasi bidang mineral. pertamanan dan perparkiran. penelaahan. dan Implementasi Sipeg. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. batubara. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. 101 . serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penelaahan. ekspedisi persuratan dinas. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. panas bumi dan air tanah. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. dan kearsipan. mutasi. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. d. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. c. pengurusan formasi. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. b. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. e. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. f. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan. serta urusan keprotokolan dan upacara. g.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. telepon. keamanan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pemberhentian. pengadaan pegawai. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. dan produksi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. rencana dan program di bidang mineral. batubara. dan produksi. wilayah kerja. c. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Subbagian Tata Usaha. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. terdiri dari: a. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. perumusan kebijakan pengembangan usaha. 102 . implementasi Sipeg. rencana pengadaan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. penelaahan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. investasi dan pendanaan. serta penetapan wilayah kerja. b. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. neraca sumber daya wilayah kerja. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. cadangan atau potensi. b.

f. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. rencana dan program di bidang mineral. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. b. g. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. panas bumi dan air tanah. 103 . e. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. eksplorasi dan operasi produksi. d. perumusan perencanaan. Batubara dan Panas Bumi. batubara. menengah dan tahunan berbasis kinerja. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. e. Kelompok Jabatan Fungsional. serta perhitungan bagi hasil. h. j. d. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi kebijakan.e. c. f. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. panas bumi dan air tanah. panas bumi dan air tanah. pengelolaan data. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. pencatatan dan perhitungan PNBP. c. Batubara dan Panas Bumi. batubara. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. lembaga sertifikasi dan asosiasi.

penyiapan. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Seksi Program Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. panas bumi dan air tanah. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 104 . f. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. h. batubara. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penelaahan. b. b. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. c. serta kerja sama di bidang mineral. d. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. e. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. g. batubara. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. terdiri dari: a. asosiasi dan lembaga sertifikasi. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penelaahan. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Kontrak Karya (KK). Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Seksi Pengembangan Investasi Mineral. d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi. batubara. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. pelaksanaan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. 105 . penelaahan.

evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. batubara. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. norma. serta pengelolaan informasi bidang mineral.e. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. 106 . penyiapan. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. d. terdiri dari: a. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. f. b. c. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. serta penyusunan statistik pengusahaan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. kriteria pencadangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Batubara. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. b. f. Panas Bumi dan Air Tanah. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. cadangan dan wilayah kerja.e. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penelaahan. neraca sumber daya. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. penelaahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. batubara. statistik. batubara dan panas bumi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. penyiapan. serta penetapan wilayah kerja. Seksi Informasi Mineral. pelaksanaan. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Batubara dan Panas Bumi. (2) Seksi Informasi Mineral. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. batubara. panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan potensi. 107 . batubara. h. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja.

c. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. b. b. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. serta bagi hasil daerah. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penelaahan. batubara dan panas bumi. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. d. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penelaahan. pemeriksaan dan pengujian PNBP. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pencatatan. penyiapan. e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. 108 . dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. terdiri dari: a. pelaksanaan. d. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). c. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. f. 113 . pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. g.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. b. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a.

f. pembinaan hubungan komersial panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. perumusan pengaturan. pelaksanaan. pelaksanaan. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. Seksi Hubungan Komersial Mineral. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. c. Seksi Hubungan Komersial Batubara. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. b. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. 114 . b. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. i. h. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. g. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. e. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi.j. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. f. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. Subbagian Tata Usaha. terdiri dari: a. g. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. k. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan rumusan standar. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. l. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. serta pengelolaan air tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. b. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. c. 115 . f.

Seksi Pengelolaan Air Tanah. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. studi kelayakan dan eksploitasi. serta pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. d. pelaksanaan fasilitasi. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. b. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. 116 . pelaksanaan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penelaahan. b.h. i. e. c. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi.

serta pengendalian air tanah. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. c. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. b. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. serta pengendalian air tanah. penelaahan. d. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. e. f. terdiri dari: a. g. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. 117 . pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi.

i. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. b. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. d. e. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta pengelolaan air tanah.h. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. penelaahan. c. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. serta pengendalian air tanah. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. 118 . Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi.

penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b.g. b. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. penelaahan. f. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. serta pengelolaan air tanah. 119 . pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. d. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. e. penelaahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.

penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. b. b. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. c. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Seksi Konservasi Air Tanah. serta air tanah. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 120 . batubara dan panas bumi. pelaksanaan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta ketatausahaan. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi.

evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. K3. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. b. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. lindungan lingkungan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi. serta penggunaan tenaga teknik. batubara. j. batubara. b. lindungan lingkungan. e. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. d. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral.d. kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. f. produk. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. 121 . Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Standardisasi Mineral. terdiri dari: a. kelaikan teknis. h. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. c. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. dan panas bumi. panas bumi dan air tanah. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan panas bumi. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. g. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. i. profesi personil.

Seksi Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. penelaahan. d. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. f. norma. g. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. b. 122 .c. penyiapan rumusan standar. serta konservasi mineral dan batubara. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. jenis dan mutu produk. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. produk. dan panas bumi. terdiri dari: a. batubara. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. e. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Batubara. pemurnian. dan Panas Bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. profesi personil.

b. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. serta konservasi mineral dan batubara. pelaksanaan. e. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. batas wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan.b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. dan konservasi mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. batubara dan panas bumi. f. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan. penelaahan. penyiapan. 123 . c.

pelaksanaan. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral.c. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. dan panas bumi. b. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. i. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. pelaksanaan. d. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. e. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. penelaahan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. batubara. 124 . Batubara dan Panas Bumi. Batubara. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. terdiri dari: a. h.

g. penyiapan. penyiapan rumusan standar. Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. dan Panas Bumi.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penimbunan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. panas bumi dan air tanah. penelaahan. b. pelaksanaan. penelaahan. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. dan panas bumi. e. Batubara. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. d. c. K3 dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. f. batubara. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. pelaksanaan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kalibrasi alat ukur. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. b. batubara. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. penyiapan. pengangkutan. Seksi Keselamatan Batubara. 125 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. keamanan instalasi. penyimpanan.

Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. dan kriteria usaha penunjang. e. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. norma. batubara. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. f. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara. 126 . Seksi Usaha Penunjang Batubara. terdiri dari: a. d. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.

127 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Inspektorat II. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. 128 . (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat IV. b. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. c. d. terdiri dari: a.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan laporan hasil pengawasan. b. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat III. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. d. Inspektorat I. e. keuangan.

j. h. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengurusan kepegawaian dan organisasi. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. keamanan. kearsipan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. Kelompok Jabatan Fungsional. perlengkapan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. keprotokolan dan rumah tangga. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. e. 129 . k. i. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. g. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. d. c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. f. pengelolaan urusan tata usaha. Bagian Hukum dan Kepegawaian.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan. terdiri dari: a. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. e.

program kerja. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. satuan kerja. b. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. ketatalaksanaan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penelaahan. f. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. rapat koordinasi. penyiapan. pelaporan. e. 130 . pelaksanaan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Laporan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. penyajian informasi. ketatalaksanaan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. i. pelaporan. penelaahan. akuntabilitas kinerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. j. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. c. pelaksanaan pengelolaan sistem. dan rencana kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan dan situs informasi. h. jaringan. Subbagian Penyiapan Rencana. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. d. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. b. situs. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja.

pengolahan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. 131 . Direktorat Jenderal Mineral. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. e. d. penelaahan. pelaksanaan. Badan Geologi. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. b. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. c. b. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pelaksanaan analisis. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. analisis hasil pengawasan.

b. c. b. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan. Subbagian Kepegawaian. dan implementasi Sipeg.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyuluhan. 132 . pelaksanaan. masyarakat dan yustisia. perpustakaan. Subbagian Hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dokumentasi hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta pemberian pertimbangan hukum. penelaahan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. penelaahan. penyiapan koordinasi urusan hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. d. pertimbangan hukum. dokumentasi dan tata naskah. bantuan hukum. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi hukum.

dokumentasi dan tata naskah. k. perlengkapan. pelaksanaan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. e. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. h. terdiri dari: a. kebersihan. serta pengurusan administrasi keuangan. Subbagian Rumah Tangga. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan keamanan. perlengkapan. pelayanan kesekretariatan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. b. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perbendaharaan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. perbendaharaan. b. pengurusan penganggaran. rumah tangga dan kehumasan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. d. j. penelaahan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. i. serta pengurusan administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. 133 . rumah tangga dan kehumasan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. keprotokolan dan kehumasan. c. g. f. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. dan kearsipan.

perumusan laporan hasil pengawasan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. 134 . penelaahan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. b. e. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan pengadaan. kearsipan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perencanaan kebutuhan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan. persuratan dinas.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. c. keprotokolan dan kehumasan. serta evaluasi atas urusan keamanan. kebersihan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. pemeriksaan. d. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. dan administrasi keuangan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

(4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). 139 . (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

terdiri dari: a. c. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Survei Geologi. e. d. e. b. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. h. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. g.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. b. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. penelitian dan pelayanan. 140 . perumusan kebijakan di bidang geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. dan geologi lingkungan. f. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. pelayanan survei geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Sekretariat Badan Geologi.

serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. e. h. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. c. i. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. serta pelaksanaan bantuan hukum. c. ketatalaksanaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. kearsipan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pelaporan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. f. serta perencanaan kerja. 141 . d. Bagian Kepegawaian. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. informasi hukum. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. d. Bagian Umum. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. j.

serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. b. terdiri dari: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. situs. akuntabilitas kinerja. penyiapan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengelolaan Informasi. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. 142 . e. d. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. jaringan. c. pelaporan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Subbagian Laporan. pelaksanaan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. ketatalaksanaan. b. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. penyajian informasi. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. satuan kerja.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. penyiapan.

pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. kesejahteraan. kepangkatan. pengangkatan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. b. serta evaluasi atas perencanaan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. 143 . penggajian. dan analisis jabatan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. e. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. pelaksanaan. pengurusan perencanaan. penyiapan. penelaahan. d. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengembangan organisasi Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta implementasi Sipeg. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. pemberhentian. pengembangan. serta evaluasi atas mutasi. kepangkatan. c. b. pengadaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penyiapan. penelaahan. penggajian. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta implementasi Sipeg Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. kesejahteraan. pengembangan.

Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. Pasal 517 Bagian Keuangan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kekayaan Negara. dan rumah tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. 144 . d. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kearsipan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. perlengkapan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. PBI Badan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. f. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. penelaahan. c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. e. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pengurusan revisi anggaran. Subbagian Akuntansi. serta penyelesaian kerugian negara. dan revisi anggaran Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyelesaian kerugian negara. c. Neraca. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta pengurusan perlengkapan. f. penyiapan koordinasi ketatausahaan. persuratan dinas. pengadaan. kesekretariatan. kearsipan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. penyiapan. Subbagian Tata Usaha. dan rumah tangga. pelaksanaaan bantuan hukum. d. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kebutuhan dan pengadaan. kehumasan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. dan kearsipan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Subbagian Hukum. distribusi penggunaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. dan pemeliharaan barang inventaris. c. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta keprotokolan dan upacara Badan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. persuratan dinas dan kearsipan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. kebersihan dan keamanan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. c. b. informasi dan dokumentasi hukum. perpustakaan. 145 . perlengkapan. terdiri dari: a. Pasal 521 Bagian Umum. pelayanan kesekretariatan. b. dokumentasi hukum dan perpustakaan. e. bantuan hukum.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519.

g. e. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. rumah tangga. i. dan kepegawaian Pusat. bitumen padat. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan panas bumi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Informasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. e. mineral. b. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyusunan neraca sumber daya geologi. batubara. f. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. 146 . serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. serta rancang bangun dan pemodelan. Kelompok Jabatan Fungsional. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. Bagian Tata Usaha. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian. c. Bidang Sarana Teknik. perumusan rencana dan program. pengelolaan ketatausahaan. serta pemetaan tematik potensi. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. penyelidikan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. gambut. rekayasa teknologi. keuangan. h. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. Bidang Program dan Kerja Sama. penyelidikan. administrasi keuangan. j.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. c. b. pengurusan perencanaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan sarana dan prasarana kerja.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pengangkatan. d. pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. 147 . keamanan. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. kebersihan. serta akuntansi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c.

serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. f. pelaksanaan. e. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. d. Subbidang Laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.d. b. b. e. penelaahan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 148 . Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534.

penelaahan. serta pemutakhiran basis data. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. b. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. penyiapan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. b. serta operasi perangkat lunak informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan. Subbidang Program. pelaksanaan sosialisasi. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. 149 . penganggaran. serta pengelolaan perpustakaan. jaringan dan situs informasi. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. dokumentasi dan publikasi. c. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. Subbidang Kerja Sama.

pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. serta pos pengamatan gunung api. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. operasi perangkat lunak. serta sesar aktif. administrasi keuangan. pelaksanaan. perpustakaan. dokumentasi. g. tsunami. f. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. i. d. penyelidikan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan gerakan tanah h. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah. 150 . serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. c. serta rancang bangun. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. gempa bumi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dan rekayasa teknologi. j. gempa bumi. e. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. sistem. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemodelan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. sosialisasi. tsunami.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pengembangan. d. d. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. kearsipan. penyelidikan. e. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. pemelaahan. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. c. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. l. keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta perpustakaan. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. keamanan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. 151 . terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. pengurusan.k. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan sarana. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. pengangkatan. pengurusan perencanaan.

serta evaluasi atas pengamatan gunung api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pengurusan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. administrasi keuangan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan status dan peringatan dini. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penetapan status. geokimia dan deformasi. 152 . Subbidang Penyelidikan Gunung Api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pelaksanaan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. b. terdiri dari: a. pemelaahan. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. b. d. c.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.

b. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. penelaahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. c. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. d. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. penelaahan. 153 .Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. pelaksanaan.

Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. b. serta pelaksanaan atas perencanaan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyelidikan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. e. penelaahan. 154 . b. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penelaahan. c. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. terdiri dari: a. gerakan tanah dan tsunami. f. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penyiapan. d. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. e. dan kepegawaian Pusat. j. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. rumah tangga. geologi teknik dan air tanah. Bidang Sarana Teknik. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. b. d. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. h. g. Bagian Tata Usaha. 155 . pengelolaan ketatausahaan. i. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyelidikan. c. b.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. dan pengelolaan tata ruang. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengembangan. geologi teknik dan air tanah. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. f. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Bidang Informasi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. administrasi keuangan. b. terdiri dari: a. pengurusan perencanaan. Bidang Program dan Kerja Sama. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. d. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. rekayasa teknologi. k. serta dokumentasi tata naskah pegawai.

b. d. 156 . Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a.c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. keuangan. c. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. serta akuntansi. terdiri dari: a. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. f. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. d. keamanan.

Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. b. e. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. Subbidang Laboratorium. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. 157 . Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. d.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. terdiri dari: a. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Program. Subbidang Kerja Sama. b.

penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta pengelolaan perpustakaan. penganggaran. serta operasi perangkat lunak informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 .Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 578 Bidang Informasi. b. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dokumentasi dan publikasi. terdiri dari: a. d. pelakanaan pengelolaan sistem. c. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan sosialisasi. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan dan situs informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Subbidang Penerapan Sistem Informasi.

m. operasi perangkat lunak. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. k. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. g. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. geokimia. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. penelaahan. l. pelayanan jasa survei. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. sosialisasi. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. sistem. rumah tangga. pemetaan dan penelitian geologi. pelaksanaan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dokumentasi. pemetaan. pelaksanaan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. tektonik. e. geomorfologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. inventarisasi hasil survei. pemetaan geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 159 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelidikan dan survei di bidang geologi. geofisika. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. administrasi keuangan. dan kepegawaian Pusat. penelitian dan penyelidikan geologi. rekayasa teknologi. penelaahan. i. d. f. pengelolaan ketatausahaan. perpustakaan. h. evaluasi pelaksanaan penelitian. c.

rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bidang Sarana Teknik. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bidang Informasi. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. terdiri dari: a. keuangan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. 160 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. Bidang Program dan Kerja Sama. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. b. c. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengangkatan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. Bagian Tata Usaha. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengembangan. c. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. b. e. pengurusan perencanaan. b. serta akuntansi.

Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Sarana Penyelidikan. e. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. b. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Laboratorium. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. 161 . f.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. d. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. c. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pengelolaan. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. penganggaran. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 162 . Subbidang Program.

pelaksanaan. b. pelakanaan pengelolaan sistem. penelaahan. sosialisasi. serta operasi perangkat lunak informasi. 163 . b.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. c. jaringan dan situs informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. perpustakaan. Pasal 597 Bidang Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. d. penelaahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. dokumentasi. serta pemutakhiran basis data. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. operasi perangkat lunak. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. sistem.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelidik Bumi. Teknisi Litkayasa. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Perekayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 164 . dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. c. panas bumi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. g. e. mineral batubara. 165 . b. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pembinaan pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. d. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral.

informasi hukum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta pelaksanaan bantuan hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. h. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. f. g. 166 . b. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. kearsipan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. d. b. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. c. dan rumah tangga. penganggaran dan kegiatan satuan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan.

penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. 167 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Kepegawaian. g. e. f. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a.i. terdiri dari: a. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. ketatalaksanaan. pelaporan. j. b. akuntabilitas kinerja. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan sistem. b. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Subbagian Laporan. Bagian Keuangan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. e. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. jaringan dan situs informasi. Bagian Rencana dan Laporan. d. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. pelaporan. ketatalaksanaan.

(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta implementasi Sipeg. penyajian informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. penelaahan. penelaahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. pengadaan. c. dan analisis jabatan. kesejahteraan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. serta penyempurnaan organisasi Badan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta pengembangan organisasi Badan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. terdiri dari: a. jaringan. b. satuan kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. situs. pelaksanaan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. penelaahan. kepangkatan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. d. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. e. penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengurusan perencanaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. b. 168 . Subbagian Pengembangan Pegawai.

169 . f. penggajian. kesejahteraan. penyiapan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Akuntansi. c. d. penelaahan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta pengurusan revisi anggaran. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas perencanaan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Kekayaan Negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. e. terdiri dari: a. kepangkatan pemberhentian. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. PBI Badan. penyiapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta implementasi Sipeg Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 618 Bagian Keuangan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pengembangan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. penyiapan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. b. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. pengangkatan. pelaksanaan. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas mutasi.

b. 170 . pengadaan. pelaksanaan. dan pemeliharaan barang inventaris. persuratan dinas. kehumasan. kearsipan. penelaahan. dan revisi anggaran Badan. c.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. f. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. pelaksanaan. b. serta pengurusan perlengkapan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Pasal 622 Bagian Umum. Subbagian Tata Usaha. perpustakaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaaan bantuan hukum. penyelesaian kerugian negara. perlengkapan dan rumah tangga Badan. dan kearsipan. dan rumah tangga. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelayanan kesekretariatan. terdiri dari: a. e. perhitungan pelaksanaan anggaran. informasi dan dokumentasi hukum. dan rumah tangga. distribusi penggunaan. perlengkapan. penelaahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kearsipan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Neraca. perlengkapan. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Hukum. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana.

persuratan dinas dan kearsipan. kesekretariatan. c. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. e. bantuan hukum. pelaksanaan. d. kebersihan dan keamanan Badan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. rencana kebutuhan dan pengadaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyiapan. penelaahan. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta keprotokolan dan upacara Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. 171 . dan hak atas kekayaan intelektual Badan. f. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. b. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi.

b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. administrasi keuangan. pengangkatan. dan kepegawaian Pusat. i. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bagian Tata Usaha. Bidang Afiliasi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. pengelolaan ketatausahaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga.h. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. 172 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. c. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. d. Kelompok Fungsional. serta pelaksanaan keamanan. Bidang Program. pengembangan. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. b.

e. 173 . d. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan operasi penggunaan. c. penyiapan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. dan kebersihan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. perbendaharaan dan akuntansi. keamanan. penyediaan bahan baku. serta pengadaan. Subbidang Pengembangan Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.

penyiapan rumusan rencana dan program. c. b. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. b. penyiapan.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. terdiri dari: a. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi. 174 . serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 637 Bidang Program. serta analisis.

Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. d. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. b. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. 175 . Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. c. penelaahan. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. penyiapan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. terdiri dari: a. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.

pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. f. situs dan penyebarluasan informasi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan kepegawaian Pusat. b. penelaahan. i. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. d. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. jaringan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. h. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 176 . perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. g. administrasi keuangan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rumah tangga.

penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemeliharaan sarana kerja. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. kebersihan. keuangan. Bagian Tata Usaha. b. b. pengurusan perencanaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. serta pelaksanaan keamanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. serta pengadaan. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Bidang Program. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. keamanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 177 . pengangkatan. c. c. Bidang Afiliasi. dan kebersihan Pusat.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. 178 . pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pelaksanaan. e. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. b. pelaksanaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. pelaksanaan operasi penggunaan. c. penyediaan bahan baku. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b.

Pasal 656 Bidang Program. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. penyiapan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. c. serta analisis. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. 179 . Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan.

pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 180 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. situs dan penyebarluasan informasi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. c. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 660 Bidang Afiliasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. b. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. jaringan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. jaringan. terdiri dari: a.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. pelayanan jasa teknologi. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.

h. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. Bidang Afiliasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. Bagian Tata Usaha. pengelolaan ketatausahaan. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. terdiri dari: a. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 181 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian Pusat. e.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. f. d. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bidang Program. administrasi keuangan. i. Kelompok Fungsional. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.

c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kebersihan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pengangkatan. terdiri dari: a. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta pengadaan. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. 182 . penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengurusan perencanaan. pengembangan. b. serta pelaksanaan keamanan. b. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. kebersihan. keuangan. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan.

penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. pelaksanaan. d. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. c. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. 183 . serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku.

penelaahan. Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan. c. b. evaluasi. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. 184 . serta analisis. terdiri dari: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 675 Bidang Program. penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan.

pelayanan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. b. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan. jaringan. penelaahan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. 185 .

e. keuangan. g. d. dan geofisika kelautan.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. 186 . b. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. f. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. i. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. terdiri dari: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. d. c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. e. b. Bidang Afiliasi. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. administrasi keuangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Kelompok Fungsional. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. Bidang Program. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. geokimia. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja.

pengangkatan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pengembangan. b. perencanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. e. d. b. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta pengadaan. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. dan kebersihan Pusat. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. 187 . keamanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. persuratan dinas dan kearsipan.

Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pengelolaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. b. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku.c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. e. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pengelolaan. d. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan operasi penggunaan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. 188 . Subbidang Pengembangan Sarana.

penelaahan. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. b.c. penyiapan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 189 . d. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 694 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. c. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta analisis. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. penelaahan.d. 190 . pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. jaringan. pelaksanaan. situs dan penyebarluasan informasi. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Teknisi Litkayasa. 191 .

h. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. b. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. 192 . Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. g. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. batubara. e. geologi. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. f. d.

satuan kerja. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. c. g. f. b. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. e. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. 193 . e. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. i. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. c. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pembinaan kerja sama. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. h.

Bagian Umum. ketatalaksanaan. k. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. akuntabilitas kinerja. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 708 Sekretariat Badan. g. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. f. penganggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. kearsipan. l. e. b. Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan.j. 194 . pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. dan rumah tangga. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kepegawaian. b. d. pelaporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. terdiri dari: a. serta perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. c. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pelaporan. Bagian Keuangan. c. h. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.

terdiri dari: a. dan analisis jabatan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan. penganggaran. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penelaahan. Subbagian Kerja Sama. e. jaringan dan situs informasi Badan. dan sistem. 195 . perencanaan kerja. pelaksanaan. pengadaan. pemberhentian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. akuntabilitas kinerja. pengurusan perencanaan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. kesejahteraan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pengembangan. b. kepangkatan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penggajian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. serta implementasi Sipeg. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penelaahan. serta evaluasi atas laporan berkala. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan. penyiapan. prosedur kerja.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. terdiri dari: a. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. b. 200 . dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. kontrol kualitas. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. penelaahan. Subbidang Utilitas. pelayanan jasa. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. c. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan. produk kilang. Subbidang Kilang.

pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. 201 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penyiapan. d. penelaahan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. b. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. Subbidang Bengkel. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyediaan dan pemanfaatan.

Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. b. penyiapan penyelenggaraan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. e. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. f. Subbidang Penyiapan Pelatihan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. g. c. standar. kriteria dan prosedur. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. d. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. pelaksanaan. serta kepustakaan. b. penelaahan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pengelolaan kepustakaan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pedoman. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. 202 .

terdiri dari: a. norma. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. f. b. pengelolaan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria pendidikan dan pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. e. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pedoman. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. 203 . pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bagian Tata Usaha. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Batubara. Bidang Sarana Teknis. c. h. prosedur.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. kearsipan. perlengkapan. pemberian pelayanan jasa. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. e. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. i. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. d. c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. g.

Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kehumasan dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. ketatalaksanaan dan umum Pusat. dokumentasi dan tata naskah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. e. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 204 . pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. perlengkapan. perbendaharaan. serta hukum. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kearsipan. b. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. norma. 205 . penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. rencana pengembangan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penelaahan. b. d. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pedoman. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pelaksanaan pemeliharaan. pelaksanaan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.c.

pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan prosedur. d. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. norma. kriteria.d. f. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. pelaksanaan. b. pedoman. b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. e. c. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pedoman. penyiapan. kerja sama dan sistem. norma. penelaahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 206 . dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. terdiri dari: a. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.

terdiri dari: a. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. kriteria dan prosedur. pelaksanaan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. 207 . pedoman. penyusunan standar. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penyiapan penyelenggaraan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. norma. b. pedoman. f. penyiapan penyelenggaraan. d. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. kriteria dan prosedur. e. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan standar. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. prosedur. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. b. organisasi dan ketatalaksanaan. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b.g. akuntansi. d. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. h. d. kearsipan. terdiri dari: a. Bidang Pelatihan dan Sarana. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. 208 . pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. Bagian Tata Usaha. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. e. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. kehumasan dan keprotokolan. perbendaharaan. kearsipan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Subbidang Perencanaan. norma. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. d. terdiri dari: a. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. b. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. dan sistem. pedoman.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan dan situs informasi. penyiapan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 209 . c. b.

penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan kerja sama. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. d. terdiri dari: a. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. norma. pelaksanaan. c.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pelatihan. penyiapan. promosi. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. 210 . b. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. kerja sama. pelaksanaan. penelaahan. pedoman.

d. c. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pelatihan dan Sarana. pemberian pelayanan jasa. h. e. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. 211 . pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bagian Tata Usaha. f. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. norma. d.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. g. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. kriteria pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. prosedur. c. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi.

b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah. kearsipan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. c. e. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan. 212 . d. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kehumasan dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perbendaharaan. hukum. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. perlengkapan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.

d. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. 213 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. c. norma. b. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penyiapan. e. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kerja sama. pelaksanaan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Perencanaan. penelaahan. norma dan kriteria. b. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. terdiri dari: a. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. Subbidang Sarana dan Prasarana. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. c. Subbidang Pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. d. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. promosi. b. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. 214 . serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama. b. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. e.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. d. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. c. e. Direktorat Jenderal. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. 216 . terdiri dari: a. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. b. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

i. c. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. f. d. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. 217 . h. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. g. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. k.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. j. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. b. e. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta neraca energi dan sumber daya mineral.

Bidang Pelayanan Data dan Informasi. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. pelaporan dan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha Pusat. dan persuratan dinas. Bidang Kajian Strategis. b. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. b. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. e. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. dukungan operasi kerja. terdiri dari: a. c. rumah tangga. b. serta kearsipan Pusat. terdiri dari: a. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. d. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. c. d. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta kearsipan Bakoren. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Bagian Tata Usaha.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan urusan tata usaha. 218 .

Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. l. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. penyiapan norma. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. d. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. 219 . k. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. terdiri dari: a. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. j. c. g. e. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. i. b. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. h.

e. terdiri dari: a. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. pelaksanaan. batubara dan panas bumi. penyusunan rumusan norma. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan. pelayanan data dan informasi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. c. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. b. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penelahaan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. d. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penelaahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. 220 . b. f. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. ketenagalistrikan.

penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. terdiri dari: a. c. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. e. penelahaan. bitumen padat.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. b. d. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pelaksanaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. air tanah dan kegeologian. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Subbidang Kajian Strategis Energi. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. 221 . f. b. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. gambut. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. pelaksanaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis.

(6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. 222 . integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing.

dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. peraturan perundang-undangan. dan keselamatan umum. perencanaan kerja. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. organisasi.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. regulasi ekonomi dan keteknikan. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. peralatan. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. standardisasi teknis. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. 223 . yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dengan lingkup meliputi personil. dokumentasi. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. penganggaran. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya.a kepada pejabat eselon I. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.

(4) Kepala Bagian. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Sekretaris Direktorat Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.b. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.a. Inspektur. Direktur Jenderal. Kepala Pusat. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Inspektur Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal. Direktur. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (5) Kepala Subbagian. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.a.BAB XIV ESELON. (3) Kepala Biro. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.a. 224 . Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.

diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). X. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.d. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

(5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi. susunan organisasi.(4) Perubahan atas rincian tugas.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful