MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. dan lembaga lain yang terkait. Biro Keuangan. terdiri dari: a. Kementerian Negara. d. koordinasi kegiatan Departemen. b. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. e. Biro Kepegawaian dan Organisasi. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. b. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen lain. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. d. Biro Umum. 5 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. c. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal.

e. f. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. evaluasi kebijakan pembangunan. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. rencana dan program kerja dan anggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Analisis dan Evaluasi. b. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. c.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. j. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan harga satuan. h. Bagian Perencanaan Anggaran. rencana dan program kerja. terdiri dari: a. rencana kerja dan anggaran. rencana pembangunan jangka panjang. serta rencana strategis. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. perumusan kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. l. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. i. Bagian Kerja Sama. e. rencana anggaran. k. serta kerja sama. d. b. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta perumusan akuntabilitas kinerja. sosialisasi kebijakan pembangunan. 6 . menengah dan tahunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. c. d. dan rencana anggaran. g.

penelaahan. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. c. e. penyusunan rumusan RK-KL. b. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. b. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. Batubara dan Panas Bumi. Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan norma.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. dan urusan tata usaha Biro. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. 7 . penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Subbagian Perencanaan Penunjang. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. f. standar dan kriteria rencana kerja. penelaahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Menengah dan Tahunan Departemen. d. c. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral.

serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria perencanaan anggaran. terdiri dari: a. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). penyiapan.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. dan Badan Geologi. penelaahan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. b. penelaahan. f. dan 8 . penyiapan rumusan standar. d. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. c. e. norma. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Penganggaran Penunjang. b. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan satuan harga pokok. c.

serta evaluasi pengembangan rencana kerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. rencana pembangunan jangka panjang.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan sidang. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. RKA-KL. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. g. norma. d. tahunan dan rencana strategis. f. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. b. 9 . rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan standar. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. c. c. menengah. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. e. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. b. h. kriteria akuntabilitas kinerja. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

penelaahan. penyiapan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. kriteria kerja sama. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan Badan Geologi. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta kerja sama asosiasi. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. b. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Panas Bumi. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. f. penelaahan. h. e. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Inspektorat Jenderal. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. 10 . norma. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Batubara. penyiapan rumusan standar. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. d.

pembinaan mutasi. jabatan struktural dan fungsional. e. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penempatan dan pengembangan pegawai. pengembangan organisasi dan tata laksana. d. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. dan kesejahteraan pegawai. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. disiplin. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. perencanaan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. 11 . serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. terdiri dari: a. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbagian Kerja Sama Bilateral. pengadaan. pemensiunan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. penelaahan. b. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. dan penilaian kinerja pegawai. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. kepangkatan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan penetapan pemberhentian. c.

j. c. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. g. penyusunan rencana formasi. pengadaan. serta kartu PNS. penyiapan rumusan standar. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan rumusan rencana. 12 . f. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. evaluasi pembinaan kepegawaian. h. d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. norma. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. b. pengelolaan sistem informasi pegawai. e. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. pola dan pengembangan karir pegawai. serta administrasi penugasan ke luar negeri. serta standardisasi kompetensi jabatan. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. c. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. b. Bagian Mutasi Pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan.f. d. Pegawai Negeri Sipil (PNS). e. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). i. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Data dan Informasi Pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. k. terdiri dari: a. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. c. dan Kartu PNS Departemen. pengelolaan administrasi tugas belajar. b. pemberhentian dan disiplin. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. penyiapan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. penyiapan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. i. j.h. dan penugasan pegawai ke luar negeri. penelaahan. penelaahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. pemindahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. kompetensi pegawai. 13 . serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penelaahan. Subbagian Pengembangan Karir. terdiri dari: a.

dan penilaian prestasi pegawai. penarikan kembali. dipekerjakan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. dan penarikan kembali pegawai. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pengangkatan kembali. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemberhentian. b. penelaahan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. pembebasan sementara. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. serta kesejahteraan pegawai. d. h. b. Askes. kepangkatan. i. e. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. pemberhentian. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. serta Kartu Istri. 14 . penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. pemberhentian dan disiplin. pelaksanaan. Taspen. j. pemindahan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pemindahan. dipekerjakan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. c. kepangkatan. pemindahan. g. dan penilaian angka kredit. ujian dinas dan Ujian KPPI. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan pemindahan pegawai. penyiapan standar. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. Kartu Suami. pelaksanaan disiplin pegawai. terdiri dari: a. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. cuti. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. c. perbantuan. k. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pelaksanaan kepangkatan. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan Bapertarum. f. norma. pelaksanaan kesejahteraan. Subbagian Mutasi Jabatan.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. serta kesejahteraan pegawai Departemen. perbantuan.

h. pelaksanaan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. penelaahan. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. b. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelayanan kesehatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. penghargaan. penyiapan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. f. Bapertarum pegawai Departemen. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. jabatan. disiplin. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. Askes. dan daftar riwayat hidup pegawai. pemindahan. d. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan administrasi lembaga tripartit. Taspen. penilaian angka kredit. g. 15 .(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. Kartu Istri. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pemberhentian dan pemensiunan. pemberhentian. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Kartu Suami. i. penghargaan. penelaahan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penggajian. Daftar Urut Kepangkatan. pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pengadaan pegawai. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian.

penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). pendidikan dan pelatihan pegawai. d. pemindahan. pemberhentian. serta evaluasi. klasifikasi dan peta jabatan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. 16 . Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. pengadaan pegawai. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan standar. penghargaan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. serta pedoman penyempurnaan organisasi.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. kriteria pengembangan organisasi. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. b. pelaksanaan. b. c. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. pelaksanaan. jabatan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. c. norma. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. e. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. kepangkatan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pelaksanaan.

terdiri dari: a. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. 17 . pengembangan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Laksana. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. g. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. penelaahan. b. pengembangan. h. Subbagian Kelembagaan. c. pengembangan. peta jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. administrasi keuangan. analisis beban kerja. perbendaharaan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penelaahan. pola hubungan kerja. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standardisasi kompetensi jabatan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. penelaahan.f.

kekayaan negara dan akuntansi.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Pendapatan dan Belanja. Bagian Kekayaan Negara. k. laporan realisasi anggaran. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. d. serta bimbingan teknis perbendaharaan. e. g. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. perbendaharaan. b. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. serta pembinaan perbendaharaan. 18 . Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. j. e. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). d. serta Neraca Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. penyelesaian kerugian negara. Pasal 49 Biro Keuangan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. c. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta nota keuangan. h. pembinaan inventarisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Akuntansi. l. administrasi keuangan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. c. b. Bagian Perbendaharaan. dan implementasi sistem akuntansi. terdiri dari: a. i. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen.

(3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. dan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. evaluasi tarif dan revisi PNBP. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. h. b. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penelaahan. norma. f. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Subbagian Anggaran Pendapatan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penelaahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. j. Subbagian Anggaran Belanja. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. k. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. penyiapan. penyiapan target. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. d. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. pelaksanaan. e. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. g. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyusunan rumusan standar. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. i. terdiri dari: a. 19 . c. c.

20 . mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pengelolaan SPM. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. penyiapan rumusan standar. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Badan Geologi. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. g. b. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. b. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. e. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. norma. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. f. Inspektorat Jenderal. serta pembagian iuran sumber daya alam. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. penelaahan. penelaahan. c. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. c.

evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penelaahan.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. c. pelaksanaan. b. norma. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. f. 21 . Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tuntutan perbendaharaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. ganti rugi. g. c. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. dan bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. b. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. kriteria pengelolaan kekayaan negara. penelaahan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

d. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. b. penelaahan. g. Pasal 64 Bagian Akuntansi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. rekonsiliasi. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. e. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. f. c. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. 22 . norma. c. Subbagian Penyiapan Neraca. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Badan Geologi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan verifikasi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. penelaahan. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. pelaksanaan. terdiri dari: a. b. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI).

Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. serta pelaksanaan kehumasan. pelaksanaan. kewajiban. bantuan hukum. dan implementasi SAAT Departemen. pelaksanaan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. dan bantuan hukum. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta program legislasi dan regulasi. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). dan implementasi SAI Departemen. 23 . penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta hubungan masyarakat Departemen. konsolidasi. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembukuan aset. dan penyelesaian kasus hukum. rekonsialiasi. verifikasi anggaran. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. penelaahan. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum dan kehumasan. d. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. h. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. equitas dana. dan bantuan hukum. pengelolaan dokumentasi. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penelaahan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. f. Neraca. c. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta kehumasan. b. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). e.

Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. b. Bagian Bantuan Hukum. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Hubungan Masyarakat.i. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Bagian Penelaahan Hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. b. evaluasi peraturan perundang-undangan. c. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. e. b. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. j. c. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. e. d. penelaahan. 24 . Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. serta program legislasi dan regulasi Departemen. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum.

dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. norma. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. g. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. f. e. kriteria kontrak atau perjanjian. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. penyiapan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. dan unsur unit penunjangnya. b. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. 25 .

Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. e. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. 26 . Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. f. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. d. b. dan unsur unit penunjangnya. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. c. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penyiapan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. norma.

Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. e. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 27 . penyiapan rumusan standar. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta monitoring dan analisis berita. konferensi pers. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. d. pelaksaaan. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. b. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksaaan. terdiri dari: a. b. pelaksaaan. Batubara dan Panas Bumi. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. penelaahan.

serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. konferensi pers. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. h. 28 . pameran Departemen. j. Subbagian Publikasi. Subbagian Hubungan Kelembagaan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penerbitan. b. dan urusan tata usaha Biro. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan peliputan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen.g. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. i. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peliputan dan perekaman kegiatan. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. terdiri dari: a. abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. monitoring dan analisis berita Departemen. c. pelaksanaan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta evaluasi atas hubungan dengan media.

Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. c. f. rumah tangga Sekretariat Jenderal. perlengkapan dan pengadaan. b. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Bagian Perlengkapan. d. pengelolaan rumah tangga. c. Bagian Tata Usaha. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. f. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. pengadaan. tata usaha dan kearsipan. d. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. g. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. tugas 29 . Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Pasal 87 Biro Umum. j. tata persuratan dinas dan kearsipan. tata persuratan dinas dan kearsipan. b. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengelolaan keamanan dan keselamatan.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. h. e. i. penyediaan sarana dan prasarana kerja.

d. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. pelantikan. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. e. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. f.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. c. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . b. persuratan dinas. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. c. Jakarta Pusat). keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. b. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha Menteri. Medan Merdeka Selatan 18. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen.

Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penjadwalan kegiatan. penyiapan rumusan standar. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. penelaahan. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. b. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. c.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. 31 . serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. c. persuratan dinas. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. pelaksanaan. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. norma. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. b. d. f. Subbagian Tata Usaha Departemen. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. penelaahan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. dan ekspedisi surat dinas.

Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. e. serta pengadaan. Kepala Biro dan Kepala Pusat. d. keselamatan. M. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keamanan. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. f. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Thamrin 1. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Staf Ahli. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 32 . c. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. b. Staf Ahli. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). c. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. pelaksanaan kebersihan.H. terdiri dari: a. keselamatan. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal.

distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. kriteria perlengkapan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. penyiapan bahan rumusan standar. Subbagian Rencana Kebutuhan. f. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. penyiapan kegiatan. norma. pelaksanaan pengadaan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. c. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. inventarisasi. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. serta pengadaan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. 33 . g. terdiri dari: a. Subbagian Pengadaan. dan kearsipan Staf Ahli. b. c. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. penelaahan penyiapan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 34 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. d. b. norma. penyusunan standar. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. b. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 35 . e. pedoman. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. c.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. kriteria.

evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. d. i. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Keuangan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. h. f. dan rumah tangga. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. g. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. satuan kerja. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. 36 . Kelompok Jabatan Fungsional. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. kearsipan. pelaporan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. c. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. b. e. Bagian Umum dan Kepegawaian.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. rencana dan program. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP).(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi Sipeg. m. e. n. d. i. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. WP & B). perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. f. penelaahan. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. b. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. j. k. h. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. 41 . serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. l. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. g. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan pengaturan.

serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. p. c. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. evaluasi kebijakan. terdiri dari: a. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. b. ketersediaan dan infrastruktur sektor. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. pelaksanaan sosialisasi program sektor. d. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. serta pencadangan strategis. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. f. serta data kebutuhan. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. d. penyiapan rumusan. g. 42 . norma. b. b. h. e. e. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri.o. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. f. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. penyusunan statistik. menengah dan tahunan berbasis kinerja. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi.

penyiapan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. evaluasi pelaksanaan kebijakan. permasalahan iklim usaha. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. f. 43 . (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan terms of condition KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. c. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. norma. penelaahan. b. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. g. penyiapan rumusan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. e. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. terdiri dari: a. serta penyediaan informasi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. d. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. dan pelaksanaan sosialisasi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penelaahan. penyiapan. b. pengumpulan data potensi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.

evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. j. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. serta bagi hasil daerah. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. c. norma. i. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. h. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. tugas serta induk. f. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. pemeriksaan dan pengujian. retribusi. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). penyiapan. penyiapan. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. pajak. g. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. tugas serta induk. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. d. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). serta biaya operasi. pelaksanaan pencatatan. e. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. 44 . infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi.

serta pemberdayaan produksi dalam negeri. d. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. tenaga kerja asing. norma. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. 45 .Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. PNBP dan tarif iuran. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. penelaahan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan. tenaga kerja asing. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. c. g. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. f. penelaahan. harga minyak mentah Indonesia. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. pajak. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. retribusi. lifting dan target penerimaan. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. e.

dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. b. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. penyiapan. terdiri dari: a. rencana penggunaan tenaga kerja asing. penelaahan. pemberdayaan produksi dalam negeri. penelaahan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. b. k. dan kerja sama dalam negeri. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. j. serta pengaturan tenaga kerja asing. penggunaan barang operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana impor barang operasi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. i.h. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. fasilitasi lembaga tripartit. pelaksanaan. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 46 . pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. penyiapan.

penelaahan. f. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. d. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. penyiapan. pelaksanaan. 47 . serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan asosiasi. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penelaahan. c. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. g. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. penyiapan. b.c. Seksi Multilateral dan Regional. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta kerja sama Pemerintah Daerah.

i. g. f. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. Kelompok Jabatan Fungsional. 48 . penyiapan rumusan standar. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. f. j. pelaksanaan pengumuman WK. c. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. e. kriteria pengelolaan WK. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. d. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. norma. h. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. e. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. c.d. l. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. Subdirektorat Wilayah Kerja. terdiri dari: a. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan WK. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. e. k. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. g. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. d. h.

penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. 49 . serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. e.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. pelaksanaan. f. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penilaian. d. penelaahan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. b. penelaahan. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. b. kriteria usaha eksplorasi. terdiri dari: a. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. c. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi.

Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. norma. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. i. kriteria. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. penelaahan. j. pelaksanaan. h. b. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. g. e. c. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. d. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan rumusan standar. 50 . penelaahan. b. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali.

penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan. d. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. kriteria usaha eksploitasi. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. 51 . b. penyiapan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. penelaahan. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. penelaahan. tumpang tindih lahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. penyiapan rumusan standar.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. e. c. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. f. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS.

Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pembinaan teknis. norma. penyiapan rumusan standar. penelaahan. e. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. b. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. d. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. 52 . penyiapan. i. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. c. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penelaahan. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu.

b. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. e. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. g. penelaahan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. c. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. d. bahan bakar gas. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). f. hasil olahan dan bahan bakar lain. perumusan pengaturan Penugasan. Light Natural Gas (LNG). bahan bakar lain. 53 . Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Penyediaan. perumusan jenis bahan bakar minyak. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. pelaksanaan. i. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. Light Petroleoum Gas (LPG). Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. h. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. b. k. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan.j. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. j. c. e. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. 54 . serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. d. g. l. bahan bakar gas. pengelolaan data. pengelolaan data. bahan bakar lain. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f. i. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. LPG. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan perizinan usaha pengolahan. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. f. d. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. LNG. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. e.

pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. terdiri dari: a. penelaahan. 55 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penelaahan. norma. b. penyiapan. h. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan data. f. penyiapan. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Seksi Pengolahan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. e. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. g. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. hasil olahan dan bahan bakar lain.

hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan formulasi harga. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penyiapan. c. penelaahan.i. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. e. penyiapan. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. b. bahan bakar gas dan LPG. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. j. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. kriteria harga bahan bakar. 56 . evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. serta penyiapan penetapan P3JBT. norma. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar.

evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. b. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan data. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. g. b.f. norma. LPG. LNG. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. h. f. 57 . penelaahan. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penelaahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perizinan usaha niaga. d. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. gas bumi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. pelaksanaan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. g. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. h. terdiri dari: a. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. c. e. penyiapan. kriteria usaha niaga. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. i. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. penyiapan. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas.

hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. petrokimia. LPG. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penyiapan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tugas 58 . penelaahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. b. Seksi Niaga Gas Bumi. pelumas. Seksi Proses Non Bahan Bakar. penyiapan. LNG. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan norma. kriteria usaha non bahan bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. b. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Seksi Niaga Minyak Bumi. f. c. e. b. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. dan non bahan bakar lainnya. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. biodiesel. d. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. terdiri dari: a. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar.

Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. profesi personil. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. biodiesel. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. dan non bahan bakar lainnya. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. penyiapan. penelaahan. petrokimia. lindungan lingkungan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 59 . kelaikan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. h. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. d. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. g. penyiapan. produk. b. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. e. serta penggunaan tenaga teknik. lindungan lingkungan. c. dan non bahan bakar lainnya. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. usaha penunjang. penelaahan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. petrokimia. biodiesel. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. d. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. g.i. 60 . c. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. b. b. h. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. c. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. f. j. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. e. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. d. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e.

keselamatan operasi. d. c. penelaahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. instalasi. b. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 61 . Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. instrumentasi. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. penelaahan. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. dan kalibrasi alat ukur. f. norma. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. K3. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar.

penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. d. e. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. terdiri dari: a. K3. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instrumentasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. instalasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. b. dan penggunaan tenaga teknik. 62 . keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengangkutan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Penyimpanan. pengangkutan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. b. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. serta penjaminan pasca operasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. g. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. 63 . Penyimpanan. terdiri dari: a. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan.f. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. pelaksanaan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. c. penelaahan. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. e. b. c.d. penyiapan rumusan standar. pengangkutan. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. penelaahan. f. g. 64 . serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. norma. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. pelaksanaan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi.

Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. profesi personil. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. b. produk. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. g. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. f. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. 65 . terdiri dari: a. pelaksanaan.d. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. c. pedoman. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d. kriteria.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. penyusunan standar. norma. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. 67 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi.

h. e. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. f. c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. satuan kerja. e. c. 68 . i. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d. dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. kearsipan. g. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. b.

penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. pelaporan. d. c. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. b. e. g. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. e. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. situs. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pelaksanaan. 69 . pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. jaringan. rapat koordinasi. akuntabilitas kinerja. pelaporan. b. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. akuntabilitas kinerja. d. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Laporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. c. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. b. jaringan dan situs informasi. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja.

penyiapan. penyiapan. d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. satuan kerja. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta penyelesaian kerugian negara. Pasal 237 Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. e. perhitungan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. b. penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Kekayaan Negara. serta pengurusan revisi anggaran. 70 . terdiri dari: a. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. f. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

penelaahan. Subbagian Informasi Hukum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pelayanan konsultasi hukum. serta kehumasan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. laporan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. 71 . serta informasi hukum Direktorat Jenderal. penyiapan. penelaahan. penelaahan. e. b. b. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pelaksanaan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Subbagian Pertimbangan Hukum. pertimbangan hukum. d. penyelesaian kerugian negara. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. c. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. c. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.

ekspedisi persuratan dinas. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Tata Usaha. b. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. d. pelaksanaan urusan kesekretariatan. g. c. pelaksanaan. dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. kebersihan. c. Subbagian Kepegawaian. telepon. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. pengurusan formasi. f. mutasi. terdiri dari: a. keamanan. e. pelaksanaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. dan Implementasi Sipeg. perlengkapan dan rumah tangga. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pengadaan pegawai.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta urusan keprotokolan dan upacara. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pertamanan dan perparkiran. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. 72 . penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pemberhentian. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja.

Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. d. evaluasi kebijakan. persuratan dinas dan kearsipan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta rencana dan program pembangunan berjangka. implementasi Sipeg. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. 73 . penelaahan. f. h. b. rencana pengadaan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. g. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. e. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. rencana dan program. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. rencana dan program. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). lembaga sertifikasi dan asosiasi. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal.

pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. c. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. c. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. b. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. d. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. e. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. d. serta rencana strategis dan RUKN. b. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. b. serta program pengembangan jaringan transmisi. f. penyiapan rumusan. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. 74 . Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. e.

penelaahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. b. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. penelaahan. penyiapan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. d. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. b. pelaksanaan. 75 . Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a.

Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. penyiapan. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. norma. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. e. penelaahan. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria tenaga listrik sosial. 76 . serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. c. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. f. penyiapan bahan rumusan standar. b. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. b. d. penyiapan.

Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. lembaga sertifikasi. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penelaahan. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. d. multilateral dan regional. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan dokumen perjanjian. c. penelaahan. b. b. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. 77 . serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rencana.

pengolahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan data. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. b. statistik dan pemetaan tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. 78 . c. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penyiapan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. e. penelaahan. b. d. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.

Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. d. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. h. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. e. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. c. pembinaan. b. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. b. f. serta perlindungan konsumen.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. d. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. 79 . i. e. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik.

serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha.c. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . d. penyiapan. d. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. c. b. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik.

f. pelaksanaan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. c. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. kriteria harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. pemberian sanksi. penyiapan rumusan standar. penelaahan. Seksi Pengawasan Izin Usaha. terdiri dari: a. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. b. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. terdiri dari: a. penelaahan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. e. norma. penyiapan. 81 . Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Seksi Pelayanan Izin Usaha.

Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. d. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. 82 . c. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. b. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. kriteria hubungan komersial. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. f. penelaahan. e. norma. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha.

kriteria perlindungan konsumen listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. b. c. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rumusan standar. d. penelaahan. mempunyai tugas 83 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. penelaahan. norma.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. penyiapan. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik.

i. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. d. g. 84 . Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta penggunaan tenaga teknik. f. f. h. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. lindungan lingkungan. serta pembinaan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. profesi personil. c. e. lindungan lingkungan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. produk. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. b. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. e. kelaikan teknis. keselamatan dan K3. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. d. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. c. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. b. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

(2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan. g. b. jenis dan mutu tenaga listrik. f. b. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. d. serta Rancangan SNI. e. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. 85 . Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penelaahan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penelaahan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. 86 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. c. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kelaikan peralatan. b. kalibrasi alat ukur. b. pelaksanaan. dan K3. pelaksanaan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. f. penelaahan. e. instrumentasi. g. penyiapan. norma. penelaahan. keselamatan operasi.

terdiri dari: a. f. 87 . penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. c. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. g. b. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. b. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. e. d. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan.

e. pelaksanaan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. b. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. 88 . Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. b. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. c. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik.

penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. d. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. profesi personil. produk. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penelaahan. c. g. f. e. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. b. dan kriteria usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. terdiri dari: a. 89 . Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. norma. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

90 . energi perdesaan dan konservasi energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. f. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. e. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. e. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. energi alternatif. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. b. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. d. c. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. c. kriteria pemanfaatan energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. penyiapan rumusan kebijakan. h. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. energi perdesaan dan konservasi energi. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. Kelompok Jabatan Fungsional. energi perdesaan dan konservasi energi. c. f. Subdirektorat Energi Perdesaan. serta rencana dan program energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Konservasi Energi. b. g. terdiri dari: a. norma. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penelahaan. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. rencana dan program pengembangan usaha. Seksi Program Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. terdiri dari: a. b. penyiapan. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. b. norma. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. 91 . penyiapan rumusan kebijakan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. e. e. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. kriteria usaha energi baru terbarukan. b. penyiapan. d. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. penelahaan.

Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. 92 . serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. pelaksanaan. penelahaan. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. c. penyiapan. rencana dan program. d. penelahaan. norma dan kriteria konservasi energi. b. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. e. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Seksi Program Konservasi Energi. penyiapan. penyiapan rumusan standar. penelahaan. penyiapan rumusan kebijakan. penelahaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. serta evaluasi atas program konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan.

pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. energi perdesaan dan konservasi energi.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. pemberdayaan masyarakat. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. penyiapan rumusan standar. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. b. terdiri dari: a. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. e. rencana dan program. penelahaan. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. 93 . (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pedoman pengembangan. rencana dan program energi perdesaan. c.. penyiapan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penelahaan. Seksi Program Energi Perdesaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan.

energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. penyiapan. b. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. b.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. energi perdesaan dan konservasi energi. c. penelahaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 94 . (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 95 .

d. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. (2) Direktorat Jenderal Mineral. norma. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. batubara. penyusunan standar.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. batubara dan panas bumi. Batubara. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur di bidang mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. 96 . dan panas bumi. batubara dan panas bumi. c. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. e. pedoman. Direktorat Jenderal Mineral. batubara dan panas bumi. kriteria. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. b. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342.

Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. e. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. h. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. 97 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. Direktorat Pembinaan Program Mineral. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi. d. d. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. satuan kerja. Batubara dan Panas Bumi. dan rumah tangga. i. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.

penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. f. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. d. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Laporan. ketatalaksanaan. terdiri dari: a. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. Bagian Rencana dan Laporan. 98 . evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. pelaporan. jaringan dan situs informasi. pelaporan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. g. Batubara dan Panas Bumi. rapat koordinasi. Bagian Umum dan Kepegawaian. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. c. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. e. c.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan sistem. d. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. e.

Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 99 . c. e. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Perbendaharaan. f. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. PBI Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. c. b. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan. serta pengurusan revisi anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penelaahan. jaringan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan. satuan kerja. serta penyelesaian kerugian negara. situs. Pasal 354 Bagian Keuangan. penelaahan. d.

dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. d. pelaksanaan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelayanan konsultasi hukum. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penelaahan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. dan Neraca Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyelesaian kerugian negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. e. pelaksanaan informasi. penelaahan. Subbagian Informasi Hukum. pemberian telaahan dan bantuan hukum. penelaahan. b. pelaksanaan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. 100 . dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. f.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta kehumasan. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. laporan pertanggungjawaban keuangan. c.

pelaksanaan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. program legislasi dan regulasi bidang mineral. pemberhentian. kebersihan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. g. f. pelaksanaan urusan kesekretariatan. e. penelaahan. dan Implementasi Sipeg. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara. perlengkapan dan rumah tangga. c. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. keamanan. penyiapan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. ekspedisi persuratan dinas. d. pengadaan pegawai. b. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta urusan keprotokolan dan upacara. pengurusan formasi. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 101 . panas bumi dan air tanah. mutasi. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. dan kearsipan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pertamanan dan perparkiran. telepon. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penelaahan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal.

kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Kepegawaian. 102 . c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. neraca sumber daya wilayah kerja. batubara. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. serta kebijakan pengelolaan air tanah. rencana dan program di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Program Mineral. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. implementasi Sipeg. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. d. dan produksi. wilayah kerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pelaksanaan. rencana pengadaan. serta penetapan wilayah kerja. perumusan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. persuratan dinas dan kearsipan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. panas bumi dan air tanah. investasi dan pendanaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. dan produksi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. cadangan atau potensi.

panas bumi dan air tanah. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. e. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. i. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara. f. Batubara dan Panas Bumi. d. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. batubara. d. 103 . j.e. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. perumusan perencanaan. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. pencatatan dan perhitungan PNBP. g. pengelolaan data. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. menengah dan tahunan berbasis kinerja. evaluasi kebijakan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. eksplorasi dan operasi produksi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. h. c. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara dan Panas Bumi. batubara. rencana dan program di bidang mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. c.

Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. e.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan. panas bumi dan air tanah. g. 104 . pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. batubara. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Seksi Program Mineral dan Batubara. asosiasi dan lembaga sertifikasi. batubara. h. penyiapan. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. d. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. f. serta kerja sama di bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. terdiri dari: a. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. c. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. panas bumi dan pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 105 . Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. c. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. b. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. penyiapan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Kontrak Karya (KK). batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. terdiri dari: a. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program investasi pertambangan mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. d. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP).

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. norma.e. batubara. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penyiapan. f. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan standar. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. serta pengelolaan informasi bidang mineral. c. b. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. kriteria pencadangan wilayah kerja. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. d. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. b. 106 . evaluasi pelaksanaan kebijakan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan statistik pengusahaan.

Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi. h. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. 107 . cadangan dan wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. batubara dan panas bumi. serta penetapan wilayah kerja. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Batubara. batubara. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. penyiapan penetapan potensi. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. pelaksanaan. pencadangan dan potensi di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. b. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Informasi Mineral. neraca sumber daya. terdiri dari: a. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. penelaahan. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. f. penelaahan. g. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Batubara. statistik. Seksi Informasi Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. batubara. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.e.

108 . Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. c. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. pemeriksaan dan pengujian PNBP. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. Seksi Penerimaan Negara Batubara. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. terdiri dari: a. d. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. penelaahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. penyiapan. penyiapan. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Batubara dan Panas Bumi. serta bagi hasil daerah. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan panas bumi. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pelaksanaan pencatatan. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. e. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. b.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

pelaksanaan. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. e.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. f. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. c. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. b. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. g. b. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). d. terdiri dari: a. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. 113 . Seksi Bimbingan Usaha Mineral. pelaksanaan. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. terdiri dari: a. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. g. f. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. i. e. 114 . pembinaan hubungan komersial panas bumi. d. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pelaksanaan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. b. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. Seksi Hubungan Komersial Batubara. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. h. Seksi Hubungan Komersial Mineral. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. c. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. b. pelaksanaan. perumusan pengaturan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah.

penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. g. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. g. serta pengelolaan air tanah. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. f.j. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. serta pengelolaan air tanah. f. dan perubahan batas wilayah kerja. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan usaha. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. c. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. 115 . Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. e. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. l. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. e. k. norma. d. terdiri dari: a.

pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. e. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. penelaahan. b. pelaksanaan. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi.h. i. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. studi kelayakan dan eksploitasi. serta pengelolaan air tanah. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. d. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. c. pelaksanaan fasilitasi. 116 . terdiri dari: a. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi.

serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. e. pelaksanaan. c. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah. f. d. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. terdiri dari: a. 117 . serta pengendalian air tanah. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. g. b. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421.

serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. serta pengendalian air tanah. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. d. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. c. pelaksanaan. i. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. serta pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. b. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. e. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. Seksi Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan promosi dan layanan informasi.h. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. 118 . evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah.

b. pelaksanaan.g. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. b. penelaahan. d. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan. 119 . penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. h. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. serta pengelolaan air tanah. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. e. f. terdiri dari: a. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. c.

terdiri dari: a. 120 . perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. b. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Seksi Konservasi Air Tanah. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. batubara dan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. b. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta air tanah. serta ketatausahaan.

Subdirektorat Standardisasi Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional.d. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. 121 . sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. d. batubara. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. c. f. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. batubara. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. i. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. b. f. Batubara dan Panas Bumi. j. produk. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. kelaikan teknis. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. profesi personil. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. lindungan lingkungan. batubara dan panas bumi. h. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. kelaikan teknis. K3. b. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e.

sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Standardisasi Mineral. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. produk. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penelaahan. terdiri dari: a. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. dan Panas Bumi. serta konservasi mineral dan batubara. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. g. e. f. Batubara. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. norma. batubara. 122 . serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral.c. profesi personil. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. penyiapan rumusan standar. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan panas bumi. penyiapan. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. jenis dan mutu produk. penyiapan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. b. pemurnian. penelaahan.

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. penelaahan.b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. dan konservasi mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. penyiapan. c. batas wilayah kerja. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. pelaksanaan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. f. 123 . b. terdiri dari: a. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. e. batubara dan panas bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. pelaksanaan.

pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. g. e. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. f. 124 . dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. d. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. i. dan panas bumi. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara.c. penelaahan. batubara dan panas bumi. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. b. Batubara. terdiri dari: a. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. h. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi.

pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. g. pengangkutan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. panas bumi dan air tanah. penelaahan. penimbunan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. penyimpanan. keamanan instalasi. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. f. Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. b. dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. d. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. e. penelaahan. batubara. terdiri dari: a. Seksi Keselamatan Batubara. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instrumentasi. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. norma. kalibrasi alat ukur. K3 dan penggunaan tenaga teknik. 125 .

penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. norma. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. d. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. c. Seksi Usaha Penunjang Batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan. Batubara. b. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 126 . evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. penelaahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. e. dan kriteria usaha penunjang. b. batubara. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. f.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. penyusunan laporan hasil pengawasan. b. 128 . pelaksanaan pengawasan kinerja. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat I. Inspektorat II. c.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. e. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat IV. keuangan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. Inspektorat III. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. b. d. terdiri dari: a. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen.

Kelompok Jabatan Fungsional. i. e. c. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. keamanan. keprotokolan dan rumah tangga. Bagian Umum dan Keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. e. pengurusan kepegawaian dan organisasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. g. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. perlengkapan. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. j. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. k. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. kearsipan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan urusan tata usaha. 129 . Bagian Pemantauan dan Evaluasi. terdiri dari: a. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. d. Bagian Hukum dan Kepegawaian. h. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan jaringan dan situs informasi. f. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Rencana dan Laporan.

pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. dan rencana kerja. akuntabilitas kinerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. b. i. j. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. 130 . h. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. ketatalaksanaan. penyiapan. penyajian informasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. pelaksanaan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penelaahan. rapat koordinasi. g. ketatalaksanaan. jaringan. program kerja. f. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. jaringan dan situs informasi. d. penelaahan. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. situs. e. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyiapan Laporan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

terdiri dari: a. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. analisis hasil pengawasan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pengolahan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Badan Geologi. b. 131 . penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pelaksanaan analisis.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. d. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. penelaahan. c. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan.

Subbagian Kepegawaian. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. bantuan hukum. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penyiapan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. pertimbangan hukum. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. b. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. dokumentasi dan tata naskah.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. masyarakat dan yustisia. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. perpustakaan. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. 132 . terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta pemberian pertimbangan hukum. Subbagian Hukum. dan implementasi Sipeg. e. penyiapan koordinasi urusan hukum. b. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penelaahan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. c. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. serta pemberian pertimbangan hukum. dokumentasi hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. dokumentasi hukum. penyuluhan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474.

kebersihan. serta pengurusan administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. 133 . dokumentasi dan tata naskah.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perbendaharaan. c. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. e. dan kearsipan. d. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. k. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. perbendaharaan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. perlengkapan. h. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengurusan penganggaran. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. g. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. f. dan implementasi Sipeg. pelayanan kesekretariatan. Subbagian Rumah Tangga. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. rumah tangga dan kehumasan. b. persuratan dinas. serta pengurusan administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan. j. perlengkapan. rumah tangga dan kehumasan. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. b. keprotokolan dan kehumasan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penelaahan. i. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. pelaksanaan keamanan.

penelaahan. dan administrasi keuangan. 134 . pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. b. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. perumusan laporan hasil pengawasan. serta evaluasi atas urusan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. kebersihan. perlengkapan dan pengadaan. keprotokolan dan kehumasan. pemeriksaan. persuratan dinas. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. e.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perencanaan kebutuhan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. penelaahan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). d. c.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 139 . (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan.

pelayanan survei geologi. c. b. penelitian dan pelayanan. e. 140 . perumusan kebijakan di bidang geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. c. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. terdiri dari: a. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. Pusat Lingkungan Geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. g. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Survei Geologi. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. d. e. b. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. d. f. dan geologi lingkungan. h. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Sekretariat Badan Geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan.

e. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. 141 . Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. f. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. informasi hukum. c. Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. dan rumah tangga. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. j. serta pelaksanaan bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. terdiri dari: a. d. pelaporan. c. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. d. Bagian Kepegawaian. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. ketatalaksanaan. g. b.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. i. kearsipan. h. b. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. penganggaran dan kegiatan satuan kerja.

penelaahan. jaringan dan situs informasi. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelaahan. penelaahan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. c. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan. pelaporan. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. pengelolaan sistem.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. satuan kerja. jaringan. Subbagian Laporan. e. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. ketatalaksanaan. d. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyajian informasi. 142 . Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. f. situs. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran.

pemberhentian. kepangkatan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pelaksanaan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. kesejahteraan. e. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. pelaksanaan. d. pengadaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan analisis jabatan. c. serta evaluasi atas perencanaan. penyiapan. pengangkatan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. serta pengembangan organisasi Badan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. pengembangan. terdiri dari: a. penggajian. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penggajian. pengembangan. pengurusan perencanaan. serta implementasi Sipeg. pemberhentian. pelaksanaan. serta evaluasi atas mutasi. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. kepangkatan. 143 . Subbagian Pengembangan Pegawai. penelaahan.

serta pengurusan revisi anggaran. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Subbagian Akuntansi. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. terdiri dari: a. e. d. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. kearsipan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan rumah tangga. Neraca. penyelesaian kerugian negara. penelaahan. c. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 517 Bagian Keuangan. dan revisi anggaran Badan. f.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. pelaksanaan. c. PBI Badan. Subbagian Perbendaharaan. penelaahan. 144 . evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perlengkapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Kekayaan Negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta informasi hukum dan kehumasan Badan. 145 . Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kebutuhan dan pengadaan. persuratan dinas. e. persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. c.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. perlengkapan dan rumah tangga Badan. d. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. terdiri dari: a. bantuan hukum. kesekretariatan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. pengadaan. dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan. kebersihan dan keamanan Badan. kearsipan. Subbagian Hukum. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Pasal 521 Bagian Umum. perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. kehumasan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan kearsipan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. pelaksanaaan bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. distribusi penggunaan. f. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. c. dan rumah tangga. serta keprotokolan dan upacara Badan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. b. pelayanan kesekretariatan. perpustakaan. informasi dan dokumentasi hukum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengurusan perlengkapan.

Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Informasi. b. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. keuangan. batubara. serta rancang bangun dan pemodelan. penyelidikan. b. pengelolaan ketatausahaan. d. gambut. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. penyelidikan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. mineral. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. perumusan rencana dan program. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bidang Sarana Teknik. rumah tangga. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. j. e. Bagian Tata Usaha. bitumen padat. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. f. Bidang Program dan Kerja Sama. penyusunan neraca sumber daya geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. d. i. dan panas bumi. rekayasa teknologi. h. e. administrasi keuangan. g. c. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. serta pemetaan tematik potensi. 146 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keamanan. serta akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. d. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. 147 .Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. terdiri dari: a. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengembangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. penyiapan sarana dan prasarana kerja.

penelaahan. pelaksanaan. f.d. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa. b. terdiri dari: a. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. Subbidang Laboratorium. d. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyusunan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. 148 . pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.

penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. jaringan dan situs informasi. Subbidang Program. pelaksanaan sosialisasi. serta pengelolaan perpustakaan. 149 . Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan. penyiapan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. terdiri dari: a. b. penganggaran. terdiri dari: a. Pasal 540 Bidang Informasi. penelaahan. b. d. dokumentasi dan publikasi. c. serta pemutakhiran basis data. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja.

rumah tangga. j. serta pos pengamatan gunung api. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. operasi perangkat lunak. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. dan rekayasa teknologi.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. f. dan gerakan tanah h. dan gerakan tanah. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyelidikan. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pengelolaan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta sesar aktif. c. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta rancang bangun. d. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penelaahan. i. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pemodelan. gempa bumi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. g. 150 . Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. perpustakaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. sistem. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. administrasi keuangan. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. pelaksanaan. tsunami. pelaksanaan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. gempa bumi. tsunami. dokumentasi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. e. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. kearsipan. c. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. serta dokumentasi tata naskah pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. keamanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. kebersihan. pelaksanaan pengelolaan sarana. b.k. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. pengurusan perencanaan. pengangkatan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. d. pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan. Kelompok Jabatan Fungsional. keuangan. serta perpustakaan. l. terdiri dari: a. 151 . evaluasi pelaksanaan penelitian. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pemelaahan. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d. penyelidikan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. e.

administrasi keuangan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. b. d. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. 152 . pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pengurusan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. terdiri dari: a. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. geokimia dan deformasi. Subbidang Pengamatan Gunung Api. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. penelaahan. penetapan status. pelaksanaan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan. pemelaahan. serta penetapan status dan peringatan dini. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a.

b. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. b. 153 . pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. d. pelaksanaan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. penelaahan.

f. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penyelidikan. e. penelaahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. c. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. 154 . Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. gerakan tanah dan tsunami. b. d. penyiapan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penyiapan. b. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penelaahan.

dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. b. geologi teknik dan air tanah. Bidang Program dan Kerja Sama. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. h. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. administrasi keuangan. Bidang Informasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. penyelidikan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. k. keuangan. rekayasa teknologi. pengurusan perencanaan. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. d. pengangkatan. 155 . dan kepegawaian Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. g. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. j. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengembangan. dan pengelolaan tata ruang. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. b. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. i. Bidang Sarana Teknik. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. f. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. geologi teknik dan air tanah. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi penyelenggaraan penelitian.

Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai.c. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 156 . Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. f. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta akuntansi. keamanan. keuangan. d. c. penyiapan sarana dan prasarana kerja. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. e. kebersihan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. terdiri dari: a.

Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. 157 . (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Program. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. terdiri dari: a. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. terdiri dari: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta kerja sama pelayanan jasa. d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. b. e. b. Subbidang Kerja Sama. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta rencana strategis berbasis kinerja.

pelakanaan pengelolaan sistem. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penelaahan. dokumentasi dan publikasi. b. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. Pasal 578 Bidang Informasi. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pemutakhiran basis data. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta pengelolaan perpustakaan. c. terdiri dari: a. pengelolaan. serta operasi perangkat lunak informasi. jaringan dan situs informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. 158 . (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penganggaran.

pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. b. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan. operasi perangkat lunak. d. evaluasi pelaksanaan penelitian. sistem. i.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. geomorfologi. geofisika. 159 . serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. c. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pelaksanaan. penelaahan. h. rumah tangga. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. tektonik. l. pemetaan dan penelitian geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. rekayasa teknologi. j. f. perpustakaan. e. g. penyelidikan dan survei di bidang geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. penelaahan. inventarisasi hasil survei. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. dokumentasi. penelitian dan penyelidikan geologi. pemetaan geologi. m. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pengelolaan ketatausahaan. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. geokimia. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pelaksanaan. k. pelayanan jasa survei. dan kepegawaian Pusat. sosialisasi.

keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. pengurusan perencanaan. e. Bagian Tata Usaha. Bidang Program dan Kerja Sama. pengembangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. e. c. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. c. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. 160 . serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. kebersihan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengangkatan. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. b. serta akuntansi. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Teknik. Bidang Informasi.

penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. 161 . Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. f. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Subbidang Laboratorium. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan. b.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. pelaksanaan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Sarana Penyelidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan. Subbidang Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. terdiri dari: a.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. 162 . serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta rencana strategis berbasis kinerja. d. b. penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. c. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyusunan akuntabilitas kinerja. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

dokumentasi dan publikasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. sistem. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. operasi perangkat lunak. jaringan dan situs informasi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pelaksanaan. serta operasi perangkat lunak informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. dokumentasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. perpustakaan. terdiri dari: a. c. pelakanaan pengelolaan sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 163 . serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 597 Bidang Informasi. sosialisasi. serta pemutakhiran basis data. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta pengelolaan perpustakaan. d. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 164 .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Penyelidik Bumi.

b. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. pembinaan pelayanan jasa teknologi. d. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. e. perumusan kebijakan penyelenggaraan. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. f. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. panas bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. mineral batubara. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. c. 165 .

koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. g. 166 . kearsipan. serta perencanaan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta pelaksanaan bantuan hukum. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. dan rumah tangga. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. informasi hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. e. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. terdiri dari: a. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. e. h. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. f. d.

e. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Laporan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. ketatalaksanaan. jaringan dan situs informasi. pengelolaan sistem. pelaporan. pelaporan. c. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. f. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. akuntabilitas kinerja. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. g. d. Bagian Umum. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. c. b. b. j. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja.i. akuntabilitas kinerja. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. 167 . penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. ketatalaksanaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. e. Bagian Keuangan. d.

ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. serta penyempurnaan organisasi Badan. jaringan. kesejahteraan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. situs. penelaahan. b. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta implementasi Sipeg. penyiapan. 168 . kepangkatan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. pengembangan. pengurusan perencanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. c. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. pemberhentian. penelaahan. c. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. serta pengembangan organisasi Badan. e. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. d. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan. dan analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyajian informasi. penelaahan. pengadaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. satuan kerja. penggajian. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. pelaksanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas perencanaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pengangkatan. d. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. penelaahan. 169 . b. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyiapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. PBI Badan. pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. e. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas mutasi. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. terdiri dari: a. f. penggajian. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta implementasi Sipeg Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. pengembangan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kepangkatan pemberhentian. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. c. c. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Akuntansi. kesejahteraan.

(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan revisi anggaran Badan. perlengkapan. pelaksanaan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. distribusi penggunaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaaan bantuan hukum. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. c. informasi dan dokumentasi hukum. 170 . f. kehumasan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan kearsipan. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. penelaahan. e. kearsipan. dan rumah tangga. serta pengurusan perlengkapan. penelaahan. kearsipan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. persuratan dinas. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. perlengkapan dan rumah tangga Badan. d. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. dan pemeliharaan barang inventaris. b.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. perlengkapan. Pasal 622 Bagian Umum. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Subbagian Hukum. pengadaan. pelaksanaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. c. dan rumah tangga. Neraca. pelayanan kesekretariatan. perpustakaan.

distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. rencana kebutuhan dan pengadaan. kesekretariatan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. d. bantuan hukum. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. c. b. g. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. kebersihan dan keamanan Badan. penelaahan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 171 . serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta keprotokolan dan upacara Badan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e.

perbendaharaan dan akuntansi. keselamatan kerja dan keprotokolan. terdiri dari: a. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. dan kepegawaian Pusat. e. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. d. Bidang Program. Bidang Afiliasi. rumah tangga. e. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. c. Kelompok Fungsional. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. b. pengangkatan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. pelaksanaan pengelolaan anggaran. terdiri dari: a. kebersihan. keuangan. b. persuratan dinas dan kearsipan. 172 . i. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta pelaksanaan keamanan. administrasi keuangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.h. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

serta pengadaan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. d. penyediaan bahan baku. b. penelaahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. dan kebersihan Pusat. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana. 173 . pelaksanaan operasi penggunaan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. keamanan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan. terdiri dari: a. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. 174 . evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 637 Bidang Program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyiapan. penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. c. b. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

penyiapan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan. penelaahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. e. b. d. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. 175 . Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa teknologi. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. jaringan. penelaahan. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

d. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. f. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. e. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. i. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penelaahan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. b.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. h. dan kepegawaian Pusat. situs dan penyebarluasan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. pelaksanaan. administrasi keuangan. g. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. jaringan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. 176 . Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.

perbendaharaan dan akuntansi. e. serta pelaksanaan keamanan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. terdiri dari: a. dan kebersihan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengembangan. pengangkatan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. d. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pemeliharaan sarana kerja. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. pengurusan perencanaan. Bidang Program. serta pengadaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kebersihan. keamanan. Bagian Tata Usaha. c. b. e.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". 177 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. c. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Afiliasi. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. persuratan dinas dan kearsipan.

penelaahan. pelaksanaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. d. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. c. b.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penyiapan. b. e. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. penyiapan. penyediaan bahan baku. 178 . Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi.

penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. 179 . penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta analisis. penyiapan. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 656 Bidang Program. penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. evaluasi.

jaringan. b. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. jaringan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. e. Pasal 660 Bidang Afiliasi. 180 . penelaahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. d. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. pelaksanaan. b. pelayanan jasa teknologi. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. c. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga. c. f. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. d. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. administrasi keuangan. Bidang Program. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. c. g. 181 . b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Kelompok Fungsional. e. Bagian Tata Usaha. dan kepegawaian Pusat. d. i. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. d. b. dan kebersihan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. keuangan. serta pelaksanaan keamanan. pengembangan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pengadaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 182 . pengangkatan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemeliharaan sarana kerja. pengurusan perencanaan. c. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. keamanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. kebersihan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyediaan bahan baku. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaksanaan operasi penggunaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. terdiri dari: a. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Subbidang Pengoperasian Sarana. c. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penelaahan. 183 . b. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. pelaksanaan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. b. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. b. penyiapan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. 184 . evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. terdiri dari: a. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 675 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. c. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi.

serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. jaringan. terdiri dari: a. Pasal 679 Bidang Afiliasi. pelaksanaan. d. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 185 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. jaringan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi.

g. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. administrasi keuangan. f. terdiri dari: a. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. geokimia. dan geofisika kelautan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. keuangan. d. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan ketatausahaan. h. Bagian Tata Usaha. Bidang Afiliasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. d. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. Kelompok Fungsional. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. 186 . penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. b. Bidang Program. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. i. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rumah tangga. j. c. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c.

b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. serta pengadaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. kebersihan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. c. perencanaan. b. keamanan. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pengangkatan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. pengembangan. perbendaharaan dan akuntansi. d. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. 187 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana.

Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan. pelaksanaan operasi penggunaan. d. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. e. penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program.c. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 188 . serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. penyediaan bahan baku. pengelolaan.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. 189 . Subbidang Penyiapan Rencana. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. c.c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. penelaahan. evaluasi. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Pasal 694 Bidang Program. penyiapan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penelaahan. b. pelaksanaan. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. e. Pasal 698 Bidang Afiliasi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.d. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. 190 . dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 191 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

e. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. batubara. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. h. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. g. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. 192 . d. mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. c.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. f. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. d. f. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. i. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. b. g. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pembinaan kerja sama. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. c. b. h. d. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. koordinasi pelayanan administratif Badan. e. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. satuan kerja. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. c. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi.

penganggaran. akuntabilitas kinerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. h. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. d. e. ketatalaksanaan. Bagian Umum. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. f. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. d. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. g. terdiri dari: a. dan rumah tangga. pelaporan. c. pengelolaan jaringan dan situs informasi.j. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. l. Bagian Kepegawaian. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. k. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 708 Sekretariat Badan. c. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. 194 . penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. b. akuntabilitas kinerja. serta perencanaan kerja.

serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pengadaan. c. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. serta implementasi Sipeg. terdiri dari: a. d. akuntabilitas kinerja. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penelaahan. penggajian. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. jaringan dan situs informasi Badan. serta pengembangan organisasi Badan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pelaksanaan. penganggaran. penelaahan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penelaahan. prosedur kerja. serta evaluasi atas laporan berkala. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penyiapan. kepangkatan. e. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. dan analisis jabatan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. dan sistem. pelaksanaan. pemberhentian. b. perencanaan kerja. pengurusan perencanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. 195 . Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. pengembangan. kesejahteraan. c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kerja Sama. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Subbidang Utilitas. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. kontrol kualitas. produk kilang. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. pelayanan jasa.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penyiapan. terdiri dari: a. b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. 200 . d. b. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. penelaahan. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. c.

serta evaluasi atas pengelolaan rencana. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. b. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. penelaahan. penyediaan dan pemanfaatan. 201 . Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. b. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Laboratorium. penyiapan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan. pelayanan jasa. Subbidang Bengkel. penelaahan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi.

penelaahan. pelaksanaan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c. kriteria dan prosedur. 202 . penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. pedoman. b. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. standar. f. Subbidang Penyiapan Pelatihan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. penyiapan penyelenggaraan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penelaahan. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. g. serta kepustakaan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. norma. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pedoman.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. norma. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d. kerja sama. pengelolaan kepustakaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.

Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. b. d. pedoman. e. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perlengkapan. i. norma. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. d. f. terdiri dari: a. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. c. Batubara. Bidang Sarana Teknis. b. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 203 . pengelolaan ketatausahaan. h. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. c. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kearsipan. pemberian pelayanan jasa. g. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. prosedur. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. kriteria pendidikan dan pelatihan.

Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. perbendaharaan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kearsipan. kehumasan dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perlengkapan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. b. akuntansi. d. b. organisasi. kearsipan. 204 . b. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. c. ketatalaksanaan dan umum Pusat. serta hukum. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.

b. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a.c. pelaksanaan pemeliharaan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. b. e. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. penggunaan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. rencana pengembangan. penelaahan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pedoman. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 205 . Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.

f. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.d. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. norma. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program dan Kerja Sama. c. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 206 . Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penelaahan. d. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama dan sistem. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. penelaahan. e. dan prosedur. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pelaksanaan. pedoman. norma. pedoman. b. b. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberian pelayanan jasa. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. kriteria dan prosedur. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. d. kriteria dan prosedur. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 207 . penyusunan standar. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan. penyusunan standar. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. norma. pelaksanaan. penelaahan. b. pedoman. norma.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. terdiri dari: a. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pelaksanaan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. f. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. pedoman. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. prosedur. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penyiapan penyelenggaraan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. b.

organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. kehumasan dan keprotokolan. Bidang Pelatihan dan Sarana.g. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. c. d. pengelolaan ketatausahaan. b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. 208 . evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kearsipan. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. akuntansi. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. perlengkapan. h. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. e. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Kepegawaian dan Umum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.

kerja sama. norma. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. c. penelaahan. terdiri dari: a. Subbidang Perencanaan. akuntabilitas kinerja. d. penyiapan. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. b. 209 . e. jaringan dan situs informasi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan sistem. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. b. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

e. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. promosi. Subbidang Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. terdiri dari: a. d. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 210 . norma. pelaksanaan. kerja sama. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. penyiapan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. b. c.

pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. pedoman. b. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pemberian pelayanan jasa. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Bidang Pelatihan dan Sarana. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 211 . b. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan. f. c. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. e. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. prosedur. penelaahan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. g. d.

e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi dan tata naskah. akuntansi. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kehumasan dan keprotokolan. kearsipan. 212 . Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. perbendaharaan. perlengkapan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. organisasi dan ketatalaksanaan. c. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. hukum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.

Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. b. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. norma dan kriteria. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Perencanaan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. pedoman. serta evaluasi atas standar. penyiapan. pelaksanaan. penelaahan. norma. 213 . c.

Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Pelatihan. c. b. promosi. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. d. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. b. Subbidang Sarana dan Prasarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pelaksanaan kerja sama. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kerja sama. pelaksanaan. penelaahan. 214 . penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 215 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

terdiri dari: a. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Direktorat Jenderal. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. c. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. 216 . (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. d. e. b. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Inspektorat Jenderal dan Badan.

pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. i. j. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. f. d. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. e.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. b. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. k. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. h. serta neraca energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. g. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. 217 . c. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

penyelenggaraan dukungan operasi kerja. terdiri dari: a. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Bidang Kajian Strategis. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta kearsipan Pusat. c. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. b. pelaporan dan tata persuratan. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. d. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. b. Subbagian Tata Usaha Pusat. serta kearsipan Bakoren. c. d. dan persuratan dinas. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. dukungan operasi kerja. e. Subbagian Tata Usaha Bakoren.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. c. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. rumah tangga. Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. 218 . Subbagian Tata Usaha Data Nasional. b.

serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. l. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. k. e. penyiapan norma. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. 219 . pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. j. terdiri dari: a. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. b. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. h. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. persuratan dinas dan kearsipan. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. b. c. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. i. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. g. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.

penyusunan rumusan norma. b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. batubara dan panas bumi. penyiapan. e. pelayanan data dan informasi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. penelaahan. c. 220 . standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. f. d. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan. b. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. ketenagalistrikan. penelaahan. pelaksanaan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. penelahaan.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi.

penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. terdiri dari: a. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. 221 . penelahaan. bitumen padat. d. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. b. e. penelahaan. penelahaan. pelaksanaan. b. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. c. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Energi. gambut. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. air tanah dan kegeologian. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. f. pelaksanaan.

dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. 222 . (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.

yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. peralatan. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. regulasi ekonomi dan keteknikan. standardisasi teknis.a kepada pejabat eselon I. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). penganggaran. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. perencanaan kerja. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. dengan lingkup meliputi personil. dokumentasi. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. 223 . (9) Pedoman penyusunan tata laksana. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. organisasi.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. peraturan perundang-undangan. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien.

Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Direktorat Jenderal. (4) Kepala Bagian. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a. (5) Kepala Subbagian.a. Direktur Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (3) Kepala Biro.a.BAB XIV ESELON. Direktur Jenderal. 224 . (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.b. Direktur. Inspektur Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur. Kepala Pusat.

d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. 225 .BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. X.

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. susunan organisasi. 226 . fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. maka: a.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. b. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful